Wednesday, July 1, 2026

56djo. fitnah kubur

 

Fitnah Kubur dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

"Kubur adalah Cermin Keadaan Hati"

Fitnah kubur adalah ujian pertama yang akan dihadapi manusia setelah berpisah dengan kehidupan dunia. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa seseorang akan ditanya tentang Rabb-nya, agamanya, dan nabinya. Namun, dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), fitnah kubur bukan sekadar ujian lisan, melainkan ujian terhadap hakikat iman yang telah tertanam di dalam hati.

Kaum sufi memandang bahwa jawaban di alam kubur bukanlah hasil hafalan, tetapi pancaran dari hati yang telah disucikan. Orang yang sepanjang hidupnya mengenal Allah, mencintai-Nya, ikhlas dalam beribadah, serta istiqamah melawan hawa nafsu, akan diberi keteguhan untuk menjawab pertanyaan malaikat. Sebaliknya, hati yang dipenuhi riya', kesombongan, cinta dunia, dan kelalaian akan mengalami kebingungan, karena lisannya tidak mampu mengucapkan apa yang tidak pernah dihayati oleh jiwanya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim: 27)

Para ulama menjelaskan bahwa salah satu bentuk keteguhan itu adalah kemampuan menjawab pertanyaan di alam kubur. Keteguhan tersebut merupakan buah dari iman yang hidup dan jiwa yang telah disucikan.

Bagi seorang salik, mengingat fitnah kubur bukan untuk menumbuhkan rasa putus asa, tetapi untuk mempercepat proses muhasabah. Setiap hari ia bertanya kepada dirinya: "Apakah aku benar-benar mengenal Allah, atau sekadar mengetahui-Nya?" Sebab mengenal Allah (ma'rifatullah) bukan hanya melalui ilmu, tetapi melalui hati yang bersih, zikir yang terus-menerus, dan akhlak yang mulia.

Oleh karena itu, Tazkiyatun Nufūs mengajarkan bahwa persiapan menghadapi fitnah kubur dimulai sejak di dunia, yaitu dengan:

  • memperkuat tauhid dan keikhlasan;
  • memperbanyak zikir agar hati hidup;
  • bertaubat dari segala dosa;
  • membersihkan hati dari penyakit seperti riya', hasad, ujub, dan takabur;
  • membiasakan amal saleh yang dilakukan semata-mata karena Allah.

Hikmah Tazkiyah

Orang yang setiap hari menyucikan jiwanya sesungguhnya sedang mempersiapkan jawaban di alam kubur. Lidah mungkin dapat menghafal kalimat tauhid, tetapi hanya hati yang benar-benar mengenal Allah yang akan mampu mengucapkannya dengan penuh keteguhan ketika semua amal menjadi saksi.

Semoga Allah menjadikan hati kita termasuk hati yang hidup, jiwa yang bersih, dan memberikan keteguhan ketika menghadapi fitnah kubur, sehingga kubur menjadi taman dari taman-taman surga, bukan lubang dari lubang-lubang neraka. Aamiin.

..........

57djo. azab kubur

 

Catatan Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs): Azab Kubur

Azab kubur dalam perspektif tasawuf bukan hanya dipahami sebagai siksa yang menimpa jasad atau ruh setelah kematian, tetapi juga sebagai buah dari hati yang tidak disucikan (nafs yang tidak ditazkiyah) selama hidup di dunia. Kubur menjadi tempat tersingkapnya hakikat diri. Semua amal, niat, dan keadaan hati yang dahulu tersembunyi kini menjadi kenyataan yang dirasakan.

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa setiap maksiat meninggalkan kegelapan (ẓulmah) di dalam hati, sedangkan setiap ketaatan melahirkan cahaya (nūr). Ketika seseorang meninggal dunia, ia membawa keadaan hatinya ke alam kubur. Apabila hatinya dipenuhi cahaya iman, ikhlas, taubat, dan dzikir, maka kuburnya menjadi taman dari taman-taman surga. Sebaliknya, apabila hatinya dipenuhi kesombongan, riya', dengki, cinta dunia, dan dosa yang tidak ditaubati, maka kegelapan itulah yang berubah menjadi azab kubur.

Dalam pandangan Tazkiyatun Nufūs, azab kubur sesungguhnya telah memiliki benih sejak di dunia. Hati yang jauh dari Allah sudah merasakan "kubur" sebelum masuk ke liang lahat: hati menjadi sempit, gelisah, keras, dan kehilangan kelezatan beribadah. Ketika kematian datang, tabir diangkat sehingga penderitaan batin itu menjadi nyata dan lebih berat.

Karena itu, tujuan seorang salik bukan hanya menghindari siksa kubur, tetapi membersihkan hati sebelum masuk kubur. Rasulullah ﷺ sendiri mengajarkan doa agar dilindungi dari azab kubur, menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada banyaknya amal lahir, tetapi juga pada kebersihan batin dan rahmat Allah.

Pelajaran Tazkiyatun Nufūs

  • Bersihkan hati setiap hari dengan taubat nasuha.
  • Perbanyak dzikir, karena dzikir adalah cahaya yang menerangi hati dan kubur.
  • Hindari dosa-dosa hati seperti riya', ujub, hasad, takabbur, dan cinta dunia yang berlebihan.
  • Perbanyak amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas.
  • Muhasabah sebelum tidur, seakan-akan malam itu adalah malam terakhir sebelum memasuki alam kubur.

