Monday, March 30, 2026

1008. Menjaga Hati dari Gemerlap Dunia.

 


Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Kamis, 26 Maret 2026

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Alhamdulillāh, oleh-oleh maghrib’an nyantri di Musholla Baitul Mukhsinin bersama Ustadz A. Zubaidi, mengaji kitab Sullamut Taufiq Karya Abdullah bin Husain bin Tohir Ba Alawi Al-Hadhromi Al-Syafi'i

Di antara pembahasan Pasal Maksiat Badan disebutkan:
Laki-laki balig tidak boleh mengenakan emas atau perak, atau pakaian yang dominan unsur emas/peraknya, kecuali cincin perak.


🌿 Tauziyah Tazkiyatun Nufus

🌾 Intisari Hikmah

Larangan ini bukan sekadar soal logam dan perhiasan, tetapi tentang penjagaan hati dari sifat berlebih-lebihan, kesombongan, dan kecintaan pada gemerlap dunia.
Emas dan perak adalah simbol kemewahan. Bagi laki-laki, syariat mendidik untuk memilih kesederhanaan, agar hati tidak tertambat pada kilau dunia, melainkan bercahaya oleh takwa.

Dalam tasawuf, yang dijaga bukan hanya tangan yang memakai, tetapi qalb (hati) yang merasa bangga.
Karena seringkali bukan emas yang berat, tetapi rasa ingin dipuji itulah yang memberatkan jiwa.

🕊 Nasehat

Wahai diri,
Janganlah engkau mencari kemuliaan dengan sesuatu yang berkilau di luar,
karena kemuliaan sejati adalah cahaya iman di dalam dada.

Jika syariat membatasi yang lahir, itu agar batin menjadi bersih.
Jika tangan tidak memakai emas, semoga hati pun tidak memuja dunia.

Kesederhanaan adalah mahkota orang beriman.
Zuhud bukan berarti miskin, tetapi tidak diperbudak oleh kemewahan.

🌅 Harapan

Semoga kita menjadi hamba yang ringan langkahnya menuju akhirat,
tidak disibukkan oleh penampilan,
tidak diperbudak oleh gengsi,
dan tidak terhijab oleh kemilau dunia.

Semoga pakaian kita sederhana,
namun hati kita mulia.
Semoga cincin perak di jari menjadi sunnah,
bukan gaya hidup yang melalaikan.

🤲 Doa

Allāhumma yā Muqallibal qulūb,
bersihkan hati kami dari cinta dunia yang berlebihan.
Jadikan kami hamba yang menjaga lahir dan batin.
Hiasi kami dengan pakaian takwa,
lebih indah daripada emas dan perak.
Jauhkan kami dari kesombongan yang tersembunyi,
dan kumpulkan kami bersama orang-orang yang zuhud dan ikhlas. Āmīn.


🌸 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para penikmat ilmu yang terus menghadiri majelis,
kepada para guru yang sabar membimbing,
dan kepada setiap hati yang masih rindu belajar demi membersihkan jiwa.

Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi cahaya di hari akhir.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

.........

Berikut versi bahasa gaul kekinian dengan santun, tetap menjaga adab dan isi pesan, ditujukan untuk para sesepuh:


---


Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Kamis, 26 Maret 2026


Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.


Sore ini alhamdulillah, abis maghrib dapet siraman rohani di Musholla Baitul Mukhsinin bareng Ustadz A. Zubaidi. Ngaji kitab Sullamut Taufiq karyanya Abdullah bin Husain bin Tohir Ba Alawi Al-Hadhromi Al-Syafi'i. Asyik banget, santuy tapi dalem.


Nah, di pembahasan soal Maksiat Badan, ada satu poin yang dibahas:


Laki-laki yang sudah balig itu nggak boleh pakai emas atau perak, atau baju yang bahan utamanya emas/perak, kecuali cincin perak. Itu pengecualiannya.


🌿 Tauziyah Tazkiyatun Nufus

🌾 Intisari Hikmah – Versi Kekinian


Sebenernya, larangan ini bukan cuma soal “haram pakai emas” doang. Tapi lebih ke jaga hati biar nggak lebay, nggak sombong, dan nggak tergila-gila sama gemerlap dunia.


