Sunday, June 28, 2026

1086nas. Sepuluh Penghalang Diterimanya Salat: Tazkiyatun Nufus Menuju Salat yang Menghidupkan Hati.

 


Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 28 Juni 2025

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh shubuh'an dari Masjid Jami'ul Anwar Tegal nyantri bareng Ust. ...... kupas tipis tipis kitab kitab kitab Nasha’ihul 'Ibad karya Syekh Nawawi :

---

19. Sepuluh Golongan yang Tidak Diterima Salatnya.

Nabi saw. bersabda:

“Ada sepuluh golongan yang Allah tidak menerima salat mereka: Orang salat sendirian tanpa membaca surah Al-Fatihah, orang yang tidak menunaikan zakat, orang yang menjadi imam pada suatu kaum yang membencinya, seorang hamba sahaya yang melarikan diri, peminum khamar (arak) yang pemabuk, wanita yang tidur malam membuat jengkel suaminya, wanita dewasa yang salat tanpa memakai kerudung (mukena), pemakan riba, pemimpin yang menyeleweng, dan orang yang salatnya tidak berfungsi nahi mungkar, tidak bertambah dari Allah melamkan jauh.” 

Tentang bacaan Al-Fatihah dalam salat, Imam Abu Hanifah dan sahabatnya, Imam Malik dan Imam Ahmad Hambali r.a. telah sepakat atas sahnya salat seorang makmum tanpa membaca sedikit pun dari surah Al-Fatihah.

........

Sepuluh Penghalang Diterimanya Salat: Tazkiyatun Nufus Menuju Salat yang Menghidupkan Hati

Bismillahirrahmanirrahim.

Salat bukan hanya sekadar gerakan lahiriah, tetapi merupakan mi'raj ruhani seorang mukmin. Dalam perspektif tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), salat yang diterima Allah adalah salat yang menghadirkan hati, melahirkan ketakwaan, serta membentuk akhlak yang mulia.

Hadis di atas memberikan peringatan bahwa ada berbagai perilaku yang dapat menjadi penghalang diterimanya salat. Sebagian riwayat yang memuat rincian tersebut diperselisihkan oleh para ulama dari sisi kekuatan sanadnya. Namun, makna umum yang dikandungnya selaras dengan ajaran Islam, yaitu bahwa ibadah harus disertai dengan ketaatan, kejujuran, dan kebersihan hati.

Tasawuf mengajarkan bahwa penyakit hati seperti kesombongan, kezaliman, cinta dunia, memakan harta haram, meremehkan hak sesama, dan terus-menerus bermaksiat akan menghalangi cahaya salat masuk ke dalam hati. Salat yang benar semestinya menjadi sarana untuk membersihkan jiwa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
(QS. Al-'Ankabut: 45)

Apabila salat belum mampu menjauhkan kita dari dosa, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya gerakan salat, tetapi juga keikhlasan, kekhusyukan, makanan yang halal, hubungan dengan sesama manusia, dan ketaatan dalam seluruh aspek kehidupan.

Perbedaan pendapat para ulama mengenai bacaan Surah Al-Fatihah bagi makmum merupakan bagian dari keluasan khazanah fikih Islam. Karena itu, hendaknya kita saling menghormati pendapat yang memiliki dasar ilmiah dan tidak menjadikannya sebagai sebab perpecahan.

Muhasabah Diri

Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah salat saya semakin mendekatkan diri kepada Allah?
  • Apakah saya masih mudah melakukan maksiat setelah salat?
  • Apakah harta yang saya makan benar-benar halal?
  • Apakah saya telah menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia?
  • Apakah saya menjaga kehormatan, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari?

Cara Menyucikan Jiwa (Tazkiyatun Nufus)

  1. Luruskan niat semata-mata karena Allah.
  2. Perbaiki kualitas wudu dan kekhusyukan salat.
  3. Perbanyak istigfar dan taubat setiap hari.
  4. Jauhi harta haram, riba, minuman memabukkan, dan segala bentuk maksiat.
  5. Tunaikan zakat dan hak-hak orang lain.
  6. Perbanyak zikir, tilawah Al-Qur'an, dan doa.
  7. Jadikan salat sebagai sarana memperbaiki akhlak, bukan sekadar rutinitas.

