Tuesday, November 18, 2025

831. EMPAT MACAM YANG TAK PERNAH KENYANG

 




EMPAT MACAM YANG TAK PERNAH KENYANG

(Refleksi Hadis Riwayat Al-Hakim dalam Kehidupan Modern)
Penulis: M. Djoko Ekasanu


Ringkasan Redaksi Aslinya

Hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan Al-Hakim menyebutkan:

“Ada empat macam yang tidak pernah kenyang dari empat macam: buih dari hujan, perempuan dari laki-laki, mata dari pandangan, dan orang alim dari ilmu.”

Hadis ini menggambarkan sifat-sifat yang secara kodrati sulit dipuaskan: fenomena alam, naluri manusia, hawa nafsu, dan dorongan spiritual para pencari ilmu.


Latar Belakang Masalah di Jamannya

Pada masa Rasulullah ﷺ, masyarakat Arab hidup dalam lingkungan yang sangat dekat dengan alam. Awan, hujan, dan buih yang dihasilkan air menjadi pemandangan sehari-hari.
Selain itu:

  • Tradisi jahiliyah menunjukkan ketidakstabilan dalam hubungan laki-laki dan perempuan.
  • Lingkungan penuh fitnah membuat mata manusia mudah tergoda oleh pandangan yang haram.
  • Para sahabat sangat bersemangat menuntut ilmu sehingga kadang saling bertanya tanpa henti.

Hadis ini turun sebagai peringatan: ada hal-hal yang harus dikendalikan, dan ada hal-hal yang harus dikembangkan.


Sebab Terjadinya Masalah

  1. Buih hujan tidak pernah habis – simbol fenomena alam yang terus berulang.
  2. Keinginan perempuan kepada laki-laki – menggambarkan dorongan naluri yang perlu ditata secara syariat.
  3. Mata yang tidak kenyang memandang – menunjukkan fitnah visual, yang di zaman modern makin dahsyat.
  4. Orang alim yang tidak kenyang ilmu – menunjukkan dorongan positif menuju kesempurnaan makrifat.

Intisari Judul

“Empat Ketidakpuasan: Tiga Bahaya, Satu Anugerah.”

Tiga hal harus dikendalikan. Satu hal harus disuburkan: semangat menambah ilmu.


Tujuan dan Manfaat Artikel

  1. Mengungkap nilai hikmah dalam hadis.
  2. Menjelaskan sisi syariat dan tasawuf dalam mengelola dorongan manusia.
  3. Menjawab tantangan zaman modern: teknologi, kedokteran, sosial.
  4. Menjadi muhasabah agar hidup lebih terarah, bersih, dan barakah.

DALIL AL-QUR’AN & HADIS TERKAIT

1. Mata yang tidak kenyang memandang

Allah berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
“Katakanlah kepada orang beriman laki-laki agar menundukkan pandangan.”
(QS. An-Nur: 30)

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.” (HR. Al-Hakim)


2. Keinginan perempuan kepada laki-laki (naluri syahwat)

Allah menciptakan syahwat untuk tujuan pernikahan, bukan kebebasan nafsu.

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
“Manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”
(QS. An-Nisa: 28)


3. Semangat orang alim mencari ilmu

Allah berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Ya Tuhanku, tambahkanlah untukku ilmu.”
(QS. Taha: 114)


ANALISIS & ARGUMENTASI

A. Tiga yang harus dikendalikan

  1. Buih dari hujan
    Menandakan siklus dunia yang tidak berhenti. Dunia memang tidak akan memuaskan, maka jangan tertipu oleh permukaan yang “menggelembung” namun kosong.

  2. Perempuan dari laki-laki
    Syahwat tidak mengenal kenyang. Ia seperti api yang menyala jika diberi bahan bakar. Syariat hadir sebagai pagar.

  3. Mata dari pandangan
    Zaman modern penuh visual overload: TikTok, iklan, film, game, media sosial.
    Mata menjadi pintu kerusakan moral terbesar.


B. Satu yang harus disuburkan: Ilmu

Orang alim seperti lautan: semakin luas, semakin dalam.
Nafsu berujung pada kehinaan. Ilmu membawa kepada ketenangan, kewibawaan, dan keselamatan dunia-akhirat.


RELEVANSI DI ERA TEKNOLOGI MODERN

1. Teknologi & Komunikasi

  • HP membuat mata sulit menunduk.
  • Iklan algoritmik menembakkan syahwat tanpa henti.
  • Informasi palsu menyebar bila tidak berbekal ilmu.

2. Transportasi

Mobilitas mudah → godaan visual lebih banyak di luar rumah.
Solusi: memperbanyak dzikir saat perjalanan.

3. Kedokteran

Ilmu kedokteran berkembang karena dorongan “tidak kenyangnya” para ilmuwan mencari pengetahuan.
Ini contoh ketidakpuasan yang positif.

4. Kehidupan Sosial

Masalah rumah tangga meningkat karena godaan visual, DM media sosial, dan polusi pandangan.
Solusi: adab, hijab, dan kontrol mata.


HIKMAH

  1. Nafsu tidak akan kenyang—maka jangan dituruti, tetapi dididik.
  2. Ilmu tidak akan kenyang—maka jangan berhenti belajar.
  3. Mata adalah jendela hati—jaga pandangan, kuatkan iman.
  4. Hujan mengajarkan bahwa kehidupan berputar—bersiaplah untuk mati kapan saja.

MUHASABAH DAN CARANYA

1. Latihan harian

  • Tutup HP ketika tidak perlu.
  • Batasi tontonan.
  • Biasakan membaca 1 halaman ilmu setiap hari.
  • Setel adzan dan murattal agar rumah terjaga.

2. Latihan mingguan

  • Majelis ilmu minimal sekali seminggu.
  • Sedekah rahasia.
  • Ziarah kubur untuk melembutkan hati.

3. Latihan bulanan

  • I’tikaf 1 malam khusus memohon kejernihan hati.
  • Muhasabah: “Apa yang membuat mataku liar bulan ini?”

