Saturday, May 23, 2026

sabtu, Bahagia dengan Ilmu, Dermawan dengan Harta, dan Menjaga Lisan

 


 طوبى لمن عمل بعلمه, وأنفق الفضل من ماله, وأمسك الفضل من قوله.

Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya, mentasarufkan (membelanjakan ) kelebihan hartanya dan menahan kelebihan kata-katanya. 

.........

BULETIN TAUZIAH

“Bahagia dengan Ilmu, Dermawan dengan Harta, dan Menjaga Lisan”

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Teks Hikmah

طُوبَى لِمَنْ عَمِلَ بِعِلْمِهِ، وَأَنْفَقَ الْفَضْلَ مِنْ مَالِهِ، وَأَمْسَكَ الْفَضْلَ مِنْ قَوْلِهِ

“Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya, membelanjakan kelebihan hartanya, dan menahan kelebihan kata-katanya.”


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Ungkapan hikmah ini mengandung tiga pokok utama penyucian jiwa:

1. Beramal dengan Ilmu

Ilmu bukan sekadar hafalan atau bahan ceramah, tetapi cahaya yang harus diamalkan. Dalam tasawuf, ilmu tanpa amal adalah hijab (penghalang) yang dapat mengeraskan hati.

Orang yang mengetahui kebenaran namun tidak melaksanakannya, hatinya akan semakin gelap. Sedangkan orang yang sedikit ilmunya tetapi mengamalkannya, maka Allah bukakan cahaya hikmah dalam hatinya.

2. Membelanjakan Kelebihan Harta

Tasawuf mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan. Kelebihan rezeki bukan tanda kemuliaan, tetapi ujian: apakah ia dipakai untuk menolong manusia atau hanya menumpuk dunia.

Menginfakkan kelebihan harta adalah tanda bersihnya hati dari penyakit:

  • bakhil,
  • cinta dunia,
  • sombong,
  • takut miskin.

3. Menahan Kelebihan Kata-Kata

Banyak bicara adalah pintu dosa:

  • ghibah,
  • fitnah,
  • riya,
  • dusta,
  • debat sia-sia,
  • menyakiti hati manusia.

Dalam Tazkiyatun Nufūs, diam yang penuh dzikir lebih mulia daripada bicara tanpa manfaat.


2. Hukum (Ahkam)

A. Mengamalkan ilmu

Hukumnya wajib sesuai kemampuan.

Allah mencela orang yang hanya berbicara tanpa amal.

Dalil

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 3)


B. Menginfakkan kelebihan harta

Hukumnya:

  • wajib pada zakat,
  • sunnah muakkadah pada sedekah dan infak.

C. Menjaga lisan

Wajib menjaga lisan dari:

  • dusta,
  • ghibah,
  • fitnah,
  • adu domba,
  • penghinaan.

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

Orang yang beramal dengan ilmu:

  • hidupnya bercahaya,
  • ilmunya berkah,
  • doanya mudah dikabulkan.

Orang yang dermawan:

  • dicintai manusia,
  • dekat dengan rahmat Allah,
  • hartanya menjadi sebab keselamatan akhirat.

Orang yang menjaga lisannya:

  • sedikit musuh,
  • hatinya tenang,
  • wajahnya bercahaya.

4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Tentang amal ilmu

“Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?”
(QS. Al-Baqarah: 44)


Tentang sedekah

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai…”
(QS. Al-Baqarah: 261)


Tentang menjaga lisan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi kepadamu.”
(HR. Muslim)


5. Analisis dan Argumentasi

Kerusakan manusia modern banyak berasal dari tiga hal:

  1. ilmu tanpa amal,
  2. harta tanpa kepedulian,
  3. lisan tanpa kendali.

Banyak manusia:

  • pandai berbicara agama tetapi keras akhlaknya,
  • kaya tetapi tidak peduli tetangga,
  • aktif di media sosial tetapi menyebarkan kebencian.

Tasawuf hadir untuk membersihkan hati agar:

  • ilmu menjadi cahaya,
  • harta menjadi jalan menuju surga,
  • lisan menjadi sumber kedamaian.

6. Amalan (Implementasi)

A. Amal ilmu

  • praktikkan ilmu sekecil apa pun,
  • biasakan istiqamah,
  • hindari hanya menjadi penonton kajian.

B. Amal harta

  • sedekah harian,
  • membantu fakir miskin,
  • mendukung dakwah,
  • membantu masjid dan pendidikan.

C. Amal lisan

  • kurangi debat,
  • hindari komentar buruk,
  • perbanyak dzikir,
  • biasakan diam sebelum marah.

