Selasa, 29 September 2026

1627aik. MENATA HATI DI TENGAH DUNIA YANG BERISIK

 


MENATA HATI DI TENGAH DUNIA YANG BERISIK

..............................................  

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..............................................

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Selasa, 29 Sep 2026.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari Masjid Baitur Rohmat nyantri bareng Ust. Syahroni Anwar, kupas tipis tipis kitab tafsir Al Ikliyl karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi.

................................................

Al-Baqarah · Ayat 137

فَاِنْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَآ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍ ۚ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللّٰهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ۗ ۝١٣٧

fa in âmanû bimitsli mâ âmantum bihî fa qadihtadau, wa in tawallau fa innamâ hum fî syiqâq, fa sayakfîkahumullâh, wa huwas-samî‘ul-‘alîm

Jika mereka telah mengimani apa yang kamu imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu). Maka, Allah akan mencukupkanmu (dengan pelindungan-Nya) dari (kejahatan) mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

.................

1. Tafsir Al-Ikliyl

Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun sebagai respons terhadap sikap Ahli Kitab yang berpaling. Kata bimitsli di sini bermakna "seperti" — bukan berarti ada tuhan lain yang setara, melainkan kesamaan dalam cara beriman kepada Allah, para nabi, dan kitab-kitab-Nya tanpa membeda-bedakan . Kalau mereka mau beriman seperti yang kalian imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Tapi kalau berpaling, mereka sedang berada dalam syiqāq — perpecahan, permusuhan, dan penyimpangan dari jalan yang lurus. Lalu Allah menutup dengan janji yang menenangkan: "Cukuplah Allah bagimu."

2. Hikmah

Ayat ini bukan soal menang-menangan dalam beragama. Ini soal standar hati. Iman yang benar itu punya bentuk yang jelas, bukan asal percaya. Dan kalau orang lain menolak, bukan tugas kita memaksa — tugas kita adalah istiqamah, dan Allah yang akan mencukupkan.

3. Nasehat

Ayat Qur'an: "Maka, Allah akan mencukupkanmu (dengan pelindungan-Nya) dari (kejahatan) mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 137)

Hadis Shahih: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan lurus iman seorang hamba sampai hatinya lurus. Dan tidak akan lurus hatinya sampai lisannya lurus." (HR. Ahmad) 

Hadis Qudsi: "Aku tidak dapat ditampung oleh bumi-Ku dan langit-Ku, tetapi Aku ditampung oleh hati hamba-Ku yang beriman." 

4. Analisa Makrifat

Hati itu bukan tempat sampah. Hati adalah ruang tamu Allah. Kalau tiap hari kita isi dengan drama grup WA, berita hoaks, iri melihat pencapaian orang di LinkedIn — ya jangan heran kalau hati terasa sempit. Makrifatnya sederhana: semakin kita mengenal Allah, semakin kita sadar bahwa yang lain itu tidak sepenting yang kita kira.

Hakekatnya: iman itu bukan status, tapi proses pembersihan terus-menerus. Tarekahnya di zaman viral ini? Digital diet. Kurangi konsumsi yang bikin hati keruh. Ganti scrolling tengah malam dengan istighfar. Ganti stalking mantan dengan shalawat.

5. Muhasabah

Muhasabah itu audit diri versi rohani . Malam ini, tanya ke diri sendiri:

· Hari ini, hatiku lebih bersih atau lebih kotor dari kemarin?

· Ada ghibah yang keluar dari lisanku? (karena lisan yang lurus = hati yang lurus) 

· Kalau Allah "membuka history" hatiku di depan orang, aku malu atau santai?

Caranya: duduk sepuluh menit sebelum tidur. Diam. Tarik napas. Jujur sama diri sendiri. Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memperbaiki.

6. Doa

Rabbana la tuzigh qulubana ba'da iz hadaitana wa hab lana mil ladunka rahmah, innaka antal Wahhab.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Mahapemberi." (QS. Ali Imran: 8) 

Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik.

"Wahai Dzat yang membalik-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu." (HR. Muslim) 

7. Terima Kasih

Terima kasih untuk semua yang pernah mengingatkan, baik dengan kata-kata halus maupun cara yang agak menyakitkan. Maaf kalau tulisan ini ada salah kata atau kurang pas. Semua kebaikan dari Allah, semua kekurangan dari aku sendiri.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #MenataHati #Muhasabah #Istikamah #JanganBerhentiMemperbaikiDiri

................................................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

...........

1626aib. JANGAN TUNGGU AZAB, YUK BERBENAH HATI



JANGAN TUNGGU AZAB, YUK BERBENAH HATI

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

.................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 29 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Al Abror nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :

.............

Al-A'raf · Ayat 4

وَكَمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَا فَجَاۤءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا اَوْ هُمْ قَاۤىِٕلُوْنَ ۝٤

wa kam ming qaryatin ahlaknâhâ fa jâ'ahâ ba'sunâ bayâtan au hum qâ'ilûn

Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan. Siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.

..................

1. Tafsir Al-Ibriz (Kyai Bisri Mustofa)

Kyai Bisri Mustofa dalam Al-Ibriz li Ma'rifah Tafsir Al-Qur'an al-'Aziz menulis dengan bahasa Jawa pegon yang merakyat, supaya umat awam mudah memahami maksud ayat. Dalam menafsirkan ayat ini, beliau menekankan bahwa negeri-negeri yang dibinasakan itu adalah mereka yang sudah diberi peringatan tapi tetap bandel, tetap ngeyel, tetap merasa aman padahal azab bisa datang kapan saja. Kyai Bisri mengingatkan: siksa itu datang "bayatan" (waktu malam saat orang tidur) atau "qa'ilun" (waktu istirahat siang). Artinya, ketika manusia lagi lengah, lagi santai, lagi merasa aman—justru di situlah azab bisa nyamperin.

---

2. Hikmah

Inti ayat ini: jangan pernah merasa aman dari azab Allah. Banyak orang hancur bukan karena dosa besar yang kelihatan, tapi karena kelalaian yang dianggap remeh. Negeri-negeri itu dibinasakan bukan sekadar karena kufur, tapi karena mereka sudah tidak peduli lagi dengan peringatan. Hikmahnya: hidup ini bukan tentang seberapa banyak amal yang sudah dikumpulkan, tapi seberapa sadar kita bahwa kita masih bisa diperbaiki.

---

3. Nasehat

Ayat Qur'an:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23)

Hadis Shahih:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

"Setiap anak Adam pasti sering melakukan dosa, dan sebaik-baik yang berdosa adalah orang yang rajin bertobat." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hadis Qudsi:

يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي

"Wahai anak Adam, jika dosamu sampai setinggi langit lalu engkau minta ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni." (HR. Tirmidzi)

---

4. Analisa Makrifat, Argumentasi Hakekat, Implementasi Tarekah

Makrifatnya: Ayat ini mengajarkan bahwa Allah tidak pernah tidur. Kita yang sering lalai, bukan Allah yang lupa. Makrifat sejati bukan sekadar tahu Allah itu ada, tapi sadar bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk berbenah sebelum kesempatan itu ditutup.

Hakekatnya: Azab bukan cuma bencana fisik. Azab bisa berupa hati yang keras, jiwa yang kosong, hidup yang terasa hampa meskipun segalanya ada. Itu bentuk azab yang paling halus—ketika kita sudah tidak merasa perlu memperbaiki diri.

Tarekahnya di era viral sekarang: Di zaman scroll TikTok sampai jam 3 pagi, di zaman sibuk pamer pencapaian di Instagram, di zaman gengsi mengalahkan iman—inilah medan juang kita. Tarekah paling relevan: takhalli (kosongkan hati dari cinta validasi manusia), tahalli (isi dengan kesadaran diawasi Allah), tajalli (biarkan cahaya itu memancar lewat akhlak yang santun).

---

5. Muhasabah dan Caranya

Muhasabah adalah evaluasi diri. Bukan menghakimi diri sampai putus asa, tapi jujur melihat di mana kita salah dan bertekad memperbaikinya.

Caranya:

1. Sebelum tidur, tanya diri: "Hari ini, apa yang aku lakukan yang bikin hati ini makin jauh dari Allah?"

2. Catat satu kebiasaan buruk yang paling sering diulang minggu ini. Jangan langsung menyerah, cukup sadari.

3. Ganti satu kebiasaan buruk dengan satu amal kecil yang konsisten. Bukan yang berat, yang ringan saja tapi rutin.

4. Jangan puas dengan "aku sudah lebih baik dari orang lain". Bandingannya bukan orang lain, tapi diri sendiri kemarin.

---

6. Doa

Allahumma aati nafsii taqwaahaa, wa zakkihaa anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

"Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan pemeliharanya."

Astaghfirullahal 'azhim, wa atubu ilaih.

---

7. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih untuk njenengan yang sudah menyempatkan waktu membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, maaf kalau ada salah penyampaian. Ini semua murni usaha untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #MenataHati #JanganTungguAzab #AlAraf4 #TafsirAlIbriz #HijrahTanpaHujat #PerbaikiDiri

..................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

 

.........

1624sha. BERSIH ITU BUKAN SOAL WANGI, TAPI SOAL HATI



BERSIH ITU BUKAN SOAL WANGI, TAPI SOAL HATI

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..............

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 22 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari pesantren Darut Ta'lim nyantri bareng Ust. H. M. Badruddin A.G. kupas tipis tipis kitab shahih Bukhari :

.............

Bab Mandi Setelah Haid

Diriwayatkan dari Aisyah: Seorang wanita dari kalangan Anshar bertanya kepada Nabi ﷺ bagaimana cara mandi setelah selesai dari haid. Beliau menjawab, "Ambillah sepotong kain yang diberi minyak wangi dan bersihkan bagian pribadi dengan itu sebanyak tiga kali." Nabi ﷺ merasa malu dan berpaling. Maka aku menariknya kepada diriku dan memberitahunya apa yang dimaksud oleh Nabi ﷺ.

