SAAT PUJIAN MENJADI GODAAN, IKHLAS JADI JAWABAN
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat Kepada Allah.
................
Bismillahirahmanirrahim.
Rabu, 9 Sep 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an tempo hari, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
...........
BAB I : TENTANG IKHLAS
Diriwayatkan oleh Imam Waki’ dari Sufyan Atstsauri, dan dari seseorang (Sahabat), dari Mujahid, katanya: “Seseorang menghadap Nabi dan berkata: “Ya Rasulullah, bahwasanya aku bersedekah karena Allah, tetapi aku juga senang dipuji orang (bahwa, aku orang baik yang suka beramal), lalu turunlah ayat :
“Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi 110).
...............
1. HIKMAH
Pernah nggak sih, kita berbuat baik tapi diam-diam berharap dilihat orang? Atau sedekah tapi pengen dipuji? Kisah sahabat Nabi ini nyata banget sama kita yang hidup di era "viral". Masalahnya bukan di amal baiknya, tapi di niat yang mulai "pecah". Allah turunkan ayat sebagai jawaban lembut: ikhlas itu pangkalnya, pujian itu bonus yang nggak wajib kita kejar.
Intinya: luruskan niat, karena Allah nggak lihat seberapa heboh amal kita, tapi seberapa ikhlas hati kita.
---
2. NASEHAT
Allah berfirman:
"Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya". (Al-Kahfi 110)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
Hadis Qudsi:
"Aku adalah sekutu yang paling tidak butuh sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)
---
3. MAKRIFAT, HAKEKAT, TAREKAT
Di zaman media sosial, ibadah kita sering "tertunda" karena sibuk cari konten. Makrifatnya: sadar bahwa Allah selalu melihat, bahkan sebelum kita posting. Hakekatnya: ikhlas itu bukan sekali jadi, tapi proses terus-terusan. Tarekatnya: latihan niat setiap mau berbuat baik—tahan jempol sebelum posting, tahan hati sebelum berharap pujian.
Relevan banget: sebelum record amal, record dulu niat di hati.
---
4. TASAWUF & MUHASABAH
Muhasabah caranya gampang:
· Sebelum amal: tanya diri, "Ini karena Allah atau karena pengen dilihat njenengan?"
· Saat amal: jaga hati dari riya'
· Sesudah amal: syukuri dan istighfar kalau ada niat yang salah
Tazkiyatun nufus itu kayak bersihin rumah hati setiap hari. Nggak harus sempurna, yang penting rutin.
---
5. DOA
"Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika syai'an wa ana a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam."
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui."
---
6. UCAPAN TERIMAKASIH & MAAF
Terima kasih untuk semua guru, teman diskusi, dan siapapun yang mengingatkan tentang ikhlas. Mohon maaf lahir batin kalau tulisan ini kurang berkenan.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#IkhlasItuProses #TazkiyatunNufus #MenataHati #BukanSempurnaTapiTerusMemperbaiki #NgajiKekinian #HijrahHati
................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

