Sunday, May 31, 2026

233dur. lentera-lentera Mesjid

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Begitu juga diceritakan tentang Samnun Almajnun, bahwa dia dahulu terkenal dengan kecintaannya kepada Tuhannya. Orang-orang menamakannya Samnun si orang gila, sedangkan orang-orang khawas menamakannya Samnun si pencinta, dan dia sendiri menamakan dirinya Samnun si pendusta. Pada suatu hari, dia naik ke atas mimbar untuk memberikan nasehat kepada orang banyak, namun orang-orang tidak mau memperhatikan omongannya, maka ditinggalkannya orang-orang itu lalu dia berpaling kepada lentera-lentera Mesjid, seraya berkata : “Dengarlah olehmu hai lentera-lentera, Suatu berita aneh dari lisan Samnun…

Tiba-tiba orang banyak melihat lentera-lentera itu bergoyang-goyang dan terpecahbelah, lalu berguguran, saking kuatnya pengaruh perkataan Samnun. (Demikian disebutkan di dalam kitab Zubdatul Wa’izhin).

Alhasil, bahwa ketaatan kepada Allah Taala dan kepada Rasul-Nya itu adalah sarana untuk dapat berteman dengan para nabi, para wali dan orang-orang saleh.

.........

232dur. Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Dzunnun Al Mishri, dia berkata : “Saya pernah melihat seorang laki-laki sedang duduk bersila di angkasa sambil mengucapkan lafaz Jalalah (Allah…..Allah), maka Saya bertanya kepadanya : “Siapakah Anda?”. Orang itu menjawab : “Saya salah seorang hamba Allah”.

Saya bertanya pula : “Dengan amalan apakah Anda sampai meraih kemuliaan ini?”.

Dia menjawab : “Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia, maka Allah Taala menempatkan saya di angkasa”.

.......

231dur. cinta Allah bukan cinta anak

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dikisahkan, bahwa di akhir hayatnya, Samnun mengawini seorang perempuan, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak perempuan untuknya. Ketika sang anak berusia tiga tahun, Samnun merasakan kecintaan yang sangat pada anaknya itu. Kemudian dia bermimpi seolah-olah kiamat telah bangkit, dan panji-panji para nabi dan wali telah dikibarkan, dan di belakang mereka ada sebuah bendera yang tinggi, yang cahayanya telah menutupi cakrawala. Samnun menanyakan tentang bendera itu, lantas dijawab malaikat : “Itu adalah bendera orang-orang yang mencintai Allah dengan tulus”. Samnun melihat dirinya tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka. Namun malaikat datang lalu mengeluarkannya dari tengah-tengah mereka. Samnun memprotes : “Saya mencintai Allah Taala, dan ini adalah bendera orang-orang yang mencintai-Nya, kenapa engkau keluarkan saya?”

Malaikat itu menjawab : “Ya, memang engkau termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala. Namun, kecintaan kepada anakmu itu telah menguasai hatimu, maka kami hapus namamu dari golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala”.

Mendengar jawaban malaikat itu, Samnun menangis sambil mengiba-iba di dalam tidurnya seraya berkata : “Ilahi, seandainya anak itu menjadi penghalang bagiku terhadapMu, maka singkirkanlah dia dariku sehingga aku dapat mendekat kepada-Mu dengan kelembutan dan kemurahan-Mu”.

Kemudian dia mendengar suara teriakan yang mengatakan : “Wah, celaka!”. Maka Samnun pun terjaga, lalu dia bertanya : “Teriakan apakah ini?”.

Orang-orang menjawab : “Anak Anda terjatuh dari loteng sampai mati!”.

Samnun berucap : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan penghalang dariku”. (Misykatul Anwar).

.........

