Tuesday, May 12, 2026

1048d. AGUNGNYA HARI KIAMAT.

 


Bismillahirrahmanirrahim.

Senin, 11 Mei 2026.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah nyantri bareng Ust. Masykuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar (Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi). EDISI 1048.

Bab 30. Agungnya (Besarnya) Hari Kiamat.

Didalam hadits diceritakan: Sesungguhnya agungnya hari kiamat itu, adalah (ketika) seorang hamba waktu di dunia dikembalikan, ketika keluarnya ruh, tatkala kedua matanya melotot, kedua hidungnya keluar ingus, bibirnya dan jenggotnya sudah jatuh, keringat mengucur di dahinya, kedua telinganya sudah buntu, lidahnya sudah membeku, maka dia tidak bisa menjawapi suatu jawaban, dan tidak bisa menolak perkataan, matanya sudah cekung, sudah kendur ruas-ruas (otot), dan sudah putus sanak saudaranya, dan kekasihnya sudah membenci dirinya, dan sudah pisah dengan kaum kerabatnya, dan kedua malaikat sudah meninggalkannya. Maka tinggallah hamba itu dalam kebingungan, akalnya sudah berubah. Yang memungkinkan setan untuk merampas (keimanan) hamba tersebut pada saat yang agung itu, sedangkan pintu taubat telah ditutup. Maka lebih utamanya perkataan seorang hamba waktu itu adalah kalimat syahadat.

“Aku bersaksi sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah.”

Adapun besarnya hari kiamat, ketika seorang hamba ditolak di akhirat. Tatkala sangkala ditiup, maka bangkitlah para makhluk (dari) dalam kuburnya, dan orang yang dianiaya bergantung (menurut) pada orang yang menganiayanya, saksinya adalah Para malaikat, sedangkan yang menanya adalah Allah Ta’ala, siksa itu ada di Jahannam, sedangkan kenikmatan Itu ada di surga. Dan setiap wanita yang hamil telah melahirkan kandungannya, engkau lihat manusia dalam keadaan mabuk, (padahal) tidak ada sesuatu yang menyebabkan ia mabuk, akan tetapi siksa Allah itu lebih pedih. Dan anak-anak kecil telah beruban pada hari itu. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu, Jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.” (QS. Al-Muzammil: 17).

Allah Ta’ala berfirman:

“Tidak ada siksa atas mereka, melainkan satu teriakan saja.” (QS. Yaasiin: 29)

“Lalu orang-orang yang sama takut kepada Tuhannya mereka digiring ke surga dengan kelompok-kelompok.” (QS. Az-Zumar: 73)

........

AGUNGNYA HARI KIAMAT

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)


Mukadimah

Bismillāhir-Rahmānir-Rahīm.

Segala puji bagi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā yang menghidupkan dan mematikan, yang menggenggam ruh seluruh makhluk, dan yang akan membangkitkan manusia pada Hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan seluruh amalnya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita , keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Hari kiamat adalah hari yang paling agung, paling dahsyat, dan paling menentukan nasib manusia. Tidak ada kekuasaan, jabatan, harta, keturunan, ataupun popularitas yang mampu menyelamatkan seseorang kecuali rahmat Allah dan amal salehnya.


MAKNA (TAFSIR) ISI REDAKSI

Dalam perspektif tasawuf, pembahasan tentang hari kiamat bukan sekadar menakut-nakuti manusia, tetapi untuk:

  • membersihkan hati,
  • melembutkan jiwa,
  • menghancurkan kesombongan,
  • serta membangunkan manusia dari kelalaian dunia.

Teks di atas menggambarkan dua keadaan besar:

1. Sakaratul Maut (Kiamat Kecil)

Saat ruh dicabut:

  • mata melotot,
  • lidah membeku,
  • tubuh melemah,
  • keluarga tak mampu menolong,
  • akal mulai berubah,
  • setan datang menggoda keimanan terakhir manusia.

Inilah saat paling kritis dalam kehidupan seorang hamba.

Tasawuf memandang bahwa:

“Siapa yang hidup dalam kelalaian, maka ia akan sulit mengingat Allah ketika sakaratul maut.”

Karena itu para ulama salaf sangat takut kepada su’ul khatimah (akhir yang buruk).


2. Kiamat Besar

Ketika sangkakala ditiup:

  • seluruh manusia bangkit,
  • orang zalim dituntut,
  • amal dibuka,
  • Allah menjadi Hakim,
  • surga dan neraka diperlihatkan.

Hari itu:

  • ibu melupakan anaknya,
  • manusia seperti mabuk,
  • anak kecil beruban,
  • gunung beterbangan,
  • langit terbelah.

