Tuesday, June 2, 2026

1061daq. Hisab yang Ringan: Jalan Menuju Keselamatan.

 


Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Hisab yang Mudah.

Nabi saw. ditanya tentang (masalah) hisab yang ringan itu. Maka Nabi saw. menjawab: “Seseorang melihat bukunya, lalu ia lewat dari tempat hisab itu.”

Ada yang mengatakan: Diumpamakan hisabnya Allah Ta’ala pada orang mukmin di hari kiamat itu, seperti pekerjaan Nabi Yusuf as. kepada saudaranya, sekiranya beliau berkata kepada mereka: “Tidak ada cacat buat kalian pada hari ini”. Demikian (juga) Allah Ta’ala berfirman kepada hamba-Nya: “Hai hamba-Ku, kamu Semua jangan merasa takut, dan kamu jangan merasa bersedih hati. Yusuf berkata: Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf.” (QS. Yusuf: 89). Demikian (juga) Allah berfirman kepada hamba-Nya: “Apakah kamu mengetahui (kejelekkan) apa yang kamu lakukan ketika kamu menyalahi (atau melanggar) perintahKu, apakah kamu ingat (perbuatan) apa yang kamu lakukan ketika kamu menyalahi.”

..........

BULETIN TAUZIAH TASAWUF

Hisab yang Ringan: Jalan Menuju Keselamatan dalam Tazkiyatun Nufūs

Muqaddimah

Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang hisab yang ringan. Beliau menjawab:

"Seseorang melihat bukunya, lalu ia lewat dari tempat hisab itu."

Dalam riwayat para ulama disebutkan bahwa perlakuan Allah kepada hamba-Nya yang beriman pada hari kiamat laksana perlakuan Nabi Yusuf a.s. kepada saudara-saudaranya. Setelah mereka melakukan kesalahan besar, Yusuf berkata:

"Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian." (QS. Yusuf: 92)

Demikianlah Allah Yang Maha Pengampun memperlakukan hamba yang kembali kepada-Nya dengan taubat, penyesalan, dan penyucian jiwa.


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs, hisab yang ringan bukanlah karena sedikitnya amal semata, melainkan karena luasnya rahmat Allah kepada hamba yang senantiasa membersihkan hati.

Hisab yang berat terjadi ketika dosa-dosa diperdebatkan dan dituntut satu demi satu.

Adapun hisab yang ringan adalah ketika Allah memperlihatkan amal seorang mukmin, lalu Allah mengampuni dan menutup aibnya sehingga ia segera menuju keselamatan.

Makna terdalamnya:

  • Allah tidak mencari-cari kesalahan hamba-Nya.
  • Allah lebih menyukai taubat daripada menghukum.
  • Orang yang banyak bermuhasabah di dunia akan sedikit dihisab di akhirat.
  • Orang yang mengadili dirinya sendiri sebelum mati akan diringankan pengadilannya kelak.

2. Hukum (Ahkam)

Wajib

  • Beriman kepada hari hisab.
  • Meyakini adanya catatan amal.
  • Mempersiapkan bekal akhirat.

Sunnah

  • Memperbanyak istighfar.
  • Muhasabah setiap hari.
  • Menutup aib orang lain.

Haram

  • Meremehkan dosa.
  • Menunda taubat.
  • Berbangga dengan maksiat.

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Allah Maha Pengampun

Sebesar apa pun dosa seseorang, pintu taubat tetap terbuka.

2. Jangan Putus Asa

Setan ingin manusia putus harapan dari rahmat Allah.

3. Aib yang Ditutup di Dunia

Berpotensi ditutup pula di akhirat apabila disertai taubat yang sungguh-sungguh.

4. Muhasabah Mengurangi Beratnya Hisab

Orang yang sering mengoreksi dirinya tidak akan banyak terkejut saat kitab amal dibuka.


4. Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Hadis Qudsi

Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Barang siapa yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah." (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Allah berfirman:

"Pada hari itu manusia keluar dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka balasan amal mereka." (QS. Az-Zalzalah: 6)

Allah berfirman:

"Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh." (QS. Al-Furqan: 70)

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli." (HR. Tirmidzi)


5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Para ulama tasawuf menjelaskan:

Hisab yang berat berakar dari hati yang lalai.

Hisab yang ringan berakar dari hati yang hidup.

