Shahih Al-Bukhari hadits nomor 294
وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ﴾ [البقرة: ٢٢٢].
Dan firman Allah taala, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222).
.........
"Allah Mencintai Orang yang Bertaubat dan Mensucikan Diri"
Tazkiyatun Nufūs dalam Cahaya QS. Al-Baqarah Ayat 222
Allah Ta'ala berfirman:
"...Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
1. Makna, Maksud, Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), ayat ini mengajarkan bahwa kebersihan yang paling utama bukan hanya bersihnya badan, tetapi juga sucinya hati.
Orang yang dicintai Allah bukanlah orang yang tidak pernah berdosa, melainkan orang yang segera kembali kepada-Nya setiap kali tergelincir. Taubat adalah pencuci hati, sedangkan bersuci adalah penjaga cahaya iman.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati yang kotor karena dosa akan menjadi gelap. Cahaya hati hanya akan kembali dengan taubat yang sungguh-sungguh, istighfar, dzikir, dan amal saleh.
Ibrahnya:
- Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.
- Kebersihan lahir harus diiringi kebersihan batin.
- Taubat merupakan jalan menuju cinta Allah.
- Orang yang menjaga kesucian akan mudah menerima hidayah.
2. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan
-
QS. At-Tahrim: 8
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya."
-
QS. Az-Zumar: 53
"Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya."
-
QS. Asy-Syams: 9–10
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
3. Hadis Shahih yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Beliau juga bersabda:
"Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli sebanyak apa pun dosamu." (HR. At-Tirmidzi)
5. Referensi Kitab-Kitab Ulama
Beberapa kitab klasik banyak menekankan keutamaan taubat, penyucian jiwa, dan kebersihan lahir-batin, di antaranya:
- Kitab Nashā'ihul 'Ibād karya Syekh Nawawi al-Bantani: menegaskan bahwa taubat adalah pintu pertama menuju kedekatan kepada Allah.
- Kitab Tanbīhul Ghāfilīn karya Abu Laits as-Samarqandi: mengingatkan agar tidak menunda taubat karena ajal tidak diketahui.
- Kitab Irsyādul 'Ibād: menjelaskan pentingnya menjaga kesucian lahir dan batin sebagai adab seorang mukmin.
- Kitab Durratun Nāshihīn: banyak memuat kisah yang mendorong taubat dan penyucian hati.
- Kitab Daqā'iqul Akhbār: menekankan pentingnya kebersihan dan amal yang diterima karena hati yang bersih.
- Kitab 'Ushfūriyyah: mengumpulkan nasihat dan riwayat tentang taubat, istighfar, serta kasih sayang Allah kepada hamba yang kembali kepada-Nya.
6. Relevansi di Zaman Sekarang
Di era media sosial, banyak orang sibuk mempercantik wajah dengan filter, tetapi lupa membersihkan hati dari riya', dengki, fitnah, dan kebencian.
Teknologi berkembang pesat, tetapi penyakit hati juga mudah menyebar:
- ujaran kebencian,
- ghibah dan fitnah digital,
- pamer amal,
- kecanduan maksiat melalui gawai.
QS. Al-Baqarah: 222 mengingatkan bahwa yang paling dicintai Allah bukan penampilan yang sempurna, melainkan hati yang selalu kembali kepada-Nya.
7. Analisis dan Argumentasi
Ayat ini memakai kata "Allah mencintai" (يحب). Ini menunjukkan bahwa taubat dan kesucian bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk memperoleh cinta Allah.
Dalam tasawuf, taubat memiliki beberapa tingkatan:
- Taubat dari dosa.
- Taubat dari kelalaian.
- Taubat dari rasa ujub dan riya'.
- Taubat karena merasa belum maksimal dalam beribadah.
Semakin bersih hati seseorang, semakin lembut akhlaknya dan semakin dekat ia kepada Allah.
8. Hukum (Ahkam)
- Taubat dari dosa hukumnya wajib.
- Bersuci dari hadas untuk ibadah tertentu hukumnya wajib.
- Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat ibadah merupakan bagian dari syariat.
- Menjauhi dosa yang mengotori hati adalah kewajiban setiap muslim.
9. Amalan (Implementasi)
- Perbanyak membaca Sayyidul Istighfar.
- Istiqamah menjaga wudhu.
- Muhasabah setiap malam.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Menjaga lisan dari ghibah.
- Menjaga hati dari iri dan sombong.
- Memperbanyak sedekah dan dzikir.
- Segera bertaubat setiap kali melakukan kesalahan.
10. Muhasabah & Caranya
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Sudahkah aku meminta ampun hari ini?
- Apakah hatiku masih menyimpan kebencian?
- Apakah ibadahku untuk Allah atau untuk dipuji manusia?
- Sudahkah aku menjaga kebersihan lahir dan batin?
Cara bermuhasabah:
- Luangkan 10–15 menit sebelum tidur.
- Ingat kembali perbuatan sepanjang hari.
- Sesali dosa dengan tulus.
- Mohon ampun kepada Allah.
- Bertekad memperbaiki diri esok hari.
- Tutup dengan dzikir dan doa.
11. Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Allahumma-j'alnī minat-tawwābīn waj'alnī minal mutathahhirīn.
"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan termasuk orang-orang yang mensucikan diri."
Tambahkan doa:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."
Penutup
Jangan menunggu menjadi suci untuk bertaubat, tetapi bertaubatlah agar Allah menyucikan hati kita. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk kembali kepada Allah, sebab justru dengan kembali kepada-Nya kita akan diperbaiki sedikit demi sedikit.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang dicintai-Nya karena selalu bertaubat, menjaga kesucian lahir dan batin, serta diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Āmīn.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada para ustadz, guru, dan para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menelaah nasihat ini. Semoga Allah membalas setiap ilmu yang diajarkan, setiap amal yang dilakukan, dan setiap hati yang tergerak untuk memperbaiki diri dengan pahala yang terus mengalir. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang dicintai Allah karena taubat dan kesucian jiwa. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
...........
