Empat Hal yang Menyempurnakan Iman
Jujur • Syukur • Malu • Akhlak Baik
Penulis: M. Djoko Ekasanu
HAL-HAL YANG MENYEMPURNAKAN IMAN
Diriwayatkan dari Ali bin al-Husain, dari kakeknya, dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda:
4 (empat) hal yang apabila ada pada diri seseorang maka islamnya telah sempurna meskipun dari kepala sampai telapak kaki terdapat kesalahan- kesalahan dosa. Empat hal tersebut adalah jujur, syukur, malu dan berakhlak baik.
Ja’far Sang Burung Terbang (Diceritakan) bahwa sesungguhnya Ja’far at-Toyyar radhiyallahu ‘anhu dengan keberkahan kejujurannya dan tidak berbohong selama hidupnya, ketika ia meninggal dunia, Allah memberinya dua sayap hijau yang dipenuhi dengan intan dan mutiara yang dapat ia gunakan untuk terbang bersama para malaikat. Suatu hari, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya kepadanya:
“Hai Ja’Far at-Toyyar! Hai anak Abu Thalib! Dengan amalan apa kamu bisa mencapai tingkatan kemuliaan ini (diberi dua sayap oleh Allah)?”
Ja’far menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja aku menghindari 3 (tiga) hal pada waktu masa kekufuran dan keislaman.”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya, “Apa 3 (tiga) hal itu?”
Ja’far menjawab, “Aku tidak berbohong, tidak berzina dan juga tidak pernah mabuk pada masa kekufuran dan keislaman.”
“3 (tiga) hal itu memang haram pada masa keislaman. Lantas atas dasar apa kamu menghindari 3 hal tersebut pada masa kekufuran?” tanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.
Ja’far menjawab, “Aku berfikir dalam hal berbicara bahwa orang yang berbohong dalam bicaranya maka ia adalah orang yang dicurigai di kalangan masyarakat dan ia akan merasa malu jika ketahuan bohong. Oleh karena ini, aku menghindari berbohong. Aku berfikir dalam hal perzinahan bahwa misalnya orang yang berzina dengan istriku, putriku atau saudariku maka orang itu telah melukaiku dan aku tidak akan memaafkannya. Begitu juga jika aku berzina dengan wanita lain maka orang lainpun tidak akan memaafkanku. Oleh karena ini aku menghindari perzinahan. Adapun aku enggan mabuk maka aku tahu kalau orang-orang pasti menginginkan akal yang mereka miliki bisa senantiasa bertambah kualitasnya. Sedangkan orang yang mabuk pasti kehilangan kesadaran akalnya, berbicara sembarangan, dan ditertawakan orang banyak. Oleh karena ini, aku menghindari mabuk”.
Kemudian Malaikat Jibril ‘alaihi as-salam, datang dan berkata kepada Rasulullah, “Ja’far benar. Allah memberinya dua sayap karena ia menghindari 3 (tiga) hal tersebut.”
Ringkasan Redaksi Asli
Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa ada empat perkara yang membuat Islam seseorang menjadi sempurna, meski ia memiliki banyak kesalahan:
- Jujur
- Syukur
- Malu
- Akhlak Baik
Redaksi dilanjutkan dengan kisah Ja‘far ath-Thayyâr, sahabat mulia yang mendapatkan dua sayap di surga karena kejujurannya dan meninggalkan tiga perkara baik semasa jahiliyah maupun Islam:
tidak berbohong, tidak berzina, dan tidak mabuk.
Latar Belakang Masalah pada Zamannya
Pada masa awal dakwah di Makkah dan Madinah:
- Kebohongan dan penipuan tersebar luas di kalangan jahiliyyah.
- Perzinahan dianggap biasa dan tidak dipandang buruk.
- Minum khamr (mabuk) merupakan budaya umum.
- Akhlak mulia hanya dimiliki sebagian kecil orang yang menjunjung kehormatan diri (muru'ah).
Hadits ini muncul untuk:
- Menegakkan kembali standar moral Islam.
- Menjelaskan ciri penyempurna iman.
- Mengingatkan umat bahwa ibadah tanpa akhlak tidak cukup.
Sebab Terjadinya Masalah
- Kerusakan moral akibat lingkungan jahiliyah.
- Rendahnya kesadaran tentang Allah.
- Dominasi hawa nafsu dan budaya mabuk.
- Pergaulan bebas yang merusak kehormatan keluarga.
Ja‘far at-Toyyâr menjadi teladan karena ia meninggalkan tiga kerusakan ini bahkan sebelum Islam datang, semata-mata menggunakan akal sehat dan martabat diri.