Orang yang setiap malam:

  • Mengingat dosa,
  • Menyesal,
  • Menangis,
  • Memohon ampun,

sesungguhnya sedang menjalani sebagian hisabnya di dunia.

Sayyidina Umar bin Khattab r.a. berkata:

"Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab."

Inilah inti Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan jiwa sebelum Allah membersihkannya dengan kesulitan pada hari kiamat.


6. Amalan (Implementasi)

Setiap Hari

  1. Istighfar minimal 100 kali.
  2. Membaca Sayyidul Istighfar.
  3. Shalat Taubat.
  4. Sedekah meskipun sedikit.
  5. Muhasabah sebelum tidur.

Tanyakan kepada diri:

  • Apa dosa hari ini?
  • Siapa yang tersakiti oleh lisanku?
  • Apakah shalatku sudah khusyuk?
  • Adakah hak orang lain yang belum kutunaikan?

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Teknologi

Semua aktivitas digital meninggalkan jejak.

Chat, foto, video, komentar, transaksi dan pencarian internet tersimpan dalam server.

Jika manusia saja mampu menyimpan miliaran data, bagaimana dengan catatan amal yang dicatat malaikat tanpa pernah salah?

Komunikasi

Satu komentar buruk dapat tersebar ke seluruh dunia dalam hitungan detik.

Ghibah digital, fitnah digital dan ujaran kebencian akan menjadi bagian dari kitab amal.

Transportasi

Perjalanan semakin cepat.

Namun banyak manusia sibuk mengejar dunia hingga melupakan perjalanan menuju akhirat.

Kedokteran

Usia manusia dapat diperpanjang dengan teknologi.

Namun tidak ada teknologi yang mampu menunda kematian ketika ajal tiba.

Kehidupan Sosial

Budaya pencitraan membuat manusia sibuk mempercantik profil media sosial, tetapi lalai memperbaiki catatan amal.


8. Motivasi

Jangan takut kepada hisab.

Takutlah jika tidak memiliki persiapan.

Allah yang akan menghisab kita adalah Allah yang sama yang:

  • Memberi kita rezeki.
  • Menutupi aib kita.
  • Membuka pintu taubat setiap hari.

Rahmat-Nya jauh lebih besar daripada murka-Nya.

Masih ada waktu untuk memperbaiki diri.


9. Muhasabah dan Caranya

Muhasabah Harian

Sebelum tidur:

  1. Duduk tenang 5 menit.
  2. Ingat seluruh aktivitas hari itu.
  3. Catat kesalahan.
  4. Istighfar.
  5. Niat memperbaiki diri esok hari.

Muhasabah Mingguan

  • Evaluasi ibadah.
  • Evaluasi akhlak.
  • Evaluasi hubungan dengan keluarga.
  • Evaluasi penggunaan media sosial.

Muhasabah Tahunan

Tanyakan:

Apakah aku lebih dekat kepada Allah dibanding tahun lalu?


10. Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan

Di Dunia

  • Hati tenang.
  • Wajah bercahaya.
  • Dicintai orang saleh.

Di Alam Kubur

  • Kubur menjadi taman surga.
  • Mendapat ketenangan.

Di Hari Kiamat

  • Hisab dipermudah.
  • Aib ditutupi.

Di Akhirat

  • Mendapat ridha Allah.
  • Memasuki surga.

Kehinaan

Di Dunia

  • Gelisah.
  • Hati keras.
  • Sulit menerima nasihat.

Di Alam Kubur

  • Penyesalan panjang.

Di Hari Kiamat

  • Hisab berat.
  • Aib terbuka.

Di Akhirat

  • Terhalang dari rahmat Allah jika tidak bertaubat.

11. Doa

اللهم حاسبنا حسابًا يسيرًا

"Ya Allah, hisablah kami dengan hisab yang ringan."

اللهم استر عيوبنا واغفر ذنوبنا وارحم ضعفنا

"Ya Allah, tutuplah aib-aib kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan rahmatilah kelemahan kami."

اللهم اجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang banyak bertaubat dan orang-orang yang Engkau sucikan."

آمين يا رب العالمين


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang berkenan meluangkan waktu untuk merenungi perjalanan menuju akhirat. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ringan hisabnya, ditutupi aibnya, diterima taubatnya, dan dikumpulkan bersama Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

"Barangsiapa banyak bermuhasabah di dunia, niscaya sedikit penyesalannya di akhirat."

