Monday, April 27, 2026

811u. KEGEMBIRAAN ORANG MATI SEBAB AMAL BAIK KELUARGA MEREKA YANG HIDUP DAN SEBALIKNYA SEBAB AMAL BURUK.

HADITS KE-15 : KEGEMBIRAAN ORANG MATI SEBAB AMAL BAIK KELUARGA MEREKA YANG HIDUP DAN SEBALIKNYA SEBAB AMAL BURUK.

Diriwayatkan dari Sufyan, dari orang yang mendengar Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya amal- amal orang yang hidup akan diperlihatkan kepada teman- teman bergaul dan bapak-bapak mereka yang sudah mati. Apabila amal yang diperlihatkan adalah baik maka mereka akan memuji Allah dan mereka akan senang. Apabila amal yang diperlihatkan adalah buruk maka mereka yang telah mati berkata; Ya Allah! Jangan Engkau cabut nyawa mereka (yang beramal) hingga Engkau memberi mereka hidayah terlebih dahulu!
Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, ‘Mayit akan menerima rasa sakit di kuburannya sebagaimana ia menerima rasa sakit ketika masih hidup.’

Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama ditanya, ‘Apa yang bisa menyakiti mayit itu?’


Kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wa sallama menjawab, 'Sesungguhnya mayit tidaklah melakukan suatu dosa, tidak saling berselisih, tidak melawani siapapun, dan juga tidak menyakiti tetangga. Hanya saja 
sesungguhnya kamu ketika berselisih dengan orang lain maka barang tentu ia akan berbicara kotor tentangmu dan kedua orang tuamu. Kemudian kedua orang tuamu itu disakiti ketika dicelakai. Begitu juga mereka berdua akan senang ketika diperlakukan baik sesuai dengan hak mereka.’
.........

828u. BEBERAPA ORANG YANG MASUK SURGA TANPA PERHITUNGAN.

 HADITS KE-14 : BEBERAPA ORANG YANG MASUK SURGA TANPA PERHITUNGAN.


Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertemu dengan Jibril ‘alaihi as-salam. Lalu Rasulullah menanyainya:


‘Apakah umatku akan mengalami hisab atau penghitungan amal?’


‘Iya! Mereka akan mengalami hisab kecuali Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, maka ia tidak akan mengalaminya. Kemudian dikatakan kepadanya: Hai Abu Bakar! Masuklah ke dalam 105surga. Ia menjawab: Aku tidak akan mau masuk ke dalam surga kecuali bersama dengan orang- orang yang mencintaiku di dunia,’ jawab Jibril.”

........


827u. LARANGAN BANYAK BERBICARA DAN ANJURAN MENGINGAT KEMATIAN

 HADITS KE-13 : LARANGAN BANYAK BERBICARA DAN ANJURAN MENGINGAT KEMATIAN

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama masuk ke tempat sholatnya. Kemudian beliau melihat orang- orang tengah banyak berbicara. Beliau pun berkata:

‘Ingatlah! Sesungguhnya andai kalian banyak mengingat kematian niscaya kalian tidak akan banyak berbicara. Oleh karena    itu    perbanyaklah mengingat kematian karena sesungguhnya tiada hari yang dilewati kuburan kecuali kuburan itu akan mengatakan 6 (enam) kalimat, yaitu (1) aku adalah tempat pengasingan, (2) aku adalah tempat kesendirian, (3) aku adalah tempat kegelisahan,
(4)    aku adalah tempat kegelapan,
(5)    aku adalah tempat dari tanah,
(6)    aku adalah tempat belatung.

Ketika seorang hamba mukmin telah dikubur, maka kuburan berkata kepadanya ; Semoga kelapangan untukmu! Aku menganggapmu    sebagai keluargaku sendiri! Semoga kemudahan ditetapkan untukmu! Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling aku cintai yang berjalan di atasku. Ketika aku berkuasa atasmu hari ini dan kamu berada di dalamku maka kamu akan melihat perlakuanku terhadapmu. Kemudian kuburan meluas karenanya seluas pandangan mata dan dibukakan baginya pintu surga.
Ketika hamba kafir telah dikubur maka    kuburan    berkata kepadanya; Semoga kelapangan tidak untukmu! Aku tidak menganggapmu    sebagai keluargaku sendiri! Semoga kemudahan tidak ditetapkan untukmu! Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling aku benci yang berjalan di atasku. Ketika aku berkuasa atasmu dan kamu berada di dalamku maka kamu akan melihat perlakuanku terhadapmu. Kemudian kuburan menjepitnya hingga tulang-tulang rusuknya hancur. (Sambil Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan memasukkan jari- jari tangan satunya ke jari-jari tangan lainnya). Kemudian Allah mempersiapkan untuknya 70 ular besar yang andai satu ular saja dari mereka menyembur di bumi maka bumi tidak bisa menumbuhkan tanaman apapun selama dunia ada. Kemudian ular- ular itu menggigit menyobek- nyobeknya sampai datangnya masa penghitungan amal.”

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Kuburan itu bisa jadi sebuah taman dari taman-taman surga atau sebuah lubang dari lubang-lubang neraka.”
........

u. ANJURAN UNTUK BERGEGAS PADA HARI JUMAT

 HADITS KE-8 : ANJURAN UNTUK BERGEGAS PADA HARI JUMAT.

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Tholib bahwa ia berkata; Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat, akan duduk di setiap pintu masjid 70 malaikat yang menulis nama orang-orang hingga nama orang terakhir yang ditulis adalah laki-laki yang datang pada saat imam telah duduk di atas minbar. Sementara itu, laki-laki itu tidak menyakiti seorang pun di tempat duduknya dan tidak berkata kecuali berkata kebaikan. Laki-laki terakhir itu adalah gambaran balasan kecil bagi ahli Jumat. Balasan tersebut adalah bahwa laki-laki itu akan diampuni keburukan-keburukannya yang ia pernah lakukan di antara dua Jumat …” (hingga akhir hadis).