DOA

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي وَنَزِّهْ نَظَرِي وَقَوِّ إِيمَانِي وَزِدْنِي عِلْمًا نَافِعًا

“Ya Allah, sucikan hatiku, jaga pandanganku, kuatkan imanku, dan tambahkan kepadaku ilmu yang bermanfaat.”


NASEHAT PARA SUFI BESAR

Hasan al-Bashri

“Pandangan adalah awal dari musibah hati.”

Rabi‘ah al-Adawiyah

“Cinta kepada Allah membutakan dari selain-Nya.”

Abu Yazid al-Bistami

“Barangsiapa tak puas dengan dunia, Allah beri dia ilmu.”

Al-Junaid al-Baghdadi

“Tundukkan matamu, maka hatimu akan terang.”

Al-Hallaj

“Hati yang penuh Allah tidak lagi haus kepada makhluk.”

Imam al-Ghazali

“Ilmu itu obat, nafsu itu penyakit.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

“Matamu adalah pintu syaitan, jagalah ia dengan muraqabah.”

Jalaluddin Rumi

“Kehausan akan ilmu adalah tanda hidupnya ruh.”

Ibnu ‘Arabi

“Kenyanglah dengan makrifat, maka dunia menjadi kecil.”

Ahmad al-Tijani

“Barang siapa menuntut ilmu karena Allah, ia akan dituntun menuju kesucian.”


TESTIMONI TOKOH

Gus Baha’

“Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu itu tidak ada batasnya. Yang harus dikendalikan justru pandangan dan nafsu.”

Ustadz Adi Hidayat

“Kenyanglah dengan ayat Allah, maka pandanganmu akan terjaga.”

Buya Yahya

“Jangan beri makanan kepada nafsu. Nanti ia meminta terus.”

Ustadz Abdul Somad

“Yang tak pernah kenyang itu dua: syahwat… dan ilmu. Pilihlah yang benar.”


DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Mustadrak – Imam Al-Hakim
  2. Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
  3. Al-Hikam – Ibn Atha’illah
  4. Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu Arabi
  5. Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  6. Tafsir At-Thabari
  7. Tafsir Ibnu Katsir
  8. Majmu’ Fatawa Nawawi
  9. Al-Risalah al-Qusyairiyyah – Al-Qusyairi

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada seluruh pembaca, para guru, para masyayikh, dan siapa pun yang terus menjaga mata, hati, dan ilmu.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selamat dari syahwat dan haus akan ilmu yang bermanfaat.

Penulis:
M. Djoko Ekasanu


Coba redaksi tersebut diatas dibuat versi bahasa gaul kekinian sopan santun santai.

(Untuk arti ayat qur'an, arti ayat hadisnya tetap tidak diganti bahasa gaul).

830. AMALAN MALAM, KEMATIAN SEMENTARA, DAN KEPASTIAN HISAB.

 




AMALAN MALAM, KEMATIAN SEMENTARA, DAN KEPASTIAN HISAB

Merenungi QS. Al-An‘am : 60 di Tengah Dunia Digital, Transportasi Cepat, dan Kehidupan Modern

Penulis: M. Djoko Ekasanu


RINGKASAN REDAKSI ASLINYA

QS. Al-An‘am ayat 60:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:
“Dan Dialah yang mewafatkan kalian di malam hari dan mengetahui apa yang kalian kerjakan di siang hari; kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari untuk menyempurnakan ajal yang telah ditentukan. Kemudian kepada-Nya-lah kalian kembali, lalu Dia memberitahu kalian apa yang dahulu kalian lakukan.”


LATAR BELAKANG MASALAH DI MASA TURUNNYA AYAT

Pada zaman Rasulullah ﷺ, masyarakat Arab belum memahami konsep tidur sebagai “kematian kecil”. Mereka juga meyakini dewa-dewa menjaga mereka di malam hari. Ayat ini turun:

  • untuk meluruskan aqidah,
  • menegaskan bahwa tidur dan bangun sepenuhnya dalam kuasa Allah,
  • mengingatkan bahwa setiap hari adalah siklus hidup–mati–hidup sampai ajal datang.

Ayat ini menegaskan ketergantungan total manusia kepada Allah di setiap detik kehidupan.


SEBAB TERJADINYA MASALAH

Kaum musyrik saat itu:

  • merasa aman hidup tanpa pedoman,
  • menganggap perbuatan mereka di siang hari tidak ada hisab,
  • mengira tidur hanya fenomena jasmani biasa, bukan bagian dari takdir Allah.

Maka Allah menurunkan ayat yang mengguncang kesadaran manusia agar sadar bahwa:

  • setiap malam kita “mati”,
  • setiap bangun adalah “kebangkitan”,
  • dan suatu hari kita akan bangun yang terakhir untuk hisab.

INTISARI JUDUL

“Hidup dalam Dua Putaran: Mati Sementara di Malam Hari dan Amanah Amal di Siang Hari”


TUJUAN DAN MANFAAT TULISAN

  1. Menguatkan pemahaman tauhid tentang tidur, hidup, mati, dan hisab.
  2. Menjadi pengingat spiritual di zaman modern.
  3. Menuntun pembaca untuk bermuhasabah setiap hari.
  4. Membentuk budaya tidur yang ibadah dan bangun yang bersyukur.

DALIL PENDUKUNG: AL-QUR’AN & HADIS

1. Al-Qur’an

“Allah memegang jiwa ketika matinya dan yang belum mati ketika tidurnya…”
(QS. Az-Zumar: 42)

“Setiap jiwa akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)


2. Hadis

◉ Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidur itu saudara kematian.”
(HR. Thabrani)

◉ Doa bangun tidur:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya tempat kembali.”
(HR. Bukhari)


ANALISIS & ARGUMENTASI

Ayat ini terdiri dari empat fase yang sangat logis dan selaras dengan sains modern:

1. Fase “wafat malam”: fenomena biologis + spiritual

Saat tidur, kesadaran manusia terputus. Medis menyebutnya “penurunan aktivitas korteks”.
Al-Qur’an menyebutnya tawaffākum — Allah mengambil jiwa secara sementara.

Ini menunjukkan hubungan paralel antara ilmu kedokteran dan wahyu.