Wallāhu A'lam bish-Shawāb.

..........


BULETIN TAUZIAH TASAWUF – VERSI GAUL 😎


Hisab yang Gampang: Jalan Menuju Selamat dengan Bersihin Hati


Muqaddimah (Pembuka gaya santai)


Para nabiﷺ pernah ditanya soal hisab yang ringan. Beliau jawab gini:


“Seseorang melihat bukunya, lalu ia lewat dari tempat hisab itu.”


Nah, para ulama cerita bahwa perlakuannya Allah ke hamba yang beriman di hari kiamat tuh kayak perlakuannya Nabi Yusuf as. ke saudara-saudaranya. Padahal mereka pernah bikin salah gede, tapi Yusuf tetep bilang:


"Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian." (QS. Yusuf: 92)


Gitu juga Allah Yang Maha Pengampun. Buat hamba yang balik ke-Nya dengan taubat, nyesel, dan bersihin jiwa, Allah juga bakal baik banget.


---


1. Makna (Tafsir) ala Kekinian


Dalam dunia Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs (bersihin jiwa), hisab yang ringan tuh bukan karena sedikit amal, tapi karena luas banget rahmat Allah buat hamba yang rajin bersihin hati.


· Hisab berat = dosa-dosa diperdebatin satu per satu. Ngenes banget.

· Hisab ringan = Allah kasih liat catatan amal mukmin, lalu langsung diampuni dan ditutup aibnya. Gas langsung menuju selamat.


Pesan dalemnya:


· Allah nggak suka cari-cari kesalahan hamba-Nya.

· Allah lebih suka taubat daripada ngukum.

· Orang yang sering muhasabah (introspeksi) di dunia → hisab di akhirat jadi enteng.

· Siapa yang ngadili diri sendiri sebelum mati, bakal enteng pas diadili nanti.


---


2. Hukum (Ahkam) – Singkat, padat, gaul


Wajib:


· Percaya adanya hari hisab.

· Yakin ada catatan amal.

· Siapin bekal buat akhirat.


Sunnah (enak dikerjain):


· Perbanyak istighfar.

· Muhasabah tiap hari.

· Nutupin aib orang lain.


Haram (jangan dicoba):


· Meremehkan dosa.

· Nunda-nunda taubat.

· Bangga dengan maksiat.


---


3. Hikmah & Pelajaran (Ibrah) – Yang bisa kita ambil


1. Allah Maha Pengampun – Seberapa gede dosa, pintu taubat tetap kebuka.

2. Jangan putus asa – Setan suka bikin manusia hopeless dari rahmat Allah.

3. Aib yang ditutup di dunia – Bisa ditutup juga di akhirat kalo disertai taubat beneran.

4. Muhasabah = ngurangin berat hisab – Orang yang biasa koreksi diri nggak akan kaget pas catatan amal dibuka.


---


4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, Hadis Qudsi (teks asli tetap)


Al-Qur'an:


"Barang siapa yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah." (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)


"Pada hari itu manusia keluar dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka balasan amal mereka." (QS. Az-Zalzalah: 6)


"Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh." (QS. Al-Furqan: 70)


Hadis:


Rasulullahﷺ bersabda: "Orang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi:


Allah berfirman: "Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli." (HR. Tirmidzi)


---


5. Analisis & Argumen Tasawuf – Versi anak muda


Para ulama sufi bilang:


· Hisab berat = sumbernya dari hati yang lalai (lupa terus).

· Hisab ringan = sumbernya dari hati yang hidup.


Orang yang tiap malem:


· Ingat dosa,

· Nyesel,

· Nangis,

· Mohon ampun,

  itu artinya lagi ngejalanin sebagian hisabnya di dunia.


Sayyidina Umar bin Khattab pernah bilang: "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab."


Ini inti Tazkiyatun Nufūs: bersihin jiwa sebelum Allah bersihin pake cara yang berat di hari kiamat.


---


6. Amalan (Implementasi) – Gampang kok


Setiap hari, yuk:


· Istighfar minimal 100x.

· Baca Sayyidul Istighfar.

· Shalat Taubat.

· Sedekah, meskipun sedikit.

· Muhasabah sebelum tidur. Tanyain ke diri sendiri:

  · Dosa apa aja hari ini?

  · Ada orang yang sakit hati karena omonganku?