Doa

Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik. Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, jadikanlah salat kami sebagai penyejuk hati, penghapus dosa, penyuci jiwa, dan amal yang Engkau terima. Bersihkan hati kami dari riya, sombong, cinta dunia, dan segala penyakit hati. Karuniakan kepada kami keikhlasan, kekhusyukan, istiqamah, serta husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Ucapan Penutup

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menelaah nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang tidak hanya mendirikan salat, tetapi juga memperoleh buahnya berupa hati yang bersih, akhlak yang mulia, dan kedekatan dengan-Nya. Semoga setiap sujud kita menjadi jalan menuju ampunan, rahmat, dan surga-Nya. Aamiin.

..........

Bismillahirrahmanirrahim.

Halo, teman-teman! Kali ini kita ngobrolin salat dari sisi batin, ya. Salat bukan cuma gerak-gerik fisik, tapi juga mi’raj ruhani buat orang beriman. Dalam ilmu tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), salat yang diterima Allah itu yang bikin hati hadir, melahirkan takwa, dan membentuk akhlak mulia.


---


Nah, ada hadis nih yang ngasih peringatan:


Nabi saw. bersabda:


“Ada sepuluh golongan yang Allah tidak menerima salat mereka: Orang salat sendirian tanpa membaca surah Al-Fatihah, orang yang tidak menunaikan zakat, orang yang menjadi imam pada suatu kaum yang membencinya, seorang hamba sahaya yang melarikan diri, peminum khamar (arak) yang pemabuk, wanita yang tidur malam membuat jengkel suaminya, wanita dewasa yang salat tanpa memakai kerudung (mukena), pemakan riba, pemimpin yang menyeleweng, dan orang yang salatnya tidak berfungsi nahi mungkar, tidak bertambah dari Allah melamkan jauh.”


Memang sih, sebagian ulama beda pendapat soal kekuatan sanad hadis ini, tapi secara makna, ini selaras banget sama ajaran Islam: ibadah harus dibarengi ketaatan, kejujuran, dan hati yang bersih.


---


Dalam pandangan tasawuf, penyakit hati kayak sombong, zalim, cinta dunia, harta haram, dan maksiat terus-menerus bisa jadi penghalang cahaya salat masuk ke hati. Salat yang bener seharusnya jadi sarana bersihin jiwa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.


Allah berfirman:


“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)


Kalau salat kita belum mampu nahan diri dari dosa, tandanya perlu dibenahi niat, kekhusyukan, makanan halal, hubungan sama sesama, dan semua aspek kehidupan.


---


Soal bacaan Al-Fatihah buat makmum, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad Hambali r.a. sepakat bahwa salat makmum tetap sah meskipun tidak membaca Al-Fatihah sama sekali. Perbedaan ini adalah bagian dari kekayaan khazanah fikih, jadi mari kita hormati dan enggak saling menyalahkan, ya.


---


Muhasabah Diri (Yuk, Cek Sendiri!)


Coba renungkan, njenengan:


· Apakah salat njenengan makin mendekatkan njenengan kepada Allah?

· Apakah njenengan masih mudah melakukan maksiat setelah salat?

· Apakah harta yang njenengan makan benar-benar halal?

· Sudahkah njenengan menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia?

· Apakah njenengan menjaga kehormatan, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari?


---


Cara Nyuci Jiwa (Tazkiyatun Nufus) – Gampang-gampang Sulit


1. Luruskan niat, cuma karena Allah.

2. Perbaiki kualitas wudu dan kekhusyukan salat.

3. Perbanyak istigfar dan taubat setiap hari.

4. Jauhi harta haram, riba, minuman memabukkan, dan segala maksiat.

5. Tunaikan zakat dan hak-hak orang lain.

6. Perbanyak zikir, baca Al-Qur’an, dan doa.

7. Jadikan salat sebagai alat perbaiki akhlak, bukan cuma rutinitas.


---


Doa


Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik. Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik. Ya Allah, jadikanlah salat kami sebagai penyejuk hati, penghapus dosa, penyuci jiwa, dan amal yang Engkau terima. Bersihkan hati kami dari riya, sombong, cinta dunia, dan segala penyakit hati. Karuniakan kepada kami keikhlasan, kekhusyukan, istiqamah, serta husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


---


Penutup


Makasih banget udah meluangkan waktu buat baca nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang enggak cuma shalat, tapi juga dapet buahnya: hati bersih, akhlak mulia, dan kedekatan sama Dia. Semoga setiap sujud kita jadi jalan menuju ampunan, rahmat, dan surga-Nya. Aamiin.