Renungan

"Kubur bukanlah awal azab, tetapi tempat tampaknya akibat dari hati yang tidak disucikan. Barang siapa menyinari hatinya dengan cahaya ma'rifat dan ketaatan, niscaya Allah akan menerangi kuburnya. Dan barang siapa membiarkan hatinya tenggelam dalam kegelapan dosa, maka kegelapan itu akan menyertainya hingga alam barzakh."

Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, mengaruniakan husnul khatimah, melapangkan kubur kita dengan cahaya iman, serta melindungi kita dari azab kubur. Aamiin.

72aj. AL-GHURABĀ' (ORANG-ORANG ASING)

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *AL-GHURABA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 13 MUHARRAM 1448 H / 28 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SYAFI'I, JL. KALIMAS MADYA II NO. 1 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/rtA0KGuwiCg?si=sdpQQ4iB6eNO8oXO

................

# AL-GHURABĀ' (ORANG-ORANG ASING)

Tetap Istiqamah di Tengah Dunia yang Semakin Lalai

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Mukadimah

Al-Ghurabā' adalah orang-orang yang tetap teguh memegang agama Allah ketika manusia banyak berpaling darinya. Mereka tampak "asing" bukan karena penampilan, tetapi karena hati mereka hanya bergantung kepada Allah. Dalam tasawuf, Al-Ghurabā' adalah para salik yang menjaga kebersihan hati, keikhlasan amal, dan istiqamah dalam dzikir, meskipun harus berjalan sendirian.

Rasa asing bukanlah kehinaan, tetapi kemuliaan di sisi Allah.


1. Makna Al-Ghurabā' dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Secara ruhani, Al-Ghurabā' memiliki beberapa ciri:

  • Hatinya hidup ketika hati manusia mati.
  • Mengingat Allah ketika manusia sibuk dengan dunia.
  • Menjaga akhlak ketika manusia saling menjatuhkan.
  • Memperbaiki diri ketika orang lain sibuk menyalahkan orang lain.
  • Menjadi penyejuk, bukan pembuat kerusakan.

Mereka tidak mengejar popularitas, tetapi ridha Allah.


2. Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Hadid: 20

"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga dan berlomba dalam harta serta anak..."

Ayat ini mengingatkan agar hati tidak tertawan oleh gemerlap dunia.

QS. Ali 'Imran: 139

"Janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman."

QS. Al-Ankabut: 69

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami."


3. Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (Al-Ghurabā')." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain:

"Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari sunnahku."

(HR. Ahmad dan lainnya, dengan beberapa jalur periwayatan)


4. Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."

(HR. Bukhari)

Inilah jalan para Al-Ghurabā': mendekat kepada Allah hingga memperoleh cinta-Nya.


5. Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecanggihan teknologi:

  • Media sosial mengukur manusia dengan jumlah pengikut, sedangkan Allah mengukur ketakwaan.
  • Kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat, tetapi hati tetap memerlukan cahaya iman.
  • Transportasi semakin cepat, tetapi perjalanan menuju Allah tetap memerlukan kesabaran.
  • Kedokteran semakin maju, tetapi penyakit riya', hasad, ujub, dan takabbur hanya dapat disembuhkan dengan tazkiyatun nufūs.
  • Komunikasi semakin mudah, tetapi kejujuran semakin langka.

Maka orang yang menjaga shalat, dzikir, amanah, dan akhlak mulia akan terasa "asing".

Namun justru merekalah yang dipuji Rasulullah ﷺ.


6. Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan Al-Bashri

"Jadilah engkau di dunia seperti seorang musafir yang sedang menunggu pulang."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Aku tidak menyembah Allah karena takut neraka ataupun berharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami

"Perjalanan menuju Allah dimulai ketika engkau meninggalkan dirimu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah Allah mematikan sifat-sifat burukmu dan menghidupkanmu dengan akhlak yang mulia."

Al-Hallaj

"Cinta sejati ialah lenyapnya ego di hadapan Allah."

(Pernyataan ini dipahami dalam konteks pengalaman spiritual dan perlu ditempatkan sesuai penjelasan para ulama.)

Imam al-Ghazali

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan mencari karamah, tetapi carilah istiqamah."

Jalaluddin Rumi

"Luka adalah tempat masuknya cahaya."

Ibnu 'Arabi

"Hati seorang mukmin menjadi luas ketika dipenuhi cinta kepada Allah."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak dzikir, karena dzikir adalah kehidupan hati."


7. Hikmah dari Para Ulama Indonesia

Gus Baha

Orang yang istiqamah sering tampak biasa di mata manusia, tetapi sangat mulia di sisi Allah. Jangan tertipu oleh penilaian manusia.

Ustadz Adi Hidayat

Ukuran kemuliaan seorang mukmin bukan viral atau tidak, tetapi sejauh mana hidupnya sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

Buya Yahya

Jangan takut menjadi asing selama berada di jalan Allah. Yang berbahaya adalah diterima manusia tetapi dimurkai Allah.

Ustadz Abdul Somad

Dunia hanyalah tempat singgah. Jadikan setiap amal sebagai bekal menuju akhirat.

Buya Arrazy Hasyim

Tasawuf bukan menjauh dari dunia, melainkan membersihkan hati agar dunia tidak menguasainya.


8. Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Muhasabah sebelum tidur.
  5. Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah.
  6. Membatasi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.
  7. Bersedekah secara rutin.
  8. Menjaga keikhlasan dalam setiap amal.
  9. Berteman dengan orang-orang saleh.
  10. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan istiqamah.

9. Penutup

Menjadi Al-Ghurabā' memang tidak mudah. Terkadang dicela, dianggap aneh, bahkan ditinggalkan. Namun, selama Allah bersama kita, tidak ada kesepian yang sejati.