2. Fase “mengetahui amal siang hari”

Teknologi hari ini—CCTV, AI tracking, jejak digital—membuktikan bahwa:

  • semua perbuatan dapat terekam,
  • tidak ada yang benar-benar hilang.

Jika manusia saja bisa merekam segalanya, maka hisab Allah tentu lebih sempurna.

3. Fase “dibangunkan kembali”

Kebangkitan harian ini adalah latihan kiamat kecil.
Sebuah peringatan lembut: “Bangunlah, umurmu berkurang satu hari.”

4. Fase “kembali dan diberi tahu semua amal”

Sama seperti teknologi big-data hari ini bisa membaca seluruh kebiasaan manusia, Allah akan membuka “rekaman amal” sepenuhnya tanpa sedikit pun terlewat.


KEUTAMAAN QS. AL-AN‘AM AYAT 60

  1. Mengingatkan manusia tentang siklus hidup–mati setiap hari.
  2. Menjadikan tidur sebagai ibadah dan muhasabah.
  3. Melatih kesadaran bahwa semua amal dicatat.
  4. Membangunkan ketakwaan melalui kesadaran harian.
  5. Menenangkan hati — merasa dijaga Allah setiap malam.
  6. Menjadi dasar amalan sunnah sebelum tidur.

RELEVANSI DI ERA TEKNOLOGI & KEHIDUPAN MODERN

1. Teknologi komunikasi:

Jejak digital mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar hilang, persis seperti catatan malaikat.

2. Transportasi cepat:

Mobilitas tinggi membuat risiko kematian mendadak semakin besar.
Ayat ini mengajak untuk selalu siap mati setiap malam dan setiap perjalanan.

3. Kedokteran modern:

Fenomena REM sleep, koma, dan mati otak sesuai dengan konsep “wafat sementara”.

4. Kehidupan sosial:

Banyak konflik terjadi karena lupa bahwa amal akan dihisab.
Ayat ini memperbaiki etika masyarakat.


HIKMAH

  1. Setiap pagi adalah kesempatan baru memperbaiki diri.
  2. Tidur adalah pengingat bahwa kita bukan tuan atas kehidupan.
  3. Kematian tidak menunggu umur; tidur pun bisa menjadi pintunya.
  4. Bersyukur ketika bangun tidur adalah awal rezeki.
  5. Menenangkan jiwa dari kecemasan dunia.

MUHASABAH & CARANYA

Lakukan 5 Muhasabah Malam:

  1. Apa dosa hari ini?
  2. Siapa yang saya sakiti?
  3. Apa amanah yang saya lalaikan?
  4. Apa kebaikan yang bisa saya tambah besok?
  5. Bagaimana jika malam ini adalah malam terakhir?

Lakukan 5 Muhasabah Pagi:

  1. Bersyukur diberi “hidup kembali”.
  2. Niatkan siang untuk ibadah dan amal.
  3. Jaga lisan, jaga mata, jaga media sosial.
  4. Rencanakan sedekah hari ini.
  5. Ingat bahwa malam nanti mungkin tidak bangun lagi.

DOA

Doa Sebelum Tidur:
اَللّٰهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
“Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.”

Doa Bangun Tidur:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami.”


NASEHAT ULAMA SUFI BESAR

Hasan al-Bashri

"Manusia hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari pergi, maka sebagian dirimu ikut pergi."

Rabi‘ah al-Adawiyah

"Tidur adalah kesempatan mendekat kepada Allah yang memanggil jiwa kita dengan lembut."

Abu Yazid al-Bistami

"Setiap bangun tidur adalah kelahiran ruhani yang harus engkau syukuri."

Junaid al-Baghdadi

"Siangmu adalah amal, malammu adalah kembali. Dua-duanya adalah ujian."

Al-Hallaj

"Dalam tidur, aku melihat hakikat kelemahanku; dalam bangun, aku melihat kemurahan-Nya."

Imam al-Ghazali

"Ingatlah: malam adalah waktu akad janji antara hamba dan Tuhannya."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Setiap tidur adalah perjalanan rohani; gunakanlah untuk membersihkan hati."

Jalaluddin Rumi

"Tidurlah dengan dzikir agar rohmu pulang dalam cahaya, bukan dalam gelap."

Ibnu ‘Arabi

"Manusia mati setiap malam agar ia sadar bahwa dirinya hanya tamu di dunia."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak istighfar sebelum tidur, niscaya pagimu penuh cahaya."


TESTIMONI PARA ULAMA NUSANTARA

Gus Baha’

“Ayat ini membuat kita sadar: setiap pagi itu seperti hari kebangkitan mini.”

Ustadz Adi Hidayat

“Al-An‘am:60 adalah ayat akidah, fiqih, akhlak, dan kesehatan sekaligus.”

Buya Yahya

“Kalau mau hidup tenang, mulailah dengan tidur yang benar sesuai tuntunan ayat ini.”

Ustadz Abdul Somad

“Bangun pagi itu nikmat besar. Orang yang sadar makna ayat ini akan hidup hati-hati.”


DAFTAR PUSTAKA

  1. Tafsir Ibn Katsir
  2. Tafsir Al-Qurthubi
  3. Hilyatul Auliya’ – Abu Nu’aim
  4. Ihya’ Ulumuddin – Al-Ghazali
  5. Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi
  6. Fathur Rabbani – Abdul Qadir al-Jailani
  7. Kutipan ceramah Gus Baha’, UAH, Buya Yahya, UAS
  8. Sahih Bukhari & Muslim

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada para pembaca setia yang terus mencari ilmu, merenungkan Al-Qur’an, dan berusaha memperbaiki diri setiap hari. Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah dan membuka pintu hidayah bagi siapa pun yang membacanya.


Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai dari teks tersebut, sambil tetap menjaga kesakralan ayat dan hadis.


---


AMALAN MALAM, "MATI SEMENTARA", DAN KEPASTIAN HISAB


Renungan QS. Al-An‘am : 60 buat Gen Z yang Hidup di Era Digital & Serba Cepat


Ditulis oleh: M. Djoko Ekasanu


---


CUPLIKAN AYAT (Masih Pakai Bahasa Asli, ya!)


