Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 28 Juni 2025
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh shubuh'an dari Masjid Jami'ul Anwar Tegal nyantri bareng Ust. ...... kupas tipis tipis kitab kitab kitab Nasha’ihul 'Ibad karya Syekh Nawawi :
---
19. Sepuluh Golongan yang Tidak Diterima Salatnya.
Nabi saw. bersabda:
“Ada sepuluh golongan yang Allah tidak menerima salat mereka: Orang salat sendirian tanpa membaca surah Al-Fatihah, orang yang tidak menunaikan zakat, orang yang menjadi imam pada suatu kaum yang membencinya, seorang hamba sahaya yang melarikan diri, peminum khamar (arak) yang pemabuk, wanita yang tidur malam membuat jengkel suaminya, wanita dewasa yang salat tanpa memakai kerudung (mukena), pemakan riba, pemimpin yang menyeleweng, dan orang yang salatnya tidak berfungsi nahi mungkar, tidak bertambah dari Allah melamkan jauh.”
Tentang bacaan Al-Fatihah dalam salat, Imam Abu Hanifah dan sahabatnya, Imam Malik dan Imam Ahmad Hambali r.a. telah sepakat atas sahnya salat seorang makmum tanpa membaca sedikit pun dari surah Al-Fatihah.
........
Sepuluh Penghalang Diterimanya Salat: Tazkiyatun Nufus Menuju Salat yang Menghidupkan Hati
Bismillahirrahmanirrahim.
Salat bukan hanya sekadar gerakan lahiriah, tetapi merupakan mi'raj ruhani seorang mukmin. Dalam perspektif tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), salat yang diterima Allah adalah salat yang menghadirkan hati, melahirkan ketakwaan, serta membentuk akhlak yang mulia.
Hadis di atas memberikan peringatan bahwa ada berbagai perilaku yang dapat menjadi penghalang diterimanya salat. Sebagian riwayat yang memuat rincian tersebut diperselisihkan oleh para ulama dari sisi kekuatan sanadnya. Namun, makna umum yang dikandungnya selaras dengan ajaran Islam, yaitu bahwa ibadah harus disertai dengan ketaatan, kejujuran, dan kebersihan hati.
Tasawuf mengajarkan bahwa penyakit hati seperti kesombongan, kezaliman, cinta dunia, memakan harta haram, meremehkan hak sesama, dan terus-menerus bermaksiat akan menghalangi cahaya salat masuk ke dalam hati. Salat yang benar semestinya menjadi sarana untuk membersihkan jiwa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
(QS. Al-'Ankabut: 45)
Apabila salat belum mampu menjauhkan kita dari dosa, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya gerakan salat, tetapi juga keikhlasan, kekhusyukan, makanan yang halal, hubungan dengan sesama manusia, dan ketaatan dalam seluruh aspek kehidupan.
Perbedaan pendapat para ulama mengenai bacaan Surah Al-Fatihah bagi makmum merupakan bagian dari keluasan khazanah fikih Islam. Karena itu, hendaknya kita saling menghormati pendapat yang memiliki dasar ilmiah dan tidak menjadikannya sebagai sebab perpecahan.
Muhasabah Diri
Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah salat saya semakin mendekatkan diri kepada Allah?
- Apakah saya masih mudah melakukan maksiat setelah salat?
- Apakah harta yang saya makan benar-benar halal?
- Apakah saya telah menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia?
- Apakah saya menjaga kehormatan, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari?
Cara Menyucikan Jiwa (Tazkiyatun Nufus)
- Luruskan niat semata-mata karena Allah.
- Perbaiki kualitas wudu dan kekhusyukan salat.
- Perbanyak istigfar dan taubat setiap hari.
- Jauhi harta haram, riba, minuman memabukkan, dan segala bentuk maksiat.
- Tunaikan zakat dan hak-hak orang lain.
- Perbanyak zikir, tilawah Al-Qur'an, dan doa.
- Jadikan salat sebagai sarana memperbaiki akhlak, bukan sekadar rutinitas.