Jadilah manusia yang dikenal di langit meskipun tidak terkenal di bumi.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan Al-Ghurabā' yang dipuji oleh Rasulullah ﷺ.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.


Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْغُرَبَاءِ الَّذِينَ أَصْلَحُوا إِذَا فَسَدَ النَّاسُ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالِاسْتِقَامَةَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang asing yang tetap memperbaiki agama ketika manusia banyak merusaknya. Bersihkan hati kami dari riya', kesombongan, dan dengki. Karuniakan kepada kami keikhlasan dan istiqamah, serta wafatkan kami dengan husnul khatimah. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .
  6. .
  7. .
  8. .

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus belajar menyucikan jiwa. Semoga pembahasan ini menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca agar tetap teguh menjadi Al-Ghurabā', hamba-hamba Allah yang istiqamah di tengah zaman yang penuh fitnah. Terima kasih kepada seluruh guru, ulama, dan para pewaris ilmu yang telah membimbing umat dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan akhlak yang mulia. Semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan, menerima amal kita semua, serta menghimpunkan kita kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

..........

88aj. SIFAT-SIFAT ALLAH DALAM MENGHISAB HAMBAH-HAMBAHNYA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KAJIAN TAUHID : SIFAT-SIFAT ALLAH DALAM MENGHISAB HAMBAH-HAMBAHNYA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 28 DZULHIJJAH 1447 / 13 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* MASJID NURUL ISLAM, JL. BANYU URIP KIDUL VI NO. 66 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/yZ7RiHX0o88?si=7ylERdu1ahP2sEn-

.........

KAJIAN TAUHID

SIFAT-SIFAT ALLAH DALAM MENGHISAB HAMBA-HAMBA-NYA

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Mukadimah

Segala puji hanya milik Allah ﷻ. Beriman kepada hisab merupakan bagian dari rukun iman kepada hari akhir. Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak hanya meyakini bahwa hisab pasti terjadi, tetapi juga berusaha membersihkan hati (tazkiyatun nufus) agar ketika berjumpa dengan Allah, ia datang dengan qalbun salim (hati yang bersih).

Allah menghisab seluruh makhluk-Nya dengan ilmu, keadilan, kebijaksanaan, kasih sayang, dan kecepatan yang sempurna.


Sifat-sifat Allah dalam Menghisab Hamba

Di antara nama dan sifat Allah yang tampak dalam hisab adalah:

  • Al-'Alīm (Maha Mengetahui)
  • Al-Khabīr (Maha Teliti)
  • Al-Ḥasīb (Maha Menghisab)
  • Al-'Adl (Maha Adil)
  • Ar-Raḥmān dan Ar-Raḥīm (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
  • As-Samī' (Maha Mendengar)
  • Al-Baṣīr (Maha Melihat)
  • Al-Laṭīf (Maha Lembut)
  • Al-Ghafūr (Maha Pengampun)
  • At-Tawwāb (Maha Penerima Taubat)

Hisab Allah bukan sekadar menghitung amal, tetapi juga memperlihatkan kesempurnaan ilmu, keadilan, dan rahmat-Nya.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-Kahfi: 49

"Kitab amal diletakkan, lalu engkau melihat orang-orang berdosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya..."

2. QS. Az-Zalzalah: 7–8

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah akan melihat balasannya."

3. QS. Al-Anbiya': 47

"Kami akan memasang timbangan yang adil pada hari Kiamat."

4. QS. Ghafir: 17

"Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya."


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas ialah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. At-Tirmidzi)

Beliau juga bersabda:

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang umurnya, ilmunya, hartanya dan tubuhnya." (HR. At-Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya." (HR. Muslim)


Nasehat Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Hisab terbesar dimulai sebelum hari kiamat, yaitu muhasabah setiap hari. Orang yang rajin menghisab dirinya akan dimudahkan hisabnya di akhirat.

Hati yang bersih lebih berharga daripada banyaknya amal yang disertai riya'. Allah melihat hati sebelum melihat banyaknya amal.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, kamera pengawas (CCTV), jejak digital, transaksi elektronik, dan rekam medis digital, manusia mulai memahami bahwa hampir semua aktivitas dapat terekam.

Namun pencatatan Allah jauh lebih sempurna.

  • Chat yang dihapus tetap diketahui Allah.
  • Transaksi digital diketahui Allah.
  • Komentar media sosial dicatat malaikat.
  • Konten viral menjadi pahala jariyah atau dosa jariyah.
  • Teknologi boleh lupa, server bisa rusak, tetapi ilmu Allah tidak pernah hilang.

Karena itu seorang mukmin hendaknya lebih takut kepada pengawasan Allah daripada pengawasan manusia.


Implementasi (Amalan)

  1. Muhasabah sebelum tidur.
  2. Memperbanyak istighfar.
  3. Menjaga lisan dan jari ketika menggunakan media sosial.
  4. Memperbanyak amal yang ikhlas.
  5. Menyembunyikan sedekah.
  6. Menjaga shalat berjamaah.
  7. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  8. Memohon husnul khatimah.
  9. Banyak mengingat kematian.
  10. Menjaga hati dari riya', ujub, hasad dan takabur.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri
"Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab."

Rabi'ah al-Adawiyah
"Beribadahlah kepada Allah karena cinta kepada-Nya, bukan semata karena takut neraka."

Abu Yazid al-Bistami
"Musuh terbesar adalah nafsumu sendiri."

Junaid al-Baghdadi
"Tasawuf adalah membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah."