...................

1. Rahasia Hikmah

Seorang wanita Anshar bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mandi haid. Baginda ﷺ menjawab: ambil kain beraroma wangi, bersihkan tempat darah tiga kali. Baginda malu, memalingkan muka. Aisyah menarik wanita itu ke sisinya dan menjelaskan maksudnya.

Intinya? Nabi ﷺ menjaga adab, menjaga kehormatan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ada batas yang indah. Aisyah hadir sebagai jembatan hikmah. Rahasianya: ilmu yang benar sampai melalui pintu yang tepat.

---

2. Nasehat

Firman Allah:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS Asy-Syams: 9-10)

Hadis Shahih:

Dari Aisyah, Nabi ﷺ bersabda: “Ambillah sepotong kain yang diberi minyak wangi dan bersihkan bagian pribadi dengan itu sebanyak tiga kali.” Baginda malu dan berpaling. Aisyah memberitahu apa yang dimaksud Nabi ﷺ.

Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.”

---

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah

Makrifatnya: Nabi ﷺ yang paling suci pun masih malu membicarakan hal sensitif. Kita ini siapa? Di timeline yang penuh aurat terbuka, hati pun ikut telanjang.

Hakekatnya: tazkiyatun nufus bukan cuma bersih fisik, tapi bersih cara pandang. Mata boleh lihat, hati jangan ikut kotor.

Tarekahnya: kurangi scroll yang bikin hati berdebu. Jaga lisan di kolom komentar. Satu kata yang menyinggung, satu like yang salah, itu noda.

---

4. Tasawuf, Muhasabah

Takhalli: buang riya di setiap postingan. Tahalli: isi dengan niat lillah. Tajalli: semoga Allah beri cahaya, meski tak layak.

Muhasabah: “Tadi aku ngomong apa? Tadi aku like apa? Tadi hatiku ke mana?”

---

5. Doa

Allahumma ij‘alni minat-tawwabin, waj‘alni minal-mutathahhirin.

---

6. Terimakasih

Maaf untuk semua yang pernah tersinggung dari kata-kataku. Terimakasih untuk yang masih mau baca sampai sini.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #HatiBersih #JagaAdab #RenunganHati

....................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1625saf. JANGAN CUMA BASAHIN BODY, BASAHIN JUGA HATI



 JANGAN CUMA BASAHIN BODY, BASAHIN JUGA HATI

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 29 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Nurul Jannah nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis Kitab Safinatu As-Sholah (karya Abdullah bin Umar bin Yahya Al-Hadhromi)  :

.............

وللوضوء والغسل والصلاة سنن كثيرة جدا فمن أراد حياة قلبه والفوز عند ربه فليتعلمه ويعمل بها فلا يتركها إلا متساهل أولاه أو ساه جاهل

Selain itu, wudhu, mandi dan sholat memiliki beberapa kesunatan-kesunatan yang sangat banyak, karena itu bagi siapa saja yang menghendaki hatinya hidup dan mendapatkan keberuntungan disisi tuhannya, maka hendaknya ia mempelajarinya dan mengamalkannya, karena yang meninggalkannya hanyalah orang yang meremehkan, orang yang berpaling, orang yang lupa (mengenai fadhilahnya) dan orang yang bodoh.

.......................

1. Rahasia Hikmah

Inti dari wudhu, mandi, dan sholat itu bukan cuma ritual teknis yang dihafal sejak kecil terus selesai. Ada lapisan “inner” yang sering kita skip. Kalau cuma basahin anggota badan tanpa ngajak hati, kita cuma dapat kulitnya aja, dagingnya nggak kerasa .

Tujuan akhirnya sederhana: biar hati hidup. Bukan hidup gara-gara konten viral, tapi hidup karena nyambung sama Yang Maha Hidup.

2. Nasehat

Ayat Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan salat, sedang kalian belum berwudu, maka berwudulah dengan membasuh muka dan tangan sampai sikunya. Lalu usaplah kepala dan basuhlah kaki sampai dengan kedua mata kaki... Allah tidak bermaksud menyulitkan kalian pada semua perintah-Nya. Allah menetapkan ketentuan itu semua dengan maksud untuk membersihkan kalian secara lahir dan batin...” (QS. Al-Maidah: 6) .

Hadis Shahih:

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dengan dahi, tangan dan kaki yang berseri-seri disebabkan daripada kesan-kesan wudhu.” (HR. Bukhari & Muslim) .

Hadis Qudsi:

“Barangsiapa salatnya tidak menyebabkan dia menjauhi kekejian dan kemungkaran, maka salatnya hanya akan menambah dia jauh dari Allah saja.” .

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Zaman Viral

Zaman sekarang orang sibuk banget jaga “personal branding” di medsos. Foto ibadah dipajang, tapi hati penuh riya’. Nah, makrifatnya di sini: wudhu itu bukan sekadar cuci muka, tapi cuci niat. Syekh Hatim pernah bilang, ada “wudhu batin” yang harus dilakukan: taubat, buang dendam, tinggalkan sombong, dan lepas cinta dunia yang berlebihan .

Tarekahnya? Sebelum buka HP pagi-pagi, buka dulu keran taubat. Sebelum scroll TikTok, scroll dulu istighfar. Jangan sampai jempol sibuk swipe, tapi hati kering kerontang.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Tazkiyatun Nufus itu proses takhalli (kosongin sifat jelek), tahalli (isi sifat baik), tajalli (pancaran cahaya Ilahi) . Muhasabah-nya simpel:

Musyarathah: Sebelum wudhu, bikin kontrak sama diri sendiri. “Ya Allah, wudhu ini bukan cuma basahin kulit, tapi basahin ego aku yang keras ini.”

Muraqabah: Sadar Allah lagi liat. Jangan sampai air wudhu cuma jadi rutinitas tanpa ruh.

Muhasabah: Setelah sholat, tanya diri. “Tadi sholat gue beneran ngadep Allah, atau cuma formalitas biar nggak dosa?”

5. Doa

Allahummaj ‘al-ni minat-tawwabeena waj-alni minal mutatohhireen.

“Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci (sholeh)” .

6. Ucapan Terimakasih dan Ma’af

Terima kasih buat njenengan yang udah baca sampai selesai. Ma’af kalau ada kata yang kurang berkenan. Ini semua murni untuk kebaikan bareng-bareng.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #WudhuBatin #SholatKhusyuk #RenunganHati #MenataHati #HijrahSantai

........................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Senin, 28 September 2026

1620daq. NERAKA ITU NYATA, DAN KITA SEDANG MENUJU KE SANA



NERAKA ITU NYATA, DAN KITA SEDANG MENUJU KE SANA

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

.................

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Senin, 28 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar ( Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):

............

Bab 39 Mensifati Ahli Neraka, Serta Makanan dan Minuman Mereka

RUPA PENGHUNI NERAKA

Nabi saw. bersabda: “Bahwa ahli neraka itu hitam wajahnya, gelap penglihatannya, hilang akalnya, dan kepala setiap seorang dari mereka itu bentuknya seperti kubah, badan mereka (besarnya) seperti gunung mata mereka melotot, tinggi mereka seperti gunung, dan rambut mereka seperti bulu, bagi mereka tidak ada kematian, dimana mereka bisa mati, dan tidak hidup, dimana mereka bisa hidup. Setiap seorang dari mereka mempunyai 70 kulit yang mempunyai tujuh lapis dari api neraka, dan pada perut mereka, terdapat ular-ular dari neraka, mereka bisa mendengarkan suara ular (yang ada dalam perutnya) seperti suaranya binatang liar, selanjutnya rantai belenggu itu dikalungkan, dan beberapa gada (sejenis palu) dipikulkan (pada tubuh mereka), kemudian mereka diseret pada wajahnya.”

................

1. Rahasia Hikmah

Jujur, kadang kita terlalu sibuk scrolling sampai lupa bahwa ada kehidupan setelah ini. Hadis di atas bukan cerita horor buat nakut-nakutin, tapi cermin buat diri sendiri. Intinya sederhana: semua yang kita lakukan hari ini, sekecil apa pun, ada konsekuensinya.

Tujuannya bukan bikin kita pesimis, tapi bikin kita sadar. Bahwa neraka itu nyata, dan setiap perbuatan kita dicatat rapi.

---

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) 'Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.'" (QS. Al-Qamar [54]: 48) 

"Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (QS. Ibrahim [14]: 50) 

Hadis Shahih:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah ketika menciptakan makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang ada di sisi-Nya di atas 'Arsy: 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.'" (HR. Bukhari & Muslim) 

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: Kita ini kecil banget. Sebesar apa pun dosa yang kita anggap "wajar", di hadapan Allah itu tetap hitungan.

Hakekatnya: Neraka itu bukan sekadar tempat fisik. Ia adalah manifestasi dari "hati yang keras" — hati yang selama di dunia tidak pernah mau lembut, tidak pernah mau dengar, tidak pernah mau kembali.

Tarekahnya di zaman viral sekarang: Stop sebentar. Sebelum share sesuatu, tanya: ini bermanfaat atau justru nambah dosa? Sebelum like dan komen, tanya: ini membawa aku lebih dekat ke Allah atau menjauh?

---

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Dalam tasawuf, muhasabah artinya introspeksi. Duduk tenang, ingat-ingat dosa hari ini, lalu istighfar. Bukan buat nyiksa diri, tapi buat sadar dan berubah.

Caranya:

· Malam sebelum tidur, ingat 3 hal: apa yang aku lakukan hari ini? Apa yang aku tinggalkan? Apa yang bisa aku perbaiki besok?

· Jangan tunggu sempurna untuk bertaubat. Allah suka hamba yang kembali, bukan yang mengaku sempurna.

---

5. Doa

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah Dajjal."

