Sunday, February 15, 2026

956. Ketika Manusia Memakai Pakaian Tuhan: Bahaya Sombong di Era Canggih.

 


kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) 

BAB 19 Tentang Sombong.

Dari Abu Hurairah  Nabi  bersabda: Allah  berfirman: “Kebesaran adalah sarungKu dan kesombongan adalah selendangKu, maka Barangsiapa menyerupai Aku dalam hal Kebesaran atau Kibir, Aku lemparkan dia ke dalam api neraka”. Al-Faqih dalam mengulas hadis tersebut di atas, mengatakan, Kedua sifat Allah tersebut dimuat dalam Alquran, oleh karenanya manusia yang lemah (seperti aku) ini, tidak pantas menyandang (sombong)nya.


QS. Ghafir : 60

“Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah akan masuk neraka jahannam sebagai manusia terhina”.


QS. Zumar : 72

”Diserukan, masuklah kalian lewat pintu jahannam dan kekal di dalamnya, itulah seburuk-buruk tempat orang yang sombong”.

Nabi Musa  bertanya: Ya Tuhan, siapa makhluk yang Kau benci? JawabNya, Manusia sombong, yang kasar ngomongnya, tetapi imannya lemah serta kikir”.

Al-Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Mash’ab, dari ayahnya dari Ka’bul Ahbar: “Orang sombong kelak di hari Kiamat mengecil sekecil semut, ia terhina di tempat mana saja, masuk neraka diberi minum thinatul khabal (yaitu) darah campur nanah penghuni neraka”.

........

📖 Ketika Manusia Memakai Pakaian Tuhan: Bahaya Sombong di Era Canggih

Kitab Tanbīhul Ghāfilīn Karya Abul Laits as-Samarqandi

Bab 19: Tentang Sombong (Kibr)


1️⃣ Kibr: Ketika Hati Mengaku Milik yang Bukan Haknya

Dalam hadis qudsi disebutkan:

“Kebesaran adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam kebesaran dan kesombongan, Aku lemparkan ia ke dalam neraka.”

Ini bukan sekadar ancaman, tapi peringatan tentang wilayah ilahiah.
Kebesaran (al-‘Azhamah) dan kesombongan (al-Kibr) adalah pakaian Allah. Manusia — yang asalnya dari tanah, lalu menjadi segumpal darah — tidak pantas mengenakannya.

Dalam Allah berfirman:

QS. Ghafir: 60 – Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina.
QS. Az-Zumar: 72 – Masuklah kalian ke pintu Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.

Sombong bukan sekadar gaya bicara tinggi.
Sombong adalah menolak tunduk.
Sombong adalah enggan merendah di hadapan kebenaran.


2️⃣ Perspektif Tazkiyatun Nufus: Penyakit Halus yang Tidak Terasa

Dalam ilmu tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), kibr adalah penyakit paling halus.

Ia bisa menyamar sebagai:

  • Merasa paling paham agama.
  • Merasa paling dermawan.
  • Merasa paling benar dalam diskusi.
  • Merasa paling sukses karena teknologi dan kecanggihan.

Hari ini kita hidup di zaman:

  • 🚀 Transportasi cepat
  • 📱 Komunikasi instan
  • 🏥 Kedokteran canggih
  • 💻 Teknologi digital tanpa batas

Tapi ironisnya, hati makin sulit tunduk.

Dulu orang sombong karena harta dan nasab.
Sekarang orang sombong karena:

  • Jumlah followers
  • Gelar akademik
  • Koneksi internasional
  • Kemampuan debat
  • Kecanggihan bisnis

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji zarrah.”

Dan dalam riwayat lain, orang sombong akan dibangkitkan kecil seperti semut, diinjak-injak manusia, lalu diberi minum thinātul khabāl (darah dan nanah penghuni neraka).

Bayangkan…
Di dunia merasa besar.
Di akhirat menjadi kecil.


3️⃣ Muhasabah Zaman Canggih

Mari kita bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah saya tersinggung saat dinasihati?
  • Apakah saya sulit mengakui salah?
  • Apakah saya merasa lebih tinggi dari orang yang ekonominya lemah?
  • Apakah saya meremehkan orang yang ilmunya sedikit?

Teknologi tidak salah.
Kemajuan bukan musuh.

Yang berbahaya adalah ketika kemajuan membuat hati merasa tidak lagi butuh Allah.

Kita bisa memesan makanan dengan satu sentuhan.
Tapi sulit memesan kerendahan hati.