.......


809u. AMALAN YANG MENEBUS SEBAGIAN DOSA

 HADITS KE-6 : AMALAN YANG MENEBUS SEBAGIAN DOSA

Diriwayatkan dari Abu Nasr al-Wasiti bahwa ia berkata, “Aku mendengar Abu Rojak al-Athoridi berkata dari riwayat Abu Bakar as-Sidiq bahwa ada seorang Baduwi mendatangi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Kemudian ia berkata, “Telah sampai kepadaku (Wahai Rasulullah!)    bahwa    anda mengatakan kalau dari sholat Jumat satu sampai sholat Jumat berikutnya dan dari sholat satu sampai sholat berikutnya adalah pelebur dosa-dosa di waktu antaranya bagi orang yang menjauhi dosa-dosa besar.” Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Iya benar.” Kemudian beliau menambahkan dan berkata, “Mandi pada hari Jumat adalah pelebur dosa dan berjalan menuju sholat Jumat adalah pelebur dosa. Setiap langkah dari berjalan menujunya adalah seukuran amal selama 20 tahun. Ketika seseorang telah selesai dari sholat Jumat maka ia dibalas dengan amal 200 tahun.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Bakar as-Shidiq.

804u. ANJURAN BAGI ORANG YANG BERUMUR UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH

 HADITS KE-3 : ANJURAN BAGI ORANG YANG BERUMUR UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat wajah orang yang sudah berusia tua di pagi hari dan sore hari. Dia berfirman: Hai hamba-Ku! Usiamu telah tua. Kulit tubuhmu telah keriput. Tulangmu telah rapuh. Ajalmu telah mendekat. Sudah waktunya kamu menemui-Ku. Maka merasa malulah kamu kepada-Ku karena Aku malu menyiksamu di neraka karena ubanmu.’”


797u. Niatan Baik Abid Bani Isroil

 HADITS KE 1 : ANJURAN KASIH SAYANG KEPADA MAKHLUK.

b.    Niatan Baik Abid Bani Isroil


Suatu ketika ada seorang ahli ibadah (Abid) pada zaman Bani Israil tengah melewati tumpukan pasir. Pada saat itu, kaum Bani Israil tengah dilanda kelaparan. Melihat tumpukan pasir itu, Abid berkata dalam hatinya, “Andaikan pasir ini adalah makanan (gandum) maka aku akan memberikannya kepada orang- orang agar mereka bisa kenyang.” Kemudian Allah memberikan wahyu kepada seorang nabi yang ditutus kepada mereka saat itu, “Wahai Nabi-Ku! Katakanlah kepada si Fulan (Abid)! Sesungguhnya Allah telah memberimu pahala amal, yaitu amal ucapanmu ‘Andai pasir ini adalah makanan’ yang andaikan menjadi kenyataan maka kamu akan mensedekahkannya. Barang siapa mengasihi hamba-hamba Allah niscaya Allah akan mengasihinya”. Ketika si Abid mengasihi hamba-hamba Allah dengan ucapannya, “Andai pasir ini adalah makanan (gandum) maka aku akan memberikannya kepada orang-orang agar mereka kenyang,” maka ia mendapatkan pahala dari ucapannya tersebut seperti pahala andaikan ia mengamalkannya.

.........

792u. Orang-Orang Akhir Zaman

 HADITS KE-40 : TENTANG MANUSIA DI AKHIR ZAMAN.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia berkata kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:


Di akhir zaman, akan muncul para kaum yang wajah mereka adalah seperti wajah manusia, hati mereka adalah seperti hati setan, sifat mereka adalah seperti sifat macan yang buas berbahaya. Di dalam hati mereka tidak ada sedikitpun rasa belas kasih. Mereka adalah kaum-kaum yang menumpahkan darah dan tidak menghindari keburukan. 

Apabila kamu mengikuti mereka maka mereka akan mendekatimu. Apabila kamu menunda sesuatu dari mereka maka mereka akan mengghibahmu. Apabila kamu percaya kepada mereka maka mereka mengkhianatimu. Para anak kecil dari mereka adalah yang suka berhutang. Para pemuda dari mereka adalah yang berkelakukan buruk. Para orang tua dari mereka adalah yang berkelakukan dosa. Mereka tidak memerintahkan kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran. Mencari kemuliaan dengan perantara dukungan dari mereka adalah suatu kehinaan. Hukum di antara mereka adalah bid’ah. Bid’ah di kalangan mereka adalah kesunahan. Ketika kaum-kaum seperti ini muncul maka Allah akan menjadikan orang-orang buruk mereka sebagai para pemimpin. Orang-orang baik dari mereka berdoa tetapi tidak terkabulkan.


Syeh    Muslim    al-Abadani berkata:


Telah mendatangi kami, yaitu Sholih al-Muri, Abdul Wahid bin Zaid, ‘Atabah al-Ghulam, dan Salmah al-Aswad. Mereka mengajakku dan kemudian beristirahat di tepi laut. Suatu malam, aku telah menyiapkan makanan untuk mereka. Aku mengundang mereka untuk makan bersama. Ketika mereka telah datang, aku meletakkan makanan di depan mereka.

Tiba- tiba ada suara yang berasal dari tepi laut dengan suara keras, “Celakalah kalian! Kalian telah disibukkan oleh makanan- makanan dan keenakan nafsu. Kedua hal itu tidaklah bermanfaat.” Kemudian ‘Atabah berteriak keras hingga akhirnya ia pingsan. Mereka pun menangis dan menyingkirkan makanan. Mereka tidak mencicipi satu suapan pun.



Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:


“Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi mengamalkan kesunahanku. Mereka melakukan bid’ah. Barang siapa yang mengamalkan kesunahanku pada zaman itu, maka ia adalah seperti orang asing dan sendirian. Barang siapa mengikuti kebid’ahan mereka maka ia akan memiliki 50 teman atau lebih banyak.”

Para sahabat bertanya, “Apakah setelah zaman itu ada kaum yang lebih utama daripada kami?”


“Iya. Ada.”


“Apakah kaum itu mengenal anda?”


Rasulullah menjawab, “Tidak”.


“Apakah diturunkan wahyu kepada kaum itu?”


“Tidak”.


“Bagaimana sifat kaum itu?”

Rasulullah menjelaskan, “Mereka itu adalah seperti garam di dalam air. Hati mereka luluh sebagaimana garam larut di dalam air.”

Mereka bertanya, “Bagaimana mereka hidup pada zaman itu?”

Rasulullah menjawab, “Mereka hidup seperti ulat di dalam cukak.”

“Wahai Rasulullah! Bagaimana kaum itu menjaga agama mereka?”
Rasululah menjawab, “Mereka menjaga agama mereka seperti bara api yang berada di kedua tangan. Apabila kalian meletakkan bara api itu maka akan padam dan apabila kalian mengambilnya maka tangan kalian akan terbakar.” 
.........

793u. Anjuran Menjaga Hadis Nabi

 HADITS KE-39 : KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS

Diriwayatkan dari Mujahid, dari Salman radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda:

“Barang siapa dari umatku menjaga 40 hadis maka ia masuk surga dan Allah akan mengumpulkannya bersama para nabi dan para ulama di Hari Kiamat.”

Kami bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah! 40 hadis yang mana?”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “(40 hadis itu tentang) kamu beriman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Kitab, para nabi, Kebangkitan Makhluk setelah kematian, Qodar dari Allah, baik atau buruknya, kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, kamu mendirikan sholat dengan menyempurnakan wudhu tepat pada waktunya dengan menyempurnakan rukuk dan sujud, kamu membayar zakat sesuai dengan haknya, kamu berpuasa di bulan Ramadhan, kamu menunaikan haji di Ka’bah apabila kamu mampu, kamu melaksanakan sholat 12 rakaat di setiap siang dan malam, 12 rakaat itu adalah kesunahanku dan tiga rakaat sholat Witir, jangan meninggalkannya! kamu tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, kamu tidak mendurhakai kedua orang tuamu, kamu tidak makan harta anak yatim, kamu tidak makan harta riba, kamu tidak meminum khamr, kamu tidak bersumpah palsu atas nama Allah, kamu tidak memberikan kesaksian palsu pada saudara dekat atau jauh, kamu tidak melakukan perbuatan dengan hawa nafsumu, kamu tidak mengghibah saudaramu, kamu tidak terjerumus dalam ghibah orang lain, kamu tidak menfitnah zina terhadap wanita yang menjaga harga dirinya, kamu tidak terjerumus ke dalam omongan orang kalau kamu adalah orang yang riak karena dapat melebur amalmu, kamu tidak banyak bercanda dan melakukan hal yang tidak bermanfaat bersama orang-orang yang melakukan hal-hal tidak bermanfaat, kamu tidak berkata kepada orang yang bodoh, “Hai orang bodoh,” dengan tujuan untuk menghinanya, kamu tidak menertawakan orang lain, kamu bersabar atas cobaan yang menimpamu, kamu tidak merasa aman dari siksa Allah, kamu tidak mengumbar fitnah di kalangan masyarakat, kamu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Dia berikan kepadamu, kamu bersabar atas 
cobaan dan musibah, kamu tidak berputus asa dari rahmat Allah, kamu mengetahui kalau musibah yang menimpamu bukanlah sesuatu yang akan membuatmu khilaf, dan mengetahui kalau apa yang membuatmu khilaf bukanlah musibah yang menimpamu, kamu tidak menyebabkan kemarahan Allah dengan mencari keridhoan makhluk lain, kamu tidak lebih memilih dunia daripada akhirat, ketika saudaramu muslim meminta sesuatu yang kamu miliki maka kamu tidak pelit berbagi dengannya, kamu melihat dalam sudut pandang masalah agama kepada orang yang lebih di atasmu, kamu melihat dalam masalah dunia kepada orang yang lebih di bawahmu, kamu tidak berbohong, kamu tidak ikut serta dengan para setan, kamu meninggalkan hal batil, kamu tidak melakukan hal batil, ketika kamu mendengar kebenaran maka        kamu jangan menyembunyikannya,  kamu mendidik tata kerama kepada istrimu, anakmu dengan pendidikan yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada- Nya, kamu berbuat baik kepada tetangga, kamu tidak memutus hubungan dari kerabat- kerabatmu, dan orang-orang yang memiliki ikatan darah denganmu, kamu menyambung hubungan silaturrahmi dengan mereka, kamu tidak melaknati salah satu dari makhluk Allah, kamu memperbanyak membaca tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, kamu tidak meninggalkan membaca al- Quran di setiap keadaan kecuali ketika kamu dalam kondisi junub atau hadas besar, kamu tidak meninggalkan untuk menghadiri sholat Jumat, jamaah sholat, dan sholat dua hari raya, kamu berfikir dalam apa yang jika diucapkan kepadamu maka kamu tidak akan ridho dan jika diperbuatkan kepadamu maka kamu tidak ridho, dan kamu tidak meridhoi hal tersebut jika menimpa orang lain dan kamu tidak melakukan hal tersebut terhadap orang lain.
 