Al-Hallaj
"Hati yang dipenuhi cinta kepada Allah akan malu bermaksiat."

Imam al-Ghazali
"Muhasabah adalah perdagangan orang beriman dengan dirinya."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani
"Jangan sibuk melihat dosa orang lain, sementara dosamu belum selesai."

Jalaluddin Rumi
"Setiap hari adalah kesempatan kembali kepada Allah."

Ibnu 'Arabi
"Makrifat melahirkan rasa diawasi Allah dalam setiap keadaan."

Ahmad at-Tijani
"Perbanyak zikir agar hati hidup sebelum datang hari hisab."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha
Orang yang memahami keluasan rahmat Allah tidak akan berputus asa, tetapi juga tidak akan meremehkan dosa.

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Muhasabah adalah kebiasaan Al-Qur'an; sebelum menilai orang lain, nilailah diri sendiri.

Buya Yahya
Allah Maha Pengampun, namun jangan menjadikan ampunan sebagai alasan bermaksiat.

Ustaz Abdul Somad (UAS)
Bekal terbaik menuju hari hisab adalah tauhid yang benar, amal saleh, dan taubat yang sungguh-sungguh.

Buya Arrazy Hasyim
Tazkiyatun nufus adalah proses membersihkan hati agar layak bertemu Allah dengan jiwa yang tenang.


Doa

اللَّهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيرًا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. آمِينَ.

Artinya:
"Ya Allah, hisablah kami dengan hisab yang mudah, ampunilah dosa-dosa kami, sucikan hati kami, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, anugerahkan kepada kami husnul khatimah, dan masukkan kami ke dalam surga dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Riyadhus Shalihin – .
  5. Ihya' 'Ulum ad-Din – .
  6. Mukhtashar Minhaj al-Qashidin – .
  7. Madarij as-Salikin – .
  8. Al-Hikam – .

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. Segala puji hanya milik Allah ﷻ atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan menuntut ilmu. Semoga kajian ini menjadi amal jariyah bagi semua yang menyusun, mengajarkan, menyebarkan, dan mengamalkannya. Terima kasih kepada para guru, ulama, dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa menghidupkan majelis ilmu. Semoga Allah ﷻ menerima amal kita, memudahkan hisab kita pada hari kiamat, dan mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.........

89aj. MAKSIAT MENYEBABKAN KESIALAN

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AD- DAA WA AD-DAWAA : BAB II. DAMPAK NEGATIF MAKSIAT DAN DOSA, NO. B (2), DAMPAK-DAMPAK BURUK MAKSIAT, POIN 14. MAKSIAT MENYEBABKAN KESIALAN*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 28 DZULHIJJAH 1447 / 14 JUNI 2026


⏰  07.30 - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AR RAHMAN, PRINKOPAL - JUANDA.


Youtube  :

https://youtube.com/live/upajA7kAMMY?si=7fnO_Ks30a9Xs3wF

.........

MAKSIAT MENYEBABKAN KESIALAN

(Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus)

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Segala puji bagi Allah yang membuka pintu taubat bagi setiap hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Nasehat dan Motivasi

Dalam pandangan tasawuf, kesialan yang paling besar bukanlah kemiskinan, kehilangan jabatan, sakit, atau kegagalan dunia, melainkan ketika hati semakin jauh dari Allah. Maksiat adalah penyebab utama tertutupnya cahaya hati (nūr al-qalb), sehingga seseorang kehilangan keberkahan hidup.

Dosa sering kali tidak langsung dibalas dengan musibah lahiriah. Namun balasan yang lebih berat adalah hilangnya ketenangan, sulit khusyuk dalam ibadah, malas berbuat baik, sempit dada, dan hilangnya manisnya iman.

Allah mengingatkan:

"Apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahanmu)." (QS. Asy-Syūrā: 30).

Allah juga berfirman:

"Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit." (QS. Ṭāhā: 124).

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang diperbuatnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh sebagian ulama).

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa siang dan malam, sedangkan Aku mengampuni semua dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni kalian." (HR. Muslim).

Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Orang-orang arif melihat bahwa maksiat adalah racun hati.

  • Hasan Al-Bashri: "Hukuman dosa yang paling berat adalah kerasnya hati."
  • Rabi'ah al-Adawiyah: "Jika cintamu kepada Allah benar, engkau akan malu berbuat maksiat."
  • Abu Yazid al-Bistami: "Hijab terbesar antara hamba dan Allah adalah nafsunya."
  • Junaid al-Baghdadi: "Taubat sejati adalah melupakan dosa karena sibuk mencintai Allah."
  • Imam Al-Ghazali: "Dosa yang terus-menerus dilakukan akan mematikan hati sedikit demi sedikit."
  • Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan merasa aman dari dosa kecil, sebab gunung tersusun dari batu-batu kecil."
  • Jalaluddin Rumi: "Luka karena dosa menjadi jalan cahaya jika melahirkan taubat."
  • Ibnu 'Arabi: "Rahmat Allah selalu lebih luas daripada dosa hamba."
  • Ahmad At-Tijani: "Perbanyak istighfar, karena dengannya Allah membuka pintu keberkahan."

Relevansi di Zaman Sekarang

Kemajuan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga membuka pintu maksiat.

  • Media sosial memudahkan ghibah, fitnah, riya', dan hasad.
  • Smartphone memudahkan membuka konten haram.
  • Artificial Intelligence dapat dipakai untuk kebaikan atau keburukan.
  • Transportasi yang cepat jangan menjadi sarana menuju kemaksiatan.
  • Kemajuan kedokteran tidak menjamin ketenangan jiwa tanpa taubat.
  • Kekayaan digital tidak menjamin keberkahan jika diperoleh dengan cara haram.

