Senin, 02 November 2026

1771sha. JANGAN SIBUK LIHAT DARAH ORANG, BERSIHKAN "DARAH" SENDIRI

djoko ekasanu


JANGAN SIBUK LIHAT DARAH ORANG, BERSIHKAN "DARAH" SENDIRI

...........

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..........

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 2 Nop. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari pesantren Darut Ta'lim nyantri bareng Ust. H. M. Badruddin A.G. kupas tipis tipis kitab shahih Bukhari :

.............

HR. Al-Bukhari no. 320

Bab datangnya haid dan perginya.

Dari Aisyah: Fatimah binti Abi Hubaish biasa mengalami pendarahan di antara masa haid, maka dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hal itu. Beliau menjawab, "Pendarahan itu berasal dari pembuluh darah dan bukan haid. Maka tinggalkanlah shalat ketika haid datang dan ketika haid telah selesai, mandilah dan mulailah shalat."

.........

1. Rahasia Hikmah

Inti dari hadis ini bukan cuma soal fiqih wanita. Dalam pandangan tasawuf, "darah" yang terus mengalir itu seperti aib dan penyakit hati yang nggak berhenti keluar. Nabi ﷺ ngasih tahu: kalau itu bukan haid (bukan waktunya), jangan tinggal shalat. Artinya: jangan jadikan alasan untuk berhenti mendekat kepada Allah.

Makrifatnya: kadang kita merasa "kotor" karena dosa yang berulang, lalu malas ibadah. Padahal justru saat merasa kotor itu, kita wajib mandi dan shalat. Tujuan tarekatnya ya itu: terus balik ke Allah, bukan kabur dari-Nya.


2. Nasehat


Ayat Qur'an:

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai." (QS. Al-Fajr: 27-28) 


Hadis Shahih:

Dari Aisyah, Nabi ﷺ bersabda: "Itu hanyalah darah penyakit, bukan haid. Jika haid datang, tinggalkan shalat. Jika selesai, mandilah dan shalatlah." (HR. Tirmidzi, hasan shahih)


Hadis Qudsi:

"Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya." (HR. Bukhari) 


3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya


Tasawuf itu praktis. Kalau ada "darah" (aib) yang nggak berhenti, jangan sibuk ngurusin aib njenengan sendiri. Nabi ﷺ bilang: "Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri daripada mengurusi aib orang lain." (HR. Ad-Dailami) 


Caranya:


· Musyaratah: Tentukan target hari ini: "Aku nggak akan nyinyir soal orang lain."

· Muraqabah: Sadar Allah lihat. Kalau mau ngomongin aib orang, inget Allah ada.

· Muhasabah: Malam sebelum tidur, tanya: "Hari ini aku lebih sibuk bersihin hati sendiri atau ngurusin orang?"

· Mujahadah: Paksa diri shalat tepat waktu walau lagi males. Itu "mandi" batinnya.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #Muhasabah #BersihkanHati #JanganSibukAibOrang #KembaliKeAllah

..................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1760daq. JANGAN MABUK, NANTI "NYANGKUT" DI WAIL

nyantri bareng


JANGAN MABUK, NANTI "NYANGKUT" DI WAIL

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

.................

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Senin, 2 Nop. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar ( Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):

............

Bab 41 Keadaan Orang yang Meminum Arak (Khamer).

.....Kemudian mereka dikeluarkan setelah 1000 tahun, setelah itu langsung dimasukkan ke dalam neraka Wail, neraka Wail yaitu nama jurang neraka Jahannam, panasnya lebih sangat, dan dasarnya sangat jauh ke dalam. Didalamnya terdapat banyak rantai, ular-ular dan kalajengking. Mereka tetap berada di Wail kira-kira selama 1000 tahun.

Kemudian mereka menjerit-jerit: “Aduh…, Muhammad.” Lalu Nabi mendengar suara mereka, seraya berkata: “Ya Tuhanku, aku telah mendengar suara seseorang dari umatku.” Maka Allah Ta’ala berfirman: “Ini adalah suara orang yang minum arak waktu di dunianya, dan ia mati dalam keadaan mabuk. Maka ia dibangkitkan dipadang makhsyar dalam keadaan mabuk.” Lalu Nabi saw. berkata: “Ya Tuhanku, keluarkan dia dari neraka, dengan syafa ‘atku.” Akhirnya tidak ada yang tersisa satupun umat Muhammad dengan kekal didalam neraka.

........

1. Rahasia Hikmah (Intisari makrifatnya, Maksud hakekatnya, Tujuan Tarekahnya)


Kisah dalam teks tersebut bukan untuk menakuti-nakuti, tapi buat "ngeh" bahwa dosa itu punya konsekuensi panjang. Hikmah makrifatnya: arak itu simbol dari "mabuk dunia"—saat hati sudah tidak peka lagi sama Allah. Hakekatnya, neraka Wail yang digambarkan mengerikan itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang "tegas" supaya kita sadar sebelum terlambat. Tujuan tarekahnya sederhana: bukan langsung jadi suci, tapi berhenti "mabuk" hal yang bikin jiwa kotor, lalu balik lagi ke jalur yang benar.


