tanbihul ghofilin BAB 33/9 Tentang Keutamaan Jumat.
Al-Faqih, Jibril datang kepada Nabi dengan cermin putih berbintik hitam di tengahnya, Apa itu Jibril? Jawabnya: Inilah Jumat, Allah menurunkan agar menjadi Hari raya bagimu dan umat sepeninggalmu, di dalamnya penuh kebaikan bagimu, orang yang berdoa pada hari itu pasti dikabulkan jika sudah ditentukan baginya, dan jika bukan ketentuannya, maka diberi yang lebih baik darinya, sedang bagi kami (para malaikat) disebut dengan ”Yaumul mazid” artinya hari tambahan karunia, juga disebut Ilari besar, Nabi bertanya: Kanapa demikian? Jawabnya: Karena Allah membuat lapangan luas (di sorga) dasarnya kasturi putih, dan setiap Jumat, para Nabi datang, duduk di atas mimbar dari cahaya bertaburan permata, yang diliputi dengan kursikursi dari nur tempat duduk para Siddiqin dan para syuhada’, kemudian datang pula penghuni sorga ‘Adn mereka duduk di dataran tinggi kasturi itu, Firman Allah kepada mereka: “Aku adalah Yang menepati janjiKu, dan Penyempurna nikmat bagimu, di sini adalah tempat KehormatanKu, mintalah kepadaKu”. Lalu kata mereka: “Ya Tuhan, kami memohon keridaan dan sorgaMu, JawabNya: “Kutempatkan kamu di sorgaKu adalah bukti keridaanKu”. Hal itu bertepatan dengan naiknya Imam salat (khatib) hingga selesai acara salat Jumat, Lalu dibukakan bagi mereka segala yang belum pernah mereka nikmati di dunia. Sesudah itu, mereka kembali ke tempat masing-masing, dan merasa tidak ada yang lebih baik, lebih penting dalam menambah kehormatan dan kemuliaan, selain hari Jumat, itulah sebabnya disebut “Yaumul mazid” dan pada hari itu pula terjadinya hari Kiamat”. Nabi bersabda:
Artinya:
“Salat 5 waktu jika dilakukan secara) berjamah, dan salat jumat hingga jumat berikutnya adalah jadi penebus dosa-dosa yang diperbuat di antara keduanya, sepanjang tidak berbuat dosa-dosa besar”. (Hadis dari Anas Malik )
.....
JUMAT: YAUMUL MAZĪD, HARI TAMBAHAN KARUNIA DAN PEMBERSIH JIWA
Pembukaan
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan hari Jumat sebagai hari yang penuh rahmat, kemuliaan, dan tambahan karunia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari , dijelaskan bahwa datang kepada Rasulullah SAW membawa cermin putih dengan titik hitam di tengahnya. Cermin itu adalah simbol hari Jumat, hari yang Allah hadiahkan untuk umat Muhammad sebagai hari raya mingguan, hari pengampunan, hari terkabulnya doa, dan hari tambahan nikmat di surga (Yaumul Mazīd).
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Makna Cermin Putih
Cermin putih melambangkan kesucian hari Jumat, kebeningan hati, dan pantulan amal manusia.
Titik hitam di tengah cermin menggambarkan:
- adanya waktu mustajab,
- rahasia ilahi,
- ujian hati manusia,
- dan titik kehidupan yang menentukan keselamatan atau kerugian.
Dalam tasawuf, hati manusia seperti cermin. Bila bersih, ia memantulkan cahaya Allah. Bila kotor, ia menjadi gelap.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat."
Para sahabat bertanya, "Apa pembersihnya?"
Rasul menjawab: "Mengingat kematian dan membaca Al-Qur'an."
Hari Jumat adalah waktu menggosok "cermin hati" agar kembali bersih.
Makna Yaumul Mazīd
Yaumul Mazīd berarti hari tambahan karunia, yaitu saat penghuni surga mendapat tambahan kenikmatan berupa:
- keridhaan Allah,
- melihat wajah Allah,
- kedekatan spiritual,
- dan kemuliaan di atas kemuliaan.
Ini menunjukkan bahwa nikmat tertinggi bukan sekadar surga, tetapi bertemu dengan Allah.
2. Hukum (Ahkam)
Hukum-hukum hari Jumat:
- Salat Jumat wajib bagi laki-laki muslim, baligh, berakal, merdeka, dan mukim.
Dalil:
Surah :
"Wahai orang-orang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah."