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Di era teknologi:

Manusia mudah:

  • pamer ilmu,
  • pamer ibadah,
  • menyebarkan fitnah,
  • menghina orang melalui media sosial.

Satu tulisan dapat menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan detik.

Dalam komunikasi modern:

Lisan sekarang bukan hanya mulut, tetapi:

  • jari tangan,
  • komentar,
  • status,
  • video,
  • pesan digital.

Dalam kehidupan sosial:

Banyak orang kaya tetapi masyarakat sekitar lapar.

Dalam dunia kedokteran dan teknologi:

Usia semakin panjang, tetapi hati semakin kosong karena kurang dzikir dan kurang amal.


8. Motivasi

Jangan menunggu sempurna untuk beramal.

  • Sedikit ilmu yang diamalkan lebih baik daripada banyak ilmu yang dilalaikan.
  • Sedikit sedekah yang ikhlas lebih berat daripada banyak harta yang dipamerkan.
  • Sedikit bicara tetapi penuh hikmah lebih mulia daripada banyak bicara tanpa arah.

Orang yang menjaga hati dan lisannya akan dijaga kehormatannya oleh Allah.


9. Muhasabah & Caranya

Renungkan:

  • Sudahkah ilmuku mengubah akhlakku?
  • Apakah hartaku membantu orang lain?
  • Berapa banyak kata-kataku melukai manusia?

Cara Muhasabah:

  1. Evaluasi diri setiap malam.
  2. Catat dosa lisan harian.
  3. Sisihkan sedekah rutin.
  4. Kurangi berbicara sia-sia.
  5. Perbanyak istighfar dan dzikir.

10. Kemuliaan dan Kehinaan

A. Di Dunia

Kemuliaan:

  • hati tenang,
  • dicintai manusia,
  • hidup penuh keberkahan.

Kehinaan:

  • ilmu tidak bermanfaat,
  • dibenci manusia,
  • hati gelisah.

B. Di Alam Kubur

Kemuliaan:

  • kubur dilapangkan,
  • amal menjadi cahaya,
  • sedekah menjadi pelindung.

Kehinaan:

  • dosa lisan menjadi azab,
  • ilmu yang tidak diamalkan menjadi penyesalan.

C. Di Hari Kiamat

Kemuliaan:

  • wajah bercahaya,
  • mendapatkan naungan amal sedekah,
  • selamat dari hisab berat.

Kehinaan:

  • mulut menjadi saksi dosa,
  • tangan dan anggota tubuh bersaksi.

D. Di Akhirat

Kemuliaan:

  • masuk surga dengan rahmat Allah,
  • berkumpul bersama orang saleh.

Kehinaan:

  • terhalang dari rahmat,
  • penyesalan yang panjang.

11. Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِلْمَنَا نَافِعًا، وَارْزُقْنَا الْعَمَلَ بِهِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنْ حُبِّ الدُّنْيَا، وَاحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْخَطَإِ وَالْغِيبَةِ وَالْفِتْنَةِ، وَاجْعَلْ أَمْوَالَنَا سَبَبًا لِرِضَاكَ وَالْجَنَّةِ.

“Ya Allah, jadikan ilmu kami ilmu yang bermanfaat, karuniakan kepada kami kemampuan mengamalkannya, sucikan hati kami dari cinta dunia, jagalah lisan kami dari kesalahan, ghibah dan fitnah, serta jadikan harta kami sebab memperoleh ridha-Mu dan surga.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para pembaca yang masih menjaga hati di tengah kerasnya zaman, masih mau belajar memperbaiki diri, menjaga lisan, membantu sesama, dan menghidupkan cahaya ilmu serta dzikir di tengah dunia yang semakin lalai kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita:

  • ahli ilmu yang mengamalkan,
  • ahli sedekah yang ikhlas,
  • hamba yang menjaga lisan,
  • dan termasuk golongan yang selamat dunia hingga akhirat.

آمين يا رب العالمين.

.............


---


📢 BULETIN TAUZIAH

“Bahagia Itu: Ilmu Dipakai, Harta Dilebihkan, Lisan Dijaga”

(Perspektif Tasawuf – Biar Hati Bersih)


---


🔥 Kutipan Hikmah (Pesan Keren)


طُوبَى لِمَنْ عَمِلَ بِعِلْمِهِ، وَأَنْفَقَ الْفَضْلَ مِنْ مَالِهِ، وَأَمْسَكَ الْفَضْلَ مِنْ قَوْلِهِ


“Berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya, membelanjakan kelebihan hartanya, dan menahan kelebihan kata-katanya.”