QS. Al-An‘am ayat 60:


وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ


Artinya tetep formal: “Dan Dialah yang mewafatkan kalian di malam hari dan mengetahui apa yang kalian kerjakan di siang hari; kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari untuk menyempurnakan ajal yang telah ditentukan. Kemudian kepada-Nya-lah kalian kembali, lalu Dia memberitahu kalian apa yang dahulu kalian lakukan.”


---


KONTEKS DULU & SEKARANG


Zaman Dulu: Orang Arab jaman dulu belum paham kalau tidur itu kayak"mini-death". Mereka pikir dewa-dewa yang jaga mereka pas malam. Ayat ini turun buat slay semua pemikiran salah itu dan ngingetin: "Hey, tidur, bangun, hidup, mati, itu semua kuasa Allah, bukan dewa-dewa."


Zaman Now: Kita sering bangetburnout, sibuk banget sampe lupa kalo hidup kita cuma titipan. Ayat ini kayak pengingat halus: "Setiap lo tidur, itu latihan buat mati beneran. Jadi, jangan sia-siain hari lo."


---


INTI DARI SEMUA INI


Judul Versi Gue: "Hidup itu Kayak Daur Ulang: Tidur = Mati Singkat, Bangun = Bonus Waktu Buat Ngebagusin Amal."


---


BUAT APA SIH RENEGIN INI?


· Biar lo paham kalau tidur itu bukan cuma istirahat biasa, tapi ada unsur ibadahnya.

· Jadi alarm spiritual di tengah lifestyle kita yang super sibuk.

· Ngebiasain diri buat self-reflection tiap hari.

· Bikin kebiasaan tidur yang worth it dan bangun tidur yang penuh rasa syukur.


---


DUKUNGAN DARI SUMBER TERPERCAYA (Masih Pakai Teks Asli)


1. Al-Qur'an:

   · QS. Az-Zumar: 42 — "Allah memegang jiwa ketika matinya dan yang belum mati ketika tidurnya…" (Intinya: tidur = preview kematian).

   · QS. Ali ‘Imran: 185 — "Setiap jiwa akan merasakan mati." (Nggak ada yang bisa escape dari ini).

2. Hadis:

   · Rasulullah ﷺ bilang: "Tidur itu saudara kematian." (HR. Thabrani). Jadi, serius, tidur itu deket banget sama mati.

   · Doa bangun tidur: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya tempat kembali." (HR. Bukhari). Ini dia doanya biar mindful.


---


BREAKDOWN BUAT GENERASI SEKARANG


Ayat ini bisa di-breakdown jadi 4 babak yang relate banget sama kehidupan kita:


1. Babak "Mati Sementara" (Tidur): Secara sains, pas tidur otak kita ngedown. Al-Qur'an bilang, Allah yang "ambil" jiwa kita sementara. Ini ngebuktiin kalau sains dan agama nggak bertentangan.

2. Babak "Allah Tahu Semua yang Lo Lakuin": Zaman now, semua tingkah kita ke-record: CCTV, digital footprint, social media history. Kalo manusia aja bisa track kita, apalagi Allah. Hisab-Nya pasti detail banget, no cap.

3. Babak "Kebangkitan Mini" (Bangun Tidur): Setiap bangun itu kayak mini-rehearsal untuk hari kiamat. It's a sign: "Woi, umur lo udah berkurang satu hari, lho. Gaskeun yang bener!"

4. Babak "Laporan Akhir": Kaya big data yang bisa nge-analyze semua kebiasaan kita, Allah bakal buka semua "rekaman" amal kita pas di akhirat nanti. Nggak ada yang kelewat, sekecil apapun.


---


KENAPA AYAT INI MASIH RELEVAN BANGET?


· Era Digital: Jejak digital kita kekal di internet, ngasih kita gambaran betapa catatan amal kita di sisi Allah juga lengkap dan kekal.

· Transportasi Cepat: Naik motor, pesawat, mobil, risiko kecelakaan ada. Ayat ini ngingetin buat selalu siap "pulang" kapan aja, bahkan habis tidur.

· Kedokteran Modern: Konsep koma, mati otak, atau REM sleep mirip banget sama gambaran "wafat sementara" dalam ayat ini.

· Kehidupan Sosial: Banyak konflik karena lupa kalo semua perbuatan bakal dipertanggungjawabin. Ayat ini ngajarin etika dan tanggung jawab.


---


HIKMAH BUAT KESEHARIAN


· Setiap pagi itu kesempatan baru buat upgrade diri.

· Tidur ngingetin kita bahwa kita bukan pemilik hidup.

· Kematian bisa dateng kapan aja, bahkan pas kita tidur.

· Mood pagi lo bakal lebih baik kalo langsung bersyukur udah dibangunin.

· Bisa bikin hati lebih adem dan nggak gampang cemas.


---


TIPS MUHASABAH ALIAS SELF-REFLECTION


Sebelum Tidur (5 Pertanyaan):


1. Dosa apa yang gue lakuin hari ini?

2. Ada yang gue sakiti nggak?

3. Task atau amanah apa yang gue skip?

4. Besok, kebaikan apa yang bisa gue tambahin?

5. Gimana kalo ini tidur terakhir gue?


Pas Bangun Tidur (5 Aksi):


1. Ucapin alhamdulillah, soalnya lo dikasih "nyawa" lagi.

2. Set intention buat ngisi hari dengan hal yang bermanfaat.

3. Jaga lisan, pandangan, dan jari (terutama di medsos!).

4. Rencanain buat sedekah atau bantu orang.

5. Ingat, malam ini belom tentu lo bakal bangun lagi.


---


QUOTES DARI PARA BOSS SPIRITUAL


· Hasan al-Bashri: "Manusia tuh cuma kumpulan hari. Kalo satu hari ilang, berarti sebagian diri lo juga ikut ilang."

· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Tidur itu kesempatan buat deketin Allah yang lagi manggil jiwa kita dengan halus."

· Imam al-Ghazali: "Inget, malam itu waktunya janji rahasia antara kita sama Yang Punya Kita."

· Jalaluddin Rumi: "Tidurlah sambil ingat Allah, biar jiwa lo pulang dalam keadaan terang, bukan gelap."

