Doa Orang Tua Ibarat Doa Nabi kepada Umatnya
وَالدَّيْلَمِى, دُعَاءُ الْوَالِدُ لِوَلَدِهِ كَدُعَاءِ النَّبِيّ لِأُمَّتِهِ
Imam Ad-Dailami meriwayatkan hadits, “Doa orang tua kepada anaknya itu sebagaimana doa nabi kepada umatnya.”
.......
Doa Orang Tua Ibarat Doa Nabi kepada Umatnya
وَالدَّيْلَمِى, دُعَاءُ الْوَالِدُ لِوَلَدِهِ كَدُعَاءِ النَّبِيّ لِأُمَّتِهِ
Imam Ad-Dailami meriwayatkan hadits, “Doa orang tua kepada anaknya itu sebagaimana doa nabi kepada umatnya.”
.......
Membahagiakan Orang Tua Bisa Menghapus Dosa Besar
وَالتُّرْمُذِىُّ وَابْنُ حِبَّان وَالْحَاكِمُ اَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ رَجُلٌ فَقَالَ اْنِّي اَذْنَبْتُ ذَنْبًا عَظِيْمًا فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ, فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ اُمٍّ فَقَالَ لَا قَالَ فَهَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَبَرِّهَا
Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Hibban dan Imam Hakim meriwayatkan hadits, “Telah datang lelaki kepada Nabi Muhammad saw kemudian berkata, Saya telah berbuat dosa besar, apakah masih ada ruang untuk bertaubat?”
Maka Nabi saw bertanya padanya, ”Apakah kamu masih punya ibu?” Lelaki tersebut menjawab, “Tidak.”
Lalu Nabi saw bertanya lagi, “Apakah kamu masih punya bibi?” Lelaku tersebut menjawab, “Iya”. Kemudian Nabi saw berkata, “Maka berbaktilah padanya.”
.......
Orang yang Paling Berhak Diperlakukan dengan Baik Itu Orang Tua
وَالشَّيْخَانِ, جَاءَ رَجُلٌ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ الله مَنْ اَحَقُّ النَّاسَ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اَبُوْكَ
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits, “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw kemudian bertanya, Siapa orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik dalam hubungan?”
Nabi Muhammad saw pun menjawab, “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ayahmu.”
.......
Memandang Orang Tua dengan Kasih Sayang sama dengan Haji yang Mabrur
وَالرَّافِعِيّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَنْظُرُ اِلَى وَجْهِ وَالِدِيْهِ نَظْرَةً رَحْمَة اِلَّا كَتَبَ اللُه لَهُ بِهَا حَجَّةً مَقْبُوْلَةً مَبْرُوْرَةً
Imam Rafi’i meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata, “Tidak ada seorang lelaki yang memandang kepada orang tuanya dengang pandangan kasih sayang kecuali ditulis baginya pahala haji yang mabrur (diterima).”
.......
Pahala Birrul Walidain Serupa dengan Haji dan Umrah
عَنْ اَبِيْ يَعْلَى وَالطَّبْرَانِي اَتَى رَجُلٌ اِلَى رَسُوْلِ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِنَّنِي أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلا أَقْدِرُ عَلَيْهِ، قَالَ: هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ؟ قَالَ: أُمِّي، قَالَ: قاتل لِلّهِ فِي بِرِّهَا، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ، وَمُعْتَمِرٌ، وَمُجَاهِدٌ.
Diriwayatkan dari Imam Abu Ya’la dan Ath-Thabrani, “Bahwa ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw dan berkata, aku ingin pergi berjihad tetapi aku tidak mampu melakukannya.”
Kemudian Rasulullah saw bertanya padanya, “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki tersebut menjawab, “Ibuku.”
Lalu Rasulullah berkata, “Berjihadlah karena Allah dengan berbakti kepada ibumu, jika Engkau melakukannya maka kamu seperti melakukan ibadah haji, umrah dan jihad.”
.......
Al-Faqih, Matahari tidak akan terbit dan terbenam pada sesuatu hari yang paling utama, kecuali hari Jumat, dan tiada sesuatu (hewan) melata di bumi, kecuali ia takut dan gentar pada hari Jumat, kecuali bangsa ji dan manusia. Dan disetiap pintu Masjid tegaklah dua malaikat penulis siapa yang datang terdahulu, pahalanya sejajar dengan berkurban onta, berikutnya seperti berkurban kambing, sesudah itu seperti bersedekah burung, dan bersedekah telur, lalu ketika imam telah duduk digulunglah tulisan (lembaran) itu. (Al-Hadis).
........
.......
Teks Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Matahari tidak terbit dan tidak pula terbenam pada hari yang lebih utama daripada hari Jumat. Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi kecuali ia merasa takut pada hari Jumat, kecuali jin dan manusia. Di setiap pintu masjid berdiri dua malaikat yang mencatat siapa yang datang lebih dahulu. Orang yang datang pertama pahalanya seperti berkurban unta, berikutnya seperti berkurban kambing, berikutnya seperti bersedekah burung, lalu seperti bersedekah telur. Ketika imam telah duduk, lembaran catatan itu digulung."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan disebutkan dalam kitab Al-Faqih)
Hadis ini menjelaskan bahwa hari Jumat adalah puncak kemuliaan hari, hari yang Allah muliakan di antara seluruh hari. Dalam perspektif tasawuf, Jumat bukan hanya hari ibadah lahir, melainkan hari penyucian batin.
Matahari terbit dan terbenam di hari Jumat menjadi saksi kemuliaan waktu. Semua makhluk merasakan getaran hari ini, bahkan hewan melata pun takut, karena Jumat menyimpan rahasia besar: hari berkumpulnya rahmat, pengampunan, dan pengadilan kecil bagi jiwa manusia.
Malaikat di pintu masjid mencatat bukan sekadar kehadiran, tetapi juga niat, kesungguhan, kesiapan hati, dan kecintaan kepada Allah.
Tasawuf memandang bahwa:
Beberapa hukum yang dapat diambil:
Shalat Jumat wajib bagi laki-laki muslim, baligh, berakal, merdeka, dan tidak memiliki uzur.
Dalil:
"Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk salat Jumat, maka bersegeralah menuju dzikir kepada Allah..."
(QS. Al-Jumu'ah: 9)
Disunnahkan datang lebih awal ke masjid.
Haram berbicara ketika khutbah berlangsung tanpa kebutuhan syar’i.
Sunnah mandi Jumat, memakai pakaian bersih, memakai wangi-wangian, dan membaca shalawat.
Dalam tasawuf:
Siapa yang cepat menuju Allah, maka Allah lebih cepat memberinya rahmat.
"Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian."
(QS. Ali Imran: 133)
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya."
(QS. Asy-Syams: 9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat."
