Senin, 14 September 2026

1567daq. Bab 38 Mensifati Malaikat Zabaniyah

 Bab 38 Mensifati Malaikat Zabaniyah.

Manshur bin Ummar berkata: ....Dan mata para malaikat itu seperti kilat yang menyambar, gigi mereka putihnya seperti tanduk sapi, sedangkan bibir para malaikat itu menyentuh telapak kakinya, api selalu menjilat-jilat keluar dari mulutnya. Dan jarak diantara bahu setiap para malaikat Zabaniyah itu, jauhnya dalam perjalanan setahun. Allah tidak menciptakan di hati para malaikat ini, rahmat (rasa kasihan), dan sikap lemah lembut kira-kira (sebesar) semut kecil. Salah satu dari para malaikat ini menyelam di lautan neraka selama kira-kira 70 tahun, maka tidak akan membahayakan api neraka atas dirinya, karena sesungguhnya nur itu bisa mengalahkan api. Oleh karena itu kami memohon perlindungan dengan Allah agar dijauhkan dari api neraka....

..........

1568daq. Bab 38 Mensifati Malaikat Zabaniyah

 Bab 38 Mensifati Malaikat Zabaniyah.

Manshur bin Ummar berkata: ....Kemudian malaikat Malik berkata kepada Zabaniyah: “Lemparkanlah mereka (ahli neraka) kedalam neraka.” Ketika malaikat Zabaniyah melempar (ahli neraka) ke dalam neraka, maka semuanya berteriak dengan lafazh: Laa ilaaha illallaah, akhirnya neraka itu mengembalikan mereka, lalu malaikat Malik berkata: “Hai api ambillah mereka!” Maka api itu berkata: “Bagaimana aku bisa mengambil mereka, (padahal) mereka mengucapkan: Laa ilaaha illallaah.” Malaikat Malik berkata agar dakam mengambil mereka itu, (berdasarkan) perintah Tuhannya Arasy Yang Agung. Akhirnya api itu mengambil mereka, maka diantara ahli neraka ada orang yang diambil pada dua lututnya, diantara mereka ada orang yang diambil pusarnya, diantara mereka ada orang yang diambil pada lehernya, ketika api itu sudah mendekati wajah mereka, malaikat Malik berkata: “Jangan engkau bakar wajah mereka,sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sujud dengan wajahnya kepada Dzat Yang Maha Penyayang. Dan jangan engkau bakar hati mereka, karena Sesungguhnya hati itu adalah tempat tauhid, ma’rifat dan iman, serta lama mereka merasa haus di bulan Ramadlan. Maka telah mereka tetapkan didalam hati, apa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

............