---


1. Maksudnya (biar nggak bingung)


Isi pesan ini keren banget, karena ngajarin 3 kunci bersihin hati:


✅ Ilmu diamalkan – jangan cuma di hapal doang, tapi dipraktekkin. Ilmu tanpa amal = bikin hati keras.


✅ Harta lebihnya dipakai – rezeki itu titipan. Jangan pelit. Sedekah itu tanda hati sehat, nggak sombong, nggak takut miskin.


✅ Bicara secukupnya – kebanyakan ngomong bisa jadi pintu dosa: ghibah, fitnah, debat nggak jelas. Diam sambil dzikir itu lebih mulia.


---


2. Hukumnya (biar nggak asal jalan)


· Amal ilmu → wajib sesuai kemampuan.

    Dalil:

  “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 3)

· Infak kelebihan harta → wajib untuk zakat, sunnah untuk sedekah.

· Jaga lisan → wajib hindari dusta, ghibah, fitnah, adu domba, dan nyakitin hati orang.


---


3. Hikmahnya (kenapa keren banget)


· Orang yang ngamalin ilmu → hidupnya terang, doanya gampang dikabulin.

· Orang yang dermawan → disayang orang, deket sama rahmat Allah.

· Orang yang jaga lisan → dikit musuhnya, hati adem, muka glowing.


---


4. Dalil Oke (tetap asli, nggak diganti gaya gaul)


Tentang amal ilmu


“Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?” (QS. Al-Baqarah: 44)


Tentang sedekah


“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai…” (QS. Al-Baqarah: 261)


Tentang jaga lisan

Rasulullah ﷺ bersabda:


“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis Qudsi


Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi kepadamu.” (HR. Muslim)


---


5. Analisis kekinian (biar nyambung sama zaman now)


Rusaknya anak zaman sekarang sering karena 3 hal:


· Ilmu nggak dipake

· Harta nggak peduli sekitar

· Lisan nggak terkendali (suka komen toxic, share hoax)


Makanya tasawuf hadir buat bersihin hati:

→ Ilmu jadi cahaya

→ Harta jadi jalan ke surga

→ Lisan jadi sumber damai


---


6. Aksi nyata (jangan cuma baca)


💡 Amal ilmu


· Praktekkan ilmu sekecil apapun

· Konsisten, jangan cuma ikut kajian doang


💰 Amal harta


· Sedekah harian meskipun dikit

· Bantu tetangga, masjid, dakwah


🤐 Amal lisan


· Kurangi debat nggak penting

· Hindari komen jahat

· Perbanyak dzikir, diam kalau lagi emosi


---


7. Relevan banget buat jaman medsos


Sekarang, “lisan” itu bukan cuma mulut, tapi juga jari – komentar, status, video, DM.

Banyak orang pamer ilmu, pamer ibadah, nyebar fitnah dengan mudah.

Kita harus lebih hati-hati.


---


8. Motivasi (biar semangat)


Jangan nunggu sempurna baru beramal.

Sedikit ilmu yang diamalkan > banyak ilmu yang dilupain.

Sedikit sedekah yang ikhlas > banyak harta yang dipamerin.

Dikit bicara tapi bermakna > banyak omong kosong.


Allah bakal jagain kehormatan orang yang jaga hati dan lisannya.


---


9. Muhasabah singkat (introspeksi yuk)


Tanya ke diri sendiri:


· Udah ngerubah akhlakku belum ilmunya?

· Apakah hartaku udah ngebantu orang lain?

· Ada berapa banyak omonganku yang nyakitin orang?


Caranya: setiap malem evaluasi diri, catat dosa lisan, rutin sedekah, kurangi ngobrol nggak jelas, perbanyak istigfar.


---


10. Akibatnya di akhirat (serius nih)


Yang mulia:


· Kubur dilapangkan, sedekah jadi pelindung, wajah cerah di kiamat.

· Masuk surga dengan rahmat Allah.


Yang hina:


· Dosa lisan jadi azab, ilmu yang nggak diamalkan jadi penyesalan.

· Mulut, tangan, kaki jadi saksi di hadapan Allah.


---


11. Doa (jangan lupa baca)


اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِلْمَنَا نَافِعًا، وَارْزُقْنَا الْعَمَلَ بِهِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنْ حُبِّ الدُّنْيَا، وَاحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْخَطَإِ وَالْغِيبَةِ وَالْفِتْنَةِ، وَاجْعَلْ أَمْوَالَنَا سَبَبًا لِرِضَاكَ وَالْجَنَّةِ


“Ya Allah, jadikan ilmu kami bermanfaat, beri kami kemampuan mengamalkannya, sucikan hati kami dari cinta dunia, jaga lisan kami dari kesalahan, ghibah, fitnah, dan jadikan harta kami sebagai sebab meraih ridha-Mu dan surga.”