Intisari Judul
Empat Fondasi Penyempurna Iman dan Teladan Keagungan Akhlak Ja‘far Sang Burung Terbang
Tujuan dan Manfaat
- Menginspirasi umat untuk kembali memegang empat fondasi iman.
- Memahami bahaya kebohongan, zina dan mabuk secara spiritual dan sosial.
- Mengambil teladan ketegasan moral Ja‘far r.a.
- Menghubungkan ajaran Nabi ﷺ dengan realitas zaman modern.
- Membentuk masyarakat muslim berakhlak mulia, terhormat, dan berintegritas.
Dalil Qur’an dan Hadits
1. Tentang Kejujuran
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Hadits:
"Kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga."
(HR. Bukhari)
2. Tentang Syukur
“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kalian.”
(QS. Ibrahim: 7)
3. Tentang Malu
“Malu itu cabang dari iman.”
(HR. Muslim)
4. Tentang Akhlak Baik
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Malik)
Analisis dan Argumentasi
- Kejujuran adalah fondasi kepercayaan sosial. Tanpa kejujuran, negara runtuh, hubungan retak, dan ibadah tidak diterima.
- Syukur menenangkan hati dan memperluas rezeki.
- Malu menjaga kehormatan dan menjadi pagar dari dosa-dosa besar.
- Akhlak baik adalah buah dari iman yang sehat.
Ja‘far at-Toyyar merupakan model moral bahwa akal sehat yang bersih pun dapat mengenali kebenaran sebelum datangnya wahyu.
Keutamaan & Hukuman
1. Kejujuran
- Dunia: dihormati, dipercaya, doanya mudah dikabulkan.
- Kubur: dilapangkan, ditemani amal jujurnya.
- Kiamat: wajahnya bercahaya.
- Akhirat: ditempatkan bersama para siddiqin.
2. Syukur
- Dunia: rezeki bertambah.
- Kubur: dijaga dari siksa.
- Kiamat: amalnya ditimbang lebih berat.
- Akhirat: masuk golongan yang dekat dengan Allah.
3. Malu
- Dunia: terhindar dari kejahatan.
- Kubur: dijaga dari azab karena dosanya sedikit.
- Akhirat: Allah tutupi aib-aibnya.
4. Akhlak baik
- Dunia: dicintai manusia.
- Kubur: amalnya menjadi cahaya.
- Akhirat: paling dekat dengan Nabi ﷺ.
Relevansi Pada Zaman Teknologi, Komunikasi, Transportasi, Kedokteran & Sosial Modern
- Teknologi komunikasi:
- Kejujuran diuji melalui hoax, edit foto, AI, dan media sosial.
- Malu hilang karena mudahnya unggah maksiat.
- Transportasi modern:
- Akses zina dan kemaksiatan semakin mudah.
- Kedokteran modern:
- Penyakit akibat mabuk, narkoba, dan syahwat semakin banyak.
- Sosial modern:
- Syukur melemah karena gaya hidup membandingkan diri.
Hadits ini menjadi rem penting agar manusia tidak kehilangan akhlak dalam dunia yang serba cepat.
Hikmah
- Kejujuran menciptakan ketenangan.
- Syukur membuka pintu keberkahan.
- Malu menjaga kehormatan diri.
- Akhlak baik adalah jalan menuju cinta Allah.
- Orang yang menjaga akhlak akan dijaga Allah di dunia dan akhirat.
Muhasabah & Caranya
- Tanya diri sendiri:
- Apakah aku jujur pada Allah, pada manusia, pada diriku?
- Hitung nikmat:
- Minimal 10 nikmat setiap malam, untuk menumbuhkan syukur.
- Latihan malu:
- “Apakah layak Allah melihat aku melakukan hal ini?”
- Perbaikan akhlak:
- Senyum
- Tahan amarah
- Maafkan orang
- Rendahkan hati
Doa
Allahumma inni as’aluka sidqa al-hadits, wa husna al-khuluq, wa syukra ni‘matika, wa husna al-hayaa’ fi kulli hal.
Ya Allah, berikan aku kejujuran dalam ucapan, akhlak yang baik, syukur atas nikmat-Mu, dan rasa malu yang menjaga dalam setiap keadaan.
Nasehat Para Ulama Sufi
Hasan al-Bashri:
“Kejujuran adalah cahaya hati. Jika hilang, gelaplah seluruh amal.”
Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Syukur adalah ketika engkau tidak menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.”
Abu Yazid al-Bistami:
“Malu adalah pintu menuju ma‘rifat.”
Junaid al-Baghdadi:
“Akhlak baik adalah meninggalkan apa yang membuatmu jauh dari Allah.”
Al-Hallaj:
“Kejujuran adalah jalan paling pendek menuju Allah.”
Imam al-Ghazali:
“Akhlak adalah buah dari hati yang bersih.”