· Ibnu ‘Arabi: "Kita 'mati' tiap malam biar sadar kalo kita cuma tamu di dunia ini."


---


TESTIMONI DARI USTADZ KITA


· Gus Baha': "Ayat ini bikin kita sadar, setiap bangun pagi itu kayak kebangkitan mini."

· Ustadz Adi Hidayat: "Al-An‘am:60 itu ayat all-in-one; buat akidah, fiqih, akhlak, sampe kesehatan."

· Buya Yahya: "Pengen hidup tenang? Mulai aja dari tidur yang bener sesuai ayat ini."

· Ustadz Abdul Somad: "Bangun pagi itu nikmat yang gede banget. Orang yang paham ayat ini bakal hidup lebih hati-hati."


---


DAFTAR BACAAN (Bu yang Pengen Lebih Dalem)


· Tafsir Ibn Katsir & Al-Qurthubi

· Ihya’ Ulumuddin – Al-Ghazali

· Kutipan ceramah Gus Baha’, UAH, Buya Yahya, dll.

· Sahih Bukhari & Muslim


---


PENUTUP & UCAPAN TERIMA KASIH


Akhir kata, buat kalian semua yang masih mau baca dan cari ilmu sampe titik ini, you're doing great! Semoga tulisan santai ini bisa bermanfaat dan bikin kita semua makin semangat buat jadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Stay blessed!

AMALAN AMALAN SEBELUM TIDUR & DALILNYA.

 

Berikut amalan-amalan sunnah sebelum tidur beserta dalil Al-Qur’an dan Hadis shahih yang menjadi rujukannya. Ini adalah amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.


🌙 AMALAN AMALAN SEBELUM TIDUR & DALILNYA

1️⃣ Berwudhu Sebelum Tidur

Dalil Hadis:

Nabi ﷺ bersabda:

“Apabila engkau datang ke tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat…”
(HR. Bukhari)

Keutamaan: dijaga malaikat sepanjang malam.


2️⃣ Membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

Dalil Hadis:

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa syaitan berkata kepadanya:

“Jika engkau membaca Ayat Kursi sebelum tidur, engkau akan selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.”
Nabi ﷺ bersabda:
“Ia telah berkata benar walaupun dia pendusta.”
(HR. Bukhari)


3️⃣ Membaca 3 Surah Perlindungan: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dalil Hadis:

Aisyah r.a. berkata:

"Setiap Nabi ﷺ hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupnya, lalu membaca Qul Huwallāhu Aḥad, Qul A‘ūdzu bi-Rabbil Falaq, dan Qul A‘ūdzu bi-Rabbin Nās. Lalu mengusap seluruh tubuhnya…”
(HR. Bukhari)


4️⃣ Membaca 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

(ayat 285–286)

Dalil Hadis:

Nabi ﷺ bersabda:

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat itu mencukupinya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


5️⃣ Membaca Doa Sebelum Tidur

Di antara doa yang paling shahih:

🔹 Doa 1

“Allāhumma bismika amūtu wa ahyā.”
(Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup.)
(HR. Bukhari)

🔹 Doa 2

“Bismika rabbī waḍa‘tu janbī …”
(HR. Bukhari)


6️⃣ Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir 33-33-34 Kali

Dalil Hadis:

Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah ﷺ menasihati:

“Bacalah sebelum tidur:
Subḥānallāh 33 ×,
Alḥamdulillāh 33 ×,
Allāhu akbar 34 ×.
Itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.”

(HR. Bukhari & Muslim)


7️⃣ Berbaring Menghadap Ke Kanan

Dalil Hadis:

Nabi ﷺ bersabda:

“Jika engkau hendak tidur, berbaringlah di atas sisi kanan.”
(HR. Bukhari & Muslim)


8️⃣ Bertobat, Istighfar, dan Maafkan Semua Orang

Dalil Al-Qur’an:

“Dan bersegeralah kalian memohon ampun kepada Tuhan kalian…”
(QS. Ali Imran: 133)

Dalil Hadis:

Nabi ﷺ sangat banyak beristighfar setiap hari (HR. Muslim).


9️⃣ Mengibaskan Tempat Tidur

Dalil Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian hendak tidur, maka kibaskan tempat tidurnya dengan ujung kainnya, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”
(HR. Bukhari & Muslim)


🔟 Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Kubur & Fitnah

Doa yang diajarkan Nabi ﷺ sebelum tidur:

“Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘adzābi Jahannam, wa min ‘adzābil qabr …”
(HR. Bukhari & Muslim)


🌟 RANGKUMAN AMALAN RINGKAS

✔ Wudhu
✔ Kibas kasur
✔ Baca Ayat Kursi
✔ Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
✔ Baca 2 ayat terakhir Al-Baqarah
✔ Doa “Bismika Allahumma amutu wa ahya”
✔ Tasbih 33 – Tahmid 33 – Takbir 34
✔ Tidur miring ke kanan
✔ Istighfar & memaafkan sesama


Jika Anda ingin, saya bisa buatkan versi bacaan koran, poster amalan sebelum tidur, atau susunan untuk buku sesuai gaya tulisan Anda.

829. DAHSYATNYA “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”: 400 Kebaikan Dari Satu Kalimat.

 


DAHSYATNYA “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”: 400 Kebaikan Dari Satu Kalimat

Redaksi Koran Harian Hikmah Nusantara.



قَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ إِلَّا أَمَرَ اللّٰهُ تَعَالَى الْكِرَامَ الْكَاتِبِيْنَ اَنْ يَكْتُبُوْا فِيْ دِيْوَانِهِ أَرَبَعَمِائَةٍ حَسَنَةٍ

Telah bersabda Nabi ﷺ: Tidaklah dari seorang hamba mengucapkan Bismillāhir Rahmānir Rahīm melainkan Allah akan memerintahkan kepada para malaikat pencatat amal agar mereka menulis pada buku catatan amalnya empat ratus kebaikan




DAHSYATNYA “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”: 400 Kebaikan Dari Satu Kalimat

Redaksi Koran Harian Hikmah Nusantara


Ringkasan Redaksi

Hadis tentang keutamaan Bismillāhir Rahmānir Rahīm menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah. Walaupun status hadisnya oleh sebagian ulama disebut dha’if, namun makna dan kandungannya sejalan dengan ruh Al-Qur’an: bahwa setiap kebaikan—walau kecil—akan dilipatgandakan. Artikel ini menjelaskan latar belakang, dalil, analisis, dan bagaimana menghidupkan kembali budaya membaca basmalah di tengah dunia modern yang sarat teknologi, kecepatan informasi, dan tantangan moral.


