Monday, April 27, 2026
811u. KEGEMBIRAAN ORANG MATI SEBAB AMAL BAIK KELUARGA MEREKA YANG HIDUP DAN SEBALIKNYA SEBAB AMAL BURUK.
828u. BEBERAPA ORANG YANG MASUK SURGA TANPA PERHITUNGAN.
HADITS KE-14 : BEBERAPA ORANG YANG MASUK SURGA TANPA PERHITUNGAN.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertemu dengan Jibril ‘alaihi as-salam. Lalu Rasulullah menanyainya:
‘Apakah umatku akan mengalami hisab atau penghitungan amal?’
‘Iya! Mereka akan mengalami hisab kecuali Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, maka ia tidak akan mengalaminya. Kemudian dikatakan kepadanya: Hai Abu Bakar! Masuklah ke dalam 105surga. Ia menjawab: Aku tidak akan mau masuk ke dalam surga kecuali bersama dengan orang- orang yang mencintaiku di dunia,’ jawab Jibril.”
........
827u. LARANGAN BANYAK BERBICARA DAN ANJURAN MENGINGAT KEMATIAN
HADITS KE-13 : LARANGAN BANYAK BERBICARA DAN ANJURAN MENGINGAT KEMATIAN
u. ANJURAN UNTUK BERGEGAS PADA HARI JUMAT
HADITS KE-8 : ANJURAN UNTUK BERGEGAS PADA HARI JUMAT.
Diriwayatkan dari Ali bin Abu Tholib bahwa ia berkata; Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat, akan duduk di setiap pintu masjid 70 malaikat yang menulis nama orang-orang hingga nama orang terakhir yang ditulis adalah laki-laki yang datang pada saat imam telah duduk di atas minbar. Sementara itu, laki-laki itu tidak menyakiti seorang pun di tempat duduknya dan tidak berkata kecuali berkata kebaikan. Laki-laki terakhir itu adalah gambaran balasan kecil bagi ahli Jumat. Balasan tersebut adalah bahwa laki-laki itu akan diampuni keburukan-keburukannya yang ia pernah lakukan di antara dua Jumat …” (hingga akhir hadis).
809u. AMALAN YANG MENEBUS SEBAGIAN DOSA
HADITS KE-6 : AMALAN YANG MENEBUS SEBAGIAN DOSA
804u. ANJURAN BAGI ORANG YANG BERUMUR UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH
HADITS KE-3 : ANJURAN BAGI ORANG YANG BERUMUR UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat wajah orang yang sudah berusia tua di pagi hari dan sore hari. Dia berfirman: Hai hamba-Ku! Usiamu telah tua. Kulit tubuhmu telah keriput. Tulangmu telah rapuh. Ajalmu telah mendekat. Sudah waktunya kamu menemui-Ku. Maka merasa malulah kamu kepada-Ku karena Aku malu menyiksamu di neraka karena ubanmu.’”
797u. Niatan Baik Abid Bani Isroil
HADITS KE 1 : ANJURAN KASIH SAYANG KEPADA MAKHLUK.
b. Niatan Baik Abid Bani Isroil
Suatu ketika ada seorang ahli ibadah (Abid) pada zaman Bani Israil tengah melewati tumpukan pasir. Pada saat itu, kaum Bani Israil tengah dilanda kelaparan. Melihat tumpukan pasir itu, Abid berkata dalam hatinya, “Andaikan pasir ini adalah makanan (gandum) maka aku akan memberikannya kepada orang- orang agar mereka bisa kenyang.” Kemudian Allah memberikan wahyu kepada seorang nabi yang ditutus kepada mereka saat itu, “Wahai Nabi-Ku! Katakanlah kepada si Fulan (Abid)! Sesungguhnya Allah telah memberimu pahala amal, yaitu amal ucapanmu ‘Andai pasir ini adalah makanan’ yang andaikan menjadi kenyataan maka kamu akan mensedekahkannya. Barang siapa mengasihi hamba-hamba Allah niscaya Allah akan mengasihinya”. Ketika si Abid mengasihi hamba-hamba Allah dengan ucapannya, “Andai pasir ini adalah makanan (gandum) maka aku akan memberikannya kepada orang-orang agar mereka kenyang,” maka ia mendapatkan pahala dari ucapannya tersebut seperti pahala andaikan ia mengamalkannya.
