kupas tipis tipis Kitab Durratun Nashihin (Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari)
Dan diriwayatkan pula dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda :
Artinya : Apabila tiba malam pertama bulan Ramadan, Allah Taala berfirman : “Barangsiapa yang mencintai Kami maka Kami pun mencintainya. Barangsiapa mencari Kami maka Kami pun mencarinya. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada Kami maka Kami pun mengampuninya demi kemuliaan bulan Ramadan”. Lalu, Allah Taala menyuruh para malaikat pencatat amal yang mulia agar pada bulan Ramadan mereka mencatat kebaikan-kebaikannya saja dan tidak mencatat keburukan-keburukannya. Dan Allah Taala menghapuskan darinya dosa-dosa yang telah lewat.
........
📖 Kitab Durratun Nashihin – Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari
Kitab Durratun Nashihin karya adalah kitab mau‘izhah (nasihat ruhani) yang banyak dikaji di pesantren. Isinya penuh dengan kisah, hadis, dan atsar yang menggetarkan hati—tujuannya bukan sekadar menambah ilmu, tetapi melembutkan jiwa.
Di antara mutiara nasihatnya adalah riwayat:
“Apabila tiba malam pertama bulan Ramadan, Allah Taala berfirman: Barangsiapa yang mencintai Kami maka Kami pun mencintainya. Barangsiapa mencari Kami maka Kami pun mencarinya. Barangsiapa memohon ampun kepada Kami maka Kami pun mengampuninya demi kemuliaan Ramadan…”
Pesan utamanya jelas:
Ramadan adalah bulan cinta, bulan pencarian, dan bulan pengampunan.
🌙 Ramadan di Tengah Zaman Canggih: Sudahkah Jiwa Kita Ikut Meningkat?
Hari ini kita hidup di zaman luar biasa:
- Teknologi semakin pintar
- Komunikasi tanpa batas
- Transportasi serba cepat
- Kedokteran makin maju
Namun pertanyaannya:
Apakah hati kita ikut maju?
Ataukah justru makin gelap oleh distraksi?
1️⃣ Teknologi Canggih, Tapi Hati Lalai
Gawai di tangan, dunia dalam genggaman.
Namun berapa sering:
- Waktu habis untuk scroll tanpa arah?
- Lisan (jari) ringan berkomentar tajam?
- Aib orang tersebar dalam hitungan detik?
Padahal Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Teknologi bukan musuh.
Ia hanya alat.
Yang berbahaya adalah nafsu yang tidak disucikan.
Inilah pentingnya tazkiyatul nufus — penyucian jiwa.
Ramadan mengajarkan:
- Menahan lapar
- Menahan syahwat
- Menahan amarah
- Menahan komentar
Bukan hanya menahan makan, tapi menahan ego digital.
2️⃣ Komunikasi Cepat, Tapi Hati Keras
Hari ini pesan sampai dalam satu detik.
Namun apakah hati kita juga cepat meminta maaf?
Nabi ï·º bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Ramadan bukan hanya soal perut kosong,
tapi soal hati yang bersih dari:
- iri
- dengki
- riya’
- hasad sosial
3️⃣ Transportasi Cepat, Tapi Tujuan Hidup Kabur
Kita bisa ke luar kota dalam hitungan jam.
Namun perjalanan menuju akhirat sering kita tunda.
Allah berfirman:
“Berlomba-lombalah kalian menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga…”
(QS. Al-Hadid: 21)
Ramadan adalah jalur cepat menuju ampunan.
Sayang jika hanya dipakai untuk lomba menu buka puasa dan diskon belanja.
4️⃣ Kedokteran Maju, Tapi Hati Tetap Sakit
Rumah sakit semakin modern.
Obat semakin canggih.
Namun penyakit hati:
- sombong
- cinta dunia
- takut miskin
- takut kehilangan popularitas
tidak bisa disembuhkan dengan resep dokter.