Ringkasan Redaksi Asli Hadis

Nabi ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang hamba mengucapkan ‘Bismillāhir Rahmānir Rahīm’, kecuali Allah memerintahkan para malaikat pencatat amal agar menulis baginya empat ratus kebaikan.”

Makna hadis menunjukkan keluasan rahmat Allah dan besarnya pahala bagi siapa pun yang memulai kegiatan dengan basmalah.


Latar Belakang Masalah di Zamannya

Pada masa Rasulullah ﷺ:

  • Umat Islam hidup berdampingan dengan masyarakat jahiliyah yang mengawali aktivitas dengan nama berhala.
  • Rasulullah membimbing kaum muslimin untuk mengganti tradisi tersebut dengan basmalah, agar setiap gerak menjadi ibadah.
  • Generasi awal sering takut amalnya tidak bernilai, maka datanglah hadis-hadis motivasi untuk meneguhkan hati mereka.

Sebab Terjadinya Masalah

Banyak orang lalai memulai aktivitas tanpa menyebut nama Allah. Maka Rasulullah ﷺ mendorong umat agar membiasakan basmalah:

  • saat makan,
  • saat menulis,
  • saat memasuki rumah,
  • saat bekerja,
  • saat belajar,
  • saat safar,
  • sebelum tidur.

Basmalah menjadi pemisah antara aktivitas biasa dan ibadah.


Intisari Judul

“Basmalah: Kalimat Pendek Yang Menghasilkan 400 Kebaikan”
Basmalah bukan hanya pembuka, tetapi penentu keberkahan seluruh aktivitas manusia.


Tujuan dan Manfaat

  1. Menghidupkan kembali budaya basmalah dalam kehidupan modern.
  2. Menanamkan keyakinan bahwa rahmat Allah mendahului murka-Nya.
  3. Menjadikan basmalah sebagai pintu keberkahan dan penjagaan diri.
  4. Menjadikan masyarakat lebih tenang, santun, dan berakhlak.

Dalil Al-Qur’an dan Hadis

1. Al-Qur’an

  • “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1)
    Basmalah menjadi pembuka setiap surat kecuali At-Taubah.

  • “Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197)
    → Basmalah adalah kebaikan.

  • “Siapa membawa amal baik, baginya sepuluh kali lipat.” (QS. Al-An’am: 160)
    → 400 kebaikan adalah tanda keluasan karunia, bukan batasan.


2. Hadis Nabi ﷺ

  • “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan basmalah, maka terputus (kurang berkah).” (HR. Abu Dawud)
  • “Sesungguhnya Allah itu lembut, mencintai kelembutan pada segala sesuatu.”
    Basmalah adalah pintu kelembutan-Nya.

Analisis & Argumentasi

1. Spirit basmalah: menyandarkan hati kepada Allah

Basmalah memutus ego, rasa memiliki, dan kesombongan. Segala aktivitas menjadi bernilai ibadah.

2. 400 kebaikan: simbol keluasan rahmat

Ulama menjelaskan:

  • 400 bukan angka mati,
  • melainkan simbol limpahan tak terbatas,
  • sebagaimana “tujuh puluh” dalam banyak hadis bermakna banyak sekali.

3. Sisi psikologis

Manusia membutuhkan:

  • ketenangan,
  • rasa aman,
  • keyakinan bahwa usahanya tidak sia-sia.

Basmalah memenuhi semuanya.

4. Sisi spiritual

Basmalah menyatukan tawhid rububiyah, tawhid uluhiyah, dan tawhid asma’ wa shifat dalam satu kalimat.


Keutamaan-keutamaan Basmalah

  1. Mendatangkan pahala besar.
  2. Menjadi pembuka keberkahan.
  3. Menolak gangguan setan.
  4. Memudahkan urusan.
  5. Menenangkan hati.
  6. Menghadirkan rahmat Allah.
  7. Menjadikan hidup lebih tertata.
  8. Dicintai para malaikat pencatat amal.
  9. Menjadi penghapus dosa karena niat baik.
  10. Menjadi kunci diterima amal.

Relevansi Dengan Teknologi, Komunikasi, Transportasi, Kedokteran, dan Kehidupan Modern

1. Teknologi

Basmalah menjadikan penggunaan gadget dan media sosial lebih berhati-hati:

  • tidak menyebar hoaks,
  • tidak membuka konten haram,
  • tidak menyakiti orang lain.

2. Komunikasi

Pertemuan, presentasi, podcast, vlog bila dimulai dengan basmalah:

  • lebih sopan,
  • lebih terarah,
  • mengingatkan audiens kepada Allah.

3. Transportasi

Basmalah sebelum berkendara mencegah:

  • kecerobohan,
  • amarah di jalan,
  • kecelakaan.

4. Kedokteran dan kesehatan

Basmalah menenangkan pasien dan dokter:

  • mengurangi kecemasan,
  • menambah optimisme,
  • memperkuat imun melalui ketenangan jiwa.

5. Kehidupan sosial

Basmalah menumbuhkan budaya:

  • santun,
  • damai,
  • toleran,
  • penuh kasih sayang — sesuai “Ar-Rahman Ar-Rahim”.

Hikmah

  • Basmalah adalah pintu keberkahan.
  • Orang yang memulai dengan nama Allah tidak akan tersesat.
  • Basmalah mengubah pekerjaan dunia menjadi amal akhirat.

Muhasabah & Caranya

Renungkan setiap pagi:

  1. Berapa banyak kegiatan hari ini yang dimulai tanpa basmalah?
  2. Berapa kali kita berjalan tanpa menyebut nama Allah?
  3. Sudahkah basmalah membuat kita lebih sabar dan lembut?