(HR. )
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya."
(HR. )
Hari Jumat menjadi ukuran:
Hari ini menjadi miniatur Hari Kiamat:
Orang yang menunda Jumat menunjukkan penyakit hati:
Sebelum Jumat:
✔ mandi Jumat
✔ potong kuku
✔ pakai pakaian bersih
✔ sedekah
✔ datang awal
✔ baca Surah
✔ shalawat
✔ dzikir
Saat khutbah:
✔ diam
✔ dengar
✔ fokus
Setelah Jumat:
✔ doa
✔ silaturahim
✔ evaluasi diri
Hari ini banyak orang:
Masjid kadang jadi tempat:
Tasawuf mengingatkan:
Masjid bukan tempat mencari perhatian manusia, tetapi tempat mencari perhatian Allah.
Jangan tunggu tua untuk memuliakan Jumat.
Kalau Allah memberi umur Jumat ini:
Setiap langkah ke masjid adalah cahaya.
Tanya pada diri:
Caranya:
Di dunia:
Di alam kubur:
Hari kiamat:
Akhirat:
Di dunia:
Kubur:
Kiamat:
Akhirat:
اللهم اجعلنا من أهل الجمعة الذين يسارعون إلى رحمتك، ويعظمون شعائرك، ويطهرون قلوبهم من الغفلة والرياء.
Artinya:
Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-Mu yang memuliakan Jumat, bersegera menuju rahmat-Mu, membersihkan hati dari lalai dan riya, serta istiqamah dalam ketaatan.
Terima kasih kepada seluruh pembaca buletin ini.
Semoga setiap huruf menjadi cahaya, setiap ilmu menjadi amal, dan setiap Jumat menjadi jalan menuju ridha Allah.
“Jangan hanya hadir di masjid, tapi hadirkan hatimu di hadapan Allah.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
tanbihul ghofilin BAB 33/7 Tentang Keutamaan Jumat.
Di hari Jumat setan keluar dengan para pembantunya, meramaikan pasar dengan panjinya, sedang malaikat duduk di pintu Masjid menulis manusia yang datang lengkap dengan alamatnya, hingga imam naik mimbar, maka orang yang mendekat dan mendengarkan khutbah penub perhatian, tanpa main-main, pasti memperoleh dua pahala, sedangkan yang menjauh dari imam tetapi mendengarkan serta memperhatikannya memperoleh satu pahala. Kemudian yang dckat dengan imam tetapi perbuat lagha, tidak mendengarkan maka baginya dua dosa, yang berkata hus/cih berarti lagha dan sia-sialah jumatannya. Lalu Ali berkata : Demikianlah hadist yang kuperoleh dari Nabi : –
........
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Pada hari Jumat, setan keluar bersama para pembantunya menuju pasar-pasar dengan membawa panji-panji mereka. Mereka menghalangi manusia dari menghadiri Jumat. Sementara itu, para malaikat duduk di pintu-pintu masjid sambil mencatat orang-orang yang datang sesuai urutannya. Hingga ketika imam naik mimbar, catatan ditutup..."
(HR. Ahmad dan lainnya, makna hadis)
Hadis ini menggambarkan bahwa hari Jumat bukan sekadar hari ibadah rutin, tetapi medan pertarungan ruhani antara cahaya malaikat dan tipu daya setan.
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa), hadis ini menunjukkan dua arus besar dalam kehidupan manusia:
Makna setiap bagian hadis:
Ini lambang strategi setan dalam menguasai hati manusia:
Menunjukkan:
Maksudnya:
Ini bukan sekadar posisi fisik, tetapi posisi hati.
Firman Allah:
"Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan salat Jumat maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkan jual beli."
(QS. : 9)
Hukum Jumat:
Sabda Nabi ﷺ:
"Barangsiapa berkata kepada saudaranya 'diam' pada hari Jumat saat imam khutbah, maka ia telah berbuat lagha."
(HR. dan )
Apakah hati condong ke pasar atau ke masjid?
Banyak dekat mimbar tapi hati jauh.
Mendengar khutbah adalah latihan mengendalikan jiwa.
Karena Jumat hari penghapus dosa.
Bukan hanya hadir, tetapi bagaimana hadir.
"Beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya."
(QS. : 9)
"Dan tinggalkanlah jual beli."
(QS. : 9)
"Barangsiapa mandi Jumat, lalu berangkat awal, mendekat kepada imam, mendengar dan diam, baginya pahala setahun puasa dan qiyam."
(HR. )
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
(HR. )
Di zaman sekarang, setan tidak hanya ada di pasar fisik.
“Pasar modern” hari ini adalah:
Saat khutbah:
Ini bentuk lagha modern.
Tasawuf melihat masalahnya bukan di tangan, tetapi hati.
Jika hati selalu menunggu notifikasi, maka ruh tidak pernah hadir.
Sebelum Jumat:
✅ mandi Jumat
✅ memakai pakaian bersih
✅ memakai wangi-wangian
✅ datang lebih awal
✅ membaca
✅ memperbanyak shalawat
✅ niat ikhlas
Saat khutbah:
✅ matikan HP
✅ duduk dekat imam
✅ dengar penuh
✅ jangan bicara
✅ jangan tidur
✅ jangan bercanda
Setelah Jumat:
✅ dzikir
✅ doa
✅ evaluasi diri
Fenomena:
Masjid kadang menjadi tempat fisik, tetapi hati masih di pasar.
Ini yang disebut ulama sebagai:
“Jasad di masjid, hati di dunia.”
Jumat adalah:
Setiap Jumat adalah peluang.
Mungkin Jumat ini:
Tanya pada diri:
Cara:
اللهم اجعلنا من أهل الجمعة الذين تستمع قلوبهم قبل آذانهم
"Ya Allah, jadikan kami ahli Jumat yang hatinya mendengar sebelum telinganya."
اللهم طهر قلوبنا من الغفلة
"Ya Allah sucikan hati kami dari kelalaian."
اللهم لا تجعلنا من أهل اللغو
"Ya Allah jangan jadikan kami ahli kesia-siaan."
Jumat bukan sekadar hadir.
Jumat adalah memilih:
Ikut panji setan atau catatan malaikat.
Ketika kaki menuju masjid, pastikan hati juga menuju Allah.
Terima kasih kepada para pembaca Buletin Tauziah Tazkiyatun Nufūs.
Semoga setiap langkah menuju masjid menjadi saksi keselamatan kita kelak.
Jangan hanya hadir di masjid. Hadirlah juga di hadapan Allah.
Wallāhu A‘lam bish Shawāb.
tanbihul ghofilin BAB 33/8 Tentang Keutamaan Jumat.
