Thursday, July 2, 2026

kosong aj. MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL

 1📡  LIVE STREAMING


 📖 *MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 21 DZULHIJJAH 1447 / 07 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID AL FIRDAUS, PEPELEGI INDAH BLOK E, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/LiPmRkhyFCk?si=Tmq6srV9xIncqvce

........

MENGIKUTI MILLAH IBRAHIM AL-KHALIL

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Millah Nabi Ibrahim 'alaihissalam adalah jalan tauhid yang lurus, penuh keikhlasan, kepasrahan, dan kecintaan kepada Allah. Dalam tasawuf, mengikuti Millah Ibrahim bukan hanya mengucapkan syahadat, tetapi juga membersihkan hati dari segala "berhala" selain Allah, baik berupa hawa nafsu, kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, popularitas, jabatan, maupun ketergantungan kepada makhluk.

Nabi Ibrahim disebut sebagai Khalilullah (kekasih Allah) karena hatinya hanya dipenuhi oleh Allah. Ketika diperintahkan meninggalkan keluarga, dibakar dalam api, hingga diperintah menyembelih putranya, beliau menjawab semuanya dengan kepasrahan yang sempurna.

Tazkiyatun Nufus mengajarkan bahwa setiap mukmin harus menghancurkan berhala-berhala batin sebagaimana Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala lahir. Berhala terbesar adalah ego (nafs), riya', ujub, hasad, dan cinta dunia.

Allah tidak mencari banyaknya amal, tetapi hati yang bersih dan ikhlas.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. An-Nahl: 123

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim yang hanif..."

2. QS. Ali 'Imran: 67

"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia seorang yang hanif lagi berserah diri kepada Allah."

3. QS. Al-Baqarah: 131

"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: 'Berserah dirilah!' Ibrahim menjawab: 'Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.'"

4. QS. Asy-Syu'ara: 89

"Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Sabda beliau:

"Aku diutus membawa agama yang lurus (hanif) lagi mudah." (HR. Ahmad)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta..." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi lainnya:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era Artificial Intelligence (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, kemajuan kedokteran, dan komunikasi digital, manusia semakin mudah memperoleh informasi tetapi semakin sulit menjaga kejernihan hati.

Mengikuti Millah Ibrahim berarti:

  • Menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah, bukan untuk maksiat.
  • Tidak menjadikan media sosial sebagai berhala pencari popularitas.
  • Menjadikan ilmu kedokteran sebagai ikhtiar, namun tetap bertawakal kepada Allah.
  • Memanfaatkan kemajuan transportasi untuk silaturahmi, menuntut ilmu, dan ibadah.
  • Menjaga lisan dan jari dari fitnah, hoaks, ghibah, dan ujaran kebencian.

Berhala zaman sekarang sering kali bukan patung, melainkan uang, jabatan, follower, like, dan pujian manusia.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbarui niat setiap hari.
  2. Menjaga shalat lima waktu tepat waktu.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  5. Melatih ikhlas dalam setiap amal.
  6. Mengurangi cinta dunia yang berlebihan.
  7. Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
  8. Bertawakal setelah ikhtiar.
  9. Muhasabah sebelum tidur.
  10. Berdoa agar diberi hati yang hanif.

Nasehat Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri

"Dunia hanyalah jembatan; jangan engkau bangun rumah di atasnya."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Aku mencintai Allah bukan karena surga dan bukan karena takut neraka, tetapi karena Dia memang layak dicintai."

Abu Yazid al-Bistami

"Jalan menuju Allah adalah meninggalkan dirimu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah Allah mematikanmu dari dirimu dan menghidupkanmu bersama-Nya."

Al-Hallaj

"Cinta sejati adalah lenyapnya kepentingan diri di hadapan Allah."

Imam al-Ghazali

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan bergantung kepada makhluk; gantungkan seluruh harapanmu kepada Allah."

Jalaluddin Rumi

"Luka adalah jalan masuknya cahaya Allah."

Ibnu 'Arabi

"Hati seorang mukmin adalah tempat mengenal Allah melalui penyucian diri."