.........
792u. Orang-Orang Akhir Zaman
HADITS KE-40 : TENTANG MANUSIA DI AKHIR ZAMAN.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia berkata kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:
Di akhir zaman, akan muncul para kaum yang wajah mereka adalah seperti wajah manusia, hati mereka adalah seperti hati setan, sifat mereka adalah seperti sifat macan yang buas berbahaya. Di dalam hati mereka tidak ada sedikitpun rasa belas kasih. Mereka adalah kaum-kaum yang menumpahkan darah dan tidak menghindari keburukan.
Apabila kamu mengikuti mereka maka mereka akan mendekatimu. Apabila kamu menunda sesuatu dari mereka maka mereka akan mengghibahmu. Apabila kamu percaya kepada mereka maka mereka mengkhianatimu. Para anak kecil dari mereka adalah yang suka berhutang. Para pemuda dari mereka adalah yang berkelakukan buruk. Para orang tua dari mereka adalah yang berkelakukan dosa. Mereka tidak memerintahkan kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran. Mencari kemuliaan dengan perantara dukungan dari mereka adalah suatu kehinaan. Hukum di antara mereka adalah bid’ah. Bid’ah di kalangan mereka adalah kesunahan. Ketika kaum-kaum seperti ini muncul maka Allah akan menjadikan orang-orang buruk mereka sebagai para pemimpin. Orang-orang baik dari mereka berdoa tetapi tidak terkabulkan.
Syeh Muslim al-Abadani berkata:
Telah mendatangi kami, yaitu Sholih al-Muri, Abdul Wahid bin Zaid, ‘Atabah al-Ghulam, dan Salmah al-Aswad. Mereka mengajakku dan kemudian beristirahat di tepi laut. Suatu malam, aku telah menyiapkan makanan untuk mereka. Aku mengundang mereka untuk makan bersama. Ketika mereka telah datang, aku meletakkan makanan di depan mereka.
Tiba- tiba ada suara yang berasal dari tepi laut dengan suara keras, “Celakalah kalian! Kalian telah disibukkan oleh makanan- makanan dan keenakan nafsu. Kedua hal itu tidaklah bermanfaat.” Kemudian ‘Atabah berteriak keras hingga akhirnya ia pingsan. Mereka pun menangis dan menyingkirkan makanan. Mereka tidak mencicipi satu suapan pun.
Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:
“Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi mengamalkan kesunahanku. Mereka melakukan bid’ah. Barang siapa yang mengamalkan kesunahanku pada zaman itu, maka ia adalah seperti orang asing dan sendirian. Barang siapa mengikuti kebid’ahan mereka maka ia akan memiliki 50 teman atau lebih banyak.”
Para sahabat bertanya, “Apakah setelah zaman itu ada kaum yang lebih utama daripada kami?”
“Iya. Ada.”
“Apakah kaum itu mengenal anda?”
Rasulullah menjawab, “Tidak”.
“Apakah diturunkan wahyu kepada kaum itu?”
“Tidak”.
“Bagaimana sifat kaum itu?”
