Sunday, May 31, 2026

233dur. lentera-lentera Mesjid

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Begitu juga diceritakan tentang Samnun Almajnun, bahwa dia dahulu terkenal dengan kecintaannya kepada Tuhannya. Orang-orang menamakannya Samnun si orang gila, sedangkan orang-orang khawas menamakannya Samnun si pencinta, dan dia sendiri menamakan dirinya Samnun si pendusta. Pada suatu hari, dia naik ke atas mimbar untuk memberikan nasehat kepada orang banyak, namun orang-orang tidak mau memperhatikan omongannya, maka ditinggalkannya orang-orang itu lalu dia berpaling kepada lentera-lentera Mesjid, seraya berkata : “Dengarlah olehmu hai lentera-lentera, Suatu berita aneh dari lisan Samnun…

Tiba-tiba orang banyak melihat lentera-lentera itu bergoyang-goyang dan terpecahbelah, lalu berguguran, saking kuatnya pengaruh perkataan Samnun. (Demikian disebutkan di dalam kitab Zubdatul Wa’izhin).

Alhasil, bahwa ketaatan kepada Allah Taala dan kepada Rasul-Nya itu adalah sarana untuk dapat berteman dengan para nabi, para wali dan orang-orang saleh.

.........

232dur. Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Dzunnun Al Mishri, dia berkata : “Saya pernah melihat seorang laki-laki sedang duduk bersila di angkasa sambil mengucapkan lafaz Jalalah (Allah…..Allah), maka Saya bertanya kepadanya : “Siapakah Anda?”. Orang itu menjawab : “Saya salah seorang hamba Allah”.

Saya bertanya pula : “Dengan amalan apakah Anda sampai meraih kemuliaan ini?”.

Dia menjawab : “Saya meninggalkan keinginan saya demi keinginan Dia, maka Allah Taala menempatkan saya di angkasa”.

.......

231dur. cinta Allah bukan cinta anak

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dikisahkan, bahwa di akhir hayatnya, Samnun mengawini seorang perempuan, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak perempuan untuknya. Ketika sang anak berusia tiga tahun, Samnun merasakan kecintaan yang sangat pada anaknya itu. Kemudian dia bermimpi seolah-olah kiamat telah bangkit, dan panji-panji para nabi dan wali telah dikibarkan, dan di belakang mereka ada sebuah bendera yang tinggi, yang cahayanya telah menutupi cakrawala. Samnun menanyakan tentang bendera itu, lantas dijawab malaikat : “Itu adalah bendera orang-orang yang mencintai Allah dengan tulus”. Samnun melihat dirinya tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka. Namun malaikat datang lalu mengeluarkannya dari tengah-tengah mereka. Samnun memprotes : “Saya mencintai Allah Taala, dan ini adalah bendera orang-orang yang mencintai-Nya, kenapa engkau keluarkan saya?”

Malaikat itu menjawab : “Ya, memang engkau termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala. Namun, kecintaan kepada anakmu itu telah menguasai hatimu, maka kami hapus namamu dari golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala”.

Mendengar jawaban malaikat itu, Samnun menangis sambil mengiba-iba di dalam tidurnya seraya berkata : “Ilahi, seandainya anak itu menjadi penghalang bagiku terhadapMu, maka singkirkanlah dia dariku sehingga aku dapat mendekat kepada-Mu dengan kelembutan dan kemurahan-Mu”.

Kemudian dia mendengar suara teriakan yang mengatakan : “Wah, celaka!”. Maka Samnun pun terjaga, lalu dia bertanya : “Teriakan apakah ini?”.

Orang-orang menjawab : “Anak Anda terjatuh dari loteng sampai mati!”.

Samnun berucap : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan penghalang dariku”. (Misykatul Anwar).

.........

230dur. lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dan dari Hasan Albashri ra., katanya : “Pada suatu hari, saya melihat Bahran Al Ajami membongkar kuburan dan mengambil kepala-kepala orang yang mati, lalu ditusukkan tongkatnya ke dalam lubang telinga orang yang mati itu. Maka jika tongkatnya itu menembus lobang telinga yang satu sampai ke lobang telinga lainnya, kepala itu dilemparkannya. Dan jika tongkatnya tidak dapat menembus lobang telinga itu sama sekali, maka kepala itu dilemparkannya juga dan jika tongkatnya itu mengenai tempat otak, maka kepala itu diciuminya dan ditanamkannya kembali. Maka saya bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab : “Kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dari satu telinga ke telinga lain itu ialah kepala orang yang mendengar nasehat dan perkataan yang benar, namun semuanya itu masuk dari satu telinga lalu keluar dari telinga yang lain, tanpa menetap di otaknya dan tidak diambil olehnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan padanya. Adapun kepala yang tidak bisa ditembus sama sekali oleh tongkat itu ialah kepala orang yang tidak mendengar nasehat dan perkataan yang benar karena kesibukannya dengan keinginan-keinginan nafsu dan syahwatnya, maka kepala seperti itu tidak ada kebaikan sama sekali padanya. Dan kepala yang bisa ditembus oleh tongkat dan mengenai tempat otaknya itu ialah kepala orang yang mendengarkan nasehat dan perkataan yang benar lalu diambil dan perkataan yang benar lalu diambil dan disimpannya di otaknya. Kepala seperti itulah yang diterima di sisi Allah, karenanya saya menciuminya dan menguburkannya kembali”. (Hayatul Qulub).

........

229dur. Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dari Aisyah ra. dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda yang artinya : “Apabila Allah Taala hendak memasukkan kaum mukminin ke dalam surga, Dia mengutus kepada mereka malaikat yang membawakan hadiah dan pakaian dari surga. Ketika mereka akan masuk, malaikat tadi berkata kepada mereka : “berhenti, saya membawa hadiah dari Tuhan semesta alam”.

Orang-orang mukmin itu bertanya : “Apakah hadiah itu?” Malaikat menjawab : “Hadiah itu adalah sepuluh buah cincin, yang pada cincin pertama tertulis : “Salam sejahtera atasmu, berbahagialah kamu, maka masuklah ke dalam surga buat selama-lamanya. Pada cincin kedua tertulis : “Masuklah kedalam surga dengan perasaan sejahtera dan aman”. Pada cincin ketiga tertulis : “Aku hilangkan dari kamu kesusahan-kesusahan dan kesedihan-kesedihan”. Pada cincin keempat tertulis : “Kami kenakan padamu pakaianpakaian”. Pada cincin kelima tertulis : “Dan Kami jodohkan mereka dengan bidadari-bidadari”. Pada cincin keenam tertulis : “Sesungguhnya Aku memberi ganjaran atas mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka dahulu. Sesungguhnya mereka itulah orangorang yang beruntung”. Pada cincin ketujuh tertulis : “Kamu semua menjadi muda kembali dan tidak akan mengalami ketuaan lagi buat selama-lamanya”. Pada cincin kedelapan tertulis : “Kamu semua menjadi aman dan tidak akan merasa takut lagi buat selamalamanya”. Pada cincin kesembilan tertulis : “Teman-teman kamu ialah para nabi, siddigin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh”. Pada cincin kesepuluh tertulis : “Kamu semua berada dalam lingkungan Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Memiliki Arsy yang mulia lagi agung”.

Maka masuklah mereka kedalam surga seraya berkata : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan kesusahan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Berterima kasih”. (Safinatul Abrar).

.........

228dur. dalam sedekah itu ada lima perkara

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya di dalam sedekah itu ada lima perkara : Pertama, sedekah itu menambah harta mereka. Kedua, obat bagi segala penyakit. Ketiga, Allah Taala menghilangkan bencana dari mereka. Keempat, mereka melewati Shirat (titian di atas neraka menuju surga) bagaikan kilat yang menyambar. Kelima, mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab”

Sungguh benarlah apa yang disabdakan Rasulullah itu.

........


227dur. tamu orang majusi

13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

 Kisah yang menarik ini disebutkan di dalam kitab Az Zubdah, maka hendaklah Anda membenarkan dan berpedoman kepadanya.

Konon diceritakan pula, bahwa seorang Majusi datang menemui Nabi Ibrahim as. minta diterima sebagai tamu. Nabi Ibrahim as. Menjawab : “Aku tidak akan menerimamu sebagai tamu sampai engkau keluar dari agamamu, meninggalkan agama Majusi”. Lalu orang itu pun berlalu.

Kemudian Allah Taala mewahyukan kepada Beliau : “Hai Ibrahim, engkau tidak mau menerimanya sebagai tamu hingga dia keluar dari agamanya. Apa yang merugikanmu, seandainya engkau menerimanya sebagai tamu malam ini, padahal Kami telah memberinya makan dan minum selama tujuh puluh tahun sedang dia kafir kepada Kami”.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim as. mencari orang Majusi itu sampai ketemu, lalu diajaknya ke rumahnya. Majusi itu menjadi heran lalu berkata : “Alangkah anehnya perbuatan Anda ini. Kemarin Anda mengusirku, dan hari ini mengajakku bertamu?”.

Nabi Ibrahim as. memberitahukan kepada si Majusi itu bahwa, Allah Taala telah mewahyukan kepadaku mengenai dirimu begini dan begini. Maka berkatalah Majusi itu : “Benarkah Tuhan segala tuhan memperlakukan aku seperti ini, padahal aku kafir terhadapNya?. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah, dan bahwa engkau adalah utusan Allah”.

Demikianlah diceritakan di dalam sebuah kitab nasihat, dan disebutkan juga oleh Syaikh Sa’id di dalam kitab Al Bustan.

........

226dur. Sahabat nabi musa di surga.

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diceritakan bahwa, Nabi Musa as. pernah memohon kepada Allah Taala : “Ilahi, perJihatkanlah kepadaku sahabatku di dalam surga”.

Maka Allah Taala berfirman : “Pergilah ke negeri anu, ke pasar anu, Di sana ada seorang tukang jagal yang wajahnya begini. Dialah yang akan menjadi sahabatmu di dalam surga kelak”.

Maka pergilah Nabi Musa as ke warung itu. Beliau berdiri di sana sampai menjelang terbenamnya matahari.

Kemudian tukang jagal itu mengambil sepotong daging, lalu diletakkannya di dalam sebuah keranjang. Ketika ia hendak pulang, Nabi Musa berkata kepadanya : “Sudikah Anda menerima saya sebagai tamu?.

“Ya,”. Jawabnya.

Maka pergilah Musa as. bersama tukang jagai itu hingga tiba di rumahnya, dan mereka pun lalu masuk ke dalamnya.

Kemudian tukang jagal itu mengambil daging yang dibawanya tadi dan dimasaknya menjadi kuah gulai yang enak. Setelah itu, dia keluarkan sebuah keranjang yang di dalamnya terdapat seorang perempuan tua yang sudah sangat lemah, seolah-olah anak burung merpati. Lalu lelaki itu mengeluarkan perempuan tua tersebut dari dalam keranjang tadi, kemudian ia mengambil sendok lalu mulai menyuapi perempuan tua itu dengan makanan sampai kenyang. Dan dicucinya pakaian perempuan tua itu lalu dikeringkannya, setelah itu dikenakannya kembali padanya. Setelah itu, diletakkannya kembali perempuan tua itu kedalam keranjang. Perempuan tua itu menggerak-gerakkan bibirnya. Kata Nabi Musa as. : “Sungguh aku lihat kedua bibirnya mengucapkan : “Ya Allah, jadikanlah puteraku sahabat Musa di dalam surga”.