Kesialan modern sering tampak dalam bentuk:

  • Hilangnya keberkahan waktu.
  • Sulit mendapatkan ketenangan meski bergelimang fasilitas.
  • Rusaknya hubungan keluarga.
  • Mudah cemas dan gelisah.
  • Hati kosong dari dzikir.

Implementasi (Amalan)

  1. Memperbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
  2. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Menjauhi dosa kecil maupun besar.
  5. Muhasabah setiap malam.
  6. Memperbanyak sedekah.
  7. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
  8. Memilih lingkungan yang shalih.
  9. Menggunakan teknologi untuk dakwah dan ilmu.
  10. Berdoa agar diberi hati yang bersih.

Testimoni Ulama Kontemporer

  • Gus Baha: Dosa bukan hanya mengurangi pahala, tetapi juga mengurangi kepekaan hati terhadap hidayah.
  • Ustadz Adi Hidayat: Maksiat menghambat datangnya pertolongan Allah, sedangkan taubat mempercepat turunnya rahmat.
  • Buya Yahya: Jangan putus asa karena dosa. Selama masih hidup, pintu taubat tetap terbuka.
  • Ustadz Abdul Somad: Istighfar adalah obat hati yang paling murah tetapi paling sering dilupakan.
  • Buya Arrazy Hasyim: Tasawuf mengajarkan membersihkan hati dari penyakit batin sebelum memperbaiki dunia luar.

Doa

Allahumma innā nas'aluka qalban salīman, wa lisānan ṣādiqan, wa 'amalan mutaqabbalan. Allāhumma ṭahhir qulūbanā minan nifāqi, wa a'mālanā minar-riyā', wa alsinatanā minal-kadhib, wa a'yunanā minal-khiyānah. Allāhumma tub 'alainā taubatan naṣūḥā, waghfir lanā wa liwālidaynā walil-muslimīna ajma'īn. Āmīn.

Daftar Pustaka

  1. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Ad-Dā' wa Ad-Dawā'.
  2. Al-Qur'an Al-Karim.
  3. Shahih al-Bukhari.
  4. Shahih Muslim.
  5. Imam Al-Ghazali, Ihya' 'Ulumiddin.
  6. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  7. Abu Nu'aim, Hilyatul Auliya'.
  8. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, Jami' al-'Ulum wal-Hikam.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah. Semoga kajian ini menjadi wasilah untuk membersihkan hati, memperkuat taubat, memperbanyak amal shalih, dan menjauhkan kita dari segala bentuk maksiat yang menghilangkan keberkahan hidup. Terima kasih kepada semua guru, ulama, dan para penuntut ilmu yang senantiasa menghidupkan majelis ilmu. Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

.........

91ada. METODE DAN TAHAPAN MENUNTUT ILMU

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ADAB THALIB AL - ILMI (PERTEMUAN KE-19 ) : PASAL 2, POIN 16. METODE DAN TAHAPAN MENUNTUT ILMU, MATAN NO. 16*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 28 DZULHIJJAH 1447 / 14 JUNI 2026


⏰  BA'DA ASHAR - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/oyNX9IaU1xk?si=FX81AmlAjTbmX2Vc

...........

KITAB ADAB THALIB AL-'ILMI (Pertemuan ke-19)

Pasal 2, Poin 16: Metode dan Tahapan Menuntut Ilmu (Matan No. 16)

Tema: Menuntut Ilmu dengan Bertahap untuk Menyucikan Jiwa dan Mendekat kepada Allah

Mukadimah

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Ilmu adalah cahaya dari Allah, sedangkan hati adalah tempat bersemayamnya cahaya tersebut. Dalam perspektif tasawuf (tazkiyatun nufus), tujuan menuntut ilmu bukan sekadar memperbanyak hafalan atau memenangkan perdebatan, melainkan untuk membersihkan hati, memperbaiki amal, dan semakin mengenal Allah (ma'rifatullah). Oleh karena itu, ilmu harus dipelajari secara bertahap, sabar, ikhlas, dan diamalkan.

Nasehat dan Motivasi

Wahai penuntut ilmu, jangan tergesa-gesa ingin menguasai semuanya sekaligus. Sebagaimana pohon besar tumbuh dari benih kecil, demikian pula ilmu bertumbuh melalui proses yang panjang. Orang yang sabar dalam belajar akan kokoh ilmunya, sedangkan yang terburu-buru sering kehilangan pondasi.

Tazkiyatun nufus mengajarkan bahwa setiap pelajaran yang dipahami hendaknya melahirkan rasa takut kepada Allah, tawadhu', akhlak yang mulia, dan amal yang semakin baik. Ilmu tanpa penyucian jiwa hanya menjadi beban di hadapan Allah.

Dalil Al-Qur'an

1. QS. Thaha: 114

"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."

2. QS. Az-Zumar: 9

"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

3. QS. Al-Mujadilah: 11

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat."

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)

Ilmu yang benar akan melahirkan amal, dan amal yang ikhlas akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah.

