Rabu, 09 September 2026

1520tan. SAAT PUJIAN MENJADI GODAAN, IKHLAS JADI JAWABAN

 


SAAT PUJIAN MENJADI GODAAN, IKHLAS JADI JAWABAN

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat Kepada Allah.

................

Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 9 Sep 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an tempo hari, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :


...........


BAB I : TENTANG IKHLAS

Diriwayatkan oleh Imam Waki’ dari Sufyan Atstsauri, dan dari seseorang (Sahabat), dari Mujahid, katanya: “Seseorang menghadap Nabi  dan berkata: “Ya Rasulullah, bahwasanya aku bersedekah karena Allah, tetapi aku juga senang dipuji orang (bahwa, aku orang baik yang suka beramal), lalu turunlah ayat :

“Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi 110).

...............

1. HIKMAH

Pernah nggak sih, kita berbuat baik tapi diam-diam berharap dilihat orang? Atau sedekah tapi pengen dipuji? Kisah sahabat Nabi ini nyata banget sama kita yang hidup di era "viral". Masalahnya bukan di amal baiknya, tapi di niat yang mulai "pecah". Allah turunkan ayat sebagai jawaban lembut: ikhlas itu pangkalnya, pujian itu bonus yang nggak wajib kita kejar.


Intinya: luruskan niat, karena Allah nggak lihat seberapa heboh amal kita, tapi seberapa ikhlas hati kita.


---


2. NASEHAT


Allah berfirman:


"Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya". (Al-Kahfi 110)


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)


Hadis Qudsi:


"Aku adalah sekutu yang paling tidak butuh sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)


---


3. MAKRIFAT, HAKEKAT, TAREKAT


Di zaman media sosial, ibadah kita sering "tertunda" karena sibuk cari konten. Makrifatnya: sadar bahwa Allah selalu melihat, bahkan sebelum kita posting. Hakekatnya: ikhlas itu bukan sekali jadi, tapi proses terus-terusan. Tarekatnya: latihan niat setiap mau berbuat baik—tahan jempol sebelum posting, tahan hati sebelum berharap pujian.


Relevan banget: sebelum record amal, record dulu niat di hati.


---


4. TASAWUF & MUHASABAH


Muhasabah caranya gampang:


· Sebelum amal: tanya diri, "Ini karena Allah atau karena pengen dilihat njenengan?"

· Saat amal: jaga hati dari riya'

· Sesudah amal: syukuri dan istighfar kalau ada niat yang salah


Tazkiyatun nufus itu kayak bersihin rumah hati setiap hari. Nggak harus sempurna, yang penting rutin.


---


5. DOA


"Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika syai'an wa ana a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam."


"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui."


---


6. UCAPAN TERIMAKASIH & MAAF


Terima kasih untuk semua guru, teman diskusi, dan siapapun yang mengingatkan tentang ikhlas. Mohon maaf lahir batin kalau tulisan ini kurang berkenan.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#IkhlasItuProses #TazkiyatunNufus #MenataHati #BukanSempurnaTapiTerusMemperbaiki #NgajiKekinian #HijrahHati

................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1519tan. GAK PAMER, GAK RIYA': MENATA HATI DI ERA FYP



GAK PAMER, GAK RIYA': MENATA HATI DI ERA FYP

...................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................


Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 9 Sep 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an tempo hari, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :


...........


BAB I : TENTANG IKHLAS


Al-Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Amr Maula Murallib dari Ashim dan Muhammad Labied, Nabi & bersabda:


”Syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian, lalu para sahabat bertanya, apakah svirik kecil itu. ya Rasulullah? Jawab beliau: “Riya, besok di hari Kiamat, Alah menyuruh mereka mencari pahala amalnya, kepada siapa tujuan amal mereka itu, FirmanNya. ”Carilah manusia yang waktu hidup di dunia, kamu beramal tujuannya hanya untuk dipuji atau disanjung oleh mereka, mintalah pahala kepada mereka itu”.


Al-Faqih menegaskan: Mereka diperlakukan kasar, adalah wajar, karena amal mereka di dunia hanyalah penipuan belaka, Firman Allah:


“Bahwasanya orang-orgng Munafik itu menipu Allah, dan Dia pandai membalasnya, ketika salat, mereka malas melakukannya, hanya pujian manusialah tujuan utamanya. Mereka tidak mengingat Allah, kecuali hanya sedikit”. (Annisa 142)


Oleh karenanya semua amal mereka batal tidak sampai kepada Allah dan Allah lepas dari mereka. Demikianlah amal yang tidak disertai dengan keikhlasan.