Kita bisa terbang ribuan kilometer.
Tapi sulit menundukkan ego satu sentimeter.


4️⃣ Motivasi: Rendah Hati adalah Jalan Cahaya

Rendah hati bukan berarti lemah.
Justru itu tanda kuat.

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu,
tetapi mereka tetap tawadhu’.

Orang yang bersih jiwanya:

  • Mudah meminta maaf
  • Mudah mengucap terima kasih
  • Tidak silau pujian
  • Tidak hancur karena hinaan

Inilah buah dari tazkiyatun nufus.


🤲 Doa

Ya Allah…
Engkau Pemilik Kebesaran dan Keagungan.
Kami hanyalah hamba yang lemah dan hina.

Jauhkan kami dari kesombongan yang tersembunyi.
Bersihkan hati kami dari merasa lebih baik dari orang lain.
Jadikan kami hamba yang tunduk ketika benar datang,
dan lembut ketika berbicara.

Ya Allah, sebagaimana Engkau berfirman bahwa orang yang menyombongkan diri akan masuk neraka dalam keadaan hina,
maka lindungilah kami dari kehinaan dunia dan akhirat.


🌿 Harapan

Semoga kita menjadi generasi yang:

  • Canggih teknologinya
  • Luas ilmunya
  • Cepat transportasinya
  • Modern komunikasinya

Namun tetap:

  • Rendah hatinya
  • Lembut lisannya
  • Tunduk ibadahnya
  • Bersih jiwanya

Karena kemuliaan bukan pada seberapa tinggi kita berdiri,
tetapi pada seberapa dalam kita sujud.


✨ Penutup

Terima kasih telah menghidupkan kembali pelajaran dari Tanbīhul Ghāfilīn.
Semoga tulisan ini menjadi cermin, bukan sekadar bacaan.
Menjadi muhasabah, bukan sekadar wacana.

Semoga Allah menjadikan hati kita lapang, lembut, dan selamat dari kibr walau sebesar zarrah.

Aamiin.

.......

Judul: Jangan Pakai "Branded" Milik Tuhan: Bahaya Gengsi Berlebihan di Zaman Now


(Berdasarkan Kitab Tanbīhul Ghāfilīn – Abul Laits as-Samarqandi, Bab 19: Soal Sombong)


1. Sombong Itu Sebenarnya "Nge-Claim" Hak Allah


Coba deh simak pesan Allah dalam Hadis Qudsi:

"Kebesaran itu sarung-Ku, kesombongan itu selendang-Ku. Siapa pun yang berani menyaingi Aku dalam dua hal ini, bakal Kulempar ke neraka."


Pesan ini kencang banget: Sifat sombong dan merasa paling gede itu domainnya Allah. Manusia? Asal-usulnya dari tanah, ujung-ujungnya juga tanah. Jadi jangan lebay.


Allah sendiri bilang di Al-Qur'an:


· QS. Ghafir: 60 – "Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina."

· QS. Az-Zumar: 72 – "Masuklah kalian ke pintu Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."


Intinya, sombong itu bukan cuma soal gaya bicara tinggi. Tapi intinya adalah ogah tunduk sama kebenaran. Susah banget ngakuin salah.


2. Sombong Itu Penyakit Hati yang "Subtle" Banget


Dalam ilmu penyucian jiwa, kibr (sombong) ini penyakit paling halus. Kadang kita nggak sadar lagi kena.


Bentuknya bisa macem-macem, kayak:


· Merasa paling ngerti agama sendiri.

· Merasa paling dermawan.

· Nggak mau kalah dalam debat, pokoknya bener sendiri.

· Merasa paling sukses karena hidup udah modern dan serba canggih.


Nah, kita hidup di zaman yang katanya "canggih":

🚀 Naik pesawat cepat

📱 Komunikasi real-time

🏥 Teknologi kedokteran mutakhir

💻 Internet super cepat


Tapi ironisnya, makin canggih teknologi, hati kita makin susah tunduk dan rendah hati.


Dulu orang sombong karena harta atau keturunan. Sekarang? Karena:


· Jumlah followers banyak

· Gelar akademik panjang banget

· Koneksi internasional

· Jago debat dan ngegas

· Bisnis yang makin gede


Padahal Nabi ﷺ bersabda tegas:

"Nggak bakal masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walaupun cuma sebesar biji zarrah."