Kemudian laki-laki itu mengambil kembali perempuan tua itu, lalu disandarkannya pada sebuah tiang. Maka Nabi Musa as. bertanya : “Apakah yang Anda lakukan?”.

Orang itu menjawab : “Ini adalah ibu saya. Dia sudah terlalu renta sehingga tidak mampu lagi duduk”.

Nabi Musa as. berkata : “Berita gembira untukmu, Akulah Musa, dan Anda adalah sahabatku di dalam surga kelak”.

Semoga Allah Taala memudahkannya dengan berkat kemuliaan nama-nama-Nya yang indah, dan dengan berkat kemuliaan manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling utama.

.....

225dur. Anak muda dan nabi sulaiman

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Diriwayatkan, bahwa Nabi Sulaiman as. pernah melakukan perjalanan di antara langit dan bumi hingga sampailah Beliau di sebuah lautan yang dalam. Beliau melihat di laut itu ada ombak yang hebat. Lalu Beliau memerintahkan kepada angin supaya tenang, maka angin pun menjadi tenang. Kemudian Beliau menyuruh seorang jin ifrit supaya menyelam ke dalam laut itu. Maka jin ifrit itu pun menyelam ke dalam laut. Ketika ia sampai ke dasar laut, tampak olehnya sebuah kubah yang terbuat dari mutiara putih yang tidak berlubang. Kemudian benda itu dikeluarkannya dan diletakkannya di hadapan Nabi Sulaiman as. Melihat benda itu, Beliau merasa heran dan kagum, lalu Beliau berdoa kepa: da Allah, sehingga terbukalah pintu kubah itu. Ternyata di dalamnya ada seorang anak muda yang sedang bersujud. Maka Nabi Sulaiman as. bertanya kepadanya : “Wahai anak muda, siapakah engkau, apakah engkau dari golongan malaikat, atau jin, atau manusia?”.

Anak muda itu menjawab : “Saya adalah manusia”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula : “Dengan sebab apakah engkau berhasil mencapai kemuliaan seperti ini?”.

Anak muda itu menjawab : “Dengan sebab berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ketika dahulu, ibu saya telah tua renta, saya menggendongnya di atas punggungku. Dan beliau selalu berdoa untukku : “Ya Allah, anugerahilah dia rasa puas, dan jadikanlah tempatnya sesudah wafatku, di suatu tempat, bukan di bumi dan bukan pula di langit”. Setelah ibuku meninggal dunia, saya pergi berkeliling di suatu pantai, lalu saya lihat di situ ada sebuah kubah dari mutiara putih. Kemudian saya mendekatinya, sekonyong-konyong kubah itu terbuka untukku, maka saya pun masuk ke dalamnya. Lantas, dengan seizin Allah Taala, kubah itu menutup kembali. Sejak itu, saya tidak tahu, apakah saya berada di angkasa atau pun di bumi. Namun, dalam kubah itu, Allah telah menyediakan rezeki untukku”.

Nabi Sulaiman as. bertanya : “Bagaimana Allah memberi rezeki di dalamnya ?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila saya merasa lapar, maka Allah menciptakan sebuah pohon yang berbuah lebat. Dari buah itulah, Allah memberi rezeki kepadaku. Dan apabila saya merasa haus, maka dari kubah itu keluar mata air yang warnanya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu, serta lebih sejuk daripada es”.

Nabi Sulaiman as. bertanya pula: “Bagaimana engkau mengetahui perbedaan malam dan siang di dalamnya?”.

Anak muda itu menjawab : “Apabila masuk waktu Subuh, maka menjadi putihlah warna kubah itu, sehingga saya tahu bahwa hari telah siang. Dan apabila matahari terbenam, kubah itu menjadi gelap, sehingga saya pun tahu bahwa malam telah tiba”.

Kemudian Nabi Sulaiman as. berdoa kepada Allah Taala, maka tertangkuplah kembali kubah itu, sedang anak muda itu berada di dalamnya seperti semula. (Majma’ul Lathaif).

.......


224dur. tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Nabi saw. Beliau bersabda : “Jibril as. memberitahukan kepadaku, katanya : “Apabila seorang tamu masuk ke dalam rumah saudaranya sesama muslim, maka masuk pula bersamanya seribu berkah dan seribu rahmat, dan Allah mengampuni dosa-dosa penghuni rumah itu, sekalipun dosa-dosa mereka lebih banyak daripada buih di laut dan daun-daun di pepohonan. Dan Allah memberinya pahala seribu orang yang mati syahid, dan mencatatkan untuknya dari setiap suapan yang dimakan oleh tamu itu, pahala haji yang mabrur dan umrah yang makbul, serta membangunkan untuknya sebuah kota di dalam surga. Barangsiapa memuliakan seorang tamu, maka seolah-olah dia memuliakan tujuh puluh nabi. (Kanzul Akhbar).

.......

223dur. meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya

 13. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU-BAPAK.

Dari Alfaqih Abul Laits, ia berkata : “Pernah ditanyakan orang mengenai kedua orangtua, apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan marah kepada anaknya, apakah si anak masih dapat membuatnya rida setelah wafat keduanya itu?.

Jawab : “Bisa, dengan tiga syarat : (1) hendaklah si anak menjadi orang yang saleh. (2) hendaklah si anak menjalin kembali hubungan dengan kerabat dan teman-teman kedua orang tuanya. (3) hendaklah si anak memohonkan ampun, mendoakan dan bersedekah untuk keduanya”. (Tanbihul Ghafilin)

........

219dur. Laknat Allah atasmu

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dari sahabat Abubakar ra., dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

Artinya : “Perempuan mana saja yang berkata kepada suaminya : “Laknat Allah atasmu!”. Sedang dia zalim, maka dia dilaknat oleh Allah dari atas tujuh petala langit, dan juga oleh seluruh makhluk ciptaan Allah Taala, selain dari dua golongan, yaitu manusia dan jin”.

222dur. condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan sabda Nabi saw. :

Artinya : “Barangsiapa mempunyai dua istri lalu dia lebih condong kepada salah satu dari keduanya melebihi yang lain: (dalam riwayat lain), dan dia tidak berlaku adil di antara keduanya, maka kelak pada hari kiamat, dia akan datang, sedang salah satu dari rusuknya miring”.


Demikianlah disebutkan di dalam kitab Mursyidul Mutaahhiliin.

221dur. Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Laki-laki mana saja yang mempunyai dua istri, lalu dia tidak berlaku adil dj antara keduanya dalam masalah belanja, dan tidak menyamakan di antara keduanya dalam masalah tidur, makan dan minum, maka dia terlepas dariku dan aku pun terlepas darinya, serta dia tidak akan memperoleh bagian dari syafaatku, kecuali jika dia bertobat”.

220dur. MERAIH RIDA ALLAH MELALUI RIDA PASANGAN

 


12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Dan diriwayatkan dari sahabat Salman Alfarisi, dia berkata : “Suatu hari Fatimah ra. menemui Rasulullah saw. Ketika telah berhadapan dengan Beliau, Fatimah tampak sedih sehingga kedua matanya berlinangan air mata dan rona wajahnya menjadi berubah. Menyaksikan hal itu, Rasulullah lalu bertanya : “Kenapa engkau, hai anakku?”.

Fatimah menjawab : “Ya Rasulullah, tadi malam, saya dan Ali bergurau. Dari pembiCaraan kami itu timbul kemarahan Ali, gara-gara satu perkataan yang keluar dari mulut saya. Ketika saya menyadari bahwa Ali benar-benar marah, maka saya pun menyesal dan sedih. Lalu saya berkata kepadanya : “Wahai kekasihku, maafkanlah saya!”. Kemudian saya berputar-putar mengelilinginya sampai tujuh puluh dua kali, sehingga dia memaafkan saya dan tertawa di hadapan saya dengan suka cita. Sementara saya, masih tetap merasa takut kepada Tuhanku”.

Maka berkatalah Nabi saw. kepada puterinya itu : “Wahai anakku, demi Allah Yang telah mengutus aku dengan sebenarnya sebagai seorang nabi, bahwa seandainya engkau meninggal dunia sebelum engkau dapat menyukakan hati Ali, maka aku tidak akan menyalati jenazahmu”. Kemudian Beliau melanjutkan : “Wahai anakku, tahukah engkau bahwa keridaan suami adalah keridaan Allah, dan kemurkaan suami adalah kemurkaan Allah. Hai anakku, perempuan mana saja yang melakukan ibadat seperti ibadatnya Maryam binti Imran, namun tidak diridai oleh suaminya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya. Hai anakku, sebaik-baik amal kaum perempuan itu adalah patuh kepada suaminya. Dan sesudah itu, tidak ada suatu pekerjaan bagi perempuan yang lebih utama daripada menenun. Wahai anakku, duduk sesaat pada waktu menenun adalah lebih baik bagi kaum perempuan daripada beribadat satu tahun. Dan dicatatkan untuk mereka dari setiap jenis kain yang mereka tenun itu, pahala orang yang mati syahid. Wahai anakku, sesungguhnya apabila seorang perempuan menenun sampai bisa memberi pakaian kepada suami dan anak-anaknya, maka ia pasti mendapat surga. Dan Allah akan memberinya dari tiap-tiap orang yang memakai kainnya, sebuah kota di dalam surga”.

......

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS


MERAIH RIDA ALLAH MELALUI RIDA 


Menyucikan Jiwa dari Kesombongan, Ego, dan Kemarahan dalam Rumah Tangga


Muqaddimah


Rumah tangga bukan sekadar tempat berkumpulnya dua insan, tetapi merupakan madrasah penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs). Di dalamnya Allah menguji kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, kemampuan memaafkan, dan pengendalian hawa nafsu.


Kisah Sayyidah Fatimah az-Zahra ra. yang meminta maaf kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. setelah terjadi perselisihan, memberikan pelajaran yang sangat mendalam tentang adab, kerendahan hati, dan perjuangan melawan ego demi menjaga keridaan Allah Ta'ala.


---


I. MAKNA DAN TAFSIR ISI REDAKSI


Secara ruhani, inti kisah ini bukanlah tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan tentang kemenangan jiwa atas hawa nafsu.


Fatimah ra., meskipun merupakan wanita paling mulia di kalangan umat ini, tidak membiarkan dirinya dikuasai gengsi atau kesombongan. Ketika mengetahui suaminya marah, beliau segera berusaha memperbaiki keadaan.


Dalam perspektif tasawuf:


- Fatimah mengalahkan nafsu ammarah.

- Fatimah memelihara cinta karena Allah.

- Fatimah mendahulukan perdamaian daripada kemenangan pribadi.

- Fatimah memilih kerendahan hati daripada pembelaan ego.


Adapun sabda Nabi ﷺ mengenai keridaan suami menunjukkan pentingnya menjaga hak-hak pasangan dalam rumah tangga.


Makna terdalamnya adalah:


"Barangsiapa mampu menjaga hubungan dengan makhluk karena Allah, maka ia sedang menjaga hubungannya dengan Allah."


---


II. HUKUM (AHKAM)


Para ulama menjelaskan:


1. Wajib bagi suami dan istri menjaga hak pasangannya.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya."

(HR. Tirmidzi)


2. Haram menzalimi pasangan.


Baik dengan ucapan, sikap, maupun pengabaian hak-haknya.


