Sunday, May 31, 2026

233dur. lentera-lentera Mesjid

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Begitu juga diceritakan tentang Samnun Almajnun, bahwa dia dahulu terkenal dengan kecintaannya kepada Tuhannya. Orang-orang menamakannya Samnun si orang gila, sedangkan orang-orang khawas menamakannya Samnun si pencinta, dan dia sendiri menamakan dirinya Samnun si pendusta. Pada suatu hari, dia naik ke atas mimbar untuk memberikan nasehat kepada orang banyak, namun orang-orang tidak mau memperhatikan omongannya, maka ditinggalkannya orang-orang itu lalu dia berpaling kepada lentera-lentera Mesjid, seraya berkata : “Dengarlah olehmu hai lentera-lentera, Suatu berita aneh dari lisan Samnun…

Tiba-tiba orang banyak melihat lentera-lentera itu bergoyang-goyang dan terpecahbelah, lalu berguguran, saking kuatnya pengaruh perkataan Samnun. (Demikian disebutkan di dalam kitab Zubdatul Wa’izhin).

Alhasil, bahwa ketaatan kepada Allah Taala dan kepada Rasul-Nya itu adalah sarana untuk dapat berteman dengan para nabi, para wali dan orang-orang saleh.

.........

232dur. Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Dzunnun Al Mishri, dia berkata : “Saya pernah melihat seorang laki-laki sedang duduk bersila di angkasa sambil mengucapkan lafaz Jalalah (Allah…..Allah), maka Saya bertanya kepadanya : “Siapakah Anda?”. Orang itu menjawab : “Saya salah seorang hamba Allah”.

Saya bertanya pula : “Dengan amalan apakah Anda sampai meraih kemuliaan ini?”.

Dia menjawab : “Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia, maka Allah Taala menempatkan saya di angkasa”.

.......

231dur. cinta Allah bukan cinta anak

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dikisahkan, bahwa di akhir hayatnya, Samnun mengawini seorang perempuan, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak perempuan untuknya. Ketika sang anak berusia tiga tahun, Samnun merasakan kecintaan yang sangat pada anaknya itu. Kemudian dia bermimpi seolah-olah kiamat telah bangkit, dan panji-panji para nabi dan wali telah dikibarkan, dan di belakang mereka ada sebuah bendera yang tinggi, yang cahayanya telah menutupi cakrawala. Samnun menanyakan tentang bendera itu, lantas dijawab malaikat : “Itu adalah bendera orang-orang yang mencintai Allah dengan tulus”. Samnun melihat dirinya tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka. Namun malaikat datang lalu mengeluarkannya dari tengah-tengah mereka. Samnun memprotes : “Saya mencintai Allah Taala, dan ini adalah bendera orang-orang yang mencintai-Nya, kenapa engkau keluarkan saya?”

Malaikat itu menjawab : “Ya, memang engkau termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala. Namun, kecintaan kepada anakmu itu telah menguasai hatimu, maka kami hapus namamu dari golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala”.

Mendengar jawaban malaikat itu, Samnun menangis sambil mengiba-iba di dalam tidurnya seraya berkata : “Ilahi, seandainya anak itu menjadi penghalang bagiku terhadapMu, maka singkirkanlah dia dariku sehingga aku dapat mendekat kepada-Mu dengan kelembutan dan kemurahan-Mu”.

Kemudian dia mendengar suara teriakan yang mengatakan : “Wah, celaka!”. Maka Samnun pun terjaga, lalu dia bertanya : “Teriakan apakah ini?”.

Orang-orang menjawab : “Anak Anda terjatuh dari loteng sampai mati!”.

Samnun berucap : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan penghalang dariku”. (Misykatul Anwar).

.........

230dur. lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dan dari Hasan Albashri ra., katanya : “Pada suatu hari, saya melihat Bahran Al Ajami membongkar kuburan dan mengambil kepala-kepala orang yang mati, lalu ditusukkan tongkatnya ke dalam lubang telinga orang yang mati itu. Maka jika tongkatnya itu menembus lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya, kepala itu dilemparkannya. Dan jika tongkatnya tidak dapat menembus lobang telinga itu sama sekali, maka kepala itu dilemparkannya juga dan jika tongkatnya itu mengenai tempat otak, maka kepala itu diciuminya dan ditanamkannya kembali. Maka saya bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab : “Kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dari satu telinga ke telinga lain itu ialah kepala orang yang mendengar nasehat dan perkataan yang benar, namun semuanya itu masuk dari satu telinga lalu keluar dari telinga yang lain, tanpa menetap di otaknya dan tidak diambil olehnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan padanya. Adapun kepala yang tidak bisa ditembus sama sekali oleh tongkat itu ialah kepala orang yang tidak mendengar nasehat dan perkataan yang benar karena kesibukannya dengan keinginan-keinginan nafsu dan syahwatnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan sama sekali padanya. Dan kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dan mengenai tempat otaknya itu ialah kepala orang yang mendengarkan nasehat dan perkataan yang benar lalu diambil dan perkataan yang benar lalu diambil dan disimpannya di otaknya. Kepala seperti itulah yang diterima di sisi Allah, karenanya saya menciuminya dan menguburkannya kembali”. (Hayatul Qulub).

........

229dur. Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Aisyah ra. dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda yang artinya : “Apabila Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga, Dia mengutus kepada mereka malaikat yang membawakan hadiah dan pakaian dari surga. Ketika mereka akan masuk, malaikat tadi berkata kepada mereka : “berhenti, saya membawa hadiah dari Tuhan semesta alam”.

Orang-orang mukmin itu bertanya : “Apakah hadiah itu?” Malaikat menjawab : “Hadiah itu adalah sepuluh buah cincin, yang pada cincin pertama tertulis : “Salam sejahtera atasmu, berbahagialah kamu, maka masuklah ke dalam surga buat selama-lamanya. Pada cincin kedua tertulis : “Masuklah kedalam surga dengan perasaan sejahtera dan aman”. Pada cincin ketiga tertulis : “Aku hilangkan dari kamu kesusahan-kesusahan dan kesedihan-kesedihan”. Pada cincin keempat tertulis : “Kami kenakan padamu pakaianpakaian”. Pada cincin kelima tertulis : “Dan Kami jodohkan mereka dengan bidadari-bidadari”. Pada cincin keenam tertulis : “Sesungguhnya Aku memberi ganjaran atas mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka dahulu. Sesungguhnya mereka itulah orangorang yang beruntung”. Pada cincin ketujuh tertulis : “Kamu semua menjadi muda kembali dan tidak akan mengalami ketuaan lagi buat selama-lamanya”. Pada cincin kedelapan tertulis : “Kamu semua menjadi aman dan tidak akan merasa takut lagi buat selamalamanya”. Pada cincin kesembilan tertulis : “Teman-teman kamu ialah para nabi, siddigin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh”. Pada cincin kesepuluh tertulis : “Kamu semua berada dalam lingkungan Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Memiliki Arsy yang mulia lagi agung”.

Maka masuklah mereka kedalam surga seraya berkata : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan kesusahan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Berterima kasih”. (Safinatul Abrar).

.........