Itulah hari kehancuran seluruh kesombongan dunia.


HUKUM (AHKAM)

1. Wajib mengimani hari kiamat

Termasuk rukun iman.

Allah Ta‘ālā berfirman:

“Dan mereka yakin akan adanya akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 4)

Orang yang mengingkari hari akhir dapat merusak aqidahnya.


2. Haram lalai dari persiapan akhirat

Allah berfirman:

“Janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian.” (QS. Luqman: 33)

Terlalu tenggelam dalam dunia hingga lupa akhirat termasuk penyakit hati.


3. Sunnah memperbanyak mengingat kematian

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”


HIKMAH DAN PELAJARAN (IBRAH)

1. Dunia hanyalah tempat singgah

Rumah, kendaraan, jabatan, dan harta semuanya akan ditinggalkan.

Yang ikut hanyalah:

  • amal,
  • iman,
  • dan keikhlasan.

2. Lidah yang biasa berdzikir akan mudah mengucap syahadat

Kalimat:

“Lā ilāha illallāh”

akan ringan bagi orang yang membiasakannya sewaktu hidup.


3. Kezaliman sekecil apa pun akan dibalas

Di hari kiamat:

  • orang yang dizalimi menuntut,
  • amal kebaikan dipindahkan,
  • dosa orang lain dapat dipikulkan.

4. Kecintaan kepada dunia adalah akar kelalaian

Tasawuf mengajarkan:

“Hati yang penuh dunia sulit melihat akhirat.”


DALIL QURAN – HADIS – HADIS QUDSI

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta‘ālā berfirman:

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Allah Ta‘ālā berfirman:

“Pada hari manusia lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya.” (QS. ‘Abasa: 34–35)

Allah Ta‘ālā berfirman:

“Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang beterbangan.” (QS. Al-Qari‘ah: 4)


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang cerdas adalah orang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”


Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa akhir perkataannya ‘Lā ilāha illallāh’, maka ia masuk surga.”


Hadis Qudsi

Allah Ta‘ālā berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”


ANALISIS DAN ARGUMENTASI

Mengapa manusia takut kematian?

Karena:

  • cinta dunia,
  • banyak dosa,
  • sedikit amal,
  • dan jarang mengingat akhirat.

Orang yang hatinya dekat dengan Allah akan memandang kematian sebagai:

pintu pertemuan dengan Rabb-nya.

Sedangkan pecinta dunia memandang kematian sebagai:

akhir seluruh kenikmatan.


Mengapa fitnah akhir zaman semakin berat?

Karena manusia modern:

  • sibuk pencitraan,
  • haus validasi,
  • mengejar viralitas,
  • melupakan akhirat.

Media sosial membuat banyak orang:

  • tertawa dalam maksiat,
  • memamerkan dosa,
  • merendahkan agama,
  • dan merasa aman dari azab Allah.

Padahal kematian datang tanpa pemberitahuan.


AMALAN (IMPLEMENTASI)

1. Membaca syahadat setiap hari

Biasakan:

“Lā ilāha illallāh”

minimal 100 kali sehari.


2. Tidur dalam keadaan taubat

  • memaafkan orang lain,
  • istighfar,
  • membaca dzikir malam.

3. Ziarah kubur

Untuk melembutkan hati dan mengingat akhirat.


4. Menjaga shalat berjamaah

Karena shalat adalah cahaya di kubur dan hari kiamat.


5. Bersedekah

Sedekah akan menjadi naungan di hari kiamat.


RELEVANSI YANG VIRAL DI ZAMAN SEKARANG

Hari ini banyak manusia:

  • takut kehilangan followers,
  • tetapi tidak takut kehilangan iman,
  • takut miskin,
  • tetapi tidak takut neraka,
  • sibuk mempercantik wajah,
  • tetapi lupa memperbaiki hati.

Banyak konten:

  • membuka aurat,
  • menghina agama,
  • menormalisasi maksiat,
  • mempermainkan ayat dan hadis demi hiburan.

Padahal:

semua ucapan dan postingan akan dihisab.

Allah berfirman:

“Tidaklah suatu kata diucapkan melainkan ada malaikat yang mencatat.” (QS. Qaf: 18)


MOTIVASI

Jangan putus asa.

Selama ruh belum sampai tenggorokan:

  • pintu taubat masih terbuka,
  • dosa masih bisa diampuni,
  • hidup masih bisa diperbaiki.

Orang yang hari ini penuh dosa bisa menjadi wali Allah bila benar taubatnya.