Ahmad al-Tijani

"Istiqamah lebih mulia daripada banyaknya karamah."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha

Tauhid yang benar akan melahirkan hati yang tenang, tidak mudah membenci, dan selalu husnuzan kepada Allah.

Ustadz Adi Hidayat

Millah Ibrahim adalah fondasi tauhid yang harus diwujudkan dalam ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.

Buya Yahya

Ikhlas adalah ruh seluruh amal. Amal tanpa ikhlas tidak akan sampai kepada Allah.

Ustadz Abdul Somad

Nabi Ibrahim mengajarkan pengorbanan total demi ketaatan kepada Allah.

Buya Arrazy Hasyim

Tazkiyatun nufus adalah proses membersihkan hati agar cahaya tauhid memancar dalam seluruh perilaku manusia.


Doa

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللهم اجعل قلوبنا على ملة إبراهيم الحنيف، وطهر نفوسنا من الشرك الخفي والرياء والعجب والكبر، وارزقنا الإخلاص والثبات حتى نلقاك وأنت راضٍ عنا. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah hati kami mengikuti Millah Ibrahim yang lurus. Bersihkanlah jiwa kami dari syirik yang tersembunyi, riya', ujub, dan kesombongan. Anugerahkan kepada kami keikhlasan dan istiqamah hingga kami berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an Al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin.
  6. Imam al-Ghazali, Minhajul 'Abidin.
  7. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Madarij as-Salikin.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  9. Abu Nu'aim al-Ashbahani, Hilyatul Auliya'.
  10. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mengikuti Millah Nabi Ibrahim Al-Khalil dengan penuh keikhlasan, istiqamah, dan hati yang bersih. Semoga ilmu ini menjadi amal jariyah, menambah keimanan, memperbaiki akhlak, serta mengantarkan kita kepada ridha Allah dan surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

...........

kosong aj. AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 21 DZULHIJJAH 1447 / 07 JUNI 2026


⏰  09.00 - 10.30 


TEMPAT  :

*MASJID AL-ISHLAAH, JL. RAYA PURWODADI 81-83 SURABAYA*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/U7r5nd0hlzY?si=VsJMU01w538l1bWm

...........

AMAL SHALIH YANG BERNILAI HAJI

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatul Nufus)

Nasehat dan Motivasi

Haji adalah ibadah yang sangat agung, namun Allah Yang Maha Pemurah juga membuka pintu-pintu pahala yang besar bagi hamba-Nya yang belum mampu berhaji. Dalam perspektif tazkiyatul nufus, hakikat haji bukan sekadar perjalanan menuju Ka'bah, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Orang yang membersihkan hati dari riya', hasad, sombong, dan cinta dunia sedang menempuh "haji batin" menuju ridha-Nya.

Banyak amal yang dijanjikan Rasulullah ﷺ berpahala seperti haji apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti sunnah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah melihat keikhlasan, bukan semata kemampuan finansial.

Allah berfirman:

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

Firman Allah:

"Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)

Keutamaan di sisi Allah bukan hanya karena telah berhaji, tetapi karena hati yang bertakwa.


Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi

1. Shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir hingga terbit matahari

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna."

(HR. At-Tirmidzi)

2. Berbakti kepada kedua orang tua

Seorang sahabat ingin berjihad.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Pada keduanya itulah engkau berjihad."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berbakti kepada orang tua merupakan amal yang nilainya sangat besar di sisi Allah.

3. Menghadiri majelis ilmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa pergi ke masjid hanya untuk mempelajari atau mengajarkan kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dengan haji yang sempurna."

(HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Al-Bukhari)


Perspektif Tasawuf (Tazkiyatul Nufus)

Para sufi mengajarkan bahwa haji terbesar adalah ketika hati telah menjadi rumah bagi dzikir kepada Allah.

Hasan Al-Bashri berkata:

"Perbaikilah rahasia hatimu, niscaya Allah akan memperbaiki keadaan lahirmu."

Rabi'ah al-Adawiyah berkata:

"Aku beribadah bukan karena mengharap surga atau takut neraka, tetapi karena cinta kepada Allah."

Abu Yazid al-Bistami berkata:

"Berapa banyak orang mengelilingi Ka'bah, namun hatinya tidak mengelilingi Allah."

