Wednesday, May 6, 2026

138. KISAH SHAHIH NABI IBRAHIM

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KISAH SHAHIH PARA NABI*

NABI IBRAHIM A.S.

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

RABU, 19 DZULKA'DA 1447 H / 06 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI Masjid Syafi'i, Jl. Kalimas Madya II No. 1 Surabaya


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/tFeDjIY9tC0?si=zEzWw1S7nz-zWMgX

........

🕌 BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS
Judul: “JEJAK TAUHID NABI IBRAHIM A.S.: DARI PENCARIAN MENUJU PENYERAHAN TOTAL”


🌿 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Kisah adalah perjalanan ruhani menuju tauhid murni. Beliau tidak menerima keyakinan secara taklid, tetapi melalui pencarian: melihat bintang, bulan, matahari, lalu menolak semuanya sebagai Tuhan (QS. Al-An’am: 76–79).

Makna tasawufnya:

  • Hati harus dibersihkan dari “tuhan-tuhan kecil” (harta, jabatan, manusia).
  • Tauhid sejati adalah fana’ (meleburkan kehendak diri dalam kehendak Allah).
  • Puncaknya adalah taslim (penyerahan total), seperti saat diperintah menyembelih Ismail.

⚖️ Hukum (Ahkam)

  1. Wajibnya tauhid dan haramnya syirik (QS. An-Nisa: 48).
  2. Kewajiban berdakwah dengan hikmah, sebagaimana Ibrahim berdialog dengan ayahnya (QS. Maryam: 42–45).
  3. Boleh berhijrah demi menjaga iman (QS. Al-Ankabut: 26).
  4. Ketaatan mutlak kepada Allah, meski bertentangan dengan logika (QS. Ash-Shaffat: 102).

💡 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kebenaran harus dicari dengan hati dan akal yang jujur.
  • Ujian adalah jalan naiknya derajat.
  • Tauhid bukan sekadar ucapan, tapi pengorbanan.
  • Orang yang dekat dengan Allah akan diuji pada hal yang paling dicintainya.

📖 Dalil Al-Qur’an & Hadis

  • QS. Al-An’am: 79 → “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Tuhan…”
  • QS. Ash-Shaffat: 102 → Kisah penyembelihan Ismail.
  • QS. Al-Baqarah: 124 → Ibrahim diuji dengan berbagai kalimat.

Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut lagi penyantun.” (HR. Bukhari)


🔍 Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs:

  • Ibrahim mengajarkan takhalli (mengosongkan diri dari syirik).
  • Kemudian tahalli (menghiasi diri dengan tauhid).
  • Lalu tajalli (tersingkapnya cahaya Ilahi dalam hati).

Api Namrud tidak membakar Ibrahim karena hati beliau sudah “dingin” dari selain Allah.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Perbanyak dzikir Laa ilaaha illallah.
  2. Latih diri meninggalkan ketergantungan selain Allah.
  3. Bersedekah dari hal yang paling kita cintai.
  4. Dakwah dengan lembut kepada keluarga.
  5. Bangun malam untuk munajat seperti Nabi Ibrahim.

🌍 Relevansi di Zaman Sekarang (yang Viral)

Di era sekarang:

  • Banyak “berhala modern”: uang, popularitas, media sosial.
  • Orang rela meninggalkan agama demi tren.

Kisah Ibrahim mengingatkan: ➡️ Jangan jadikan viralitas sebagai “tuhan baru”.
➡️ Kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut.


🔥 Motivasi

Jika Ibrahim berani melawan satu kaum demi tauhid,
maka kita seharusnya berani melawan satu dosa dalam diri.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanya diri:

  • Apa “berhala” dalam hatiku?
  • Apa yang paling sulit aku tinggalkan demi Allah?

Cara:

  1. Evaluasi harian sebelum tidur.
  2. Kurangi kecintaan berlebihan pada dunia.
  3. Perbanyak istighfar dan dzikir.

⚖️ Kemuliaan & Kehinaan

🌟 Kemuliaan

  • Dunia: dicintai manusia, jadi teladan.
  • Kubur: dilapangkan dan diterangi.
  • Kiamat: mendapat syafaat dan kemuliaan.
  • Akhirat: surga tertinggi.

⚠️ Kehinaan (jika menolak tauhid)

  • Dunia: gelisah, penuh ketergantungan.
  • Kubur: sempit dan gelap.
  • Kiamat: penyesalan.
  • Akhirat: azab.

🤲 Doa

“Ya Allah, jadikanlah kami seperti Nabi Ibrahim dalam tauhid,
kuat dalam ujian, ikhlas dalam pengorbanan,
dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin.”


🌸 Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada semua pembaca.
Semoga Allah membersihkan hati kita, meneguhkan tauhid kita,
dan mengumpulkan kita bersama para nabi di surga-Nya.


“Jadilah seperti Ibrahim: sendiri dalam kebenaran, tapi bersama Allah.”