793u. Anjuran Menjaga Hadis Nabi
HADITS KE-39 : KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS
794u. Ya Hannan Ya Mannan
b. Ya Hannan Ya Mannan
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda dalam hadis lain:
Ketika Hari Kiamat telah terjadi maka Malaikat Jibril ‘alaihi as- salam berkeliling selama 4000 tahun. Tiba-tiba ia mendengar dari arah neraka suara laki-laki dari umat Muhammad yang berkata, “Ya Hannaan! Ya Mannaan! Ya Dzal Jalaali Wal Ikroom! (Wahai Allah Yang Maha Pengasih! Wahai Allah Yang Maha Pemberi! Wahai Allah Yang Maha memiliki Keagungan dan Kemuliaan!).”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melanjutkan;
Kemudian Malaikat Jibril, ‘alaihi as-salam datang dan bersujud di samping ‘Arsy. Ia bermunajat dalam sujudnya, “Ya Allah! Saya mendengar di neraka suara laki- laki dari golongan orang-orang muslim, yang berkata ‘Ya Hannaan! Ya Mannaan!’ sejak
40.000 tahun. Saya mengenali laki-laki itu kalau ia adalah termasuk salah satu dari golongan umat Muhammad ‘alaihi as-salam. Sedangkan sesungguhnya Engkau tahu, Ya Allah! hubungan pertemanan antaraku dan Muhammad, ‘Alaihi as-salam. Saya ingin berbuat baik kepada Muhammad. Sesungguhnya laki- laki dari umatnya itu berada di neraka. Jadi, berilah saya izin untuk mensyafaatinya!”
Allah Yang Maha Agung berkata, “Aku memberimu izin untuk mensyafaatinya dan aku pasrahkan ia kepadamu. Temuilah Malik, penjaga neraka, dan katakan kepadanya agar ia mengeluarkan laki-laki itu untukmu dan menyerahkannya kepadamu.”
Kemudian Malaikat Jibril, ‘alaihi as-salam segera menemui Malaikat Malik dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah memasrahkan si Fulan kepadaku. Keluarkanlah ia dari neraka dan serahkan ia kepadaku!”
Kemudian Malik masuk ke dalam neraka dan mencari laki-laki itu selama 1000 tahun, tetapi ia tidak menemukannya. Kemudian ia keluar dari neraka dan berkata:
Hai Jibril! Sesungguhnya Jahannam telah berkobar-kobar menjadikan besi seperti batu dan menjadikan manusia seperti besi. Aku tidak bisa menemukan laki- laki itu.”
Kemudian Malikat Jibril, ‘alaihi as- salam datang dan bersujud di samping ‘Arsy untuk yang kedua kalinya. Ia bermunajat:
“Ya Allah! Malik belum bisa menemukan laki-laki itu. Dimanakah ia berada?”
Allah menjawab, “Hai Jibril! Temuilah Malik dan katakan kepadanya kalau laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, dan di dalam sumur ini.”
Kemudian Malaikat Jibril, ‘alahi as-salam mendatangi Malik dan memberitahunya bahwa laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, ujung ini dan di dalam sumur ini. Lalu Malik masuk ke dalam neraka dan pergi ke jurang yang dimaksud. Setelah sampai di lokasi, ia menemukan laki-laki itu dengan kondisi telungkup dengan banyak ular dan kalajengking menyulubunginya dan belenggu serta rantai-rantai mengikatnya. Kemudian Malik memegang sebagian anggota tubuhnya. Laki- laki itu benar-benar sudah seperti arang. Malik menggerak-gerakkan laki-laki itu hingga ular-ular dan kalajengking berjatuhan dari tubuhnya. Ia menggerak- gerakkannya lagi untuk yang kedua kalinya hingga belenggu- belenggu dan rantai-rantai jatuh dari tubuhnya. Kemudian laki-laki itu menoleh ke arah Malik sambil berkata:
Hai Malik! Apakah kamu mendatangiku untuk menambah siksa untukku atau kamu akan menyelamatkanku?”
Malik menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja Jibril sedang menunggumu.”
Kemudian Malik membawa laki- laki itu dan memberikannya kepada Jibril.
Kemudian Jibril membawa laki- laki itu dan pergi menuju ke tiang ‘Arsy. Setiap kali Jibril bertemu dengan makhluk lain, ia berkata, “Si Fulan ini telah berada di neraka Jahannam selama 40.000 tahun” Kemudian Jibril dan laki- laki itu berdiri bersama-sama di samping ‘Arsy. Allah berkata:
Hai hamba-Ku! Bukankah al- Quran telah jelas bagimu? Bukankah Aku telah mengutus Muhammad kepadamu? Bukankah ia telah memerintahkanmu untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran?”