Ia hanya bisa disembuhkan dengan:
- dzikir
- istighfar
- taubat
- muhasabah
Sebagaimana janji Allah dalam hadis di atas:
“Barangsiapa memohon ampun kepada Kami, maka Kami mengampuninya demi kemuliaan Ramadan.”
Ini bukan sekadar janji.
Ini undangan cinta dari Allah.
🌿 Muhasabah Jiwa
Ramadan bertanya kepada kita:
- Apakah kita mencari Allah, atau hanya mencari pujian?
- Apakah kita mencintai Allah, atau hanya mencintai kenyamanan dunia?
- Apakah kita benar-benar ingin diampuni, atau hanya ingin terlihat saleh?
Tazkiyatul nufus mengajarkan:
Membersihkan niat lebih penting daripada memperbanyak amal tanpa keikhlasan.
🤲 Doa
Ya Allah…
Jika Engkau berfirman, “Siapa mencintai-Ku maka Aku mencintainya,”
maka jadikan kami termasuk orang yang Engkau cintai.
Ya Allah…
Di zaman penuh distraksi ini,
jangan Engkau jadikan hati kami keras.
Lembutkan ia dengan Al-Qur’an.
Terangi ia dengan istighfar.
Hidupkan ia dengan dzikir.
Ya Allah…
Sebagaimana Engkau janjikan pengampunan di bulan Ramadan,
hapuskan dosa-dosa kami yang lampau.
Jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami sendiri walau sekejap.
🌅 Harapan (Dengan Dalil)
Allah berfirman:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Dan Rasulullah ï·º bersabda:
“Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Maka harapan kita:
- Ramadan menjadi titik balik jiwa
- Teknologi menjadi sarana dakwah
- Komunikasi menjadi jalan silaturahim
- Harta menjadi jalan sedekah
- Ilmu menjadi cahaya akhirat
Semoga kita tidak hanya menjadi manusia modern,
tetapi menjadi hamba yang sadar.
✨ Penutup
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah,
ia adalah bulan pemulihan hati.
Jika Allah berkata, “Kami mencintainya,”
maka apa lagi yang kita cari?
Semoga kita termasuk orang yang ketika Ramadan datang,
dosa dihapus, hati disucikan, dan nama kita disebut dalam cinta-Nya.
Terima kasih atas kesempatan untuk merenung bersama.
Semoga tulisan ini menjadi wasilah kebaikan dan pengingat bagi diri penulis terlebih dahulu, lalu bagi siapa pun yang membacanya.
Wallahu a‘lam.
.........Ramadan di Era Kekinian: Udah Cinta Sama Allah Belum, Sob?
Halo, gaes! Kita ngobrol santai yuk tentang kitab Durratun Nashihin. Ini tuh kitab keren banget isinya nasihat-nasihat hati yang bisa bikin meleleh. Di pesantren sering dikaji, soalnya penuh cerita, hadis, dan atsar yang greget. Tujuannya bukan cuma nambah ilmu, tapi lebih ke melunakin hati.
Nah, ada satu riwayat yang juara banget:
“Apabila tiba malam pertama bulan Ramadan, Allah Taala berfirman: Barangsiapa yang mencintai Kami maka Kami pun mencintainya. Barangsiapa mencari Kami maka Kami pun mencarinya. Barangsiapa memohon ampun kepada Kami maka Kami pun mengampuninya demi kemuliaan Ramadan…”
Intinya singkat: Ramadan itu bulan cinta, bulan nyari Allah, dan bulan ampunan. Mantep kan?
---
🌙 Ramadan di Tengah Gadget Canggih: Hati Kita Ikut Upgrade Gak?
Kita hidup di zaman yang gila cepat:
· Teknologi makin pinter (AI, hp canggih)
· Komunikasi gak pake batas (chat, video call)
· Transportasi kilat (kereta cepat, pesawat)
· Kedokteran maju (obat modern, alat canggih)
Tapi pertanyaannya: apakah hati kita ikut maju? Atau malah makin redup karena kebanyakan distraksi?