Hikmah Para Ulama Tasawuf

  • Hasan al-Bashri: "Ilmu tanpa amal adalah hujjah atas diri sendiri."
  • Rabi'ah al-Adawiyah: "Ilmu yang mengantarkan kepada cinta Allah adalah ilmu yang paling mulia."
  • Abu Yazid al-Bistami: "Perjalanan menuju Allah dimulai dengan membersihkan hati."
  • Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah akhlak yang mulia."
  • Al-Hallaj: "Ilmu sejati melahirkan kedekatan kepada Allah."
  • Imam al-Ghazali: "Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi musuh pemiliknya."
  • Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Mulailah dari memperbaiki hati sebelum memperbaiki orang lain."
  • Jalaluddin Rumi: "Ilmu adalah sayap untuk terbang menuju Allah."
  • Ibnu 'Arabi: "Hakikat ilmu adalah mengenal Allah melalui tanda-tanda-Nya."
  • Ahmad al-Tijani: "Ilmu dan dzikir adalah dua cahaya yang saling menyempurnakan."

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), internet, media sosial, komunikasi digital, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, ilmu sangat mudah diperoleh. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga adab, keikhlasan, serta kemampuan menyaring informasi yang benar.

Seorang penuntut ilmu hendaknya:

  • Memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan belajar.
  • Tidak mudah menyebarkan berita tanpa tabayyun.
  • Menjaga adab ketika berdiskusi di media sosial.
  • Menjadikan ilmu sebagai jalan memperbaiki diri, bukan mencari popularitas.
  • Menggabungkan kemajuan dunia dengan ketakwaan kepada Allah.

Implementasi (Amalan)

  1. Memperbaiki niat sebelum belajar.
  2. Belajar secara bertahap sesuai kemampuan.
  3. Menghafal dan memahami dalil.
  4. Mengamalkan ilmu sebelum mengajarkan.
  5. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  6. Menghormati guru dan sesama penuntut ilmu.
  7. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  8. Berdoa agar diberi ilmu yang bermanfaat.
  9. Menjaga keikhlasan dan tawadhu'.
  10. Menggunakan teknologi untuk menyebarkan ilmu yang benar.

Testimoni Ulama dan Dai Kontemporer

  • Gus Baha sering menekankan bahwa ilmu harus dipelajari bertahap dan dipahami secara mendalam, bukan sekadar cepat selesai.
  • Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa keberkahan ilmu lahir dari adab, hafalan yang benar, dan pengamalan.
  • Buya Yahya mengingatkan bahwa ilmu tanpa akhlak dapat menjadi fitnah bagi pemiliknya.
  • Ustadz Abdul Somad menasihati agar ilmu menjadi jalan menuju surga, bukan alat mencari kemuliaan dunia.
  • Buya Arrazy Hasyim menjelaskan pentingnya penyucian hati agar ilmu melahirkan hikmah, bukan kesombongan.

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita penuntut ilmu yang ikhlas, beradab, istiqamah, dan memperoleh ilmu yang bermanfaat hingga akhir hayat.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin.
  6. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath Ar-Rabbani.
  7. Junaid al-Baghdadi, kumpulan atsar.
  8. Hasan al-Bashri, kumpulan nasihat.
  9. Kitab Adab Thalib al-'Ilmi.

Doa

Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan. Allahumma zidna 'ilman, warzuqna fahman, waj'alna minal mukhlishin, waj'al 'ilmana hujjatan lana la 'alaina. Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar. Amin ya Rabbal 'alamin.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh guru, ulama, dan para penuntut ilmu yang senantiasa menjaga adab dalam belajar dan mengajarkan ilmu dengan ikhlas. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, melimpahkan keberkahan ilmu, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, beramal, dan bertakwa. Amin ya Rabbal 'alamin.

...........



92aj. MUHARAM ANTARA BID'AH DAN SUNNAH

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *MUHARAM ANTARA BID'AH DAN SUNNAH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 28 DZULHIJJAH 1447 / 14 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AL-HIKMAH, JL. RANGKAH VII NO. 120 SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/tLwy_8yHNgM?si=Zb0jJEMJkajGLsGg

...........

MUHARAM ANTARA BID'AH DAN SUNNAH

Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus

Mukadimah

Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak menjadikan Muharam sebagai ajang memperbanyak ritual yang tidak memiliki landasan syariat, tetapi menjadikannya sebagai momentum memperbanyak taubat, muhasabah, dzikir, puasa sunnah, sedekah, dan amal saleh yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Dalam tasawuf, hakikat tidak akan diterima tanpa syariat, dan syariat tidak akan sempurna tanpa keikhlasan hati. Oleh sebab itu, membedakan antara sunnah dan bid'ah merupakan bagian dari menjaga kebersihan jiwa (tazkiyatun nufus).


Dalil Al-Qur'an

1. Allah berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram."

(QS. At-Taubah: 36)

Muharam termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah.

2. Allah berfirman:

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah."

(QS. Al-Hasyr: 7)

3. Allah berfirman:

"Pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik."

(QS. Al-Ahzab: 21)


Hadis Rasulullah ﷺ

Keutamaan Muharam

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam."

(HR. Muslim)

Puasa Asyura

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu."

(HR. Muslim)

Larangan Bid'ah

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami yang bukan berasal darinya maka ia tertolak."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa jalan menuju cinta Allah adalah memperbanyak amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, bukan mengada-adakan ibadah baru.


Nasehat Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Muharam mengajarkan bahwa awal tahun hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan memperbarui taubat. Seorang sufi sejati lebih sibuk memperbaiki hati daripada memperdebatkan amalan yang tidak jelas dalilnya.

Tasawuf yang lurus selalu berpijak pada Al-Qur'an dan Sunnah. Hati yang bersih akan mencintai sunnah dan berhati-hati terhadap bid'ah. Cahaya hati lahir dari ittiba' kepada Rasulullah ﷺ.


