Sabtu, 10 Oktober 2026

1686nas. ADAB, SABAR, WARAK: BEKAL PULANG




ADAB, SABAR, WARAK: BEKAL PULANG

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu,  10 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh Shubuh'an dari Masjid At Taqwa, nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

13. Adab, Kesabaran dan Warak

Dari Al-Hasan Al-Basri, salah seorang ulama besar generasi tabiin menyatakan:

“Barangsiapa tidak beradab, maka tidak berilmu: barangsiapa tidak punya kesabaran, berarti ia tidak punya  agama, dan barangsiapa tidak punya warak, berarti dia tidak mempunyai kedudukan di dekat Tuhan.”

Adab di sini, meliputi adab (sopan santun) terhadap Allah dan adab terhadap sesama manusia. Orang tidak beradab itu tidak berilmu, artinya ilmunya tidak berfungsi lagi.

Kesabaran di sini adalah ketabahan dalam menghadapi bencana dan kezaliman sesama manusia, juga ketabahan dalam menyingkirkan maksiat dan dalam melaksanakan perintah agama.

Warak adalah kesanggupan diri untuk meninggalkan sesuatu yang haram dan sesuatu yang tidak jelas halal-haramnya

...............

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Al-Hasan Al-Basri pernah bilang: orang yang gak punya adab itu sebenarnya gak punya ilmu. Ilmunya gak nempel, cuma lewat di mulut doang. Orang yang gak sabar, agamanya tipis. Dan orang yang gak warak—gak bisa nahan diri dari yang haram dan yang syubhat—itu gak punya kedudukan mulia di hadapan Allah.

Intinya sederhana: adab itu bukan sekadar sopan-santun formal. Adab itu bukti ilmu masih hidup di dalam hati. Sabar itu bukan pasrah lemah, tapi tahan banting dalam taat dan tahan diri dari maksiat. Warak itu bukan sok suci, tapi kehati-hatian karena sadar Allah lagi lihat.

---

2. Nasehat

Allah berfirman:

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fussilat: 34-35)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa menjaga diri dari hal-hal syubhat, maka ia telah membebaskan (dirinya) untuk (kebersihan) agama dan kehormatannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Doa Nabi ﷺ:

“Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaan dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya, Engkau-lah Penolong dan Tuannya.” (HR. Muslim)

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Zaman Viral

Zaman sekarang, orang gampang banget kehilangan adab karena layar. Komentar pedas, share tanpa mikir, merasa paling benar sendiri. Di sinilah warak jadi relevan: hati-hati sebelum jempol bergerak. Tanya dulu: ini bermanfaat atau cuma melampiaskan ego?

Sabar di era notifikasi tiada henti itu berat. Tapi justru di situ latihannya. Sabar menahan diri dari scroll yang bikin lupa waktu, sabar menahan emosi saat chat bikin kesal, sabar tetap taat meskipun dunia lagi berisik.

Hakekatnya: adab, sabar, warak itu bukan untuk dipamerkan. Ini urusan dalam. Yang kelihatan di luar cuma buahnya.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, muhasabah itu menghisab diri sebelum dihisab. Kata Umar bin Khattab: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal tersebut ditimbang.”

Caranya gampang tapi gak mudah:

· Duduk sebentar, tanya diri sendiri. Hari ini adab aku ke Allah gimana? Ke orang tua? Ke orang yang lagi gak aku suka?

· Nilai modal dan untung-rugi. Ibadah wajib sudah? Ada tambahan sunnah? Ada maksiat yang perlu disesali dan ditaubati?

· Tegur diri sendiri, jangan dimanjakan. Nafsu itu suka dibela. Muhasabah artinya berani jujur: “Iya, tadi aku salah. Aku minta ampun.”

· Jangan berhenti di penyesalan. Muhasabah bukan buat nyiksa diri, tapi buat memperbaiki langkah berikutnya.

---

5. Doa

Allahumma aati nafsii taqwaahaa wa zakkihaa anta khairu man zakkaahaa anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

“Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaan dan sucikanlah ia. Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya. Engkau-lah Penolong dan Tuannya.” (HR. Muslim)

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih untuk semua yang pernah menegur, mengingatkan, dan mendoakan tanpa aku tahu. Maaf untuk setiap adab yang kurang, sabar yang tipis, dan warak yang bolong-bolong. Aku masih belajar. Kita semua masih belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #AdabSabarWarak #Muhasabah #MenataHati

...............