MUHASABAH & CARANYA

Pertanyaan Muhasabah

  • Sudahkah aku siap mati malam ini?
  • Apa amal terbaikku?
  • Apa dosa yang belum ditaubati?
  • Apakah hartaku halal?
  • Apakah aku pernah menzalimi orang?

Cara Muhasabah

1. Luangkan waktu sebelum tidur

Evaluasi dosa dan amal harian.

2. Kurangi cinta dunia

Sederhanakan hidup.

3. Perbanyak dzikir

Dzikir membersihkan hati.

4. Berkumpul dengan orang saleh

Karena lingkungan mempengaruhi akhir hidup.


KEMULIAAN DAN KEHINAAN

Di Dunia

Kemuliaan:

  • hati tenang,
  • wajah bercahaya,
  • dicintai orang saleh.

Kehinaan:

  • gelisah,
  • rakus,
  • sombong,
  • keras hati.

Di Alam Kubur

Kemuliaan:

  • kubur lapang,
  • diterangi amal saleh,
  • mendapat nikmat kubur.

Kehinaan:

  • kubur sempit,
  • azab kubur,
  • penyesalan panjang.

Di Hari Kiamat

Kemuliaan:

  • wajah berseri,
  • mendapat syafaat,
  • menerima catatan amal dengan tangan kanan.

Kehinaan:

  • wajah hitam,
  • malu di hadapan makhluk,
  • diseret ke neraka.

Di Akhirat

Kemuliaan:

  • melihat Allah,
  • tinggal di surga,
  • hidup abadi dalam kenikmatan.

Kehinaan:

  • penyesalan tanpa akhir,
  • azab Jahannam,
  • jauh dari rahmat Allah.

DOA

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ، وَهَوِّنْ عَلَيْنَا سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَوِّرْ قُبُورَنَا، وَثَبِّتْنَا عِنْدَ السُّؤَالِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amal kami adalah penutupnya, sebaik-baik hari kami adalah hari perjumpaan dengan-Mu, mudahkanlah sakaratul maut kami, terangilah kubur kami, teguhkan kami ketika ditanya, dan jadikan kami termasuk penghuni surga.”

Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.


UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada seluruh kaum muslimin yang masih mau:

  • menghadiri majelis ilmu,
  • membaca nasihat agama,
  • mengingat akhirat,
  • dan memperbaiki hati.

Semoga Allah menjaga iman kita di akhir zaman yang penuh fitnah ini.

Jangan lelah mengingatkan manusia kepada Allah, karena bisa jadi satu nasihat menjadi sebab keselamatan seseorang di hari kiamat.

---

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

—M. Djoko Ekasanu—

Semoga manfaat & jadi cahaya menuju hari pertemuan sama Allah.

---..........


---


Bismillahirrahmanirrahim.

Senin, 11 Mei 2026.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Woy, njenengan para pecinta ilmu dan pencari ndang ndut spiritual!

Ada oleh-oleh maghriban dari pesantren Darul Falah lagi nyantri bareng Ust. Masykuri, bedah tipis-tipis kitab Daqoiqul Akhbar (karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi).

Edisi 1048 – hot banget!


---


Bab 30. GILA GAK SIH BESARNYA HARI KIAMAT? 😱


Ringkasan dari hadits (narasi gaul, tapi makna tetap)


Dalam hadits diceritakan:

Bener-bener gede banget dah hari kiamat itu, yaitu saat seorang hamba di dunia ini dipanggil pulang – waktu ruhnya mau keluar.

Begini kondisinya:


· Matanya melotot kayak habis lihat tagihan utang

· Hidungnya keluar ingus (maaf ya, nggak lucu sih)

· Bibir dan jenggotnya udah pada lemes

· Keringat ngalir di dahi

· Dua kuping dah buntu total (gak bisa denger Spotify)

· Lidahnya beku (gak bisa ngomong “woles” pun)

· Matanya cekung

· Otot-otot kendur semua

· Keluarga pada kabur, temen dekat pun males lihat

· Malaikat juga minggat


Akhirnya si hamba tinggal bingung – akalnya udah chaos.

Setan pun ngegas mau ngerampok iman di saat krusial itu, padahal pintu taubat udah ditutup rapat.

Kata terbaik yang bisa diucap di situ ya cuma kalimat syahadat:

“Aku bersaksi sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah.”


---


Soal kiamat besarnya:


Setelah sangkakala ditiup – bruuum – semua makhluk bangkit dari kubur.

Orang yang pernah dizalimi bakal ngegantungin pelakunya.

Saksi? Malaikat. Hakim? Allah langsung. Hukuman? Neraka. Enaknya? Surga.