  · Shalatku udah khusyuk?

  · Ada hak orang lain yang belum aku tunaikan?


---


7. Relevansi di Zaman Sekarang – Kekinian banget


· Teknologi: Semua aktivitas digital ninggalin jejak. Chat, foto, video, komen, transaksi, browsing – semua kesimpan di server. Manusia aja bisa nyimpen miliaran data, apalagi catatan amal dari malaikat yang nggak pernah salah.

· Komunikasi: Satu komen pedas bisa viral ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Ghibah digital, fitnah digital, ujaran kebencian = bakal masuk kitab amal.

· Transportasi: Jalanan makin cepet, tapi banyak yang sibuk ngejar dunia sampe lupa perjalanan ke akhirat.

· Kedokteran: Umur bisa ditambah pake teknologi, tapi nggak ada teknologi yang bisa nunda kematian kalau ajal udah dateng.

· Kehidupan sosial: Budaya pencitraan (pamer di medsos) bikin orang sibuk poles profil, tapi lupa poles catatan amal.


---


8. Motivasi – Biar semangat


Jangan takut sama hisab.

Takutlah kalau nggak ada persiapan.


Allah yang akan menghisab kita adalah Allah yang sama yang:


· Ngasih rezeki,

· Nutupin aib kita,

· Buka pintu taubat setiap hari.


Rahmat-Nya jauh lebih gede daripada murka-Nya.

Masih ada waktu buat berbenah. 💪


---


9. Muhasabah & Caranya – Praktis


Muhasabah harian (sebelum tidur):


1. Duduk tenang 5 menit.

2. Ingat seluruh aktivitas hari ini.

3. Catat kesalahan.

4. Istighfar.

5. Niat perbaiki diri besok.


Muhasabah mingguan:


· Evaluasi ibadah, akhlak, hubungan sama keluarga, dan penggunaan medsos.


Muhasabah tahunan:

Tanya ke diri: "Apakah aku lebih dekat ke Allah dibanding tahun lalu?"


---


10. Kemuliaan vs Kehinaan


Kemuliaan:


· Dunia: Hati tenang, muka cerah, disayang orang saleh.

· Kubur: Jadi taman surga, dapat ketenangan.

· Hari Kiamat: Hisab gampang, aib ditutup.

· Akhirat: Dapat ridha Allah, masuk surga.


Kehinaan:


· Dunia: Gelisah, hati keras, susah dikasih nasihat.

· Kubur: Penyesalan panjang.

· Hari Kiamat: Hisab berat, aib kebuka.

· Akhirat: Terhalang rahmat Allah (kalau nggak taubat).


---


11. Doa – Anti ribet


اللهم حاسبنا حسابًا يسيرًا

"Ya Allah, hisablah kami dengan hisab yang ringan."


اللهم استر عيوبنا واغفر ذنوبنا وارحم ضعفنا

"Ya Allah, tutuplah aib-aib kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan rahmatilah kelemahan kami."


اللهم اجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang banyak bertaubat dan orang-orang yang Engkau sucikan."


آمين يا رب العالمين


---


Ucapan Terima Kasih – Bahasa anak masa kini


Makasih banget ya buat semua pembaca yang udah meluangkan waktu buat merenungin perjalanan menuju akhirat. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang ringan hisabnya, ditutup aibnya, diterima taubatnya, dan dikumpulin bareng Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang saleh.


"Barangsiapa banyak bermuhasabah di dunia, niscaya sedikit penyesalannya di akhirat."


Wallāhu A'lam bish-Shawāb. 🙌


---


Semoga versi ini lebih relatable buat anak muda, tapi tetap santun dan nggak ilfeel. 😊

.........

Monday, June 1, 2026

1063dag. orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya

 Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Orang-orang kafir akan menerima (mengambil) buku catatan amalnya dari arah belakang punggungnya. Allah swt. berfirman:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya. Maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” Dan ia akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Insyiqaq: 10-12)

Dan setiap kebaikan yang dilakukan catatannya terdapat dalam kitabnya, (sedangkan) setiap keburukan yang dilakukannya terdapat di kulit (luar)nya kitab. Barang siapa yang diberi kitab dengan tangan kirinya, maka ia berada dalam siksaan meskipun la mempunyai kebaikan, sebagaimana orang-orang kafir. Karena Sesungguhnya kebaikan yang bersama kekufuran, tidak ada Pahalanya.