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Barangsiapa jujur, maka Allah akan jujur kepadanya.”
Jalaluddin Rumi:
“Kebenaran tidak pernah membutuhkan pembelaan selain dirinya sendiri.”
Ibnu ‘Arabi:
“Syukur membuka pintu-pintu hakikat.”
Syekh Ahmad al-Tijani:
“Perbaiki akhlakmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu.”
Testimoni Ulama Kontemporer
Gus Baha’
“Sumber hilangnya keberkahan hidup adalah hilangnya kejujuran.”
Ustadz Adi Hidayat
“Malu itu kontrol dosa. Jika hilang malu, hilang semuanya.”
Buya Yahya
“Akhlak baik adalah ibadah yang tidak membutuhkan biaya.”
Ustadz Abdul Somad
“Syukur itu menjaga nikmat. Kalau tidak disyukuri, nikmat pergi.”
Buya Arrazy Hasyim
“Kejujuran adalah maqam para nabi dan orang shalih.”
Daftar Pustaka
- Shahih Bukhari & Muslim
- Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
- Ihya' Ulumiddin – Imam al-Ghazali
- Al-Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir
- Hilyatul Auliya’ – Abu Nu’aim
- Siyar A‘lam an-Nubala’ – Adz-Dzahabi
- Al-Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu ‘Arabi
- Al-Fath ar-Rabbani – Syaikh Abdul Qadir al-Jailani
- Majmu‘ Rasail – Imam Hasan al-Bashri
- Maqamaat Rabi‘ah
- Risalah al-Qusyairiyyah – Imam al-Qusyairi
Ucapan Terima Kasih
Redaksi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca yang setia mengikuti rubrik ini. Semoga tulisan ini membawa manfaat, menambah iman, memperkuat akhlak, dan menjadi amal jariyah bagi penulis.
Catatan Redaksi
Sebagian kisah yang bernuansa Israiliyat hanya disajikan sebagai renungan, bukan sebagai dalil akidah. Pembaca diharapkan mengambil hikmah tanpa menjadikannya dasar hukum.
Versi Bahasa Gaul (Kekinian, Santai, tapi Tetap Sopan)
Empat Kunci Iman Jadi OKE Banget!
Jujur • Syukur • Malu • Akhlak Baik
Penulis: M. Djoko Ekasanu
RINGKASAN (BUAT YANG MALAS BACA PANJANG)
Nabi Muhammad ﷺ bilang, ada EMPAT HAL yang bikin Islam seseorang itu sempurna, meskipun dia punya banyak salah dan dosa. Apa aja? JUJUR, BISA BERSYUKUR, PUNYA RASA MALA, DAN AKHLAK YANG BAIK.
Terus ada kisah keren dari Ja’far at-Thayyar, sahabat yang dikasih DUA SAYAP buat terbang di surga! Kenapa? Karena dia GAPERNAH BOHONG, GA PERNAH ZINA, DAN GA PERNAH MABUK, bahkan sejak jaman jahiliyah (sebelum Islam)!
---
KENAPA SIH PERLU BICARA INI? (Konteks Zaman Dulu)
Zaman dulu di Arab, itu chaos banget: Bohong itu biasa, zina kayak tren, mabuk-mabukan itu gaya hidup. Standar moral rendah banget. Hadits ini datang buat ngasih pencerahan dan nentuin standar baru: Iman itu bukan cuma ritual, tapi harus keliatan di akhlak.
Ja’far itu keren banget! Dia ngelepasin tiga dosa besar itu sebelum Islam datang, cuma pake logika sehat dan harga diri aja. Basically, dia udah mindset-nya orang sholeh sebelum disuruh!
---
INTI DARI SEMUA INI:
Empat Pondasi Supaya Iman Kita Kuat, plus Kisah Inspiratif Ja’far Si Manusia Burung.
---
TUJUAN & MANFAAT BUAT KITA
· Biar kita melek sama 4 fondasi utama iman ini.
· Ngerti betapa bahayanya bohong, zina, dan mabuk buat hidup sekarang.
· Bisa niru prinsip hidup Ja’far yang teguh banget.
· Ngehubungin ajaran Nabi ﷺ sama realita kehidupan kita yang serba cepet ini.
· Bantu bentuk diri dan komunitas yang punya integritas, sopan, dan terhormat.
---
DUKUNGAN DARI SUMBER UTAMA (Qur'an & Hadits)
1. Soal JUJUR:
· Qur'an: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)
· Hadits: "Kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga." (HR. Bukhari)
2. Soal SYUKUR:
· Qur'an: “Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kalian.” (QS. Ibrahim: 7)
3. Soal MALA:
· Hadits: “Malu itu cabang dari iman.” (HR. Muslim)
4. Soal AKHLAK BAIK:
· Hadits: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Malik)
---
BREAKDOWN & ANALISIS (Biar Gak Cuma Tau, Tapi Juga Paham)
· Jujur: Ini fondasi segala-galanya. Kalo di dunia aja bohong, gimana mau dipercaya sama Allah? Semua hubungan rusak kalo nggak jujur.