"Ya Allah, jadikanlah api neraka itu dingin dan keselamatan bagi kami, sebagaimana Engkau jadikan api itu dingin bagi Ibrahim."

"Ya Allah, bantu aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat njenengan yang sudah membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, atau tulisan ini terasa menggurui. Sungguh, ini bukan buat siapa-siapa. Ini buat diri aku sendiri yang sering lupa.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#Muhasabah #TazkiyatunNufus #RenunganHati #MenataHati #NerakaItuNyata

................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1621daq.

 Bab 39 Mensifati Ahli Neraka, Serta Makanan dan Minuman Mereka.

Nabi saw. bersabda: “Orang miskinnya ahli neraka itu selalu berteriak-teriak: “Ya Tuhan kami, siksa ini telah meliputi kepada kami,” dan mereka itu dipenjara didalam neraka, mereka dibelenggu dengan belenggu neraka, kalau mereka diam, mereka tidak dikasihi. Kalau mereka bersabar, mereka tidak dijawabi. Mereka semua menjerit-jerit dengan kerusakan…, serta menjeritjerit dengan kehinaan…mereka digandeng bersama-sama didalam penjara yang kekal serta diliputi rasa penyesalan. Siksa mereka lama, tempat masuk mereka sempit, nanah mereka mengalir terus, aurat mereka terbuka, warna mereka berubah.”

Orang-orang yang celaka itu berkata: “Ya Tuhan kami, kesesatan telah mengalahkan kepada kami, dan kami ini termasuk kaum yang sesat. Ya Tuhan kami, hilangkan dari kami siksa ini sesungguhnya kami ini termasuk orang yang beriman.”

............

1397tan. RAHASIA HIDUP RINGAN DI ZAMAN OVERTHINKING



FISIK KECIL, HATI LUAS: RAHASIA HIDUP RINGAN DI ZAMAN OVERTHINKING

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 28 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

 5 Kemuliaan Umat Nabi Muhammad Saw

يقال ان الله تعالى أكرم هذه الأمة بخمس كرمات

Dikatakan: Sesungguhnya Allah Ta'ala memuliakan umat ini (umat Nabi Muhammad) dengan lima kemuliaan salah satunya :

والثاني خلقهم صغارا في انفسهم حتى تكون مؤنة الطعام والشراب والثياب عليهم أقل 

2. Allah menciptakan mereka dengan fisik yang kecil, agar beban kebutuhan makanan, minuman dan pakaian mereka sedikit.

.............

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Njenengan pernah nggak sih ngerasa hidup ini berat banget? Kebutuhan kayak nggak ada habisnya. Pengen ini, pengen itu. Padahal, kata para ulama, salah satu kemuliaan yang Allah kasih ke umat Nabi Muhammad itu justru fisik yang kecil. Logikanya simpel: badan kecil, kebutuhan makan-minum-pakaian juga sedikit. Tapi kok kita tetap merasa kurang? Berarti masalahnya bukan di badan, tapi di hati yang kebesaran nafsu.

Tujuan hikmah ini: biar kita sadar, hidup itu sebenarnya ringan. Yang bikin berat itu gaya hidup, gengsi, dan overthinking.

---

2. Nasehat: Ayat Qur'an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi

Ayat Qur'an:

"Dan janganlah kamu memakan segala yang diharamkan..." — eh, maaf, yang lebih pas:

"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Hadis Shahih:

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kadar rezeki setiap makhluk..." — nah, yang lebih relevan:

"Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya..." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi:

Allah berfirman:

"Wahai anak Adam, jika engkau merasa cukup, maka Aku akan mencukupkanmu..." (HR. Ahmad)

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Zaman Viral

Makrifatnya: kecil itu bukan kekurangan, tapi efisiensi ilahi. Hakekatnya: semakin sedikit kebutuhan, semakin dekat kita sama Allah. Tarekahnya di zaman sekarang: puasa scroll, puasa belanja online, puasa pamer. Jangan sampai kita sibuk menuhin keranjang belanja, tapi kosongin hati dari dzikir.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Tasawuf ngajarin: "La takmilu hajatuka, bal qanni' nafsaka" — jangan penuhin semua keinginan, tapi cukupkan jiwamu. Muhasabahnya: tiap malam tanya diri, "Hari ini aku lebih butuh Allah atau lebih butuh validasi orang?" Caranya: kurangi porsi makan, kurangi bicara, kurangi ekspektasi ke manusia, perbanyak sujud dan syukur.

---

5. Doa

"Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang cukup dengan rezeki-Mu, ringan badanku untuk taat, dan lapang hatiku untuk menerima qada-Mu. Jangan biarkan aku sibuk mengejar dunia, sampai lupa bahwa Engkau sudah mencukupkan segalanya. Aamiin."

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat njenengan semua yang udah baca sampai habis. Maaf kalau ada salah kata, khilaf, atau kurang pas. Ini semua murni buat saling ingetin, bukan buat ngajarin.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #RenunganHati #FisikKecilHatiLuas #TasawufKekinian #Muhasabah #DzikirDanSyukur #IslamSantai #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah

.............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


📚 Tanbihul Ghofilin, hal:184.

.............

Minggu, 27 September 2026

1619nas. RAHASIA CINTA YANG TAK KELIHATAN



RAHASIA CINTA YANG TAK KELIHATAN.

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 27 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Miftahul Jannah, nyantri bareng Ust. KH. Mukhlis Daim, kupas tipis tipis kitab Nashoihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

..........

46. Cinta kepada Allah, Cinta kepada Orang yang Dicinta Allah, Cinta pada Amal yang Dilakukan karena Cinta kepada Allah.

Dari Sufyan bin Uyainah r.a. ia berkata:

“Barangsiapa cinta kepada Allah, maka cinta kepada orang yang dicintai Allah: barangsiapa cinta terhadap orang yang dicintai Allah, maka cinta perbuatan yang dilakukan karena cinta Allah: Barangsiapa cinta terhadap perbuatan yang dilakukan karena cinta Allah, maka cinta melakukan perbuatan itu tanpa diketahui manusia.”

.................

𝗥𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝗮 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

---

1. Rahasia Hikmah

Jadi gini, Sobat. Sufyan bin Uyainah ngasih kita peta cinta yang berlapis-lapis. Cinta sama Allah itu nggak berhenti di ucapan "aku cinta Allah" doang. Ada rantai efeknya. Kalau beneran cinta Allah, otomatis kita bakal cinta sama orang yang Allah cintai. Kalau udah gitu, kita bakal cinta sama amal yang lahir dari cinta itu. Puncaknya? Kita cinta ngelakuin amal itu tanpa ada yang tau. Ikhlas banget sampai nggak butuh pengakuan manusia .

2. Nasehat

Allah udah kasih filter yang jelas di QS. Ali 'Imran: 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ

"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'." 

Nabi ﷺ juga bersabda bahwa ada tiga perkara yang bikin manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci kembali ke kekufuran sebagaimana benci dilempar ke neraka .

Hadis Qudsi: "Siapa yang memusuhi wali-Ku, Aku umumkan perang. Hamba-Ku nggak bisa deket ke Aku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari yang Aku wajibkan. Kalau dia terus mendekat dengan amalan sunnah, Aku mencintainya. Kalau Aku udah cinta, Akulah pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan kakinya." 

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah

Zaman sekarang, semua diukur engagement. Kita posting kebaikan biar dapet validasi. Makrifatnya sederhana: cinta sejati itu nggak butuh algoritma. Hakekat mahabbah adalah kecondongan naluri kepada sesuatu yang menyenangkan, dan yang paling menyenangkan hati adalah ma'rifat kepada Allah . Tarekahnya? Lawan diri sendiri. Kalau biasanya sholat biar difoto, kali ini sholat di kamar mandi kantor yang nggak ada siapa-siapa. Rahasia.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Umar bin Khattab bilang: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang." 

Caranya:

· Tanya "untuk siapa?" sebelum beramal .

· Sembunyiin amal sunnah yang bisa disembunyiin.

· Evaluasi niat tiap malam sebelum tidur .

5. Doa

Ya Allah, aku mohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, serta amalan yang mengantarku pada cinta-Mu. Jadikan kecintaanku kepada-Mu lebih dari cintaku pada diriku, keluargaku, dan air dingin. 

6. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih buat semua yang pernah jadi perantara kebaikan. Maaf kalau ada salah kata atau kurang pas.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Mahabbah #Ikhlas #Muhasabah #CintaKarenaAllah #RenunganHati #JagaHati #Taubat #HijrahYuk #AkuBelajar

.................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

...........

1618djo. KELUAR DARI ZONA NYAMAN

 BAB 3 KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Tujuan yang Jelas Mempermudah Proses

Tekadkan Niat

Membangun Mental Fokus.

...........

RENUNGAN HATI

BAB 3 — KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

1. 🌿 Rahasia Hikmah

Intisari: Keluar dari zona nyaman bukan sekadar berani menghadapi perubahan, tetapi berani meninggalkan kebiasaan yang membuat hati jauh dari Allah.

Maksud: Memiliki tujuan yang jelas, meluruskan niat, melatih fokus, kemudian berani melangkah.

Tujuan: Bukan supaya kita menjadi manusia sempurna, tetapi supaya hari ini lebih baik daripada kemarin di hadapan Allah.

2. 📖 Nasehat Al-Qur'an & Hadis

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”
QS. Ar-Ra'd: 11

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ

“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.”
HR. Muslim

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”
HR. Bukhari

3. 🌱 Makrifat, Hakikat & Tarekat

Makrifatnya: mengenal bahwa kemampuan kita adalah pemberian Allah.

Hakikatnya: kita berikhtiar, tetapi tidak sombong ketika berhasil dan tidak putus asa ketika gagal.

Tarekatnya: mulai dari langkah kecil: kurangi menunda, disiplin terhadap waktu, belajar sesuatu yang bermanfaat, berani mencoba, dan tetap menjaga shalat serta dzikir.