230dur. lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dan dari Hasan Albashri ra., katanya : “Pada suatu hari, saya melihat Bahran Al Ajami membongkar kuburan dan mengambil kepala-kepala orang yang mati, lalu ditusukkan tongkatnya ke dalam lubang telinga orang yang mati itu. Maka jika tongkatnya itu menembus lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya, kepala itu dilemparkannya. Dan jika tongkatnya tidak dapat menembus lobang telinga itu sama sekali, maka kepala itu dilemparkannya juga dan jika tongkatnya itu mengenai tempat otak, maka kepala itu diciuminya dan ditanamkannya kembali. Maka saya bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab : “Kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dari satu telinga ke telinga lain itu ialah kepala orang yang mendengar nasehat dan perkataan yang benar, namun semuanya itu masuk dari satu telinga lalu keluar dari telinga yang lain, tanpa menetap di otaknya dan tidak diambil olehnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan padanya. Adapun kepala yang tidak bisa ditembus sama sekali oleh tongkat itu ialah kepala orang yang tidak mendengar nasehat dan perkataan yang benar karena kesibukannya dengan keinginan-keinginan nafsu dan syahwatnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan sama sekali padanya. Dan kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dan mengenai tempat otaknya itu ialah kepala orang yang mendengarkan nasehat dan perkataan yang benar lalu diambil dan perkataan yang benar lalu diambil dan disimpannya di otaknya. Kepala seperti itulah yang diterima di sisi Allah, karenanya saya menciuminya dan menguburkannya kembali”. (Hayatul Qulub).

........

229dur. Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Aisyah ra. dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda yang artinya : “Apabila Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga, Dia mengutus kepada mereka malaikat yang membawakan hadiah dan pakaian dari surga. Ketika mereka akan masuk, malaikat tadi berkata kepada mereka : “berhenti, saya membawa hadiah dari Tuhan semesta alam”.

Orang-orang mukmin itu bertanya : “Apakah hadiah itu?” Malaikat menjawab : “Hadiah itu adalah sepuluh buah cincin, yang pada cincin pertama tertulis : “Salam sejahtera atasmu, berbahagialah kamu, maka masuklah ke dalam surga buat selama-lamanya. Pada cincin kedua tertulis : “Masuklah kedalam surga dengan perasaan sejahtera dan aman”. Pada cincin ketiga tertulis : “Aku hilangkan dari kamu kesusahan-kesusahan dan kesedihan-kesedihan”. Pada cincin keempat tertulis : “Kami kenakan padamu pakaianpakaian”. Pada cincin kelima tertulis : “Dan Kami jodohkan mereka dengan bidadari-bidadari”. Pada cincin keenam tertulis : “Sesungguhnya Aku memberi ganjaran atas mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka dahulu. Sesungguhnya mereka itulah orangorang yang beruntung”. Pada cincin ketujuh tertulis : “Kamu semua menjadi muda kembali dan tidak akan mengalami ketuaan lagi buat selama-lamanya”. Pada cincin kedelapan tertulis : “Kamu semua menjadi aman dan tidak akan merasa takut lagi buat selamalamanya”. Pada cincin kesembilan tertulis : “Teman-teman kamu ialah para nabi, siddigin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh”. Pada cincin kesepuluh tertulis : “Kamu semua berada dalam lingkungan Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Memiliki Arsy yang mulia lagi agung”.

Maka masuklah mereka kedalam surga seraya berkata : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan kesusahan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Berterima kasih”. (Safinatul Abrar).

.........

228dur. dalam sedekah itu ada lima perkara

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya di dalam sedekah itu ada lima perkara : Pertama, sedekah itu menambah harta mereka. Kedua, obat bagi segala penyakit. Ketiga, Allah Taala menghilangkan bencana dari mereka. Keempat, mereka melewati Shirat (titian di atas neraka menuju surga) bagaikan kilat yang menyambar. Kelima, mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab”

Sungguh benarlah apa yang disabdakan Rasulullah itu.

........


227dur. tamu orang majusi

13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

 Kisah yang menarik ini disebutkan di dalam kitab Az Zubdah, maka hendaklah Anda membenarkan dan berpedoman kepadanya.

Konon diceritakan pula, bahwa seorang Majusi datang menemui Nabi Ibrahim as. minta diterima sebagai tamu. Nabi Ibrahim as. Menjawab : “Aku tidak akan menerimamu sebagai tamu sampai engkau keluar dari agamamu, meninggalkan agama Majusi”. Lalu orang itu pun berlalu.

