Bab : Jihad.
Abuhurairah r.a. berkata :
Rasulullah s.a.w. bersabda :
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِى دِمَاءَهُمْ
وَأَمْوَالَهُمْ الأَحقَهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ . رَوَاهُ الْخَارِي وَ لِم )
Aku diperintah berperang dengan orang-orang, sehingga mereka mengakui bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan Aku utusan Allah, maka bila mereka telah mengakuinya berarti telah terpelihara dari padaku darah dan harta mereka dan perhitungan mereka terserah kepada Allah.
(H.R. Bukhari, Muslim).
............
Tazkiyatun Nufūs
"Syahadat Bukan Sekadar Ucapan, tetapi Jalan Penyucian Jiwa dan Keselamatan Hakiki"
Hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ.
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Apabila mereka telah mengucapkannya, maka terpeliharalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka terserah kepada Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Catatan penting: Hadis ini dipahami oleh para ulama dalam konteks dakwah dan peperangan yang sah menurut syariat pada masa Nabi ﷺ terhadap pihak yang memerangi kaum Muslim. Hadis ini bukan perintah untuk memaksa setiap orang masuk Islam, karena Al-Qur'an juga menegaskan, "Tidak ada paksaan dalam agama." (QS. Al-Baqarah: 256).
1. Intisari, Maksud, dan Tujuan
Intisari
Tasawuf mengajarkan bahwa hadis ini bukan sekadar berbicara tentang peperangan lahiriah, tetapi juga mengingatkan tentang perjuangan terbesar, yaitu memerangi hawa nafsu, kesombongan, kemunafikan, dan syirik yang bersemayam di dalam hati.
Kalimat "Laa ilaaha illallah" bukan hanya diucapkan oleh lisan, tetapi harus menghidupkan hati hingga seluruh kehidupan tunduk kepada Allah.
Maksud
- Menegakkan tauhid sebagai fondasi kehidupan.
- Menjaga hak hidup, kehormatan, dan harta manusia.
- Mengajarkan bahwa hukum manusia hanya menilai yang tampak, sedangkan isi hati hanya Allah yang mengetahuinya.
Tujuan
- Membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan.
- Menumbuhkan akhlak mulia.
- Mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kasih sayang.
2. Ayat Al-Qur'an, Hadis Shahih, dan Hadis Qudsi
A. Al-Qur'an
QS. Al-Baqarah ayat 256
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
"Tidak ada paksaan dalam agama."
Ayat ini menunjukkan bahwa iman sejati lahir dari keyakinan, bukan paksaan.
QS. Al-Hujurat ayat 14
"...Katakanlah: Kamu belum beriman, tetapi katakanlah 'kami telah tunduk (Islam)', karena iman belum masuk ke dalam hatimu."
Iman yang hakiki adalah iman yang meresap ke dalam hati.
QS. Asy-Syams ayat 9–10
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
B. Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
C. Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. Muslim)
3. Analisa, Argumentasi, dan Implementasi
Perspektif Tasawuf
Musuh terbesar manusia bukan orang lain.
Musuh terbesar adalah:
- hawa nafsu
- kesombongan
- riya'
- ujub
- cinta dunia
- dengki
- kebencian
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah jalan menuju ma'rifatullah.
Kalimat syahadat harus menghancurkan "berhala-berhala hati", seperti:
- harta
- jabatan
- popularitas
- pengikut
- pujian manusia.
Relevansi di Dunia Viral Saat Ini
Hari ini peperangan lebih banyak terjadi melalui:
- fitnah di media sosial
- ujaran kebencian
- hoaks
- saling mengkafirkan tanpa ilmu
- menghina ulama
- mencari sensasi demi popularitas.
Seseorang bisa rajin berdzikir, tetapi lisannya melukai orang lain.
Ia hafal syahadat, tetapi tidak menjaga kehormatan sesama.
Tasawuf mengajarkan:
"Yang pertama diperangi adalah ego diri sendiri."
Jika hati sudah bersih, maka lisan akan lembut, tulisan akan menyejukkan, dan tindakan akan membawa rahmat.
4. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan kepada diri sendiri setiap malam:
- Apakah syahadatku hanya di bibir?
- Apakah aku masih lebih takut kepada manusia daripada Allah?
- Apakah aku pernah menyakiti orang lain dengan lisan atau tulisan?
- Apakah aku sudah menjaga darah, kehormatan, dan harta orang lain?
- Apakah aku mudah menghakimi isi hati seseorang, padahal Allah-lah yang Maha Mengetahui?
Cara Membersihkan Hati
- Perbanyak istighfar.
- Dzikir Laa ilaaha illallah dengan menghadirkan hati.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Duduk di majelis ilmu.
- Menjaga lisan.
- Meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti.
- Ikhlas dalam beramal.
5. Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ، وَزَكِّ نُفُوسَنَا، وَاجْعَلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ نُورًا فِي قُلُوبِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى الْإِيمَانِ حَتَّى نَلْقَاكَ.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari syirik dan kemunafikan. Bersihkanlah jiwa kami. Jadikanlah kalimat Laa ilaaha illallah sebagai cahaya di dalam hati kami. Teguhkanlah kami di atas keimanan hingga kami bertemu dengan-Mu."
6. Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillāh.
Semoga Allah ﷻ membalas seluruh kebaikan para ustadz, guru, kiai, dan para ulama yang dengan penuh keikhlasan membimbing umat menuju jalan ilmu, tauhid, dan akhlak yang mulia.
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menelaah nasihat ini. Semoga Allah menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai ilmu yang bermanfaat, membersihkan hati, memperbaiki amal, serta mengokohkan kita di atas jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah hingga akhir hayat.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَقًّا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. آمِين.
...........