Laki-laki itu menjawab, “Ya Allah! Sudah. Hanya saja aku telah mendzalimi diriku sendiri. Aku mengakui dosaku. Ampunilah Aku! Demi kebenaran apa yang telah aku katakan selama 40.000 tahun di neraka, yaitu Ya Hannaan! Ya Mannaan! Semoga Engkau mengampuniku.”
Allah berkata, “Aku telah mengampunimu dan Aku telah memasrahkanmu kepada Jibril dan Aku telah membebaskanmu dari neraka berkat syafaatnya.”
Ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang yang selamat dari neraka setelah 40.000 tahun apabila dipastikan kepadaku masuk ke dalamnya terlebih dahulu karena keburukan dosaku.
.......
795u. Orang-orang Kafir Ingin Masuk Islam
HADITS KE-38 : HAL YANG DIINGINKAN OLEH PENGHUNI NERAKA
796u. Doa Majlis
HAL YANG SEBAIKNYA DIGUNAKAN UNTUK MENGKHATAMKAN PADA SETIAP MAJELIS.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda;
Ketika salah satu dari kalian telah duduk di suatu majlis maka janganlah meninggalkan majlis hingga ia membaca sebanyak tiga kali:
Maha Suci Engkau, Ya Allah! Dengan memuji-Mu aku bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Engkau. Ampunilah aku dan terimalah taubatku!
798u. Ja’far Sang Burung Terbang
Ja’far Sang Burung Terbang.
(Diceritakan) bahwa sesungguhnya Ja’far at-Toyyar radhiyallahu ‘anhu dengan keberkahan kejujurannya dan tidak berbohong selama hidupnya, ketika ia meninggal dunia, Allah memberinya dua sayap hijau yang dipenuhi dengan intan dan mutiara yang dapat ia gunakan untuk terbang bersama para malaikat. Suatu hari, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya kepadanya:
“Hai Ja’Far at-Toyyar! Hai anak Abu Thalib! Dengan amalan apa kamu bisa mencapai tingkatan kemuliaan ini (diberi dua sayap oleh Allah)?”
Ja’far menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja aku menghindari 3 (tiga) hal pada waktu masa kekufuran dan keislaman.”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya, “Apa 3 (tiga) hal itu?”
Ja’far menjawab, “Aku tidak berbohong, tidak berzina dan juga tidak pernah mabuk pada masa kekufuran dan keislaman.”
“3 (tiga) hal itu memang haram pada masa keislaman. Lantas atas dasar apa kamu menghindari 3 hal tersebut pada masa kekufuran?” tanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.
Ja’far menjawab, “Aku berfikir dalam hal berbicara bahwa orang yang berbohong dalam bicaranya maka ia adalah orang yang dicurigai di kalangan masyarakat dan ia akan merasa malu jika ketahuan bohong. Oleh karena ini, aku menghindari berbohong. Aku berfikir dalam hal perzinahan bahwa misalnya orang yang berzina dengan istriku, putriku atau saudariku maka orang itu telah melukaiku dan aku tidak akan memaafkannya. Begitu juga jika aku berzina dengan wanita lain maka orang lainpun tidak akan memaafkanku. Oleh karena ini aku menghindari perzinahan. Adapun aku enggan mabuk maka aku tahu kalau orang-orang pasti menginginkan akal yang mereka miliki bisa senantiasa bertambah kualitasnya. Sedangkan orang yang mabuk pasti kehilangan kesadaran akalnya, berbicara sembarangan, dan ditertawakan orang banyak. Oleh karena ini, aku menghindari mabuk”.
Kemudian Malaikat Jibril ‘alaihi as-salam, datang dan berkata kepada Rasulullah, “Ja’far benar. Allah memberinya dua sayap karena ia menghindari 3 (tiga) hal tersebut.”