Kemudian Allah Taala mewahyukan kepada Beliau : “Hai Ibrahim, engkau tidak mau menerimanya sebagai tamu hingga dia keluar dari agamanya. Apa yang merugikanmu, seandainya engkau menerimanya sebagai tamu malam ini, padahal Kami telah memberinya makan dan minum selama tujuh puluh tahun sedang dia kafir kepada Kami”.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim as. mencari orang Majusi itu sampai ketemu, lalu diajaknya ke rumahnya. Majusi itu menjadi heran lalu berkata : “Alangkah anehnya perbuatan Anda ini. Kemarin Anda mengusirku, dan hari ini mengajakku bertamu?”.

Nabi Ibrahim as. memberitahukan kepada si Majusi itu bahwa, Allah Taala telah mewahyukan kepadaku mengenai dirimu begini dan begini. Maka berkatalah Majusi itu : “Benarkah Tuhan segala tuhan memperlakukan aku seperti ini, padahal aku kafir terhadapNya?. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah, dan bahwa engkau adalah utusan Allah”.

Demikianlah diceritakan di dalam sebuah kitab nasihat, dan disebutkan juga oleh Syaikh Sa’id di dalam kitab Al Bustan.

........

226dur. Sahabat nabi musa di surga.

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diceritakan bahwa, Nabi Musa as. pernah memohon kepada Allah Taala : “Ilahi, perJihatkanlah kepadaku sahabatku di dalam surga”.

Maka Allah Taala berfirman : “Pergilah ke negeri anu, ke pasar anu, Di sana ada seorang tukang jagal yang wajahnya begini. Dialah yang akan menjadi sahabatmu di dalam surga kelak”.

Maka pergilah Nabi Musa as ke warung itu. Beliau berdiri di sana sampai menjelang terbenamnya matahari.

Kemudian tukang jagal itu mengambil sepotong daging, lalu diletakkannya di dalam sebuah keranjang. Ketika ia hendak pulang, Nabi Musa berkata kepadanya : “Sudikah Anda menerima saya sebagai tamu?.

“Ya,”. Jawabnya.

Maka pergilah Musa as. bersama tukang jagai itu hingga tiba di rumahnya, dan mereka pun lalu masuk ke dalamnya.

Kemudian tukang jagal itu mengambil daging yang dibawanya tadi dan dimasaknya menjadi kuah gulai yang enak. Setelah itu, dia keluarkan sebuah keranjang yang di dalamnya terdapat seorang perempuan tua yang sudah sangat lemah, seolah-olah anak burung merpati. Lalu lelaki itu mengeluarkan perempuan tua tersebut dari dalam keranjang tadi, kemudian ia mengambil sendok lalu mulai menyuapi perempuan tua itu dengan makanan sampai kenyang. Dan dicucinya pakaian perempuan tua itu lalu dikeringkannya, setelah itu dikenakannya kembali padanya. Setelah itu, diletakkannya kembali perempuan tua itu kedalam keranjang. Perempuan tua itu menggerak-gerakkan bibirnya. Kata Nabi Musa as. : “Sungguh aku lihat kedua bibirnya mengucapkan : “Ya Allah, jadikanlah puteraku sahabat Musa di dalam surga”.

Kemudian laki-laki itu mengambil kembali perempuan tua itu, lalu disandarkannya pada sebuah tiang. Maka Nabi Musa as. bertanya : “Apakah yang Anda lakukan?”.

Orang itu menjawab : “Ini adalah ibu saya. Dia sudah terlalu renta sehingga tidak mampu lagi duduk”.

Nabi Musa as. berkata : “Berita gembira untukmu, Akulah Musa, dan Anda adalah sahabatku di dalam surga kelak”.

Semoga Allah Taala memudahkannya dengan berkat kemuliaan nama-nama-Nya yang indah, dan dengan berkat kemuliaan manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling utama.

.....

225dur. Anak muda dan nabi sulaiman

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diriwayatkan, bahwa Nabi Sulaiman as. pernah melakukan perjalanan di antara langit dan bumi hingga sampailah Beliau di sebuah lautan yang dalam. Beliau melihat di laut itu ada ombak yang hebat. Lalu Beliau memerintahkan kepada angin supaya tenang, maka angin pun menjadi tenang. Kemudian Beliau menyuruh seorang jin ifrit supaya menyelam ke dalam laut itu. Maka jin ifrit itu pun menyelam ke dalam laut. Ketika ia sampai ke dasar laut, tampak olehnya sebuah kubah yang terbuat dari mutiara putih yang tidak berlubang. Kemudian benda itu dikeluarkannya dan diletakkannya di hadapan Nabi Sulaiman as. Melihat benda itu, Beliau merasa heran dan kagum, lalu Beliau berdoa kepa: da Allah, sehingga terbukalah pintu kubah itu. Ternyata di dalamnya ada seorang anak muda yang sedang bersujud. Maka Nabi Sulaiman as. bertanya kepadanya : “Wahai anak muda, siapakah engkau, apakah engkau dari golongan malaikat, atau jin, atau manusia?”.