3. Dianjurkan segera meminta maaf ketika berbuat salah.


Menunda permintaan maaf sering memperbesar permusuhan.


4. Wajib taat kepada Allah terlebih dahulu.


Ketaatan kepada suami tidak berlaku dalam perkara maksiat.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah."

(HR. Ahmad)


---


III. HIKMAH DAN PELAJARAN (IBRAH)


1. Kerendahan hati lebih mulia daripada mempertahankan gengsi.


Banyak rumah tangga hancur bukan karena masalah besar, tetapi karena tidak ada yang mau meminta maaf.


2. Cinta membutuhkan pengorbanan.


Kasih sayang tidak tumbuh dari ego, tetapi dari pengorbanan.


3. Kemarahan harus segera dipadamkan.


Menyimpan kemarahan akan menjadi pintu masuk setan.


4. Ridanya pasangan adalah jalan menuju ketenangan rumah tangga.


5. Perempuan salehah adalah penyejuk hati keluarga.


---


IV. DALIL AL-QUR'AN, HADIS, DAN HADIS QUDSI


Al-Qur'an


Allah Ta'ala berfirman:


"Dan bergaullah dengan mereka secara patut."

(QS. An-Nisa: 19)


Allah berfirman:


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup agar kamu memperoleh ketenangan padanya."

(QS. Ar-Rum: 21)


Allah berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah."

(QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis


"Perempuan yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, maka ia masuk surga."

(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Bukhari)


Menjaga keharmonisan keluarga termasuk bagian dari amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah.


---


V. ANALISIS DAN ARGUMENTASI TASAWUF


Menurut para ulama tasawuf, musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, tetapi nafsunya sendiri.


Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa:


- Marah yang tidak terkendali berasal dari nafsu.

- Gengsi berasal dari kesombongan.

- Sulit meminta maaf berasal dari ujub dan takabur.


Fatimah ra. memberikan teladan tentang kemenangan atas ketiga penyakit hati tersebut.


Dalam tasawuf, seseorang dianggap kuat bukan ketika menang dalam perdebatan, tetapi ketika mampu mengalahkan egonya.


---


VI. AMALAN DAN IMPLEMENTASI


Setiap Hari


1. Memulai hari dengan niat beribadah dalam keluarga.

2. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.

3. Menghindari kata-kata kasar.

4. Membiasakan meminta maaf.

5. Mendoakan pasangan setelah shalat.


Setiap Pekan


- Melakukan evaluasi rumah tangga.

- Saling mengingatkan dengan lembut.

- Memperbanyak sedekah atas nama keluarga.


Ketika Terjadi Konflik


- Diam sejenak.

- Berwudhu.

- Shalat dua rakaat.

- Berdialog dengan tenang.


---


VII. RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG


 era:


- Artificial Intelligence (AI)

- Media sosial

- Smartphone

- Komunikasi instan

- Transportasi cepat

- Kedokteran modern


Manusia semakin mudah berhubungan tetapi semakin sulit memahami.


Banyak pasangan:


- Lebih sering melihat layar daripada wajah pasangan.

- Lebih cepat membalas pesan orang lain daripada pasangan.

- Lebih mudah marah melalui chat daripada berbicara langsung.


Akibatnya:


- Meningkatnya perceraian.

- Konflik rumah tangga.

- Perselingkuhan digital.

- Kecanduan media sosial.


Karena itu, akhlak Fatimah ra. semakin relevan hari ini.


Teknologi yang canggih tidak akan mampu menggantikan:


- kelembutan hati,

- kesabaran,

- keikhlasan,

- dan kemampuan meminta maaf.


---


VIII. MOTIVASI


Jangan takut meminta maaf.


Meminta maaf tidak membuat seseorang hina.


Justru Allah meninggikan derajat orang yang merendahkan dirinya demi kebenaran.


Orang yang mampu mengalahkan ego sesaat akan memperoleh ketenangan bertahun-tahun.


Sedangkan orang yang mempertahankan ego sesaat bisa kehilangan kebahagiaan seumur hidup.


---


IX. MUHASABAH DAN CARANYA


Tanyakan kepada diri sendiri:


- Apakah saya mudah marah?

- Apakah saya mudah meminta maaf?

- Apakah pasangan saya merasa dihargai?

- Apakah saya lebih sering menyakiti atau membahagiakan?

- Apakah rumah saya menjadi jalan menuju surga?


Cara Muhasabah


1. Luangkan waktu 10 menit sebelum tidur.

2. Ingat kembali ucapan sepanjang hari.

3. Catat kesalahan kepada pasangan.

4. Segera minta maaf jika berbuat salah.

5. Beristighfar minimal 100 kali.


---


X. KEMULIAAN DAN KEHINAAN


Kemuliaan di Dunia


- Rumah tangga tenteram.

- Rezeki lebih berkah.

- Anak-anak tumbuh dengan kasih sayang.

- Dihormati masyarakat.


Kemuliaan di Alam Kubur


- Mendapat rahmat Allah.

- Kubur menjadi taman surga.


Kemuliaan di Hari Kiamat


- Mendapat hisab yang ringan.

- Mendapat naungan rahmat Allah.


Kemuliaan di Akhirat


- Masuk surga bersama keluarga yang saleh.

- Mendapat keridaan Allah Ta'ala.


Kehinaan bagi yang Memelihara Kesombongan


Di dunia:


- Hidup penuh pertengkaran.


Di alam kubur:


- Penyesalan yang panjang.


Di hari kiamat:


- Hisab yang berat.


Di akhirat:


- Terancam kehilangan berbagai kenikmatan dan pahala akibat kezaliman kepada sesama.


---


XI. DOA


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مُطْمَئِنَّةً مَبْنِيَّةً عَلَى التَّقْوَى وَالْمَحَبَّةِ وَالرَّحْمَةِ


Ya Allah, perbaikilah pasangan-pasangan kami, anak-anak kami, jadikan rumah-rumah kami rumah yang penuh ketenangan, dibangun di atas takwa, cinta, dan kasih sayang.


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ


Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, dendam, dan iri hati, serta jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.


آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


---


PENUTUP


Perlu dicatat bahwa sebagian riwayat panjang yang dinisbatkan kepada Sayyidah Fatimah ra. dan Sayyidina Ali ra. seperti kisah di atas banyak diperselisihkan para ulama mengenai kekuatan sanadnya. Karena itu, hendaknya tidak dijadikan landasan hukum secara mandiri. Namun, nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya—seperti kerendahan hati, saling memaafkan, menjaga keharmonisan keluarga, dan menundukkan ego—selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih.


Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, menjaga keluarga, dan meraih keridaan-Nya.


Terima kasih atas kesediaan membaca dan mengamalkan nasihat ini.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.......

Baik, berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai, sopan, dan tetap mempertahankan arti ayat serta hadis dalam bahasa aslinya (tidak diganti). Kata "gue" sudah diganti "aku", dan "lo" diganti "njenengan". Gaya penulisan dibuat cair, ringan, seperti obrolan anak muda masa kini yang tetap hormat.


---


12. KEBAHAGIAAN COWOK LEBIH DARI CEWEK? (Versi Santuy)


Kisah dari Sahabat Salman Alfarisi, beliau cerita:


Suatu hari, Fatimah ra. nemuin Rasulullah saw. Pas lagi ketemu, muka Fatimah kelihatan sedih, matanya berkaca-kaca, mukanya pucat. Lihat gitu, Rasulullah langsung nanya: "Kenapa kamu, anakku?"


Fatimah jawab: "Ya Rasulullah, tadi malem aku sama Ali lagi bercanda. Dari obrolan kita, tiba-tiba Ali marah gara-gara satu kata yang keceplosan dari mulut aku. Pas aku sadar Ali serius marah, aku langsung nyesel dan sedih. Aku bilang ke dia: 'Sayang, maafin aku ya.' Terus aku muter-muter ngelilingin dia sampai tujuh puluh dua kali, sampe akhirnya dia memaafkan aku dan ketawa seneng di depanku. Tapi aku masih tetep takut sama Allah."

Nabi saw. langsung bilang ke putrinya:

"Wahai anakku, demi Allah yang ngutus aku dengan benar sebagai nabi, kalau sampe njenengan mati sebelum bikin hati Ali seneng, aku nggak bakal ngerjain salat jenazahmu."

Terus Nabi saw. lanjut:

"Wahai anakku, tahu nggak sih, bahwa rida suami itu rida Allah, dan marahnya suami itu marah Allah. Hai anakku, cewek mana pun yang ibadahnya kayak ibadahnya Maryam binti Imran, tapi suaminya nggak rida, maka Allah nggak bakal nerima amalnya. Hai anakku, sebaik-baik amal cewek itu adalah nurut sama suami. Dan setelah itu, nggak ada kerjaan cewek yang lebih utama daripada nenun. Wahai anakku, duduk sebentar pas nenun itu lebih baik buat cewek daripada ibadah setahun. Dan dicatat buat mereka dari setiap kain yang mereka tenun, pahala orang yang mati syahid. Wahai anakku, sesungguhnya kalau seorang cewek nenun sampe bisa ngasih baju ke suami dan anak-anaknya, maka dia pasti dapet surga. Dan Allah bakal ngasih dia dari setiap orang yang pake kainnya, sebuah kota di dalam surga."

---

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS (Edisi Santuy)


DAPET RIDA ALLAH LEWAT RIDA SUAMI


Bersihin Jiwa dari Sombong, Ego, dan Emosi di Rumah Tangga


---


Pembuka (Muqaddimah) ala Anak Kekinian


Rumah tang tuh bukan cuma tempat numpang tidur bareng, tapi kayak sekolah jiwa (Tazkiyatun Nufūs). Di situ Allah uji kesabaran, rendah hati, sayang-menyayangi, mau maafin, dan bisa ngontrol hawa nafsu.


Cerita Siti Fatimah az-Zahra ra. yang minta maaf sama Ali bin Abi Thalib ra. habis beda pendapat, itu pelajaran banget soal adab, rendah hati, dan lawan ego demi dapet rida Allah.


---


I. MAKNA KISAH (Versi Kekinian)


Secara batin, inti cerita ini bukan siapa yang bener atau salah, tapi siapa yang bisa ngalahin ego.


Fatimah ra., meskipun dia cewek paling mulia se-umat, nggak mau dikuasai gengsi atau sombong. Pas tahu suaminya marah, dia langsung bergerak cepet buat baikin keadaan.


Dalam pandangan tasawuf ala gaul:


· Fatimah berhasil ngalahin nafsu ambek-ambekan.

· Fatimah jaga cinta karena Allah.

· Fatimah milih damai daripada menang sendiri.

· Fatimah milih rendah hati daripada bela ego.


Nah, soal sabda Nabi ﷺ tentang rida suami, itu nunjukkin betapa pentingnya jaga hak pasangan dalam rumah tangga.


Maksud dalemnya:

"Siapa yang bisa jaga hubungan sama makhluk karena Allah, berarti dia lagi jaga hubungan sama Allah."


