Rabu, 21 Januari 2026

 sulamut taufiq. 29. maksiat/pasal 6. maksiat tangan.

Diantara maksiat kedua tangan ialah :

1. Mengurangi timbangan atau ukuran (hitungan dalam jual beli)


2. Mencuri


3. Merebut, merampas, membegal, menggasab, memungut pajak secara liar, berkhianat pada barang yang akan dibagikan agar mendapat bagian yang banyak atau lebih dari orang lain.


4. Pembunuh


5. Memukul orang lain tanpa hak dan menerima suapan atau memberikannya (sama-sama berdosa)


6. Membakar binatang (meskipun semut), kecuali binatang itu mengganggu dan tidak ada jalan lain untuk menghindarinya (kecuali dangan membakarnya)


7. Menyiksa binatang dengan memotong telingan atau kakinya dan sebagainya (walaupun terhadap anjing).


8. Bermain dengan menggunakan dadu, sinter, dan setiap permainan yang bersifat perjudian, demikian pula permainan anak-anak yang menggunakan kemiri dan ki’ab (yaitu permainan dengan kuku kaki domba)


9. Bermain dengan menggunakan alat permainan yang diharamkan, misalnya thunbur (semacam biola), rebab, suling, atau terompet dan siter (kecapi).

.........

573tan

 tanbihul ghofilin.4. bab.18

Seorang Ulama Hikmah mengatakan: Hati-hatilah kamu jangan sampai iri hati (hasud), sebab dosa-dosa yang diperbuat di langit ataupun di bumi (pada pertama kalinya) adalah akibat iri hati. Di langit, Iblis membangkang perintah Allah (disuruh hormat kepada Adam) adalah akibat iri hati kepada Adam, sehingga ia dikutuk oleh Allah. Lalu di bumi, Kabil membunuh adiknya (Habil) adalah akibat iri istri yang cantik.

Firman Allah:

Artinya:

“Bacalah kisah dua putra Adam, ketika mereka berdua mengajukan korbannya, maka yang seorang (Habil) diterima, dan (Qabil) ditolak, katanya, Sungguh aku akan membunuh kamu, Jawabnya: “Bahwasanya Allah hanya menerima dari orang yang bertakwa”. (Al-Maidah 27).

.......

Buatkan buletin tauziah, dengan diberi judulnya, (dalam perspektif tasawuf - Tazkiyatun Nufūs) tentang tersebut diatas :

Makna (Tafsir) isi redaksi.

Hukum (Ahkam)

Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

Dalil quran - hadis - hadis qudsi.

Analisis dan argumentasi.

Amalan (Implementasi).

Relevansi yang viral di Zaman Sekarang (kecanggihan teknologi, komunikasi, transportasi, kedokteran, dan kehidupan sosial saat ini).

Motivasi.

Muhasabah & caranya.

Kemuliaan dan Kehinaan yang didapat di dunia, di alam kubur, di hari kiamat, di akherat.

Doa.

Ucapan terimakasih.

572tan. Enam Penyakit Hati yang Menyeret ke Neraka

 tanbihul ghofilin.3. bab. 18.

Enam golongan yang masuk neraka akibat 6 perkara, yaitu:

1. Para pejabat pemerintah, akibat aniaya (zalim),

2. Para fanatik kebangsaan, akibat kesombongan,

3. Para kades (kepala Desa atau Lurah) akibat congkak,

4. Para tengkulak atau pedagang, akibat curang,

5. Masyarakat desa, akibat jahil atau kebodohan,

6. Para Ulama atau Cerdik-pandai, akibat hasud”.

Yang dimaksud para Ulama, yakni mereka yang saling menghasud.

Untuk itu, tujuan mencari ilmu wajib diatur (yaitu mencari rida Allah dan akhirat). Peringatan Allah kepada orang-orang Yahudi sbb:

Artinya:

“Mereka saling menghasud, karena Allah melebihkan (pemberi karunia) kepada mereka”. (Demikian Al-Faqih mengulas hadis tersebut).

..........

Penggalan di atas banyak dinukil dalam kitab-kitab nasihat sebagai pelajaran akhlak. Namun, redaksi dan derajatnya tidak dikenal sebagai hadis sahih dari Nabi ﷺ, sehingga lebih tepat dipahami sebagai hikmah (mau'izhah) yang mengingatkan agar setiap golongan mewaspadai penyakit hati yang sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawabnya.

.....

Enam Penyakit Hati yang Menyeret ke Neraka

Tazkiyatun Nufus: Membersihkan Hati, Menyelamatkan Akhirat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah yang Maha Mengetahui isi hati setiap hamba. Dialah yang meninggikan derajat orang-orang yang ikhlas dan merendahkan orang-orang yang dikuasai hawa nafsu. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Hakikat Tasawuf: Membersihkan Penyakit Hati

Dalam pandangan tasawuf, setiap jabatan, profesi, dan kedudukan memiliki ujian yang berbeda. Bukan jabatan yang mencelakakan seseorang, melainkan penyakit hati yang menyertainya.

  • Penguasa diuji dengan kezaliman.
  • Orang yang memiliki kekuasaan sosial diuji dengan kesombongan dan keangkuhan.
  • Pedagang diuji dengan kecurangan.
  • Orang awam diuji dengan kebodohan yang enggan belajar.
  • Ulama dan cendekiawan diuji dengan hasad, riya', dan cinta kedudukan.

Hasad merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Orang yang hasad tidak senang melihat nikmat Allah pada saudaranya. Ia lupa bahwa Allah-lah yang membagi karunia sesuai hikmah-Nya.