228dur. dalam sedekah itu ada lima perkara

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya di dalam sedekah itu ada lima perkara : Pertama, sedekah itu menambah harta mereka. Kedua, obat bagi segala penyakit. Ketiga, Allah Taala menghilangkan bencana dari mereka. Keempat, mereka melewati Shirat (titian di atas neraka menuju surga) bagaikan kilat yang menyambar. Kelima, mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab”

Sungguh benarlah apa yang disabdakan Rasulullah itu.

........


227dur. tamu orang majusi

13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

 Kisah yang menarik ini disebutkan di dalam kitab Az Zubdah, maka hendaklah Anda membenarkan dan berpedoman kepadanya.

Konon diceritakan pula, bahwa seorang Majusi datang menemui Nabi Ibrahim as. minta diterima sebagai tamu. Nabi Ibrahim as. Menjawab : “Aku tidak akan menerimamu sebagai tamu sampai engkau keluar dari agamamu, meninggalkan agama Majusi”. Lalu orang itu pun berlalu.

Kemudian Allah Taala mewahyukan kepada Beliau : “Hai Ibrahim, engkau tidak mau menerimanya sebagai tamu hingga dia keluar dari agamanya. Apa yang merugikanmu, seandainya engkau menerimanya sebagai tamu malam ini, padahal Kami telah memberinya makan dan minum selama tujuh puluh tahun sedang dia kafir kepada Kami”.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim as. mencari orang Majusi itu sampai ketemu, lalu diajaknya ke rumahnya. Majusi itu menjadi heran lalu berkata : “Alangkah anehnya perbuatan Anda ini. Kemarin Anda mengusirku, dan hari ini mengajakku bertamu?”.

Nabi Ibrahim as. memberitahukan kepada si Majusi itu bahwa, Allah Taala telah mewahyukan kepadaku mengenai dirimu begini dan begini. Maka berkatalah Majusi itu : “Benarkah Tuhan segala tuhan memperlakukan aku seperti ini, padahal aku kafir terhadapNya?. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah, dan bahwa engkau adalah utusan Allah”.

Demikianlah diceritakan di dalam sebuah kitab nasihat, dan disebutkan juga oleh Syaikh Sa’id di dalam kitab Al Bustan.

........

226dur. Sahabat nabi musa di surga.

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diceritakan bahwa, Nabi Musa as. pernah memohon kepada Allah Taala : “Ilahi, perJihatkanlah kepadaku sahabatku di dalam surga”.

Maka Allah Taala berfirman : “Pergilah ke negeri anu, ke pasar anu, Di sana ada seorang tukang jagal yang wajahnya begini. Dialah yang akan menjadi sahabatmu di dalam surga kelak”.

Maka pergilah Nabi Musa as ke warung itu. Beliau berdiri di sana sampai menjelang terbenamnya matahari.

Kemudian tukang jagal itu mengambil sepotong daging, lalu diletakkannya di dalam sebuah keranjang. Ketika ia hendak pulang, Nabi Musa berkata kepadanya : “Sudikah Anda menerima saya sebagai tamu?.

“Ya,”. Jawabnya.

Maka pergilah Musa as. bersama tukang jagai itu hingga tiba di rumahnya, dan mereka pun lalu masuk ke dalamnya.

Kemudian tukang jagal itu mengambil daging yang dibawanya tadi dan dimasaknya menjadi kuah gulai yang enak. Setelah itu, dia keluarkan sebuah keranjang yang di dalamnya terdapat seorang perempuan tua yang sudah sangat lemah, seolah-olah anak burung merpati. Lalu lelaki itu mengeluarkan perempuan tua tersebut dari dalam keranjang tadi, kemudian ia mengambil sendok lalu mulai menyuapi perempuan tua itu dengan makanan sampai kenyang. Dan dicucinya pakaian perempuan tua itu lalu dikeringkannya, setelah itu dikenakannya kembali padanya. Setelah itu, diletakkannya kembali perempuan tua itu kedalam keranjang. Perempuan tua itu menggerak-gerakkan bibirnya. Kata Nabi Musa as. : “Sungguh aku lihat kedua bibirnya mengucapkan : “Ya Allah, jadikanlah puteraku sahabat Musa di dalam surga”.

Kemudian laki-laki itu mengambil kembali perempuan tua itu, lalu disandarkannya pada sebuah tiang. Maka Nabi Musa as. bertanya : “Apakah yang Anda lakukan?”.

Orang itu menjawab : “Ini adalah ibu saya. Dia sudah terlalu renta sehingga tidak mampu lagi duduk”.

Nabi Musa as. berkata : “Berita gembira untukmu, Akulah Musa, dan Anda adalah sahabatku di dalam surga kelak”.

Semoga Allah Taala memudahkannya dengan berkat kemuliaan nama-nama-Nya yang indah, dan dengan berkat kemuliaan manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling utama.

.....

225dur. Anak muda dan nabi sulaiman

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diriwayatkan, bahwa Nabi Sulaiman as. pernah melakukan perjalanan di antara langit dan bumi hingga sampailah Beliau di sebuah lautan yang dalam. Beliau melihat di laut itu ada ombak yang hebat. Lalu Beliau memerintahkan kepada angin supaya tenang, maka angin pun menjadi tenang. Kemudian Beliau menyuruh seorang jin ifrit supaya menyelam ke dalam laut itu. Maka jin ifrit itu pun menyelam ke dalam laut. Ketika ia sampai ke dasar laut, tampak olehnya sebuah kubah yang terbuat dari mutiara putih yang tidak berlubang. Kemudian benda itu dikeluarkannya dan diletakkannya di hadapan Nabi Sulaiman as. Melihat benda itu, Beliau merasa heran dan kagum, lalu Beliau berdoa kepa: da Allah, sehingga terbukalah pintu kubah itu. Ternyata di dalamnya ada seorang anak muda yang sedang bersujud. Maka Nabi Sulaiman as. bertanya kepadanya : “Wahai anak muda, siapakah engkau, apakah engkau dari golongan malaikat, atau jin, atau manusia?”.

Anak muda itu menjawab : “Saya adalah manusia”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula : “Dengan sebab apakah engkau berhasil mencapai kemuliaan seperti ini?”.

Anak muda itu menjawab : “Dengan sebab berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ketika dahulu, ibu saya telah tua renta, saya menggendongnya di atas punggungku. Dan beliau selalu berdoa untukku : “Ya Allah, anugerahilah dia rasa puas, dan jadikanlah tempatnya sesudah wafatku, di suatu tempat, bukan di bumi dan bukan pula di langit”. Setelah ibuku meninggal dunia, saya pergi berkeliling di suatu pantai, lalu saya lihat di situ ada sebuah kubah dari mutiara putih. Kemudian saya mendekatinya, sekonyong-konyong kubah itu terbuka untukku, maka saya pun masuk ke dalamnya. Lantas, dengan seizin Allah Taala, kubah itu menutup kembali. Sejak itu, saya tidak tahu, apakah saya berada di angkasa atau pun di bumi. Namun, dalam kubah itu, Allah telah menyediakan rezeki untukku”.

Nabi Sulaiman as. bertanya : “Bagaimana Allah memberi rezeki di dalamnya ?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila saya merasa lapar, maka Allah menciptakan sebuah pohon yang berbuah lebat. Dari buah itulah, Allah memberi rezeki kepadaku. Dan apabila saya merasa haus, maka dari kubah itu keluar mata air yang warnanya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu, serta lebih sejuk daripada es”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula: “Bagaimana engkau mengetahui perbedaan malam dan siang di dalamnya?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila masuk waktu Subuh, maka menjadi putihlah warna kubah itu, sehingga saya tahu bahwa hari telah siang. Dan apabila matahari terbenam, kubah itu menjadi gelap, sehingga saya pun tahu bahwa malam telah tiba”.