Anak muda itu menjawab : “Saya adalah manusia”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula : “Dengan sebab apakah engkau berhasil mencapai kemuliaan seperti ini?”.

Anak muda itu menjawab : “Dengan sebab berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ketika dahulu, ibu saya telah tua renta, saya menggendongnya di atas punggungku. Dan beliau selalu berdoa untukku : “Ya Allah, anugerahilah dia rasa puas, dan jadikanlah tempatnya sesudah wafatku, di suatu tempat, bukan di bumi dan bukan pula di langit”. Setelah ibuku meninggal dunia, saya pergi berkeliling di suatu pantai, lalu saya lihat di situ ada sebuah kubah dari mutiara putih. Kemudian saya mendekatinya, sekonyong-konyong kubah itu terbuka untukku, maka saya pun masuk ke dalamnya. Lantas, dengan seizin Allah Taala, kubah itu menutup kembali. Sejak itu, saya tidak tahu, apakah saya berada di angkasa atau pun di bumi. Namun, dalam kubah itu, Allah telah menyediakan rezeki untukku”.

Nabi Sulaiman as. bertanya : “Bagaimana Allah memberi rezeki di dalamnya ?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila saya merasa lapar, maka Allah menciptakan sebuah pohon yang berbuah lebat. Dari buah itulah, Allah memberi rezeki kepadaku. Dan apabila saya merasa haus, maka dari kubah itu keluar mata air yang warnanya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu, serta lebih sejuk daripada es”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula: “Bagaimana engkau mengetahui perbedaan malam dan siang di dalamnya?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila masuk waktu Subuh, maka menjadi putihlah warna kubah itu, sehingga saya tahu bahwa hari telah siang. Dan apabila matahari terbenam, kubah itu menjadi gelap, sehingga saya pun tahu bahwa malam telah tiba”.

Kemudian Nabi Sulaiman as. berdoa kepada Allah Taala, maka tertangkuplah kembali kubah itu, sedang anak muda itu berada di dalamnya seperti semula. (Majma’ul Lathaif).

.......


224dur. tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Nabi saw. Beliau bersabda : “Jibril as. memberitahukan kepadaku, katanya : “Apabila seorang tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim, maka masuk pula bersamanya seribu berkah dan seribu rahmat, dan Allah mengampuni dosa-dosa penghuni rumah itu, sekalipun dosa-dosa mereka lebih banyak daripada buih di laut dan daun-daun di pepohonan. Dan Allah memberinya pahala seribu orang yang mati syahid, dan mencatatkan untuknya dari setiap suapan yang dimakan oleh tamu itu, pahala haji yang mabrur dan umrah yang makbul, serta membangunkan untuknya sebuah kota di dalam surga. Barangsiapa memuliakan seorang tamu, maka seolah-olah dia memuliakan tujuh puluh nabi. (Kanzul Akhbar).

.......

223dur. meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Alfaqih Abul Laits, ia berkata : “Pernah ditanyakan orang mengenai kedua orangtua, apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya, apakah si anak masih dapat membuatnya rida setelah wafat keduanya itu?.

Jawab : “Bisa, dengan tiga syarat : (1) hendaklah si anak menjadi orang yang saleh. (2) hendaklah si anak menjalin kembali hubungan dengan kerabat dan teman-teman kedua orang tuanya. (3) hendaklah si anak memohonkan ampun, mendoakan dan bersedekah untuk keduanya”. (Tanbihul Ghafilin)

........

219dur. Laknat Allah atasmu

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dari sahabat Abubakar ra., dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

Artinya : “Perempuan mana saja yang berkata kepada suaminya : “Laknat Allah atasmu!”. Sedang dia zalim, maka dia dilaknat oleh Allah dari atas tujuh petala langit, dan juga oleh seluruh makhluk ciptaan Allah Taala, selain dari dua golongan, yaitu manusia dan jin”.

