GUNUNG SU'UD DAN PENYESALAN YANG TERLAMBAT
.................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
.................
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Senin, 5 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar ( Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):
............
Bab 39 Mensifati Ahli Neraka, Serta Makanan dan Minuman Mereka.
Nabi saw. bersabda: “Bahwa semiskin-miskinnya ahli neraka, yaitu Allah Ta’ala menciptakan untuk mereka sebuah gunung, dikatakan (namanya) gunung itu adalah “Gunung Su’ud”, lalu ahli neraka naik ke gunung itu dengan (menyeret) wajahnya selama seribu tahun, sehingga mereka bisa naik (ke puncak gunung itu), kemudian gunung itu melempar mereka ke dasar Jahannam (akhirnya) mereka menyesal semua.”
............
1. Rahasia Hikmah
Intinya begini: surga itu nggak bisa dibeli dengan modal "nanti aja", "besok aja", atau "masih muda". Orang yang paling miskin di neraka bukan yang siksanya paling ringan, tapi yang paling lama usahanya sia-sia. Dia naik gunung api selama seribu tahun pakai wajah, sampai puncak, lalu dilempar balik ke dasar. Terus gitu aja. Selamanya. Nyesalnya baru datang di akhir.
2. Nasehat
Allah Ta'ala berfirman:
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
"Dan mereka berkata, 'sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala'." (Q.S. al-Mulk: 10)
Rasulullah ﷺ bersabda tentang Su'ud:
"Su'ud adalah sebuah gunung dari api di dalam neraka, orang kafir dipaksa untuk menaikinya."
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Zaman sekarang, kita sibuk naik gunung buat konten. Di neraka, naik gunung itu siksaan. Bedanya: di dunia naik itu pilihan, di akhirat naik itu paksaan. Makrifatnya: semua yang kita kejar di dunia dengan susah payah—kalau bukan untuk Allah—ujungnya cuma capek dan nyesel. Hakekatnya: penyesalan itu bukan soal kurang usaha, tapi salah arah. Tarekahnya: berhenti mendaki "gunung" yang salah. Karir boleh, harta boleh, tapi jangan sampai hati kita dipaku di situ.
4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Imam Al-Ghazali bilang: الزهد تفريغ القلب من الدنيا لتلقي الآخرة—"Zuhud adalah mengosongkan hati dari dunia agar dapat menerima akhirat dengan lapang."
Muhasabahnya: tanya diri sendiri, "Kalau besok aku mati, apa yang paling aku sesali?" Kalau jawabannya hal-hal duniawi, berarti hati kita masih berat di sini. Caranya: kurangi yang bikin lalai, tambah yang bikin ingat Allah. Satu langkah kecil setiap hari.
5. Doa
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu." (HR. Al-Tirmizi)
6. Ucapan Terimakasih dan Ma'af
Terima kasih buat njenengan yang udah baca sampai sini. Maaf kalau ada salah kata atau kurang pas. Aku bukan siapa-siapa, cuma ikut mengingatkan diri sendiri.
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Zuhud #GunungSuud #MenataHati
.........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