-
Mandi Jumat sunnah muakkadah
-
Memperbanyak shalawat
-
Membaca Surah Al-Kahfi
-
Diam saat khutbah
-
Berdoa pada waktu mustajab
-
Menjaga salat berjamaah
Hadis:
"Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa selama tidak melakukan dosa besar."
(HR. )
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Jumat adalah mingguan untuk penyucian ruhani
- Mengingatkan manusia bahwa dunia hanya persinggahan
- Membentuk disiplin ibadah
- Menyatukan umat
- Menghapus dosa kecil
- Melatih hati agar dekat dengan Allah
- Menjadi latihan menuju pertemuan akhirat
Dalam tasawuf:
Jumat adalah mi’raj mingguan orang mukmin.
4. Dalil Quran, Hadis, Hadis Qudsi
Al-Qur'an
"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah."
"Bagi mereka apa yang mereka kehendaki di dalamnya dan pada sisi Kami ada tambahannya."
"Tambahannya" ditafsirkan sebagai melihat Allah.
Hadis
"Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat."
(HR. )
Hadis Qudsi
"Aku sediakan bagi hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata..."
(HR. dan )
5. Analisis dan Argumentasi
Mengapa Jumat begitu mulia?
Karena:
- Adam diciptakan hari Jumat
- Adam diturunkan ke bumi hari Jumat
- kiamat terjadi hari Jumat
- ada waktu mustajab
- ada pertemuan ahli surga dengan Allah
Dalam Tazkiyatun Nufus, Jumat bukan hanya ritual, tetapi perbaikan hati.
Jika hati kotor, Jumat hanya jadi rutinitas.
Jika hati hidup, Jumat jadi jalan naik menuju Allah.
6. Amalan (Implementasi)
- mandi sebelum Jumat
- pakai pakaian terbaik
- datang awal
- baca Al-Kahfi
- shalawat
- sedekah
- istighfar
- diam saat khutbah
- doa setelah asar
- evaluasi dosa selama seminggu
- jaga salat berjamaah
7. Relevansi Viral Zaman Sekarang
Hari ini Jumat sering berubah menjadi:
- hari libur pikiran
- waktu bisnis
- waktu nongkrong
- konten media sosial
- selfie baju Jumat
Padahal Jumat bukan untuk pamer, tapi memperbaiki hati.
Fenomena viral:
- ramai masjid, tapi sepi hati
- khutbah jadi formalitas
- HP lebih diperhatikan daripada dzikir
- ibadah jadi konten
Tasawuf mengingatkan:
Bukan berapa banyak hadir di masjid, tetapi berapa banyak hati hadir kepada Allah.
8. Motivasi
Jika setiap Jumat engkau perbaiki dirimu, maka hidupmu berubah.
Jumat adalah:
- reset hati,
- penghapus dosa,
- penambah rezeki,
- penambah cahaya kubur,
- latihan bertemu Allah.
Jangan biarkan Jumat lewat tanpa perubahan.
9. Muhasabah & Caranya
Tanya pada diri:
- apakah Jumat membuatku lebih baik?
- apakah aku datang awal?
- apakah aku dengar khutbah?
- apakah aku masih bermaksiat setelah Jumat?
- apakah aku berdoa sungguh-sungguh?
Caranya:
- Catat dosa mingguan
- Taubat
- Sedekah
- Dzikir
- Kurangi dunia
- Perbaiki salat
- Maafkan orang lain
10. Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Kemuliaan
- hati tenang
- rezeki berkah
- doa terkabul
- wajah bercahaya
Kehinaan
- hati keras
- rezeki sempit
- hidup gelisah
Di Kubur
Kemuliaan
Kehinaan
Hari Kiamat
Kemuliaan
- dipanggil bersama ahli Jumat
Kehinaan
Di Akhirat
Kemuliaan
- Yaumul Mazid
- melihat Allah
Kehinaan
11. Doa
اللهم اجعلنا من أهل الجمعة، ومن أهل النور، ومن أهل المغفرة، ومن أهل الجنة
Artinya:
Ya Allah, jadikan kami termasuk ahli Jumat, ahli cahaya, ahli ampunan, dan ahli surga.
اللهم طهر قلوبنا كما طهرت يوم الجمعة
Artinya:
Ya Allah bersihkan hati kami sebagaimana Engkau muliakan hari Jumat.
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca buletin ini. Semoga Allah menjadikan setiap Jumat kita bukan sekadar rutinitas, tetapi jalan penyucian jiwa, penghapus dosa, dan tangga menuju ridha-Nya.
“Jangan tunggu hari kiamat untuk bertemu Allah. Mulailah bertemu dengan-Nya di setiap Jumat melalui hati yang bersih.”
Wallahu a’lam bish shawab.