137. MENGAGUNGKAN KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB RIYADHUS SHALIHIN: BAB 27, MENGAGUNGKAN KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN DAN PENJELASAN TENTANG HAK-HAK MEREKA SERTA KASIH SAYANG KEPADA MEREKA (HADITS NO. 222)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN, 17 DZULKA'DA 1447 / 04 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID DARUSSALAM, JL. ANGGREK NO. 1, WISMA TROPODO, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/1OoA6R7mbsQ?si=YDl0c2HFaKMeZbZ_

......

🕌 BULETIN TAUZIAH TASAWUF (Tazkiyatun Nufūs)
KITAB RIYADHUS SHALIHIN – BAB 27
“Mengagungkan Kehormatan Kaum Muslimin dan Penjelasan Hak-Hak Mereka serta Kasih Sayang kepada Mereka (Hadits No. 222)”


🌿 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadits ini menegaskan bahwa seorang muslim memiliki kehormatan yang tinggi di sisi Allah. Kehormatan tersebut mencakup darahnya (tidak boleh disakiti), hartanya (tidak boleh dirampas), dan kehormatannya (tidak boleh dihina atau digunjing).

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), menjaga kehormatan sesama muslim adalah bagian dari penyucian jiwa. Hati yang bersih akan memandang orang lain dengan kasih sayang, bukan dengan kebencian, iri, atau dendam.


⚖️ Hukum (Ahkam)

  1. Haram menyakiti sesama muslim, baik fisik maupun lisan.
  2. Haram merendahkan, menghina, atau membuka aib.
  3. Wajib menjaga persaudaraan dan kasih sayang.
  4. Sunnah muakkadah membantu dan menolong sesama muslim.

🌸 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kemuliaan seorang muslim bukan pada harta, tetapi pada kehormatan dirinya.
  • Hati yang bersih akan melahirkan akhlak mulia.
  • Merusak kehormatan orang lain adalah tanda rusaknya jiwa.
  • Ukhuwah Islamiyah adalah fondasi kekuatan umat.

📖 Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS. Al-Hujurat: 10)

“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…” (QS. Al-Hujurat: 11)

Hadis:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.”

Hadis Qudsi:

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya.”


🧠 Analisis dan Argumentasi

Dalam kehidupan sosial, banyak konflik terjadi bukan karena kekurangan materi, tetapi karena pelanggaran kehormatan—seperti hinaan, fitnah, dan ghibah. Ini menunjukkan bahwa penyakit hati lebih berbahaya daripada kemiskinan.

Tasawuf mengajarkan bahwa akar dari merendahkan orang lain adalah ujub (bangga diri) dan hasad (iri hati). Maka solusi utamanya adalah membersihkan hati.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan celaan.
  2. Menutup aib saudara sesama muslim.
  3. Membiasakan husnuzan (berprasangka baik).
  4. Menolong sesama sesuai kemampuan.
  5. Mendoakan kebaikan untuk saudara muslim.

🌍 Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era media sosial:

  • Mudah sekali orang menghina, membully, dan membuka aib.
  • Konten viral sering berisi cemoohan dan merendahkan orang lain.

Hadits ini menjadi peringatan keras bahwa kehormatan manusia tidak boleh dijadikan hiburan.


🔥 Motivasi

Jika ingin dimuliakan Allah, maka muliakanlah manusia.
Jika ingin dicintai Allah, maka cintailah sesama.

Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi sibuklah memperbaiki diri.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah lisanku menyakiti orang lain?
  • Apakah aku pernah membuka aib saudara?
  • Apakah hatiku bersih dari iri dan sombong?

Caranya:

  1. Perbanyak istighfar.
  2. Latih diam dari hal yang tidak perlu.
  3. Biasakan memuji dan mendoakan orang lain.
  4. Ingat dosa sendiri sebelum melihat dosa orang lain.

⚰️ Kemuliaan & Kehinaan

Di Dunia:

  • Yang menjaga kehormatan orang lain akan dihormati.
  • Yang merendahkan akan dibenci dan dijauhi.

Di Alam Kubur:

  • Amal baik menjadi cahaya.
  • Dosa lisan menjadi azab.

Di Hari Kiamat:

  • Orang yang menyakiti orang lain akan bangkrut pahala.

Di Akhirat:

  • Yang menjaga kehormatan akan masuk surga dengan hati bersih.
  • Yang suka menghina akan terhina di hadapan Allah.

🤲 Doa

اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة
Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, lisan kami dari dusta, dan pandangan kami dari khianat.

اللهم اجعلنا من الذين يحفظون ألسنتهم ويكرمون عبادك
Ya Allah, jadikan kami hamba yang menjaga lisan dan memuliakan sesama.


🌺 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungi tauziah ini. Semoga Allah membersihkan hati kita, memperindah akhlak kita, dan menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena-Nya.

Barakallahu fiikum.

.......