Salman radhiyallahu ‘anhu, bertanya kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama:

“Wahai Rasulullah! Apa pahalanya orang yang menjaga 40 hadis ini?”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Sesungguhnya Allah akan mengumpulkannya di Hari Kiamat bersama para nabi dan para ulama. Barang siapa mempelajari 40 hadis ini, kemudian ia mengajarkannya kepada orang lain, niscaya hal itu lebih baik baginya daripada ia diberi dunia dan isinya. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini dan dengannya ia mencarai keridhoan Allah maka Dia akan mengalunginya di Hari Kiamat dengan kalung cahaya yang seluruh orang awal dan akhir akan mengagumi keindahannya, keutamaannya, keelokannya, dan kemuliaan Allah kepadanya. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! 

Barang siapa menjaga 40 hadis ini maka di Hari Kiamat Allah akan memberinya izin mensyafaati 40.000 manusia yang sudah ditetapkan masuk neraka dimana masing-masing dari 40.000 manusia tersebut    dapat mensyafaati 40.000 manusia lain (Rasulullah mengatakan kalimat ini sebanyak tiga kali). Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, dan mengajarkannya kepada orang lain, maka di Hari Kiamat, Allah akan memberinya pahala 40 wali Abdal dan Dia akan memberinya seribu malaikat di setiap hadisnya dimana mereka akan membangunkan rumah-rumah dan gedung-gedung, serta menanamkan pepohonon baginya di surga. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, dimana ia bisa memberikan manfaat dengan 40 hadis tersebut kepada orang lain, maka Allah mengharamkan jasadnya dari neraka dan kelak ia di Hari Kiamat akan berada di atas menara cahaya. Ia akan selamat dari kekagetan besar berupa dicabutnya ruh. Allah akan menyelamatkannya dari hitungan amal. 
Dia akan memberi orang yang menjaga 40 hadis ini dan orang yang mempelajarinya derajat para ulama dan Dia akan menempatkannya bersama mereka. Dia akan memberinya balasan yang Dia berikan kepada para ulama.”

Syeh Najmuddin an-Nasafi, Rahmatullahi ‘Alaih, berkata “Sesungguhnya kami telah menetapkan 40 hadis, maka pahamilah dan janganlah kalian semua seperti kaum yang hampir tidak memahami satu hadis pun!”.
..........

794u. Ya Hannan Ya Mannan

 b.        Ya Hannan Ya Mannan 


Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda dalam hadis lain:


Ketika Hari Kiamat telah terjadi maka Malaikat Jibril ‘alaihi as- salam berkeliling selama 4000 tahun. Tiba-tiba ia mendengar dari arah neraka suara laki-laki dari umat Muhammad yang berkata, “Ya Hannaan! Ya Mannaan! Ya Dzal Jalaali Wal Ikroom! (Wahai Allah Yang Maha Pengasih! Wahai Allah Yang Maha Pemberi! Wahai Allah Yang Maha memiliki    Keagungan    dan Kemuliaan!).”

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melanjutkan;


Kemudian Malaikat Jibril, ‘alaihi as-salam datang dan bersujud di samping ‘Arsy. Ia bermunajat dalam sujudnya, “Ya Allah! Saya mendengar di neraka suara laki- laki dari golongan orang-orang muslim, yang berkata ‘Ya Hannaan! Ya Mannaan!’ sejak

40.000 tahun. Saya mengenali laki-laki itu kalau ia adalah termasuk salah satu dari golongan umat Muhammad ‘alaihi as-salam. Sedangkan sesungguhnya Engkau tahu, Ya Allah! hubungan pertemanan antaraku dan Muhammad, ‘Alaihi as-salam. Saya ingin berbuat baik kepada Muhammad. Sesungguhnya laki- laki dari umatnya itu berada di neraka. Jadi, berilah saya izin untuk mensyafaatinya!”

Allah Yang Maha Agung berkata, “Aku memberimu izin untuk mensyafaatinya    dan    aku pasrahkan ia kepadamu. Temuilah Malik, penjaga neraka, dan katakan kepadanya agar ia mengeluarkan laki-laki itu untukmu dan menyerahkannya kepadamu.”


Kemudian Malaikat Jibril, ‘alaihi as-salam segera menemui Malaikat Malik dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah memasrahkan si Fulan kepadaku. Keluarkanlah ia dari neraka dan serahkan ia kepadaku!”


Kemudian Malik masuk ke dalam neraka dan mencari laki-laki itu selama 1000 tahun, tetapi ia tidak menemukannya. Kemudian ia keluar dari neraka dan berkata:

Hai Jibril! Sesungguhnya Jahannam telah berkobar-kobar menjadikan besi seperti batu dan menjadikan manusia seperti besi. Aku tidak bisa menemukan laki- laki itu.”


Kemudian Malikat Jibril, ‘alaihi as- salam datang dan bersujud di samping ‘Arsy untuk yang kedua kalinya. Ia bermunajat:


“Ya Allah! Malik belum bisa menemukan laki-laki itu. Dimanakah ia berada?”


Allah menjawab, “Hai Jibril! Temuilah Malik dan katakan kepadanya kalau laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, dan di dalam sumur ini.”