Emas sama perak kan simbolnya mewah. Nah buat laki-laki, syariat ini tuh kayak pendidikan biar kita milih yang sederhana. Biar hati kita nggak nempel terus sama kilauan dunia, tapi lebih bercahaya karena takwa.


Dalam dunia tasawuf, yang dijaga bukan cuma fisiknya aja, tapi qalb (hati) yang kadang suka bangga diam-diam. Soalnya kadang yang berat itu bukan logamnya, tapi rasa pengen dipuji. Nah, itu yang bikin jiwa kita jadi terasa berat dan nggak bebas.


🕊 Nasehat – Biar Nggak Ketinggalan Zaman Tapi Tetap Santun


Wahai diri ini,

Jangan cari kemuliaan dari barang-barang yang kinclong di luar sana. Karena kemuliaan sejati itu ya cahaya iman yang ada di dalam dada.


Kalau syariat ngasih batasan soal yang lahir, tujuannya biar batin kita bersih.

Kalau tangan kita nggak makai emas, semoga hati kita juga nggak menjadikan dunia sebagai tuhan.


Sederhana itu mahkota buat orang beriman.

Zuhud bukan berarti miskin, tapi nggak diperbudak sama kemewahan. Gitu, deh.


🌅 Harapan – Pengennya Gitu, Ya


Semoga kita semua bisa jadi hamba yang ringan langkahnya menuju akhirat,

Nggak sibuk mikirin penampilan sampai lupa tujuan,

Nggak gengsi-gengsian,

Dan nggak terhalang (terhijab) sama gemerlapnya dunia.


Semoga pakaian kita sederhana, tapi hati kita mulia.

Semoga cincin perak di jari itu jadi sunnah, bukan gaya hidup yang bikin lupa waktu.


🤲 Doa – Bismillah, Semoga Dikabulkan


Allāhumma yā Muqallibal qulūb,

Ya Allah, yang membolak-balikkan hati,

Bersihkan hati kami dari cinta dunia yang berlebihan.

Jadikan kami hamba yang jaga lahir dan batin.

Hiasi kami dengan pakaian takwa,

Yang lebih indah dari emas dan perak.

Jauhkan kami dari rasa sombong yang tersembunyi,

Dan kumpulkan kami bersama orang-orang yang zuhud dan ikhlas. Āmīn.


🌸 Ucapan Terima Kasih – Dengan Hormat


Terima kasih buat para penikmat ilmu yang masih setia hadir di majelis,

Buat para guru yang sabar banget nuntun,

Dan buat setiap hati yang masih punya rasa rindu buat belajar, biar jiwa ini makin bersih.


Semoga setiap langkah kaki menuju majelis ilmu ini jadi cahaya di hari akhir nanti. Aamiin.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.


Oke deh, semoga berkah.


---

Saturday, March 14, 2026

1007. ANCAMAN UNTUK BERGERAK DAN MENOLEH DALAM SALAT.

 


Sabtu, 14 Mar 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh ngabuburit dari Masjid Baitur Rokhmat, nyantri bareng Ust. Nur Khodim, kupas tipis tipis Kitab At- Targhib wat Tarhib karya Al-Mundzir, *Edisi 1007*:

BAB : ANCAMAN UNTUK BERGERAK DAN MENOLEH DALAM SALAT.

Rasulullah saw. bersabda:

“Menoleh waktu salat adalah godaan setan, yang datang dengan tiba-tiba dalam salat seorang hamba. Sesungguhnya Allah tidak hentinya menghadap kepada hamba dalam salatnya, selama tidak menoleh. Bila dia memalingkan wajahnya, maka Allah meninggalkannya, ” (Lihat kitab Kasyful Ghummah 73/1).

......

Bismillahirahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Sabtu, 14 Maret 2026
Ngabuburit penuh makna dari Masjid Baitur Rokhmat, nyantri bareng Ust. Nur Khodim, mengaji kitab karya .
Edisi 1007 – Bab: Ancaman Bergerak dan Menoleh dalam Salat.


🕌 TAUZIAH TASAWUF: “Jangan Menoleh, Agar Hati Tidak Berpaling”

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Menoleh dalam salat adalah godaan setan yang datang tiba-tiba dalam salat seorang hamba. Allah terus menghadap kepada hamba-Nya selama ia tidak menoleh. Jika ia berpaling, Allah meninggalkannya.”

