ILMU ITU PERMATA, HATI ITU WADAH
...................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
....................
Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 8 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari Masjid Baitur Rokhmat, nyantri bareng Ust. Nur Khodim, kupas tipis tipis Kitab At- Targhib wat Tarhib (Al-Mundzir) :
........
ANJURAN MENCARI ILMU BELAJAR, KEUTAMAAN ILMU! ORANG ALIM DAN PELAJAR.
Rasulullah saw. bersabda:
“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim dan orang yang meletakkan ilmu kepada orang yang bukan ahlinya (orang yang tampaknya enggan menerimanya atau orang yang mengetawakan ilmu agama) Seperti orang yang mengalungi beberapa babi dengan permata, lu’lu’ dan emas.”(H.R. Ibnu Majah, dan lain-lain. Begitu juga Al-Mundziri 28/1).
Keterangan:
Hadis tersebut diberi tanda lemah oleh Imam Suyuthi. Kesimpulannya:
1. Mencari ilmu agama adalah wajib.
2. Jangan memberikan ilmu agama kepada orang yang enggan menerimanya.
.................
1. Rahasia Hikmah
Intinya, ilmu agama itu bukan barang dagangan, bukan pula pajangan biar kelihatan pinter di kolom komentar. Ilmu itu cahaya. Tujuan kita mencari ilmu bukan buat flexing, tapi buat bikin hati makin lembut, jiwa makin jernih, dan langkah makin dekat sama Allah. Hikmahnya: ilmu yang benar akan menuntun pemiliknya untuk makin rendah hati, bukan makin tinggi hati.
2. Nasehat
Rasulullah saw. bersabda:
"Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim..." (H.R. Ibnu Majah)
Dan sabda beliau yang lain, tentang orang yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya, diibaratkan "seperti orang yang mengalungi beberapa babi dengan permata, lu'lu' dan emas." (H.R. Ibnu Majah)
Firman Allah:
"Dan katakanlah: Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Makrifatnya: ilmu itu titipan, bukan milik. Hakekatnya: makin tahu, makin sadar diri itu kecil. Tarekahnya di era viral ini: saring dulu sebelum sharing. Jangan asal copas ayat dan hadis cuma buat menang debat di media sosial. Njenengan mungkin punya ilmu, tapi belum tentu orang siap menerima. Kadang yang dibutuhkan bukan ceramah, tapi contoh sikap.
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Tasawuf mengajarkan adab sebelum ilmu. Muhasabah-nya: tanya diri sendiri, "Ilmu yang aku pelajari hari ini, sudah bikin hatiku makin dekat sama Allah, atau malah bikin aku merasa paling benar?" Caranya: sedekah ilmu dengan cara yang tepat, waktu yang tepat, dan orang yang tepat. Kalau orangnya enggan, cukup doakan, jangan dipaksa.
5. Doa
Allahumma inni as'aluka ilman nafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.)
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat semua pihak yang jadi jalan ilmu buatku, guru, teman, bahkan yang pernah beda pendapat. Maaf kalau ada salah kata, salah tulis, atau hati yang tersinggung. Semua ini murni kekurangan diriku.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #MenataHati #IlmuBerkah #Muhasabah #TasawufGaul #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #AdabDiAtasIlmu #RenunganHati #SaringSebelumSharing
..........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—