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Jumat, 09 Oktober 2026

1685tan. LISAN YANG MEMBAWA BERKAH

 

LISAN YANG MEMBAWA BERKAH

....................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Kamis, 08 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Ittichaad nyantri bareng ust. Maslam kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

Bab : Ghibah.

Ada tiga efek negatif, akibat ghibah, salah satunya yaitu:

Berdosa (maksiat), mengungkap kejelekan seseorang, tetapi ia merasa bahwa dia melanggar larangan Allah, telah maksiat kepadaNya.

Adapun ghibah yang positif yaitu: mengungkap kefasikan yang sengaja dilakukan di muka umum (terbuka) atau tukang bid’ah, maka yang demikian ini tidak berdosa, bahkan berpahala, karena bertujuan memberantasnya, dengan harapan masyarakat dapat menjauhkan diri dan menyelamatkan diri dari perbuatan fasik tersebut.

Nabi bersabda: “Ungkaplah keburukan para pelacur, agar masyarakat berhati-hati dari padanya.

............


---

1. Rahasia Hikmah

Sahabat, ngobrol soal keburukan orang lain itu kadang terasa "ringan" banget di lisan, padahal berat banget di timbangan amal. Itulah ghibah — dosa yang sering kita anggap remeh, tapi Allah catat dengan sangat serius. Intinya sih sederhana: ghibah itu mengungkap kejelekan orang lain yang dia nggak suka kalau tahu. Tapi ada pengecualian penting — kalau seseorang sengaja berbuat fasik terang-terangan di muka umum atau jadi tukang bid'ah, maka mengungkapnya justru bukan dosa, bahkan bisa berpahala. Kenapa? Karena tujuannya memberantas, bukan menjatuhkan. Supaya masyarakat waspada dan selamat. Nabi ﷺ bersabda:

"Ungkapkanlah keburukan para pelacur, agar masyarakat berhati-hati daripadanya."

Jadi bedanya bukan di "ngomongin orang", tapi di niat dan tujuan. Satu untuk menjatuhkan, satu untuk menyelamatkan.

---

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjingkan yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang."

(QS. Al-Hujurat: 12)

Hadis Shahih:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai." Ditanya lagi, "Bagaimana jika yang aku sebutkan itu benar ada padanya?" Beliau menjawab, "Jika benar ada padanya, maka engkau telah mengghibahinya, dan jika tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya."

(HR. Muslim)

Hadis Qudsi:

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya..."

(HR. Bukhari)

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Hakekatnya, lisan itu cermin hati. Kalau hati keruh, lisan ikut kotor. Kalau hati jernih, lisan pun jadi obat, bukan racun.

Di era viral sekarang — medsos, grup chat, kolom komentar — ghibah itu bukan cuma di warung kopi, tapi di layar HP. Jari kita lebih cepat dari lisan. Satu kali share, satu kali komentar pedas, bisa jadi amal yang jalan terus tanpa kita sadar. Makanya tarekahnya:

· Saring sebelum sharing. Tanya dulu: ini untuk membela kebenaran atau menjatuhkan orang?

· Kalau memang ada kemungkaran terang-terangan, sampaikan dengan cara yang benar — lewat jalur yang tepat, bukan nyinyir di kolom komentar.

· Diam itu emas, tapi diam yang sadar — bukan diam karena takut, tapi diam karena menjaga.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, tazkiyatun nufūs itu proses membersihkan jiwa dari penyakit hati. Ghibah itu salah satu penyakitnya. Muhasabahnya:

1. Sebelum tidur, tanya diri: hari ini aku ngomongin siapa? Niatku apa?

2. Kalau sadar salah, langsung istighfar dan kalau perlu minta maaf.

3. Latih lisan dengan dzikir. Lisan yang sibuk mengingat Allah, nggak ada waktu buat ngomongin orang.

4. Tutup pintu ghibah: kurangi konsumsi konten yang isinya adu domba atau nyinyir.

---

5. Doa

"Ya Allah, bersihkan hatiku dari sifat sombong, riya, dan hasad. Jagalah lisanku dari ghibah, namimah, dan dusta. Jadikanlah lisanku basah dengan dzikir kepada-Mu, dan jadikanlah aku hamba yang lebih sibuk memperbaiki diri daripada menilai orang lain. Aamiin."

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat njenengan semua yang sudah membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, semua ini murni untuk kebaikan bersama. Buat semua pihak yang terkait dalam tulisan ini, aku minta maaf lahir dan batin.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Ghibah #Muhasabah #JagaLisan #Tasawuf #MenataHati #IslamRahmatanLilAlamin #ViralTanpaDosa

.............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—