Kemudian Nabi Sulaiman as. berdoa kepada Allah Taala, maka tertangkuplah kembali kubah itu, sedang anak muda itu berada di dalamnya seperti semula. (Majma’ul Lathaif).

.......


224dur. tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Nabi saw. Beliau bersabda : “Jibril as. memberitahukan kepadaku, katanya : “Apabila seorang tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim, maka masuk pula bersamanya seribu berkah dan seribu rahmat, dan Allah mengampuni dosa-dosa penghuni rumah itu, sekalipun dosa-dosa mereka lebih banyak daripada buih di laut dan daun-daun di pepohonan. Dan Allah memberinya pahala seribu orang yang mati syahid, dan mencatatkan untuknya dari setiap suapan yang dimakan oleh tamu itu, pahala haji yang mabrur dan umrah yang makbul, serta membangunkan untuknya sebuah kota di dalam surga. Barangsiapa memuliakan seorang tamu, maka seolah-olah dia memuliakan tujuh puluh nabi. (Kanzul Akhbar).

.......

223dur. meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Alfaqih Abul Laits, ia berkata : “Pernah ditanyakan orang mengenai kedua orangtua, apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya, apakah si anak masih dapat membuatnya rida setelah wafat keduanya itu?.

Jawab : “Bisa, dengan tiga syarat : (1) hendaklah si anak menjadi orang yang saleh. (2) hendaklah si anak menjalin kembali hubungan dengan kerabat dan teman-teman kedua orang tuanya. (3) hendaklah si anak memohonkan ampun, mendoakan dan bersedekah untuk keduanya”. (Tanbihul Ghafilin)

........

219dur. Laknat Allah atasmu

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dari sahabat Abubakar ra., dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

Artinya : “Perempuan mana saja yang berkata kepada suaminya : “Laknat Allah atasmu!”. Sedang dia zalim, maka dia dilaknat oleh Allah dari atas tujuh petala langit, dan juga oleh seluruh makhluk ciptaan Allah Taala, selain dari dua golongan, yaitu manusia dan jin”.

222dur. condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan sabda Nabi saw. :

Artinya : “Barangsiapa mempunyai dua istri lalu dia lebih condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain: (dalam riwayat lain), dan dia tidak berlaku adil di antara keduanya, maka kelak pada hari kiamat, dia akan datang, sedang salah satu dari rusuknya miring”.


Demikianlah disebutkan di dalam kitab Mursyidul Mutaahhiliin.

221dur. Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri, lalu dia tidak berlaku adil dj antara keduanya dalam masalah belanja, dan tidak menyamakan di antara keduanya dalam masalah tidur, makan dan minum, maka dia terlepas dariku dan aku pun terlepas darinya, serta dia tidak akan memperoleh bagian dari syafaatku, kecuali jika dia bertobat”.

220dur. MERAIH RIDA ALLAH MELALUI RIDA PASANGAN

 


12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan diriwayatkan dari sahabat Salman Alfarisi, dia berkata : “Suatu hari Fatimah ra. menemui Rasulullah saw. Ketika telah berhadapan dengan Beliau, Fatimah tampak sedih sehingga kedua matanya berlinangan air mata dan rona wajahnya menjadi berubah. Menyaksikan hal itu, Rasulullah lalu bertanya : “Kenapa engkau, hai anakku?”.

Fatimah menjawab : “Ya Rasulullah, tadi malam, saya dan Ali bergurau. Dari pembiCaraan kami itu timbul kemarahan Ali, gara-gara satu perkataan yang keluar dari mulut saya. Ketika saya menyadari bahwa Ali benar-benar marah, maka saya pun menyesal dan sedih. Lalu saya berkata kepadanya : “Wahai kekasihku, maafkanlah saya!”. Kemudian saya berputar-putar mengelilinginya sampai tujuh puluh dua kali, sehingga dia memaafkan saya dan tertawa di hadapan saya dengan suka cita. Sementara saya, masih tetap merasa takut kepada Tuhanku”.

Maka berkatalah Nabi saw. kepada puterinya itu : “Wahai anakku, demi Allah Yang telah mengutus aku dengan sebenarnya sebagai seorang nabi, bahwa seandainya engkau meninggal dunia sebelum engkau dapat menyukakan hati Ali, maka aku tidak akan menyalati jenazahmu”. Kemudian Beliau melanjutkan : “Wahai anakku, tahukah engkau bahwa keridaan suami adalah keridaan Allah, dan kemurkaan suami adalah kemurkaan Allah. Hai anakku, perempuan mana saja yang melakukan ibadat seperti ibadatnya Maryam binti Imran, namun tidak diridai oleh suaminya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya. Hai anakku, sebaik-baik amal kaum perempuan itu adalah patuh kepada suaminya. Dan sesudah itu, tidak ada suatu pekerjaan bagi perempuan yang lebih utama daripada menenun. Wahai anakku, duduk sesaat pada waktu menenun adalah lebih baik bagi kaum perempuan daripada beribadat satu tahun. Dan dicatatkan untuk mereka dari setiap jenis kain yang mereka tenun itu, pahala orang yang mati syahid. Wahai anakku, sesungguhnya apabila seorang perempuan menenun sampai bisa memberi pakaian kepada suami dan anak-anaknya, maka ia pasti mendapat surga. Dan Allah akan memberinya dari tiap-tiap orang yang memakai kainnya, sebuah kota di dalam surga”.

......

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS


MERAIH RIDA ALLAH MELALUI RIDA 


Menyucikan Jiwa dari Kesombongan, Ego, dan Kemarahan dalam Rumah Tangga


Muqaddimah


Rumah tangga bukan sekadar tempat berkumpulnya dua insan, tetapi merupakan madrasah penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs). Di dalamnya Allah menguji kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, kemampuan memaafkan, dan pengendalian hawa nafsu.


Kisah Sayyidah Fatimah az-Zahra ra. yang meminta maaf kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. setelah terjadi perselisihan, memberikan pelajaran yang sangat mendalam tentang adab, kerendahan hati, dan perjuangan melawan ego demi menjaga keridaan Allah Ta'ala.


---


I. MAKNA DAN TAFSIR ISI REDAKSI


Secara ruhani, inti kisah ini bukanlah tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan tentang kemenangan jiwa atas hawa nafsu.


Fatimah ra., meskipun merupakan wanita paling mulia di kalangan umat ini, tidak membiarkan dirinya dikuasai gengsi atau kesombongan. Ketika mengetahui suaminya marah, beliau segera berusaha memperbaiki keadaan.


Dalam perspektif tasawuf:


- Fatimah mengalahkan nafsu ammarah.

- Fatimah memelihara cinta karena Allah.

- Fatimah mendahulukan perdamaian daripada kemenangan pribadi.

- Fatimah memilih kerendahan hati daripada pembelaan ego.


Adapun sabda Nabi ﷺ mengenai keridaan suami menunjukkan pentingnya menjaga hak-hak pasangan dalam rumah tangga.


