Minggu, 20 September 2026

1588tan. BANGUNAN YANG TAK KAN KAU DIAMI, HARTA YANG TAK KAN KAU NIKMATI



BANGUNAN YANG TAK KAN KAU DIAMI, HARTA YANG TAK KAN KAU NIKMATI

...........

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah


Judul: "Bangunan yang Tak Kan Kau Diami, Harta yang Tak Kan Kau Nikmati"

..............

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 20 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Ketika Abu Darda’ meninjau masyarakat Himsh, ia mengatakan sebagai berikut:

1. Tidakkah kau malu, membangun (gedung) yang tidak mungkin kau diami selamanya?,

2. Rerkhayal (angan-angan) yang tidak mungkin tercapai?

3. Pengumpulan harta yang tidak mungkin kau nikmati (dimakan)? telah terjadi manusia sebelum kamu membangun (gedung) megah-megahan, mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, dan berkhayal sejauh-jauhnya, akhirnya dengan terpaksa harus mendiami liang kubur dan khayalannya hanya tipu daya belaka, serta (harta) yang dihimpun sepanjang hidupnya hancur berantakan”.

..........

1. Rahasia Hikmah

Abu Darda' radhiyallahu 'anhu suatu ketika meninjau masyarakat Himsh. Beliau melihat mereka sibuk membangun, mengumpulkan, dan berangan-angan. Lalu beliau bertanya dengan pertanyaan yang menusuk: "Tidakkah kau malu membangun gedung yang tidak mungkin kau diami selamanya? Berkhayal yang tidak mungkin tercapai? Mengumpulkan harta yang tidak mungkin kau nikmati?" 

Intisarinya: dunia ini bukan tujuan, tapi jembatan. Yang kita bangun di sini hanyalah "rumah sementara". Yang kita kumpulkan hanyalah "titipan". Yang kita khayalkan hanyalah "fatamorgana". Orang-orang sebelum kita juga begitu—membangun megah, mengumpulkan banyak, berangan jauh. Akhirnya? "Aml mereka menjadi kesia-siaan, tempat tinggal mereka menjadi kuburan." 

Tujuannya bukan agar kita benci dunia, tapi agar kita sadar posisi. Dunia itu alat, bukan tujuan. Hati itu untuk Allah, bukan untuk debu-debu yang berterbangan.

2. Nasehat

Al-Qur'an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56) 

Hadis Shahih:

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

"Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim) 

Hadis Qudsi:

O progeny of Adam, We have made everything for you and you for Our service.

"Wahai anak Adam, Kami jadikan segala sesuatu untukmu, dan kamu untuk beribadah kepada-Ku." 

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah

Makrifatnya: mengenal bahwa hati ini rumah Allah. Allah tidak butuh istana megah, tapi Dia ingin hati kita bersih sebagai tempat bersemayamnya cahaya-Nya .

Hakekatnya: apa yang kita bangun, kumpulkan, dan khayalkan itu akan hancur. Tapi apa yang kita tanam di hati—zikir, syukur, sabar, ikhlas—itu yang akan kekal.

Tarekahnya di zaman viral ini: kurangi scroll, tambah dzikir. Kurangi pamer, tambah syukur. Kurangi "nanti kalau sudah kaya", tambah "sekarang bisa apa". Jangan tunggu tua baru bertaubat. Jangan tunggu sakit baru ingat Allah.

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Tasawuf intinya: membersihkan hati dari selain Allah. Muhasabah adalah duduk sebentar, tanya diri sendiri:

· Hari ini aku bangun apa? (yang kekal atau yang fana?)

· Hari ini aku kumpul apa? (yang halal atau yang syubhat?)

· Hari ini aku khayalkan apa? (yang mungkin atau yang mimpi?)

Caranya sederhana: sebelum tidur, 5 menit saja. Evaluasi. Jangan lama-lama, nanti malah bengong. Cukup tanya: "Kalau aku mati malam ini, apa yang aku bawa?" 

5. Doa

"Ya Allah, jadikan dunia ini di tanganku, bukan di hatiku. Jadikan hartaku sebagai alat untuk mendekat kepada-Mu, bukan sebagai hijab yang menjauhkan aku dari-Mu. Sucikanlah hatiku, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik."