Di zaman serba viral, jangan sampai kita lebih sibuk mengejar views daripada memperbaiki hati.

4. ❤️ Tasawuf & Muhasabah

Coba tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa zona nyaman yang sebenarnya harus aku tinggalkan?”

Malas? Takut gagal? Kebiasaan menunda? Terlalu mengejar pengakuan manusia?

Muhasabah bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk membersihkan hati.

Mulailah dengan niat → ikhtiar → doa → tawakkal → evaluasi → syukur.

5. 🤲 Doa

“Ya Allah, bersihkan hatiku dari malas, takut, sombong, dan putus asa. Berikan aku tujuan yang baik, niat yang ikhlas, keberanian untuk berubah, dan kekuatan untuk istiqamah. Jika langkahku benar, mudahkan. Jika salah, arahkan. Jadikan setiap perubahan sebagai jalan mendekat kepada-Mu. Aamiin.”

6. 🙏 Terima Kasih

Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan ilmu, nasihat, inspirasi, dan pengalaman. Mohon maaf apabila tulisan ini masih banyak kekurangan. Semoga Allah menjadikannya manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Tasawuf #Muhasabah #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #KeluarDariZonaNyaman #Hijrah #Istiqamah

Berani Berubah dan Menerima Perubahan.

1617djo. DIKRITIK BUKAN UNTUK JATUH, TAPI UNTUK BERTUMBUH

 

🌿 RENUNGAN HATI

DIKRITIK BUKAN UNTUK JATUH, TAPI UNTUK BERTUMBUH

Belajar dari Sidney Poitier: Mengubah Kritikan Menjadi Motivasi

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

1. 🌱 Rahasia Hikmah

Intisari: Kritik tidak selalu berarti kebencian. Kadang ia menjadi cermin yang menunjukkan bagian diri yang perlu diperbaiki.

Maksud: Jangan buru-buru sakit hati ketika dikritik. Saring kata-katanya, ambil hikmahnya, buang egonya.

Tujuan: Bukan supaya kita dipuji manusia, tetapi supaya akhlak kita semakin baik di hadapan Allah.

2. 📖 Nasehat Qur’an & Hadis

Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah...”
(HR. Muslim)

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3. 🧭 Makrifat, Hakekat & Tarekat

Makrifatnya: mengenal bahwa semua keadaan bisa menjadi jalan kembali kepada Allah.

Hakekatnya: kritikan bisa melukai ego, tetapi juga bisa menyembuhkan hati.

Tarekatnya: dengarkan → renungkan → koreksi diri → perbaiki → lanjutkan perjalanan.

Di zaman komentar viral dan media sosial, tidak semua komentar harus dibalas. Kadang diam adalah adab, memperbaiki diri adalah jawaban.

4. ❤️ Tasawuf & Muhasabah

Tanyakan kepada diri:

“Yang sakit ini hatiku, atau egoku?”

Kalau kritik itu benar, ucapkan Alhamdulillah, lalu benahi. Kalau tidak benar, tidak perlu membalas dengan kebencian.

Tazkiyatun Nufūs bukan membuat kita merasa sudah sempurna, tetapi membuat kita semakin sadar bahwa setiap hari masih ada hati yang harus dibersihkan.

5. 🤲 Doa

Ya Allah, bersihkan hatiku dari kesombongan, lapangkan dadaku menerima nasihat, beri aku kekuatan memperbaiki kekurangan, dan jadikan setiap kritik sebagai jalan mendekat kepada-Mu. Aamiin.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah memberi inspirasi, nasihat, kritik, dan pelajaran. Mohon maaf bila tulisan ini masih banyak kekurangan.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Muhasabah #Tasawuf #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #BelajarMemperbaikiDiri #Hikmah #Motivasi #Akhlak #NasihatIslam

1616djo. PANTANG MUNDUR MESKIPUN DIREMEHKAN

 

🌿 RENUNGAN HATI

PANTANG MUNDUR MESKIPUN DIREMEHKAN

................. 

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..................

1. 🌱 Rahasia Hikmah

Diremehkan itu memang nggak enak. Tapi jangan sampai omongan orang membuat kita berhenti memperbaiki diri.

Dalam Tazkiyatun Nufūs, yang perlu kita taklukkan bukan orang lain, tetapi nafsu dalam diri sendiri: ingin dipuji, ingin diakui, dan sakit hati ketika tidak dihargai.

Tujuan hidup bukan membuktikan bahwa kita hebat di hadapan manusia, tetapi menjadi lebih baik di hadapan Allah.

2. 📖 Nasehat Allah dan Rasulullah ﷺ

Allah berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” QS. Al-Insyirah: 5–6

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ

“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.” HR. Muslim

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” HR. Bukhari

3. 🌿 Makrifat, Hakikat & Tarekat

Makrifatnya: tahu bahwa penilaian manusia bukan ukuran nilai kita di hadapan Allah.

Hakikatnya: yang harus diperbaiki bukan citra diri, tetapi hati.

Tarekatnya: tetap belajar, tetap bekerja, tetap berbuat baik, tetap memperbaiki diri. Kalau diremehkan, jangan sibuk membalas. Buktikan dengan akhlak dan istiqamah.

Di zaman viral, jangan mengejar validasi. Tidak semua komentar harus dijawab. Kadang diam, sabar, dan terus berkarya adalah jawaban paling dewasa.

4. 🪞 Tasawuf & Muhasabah

Tanyakan kepada diri:

“Aku melakukan ini karena Allah, atau karena ingin diakui manusia?”

Kalau dipuji → jangan terbang.
Kalau diremehkan → jangan tumbang.
Kalau gagal → belajar.
Kalau berhasil → bersyukur.

Itulah latihan membersihkan hati.

5. 🤲 Doa

Ya Allah, bersihkan hatiku dari sombong, riya, dendam, dan haus pujian. Berikan aku kekuatan untuk tetap berjalan di jalan-Mu meskipun tidak semua orang menghargai perjuanganku. Jadikan aku istiqamah dalam kebaikan dan ikhlas menerima ketetapan-Mu. Aamiin.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Mohon maaf atas segala kekurangan, baik dalam tulisan maupun penyampaiannya.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #MuhasabahDiri #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #Istiqamah #Sabar #Ikhlas #Tawakal

1615djo. IKHTIAR KERAS, HATI TETAP BERSANDAR

 

🌿 IKHTIAR KERAS, HATI TETAP BERSANDAR

.................,

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..................

Pola pikir yang berfokus pada kemampuan, usaha, dan tanggung jawab untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan.

................

1. 🌱 Rahasia Hikmah

Hidup itu bukan cuma soal siapa yang paling hebat, paling kaya, atau paling sukses. Yang penting adalah mau berusaha, mau belajar, mau bertanggung jawab, dan tidak gampang menyerah.

Dalam Tazkiyatun Nufūs, keberhasilan bukan alasan untuk sombong, sedangkan kegagalan bukan alasan untuk putus asa.

Maksudnya: tangan tetap bekerja, pikiran tetap belajar, hati tetap berdoa.

2. 📖 Nasehat Allah dan Rasul-Nya

Allah berfirman:

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan.”
(QS. An-Najm: 39–40)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.”
(HR. Muslim)

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya.”
(HR. Bukhari)

3. 🔍 Makrifat, Hakikat, Tarekat

Makrifat: sadar bahwa kemampuan yang kita punya sebenarnya adalah pemberian Allah.

Hakikat: hasil boleh kita syukuri, tetapi jangan sampai hasil membuat hati merasa paling berjasa.

Tarekat: lakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh, kemudian tawakkal. Di zaman viral, jangan sibuk membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain di media sosial. Fokus memperbaiki diri.

4. 🪞 Tasawuf & Muhasabah

Setiap malam coba tanya diri sendiri:

“Hari ini aku lebih dekat kepada Allah atau malah semakin jauh?”

Kalau salah, istighfar.
Kalau gagal, belajar.
Kalau berhasil, bersyukur.
Kalau mendapat nikmat, berbagi.

Itulah latihan Tazkiyatun Nufūs: bukan mengejar kesempurnaan, tetapi terus membersihkan hati dan memperbaiki diri.

5. 🤲 Doa

Ya Allah, berikan aku kemampuan untuk berusaha, kekuatan untuk bertanggung jawab, kesabaran ketika gagal, kerendahan hati ketika berhasil, dan hati yang selalu bersandar kepada-Mu. Jangan jadikan dunia tujuan terbesar dalam hidupku. Dekatkanlah aku kepada-Mu. Aamiin.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan dan pembelajaran ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Tasawuf #Muhasabah #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #Ikhtiar #Tawakkal #Syukur #PerbaikiDiri

1614lub. MAHKOTA TAKWA: ANTARA SORBAN DAN HATI

MAHKOTA TAKWA: ANTARA SORBAN DAN HATI

................  

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

................

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 27 Sep.  2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an dari Masjid Nurul Huda nyantri bareng Ust. A. Rifai, kupas tipis tipis kitab Lubabul Hadis (Imam Jalaluddin as-Suyuthi) :

.............

Lubabul Hadits Bab 12 Hadits ke 3

وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَىٰ أَصْحَابِ الْعَمَائِمِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Dan telah bersabda Nabi ﷺ: Sesungguhnya Allah merahmati dan para malaikat-Nya memohonkan ampunan kepada orang-orang yang memakai sorban di hari Jumat.

................

1. Rahasia Hikmah

Sering kali kita dengar hadits tentang keutamaan memakai sorban di hari Jumat. Tapi jujur, buat aku pribadi, ini bukan sekadar soal kain yang dililit di kepala. Ini soal vibes hati. Sorban itu simbol mahkota, tapi mahkota yang sebenarnya adalah taqwa di dalam dada . Tujuannya bukan biar kelihatan paling suci, tapi biar kita sadar bahwa kita sedang menghadap Raja Semesta. Hikmahnya: outer yang rapi itu cerminan dari inner yang lagi berusaha dirapikan.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah..." (QS. Al-Jumu'ah: 9) .