Orang yang hatinya bersih akan bergembira melihat saudaranya memperoleh kebaikan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi hasad akan selalu gelisah, meskipun dirinya memiliki banyak kenikmatan.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah Allah berikan kepadanya?"
(QS. An-Nisa': 54)

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."
(QS. Ali 'Imran: 57)

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
(QS. Asy-Syams: 9–10)

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."

Beliau juga bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi."

Dan sabda beliau:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi."

Relevansi dengan Kitab-Kitab Akhlak

Pesan ini sangat selaras dengan kandungan kitab-kitab seperti:

  • Kitab Usfuriyah, yang banyak mengingatkan bahaya penyakit hati.
  • Nashaihul 'Ibad, yang mengajak memperbaiki niat dan memperbanyak muhasabah.
  • Daqa'iqul Akhbar, yang mengingatkan dahsyatnya hisab akibat dosa-dosa hati.
  • Irsyadul 'Ibad, yang menekankan keikhlasan, tawadhu', dan wara'.
  • Durratun Nasihin, yang dipenuhi kisah-kisah untuk melembutkan hati dan menjauhi hasad, takabbur, serta kezaliman.

Muhasabah Diri

Renungkanlah setiap hari:

  • Apakah aku pernah menzalimi orang lain karena kekuasaan atau jabatan?
  • Apakah aku merasa lebih mulia daripada orang lain?
  • Apakah aku pernah berlaku curang demi keuntungan?
  • Apakah aku malas belajar sehingga tetap dalam kebodohan?
  • Apakah aku merasa iri melihat keberhasilan saudara seiman?
  • Apakah ilmuku semakin mendekatkanku kepada Allah atau justru melahirkan kesombongan?

Cara Membersihkan Jiwa (Tazkiyatun Nufus)

  1. Luruskan niat hanya mengharap ridha Allah.
  2. Perbanyak istighfar dan taubat setiap hari.
  3. Biasakan mendoakan orang yang memperoleh nikmat.
  4. Latih hati untuk bersyukur atas karunia Allah.
  5. Perbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan shalat malam.
  6. Berkumpul dengan orang-orang saleh yang rendah hati.
  7. Jadikan ilmu sebagai jalan menuju ketakwaan, bukan kemuliaan di hadapan manusia.

Doa

اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة، إنك تعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور.

"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."

اللهم ارزقنا الإخلاص، والتواضع، والعلم النافع، والقلب السليم، وحسن الخاتمة. آمين.

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keikhlasan, kerendahan hati, ilmu yang bermanfaat, hati yang bersih, dan husnul khatimah. Aamiin."

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa membersihkan hati dari kezaliman, kesombongan, kecurangan, kebodohan, dan hasad. Semoga ilmu yang kita pelajari menjadi cahaya yang menuntun menuju ridha Allah, bukan sebab datangnya murka-Nya.

Janganlah sibuk melihat kesalahan orang lain, tetapi sibukkanlah diri memperbaiki hati sendiri, karena keselamatan di akhirat dimulai dari hati yang bersih.

Terima kasih. Semoga Allah SWT memberkahi ilmu, amal, usia, keluarga, dan rezeki kita semua, serta menghimpunkan kita kelak bersama Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. :::

........

928mi. HASAD: PENYAKIT HATI YANG MEMBAKAR AMAL DAN MERUSAK JIWA



tanbihul ghofilin. 2. bab. 18. hasud

Al-Faqih Abul Laits as-Samarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah , katanya: Nabi  bersabda:

“Jangan saling membenci, saling menghasud, dan jangan pula menipu (pura-puru menyuru barang, untuk menjatuhkan lain), maka jadilah hamba Allah yang akur (bersaudara)”.

Hai anakku, mawas dirilah, lenyapkan rasa hasud, dan dengki, sebab hal itu akibatnya akan membahayakan dirimu secara nyata, sebelum dinyatakan pada musuhmu”. (Pesan Mu’awiyah)

Tiada kejahatan melebihi hasud, karena sebelum hasud itu mengena sasarannya, terlebih dahulu 5 bencana menimpa penghasud (orang yang hasud)nya, yaitu:

1. Hatinya selalu kacau.

2. Ditimpa bala (cobaan) yang tiada pahala baginya.

3. Seburuk-buruk celaan.

4. Dimarahi Tuhan.

5. Tidak mendapat taufik Allah . (Demikian Al-Faqih)

Ingatlah, bahwa kenikmatan itu selalu diintai musuhnya, Siapa musuhnya ya Rasulullah Jawabnya: Mereka yang hasud itulah musuhnya”. (Al-Hadis)


HASAD: PENYAKIT HATI YANG MEMBAKAR AMAL DAN MERUSAK JIWA

(Perspektif Tazkiyatun Nufūs – Penyucian Jiwa)

Oleh: ———

Pendahuluan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah kalian saling membenci, saling hasad, dan saling menipu, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Muslim)

Al-Faqih Abul Laits as-Samarqandi rahimahullah menukil pesan penuh hikmah tentang hasad: bahwa sebelum dengki itu melukai orang lain, ia terlebih dahulu menghancurkan hati pelakunya. Hatinya kacau, hidupnya sempit, lisannya tercela, dimurkai Allah, dan dicabut taufik.

Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs, hasad adalah api tersembunyi. Ia membakar ketenangan, menghitamkan hati, dan perlahan mematikan rasa syukur. Banyak orang tidak sadar: ia tidak sedang memusuhi orang lain, tetapi sedang menghancurkan jiwanya sendiri.


Hasad dalam Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an menyingkap hakikat hasad sejak awal sejarah manusia.

