١٥٢ - إِرْفَعُوا أَلْسِنَتَكُمْ عَنِ الْمُسْلِمِينَ، وَإِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَقُوْلُوا فِيهِ خَيْرًا. (رواه الطبراني عن سهل بن سعد)
152- Tahanlah lidahmu dari mencela kaum muslimin dan apabila seseorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah yang baik mengenainya.
(Hadits riwayat Thabarani dari Sahal bin Sa'ad).
.............
Menjaga Lisan dan Husnuzan kepada Sesama Muslim
(Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs)
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tahanlah lidahmu dari mencela kaum muslimin dan apabila seseorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah yang baik mengenainya.”
(HR. Thabarani dari Sahal bin Sa'ad)
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi Hadis
Hadis ini mengandung dua perintah agung:
Pertama: Menjaga lisan dari mencela kaum muslimin
Mencela (الوقيعة في المسلمين) meliputi:
- Menghina
- Mencaci
- Menggunjing (ghibah)
- Memfitnah
- Membuka aib
- Menuduh tanpa bukti
- Menyebarkan keburukan orang lain
Dalam tasawuf, lisan adalah penerjemah hati. Apabila hati dipenuhi penyakit seperti hasad, ujub, takabbur, dan dengki, maka ia akan muncul melalui ucapan.
Kedua: Menyebut kebaikan orang yang telah wafat
Setelah seseorang meninggal dunia, urusannya telah kembali kepada Allah Ta'ala.
Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan adab:
- Tidak membongkar aibnya.
- Tidak menyebarkan kesalahannya.
- Menyebut kebaikannya.
- Mendoakan ampunan baginya.
Hal ini merupakan bentuk kasih sayang sesama muslim dan penghormatan terhadap kehormatan mayit.
2. Relevansinya dalam Kitab-Kitab Salaf
Dalam Kitab Usfuriyah
Diterangkan bahwa banyak manusia masuk neraka bukan karena kurang ibadah, tetapi karena tidak menjaga lisan.
Disebutkan bahwa:
"Dosa lisan lebih cepat merusak amal daripada api membakar kayu kering."
Ini selaras dengan hadis di atas bahwa keselamatan seorang mukmin bergantung pada kemampuannya menahan lidah.
Dalam Kitab Nashāihul 'Ibād
Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan:
Orang yang berakal adalah orang yang lebih banyak diam daripada berbicara.
Karena setiap ucapan akan dihisab.
Mencela sesama muslim termasuk dosa yang mengotori hati dan menghilangkan cahaya iman.
Dalam Kitab Daqāiqul Akhbār
Diterangkan bahwa pada hari kiamat banyak orang datang membawa pahala besar, namun pahalanya habis diberikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi dengan lisannya.
Ini berkaitan dengan hadis tentang "orang bangkrut" (muflis).
Dalam Kitab Irsyādul 'Ibād
Dijelaskan bahwa menjaga lisan termasuk salah satu tanda kesempurnaan iman dan jalan para wali Allah.
Lisan yang terjaga menunjukkan hati yang bersih.
Dalam Kitab Durratun Nāshihīn
Banyak kisah para salihin yang lebih memilih diam daripada membicarakan keburukan orang lain karena takut hisab Allah yang sangat teliti.
Mereka menganggap ghibah lebih berbahaya daripada memakan bangkai saudaranya sendiri.
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
Hikmah Spiritual
- Menjaga kesucian hati.
- Menghindarkan diri dari dosa ghibah dan fitnah.
- Menumbuhkan kasih sayang sesama muslim.
- Memperoleh ketenangan batin.
- Mendapatkan kecintaan Allah.
Hikmah Sosial
- Menjaga persatuan umat.
- Menghindari permusuhan.
- Menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
- Menjaga kehormatan keluarga muslim.
4. Dalil Al-Qur'an
Larangan Ghibah
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?"