Dan seremnya, di hadis lain disebut, orang sombong bakal dibangkitin dalam bentuk kecil kayak semut, terus diinjak-injak, lalu dikasih minum nanah dan darahnya penghuni neraka.


Coba bayangin...

Di dunia pengennya dipuji, di akhirat malah dihina.


3. Koreksi Diri di Era Serba Digital


Yuk kita tanya ke diri sendiri:


· Gampang tersinggung nggak sih waktu dibilangin orang?

· Susah nggak sih ngaku salah?

· Ada nggak perasaan lebih tinggi dari orang yang ekonomi pas-pasan?

· Atau ngeremehin orang yang ilmunya masih minim?


Teknologi itu bukan masalah. Kemajuan bukan musuh.

Yang bahaya adalah ketika kemajuan bikin kita lupa diri dan merasa nggak butuh Allah.


Kita bisa pesan makanan cuma lewat layar HP, tapi susah banget buat merendah.

Kita bisa terbang jauh lintas negara, tapi ego turun satu sentimeter aja berat.


4. Ingat, Rendah Hati Itu Jalan Terang


Rendah hati bukan berarti lemah. Justru itu ciri orang kuat.


Orang yang jiwanya bersih itu gampang:


· Minta maaf

· Bilang makasih

· Nggak baper dipuji

· Nggak hancur dihina


Nah, ini dia hasil dari usaha membersihkan hati.


Doa:


Ya Allah...

Engkau yang punya segala Kebesaran dan Keagungan.

Kami ini cuma hamba lemah dan penuh kekurangan.


Jauhin kami dari sombong yang tersembunyi.

Bersihin hati kami dari rasa paling bener.

Jadikan kami orang yang mudah tunduk saat kebenaran datang, dan lembut dalam bicara.


Ya Allah, lindungi kami dari kehinaan di dunia dan akhirat.

Aamiin.


Harapan:


Mudah-mudahan kita bisa jadi generasi yang:

✔️ Canggih teknologinya

✔️ Luas ilmunya

✔️ Kenceng internetnya

✔️ Modern komunikasinya


Tapi tetap:

✔️ Rendah hati

✔️ Lembut omongannya

✔️ Rajin ibadah

✔️ Bersih jiwanya


Karena kemuliaan itu bukan dari seberapa tinggi kita berdiri, tapi seberapa dalam kita sujud.


✨ Penutup


Makasih udah mau baca dan ngambil pelajaran dari kitab Tanbīhul Ghāfilīn. Semoga tulisan ini bisa jadi cermin buat kita semua, bukan cuma sekadar basa-basi doang.


Semoga Allah lembutkan hati kita, jauhkan dari rasa sombong walau cuma sedikit.


Aamiin.


 

955. Zarah di Hati: Ketika Kesombongan Menggugurkan Surga

 


kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) 

BAB 19 Tentang Sombong.

Tidak akan masuk sorga manusia yang sombong, sekalipun hanya seberat zarrah (biji jagung). Seseorang bertanya: Ya Rasulullah, aku senang pakaian bersih, sandal dan tali pecutku, masukkah ke dalamnya? Jawabnya: “Bahwasanya Allah itu Indah, dan senang keindahan, dan senang ketika nikmatNya membekas pada yang diberiNya, Sebaliknya Dia benci kemiskinan dan bergaya miskin, sombong ialah berpaling dari kebenaran dan manusia”. (HR. Habib bin Abi Tsabit dari Yahya bin Lu’lah).

Tidak termasuk sombong, orang yang mau menjahit sandalnya, menembel pakaiannya dan wajahnya bersujud di tanah menyembah Allah”. (HR. Hasan).

.........

📖 Zarah di Hati: Ketika Kesombongan Menggugurkan Surga

Bab 19 – Tentang Sombong

Karya:

1️⃣ Sombong Itu Penyakit Hati, Bukan Soal Penampilan

Dalam bab ini disebutkan sabda Nabi ﷺ:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat zarrah.”

Ketika ada yang bertanya tentang suka pakaian bagus, Nabi menjawab:

“Allah itu Indah dan mencintai keindahan… Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

Hadis ini juga diriwayatkan dalam dengan redaksi yang masyhur.

Intinya:
Sombong bukan soal rapi atau bagus.
Sombong adalah hati yang merasa lebih tinggi dan enggan tunduk pada kebenaran.