Relevansi di Zaman Modern

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi cepat, dan kemajuan kedokteran, berbagai informasi keagamaan tersebar sangat cepat. Ceramah, video pendek, dan pesan berantai dapat menjadi sarana dakwah, tetapi juga dapat menyebarkan amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Tazkiyatun nufus mengajarkan agar setiap muslim:

  • Meneliti dalil sebelum mengamalkan.
  • Tidak mudah menyebarkan informasi agama tanpa tabayyun.
  • Memanfaatkan teknologi untuk belajar Al-Qur'an, hadis, dan ilmu para ulama.
  • Menjadikan Muharam sebagai awal hijrah menuju akhlak yang lebih mulia.

Implementasi Amalan

  1. Memperbanyak taubat nasuha.
  2. Berpuasa Tasu'a (9 Muharam) dan Asyura (10 Muharam).
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  5. Bersedekah kepada fakir miskin.
  6. Menyambung silaturahmi.
  7. Menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat.
  8. Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
  9. Muhasabah harian.
  10. Berdoa agar istiqamah di atas sunnah.

Hikmah Para Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri

"Dunia hanyalah tiga hari: kemarin telah berlalu, esok belum tentu engkau jumpai, maka manfaatkan hari ini untuk taat."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Beribadahlah karena cinta kepada Allah, bukan hanya karena berharap surga atau takut neraka."

Abu Yazid al-Bistami

"Jalan menuju Allah adalah memerangi hawa nafsu."

Junaid al-Baghdadi

"Seluruh jalan menuju Allah tertutup kecuali mengikuti jejak Rasulullah ﷺ."

Al-Hallaj

Mengajarkan pentingnya cinta kepada Allah, namun ungkapan-ungkapan simboliknya harus dipahami secara hati-hati dalam kerangka akidah Ahlus Sunnah.

Imam al-Ghazali

"Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Peganglah Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya engkau selamat."

Jalaluddin Rumi

"Setiap hari adalah kesempatan untuk kembali kepada Allah."

Ibnu 'Arabi

Menekankan penyucian hati agar mampu mengenal kebesaran Allah, dengan tetap menghormati syariat sebagai fondasi perjalanan spiritual.

Ahmad al-Tijani

Mengajarkan pentingnya memperbanyak dzikir, shalawat, dan istiqamah dalam ketaatan.


Testimoni Para Ulama Kontemporer

Gus Baha Menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau, bukan sekadar semangat tanpa ilmu.

Ustaz Adi Hidayat Sering mengingatkan agar setiap ibadah memiliki landasan Al-Qur'an dan hadis yang sahih sehingga tidak terjatuh pada amalan yang tertolak.

Buya Yahya Menekankan pentingnya menjaga adab dalam menyikapi perbedaan serta mengedepankan kasih sayang ketika meluruskan amalan yang tidak sesuai tuntunan.

Ustaz Abdul Somad Mengajak umat menghidupkan amalan-amalan sahih di bulan Muharam seperti puasa Asyura, memperbanyak istighfar, sedekah, dan amal saleh.

Buya Arrazy Hasyim Menjelaskan bahwa tasawuf yang benar tidak bertentangan dengan syariat; penyucian hati harus berjalan seiring dengan ketaatan kepada Al-Qur'an dan Sunnah.


Doa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana 'ala dinik. Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, jadikanlah bulan Muharam ini sebagai awal hijrah kami menuju hati yang bersih, iman yang kokoh, amal yang ikhlas, dan istiqamah mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin ya Rabbal 'alamin.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulumiddin.
  6. Ibn Rajab al-Hanbali, Latha'if al-Ma'arif.
  7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  8. Junaid al-Baghdadi, kumpulan atsar dan hikmah.
  9. Hasan al-Bashri, kumpulan nasihat (atsar).
  10. Kitab-kitab syarah hadis tentang keutamaan Muharam dan puasa Asyura.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pembaca. Semoga Allah ﷻ menjadikan ilmu ini bermanfaat, membersihkan hati kita dengan tazkiyatun nufus, meneguhkan langkah kita di atas Al-Qur'an dan Sunnah, serta menghimpunkan kita bersama Rasulullah ﷺ dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

..........

93aj. SURGA DARUSSALAM

 📡  LIVE STREAMING

 📖 *SURGA DARUSSALAM*

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

SENIN, 29 DZULHIJJAH 1447 / 15 JUNI 2026

⏰  BA'DA 09.00 - SELESAI

TEMPAT  :

* MASJID BAITURRAHMAH, JL. DANAU SINGKARAK E1 SAWOJAJAR, MALANG


Youtube  :

https://youtube.com/live/RGQQpzzlpKo?si=Tib73RJnehmJPage

..........

SURGA DARUSSALAM

Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus

Mukadimah

Surga Darussalam bukan sekadar tempat penuh kenikmatan, tetapi merupakan negeri kedamaian abadi yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, bertakwa, serta berhasil menyucikan jiwa (tazkiyatun nufus). Dalam pandangan tasawuf, perjalanan menuju Darussalam dimulai sejak di dunia, yaitu ketika hati dipenuhi tauhid, cinta kepada Allah, ikhlas, sabar, syukur, dan ridha terhadap segala ketentuan-Nya.

Allah berfirman:

"Bagi mereka (disediakan) Darussalam di sisi Tuhan mereka. Dialah Pelindung mereka karena amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 127)

Allah juga berfirman:

"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus." (QS. Yunus: 25)

Nasehat dan Motivasi Tasawuf

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak menjadikan surga hanya sebagai tujuan memperoleh kenikmatan, tetapi sebagai tempat bertemu dengan keridaan Allah. Hati yang bersih akan merasakan "darussalam" sejak di dunia, karena kedamaian sejati lahir dari hati yang mengenal Rabb-nya.

