📡 LIVE STREAMING
📖 *KAJIAN DZULHIJJAH SESI 3 : WASIAT NABI SAAT HAJI WADA'*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 14 DZULHIJJAH 1447 H / 31 MEI 2026
⏰ 10.00 - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID NURUSSUNNAH, PERUM. BANGAH JAYA INDAH KAV. POLDA SIDOARJO
Youtube :
https://www.youtube.com/live/ZNVnKUQllIE?si=_VmkFMr3xZbPGaX-
.........
WASIAT NABI ﷺ SAAT HAJI WADA'
"Menyucikan Jiwa dengan Menjaga Hak Allah dan Hak Sesama"
Bismillahirrahmanirrahim.
Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah terakhirnya pada Haji Wada' sebagai pesan abadi bagi seluruh umat Islam. Beliau tidak hanya memberikan hukum-hukum syariat, tetapi juga membimbing umat agar memiliki hati yang bersih (tazkiyatun nufus), akhlak yang mulia, dan kehidupan yang penuh kasih sayang.
Di antara pesan beliau adalah:
- Bertakwalah kepada Allah.
- Jagalah darah, harta, dan kehormatan sesama Muslim.
- Tinggalkan riba.
- Perlakukan wanita dengan baik.
- Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Persaudaraan kaum mukmin lebih tinggi daripada kepentingan dunia.
Semua wasiat tersebut merupakan jalan penyucian jiwa, karena hati yang bersih akan melahirkan amal yang bersih.
Allah Ta'ala berfirman:
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9-10).
Allah juga berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10).
Dan firman-Nya:
"...Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13).
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda:
"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. Muslim).
Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus
Dalam pandangan tasawuf, Haji Wada' mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya menghubungkan manusia dengan Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama.
Orang yang rajin beribadah namun masih menyakiti orang lain berarti belum sempurna penyucian jiwanya.
Hati yang telah bersih memiliki ciri:
- mudah memaafkan,
- rendah hati,
- tidak dengki,
- amanah,
- jujur,
- tidak mencintai dunia secara berlebihan,
- senang menolong,
- ikhlas karena Allah.
Inilah buah dari tazkiyatun nufus.
Relevansi Zaman Sekarang
Di era media sosial, teknologi AI, komunikasi digital, dan kehidupan modern, manusia semakin mudah menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, penipuan, ghibah, dan permusuhan.
Khutbah Haji Wada' justru semakin relevan.
Menjaga kehormatan orang lain hari ini berarti:
- tidak menyebarkan hoaks,
- tidak menghina di media sosial,
- tidak mengambil hak orang lain,
- tidak korupsi,
- tidak memanipulasi data,
- menjaga amanah dalam pekerjaan,
- menghormati perempuan,
- menjaga persaudaraan umat.
Kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan memperbanyak dosa.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Sudahkah aku menjaga kehormatan saudara-saudaraku?
- Masihkah lisanku menyakiti orang lain?
- Masihkah aku memakan harta yang bukan hakku?
- Sudahkah aku berlaku adil kepada keluarga?
- Apakah Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidupku?
- Apakah aku lebih mencintai dunia daripada akhirat?
Cara Bermuhasabah
- Luangkan waktu setiap malam untuk mengevaluasi diri.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
- Istighfar minimal 100 kali setiap hari.
- Segera meminta maaf bila berbuat salah kepada orang lain.
- Menjaga lisan, tulisan, dan media sosial.
- Bersedekah sebagai penyuci harta.
- Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ.
- Berdoa agar Allah membersihkan hati dari riya', ujub, hasad, dan cinta dunia.
Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lisan kami dari dusta, pandangan kami dari pengkhianatan, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa."
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Penutup
Marilah kita menjadikan wasiat Rasulullah ﷺ pada Haji Wada' sebagai pedoman hidup. Jangan sampai kita sibuk memperbaiki penampilan, tetapi melupakan kebersihan hati. Jangan hanya mengejar kemajuan dunia, tetapi lalai mempersiapkan bekal menuju akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga hak-Nya, menghormati sesama, serta memperoleh hati yang bersih dan husnul khatimah.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, keberkahan, kesehatan, dan keistiqamahan kepada kita semua dalam meniti jalan menuju ridha-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
......