2. Nasehat


Ayat Qur'an (arti tetap):

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati shalat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan." (QS. An-Nisa: 43) 


Hadis Shahih (arti tetap):

"Setiap minuman yang memabukkan itu haram." (HR. Bukhari & Muslim) 


Hadis Qudsi (makna):

Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang salah di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang salah di malam hari bertaubat—sampai matahari terbit dari barat. (HR. Muslim) 


3. Tasawuf, Muhasabah dan caranya


Dalam tasawuf, mabuk itu bukan cuma soal minuman keras. Mabuk bisa berarti lupa diri karena dunia, harta, atau gengsi. Muhasabahnya: coba tanya diri sendiri, "Apa yang bikin aku lupa sama Allah hari ini?" Caranya: Pertama, jujur sama kondisi hati. Kedua, tinggalkan satu kebiasaan buruk kecil yang bikin hati keras. Ketiga, jangan putus asa—karena dalam teks tadi, syafaat Nabi tetap jadi harapan terakhir. Tazkiyatun nufus itu proses, bukan hasil instan.


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JauhiKhamr #Taubat #TasawufPraktis

....................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1759tan. MENAHAN MARAH, MENGANGKAT DERAJAT

nyantri bareng


MENAHAN MARAH, MENGANGKAT DERAJAT

............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 02 Nop. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 22 Tentang Mengekang Emosi (Marah.

Lima perkara dapat mengangkat derajat pelakunya, diantaranya yaitu :

1. Tidak makan kecuali yang halal,

(Nasihat Abu Dardak). 

.............

1. Rahasia Hikmah (Intisari Makrifatnya)


Inti dari "tidak makan kecuali yang halal" bukan sekadar soal makanan. Dalam tasawuf, makanan haram itu seperti virus yang bikin "sinyal" hati ke Allah jadi lemah. Kalau perut dipenuhi yang syubhat, amarah gampang sekali dipicu. Hikmahnya: menjaga halal itu investasi jangka panjang buat tazkiyatun nufus. Tujuan tarekatnya sederhana—biar hati ini jadi wadah yang bersih, bukan tempat sampah emosi. Kalau makanan sudah bersih, "kabel" hati ke Allah tersambung lancar, jadi lebih gampang sabar dan menahan marah.


2. Nasehat (Dalil yang Jadi Pegangan)


Ayat Qur'an:

"…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 134) 


Hadis Shahih:

"Orang kuat itu bukanlah yang menang bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari) 


Hadis Qudsi:

"Wahai Musa bin Imran, tahukah kau siapa yang paling dekat dengan-Ku di antara makhluk-Ku? (Mereka adalah) setiap mukmin yang tidak melaknat ketika marah." 


3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya


Praktiknya di zaman now: kalau njenengan lagi kesel, jangan langsung buka chat atau status. Tahan dulu. Langkah "gaul" ala Rasulullah: diam, ubah posisi (kalau berdiri ya duduk), terus ambil wudhu . Itu teknik muhasabah instan.


Muhasabahnya: tanya diri sendiri, "Aku marah ini karena Allah atau karena ego?" Kalau karena ego, berarti makanan haram atau syubhat yang masuk ke perut kita selama ini mungkin ikut andil. Mulai perbaiki dari yang paling dasar: pastikan yang masuk ke mulut itu halal. Jangan jadi orang yang rajin ibadah tapi perutnya isi yang haram—doanya susah terkabul . Terus perbaiki diri, jangan capek jadi baik.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #MenahanMarah #HalalThayyib #Muhasabah #TasawufKekinian #MenataHati

...........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

...........

1752nas. CINTA YANG BIKIN IBADAH NGGAK BERASA BERAT

nyantri bareng

CINTA YANG BIKIN IBADAH NGGAK BERASA BERAT

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 1 Nop. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Miftahul Jannah, nyantri bareng Ust. KH. Mukhlis Daim, kupas tipis tipis kitab Nashoihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

..........

46. Cinta kepada Allah, Cinta kepada Orang yang Dicinta Allah, Cinta pada Amal yang Dilakukan karena Cinta kepada Allah.

Al-Asqalani menukilkan: Bahwa mahabbah (cinta kepada Allah) itu ada dua macam diantaranya : 

1. Mahabbah Fardu, Yaitu mahabbah yang mendorong dilakukannya perintah-perintah Allah dan dijauhi larangan-larangan-Nya.....

...........

1. Rahasia Hikmah


Inti dari mahabbah fardhu yang disebut Al-Asqalani itu sebenarnya simpel: cinta itu harus “bergerak”. Kalau cinta cuma diucapkan tapi malas shalat dan masih santai sama larangan-Nya, berarti mahabbah-nya belum nempel di hati. Dalam tasawuf, cinta sejati itu bukan perasaan melow, tapi kepatuhan yang lahir dari kerinduan. Tujuannya bukan biar kita merasa suci, tapi biar hati kita sadar kalau kita butuh terus dibenerin sama Allah.


2. Nasehat


Ayat Qur'an: “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran: 31) 


Hadis Shahih: “Tidak sempurna iman seseorang hingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya.” (HR. Bukhari & Muslim) 


Hadis Qudsi: “Hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan kakinya...” (HR. Bukhari) 

3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Caranya? Mulai dari takhalli (ngosongin hati dari penyakit kayak riya, iri, dan sombong). Terus muhasabah tiap malam: “Hari ini aku ngejar dunia atau Allah?” Kalau cinta fardhu aja masih bolong-bolong, jangan langsung sombong soal cinta sunnah. Tanda cinta sunnah itu kalau njenengan udah seneng banget sama amalan sunnah dan takut banget sama yang syubhat . Nikmatin prosesnya, bukan hasilnya.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Mahabbah #Muhasabah #CintaAllah #HatiTenang

...........

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—