(QS. Al-Hujurat: 12)
Berkata Baik
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik."
(QS. Al-Isra': 53)
Setiap Ucapan Dicatat
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu hadir."
(QS. Qaf: 18)
5. Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari)
6. Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-Ku, Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim)
Mencela, memfitnah, dan merusak kehormatan orang lain termasuk bentuk kezaliman yang berat.
7. Analisis dan Argumentasi
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, lisan adalah cermin hati.
Mengapa seseorang suka mencela?
Karena:
- Hasad terhadap nikmat orang lain.
- Merasa dirinya lebih baik.
- Ingin mendapat perhatian manusia.
- Tidak mampu mengendalikan hawa nafsu.
Karena itu para sufi tidak hanya mengobati lisan, tetapi juga mengobati hati yang menjadi sumber penyakit tersebut.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menjaga lisan adalah salah satu maqam penting dalam perjalanan menuju Allah.
8. Hukum (Ahkam)
Mencela dan menghina muslim
Haram
Apalagi bila:
- Membuka aib.
- Menuduh tanpa bukti.
- Menyebar fitnah.
- Mencemarkan nama baik.
Menyebut keburukan mayit
Hukumnya haram apabila:
- Tidak ada maslahat syar'i.
- Hanya untuk menjatuhkan kehormatannya.
Menyebut keburukan mayit untuk peringatan umat
Diperbolehkan apabila ada maslahat syar'i yang jelas, sebagaimana para ulama jarh wa ta'dil menjelaskan keadaan perawi hadis.
9. Amalan (Implementasi)
Latihan Harian
- Berpikir sebelum berbicara.
- Membiasakan dzikir.
- Mengurangi komentar negatif.
- Menutup aib sesama muslim.
- Mendoakan orang yang dibicarakan.
- Membaca istighfar 100 kali sehari.
- Muhasabah lisan setiap malam.
10. Relevansi di Zaman Sekarang
Dalam Dunia Teknologi dan Media Sosial
Saat ini ghibah tidak hanya melalui lisan tetapi juga:
- Status WhatsApp
- TikTok
- YouTube
- Grup Telegram
Satu tulisan dapat dibaca ribuan orang dan menjadi dosa jariyah yang terus mengalir.
Dalam Politik
Budaya saling menjatuhkan, fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian sering dijadikan alat memperoleh kekuasaan.
Padahal kehormatan seorang muslim lebih mulia di sisi Allah daripada hancurnya dunia.
Dalam Ekonomi
Persaingan usaha kadang membuat seseorang:
- Menjelekkan produk orang lain.
- Menjatuhkan reputasi pesaing.
- Menyebarkan isu palsu.
Semua itu termasuk kezaliman lisan.
Dalam Kedokteran
Menyebarkan aib atau rahasia pasien tanpa hak termasuk pelanggaran amanah dan akhlak Islam.
Dalam Transportasi dan Komunikasi Modern
Informasi tersebar sangat cepat sehingga dosa fitnah dan ghibah dapat menyebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan detik.
11. Motivasi
Wahai saudaraku,
Banyak orang mampu menjaga hartanya, tetapi gagal menjaga lisannya.
Padahal luka pedang dapat sembuh, sedangkan luka akibat ucapan sering terbawa hingga mati.
Jagalah lisanmu sebelum datang hari ketika mulut dikunci dan seluruh anggota badan menjadi saksi di hadapan Allah.
Orang yang paling kuat bukan yang mampu mengalahkan lawan, tetapi yang mampu mengalahkan hawa nafsunya ketika ingin mencela orang lain.
12. Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Berapa kali hari ini aku membicarakan aib orang?
- Berapa kali aku menyebarkan berita yang belum jelas?
- Berapa kali aku menyakiti hati orang melalui ucapan?
- Berapa banyak orang yang mungkin menuntutku di akhirat?
Cara Muhasabah
- Catat kesalahan lisan setiap hari.
- Perbanyak istighfar.