Diantara dari sifat orang kafir, yaitu jasadnya, seperti gunung Hira’ dan gunung Abu Qubais, kedua gunung ini berada di Makkah, di kepalanya terdapat mahkota dari api, dia diberi pakaian dari tembaga cair, dan di lehernya terdapat bara api yang apinya menyala-nyala, dan tangannya dibelenggu ke lehernya, wajahnya sangat hitam, kedua matanya melotot, maka dia (kafir) ini kembali kepada saudara-saudaranya. Tatkala saudaranya melihat dirinya, mereka sama terkejut dan lari menjauhi dirinya. Saudarasaudaranya sama tidak mengenalnya, sehingga ia berkata : “Aku adalah Fulan bin Fulan.”” Kemudian malaikat menarik wajahnya ke neraka. Mereka inilah orang-orang kafir, yang kitabnya diberikan dengan tangan kiri mereka. Akan tetapi mereka tidak bisa mengambil kitab itu dengan (memakai) tangan kiri mereka, akhirnya mereka mengambil kitab tersebut dari (arah) belakang punggung mereka.

Sebagaimana diriwayatkan dari Nabi saw.: “Sesungguhnya Orang-orang kafir ketika dipanggil untuk dihisab dengan (menyebut) namanya, maka majulah seorang malaikat dari beberapa malaikat adzab, lalu malaikat itu memecah dada si kafir, kemudian tangannya yang kiri ditarik ke arah belakang punggungnya (diletakkan) di antara kedua bahunya, kemudian kitabnya diberikan.”

........

1062daq. diatas kepalanya diletakkan mahkota dari emas yang ditaburi dengan intan dan jauhar

 Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.

Didalam hadits diceritakan: Ketika Allah Ta’ala hendak menghisab para makhluk, maka ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: “Dimanakah Nabi (dari) bangsa Hasyim?” Lalu Rasulullah saw. datang kehadapan Tuhannya, beliau memuji dan menyanjung Tuhannya, maka para makhluk sama takjub pada Rasulullah, beliau memohon kepada Tuhannya agar tidak membuka aib umatnya. Allah Ta’ala berfirman: “Perlihatkan.” Maka berdirilah setiap seorang diatas kuburnya, dan diatas kepalanya diletakkan mahkota dari emas yang ditaburi dengan intan dan jauhar, lalu diberi pakaian dengan 70 pakaian, dan tiga gelang juga dipakaikan (kepadanya), satu gelang dari emas, satu gelang dari perak, dan satu gelang dari mutiara.

Kemudian hamba ini kembali kepada saudaranya yang mukmin, mereka tidak mengetahui dari (mana) kebagusan hamba ini, ditangan kanannya terdapat buku catatan amal kebaikannya dan pembebasannya dari neraka, serta kekalnya (dia) di dalam surga, maka ia berkata (kepada saudaranya yang mukmin): “Apakah kamu tidak kenal aku? Aku adalah Fulan bin Fulan, aku telah memuliakan kepada Allah Ta ‘ala, dan Allah Ta’ala telah membebaskan aku dari api neraka, serta mengekalkan aku didalam rumah surga.”


241dir.

 18. CELAAN TERHADAP SIFAT DENGKI.




240dur. tingkat kbaikan pada salam

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dari sahabat Imran bin Hushain ra., katanya : “Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. lalu mengucapkan : “Assalamualaikum”, maka Nabi menjawabnya, kemudian bersabda : “Engkau memperoleh sepuluh kebaikan”. Setelah itu masuk yang lain lalu memberi salam: “Assalamualaikum Warahmatullah wa barokatuh”. Nabi menjawab salamnya, lalu bersabda : “Engkau memperoleh tiga puluh kebaikan”. Lalu datang pula yang lain seraya mengucapkan salam : “Asslamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh wa maghfirotuh”. Nabi menjawab salamnya, seraya bersabda : “Engkau memperoleh empat puluh kebaikan”. (Demikian dikemukakan di dalam kitab Misykatul Mashabih).

......

239dur. berbeda cara salamnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Konon, cara penghormatan orang-orang Nasrani adalah dengan meletakkan tangan di mulut, cara penghormatan orang-orang Yahudi adalah dengan isyarat jari, cara penghormatan orang-orang Majusi adalah dengan membungkuk: cara penghormatan orangorang Arab kuno adalah ucapan “hayyakallah”, dan cara penghormatan kaum muslimin adalah ucapan “assalamualaikum warahmatullah wa barokatuh”, dan ini merupakan penghormatan yang paling mulia. (Al Mangulat).