Firman Allah:


“Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu, jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.” (QS. Al-Muzammil: 17)

Dan:

“Tidak ada siksa atas mereka, melainkan satu teriakan saja.” (QS. Yaasiin: 29)

“Lalu orang-orang yang takut kepada Tuhannya mereka digiring ke surga dengan kelompok-kelompok.” (QS. Az-Zumar: 73)


---


🧠 Tafsiran ala Santuy (Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)


Mukadimah


Bismillah… Puji Allah, karena Dia yang gangerti hidup, mati, dan bakal ngebangunin semua orang di Hari Kiamat.


Ngomongin kiamat tuh bukan buat bikin takut-takut receh, tapi biar hati bersih, jiwa adem, sombong ilang, dan kita sadar dari tidur nyenyak di dunia fana ini.


---


1. Sakaratul Maut (Kiamat kecil)


Pas ruh mau dicabut: mata melotot, lidah beku, badan lemes, keluarga gak bisa bantu apa-apa, akal minggir, setan 'nggoda' iman penghabisan.

Ini momen paling kritis – kalah sama final Champions League.


Nasihat kaum sufi:


“Siapa hidupnya lalai, pas sakaratul maut bakal susah ngucap ‘Allah’.”


Makanya para ulama dulu takut banget sama su’ul khatimah (akhir yang buruk).


---


2. Kiamat Besar


Sangkakala ditiup → manusia bangkit semua.

Yang zalim dituntut, amal dibuka, Allah jadi Hakim, surga-neraka keliatan.


Hari itu:


· Ibu lupa sama anaknya sendiri

· Manusia pada kayak mabuk padahal gak minum

· Anak kecil bisa beruban (serius, gila banget)

· Gunung pada terbang, langit sobek


Semua kegeeran dunia hancur dalam sekejap.


---


📜 Hukumnya (Yang Perlu Njenengan Tahu)


1. Wajib iman sama hari kiamat – ini rukun iman nomor lima ya. Allah firman (QS. Al-Baqarah: 4) → “Dan mereka yakin akan adanya akhirat.”

2. Haram kalau sampe lalai gak siap-siap. Allah firman (QS. Luqman: 33) → “Janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian.”

3. Sunnah sering inget mati. Sabda Nabi: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”


---


💡 Hikmah Biar Nggak Cuma Toxic Doang


· Dunia cuma transit – rumah mewah, mobil, jabatan, followers semua bakal ditinggal. Yang ikut cuma amal, iman, ikhlas.

· Lidah yang biasa dzikir bakal auto ngucap syahadat pas genting.

· Kezaliman sekecil apapun pasti ada balasannya – yang dizalimi bakal nuntut.

· Cinta dunia itu akar kelalaian. Pesan tasawuf: “Hati yang penuh dunia susah lihat akhirat.”


---


🕌 Dalil Quran – Hadis – Hadis Qudsi (Teks asli, gak diganti gaya gaul)


QS. Ali ‘Imran: 185 – “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

QS. ‘Abasa: 34–35 – “Pada hari manusia lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya.”

QS. Al-Qari‘ah: 4 – “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang beterbangan.”


Hadits Nabi: “Orang cerdas adalah orang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”

Hadits: “Barang siapa akhir perkataannya ‘Lā ilāha illallāh’, maka ia masuk surga.”


Hadits Qudsi: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”


---


🧐 Analisis: Kenapa Kita Takut Mati?


Karena:


· Cinta dunia ❤️‍🔥

· Dosa numpuk

· Amal masih pas-pasan

· Jarang inget akhirat


Tapi orang hatinya dekat Allah, mati itu kayak pindah ke rumah yang lebih enak – ketemu sama Rabb-nya.

Pecinta dunia malah ngerasa kiamat itu akhir dari segalanya.


---


📱 Relevan Viral di Zaman Now


Zaman sekarang:


· Orang takut loss followers, tapi gak takut kehilangan iman.

· Takut miskin, gak takut neraka.

· Sibuk skincare wajah, tapi hati dibiarin berkarat.


Banyak konten:


· Buka aurang dengan gaya

· Hina agama pake meme

· Normalkan maksiat

· Ayat dijadikan bahan lawakan


Padahal: semua postingan, komen, status bakal dihisab.

Allah firman (QS. Qaf: 18) – “Tidaklah suatu kata diucapkan melainkan ada malaikat yang mencatat.”


---


💪 Motivasi Biar Gas Terus


Jangan putus asa! Selama ruh belum sampai tenggorokan:


· Pintu taubat masih kebuka

· Dosa masih bisa diampuni

· Hidup masih bisa diperbaiki


Orang yang sekarang penuh dosa, bisa jadi wali Allah kalau taubatnya serius.