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih untuk semua yang pernah membaca, mengingatkan, dan mendoakan. Maaf jika ada salah kata, khilaf tulisan, atau hati yang tidak sengaja tergores. Semua ini murni untuk mengingatkan diri sendiri.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #MenataHati #AbuDarda #Muhasabah #Tasawuf #Dzikir #HatiBersih #DuniaSementara #AkhiratSelamanya

............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Sabtu, 19 September 2026

1491irs. RAHASIA HIKMAH DI BALIK SEORANG MAJUSI YANG BERUNTUNG



RAHASIA HIKMAH DI BALIK SEORANG MAJUSI YANG BERUNTUNG

.................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

.................

Bismillahirahmanirrahim.
Sabtu, 19 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an tempo hari dari masjid Nurul Huda nyantri bareng Ust. Farid A. kupas tipis tipis kitab Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri, :

HADITS KE-26 : ANJURAN UNTUK MURAH HATI (KEDERMAWANAN)

Majusi yang Beruntung Sesuai dengan hadis di atas, ada sebuah kisah tentang seseorang yang bernama Bahrom yang menganut kepercayaan Majusi.

Abdullah bin Mubarok berkata:

Setiap tahun, aku melaksanakan ibadah haji. Pada waktu itu, aku berada di Hijr Ismail. Kemudian aku tidur dan memimpikan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang berkata kepadaku:

Kemudian aku terbangun dan membaca Laa Haula Wa Laa Quwwat Illa Billaahi al-‘Aliyyi al- ‘Adziim. Mimpi ini berasal dari setan. Kemudian aku berwudhu, sholat, dan thowaf di Ka’bah sebisa mungkin. Di tengah-tengah aktivitas ibadahku, aku merasa kantuk dan tidur. Di dalam tidurku, aku memimpikan mimpi yang sama seperti sebelumnya sebanyak tiga kali.

Ketika aku telah menyelesaikan ibadah hajiku, aku pun pulang ke Baghdad dan mencari kampong dan alamat yang disebutkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama    dalam    mimpiku. Kemudian aku mendapati laki-laki tua.

“Apakah kamu adalah Bahrom al- Majusi?” tanyaku.

“Ya. Aku adalah Bahrom al- Majusi,” jawabnya.

“Apakah kamu memiliki suatu amal baik di sisi Allah?” tanyaku.

“Ya. Aku memilikinya. Aku pernah menghutangi orang-orang 10 dirham dan menagihnya 11 dirham. Menurutku ini adalah perbuatan baik,” jawabnya.

“Itu merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”

“Ya. Ada. Aku memiliki 4 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Kemudian aku menikahkan masing-masing    4    anak perempuanku dengan masing- masing 4 anak laki-lakiku.”

Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”

“Ya. Ada. Aku mengadakan suatu acara walimah bagi orang-orang majusi ketika aku menikahkah anak-anak perempuanku itu.”

“Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”

“Ya. Ada. Aku memiliki seorang anak perempuan lagi sangat cantik. Kemudian aku tidak mendapati laki-laki yang sepadan

pertamaku dengannya. Orang- orang Majusi yang hadir pada malam itu adalah lebih dari 1000 orang.”

Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”

“Ya. Ada. Pada malam hari dimana aku menjimak anak perempuanku itu, ada seorang wanita muslimah dari ahli penganut agamamu menyalakan obornya lewat oborku. Kemudian ia pulang dan memadamkan obornya.

Kemudian aku menjimak anak perempuanku untuk yang kedua kalinya. Tiba-tiba aku melihat wanita muslimah itu menyalakan obornya lagi melalui oborku. Kemudian ia pulang dan memadamkan obornya lagi.

Kemudian aku menjimak anak perempuanku untuk yang ketiga kalinya. Kemudian wanita muslimah itu menyalakan obornya lagi melalui oborku. Kemudian ia pulang dan ia memadamkan obornya lagi.

