Minggu, 04 Oktober 2026

1638tan. GAYA HIDUP MINIMALIS ALA UMAR BIN KHATTAB

GAYA HIDUP MINIMALIS ALA UMAR BIN KHATTAB

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 04 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Jika kau ingin mendampingi kawanmu (Rasulullah  dan Abu Bakar Shidiq), jaitlah sendiri bajumu (yang rusak), sol sendirilah sandalmu, dan jauhkan khayalanmu, serta jangan makan terlalu kenyang”. (Demikian nasihat S. Ali Thalib kepada Umar Khaththab ).

Pernah aku melihat Umar mengenakan gamis 12 tambalan tengah khutbah di atas mimbar. (Abu Usman Nahdy).

.............

1. Rahasia Hikmah

Sahabat, coba renungkan sebentar. Di zaman serba "flexing" ini, di mana feed media sosial penuh unboxing barang branded, kita diajak balik ke masa Umar bin Khattab yang gamisnya aja 12 tambalan. Bukan karena miskin, tapi karena paham banget esensi hidup.

Intinya begini: hati yang sibuk ngumpulin dunia, susah banget buat dekat sama Allah. Nasehat Ali bin Abi Thalib ke Umar itu simpel tapi dalem banget. "Jait sendiri bajumu yang rusak" itu artinya mandiri, jangan gengsian. "Sol sendiri sandalmu" itu artinya sederhana, jangan gengsi. "Jauhkan khayalan" itu artinya stop overthinking soal masa depan yang belum terjadi. Dan "jangan makan terlalu kenyang" itu artinya kontrol nafsu, karena kenyang berlebihan bikin hati keras.

Tujuannya bukan jadi miskin, tapi jadi merdeka. Merdeka dari perbudakan gaya hidup, merdeka dari pressure sosial, dan merdeka buat fokus ibadah. Itulah zuhud versi gaul: punya dunia di tangan, tapi nggak pernah masuk ke hati.

2. Nasehat

Al-Qur'an:

"Katakanlah: 'Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.'" (QS. An-Nisa: 77)

Hadis Shahih:

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya dan dunia akan datang kepadanya dengan tunduk." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Wahai anak Adam, Aku adalah Dzat yang Maha Kaya, tidak ada yang bisa membuat-Ku miskin. Dan kamu adalah orang yang fakir yang tidak bisa membuat dirimu kaya. Wahai anak Adam, jika kamu bertemu dengan-Ku membawa dosa sepenuh bumi, niscaya Aku akan menemuimu dengan ampunan sepenuh bumi pula." (HR. Tirmidzi)

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: Kenali diri, bahwa kita ini bukan siapa-siapa. Semakin kenal Allah, semakin sadar kita ini kecil.

Hakekatnya: Dunia ini cuma transit, bukan tujuan akhir. Kita numpang minum, nggak selamanya di sini.

Tarekahnya di zaman viral: Challenge diri sendiri buat puasa medsos sehari seminggu. Beli barang karena butuh, bukan karena "biar keren". Nge-post sesuatu karena bermanfaat, bukan cari validasi.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah malam sebelum tidur, tanya diri sendiri:

· Hari ini aku boros nggak?

· Aku pamer nggak di medsos?

· Hati ini masih keruh atau udah mulai jernih?

5. Doa

"Ya Allah, tunjukkan aku kebenaran sebagai kebenaran dan berilah aku kekuatan untuk mengikutinya. Tunjukkan aku kebatilan sebagai kebatilan dan berilah aku kekuatan untuk menjauhinya."

6. Ucapan Terimakasih

Terima kasih buat semua pihak, maaf jika ada salah kata. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#ZuhudViral #TazkiyatunNufus #UmarBinKhattab #MinimalisIslami #MenataHati #Muhasabah #HidupSederhana #DekatKepadaAllah

.............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1587tan. KETIKA RAKUS MENJADI “PENYAKIT” ZAMAN NOW

KETIKA RAKUS MENJADI “PENYAKIT” ZAMAN NOW

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 04 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal

Tiga perkara mengakibatkan (mengundang) tiga malapetaka, yaitu:

1. Sibuk dengan urusan duniawi, pasti tertimpa derita kesibukan yang tiada henti-hentinya,

2. Rakus harta, pasti tertimpa derita kekurangan (kemiskinan),

3. Kikir harta, pasti tertimpa kekacauan yang tiada senangnya”. (AlHadis).

.........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat, hadis di atas bukan sekadar nasihat zaman old. Ini semacam “diagnosis” spiritual buat kita yang hidup di era scroll tanpa henti dan hustle culture. Tiga hal yang disebutkan—sibuk dunia, rakus harta, kikir—itu bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tapi tentang ** kondisi hati yang nggak pernah merasa cukup**. Dalam tasawuf, ini disebut ghaflah (kelalaian) yang bikin hati keras dan jauh dari Allah .

Tujuannya sederhana: bukan untuk jadi sempurna, tapi supaya hati kita nggak keropos oleh “racun” dunia yang tak ada habisnya .

---

2. Nasehat

Ayat Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9) 

Hadis Shahih:

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah, dan fitnah umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi) 

Hadis Qudsi (makna): Allah berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56).

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Zaman Viral

Makrifat: Harta itu bukan tujuan, cuma alat. Kalau hati udah “nyaman” sama alat, kita bakal lupa siapa yang kasih alat itu .

Hakekat: Rakus dan kikir itu sebenarnya kikir terhadap diri sendiri. Kita menahan kebaikan yang seharusnya mengalir .

Tarekah: Di zaman viral, unfollow akun yang bikin kamu insecure sama gaya hidup orang. Follow akun yang bikin hati inget akhirat. Ini bukan toxic positivity, tapi manajemen konsumsi hati.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ada Takhalli (bersihin hati dari sifat tercela), Tahalli (hiasi dengan sifat terpuji), Tajalli (pancaran kedekatan dengan Allah) .

Muhasabah praktis malam ini:

· Pertanyaan 1: “Sibuk ini, buat siapa?”

· Pertanyaan 2: “Apa yang aku rakusin hari ini? Rezeki atau validasi?”

· Pertanyaan 3: “Kapan terakhir aku sedekah tanpa mikir ‘nanti dulu’?” 

Jawab sendiri, jangan di-share. Cukup antara kamu sama Allah.

---

5. Doa

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil, pemalas, usia yang menghinakan, dan fitnah kehidupan serta kematian .

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, jangan biarkan aku sibuk mengejar yang haram. Jernihkan hati ini dari kerak rakus dan kikir. Aamiin.

---

6. Ucapan Terimakasih dan Ma’af

Terima kasih buat yang udah baca sampai habis. Ma’af kalau ada kata yang kurang berkenan, khilaf dan salah itu murni dari kelemahan aku sebagai hamba.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Rakus #Berkhayat #Muhasabah #Tasawuf #MenataHati #JanganKikir #CukupkanHati


............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—