---


🔍 Muhasabah (Introspeksi ala Anak Kekinian)


Pertanyaan buat njenengan tiap malem:


· “Aku udah siap mati malam ini?”

· “Amal terbaikku hari ini apa?”

· “Dosa yang belum aku taubati?”

· “Hartaku halal semua?”

· “Pernah zalimin orang?”


Caranya gampang:


1. Luangin waktu 5 menit sebelum tidur – evaluasi.

2. Kurangi vibe cinta dunia – hidup sederhana aja.

3. Perbanyak dzikir – bikin hati glowing.

4. Nongkrong sama orang saleh – lingkungan ngaruh banget.


---


👑 Kemuliaan vs Kehinaan


Di dunia


· Mulia: hati tenang, wajah cerah, disayang orang baik.

· Hina: gelisah, serakah, sombong, keras hati.


Di kubur


· Mulia: kubur lapang, terang benderang, dapat nikmat kubur.

· Hina: sempit, azab, penyesalan abadi.


Di kiamat


· Mulia: wajah berseri, dapet syafaat, catatan amal di tangan kanan.

· Hina: wajah item, malu-maluin, diseret ke neraka.


Di akhirat


· Mulia: lihat Allah, tinggal di surga forever.

· Hina: sesal tiada akhir, siksa jahanam, jauh dari rahmat Allah.


---


🤲 Doa Versi Santuy Tapi Sarat Makna


“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amal kami adalah penutupnya, sebaik-baik hari kami adalah hari perjumpaan dengan-Mu, mudahkanlah sakaratul maut kami, terangilah kubur kami, teguhkan kami ketika ditanya, dan jadikan kami termasuk penghuni surga. Āmīn.”


---


🙏 Ucapan Terima Kasih (Biarpun Receh Tulus)


Makasih ya buat semua muslim dan muslimah yang masih mau:


· Dateng majelis ilmu (walau online)

· Baca nasihat agama yang ngena di hati

· Ingat akhirat di tengah heboh dunia

· Perbaiki hati pelan-pelan


Semoga Allah jagain iman kita di akhir zaman yang penuh toxic dan FOMO ini.

Jangan bosen ngajak baik ke sesama – siapa tahu satu nasihat receh kita bisa jadi penyelamat seseorang di padang mahsyar.


---


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


— M. Djoko Ekasanu —

Semoga manfaat & jadi cahaya menuju hari pertemuan sama Allah.

...........

Sunday, May 10, 2026

1047mi. BAHAYA ORANG BERMUKA DUA (ADU DOMBA)

 


Bismillahirahmanirrahim.

Ahad,  9 Mei 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Masjid Nurul Huda oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Zainal kupas tipis tipis kitab Miatu hadisy syarifah

(Karya Syaikh Yusuf An-Nabhani) *Edisi 1047*:

43. 

ذو الوجهين فى الدنبا يأتى يوم القيامة وله وجهان من نار.

Orang yang memiliki muka dua (adu domba) di dunia maka akan datang di hari qiyamat dengan memiliki dua muka dari Neraka.

.........

BULETIN TAUZIAH

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“BAHAYA ORANG BERMUKA DUA (ADU DOMBA)”

Hadis:

ذُو الْوَجْهَيْنِ فِي الدُّنْيَا يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَهُ وَجْهَانِ مِنْ نَارٍ

Artinya:
“Orang yang memiliki dua muka di dunia, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan memiliki dua wajah dari api neraka.”


A. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadis ini menjelaskan tentang buruknya sifat dzul wajhain (bermuka dua), yaitu seseorang yang menampilkan wajah dan ucapan berbeda kepada setiap kelompok demi kepentingan duniawi.

Ia memuji seseorang di hadapan, namun mencela di belakang.
Ia berbicara manis kepada satu pihak, lalu memanas-manasi pihak lain.
Ia menjadi penyebab pecahnya ukhuwah, perselisihan keluarga, fitnah majelis, dan kerusakan hati manusia.

Dalam perspektif tasawuf, penyakit ini lahir dari:

  • cinta dunia,
  • riya’,
  • takut kehilangan kedudukan,
  • lemahnya muraqabah kepada Allah,
  • serta kotornya hati.

Orang bermuka dua sebenarnya tidak memiliki keteguhan iman. Lisannya berubah mengikuti keuntungan.


B. Hukum (Ahkam)

Hukum Bermuka Dua:

Haram dan termasuk dosa besar.