222dur. condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan sabda Nabi saw. :

Artinya : “Barangsiapa mempunyai dua istri lalu dia lebih condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain: (dalam riwayat lain), dan dia tidak berlaku adil di antara keduanya, maka kelak pada hari kiamat, dia akan datang, sedang salah satu dari rusuknya miring”.


Demikianlah disebutkan di dalam kitab Mursyidul Mutaahhiliin.

221dur. Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri, lalu dia tidak berlaku adil dj antara keduanya dalam masalah belanja, dan tidak menyamakan di antara keduanya dalam masalah tidur, makan dan minum, maka dia terlepas dariku dan aku pun terlepas darinya, serta dia tidak akan memperoleh bagian dari syafaatku, kecuali jika dia bertobat”.

220dur. saya dan Ali bergurau

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan diriwayatkan dari sahabat Salman Alfarisi, dia berkata : “Suatu hari Fatimah ra. menemui Rasulullah saw. Ketika telah berhadapan dengan Beliau, Fatimah tampak sedih sehingga kedua matanya berlinangan air mata dan rona wajahnya menjadi berubah. Menyaksikan hal itu, Rasulullah lalu bertanya : “Kenapa engkau, hai anakku?”.

Fatimah menjawab : “Ya Rasulullah, tadi malam, saya dan Ali bergurau. Dari pembiCaraan kami itu timbul kemarahan Ali, gara-gara satu perkataan yang keluar dari mulut saya. Ketika saya menyadari bahwa Ali benar-benar marah, maka saya pun menyesal dan sedih. Lalu saya berkata kepadanya : “Wahai kekasihku, maafkanlah saya!”. Kemudian saya berputar-putar mengelilinginya sampai tujuh puluh dua kali, sehingga dia memaafkan saya dan tertawa di hadapan saya dengan suka cita. Sementara saya, masih tetap merasa takut kepada Tuhanku”.

Maka berkatalah Nabi saw. kepada puterinya itu : “Wahai anakku, demi Allah Yang telah mengutus aku dengan sebenarnya sebagai seorang nabi, bahwa seandainya engkau meninggal dunia sebelum engkau dapat menyukakan hati Ali, maka aku tidak akan menyalati jenazahmu”. Kemudian Beliau melanjutkan : “Wahai anakku, tahukah engkau bahwa keridaan suami adalah keridaan Allah, dan kemurkaan suami adalah kemurkaan Allah. Hai anakku, perempuan mana saja yang melakukan ibadat seperti ibadatnya Maryam binti Imran, namun tidak diridai oleh suaminya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya. Hai anakku, sebaik-baik amal kaum perempuan itu adalah patuh kepada suaminya. Dan sesudah itu, tidak ada suatu pekerjaan bagi perempuan yang lebih utama daripada menenun. Wahai anakku, duduk sesaat pada waktu menenun adalah lebih baik bagi kaum perempuan daripada beribadat satu tahun. Dan dicatatkan untuk mereka dari setiap jenis kain yang mereka tenun itu, pahala orang yang mati syahid. Wahai anakku, sesungguhnya apabila seorang perempuan menenun sampai bisa memberi pakaian kepada suami dan anak-anaknya, maka ia pasti mendapat surga. Dan Allah akan memberinya dari tiap-tiap orang yang memakai kainnya, sebuah kota di dalam surga”.

......


218dur. perempuan dalam rupa anjing

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan saya melihat seorang perempuan dalam rupa anjing, kalajengking-kalajengking dan ular-ular masuk melalui kemaluannya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan para malaikat memukuli kepalanya dengan penggada-penggada dari api”.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

 Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Dan perempuan yang rupanya seperti anjing itu ialah perempuan penggoda yang menjengkelkan suaminya”.

Dan diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf ra., katanya : “Saya mendengar Rasulul. lah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang mendatangkan duka cita kepada suaminya dalam urusan belanja, atau membebani suaminya dengan sesuatu di luar kemampuan. nya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya sedikitpun”. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Seandainya semua yang ada di muka bumi itu adalah emas dan perak, lalu diboyong oleh seorang perempuan ke rumah suaminya. Kemudian suatu hari, dia menyombongkan diri di hadapan suaminya sambil berkata : “Siapa kamu, sesungguhnya harta ini kepunyaanku, sedang kamu tidak berharta”. Maka Allah membatalkan seluruh amalnya, sekalipun banyak”.