.........
LARANGAN BERBUAT KIKIR
[26/4 18:04] Budi Ferza Jamaah: 📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB RIYADHUSH SHALIHIN BAB 61, LARANGAN BERBUAT KIKIR*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 09 DZULKA'DA 1447 H / 26 APRIL 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI Masjid Ash Shiddiq, Jl. Raya Kalijaten No. 94, Taman, Sepanjang, Sidoarjo
Youtube :
https://www.youtube.com/live/xQqAMul8c5E?si=W6qV5a2Ek_aa1vON
[27/4 09:01] Budi Ferza Jamaah: 📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB HISNUL MUSLIM : KEUTAMAAN DZIKIR (18), DOA BANGKIT DARI RUKUK*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
SENIN, 09 DZULKA'DA 1447 H / 27 APRIL 2026
⏰ BA'DA 08.30 - SELESAI
TEMPAT :
* DI PERUM. BUMI CITRA FAJAR, JL. SEKAWAN MOLEK RAYA C 5, SIDOARJO
Youtube :
https://www.youtube.com/live/27BPYcmVqJw?si=Ncce-j_7PJvyBRip
.........
🕌 KITAB RIYĀDHUSH SHĀLIHĪN – BAB 61: LARANGAN BERBUAT KIKIR (BUKHUL)
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Dalam Bab ini, Imam An-Nawawi رحمه الله menghimpun ayat dan hadis yang menegaskan bahwa kikir (bakhil) adalah penyakit hati yang membuat seseorang menahan hak orang lain, enggan berbagi, dan terlalu mencintai dunia.
Secara tasawuf:
Kikir bukan sekadar tidak memberi, tetapi hati yang terikat pada dunia dan tidak percaya penuh pada janji Allah.
Orang yang kikir sebenarnya:
- Takut miskin
- Ragu pada rezeki Allah
- Lebih mencintai harta daripada ridha-Nya
Padahal hakikatnya:
Harta itu titipan, bukan milik mutlak.
2. Hukum (Ahkām)
- Kikir terhadap kewajiban (zakat, nafkah) → HARAM
- Kikir terhadap sunnah (sedekah, infak) → TERCELA (makruh mendekati haram)
- Dermawan (sakhā’) → TERPUJI & dianjurkan (sunnah muakkadah)
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Kikir adalah pintu kehancuran hati
- Sedekah adalah pembersih jiwa (tazkiyah)
- Harta yang ditahan → akan jadi penyesalan
- Harta yang diberikan → menjadi simpanan akhirat
4. Dalil (Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi)
Al-Qur’an:
“Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan apa yang Allah berikan kepada mereka menyangka bahwa itu baik bagi mereka, padahal itu buruk bagi mereka.”
(QS. Ali ‘Imran: 180)
“Setan menjanjikan kamu kemiskinan…”
(QS. Al-Baqarah: 268)
Hadis Nabi ﷺ:
“Jauhilah sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
(HR. Muslim)
“Tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta).”
(HR. Bukhari-Muslim)
Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi kepadamu.”
(HR. Bukhari-Muslim)
5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)
Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs, kikir berasal dari:
- Hubbuddunya (cinta dunia)
- Su’uzhan kepada Allah
- Ketergantungan pada sebab, bukan kepada Musabbib (Allah)
Secara logika iman:
- Jika Allah yang memberi → kenapa takut berkurang?
- Jika mati pasti → kenapa menumpuk?