Karena:

  • mengandung dusta,
  • pengkhianatan,
  • adu domba,
  • memecah persaudaraan,
  • merusak amanah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sejelek-jelek manusia ialah yang bermuka dua; mendatangi satu kaum dengan satu wajah dan kaum lain dengan wajah yang lain.”

Hadis ini menunjukkan bahwa perilaku tersebut termasuk akhlak tercela yang dibenci Allah.


C. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  1. Lidah dapat menjadi sebab masuk surga atau neraka.
  2. Hati yang tidak ikhlas melahirkan kemunafikan.
  3. Persaudaraan hancur karena fitnah lisan.
  4. Orang bermuka dua tampak manis di dunia namun hina di sisi Allah.
  5. Kejujuran lebih berat dijaga daripada sekadar ibadah lisan.
  6. Tasawuf mengajarkan kesatuan antara:
    • hati,
    • ucapan,
    • dan perbuatan.

D. Dalil Al-Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi

Dalil Al-Qur’an

1. Larangan Adu Domba

“Dan janganlah engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang suka mencela dan menyebarkan fitnah.”
(QS. Al-Qalam: 10–11)

2. Ancaman bagi Pendusta

“Laknat Allah bagi orang-orang yang berdusta.”
(QS. Ali ‘Imran: 61)

3. Perintah Menjaga Persaudaraan

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga tukang adu domba.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut terhadap keburukan lisannya.”
(HR. Bukhari)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam keduanya maka Aku akan mengazabnya.”

Orang bermuka dua sering lahir dari kesombongan batin dan ingin dipuji semua pihak.


E. Analisis dan Argumentasi

Mengapa orang menjadi bermuka dua?

1. Takut kehilangan keuntungan dunia

Ia ingin diterima semua kelompok.

2. Lemah iman

Tidak yakin bahwa rezeki dan kemuliaan datang dari Allah.

3. Penyakit cinta pujian

Ia ingin dianggap baik oleh semua orang.

4. Tidak menjaga lisan

Lidah lebih cepat daripada akal dan hati.


Dalam Tasawuf

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa penyakit lisan termasuk penyakit hati paling berbahaya, sebab:

  • mudah dilakukan,
  • sulit disadari,
  • namun besar dosanya.

Orang bermuka dua sering terlihat:

  • ramah,
  • religius,
  • pandai berbicara, tetapi merusak dari belakang.

F. Amalan (Implementasi)

Cara Menghindari Sifat Bermuka Dua

1. Biasakan berkata jujur

Walaupun pahit.

2. Diam jika tidak membawa manfaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”

3. Jangan menyampaikan semua yang didengar

Karena belum tentu benar.

4. Perbanyak dzikir

Dzikir membersihkan hati dari niat buruk.

5. Pilih lingkungan shalih

Karena majelis buruk melatih gibah dan fitnah.

6. Muhasabah sebelum tidur

Tanyakan:

  • Apakah hari ini aku menyakiti orang dengan lisanku?
  • Apakah aku berbeda ucapan di depan dan belakang?

G. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era media sosial:

  • fitnah sangat cepat,
  • potongan video dipelintir,
  • chat disebarkan,
  • berita belum tentu benar langsung diviralkan.

Banyak orang:

  • baik di komentar,
  • tetapi menghina di grup tertutup,
  • memuji di depan kamera,
  • namun mencela di belakang.

Fenomena:

  • buzzer,
  • provokasi,
  • akun palsu,
  • gosip digital,
  • konten adu domba, merupakan bentuk modern dari “dua muka”.

Akibatnya:

  • keluarga pecah,
  • umat terbelah,
  • persahabatan rusak,
  • hati menjadi keras.

H. Motivasi

Jadilah pribadi yang:

  • sama ucapan di depan dan belakang,
  • jujur meski pahit,
  • menjaga kehormatan sesama muslim.

Kejujuran mungkin membuat manusia marah sementara, tetapi menyelamatkan di sisi Allah selamanya.

Sedangkan kemunafikan mungkin membuat manusia senang sesaat, namun menjadi api di akhirat.


I. Muhasabah & Caranya

Tanda-tanda Bermuka Dua:

  • suka membicarakan orang berbeda-beda,
  • memuji berlebihan di depan,
  • mencela di belakang,
  • membawa cerita dari satu pihak ke pihak lain,
  • senang melihat konflik.

Cara Mengobati:

  1. Taubat sungguh-sungguh.
  2. Meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
  3. Menahan diri dari gosip.
  4. Mengurangi bicara yang tidak penting.
  5. Memperbanyak istighfar.
  6. Membaca:
    • istighfar 100x,
    • shalawat,
    • dzikir hati.