---


II. HUKUM SINGKAT (Ahkam) – Biar Nggak Salah Paham


Para ulama jelasin gini:


1. Wajib buat suami istri jaga hak masing-masing.

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." (HR. Tirmidzi)

2. Haram zalimin pasangan, baik lewat omongan, sikap, atau nggak ngasih haknya.

3. Sunnah banget cepet-cepet minta maaf kalau salah. Nunda minta maaf bisa bikin musuhan makin besar.

4. Wajib taat ke Allah dulu. Ketaatan ke suami nggak berlaku kalau disuruh maksiat.

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah." (HR. Ahmad)


---


III. PELAJARAN HIDUP (Ibrah) – Biar Rumah Tangga Anti Ribut


1. Rendah hati > gengsi. Banyak rumah tangga hancur bukan karena masalah gede, tapi karena nggak ada yang mau minta maaf duluan.

2. Cinta butuh pengorbanan. Sayang nggak tumbuh dari ego, tapi dari rela berkorban.

3. Marah harus cepet dipadamkan. Nyimpen marah cuma bakal jadi pintu masuk setan.

4. Ridanya pasangan = kunci rumah tangga adem.

5. Perempuan sholehah tuh penyejuk hati keluarga.


---


IV. DALIL AL-QUR'AN & HADIS (Teks Asli, Nggak Diganti)


Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:


"Dan bergaullah dengan mereka secara patut." (QS. An-Nisa: 19)


Allah berfirman:


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup agar kamu memperoleh ketenangan padanya." (QS. Ar-Rum: 21)


Allah berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah." (QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis:


"Perempuan yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, maka ia masuk surga." (HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi:


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)


Jadi, jaga keharmonisan keluarga itu termasuk amal saleh yang deketin diri ke Allah.


---


V. ANALISIS TASAWUF – GAK PAKAI RUMIT


Menurut para sufi, musuh terbesar manusia bukan orang lain, tapi nafsu sendiri.


Imam Al-Ghazali jelasin:


· Marah yang nggak terkendali berasal dari nafsu.

· Gengsi berasal dari sombong.

· Susah minta maaf berasal dari ujub dan takabur.


Fatimah ra. kasih teladan kalo dia bisa ngalahin tiga penyakit hati itu.


Dalam tasawuf, seseorang dianggap kuat bukan karena menang debat, tapi karena mampu ngalahin egonya sendiri.


---


VI. AMALAN & CARA TERAPINYA (Biar Keren)


Setiap Hari:


· Pagi-pagi niatin beribadah di keluarga.

· Ucapin "Assalamu'alaikum" pas masuk rumah.

· Hindari kata-kata kasar.

· Biasain minta maaf kalau salah.

· Doain pasangan habis shalat.


Setiap Minggu:


· Evaluasi rumah tangga (introspeksi bareng).

· Saling ngingetin dengan lembut.

· Perbanyak sedekah atas nama keluarga.


Pas Lagi Konflik:


· Diem dulu, ambil napas.

· Ambil wudhu.

· Shalat dua rakaat.

· Ngobrol pelan-pelan, jangan teriak-teriak.


---


VII. RELEVAN DI ZAMAN NOW (Era AI, Medsos, Dll)


Zaman sekarang:


· AI makin canggih

· Medsos makin ngebut

· Smartphone lengket di tangan

· Chatting instan

· Transportasi cepet

· Dokter makin hebat


Tapi manusia semakin gampang berhubungan, makin susah paham.


Banyak pasangan:


· Lebih sering lihat layar HP daripada wajah pasangan.

· Lebih cepet balas chat orang lain daripada balas pasangan.

· Lebih gampang marah lewat chat daripada ngomong langsung.


Akibatnya:


· Cerai makin banyak.

· Konflik rumah tangga.

· Selingkuh digital.

· Kecanduan medsos.


Maka, akhlak Fatimah ra. makin relevan hari ini. Teknologi secanggih apa pun nggak bisa ganti kelembutan hati, sabar, ikhlas, dan berani minta maaf.


---


VIII. MOTIVASI – JANGAN TAKUT MINTA MAAF


Minta maaf itu nggak bikin hina. Justru Allah ninggiin derajat orang yang rela merendah demi kebenaran.


Orang yang bisa ngalahin ego sesaat, bakal dapet ketenangan bertahun-tahun. Sebaliknya, orang yang mempertahankan ego sesaat bisa kehilangan kebahagiaan seumur hidup.


---


IX. MUHASABAH (Evaluasi Diri) – Caranya Gampang


Coba tanya ke diri sendiri:


· Apakah aku gampang marah?

· Apakah aku gampang minta maaf?

· Apakah pasangan aku merasa dihargai?

· Apakah aku lebih sering nyakitin atau ngebahagiain?

· Apakah rumahku jadi jalan menuju surga?


Cara muhasabah:


1. Luangin waktu 10 menit sebelum tidur.

2. Ingat-ingat omongan seharian.

3. Catat kesalahan ke pasangan.

4. Langsung minta maaf kalau salah.

5. Istighfar minimal 100 kali.


---


X. MULIA VS HINA (Singkat Jelas)


Mulia di dunia: Rumah tangga adem, rezeki berkah, anak tumbuh penuh kasih, dihormati orang.


Mulia di kubur: Dapet rahmat Allah, kubur jadi taman surga.


Mulia di kiamat: Hisab ringan, dapet naungan rahmat Allah.


Mulia di akhirat: Masuk surga bareng keluarga saleh, dapet rida Allah.


Hina buat yang sombong: Hidup penuh ribut, nyesel di kubur, hisab berat, terancam kehilangan pahala karena zalim ke sesama.


---


XI. DOA (Tetap Khidmat)


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مُطْمَئِنَّةً مَبْنِيَّةً عَلَى التَّقْوَى وَالْمَحَبَّةِ وَالرَّحْمَةِ


"Ya Allah, perbaikilah pasangan-pasangan kami, anak-anak kami, jadikan rumah-rumah kami rumah yang penuh ketenangan, dibangun di atas takwa, cinta, dan kasih sayang."


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ


"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, dendam, dan iri hati, serta jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."


آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


---


PENUTUP (Dengan Catatan Santuy)


Perlu diingat, sebagian riwayat panjang yang dinisbatkan ke Siti Fatimah dan Ali ra. kayak cerita di atas, banyak diperselisihkan ulama soal kekuatan sanadnya. Jadi jangan dijadiin hukum kaku. Tapi nilai akhlak di dalamnya—kayak rendah hati, saling maaf, jaga keharmonisan, dan ngalahin ego—itu selaras dengan Al-Qur'an dan hadis sahih.


Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang bisa bersihin jiwa, perbaiki akhlak, jaga keluarga, dan dapet rida-Nya.


Makasih udah baca sampe habis. Semoga diamalkan, ya!


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---..........

218dur. perempuan dalam rupa anjing

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan saya melihat seorang perempuan dalam rupa anjing, kalajengking-kalajengking dan ular-ular masuk melalui kemaluannya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan para malaikat memukuli kepalanya dengan penggada-penggada dari api”.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

 Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Dan perempuan yang rupanya seperti anjing itu ialah perempuan penggoda yang menjengkelkan suaminya”.

Dan diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf ra., katanya : “Saya mendengar Rasulul. lah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang mendatangkan duka cita kepada suaminya dalam urusan belanja, atau membebani suaminya dengan sesuatu di luar kemampuan. nya, maka Allah Taala tidak akan menerima amalnya sedikitpun”. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Seandainya semua yang ada di muka bumi itu adalah emas dan perak, lalu diboyong oleh seorang perempuan ke rumah suaminya. Kemudian suatu hari, dia menyombongkan diri di hadapan suaminya sambil berkata : “Siapa kamu, sesungguhnya harta ini kepunyaanku, sedang kamu tidak berharta”. Maka Allah membatalkan seluruh amalnya, sekalipun banyak”.

.........

217dur. perempuan kepalanya seperti kepala babi

 

12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti badan keledai, dia mendapat satu juta macam azab. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang berkepala seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keledai ialah perempuan yang suka mengadu-domba dan suka berdusta.

........


216dur. perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat seorang perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang tubuhnya dipotong-potong dengan gunting dari api ialah perempuan yang dahulunya suka mempertontonkan dirinya kepada orang lain, yakni supaya mereka melihat perhiasannya, dan dia suka tiap-tiap lelaki melihatnya dengan perhiasan seperti itu.

...........


215dur. perempuan yang memakan tubuhnya sendiri,

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN...

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang memakan tubuhnya sendiri, sedangkan di bawahnya dinyalakan api .

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang memakan tubuhnya sendiri jalah perempuan yang dahulunya suka berhias untuk laki-laki lain dan mengumpat orang. 

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Apabila seorang perempuan keluar dari pintu rumahnya dalam keadaan berhias dan memakai minyak wangi, sedang suaminya merelakannya, maka kelak akan dibangunkan untuk suami perempuan itu, dari setiap langkah perempuan itu, sebuah rumah di dalam neraka”.

..........


214dur. perempuan digantung

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN..

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan digantung, sedangkan kedua kaki dan tangannya diikat pada ubun-ubunnya, sementara ia dikerubungi oleh ular-ular dan kaiajeng-king-kalajengking. 

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Perempuan yang diikat kedua kakinya bersama kedua tangannya pada ubun-ubunnya serta dikerubungi oleh ular-ular dan kalajengking-kalajengking itu ialah perempuan yang dahulunya mampu melaksanakan salat dan puasa, namun dia tidak berwudu, tidak salat dan tidak mandi dari jenabah

...........


213dur. perempuan yang digantung pada buah dadanya

 213dur.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....Dan aku melihat pula seorang perempuan yang digantung pada buah dadanya dari belakang punggungnya, sedangkan zaqum (pohon yang berduri) dimasukkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Adapun perempuan yang digantung pada payudaranya, dahulu dia menyusui anak: anak orang lain tanpa perintah dari suaminya.

.............


212dur. perempuan digantung pada lidahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “....dan aku melihat seorang perempuan digantung pada lidahnya, sementara tangannya dia keluarkan dari punggungnya, dan ter disiramkan kedalam kerongkongannya

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.


............


211dur. perempuan digantung pada rambutnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN.

Adapun mengenai keburukan perempuan adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ali Karramaliaahu wajhah, katanya : “Saya dan Fatimah pernah berkunjung kepada Rasulullah saw. Kami jumpai Beliau sedang menangis dengan sedihnya. Maka kami bertanya : “Apa yang menyebabkan Baginda menangis, Ya Rasulullah ?.

Beliau menjawab : “Pada malam aku diisra’kan ke langit, aku melihat kaum wanita sedang mengalami azab yang sangat hebat. Aku teringat keadaan mereka itu, maka aku pun menangis”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang Baginda lihat ?”.

Beliau menjawab : “Aku melihat seorang perempuan digantung pada rambutnya sedangkan otak di kepalanya mendidih.

Saking ngeri mendengar kisah itu, Fatimah sampai bangkit dari duduknya lalu berkata : “Wahai ayahku, wahai cahaya mataku, beritahukanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan tersebut?”.

Rasulullah saw. menjawab : “Wahai Fatimah, adapun perempuan yang digantung pada rambutnya itu ialah perempuan yang dahulu tidak menyembunyikan rambutnya dari kaum lelaki. Sedangkan perempuan yang digantung pada lidahnya itu ialah perempuan yang dahulu suka menyakiti hati suaminya dengan lidahnya”.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, melainkan Allah akan menjadikan lidahnya panjang pada hari kiamat, sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat di belakang lehernya”. Dan diriwayatkan dari sahabat Abubakar Assiddiq ra., bahwa dia berkata : Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan mana saja yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, – maka dia berada di dalam kutukan dan murka Allah, serta kutukan malaikat dan manusia seluruhnya”.