· Syukur: Ini obat hati biar nggak iri dan merasa kurang terus. Plus, janji Allah rezeki nambah lho!
· Malu: Ini alarm spiritual kita. Kalo rasa malu ilang, bisa bahaya, dosa dianggap biasa aja.
· Akhlak Baik: Ini buahnya iman. Iman yang bener pasti menghasilkan perilaku yang manis.
· Kisah Ja’far: Nunjukkin kalo nalar yang bersih aja udah bisa ngebimbing ke jalan yang benar, apalagi kalo udah ditambah wahyu!
---
RELEVANSINYA DI ZAMAN SEKARANG (Yang Serba Digital & Cepat)
· Medsos & Teknologi: Ujian kejujuran makin berat karena hoax, edit foto, deepfake. Rasa malu juga makin tipis, bebas banget ekspos aurat atau maksiat di feed.
· Transportasi & Pergaulan: Akses buat zina atau dugem makin gampang. Stay halal jadi tantangan sendiri.
· Gaya Hidup: Budaya scrolling bikin kita susah bersyukur, karena sibuk bandingin hidup sama highlight orang lain.
· Intinya, hadits ini jadi rem darurat biar kita gak kehilangan karakter baik di tengah arus dunia yang serba instan.
---
HIKMAH (Take Home Message)
· Jujur = Hidup tenang, nggak was-was.
· Syukur = Rezeki lancar, hati adem.
· Malu = Diri terjaga, gampang ketularan dosa.
· Akhlak baik = Jalan termulus buat dicintai Allah dan manusia.
---
MUHASABAH (Cek Diri Sendiri, Yuk!)
· Soal Jujur: Aku jujur nggak sih sama orang tua, temen, di kantor/kampus, bahkan sama diri sendiri?
· Soal Syukur: Udah hitung nikmat hari ini belum? Coba tulis 5 aja sebelum tidur.
· Soal Malu: Kalo lagi mau ngelakuin yang nggak bener, coba tanya: "Kalo Allah lagi liat, aku masih berani nggak?"
· Soal Akhlak: Mulai dari hal kecil: senyum, nahan emosi, ngasih maaf, rendah hati.
---
DOA (Yang Bisa Langsung Dipraktekin)
Allahumma inni as’aluka sidqa al-hadits, wa husna al-khuluq, wa syukra ni‘matika, wa husna al-hayaa’ fi kulli hal. (Ya Allah,berikan aku kejujuran dalam ucapan, akhlak yang baik, syukur atas nikmat-Mu, dan rasa malu yang menjaga dalam setiap keadaan.)
---
KATA-KATA BIKIN SEMANGAT DARI PARA LEGEND
· Hasan al-Bashri: "Jujur itu cahaya hati. Kalo padam, gelap gulita deh amal kita."
· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Syukur itu ya jangan pake nikmat Allah buat maksiat."
· Junaid al-Baghdadi: "Akhlak baik = tinggalin hal-hal yang menjauhin kita dari Allah."
· Imam al-Ghazali: "Akhlak itu buah dari hati yang bersih."
· Jalaluddin Rumi: "Kebenaran nggak butuh pembelaan selain dirinya sendiri."
TESTIMONI USTADZ-ZAMAN-NOW
· Gus Baha': "Sumber hilangnya berkah itu ya hilangnya kejujuran."
· Ustadz Adi Hidayat: "Malu itu kontrol dosa. Kalo malu ilang, semuanya bisa kacau."
· Buya Yahya: "Akhlak baik tuh ibadah yang gratis, nggak perlu modal."
· Ustadz Abdul Somad: "Syukur itu jaga nikmat. Kalo nggak disyukuri, ya bisa ilang."
---
UCAPAN TERIMA KASIH DARI REDAKSI
Makasih banyak buat kalian semua yang udah baca sampe sini! Semoga tulisan ini bermanfaat, nambahin iman, mantapkan akhlak, dan jadi amal baik buat penulisnya. Aamiin!
CATATAN REDAKSI: Beberapa kisah(kayak cerita Ja'far dapat sayap) itu lebih ke bahan renungan dan penggugah semangat, ya. Jadi, diambil hikmahnya aja, jangan dijadikan patokan utama buat hukum agama.
---
Udah gitu aja! Semoga versi "gaul" ini lebih gampang dicerna dan diaplikasin dalam keseharian. Keep faith, keep good morals!


