Rabu, 23 September 2026

1502irs. JAGA HATI, JAGA IMAN

 


JAGA HATI, JAGA IMAN

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

...............

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Rabu, 23 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

BAB: IMAN

FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)

Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu : 

...atau berkata buat apa hadir dalam majlis pengajian, atau lebih baik makan daripada mencari ilmu, atau meniru cara seorang alim dengan maksud mengejek untuk tertawaan, atau mengutuk ulama', atau meremehkan suatu hukum syari'at, atau ketika ditanya : Apakah iman? Lalu menjawab saya tidak tahu, atau bukankah kamu seorang muslim? Lalu menjawab: Bukan, dengan sengaja. Atau mengejek orang yang membaca: La haula wala quwwata illa billah lalu ia berkata: Itu tidak dapat mengenyangkan. Atau berkata pada orang yang telah berbuat kekejian: Bagus engkau. Atau berkata pada isterinya: Aku lebih cinta padamu daripada Allah dan Rasulullah. Atau menyatakan bahwa kenabian itu dapat dicapai dengan usaha amal. Atau hujan ini karena bintang ini, atau mengejek peribadi nabi Muhammad s.a.w. Semoga Allah melindungi kami dari kekafiran dan yang mendorong kepadanya.

..................

1. Rahasia Hikmah

Iman itu bukan sekadar status di KTP. Dia hidup, bisa naik-turun, bisa tergelincir tanpa kita sadar. Kadang yang bikin murtad bukan cuma keluar dari Islam secara terang-terangan, tapi hati yang pelan-pelan mati rasa—meremehkan majelis ilmu, mengejek orang yang berzikir, atau merasa lebih hebat dari ulama. Hikmahnya sederhana: jaga hati sebelum dia yang pergi dari kita. Tujuan akhirnya bukan jadi sempurna, tapi terus balik ke Allah, sejelek apapun hari kita.

---

2. Nasehat

Allah berfirman:

“Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.”

(QS. At-Taubah: 65-66)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari)

Hadis ini konteksnya hukum negara Islam, bukan main hakim sendiri. Yang penting buat kita: jangan sampai ucapan dan perbuatan kita masuk kategori merendahkan agama.

---

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Zaman Viral

Zaman sekarang, murtad bisa lewat like, share, dan komentar. Nge-roast ulama di medsos, bikin konten “keluar dari Islam” biar viral, atau bilang “iman gue urusan gue.” Tarekah paling relevan: puasa medsos yang bikin hati keras. Ganti scroll dengan istighfar. Jangan share yang bikin ragu, share yang bikin tenang.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah itu duduk sebentar, tanya diri sendiri: “Hari ini hatiku nambah deket ke Allah, atau makin jauh?” Caranya: satu malam seminggu, matikan HP, duduk sendiri, hitung dosa yang paling sering, lalu istighfar serius. Bukan buat nyiksa diri, tapi buat kenal diri.

---

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan hati ini mati rasa terhadap-Mu. Jaga lisan ini dari meremehkan agama-Mu. Kalau Engkau melihat kami tergelincir, tarik kami kembali sebelum ajal menjemput. Amin.

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah mengingatkan, langsung atau lewat tulisan. Maaf kalau ada salah kata, khilaf, atau nada yang kurang enak. Aku bukan siapa-siapa.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

---

#TazkiyatunNufus #JagaIman #Muhasabah #Taubat #MenataHati #MendekatPadaAllah

...................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Selasa, 22 September 2026

1593muk. RENUNGAN HATI: MALU YANG BIKIN HIDUP LEBIH ADEM.



RENUNGAN HATI: MALU YANG BIKIN HIDUP LEBIH ADEM

............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..............

Bismillahirahmanirrahim

Selasa, 22 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an tempo hari dari masjid Miftahul Jannah,  nyantri bareng Ust. Luqman Chabib kupas tipis tipis Kitab Mukhtarul Ahadits (As-Sayyid Ahmad Al-Hasyimiy)  :

............

158.

Malulah kalian kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. Barangsiapa merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya hendaklah ia menjaga kepala dan yang dimuatnya dan menjaga perut dan apa yang dikandungnya dan hendaklah ia mengingat kematian dan kehancuran badan. Barangsiapa menginginkan akhirat, ia tinggalkan perhiasan kehidupan dunia. Maka siapa yang melakukan itu, ia pun telah merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Mas’ud).

............

1. Rahasia Hikmah

Intinya, rasa malu yang beneran itu bukan sekadar malu kalau ketahuan orang lain. Tapi malu karena sadar Allah selalu ngelihat. Tujuannya biar hidup njenengan lebih terarah, gak cuma ngejar validasi dunia yang sementara.

---

2. Nasehat

Ayat Qur’an:

“Katakanlah kepada orang yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS An-Nur: 30) 

Hadis Shahih:

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Malulah kalian kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami malu kepada Allah.” Beliau bersabda: “Bukan begitu. Malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu adalah hendaknya engkau menjaga kepala dan apa yang dimuatnya, menjaga perut dan apa yang dikandungnya, serta mengingat kematian dan kehancuran badan. Siapa yang menginginkan kehidupan akhirat, maka ia harus meninggalkan perhiasan dunia. Siapa melakukan semua itu, maka ia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” (HR. Tirmidzi) 

Hadis Qudsi:

Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu bila seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa. 

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: sadar Allah gak pernah off dalam ngawasin njenengan. Hakekatnya: malu itu bukan beban, tapi bentuk kasih sayang sama diri sendiri. Tarekahnya di zaman viral ini? Filter dulu sebelum posting, jaga lisan di kolom komentar, dan ingat bahwa jejak digital itu abadi. Jangan sampai konten yang njenengan upload justru jadi bahan pertanggungjawaban di akhirat.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, malu kepada Allah adalah tingkatan tertinggi.  Muhasabah caranya simpel: Sebelum tidur, tanya diri sendiri—hari ini aku jaga pandangan gak? Jaga lisan gak? Jaga perut gak? Kalau ada yang bolong, perbaiki besok.  Gak usah nyalahin keadaan, fokus perbaiki diri sendiri.

---

5. Doa

“Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang malu kepada-Mu dengan sebenar-benarnya. Jagakan pandanganku, lisanku, dan perutku dari yang Engkau haramkan. Jadikanlah aku orang yang terus memperbaiki diri, bukan merasa sudah sempurna.”

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang udah baca sampai selesai. Maaf kalau ada salah kata atau kurang berkenan. Ini murni buat kebaikan bersama.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #MaluKepadaAllah #Muhasabah #Tasawuf #RenunganHati #HijrahBukanSempurna #MenataHati #JagaPandangan #JagaLisan #SelfReminder.

.....................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—