Doa
Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik. Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, jadikanlah salat kami sebagai penyejuk hati, penghapus dosa, penyuci jiwa, dan amal yang Engkau terima. Bersihkan hati kami dari riya, sombong, cinta dunia, dan segala penyakit hati. Karuniakan kepada kami keikhlasan, kekhusyukan, istiqamah, serta husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Ucapan Penutup
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menelaah nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang tidak hanya mendirikan salat, tetapi juga memperoleh buahnya berupa hati yang bersih, akhlak yang mulia, dan kedekatan dengan-Nya. Semoga setiap sujud kita menjadi jalan menuju ampunan, rahmat, dan surga-Nya. Aamiin.
..........
Bismillahirrahmanirrahim.
Halo, teman-teman! Kali ini kita ngobrolin salat dari sisi batin, ya. Salat bukan cuma gerak-gerik fisik, tapi juga mi’raj ruhani buat orang beriman. Dalam ilmu tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), salat yang diterima Allah itu yang bikin hati hadir, melahirkan takwa, dan membentuk akhlak mulia.
---
Nah, ada hadis nih yang ngasih peringatan:
Nabi saw. bersabda:
“Ada sepuluh golongan yang Allah tidak menerima salat mereka: Orang salat sendirian tanpa membaca surah Al-Fatihah, orang yang tidak menunaikan zakat, orang yang menjadi imam pada suatu kaum yang membencinya, seorang hamba sahaya yang melarikan diri, peminum khamar (arak) yang pemabuk, wanita yang tidur malam membuat jengkel suaminya, wanita dewasa yang salat tanpa memakai kerudung (mukena), pemakan riba, pemimpin yang menyeleweng, dan orang yang salatnya tidak berfungsi nahi mungkar, tidak bertambah dari Allah melamkan jauh.”
Memang sih, sebagian ulama beda pendapat soal kekuatan sanad hadis ini, tapi secara makna, ini selaras banget sama ajaran Islam: ibadah harus dibarengi ketaatan, kejujuran, dan hati yang bersih.
---
Dalam pandangan tasawuf, penyakit hati kayak sombong, zalim, cinta dunia, harta haram, dan maksiat terus-menerus bisa jadi penghalang cahaya salat masuk ke hati. Salat yang bener seharusnya jadi sarana bersihin jiwa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Kalau salat kita belum mampu nahan diri dari dosa, tandanya perlu dibenahi niat, kekhusyukan, makanan halal, hubungan sama sesama, dan semua aspek kehidupan.
---
Soal bacaan Al-Fatihah buat makmum, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad Hambali r.a. sepakat bahwa salat makmum tetap sah meskipun tidak membaca Al-Fatihah sama sekali. Perbedaan ini adalah bagian dari kekayaan khazanah fikih, jadi mari kita hormati dan enggak saling menyalahkan, ya.
---
Muhasabah Diri (Yuk, Cek Sendiri!)
Coba renungkan, njenengan:
· Apakah salat njenengan makin mendekatkan njenengan kepada Allah?
· Apakah njenengan masih mudah melakukan maksiat setelah salat?
· Apakah harta yang njenengan makan benar-benar halal?
· Sudahkah njenengan menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia?
· Apakah njenengan menjaga kehormatan, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari?
---
Cara Nyuci Jiwa (Tazkiyatun Nufus) – Gampang-gampang Sulit
1. Luruskan niat, cuma karena Allah.
2. Perbaiki kualitas wudu dan kekhusyukan salat.
3. Perbanyak istigfar dan taubat setiap hari.
4. Jauhi harta haram, riba, minuman memabukkan, dan segala maksiat.
5. Tunaikan zakat dan hak-hak orang lain.
6. Perbanyak zikir, baca Al-Qur’an, dan doa.
7. Jadikan salat sebagai alat perbaiki akhlak, bukan cuma rutinitas.
---
Doa
Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik. Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik. Ya Allah, jadikanlah salat kami sebagai penyejuk hati, penghapus dosa, penyuci jiwa, dan amal yang Engkau terima. Bersihkan hati kami dari riya, sombong, cinta dunia, dan segala penyakit hati. Karuniakan kepada kami keikhlasan, kekhusyukan, istiqamah, serta husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
---
Penutup
Makasih banget udah meluangkan waktu buat baca nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang enggak cuma shalat, tapi juga dapet buahnya: hati bersih, akhlak mulia, dan kedekatan sama Dia. Semoga setiap sujud kita jadi jalan menuju ampunan, rahmat, dan surga-Nya. Aamiin.
.........
---
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