Salih Murry ketika berangkat ke masjid akan salat Subuh hari Jumat), melewati kuburan, katanya: “Aku akan diam sementara di sini hingga terbit fajar, ia salat sunah 2 rakaat, selanjutnya tertidur seraya duduk bersandar, sampai ia mimpi bahwa: Para penghuni kubur tersebut pada keluar, duduk-duduk dan berbicara (ngobrol), lalu terlihat padanya seorang pemuda berpakaian kumai duduk menvendiri dan sedih, tidak lama kemudian datanglah nampan atau talam ditutup saputangan, dan setiap penghuni yang memperolehnya, langsung kembali masuk ke kubur, hingga tinggal seorang pemuda yang menyendiri tadi tidak dapat suatu apapun, ia berdiri sedih akan masuk lagi ke kuburnya, lalu aku bertanya: “Hai pemuda, kenapa sedih dan apa yang dibawa orang-orang tadi? Jawabnya: “Itulah kiriman doa atau sedekah dari saudara mereka yang masih hidup dan disampaikan pada malam Jumat. Sedang aku orang dari Sind, diajak menunaikan ibadat haji oleh ibuku, lalu di Bashrah aku sampai ajal (mati), dan sesudah itu ibuku kawin lagi, ia tidak berbicara kepada suaminya (bapa tiri) bahwa punya anak, ia lupa daratan (akibat kekayaan) sampai Jupa kepadaku, maka aku sangat sedih karena sepeninggalku tiada satupun orang yang mengingat aku, Salih bertanya: “Di mana rumah ibumu? ia menunjukkan alamatnya. Kemudian sesudah siang, kucari rumah yang ditunjukkan alamatnya tadi malam, sampai kutemukan, lalu aku bertanya: Apakah ibu punya anak? Jawabnya: “Tidak, Lalu: Apakah dulu pernah punya anak? ia menarik nafas panjang seraya berkata: “Ya, dahulu aku punya anak mati masih muda”. Kemudian kuceriterakan kepadanya tentang peristiwa tadi malam, yang diderita oleh anaknya itu, sampai ia bercucuran air matanya ke pipi, katanya: “Anakku, yang pernah kukandung dalam perutku, minum air susuku, dan menjadi buah hatiku. Lalu ia serahkan uang 1000 dirham, seraya berkata: “Sedekahkanlah buat anakku itu, dan mulai saat ini aku tidak akan melupakannya dengan panjatan doa dan sedekah untuknya sepanjang hidupku. Kemudian uang itu kusedekahkan, dan jumat berikutnya aku Pergi ke kuburnya, setelah salat 2 rakaat tertidur, dan mimpi seperti jumat dulu, penghuninya pada keluar, dan pemuda itu bersih dan indah pakaiannya wajahnya berseri, ia menemuiku dan katanya: “Semoga Allah membalas pahala padamy atas bantuanmu, dan hadiah ibuku telah sampai padaku. Lalu tanyaku: “Taukah kamu tentang keunggulan hari Jumat? Jawabnya: Ya, bahkan burung-burung di udara menyambutnya dengan “selamat datang, selamat datang”. (Demikian cerita ayahku, sahut Al-Faqih).
.....
Kisah Salih Murry di atas bukan sekadar cerita mimpi, tetapi merupakan cermin tentang hubungan antara dunia dan alam kubur. Dalam pandangan tasawuf, ini adalah pesan mendalam tentang kesucian hati, bakti kepada keluarga, kewajiban mengingat orang yang telah wafat, dan pentingnya sedekah serta doa bagi ahli kubur.
Kisah seorang pemuda yang duduk sedih karena tidak mendapat kiriman doa dan sedekah menunjukkan bahwa orang mati bukan tidak membutuhkan kita, justru mereka sangat menanti kiriman amal dari keluarga yang masih hidup.
Dalam cerita tersebut terdapat beberapa makna besar:
Nampan yang dibagikan kepada penghuni kubur adalah simbol hadiah pahala, baik dari doa, sedekah, bacaan Al-Qur'an, dan amal saleh.
Malam Jumat menjadi waktu di mana kiriman pahala lebih banyak sampai kepada ahli kubur.
Ibu pemuda itu terlena dengan kehidupan dan kekayaan sampai melupakan anaknya yang telah wafat.
Ahli kubur memiliki harapan kepada keluarga yang masih hidup.
Ketika sang ibu sadar, keadaan anaknya berubah.
Dalam tasawuf, ini disebut:
"Tazkiyatun Nufus" yaitu membersihkan jiwa dari:
Hukumnya sunnah muakkadah.
Hukumnya boleh dan dianjurkan.
Hukumnya sunnah.
Hadis:
"Dulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah."
HR.
Termasuk kelalaian hati.
"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu..."
"Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu..."
"Allah meneguhkan orang-orang beriman..."
"Apabila manusia meninggal maka terputus amalnya kecuali tiga..."
HR.
"Sedekah itu memadamkan murka Allah."
HR.
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
HR. dan
Secara spiritual:
Secara sosial:
Secara tasawuf: Penyakit hati terbesar adalah ghaflah (lalai).
Hari ini banyak yang:
Banyak:
Banyak:
Jangan tunggu mati untuk dikenang.
Kirimkan:
Karena kelak kita pun akan menunggu.
Tanya pada diri:
Cara:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَمْوَاتِنَا وَأَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ، وَاجْعَلْ قُبُورَهُمْ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Artinya:
"Ya Allah ampunilah orang-orang mati kami dan seluruh kaum muslimin, jadikan kubur mereka taman surga."
اللهم لا تجعلنا من الغافلين
"Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang lalai."
Terima kasih kepada seluruh jamaah, pembaca, dan para pecinta ilmu yang masih mengingat:
Semoga setiap doa, sedekah, dan amal menjadi cahaya di kubur mereka dan cahaya bagi kita.
"Jangan biarkan ahli kubur menunggu dengan sedih, kirimkan cinta melalui doa dan sedekah."
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
tanbihul ghofilin BAB 33/9 Tentang Keutamaan Jumat.