“…atau mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepadanya?”
(QS. An-Nisā’: 54)

Hasad adalah penolakan hati terhadap pembagian Allah. Seolah-olah berkata: “Mengapa bukan aku?”

Bahkan Iblis terlaknat tidak jatuh karena kurang ilmu, tetapi karena hasad terhadap kemuliaan Nabi Adam ‘alaihissalām.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hati-hatilah kalian dari hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Dalam Tazkiyatun Nufūs, hadis ini bukan sekadar peringatan, tetapi diagnosa: betapa banyak shalat, puasa, dan sedekah yang hangus tanpa disadari karena dengki yang dipelihara.


Analisis dan Argumentasi (Perspektif Penyucian Jiwa)

Hasad lahir dari tiga akar penyakit jiwa:

  1. Lemahnya ma’rifat kepada Allah
    Tidak yakin bahwa Allah Maha Adil, Maha Bijaksana dalam membagi rezeki, kedudukan, dan kemuliaan.

  2. Cinta dunia yang berlebihan
    Dunia dijadikan standar kehormatan, bukan ridha Allah.

  3. Hilangnya rasa syukur
    Nikmat sendiri terlihat kecil, nikmat orang lain terasa besar.

Orang yang hasad sebenarnya tidak memerangi manusia, tetapi memerangi takdir Allah.
Ia memprotes qadha’, dan dari sinilah gelapnya hati bermula.

Karena itu Abul Laits menegaskan: sebelum hasad mencelakai musuhnya, ia terlebih dahulu mencelakai pemiliknya. Secara tazkiyah, ini tepat: dosa hati selalu lebih dahulu merusak batin sebelum berdampak pada lahir.


Motivasi dan Muhasabah (Cara Membersihkan Hasad)

Pertanyaan muhasabah:

  • Apakah aku sering gelisah melihat keberhasilan orang lain?
  • Apakah aku lebih sibuk menghitung nikmat orang, daripada mensyukuri nikmatku?
  • Apakah aku sedih ketika orang mendapat kebaikan?

Jika iya, itu bukan masalah orang lain. Itu tanda jiwa sedang sakit.

Cara membersihkan hasad (latihan tazkiyah):

  1. Perbanyak melihat nikmat, bukan kekurangan.
    Tulis setiap hari 3 nikmat Allah yang sedang kita rasakan.

  2. Doakan orang yang kita dengki.
    Ini obat paling pahit, tetapi paling manjur. Nafsu akan menjerit, tetapi hati akan sembuh.

  3. Perbanyak dzikir ridha dan tauhid:
    “Radītu billāhi Rabba…”
    karena hasad adalah tanda tidak ridha.

  4. Latih sedekah dan pujian tulus.
    Jiwa yang terbiasa memberi dan memuji, sulit memelihara dengki.

  5. Renungi akibat hasad di akhirat.
    Betapa mengerikan bila amal habis, tetapi api dengki masih menyala.


Hikmah, Tujuan, dan Manfaat Menjauhi Hasad

Hikmah disingkapkannya penyakit hasad adalah agar manusia belajar mengenal hatinya.

Tujuan tazkiyah bukan hanya agar kita “baik”, tetapi agar kita selamat.

Manfaat membersihkan hasad:

  • Hati menjadi tenang
  • Ibadah menjadi ringan
  • Doa lebih mudah diijabah
  • Persaudaraan terjaga
  • Rezeki terasa berkah
  • Hidup terasa lapang walau sederhana

Hasad membuat dunia sempit walau luas.
Qana’ah membuat dunia luas walau sempit.


Kemuliaan dan Kehinaan Hasad di Empat Alam

1. Di dunia

  • Hasad: hidup gelisah, dada sempit, lisan kotor, sulit bahagia.
  • Tanpa hasad: hati lapang, mudah ridha, ringan bersyukur, dicintai manusia.

2. Di alam kubur

  • Hasad: kegelapan hati menjadi kegelapan kubur.
  • Hati bersih: cahaya iman menemani dalam kesendirian.

3. Di hari kiamat

  • Hasad: amal terbakar, pahala berpindah, hisab menjadi berat.
  • Hati bersih: wajah bercahaya, timbangan ringan, hisab dipermudah.

4. Di akhirat

  • Hasad: jauh dari kenikmatan karena dengki adalah sifat penghuni neraka.
  • Hati bersih: Allah cabut semua kedengkian dari dada ahli surga:

“Dan Kami cabut segala kedengkian dari dalam dada mereka…”
(QS. Al-A‘rāf: 43)

Surga adalah negeri hati yang bersih.


Doa

Allāhumma ṭahhir qulūbanā minan-nifāq, wa a‘mālanā minar-riyā’, wa alsinatanā minal-kadzib, wa a‘yunā minal-khiyānah, wa ṣudūranā minal-hasad.

“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, mata kami dari khianat, dan dada kami dari hasad.”

Dan sebagaimana doa ahli surga:

“Rabbanā ighfir lanā wa li-ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil-īmān wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū.”
(QS. Al-Hasyr: 10)


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah ﷻ yang masih memberi kita kesempatan untuk mengenali penyakit hati sebelum ajal menjemput. Terima kasih kepada Rasulullah ﷺ yang telah memperingatkan umatnya dari penyakit jiwa yang tersembunyi. Terima kasih kepada para ulama salaf seperti Abul Laits as-Samarqandi yang membuka tabir penyakit hati agar kita tidak tertipu oleh diri sendiri.

Semoga tulisan ini menjadi cermin muhasabah, bukan sekadar bacaan.
Dan semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selamat dadanya, bersih jiwanya, dan tenang hatinya.