- Meminta maaf kepada yang dizalimi.
- Bersedekah sebagai bentuk taubat.
- Membiasakan diam ketika emosi.
13. Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan Menjaga Lisan
Di Dunia
- Dicintai manusia.
- Dipercaya masyarakat.
- Hatinya tenang.
- Rezekinya diberkahi.
Di Alam Kubur
- Mendapat keluasan kubur.
- Terhindar dari sebagian sebab azab kubur.
Di Hari Kiamat
- Timbangan amal menjadi berat.
- Selamat dari tuntutan banyak manusia.
Di Akhirat
- Mendapat ridha Allah.
- Dekat dengan Rasulullah ﷺ.
- Masuk surga dengan rahmat Allah.
Kehinaan Akibat Lisan yang Buruk
Di Dunia
- Dijauhi manusia.
- Hilang kehormatan.
- Banyak permusuhan.
Di Alam Kubur
- Terancam azab karena kezaliman lisan.
Di Hari Kiamat
- Kehilangan pahala kepada orang yang dizalimi.
- Menjadi orang bangkrut (muflis).
Di Akhirat
- Mendapat murka Allah jika tidak bertaubat.
14. Doa
اللهم طهر قلوبنا من النفاق وألسنتنا من الكذب والغيبة والنميمة، واجعل كلامنا ذكراً وشكراً وتلاوةً لكتابك الكريم، واغفر للمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.
"Ya Allah, sucikan hati kami dari kemunafikan, sucikan lisan kami dari dusta, ghibah dan namimah. Jadikan ucapan kami berisi dzikir, syukur dan bacaan Al-Qur'an. Ampunilah seluruh kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat."
Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat Rasulullah ﷺ ini. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga lisan, menutup aib sesama muslim, memperbanyak doa bagi saudara yang telah wafat, serta memperoleh keselamatan di dunia, alam kubur, hari kiamat, dan kehidupan akhirat.
Wallāhu A'lam bish-Shawāb.
..............Versi Bahasa Gaul Kekinian (Santun & Sopan)
---
MENJAGA MULUT & BERPRASANGKA BAIK KE SESAMA MUSLIM
(Versi Santai Buat Anak Masa Kini)
---
Hadits dari Nabi Muhammad ﷺ:
"Tahanlah lidahmu dari mencela kaum muslimin dan apabila seseorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah yang baik mengenainya."
(HR. Thabarani dari Sahal bin Sa'ad)
---
1. Maksud Hadits (Makna Redaksi)
Hadits ini tuh ngasih dua pesan penting banget:
Pertama: Jaga mulut dari mencela sesama muslim
Mencela di sini tuh banyak bentuknya:
· Ngehina
· Nyumpahin
· Gosip (ghibah)
· Fitnah
· Bongkar aib orang
· Tuduh tanpa bukti
· Nyebarin keburukan orang
Dalam dunia tasawuf, mulut itu penerjemah hati. Kalau hati lagi berpenyakit kayak iri, sombong, dengki, pasti keluar dari ucapan. Jadi kalau kita sering nyinyir, pertanda hati kita lagi gak sehat nih.
Kedua: Sebut kebaikan orang yang udah meninggal
Kalo orang udah wafat, urusannya udah balik ke Allah. Makanya Nabi ﷺ ngajarin adab:
· Gak usah bongkar aibnya
· Gak usah sebarin kesalahannya
· Sebut kebaikannya aja
· Doain dia minta ampunan
Ini tuh bentuk sayang sesama muslim dan menghargai orang yang udah gak ada.
---
2. Kaitannya dengan Kitab-Kitab Kuno (Versi Santai)
Kitab Usfuriyah
Di sini dijelasin kalo banyak orang masuk neraka bukan karena kurang ibadah, tapi karena gak bisa jaga mulut. Katanya:
"Dosa lisan lebih cepet ngerusak amal daripada api yang ngebakar kayu kering."