.........

217dur. perempuan kepalanya seperti kepala babi

 

12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti badan keledai, dia mendapat satu juta macam azab. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang berkepala seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keledai ialah perempuan yang suka mengadu-domba dan suka berdusta.

........


216dur. perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat seorang perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api ialah perempuan yang dahulunya suka mempertontonkan dirinya kepada orang lain, yakni supaya mereka melihat perhiasannya, dan dia suka tiap-tiap lelaki melihatnya dengan perhiasan seperti itu.

...........


215dur. perempuan yang memakan tubuhnya sendiri,

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN...

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang memakan tubuhnya sendiri, sedangkan di bawahnya dinyalakan api .

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang memakan tubuhnya sendiri jalah perempuan yang dahulunya suka berhias untuk laki-laki lain dan mengumpat orang. 

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Apabila seorang perempuan keluar dari pintu rumahnya dalam keadaan berhias dan memakai minyak wangi, sedang suaminya merelakannya, maka kelak akan dibangunkan untuk suami perempuan itu, dari setiap langkah perempuan itu, sebuah rumah di dalam neraka”.

..........


214dur. perempuan digantung

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN..

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan digantung, sedangkan kedua kaki dan tangannya diikat pada ubun-ubunnya, sementara ia dikerubungi oleh ular-ular dan kaiajeng-king-kalajengking. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang diikat kedua kakinya bersama kedua tangannya pada ubun-ubunnya serta dikerubungi oleh ular-ular dan kalajengking-kalajengking itu ialah perempuan yang dahulunya mampu melaksanakan salat dan puasa, namun dia tidak berwudu, tidak salat dan tidak mandi dari jenabah

...........


213dur. perempuan yang digantung pada buah dadanya

 213dur.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang digantung pada buah dadanya dari belakang punggungnya, sedangkan zaqum (pohon yang berduri) dimasukkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Adapun perempuan yang digantung pada payudaranya, dahulu dia menyusui anak: anak orang lain tanpa perintah dari suaminya.

.............


212dur. perempuan digantung pada lidahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....dan aku melihat seorang perempuan digantung pada lidahnya, sementara tangannya dia keluarkan dari punggungnya, dan ter disiramkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.


............


211dur. perempuan digantung pada rambutnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “Aku melihat seorang perempuan digantung pada rambutnya sedangkan otak di kepalanya mendidih.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, adapun perempuan yang digantung pada rambutnya itu ialah perempuan yang dahulu tidak menyembunyikan rambutnya dari kaum lelaki. Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, – maka dia berada di dalam kutukan dan murka Allah, serta kutukan malaikat dan manusia seluruhnya”.

Dan diriwayatkan juga dari sahabat Utsman ra. bahwa dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan berkata kepada suaminya, “Aku tidak melihat kebaikan sama sekali padamu”, melainkan Allah membatalkan amalnya selama tujuh puluh tahun, sekalipun dia berpuasa siang dan salat malam”.

...,............

 

210dur. perempuan mencucikan pakaian suaminya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, moriwayatkan sobuah hadis, bahwa Nabi saw bersabda :

Artinya : “Apabila soorang perempuan mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan dan mongampuni dua ribu kesalahannya, serta segala sesuatu yang terkona sinar matahari momohonkan ampun untuknya, dan diangkat. kan baginya seribu dorajat” (Hadis riwayat Abu Mansur dalam Musnad Al Firdausl).

........