🌿 Perspektif Tazkiyatul Nufus (Penyucian Jiwa)

Dalam tazkiyah, sombong (kibr) adalah:

  • Merasa diri paling benar
  • Sulit menerima nasihat
  • Senang dipuji, benci dikritik
  • Merendahkan orang yang berbeda

Padahal Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. An-Nisa: 36)

Dan firman-Nya:

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

🔎 Muhasabah Halus:

Apakah kita menolak kebenaran karena datang dari orang yang kita anggap “lebih rendah”?
Apakah kita mudah tersinggung ketika dinasihati?
Apakah kita lebih sibuk menjaga citra daripada memperbaiki hati?


🌍 Relevansi di Zaman Modern

Kecanggihan teknologi justru menjadi ladang subur bagi kesombongan.

📱 1. Teknologi & Media Sosial

  • Pamer pencapaian
  • Meremehkan orang lewat komentar
  • Merasa paling pintar karena akses informasi cepat

Padahal ilmu tanpa adab hanya melahirkan keangkuhan digital.

🚗 2. Transportasi & Status Sosial

Mobil mewah bukan masalah.
Masalahnya ketika hati berkata:
“Aku lebih berhasil dari mereka.”

🏥 3. Kedokteran & Sains

Kemajuan medis luar biasa.
Namun ketika manusia merasa bisa “mengendalikan hidup dan mati”, di situlah benih kesombongan ilmiah tumbuh.

Allah berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi ilmu kecuali sedikit.”
(QS. Al-Isra: 85)


🌱 Tanda Jiwa yang Bersih dari Sombong

Dalam riwayat disebutkan:

“Tidak termasuk sombong orang yang menjahit sandalnya sendiri, menambal pakaiannya, dan wajahnya bersujud di tanah.”

Artinya:

  • Mau merendah
  • Tidak gengsi melakukan pekerjaan sederhana
  • Merasa kecil di hadapan Allah

Tazkiyatul nufus mengajarkan:
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hatinya.

Karena ia sadar…
Semua hanya titipan.


🕊️ Motivasi Ruhani

Jangan takut hidup sederhana.
Takutlah jika hati membesar.

Jangan takut tidak dipuji manusia.
Takutlah jika Allah berpaling dari kita.

Sombong adalah penyakit Iblis.
Tawadhu adalah akhlak para Nabi.


🤲 Doa

Ya Allah,
Bersihkan hati kami dari kesombongan yang halus maupun yang nyata.
Jangan Engkau jadikan ilmu kami sebagai sebab kesesatan.
Jangan Engkau jadikan nikmat kami sebagai sebab kehancuran.
Karuniakan kepada kami hati yang lembut, mudah menerima kebenaran, dan tidak meremehkan sesama.


🌤️ Harapan (Dengan Dalil)

Allah berjanji:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikannya.”
(HR. Muslim)

Maka harapan kita:

Semoga dengan tawadhu, Allah angkat derajat kita bukan di hadapan manusia, tetapi di sisi-Nya.


🤝 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah terus menggali kitab-kitab klasik seperti Tanbihul Ghafilin.
Di tengah dunia yang makin canggih, hati tetap membutuhkan nasihat.

Semoga setiap upaya memahami dan mengamalkan ilmu menjadi cahaya di dunia, dan pemberat timbangan amal di akhirat.

Wallahu a’lam.

........


Zarah di Hati: Sombong dikit, Surga Gigit Jari


Guys, kita bahas Bab 19 dari Kitab Tanbihul Ghafilin nih, soal sombong. Tenang, ini dibahas santai tapi dalem, cocok buat kita-kita yang hidup di era medsma dan serba instan.


---


1. Sombong Itu Penyakit Hati, Bukan Soal Penampilan


Nabi ﷺ bilang:


"Nggak bakal masuk surga orang yang hatinya ada kesombongan walau cuma seberat zarrah (biji jagung)."


Terus ada sahabat nanya: "Ya Rasul, gue suka pake baju bersih, sendal kece, tali pecut rapi, apa itu termasuk sombong?"

Njawabnya:


"Allah itu Maha Indah dan cinta keindahan... Sombong itu nolak kebenaran dan ngeremehin orang lain."


Jadi intinya:

Sombong bukan urusan lo pake barang branded atau rapi. Sombong itu urusan hati.

Lo boleh tampil keren, boleh pake barang bagus, asal hati lo nggak ngerasa paling bener, paling hebat, paling segalanya.