Junaid al-Baghdadi berkata:

"Tasawuf adalah penyucian hati dari selain Allah."

Al-Hallaj mengingatkan bahwa cinta kepada Allah harus menghapus ego manusia.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa haji yang mabrur ditandai dengan berubahnya akhlak setelah pulang.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:

"Jangan bangga dengan banyaknya amal, tetapi banggalah jika Allah menerima amalmu."

Jalaluddin Rumi berkata:

"Ka'bah hanyalah bangunan, sedangkan hati orang beriman adalah tempat memandang rahmat Allah."

Ibnu 'Arabi berkata:

"Perjalanan menuju Allah dimulai dari mengenal diri sendiri."

Ahmad al-Tijani menekankan pentingnya istiqamah dalam dzikir dan akhlak.


Relevansi di Zaman Modern

Di era media sosial, banyak orang mengejar gelar "Pak Haji" atau "Bu Hajjah" untuk prestise. Bahkan perjalanan haji sering dipamerkan demi popularitas. Padahal Allah menilai keikhlasan, bukan banyaknya unggahan.

Teknologi memungkinkan kita mengikuti kajian Islam secara daring, berdzikir melalui aplikasi Al-Qur'an digital, bersedekah secara online, membantu korban bencana melalui transfer elektronik, serta menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Semua itu dapat menjadi amal besar bila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Kemajuan transportasi memudahkan perjalanan ibadah, sedangkan kemajuan kedokteran membantu menjaga kesehatan agar tetap mampu beribadah. Namun, semua kemudahan itu harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan menumbuhkan kesombongan.


Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Shalat Subuh berjamaah, berdzikir hingga matahari terbit, lalu shalat Isyraq dua rakaat.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua.
  4. Rutin menghadiri majelis ilmu.
  5. Memperbanyak sedekah.
  6. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  7. Memperbanyak istighfar dan shalawat.
  8. Menolong sesama tanpa mengharap balasan.
  9. Menjaga keikhlasan dalam seluruh amal.
  10. Berdoa agar Allah memudahkan berhaji dan menerima seluruh amal.

Testimoni Para Ulama Kontemporer

sering menjelaskan bahwa Allah Maha Adil. Orang yang belum mampu berhaji tidak tertutup dari pahala besar jika ikhlas dalam ibadah dan amal saleh.

menerangkan bahwa beberapa hadis shahih menunjukkan adanya amal tertentu yang berpahala seperti haji dan umrah, namun tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.

menasihatkan agar umat tidak bersedih bila belum mampu berhaji, tetapi memperbanyak amal yang dicintai Allah.

mengingatkan bahwa haji mabrur terlihat dari perubahan akhlak, bukan sekadar gelar.

mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah dimulai dengan membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Sunan At-Tirmidzi.
  5. Ihya' 'Ulumiddin – Imam Al-Ghazali.
  6. Risalah Al-Qusyairiyah – Imam Al-Qusyairi.
  7. Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
  8. Al-Hikam – Ibnu 'Athaillah as-Sakandari.
  9. Mathnawi – Jalaluddin Rumi.

Doa

اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة، واجعلنا من عبادك الصالحين، وارزقنا حجًا مبرورًا، وسعيًا مشكورًا، وذنبًا مغفورًا، وارزقنا الإخلاص في جميع أعمالنا. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lisan kami dari dusta, mata kami dari khianat. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh. Anugerahkan kepada kami haji yang mabrur, usaha yang Engkau syukuri, dosa yang Engkau ampuni, dan karuniakanlah keikhlasan dalam seluruh amal kami. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.

Semoga pembahasan ini menambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, memotivasi kita untuk memperbanyak amal saleh, serta membersihkan hati melalui tazkiyatul nufus. Semoga Allah menerima setiap amal kita, memudahkan bagi yang belum berhaji untuk suatu hari memenuhi panggilan ke Baitullah, dan menganugerahkan kepada kita semua haji yang mabrur serta husnul khatimah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā. Barakallāhu fīkum. Aamiin Yā Rabbal 'Ālamīn.

.......