HASAD: RACUN HATI YANG BAKAR PAHALA DAN RUSAKIN JIWA


(Dari Sudut Pandang Tazkiyatun Nufus – Detox Hati)


Intro


Rasulullah ﷺ pernah ngasih tau:

“Janganlah kalian saling membenci, saling hasad, dan saling menipu, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

(HR. Muslim)


Al-Faqih Abul Laits as-Samarqandi juga pernah kasih nasihat bijak soal hasad atau iri dengki: itu tuh, sebelum nyakitin orang lain, dengki justru ngerusak hati pelakunya duluan. Hati jadi gak karuan, hidup terasa sempit, mulut jadi gampang nyinyir, dijauhi Allah, dan dicabut rezeki keberkahan.


Dalam ilmu detox hati atau Tazkiyatun Nufūs, hasad itu kayak api dalam sekam. Dia bakar ketenangan, ngehitamin hati, dan pelan-pelan matiin rasa syukur. Banyak yang gak sadar: sebenarnya kita lagi gak musuhan sama orang, tapi lagi ngerusak diri sendiri.


Hasad di Qur’an dan Hadis


Al-Qur’an udah ngungkapin hakikat hasad dari awal banget.


“…atau mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepadanya?”

(QS. An-Nisā’: 54)


Intinya, hasad itu bentuk penolakan hati sama pembagian Allah. Kayak lagi protes, “Kenapa bisa dia, bukan gue?”


Nggak cuma kita, Iblis aja terlaknat bukan karena kurang ilmu, tapi karena dengki sama kemuliaan Nabi Adam ‘alaihissalām.


Rasulullah ﷺ bilang:


“Hati-hatilah kalian dari hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

(HR. Abu Dawud)


Dalam detox hati, hadis ini bukan cuma peringatan, tapi kayak diagnosis medis: bayangin, betapa banyak sholat, puasa, sedekah kita yang gak terasa, hangus gitu aja, gara-gara ada api dengki yang kita pelihara di dalam dada.


Ngapa Sih Kita Bisa Iri? (Analisis dalam Detox Hati)


Hasad itu tumbuh dari tiga akar masalah batin:


1. Kurang kenal sama Allah. Nggak yakin kalo Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam bagi-bagi rezeki, jabatan, sama kemuliaan.

2. Cinta dunia berlebihan. Ukuran sukses dan harga diri cuma diliat dari dunia (harta, penampilan, likes), bukan dari ridho Allah.

3. Hilangnya rasa syukur. Nikmat sendiri keliatan dikit, nikmat orang lain keliatan banget dan bikin gregetan.


Orang yang hasad sebenernya lagi nggak perang sama orang, tapi lagi perang sama takdir Allah. Dia lagi protes sama skenario hidup yang Allah kasih. Dari sinilah kegelapan hati dimulai.


Makanya Abul Laits bilang, sebelum dengki nyakitin “lawan”, dia udah nyakitin diri sendiri duluan. Secara detox, ini bener banget: dosa hati selalu ngerusak batin kita duluan, baru keluar efeknya.


Self-Check & Cara Detox dari Hasad


Yuk, muhasabah sebentar:


· Apa lo sering risih atau gelisah liat orang lain sukses?

· Apa lo lebih sibuk ngitungin nikmat orang daripada mensyukurin yang lo punya?

· Apa lo jadi sedih atau malah senang kalo orang yang lo iriin kena musibah?


Kalo iya, itu bukan salah orangnya. Itu tanda hati lagi butuh perawatan.


Nih, beberapa cara praktis detox dari hasad:


1. Fokus ke nikmat sendiri. Coba tiap hari tulis 3 hal yang lo syukurin hari itu. Ganti channel pikiran dari “kekurangan” ke “keberlimpahan”.

2. Doain yang lo iriin. Ini obat paling pahit tapi paling manjur. Ego kita bakal teriak, tapi hati pelan-pelan bakal sembuh. Serius.

3. Perbanyak dzikir ridho. Ucapin “Radītu billāhi Rabba…” (Aku ridho Allah sebagai Tuhanku…), karena hasad itu tanda kita nggak ridho sama bagian kita.

4. Latihan sedekah dan kasih pujian tulus. Jiwa yang biasa memberi dan mengapresiasi, bakal susah banget buat nyimpen iri.

5. Inget akibatnya di akhirat. Ngeri banget kalo amalan kita ternyata abis gosong dimamain api dengki, padahal kita banyak ibadah.


Manfaat & Keuntungan Jiwa yang Bebas Hasad


Tujuan dikasih tau penyakit hasad tuh biar kita makin kenal sama kondisi hati kita sendiri.


Manfaatnya kalau hati kita bersih dari hasad:


· Hati tenang, gak gampang heboh.

· Ibadah terasa lebih ringan dan nikmat.

· Doa lebih gampang dikabulin.

· Pertemanan dan persaudaraan jadi tulus.

· Rezeki terasa lebih berkah.

· Hidup terasa lapang, meskipun secara materi biasa aja.


Intinya, hasad bikin dunia terasa sempit meskipun kita punya banyak. Rasa syukur dan qana’ah bikin dunia terasa luas meskipun hidup sederhana.


Dampak Hasad vs Hati Bersih di Setiap Fase


1. Di Dunia:

   · Hasad: Gelisah, dada sesak, mulut jahat, sulit senang liwat kebahagiaan orang.

   · Tanpa hasad: Hati lapang, gampang ikhlas, ringan bersyukur, disenangi orang.

2. Di Alam Kubur:

   · Hasad: Kegelapan hati jadi kegelapan di kubur.