Hadis ini bukan sekadar larangan fisik menoleh. Dalam perspektif tazkiyatun nufus, ini adalah simbol hati yang berpaling dari Allah.


🌿 1. Analisis Tasawuf: Menoleh = Hati yang Tercuri

Dalam ilmu tasawuf, salat adalah mi’rajul mu’min (tangga naiknya ruh menuju Allah).

Menoleh bukan hanya gerakan leher.
Menoleh adalah:

  • Salat tapi pikiran ke usaha
  • Takbir tapi hati ke jabatan
  • Sujud tapi memikirkan media sosial
  • Duduk tasyahud tapi mengecek notifikasi dalam hati

Di zaman kecanggihan teknologi:

  • HP berbunyi → hati menoleh.
  • Politik memanas → hati menoleh.
  • Ekonomi goyah → hati gelisah.
  • Media sosial ramai → hati terpancing.

Padahal Allah berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyuk dalam salatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Khusyuk adalah tidak menoleh secara lahir dan batin.


📊 2. Argumentasi dalam Konteks Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya

🔹 Dalam Ekonomi

Orang yang hatinya selalu menoleh:

  • Tidak fokus bekerja.
  • Mudah cemas.
  • Mudah iri.
  • Mudah serakah.

Sebaliknya, orang yang khusyuk:

  • Jiwanya stabil.
  • Rezekinya berkah.
  • Tidak panik saat pasar turun.
  • Tidak sombong saat untung naik.

Karena ia sadar:

“Dan di langit terdapat rezekimu.” (QS. Adz-Dzariyat: 22)


🔹 Dalam Politik

Menoleh dalam salat adalah simbol:

  • Mencari perhatian manusia lebih dari Allah.
  • Mengukur harga diri dari jabatan.

Padahal kemuliaan bukan dari kursi, tapi dari kedekatan kepada Allah.


🔹 Dalam Sosial & Budaya

Teknologi membuat manusia cepat menoleh:

  • Chat masuk → menoleh.
  • Trending topic → menoleh.
  • Viral → menoleh.

Hati menjadi pecah-pecah.
Ruh menjadi lelah.

Tasawuf mengajarkan:

Fokus pada Allah → dunia ikut tertata.


✨ 3. Keutamaan Tidak Menoleh (Lahir & Batin)

  1. Allah “menghadap” kepadanya (rahmat & perhatian Ilahi).
  2. Salat menjadi cahaya di dunia.
  3. Wajah bercahaya di alam kubur.
  4. Dihisab dengan ringan.
  5. Mendapat kedudukan mulia di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Salat adalah cahaya.” (HR. Muslim)


⚖ 4. Kemuliaan & Kehinaan

🌟 Jika Tidak Menoleh

Di Dunia:

  • Tenang.
  • Berwibawa.
  • Dicintai orang.
  • Hidupnya terarah.

Di Alam Kubur:

  • Kubur menjadi taman surga.
  • Salat menjadi penolong.

Di Hari Kiamat:

  • Datang dengan wajah bercahaya.
  • Amal diterima.

Di Akhirat:

  • Dekat dengan Allah.
  • Mendapat surga dengan penuh kemuliaan.

⚠ Jika Hati Sering Berpaling

Di Dunia:

  • Gelisah.
  • Tidak puas.
  • Hidup terasa kosong.

Di Alam Kubur:

  • Gelap.
  • Amal salatnya ringan timbangannya.

Di Hari Kiamat:

  • Dipanggil tapi jauh dari rahmat.

Hadis Qudsi:

“Barangsiapa berpaling dari-Ku, Aku akan menjadikan kehidupannya sempit.”
(QS. Thaha: 124)


🪞 5. Muhasabah Diri

Tanya pada diri:

  • Saat takbir, siapa yang aku hadapi?
  • Saat sujud, siapa yang aku pikirkan?
  • Saat doa, siapa yang aku harapkan?

Jangan-jangan kita tidak menoleh dengan leher, tapi hati kita berkeliling ke mana-mana.


🛠 6. Cara Melatih Agar Tidak Menoleh

1️⃣ Matikan gangguan sebelum salat

HP silent. Pikiran dikosongkan.