---


12. Ucapan makasih ala anak muda


Makasih buat njenengan semua yang masih mau jaga hati di tengah makin kerasnya zaman. Yang masih semangat belajar, memperbaiki diri, jaga lisan, bantu sesama, dan hidupin cahaya ilmu & dzikir.


Semoga Allah jadikan kita:

➡️ Orang alim yang ngamalin ilmunya

➡️ Orang dermawan yang ikhlas

➡️ Hamba yang jaga lisan

➡️ Golongan selamat dunia sampe akhirat


آمين يا رب العالمين


---


Friday, May 22, 2026

jumat. Tetangga yang Tidak Aman dari Kejahatan Kita



 Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Artinya:"Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya." (HR. Muslim no. 46).

.......

BULETIN TAUZIAH

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“Tetangga yang Tidak Aman dari Kejahatan Kita”

Hadis Utama

Dari , Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.”
(HR. no. 46)


Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadis ini menjelaskan bahwa ukuran kesalehan seseorang bukan hanya banyaknya ibadah pribadi, tetapi juga sejauh mana orang lain merasa aman dari dirinya.

Kata “bawāiq” berarti:

  • gangguan,
  • kezaliman,
  • keburukan,
  • ancaman,
  • ucapan menyakitkan,
  • fitnah,
  • dan segala bentuk tindakan yang membuat tetangga hidup dalam ketakutan.

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, hadis ini mengajarkan bahwa hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang menenangkan. Sedangkan hati yang kotor dipenuhi iri, dengki, sombong, dan kerasnya jiwa akan memunculkan gangguan kepada sesama.

Orang yang rajin shalat tetapi tetangganya tersiksa oleh lisannya, perilakunya, suaranya, atau kezalimannya, maka ibadahnya belum membuahkan cahaya akhlak.


Hukum (Ahkam)

1. Haram Menyakiti Tetangga

Menyakiti tetangga termasuk dosa besar apabila:

  • merusak kehormatan,
  • mencuri haknya,
  • membuat gaduh,
  • memfitnah,
  • mengancam,
  • atau membuat hidupnya tidak nyaman.

2. Wajib Menjaga Hak Tetangga

Hak tetangga meliputi:

  • keamanan,
  • kenyamanan,
  • penghormatan,
  • bantuan ketika susah,
  • dan perlindungan dari gangguan.

3. Akhlak kepada Tetangga adalah Bagian dari Iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.”

(HR. dan )


Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Kedekatan Rumah adalah Ujian Akhlak

Tetangga mengetahui:

  • suara kita,
  • kebiasaan kita,
  • emosi kita,
  • dan perilaku asli kita.

Maka akhlak kepada tetangga adalah cermin kejujuran iman.

2. Ibadah Tidak Cukup Tanpa Akhlak

Tasawuf mengajarkan:

“Hati yang dekat kepada Allah akan lembut kepada makhluk.”

3. Keselamatan Orang Lain Adalah Sedekah

Membuat orang lain aman dari lisan dan tangan kita termasuk ibadah besar.


Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh...”

QS. An-Nisa: 36


Allah juga berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

QS. Al-Baqarah: 195


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai aku mengira tetangga akan mendapat hak waris.”

(HR. )


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

“Wahai hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi.”

(HR. )


Analisis dan Argumentasi

Mengapa Tetangga Dijadikan Ukuran?

Karena tetangga:

  • paling dekat,
  • paling sering melihat kehidupan kita,
  • dan paling mudah terkena dampak perilaku kita.

Banyak orang terlihat baik di masjid, tetapi keras kepada tetangganya.

Tasawuf mengajarkan:

Kesalehan sejati bukan hanya dzikir di sajadah, tetapi juga kelembutan hati dalam kehidupan sosial.

Orang yang mengganggu tetangga biasanya memiliki:

  • penyakit ujub,
  • egoisme,
  • cinta dunia,
  • kurang empati,
  • dan lemahnya muraqabah kepada Allah.

Amalan (Implementasi)

Amalan Hati

  • Hilangkan iri kepada tetangga.
  • Doakan keberkahan untuk mereka.
  • Belajar memaafkan.

Amalan Lisan

  • Hindari gosip tetangga.
  • Jangan menyebar aib.
  • Gunakan kata-kata lembut.

Amalan Perbuatan

  • Membantu saat kesusahan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Tidak membuat kebisingan.
  • Berbagi makanan dan sedekah.