238dur. di dalam surga ada kamar-kamar dari bermacam-macam warna seluruhnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dan diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda, yang artinya : “Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar dari bermacam-macam warna seluruhnya, luarnya bisa terlihat dari dalam dan dalamnya bisa terlihat dari luar. Di sana terdapat kenikmatankenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata siapa pun, tidak pernah didengar oleh telinga siapa pun, dan tidak pernah terlintas dalam benak siapa pun”.

Para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu gerangan?”.

Beliau menjawab : “Untuk orang yang menyebarkan salam, memberi makan, melanggengkan puasa dan salat malam di saat orang lain masih tidur”.

Para sahabat bertanya kembali : “Siapakah yang mampu melakukan itu, Ya Rasulullah?”.

Beliau menjawab : “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang itu. Orang yang berjumpa dengan saudaranya sesama muslim lalu dia memberi salam kepadanya, maka berarti dia telah menyebarkan salam. Orang yang memberi makan kepada keluarganya dan kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya sampai kenyang, maka berarti da telah memberi makan. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan dan enam hari di bulan Syawwal, maka berarti dia telah melanggengkan puasa. Dan orang yang melaksanan ini salat Isya dan salat Subuh secara berjamaah, maka berarti dia telah melakukan salat malam ketika orang lain masih tidur, yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani dan Majusi’. (Demikianlah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al Andalusi ra.).

......

237dur. dicintai oleh para malaikat hafazah

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Beliau bersabda : “Hai Anas, aku memberi wasiat kepadamu dengan satu wasiat, maka ingatlah. Perbanyaklah salat di waktu malam, niscaya engkau akan dicintai oleh para malaikat hafazah (malaikat yang menjaga keselamatan manusia, pent.). 


236dur. melewati suatu kaum maka ucapkanlah salam

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dahulu, Abu Muslim Al Khaulani ra. pernah berjalan melewati suatu kaum, tetapi dia tidak mengucapkan salam kepada mereka. Dia memberikan alasan : “Tidak ada yang menghalangi saya dari memberi salam kepada mereka selain dari rasa kuatir saya, nanti mereka tidak menjawab salam saya, sehingga mereka dikutuk oleh malaikat”. (Bahrul Ulum)

Dan dikemukakan di dalam kitab Bustanul Arifin : “Apabila kamu melewati suatu kaum maka ucapkanlah salam kepada mereka. Jika kamu telah mengucapkan salam kepada mereka maka mereka wajib menjawabnya”.

Dan dikemukakan juga di dalam kitab tadi : “Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk: orang yang lebih muda memberi salam kepada orang yang lebih tua, orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki : orang yang menunggang kuda memberi salam kepada orang yang menunggang keledai, dan orang yang datang dari belakang Anda memberi salam kepada Anda : orang yang menjawab salam itu harus memperdengarkan ucapan salamnya, sebab kalau tidak terdengar maka itu bukan jawaban: orang harus memberi salam kepada keluarganya ketika dia memasuki rumahnya. Jika dia memasuki rumah yang tidak ada seorang pun penghuninya, maka hendaklah dia mengucapkan : “Asslamu alaina wa ala ibadillaahish shaalihiin”. (salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh). Karena malaikat akan menjawab salamnya, maka akan diperoleh keberkahan yang lebih banyak dan lebih sempurna.

........

235dur. muslim memberi salam kepada muslim lainnya

 15. KEUTAMAAN MEMBERI SALAM.

Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra., dari Nabi saw. sabdanya :

Artinya : “Salam adalah salah satu dari asma (nama-nama) Allah, maka sebarkanlah ia di antara kamu”. Dalam riwayat lain :

Artinya : “Apabila seorang muslim memberi salam kepada muslim lainnya, kemudian orang itu menjawab salamnya. Maka malaikat mendoakan orang yang menjawab salam itu sebanyak tujuh puluh kali. Jika orang itu tidak menjawabnya, maka salam itu akan dijawab oleh makhluk-makhluk lain yang ada bersamanya, kemudian mereka akan mengutuknya sebanyak tujuh puluh kali”.

........