1️⃣ Teknologi Canggih, Tapi Hati Lalai
Hp di tangan, dunia di genggaman. Tapi berapa sering kita:
· ~~Scroll~~ medsos sampe lupa waktu?
· Jari celetik komentar pedas?
· Nyebarin aib orang cuma dalam hitungan detik?
Padahal Allah bilang:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Teknologi itu netral, bro. Bukan musuh. Yang bahaya tuh nafsu kita yang gak disucikan. Makanya penting banget tazkiyatul nufus—bersihin jiwa.
Ramadan ngajarin kita:
· Nahan lapar
· Nahan hawa nafsu
· Nahan emosi
· Nahan jari (komentar)
Jadi bukan cuma puasa makan, tapi puasa digital juga.
2️⃣ Komunikasi Cepat, Tapi Hati Keras
Sekarang pesan nyampe cuma 1 detik. Tapi apakah hati kita secepat itu buat minta maaf? Nabi ï·º bilang:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Ramadan bukan cuma perut kosong, tapi hati yang bersih dari:
· iri
· dengki
· riya’
· hasad sosial
3️⃣ Transportasi Cepat, Tapi Tujuan Hidup Kabur
Kita bisa ke luar kota cuma beberapa jam. Tapi perjalanan ke akhirat sering banget ditunda-tunda. Allah ingetin:
“Berlomba-lombalah kalian menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga…” (QS. Al-Hadid: 21)
Ramadan itu jalur cepat menuju ampunan. Sayang banget kalo cuma dipake buat lomba menu buka puasa atau diskon THR.
4️⃣ Kedokteran Maju, Tapi Hati Tetap Sakit
Rumah sakit makin modern, obat makin canggih. Tapi penyakit hati kayak:
· sombong
· cinta dunia
· takut miskin
· takut kehilangan popularitas
itu gak bisa diobatin sama dokter. Obatnya cuma satu: dzikir, istighfar, taubat, muhasabah. Sesuai janji Allah di atas:
“Barangsiapa memohon ampun kepada Kami, maka Kami mengampuninya demi kemuliaan Ramadan.”
Ini bukan omdo (omong doang), tapi undangan cinta langsung dari Allah.
---
🌿 Muhasabah Yuk!
Ramadan nanya ke kita:
· Kita nyari Allah, atau nyari pujian?
· Kita cinta Allah, atau cuma cinta kenyamanan dunia?
· Kita pengen diampuni, atau cuma pengen keliatan saleh?
Tazkiyatul nufus ngajarin: bersihin niat itu lebih penting daripada banyak amal tapi gak ikhlas.
---
🤲 Doa
Ya Allah…
Kalo Engkau bilang “Siapa cinta Aku, Aku cinta dia”, tolong jadikan kita orang yang Engkau cintai.
Ya Allah…
Di zaman penuh distraksi ini, jangan biarin hati kita keras. Lembutin pakai Al-Qur’an. Terangin pakai istighfar. Hidupin pakai dzikir.
Ya Allah…
Kaya janji-Mu di bulan Ramadan, hapus semua dosa kita. Jangan biarin kita ngerasa bisa sendiri, walau sedetik pun.
---
🌅 Harapan (Tetap Pake Dalil)
Allah bilang:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Rasulullah ï·º bilang:
“Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Harapan kita:
· Ramadan jadi titik balik jiwa
· Teknologi jadi alat dakwah
· Komunikasi jadi jembatan silaturahim
· Harta jadi berkah sedekah
· Ilmu jadi cahaya akhirat
Semoga kita gak cuma jadi manusia modern, tapi hamba yang sadar.
---
✨ Penutup Gaul
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tapi bulan perbaikan hati. Kalo Allah udah bilang “Kami mencintainya”, apa lagi yang kita cari? Semoga kita termasuk yang pas Ramadan dateng, dosa dihapus, hati suci, dan nama kita disebut dalam cinta-Nya.
Makasih udah baca sampe sini. Semoga jadi pengingat buat diri sendiri dulu, baru buat lo semua. Wallahu a‘lam. 🙌