Dan diriwayatkan juga dari sahabat Utsman ra. bahwa dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan berkata kepada suaminya, “Aku tidak melihat kebaikan sama sekali padamu”, melainkan Allah membatalkan amalnya selama tujuh puluh tahun, sekalipun dia berpuasa siang dan salat malam”.

...,............

 

210dur. perempuan mencucikan pakaian suaminya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, moriwayatkan sobuah hadis, bahwa Nabi saw bersabda :

Artinya : “Apabila soorang perempuan mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan dan mongampuni dua ribu kesalahannya, serta segala sesuatu yang terkena sinar matahari momohonkan ampun untuknya, dan diangkat. kan baginya seribu dorajat” 

(Hadis riwayat Abu Mansur dalam Musnad Al Firdausl).

........

209dur. perempuan itu tidak keluar dari rumahnya

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

(Hikayat) Pada zaman Rasulullah saw. dahulu, ada seorang laki-laki yang bermaksud berangkat ke medan perang. Sebelum berangkat, dia berpesan kepada istrinya : “Jangan keluar dari rumah ini sampai aku pulang”. Tak lama setelah kepergian suaminya, ayah perempuan itu jatuh sakit. Kemudian perempuan itu menyuruh seseorang menemui Nabi saw. untuk menanyakan jalan keluarnya. Maka Nabi saw. bersabda : “Patuhilah suamimu!”. Sampai beberapa kali diulanginya dan Beliau tetap menjawab demikian, maka perempuan itu tidak keluar dari rumahnya sesuai dengan amanat suaminya. Akhirnya ayah perempuan itu meninggal dunia, dan perempuan itu tetap tidak melihatnya. Dia bersabar sampai suaminya pulang. Atas kepatuhannya itu, Allah Taala lalu mewahyukan kepada Nabi Nya, bahwa Allah benar-bonar telah mengampuni porompuan Itu borkat kotaatannya kopada suaminya.

........

208dur. haidnya itu menjadi penghapus dosa

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dan diriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa dia berkata : “Rasulullah saw. bersabda :

Artinya : “Tidaklah seseorang perempuan mengalami haid, melainkan haidnya itu menjadi penghapus dosa-dosanya yang telah lalu. Dan jika pada hari pertama haidnya ia mengucapkan : “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, dan aku memohon ampun kepada Allah dari semua dosa”. Maka Allah akan mencatatkan baginya kebebasan dari neraka, dan dapat melintasi Sirat dengan selamat, serta aman dari azab. Dan Allah akan mengangkat untuknya dalam setiap sehari semalamnya, derajat empat puluh orang yang mati syahid, apabila selama haidnya ia tetap mengingat Allah Taala”.

.....

207dur. Perempuan yang salehah

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Dari sahabat Abdurrahman bin Auf ra. katanya : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Perempuan yang salehah itu lebih baik daripada seribu orang laki-laki yang tidak saleh. Dan perempuan mana saja yang melayani suaminya selama tujuh hari, maka akan ditutuplah terhadapnya tujuh pintu neraka dan dibukakan untuknya delapan pintu surga, yang dapat dimasukinya dari pintunya yang mana saja yang dia kehendaki tanpa hisab”.

206dur. terlalu terburuburu, hai orang yang salat.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Diriwayatkan dari Fudail bin Ubaidah, katanya : “Seorang laki-laki masuk (ke dalam Masjid) lalu melakukan salat. Usai salat ia mengangkat tangannya dan berdoa : “Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku”. Rasulullah saw. menegurnya : “Kau terlalu terburuburu, hai orang yang salat. Apabila engkau telah selesai mengerjakan salat, maka duduklah, kemudian pujilah Allah dengan pujian yang sepantasnya, lalu bacalah salawat atasku, sesudah itu barulah engkau memohon kepada-Nya”.

Kemudian, setelah itu, ada pula seorang laki-laki lain melakukan salat. Usai salat, orang itu duduk dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah dan bersalawat atas Nabi saw. Lantas Nabi saw. berkata kepadanya : “Hai orang yang salat, berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Berdoalah, niscaya doamu dikabulkan. Begitu pula, orang yang mendengar namaku disebut lalu ia memberi salawat kepadaku, Allah akan memperkenankan semua doanya”.

205dur. ditamparnya istrinya itu.

 12. KEUTAMAAN ORANG LAKI-LAKI ATAS ORANG PEREMPUAN

Allah SWT. berfirman :


Artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya (dikala suami tidak hadir), oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS. Annisa : 34).

Diriwayatkan, bahwa Saad bin Arrabi’, salah seorang pemuka Ansar, didurhakai oleh istrinya, Habibah binti Zaid bin Abu Zubair, maka ditamparnya istrinya itu. Lalu istrinya itu pergi ditemani oleh ayahnya menemui Rasulullah saw. kemudian keduanya mengadukan kasus itu kepada Beliau. Rasulullah saw. bersabda : “Suruh dia membalas menamparnya!” Maka turunlah ayat seperti tersebut di atas. Lalu Rasulullah saw. berkata : “Kita menghendaki sesuatu hal, sedang Allah menghendaki hal lain, dan yang dikehendaki Allah itulah yang terbaik”.

Ayat ini turun berkaitan dengan kasus yang terjadi pada Saad bin Arrabi Al Ansan, yang telah menampar istnnya, anak perempuan Muhammad bin Muslimah. Maka, perempuan itu pergi menemui Rasulullah saw. untuk mengadukan hal itu. Lalu Beliau menyuruh membalas (hukum kisas). Maka pada saat itu juga, Jibril as. turun menemui Beliau dengan membawa ayat ini. (Kaum laki-laki adalah pemimpin atas kaum perempuan), maksudnya : mereka berkuasa atas urusan-urusan perempuan dan pendidikan mereka. (Abul Laits).

Saturday, May 30, 2026

1061dur. Bahaya Buruk Sangka dan Ghibah: Penyakit Lisan yang Menghancurkan Amal

 63. KECAMAN TERHADAP SIFAT BURUK SANGKA DAN MENGGUNJING.

Dari sahabat Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. bahwa Beliau bersabda :

Artinya : “Barangsiapa menggunjing satu kali sepanjang hidupnya, maka Allah akan menghukumnya dengan sepuluh hukuman : (1) Dia akan menjadi orang yang jauh dan rahmat Allah. (2) Para malaikat memutuskan persahabatan dengannya. (3) Pencabutan rohnya menjelang ajalnya akan diperberat. (4) Dia akan menjadi orang yang dekat kepada neraka. (5) Dia akan menjadi orang yang jauh dari surga. (6)  Siksaan kubur akan diperberat atasnya. (7) Amalnya akan dianggap batal. (8) Ruh Nabi saw. merasa terganggu karenanya. (9) Allah murka kepadanya. (10) Ketika amalnya ditimbang pada hari kiamat,akan menjadi orang yang bangkrut (yang tidak mempunyai amal apa-apa). (Zubdatul Wa’izhin)

.......

 

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS

Bahaya Buruk Sangka dan Ghibah: Penyakit Lisan yang Menghancurkan Amal

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"Barangsiapa menggunjing satu kali sepanjang hidupnya, maka Allah akan menghukumnya dengan sepuluh hukuman..." (dinukil dalam Zubdatul Wā‘izhīn).


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadits atau atsar yang dinukil dalam kitab Zubdatul Wā‘izhīn tersebut menjelaskan betapa besarnya dosa ghibah (menggunjing) dan buruk sangka. Walaupun para ulama hadis menilai riwayat seperti ini perlu diteliti sanadnya, namun kandungannya sejalan dengan banyak ayat dan hadis shahih yang mengharamkan ghibah.

Dalam perspektif tasawuf, ghibah bukan sekadar dosa lisan, tetapi cerminan hati yang belum bersih dari:

  • Hasad (iri hati).
  • Ujub (bangga diri).
  • Takabbur (merasa lebih baik).
  • Su'uzhan (buruk sangka).
  • Dengki dan kebencian.

Ghibah adalah buah dari hati yang sakit. Karena itu para sufi lebih sibuk memperbaiki diri daripada membicarakan aib orang lain.


2. Hukum (Ahkam)

Hukum Ghibah

Haram berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati?" (QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: "Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak suka." (HR. Muslim)

Hukum Buruk Sangka

Asal hukumnya haram apabila tanpa dasar yang dibenarkan syariat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta." (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  1. Menjaga lisan lebih sulit daripada menjaga harta.
  2. Banyak amal ibadah hancur karena dosa lisan.
  3. Orang yang sibuk membicarakan aib orang lain biasanya lupa memperbaiki dirinya sendiri.
  4. Ghibah merusak ukhuwah dan keberkahan hidup.
  5. Keselamatan seorang mukmin banyak bergantung pada lisannya.

Seorang ulama salaf berkata:

"Jika engkau melihat seseorang sibuk mencari kesalahan orang lain, ketahuilah bahwa ia telah lalai dari kesalahan dirinya sendiri."


4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat: 12

"Janganlah kalian menggunjing satu sama lain."

QS. Qaf: 18

"Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat yang mengawasi dan mencatat."

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian." (HR. Muslim)

Ghibah termasuk bentuk kezaliman terhadap kehormatan sesama muslim.


5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Menurut para ahli tasawuf, ghibah muncul karena seseorang ingin meninggikan dirinya dengan cara merendahkan orang lain.

Padahal orang yang benar-benar mengenal dirinya akan sadar:

  • Dosanya sendiri belum tentu diampuni.
  • Akhir hidupnya belum tentu husnul khatimah.
  • Orang yang ia hina bisa jadi lebih mulia di sisi Allah.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ghibah adalah memindahkan pahala diri kepada orang yang digunjing. Jika pahala habis, dosa orang yang digunjing dipindahkan kepadanya.

Karena itu ghibah disebut sebagai "kebangkrutan spiritual."


6. Amalan (Implementasi)

Sebelum Berbicara

Tanyakan pada diri:

  1. Apakah ini benar?
  2. Apakah ini perlu?
  3. Apakah ini bermanfaat?
  4. Apakah Allah ridha jika aku mengucapkannya?

Jika Terjatuh dalam Ghibah

  1. Segera istighfar.
  2. Menyesali perbuatan.
  3. Berdoa untuk orang yang digunjing.
  4. Memuji kebaikannya di tempat yang sama.
  5. Jika memungkinkan, meminta maaf kepadanya.

Wirid Tazkiyatun Nufus

  • Istighfar 100 kali.
  • Shalawat 100 kali.
  • Membaca QS. Al-Hujurat ayat 12.
  • Muhasabah sebelum tidur.

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Media Sosial

Sekali menulis fitnah atau ghibah:

  • Ribuan orang dapat membacanya.
  • Jejak digital sulit dihapus.
  • Dosanya terus mengalir selama dibaca dan disebarkan.

Teknologi Komunikasi

  • Grup WhatsApp.
  • Facebook.
  • TikTok.
  • Instagram.
  • Telegram.

Sering berubah menjadi majelis ghibah virtual.

Kehidupan Sosial

Budaya:

  • Gosip artis.
  • Membongkar aib orang.
  • Konten ujaran kebencian.
  • Komentar negatif.

Semua dapat menjadi ladang dosa yang sangat luas.

Kecanggihan Teknologi

Dahulu ghibah didengar beberapa orang.

Hari ini satu kalimat dapat didengar jutaan manusia dalam hitungan detik.