Kikir = lemahnya tauhid
Dermawan = kuatnya keyakinan kepada Allah
6. Amalan (Implementasi)
Latihan membersihkan kikir:
- Sedekah harian, walau Rp 1.000
- Dahulukan memberi saat merasa berat
- Biasakan memberi tanpa diminta
- Niatkan setiap pemberian sebagai “tabungan akhirat”
- Dekat dengan orang-orang dermawan
7. Relevansi di Zaman Sekarang
Fenomena hari ini:
- Flexing harta di media sosial, tapi pelit berbagi
- Banyak orang kaya tapi tidak peduli sekitar
- Takut miskin padahal hidup konsumtif
Ironinya: 👉 Banyak orang miskin lebih mudah bersedekah daripada orang kaya
Kikir hari ini sering tersembunyi dalam bentuk:
- Menunda sedekah
- Hitung-hitungan pahala
- Memberi tapi ingin dipuji
8. Motivasi
Ingat:
- Yang kamu makan → habis
- Yang kamu pakai → rusak
- Yang kamu sedekahkan → kekal
Orang dermawan:
➡ Dicintai Allah
➡ Dicintai manusia
➡ Didoakan malaikat
9. Muhasabah & Caranya
Tanya diri:
- Apakah saya berat saat diminta bantuan?
- Apakah saya takut miskin saat bersedekah?
- Apakah saya lebih senang menumpuk daripada memberi?
Cara memperbaiki:
- Paksa diri memberi walau berat
- Renungkan kematian
- Ingat: ahli waris yang akan menikmati harta kita
10. Dampak (Kemuliaan & Kehinaan)
Di Dunia:
- Dermawan → hati lapang, hidup berkah
- Kikir → gelisah, sempit, tidak tenang
Di Alam Kubur:
- Sedekah menjadi cahaya dan penolong
- Harta yang ditahan → jadi penyesalan
Di Hari Kiamat:
- Harta akan ditanya
- Orang kikir disiksa dengan hartanya
Di Akhirat:
- Dermawan dekat dengan surga
- Kikir dekat dengan neraka
11. Doa
اللّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْبُخْلِ، وَارْزُقْنَا قَلْبًا سَخِيًّا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْفِقِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari sifat kikir, karuniakan kami hati yang dermawan, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang gemar berinfak di jalan-Mu.”
12. Penutup
Semoga kita termasuk hamba yang ringan tangan dalam memberi dan bersih hatinya dari cinta dunia yang berlebihan.
Terima kasih telah membaca.
Semoga menjadi amal jariyah dan pengingat bagi kita semua. 🤲
1028. Penyesalan yang Terlambat
Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 26 April 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat para penikmat ilmu. Ini ada oleh-oleh maghrib'an dari Mushola baitul muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:
.........
QS. Al-Fajr : 24
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ٢٤
yaqûlu yâ lfaitanî qaddamtu liḫayâtî
Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”
.........
🕌 Penyesalan yang Terlambat – QS. Al-Fajr: 24
📖 Ayat
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْ
"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dahulu aku telah berbuat untuk hidupku ini.’”
1. Makna (Tafsir al-Ibrīz – Isyarat Tasawuf)
Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar penyesalan biasa, tetapi jeritan ruh yang tersadar setelah tertipu dunia.
- “Liḥayātī” (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, tapi hidup hakiki (akhirat)
- Penyesalan muncul ketika:
- hijab dunia tersingkap
- hakikat amal terlihat
- waktu sudah tidak bisa diulang
Tafsir isyari:
➡️ Manusia selama di dunia mengira hidup itu sekarang.
➡️ Tapi saat mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru dimulai.
2. Hukum (Ahkām)
- Wajib: mempersiapkan bekal akhirat (iman, amal shalih)
- Haram: menunda taubat dan meremehkan amal
- Makruh/tercela: sibuk dunia hingga melupakan akhirat
➡️ Kaidah: Menunda kebaikan = membuka pintu penyesalan.
3. Hikmah & Pelajaran (Ibrah)
- Waktu adalah modal, bukan sekadar alat
- Dunia hanyalah ladang, bukan tujuan
- Penyesalan terbesar bukan karena miskin, tapi kurang amal
- Kesempatan hanya ada sebelum kematian
4. Dalil Pendukung
Al-Qur’an
- “Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)
➡️ Tapi permintaan itu ditolak
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…”
(HR. Hakim)
Hadis Qudsi
“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”
5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)
Mengapa manusia menyesal?