Kemudian Malaikat Jibril, ‘alahi as-salam mendatangi Malik dan memberitahunya bahwa laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, ujung ini dan di dalam sumur ini. Lalu Malik masuk ke dalam neraka dan pergi ke jurang yang dimaksud. Setelah sampai di lokasi, ia menemukan laki-laki itu dengan kondisi telungkup dengan banyak ular dan kalajengking menyulubunginya dan belenggu serta rantai-rantai mengikatnya. Kemudian Malik memegang sebagian anggota tubuhnya. Laki- laki itu benar-benar sudah seperti arang. Malik menggerak-gerakkan laki-laki itu hingga ular-ular dan kalajengking berjatuhan dari tubuhnya. Ia menggerak- gerakkannya lagi untuk yang kedua kalinya hingga belenggu- belenggu dan rantai-rantai jatuh dari tubuhnya. Kemudian laki-laki itu menoleh ke arah Malik sambil berkata:

Hai Malik! Apakah kamu mendatangiku untuk menambah siksa untukku atau kamu akan menyelamatkanku?”


Malik menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja Jibril sedang menunggumu.”


Kemudian Malik membawa laki- laki itu dan memberikannya kepada Jibril.


Kemudian Jibril membawa laki- laki itu dan pergi menuju ke tiang ‘Arsy. Setiap kali Jibril bertemu dengan makhluk lain, ia berkata, “Si Fulan ini telah berada di neraka Jahannam selama 40.000 tahun” Kemudian Jibril dan laki- laki itu berdiri bersama-sama di samping ‘Arsy. Allah berkata:

Hai hamba-Ku! Bukankah al- Quran telah jelas bagimu? Bukankah Aku telah mengutus Muhammad kepadamu? Bukankah ia telah memerintahkanmu untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran?”


Laki-laki itu menjawab, “Ya Allah! Sudah. Hanya saja aku telah mendzalimi diriku sendiri. Aku mengakui dosaku. Ampunilah Aku! Demi kebenaran apa yang telah aku katakan selama 40.000 tahun di neraka, yaitu Ya Hannaan! Ya Mannaan! Semoga Engkau mengampuniku.”


Allah berkata, “Aku telah mengampunimu dan Aku telah memasrahkanmu kepada Jibril dan Aku telah membebaskanmu dari neraka berkat syafaatnya.”

Kemudian Jibril pergi ke surga dan memandikan laki-laki itu dengan air kehidupan dan air telaga al-Kautsar. Tanda atau cap ahli neraka hilang dari dirinya. Kemudian Jibril memasukkannya ke    dalam    surga dan memasrahkannya kepada Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallama. Jibril berkata:

“Hai Muhammad! Aku telah melakukan    sesuatu    yang merupakan peranmu.”

Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallama berkata, “Iya”.

Dalam    hadis    lain diriwayatkan bahwa Hasan Bashri berkata:


Ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang yang selamat dari neraka setelah 40.000 tahun apabila dipastikan kepadaku masuk ke dalamnya terlebih dahulu karena keburukan dosaku.

.......


795u. Orang-orang Kafir Ingin Masuk Islam

 HADITS KE-38 : HAL YANG DIINGINKAN OLEH PENGHUNI NERAKA

a.    Orang-orang    Kafir    Ingin Masuk Islam

Diriwayatkan dari Sa’id bin Abu Burdah, dari ayahnya, dari Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallama, bahwa beliau bersabda:

Ketika ahli neraka berkumpul di neraka bersama ahli Kiblat (orang Islam yang masuk neraka) yang dikehendaki Allah, maka orang- orang kafir bertanya kepada orang-orang muslim:

“Bukankah kalian adalah orang- orang Islam?”

Orang-orang muslim menjawab, “Iya. Benar!”

“Apakah keislaman kalian belum mencukupi kok kalian berada di neraka bersama kami ini?”

“Kami memiliki dosa-dosa yang membuat kami dimasukkan ke dalam neraka.”

Kemudian Allah mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang muslim tersebut. Kemudian Dia memberikan perintah untuk mengeluarkan mereka yang muslim atau ahli Kiblat dari neraka. Sesuai dengan perintah Allah, akhirnya mereka pun keluar dari sana. Ketika orang-orang kafir melihat mereka keluar, orang-orang kafir berkata, “Andaikan dulu kita adalah orang- orang muslim niscaya kita akan dikeluarkan    dari    neraka sebagaimana mereka dikeluarkan saat ini.”

Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama membaca Firman Allah; “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim”
..............

796u. Doa Majlis

 HAL YANG SEBAIKNYA DIGUNAKAN UNTUK MENGKHATAMKAN PADA SETIAP MAJELIS.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda;


Ketika salah satu dari kalian telah duduk di suatu majlis maka janganlah meninggalkan majlis hingga ia membaca sebanyak tiga kali:


Maha Suci Engkau, Ya Allah! Dengan memuji-Mu aku bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Engkau. Ampunilah aku dan terimalah taubatku!

Apabila ia berada di majlis yang baik maka bacaan tersebut menjadi seperti cap baginya. Apabila ia berada di majlis yang tidak bermanfaat maka bacaan tersebut adalah pelebur bagi dosa-dosa yang terjadi di majlis tersebut.


798u. Ja’far Sang Burung Terbang

 Ja’far Sang Burung Terbang.

 (Diceritakan)    bahwa sesungguhnya    Ja’far    at-Toyyar radhiyallahu ‘anhu dengan keberkahan kejujurannya dan tidak berbohong selama hidupnya, ketika ia meninggal dunia, Allah memberinya dua sayap hijau yang dipenuhi dengan intan dan mutiara yang dapat ia gunakan untuk terbang bersama para malaikat. Suatu hari, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya kepadanya:

“Hai Ja’Far at-Toyyar! Hai anak Abu Thalib! Dengan amalan apa kamu bisa mencapai tingkatan kemuliaan ini (diberi dua sayap oleh Allah)?”

Ja’far menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja aku menghindari 3 (tiga) hal pada waktu masa kekufuran dan keislaman.”

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya, “Apa 3 (tiga) hal itu?”

Ja’far menjawab, “Aku tidak berbohong, tidak berzina dan juga tidak pernah mabuk pada masa kekufuran dan keislaman.”