Hadis Shahih:

Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala dan malaikat memberi shalawat (rahmat dan istighfar) atas orang-orang yang menggunakan surban di hari Jumat." (HR. Thabrani) .

Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Wahai anak Adam, sesungguhnya selagi engkau masih berdoa, dan berharap kepada-Ku niscaya akan Kuampuni, sedangkan Aku tidak peduli bagaimana kondisimu..." (HR. Tirmidzi) .

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Hakekatnya, Allah itu nggak butuh lilitan kain di kepala njenengan. Allah lihat hati. Di zaman yang serba viral dan sibuk pamer ini, memakai sorban atau peci bisa jadi ladang pahala, tapi bisa juga jadi ladang riya' (pamer) kalau niatnya salah. Makrifatnya adalah menyadari bahwa cover luar itu cuma alat bantu. Tarekahnya: pasang niat yang lurus. Kalau njenengan pakai sorban biar ditanya malaikat dan di-istighfar-kan, maka niatkan murni karena Allah. Bukan karena mau di-screenshot orang buat konten.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Ini masuk ranah Tazkiyatun Nufus (penyucian jiwa). Jangan sampai kita sibuk membersihkan penampilan luar tapi lupa membersihkan penyakit hati seperti sombong dan riya .

Muhasabah-nya:

Duduk sejenak. Tanya diri sendiri: "Aku pakai ini karena Allah, atau karena mau dilihat manusia?"

Caranya:

1. Takhalli: Buang rasa ingin dipuji manusia.

2. Tahalli: Hiasi diri dengan rasa malu kepada Allah.

3. Tajalli: Rasakan ketenangan karena hanya mengharap rahmat-Nya .

5. Doa

Robbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wa hablana minladunka rahmatan innaka antal-wahab.

"Ya Tuhan kami, janganlah menyesatkan hati kami sesudah Engkau memberi petunjuk, dan berilah kami rahmat dari hadapan-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." .

6. Ucapan Terima Kasih dan Ma'af

Terima kasih buat njenengan yang sudah membaca sampai sini. Maaf banget kalau ada kata-kata yang kurang berkenan atau salah penyampaian. Ini murni buat kebaikan kita bersama.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JumatBerkah #Sorban #HatiYangBersih #TasawufKekinian #SelfReminder #MenataHati

...............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1613lub. SORBAN YANG TAK TERLIHAT



SORBAN YANG TAK TERLIHAT

.................  

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

................

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 27 Sep.  2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an dari Masjid Nurul Huda nyantri bareng Ust. A. Rifai, kupas tipis tipis kitab Lubabul Hadis (Imam Jalaluddin as-Suyuthi) :

.............

Lubabul Hadits Bab 12 Hadits ke 2

وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَعَمَّمُوا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَعَمَّمَتْ

Dan telah bersabda Nabi ﷺ: Kenakanlah sorban, karena sesungguhnya para malaikat itu mengenakan sorban.

................

1. Rahasia Hikmah

Hadis yang sebutkan itu, menurut para ulama hadis, statusnya tidak sahih alias lemah . Tapi justru di situ pelajarannya. Tasawuf mengajarkan: jangan berhenti pada kulit. Kalau kita cuma ngejar "pakai sorban biar dapat pahala malaikat", kita kehilangan intinya. Yang dimaksud "sorban" di sini adalah simbol kehormatan dan kesadaran bahwa kita selalu diawasi Allah. Tujuannya bukan penampilan, tapi muraqabah — sadar bahwa Allah dan malaikat-Nya menyaksikan setiap gerak-gerik kita .

2. Nasehat

Allah berfirman:

"Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, 'Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.'" (QS. An-Nahl: 2) 

Nabi ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk setelah kematian, sedang orang yang lemah adalah orang yang jiwanya selalu tunduk pada nafsunya dan mengharap pada Allah dengan berbagai angan-angan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi) 

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Di era viral sekarang, orang sibuk banget sama pencitraan. Foto pakai baju bagus, caption religius, biar dibilang saleh. Tapi tasawuf bilang: yang paling penting bukan yang kelihatan di feed, tapi yang tersembunyi di hati. "Sorban" yang sesungguhnya adalah niat yang lurus saat tidak ada yang lihat. Makrifatnya: sadar bahwa Allah lihat kita 24/7, bahkan saat kita scroll HP tanpa sadar waktu habis. Hakekatnya: penampilan boleh sederhana, tapi hati harus terus dipoles .

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Imam Al-Ghazali mengajarkan enam langkah muhasabah: musyarathah (bikin perjanjian dengan diri), muraqabah (awasi diri), muhasabah (hitung amal), mu'aqabah (kasih sanksi kalau salah), mujahadah (lawan nafsu), dan mu'atabah (tegur diri sendiri) . Caranya simpel: sebelum tidur, tanya diri sendiri — hari ini aku lebih dekat Allah atau lebih jauh? Kalau lebih jauh, besok perbaiki. Jangan tunggu jadi sempurna, cukup berubah sedikit demi sedikit .

5. Doa

Ya Allah, jadikan hati ini seperti sorban yang menutupi kepala: menutupi aib orang lain, tapi tidak menyembunyikan niat buruk di dalamnya. Bersihkan jiwaku dari riya', dari ingin dipuji, dari cinta pencitraan. Cukup Engkau yang melihat, cukup Engkau yang menilai.

6. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih buat njenengan yang sudah membaca sampai sini. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Tulisan ini jauh dari sempurna.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #TasawufPraktis #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #RenunganHati

...............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Sabtu, 26 September 2026

1612nas. Tiga perkara yang mampu menghapus dosa

   TIGA PENYELAMat

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

Tiga perkara yang mampu menghapus dosa: Pertama, menyempurnakan wudu dalam cuaca yang sangat dingin: Kedua, melangkahkan kaki ke mesjid guna melaksanakan salat: Ketiga, menanti di mesjid untuk melaksanakan salat atau menanti untuk melakukan kebaikan yang lain.

.....................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1611nas. Tiga perkara yang menaikkan derajat

  TIGA PENYELAMat

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

Tiga perkara yang menaikkan derajat: Pertama, mengucapkan salam antarmuslim, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Kedua, memberi makan kepada tamu dan orang yang lapar. Ketiga, salat Tahajud pada malam hari ketika orang lain tidur lelap.

.....................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1610irs. Tiga perkara yang mencelakakan,

 TIGA PENYELAMat

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

Tiga perkara yang mencelakakan, yaitu pertama, kikir yang sangat, yakni tidak menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak makhluk-Nya. Yang dimaksud kikir di sini, adalah kikir yang ditaati oleh manusia. Adapun kikir yang berada dalam diri manusia jika tidak ditaati, maka tidak akan mencelakakan, karena kikir itu adalah suatu sifat yang berada dalam diri manusia. Kedua, tidak menuruti keinginan nafsunya: dan ketiga, tidak memandang dirinya lebih sempurna ketimbang orang lain.

.....................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1607nas. 3 faktor perusak

 .............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

8. Tiga Faktor dalam Empat Perkara

Dari Abdurrahman bin Shakhr, Abi Hurairah r.a., dia berkata: Nabi saw. bersabda:

"...Tiga faktor perusak adalah: Teramat kikir, menuruti hawa nafsu dan membanggakan diri sendiri..."

.........................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1608nas. 3 faktor derajat

  .............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

8. Tiga Faktor dalam Empat Perkara

Dari Abdurrahman bin Shakhr, Abi Hurairah r.a., dia berkata: Nabi saw. bersabda:

"...Kemudian tiga faktor derajat adalah: Menyebarkan salam, memberi makan dan salat malam ketika orang-orang sedang tidur..."

.........................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1609nas. 3 faktor penebus dosa

   .............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

8. Tiga Faktor dalam Empat Perkara

Dari Abdurrahman bin Shakhr, Abi Hurairah r.a., dia berkata: Nabi saw. bersabda:

"...Adapun tiga faktor penebus dosa adalah: Menyempurnakan wudu dalam keadaan cuaca dingin, melangkahkan kaki menuju jamaah salat, menunggu salat berikutnya setelah salat yang dilakukan..."

................


.........................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1606nas. TIGA PENYELAMAT: MENATA HATI DI ERA YANG SERBA RIBET



TIGA PENYELAMAT: MENATA HATI DI ERA YANG SERBA RIBET

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

8. Tiga Faktor dalam Empat Perkara

Dari Abdurrahman bin Shakhr, Abi Hurairah r.a., dia berkata: Nabi saw. bersabda:

“Tiga faktor penyelamat, tiga faktor perusak, tiga faktor derajat dan tiga faktor penebus dosa. Adapun tiga faktor penyelamat adalah: Takwa kepada Allah di kesepian dan di depan umum, sederhana, baik dalam kefakiran dan kecukupan dan bersikap adil di waktu senang dan marah......"

...........

1. Rahasia Hikmah

Ada tiga perkara yang kalau aku pegang teguh, InsyaAllah bisa menyelamatkan aku di dunia dan akhirat. Ini bukan teori muluk, tapi praktik harian yang bikin hati adem.

Pertama, takwa kepada Allah—baik saat ada orang lihat maupun saat sendirian. Kedua, berkata benar dan adil, entah aku lagi senang atau lagi kesel. Ketiga, hidup sederhana, baik saat punya banyak uang maupun saat lagi tipis-tipisnya.

Intinya? Bukan jadi sempurna, tapi terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan." (QS. An-Nahl: 90)

Hadis Shahih:

Rasulullah ﷺ bersabda: "Tiga perkara yang menyelamatkan: takwa kepada Allah di tempat sepi dan terang-terangan, berkata benar saat ridha dan marah, dan sikap sederhana saat kaya dan miskin." (HR. Al-Baihaqi) 

Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku."