Karena 3 penyakit hati:
- Ghaflah (lalai) → merasa hidup lama
- Hubbud dunya (cinta dunia) → menunda amal
- Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat
➡️ Dalam tasawuf:
Penyesalan di akhirat adalah hasil kelalaian di dunia.
6. Amalan (Implementasi)
- Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya أكبر همنا”
- Shalat tepat waktu + berjamaah
- Sedekah rutin walau kecil
- Minimal 1 amal akhirat setiap hari
- Taubat sebelum tidur
7. Relevansi Zaman Sekarang
Fenomena viral:
- Sibuk konten, lupa konten amal
- Kejar popularitas, lupa akhirat
- Scroll tanpa henti, hati kosong
➡️ Zaman sekarang:
Banyak yang hidup “sibuk”, tapi tidak “hidup” untuk akhirat.
8. Motivasi
Bayangkan:
- Semua yang kita kumpulkan akan ditinggal
- Tapi amal sekecil apapun akan dibawa
➡️ Jangan tunggu sadar saat sudah terlambat
Hari ini masih bisa berkata: “Aku akan beramal.”
Besok bisa jadi hanya berkata: “Seandainya…”
9. Muhasabah & Caranya
Pertanyaan:
- Sudahkah aku punya bekal untuk mati?
- Jika malam ini wafat, apa yang kubawa?
Cara:
- Evaluasi harian (sebelum tidur)
- Tulis dosa & taubat
- Bandingkan waktu dunia vs akhirat
- Kurangi yang tidak bermanfaat
10. Kemuliaan & Kehinaan
🌿 Di Dunia
- Mulia: hati tenang, hidup terarah
- Hina: gelisah, kosong meski kaya
⚰️ Di Alam Kubur
- Mulia: kubur luas, bercahaya
- Hina: sempit, gelap, penuh penyesalan
🔥 Di Hari Kiamat
- Mulia: wajah berseri
- Hina: berkata “ya laytani…”
🌸 Di Akhirat
- Mulia: surga, ridha Allah
- Hina: neraka dan penyesalan abadi
11. Doa
اللهم لا تجعلنا من النادمين يوم القيامة
اللهم ارزقنا توبة نصوحا قبل الموت
اللهم اجعل أعمالنا زادا لحياتنا الأبدية
“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang yang menyesal di hari kiamat.
Karuniakan kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal untuk hidup abadi.”
12. Penutup
Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.
Jangan tunggu penyesalan menjadi kalimat terakhir.
🙏 Ucapan Terima Kasih
Jazakumullahu khairan kepada para pembaca.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang menyiapkan hidup sebelum hidup yang sebenarnya dimulai.
📌 Pesan Akhir:
Hari ini adalah kesempatan.
Besok bisa jadi penyesalan.
.......
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tetap semangat, semoga bermanfaat selalu.
—M. Djoko EkasanU—
...........
---
Bismillahirrahmanirrahim.
Ahad, 26 April 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo para pecinta ilmu hits! Kali ini ada oleh-oleh magriban dari Mushola Baitul Muksinin, ngaji santai bareng Ust. A. Zubaidi, bahas tipis-tipis Kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:
.........
QS. Al-Fajr : 24
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ٢٤
yaqûlu yâ laitanî qaddamtu liḫayâtî
"Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”"
.........
🕌 Penyesalan yang Kelewat Batas – QS. Al-Fajr: 24
📖 Artinya (dari kitab):
"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dulu aku sudah berbuat untuk hidupku ini.’”
---
1. Makna versi Tasawuf (Al-Ibrīz)
Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar nyesel biasa, tapi jeritan jiwa yang tersadar setelah dibodohi dunia.
Kata "liḥayātī" (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, melainkan hidup asli (akhirat).
Penyesalan muncul saat:
· Tirai dunia kebuka
· Hakikat amal keliatan
· Waktu udah ga bisa diulang
Tafsir isyarinya:
➡️ Manusia selama di dunia ngira hidup ya yang sekarang.