.........


---


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1085lub. Masjid: Rumah Ruhani Seorang Mukmin dan Tempat Penyucian Jiwa

 Bab 11 Hadits ke 1

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ.


Telah bersabda Nabi ﷺ: Masjid adalah rumah bagi setiap mukmin.

....,......

Masjid: Rumah Ruhani Seorang Mukmin dan Tempat Penyucian Jiwa

Rasulullah ﷺ bersabda:

اَلْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ

"Masjid adalah rumah bagi setiap mukmin."

Dalam perspektif tasawuf dan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), masjid bukan sekadar bangunan untuk melaksanakan salat, tetapi merupakan rumah bagi hati yang rindu kepada Allah. Sebagaimana seseorang merasa tenang ketika pulang ke rumahnya, demikian pula hati seorang mukmin akan memperoleh ketenangan ketika berada di masjid.

Orang yang hatinya hidup akan selalu merasa terpanggil oleh azan. Ia datang ke masjid bukan hanya untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga untuk membersihkan hati dari debu-debu dunia, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan bermunajat kepada Allah.

Masjid adalah tempat di mana kesombongan diluruhkan, air mata taubat ditumpahkan, hati yang gelisah ditenangkan, dan jiwa yang kering disirami dengan cahaya iman. Semakin sering seseorang memakmurkan masjid, semakin lembut hatinya, semakin kuat imannya, dan semakin dekat hubungannya dengan Allah.

Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa hati yang jauh dari masjid lambat laun akan mudah dipenuhi oleh kelalaian, sedangkan hati yang akrab dengan masjid akan dipenuhi cahaya, ketenteraman, dan rasa cinta kepada Allah.

Jadikanlah masjid sebagai tempat yang paling dirindukan setelah rumah sendiri. Bila kaki sering melangkah ke masjid, semoga kelak langkah itu menjadi saksi yang mengantarkan kita menuju surga.

Muhasabah

Renungkanlah dalam hati:

  • Apakah aku merasa ringan atau justru berat ketika mendengar azan?
  • Sudahkah masjid menjadi tempat yang paling aku rindukan?
  • Apakah aku datang ke masjid hanya saat salat Jumat atau ketika ada keperluan saja?
  • Berapa banyak waktu yang telah kuhabiskan untuk urusan dunia dibandingkan waktuku di rumah Allah?

Cara Bermuhasabah

  1. Niatkan setiap langkah menuju masjid sebagai ibadah dan pencarian ridha Allah.
  2. Usahakan salat berjamaah di masjid semampunya.
  3. Luangkan beberapa menit untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, atau berdoa sebelum pulang.
  4. Ikut memakmurkan masjid dengan ilmu, sedekah, tenaga, maupun akhlak yang baik.
  5. Berdoalah agar Allah menjadikan hati selalu terpaut dengan masjid.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَلْبِي مُتَعَلِّقًا بِبُيُوتِكَ، وَنَوِّرْ قَلْبِي بِذِكْرِكَ، وَارْزُقْنِي الْمُدَاوَمَةَ عَلَى الصَّلَاةِ فِي الْمَسْجِدِ، وَاخْتِمْ لِي بِالْإِيمَانِ وَالطَّاعَةِ.

"Ya Allah, jadikanlah hatiku selalu terpaut dengan rumah-rumah-Mu. Terangilah hatiku dengan zikir kepada-Mu. Karuniakanlah kepadaku keistiqamahan dalam memakmurkan masjid dan salat berjamaah. Akhirilah hidupku dalam iman dan ketaatan kepada-Mu."

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang hatinya selalu terpaut kepada masjid, dimudahkan dalam memakmurkannya, disucikan jiwanya, diterangi hatinya dengan cahaya iman, serta dikumpulkan kelak bersama orang-orang saleh di surga. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.........