Amalan Ruhani

  • Membaca istighfar 100 kali.
  • Dzikir:

    “Allahumma thahhir qalbi min an-nifaq wal hasad.”


Relevansi di Zaman Sekarang

1. Teknologi dan Media Sosial

Hari ini banyak orang menyakiti “tetangga digital”:

  • komentar kasar,
  • fitnah online,
  • ujaran kebencian,
  • doxing,
  • mempermalukan orang di media sosial.

Padahal dosa lisan digital tetap dicatat malaikat.

2. Komunikasi Modern

Grup WhatsApp RT, Facebook, dan TikTok sering menjadi tempat:

  • gibah,
  • fitnah,
  • adu domba,
  • dan permusuhan antar tetangga.

3. Transportasi dan Kehidupan Kota

  • parkir sembarangan,
  • knalpot bising,
  • musik keras,
  • membuang sampah sembarangan, semua dapat menjadi bentuk gangguan kepada tetangga.

4. Kemajuan Kedokteran

Banyak orang sehat fisik tetapi sakit hati dan emosinya karena lingkungan sosial yang buruk.

Tasawuf mengajarkan:

Menenangkan hati orang lain juga bagian dari penyembuhan.

5. Kehidupan Sosial Saat Ini

Banyak orang hidup berdampingan tetapi tidak saling mengenal. Padahal Islam mengajarkan:

  • salam,
  • silaturahim,
  • empati,
  • dan kepedulian sosial.

Motivasi

Jadilah tetangga yang:

  • dirindukan ketika tidak ada,
  • didoakan kebaikannya,
  • dan membuat lingkungan menjadi tenang.

Mungkin amal terbesar kita bukan ceramah panjang, tetapi:

  • senyum kepada tetangga,
  • membantu saat kesulitan,
  • atau menjaga mereka dari gangguan kita.

Muhasabah & Caranya

Pertanyaan Muhasabah

  • Apakah tetangga merasa nyaman dengan saya?
  • Apakah lisan saya pernah melukai mereka?
  • Apakah saya pernah iri terhadap rezeki mereka?
  • Apakah rumah saya membawa ketenangan atau keresahan?

Cara Muhasabah

  1. Perbanyak diam dari ucapan buruk.
  2. Catat kesalahan harian.
  3. Minta maaf jika pernah menyakiti.
  4. Biasakan mendoakan tetangga.
  5. Latih hati untuk rendah diri.

Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan di Dunia

Orang yang baik kepada tetangga akan:

  • dicintai masyarakat,
  • didoakan banyak orang,
  • hidup lebih tenang,
  • dan mendapatkan keberkahan.

Kehinaan di Dunia

Orang yang suka mengganggu:

  • dibenci masyarakat,
  • dijauhi,
  • dan hidup penuh permusuhan.

Di Alam Kubur

Akhlak baik menjadi cahaya kubur.
Sedangkan kezaliman kepada manusia menjadi sebab sempitnya kubur.


Di Hari Kiamat

Hak-hak manusia akan diadili dengan sangat teliti.
Orang yang banyak ibadah tetapi menzalimi tetangga dapat bangkrut pahala.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang orang muflis:

“Ia datang dengan pahala shalat dan puasa, tetapi juga datang karena mencaci dan menzalimi orang lain.”

(HR. )


Di Akhirat

Orang yang menjaga tetangga akan dekat dengan rahmat Allah.
Sedangkan orang yang membuat manusia tidak aman terancam jauh dari surga.


Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحَسَدِ وَالْكِبْرِ وَالْعُدْوَانِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُؤْمِنُ جِيرَانُهُمْ بِشَرِّهِمْ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخُلُقِ وَالسَّلَامَةَ لِعِبَادِكَ.

Artinya:
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari dengki, kesombongan, dan permusuhan. Jadikan kami termasuk orang yang tetangganya merasa aman dari keburukannya. Karuniakan kepada kami akhlak yang mulia dan keselamatan bagi hamba-hamba-Mu.”


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh kaum muslimin yang terus berusaha memperbaiki akhlak, menjaga persaudaraan, memuliakan tetangga, dan menebarkan ketenangan di tengah masyarakat.

Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita:

  • penuh dzikir,
  • penuh kasih sayang,
  • dan penuh keberkahan hingga menjadi jalan menuju surga.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

.....

Coba redaksi tersebut diatas dibuat versi bahasa gaul kekinian sopan santun santai.

(Untuk arti ayat qur'an, arti ayat hadisnya tetap tidak diganti bahasa gaul).

(kata "Gue" diganti "aku", kata "lo" diganti "njenengan")