Makna terdalamnya adalah:


"Barangsiapa mampu menjaga hubungan dengan makhluk karena Allah, maka ia sedang menjaga hubungannya dengan Allah."


---


II. HUKUM (AHKAM)


Para ulama menjelaskan:


1. Wajib bagi suami dan istri menjaga hak pasangannya.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya."

(HR. Tirmidzi)


2. Haram menzalimi pasangan.


Baik dengan ucapan, sikap, maupun pengabaian hak-haknya.


3. Dianjurkan segera meminta maaf ketika berbuat salah.


Menunda permintaan maaf sering memperbesar permusuhan.


4. Wajib taat kepada Allah terlebih dahulu.


Ketaatan kepada suami tidak berlaku dalam perkara maksiat.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah."

(HR. Ahmad)


---


III. HIKMAH DAN PELAJARAN (IBRAH)


1. Kerendahan hati lebih mulia daripada mempertahankan gengsi.


Banyak rumah tangga hancur bukan karena masalah besar, tetapi karena tidak ada yang mau meminta maaf.


2. Cinta membutuhkan pengorbanan.


Kasih sayang tidak tumbuh dari ego, tetapi dari pengorbanan.


3. Kemarahan harus segera dipadamkan.


Menyimpan kemarahan akan menjadi pintu masuk setan.


4. Ridanya pasangan adalah jalan menuju ketenangan rumah tangga.


5. Perempuan salehah adalah penyejuk hati keluarga.


---


IV. DALIL AL-QUR'AN, HADIS, DAN HADIS QUDSI


Al-Qur'an


Allah Ta'ala berfirman:


"Dan bergaullah dengan mereka secara patut."

(QS. An-Nisa: 19)


Allah berfirman:


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup agar kamu memperoleh ketenangan padanya."

(QS. Ar-Rum: 21)


Allah berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah."

(QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis


"Perempuan yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, maka ia masuk surga."

(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Bukhari)


Menjaga keharmonisan keluarga termasuk bagian dari amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah.


---


V. ANALISIS DAN ARGUMENTASI TASAWUF


Menurut para ulama tasawuf, musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, tetapi nafsunya sendiri.


Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa:


- Marah yang tidak terkendali berasal dari nafsu.

- Gengsi berasal dari kesombongan.

- Sulit meminta maaf berasal dari ujub dan takabur.


Fatimah ra. memberikan teladan tentang kemenangan atas ketiga penyakit hati tersebut.


Dalam tasawuf, seseorang dianggap kuat bukan ketika menang dalam perdebatan, tetapi ketika mampu mengalahkan egonya.


---


VI. AMALAN DAN IMPLEMENTASI


Setiap Hari


1. Memulai hari dengan niat beribadah dalam keluarga.

2. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.

3. Menghindari kata-kata kasar.

4. Membiasakan meminta maaf.

5. Mendoakan pasangan setelah shalat.


Setiap Pekan


- Melakukan evaluasi rumah tangga.

- Saling mengingatkan dengan lembut.

- Memperbanyak sedekah atas nama keluarga.


Ketika Terjadi Konflik


- Diam sejenak.

- Berwudhu.

- Shalat dua rakaat.

- Berdialog dengan tenang.


---


VII. RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG


 era:


- Artificial Intelligence (AI)

- Media sosial

- Smartphone

- Komunikasi instan

- Transportasi cepat

- Kedokteran modern


Manusia semakin mudah berhubungan tetapi semakin sulit memahami.


Banyak pasangan:


- Lebih sering melihat layar daripada wajah pasangan.

- Lebih cepat membalas pesan orang lain daripada pasangan.

- Lebih mudah marah melalui chat daripada berbicara langsung.


Akibatnya:


- Meningkatnya perceraian.

- Konflik rumah tangga.

- Perselingkuhan digital.

- Kecanduan media sosial.


Karena itu, akhlak Fatimah ra. semakin relevan hari ini.


Teknologi yang canggih tidak akan mampu menggantikan:


- kelembutan hati,

- kesabaran,

- keikhlasan,

- dan kemampuan meminta maaf.


---


VIII. MOTIVASI


Jangan takut meminta maaf.


Meminta maaf tidak membuat seseorang hina.


Justru Allah meninggikan derajat orang yang merendahkan dirinya demi kebenaran.


Orang yang mampu mengalahkan ego sesaat akan memperoleh ketenangan bertahun-tahun.


Sedangkan orang yang mempertahankan ego sesaat bisa kehilangan kebahagiaan seumur hidup.


---


IX. MUHASABAH DAN CARANYA


Tanyakan kepada diri sendiri:


- Apakah saya mudah marah?

- Apakah saya mudah meminta maaf?

- Apakah pasangan saya merasa dihargai?

- Apakah saya lebih sering menyakiti atau membahagiakan?

- Apakah rumah saya menjadi jalan menuju surga?


Cara Muhasabah


1. Luangkan waktu 10 menit sebelum tidur.

2. Ingat kembali ucapan sepanjang hari.

3. Catat kesalahan kepada pasangan.

4. Segera minta maaf jika berbuat salah.

5. Beristighfar minimal 100 kali.


---


X. KEMULIAAN DAN KEHINAAN


Kemuliaan di Dunia


- Rumah tangga tenteram.

- Rezeki lebih berkah.

- Anak-anak tumbuh dengan kasih sayang.

- Dihormati masyarakat.


Kemuliaan di Alam Kubur


- Mendapat rahmat Allah.

- Kubur menjadi taman surga.


Kemuliaan di Hari Kiamat


- Mendapat hisab yang ringan.

- Mendapat naungan rahmat Allah.


Kemuliaan di Akhirat


- Masuk surga bersama keluarga yang saleh.

- Mendapat keridaan Allah Ta'ala.


Kehinaan bagi yang Memelihara Kesombongan


Di dunia:


- Hidup penuh pertengkaran.


Di alam kubur:


- Penyesalan yang panjang.


Di hari kiamat:


- Hisab yang berat.


Di akhirat:


- Terancam kehilangan berbagai kenikmatan dan pahala akibat kezaliman kepada sesama.


---


XI. DOA


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مُطْمَئِنَّةً مَبْنِيَّةً عَلَى التَّقْوَى وَالْمَحَبَّةِ وَالرَّحْمَةِ


Ya Allah, perbaikilah pasangan-pasangan kami, anak-anak kami, jadikan rumah-rumah kami rumah yang penuh ketenangan, dibangun di atas takwa, cinta, dan kasih sayang.


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ


Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, dendam, dan iri hati, serta jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.


آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


---


PENUTUP


Perlu dicatat bahwa sebagian riwayat panjang yang dinisbatkan kepada Sayyidah Fatimah ra. dan Sayyidina Ali ra. seperti kisah di atas banyak diperselisihkan para ulama mengenai kekuatan sanadnya. Karena itu, hendaknya tidak dijadikan landasan hukum secara mandiri. Namun, nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya—seperti kerendahan hati, saling memaafkan, menjaga keharmonisan keluarga, dan menundukkan ego—selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih.


Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, menjaga keluarga, dan meraih keridaan-Nya.


Terima kasih atas kesediaan membaca dan mengamalkan nasihat ini.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.......

Baik, berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai, sopan, dan tetap mempertahankan arti ayat serta hadis dalam bahasa aslinya (tidak diganti). Kata "gue" sudah diganti "aku", dan "lo" diganti "njenengan". Gaya penulisan dibuat cair, ringan, seperti obrolan anak muda masa kini yang tetap hormat.