   · Hati bersih: Cahaya iman nemenin kita di kesendirian.

3. Di Hari Kiamat:

   · Hasad: Amal hangus, pahala pindah ke orang yang didengki, hisab berat.

   · Hati bersih: Wajah cerah, timbangan amal ringan, perhitungan dimudahin.

4. Di Akhirat:

   · Hasad: Jauh dari surga, karena dengki itu sifat penghuni neraka.

   · Hati bersih: Allah bakal cabut semua rasa dengki, karena surga adalah tempat bagi hati yang bersih:

     “Dan Kami cabut segala kedengkian dari dalam dada mereka…” (QS. Al-A‘rāf: 43)


Doa Penutup


Allāhumma ṭahhir qulūbanā minan-nifāq, wa a‘mālanā minar-riyā’, wa alsinatanā minal-kadzib, wa a‘yunā minal-khiyānah, wa ṣudūranā minal-hasad.


“Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, mulut kami dari dusta, pandangan kami dari khianat, dan dada kami dari hasad.”


Dan kayak doa ahli surga:

“Rabbanā ighfir lanā wa li-ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil-īmān wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū.”

(QS. Al-Hasyr: 10)


Ucapan Terima Kasih


Syukur banget sama Allah ﷻ yang masih kasih kita waktu buat introspeksi dan perbaiki hati sebelum terlambat. Makasih juga buat Rasulullah ﷺ yang udah ngasih warning soal penyakit hati yang bisa ngehancurin ini. Dan buat para ulama kayak Abul Laits as-Samarqandi yang udah buka-bukaan soal isi hati kita.


Semoga tulisan ini jadi pengingat buat self-reflection, bukan cuma bacaan doang. Dan semoga kita semua dijadiin hamba yang hatinya selamat, jiwanya bersih, dan hidupnya tenang. Aamiin.


---


561tan. Menyucikan Hati dengan Husnuzan kepada Allah: Menghapus Tathayyur, Menumbuhkan Tawakal

 tanbihul ghofilin. 1. bab. 18. hasud

Diriwayatkan bahwa, Rasulullah  adalah senang pada optimis, dan membenci pesimis, ataupun licik, sebab sifat semacam itu adalah warisan jahiliyah, kita berharap dan berlindung hanya kepada Allah semata. 

Ketika terdengar burung(hantu dan sebangsanya yang menegangkan), hendaklah berdoa, “Ya Allah tiada burung, kecuali Engkau pemiliknya, tiada kebaikan kecuali dariMu, Tiada Tuhan kecuali Engkau, dan tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”.

Lalu sampaikan tujuanmu, karena tidak ada sesuatu yang dapat membahayakan dirimu, kecuali seizin Allah.

.......

Menyucikan Hati dengan Husnuzan kepada Allah: Menghapus Tathayyur, Menumbuhkan Tawakal

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Dalam perjalanan menuju Allah (suluk), hati yang bersih tidak mudah dikuasai oleh rasa takut terhadap pertanda, ramalan, suara burung, atau berbagai isyarat yang dianggap membawa kesialan. Seorang salik meyakini bahwa tidak ada yang mampu memberi manfaat atau mudarat kecuali Allah SWT.

Rasulullah ﷺ mencintai optimisme (al-fa'l) dan membenci tathayyur (pesimisme karena pertanda tertentu), karena kebiasaan tersebut merupakan sisa-sisa keyakinan jahiliah yang melemahkan tauhid. Tasawuf mengajarkan agar hati hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada sebab-sebab yang tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa izin-Nya.

Ketika mendengar suara burung atau melihat sesuatu yang membuat hati gelisah, jangan biarkan setan menguasai pikiran. Ingatlah bahwa semua makhluk hanyalah ciptaan Allah. Bacalah doa:

اللَّهُمَّ لَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ، وَلَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ، وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

"Ya Allah, tiada burung (pertanda) kecuali milik-Mu, tiada kebaikan kecuali dari-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Kemudian lanjutkan tujuanmu dengan penuh tawakal, sebab tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakanmu kecuali dengan izin Allah SWT.

Dalil Al-Qur'an

  • QS. At-Taghabun: 11

    "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah."

  • QS. At-Taubah: 51

    "Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami."

  • QS. Ali 'Imran: 159

    "...Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakallah kepada Allah."

Hadis Terkait

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak ada penularan (yang berdiri sendiri), tidak ada tathayyur (anggapan sial karena pertanda), dan aku menyukai al-fa'l (optimisme)." (Hadis sahih, diriwayatkan dalam dan )

Beliau juga bersabda:

"Tathayyur adalah syirik." (HR. dan lainnya)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku." (Hadis Qudsi riwayat dan )

Hadis ini mengajarkan agar seorang mukmin selalu berbaik sangka kepada Allah dan berharap hanya kepada-Nya.

Relevansi dalam Kitab-Kitab Akhlak dan Tasawuf

Nasihat ini sejalan dengan pelajaran dalam , , , , dan yang mengingatkan agar seorang mukmin membersihkan hati dari syirik khafi, prasangka buruk, dan ketergantungan kepada selain Allah.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Apakah hatiku masih mudah takut karena pertanda tertentu?
  • Apakah aku lebih percaya kepada mitos daripada janji Allah?
  • Apakah aku benar-benar bertawakal setelah berikhtiar?
  • Apakah aku selalu berhusnuzan kepada Allah dalam setiap keadaan?

Cara Bermuhasabah

  1. Perbarui niat dan tauhid setiap hari.
  2. Perbanyak membaca "Hasbunallāhu wa ni'mal wakīl."
  3. Biasakan berzikir "Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh."
  4. Jangan menunda kebaikan hanya karena merasa mendapat pertanda buruk.
  5. Latih hati untuk selalu optimis terhadap rahmat Allah.

