٤٩. خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنِ الْبُخْلُ وَسُوْء
2 perkara yang tidak akan berkumpul dalam diri orang iman yaitu bakhil dan akhlaq buruk.
...........
Oke, siap! Kita bahas dengan santai tapi tetap berbobot. Ini dia nasehat-motivasinya dengan gaya kekinian:
---
Judul:
GAK ZAMAN PELIT! MURAH HATI ITU KUNCI JIWA TENANG
---
1. Intisari, Maksud, Tujuan.
Intinya gini, dalam diri seorang mukmin sejati, ada dua 'penyakit hati' yang gak bakal bisa satu rumah, yaitu pelit (bakhil) dan akhlak jelek. Maksudnya, kalau hati kita udah dipenuhi rasa pelit, otomatis akhlak kita ke mana-mana jadi gak karuan. Tujuannya, kita diajakin buat ngeracik ulang hati, biar murah hati dan punya akhlak mulia. Karena itulah ciri orang yang beriman. Gak asik kan, ngaku-ngaku iman tapi hobi pelit dan mulut pedes?
---
2. Ayat Qur'an, Hadis shahih, Hadis Qudsi yang berkaitan.
Hadis Shahih (inti dari pertanyaan):
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لاَ يَجْتَمِعُ الْبُخْلُ وَسُوءُ الْخُلُقِ فِي عَبْدٍ مُؤْمِنٍ»
(رواه الترمذي، وقال: هذا حديث حسن صحيح)
Artinya: "Tidaklah berkumpul sifat bakhil (pelit) dan akhlak yang buruk pada diri seorang hamba yang beriman."
(HR. Tirmidzi, beliau berkata: Hadits ini hasan shahih)
Ayat Qur'an tentang Akhlak dan Infak:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
(القلم: 4)
Artinya: "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung."
وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(الحشر: 9)
Artinya: "Dan barangsiapa yang dijaga dirinya dari kekikiran (pelit), maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."
---
3. Analisa, Argumentasi, implementasi di kehidupan sehari hari, yang Relevan di dunia yang viral saat ini.
Coba deh kita liat, kenapa pelit dan akhlak buruk itu kayak "duo yang gak kompatibel"? Analisanya, pelit itu lahir dari rasa takut miskin dan cinta dunia yang berlebihan. Nah, kalau hati udah kecanduan cinta dunia, otomatis dia jadi egois, gak peduli sama orang lain. Akhirnya, muncullah akhlak buruk: kasar kalau dimintai tolong, jutek kalau disapa, bahkan suka ngerendahin orang lain biar dirinya keliatan lebih.
Argumentasi Tasawuf - Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa):
Dalam Tasawuf, pelit itu adalah 'hijab' (penghalang) antara kita dengan Allah. Hati yang penuh cinta dunia gak akan bisa merasakan manisnya iman. Makanya, Imam Al-Ghazali bilang, orang yang berhasil adalah yang bisa menyucikan jiwanya dari sifat 'syuhh' (kekikiran). Akhlak buruk itu cuma 'buah' dari pohon hati yang kering. Biar hati subur, kita harus rutin 'menyiraminya' dengan derma dan senyuman.
Implementasi di Kehidupan Viral Saat Ini:
Nah, sekarang kita lagi sering banget lihat yang namanya "toxic positivity" atau orang yang sok alim di medsos tapi di dunia nyata pelit dan kasar. Contohnya, suka komen nyinyir di kolom komentar, atau pamer sedekah di story tapi pas dimintai tolong sama tetangga malah jutek. Ini relevance banget!
Implementasi simpelnya:
· Urusan Duit: Gak usah pelit-pelit amat. Coba bagi-bagi rezeki, meskipun cuma buat traktir teman atau infak ke masjid. Gak harus nunggu kaya dulu buat bersedekah.
· Urusan Hati/Senyum: Ini nih yang paling gampang dilupain. Kita sering pelit senyum! Padahal senyum itu sedekah. Jangan pelit buat ngucapin "maaf", "tolong", dan "terima kasih".
· Urusan Digital: Stop jadi "Keyboard Warrior". Jangan pelit sanjungan, jangan pelit doa buat orang lain di kolom komentar. Kalau mau nasehatin orang, pake kata-kata yang lembut, bukan yang nyakitin. Intinya, jadi "Main Character" yang baik dalam hidup njenengan sendiri.
---
4. Muhasabah dan caranya.
Muhasabah itu istilah kerennya "self-reflection". Kita evaluasi diri, apa kita masih suka pelit atau suka akhlak buruk? Caranya gak susah, cukup setiap malam sebelum tidur, kita flashback semua kejadian hari ini.
Caranya simpel:
1. Tanya ke Diri: "Hari ini, aku udah pelit apa belum? Ada gak sih aku sengaja gak mau ngasih bantuan padahal aku mampu?".
2. Introspeksi Akhlak: "Kata-kataku hari ini, udah menyejukkan belum? Atau malah nyakitin orang? Gimana nada bicaraku ke orang tua, ke temen, ke bawahan?".
3. Nyari Solusi: Kalau tadi pagi ketauan pelit banget, besok pagi kita "debt" (bayar utang) dengan niat sedekah. Kalau tadi lisan ke mana-mana, besok coba deh banyakin istighfar dan bacaan yang baik.
4. Catat (Buat yang hobi jurnal): Tulis satu kata "Shift" (Perubahan). Hari ini aku harus lebih murah hati dari kemarin.
---
5. Doa.
Tuhan YME, Ya Allah, Zat Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi,
Bersihkanlah hati kami dari penyakit bakhil dan kekikiran.
Jadikanlah kami orang-orang yang dermawan dan berakhlak mulia, sebagaimana akhlak Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Lindngilah lisan kami dari perkataan buruk, dan lapangkanlah dada kami untuk selalu memberi maaf dan memberi kasih sayang.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
---
6. Ucapan terimakasih buat ustadz yang mengajar dan pembaca.
Nah, segitu dulu ya curhat-motivasi dari kita. Terima kasih banget buat para ustadz/ustadzah yang udah sabar ngajarin kita ilmu agama yang dalem banget ini, semoga Allah berkahi umur dan ilmunya. Dan buat njenengan semua yang udah baca sampe akhir, semoga catatan singkat ini bisa jadi pengingat buat kita semua. Yuk, bareng-bareng kita lawan sifat pelit dan perbaiki akhlak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat dan paling baik akhlaknya. Semangat terus!
.........