---


12. KEBAHAGIAAN COWOK LEBIH DARI CEWEK? (Versi Santuy)


Kisah dari Sahabat Salman Alfarisi, beliau cerita:


Suatu hari, Fatimah ra. nemuin Rasulullah saw. Pas lagi ketemu, muka Fatimah kelihatan sedih, matanya berkaca-kaca, mukanya pucat. Lihat gitu, Rasulullah langsung nanya: "Kenapa kamu, anakku?"


Fatimah jawab: "Ya Rasulullah, tadi malem aku sama Ali lagi bercanda. Dari obrolan kita, tiba-tiba Ali marah gara-gara satu kata yang keceplosan dari mulut aku. Pas aku sadar Ali serius marah, aku langsung nyesel dan sedih. Aku bilang ke dia: 'Sayang, maafin aku ya.' Terus aku muter-muter ngelilingin dia sampai tujuh puluh dua kali, sampe akhirnya dia memaafkan aku dan ketawa seneng di depanku. Tapi aku masih tetep takut sama Allah."

Nabi saw. langsung bilang ke putrinya:

"Wahai anakku, demi Allah yang ngutus aku dengan benar sebagai nabi, kalau sampe njenengan mati sebelum bikin hati Ali seneng, aku nggak bakal ngerjain salat jenazahmu."

Terus Nabi saw. lanjut:

"Wahai anakku, tahu nggak sih, bahwa rida suami itu rida Allah, dan marahnya suami itu marah Allah. Hai anakku, cewek mana pun yang ibadahnya kayak ibadahnya Maryam binti Imran, tapi suaminya nggak rida, maka Allah nggak bakal nerima amalnya. Hai anakku, sebaik-baik amal cewek itu adalah nurut sama suami. Dan setelah itu, nggak ada kerjaan cewek yang lebih utama daripada nenun. Wahai anakku, duduk sebentar pas nenun itu lebih baik buat cewek daripada ibadah setahun. Dan dicatat buat mereka dari setiap kain yang mereka tenun, pahala orang yang mati syahid. Wahai anakku, sesungguhnya kalau seorang cewek nenun sampe bisa ngasih baju ke suami dan anak-anaknya, maka dia pasti dapet surga. Dan Allah bakal ngasih dia dari setiap orang yang pake kainnya, sebuah kota di dalam surga."

---

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS (Edisi Santuy)


DAPET RIDA ALLAH LEWAT RIDA SUAMI


Bersihin Jiwa dari Sombong, Ego, dan Emosi di Rumah Tangga


---


Pembuka (Muqaddimah) ala Anak Kekinian


Rumah tang tuh bukan cuma tempat numpang tidur bareng, tapi kayak sekolah jiwa (Tazkiyatun Nufūs). Di situ Allah uji kesabaran, rendah hati, sayang-menyayangi, mau maafin, dan bisa ngontrol hawa nafsu.


Cerita Siti Fatimah az-Zahra ra. yang minta maaf sama Ali bin Abi Thalib ra. habis beda pendapat, itu pelajaran banget soal adab, rendah hati, dan lawan ego demi dapet rida Allah.


---


I. MAKNA KISAH (Versi Kekinian)


Secara batin, inti cerita ini bukan siapa yang bener atau salah, tapi siapa yang bisa ngalahin ego.


Fatimah ra., meskipun dia cewek paling mulia se-umat, nggak mau dikuasai gengsi atau sombong. Pas tahu suaminya marah, dia langsung bergerak cepet buat baikin keadaan.


Dalam pandangan tasawuf ala gaul:


· Fatimah berhasil ngalahin nafsu ambek-ambekan.

· Fatimah jaga cinta karena Allah.

· Fatimah milih damai daripada menang sendiri.

· Fatimah milih rendah hati daripada bela ego.


Nah, soal sabda Nabi ﷺ tentang rida suami, itu nunjukkin betapa pentingnya jaga hak pasangan dalam rumah tangga.


Maksud dalemnya:

"Siapa yang bisa jaga hubungan sama makhluk karena Allah, berarti dia lagi jaga hubungan sama Allah."


---


II. HUKUM SINGKAT (Ahkam) – Biar Nggak Salah Paham


Para ulama jelasin gini:


1. Wajib buat suami istri jaga hak masing-masing.

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." (HR. Tirmidzi)

2. Haram zalimin pasangan, baik lewat omongan, sikap, atau nggak ngasih haknya.

3. Sunnah banget cepet-cepet minta maaf kalau salah. Nunda minta maaf bisa bikin musuhan makin besar.

4. Wajib taat ke Allah dulu. Ketaatan ke suami nggak berlaku kalau disuruh maksiat.

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah." (HR. Ahmad)


---


III. PELAJARAN HIDUP (Ibrah) – Biar Rumah Tangga Anti Ribut


1. Rendah hati > gengsi. Banyak rumah tangga hancur bukan karena masalah gede, tapi karena nggak ada yang mau minta maaf duluan.

2. Cinta butuh pengorbanan. Sayang nggak tumbuh dari ego, tapi dari rela berkorban.

3. Marah harus cepet dipadamkan. Nyimpen marah cuma bakal jadi pintu masuk setan.

4. Ridanya pasangan = kunci rumah tangga adem.

5. Perempuan sholehah tuh penyejuk hati keluarga.


---


IV. DALIL AL-QUR'AN & HADIS (Teks Asli, Nggak Diganti)


Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:


"Dan bergaullah dengan mereka secara patut." (QS. An-Nisa: 19)


Allah berfirman:


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup agar kamu memperoleh ketenangan padanya." (QS. Ar-Rum: 21)


Allah berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah." (QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis:


"Perempuan yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, maka ia masuk surga." (HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi:


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)


Jadi, jaga keharmonisan keluarga itu termasuk amal saleh yang deketin diri ke Allah.


---


V. ANALISIS TASAWUF – GAK PAKAI RUMIT


Menurut para sufi, musuh terbesar manusia bukan orang lain, tapi nafsu sendiri.


Imam Al-Ghazali jelasin:


· Marah yang nggak terkendali berasal dari nafsu.

· Gengsi berasal dari sombong.

· Susah minta maaf berasal dari ujub dan takabur.


Fatimah ra. kasih teladan kalo dia bisa ngalahin tiga penyakit hati itu.


Dalam tasawuf, seseorang dianggap kuat bukan karena menang debat, tapi karena mampu ngalahin egonya sendiri.


---


VI. AMALAN & CARA TERAPINYA (Biar Keren)


Setiap Hari:


· Pagi-pagi niatin beribadah di keluarga.

· Ucapin "Assalamu'alaikum" pas masuk rumah.

· Hindari kata-kata kasar.

· Biasain minta maaf kalau salah.

· Doain pasangan habis shalat.


Setiap Minggu:


· Evaluasi rumah tangga (introspeksi bareng).

· Saling ngingetin dengan lembut.

· Perbanyak sedekah atas nama keluarga.


Pas Lagi Konflik:


· Diem dulu, ambil napas.

· Ambil wudhu.

· Shalat dua rakaat.

· Ngobrol pelan-pelan, jangan teriak-teriak.