209dur. perempuan itu tidak keluar dari rumahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

(Hikayat) Pada zaman Rasulullah saw. dahulu, ada seorang laki-laki yang bermaksud berangkat ke medan perang. Sebelum berangkat, dia berpesan kepada istrinya : “Jangan keluar dari rumah ini sampai aku pulang”. Tak lama setelah kepergian suaminya, ayah perempuan itu jatuh sakit. Kemudian perempuan itu menyuruh seseorang menemui Nabi saw. untuk menanyakan jalan keluarnya. Maka Nabi saw. bersabda : “Patuhilah suamimu!”. Sampai beberapa kali diulanginya dan Beliau tetap menjawab demikian, maka perempuan itu tidak keluar dari rumahnya sesuai dengan amanat suaminya. Akhirnya ayah perempuan itu meninggal dunia, dan perempuan itu tetap tidak melihatnya. Dia bersabar sampai suaminya pulang. Atas kepatuhannya itu, Allah Taala lalu mewahyukan kepada Nabi Nya, bahwa Allah benar-bonar telah mengampuni porompuan Itu borkat kotaatannya kopada suaminya.

........

208dur. haidnya itu menjadi penghapus dosa

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dan diriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa dia berkata : “Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan mengalami haid, melainkan haidnya itu menjadi penghapus dosa-dosanya yang telah lalu. Dan jika pada hari pertama haidnya ia mengucapkan : “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, dan aku memohon ampun kepada Allah dari semua dosa”. Maka Allah akan mencatatkan baginya kebebasan dari neraka, dan dapat melintasi Sirat dengan selamat, serta aman dari azab. Dan Allah akan mengangkat untuknya dalam setiap sehari semalamnya, derajat empat puluh orang yang mati syahid, apabila selama haidnya ia tetap mengingat Allah Taala”.

.....

207dur. Perempuan yang salehah

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dari sahabat Abdurrahman bin Auf ra. katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan yang salehah itu lebih baik daripada seribu orang laki-laki yang tidak saleh. Dan perempuan mana saja yang melayani suaminya selama tujuh hari, maka akan ditutuplah terhadapnya tujuh pintu neraka dan dibukakan untuknya delapan pintu surga, yang dapat dimasukinya dari pintunya yang mana saja yang dia kehendaki tanpa hisab”.

206dur. terlalu terburuburu, hai orang yang salat.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Diriwayatkan dari Fudail bin Ubaidah, katanya : “Seorang laki-laki masuk (ke dalam Masjid) lalu melakukan salat. Usai salat ia mengangkat tangannya dan berdoa : “Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku”. Rasulullah saw. menegurnya : “Kau terlalu terburuburu, hai orang yang salat. Apabila engkau telah selesai mengerjakan salat, maka duduklah, kemudian pujilah Allah dengan pujian yang sepantasnya, lalu bacalah salawat atasku, sesudah itu barulah engkau memohon kepada-Nya”.

Kemudian, setelah itu, ada pula seorang laki-laki lain melakukan salat. Usai salat, orang itu duduk dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah dan bersalawat atas Nabi saw. Lantas Nabi saw. berkata kepadanya : “Hai orang yang salat, berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Begitu pula, orang yang mendengar namaku disebut lalu ia memberi salawat kepadaku, Allah akan memperkenankan semua doanya”.

205dur. ditamparnya istrinya itu.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Allah SWT. berfirman :


Artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya (dikala suami tidak hadir), oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS. Annisa : 34).

Diriwayatkan, bahwa Saad bin Arrabi’, salah seorang pemuka Ansar, didurhakai oleh istrinya, Habibah binti Zaid bin Abu Zubair, maka ditamparnya istrinya itu. Lalu istrinya itu pergi ditemani oleh ayahnya menemui Rasulullah saw. kemudian keduanya mengadukan kasus itu kepada Beliau. Rasulullah saw. bersabda : “Suruh dia membalas menamparnya!” Maka turunlah ayat seperti tersebut di atas. Lalu Rasulullah saw. berkata : “Kita menghendaki sesuatu hal, sedang Allah menghendaki hal lain, dan yang dikehendaki Allah itulah yang terbaik”.

Ayat ini turun berkaitan dengan kasus yang terjadi pada Saad bin Arrabi Al Ansan, yang telah menampar istnnya, anak perempuan Muhammad bin Muslimah. Maka, perempuan itu pergi menemui Rasulullah saw. untuk mengadukan hal itu. Lalu Beliau menyuruh membalas (hukum kisas). Maka pada saat itu juga, Jibril as. turun menemui Beliau dengan membawa ayat ini. (Kaum laki-laki adalah pemimpin atas kaum perempuan), maksudnya : mereka berkuasa atas urusan-urusan perempuan dan pendidikan mereka. (Abul Laits).