Senin, 26 Oktober 2026

1714daq. "KHAMER: BUKAN CUMA SOAL MINUMAN, TAPI SOAL HATI YANG LUPA PULANG"



KHAMER: BUKAN CUMA SOAL MINUMAN, TAPI SOAL HATI YANG LUPA PULANG

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

.................

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Senin, 26 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar ( Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):

............

Bab 41 Keadaan Orang yang Meminum Arak (Khamer).

Diriwayatkan dari Ubaiy bin Ka’ab, Nabi saw. bersabda: Didatangkan pada hari kiamat orang yang meminum khamer (arak) dan sebuah kendi itu tergantung di lehernya, sedangkan thanbur (alat bunyi-bunyian) itu berada di kedua telapak tangannya, sehingga ia disalib diatas kayu neraka. Maka ada pemanggil: “Ini adalah Fulan bin Fulan dari tempat sana…..” lalu keluarlah bau khamer (arak) dari mulutnya, yang bisa membuat sakit orang yang berdiri (di makhsarnya) sehingga mereka meminta pertolongan pada Allah, akibat dari bau busuk orang yang meminum arak. Kemudian tempat kembali mereka adalah ke nereka. Ketika mereka jatuh ke neraka, mereka menjerit-jerit (selama) 1000 tahun: “Aduh…..aku kehausan,” kemudian mereka memanggil-manggil malaikat Malik, maka mereka tidak mendapat jawaban kira-kira (selama) 80 tahun, keringat mereka itu sangat basin, yang bisa menyakitkan tetangganya, dan mereka (selalu) memanggil-manggil: “Ya Tuhan kami, hilangkan keringat ini dari kami.” Maka (keringat itu) tidak dihilangkan dari mereka, kemudian mereka datangkan ke neraka. Sehingga mereka dikembalikan dalam (bentuk) makhluk yang baru, atau dikembalikan (lagi) ke neraka, dengan dibelenggu tangannya, terus diseret ke neraka, dengan dirantai wajahnya, maka mereka meminum air itu, maka dituangkan air panas (pada mereka), ketika mereka meminum air itu, maka usus-usus mereka menjadi terpotong-potong. Kemudian mereka meminta pertolongan dengan makanan, maka didatangkan (pada mereka) makanan zagum, tatkala makanan itu datang mereka langsung memakannya, akibatnya mendidihlah apa yang ada di perut mereka, dan apa yang ada di otak mereka, lalu keluarlah dari mulut mereka api yang menjilat-jilat, (sehingga) rontok jeruhan (alat tubuh bagian dalam) mereka diatas telapak kaki mereka. Kemudian setiap seorang dari mereka dimasukkan dalam peti yang (terbikin) dari bara selama api seribu tahun, dan tempat masuknya sangat sempit. Kemudian (mereka) dikeluarkan dari peti itu setelah seribu tahun, selanjutnya (mereka) dimasukkan dalam penjara neraka, dan dibelenggu dengan api. Kemudian mereka menjerit-jerit (selama) seribu bulan: “Aduh…. kehausan aku,” mereka tetap tidak dikasihi, didalam penjara itu juga terdapat ular dan kalajengking, yang besarnya seperti unta, yang bisa menggigit kedua telapak kakinya, maka ia tidak bisa menyerang (pada ular yang menggigit itu). Kemudian diatas kepalanya diletakkan mahkota dari api. Dan dijadikan setiap sendi-sendinya terdapat besi, dilehernya terdapat rantai, dan tangannya dibelenggu.

..............

1. Rahasia Hikmah (Intisari Makrifatnya)

Kisah berat tentang peminum khamer di akhirat itu bukan buat nakut-nakutin doang. Dalam pandangan tasawuf, khamer itu simbol dari "mabuk dunia". Orang yang minum khamer itu kehilangan kesadaran, lupa siapa dirinya, lupa sama Allah. Nah, hukuman di akhirat nanti—bau busuk, kehausan seribu tahun, jeritan tanpa jawaban—itu adalah cerminan dari kondisi batin orang yang di dunia hatinya udah "mati" rasa malunya sama Allah .

Hakekatnya, semua larangan Allah itu adalah bentuk kasih sayang. Tujuan tarekat (jalan mendekat) itu bukan buat pamer kesalehan, tapi buat membersihkan cermin hati supaya bisa memantulkan cahaya Allah. Kalau hati udah penuh "khamer" (entah itu harta, jabatan, atau kesenangan yang bikin lupa), maka cahaya itu nggak bisa masuk. Makrifatnya sederhana: hati yang bersih itu yang bisa "melihat" Allah dengan mata batin, bukan hati yang mabuk.

2. Nasehat (Dalil yang Menyentuh)

· Al-Qur'an: "Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Maidah: 90) .

· Hadis Shahih: Dari Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap khamer itu haram. Barangsiapa minum khamer di dunia lalu dia mati dalam keadaan masih mencandunya dan belum bertaubat, maka dia tidak akan meminumnya di akhirat." (HR. Muslim) .

