Jumat, 25 September 2026

1585tan. JANGAN SAMPAI KEASYIKAN NGAYAL, LUPA RUMAH SEBENARNYA

 


JANGAN SAMPAI KEASYIKAN NGAYAL, LUPA RUMAH SEBENARNYA

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 23 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Dua perkara yang sangat dikhawatirkan pada kalian, yaitu:

Berkhayal (panjang angan-angan) yang mengakibatkan lupa akhirat,

Menuruti nafsu, yang mengakibatkan terhalangnya kebenaran”. (S. Ali AbiThalib ).

..........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah bilang, dua hal yang paling beliau khawatirkan menimpa kita: pertama, panjang angan-angan yang bikin lupa akhirat; kedua, menuruti nafsu yang bikin kebenaran tertutup. Intinya, hidup ini bukan soal seberapa jauh kita bermimpi, tapi seberapa sadar kita bahwa semua akan kembali kepada Allah. Tujuannya sederhana: menata hati, menjernihkan jiwa, biar langkah kita makin dekat sama Yang Maha Kuasa.

2. Nasehat

Allah berfirman:

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang tidak dapat seorang ayah menolong anaknya..." (QS. Luqman: 33)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi:

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari)

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Di era scroll TikTok sampai lupa waktu, kita sering keasyikan "ngayal" versi modern: pengen viral, pengen kaya, pengen diakui. Padahal itu semua fatamorgana. Hakekatnya, hati ini cuma singgah sebentar. Tarekahnya? Sederhana: kurangi konsumsi hal yang bikin lalai, perbanyak dzikir dan syukur. Jangan sampai nafsu jadi raja, akal dan iman jadi pelayan.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ini disebut tazkiyatun nufus — membersihkan jiwa. Muhasabah-nya: tiap malam, tanya diri sendiri, "Hari ini aku nambah dekat sama Allah atau malah jauh?" Caranya: sholat tepat waktu, baca Al-Qur'an walau satu ayat, sedekah walau receh, dan jaga lisan.

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan angan-angan kami melampaui ajal kami. Jangan biarkan nafsu kami menutup kebenaran-Mu. Bersihkan hati kami, terangi jalan kami, dan dekatkan kami kepada-Mu. Aamiin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah jadi bagian perjalanan ini. Maaf kalau ada salah kata, khilaf sikap, atau tulisan yang kurang berkenan. Semoga Allah ampuni kita semua.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #RenunganHati #TasawufKekinian #JanganLupaAkhirat

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Rabu, 23 September 2026

1502irs. JAGA HATI, JAGA IMAN

 


JAGA HATI, JAGA IMAN

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

...............

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Rabu, 23 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

BAB: IMAN

FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)

Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu : 

...atau berkata buat apa hadir dalam majlis pengajian, atau lebih baik makan daripada mencari ilmu, atau meniru cara seorang alim dengan maksud mengejek untuk tertawaan, atau mengutuk ulama', atau meremehkan suatu hukum syari'at, atau ketika ditanya : Apakah iman? Lalu menjawab saya tidak tahu, atau bukankah kamu seorang muslim? Lalu menjawab: Bukan, dengan sengaja. Atau mengejek orang yang membaca: La haula wala quwwata illa billah lalu ia berkata: Itu tidak dapat mengenyangkan. Atau berkata pada orang yang telah berbuat kekejian: Bagus engkau. Atau berkata pada isterinya: Aku lebih cinta padamu daripada Allah dan Rasulullah. Atau menyatakan bahwa kenabian itu dapat dicapai dengan usaha amal. Atau hujan ini karena bintang ini, atau mengejek peribadi nabi Muhammad s.a.w. Semoga Allah melindungi kami dari kekafiran dan yang mendorong kepadanya.

..................

1. Rahasia Hikmah

Iman itu bukan sekadar status di KTP. Dia hidup, bisa naik-turun, bisa tergelincir tanpa kita sadar. Kadang yang bikin murtad bukan cuma keluar dari Islam secara terang-terangan, tapi hati yang pelan-pelan mati rasa—meremehkan majelis ilmu, mengejek orang yang berzikir, atau merasa lebih hebat dari ulama. Hikmahnya sederhana: jaga hati sebelum dia yang pergi dari kita. Tujuan akhirnya bukan jadi sempurna, tapi terus balik ke Allah, sejelek apapun hari kita.

---

2. Nasehat

Allah berfirman:

“Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.”

(QS. At-Taubah: 65-66)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari)

Hadis ini konteksnya hukum negara Islam, bukan main hakim sendiri. Yang penting buat kita: jangan sampai ucapan dan perbuatan kita masuk kategori merendahkan agama.

---

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Zaman Viral

Zaman sekarang, murtad bisa lewat like, share, dan komentar. Nge-roast ulama di medsos, bikin konten “keluar dari Islam” biar viral, atau bilang “iman gue urusan gue.” Tarekah paling relevan: puasa medsos yang bikin hati keras. Ganti scroll dengan istighfar. Jangan share yang bikin ragu, share yang bikin tenang.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah itu duduk sebentar, tanya diri sendiri: “Hari ini hatiku nambah deket ke Allah, atau makin jauh?” Caranya: satu malam seminggu, matikan HP, duduk sendiri, hitung dosa yang paling sering, lalu istighfar serius. Bukan buat nyiksa diri, tapi buat kenal diri.

---

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan hati ini mati rasa terhadap-Mu. Jaga lisan ini dari meremehkan agama-Mu. Kalau Engkau melihat kami tergelincir, tarik kami kembali sebelum ajal menjemput. Amin.

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah mengingatkan, langsung atau lewat tulisan. Maaf kalau ada salah kata, khilaf, atau nada yang kurang enak. Aku bukan siapa-siapa.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

---

#TazkiyatunNufus #JagaIman #Muhasabah #Taubat #MenataHati #MendekatPadaAllah

...................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—