Cara Muhasabah:

  • Tulis tiga kegiatan harian yang akan dimulai dengan basmalah.
  • Awali aktivitas dengan tenang dan sadar.
  • Tutup hari dengan istighfar.

Doa

“Ya Allah, berkahilah setiap perkara yang kami mulai dengan nama-Mu. Limpahkan rahmat-Mu sebagaimana Engkau limpahkan pada hamba-hamba yang Engkau cintai. Jadikan basmalah cahaya bagi hati kami, penjaga diri kami, dan pemberat amal kami. Āmīn.”


Nasehat Para Ulama Sufi

1. Hasan al-Bashri

“Basmalah adalah tameng hati dari riya dan tameng amal dari kesia-siaan.”

2. Rabi‘ah al-Adawiyah

“Tidak ada permulaan yang lebih indah daripada memulai dengan kasih sayang Allah.”

3. Abu Yazid al-Bistami

“Basmalah memutus hubunganmu dengan dunia dan mengikatmu pada Tuhan.”

4. Junaid al-Baghdadi

“Basmalah adalah tanda rendah hati seorang hamba.”

5. Al-Hallaj

“Basmalah adalah wujud penyaksian cinta.”

6. Imam al-Ghazali

“Siapa memulai amal dengan basmalah, maka ia telah meletakkan pondasi tauhid.”

7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani

“Bacalah basmalah dalam setiap nafas, maka Allah memuliakan setiap langkahmu.”

8. Jalaluddin Rumi

“Basmalah adalah pintu tarian ruh menuju Tuhan.”

9. Ibnu ‘Arabi

“Segala wujud berasal dari Nama-Nama Allah, dan basmalah adalah tajalli paling lengkap.”

10. Ahmad al-Tijani

“Basmalah menarik cahaya rahmat dalam jumlah yang tidak diketahui malaikat.”


Testimoni Ulama Indonesia

Gus Baha’

“Basmalah itu pendek tapi pitulungané dawa. Dadi wong sing mikir akhirat kudu seneng maca basmalah.”

Ustadz Adi Hidayat

“Basmalah adalah rumus keberkahan. Di dalamnya ada ilmu tauhid, fiqih, adab, dan akhlak.”

Buya Yahya

“Kalau kita mulai dengan basmalah, kita mempersilakan Allah menolong kita.”

Ustadz Abdul Somad

“Basmalah adalah kunci pembuka pintu rezeki dan pintu keselamatan.”


Daftar Pustaka Singkat

  1. Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali
  2. Al-Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi
  3. Al-Jami’ al-Shaghir – As-Suyuthi
  4. Majmu’ al-Fatawa – Ibnu Taimiyah
  5. Tafsir Ibn Katsir
  6. Tafsir al-Qurthubi
  7. Kitab Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  8. Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
  9. Musnad Ahmad

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh guru, ulama, dan pembaca yang terus mencintai basmalah sebagai sumber keberkahan. Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah dan pengingat bagi kita semua.


Penulis:

M. Djoko Ekasanu


Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai untuk Redaksi Koran Harian Hikmah Nusantara:


---


DAHSYATNYA “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”: 400 Kebaikan Dari Satu Kalimat


Redaksi Koran Harian Hikmah Nusantara


Ringkasan Redaksi


Hadis tentang keutamaan Bismillāhir Rahmānir Rahīm ini bikin kita makin sadar betapa sayang banget Allah sama kita. Meski kata sebagian ulama status hadis ini dha'if (kurang kuat), tapi vibes-nya sejalan banget sama semangat Al-Qur'an: setiap kebaikan, sekecil apapun, bakal dibalas berlipat ganda. Artikel ini bakal ngebahas latar belakang, dalil, analisis, plus gimana caranya kita bisa ngedate lagi sama budaya baca basmalah di tengah era modern yang serba cepat, penuh teknologi, dan tantangan moral yang makin kompleks.


Ringkasan Redaksi Asli Hadis


Nabi ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba mengucapkan‘Bismillāhir Rahmānir Rahīm’, kecuali Allah memerintahkan para malaikat pencatat amal agar menulis baginya empat ratus kebaikan.”


Intinya, hadis ini tunjukin betapa luasnya rahmat Allah dan gede banget pahala buat siapa aja yang memulai aktivitasnya dengan basmalah.


Latar Belakang Zaman Dulu


Di zaman Rasulullah ﷺ dulu:


· Kaum muslimin hidup bareng masyarakat jahiliyah yang biasa mulai aktivitas pake nama berhala.

· Rasulullah ngajarin buat ganti tradisi itu dengan basmalah, biar setiap gerak-gerik kita jadi bernilai ibadah.

· Generasi awal Islam sering khawatir amalnya nggak ada nilainya, makanya datang hadis-hadis motivasi kayak gini buat nguatin hati mereka.


Sebab Terjadinya "Masalah"


Banyak yang lupa atau lalai buat memulai aktivitas dengan menyebut nama Allah. Makanya, Rasulullah ﷺ mendorong umat buat membiasakan basmalah di setiap momen:


· Pas mau makan

· Mau nulis atau kerja

· Masuk rumah

· Mau belajar

· Mau jalan-jalan atau bepergian

· Bahkan sebelum tidur


Basmalah itu kayak pembeda utama antara aktivitas biasa sama aktivitas yang jadi ibadah.


Intisari Judul


"Basmalah: Kalimat Pendek yang Bisa Hasilin 400 Kebaikan" Basmalah bukan cuma formalitas,tapi penentu berkah atau nggaknya aktivitas kita.


Tujuan dan Manfaat


· Ngehidupin lagi budaya baca basmalah di kehidupan kekinian.

· Nanamin keyakinan bahwa rahmat Allah itu selalu duluan daripada murka-Nya.

· Jadikan basmalah sebagai kunci berkah dan perlindungan diri.

· Bikin kita jadi lebih tenang, santun, dan berakhlak.


Dalil Al-Qur'an dan Hadis


1. Al-Qur'an

   · "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Fatihah: 1) → Basmalah jadi pembuka hampir semua surat di Al-Qur'an, kecuali At-Taubah.

   · "Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya." (QS. Al-Baqarah: 197) → Basmalah itu sendiri udah termasuk kebaikan.