---


VII. RELEVAN DI ZAMAN NOW (Era AI, Medsos, Dll)


Zaman sekarang:


· AI makin canggih

· Medsos makin ngebut

· Smartphone lengket di tangan

· Chatting instan

· Transportasi cepet

· Dokter makin hebat


Tapi manusia semakin gampang berhubungan, makin susah paham.


Banyak pasangan:


· Lebih sering lihat layar HP daripada wajah pasangan.

· Lebih cepet balas chat orang lain daripada balas pasangan.

· Lebih gampang marah lewat chat daripada ngomong langsung.


Akibatnya:


· Cerai makin banyak.

· Konflik rumah tangga.

· Selingkuh digital.

· Kecanduan medsos.


Maka, akhlak Fatimah ra. makin relevan hari ini. Teknologi secanggih apa pun nggak bisa ganti kelembutan hati, sabar, ikhlas, dan berani minta maaf.


---


VIII. MOTIVASI – JANGAN TAKUT MINTA MAAF


Minta maaf itu nggak bikin hina. Justru Allah ninggiin derajat orang yang rela merendah demi kebenaran.


Orang yang bisa ngalahin ego sesaat, bakal dapet ketenangan bertahun-tahun. Sebaliknya, orang yang mempertahankan ego sesaat bisa kehilangan kebahagiaan seumur hidup.


---


IX. MUHASABAH (Evaluasi Diri) – Caranya Gampang


Coba tanya ke diri sendiri:


· Apakah aku gampang marah?

· Apakah aku gampang minta maaf?

· Apakah pasangan aku merasa dihargai?

· Apakah aku lebih sering nyakitin atau ngebahagiain?

· Apakah rumahku jadi jalan menuju surga?


Cara muhasabah:


1. Luangin waktu 10 menit sebelum tidur.

2. Ingat-ingat omongan seharian.

3. Catat kesalahan ke pasangan.

4. Langsung minta maaf kalau salah.

5. Istighfar minimal 100 kali.


---


X. MULIA VS HINA (Singkat Jelas)


Mulia di dunia: Rumah tangga adem, rezeki berkah, anak tumbuh penuh kasih, dihormati orang.


Mulia di kubur: Dapet rahmat Allah, kubur jadi taman surga.


Mulia di kiamat: Hisab ringan, dapet naungan rahmat Allah.


Mulia di akhirat: Masuk surga bareng keluarga saleh, dapet rida Allah.


Hina buat yang sombong: Hidup penuh ribut, nyesel di kubur, hisab berat, terancam kehilangan pahala karena zalim ke sesama.


---


XI. DOA (Tetap Khidmat)


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مُطْمَئِنَّةً مَبْنِيَّةً عَلَى التَّقْوَى وَالْمَحَبَّةِ وَالرَّحْمَةِ


"Ya Allah, perbaikilah pasangan-pasangan kami, anak-anak kami, jadikan rumah-rumah kami rumah yang penuh ketenangan, dibangun di atas takwa, cinta, dan kasih sayang."


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ


"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, dendam, dan iri hati, serta jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."


آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


---


PENUTUP (Dengan Catatan Santuy)


Perlu diingat, sebagian riwayat panjang yang dinisbatkan ke Siti Fatimah dan Ali ra. kayak cerita di atas, banyak diperselisihkan ulama soal kekuatan sanadnya. Jadi jangan dijadiin hukum kaku. Tapi nilai akhlak di dalamnya—kayak rendah hati, saling maaf, jaga keharmonisan, dan ngalahin ego—itu selaras dengan Al-Qur'an dan hadis sahih.


Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang bisa bersihin jiwa, perbaiki akhlak, jaga keluarga, dan dapet rida-Nya.


Makasih udah baca sampe habis. Semoga diamalkan, ya!


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---..........

218dur. perempuan dalam rupa anjing

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan saya melihat seorang perempuan dalam rupa anjing, kalajengking-kalajengking dan ular-ular masuk melalui kemaluannya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan para malaikat memukuli kepalanya dengan penggada-penggada dari api”.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

 Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Dan perempuan yang rupanya seperti anjing itu ialah perempuan penggoda yang menjengkelkan suaminya”.

Dan diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf ra., katanya : “Saya mendengar Rasulul. lah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang mendatangkan duka cita kepada suaminya dalam urusan belanja, atau membebani suaminya dengan sesuatu di luar kemampuan. nya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya sedikitpun”. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Seandainya semua yang ada di muka bumi itu adalah emas dan perak, lalu diboyong oleh seorang perempuan ke rumah suaminya. Kemudian suatu hari, dia menyombongkan diri di hadapan suaminya sambil berkata : “Siapa kamu, sesungguhnya harta ini kepunyaanku, sedang kamu tidak berharta”. Maka Allah membatalkan seluruh amalnya, sekalipun banyak”.

.........

217dur. perempuan kepalanya seperti kepala babi

 

12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti badan keledai, dia mendapat satu juta macam azab. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang berkepala seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keledai ialah perempuan yang suka mengadu-domba dan suka berdusta.

........


216dur. perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat seorang perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api ialah perempuan yang dahulunya suka mempertontonkan dirinya kepada orang lain, yakni supaya mereka melihat perhiasannya, dan dia suka tiap-tiap lelaki melihatnya dengan perhiasan seperti itu.

...........


215dur. perempuan yang memakan tubuhnya sendiri,

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN...

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang memakan tubuhnya sendiri, sedangkan di bawahnya dinyalakan api .

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang memakan tubuhnya sendiri jalah perempuan yang dahulunya suka berhias untuk laki-laki lain dan mengumpat orang. 

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Apabila seorang perempuan keluar dari pintu rumahnya dalam keadaan berhias dan memakai minyak wangi, sedang suaminya merelakannya, maka kelak akan dibangunkan untuk suami perempuan itu, dari setiap langkah perempuan itu, sebuah rumah di dalam neraka”.

..........


214dur. perempuan digantung

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN..

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan digantung, sedangkan kedua kaki dan tangannya diikat pada ubun-ubunnya, sementara ia dikerubungi oleh ular-ular dan kaiajeng-king-kalajengking. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang diikat kedua kakinya bersama kedua tangannya pada ubun-ubunnya serta dikerubungi oleh ular-ular dan kalajengking-kalajengking itu ialah perempuan yang dahulunya mampu melaksanakan salat dan puasa, namun dia tidak berwudu, tidak salat dan tidak mandi dari jenabah

...........


213dur. perempuan yang digantung pada buah dadanya

 213dur.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang digantung pada buah dadanya dari belakang punggungnya, sedangkan zaqum (pohon yang berduri) dimasukkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Adapun perempuan yang digantung pada payudaranya, dahulu dia menyusui anak: anak orang lain tanpa perintah dari suaminya.

.............


212dur. perempuan digantung pada lidahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....dan aku melihat seorang perempuan digantung pada lidahnya, sementara tangannya dia keluarkan dari punggungnya, dan ter disiramkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.


............


211dur. perempuan digantung pada rambutnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “Aku melihat seorang perempuan digantung pada rambutnya sedangkan otak di kepalanya mendidih.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, adapun perempuan yang digantung pada rambutnya itu ialah perempuan yang dahulu tidak menyembunyikan rambutnya dari kaum lelaki. Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, – maka dia berada di dalam kutukan dan murka Allah, serta kutukan malaikat dan manusia seluruhnya”.