Oke, ini dia versi bahasa gaul yang lebih santai, sopan, dan kekinian, tanpa mengubah arti hadis dan doanya. Cekidot!


---


Yuk, Bahas Hadis Bab 11 Nomor 1


Rasulullah ﷺ bersabda:


اَلْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ


"Masjid adalah rumah bagi setiap mukmin."


---


Masjid: Rumahnya Hati yang Lagi Galau & Butuh "Me-Time" Bareng Allah


Bos-bosan, pernah ngerasa? Kadang hati tuh berasa sumpek, bising sama urusan dunia, atau lagi overthinking ngalor-ngidul. Nah, dari kacamata tasawuf (ilmu buat bersihin hati), masjid itu bukan cuma tembok dan kubah buat shalat doang. Masjid itu kayak "rumah" kedua buat jiwa yang lagi kangen sama Yang Maha Kuasa.


Bayangin aja, pulang ke rumah fisik bikin badan rileks. Nah, melangkah ke masjid itu bikin hati adem, ayem, dan tenang. Orang yang hatinya "hidup" biasanya auto tergerak pas denger azan. Bukan karena kewajiban, tapi karena butuh "ngobrol" sama Allah, buang debu-debu dunia, baca Quran, zikir, atau sekadar duduk diam sambil merenung.


Di masjid, kita diajak lepasin ego, nangis taubat kalau perlu, dan nyirami jiwa yang kering pakai cahaya iman. Semakin rajin main ke masjid, insyaAllah hati makin lembut, iman makin kuat, dan hubungan sama Allah makin deket. Para ulama bilang, hati yang jauh dari masjid gampang banget keracunan lupa diri (ghaflah), sedangkan yang deket masjid bakal bersinar dan damai.


Jadi, bikinlah masjid jadi tempat favorit setelah rumah sendiri. Siapa tahu, setiap langkah kaki ke sana kelak jadi saksi yang bawa kita ke surga. Aamiin.


---


Muhasabah Dadakan Yuk!


Santai aja, sambil ngopi atau duduk-duduk, coba renungin dikit:


· Pas dengar azan, perasaan aku gimana? Enteng banget atau malah berat kayak mau angkat beban?

· Udah jadi belum sih masjid itu tempat yang paling aku rinduin?

· Jangan-jangan aku ke masjid cuma pas Jumat-an atau ada acara arisan aja?

· Coba bandingin, berapa lama sih waktu aku pake buat urusan dunia dibanding waktu di "rumah-Nya"?


---


Gimana Cara Mulai "Ngecharge" di Masjid?


Nih, tips simpel biar makin betah:


1. Niatin setiap langkah ke masjid itu ibadah dan nyari ridha Allah.

2. Usahain shalat berjamaah semampunya, meski nggak setiap waktu.

3. Sesampai di masjid, jangan buru-buru pulang. Sisipin waktu buat zikir, baca Quran, atau doa pribadi.

4. Bantu memakmurkan masjid, nggak harus pake duit. Bisa dengan senyum, ilmu, tenaga, atau akhlak yang oke.

5. Jangan lupa doa, minta sama Allah biar hati kita selalu "nempel" sama masjid.


---


Doa Penutup (Tetap Khidmat)


اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَلْبِي مُتَعَلِّقًا بِبُيُوتِكَ، وَنَوِّرْ قَلْبِي بِذِكْرِكَ، وَارْزُقْنِي الْمُدَاوَمَةَ عَلَى الصَّلَاةِ فِي الْمَسْجِدِ، وَاخْتِمْ لِي بِالْإِيمَانِ وَالطَّاعَةِ.


"Ya Allah, jadikanlah hatiku selalu terpaut dengan rumah-rumah-Mu. Terangilah hatiku dengan zikir kepada-Mu. Karuniakanlah kepadaku keistiqamahan dalam memakmurkan masjid dan salat berjamaah. Akhirilah hidupku dalam iman dan ketaatan kepada-Mu."


---


Makasih Banyak!


Makasih banget ya buat yang udah sempet baca dan merenungin obrolan ini. Semoga Allah ngebuat kita semua jadi orang yang hatinya betah di masjid, dimudahkan langkahnya, diberesin hatinya, dan dikumpulin sama orang-orang sholeh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.


Stay blessed, stay di masjid! 😊

........