Kemudian aku curiga barangkali wanita muslimah ini adalah mata- mata untuk mencuri. Kemudian aku membuntutinya dari belakang. Aku melihat ia masuk ke dalam rumahnya dan menumui anak-anak    perempuannya. Mereka berkata kepadanya:

“Ooh ibu! Apakah kamu membawa sesuatu makanan? Kita sudah tidak kuat dan tidak tahan karena lapar.”

Kemudian wanita muslimah itu meneteskan air mata dan berkata:

‘Aku malu kepada Allah kalau aku meminta kepada selain-Nya, apalagi kepada musuh Allah, yaitu orang Majusi’.

Setelah    aku    mendengar perkataannya itu, aku pun pulang ke rumah. Aku mengambil wadah dan mengisinya makanan banyak. Kemudian aku pergi ke rumah wanita muslimah itu.

Abdullah bin Mubarok berkata, “Ini baru merupakan perbuatan yang baik. Ada kabar gembira untukmu.”

Kemudian aku (Abdullah bin Mubarok) menceritakan kepada Bahrom al-Majusi tentang mimpi bertemu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dan pesan beliau untuknya.

Mendengar ceritaku, akhirnya Bahrom mengatakan Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya. Kemudian ia seketika jatuh tersungkur dan mati. Aku pun memandikan, mengkafani, mengatakan, “Wahai para hamba Allah! Bersikap dermawanlah kepada sesama makhluk Allah karena sikap dermawan dapat mengubah para musuh menjadi para kekasih.”

.........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Kisah Bahrom al-Majusi ini ngajarin kita satu hal yang sering aku lupa: bahwa hidayah itu datangnya dari Allah, dan sering banget lewat jalan yang gak kita duga. Bahrom itu bukan orang baik-baik amal versi standar. Dia penyembah api, riba, nikahin anak sendiri — semua yang secara syariat jelas haram. Tapi di balik itu semua, ada satu tetes kebaikan: hatinya tersentuh sama seorang ibu muslimah yang gak mau minta bantuan ke "musuh Allah" karena malu sama Allah.

Intinya bukan tentang jadi sempurna. Bukan tentang pamer amal. Tapi tentang gimana hati yang kotor pun bisa Allah bersihin dalam sekejap, kalau Dia berkehendak. Tujuannya? Supaya kita gak gampang nge-judge orang, dan lebih sibuk muhasabah diri sendiri.

---

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ"

"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Muddatstsir: 31)

Hadis Shahih:

"إِنَّ اللَّهَ لَيُدْخِلُ بِالْعَبْدِ الْكَافِرِ الْجَنَّةَ"

"Sesungguhnya Allah benar-benar memasukkan hamba yang kafir ke dalam surga." (HR. Ahmad)

Hadis Qudsi:

"يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ السَّمَاءَ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي لَغَفَرْتُ لَكَ"

"Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, lalu engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu." (HR. Tirmidzi)

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: Allah itu Maha Luas rahmat-Nya. Gak ada yang bisa nge-limit kuasa-Nya. Hakekatnya: hidayah itu murni hadiah, bukan hasil usaha kita semata. Tarekahnya buat zaman now yang serba viral ini: stop scroll timeline buat nyari kesalahan orang. Mulai perhatiin hal kecil yang bisa bikin hati kita lembut — sedekah, bantu orang susah, jaga lisan.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ini namanya tazkiyatun nufus — nyuci hati. Caranya? Setiap malam sebelum tidur, tanya diri sendiri: "Hari ini aku nyakitin hati siapa? Aku bantu siapa? Aku lupa sama Allah gak?" Jangan nunggu jadi suci dulu baru mendekat. Justru yang kotor itu yang butuh dibersihin.

---

5. Doa

Ya Allah, janganlah Engkau pandang dosa-dosa kami, tapi pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu. Bersihkan hati kami dari penyakit riya, sombong, dan gampang menghakimi. Berikan kami hidayah seperti yang Engkau berikan kepada Bahrom al-Majusi. Aamiin.

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat njenengan semua yang udah baca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, ini murni kekurangan aku sebagai hamba yang masih belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Hidayah #Tasawuf #RenunganHati #MenataHati #IslamRahmatanLilAlamin #SelfReminder

.........

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—