“3 (tiga) hal itu memang haram pada masa keislaman. Lantas atas dasar apa kamu menghindari 3 hal tersebut pada masa kekufuran?” tanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.

Ja’far menjawab, “Aku berfikir dalam hal berbicara bahwa orang yang berbohong dalam bicaranya maka ia adalah orang yang dicurigai di kalangan masyarakat dan ia akan merasa malu jika ketahuan bohong. Oleh karena ini, aku menghindari berbohong. Aku berfikir dalam hal perzinahan bahwa misalnya orang yang berzina dengan istriku, putriku atau saudariku maka orang itu telah melukaiku dan aku tidak akan memaafkannya. Begitu juga jika aku berzina dengan wanita lain maka orang lainpun tidak akan memaafkanku. Oleh karena ini aku menghindari perzinahan. Adapun aku enggan mabuk maka aku tahu kalau orang-orang pasti menginginkan akal yang mereka miliki bisa senantiasa bertambah kualitasnya. Sedangkan orang yang mabuk pasti kehilangan kesadaran akalnya, berbicara sembarangan, dan ditertawakan orang banyak. Oleh karena ini, aku menghindari mabuk”.

Kemudian Malaikat Jibril ‘alaihi as-salam, datang dan berkata kepada Rasulullah, “Ja’far benar. Allah memberinya dua sayap karena ia menghindari 3 (tiga) hal tersebut.”

.........

800u. Amalan-Amalan Di Hari Jumat

LARANGAN BERBUAT KIKIR

 [26/4 18:04] Budi Ferza Jamaah: 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB RIYADHUSH SHALIHIN BAB 61, LARANGAN BERBUAT KIKIR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD,  09 DZULKA'DA 1447 H / 26 APRIL 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI Masjid Ash Shiddiq, Jl. Raya Kalijaten No. 94, Taman, Sepanjang, Sidoarjo


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/xQqAMul8c5E?si=W6qV5a2Ek_aa1vON

[27/4 09:01] Budi Ferza Jamaah: 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB HISNUL MUSLIM : KEUTAMAAN DZIKIR (18), DOA BANGKIT DARI RUKUK*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN,  09 DZULKA'DA 1447 H / 27 APRIL 2026


⏰  BA'DA 08.30 - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI PERUM. BUMI CITRA FAJAR, JL. SEKAWAN MOLEK RAYA C 5, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/27BPYcmVqJw?si=Ncce-j_7PJvyBRip

.........

🕌 KITAB RIYĀDHUSH SHĀLIHĪN – BAB 61: LARANGAN BERBUAT KIKIR (BUKHUL)


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam Bab ini, Imam An-Nawawi رحمه الله menghimpun ayat dan hadis yang menegaskan bahwa kikir (bakhil) adalah penyakit hati yang membuat seseorang menahan hak orang lain, enggan berbagi, dan terlalu mencintai dunia.

Secara tasawuf:
Kikir bukan sekadar tidak memberi, tetapi hati yang terikat pada dunia dan tidak percaya penuh pada janji Allah.

Orang yang kikir sebenarnya:

  • Takut miskin
  • Ragu pada rezeki Allah
  • Lebih mencintai harta daripada ridha-Nya

Padahal hakikatnya:

Harta itu titipan, bukan milik mutlak.


2. Hukum (Ahkām)

  • Kikir terhadap kewajiban (zakat, nafkah)HARAM
  • Kikir terhadap sunnah (sedekah, infak)TERCELA (makruh mendekati haram)
  • Dermawan (sakhā’)TERPUJI & dianjurkan (sunnah muakkadah)

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kikir adalah pintu kehancuran hati
  • Sedekah adalah pembersih jiwa (tazkiyah)
  • Harta yang ditahan → akan jadi penyesalan
  • Harta yang diberikan → menjadi simpanan akhirat

4. Dalil (Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi)

Al-Qur’an:

“Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan apa yang Allah berikan kepada mereka menyangka bahwa itu baik bagi mereka, padahal itu buruk bagi mereka.”
(QS. Ali ‘Imran: 180)

“Setan menjanjikan kamu kemiskinan…”
(QS. Al-Baqarah: 268)


Hadis Nabi ﷺ:

“Jauhilah sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
(HR. Muslim)

“Tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta).”
(HR. Bukhari-Muslim)


Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi kepadamu.”
(HR. Bukhari-Muslim)


5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs, kikir berasal dari:

  • Hubbuddunya (cinta dunia)
  • Su’uzhan kepada Allah
  • Ketergantungan pada sebab, bukan kepada Musabbib (Allah)

Secara logika iman:

  • Jika Allah yang memberi → kenapa takut berkurang?
  • Jika mati pasti → kenapa menumpuk?

Kikir = lemahnya tauhid
Dermawan = kuatnya keyakinan kepada Allah


6. Amalan (Implementasi)

Latihan membersihkan kikir:

  1. Sedekah harian, walau Rp 1.000
  2. Dahulukan memberi saat merasa berat
  3. Biasakan memberi tanpa diminta
  4. Niatkan setiap pemberian sebagai “tabungan akhirat”
  5. Dekat dengan orang-orang dermawan

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Fenomena hari ini:

  • Flexing harta di media sosial, tapi pelit berbagi
  • Banyak orang kaya tapi tidak peduli sekitar
  • Takut miskin padahal hidup konsumtif

Ironinya: 👉 Banyak orang miskin lebih mudah bersedekah daripada orang kaya

Kikir hari ini sering tersembunyi dalam bentuk:

  • Menunda sedekah
  • Hitung-hitungan pahala
  • Memberi tapi ingin dipuji

8. Motivasi

Ingat:

  • Yang kamu makan → habis
  • Yang kamu pakai → rusak
  • Yang kamu sedekahkan → kekal

Orang dermawan: ➡ Dicintai Allah
➡ Dicintai manusia
➡ Didoakan malaikat


9. Muhasabah & Caranya

Tanya diri:

  • Apakah saya berat saat diminta bantuan?
  • Apakah saya takut miskin saat bersedekah?
  • Apakah saya lebih senang menumpuk daripada memberi?

