Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 4 Ags 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh maghrib'an dari Masjid Al Abror nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :
----------
QS. Al-An'ām Ayat 148.
سَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا لَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَآ اَشْرَكْنَا وَلَآ اٰبَاۤؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتّٰى ذَاقُوْا بَأْسَنَاۗ قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوْهُ لَنَاۗ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَخْرُصُوْنَ ١٤٨
sayaqûlulladzîna asyrakû lau syâ'allâhu mâ asyraknâ wa lâ âbâ'unâ wa lâ ḫarramnâ min syaî', kadzâlika kadzdzaballadzîna ming qablihim ḫattâ dzâqû ba'sanâ, qul hal ‘indakum min ‘ilmin fa tukhrijûhu lanâ, in tattabi‘ûna illadh-dhanna wa in antum illâ takhrushûn
Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.”
............
Nasehat-Motivasi: "Stop Nyalahin Takdir, Mulai Benahi Diri"
1. Maksud & Tujuan
Bro/sis, ayat di atas lagi ngomongin tentang orang-orang musyrik yang punya kebiasaan nyalahin Allah atas kesalahan mereka sendiri. Kata mereka: "Kalau Allah mau, kami nggak bakal musyrik kok!" Padahal, itu cuma alibi buat menghindari tanggung jawab.
Pesan utamanya: Jangan jadikan takdir sebagai kambing hitam atas kelalaian kita. Allah kasih kita akal dan pilihan. Hidup ini soal usaha, bukan cuma pasrah tanpa aksi. Dalam tasawuf, ini disebut tawakal yang salah kaprah—pasrah tanpa ikhtiar itu bukan tawakal, tapi lemahnya iman.
---
2. Dalil yang Menguatkan
Ayat Qur'an:
"Orang-orang musyrik akan berkata, 'Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.' Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.'"
— (QS. Al-An'am [6]: 148)
Hadis Shahih:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sungguh, hati-hati itu dari Allah, dan perbuatan (ikhtiar) itu dari manusia." — (HR. Ath-Thabrani)
Hadis Qudsi:
Allah berfirman:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah menetapkan takdir, dan Aku Maha Mengetahui. Namun Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri tidak mengubah apa yang ada pada diri mereka." — (HR. Muslim, dari hadis Qudsi)
---
3. Analisis & Implementasi di Kehidupan Kekinian
Analisa:
Ayat ini mengajarkan: Jangan pakai dalih 'kehendak Allah' buat ngejustifikasi kesalahan sendiri. Orang musyrik itu pintar nyari pembenaran, tapi Allah tantang mereka: "Ada dalil nggak?" Artinya, setiap manusia punya akal dan pilihan.
Dalam tasawuf, ini disebut irādah juz'iyyah—kehendak parsial manusia. Kita bukan robot. Allah kasih kita pilihan, dan kita dimintai pertanggungjawaban atas pilihan itu.
Argumentasi:
· ❌ Salah kaprah: "Ya udahlah, ini sudah takdirku" → pasrah tanpa usaha.
· ✅ Benar: "Ini musibah, tapi aku harus introspeksi dan berbenah."
Kita harus sadar: Takdir itu seperti peta, tapi kita yang menentukan jalannya.
Implementasi di Zaman Now (Viral):
1. Toxic Positivity vs Pasrah Berlebihan
· Zaman sekarang viral yang namanya toxic positivity—dipaksa terus senyum padahal hati hancur. Ada juga yang ekstrem pasrah: "Udah takdir, yaudahlah" tanpa usaha. Dua-duanya nggak seimbang.
· Solusi: Ambil jalan tengah—tawakal setelah ikhtiar. Seperti kata Imam Al-Ghazali: "Tawakal itu bukan meninggalkan usaha, tapi menyerahkan hasil pada Allah setelah maksimal berusaha."
2. Healing yang Nggak Jelas
· Banyak yang bilang "aku lagi healing" tapi ujung-ujungnya cuma kabur dari tanggung jawab.
· Healing yang bener: introspeksi diri, bersihin hati (tazkiyah), lalu balik lagi ke medan perjuangan hidup dengan semangat baru.
3. FOMO (Fear of Missing Out)
· Orang sibuk ikut-ikut tren, takut ketinggalan zaman, sampai lupa introspeksi.
· Pesan: Jangan ikut-ikut tanpa dalil. Allah tanya: "Apakah kamu punya dalil?" Pake logika sehat, nggak cuma ikut-ikutan.
---
4. Muhasabah & Caranya
Muhasabah = introspeksi diri. Ini penting buat bersihin hati dari penyakit menyalahkan takdir.
Cara praktis (tanpa bertele-tele):
1. Renungkan 3 Hal Tiap Malam (5 menit):
· Apa yang udah aku usahakan hari ini?
· Apa yang aku salahin hari ini? Apakah benar itu salah orang lain/takdir, atau aku yang kurang?
· Apa yang bisa aku perbaiki besok?
2. Tulis Jurnal Syukur & Ikhtiar:
· Tulis 3 hal yang aku syukuri + 3 hal yang udah aku usahakan.
· Jangan cuma tulis keluhan. Tulis juga solusinya.
3. Istighfar & Evaluasi Niat:
· Baca istighfar 100x sambil mikir: "Apakah niatku hari ini udah bersih?"
· Kalau ada rasa nyalahin orang lain/takdir, minta ampun sama Allah.
4. Praktik 'Pause Before Blaming':
· Setiap mau nyalahin sesuatu, jeda 3 detik, tanya: "Apa kontribusiku dalam masalah ini?"
---
5. Doa
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَالْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
"Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi penjaga urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat hidupku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan." — (HR. Muslim)
---
6. Ucapan Terima Kasih
Jazaakumullahu khairan buat:
· Ustadz-ustadz yang udah sabar ngajarin ilmu agama, terutama yang ngasih pemahaman tentang tazkiyatun nufus dan tawakal yang sebenarnya. Tanpa ilmu, kita bakal gampang terjerumus ke dalam kesesatan ala orang musyrik yang nyalahin takdir.
· Para pembaca sekalian, makasih udah meluangkan waktu buat baca nasehat singkat ini. Semoga kita semua makin sadar, makin berbenah, dan nggak jadi orang yang cuma bisa nyalahin keadaan. Mulai dari diri sendiri, baru bicara tentang takdir.
Tetap semangat, jaga iman, dan jangan lupa: Allah nggak akan ubah nasib kita kalau kita sendiri nggak berubah. ✨
---
"Siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya." — (Hadis)
"Siapa yang menyalahkan takdir, berarti ia menyalahkan Allah." — (Imam Al-Ghazali)
Keep istiqamah, jangan pasrah tanpa aksi. Karena hidup ini adalah ladang amal, bukan taman dongeng. 💪🌱
..............
