DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD: TERNYATA ITU MOMEN “CHECK OUT” DOSA
.............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
..................
Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 14 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Nurul Jannah nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis Kitab Safinatu As-Sholah (karya Abdullah bin Umar bin Yahya Al-Hadhromi) :
.............
رب اغفر لي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني
12. (Ketika duduk diantara 2 sujud membaca): "Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'fu 'annii" ("Wahai Tuhanku, ampuni dosaku, rahmati aku, tutuplah aib-aibku, angkatlah aku, beri aku rizki, tunjukilah aku, sehatkan aku, dan maafkan kesalahan-kesalahanku).
............
1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Jujur ya, aku sering banget shalat tapi hati malah kayak lagi scroll medsos—kemana-mana. Tapi ada satu momen yang bikin aku sadar: saat duduk di antara dua sujud, kita disuruh “istirahat” sebentar. Di situ, Rasulullah ﷺ ngajarin doa yang isinya paket komplit: ampunan, kasih sayang, penutup aib, derajat diangkat, rezeki, petunjuk, kesehatan, dan maaf .
Hikmahnya apa? Ternyata Allah mau kita curhat total. Njenengan nggak perlu jadi orang sempurna dulu buat ngobrol sama-Nya. Justru di posisi sujud dan duduk itulah, kita diingatkan: “Aku ini nggak ada apa-apanya, tapi Tuhanku Maha Segalanya.” Tujuannya bukan buat jadi suci tanpa cela, tapi buat terus upgrade diri—sedikit demi sedikit, sujud demi sujud.
---
2. Nasehat: Ayat Qur’an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi
Ayat Qur’an:
وَقُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53)
Hadis Shahih:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat.”
Hadis Qudsi:
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.”
---
3. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Dalam dunia tasawuf, duduk di antara dua sujud itu bukan sekadar gerakan fisik. Itu tazkiyatun nufūs—proses cuci hati. Muhasabah artinya menghitung-hitung diri: “Hari ini aku ngapain aja? Ada nggak yang bikin Allah nggak seneng?”
Caranya simpel, njenengan bisa mulai dari:
· Satu menit jeda setelah shalat, tanya diri sendiri: “Dosa apa yang paling sering aku ulang?”
· Ucapkan doa itu pelan-pelan, resapi satu per satu. “Robbighfirlii” (ampuni aku)… “warhamnii” (kasihani aku)… jangan buru-buru.
· Jangan nunggu suci buat taubat. Justru orang yang merasa kotor itulah yang butuh air. Taubat itu bukan acara formal, tapi check out dari kebiasaan buruk—satu per satu .
Intinya, tasawuf bukan bikin kita lari dari dunia, tapi bikin kita balik ke Allah sambil tetap hidup di dunia dengan hati yang lebih ringan.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Robbighfirlii #Taubat #DudukDiAntaraDuaSujud #MenataHati #RenunganHati
................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
رب اغفر لي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني
12. (Ketika duduk diantara 2 sujud membaca): "Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'fu 'annii" ("Wahai Tuhanku, ampuni dosaku, rahmati aku, tutuplah aib-aibku, angkatlah aku, beri aku rizki, tunjukilah aku, sehatkan aku, dan maafkan kesalahan-kesalahanku).