Nah, ini selaras banget sama hadits di atas.
Kitab Nashāihul 'Ibād
Imam Nawawi al-Bantani bilang:
Orang yang pinter itu yang lebih banyak diem daripada ngomong. Soalnya setiap omongan bakal dihisab nanti. Mencela sesama muslim termasuk dosa yang ngotori hati dan ngilangin cahaya iman.
Kitab Daqāiqul Akhbār
Dijelasin kalo di hari kiamat nanti banyak orang datang bawa pahala besar, tapi pahalanya habis dikasihin ke orang-orang yang pernah dia zalimi pake mulutnya. Ini nyambung sama hadits tentang "orang bangkrut" (muflis).
Kitab Irsyādul 'Ibād
Ngejaga mulut tuh termasuk salah satu tanda iman yang sempurna. Mulut yang terjaga nunjukkin hati yang bersih.
Kitab Durratun Nāshihīn
Ada banyak cerita para orang saleh yang lebih milih diem daripada ngomongin keburukan orang lain. Mereka takut hisab Allah yang super detail. Mereka nganggap ghibah tuh lebih bahaya daripada makan bangkai saudaranya sendiri.
---
3. Hikmah & Pelajaran
Hikmah Secara Batin
· Bikin hati bersih
· Ngehindarin dosa ghibah & fitnah
· Tumbuhin rasa sayang sesama muslim
· Dapet ketenangan jiwa
· Dapet cinta Allah
Hikmah Secara Sosial
· Jaga persatuan umat
· Ngehindarin musuhan
· Tumbuhin kepercayaan masyarakat
· Jaga kehormatan keluarga muslim
---
4. Dalil dari Al-Qur'an (Tetap Asli)
Larangan Ghibah
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?"
(QS. Al-Hujurat: 12)
Berkata Baik
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik."
(QS. Al-Isra': 53)
Setiap Ucapan Dicatat
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu hadir."
(QS. Qaf: 18)
---
5. Dalil dari Hadis (Tetap Asli)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari)
---
6. Hadis Qudsi (Tetap Asli)
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-Ku, Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim)
Mencela, memfitnah, dan ngerusak kehormatan orang lain tuh termasuk kezaliman yang berat.
---
7. Analisis & Pembahasan
Dalam dunia tasawuf (penyucian jiwa), mulut tuh cermin hati.
Kenapa sih orang suka nyinyir?
Karena:
· Iri liat nikmat orang lain
· Ngerasa dirinya lebih baik
· Pengen dapet perhatian
· Gak bisa nahan hawa nafsu
Makanya para sufi gak cuma ngobatin mulut, tapi juga ngobatin hati yang jadi sumber penyakit.
Imam Al-Ghazali ngejelasin kalo jaga mulut tuh salah satu posisi penting dalam perjalanan menuju Allah.
---
8. Hukum-Hukumnya
Mencela dan menghina muslim → HARAM
Apalagi kalo:
· Bongkar aib
· Tuduh tanpa bukti
· Nyebar fitnah
· Ngerusak nama baik
Nyeletuk keburukan orang yang udah meninggal → HARAM
Kecuali kalo:
· Ada manfaat syar'i yang jelas
· Untuk peringatan umat
Para ulama juga kadang ngejelasin keburukan perawi hadis untuk kepentingan ilmu (jarh wa ta'dil).
---
9. Cara Amalin Sehari-Hari
Latihan Praktis:
· Mikir dulu sebelum ngomong
· Biasain dzikir
· Kurangi komen negatif
· Tutup aib sesama muslim
· Doain orang yang dibicarain
· Baca istighfar 100x sehari
· Evaluasi ucapan setiap malam
---
10. Relevansi di Zaman Now
Di Dunia Medsos
Sekarang ghibah gak cuma lewat mulut, tapi juga lewat:
· Status WA
· TikTok
· YouTube
· Grup Telegram
Satu tulisan bisa dibaca ribuan orang dan jadi dosa yang terus mengalir. Kira-kira seberapa besar pahalanya ya?