Karena itu dosa lisan di era digital bisa jauh lebih besar dampaknya.


8. Motivasi

Jagalah lisanmu.

Karena:

  • Surga tidak jauh dari orang yang menjaga lisannya.
  • Neraka tidak jauh dari orang yang meremehkan lisannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap ringan, namun karenanya ia terjerumus ke dalam neraka." (HR. Bukhari)

Diam sering kali lebih selamat daripada berbicara yang tidak bermanfaat.


9. Muhasabah dan Caranya

Tanyakan setiap malam:

  • Berapa kali aku membicarakan aib orang hari ini?
  • Berapa kali aku berprasangka buruk?
  • Berapa kali aku menyakiti hati saudara muslim?
  • Berapa kali aku mendoakan orang lain?

Cara Muhasabah

  1. Duduk sendiri sebelum tidur.
  2. Mengingat seluruh ucapan hari itu.
  3. Menulis kesalahan yang terjadi.
  4. Beristighfar dengan sungguh-sungguh.
  5. Bertekad memperbaiki diri esok hari.

10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat

Di Dunia

Kemuliaan

  • Dicintai manusia.
  • Dipercaya masyarakat.
  • Hatinya tenang.

Kehinaan

  • Dijauhi orang.
  • Hilang wibawa.
  • Hatinya gelisah.

Di Alam Kubur

Kemuliaan

  • Mendapat ketenangan kubur.
  • Cahaya amal menerangi kubur.

Kehinaan

  • Penyesalan yang panjang.
  • Beratnya pertanggungjawaban lisan.

Di Hari Kiamat

Kemuliaan

  • Timbangan amal berat.
  • Mendapat syafaat.

Kehinaan

  • Bangkrut karena pahala berpindah kepada orang yang dizalimi.
  • Menyesal ketika semua rahasia dibuka.

Di Akhirat

Kemuliaan

  • Ridha Allah.
  • Surga yang penuh kenikmatan.

Kehinaan

  • Murka Allah.
  • Siksa yang pedih.

11. Doa

اللهم طهر ألسنتنا من الغيبة والنميمة، وطهر قلوبنا من الحسد والكبر وسوء الظن، واجعلنا من عبادك الصالحين المخلصين.

Artinya:

"Ya Allah, sucikan lisan kami dari ghibah dan adu domba, sucikan hati kami dari iri, sombong, dan buruk sangka. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh dan ikhlas."

آمين يا رب العالمين


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini. Semoga Allah Ta'ala membersihkan hati, menjaga lisan, mengampuni dosa-dosa kita, serta menghimpun kita bersama Rasulullah ﷺ dan orang-orang saleh di surga-Nya.

"Sibukkanlah dirimu memperbaiki aib sendiri, maka engkau tidak akan sempat mencari aib orang lain."

والله أعلم بالصواب.

301dur.

 63. KECAMAN TERHADAP SIFAT BURUK SANGKA DAN MENGGUNJING.

Dan sabda Nabi saw. pula :

Artinya : “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan melihat wajahku (pada hari kiamat nanti) : (1) orang yang durhaka kepada ibu-bapaknya, (2) orang yang meninggalkan sunnahku, (3) orang yang ketika aku disebut di sisinya, dia tidak bersalawat untukku.

Sungguh benarlah Nabi dengan sabdanya.

Konon, sebab turunnya ayat ini adalah berkaitan dengan dua orang sahabat Nabi saw., yaitu ketika Nabi saw. mengikutsertakan seorang laki-laki dari kalangan sahabat yang fakir miskin dalam suatu perjalanan kepada dua orang laki-laki kaya, supaya dia dapat ikut makan bersama dari makanan mereka, dan supaya dia mendahului mereka berdua turun di tempat persinggahan untuk menyiapkan tempat dan makanan bagi mereka berdua. Nabi mengikut-sertakan Salman Alfarisi kepada dua orang laki-laki tersebut. Pada suatu hari, Salman singgah di suatu tempat, tetapi dia tidak menyiapkan apa-apa untuk mereka berdua. Maka berkatalah kedua orang itu kepadanya : “Pergilah kepada Rasulullah, dan mintalah untuk kita sisa lauk-pauk”.

Ketika Salman telah pergi, salah seorang di antara mereka berdua berkata kepada sahabatnya, sementara Salman tidak ada : “Sesungguhnya, kalau Salman itu tiba di sumur Samihah (yakni sebuah sumur yang banyak airnya), pasti airnya akan surut”.

Setelah Salman sampai kepada Rasulullah dan menyampaikan pesan mereka kepada Beliau, Rasulullah saw. berkata : “Katakanlah kepada mereka berdua, sesungguhnya kalian telah memakan lauk-pauk itu”.

Saiman pun kembali menemui mereka, lalu menyampaikan apa yang diucapkan oleh Rasulullah saw. tadi. Maka mereka berdua lalu menemui Rasulullah dan berkata : “Kami belum memakan lauk-pauk itu, Ya Rasulullah”.

Rasulullah saw. menjawab : “Sesungguhnya aku benar-benar telah melihat daging yang merah pada mulutmu berdua, karena perbuatanmu menggunjing sahabatmu itu”.

Kemudian turunlah ayat di atas tadi.

......

jumat bada maghrib ust arsyaq

 Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Ibnu Mas'ud, serta diriwayatkan pula oleh Imam At-Tirmidzi.Berikut adalah matan hadis lengkapnya:“Barang siapa yang membuka untuk dirinya pintu meminta-minta (tanpa keperluan), maka Allah akan membukakan untuknya pintu kefakiran.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain dari sahabat Abu Kabasyah Al-Anmari, Rasulullah SAW bersabda:“Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu untuk meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. Ahmad).

Islam mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan diri (iffah) dengan cara berusaha dan bertawakal, serta melarang keras mengemis atau meminta-minta jika tidak dalam kondisi darurat.

........

SEDEKAH MENJADI SEBAB ALLAH MEMBUKA PINTU REZEKI


Sedekah mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah buka pintu rezeki. Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-Awwam: “Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah SWT kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” (H.R. ad-Daruquthni dari Anas r.a.)


Sedekah digandakan 700 kali ganda.


Fadhilah bagi orang yang bersedekah amat besar seperti mana terdapat keterangan di dalam al-Quran dan hadis. Jika kita amat amati ayat al-Quran berikut, kita akan dapat mengira bahawa sekurang-kurangnya setiap harta yang dikeluarkan ke jalan Allah akan dibalas dengan kiraan melebihi 700 kali ganda. Selain itu, mereka dijanjikan dengan kehidupan yang mudah:


Allah Ta’ala berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . (Al Baqarah (2) : 261)


Allah Lipat-gandakan Ganjaran orang yang Bersedekah.


“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)


Rezeki dimurahkan Allah SWT


Firman Allah SWT.: “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan ditunjuki kepada mereka jalan keluar. Dan diberi rezeki kepada mereka daripada jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi baginya”. (At-Talaq:2-3)


Di dunia, mereka yang bersedekah akan dimurahkan rezeki oleh Allah dalam kehidupannya. Faedah ini dijelaskan oleh Jabir Abdullah katanya: “Rasulullah berucap kepada kami, sabdanya: Wahai umat manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum kamu mati dan segeralah mengerjakan amal shalih sebelum kamu sibuk (dengan yang lain), dan jalinlah hubungan di antara kamu dengan Tuhan kamu dengan senantiasa mengingatinya (berzikir) dan banyakkan bersedekah secara bersembunyi atau terang-terangan, niscaya kamu diberi rezeki yang mewah, diberi kemenangan (terhadap musuh dan digantikan dengan apa yang kamu dermakan itu dengan balasan yang berganda-ganda.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)


Keberkatan Dalam Rezeki.


Kekayaan tidak membawa arti tanpa ada keberkatan. Dengan adanya  keberkatan, harta/rezeki yang sedikit akan dirasakan seolah-olah banyak dan mencukupi. Sebaliknya tanpa keberkatan akan dirasakan sempit dan susah meskipun banyak harta.


Dalam kisah Nabi, ada diceritakan Nabi Ayub ketika sedang mandi tiba-tiba Allah datangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis dengan bajunya. Lantas Allah berfirman ‘Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?’ Nabi Ayub mejawab ‘Ya benar, demi keagunganMu apalah makna kekayaan tanpa keberkatanMu’. Kisah ini menegaskan betapa pentingnya keberkatan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah.


Kaya Jiwa


Kekayaan bukanlah sesuatu yang harus diidam-idamkan oleh seseorang Islam kerana kekayaan boleh membawa kerosakan kepada seseorang sekiranya tidak menurut jalan yang betul. Islam lebih melihat kekayaan dari segi kekayaan jiwa. Hadis Abu Hurairah r.a katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Kekayaan itu bukanlah kerana mempunyai banyak harta tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa. (Sahih Muslim.)


Dari aspek harta-benda, kekayaan jika disalurkan ke jalan yang betul akan memberi seseoang pahala yang banyak, terutamanya jika digunakan untuk bersedekah.


Berzikir dan Banyak Bersedekah dalam Sembunyi dan Terang


Hadis berikut ini pula menyeru kita agar rajin bersedekah kerana Allah akan memberi kita rezeki dan kesenangan melalui bersedekah. “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sebelum kamu mati. Bersegeralah melakukan amalan amalan salih sebelum kamu kesibukan dan hubungilah antara kamu dengan Tuhan kamu dengan membanyakkan sebutan (zikir) kamu kepadaNya dan banyak bersedekah dalam bersembunyi dan terang-terangan, nanti kamu akan diberi rezeki, ditolong dan diberi kesenangan.” H.R Ibnu Majah.


Thursday, May 28, 2026

343daq. meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan

 BAB 28: PANASNYA HARI KIAMAT

Dan atas pendapat ini, telah datang suatu hadits: Allah Ta’ala Memberi wahyu kepada Nabi Musa as.: Agar engkau mengatakan kepada kaummu: “Jika mereka melakukan suatu perkara, maka Aku akan memasukkan mereka ke surga.” Nabi Musa as. bertanya: Apakah perkara itu?” Lalu Allah Ta’ala menjawab: “Yaitu agar mereka meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan.” Nabi Musa berkata: “Ya Tuhanku, jikalau mereka itu sudah mati.” Maka Allah Ta’ala menjawab: “Ya Musa, maka sesungguhnya Aku adalah Dzat yang hidup, Aku tidak akan mati selamanya, Katakan kepada mereka, agar mereka meminta kerelaan kepada-Ku.” Nabi Musa bertanya: “Bagaimana (caranya) mereka meminta kerelaan kepada-Mu?” Allah menjawab: “Dengan empat perkara:

Adanya penyesalan didalam hati.

Memohon ampunan dengan lisan.

Mengalirkan air mata (menangisi karena berbuat dosa).

Gerakannya anggauta (dalam menjalankan perintah-Nya).”

.......


344daq. kosong

 

342daq. keputusan hukum Allah

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan, ketika terjadi hari kiamat, maka bangkitlah para makhluk itu (dalam keadaan) sangat kehausan, mereka dikendalikan oleh keringat. Lalu Allah Ta’ala mengutus Jibril kepada Nabi saw. Maka Jibril berkata: “Ya Muhammad, katakan kepada ummatmu, agar berdoa kepadaKu dengan menyebut asma (nama), sebagaimana kamu berdoa kepadaKu sewaktu di dunia ketika dalam keadaan sedih.” Maka Nabi Muhammad menyeru kepada umatnya untuk berdo’a sebagaimana yang dianjurkan oleh Jibril. Lalu mereka sama mengucapkan: (.      ) ketika itulah, Allah memutuskan hukum diantara para makhluk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada umat-umat yang lain: “Kalau kalian tidak menyebut kepadaKu dengan asma (nama) ini. maka pasti Aku akan melamakan kepada kamu memutuskan hukum, (sehingga) sampai seribu tahun.”