Al-Faqih, Jibril datang kepada Nabi dengan cermin putih berbintik hitam di tengahnya, Apa itu Jibril? Jawabnya: Inilah Jumat, Allah menurunkan agar menjadi Hari raya bagimu dan umat sepeninggalmu, di dalamnya penuh kebaikan bagimu, orang yang berdoa pada hari itu pasti dikabulkan jika sudah ditentukan baginya, dan jika bukan ketentuannya, maka diberi yang lebih baik darinya, sedang bagi kami (para malaikat) disebut dengan ”Yaumul mazid” artinya hari tambahan karunia, juga disebut Ilari besar, Nabi bertanya: Kanapa demikian? Jawabnya: Karena Allah membuat lapangan luas (di sorga) dasarnya kasturi putih, dan setiap Jumat, para Nabi datang, duduk di atas mimbar dari cahaya bertaburan permata, yang diliputi dengan kursikursi dari nur tempat duduk para Siddiqin dan para syuhada’, kemudian datang pula penghuni sorga ‘Adn mereka duduk di dataran tinggi kasturi itu, Firman Allah kepada mereka: “Aku adalah Yang menepati janjiKu, dan Penyempurna nikmat bagimu, di sini adalah tempat KehormatanKu, mintalah kepadaKu”. Lalu kata mereka: “Ya Tuhan, kami memohon keridaan dan sorgaMu, JawabNya: “Kutempatkan kamu di sorgaKu adalah bukti keridaanKu”. Hal itu bertepatan dengan naiknya Imam salat (khatib) hingga selesai acara salat Jumat, Lalu dibukakan bagi mereka segala yang belum pernah mereka nikmati di dunia. Sesudah itu, mereka kembali ke tempat masing-masing, dan merasa tidak ada yang lebih baik, lebih penting dalam menambah kehormatan dan kemuliaan, selain hari Jumat, itulah sebabnya disebut “Yaumul mazid” dan pada hari itu pula terjadinya hari Kiamat”. Nabi bersabda:
Artinya:
“Salat 5 waktu jika dilakukan secara) berjamah, dan salat jumat hingga jumat berikutnya adalah jadi penebus dosa-dosa yang diperbuat di antara keduanya, sepanjang tidak berbuat dosa-dosa besar”. (Hadis dari Anas Malik )
.....
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan hari Jumat sebagai hari yang penuh rahmat, kemuliaan, dan tambahan karunia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari , dijelaskan bahwa datang kepada Rasulullah SAW membawa cermin putih dengan titik hitam di tengahnya. Cermin itu adalah simbol hari Jumat, hari yang Allah hadiahkan untuk umat Muhammad sebagai hari raya mingguan, hari pengampunan, hari terkabulnya doa, dan hari tambahan nikmat di surga (Yaumul Mazīd).
Cermin putih melambangkan kesucian hari Jumat, kebeningan hati, dan pantulan amal manusia.
Titik hitam di tengah cermin menggambarkan:
Dalam tasawuf, hati manusia seperti cermin. Bila bersih, ia memantulkan cahaya Allah. Bila kotor, ia menjadi gelap.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat."
Para sahabat bertanya, "Apa pembersihnya?"
Rasul menjawab: "Mengingat kematian dan membaca Al-Qur'an."
Hari Jumat adalah waktu menggosok "cermin hati" agar kembali bersih.
Yaumul Mazīd berarti hari tambahan karunia, yaitu saat penghuni surga mendapat tambahan kenikmatan berupa:
Ini menunjukkan bahwa nikmat tertinggi bukan sekadar surga, tetapi bertemu dengan Allah.
Hukum-hukum hari Jumat:
"Wahai orang-orang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah."
Mandi Jumat sunnah muakkadah
Memperbanyak shalawat
Membaca Surah Al-Kahfi
Diam saat khutbah
Berdoa pada waktu mustajab
Menjaga salat berjamaah
Hadis:
"Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa selama tidak melakukan dosa besar."
(HR. )
Dalam tasawuf: Jumat adalah mi’raj mingguan orang mukmin.
"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah."
"Bagi mereka apa yang mereka kehendaki di dalamnya dan pada sisi Kami ada tambahannya."
"Tambahannya" ditafsirkan sebagai melihat Allah.
"Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat."
(HR. )
"Aku sediakan bagi hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata..."
(HR. dan )
Mengapa Jumat begitu mulia?
Karena:
Dalam Tazkiyatun Nufus, Jumat bukan hanya ritual, tetapi perbaikan hati.
Jika hati kotor, Jumat hanya jadi rutinitas.
Jika hati hidup, Jumat jadi jalan naik menuju Allah.
Hari ini Jumat sering berubah menjadi:
Padahal Jumat bukan untuk pamer, tapi memperbaiki hati.
Fenomena viral:
Tasawuf mengingatkan: Bukan berapa banyak hadir di masjid, tetapi berapa banyak hati hadir kepada Allah.
Jika setiap Jumat engkau perbaiki dirimu, maka hidupmu berubah.
Jumat adalah:
Jangan biarkan Jumat lewat tanpa perubahan.
Tanya pada diri:
Caranya:
Kemuliaan
Kehinaan
Kemuliaan
Kehinaan
Kemuliaan
Kehinaan
Kemuliaan
Kehinaan
اللهم اجعلنا من أهل الجمعة، ومن أهل النور، ومن أهل المغفرة، ومن أهل الجنة
Artinya:
Ya Allah, jadikan kami termasuk ahli Jumat, ahli cahaya, ahli ampunan, dan ahli surga.
اللهم طهر قلوبنا كما طهرت يوم الجمعة
Artinya:
Ya Allah bersihkan hati kami sebagaimana Engkau muliakan hari Jumat.
Terima kasih kepada seluruh pembaca buletin ini. Semoga Allah menjadikan setiap Jumat kita bukan sekadar rutinitas, tetapi jalan penyucian jiwa, penghapus dosa, dan tangga menuju ridha-Nya.
“Jangan tunggu hari kiamat untuk bertemu Allah. Mulailah bertemu dengan-Nya di setiap Jumat melalui hati yang bersih.”
Wallahu a’lam bish shawab.
tanbihul ghofilin BAB 33/6 Tentang Keutamaan Jumat.
Rasulullah bersabda:
Artinya:
“Hari Jumat adalah hari besar yang paling utama, di sisi Allah dan lebih besar daripada Hari raya Fitri atau Hari raya Adlhah.
Pada hari itu ada 5 peristiwa dan saat sangat penting, yaitu:
Diciptakannya Adam,
Diturunkannya ke bumi,
Dikembalikannya (mati) kepada Allah,
Saat mustajabah (terkabulnya doa), siapa saja berdoa minta apa saja pasti dipenuhi (jangan yang diharamkan Allah),
Terjadinya hari Kiamat, dan tiada satupun malaikat muqarrab di langit atau di dunia, kecuali merasa iba dari hari Jumat . (Hadis dari Abdurrahman Yazid, dari Lubabah Abdul Mundhir).
........
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hari Jumat adalah hari besar yang paling utama di sisi Allah, bahkan lebih besar daripada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha. Pada hari itu ada lima peristiwa penting: diciptakannya Adam, diturunkannya ke bumi, diwafatkan, terdapat waktu mustajab untuk doa, dan pada hari itu pula kiamat terjadi."
(HR. Ibnu Majah dan lainnya)
Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), hari Jumat bukan hanya hari berkumpulnya manusia dalam ibadah, tetapi hari pembersihan ruhani dan evaluasi perjalanan jiwa.
Lima peristiwa besar pada Jumat mengandung makna mendalam:
Manusia berasal dari tanah, maka jangan sombong.