3. Makrifatnya

Di era viral ini, semua orang bisa lihat apa yang aku posting. Tapi Allah lihat apa yang aku simpan di hati. Takwa sejati itu ketika aku tetap benar meski tidak ada yang like. Berkata benar saat marah? Itu level tinggi. Sederhana saat kaya? Lebih susah dari saat miskin, karena justru saat berlimpah kita lupa diri .

4. Tasawuf & Muhasabah

Tarekahnya sederhana: sebelum tidur, tanya diri sendiri. Hari ini aku jujur tidak? Aku berlebihan tidak? Aku ingat Allah tidak? Kalau jawabannya "belum", besok perbaiki.

5. Doa

Allahumma ati nafsi taqwaha wa zakkiha fa-anta khairu man zakkaha.

(Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada jiwaku, dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya.) 

6. Terima Kasih

Terima kasih untuk semua yang pernah menegur dan mengingatkan. Maaf jika ada salah kata atau tulisan yang kurang berkenan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Takwa #Sederhana #BerkataBenar

..........

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1605nas. Ada tiga perkara yang akan menyelamatkan

TIGA PENYELAMat

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

Ada tiga perkara yang akan menyelamatkan manusia dari siksa, yaitu pertama, takut kepada Allah, baik secara sembunyi maupun terbuka di depan umum, takwa secara sembunyi lebih tinggi derajatnya daripada takwa secara terbuka. Kedua, hidup’sederhana dengan tidak melewati batas (haram) dan rela dengan keadaan. Ketiga, berbuat marah dan rela karena Allah swt.

.....................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1604nas. Dunia Vs Akhirat: Pilih Mana?

 

Dunia Vs Akhirat: Pilih Mana? 

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

---

30. Tiga Perkara Tentang Perbandingan Dunia dan Akhirat

Dari Abu Zakaria, Yahya bin Mu’adz r.a.:

“Meninggalkan dunia seluruhnya, berarti mengambil akhirat semuanya. Barangsiapa meninggalkannya seluruhnya, berarti mengambil akhirat semuanya. Barangsiapa mengambil dunia seluruhnya, berarti ia meninggalkan akhirat semuanya. Maka pengambilan akhirat berada dalam meninggalkan dunia dan meninggalkan dunia berada dalam pengambilan akhirat.”

Memang demikian, sebab dunia dan akhirat itu ibarat dua hal yang masing-masing saling bertentangan. Oleh karena itu, barangsiapa yang berpaling dari dunia dengan sepenuhnya, maka dia mencintai akhirat: dengan sepenuhnya. Barangsiapa mencintai dunia dengan sepenuhnya, berarti dia juga dengan sepenuhnya berpaling dari akhirat.

.............

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Kata Yahya bin Mu'adz r.a. itu dalem banget, guys. Intinya: dunia dan akhirat tuh kayak dua kutub magnet yang bertolak belakang. Kalau njenengan ngejar dunia full 100%, otomatis akhiratnya ke-skip. Sebaliknya, kalau njenengan "ngelepas" dunia karena Allah, justru akhirat yang njenengan dapet full.

Maksudnya bukan berarti kita harus jadi kuli miskin atau anti-kerja. Tujuan tasawuf di sini adalah tazkiyatun nufus—bersihin hati dari cinta dunia yang berlebihan. Dunia itu cuma alat, bukan tujuan. Tujuannya adalah ridho Allah. Hikmahnya? Hati jadi tenang, gak gampang FOMO sama gaya hidup viral, dan lebih fokus buat bekal pulang.

2. Nasehat: Ayat Qur'an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi

· Al-Qur'an (QS. Al-Hadid: 20):

  "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak..."

· Hadis Shahih (HR. Tirmidzi):

  "Barangsiapa yang cinta dunia, maka ia akan merusak akhiratnya. Dan barangsiapa yang cinta akhirat, maka ia akan merusak dunianya. Maka utamakanlah yang kekal daripada yang fana."

· Hadis Qudsi (HR. Bukhari):

  "Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Era Viral

Makrifatnya: Sadar bahwa semua yang viral di TikTok, IG, atau Twitter itu cuma fatamorgana. Hakekatnya: Dunia itu cuma "kos-kosan" sementara, akhirat itu rumah permanen.

Tarekahnya di zaman now? Digital Detox. Jangan scroll medsos 24/7 buat liatin hidup orang yang kelihatan sempurna. Ganti waktu doomscrolling dengan baca Al-Qur'an, dzikir, atau sedekah. Jangan sampai demi konten dan validasi, njenengan lupa sama Yang Maha Validasi. Jangan jadi budak algoritma, jadilah hamba Allah.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah itu introspeksi. Coba tanya diri sendiri: "Aku kerja keras ini buat apa? Buat pamer di medsos atau buat keluarga dan ibadah?"

Caranya:

· Kurangi makan berlebihan (biar gak malas ibadah).

· Kurangi tidur berlebihan (biar bisa tahajud).

· Kurangi ngobrol yang gak perlu (biar hati gak kotor).

· Perbanyak senyum, sedekah, dan syukur.

5. Doa

"Ya Allah, jadikanlah dunia ini di tangan kami, bukan di dalam hati kami. Jangan biarkan kami sibuk mengejar yang fana hingga melupakan yang kekal. Bimbing kami untuk terus memperbaiki diri, bukan untuk merasa sempurna. Aamiin."

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat njenengan yang udah baca sampai selesai. Maaf kalau ada salah kata atau kurang pas di hati. Ini semua murni buat kebaikan kita bareng.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #RenunganHati #Muhasabah #CintaAkhirat #Hijrah #DuniaSementara #AkhiratSelamanya #MenataHati #Islami #SelfReminder

.......................

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


Jumat, 25 September 2026

1603nas. 5 SEBELUM 5: JANGAN SAMPAI NYESEL BELAKANGAN

 


5 SEBELUM 5: JANGAN SAMPAI NYESEL BELAKANGAN

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..............

Bismillahirahmanirrahim.

Jum'at, 25 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Maslakul Huda, nyantri bareng ustadz Nur Kholis. 

---

11. JAGA LIMA SEBELUM DATANG LIMA

Dari Nabi saw., beliau bersabda:

“Ambillah kesempatan yang lima, sebelum (datang) yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu: Sehatmu sebelum sakitmu, Kayamu sebelum fakirmu, Hidupmu sebelum matimu: Dan masa senggangmu sebelum kesibukanmu.” (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

........

1. Rahasia Hikmah

Dari Nabi saw., beliau bersabda: "Ambillah kesempatan yang lima, sebelum (datang) yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu; Sehatmu sebelum sakitmu; Kayamu sebelum fakirmu; Hidupmu sebelum matimu; Dan masa senggangmu sebelum kesibukanmu." (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Intinya? Hidup ini kayak kuota internet—terbatas, cepat habis, dan kita gak tahu kapan expired-nya. Tujuannya biar kita gak jadi orang yang sibuk menyesal di akhir, tapi sibuk memperbaiki diri sekarang. Intisarinya: manfaatkan yang ada sebelum hilang.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri sendiri." (QS. Al-Hasyr: 19)

Hadis shahih:

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara..." (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Hadis Qudsi:

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (H.R. Bukhari & Muslim)

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah

Makrifatnya: sadar bahwa setiap detik adalah amanah. Hakekatnya: waktu bukan milik kita, tapi titipan. Tarekahnya di era viral ini—kurangi doomscrolling, perbanyak muhasabah. Ganti scroll TikTok dengan istighfar. Njenengan gak perlu jadi sempurna, cukup terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Dalam tasawuf, tazkiyatun nufus adalah membersihkan hati dari penyakit: riya, hasad, ujub. Caranya: (1) Muhasabah malam—hitung amal hari ini; (2) Kurangi konsumsi yang sia-sia; (3) Perbanyak dzikir dan shalat sunnah; (4) Jaga lisan dan hati dari ghibah. Aku sendiri masih jauh, tapi terus belajar.

5. Doa

Ya Allah, jadikanlah masa muda, sehat, kaya, hidup, dan waktu senggangku sebagai jalan mendekat kepada-Mu. Jangan biarkan kami menyesal di akhir. Aamiin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih untuk semua pihak yang menginspirasi tulisan ini. Maaf jika ada salah kata, khilaf, atau kurang berkenan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #5Sebelum5 #MenataHati #DekatKepadaAllah #RenunganHati #HijrahSantai #IslamRahmatanLilAlamin

........

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1602naw. ABU NAWAS: “IBADAH KOK NYANYI?

 

ABU NAWAS: “IBADAH KOK NYANYI?” 

Suatu hari ada yang bertanya kepada Abu Nawas:

“Nawas, kok orang Kristen kalau ibadah banyak nyanyinya?”

Abu Nawas tersenyum:

“Lho… jangan buru-buru nyinyir. 😁
Setiap agama punya cara dan tradisi ibadahnya masing-masing.”

Orang itu masih penasaran:

“Tapi kalau ibadah kok seperti konser?”

Abu Nawas menjawab:

“Nah, itu soal cara memandangnya.
Yang menurutmu nyanyi, menurut mereka bisa jadi bentuk pujian dan doa.”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Kalau kita berbeda keyakinan, jangan sibuk mengejek cara orang lain beribadah.
Lebih baik kita pastikan ibadah kita sendiri sudah benar, diterima Allah, dan akhlak kita juga ikut baik.”
😄

Lalu Abu Nawas nyeletuk:

“Jangan sampai mulut kita rajin mengomentari ibadah orang lain,
tapi hati sendiri lupa beribadah kepada Allah.”
😅

Intinya:
Boleh berbeda keyakinan.
Boleh berdiskusi.
Boleh punya pendapat.

Tapi jangan menghina.