Kemudian Allah Ta’ala memutuskan hukum diantara binatang liar dengan beberapa binatang (yang lain), sampai Allah Ta’ala memutuskan hukum kepada binatang brujul (binatang yang tak punya tanduk) dengan binatang yang memiliki tanduk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada binatang liar dan binatang-binatang (yang lain): “Jadilah kalian semua menjadi debu.” Ketika terjadi kejadian itu. Orang-orang kafir berkata:

“Semoga diriku itu menjadi debu.”

.........

341daq. benderq bendera di hari kiamat

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan: Ketika terjadi kiamat, maka bendera “Kebenaran” dipasang dan diserahkan kepada Abu Bakar ra., dan setiap orang yang benar berada di bawah bendera itu. Bendera “Fuqaha” dipasang dan diserahkan kepada Mu’adz bin Jabal ra. dan setiap ahli fiqh berada di bawah bendera itu. Bendera “suhud” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darrin ra. dan setiap orang yang zuhud berada di bawah bendera itu. Bendera : “Faqir” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darda’ ra. dan setiap orang fakir berada di bawah bendera itu. Bendera “Dermawan” dipasang dan diserahkan kepada Utsman ra. dan setiap dermawan berada di bawah bendera itu. Bendera “Syuhada” dipasang dan diserahkan kepada Ali ra. dan setiap orang yang mati syahid berada di bawah bendera itu. Bendera “Qurra” (ahli baca Al-Qur’an) dipasang dan diserahkan kepada Ubaiy bin Ka’ab, dan setiap Qari’ berada di bawah bendera itu. Bendera “Muadzdzin” dipasang dan diserahkan kepada Bilal ra. dan setiap Muadzdzin berada di bawah bendera itu. Bendera “Orang yang dibunuh dengan aniaya” dipasang dan diserahkan kepada Husain ra. dan setiap orang yang dibunuh dengan aniaya berada di bawah bendera itu. Maka oleh karena itu, firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya.” (QS. Al-Isra: 71).

....

340daq. bendera ahmad

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Nabi saw. bersabda: “Neraca itu diletakkan menurut hitungan mereka yang masuk surga. Adapun bendera “Ahmad” itu berada di atas langit. Rasulullah saw. ditanya sahabat tentang bendera “Ahmad” tentang lebar dan panjangnya. Maka Nabi saw. menjawab, panjangnya bendera (kirakira perjalanan seribu tahun dan di bendera itu terdapat tulisan: (             ) Sedangkan lebarnya bendera itu (kira-kira) jarak antara langit dan bumi, jarumnya itu dari yakut merah dan pegangannya dari perak putih dan zambrut hijau, bendera itu memiliki tiga ikatan bergaris dari nur, satu ikatan bergaris berada di timur, yang lain berada di tengah-tengah dunia, dan yang lain lagi berada di barat. Dan dalam bendera itu terdapat tulisan tiga baris. Pertama tulisan: (.       ) Kedua tulisan: (.   ) Dan ketiga tulisan: (.        ) panjangnya setiap baris itu kira-kira perjalanan 1000 tahun dan didekat bendera itu terdapat bendera (lagi) sebanyak 70.000 bendera, di bawah setiap bendera terdapat 70.000 baris (yang terdiri) dari malaikat, dan setiap baris itu, terdapat 500.000 malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allah Ta’ala, dan mensucikan kepada Allah Ta’ala.”

Al-Jurjaniy berkata: Maknanya sabda Nabi saw.: “Bahwa bendera “Ahmad” itu berada di tanganku. Sesungguhnya ketika terjadi kiamat, maka bendera itu ditancapkan di hadapan Nabi saw. sedangkan orang-orang mukmin itu berada di sekitar bendera, (mulai) dari Nabi Adam sampai ummat (yang mengalami peristiwa) terjadinya hari kiamat. Adapun orang-orang kafir berada dalam kesenangan dari neraka, selama bendera itu masih ditancapkan. Ketika bendera itu dipindahkan, maka saat itulah, Orang-orang kafir digiring ke neraka.”

......

339daq. orang yang ahli sabar

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Kemudian ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli sabar?” Lalu berdirilah manusia berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Sesungguhnyd kami melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu?” Mereka menjawab: “Kami bersabar dalam ta’at kepada Allah Ta’ala, da” kami bersabar (menjauhi) maksiat kepada Allah Ta’ala.” Maka para malaikat itu berkata: “Masuklah kalian ke surga.”

.....

338daq. orang yang ahli utama

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Nabi saw. bersabda: Ketika Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk, maka ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli utama.” Lalu berdirilah manusia dan mereka berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Aku melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu itu?” Mereka menjawab: “Kami adalah ahli utama,” malaikat bertanya: “Apa keutamaanmu?” Mereka menjawab: “Ketika kami dianiaya kami bersabar, dan ketika kami disakiti kami memaafkannya.” Maka malaikat itu berkata: “Masuklah ke surga, maka sebaik-baik pahala adalah yang mengerjakan.”

......

337daq. Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus


Nabi saw. bersabda: “Ada tujuh golongan yang mendapat naungan Allah Ta’ala, di bawah naungan Arasy, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungannya Allah Ta’ala: Pertama: Imam yang adil. Kedua: Pemuda yang meningkatkan ibadahnya kepada Allah Ta’ala. Ketiga: Dua orang yang bersahabat (saling mengasihi) karena Allah Ta’ala. Keempat: Seseorang yang diajak (berbuat zina) oleh perempuan cantik, seraya berkata: “Sesungguhnya aku ini takut kepada Allah Tuhan semesta alam.” Kelima: Seseorang yang (selalu) ingat kepada Allah di waktu sunyi, serta air matanya mengalir, karena dari rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Keenam: Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, serta menyamarkan sedekah itu dari tangan kirinya. Ketujuh: Seseorang yang menggantungkan hatinya ke masjid.”

.....

336daq. Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Ali karamallahu wajhah berkata: Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya (binatang kurbannya) pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “Hai malaikatKu, jangan kamu kumpulkan hambaKu yang berjalan itu, tetapi, naikkan mereka pada binatang kurbannya. Maka sesungguhnya mereka itu telah biasa naik waktu di dunia. Dan tempat naik yang pertama adalah tulang rusuk bapaknya, kemudian setelah itu, adalah perutnya ibunya menjadi tempat naik mereka selama sembilan bulan. Dan ketika ibunya melahirkannya, ia berada dalam pangkuan ibunya selama dua tahun untuk menyusu, dan (ini juga) tempat naik mereka, sehingga ketika mereka menginjak dewasa maka leher (punggung) bapak mereka menjadi tempat naik mereka, kemudian kuda dan keledai, termasuk khimar menjadi tempat naik mereka di daratan, dan perahu (menjadi tempat naik mereka) di lautan. Ketika mereka bangkit dari kuburnya, maka kamu jangan menjalankan mereka dengan berjalan kaki. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu biasanya naik, dan orang-orang mukmin itu tidak mampu untuk berjalan dan sodorkan kepada mereka kendaraan “Najaib” yaitu binatang kurban, dan mereka sama mendahului untuk menghadap Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

Oleh karena itu Nabi saw. bersabda:

“Besarkan binatang kurbanmu, maka sesungguhnya binatang itu besok hari kiamat akan menjadi kendaraanmu, maksudnya: yang kamu naiki.”

......

335daq. Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Dikatakan: “Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka, sedangkan orang-orang mukmin digiring dengan kurban mereka (harta yang disedekahkan) dan kendaraan mereka.”

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Pemurah sebagai perutusan yang terhormat. Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.” (QS. Maryam: 85-86).


Wednesday, May 27, 2026

327daq. kelima

326daq. keempat

426daq. orang-orang yang mencegah bayar zakat

 Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Ketiga: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dalam (keadaan) perutnya seperti gunung, yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mencegah bayar zakat, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat mereka kembali adalah neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu didalam neraka Jahannam.” (QS. At-Taubah: 34-35)

Allah Ta’ala menjadikan setiap kepingan emas (menjadi) papan dari api neraka. Sebagaimana dalam firman Allah:

"Lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 35)

......

424daq. orang yang menyakitkan tetangga

Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Pertama: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, mereka ini tidak memiliki tangan dan kaki. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang. Mereka ini adalah orang-orang yang menyakitkan tetangga, mereka mati sebelum bertaubat. Maka Inilah pembalasan mereka. Dan tempat tinggal kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Dan tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman yang dekat.” (QS. An Nisa’: 36)

......

423daq. malaikat maut mencabut ruhnya sendir

 Bab 22 Hancurnya Sesuatu dengan Perintah Allah Ta'ala

Didalam keterangan hadits yang lain, kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada malaikat maut untuk mencabut ruhnya sendiri, maka datanglah malaikat maut ke tempat yang ada antara surga dan neraka, lalu ia menjadikan pandangannya ke langit, untuk mencabut ruhnya sendiri, selanjutnya ia berteriak dengan sekali teriakan, kalau ada seluruh makhluk itu (masih) hidup. pasti mereka akan binasa (akibat) dari teriakannya malaikat maut. Kemudian malaikat maut berkata: “Jikalau aku mengetahui bahwa lepasnya ruh sangat sakit, pasti aku akan mencabut ruh orang mukmin dengan lebih kasihan.” Kemudian malaikat maut mati, akhirnya tidak tersisa satupun makhluk.

Didalam hadits yang lain, Allah Ta’ala berfirman: “Pergilah dar matilah diantara surga dan neraka.” Malaikat maut itu lalu mati ditempat itu, akhirnya tidak ada sesuatupun selain Allah, mak? tetaplah dunia ini dalam keadaan rusak, sesuatu yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

........


422daq. yang tersisa ada jiwa 12 jiwa

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Dan dikatakan didalam maknanya lafazh: “Illaa man SyaAllaah” yakni: yang tersisa ada jiwa 12 jiwa yaitu : Jibril, Israfil, Mikail Izrail as dan delapan malaikat yang membawa ‘Arasy.