Doa

Ya Allah, sucikanlah hati kami dari syirik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jadikanlah kami hamba-hamba yang selalu berbaik sangka kepada-Mu, bertawakal hanya kepada-Mu, serta tidak takut kepada apa pun selain Engkau. Karuniakanlah hati yang tenang, iman yang kokoh, amal yang ikhlas, dan husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang telah membaca, mengamalkan, dan menyebarkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan setiap langkah kita sebagai jalan menuju keridaan-Nya, membersihkan hati kita dengan cahaya tauhid, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn.

.......



 

921. Mensucikan Jiwa dengan Tauhid: Semua Milik Allah, Semua Tunduk kepada-Nya




Tafsir Al ikliyl.

 Al-Baqarah · Ayat 116


وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۙ سُبْحٰنَهٗۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ ۝١١٦

wa qâluttakhadzallâhu waladan sub-ḫânah, bal lahû mâ fis-samâwâti wal-ardl, kullul lahû qânitûn

Mereka berkata, “Allah mengangkat anak.” Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.

........

Mensucikan Jiwa dengan Tauhid: Semua Milik Allah, Semua Tunduk kepada-Nya

QS. Al-Baqarah: 116:

وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۙ سُبْحٰنَهٗۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
“Mereka berkata: Allah mengambil anak. Mahasuci Dia. Bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.”


🕊️ A. Intisari Isi Ayat (Ruh Tazkiyatun Nufūs)

Ayat ini adalah pensucian tauhid dan penyucian jiwa dari segala bayangan yang merendahkan Allah. Menisbatkan “anak” kepada Allah lahir dari jiwa yang belum suci: jiwa yang masih mengukur Tuhan dengan standar makhluk.
Tazkiyatun Nufūs menuntut agar hati dikembalikan kepada keagungan Allah, sehingga jiwa menjadi tunduk (qanît), merasa fakir, dan bersih dari syirik khafi maupun jali.

👉 Intinya: Allah Maha Suci dari kebutuhan. Seluruh wujud adalah milik-Nya dan seluruhnya tunduk. Jiwa yang suci adalah jiwa yang ikut tunduk sepenuhnya.


📖 B. Intisari Tafsir

1️⃣ Tafsir Al-Iklīl fī Ma‘āni at-Tanzīl

Ayat ini menolak keyakinan Yahudi, Nasrani, dan musyrikin yang menisbatkan anak kepada Allah. Kata “Subḥānahu” menunjukkan pensucian mutlak.
👉 Inti: Allah tidak butuh keturunan, karena kepemilikan-Nya sempurna atas langit dan bumi.

2️⃣ Tafsir Al-Ibrīz (KH. Bisri Musthofa)

Allah Maha Suci dari sifat makhluk. Semua makhluk adalah milik Allah dan patuh kepada hukum-Nya, baik rela maupun terpaksa.
👉 Inti: Semua makhluk sudah “bersujud” kepada Allah dengan keberadaannya.

3️⃣ Tafsir Jalalain

Ucapan “Allah punya anak” adalah ucapan bathil. Allah Maha Suci. Semua yang di langit dan bumi adalah milik-Nya dan qanîtûn (tunduk, taat).
👉 Inti: Mustahil Allah membutuhkan anak, karena Dia adalah Pemilik segalanya.

4️⃣ Tafsir Ibnu Katsir

Ayat ini membantah secara rasional dan naqli. Anak menunjukkan kebutuhan, kelemahan, dan keserupaan dengan makhluk. Allah Maha Kaya dan Maha Esa.
👉 Inti: Menetapkan anak bagi Allah adalah penyimpangan tauhid dan sebab kesesatan.


🕰️ C. Latar Belakang & Sebab Masalah

Di zaman Rasulullah ﷺ:

  • Yahudi berkata: “‘Uzair putra Allah.”
  • Nasrani berkata: “Al-Masih putra Allah.”
  • Musyrikin Arab berkata: “Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.”

Masalah dasarnya bukan sekadar salah konsep, tetapi penyakit jiwa: ingin Tuhan yang bisa “diserupakan”, agar hawa nafsu tetap berkuasa.


📜 D. Hadis Terkait

Rasulullah ﷺ bersabda (dalam hadits qudsi):

“Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang ia dengar selain Allah. Mereka menisbatkan anak kepada-Nya, padahal Dia memberi mereka rezeki dan kesehatan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

👉 Ini menunjukkan kesempurnaan rububiyah Allah dan kebodohan jiwa manusia bila tidak disucikan.


🧠 E. Analisis & Argumentasi (Tazkiyatun Nufūs)

  1. Secara akal: Anak lahir dari kebutuhan, kelemahan, dan kefanaan. Allah Maha Kaya, Maha Hidup, tidak binasa.
  2. Secara jiwa: Menisbatkan anak kepada Allah berarti hati belum bebas dari ketergantungan kepada makhluk.
  3. Secara tazkiyah: Tauhid yang murni membersihkan jiwa dari ketergantungan, rasa takut, dan penghambaan kepada selain Allah.

👉 Jiwa yang suci melihat: “Aku milik Allah, bukan Allah milik pikiranku.”


⚖️ F. Keutamaan & Hukuman

🌿 Keutamaan Tauhid Murni

  • Di dunia: Hati tenang, tidak bergantung pada makhluk.
  • Di alam kubur: Cahaya tauhid melapangkan kubur.
  • Di hari kiamat: Berat timbangan, aman dari syirik.
  • Di akhirat: Surga tanpa batas, melihat ridha Allah.