Karena orang beriman bukan cuma belajar bagaimana benar dalam keyakinan, tetapi juga bagaimana indah dalam menyampaikan kebenaran. 🙏


1601naw. ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

 

ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

Abu Nawas bertanya dengan santai:

“Teman-teman, saya mau tanya sederhana dulu…
kalau Yesus wafat di kayu salib, siapa yang mencabut nyawa-Nya?”

Orang-orang mulai berpikir.

Abu Nawas tersenyum:

“Kalau jawabannya: Tuhan yang mencabut nyawa-Nya…
berarti ada Tuhan yang mengambil nyawa, dan ada yang nyawanya diambil.
Bukankah itu menunjukkan adanya perbedaan antara keduanya?”

Lalu Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau manusia bisa menyiksa dan menyalib-Nya,
kalau tubuh-Nya bisa mengalami penderitaan,
kalau kemudian Dia wafat…
maka pertanyaannya sederhana:
apakah yang mengalami semua itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa,
atau seorang manusia yang diutus oleh Tuhan?”

Abu Nawas kemudian berkata:

“Saya tidak sedang mengajak siapa pun bertengkar.
Saya cuma ngajak kita berpikir. 😄
Pertanyaan yang jujur tidak perlu ditakuti.
Kalau keyakinan kita benar, mari kita jelaskan dengan ilmu dan adab.”

Dalam keyakinan Islam, Al-Qur’an menyatakan:

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ
“Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka...”
(QS. An-Nisa: 157)

Jadi, kata Abu Nawas:

“Daripada sibuk saling ngegas,
mending kita sama-sama belajar.
Beda keyakinan boleh,
beda pendapat boleh,
tapi adab tetap nomor satu.”
😊

Diskusi boleh tajam,
hati jangan kasar.
Ilmu ditambah,
persaudaraan tetap dijaga.
🤝

.......

1600naw. ABU NAWAS BUKTIKAN YESUS BUKAN TUHAN KEPADA PASTOR

 

ABU NAWAS BUKTIKAN YESUS BUKAN TUHAN KEPADA PASTOR 😄

Suatu hari seorang Pastor bertanya kepada Abu Nawas:

Pastor:
“Abu Nawas, menurutmu Yesus itu Tuhan atau bukan?”

Abu Nawas tersenyum.

Abu Nawas:
“Wah, pertanyaannya berat, Pastor. Tapi kita ngobrol santai saja. Jangan pakai emosi, pakai logika. 😊”

Pastor:
“Baik. Lalu apa alasanmu mengatakan Yesus bukan Tuhan?”

Abu Nawas:
“Begini, Pastor. Kalau Yesus itu Tuhan, saya mau bertanya sederhana…”

“Siapa yang mengutus Yesus?”

Pastor terdiam sejenak.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus sedang berdoa kepada siapa?”

“Kalau Yesus berkata bahwa beliau datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi diutus, lalu siapa yang mengutus?”

“Dan kalau Yesus merasa lapar, haus, tidur, menangis, dan membutuhkan pertolongan… apakah Tuhan Yang Mahakuasa juga membutuhkan semua itu?”

Pastor menjawab:

“Itu bagian dari misteri iman kami, Abu Nawas.”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Nah, saya menghormati iman Pastor. Tapi kalau saya memakai logika sederhana, Tuhan adalah Yang Maha Menciptakan, bukan yang diciptakan.”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Saya tidak sedang menghina Yesus, Pastor. Justru saya menghormati beliau sebagai utusan Allah. Dalam Islam, Isa bin Maryam adalah nabi yang mulia.”

Lalu Abu Nawas menutup pembicaraan:

“Jadi kita boleh berbeda keyakinan. Pastor punya keyakinan, saya punya keyakinan. Yang penting jangan saling merendahkan. Kalau mau debat, bawa ilmu. Kalau mau berbeda, tetap bawa adab.” 😊🙏

Pastor:
“Abu Nawas, ternyata kamu kalau serius juga masuk akal.”

Abu Nawas:
“Lho, saya memang serius, Pastor… cuma wajah saya yang sering kelihatan bercanda.” 😂

Beda keyakinan bukan berarti harus bermusuhan.
Berbeda pendapat boleh, kehilangan sopan santun jangan.

1599naw. MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

 

“MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” 
DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

Ini kisah fiksi bergaya Abu Nawas, untuk bahan renungan dan dialog antaragama.

Seorang pendeta berkata kepada Abu Nawas:

Pendeta:
“Menurut keyakinan kami, Yesus disalib dan mati untuk menebus dosa manusia.”

Abu Nawas tersenyum:

Abu Nawas:
“Baik, Pak Pendeta. Saya tidak mau menghina keyakinan njenengan. Saya cuma mau bertanya satu hal sederhana.”

Pendeta:
“Apa?”

Abu Nawas:
“Kalau Tuhan itu Maha Kuasa, lalu siapa yang menjaga alam semesta ketika Tuhan mati?”

Pendeta terdiam sejenak.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Tuhan bisa mati, berarti sebelumnya hidup. Kalau hidup dan mati seperti manusia, apakah itu masih sifat Tuhan atau sifat makhluk?”

Pendeta menjawab:

“Pertanyaanmu sulit, Abu Nawas.”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Lho, saya cuma nanya, Pak. Bukan ujian masuk universitas. 😄”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Menurut Islam, Isa Al-Masih adalah manusia pilihan Allah, seorang nabi dan rasul yang mulia. Beliau bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.”

“Karena bagi kami, Allah itu:

اللّٰهُ الصَّمَدُ
Allah tempat bergantung.

Dia tidak membutuhkan siapa pun, sementara semua makhluk membutuhkan-Nya.”

Pendeta kembali bertanya:

“Jadi kamu yakin Yesus bukan Tuhan?”

Abu Nawas menjawab santai:

“Saya yakin kepada Allah Yang Maha Esa. Dan saya menghormati Isa sebagai nabi yang mulia. Jadi saya tidak perlu menghina Yesus untuk membela Islam.”

Lalu Abu Nawas tersenyum:

“Debat itu bukan lomba siapa yang paling keras suaranya. Yang penting bukan siapa yang menang debat, tapi apakah hati kita mau mencari kebenaran.”

Pendeta terdiam…

Bukan karena kalah debat.

Tetapi karena pertanyaan sederhana kadang membuat seseorang berpikir lebih dalam.

Beda keyakinan, tetap jaga sopan santun.
Berbeda pendapat, jangan berbeda dalam akhlak.
🤝

..........

1598naw. SAAT ABU NAWAS MEMBUAT IMAM SYAFI’I MENANGIS

 

SAAT ABU NAWAS MEMBUAT IMAM SYAFI’I MENANGIS 😢

Konon, Abu Nawas pernah berhadapan dengan Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i bertanya:

“Wahai Abu Nawas, apa yang membuat seseorang dekat dengan Allah?”

Abu Nawas tersenyum.

“Gini, Imam… kadang kita terlalu sibuk kelihatan baik di depan manusia, sampai lupa memperbaiki hati di hadapan Allah.”

Imam Syafi’i terdiam.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kita rajin bicara tentang surga, tapi masih senang melihat orang lain susah.
Kita takut dosa yang kelihatan, tapi santai dengan dosa hati.
Kita sibuk menghitung amal sendiri, tapi gampang banget menghitung kesalahan orang lain.”

Imam Syafi’i mulai menundukkan kepala.

Abu Nawas berkata pelan:

“Yang paling bahaya bukan ketika kita punya banyak dosa…
tapi ketika kita sudah tidak merasa berdosa.”

Air mata Imam Syafi’i pun jatuh.

Abu Nawas berkata:

“Imam… kalau hati kita masih bisa menangis karena dosa, itu lebih baik daripada hati yang merasa dirinya sudah paling suci.”

Suasana menjadi hening.

Lalu Abu Nawas tersenyum:

“Jadi jangan sibuk mencari siapa yang paling alim, siapa yang paling ahli ibadah.
Tanya saja hati kita sendiri:
‘Setelah banyak ilmu dan amal, apakah aku semakin rendah hati… atau malah semakin merasa lebih baik dari orang lain?’”

😢 Kadang yang membuat kita menangis bukan karena mendengar sesuatu yang baru, tetapi karena mendengar sesuatu yang sebenarnya sudah lama kita tahu… namun belum kita jalankan.

Semoga Allah melembutkan hati kita.
Bukan hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga mau menjadi orang baik.
🤲

1597naw. IMAM SYAFI’I DIFITNAH! TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

 

IMAM SYAFI’I DIFITNAH! 😱
TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

Bayangkan sebuah kisah Abu Nawas…

Suatu hari, ada orang yang menuduh Imam Syafi’i dengan tuduhan yang tidak benar.

Orang-orang mulai ramai.

“Wah, ini serius! Jangan-jangan benar!”

Abu Nawas cuma senyum. 😏

“Lho, kok gampang banget percaya berita?”

Mereka menjawab:

“Terus kita harus bagaimana, Abu Nawas?”

Abu Nawas berkata santai:

“Jangan langsung percaya tuduhan. Kita cek dulu buktinya.”

“Kalau buktinya tidak ada?”

“Ya jangan ikut menyebarkan.”

“Kalau orangnya ngomong meyakinkan?”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Orang yang ngomong paling keras belum tentu paling benar, Bro…” 😄

Lalu Abu Nawas menghadapkan si penuduh dengan beberapa pertanyaan sederhana.

Satu pertanyaan…

Dua pertanyaan…

Tiga pertanyaan…

Akhirnya, ceritanya mulai kelihatan bolong di sana-sini. 😅

Abu Nawas kemudian berkata:

“Fitnah itu seperti utang. Sekali dilempar, susah ditarik kembali. Jadi sebelum ngomong tentang kehormatan seseorang, pastikan kita punya bukti.”

Orang-orang pun terdiam.

Abu Nawas menutup dengan kalimat:

“Ulama tidak perlu dibela dengan kebencian.
Kebenaran cukup dibela dengan ilmu, bukti, dan akhlak.”