Maka tetaplah dunia, dengan tanpa manusia, tanpa ada jin, tanpa ada setan dan tanpa ada bintang liar. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: Hai malaikat maut, sesungguhnya Aku menjadikan kamu menurut hitungannya para makhluk yang pertama sampai para makhluk yang terakhir, sebagai pembantu, dan Aku menjadikanmu memiliki kekuatannya penduduk langit dan bumi, sesungguhnya Aku memakaikan kamu pada hari ini dengan pakaian kemurkaan, maka turunlah dengan (membawa) kemurkaan-Ku dan cemeti-Ku kepada Iblis laknatullahi alaihi, berilah rasa kematian pada Iblis, bawalah pahitnya rasa mati (dari) makhluk yang dulu sampai makhluk yang terakhir kepada Iblis, dari jin dan manusia dengan dilipatgandakan, dan hendaklah yang menyertaimu itu dari malaikat Zabaniyah sebanyak 70.000, setiap seorang malaikat (membawa) rantai dari beberapa rantainya heraka Lazha kemudian Izrail memanggil-manggi malaikat agar membukakan seluruh pintu neraka, maka turunlah malaikat maut dengan membukakan pintu neraka. Turunnya malaikat maut itu dengan bentuk yang sebenarnya. Jikalau penduduk langit dan bumi yang ketujuh Ini melihat kepadanya, pasti mereka semua akan mati (karena bentuknya yang menakutkan). Lalu datanglah Izrail kepada Iblis kemudian memegangi iblis dengan pegangan yang kuat maka tiba-tiba iblis itu binasa, dan iblis itu mempunyai suara (rintihan) yang mengerikan, kalau sekiranya penduduk langit dan bumi mendengar suara (rintihannya) Iblis pasti sama binasa (mati), yang (disebabkan) dari suara itu. Lalu malaikat maut (Izrail) berkata: “Hai (makhluk) yang kotor, pasti akan aku rasakan kepadamu (sakitnya) kematian pada hari ini. Berapa dari umur yang kamu dapat? Dan berapa golongan yang kamu sesatkan?”


Kemudian iblis ini berlari ke arah timur, maka tiba-tiba malaikat sudah ada didekatnya. Terus menerus malaikat datang, dimana Iblis berlari itu, kemudian iblis berdiri di tengah-tengah dunia didekat kuburnya Nabi Adam as. seraya berkata: “Hai anak Adam, dari (sebab) arahmu aku menjadi makhluk yang diranjam dan dilaknati serta ditolak.” Maka ia berkata (lagi): “Hai malaikat maut, dengan gelas mana kamu memberi minuman aku? Dan dengan siksa apa kamu mencabut ruhku?” Maka malaikat Izrail berkata: “Dengan gelas minumannya neraka Lazha dan neraka sa’ir” Dan Iblis itu jatuh bangun di atas tanah, sehingga ketika (sampai) di suatu tempat dimana Iblis waktu itu diturunkan, dilaknati ditempat itu juga kemudian Zabaniyah benar-benar menikam kepada Iblis dengan beberapa tumbak, Zabaniyah mengambil Iblis lalu menikamnya lagi (dengan tumbak), maka pada akhirnya iblis itu tetap dalam keadaan naza’ dan sakaratul maut. Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

..........

421daq. Allah Ta’ala itu memuliakan pada para syuhada

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Didalam hadits diriwayatkan, dari Nabi saw.: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu memuliakan pada para syuhada” lima kemuliaan, dan Allah tidak pernah memuliakan dengan lima kemuliaan itu pada seseorang, dan aku tidak (termasuk) salah satu yang menerima kemuliaan itu.”

Pertama: Sesungguhnya ruhnya para Nabi itu dicabut oleh malaikat maut, dan aku (Muhammad) demikian juga. Sedangkan ruhnya para syuhada’ itu dicabut oleh Allah Ta’ala.

Kedua: Sesungguhnya para Nabi itu dimandikan setelah kematiannya, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu tidak dimandikan (ketika matinya).

Ketiga: Sesungguhnya para Nabi itu (matinya) dikafani, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu matinya tidak dikafani.

Keempat: Sesungguhnya para Nabi itu (matinya) dinamakan dengan nama “mati”, dan aku, demikian juga. Dikatakan: Telah mati (meninggal) Nabi Muhammad saw., sedangkan para syuhada’ itu hidup, tidak dinamakan (kematiannya) itu dengan nama “mati”, tetapi dikatakan hidup.

Kelima: Sesungguhnya para Nabi itu sama memberi syafa’at di hari kiamat, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu memberi syafa’at setiap hari sampai pada hari kiamat.

......


420daq. Israfil meniup sekali lagi untuk mematikan

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada Israfil agar meniup sekali lagi untuk mematikan. Maka Israfil meniup (sangkala itu) dan ia berkata: “Hai ruh-ruh yang telanjang, keluarlah dengan perintah Allah Ta’ala.” Lalu binasalah ruh itu, akhirnya matilah seluruh penduduk langit dan bumi kecuali makhluk yang dikehendaki oleh Allah. Ada yang mengatakan, mereka itu adalah para syuhada’, maka sesungguhnya mereka (para syuhada’) itu hidup di dekat Tuhan mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati: bahkan (sebenarnya) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)

.......

419daq. Allah Ta’ala masih menyimpan yang 99 rahmat

Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda:

 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu mempunyai seratus rahmat, dan dari seratus rahmat itu yang diturunkan hanya satu kepada manusia dan Jin, termasuk beberapa binatang dan beberapa binatang serangga yang ada di bumi, maka dengan rahmat satu itulah, terjadi sayang menyayangi, dan dengan rahmat satu itulah, terjadi kasih mengasihi, sedangkan Allah Ta’ala masih menyimpan yang 99 rahmat, Allah akan mengasihi dengan 99 rahmat itu kepada hambanya besok pada hari kiamat.”

418daq. Dari setiap seribu adalah 999 yang masuk ke neraka

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan.

Nabi saw. bersabda: “Apakah kamu mengetahui, hari apa itu?” Mereka para sahabat menjawab: “Allah dan RasulNya yang mengetahui.” Maka Nabi saw. bersabda: Didalam hari itu Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Adam as.: “Bangunlah dan pilihlah dari anakmu dengan pilihan neraka.” Maka Nabi Adam as. berkata: “Berapa orang dari setiap seribu umatku.” Allah Ta’ala menjawab: “Dari setiap seribu adalah 999 yang masuk ke neraka, dan satu yang masuk ke surga.” Maka menjadi berat peristiwa hari itu, pada suatu kaum, dan mereka menangis dengan sangat serta bersedih hati. Maka Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya aku mengharapkan agar ada (dari) kamu seperempat yang menjadi ahli surga.” Kemudian Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya aku mengharapkan agar ada (dari) kamu separo yang menjadi ahli surga.” Maka para shahabat sama bergembira. Lalu Nabi saw. bersabda: “Bergembiralah kalian Semua, sesungguhnya kalian itu berada dalam beberapa umat seperti rambut satu yang terdapat di lambung unta (perut)nya, hanya Saja kalian semua adalah satu bagian dari seribu bagian.”

.........

416daq. ketika sangkala itu ditiup

 Gambaran Bentuk Sangkala

Khudaifah bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana keadaan para makhluk ketika sangkala itu ditiup?” Nabi saw. menjawab: “Hai Khudaifah, Demi Dzat yang menjadikan diriku dalam kekuasaanNya, (ketika) sangkala itu ditiup, maka terjadilah kiamat, seseorang yang mengangkat sesuap (makanan) ke mulutnya, maka belum sampai ia makan suapan itu (sudah terjadi kiamat), dan kendi yang (sudah) berada di mulut seseorang yang hendak meminumnya, maka sebelum ia minum air kendi tersebut (sudah terjadi kiamat).”

.......

415daq. Gambaran Bentuk Sangkala

 Gambaran Bentuk Sangkala


Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan sangkala itu mempunyai empat cabang, diantara cabang itu ada di maghrib (sebelah barat). satu cabang ada di masyrig (sebelah timur), satu cabang berada dibawah bumi ketujuh yang paling bawah, dan satu cabang itv terletak diatas langit ketujuh yang bagian atas. Didalam sangkals itu ada beberapa pintu (menurut) bilangan ruh. Dan di dalam sangkala (juga) terdapat 70 rumah, dan didalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para malaikat, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para jin, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para manusia, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para setan, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para binatang hina dan binatang melata sehingga semut, sampai sempurna ada 70 macam. Lalu Allah Ta’ala memberikan sangkala ini kepada Israfil as, Israfil itu rneletakkan sangkala itu di mulutnya, dengan menunggu, kapan ia diperintah meniup sangkala itu, maka ia akan meniup tiga kali tiupan. Tiupan pertama, mengejutkan. Tiupan kedua, mematikan. Tiupan ketiga, membangkitkan.”

......


414daq. Pengertian Ruh

 Pengertian Ruh

Ada yang mengatakan: Sesungguhnya ruh adalah jisim yang halus. Oleh karena itu, tidak boleh dikatakan: “Bahwa Allah Ta’ala itu mempunyai ruh, karena sesungguhnya Allah Ta’ala itu mustahil apabila bertempat, sebagaimana beberapa jisim.” Dan ada yang mengatakan: “Bahwa ruh itu adalah sifat.” Ada yang mengatakan: “Adalah pecahan dari udara.” Dua pendapat ini adalah ucapannya orang yang mengingkari (adanya) siksa kubur.

Disebutkan dalam sebuah hadits: Sesungguhnya orang Yahudi datang kepada Nabi saw. seraya bertanya tentang ruh dan tentang orang yang mempunyai buku, serta tentang Raja Dzulkarnain, maka turunlah ayat yang membahas tentang keadaan (persoalan) mereka yaitu surat Kahfi, serta diturunkan (ayat) tentang ruh. Firman Allah Ta’ala:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al Isra’: 85)

Dikatakan, maknanya ayat di atas: (Itu adalah ilmu Tuhanku, sedangkan aku tidak mempunyai ilmu tentang ruh). Ada yang mengatakan: “Sesungguhnya ruh itu bukanlah makhluk, karena ruh adalah perintah Allah Ta’ala, dan perintah Allah Ta’ala adalah kalamnya Allah.”

Ada yang mengatakan: Bahwa maknanya ruh itu berada di Tuhanku dengan kalimat Kun. Karena sesungguhnya perintah itu ada dua macam: (pertama) Perintah yang tetap. sebagaimana perintahnya Allah kepada hamba-hambaNya, seperti Shalat puasa, haji dan zakat. (kedua) Perintah Takwin yaitu Perintap wujud (mengadakan) sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menuru pikiranmu.” (QS. Al Isra”: 50-51)

Seperti firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata

kepadanya: “Jadilah”! maka terjadilah ia.” (QS. Yaasiin: 82)

Adapun firman Allah Ta’ala:

Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). (QS. Asy Syu’ara: 193)

Allah Ta’ala berfirman:

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershafshaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An-Naba’: 38)

Maka ada yang mengatakan bahwa makna ruh dalam ayat di atas berupa anak Adam yang dimaksudkan, sesungguhnya ruh (dari ayat diatas), adalah malaikat yang besar yang berdiri satusatu dengan berbaris. Adapun firman Allah Ta’ala kepada Nabi Adam as.:

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku.” (QS. Al Hijr: 29)

Maknanya lafazh diatas adalah: Ketika Allah membuat kejadian Nabi Adam as. Maka Aku tiupkan kedalam (tubuh) Adam ruh. Dan lafazh ruh ini, disandarkan pada kejadiannya. Ada yang mengatakan: Disandarkan pada Takrim (memuliakan).

Adapun firman Allah Ta’ala:

“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 91).

Maka itu disandarkan kepada takrim (memuliakan). Lafazh.     (menunjukkan) atas sesuatu yang sudah kami jelaskan Dan dikatakan: Bahwa maknanya lafazh: (9, Yakni malaikat Jibril as. Sedangkan pada ayat (diatas) ini lafazh Ruh adalah ruh Nabi Isa bin Maryam, karena sesungguhnya Nabi Isa diciptakan dari tiupannya malaikan Jibril as. Dan dikatakan: Bahwa maknanya ruh Itu adalah rahmat. Firman Allah Ta’ala:

“Dan menguatkan mereka dengan pertolongan.” (QS. Al Mujadilah: 22).

.....