🔥 Hukuman Penyimpangan Tauhid

  • Di dunia: Hati gelisah, hidup penuh ketakutan.
  • Di alam kubur: Gelap, sempit, penuh penyesalan.
  • Di hari kiamat: Kehinaan dan kebingungan.
  • Di akhirat: Terhalang dari rahmat, kecuali jika bertobat.

🌐 G. Relevansi Zaman Modern

Di era:

  • Teknologi: manusia merasa “maha kuasa”, lupa Allah.
  • Komunikasi: informasi cepat tapi tauhid dangkal.
  • Transportasi: dunia terasa kecil, Allah dilupakan.
  • Kedokteran: kesembuhan dikira murni dari ilmu.
  • Sosial: manusia menggantungkan hati pada manusia.

👉 Ayat ini menyucikan jiwa dari tuhan-tuhan modern: ego, sains, popularitas, dan harta.


🌸 H. Hikmah – Tujuan – Manfaat

Hikmah:

  • Allah Maha Esa, tidak serupa dengan apa pun.

Tujuan:

  • Membersihkan hati dari syirik lahir dan batin.

Manfaat:

  • Lahirnya jiwa yang tunduk (qanît), ikhlas, dan tenang.

🔎 I. Motivasi – Muhasabah & Caranya

Pertanyaan muhasabah:

  • Apakah hatiku lebih takut pada manusia daripada Allah?
  • Apakah aku menggantungkan kebahagiaan pada makhluk?
  • Apakah aku menuntut Allah sesuai logikaku?

Caranya:

  1. Perbanyak tasbih: Subḥānallāh (mensucikan Allah).
  2. Perbanyak sujud panjang.
  3. Tafakur: “Aku milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.”
  4. Kurangi keluh kesah kepada makhluk, perbanyak kepada Allah.

🤲 J. Doa

Allāhumma ṭahhir qulūbanā minasy-syirki wal-ghaflah.
Allāhumma ‘ar-rifnā nafsanā wa ‘ar-rifnā rubūbiyyataka.
Allāhumma ij‘alnā laka qānitīn, mukhliṣīn, muwahhidīn.

“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari syirik dan kelalaian.
Ya Allah, perkenalkan kami kepada kelemahan diri kami dan keagungan-Mu.
Jadikan kami hamba-hamba yang tunduk, ikhlas, dan bertauhid murni.”


🌷 K. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah menghadirkan ayat tauhid ini. Semoga Allah menjadikannya cahaya untuk penyucian jiwa, penguat iman, dan jalan menuju hati yang hidup.

Jika berkenan, saya bisa susunkan versi siap cetak (format buku kecil/lembaran majelis) atau dikembangkan menjadi bab khusus Tazkiyatun Nufūs tentang Tauhid.

.........

QS. Al-Baqarah: 116 - Versi Santai & Kekinian


وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۙ سُبْحٰنَهٗۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ


(Arti ayat tetap sama ya): “Mereka berkata: Allah mengambil anak. Mahasuci Dia. Bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.”


---


🕊️ A. Intisari Isi Ayat (Ruh Tazkiyatun Nufūs / Detoks Hati)


Ayat ini tuh basically "pembersihan konsep ketuhanan" dan "detoks jiwa" dari semua pikiran yang ngecilin Allah. Ngira Allah punya anak? Itu tuh proyeksi pikiran manusia aja, yang masih bayangin Tuhan kayak makhluk biasa.


Detoks hati tuh tujuannya biar kita ngerasain keagungan Allah bener-bener, jadi jiwa kita ikut tunduk total (qanît), sadar banget kita ini fakir butuh Dia, dan bersih dari nyekutuin Allah (baik yang kentel maupun yang subtle).


👉 Intinya: Allah Maha Gak Butuh Apa-Apa. Semesta ini punya Dia, dan semuanya pada tunduk. Hati yang bersih tuh hati yang ikut surrender sepenuhnya.


---


📖 B. Intisari Tafsir (Versi Santai)


1. Tafsir Al-Iklīl: Ayat ini ngebantah kepercayaan Yahudi, Nasrani, dan orang musyrik yang ngomong Allah punya anak. Kata "Subḥānahu" itu kayak ucapan, "Maha Suci Dia, jauh banget dari pikiran kaya gitu!".

   · Inti: Allah gak butuh anak, soalnya langit bumi dan isinya udah punya Dia sepenuhnya.

2. Tafsir Al-Ibrīz (KH. Bisri Musthofa): Allah tuh Maha Suci, beda banget sama makhluk. Semua yang ada di alam ini milik Allah dan pada patuh sama hukum-Nya, mau sadar atau enggak, mau rela atau terpaksa.

   · Inti: Seluruh ciptaan udah "bersujud" pada Allah lewat eksistensi mereka sendiri.

3. Tafsir Jalalain: Omongan "Allah punya anak" itu salah total. Allah Maha Suci. Semua yang di langit dan bumi ini milik-Nya dan statusnya qanîtûn (tunduk, patuh).

   · Inti: Gak masuk akal Allah butuh anak, karena Dia tuh Pemilik Segalanya.

4. Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini ngebantah pake logika dan dalil. Punya anak itu artinya butuh, punya kelemahan, dan mirip makhluk. Allah tuh Maha Kaya dan Maha Esa.

   · Inti: Ngasih Allah "anak" tuh bentuk penyimpangan tauhid dan sumber kesesatan.


---


🕰️ C. Latar Belakang & Sebab Masalah


Zaman dulu tuh ada beberapa "claim" yang nyebelin:


· Yahudi bilang: "Uzair itu putra Allah."