---


2. Tazkiyatun Nufus (Bersihin Jiwa) – Versi Kekinian


Dalam dunia penyucian jiwa, sombong (kibr) itu kaya gini:


· Ngerasa diri sendiri paling bener, pendapat orang lain salah semua.

· Susah banget nerima nasihat, apalagi dari orang yang dianggap "levelnya di bawah".

· Doyan dipuji, tapi kalau dikritik langsung baper dan marah.

· Ngeremehin orang lain, baik lewat ucapan, sikap, atau bahkan di hati.


Allah sendiri udah ngasih warning:


"Allah nggak suka orang-orang sombong dan membanggakan diri." (QS. An-Nisa: 36)

"Yang paling mulia di sisi Allah cuma yang paling takwa." (QS. Al-Hujurat: 13)


---


3. Muhasabah Halus (Introspeksi Diri)


Coba deh jujur sama diri sendiri:


· Apakah lo males dengerin nasihat karena yang ngasih nasihat lebih muda, lebih miskin, atau kurang "kece" dari lo?

· Apakah lo gampang tersinggung kalau ditegur?

· Apakah lo lebih sibuk jaga pencitraan di sosmed daripada bener-bener benahin hati?


Kalau iya, hati-hati... bisa jadi lo kena penyakit sombong yang nggak lo sadari.


---


4. Sombong di Zaman Now


📱 Teknologi & Medsos:

Zaman sekarang, sombong makin canggih. Contohnya:


· Flexing pencapaian, harta, atau gaya hidup di sosmed biar dianggap keren.

· Ngeremehin orang lewat kolom komentar, atau nge-judge orang dari penampilannya doang.

· Merasa paling pintar karena gampang akses info dari Google, tapi lupa kalau ilmu tanpa adab cuma bikin angkuh.


🚗 Transportasi & Status:

Mobil mewah, motor gede, tas branded—itu semua boleh-boleh aja. Tapi kalau di hati udah muncul rasa "gue lebih sukses dari mereka", nah itu namanya sombong.


🏥 Sains & Kedokteran:

Ilmu kedokteran maju pesat, obat-obatan canggih, teknologi kesehatan mutakhir. Tapi kalau manusia mulai merasa bisa "mengatur hidup dan mati", itu awal dari sombong ilmiah. Padahal Allah bilang:


"Kalian cuma dikasih ilmu sedikit." (QS. Al-Isra: 85)


---


5. Tanda Hati Udah Bersih dari Sombong


Dalam hadis disebutkan:


"Nggak termasuk sombong orang yang mau ngejahit sendalnya sendiri, nambal bajunya sendiri, dan wajahnya sujud di tanah."


Artinya:


· Mau ngerjain hal sederhana, nggak gengsi.

· Nggak malu kelihatan biasa aja.

· Sadar diri di hadapan Allah itu cuma debu.


Intinya, semakin tinggi ilmu lo, semakin rendah hati lo. Karena lo sadar, semua yang lo punya cuma titipan.


---


6. Motivasi Rohani (Biar Hati Adem)


Jangan takut hidup sederhana. Takutlah kalau hati lo membesar.

Jangan takut nggak dipuji orang. Takutlah kalau Allah mulai ninggalin lo.


Sombong itu penyakitnya Iblis. Tawadhu (rendah hati) itu gaya hidupnya Nabi.


---


7. Doa (Versi Santai)


Ya Allah, bersihin hati kita dari sombong yang keliatan maupun yang tersembunyi. Jangan jadikan ilmu kita bikin kita sesat, jangan jadikan nikmat lo bikin kita hancur. Kasi kita hati yang lembut, gampang nerima kebenaran, dan nggak pernah ngeremehin orang lain. Aamiin.


---


8. Harapan (Pakai Dalil Biar Mantap)


Allah janji:


"Beruntung banget orang yang bersihin jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9)


Nabi ﷺ bilang:


"Siapa yang rendah hati karena Allah, niscaya Allah angkat derajatnya." (HR. Muslim)


Harapan kita: semoga dengan tawadhu, Allah naikin derajat kita—bukan cuma di mata manusia, tapi di sisi-Nya.


---


9. Makasih Banyak


Makasih udah mau ngulik kitab klasik kayak Tanbihul Ghafilin. Di tengah dunia yang makin ribet, hati kita tetap butuh siraman rohani.


Semoga setiap usaha memahami dan ngamalin ilmu jadi cahaya di dunia, dan nambah berat timbangan amal di akhirat.


Wallahu a‘lam.


Tetap santuy, tetap rendah hati. 👌😊