J. Kemuliaan dan Kehinaan

1. Di Dunia

Kemuliaan Orang Jujur:

  • dipercaya,
  • dicintai,
  • hati tenang,
  • doanya mudah diterima.

Kehinaan Orang Bermuka Dua:

  • tidak dipercaya,
  • dibenci diam-diam,
  • hidup penuh kepura-puraan,
  • hati gelisah.

2. Di Alam Kubur

Orang Jujur:

  • kuburnya dilapangkan,
  • diberi ketenangan.

Orang Bermuka Dua:

  • lisannya menjadi saksi,
  • mendapat azab akibat fitnah dan dusta.

3. Di Hari Kiamat

Hadis menyebutkan:

“Datang dengan dua wajah dari api neraka.”

Maknanya:

  • kehinaannya diperlihatkan,
  • kemunafikannya dibuka,
  • aibnya tampak di hadapan manusia.

4. Di Akhirat

Orang Ikhlas:

  • dekat dengan Allah,
  • masuk surga bersama orang shalih.

Orang Bermuka Dua:

  • terancam azab,
  • jauh dari rahmat Allah,
  • berkumpul bersama para pendusta dan pengkhianat.

K. Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّادِقِينَ

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya’, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang jujur.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang beriman.”


L. Penutup & Ucapan Terima Kasih

Semoga Allah menjaga:

  • lisan kita,
  • hati kita,
  • majelis kita,
  • dan persaudaraan kita dari fitnah serta kemunafikan.

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang masih mau memperbaiki diri, menjaga ukhuwah, dan menahan lisan demi mencari ridha Allah.

“Keselamatan seorang hamba banyak bergantung pada penjagaan lisannya.”

Semoga buletin ini menjadi sebab:

  • lembutnya hati,
  • bersihnya jiwa,
  • dan selamatnya kita di hari kiamat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

......................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

.....................

Berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai tapi tetap sopan, dengan arti ayat dan hadis tetap sesuai aslinya (tidak diubah). Kata "gue" sudah diganti "aku", dan "lo" diganti "njenengan".


---


Bismillahirahmanirrahim.


Ahad, 9 Mei 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo-halo para pencari ilmu kece, ada kiriman dari Masjid Nurul Huda buat maghriban ngaji bareng Ust. Zainal, kupas tuntas-tipis gaya santuy kitab Miatu hadisy syarifah (Karya Syaikh Yusuf An-Nabhani) Edisi 1047:


43.


ذو الوجهين فى الدنبا يأتى يوم القيامة وله وجهان من نار.


Artinya: Orang yang memiliki muka dua (adu domba) di dunia maka akan datang di hari qiyamat dengan memiliki dua muka dari Neraka.


……….


BULETIN TAUZIAH (Versi Gaul Santuy)

Tema: Bahaya Jadi Crazy Rich Dua Muka


---


A. Makna (Redaksi Singkatnya)


Hadis di atas ngingetin kita kalau orang yang doyan dua muka—di depan A bilang A, di depan B bilang B, sukanya ngadu domba—nanti di kiamat bakal datang dengan dua muka dari api neraka. Ngeri kan?


Dalam bahasa tasawuf modern: penyakit ini muncul dari cinta dunia, pamer (riya'), takut kehilangan posisi, lupa kalau Allah selalu ngeliat, plus hati yang kotor.


Pokoknya, orang bermuka dua itu imannya lagi drop. Lidahnya plintir-plintir ikut cuan dan keuntungan.


---


B. Hukum (Haraf Banget)


Hukumnya: Haram & masuk dosa besar.


Soalnya mengandung:


· Bohong

· Khianat

· Adu domba

· Bikin persaudaraan retak

· Ngerusak amanah


Rasulullah ﷺ bilang:

"Sejelek-jelek manusia ialah yang bermuka dua; mendatangi satu kaum dengan satu wajah dan kaum lain dengan wajah yang lain."


Jadi, gasuka.


---


C. Hikmah (Buat Renungan Santuy)


· Lidah bisa jadi tiket surga atau tiket neraka.

· Hati yang nggak ikhlas bikin sifat munafik.

· Persaudaraan ancur karena gosip.

· Orang bermuka dua keliatan manis di dunia, tapi di sisi Allah hina.

· Jujur itu lebih berat daripada sekadar ibadah lisan.

· Tasawuf ngajarin hati = ucapan = perbuatan harus sinkron.