2️⃣ Datang lebih awal ke masjid

Agar jiwa tenang.

3️⃣ Pahami arti bacaan salat

Hati akan terikat pada makna.

4️⃣ Latih muraqabah

Merasa dilihat Allah.

5️⃣ Kurangi keterikatan dunia

Perbanyak dzikir.


🌺 7. Harapan & Motivasi

Jika hari ini kita masih sering menoleh,
jangan putus asa.

Allah tidak mencari kesempurnaan, Allah mencari kesungguhan.

Satu salat yang benar-benar khusyuk, bisa mengubah arah hidup.


🤲 Doa

Ya Allah…
Jangan Engkau biarkan hati kami menoleh kepada selain-Mu.
Jadikan salat kami sebagai pertemuan yang penuh cinta.
Jadikan dunia di tangan kami, bukan di hati kami.
Terangi kubur kami dengan cahaya salat.
Ringankan hisab kami di hari kiamat.
Masukkan kami ke surga-Mu tanpa rasa takut dan tanpa hisab.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Terima kasih kepada njenengan semua penikmat ilmu yang istiqamah ngabuburit dalam majelis dzikir dan tafakur.

Semoga Allah menjadikan setiap langkah ke masjid sebagai penghapus dosa, pengangkat derajat, dan cahaya di akhirat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.......

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


Sabtu, 14 Maret 2026

Ngabuburit-nya makin berasa manfaatnya dari Masjid Baitur Rokhmat, ngaji santai tapi mendalam bareng Ust. Nur Khodim, ngulik kitab karya beliau.

Edisi 1007 – Bab: Bahayanya Noleh-noleh dan Gerak dalam Salat.


🕌 TAUZIAH TASAWUF VERSI SANTAI: "Jangan Noleh, Biar Hati Nggak Kemana-mana"


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Menoleh dalam salat adalah godaan setan yang datang tiba-tiba dalam salat seorang hamba. Allah terus menghadap kepada hamba-Nya selama ia tidak menoleh. Jika ia berpaling, Allah meninggalkannya.”


Hadis ini nggak cuma ngomongin soal gerakan leher doang, njenengan. Dalam urusan bersihin hati, ini tuh simbol bahwa hati kita jangan sampai berpaling dari Allah.


🌿 1. Ngaca dari Tasawuf: Noleh Itu Tandanya Hati Lagi "Dicuri"


Dalam ilmu tasawuf, salat itu ibarat "mi'raj" alias tangga naiknya ruh menuju Allah.


Noleh itu nggak cuma muter leher.

Noleh itu bisa berarti:


· Lagi salat, hati malah mikirin dagangan.

· Takbir, tapi yang dibayangin jabatan.

· Sujud, tapi otak muter terus mikirin medsos.

· Duduk tasyahud, hati udah ngecek notifikasi duluan.


Apalagi di jaman now:


· HP bunyi dikit → hati langsung "noleh".

· Politik panas → hati ikut "noleh".

· Ekonomi lagi nggak karuan → hati galau.

· Medsos rame → hati kepancing pengen lihat.


Padahal Allah udah bilang:


“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyuk dalam salatnya.”

(QS. Al-Mu’minun: 1–2)


Khusyuk itu artinya nggak noleh, baik secara fisik maupun batin.


📊 2. Kaitannya sama Ekonomi, Politik, Sosial, dan Gaya Hidup Kita


🔹 Soal Ekonomi (Duit & Usaha)

Orang yang hatinya gampang "noleh":


· Kerjanya nggak fokus.

· Gampang cemas.

· Gampang iri.

· Gampang serakah.


Sebaliknya, orang yang khusyuk:


· Jiwanya adem.

· Rezekinya berkah.

· Nggak panik kalau pasar lagi lesu.

· Nggak sombong kalau untung besar.


Karena dia sadar betul:


“Dan di langit terdapat rezekimu.” (QS. Adz-Dzariyat: 22)


🔹 Soal Politik & Jabatan

Noleh dalam salat itu simbol:


· Lagi cari perhatian manusia, bukan Allah.

· Ngukur harga diri dari jabatan.


Padahal, kemuliaan itu bukan dari kursi atau posisi, tapi dari seberapa dekat kita sama Allah.