Jadi kalau hari ini kita menerima berita tentang seseorang:

Jangan buru-buru share.
Jangan buru-buru percaya.
Jangan buru-buru menghukum.

Tabayyun dulu. 😉

Karena bisa jadi…

yang kita anggap ‘berita’ ternyata cuma fitnah yang sedang mencari korban.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”

QS. Al-Hujurat: 6

Santai dalam berdiskusi,
cerdas dalam menyikapi,
dan tetap jaga adab.
🙏

1596naw. TUHAN ISLAM KOK TIDAK BERWUJUD

 

ABU NAWAS DITANYA: “TUHAN ISLAM KOK TIDAK BERWUJUD?” 😄

Seseorang bertanya kepada Abu Nawas:

“Abu Nawas, Tuhan dalam Islam katanya tidak berwujud. Kalau begitu, bagaimana kita bisa percaya kepada-Nya?”

Abu Nawas tersenyum.

“Lho… memang semua yang nyata harus punya bentuk?” 😁

Orang itu menjawab:

“Ya… kalau tidak punya bentuk, bagaimana kita tahu?”

Abu Nawas berkata:

“Coba njenengan lihat angin. Ada bentuknya?”

“Tidak.”

“Bisa dirasakan?”

“Bisa.”

“Coba lihat cinta. Ada bentuknya?”

“Tidak.”

“Bisa dirasakan?”

“Bisa.”

Abu Nawas tersenyum lagi:

“Nah, kalau sesuatu yang diciptakan Allah saja tidak harus punya bentuk agar bisa kita akui keberadaannya, kok kita malah memaksa Sang Pencipta harus punya bentuk seperti makhluk?”

Lalu Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Tuhan punya bentuk seperti makhluk, berarti Dia punya ukuran, tempat, batas, arah, dan sifat-sifat makhluk.

Kalau begitu, pertanyaannya malah berubah:

Siapa yang menciptakan bentuk Tuhan itu?”

Orang tersebut terdiam.

Abu Nawas kemudian berkata:

“Dalam Islam, kita tidak mengatakan Allah itu ‘tidak ada’. Justru sebaliknya.

Allah itu ada, tetapi keberadaan Allah tidak sama dengan keberadaan makhluk.

Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

QS. Asy-Syura: 11

Abu Nawas menutup dengan senyum:

“Jadi jangan bertanya, ‘Allah bentuknya seperti apa?’
Pertanyaan yang lebih tepat adalah: ‘Siapa yang menciptakan semua bentuk yang kita kenal?’
😄

Karena Allah adalah Pencipta bentuk, bukan salah satu bagian dari bentuk ciptaan-Nya.

Diskusi boleh tajam,
pertanyaan boleh kritis,
tapi adab tetap nomor satu.

Beda keyakinan jangan membuat kita kehilangan akhlak. 🙏

.........,....

1595naw. “YESUS NABI, BUKAN TUHAN?

 

ABU NAWAS BILANG: “YESUS NABI, BUKAN TUHAN?” 😄

Ada yang bertanya kepada Abu Nawas:

“Kalau begitu, bagaimana kamu membuktikan bahwa Yesus itu nabi, bukan Tuhan?”

Abu Nawas tersenyum.

“Gampang, Bro… kita pakai logika santai saja. 😁

Kalau seseorang berdoa kepada Tuhan, berarti dia sedang berdoa kepada siapa?

Kalau seseorang diutus oleh Tuhan, berarti yang mengutus dan yang diutus sama-sama siapa?

Kalau seseorang mengatakan bahwa dirinya datang membawa kehendak Tuhan, berarti dia membawa pesan dari siapa?

Dan kalau seseorang lahir, makan, tidur, merasa lapar, berdoa, dan hidup sebagai manusia, ya jangan buru-buru kita sebut Tuhan.

Tuhan itu bukan makhluk yang membutuhkan makan, tidur, atau pertolongan.

Jadi, kata Abu Nawas:

“Jangan karena kita mencintai seorang nabi, lalu kita menjadikannya Tuhan. Justru menghormati nabi adalah dengan menempatkannya sebagaimana mestinya.”

Lalu Abu Nawas menutup dengan senyum:

“Kalau Tuhan yang menciptakan manusia, jangan sampai manusia malah menciptakan konsep tentang Tuhan sesuai pikirannya sendiri.” 😉

Santai saja dalam berdiskusi.

Beda keyakinan bukan alasan untuk saling menghina.
Kita boleh berbeda dalam akidah, tapi tetap wajib menjaga adab.

Allah berfirman:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
“Tidak ada paksaan dalam agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)

Ngaji boleh serius,
diskusi boleh tajam,
tapi adab jangan sampai hilang.
🙏

1594naw. ABU NAWAS GUNCANG GEREJA 😄 “YESUS MENGAJARKAN TRINITAS?

 

Bisa dibuat dengan gaya Abu Nawas yang jenaka, cerdas, tetapi tidak merendahkan umat Kristen. Supaya tidak terkesan mengklaim sesuatu tanpa dasar, kalimatnya lebih aman memakai sudut pandang perbandingan ajaran:

ABU NAWAS GUNCANG GEREJA 😄
“YESUS MENGAJARKAN TRINITAS?
”

Suatu hari Abu Nawas ditanya:

“Hai Abu Nawas, benarkah Yesus mengajarkan Trinitas?”

Abu Nawas senyum santai.

“Lho… jangan tanya saya dulu. 😁
Coba tunjukkan satu kalimat dari mulut Yesus yang bunyinya:
‘Sembahlah Aku, karena Aku adalah Tuhan dalam tiga pribadi.’”

Semua terdiam.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau memang itu ajaran utama beliau, mestinya mudah dong menunjukkan perkataan beliau secara langsung.”

Lalu Abu Nawas berkata:

“Saya tidak sedang menghina Yesus. Justru saya menghormati beliau sebagai Al-Masih dan utusan Allah. Yang sedang kita bahas adalah: apakah konsep Trinitas itu benar-benar diajarkan langsung oleh Yesus, atau merupakan penjelasan teologis yang berkembang kemudian?”

Kemudian Abu Nawas tersenyum:

“Jangan marah kalau pertanyaan saya tajam.
Pisau saja kalau tajam masih bisa dipakai memotong roti. 😂
Pertanyaan juga begitu—tajam boleh, tapi adab tetap nomor satu.”

Lalu Abu Nawas menutup:

“Kalau kita benar-benar mencari kebenaran, jangan cuma bertanya,
‘Apa yang dipercayai orang setelahnya?’
Tapi tanyakan juga,
‘Apa yang benar-benar diajarkan oleh gurunya?’”

Diskusi boleh panas 🔥
Hati jangan panas. ❤️

Beda keyakinan tidak harus membuat kita saling mencaci.
Kita bisa berbeda dalam akidah, tetapi tetap saling menghormati sebagai sesama manusia.

Abu Nawas: logikanya santai,
pertanyaannya tajam,
adabnya tetap dijaga. 😊

...........

1513irs. JANGAN SAMPAI HATI KITA "LOG OUT" DARI IMAN

 


JANGAN SAMPAI HATI KITA "LOG OUT" DARI IMAN

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Jumat, 25 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

BAB: IMAN

FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)

Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu : 

niat akan kafir dalam waktu yang dekat maupun yang jauh, atau ragu dalam islam, atau menggantungkan ke-kafiran itu pada sesuatu dengan lidah atau dihati, maka langsung menjadi kafir, atau mempercayai apa yang me nyebabkan kekafiran, atau mengucapkan dengan keyakinan, atau sebagai tantangan atau ejekan, seperti bahwa alam ını dahulu, atau run, atau mempercayai bahwa Allah itu baru, atau meniadakan sifat yang wajib bagi Allah seperti sifat ilmu dan qudrat, atau menetapkan apa yang tidak ada pada Allah seperti warna, atau mewajibkan suatu yang tidak wajib seperti menambah sembahyang sehingga menjadi enam waktu, atau puasa selain ramadhan, atau ragu terhadap kesesatan orang yahudi dan Keristen, atau bersujud kepada makhluk atau masuk kegereja ber-sama orang-orang keristen, dan memakai pakaian mereka, 

..........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabatku, tau gak sih? Dalam tasawuf, hati itu ibarat server utama. Kalau server-nya kena virus—walau cuma niat ragu atau main-main—semua sistem bisa crash. Niat kafir, ragu pada Islam, atau cuma nyindir agama buat konten, itu bukan cuma dosa kecil. Itu "logout" dari iman. Tujuannya? Biar kita sadar: iman itu bukan status, tapi perjuangan tiap detik. Bukan buat jadi sempurna, tapi biar gak mati rasa di hadapan Allah.

2. Nasehat: Ayat, Hadis, Hadis Qudsi

Allah berfirman: "Dan sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Baqarah: 145).

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya, maka Allah akan mencatatnya sebagai kemunafikan." (HR. Bukhari).

Hadis Qudsi: "Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari & Muslim).

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Era Viral

Makrifatnya: sadar Allah lihat detak jantung kita. Hakekatnya: iman itu cahaya, kafir itu kegelapan. Tarekahnya: jangan asal share, jangan asal komen. Stop jadi "budak algoritma" yang rela jual akidah demi views. Njenengan mau dikenal? Dikenal Allah aja cukup.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah: duduk diam 5 menit, tanya diri: "Kalau aku mati hari ini, aku bawa iman atau cuma niat ragu?" Caranya: istighfar, tinggalkan ejekan agama, jangan sujud pada makhluk, jangan pakai simbol agama lain buat gaya-gayaan.

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan hati ini goyah. Teguhkan iman kami sampai akhir. Jangan cabut cahaya iman dari dada ini, walau sekejap. Amin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang baca. Maaf kalau ada salah kata, tak bermaksud menggurui. Semua ini murni buat aku sendiri.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JagaIman #TasawufKekinian #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—