---


D. Dalil (Tetap Orisinal, Gaul Tetep Sopan)


Al-Qur'an:


1. "Dan janganlah engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang suka mencela dan menyebarkan fitnah." (QS. Al-Qalam: 10–11)

2. "Laknat Allah bagi orang-orang yang berdusta." (QS. Ali 'Imran: 61)

3. "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)


Hadis:


· "Tidak akan masuk surga tukang adu domba." (HR. Bukhari & Muslim)

· "Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut terhadap keburukan lisannya." (HR. Bukhari)


Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam keduanya maka Aku akan mengazabnya."


---


E. Analisis (Biar Nggak Cuma Baper)


Kenapa seseorang bisa jadi wajah dua?


1. Takut kehilangan keuntungan dunia → pengen diterima semua kalangan.

2. Iman lagi lemah → lupa rezeki dari Allah.

3. Demi pujian → pengen dianggap baik semua orang.

4. Lidahnya nggak terkontrol → kecepetan ngomong.


Menurut Imam Al-Ghazali (udah expert), penyakit lisan ini berbahaya banget karena:


· Gampang dilakukan

· Susah disadari

· Dosanya gede


Orang dua muka biasanya keliatan ramah, alim, jago ngomong, tapi di belakang suka nusuk.


---


F. Amalan Biar Nggak Jadi Dua Muka


1. Biasakan jujur – walaupun rasanya pahit.

2. Diem lebih baik kalau nggak bermanfaat. Ingat sabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam."

3. Jangan share semua info yang belum tentu bener.

4. Perbanyak dzikir – buat bersihin hati.

5. Pilih circle yang shalih – biar nggak ikut-ikutan ghibah.

6. Muhasabah sebelum tidur – tanya diri: "Hari ini aku nyakitin orang lewat lisan nggak? Aku beda ucapan di depan & belakang?"


---


G. Relevansi (Viral Zaman Now)


Di era medsos:


· Fitnah secepat tren TikTok

· Chat disebar, video dipelintir

· Banyak orang baik di komen tapi hate di grup

· Puji di depan kamera, belakangnya nyela


Fenomena kayak buzzer, provokasi, akun anonim, konten adu domba itu bentuk modern dari bermuka dua.


Akibatnya? Keluarga pecah, umat terbelah, sahabatan ancur, hati jadi keras.


---


H. Motivasi (Biar Semangat Jujur)


Jadilah pribadi yang:


· Ucapannya sama di depan & belakang

· Jujur meskipun pahit

· Jaga kehormatan sesama muslim


Jujur memang kadang bikin orang sewot sementara, tapi selamet di sisi Allah.

Munafik bikin orang seneng sesaat, tapi jadi api di akhirat.


---


I. Muhasabah (Cek Diri Yuk)


Tanda-tanda bermuka dua:


· Suka ngomongin orang beda-beda

· Puji bejibun di depan, jelekin di belakang

· Suka bawa cerita bolak-balik

· Seneng ngeliat konflik


Cara ngobatin:


· Taubat sungguh-sungguh

· Minta maaf ke orang yang didzolimi

· Tahan diri dari gosip

· Kurangi ngomong nggak penting

· Perbanyak istighfar (100x) + shalawat + dzikir hati


---


J. Kemuliaan vs Kehinaan


Aspek Orang Jujur Orang Dua Muka

Dunia Dipercaya, hati tenang Nggak dipercaya, hidup penuh drama

Kubur Dilapangkan & tenang Lisan jadi saksi, dapat azab

Kiamat Selamat Datang dengan dua muka api neraka

Akhirat Dekat Allah, masuk surga Jauh dari rahmat, berkumpul dengan pendusta


---


K. Doa (Anti Toxic)


"Allahumma thahhir qulubana minan nifaq, wa alsinatana minal kadzib, wa a'malana minar riya', waj'alna minas shadiqin"


Ya Allah, bersihkan hati kami dari munafik, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya', dan jadikan kami orang-orang jujur.


"Rabbana ghfir lana wa liikhwanina wa la taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu"


Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman, jangan jadikan hati kami dengki terhadap orang beriman.


---


L. Penutup (Dengan Santuy & Makasih)


Semoga Allah jaga lisan, hati, majelis, dan persaudaraan kita dari fitnah & kemunafikan.


Makasih banyak buat njenengan semua yang masih mau memperbaiki diri, jaga hubungan, dan nahan lisan demi cari ridha Allah.


"Keselamatan seorang hamba banyak bergantung pada penjagaan lisannya."


Semoga buletin ini bikin hati lembut, jiwa bersih, dan kita selamat di hari kiamat.


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


……….


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Semoga bermanfa'at selalu.


— M. Djoko ekasanU —