➡️ Pas mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru mulai.
---
2. Hukum (Ahkām)
· Wajib: siapin bekal akhirat (iman, amal shalih)
· Haram: nunda taubat dan meremehkan amal
· Makruh/tercela: sibuk dunia sampe lupa akhirat
➡️ Kaidahnya: Nunda kebaikan = buka pintu penyesalan.
---
3. Hikmah & Pelajaran
· Waktu itu modal, bukan sekadar alat
· Dunia cuma ladang, bukan tujuan
· Penyesalan paling gede bukan karena miskin, tapi karena kurang amal
· Kesempatan cuma ada sebelum mati
---
4. Dalil Pendukung (teks asli, ga di-gaul-in)
Al-Qur’an:
“Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)
➡️ Tapi permintaan itu ditolak.
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…” (HR. Hakim)
Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”
---
5. Analisis & Argumen (Tasawuf)
Kenapa manusia bisa nyesel?
Karena 3 penyakit hati:
· Ghaflah (lalai) → merasa hidup masih lama
· Hubbud dunya (cinta dunia) → suka nunda amal
· Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat
➡️ Dalam tasawuf:
Penyesalan di akhirat adalah buah kelalaian di dunia.
---
6. Amalan (Yuk langsung praktekin)
· Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya akbara hammina”
· Shalat tepat waktu + berjamaah
· Sedekah rutin walau kecil
· Minimal 1 amal akhirat setiap hari
· Taubat sebelum tidur
---
7. Relevansi Zaman Now
Fenomena viral:
· Sibuk bikin konten, lupa bikin amal
· Kejar popularitas, lupa akhirat
· Scroll tanpa henti, hati kosong melompong
➡️ Jaman sekarang:
Banyak yang hidup “sibuk”, tapi ga “hidup” buat akhirat.
---
8. Motivasi (Ciee yang butuh semangat)
Bayangin:
Semua yang kita kumpulin bakal ditinggal.
Tapi amal sekecil apapun bakal dibawa.
➡️ Jangan nunggu sadar pas udah telat.
Hari ini masih bisa bilang: “Aku mau beramal.”
Besok bisa jadi cuma bisa bilang: “Seandainya…”
---
9. Muhasabah & Caranya
Tanya ke diri sendiri:
· Udah punya bekal buat mati belum?
· Kalau malam ini wafat, apa yang aku bawa?
Caranya:
· Evaluasi harian (sebelum tidur)
· Tulis dosa & taubat
· Bandingin waktu dunia vs akhirat
· Kurangin yang ga bermanfaat
---
10. Kemuliaan & Kehinaan
🌿 Di Dunia
· Mulia: hati tenang, hidup terarah
· Hina: gelisah, kosong meski kaya
⚰️ Di Alam Kubur
· Mulia: kubur luas, bercahaya
· Hina: sempit, gelap, penuh nyesel
🔥 Di Hari Kiamat
· Mulia: wajah berseri-seri
· Hina: bilang “ya laitanî…”
🌸 Di Akhirat
· Mulia: surga, ridha Allah
· Hina: neraka dan penyesalan abadi
---
11. Doa (Yuk aminkan)
Allahumma la taj’alna minan nadimin yaumal qiyamah.
Allahummarzuqna taubatan nashuha qablal maut.
Allahummaj’al a’malana zadan lihayyatinal abadiyyah.
Artinya:
“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk yang nyesel di hari kiamat.
Kasih kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal buat hidup abadi.”
---
12. Penutup (Gaskeun)
Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.
Jangan tunggu penyesalan jadi kalimat terakhir.
🙏 Jazakumullahu khairan buat para pembaca.
Semoga Allah jadikan kita termasuk orang yang nyiapin hidup sebelum hidup yang beneran dimulai.
📌 Pesan akhir:
Hari ini adalah kesempatan.
Besok bisa jadi penyesalan.
.......
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tetap semangat, semoga manfaat selalu.
— M. Djoko EkasanU —