Dan diriwayatkan juga dari sahabat Utsman ra. bahwa dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan berkata kepada suaminya, “Aku tidak melihat kebaikan sama sekali padamu”, melainkan Allah membatalkan amalnya selama tujuh puluh tahun, sekalipun dia berpuasa siang dan salat malam”.

...,............

 

210dur. perempuan mencucikan pakaian suaminya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, moriwayatkan sobuah hadis, bahwa Nabi saw bersabda :

Artinya : “Apabila soorang perempuan mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan dan mongampuni dua ribu kesalahannya, serta segala sesuatu yang terkena sinar matahari momohonkan ampun untuknya, dan diangkat. kan baginya seribu dorajat” 

(Hadis riwayat Abu Mansur dalam Musnad Al Firdausl).

........

209dur. perempuan itu tidak keluar dari rumahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

(Hikayat) Pada zaman Rasulullah saw. dahulu, ada seorang laki-laki yang bermaksud berangkat ke medan perang. Sebelum berangkat, dia berpesan kepada istrinya : “Jangan keluar dari rumah ini sampai aku pulang”. Tak lama setelah kepergian suaminya, ayah perempuan itu jatuh sakit. Kemudian perempuan itu menyuruh seseorang menemui Nabi saw. untuk menanyakan jalan keluarnya. Maka Nabi saw. bersabda : “Patuhilah suamimu!”. Sampai beberapa kali diulanginya dan Beliau tetap menjawab demikian, maka perempuan itu tidak keluar dari rumahnya sesuai dengan amanat suaminya. Akhirnya ayah perempuan itu meninggal dunia, dan perempuan itu tetap tidak melihatnya. Dia bersabar sampai suaminya pulang. Atas kepatuhannya itu, Allah Taala lalu mewahyukan kepada Nabi Nya, bahwa Allah benar-bonar telah mengampuni porompuan Itu borkat kotaatannya kopada suaminya.

........

208dur. haidnya itu menjadi penghapus dosa

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dan diriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa dia berkata : “Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan mengalami haid, melainkan haidnya itu menjadi penghapus dosa-dosanya yang telah lalu. Dan jika pada hari pertama haidnya ia mengucapkan : “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, dan aku memohon ampun kepada Allah dari semua dosa”. Maka Allah akan mencatatkan baginya kebebasan dari neraka, dan dapat melintasi Sirat dengan selamat, serta aman dari azab. Dan Allah akan mengangkat untuknya dalam setiap sehari semalamnya, derajat empat puluh orang yang mati syahid, apabila selama haidnya ia tetap mengingat Allah Taala”.

.....

207dur. Perempuan yang salehah

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dari sahabat Abdurrahman bin Auf ra. katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan yang salehah itu lebih baik daripada seribu orang laki-laki yang tidak saleh. Dan perempuan mana saja yang melayani suaminya selama tujuh hari, maka akan ditutuplah terhadapnya tujuh pintu neraka dan dibukakan untuknya delapan pintu surga, yang dapat dimasukinya dari pintunya yang mana saja yang dia kehendaki tanpa hisab”.

206dur. Adab Berdoa, Jalan Penyucian Jiwa Menuju Dikabulkannya Doa

 


12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Diriwayatkan dari Fudail bin Ubaidah, katanya : “Seorang laki-laki masuk (ke dalam Masjid) lalu melakukan salat. Usai salat ia mengangkat tangannya dan berdoa : “Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku”. Rasulullah saw. menegurnya : “Kau terlalu terburuburu, hai orang yang salat. Apabila engkau telah selesai mengerjakan salat, maka duduklah, kemudian pujilah Allah dengan pujian yang sepantasnya, lalu bacalah salawat atasku, sesudah itu barulah engkau memohon kepada-Nya”.

Kemudian, setelah itu, ada pula seorang laki-laki lain melakukan salat. Usai salat, orang itu duduk dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah dan bersalawat atas Nabi saw. Lantas Nabi saw. berkata kepadanya : “Hai orang yang salat, berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Begitu pula, orang yang mendengar namaku disebut lalu ia memberi salawat kepadaku, Allah akan memperkenankan semua doanya”.

...........

Adab Berdoa, Jalan Penyucian Jiwa Menuju Dikabulkannya 


(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Hadis di atas mengajarkan bahwa doa bukan sekadar menyampaikan permintaan, tetapi merupakan ibadah yang memiliki adab. Rasulullah ﷺ membimbing umatnya agar sebelum meminta kepada Allah, terlebih dahulu memuji-Nya dengan pujian yang layak, kemudian bershalawat kepada beliau ﷺ, baru setelah itu menyampaikan segala hajat.

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa), adab ini merupakan latihan untuk membersihkan hati dari sifat tergesa-gesa, egoisme, dan hanya berorientasi pada kepentingan diri sendiri. Seorang hamba yang jiwanya bersih tidak langsung meminta, tetapi terlebih dahulu mengagungkan Rabb yang Maha Memberi.

Pujian kepada Allah menumbuhkan ma'rifat, yaitu kesadaran akan kebesaran, kasih sayang, dan kekuasaan-Nya. Shalawat kepada Rasulullah ﷺ menumbuhkan cinta, penghormatan, dan rasa syukur atas jasa beliau yang telah menunjukkan jalan menuju Allah. Ketika hati dipenuhi pengagungan kepada Allah dan kecintaan kepada Rasul-Nya, doa pun lahir dari hati yang khusyuk dan penuh adab.

Orang yang tergesa-gesa dalam berdoa sering kali lebih sibuk dengan keinginannya daripada dengan Tuhannya. Sebaliknya, seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) menjadikan doa sebagai saat untuk mendekat kepada Allah, bukan sekadar meminta pemberian-Nya.

Allah mencintai hamba yang berdoa dengan hati yang tunduk, ikhlas, penuh harapan (raja') dan rasa takut (khauf). Jiwa seperti inilah yang semakin dekat kepada rahmat dan pengabulan doa.

Muhasabah

Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah aku lebih banyak mengingat kebutuhanku daripada mengingat kebesaran Allah?
  • Sudahkah aku memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah ﷺ sebelum berdoa?
  • Ketika doaku belum terkabul, apakah aku tetap yakin bahwa Allah memilihkan yang terbaik?
  • Apakah aku menjaga hati, lisan, makanan, dan penghasilanku agar doaku tidak terhalang?

Cara Mengamalkan

  1. Awali setiap doa dengan membaca basmalah, memuji Allah (hamdalah), dan mengagungkan-Nya.
  2. Bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebelum dan sesudah doa.
  3. Berdoalah dengan hati yang hadir, penuh keyakinan, rendah hati, dan tidak tergesa-gesa.
  4. Perbanyak istighfar, karena dosa sering menjadi penghalang terkabulnya doa.
  5. Perbaiki amal, jauhi maksiat, dan pastikan rezeki yang dikonsumsi berasal dari yang halal.
  6. Bersabarlah dalam menunggu jawaban Allah, karena setiap doa pasti dijawab dengan cara dan waktu terbaik menurut hikmah-Nya.

Doa

اللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ وَالْغَفْلَةِ، وَاجْعَلْ دُعَاءَنَا مَقْبُولًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ أَجْمَعِينَ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, kami memuji-Mu dan menyanjung-Mu dengan segala kebaikan. Limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Sucikanlah hati kami dari riya, ujub, dan kelalaian. Jadikanlah doa-doa kami sebagai doa yang Engkau kabulkan. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum mukmin. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Mengabulkan doa. Āmīn."