Di Dunia Politik
Budaya saling jatuhin, fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian sering dijadiin alat buat dapet kekuasaan. Padahal kehormatan seorang muslim tuh lebih mulia di sisi Allah daripada hancurnya dunia.
Di Dunia Bisnis
Persaingan usaha kadang bikin orang:
· Ngejelekin produk orang lain
· Ngerusak reputasi saingan
· Nyebar isu palsu
Semua ini termasuk kezaliman lisan.
Di Dunia Medis
Nyebarin aib atau rahasia pasien tanpa hak tuh termasuk pelanggaran amanah dan akhlak Islam.
Di Dunia Digital
Informasi nyebar super cepet, jadi dosa fitnah dan ghibah bisa nyebar ke seluruh dunia cuma dalam hitungan detik.
---
11. Motivasi Buat Kamu
Hai saudaraku,
Banyak orang bisa jaga hartanya, tapi gagal jaga mulutnya. Padahal luka karena pedang bisa sembuh, tapi luka karena ucapan kadang terbawa sampe mati.
Jaga mulutmu sebelum datang hari dimana mulut dikunci dan seluruh anggota badan jadi saksi di hadapan Allah.
Orang paling kuat bukan yang bisa ngalahin lawan, tapi yang bisa ngalahin hawa nafsunya pas pengen nyinyir sama orang lain.
---
12. Muhasabah (Introspeksi Diri)
Coba tanya ke diri sendiri:
· Berapa kali hari ini aku ngomongin aib orang?
· Berapa kali aku nyebar berita yang belum jelas?
· Berapa kali aku nyakitin hati orang lewat ucapan?
· Berapa banyak orang yang mungkin nuntut aku di akhirat?
Cara evaluasi diri:
· Catat kesalahan mulut setiap hari
· Perbanyak istighfar
· Minta maaf ke orang yang dizalimi
· Sedekah sebagai bentuk taubat
· Biasain diem pas lagi emosi
---
13. Kemuliaan & Kehinaan
Kemuliaan Jaga Mulut:
Di Dunia:
· Dicintai orang
· Dipercaya masyarakat
· Hati tenang
· Rezeki berkah
Di Alam Kubur:
· Dapet keluasan kubur
· Terhindar dari sebagian azab
Di Hari Kiamat:
· Timbangan amal berat
· Selamat dari tuntutan banyak orang
Di Akhirat:
· Dapet ridha Allah
· Dekat sama Rasulullah ﷺ
· Masuk surga
Kehinaan Karena Mulut Buruk:
Di Dunia:
· Dijauhin orang
· Ilang kehormatan
· Banyak musuh
Di Alam Kubur:
· Terancam azab
Di Hari Kiamat:
· Kehilangan pahala
· Jadi orang bangkrut (muflis)
Di Akhirat:
· Dapet murka Allah kalo gak taubat
---
14. Doa
"Ya Allah, bersihin hati kami dari kemunafikan, bersihin mulut kami dari dusta, ghibah dan adu domba. Jadikan ucapan kami berisi dzikir, syukur dan bacaan Al-Qur'an. Ampunin seluruh kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang udah meninggal."
Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
---
Penutup
Makasih buat para pembaca yang udah meluangkan waktu buat merenungin nasihat Rasulullah ﷺ ini. Semoga Allah jadikan kita hamba-hamba yang bisa jaga mulut, nutupin aib sesama muslim, perbanyak doa buat saudara yang udah wafat, dan dapet keselamatan di dunia, alam kubur, hari kiamat, dan kehidupan akhirat.
Wallāhu A'lam bish-Shawāb.
---
"Mulut itu pedang, bisa nyakitin atau nyembuhin. Pilih jadi penyembuh, bukan penghancur." 😊
....,........