· Hadis Qudsi: Allah berfirman: "Wahai anak Adam, jika engkau memohon kepada-Ku dan berharap ampunan-Ku, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli (seberapa besar dosamu)." (HR. Tirmidzi) . Ini penting: seburuk apapun masa lalu njenengan, pintu taubat itu selalu kebuka selama nyawa masih di badan.

3. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Langkah praktisnya (tazkiyatun nufus) buat kita yang masih sering lalai:

1. Takhalli (Ngilangin sampah hati): Sadar kalau kita punya "khamer" versi kita sendiri. Mungkin bukan miras, tapi scrolling medsos sampe lupa waktu sholat, atau sibuk kerja sampe lupa keluarga dan Allah. Mulai tinggalin hal yang bikin hati keras.

2. Tahalli (Isi ulang): Ganti kebiasaan buruk itu dengan dzikir. Kalau tangan pegang HP, coba ganti sama istighfar. Kalau mata liat yang haram, coba alihin ke baca Al-Qur'an .

3. Muhasabah (Hitung diri): Sebelum tidur, tanya diri sendiri: "Hari ini aku udah bikin Allah ridho belum? Atau malah nambah dosa?" Jangan nunggu jadi sempurna buat mulai berbenah. Kita berbenah karena kita nggak sempurna .

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #HatiBersih #JauhiKhamer #Taubat #TasawufKekinian #MenataHati

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1713aib. RIDHO ITU DUA ARAH: BELAJAR "NRIMO" TAPI TETAP GAS PERBAIKI DIRI

RIDHO ITU DUA ARAH: BELAJAR "NRIMO" TAPI TETAP GAS PERBAIKI DIRI

.................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 25 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Mushola Baitul Muhsinin nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :

.............

Al-Bayyinah · Ayat 8

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗࣖ ۝٨

jazâ'uhum ‘inda rabbihim jannâtu ‘adnin tajrî min taḫtihal-an-hâru khâlidîna fîhâ abadâ, radliyallâhu ‘an-hum wa radlû ‘an-h, dzâlika liman khasyiya rabbah

Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

................

Ayat 8 Surah Al-Bayyinah itu ibarat "screenshot" terakhir dari perjalanan jiwa yang sudah dirawat. Allah sudah ridha, mereka pun ridha. Di dunia tasawuf, ini bukan level yang bisa dibeli atau dipamerkan. Ini buah dari proses panjang tazkiyatun nufus yang dijalani dengan sabar, bukan instan.

1. Rahasia Hikmah (Al-Ibriz style)

Kyai Bisri Mustofa kalau menafsirkan ayat-ayat begini biasanya tidak berhenti di arti tekstual. Dalam Al-Ibriz, beliau menekankan bahwa balasan surga 'Adn itu bukan sekadar taman fisik, tapi simbol ketenangan abadi bagi hati yang sudah bersih . Hakekatnya begini: ridha itu bukan pasrah pasif, tapi hati yang sudah tidak ada rasa keberatan sedikit pun sama ketentuan Allah. Tujuan tarekahnya ya menuju titik ini—hati yang kalau ditekan pun tetap mengeluarkan cahaya, bukan keluhan. Makrifatnya, njenengan sadar bahwa "ridha Allah" itu lebih mahal dari apa pun, dan itu hanya didapat oleh orang yang khasyiya (takut) bukan dalam arti takut penakut, tapi takut kehilangan kedekatan dengan-Nya.

2. Nasehat

· Al-Qur'an (QS. Al-Bayyinah: 8): "Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itu adalah bagi orang yang takut kepada Tuhannya."

· Hadis Shahih: Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman: "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku..." (HR. Bukhari-Muslim). Ini nasehat keras tapi lembut: prasangka njenengan ke Allah itu menentukan jarak. Kalau merasa "Allah jauh", ya mungkin hati sendiri yang memasang tembok .

· Hadis Qudsi: Lanjutan hadis di atas: "Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari." . Allah itu responsif banget. Tapi kita seringnya jalan santai, malah kadang mundur.

3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ridha itu maqam yang membuat hati tenang menerima qadha dan qadar, bukan karena pasrah kalah, tapi karena yakin Allah tidak pernah salah . Muhasabah-nya simpel: sebelum tidur, tanya diri sendiri, "Hari ini aku lebih dekat atau lebih jauh?" Jangan sibuk menghitung dosa orang lain. Caranya: kurangi bicara yang tidak perlu, perbanyak diam dan dzikir, dan jangan membandingkan proses ruhani njenengan dengan orang lain. Hati itu cermin; kalau kotorannya dibersihkan terus, cahaya itu masuk sendiri .

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #AlBayyinah #Muhasabah #RidhaAllah #MenataHati #TasawufKekinian #JanganBerhentiMemperbaikiDiri

.................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—