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada setiap pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat ini. Semoga Allah SWT menyucikan hati kita, menghiasi lisan kita dengan pujian kepada-Nya dan shalawat kepada Rasulullah ﷺ, mengabulkan doa-doa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dekat dengan-Nya di dunia dan memperoleh kebahagiaan abadi di akhirat.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

................

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.


Halo, teman-teman! Kali ini kita bahas soal doa, tapi bukan doa biasa, ya. Ada cerita keren dari Rasulullah ﷺ yang bisa jadi pelajaran berharga buat kita. Simak baik-baik hadisnya, nih:


---


Diriwayatkan dari Fudail bin Ubaidah, katanya : “Seorang laki-laki masuk (ke dalam Masjid) lalu melakukan salat. Usai salat ia mengangkat tangannya dan berdoa : “Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku”. Rasulullah saw. menegurnya : “Kau terlalu terburuburu, hai orang yang salat. Apabila engkau telah selesai mengerjakan salat, maka duduklah, kemudian pujilah Allah dengan pujian yang sepantasnya, lalu bacalah salawat atasku, sesudah itu barulah engkau memohon kepada-Nya”.


Kemudian, setelah itu, ada pula seorang laki-laki lain melakukan salat. Usai salat, orang itu duduk dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah dan bersalawat atas Nabi saw. Lantas Nabi saw. berkata kepadanya : “Hai orang yang salat, berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Begitu pula, orang yang mendengar namaku disebut lalu ia memberi salawat kepadaku, Allah akan memperkenankan semua doanya”.


---


Nah, dari hadis ini kita belajar kalau doa itu bukan cuma asal minta-minta doang, tapi ada tata kramanya. Rasulullah ﷺ ngajarin kita biar nggak terburu-buru pas berdoa. Jadi sebelum nyampein hajat ke Allah, kita wajib dulu memuji Allah dengan pujian yang layak, terus baca shalawat buat Nabi, baru deh sampaikan apa yang kita inginkan. Gampang, kan?


---


Adab Berdoa, Jalan Bersihin Hati Biar Doa Dikabulin

(dari sudut pandang Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)


Kalau dilihat dari ilmu penyucian jiwa, adab di atas tuh sebenarnya latihan buat hati kita. Tujuannya biar nggak tergesa-gesa, nggak egois, dan nggak cuma mikirin kepentingan diri sendiri. Orang yang hatinya bersih itu nggak langsung minta, tapi dia lebih dulu mengagungkan Allah yang Maha Pemberi.


Dengan memuji Allah, kita jadi makin sadar akan kebesaran, kasih sayang, dan kekuasaan-Nya — ini namanya ma'rifat. Terus, dengan baca shalawat buat Rasulullah ﷺ, kita makin cinta dan hormat sama beliau, sekaligus ingat jasa beliau yang udah nunjukkin jalan ke Allah. Kalau hati kita udah penuh sama pengagungan ke Allah dan cinta ke Rasul, doa yang keluar pasti lebih khusyuk dan penuh adab.


Orang yang buru-buru doanya biasanya lebih sibuk sama keinginannya sendiri daripada sama Tuhannya. Sedangkan orang yang serius mendekatkan diri ke Allah (salik) malah menjadikan doa sebagai momen buat makin deket sama Allah, bukan sekadar minta-minta barang. Allah tuh suka banget sama hamba yang berdoa dengan hati tunduk, ikhlas, penuh harap, dan juga rasa takut. Jiwa kayak gitu bakal makin deket sama rahmat dan dikabulinnya doa.


---


Muhasabah – Coba Renungin, Ya!


Ayo, jawab pertanyaan-pertanyaan ini buat diri sendiri:


· Apakah aku lebih banyak ingat kebutuhan aku daripada mengingat kebesaran Allah?

· Udah aku puji Allah dan baca shalawat sebelum doa?

· Kalau doa belum terkabul, apa aku tetap yakin Allah kasih yang terbaik?

· Apa aku sudah jaga hati, lisan, makanan, dan penghasilan biar doa nggak terhalang?


---


Cara Praktis Mengamalkan


Yuk, kita terapkan langkah-langkah simpel ini setiap kali mau berdoa:


1. Mulai dengan basmalah, terus puji Allah (hamdalah), dan agungkan Dia.

2. Baca shalawat Nabi sebelum dan sesudah doa.

3. Berdoalah dengan hati yang hadir, penuh keyakinan, rendah hati, dan jangan buru-buru.

4. Perbanyak istighfar, karena dosa sering jadi penghalang terkabulnya doa.

5. Perbaiki amal, jauhi maksiat, dan pastikan rezeki yang dikonsumsi halal.

6. Sabar dalam menunggu jawaban Allah, karena doa pasti dijawab dengan cara dan waktu terbaik sesuai hikmah-Nya.


---


Doa Penutup


اللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ وَالْغَفْلَةِ، وَاجْعَلْ دُعَاءَنَا مَقْبُولًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ أَجْمَعِينَ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. آمِينَ.


Artinya:

"Ya Allah, kami memuji-Mu dan menyanjung-Mu dengan segala kebaikan. Limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Sucikanlah hati kami dari riya, ujub, dan kelalaian. Jadikanlah doa-doa kami sebagai doa yang Engkau kabulkan. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum mukmin. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Mengabulkan doa. Āmīn."


---


Ucapan Terima Kasih


Jazakumullāhu khairan katsīrā buat semuanya yang udah meluangkan waktu buat baca renungan ini. Semoga Allah SWT menyucikan hati kita, menghiasi lisan kita dengan pujian kepada-Nya dan shalawat kepada Rasulullah ﷺ, mengabulkan doa-doa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dekat dengan-Nya di dunia dan meraih kebahagiaan abadi di akhirat.


Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

..........

205dur. ditamparnya istrinya itu.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Allah SWT. berfirman :


Artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya (dikala suami tidak hadir), oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS. Annisa : 34).

Diriwayatkan, bahwa Saad bin Arrabi’, salah seorang pemuka Ansar, didurhakai oleh istrinya, Habibah binti Zaid bin Abu Zubair, maka ditamparnya istrinya itu. Lalu istrinya itu pergi ditemani oleh ayahnya menemui Rasulullah saw. kemudian keduanya mengadukan kasus itu kepada Beliau. Rasulullah saw. bersabda : “Suruh dia membalas menamparnya!” Maka turunlah ayat seperti tersebut di atas. Lalu Rasulullah saw. berkata : “Kita menghendaki sesuatu hal, sedang Allah menghendaki hal lain, dan yang dikehendaki Allah itulah yang terbaik”.

Ayat ini turun berkaitan dengan kasus yang terjadi pada Saad bin Arrabi Al Ansan, yang telah menampar istnnya, anak perempuan Muhammad bin Muslimah. Maka, perempuan itu pergi menemui Rasulullah saw. untuk mengadukan hal itu. Lalu Beliau menyuruh membalas (hukum kisas). Maka pada saat itu juga, Jibril as. turun menemui Beliau dengan membawa ayat ini. (Kaum laki-laki adalah pemimpin atas kaum perempuan), maksudnya : mereka berkuasa atas urusan-urusan perempuan dan pendidikan mereka. (Abul Laits).