Cara memperbaiki:

  • Paksa diri memberi walau berat
  • Renungkan kematian
  • Ingat: ahli waris yang akan menikmati harta kita

10. Dampak (Kemuliaan & Kehinaan)

Di Dunia:

  • Dermawan → hati lapang, hidup berkah
  • Kikir → gelisah, sempit, tidak tenang

Di Alam Kubur:

  • Sedekah menjadi cahaya dan penolong
  • Harta yang ditahan → jadi penyesalan

Di Hari Kiamat:

  • Harta akan ditanya
  • Orang kikir disiksa dengan hartanya

Di Akhirat:

  • Dermawan dekat dengan surga
  • Kikir dekat dengan neraka

11. Doa

اللّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْبُخْلِ، وَارْزُقْنَا قَلْبًا سَخِيًّا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْفِقِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari sifat kikir, karuniakan kami hati yang dermawan, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang gemar berinfak di jalan-Mu.”


12. Penutup

Semoga kita termasuk hamba yang ringan tangan dalam memberi dan bersih hatinya dari cinta dunia yang berlebihan.

Terima kasih telah membaca.
Semoga menjadi amal jariyah dan pengingat bagi kita semua. 🤲


1028. Penyesalan yang Terlambat



 Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 26 April 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat  para penikmat ilmu. Ini ada oleh-oleh maghrib'an dari Mushola baitul muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:

.........

QS. Al-Fajr : 24

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ۝٢٤

yaqûlu yâ lfaitanî qaddamtu liḫayâtî

Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”

.........

🕌 Penyesalan yang Terlambat – QS. Al-Fajr: 24


📖 Ayat

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْ
"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dahulu aku telah berbuat untuk hidupku ini.’”


1. Makna (Tafsir al-Ibrīz – Isyarat Tasawuf)

Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar penyesalan biasa, tetapi jeritan ruh yang tersadar setelah tertipu dunia.

  • “Liḥayātī” (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, tapi hidup hakiki (akhirat)
  • Penyesalan muncul ketika:
    • hijab dunia tersingkap
    • hakikat amal terlihat
    • waktu sudah tidak bisa diulang

Tafsir isyari:
➡️ Manusia selama di dunia mengira hidup itu sekarang.
➡️ Tapi saat mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru dimulai.


2. Hukum (Ahkām)

  • Wajib: mempersiapkan bekal akhirat (iman, amal shalih)
  • Haram: menunda taubat dan meremehkan amal
  • Makruh/tercela: sibuk dunia hingga melupakan akhirat

➡️ Kaidah: Menunda kebaikan = membuka pintu penyesalan.


3. Hikmah & Pelajaran (Ibrah)

  • Waktu adalah modal, bukan sekadar alat
  • Dunia hanyalah ladang, bukan tujuan
  • Penyesalan terbesar bukan karena miskin, tapi kurang amal
  • Kesempatan hanya ada sebelum kematian

4. Dalil Pendukung

Al-Qur’an

  • “Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)
    ➡️ Tapi permintaan itu ditolak

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…”
(HR. Hakim)

Hadis Qudsi

“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”


5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Mengapa manusia menyesal?

Karena 3 penyakit hati:

  1. Ghaflah (lalai) → merasa hidup lama
  2. Hubbud dunya (cinta dunia) → menunda amal
  3. Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat

➡️ Dalam tasawuf:
Penyesalan di akhirat adalah hasil kelalaian di dunia.


6. Amalan (Implementasi)

  • Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya أكبر همنا”
  • Shalat tepat waktu + berjamaah
  • Sedekah rutin walau kecil
  • Minimal 1 amal akhirat setiap hari
  • Taubat sebelum tidur

7. Relevansi Zaman Sekarang

Fenomena viral:

  • Sibuk konten, lupa konten amal
  • Kejar popularitas, lupa akhirat
  • Scroll tanpa henti, hati kosong

➡️ Zaman sekarang:
Banyak yang hidup “sibuk”, tapi tidak “hidup” untuk akhirat.


8. Motivasi

Bayangkan:

  • Semua yang kita kumpulkan akan ditinggal
  • Tapi amal sekecil apapun akan dibawa

➡️ Jangan tunggu sadar saat sudah terlambat

Hari ini masih bisa berkata: “Aku akan beramal.”
Besok bisa jadi hanya berkata: “Seandainya…”


9. Muhasabah & Caranya

Pertanyaan:

  • Sudahkah aku punya bekal untuk mati?
  • Jika malam ini wafat, apa yang kubawa?

Cara:

  1. Evaluasi harian (sebelum tidur)
  2. Tulis dosa & taubat
  3. Bandingkan waktu dunia vs akhirat
  4. Kurangi yang tidak bermanfaat

10. Kemuliaan & Kehinaan

🌿 Di Dunia

  • Mulia: hati tenang, hidup terarah
  • Hina: gelisah, kosong meski kaya

⚰️ Di Alam Kubur

  • Mulia: kubur luas, bercahaya
  • Hina: sempit, gelap, penuh penyesalan

🔥 Di Hari Kiamat

  • Mulia: wajah berseri
  • Hina: berkata “ya laytani…”

🌸 Di Akhirat

  • Mulia: surga, ridha Allah
  • Hina: neraka dan penyesalan abadi

11. Doa

اللهم لا تجعلنا من النادمين يوم القيامة
اللهم ارزقنا توبة نصوحا قبل الموت
اللهم اجعل أعمالنا زادا لحياتنا الأبدية

“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang yang menyesal di hari kiamat.
Karuniakan kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal untuk hidup abadi.”