· Nasrani bilang: "Al-Masih (Isa) itu putra Allah."

· Musyrikin Arab bilang: "Malaikat itu anak-anak perempuan Allah."


Akar masalahnya sebenernya bukan cuma salah konsep, tapi penyakit hati: pengen Tuhan yang bisa disamain sama makhluk, biar hawa nafsu dan logika manusia tetep bisa ngatur-ngatur.


---


📜 D. Hadis Terkait


Rasulullah ﷺ bersabda (dalam hadits qudsi):


“Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang ia dengar selain Allah. Mereka menisbatkan anak kepada-Nya, padahal Dia memberi mereka rezeki dan kesehatan.” (HR. Bukhari dan Muslim)


👉 Ini nunjukkin betapa sempurnanya kekuasaan Allah dan betapa bodohnya kita kalo hati belum disucikan, sampe berani nuduh-nuduh yang enggak-enggak.


---


🧠 E. Analisis & Argumentasi (Detoks Hati)


· Secara logika: Punya anak itu berarti awalnya butuh pasangan, butuh nerusin keturunan, dan punya sifat fana. Allah? Maha Kaya, Maha Hidup, Kekal. Gak nyambung.

· Secara psikologi hati: Nyebut Allah punya anak itu tanda hati masih terikat sama bayangan dunia, masih ngukur Tuhan pake standar kita.

· Secara detoks hati: Tauhid murni bikin hati bersih dari ketergantungan berlebihan sama makhluk, rasa takut yang salah, dan penyembahan terselubung ke selain Allah.

· 👉 Hati yang bersih bakal sadar: "Aku ini milik Allah, bukan Allah yang harus ikut kemauanku."


---


⚖️ F. Dampaknya (Consequences)


🌿 Manfaat Hati yang Bertauhid Murni:


· Dunia: Hati adem, gak gampang insecure, gak over-dependen sama manusia/rezeki.

· Alam Kubur: Cahaya tauhid bikin "ruangan" lega.

· Akhirat: Aman dari syirik, timbangan amal berat, masuk surga, liat ridha Allah.


🔥 Dampak Penyimpangan Tauhid:


· Dunia: Hati gelisah, hidup penuh anxiety, takut berlebihan.

· Alam Kubur: Gelap, sesak, penuh penyesalan.

· Akhirat: Kehinaan, kebingungan, terhalang dari rahmat (kecuali tobat sebelum ajal).


---


🌐 G. Relevansi di Zaman Now


Di era kita sekarang, "tuhan-tuhan" palsu bisa berubah bentuk:


· Teknologi: Kita merasa powerful banget sampe lupa siaa yang ngasih akal.

· Sosmed: Cari validasi dari likes & followers, bukan dari Allah.

· Karier/Harta: Gantungin kebahagiaan sama kesuksesan duniawi.

· Sains & Kedokteran: Lupa bahwa semua kesembuhan dan ilmu ujung-ujungnya dari Allah.

· 👉 Ayat ini ngingetin buat detoks hati dari "tuhan modern": ego, gemerlap dunia, jabatan, dan pengakuan orang.


---


🌸 H. Hikmah – Tujuan – Manfaat (Take Home Message)


· Hikmah: Allah itu Satu, beda banget sama apapun. Gak bisa dibayangin kayak kita.

· Tujuan: Bersihin hati dari syirik yang keliatan maupun yang subtle (kaya riya, sum'ah).

· Manfaat: Lahirnya hati yang chill, tunduk (qanît), ikhlas, dan tenang karena cuma bergantung sama Satu Yang Maha Kuasa.


---


🔎 I. Self-Reflection & Action Plan


Cek Hati Dulu (Muhasabah):


1. Apa gue lebih takut dimarahin bos/lihat orang daripada takut murka Allah?

2. Apa kebahagiaan gue 100% ditentukan oleh pencapaian/harta/relationship dunia?

3. Apa gue sering "nuntut" Allah kayak pesenan, kalo gak dikabulin jadi ngambek?


Action Plan-nya:


· Perbanyak Tasbih: Bilang "Subḥānallāh" (Maha Suci Allah) tiap liat/ingat sesuatu yang bikin kagum, biar nginget bahwa kesempurnaan mutlak cuma milik-Nya.

· Perbanyak Sujud: Saat sujud, itu moment paling privat sama Allah. Curhat di sana.

· Tafakur: Ingatin, "Aku milik Allah dan akan balik ke Dia juga."

· Shift Complaining: Kurangi mengeluh ke orang, lebih sering curhat langsung ke Allah lewat doa.


---


🤲 J. Doa (Dalam Bahasa Apa Pun, yang Penting Tulus)


"Ya Allah, bersihkan hati kami dari nyekutuin-Mu (yang sadar atau enggak) dan dari kelalaian.

Ya Allah, tunjukkin ke kami kelemahan diri kami dan keagungan-Mu.

Jadikan kami hamba-hamba yang tunduk, ikhlas, dan punya tauhid yang murni banget. Aamiin."


---


🌷 K. Ucapan Terima Kasih


Wah, makasih ya udah ngajakin bahas ayat yang dalem banget ini. Semoga jadi pengingat buat kita semua buat terus membersihin hati dan ngejalanin hidup dengan sadar kalo kita cuma hamba yang harus tunduk.


Kalo mau, materi di atas bisa gw bikin versi yang rapi buat cetak (buku kecil/notes kajian) atau dikembangin jadi bahasan khusus tentang "Detoks Hati lewat Tauhid". Let me know! 😊


Semangat ibadahnya! ✨