Tasawuf mengajarkan: "Siapa mengenal asalnya, ia tidak akan tertipu oleh dirinya."
Dunia bukan rumah abadi, melainkan tempat ujian.
Hati harus sadar bahwa hidup ini perjalanan pulang.
Setiap yang hidup akan mati. Jumat mengingatkan keterbatasan usia.
Allah berfirman:
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati."
(, Surah 3:185)
Allah membuka pintu langit untuk hamba yang meminta.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Pada hari Jumat ada satu waktu, apabila seorang Muslim berdoa, pasti Allah kabulkan."
(HR. dan )
Jumat adalah pengingat akhir dunia.
Orang yang sadar Jumat adalah hari akhir, akan hidup lebih hati-hati.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkan jual beli."
(, Surah 62:9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat menjadi penghapus dosa di antaranya."
(HR. )
Allah berfirman:
"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah di bumi dan carilah karunia Allah."
(, Surah 62:10)
Hadis Qudsi:
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
(HR. )
Hadis:
"Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat."
(HR. )
Di era sekarang, Jumat sering hanya dianggap:
Padahal Jumat adalah:
Tasawuf melihat bahwa jiwa manusia kotor karena lalai, dan Jumat adalah alat pencuci jiwa.
Hari ini manusia viral dengan:
Jumat mengingatkan:
semua akan kiamat.
Media sosial sering membuat hati gelisah. Jumat mengajarkan diam, dzikir, tafakkur.
Jangan jadikan Jumat sekadar rutinitas.
Jadikan Jumat:
Tanya diri:
Cara:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لَنَا يَوْمَ بَرَكَةٍ وَرَحْمَةٍ وَمَغْفِرَةٍ وَعِتْقٍ مِنَ النَّارِ
Artinya:
Ya Allah, jadikan hari Jumat kami hari penuh berkah, rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا وَزَكِّ نُفُوْسَنَا
Ya Allah bersihkan hati kami dan sucikan jiwa kami.
Terima kasih kepada seluruh pembaca buletin ini. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang memuliakan hari Jumat, bukan sekadar hadir dengan tubuh, tetapi hadir dengan hati.
“Jumat bukan hari biasa. Ia adalah cermin perjalanan hidup: dari penciptaan, ujian, doa, kematian, hingga akhir zaman.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.........PENYESALAN & PERTENGKARAN ORANG KAFIR DI AKHIRAT.
........
🕯️ TAUZIAH: PENYESALAN & PERTENGKARAN ORANG KAFIR DI AKHIRAT
Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudaraku yang dimuliakan Allah…
Di antara gambaran paling menggetarkan dalam Al-Qur’an adalah penyesalan dan pertengkaran orang-orang kafir di akhirat. Mereka dahulu hidup dengan kesombongan, menolak kebenaran, bahkan meremehkan nasihat. Namun ketika tirai dunia disingkap, yang tersisa hanyalah penyesalan yang tiada guna.
Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) hari ketika orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, seraya berkata: ‘Wahai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama Rasul.’”
(QS. Al-Furqan: 27)
“Dan mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin kami dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).’”
(QS. Al-Ahzab: 67)
“Mereka berkata: ‘Demi Allah, sungguh dahulu kami dalam kesesatan yang nyata, ketika kami menyamakan kamu (berhala) dengan Tuhan semesta alam.’”
(QS. Asy-Syu’ara: 97–98)
👉 Di akhirat nanti:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.”
Para sahabat bertanya: “Siapa yang enggan?”
Beliau menjawab:
“Siapa yang taat kepadaku masuk surga, dan siapa yang durhaka maka ia enggan.”
(HR. Bukhari)
Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya. Maka siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Dan siapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.”
(HR. Muslim)
👉 Artinya:
Di akhirat tidak ada lagi kambing hitam. Semua kembali pada pilihan diri sendiri.
Dalam pandangan para ahli tasawuf, akar dari penyesalan itu adalah:
Dunia membuat hati tertutup. Tidak mau mendengar kebenaran.
Bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak mau tunduk.
Mengikuti tokoh, lingkungan, atau kebiasaan tanpa ilmu.
👉 Dalam tasawuf, penyakit ini harus disucikan melalui:
Dikisahkan, penghuni neraka berkata:
“Kami dahulu mendengar, tapi tidak mengamalkan. Kami tahu, tapi menunda.”
👉 Ini bukan karena bodoh, tapi karena menunda taubat.
Ada seseorang berkata:
“Aku tahu dunia ini fana, tapi aku tertipu olehnya.”
👉 Ilmu tanpa amal menjadi penyesalan besar di akhirat.
Diceritakan, orang kafir berkata:
“Seandainya dulu aku bersedekah walau sedikit…”
👉 Hal kecil yang diremehkan di dunia, menjadi harapan besar di akhirat.
Ketika neraka bergolak, mereka berkata:
“Ya Allah, keluarkan kami, kami akan beramal shalih.”
Namun dijawab:
“Bukankah telah datang peringatan kepadamu di dunia?”
👉 Dunia adalah kesempatan, akhirat adalah pembalasan.
Disebutkan:
“Orang paling menyesal adalah yang tahu jalan Allah, tapi tidak menempuhnya.”
Ada kisah seseorang yang menunda taubat hingga ajal menjemput. Saat sakaratul maut, ia berkata:
“Kembalikan aku, aku akan shalat dan bersedekah…”
Namun malaikat berkata:
“Hari ini bukan lagi tempat beramal.”
Saudaraku…
Jangan tunggu penyesalan seperti mereka. Mari kita bertanya pada diri:
Selama kita masih hidup, pintu belum tertutup…
Allah berfirman:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)
👉 Artinya:
Belum terlambat… selama nafas masih ada.
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat…
Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai…
Ya Allah…
Hidupkan hati kami dengan dzikir kepada-Mu…
Terangi hati kami dengan cahaya iman…
Ya Allah…
Berikan kami kekuatan untuk bertaubat sebelum terlambat…
Dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Terima kasih kepada panjenengan semua yang masih mau hadir di majelis ilmu, yang masih mau mendengarkan nasihat.
Semoga langkah kaki kita menuju kebaikan dicatat sebagai amal shalih, dan menjadi sebab keselamatan kita di dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
MEMBELI KERINGAT GURU
Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,
Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?
Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.
Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".
"Berapa harga emas seberat itu? "
Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,
"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"
Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"
Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"
Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "
Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"
"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "
"Tentu tidak." Ujar murid.
"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."
Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."
Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."
......MEMBELI KERINGAT GURU: KETIKA ILMU DIBANGUN DARI KEIKHLASAN
Pendahuluan
Di zaman ketika ukuran kesuksesan sering diukur dengan jabatan, kekayaan, dan popularitas, kisah “Membeli Keringat Guru” menjadi tamparan batin yang halus tetapi tajam. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap kilau keberhasilan seseorang, ada keringat, doa, air mata, dan pengorbanan guru yang sering tak terlihat.
Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), guru bukan sekadar pengajar ilmu, tetapi wasilah (perantara) Allah dalam menyampaikan cahaya ilmu kepada hati manusia. Guru ibarat timbangan yang tidak lebih mahal dari emas, namun tanpanya emas tak bisa diketahui nilainya.
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Kisah ini mengandung simbol-simbol mendalam:
a. Timbangan dan Emas
Timbangan melambangkan guru, emas melambangkan murid.
Guru bukan objek kemewahan dunia, tetapi alat penentu nilai. Muridlah yang diharapkan menjadi “emas” bagi umat.
Maknanya:
Guru tidak harus menjadi orang terkaya, karena tugasnya adalah menakar, membentuk, dan memurnikan orang lain.
b. Keringat dan Berlian
Keringat melambangkan pengorbanan guru.
Berlian melambangkan keberhasilan murid.
Maknanya:
Orang sering memuji hasil, tetapi lupa pada proses.
Dalam tasawuf, keikhlasan tertinggi adalah ketika seseorang beramal tanpa berharap penghargaan.
c. Keringat Menguap ke Langit
Ini simbol amal ikhlas yang diterima Allah.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa."
(QS. )
2. Hukum (Ahkam)
a. Menghormati guru adalah wajib adab
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bukan golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua kami, tidak menyayangi anak kecil kami, dan tidak mengetahui hak orang alim."
(HR. )
b. Bersyukur kepada guru adalah bagian syukur kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah."
(HR. )
c. Merendahkan guru adalah dosa adab
Dalam tasawuf, buruk adab kepada guru dapat menghalangi keberkahan ilmu.
Imam berkata:
“Kami belajar adab 30 tahun, dan belajar ilmu 20 tahun.”
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Jangan ukur kemuliaan dari kekayaan.
- Orang besar lahir dari guru yang ikhlas.
- Keikhlasan adalah amal tersembunyi.
- Ilmu tanpa adab adalah kesombongan.
- Guru adalah ladang pahala bagi murid.
- Kesuksesan sejati adalah keberkahan.
Dalam tasawuf:
“Yang tampak mulia di dunia belum tentu mulia di sisi Allah.”
4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Allah berfirman:
"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat."
(QS. )
"Tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui."
(QS. )
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi."
(HR. )
Hadis Qudsi:
"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya."
(HR. )
5. Analisis dan Argumentasi
Mengapa guru tidak selalu kaya?
Karena nilai manusia tidak selalu diukur materi.
Dokter menyembuhkan tubuh.
Pengusaha menggerakkan ekonomi.
Pemimpin mengatur negara.
Namun guru membentuk semuanya.
Jika guru mengejar dunia, siapa yang membentuk generasi?
Dalam tasawuf:
Guru adalah penanam pohon, murid adalah buahnya.
Orang sering memuji buah, lupa pada petani.
6. Amalan (Implementasi)
- Hormati guru ketika bertemu.
- Doakan guru setiap selesai shalat.
- Jangan melupakan jasa guru.
- Jaga nama baik guru.
- Sedekahkan pahala untuk guru.
- Gunakan ilmu untuk kebaikan.
- Bersikap rendah hati.
Doa untuk guru:
Allahummaghfir li mu'allimina wa asatidzati wa barik fi umurihim.
7. Relevansi Viral Zaman Sekarang
Hari ini viral:
- murid menghina guru,
- orang tua menyerang guru,
- guru dipermalukan di media sosial,
- pendidikan diukur angka,
- guru dianggap “pegawai biasa.”
Akibatnya:
- adab runtuh,
- ilmu tidak berkah,
- generasi cerdas tapi kosong ruhani.
Padahal guru sedang menjadi “keringat” yang tak terlihat.
8. Motivasi
Jika hari ini engkau sukses, ingat:
- ada guru yang pernah mendoakanmu,
- ada guru yang pernah sabar kepadamu,
- ada guru yang tidak dibayar setara lelahnya.
Jangan tunggu guru wafat baru mengenangnya.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan pada diri:
- Apakah aku pernah melukai hati guru?
- Apakah aku pernah melupakan jasanya?
- Apakah ilmuku berkah?
- Apakah aku mendoakan guruku?
Cara muhasabah:
- hubungi guru,
- minta maaf,
- kirim hadiah,
- sedekah atas nama guru,
- doakan setiap hari.
10. Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Kemuliaan
- dicintai manusia
- ilmu berkah
- hidup tenang
Kehinaan
- ilmu tak manfaat
- hati keras
- sombong
Di Alam Kubur
Yang hormat guru
kuburnya lapang.
Yang durhaka
gelap hati dan sempit kuburnya.
Di Hari Kiamat
Guru akan menjadi saksi.
Di Akhirat
Guru ikhlas mendapat pahala jariyah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika manusia mati, amalnya terputus kecuali tiga..."
(HR. )
Salah satunya:
ilmu yang bermanfaat.
11. Doa
اللهم اغفر لمعلمينا وأساتذتنا وارحمهم كما ربونا بالعلم والإيمان، وبارك أعمارهم وأرزاقهم، واجعلنا من التلاميذ الصالحين الذين لا ينسون فضل معلميهم.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah guru-guru kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami dengan ilmu dan iman, berkahilah umur dan rezeki mereka, dan jadikan kami murid yang saleh yang tidak melupakan jasa guru-gurunya.”
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih wahai guru...
Engkau mungkin tak memakai mahkota,
tetapi engkau mencetak para raja.
Engkau mungkin tak kaya harta,
tetapi engkau memperkaya jiwa.
Engkau mungkin hanya keringat,
tetapi dari keringatmu lahirlah berlian.
Semoga Allah membalas setiap tetes lelahmu dengan cahaya di dunia dan akhirat.
Penutup
Dalam Tazkiyatun Nufūs, menghormati guru adalah membersihkan hati dari kesombongan.
Jangan hanya membeli hasil, tapi hargailah proses.
Jangan hanya memandang berlian, tapi kenanglah keringatnya.
Karena orang hebat selalu punya guru hebat di belakangnya.
........
Berikut adalah bacaan buletin dalam perspektif Tasawuf berdasarkan video “Gus Baha – RELAX SAJA, MASALAH DUNIA ITU TIDAK ADA YANG PASTI” (kajian tentang sikap tenang terhadap kehidupan dunia) yang dirangkai dengan dalil Al-Qur’an, hadis, motivasi/muhasabah, hikmah, kemuliaan/kehinaan di berbagai tahap kehidupan, serta doa:
Bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, penuh ketidakpastian, dan tidak layak dijadikan sumber ketenangan batin. Sikap “relax” dalam arti tenang kepada Allah — bukan pasrah lemah — adalah inti ajaran tasawuf yang menenangkan hati dari kegalauan duniawi.