   · "Siapa membawa amal baik, baginya sepuluh kali lipat." (QS. Al-An'am: 160) → 400 kebaikan itu cuma simbol, sebenernya karunia-Nya nggak terbatas.

2. Hadis Nabi ﷺ

   · "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan basmalah, maka terputus (kurang berkah)." (HR. Abu Dawud)

   · "Sesungguhnya Allah itu lembut, mencintai kelembutan pada segala sesuatu." → Basmalah adalah pintu kelembutan-Nya.


Analisis & Argumen


1. Spirit basmalah: Ngingetin kita buat nyandarin segala sesuatu kepada Allah, putusin ego dan rasa sombong. Hasilnya, aktivitas harian bisa naik kelas jadi ibadah.

2. 400 kebaikan: Ini simbol aja, bukan angka paten. Artinya, rahmat Allah itu luas banget dan nggak terbatas.

3. Sisi psikologis: Kita butuh ketenangan, rasa aman, dan yakin kalo usaha kita nggak sia-sia. Basmalah bisa kasih itu semua.

4. Sisi spiritual: Basmalah itu kayak paket lengkap tauhid dalam satu kalimat.


Keutamaan-keutamaan Basmalah


· Dapet pahala gede

· Bikin aktivitas jadi lebih berkah

· Ngusir gangguan setan

· Memudahkan urusan

· Bikin hati lebih adem

· Datangin rahmat Allah

· Bikin hidup lebih tertata

· Dicintai malaikat

· Bisa hapus dosa karena niat baik

· Jadi kunci diterimanya amal


Relevansi di Era Modern


1. Teknologi: Basmalah bikin kita lebih hati-hati pake gadget & medsos:

   · Nggak sebar hoaks

   · Nggak buka konten haram

   · Nggak nyakitin orang lain

2. Komunikasi: Meeting, presentasi, podcast, atau bikin vlog kalo diawali basmalah:

   · Lebih sopan dan terarah

   · Ngingetin audiens sama Allah

3. Transportasi: Baca basmalah sebelum nyetir bisa cegah:

   · Kecerobohan

   · Emosi di jalan

   · Kecelakaan

4. Kedokteran & Kesehatan: Basmalah bikin pasien dan dokter lebih tenang:

   · Kurangin cemas

   · Tambah optimis

   · Perkuat imun lewat ketenangan jiwa

5. Kehidupan Sosial: Basmalah bikin budaya kita jadi:

   · Lebih santun

   · Damai

   · Toleran

   · Penuh kasih sayang — sesuai makna "Ar-Rahman Ar-Rahim".


Hikmah Basmalah itupintu keberkahan. Siapa yang memulai dengan nama Allah, nggak akan tersesat. Basmalah bisa naikin level pekerjaan dunia jadi amal akhirat.


Muhasabah & Caranya


Coba renungkan setiap pagi:


· Berapa banyak aktivitas kemarin yang lupa diawali basmalah?

· Berapa kali kita jalan atau ngerjain sesuatu tanpa sebut nama Allah?

· Udahkah basmalah bikin kita lebih sabar dan lembut?


Cara Praktis Muhasabah:


· Tulis 3 kegiatan harian yang bakal kita mulai dengan basmalah.

· Awali aktivitas dengan tenang dan sadar.

· Tutup hari dengan istighfar.


Doa


"Ya Allah, berkahilah setiap hal yang kami mulai dengan nama-Mu. Limpahkan rahmat-Mu kayak yang Engkau kasih ke hamba-hamba yang Engkau cintai. Jadikan basmalah cahaya buat hati kami, penjaga diri kami, dan pemberat amal kami. Āmīn."


Nasehat Para Ulama Sufi (Versi Santai)


1. Hasan al-Bashri: "Basmalah itu tameng hati dari riya dan tameng amal dari kesia-siaan."

2. Rabi‘ah al-Adawiyah: "Nggak ada awal yang lebih indah daripada mulai dengan kasih sayang Allah."

3. Abu Yazid al-Bistami: "Basmalah putusin hubunganmu sama dunia dan ikat kamu sama Tuhan."

4. Junaid al-Baghdadi: "Basmalah itu tanda rendah hatinya seorang hamba."

5. Al-Hallaj: "Basmalah adalah bukti penyaksian cinta."

6. Imam al-Ghazali: "Siapa yang mulai amal dengan basmalah, berarti dia udah nancepin pondasi tauhid."

7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Baca basmalah di setiap nafas, maka Allah akan muliain setiap langkahmu."

8. Jalaluddin Rumi: "Basmalah itu pintu tarian ruh menuju Tuhan."

9. Ibnu ‘Arabi: "Semua yang ada berasal dari Nama-Nama Allah, dan basmalah adalah penampakan paling lengkap."

10. Ahmad al-Tijani: "Basmalah narik cahaya rahmat dalam jumlah yang malaikat aja nggak tahu."


Testimoni Ulama Indonesia (Versi Gaul)


· Gus Baha': "Basmalah itu pendek tapi pertolongannya panjang. Jadi orang yang mikirin akhirat harus suka baca basmalah."

· Ustadz Adi Hidayat: "Basmalah itu rumus keberkahan. Di dalamnya ada ilmu tauhid, fiqih, adab, dan akhlak sekaligus."

· Buya Yahya: "Kalo kita mulai dengan basmalah, artinya kita kasih kode ke Allah buat nolong kita."

· Ustadz Abdul Somad: "Basmalah itu kunci pembuka pintu rezeki dan pintu keselamatan."


Daftar Pustaka Singkat


· Ihya' Ulumuddin – Imam al-Ghazali

· Al-Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi

· Al-Jami' al-Shaghir – As-Suyuthi

· Majmu' al-Fatawa – Ibnu Taimiyah

· Tafsir Ibn Katsir

· Tafsir al-Qurthubi

· Kitab Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani

· Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi

· Musnad Ahmad


Ucapan Terima Kasih


Big thanks buat semua guru, ulama, dan kalian para pembaca yang terus mencintai basmalah sebagai sumber berkah. Semoga tulisan ini jadi amal jariyah dan pengingat buat kita semua.


Penulis: M. Djoko Ekasanu