🔹 Soal Sosial & Budaya (Terutama Teknologi)

Teknologi sekarang bikin kita super cepat "noleh":


· Chat masuk bentar → langsung noleh.

· Ada yang trending → langsung noleh.

· Lagi viral → langsung noleh.


Akibatnya? Hati jadi pecah, nggak konsen. Ruh jadi gampang lelah.


Tasawuf ngajarin kita simple:

Fokus ke Allah → urusan dunia otomatis rapi.


✨ 3. Enaknya Nggak Noleh (Lahir & Batin)


· Allah sendiri yang "nghadap" (makasih, perhatian) ke kita.

· Salat jadi penerang hidup.

· Wajah kita kelak di alam kubur bakal bersinar.

· Urusan hisab nanti jadi enteng.

· Dapet tempat mulia di akhirat.


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Salat adalah cahaya.” (HR. Muslim)


⚖ 4. Enaknya Fokus, Ngenesnya Kalo Hobi Noleh


🌟 Kalo Kita Bisa Fokus (Nggak Noleh):


Di Dunia:


· Hidup adem, tenang.

· Wibawa naik.

· Disayang orang.

· Hidup terarah.


Di Alam Kubur:


· Kubur jadi taman yang indah.

· Salat jadi penolong setia.


Di Hari Kiamat:


· Datang dengan wajah berseri.

· Amal diterima Allah.


Di Akhirat:


· Deket banget sama Allah.

· Dapet surga penuh kemuliaan.


⚠ Kalo Hati Suka "Noleh":


Di Dunia:


· Gelisah melulu.

· Nggak pernah puas.

· Hati rasanya hampa.


Di Alam Kubur:


· Suasana gelap.

· Amal salatnya terasa ringan (sayangnya).


Di Hari Kiamat:


· Dipanggil, tapi jauh dari kasih sayang.


Ada hadis Qudsi yang nyerempet ke arti ayat ini:

“Barangsiapa berpaling dari-Ku, Aku akan menjadikan kehidupannya sempit.”

(QS. Thaha: 124)


🪞 5. Muhasabah (Cermin Diri) Bentar Yuks


Coba tanya ke diri sendiri:


· Waktu takbir, siapa sih yang lagi aku hadapin?

· Waktu sujud, siapa yang ada di pikiranku?

· Waktu baca doa, siapa yang aku harapin?


Jangan-jangan... leher sih diam, tapi hati udah jalan-jalan keliling dunia.


🛠 6. Tips Biar Nggak Gampang Noleh (Versi Santai)


1️⃣ Matengin persiapan sebelum salat

Matiin HP atau disenyapin. Kosongin pikiran dulu.


2️⃣ Usahain dateng lebih awal ke masjid

Biar hati sempet adem dulu, nggak grusa-grusu.


3️⃣ Hayatiin arti bacaannya

Dengan ngerti maknanya, hati kita bakal lebih nyantol.


4️⃣ Latihan "muraqabah"

Biasain ngerasa selalu diliatin Allah.


5️⃣ Kurangi nempelnya sama dunia

Perbanyak dzikir, biar hati nempel terus sama Allah.


🌺 7. Pesan Semangat


Kalo hari ini kita masih sering "noleh", nggak papa kok.

Allah nggak nyari kesempurnaan kita, Allah tu nyari kesungguhan hati kita.


Percayalah, satu salat yang benar-benar khusyuk itu bisa ngubah total arah hidup njenengan.


🤲 Doa


Ya Allah...

Jangan biarkan hati kami ini "noleh" sama yang bukan dari-Mu.

Bikin salat kami jadi pertemuan penuh cinta sama-Mu.

Jadikan dunia ini cukup di tangan kami, jangan sampai masuk ke hati kami.

Terangi kubur kami nanti dengan cahaya salat kami.

Mudahkan hisab kami di hari kiamat.

Masukkan kami ke surga-Mu dengan selamat, tanpa rasa takut dan tanpa hisab yang berat.


Aamiin ya Rabbal 'Alamin.


Makasih banyak buat njenengan semua para penikmat ilmu yang setia ngabuburit di majelis yang adem dan penuh renungan ini.


Semoga Allah ngasih pahala setiap langkah kaki njenengan ke masjid, dihapusin dosa, dinaikin derajat, dan dijadikan cahaya di akhirat kelak.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

......