Dalam tasawuf, tujuan hidup bukan mengejar kenyamanan dunia semata, tetapi menyadari hamparan fana ini sebagai tempat ujian bagi jiwa untuk kembali kepada Rabb-nya.
Allah Ta’ālā berfirman:
“Dunia itu permainan dan senda gurau, perhiasan, serta bermegah-megahan di antara kamu…”
“…Adapun akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS al-ʿAnkabūt: 64)
Ayat ini menegaskan bahwa dunia, sekalipun terlihat indah, hanyalah tempat latihan menuju kehidupan yang abadi. Kita diingatkan untuk rizki hati, bukan sekadar rizki materi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang bangun pagi dengan menginginkan dunia…”
“…sedangkan akhirat yang jauh ia tinggalkan.”
(HR. At-Tirmidzhī)
Dalam tasawuf, hadith ini diinterpretasikan sebagai penolakan terhadap obsesi duniawi dan penekanan pada hubungan batin dengan Allah.
Dalam kerangka tasawuf:
Sebagaimana KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyatakan: inti tasawuf adalah meneliti cacat batin, bukan mengejar hal ghaib; sehingga orang yang tenang adalah yang mengoreksi dirinya, bukan sekadar mencari kesenangan duniawi.
Dalam perspektif tasawuf dan syariat:
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah…”
(QS ar-Raʿd: 28)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hati itu menjadi berkarat seperti halnya besi…”
“…Jika selalu mencintai dunia.”
(HR. Muslim)
اللهم ربَّ العالمين، يا مقلِّبَ القلوب ثَبِّتْ قلوبَنا على دينِك،
واجْعل الدنيا لنا سببًا في طاعتِك، لا سببًا في معصيتِك.
اللهم ارزقنا حبَّك، وحبَّ من يُحبُّك، وحبَّ كلِّ عملٍ يقربنا إليك.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan semesta alam, Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu; jadikanlah dunia bagi kami sebagai sebab untuk taat, bukan sebab untuk bermaksiat. Ya Allah, anugerahkan kepada kami cinta kepada-Mu, cinta kepada mereka yang Engkau cintai, dan cinta kepada segala amalan yang mendekatkan kami kepada-Mu.”
Terima kasih telah membuka buletin ini dan mengambil waktu untuk merenungkan makna tasawuf serta hakikat hidup dunia dan akhirat. Semoga setiap langkah batin kita diredhai Allah, hati menjadi tenang, dan amal kita bermanfaat di dunia serta akhirat.
Kalau kamu ingin, aku bisa juga membuat versi ringkas untuk disebarkan di media sosial atau poster motivasi tasawuf yang estetis. 😊
Berikut dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang golongan Ahli Surga, disertai penjelasan ringkas agar mudah dijadikan bahan kajian atau tulisan.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”
(QS. Al-Kahfi: 107)
👉 Syarat pokok: Iman + Amal Shalih.
Bukan hanya ibadah, tetapi juga akhlak dan manfaat bagi sesama.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman dan sungai-sungai.”
(QS. Al-Qamar: 54)
Takwa artinya menjaga diri dari maksiat dan menjalankan perintah Allah.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
Sabar dalam taat, sabar meninggalkan maksiat, dan sabar menghadapi ujian.
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.”
(QS. Ar-Rahman: 46)
Takut di sini bukan putus asa, tetapi takut yang melahirkan ketaatan.
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)
Tazkiyatun nafs (membersihkan hati dari riya, dengki, sombong) adalah jalan ahli surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa akhir ucapannya ‘La ilaha illallah’, maka ia masuk surga.”
(HR. Abu Dawud)
Tauhid yang jujur dari hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)
Dalam riwayat lain:
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
Akhlak baik adalah tiket kedekatan dengan Nabi ﷺ di surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka.”
(HR. Tirmidzi)
Kikir termasuk penghalang masuk surga.
“Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Al-Qur’an (Ali Imran: 134):
Ahli surga adalah yang menahan amarah dan memaafkan manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Maukah kalian aku beritahu tentang penghuni surga? Yaitu setiap orang yang lemah (rendah hati) dan dianggap lemah, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, Allah kabulkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ahli surga sering bukan orang besar di dunia, tetapi besar di sisi Allah.
Golongan ahli surga adalah mereka yang:
Jika panjenengan ingin, saya bisa:
Panjenengan ingin dibuatkan dalam bentuk apa? 🌿
📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB ARBA'IN AN-NAWAWI : HADITS KE-47, SEDERHANA DALAM KONSUMSI*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
RABU, 05 DZULKA'DA 1447 H / 22 APRIL 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID AL HIKMAH, JL. GAYUNGSARI IV NO. 34 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/HzYBAWxem34?si=5HzweTa3HSKzbQVe.
...........
Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kesederhanaan dalam makan, minum, dan konsumsi dunia adalah bagian dari adab seorang mukmin. Makan bukan tujuan hidup, tetapi sarana untuk menguatkan ibadah.
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, kesederhanaan konsumsi berarti:
Hati yang bersih adalah hati yang tidak dikuasai oleh syahwat perut.
Al-Qur’an:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
“Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara setan.”
(QS. Al-Isra: 27)
Hadis:
“Tidaklah anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk daripada perutnya...”
(HR. Tirmidzi)
“Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulangnya.”
Dalam tasawuf, perut adalah pintu utama hawa nafsu. Jika perut dikendalikan:
Sebaliknya, jika perut dibiarkan:
Maka, mengatur konsumsi adalah strategi utama dalam tazkiyah.
Zaman sekarang:
Ini bertentangan dengan ajaran Rasulullah ﷺ.
Kesederhanaan justru menjadi counter culture yang mulia di tengah gaya hidup berlebihan.
Orang yang mampu menahan perutnya:
Kesederhanaan bukan kekurangan, tapi kekuatan ruhani.
Tanya pada diri:
Cara memperbaiki:
Mulia:
Hina:
Mulia:
Hina:
Mulia:
Hina:
Mulia:
Hina:
Allahumma qanni‘ni bima razaqtani, wa barik li fihi, waj‘alhu quwwatan li ‘ala tha‘atika.
“Ya Allah, jadikan aku merasa cukup dengan rezeki-Mu, berkahilah di dalamnya, dan jadikan itu kekuatan untuk taat kepada-Mu.”
Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca yang terus berusaha mensucikan jiwa (tazkiyatun nufūs).
Semoga setiap usaha kecil dalam mengendalikan diri menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
✨ “Bukan banyaknya makanan yang menguatkanmu, tapi keberkahan dalam yang sedikit.”