........


1. Hikmah


Bayangin, kita rajin salat, ngaji, sedekah, tapi hati kecil kita sebenarnya pengen dipuji orang. "Wah, si fulan rajin banget salatnya!" Atau di medsos, kita posting kegiatan baik biar dapat like dan komentar pujian. Itu namanya riya'. Dan Nabi bilang, ini syirik kecil yang sangat berbahaya. Bahaya? Iya, karena pelakunya di hari Kiamat bakal dicariin sama Allah: "Cari deh manusia yang dulu pengen kalian puji!" Lalu amal kita hangus, sia-sia. Mirip kita masak nasi pake beras plastik—kelihatannya nasi, tapi gak ada gunanya buat dimakan. Hikmahnya: amal tanpa keikhlasan itu gak punya nilai di mata Allah. Kita mungkin dikagumi manusia, tapi di sisi Allah kita justru merugi.


---


2. Nasehat


Allah berfirman: "Bahwasanya orang-orang Munafik itu menipu Allah, dan Dia pandai membalasnya, ketika salat, mereka malas melakukannya, hanya pujian manusialah tujuan utamanya. Mereka tidak mengingat Allah, kecuali hanya sedikit." (QS. An-Nisa: 142)


Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya: "Apa itu syirik kecil, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Riya'." (HR. Ahmad)


Dan dalam hadis Qudsi, Allah berfirman: "Aku adalah sekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa beramal dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)


---


3. Makrifat & Relevansi Kehidupan Viral


Zaman sekarang, hidup kita kayak panggung sandiwara. Kita pamer ibadah di story, pamer sedekah di feed, pamer kebaikan biar dapat pujian. Tapi makrifat mengajarkan: Allah Maha Melihat, bahkan yang kita sembunyikan di dalam hati. Hakekatnya, amal kita bukan tontonan, tapi pertanggungjawaban. Tarekahnya: kita bisa tetap posting kebaikan, asal niatnya dakwah, bukan cari pujian. Bedanya tipis, tapi efeknya langit dan bumi. Kalau niat kita bersih karena Allah, postingan kita jadi ladang pahala. Kalau niatnya riya', postingan kita jadi bukti di akhirat nanti. Keren kan?


---


4. Tasawuf & Muhasabah


Dalam tasawuf, kita diajarkan tazkiyatun nufus—membersihkan jiwa. Caranya? Introspeksi diri (muhasabah). Setiap mau beramal, tanya hati: "Ini aku lakukan karena Allah atau karena pengen dilihat orang?" Jujur aja, kadang kita gak sadar, riya' itu masuk pelan-pelan kayak virus. Awalnya kecil, tapi lama-lama ngerusak. Jadi, biasakan:


· Sebelum amal: niat lurus karena Allah.


· Saat amal: fokus sama Allah, bukan ke siapa yang lihat.


· Setelah amal: bersyukur, bukan bangga.


Muhasabah juga bisa tiap malam: "Hari ini, mana amalku yang ikhlas, mana yang tercampur riya'?" Allah Maha Pengampun, selama kita mau kembali.


---


5. Doa


Ya Allah, bersihkan hatiku dari riya'. Jangan biarkan amalku sia-sia karena ingin pujian manusia. Aku berlindung kepada-Mu dari syirik kecil yang menghancurkan. Jadikan setiap gerakku, setiap nafasku, setiap kebaikanku semata karena-Mu. Ampuni aku jika selama ini lebih peduli pada 'like' manusia daripada ridha-Mu. Ya Allah, satukan hatiku hanya pada-Mu. Aamiin.


---


6. Ucapan Terima Kasih & Maaf


Terima kasih buat semua pihak yang sudah mengingatkan, baik lewat kajian, tulisan, atau bahkan teguran halus. Maaf kalau selama ini kita lebih sering pamer daripada ikhlas. Maaf juga kalau kita kadang lebih peduli penilaian manusia daripada penilaian Allah. Semoga kita semua terus belajar jadi pribadi yang lebih baik.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #TazkiyatunNufus #IkhlasBukanRiya #MuhasabahDiri #HidupBermakna


...........


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—