12. Penutup

Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.
Jangan tunggu penyesalan menjadi kalimat terakhir.


🙏 Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada para pembaca.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang menyiapkan hidup sebelum hidup yang sebenarnya dimulai.


📌 Pesan Akhir:
Hari ini adalah kesempatan.
Besok bisa jadi penyesalan.

.......

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tetap semangat, semoga bermanfaat selalu.

—M. Djoko EkasanU—

...........


---


Bismillahirrahmanirrahim.


Ahad, 26 April 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo para pecinta ilmu hits! Kali ini ada oleh-oleh magriban dari Mushola Baitul Muksinin, ngaji santai bareng Ust. A. Zubaidi, bahas tipis-tipis Kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:


.........


QS. Al-Fajr : 24


يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ۝٢٤


yaqûlu yâ laitanî qaddamtu liḫayâtî


"Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”"


.........


🕌 Penyesalan yang Kelewat Batas – QS. Al-Fajr: 24


📖 Artinya (dari kitab):


"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dulu aku sudah berbuat untuk hidupku ini.’”


---


1. Makna versi Tasawuf (Al-Ibrīz)


Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar nyesel biasa, tapi jeritan jiwa yang tersadar setelah dibodohi dunia.


Kata "liḥayātī" (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, melainkan hidup asli (akhirat).


Penyesalan muncul saat:


· Tirai dunia kebuka

· Hakikat amal keliatan

· Waktu udah ga bisa diulang


Tafsir isyarinya:

➡️ Manusia selama di dunia ngira hidup ya yang sekarang.

➡️ Pas mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru mulai.


---


2. Hukum (Ahkām)


· Wajib: siapin bekal akhirat (iman, amal shalih)

· Haram: nunda taubat dan meremehkan amal

· Makruh/tercela: sibuk dunia sampe lupa akhirat


➡️ Kaidahnya: Nunda kebaikan = buka pintu penyesalan.


---


3. Hikmah & Pelajaran


· Waktu itu modal, bukan sekadar alat

· Dunia cuma ladang, bukan tujuan

· Penyesalan paling gede bukan karena miskin, tapi karena kurang amal

· Kesempatan cuma ada sebelum mati


---


4. Dalil Pendukung (teks asli, ga di-gaul-in)


Al-Qur’an:

“Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)

➡️ Tapi permintaan itu ditolak.


Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…” (HR. Hakim)


Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”


---


5. Analisis & Argumen (Tasawuf)


Kenapa manusia bisa nyesel?

Karena 3 penyakit hati:


· Ghaflah (lalai) → merasa hidup masih lama

· Hubbud dunya (cinta dunia) → suka nunda amal

· Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat


➡️ Dalam tasawuf:

Penyesalan di akhirat adalah buah kelalaian di dunia.


---


6. Amalan (Yuk langsung praktekin)


· Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya akbara hammina”

· Shalat tepat waktu + berjamaah

· Sedekah rutin walau kecil

· Minimal 1 amal akhirat setiap hari

· Taubat sebelum tidur


---


7. Relevansi Zaman Now


Fenomena viral:


· Sibuk bikin konten, lupa bikin amal

· Kejar popularitas, lupa akhirat

· Scroll tanpa henti, hati kosong melompong


➡️ Jaman sekarang:

Banyak yang hidup “sibuk”, tapi ga “hidup” buat akhirat.


---


8. Motivasi (Ciee yang butuh semangat)


Bayangin:

Semua yang kita kumpulin bakal ditinggal.

Tapi amal sekecil apapun bakal dibawa.


➡️ Jangan nunggu sadar pas udah telat.

Hari ini masih bisa bilang: “Aku mau beramal.”

Besok bisa jadi cuma bisa bilang: “Seandainya…”


---


9. Muhasabah & Caranya


Tanya ke diri sendiri:


· Udah punya bekal buat mati belum?

· Kalau malam ini wafat, apa yang aku bawa?


Caranya:


· Evaluasi harian (sebelum tidur)

· Tulis dosa & taubat

· Bandingin waktu dunia vs akhirat

· Kurangin yang ga bermanfaat


---


10. Kemuliaan & Kehinaan


🌿 Di Dunia


· Mulia: hati tenang, hidup terarah

· Hina: gelisah, kosong meski kaya


⚰️ Di Alam Kubur


· Mulia: kubur luas, bercahaya

· Hina: sempit, gelap, penuh nyesel


🔥 Di Hari Kiamat


· Mulia: wajah berseri-seri

· Hina: bilang “ya laitanî…”


🌸 Di Akhirat


· Mulia: surga, ridha Allah

· Hina: neraka dan penyesalan abadi


---


11. Doa (Yuk aminkan)


Allahumma la taj’alna minan nadimin yaumal qiyamah.

Allahummarzuqna taubatan nashuha qablal maut.

Allahummaj’al a’malana zadan lihayyatinal abadiyyah.


Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk yang nyesel di hari kiamat.

Kasih kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal buat hidup abadi.”


---


12. Penutup (Gaskeun)


Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.

Jangan tunggu penyesalan jadi kalimat terakhir.


🙏 Jazakumullahu khairan buat para pembaca.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang yang nyiapin hidup sebelum hidup yang beneran dimulai.


📌 Pesan akhir:

Hari ini adalah kesempatan.

Besok bisa jadi penyesalan.


.......


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tetap semangat, semoga manfaat selalu.


— M. Djoko EkasanU —