📡 LIVE STREAMING
📖 *MEMURNIKAN KEMBALI : LAA ILAAHA ILLALLAH DALAM HATI & AMAL*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 02 DZULKA'DA 1447 H / 19 APRIL 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID SYAMSUL FALAH, JL. BHASKARA III NO. 19 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/6SV-JgbcmCI?si=T5MyM-xwvA_M8thf
.......
Berikut buletin tauziah dalam perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs:
Lā ilāha illallāh bukan sekadar ucapan, tetapi inti dari seluruh perjalanan ruhani.
Dalam tasawuf:
Allah berfirman:
“Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah…” (QS. Muhammad: 19)
Artinya: bukan hanya tahu, tapi merasakan dan menghidupkan dalam hati.
Ayat-ayat tentang tauhid umumnya turun untuk:
Secara ruhani, ayat tauhid juga “turun” dalam hati seorang hamba ketika:
Semua ayat ini menegaskan: tauhid harus meresap ke seluruh aspek kehidupan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang akhir ucapannya Lā ilāha illallāh, maka ia masuk surga.” (HR. Abu Dawud)
Dan:
“Perbaruilah iman kalian.” Para sahabat bertanya: Bagaimana? Beliau menjawab: “Perbanyaklah membaca Lā ilāha illallāh.”
Di zaman sekarang:
Tauhid menjadi solusi:
Tanyakan pada diri:
Jangan-jangan kita sering mengucap “Lā ilāha illallāh”,
tapi hati masih dipenuhi selain Allah…
Allāhumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.
Allāhumma thahhir qalbī minan nifāq, wa ‘amalī minar riyā’, wa lisānī minal kadzib.
Yā Allah, bersihkan hati kami dari selain-Mu, jadikan Engkau satu-satunya tujuan hidup kami.
Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi tauhid. Semoga Allah membersihkan hati kita, meneguhkan iman kita, dan menjadikan kita hamba yang benar-benar hidup dengan Lā ilāha illallāh — dalam hati, lisan, dan amal.
Penutup:
🌿 Tauhid bukan sekadar diucapkan… tapi diperjuangkan dalam hati sepanjang hidup.
📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT : JENIS-JENIS TAUHID*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
KAMIS, 28 SYAWAL 1447 H / 16 APRIL 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/UYQBKRhQQ40?si=Ivdj3Me3IqKG45FF.
.........
🕌 BULETIN TAUZIYAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS
Tema: Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat – Jenis-Jenis Tauhid
Dalam Kasyfu Asy-Syubuhat, dijelaskan bahwa tauhid adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Tauhid terbagi menjadi tiga pokok:
Tafsir tasawuf:
Tauhid bukan hanya pengakuan lisan, tetapi penyucian hati dari segala selain Allah. Hati yang bertauhid tidak bergantung kepada makhluk, tidak berharap kecuali kepada-Nya, dan tidak takut kecuali kepada-Nya.
Al-Qur’an:
Hadis:
Dalam perspektif tazkiyatun nafs:
Tauhid sejati = kosongnya hati dari selain Allah.
Fenomena saat ini:
Ini bentuk syirik modern (khafi):
Tauhid mengajarkan:
➡️ Tidak penting dikenal manusia, yang penting dikenal Allah.
Jika engkau bertauhid:
Orang bertauhid kuat meski sendiri.
Tanya pada diri:
Cara memperbaiki:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ
وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ الْخَالِصِ
وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ
Artinya:
“Ya Allah, sucikan hati kami dari syirik dan kemunafikan, jadikan kami ahli tauhid yang ikhlas, dan karuniakan keikhlasan dalam ucapan dan amal.”
Jazakumullahu khairan katsiran kepada para pembaca yang terus menuntut ilmu dan berusaha membersihkan hati.
Semoga setiap langkah menuju tauhid menjadi cahaya di dunia dan akhirat.
✨ Penutup:
Tauhid bukan sekadar ilmu, tapi perjalanan hati.
Barangsiapa memurnikan tauhidnya, maka ia telah menemukan jalan pulang menuju Allah.
📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB USHUL TSALAATSAH : LANDASAN KE-2, MENGENAL ISLAM DENGAN DALIL-DALILNYA*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 02 DZULKA'DA 1447 H / 19 APRIL 2026
⏰ BA'DA SUBUH - SELESAI
TEMPAT :
* DI SAUNG AL-IMAN, KEDONDONG, SUMBERGEDANG, PANDAAN.
Youtube :
https://www.youtube.com/live/Zgc8vYvDCL0?si=42kzGvztg9OLLJe4
........
Baik, berikut buletin tauziah dalam perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs:
Landasan mengenal Islam dengan dalilnya merujuk pada firman Allah:
"Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam." (QS. Ali ‘Imran: 19)
Dalam perspektif tazkiyatun nufūs, Islam bukan sekadar identitas lahir, tetapi:
Para ahli tasawuf menjelaskan:
Islam sejati adalah penyerahan total hati, akal, dan amal kepada Allah, tanpa tersisa keinginan selain kehendak-Nya.
Ayat ini turun terkait perdebatan antara kaum Muslim dengan:
Masing-masing mengklaim kebenaran agama mereka. Maka Allah menegaskan bahwa: 👉 Islam adalah satu-satunya jalan yang diridhai, yaitu agama para nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad ﷺ.
Dari ayat ini, para ulama menetapkan:
Dalam tasawuf:
👉 Hikmah utama:
“Islam bukan hanya diketahui, tetapi harus dihidupkan dalam hati.”
“Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.”
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah.”
👉 Semua ayat ini menegaskan: Islam adalah totalitas penghambaan
Hadis Jibril:
“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji jika mampu.”
(HR. Muslim)
Agar mengenal Islam dengan dalil secara hidup:
Di zaman sekarang:
👉 Maka urgensi:
Islam bukan sekadar simbol, tetapi jalan hidup menyeluruh
Wahai diri…
Bisa jadi kita sudah lama Islam, tetapi belum benar-benar berserah diri.
Renungkan: 👉 “Sudahkah aku menjadi hamba, atau masih menjadi pengikut dunia?”
اللهم اجعلنا من المسلمين حقًا، واجعل قلوبنا خاضعة لك، وأعمالنا خالصة لوجهك الكريم.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang benar-benar Muslim, jadikan hati kami tunduk kepada-Mu, dan amal kami ikhlas karena-Mu.”
Terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu membaca dan merenungi buletin ini.
Semoga:
📌 Penutup:
Islam adalah cahaya. Dalil adalah jalannya. Hati yang bersih adalah tempat cahayanya.
Semoga Allah menuntun kita untuk mengenal Islam, mengamalkan Islam, dan hidup dalam Islam sepenuhnya. 🤲