Jangan biarkan hati dipenuhi iri, dendam, ria, ujub, dan cinta dunia. Bersihkan hati dengan dzikir, taubat, muraqabah, muhasabah, dan amal saleh sehingga kelak Allah memasukkan kita ke Darussalam.

Dalil Al-Qur'an

  • QS. Yunus: 25
  • QS. Al-An'am: 127
  • QS. Az-Zumar: 73
  • QS. Ar-Ra'd: 23–24
  • QS. Al-Fajr: 27–30

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya di surga terdapat sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Allah berfirman: Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata..." (HR. Bukhari dan Muslim – Hadis Qudsi)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet supercepat, transportasi modern, kemajuan kedokteran, dan komunikasi digital, manusia mampu menjelajahi dunia hanya dengan sentuhan jari. Namun semua kemajuan itu belum tentu menghadirkan ketenangan jiwa.

Banyak orang mengalami stres, kesepian, depresi, krisis makna hidup, kecanduan media sosial, fitnah digital, ujaran kebencian, dan perlombaan mengejar popularitas. Semua itu mengingatkan bahwa "Darussalam" tidak dibangun oleh teknologi, melainkan oleh hati yang dekat kepada Allah.

Teknologi hendaknya menjadi sarana dakwah, silaturahim, pendidikan, sedekah, dan amal kebajikan, bukan alat maksiat, ghibah, fitnah, ataupun kesombongan.

Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga tauhid yang murni.
  2. Memperbanyak taubat dan istighfar.
  3. Menjaga shalat lima waktu dan shalat malam.
  4. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  5. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  6. Bersedekah secara ikhlas.
  7. Berbakti kepada orang tua.
  8. Menyambung silaturahim.
  9. Menahan amarah serta memaafkan.
  10. Memperbanyak amal sunnah agar dicintai Allah.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri: "Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasil."

Rabi'ah al-Adawiyah: "Aku berharap kepada Allah bukan semata karena surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami: "Sucikan hatimu, maka engkau akan melihat cahaya petunjuk."

Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah membersihkan hati dari selain Allah."

Al-Hallaj: "Cinta kepada Allah menuntut pengorbanan seluruh jiwa."

Imam al-Ghazali: "Hati adalah raja; apabila ia baik, seluruh amal akan baik."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan jadikan dunia memenuhi hatimu; jadikan ia di tanganmu."

Jalaluddin Rumi: "Luka yang mengantarkanmu kepada Allah adalah anugerah."

Ibnu 'Arabi: "Barang siapa mengenal dirinya, ia akan semakin mengenal kelemahan dirinya di hadapan Allah."

Ahmad al-Tijani: "Perbanyak dzikir dan istiqamah agar hati selalu hidup."

Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha: Surga adalah rahmat Allah; jangan merasa selamat hanya karena amal, tetapi berharaplah kepada rahmat-Nya.

Ustadz Adi Hidayat: Jalan menuju surga dibangun dengan ilmu yang benar, iman yang kokoh, dan amal yang istiqamah.

Buya Yahya: Hati yang bersih lebih berharga daripada banyaknya amal yang dicampuri riya.

Ustadz Abdul Somad: Jangan tukarkan surga yang kekal dengan kenikmatan dunia yang sementara.

Buya Arrazy Hasyim: Tazkiyatun nufus adalah perjalanan membersihkan hati agar layak menerima cahaya ma'rifat kepada Allah.

Doa

اللهم إنا نسألك الفردوس الأعلى من الجنة بغير حساب ولا سابق عذاب، واجعل قلوبنا سليمة، وألسنتنا ذاكرة، وأعمالنا صالحة، واختم لنا بالحسنى.

Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada-Mu Surga Firdaus yang tertinggi tanpa hisab dan tanpa azab. Jadikan hati kami bersih, lisan kami senantiasa berdzikir, amal kami saleh, dan akhir hidup kami husnul khatimah. Aamiin."

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. ****.
  3. ****.
  4. ****.
  5. ****.
  6. ****.
  7. ****.
  8. Kitab-kitab tafsir yang mu'tabar.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin. Semoga Allah menjadikan pembahasan tentang Surga Darussalam ini sebagai wasilah untuk memperkuat iman, menyucikan jiwa, memperbanyak amal saleh, dan menumbuhkan kerinduan kepada perjumpaan dengan-Nya. Semoga Allah menghimpunkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di Darussalam. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

...........

94ens. KEADAAN ORANG-ORANG MUKMIN DI PADANG MAHSYAR

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ENSIKLOPEDIA HARI KIAMAT : KEADAAN ORANG-ORANG MUKMIN DI PADANG MAHSYAR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN, 01 MUHARAM 1448 H / 15 JUNI 2026


⏰   BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID AL ISTIQOMAH, JL. NGAGEL TAMA TENGAH IV / 3 SURABAYA (LABORATORIUM PRAMITA, JL. NGAGEL JAYA BELOK KIRI)


Youtube  :

https://youtube.com/live/s2njMcAJ7CE?si=P5-O6GJJ_5mhHudE

............

ENSIKLOPEDIA HARI KIAMAT

KEADAAN ORANG-ORANG MUKMIN DI PADANG MAHSYAR

Mukadimah

Padang Mahsyar adalah tempat seluruh manusia dikumpulkan setelah dibangkitkan dari kubur. Di sana tidak ada lagi jabatan, harta, teknologi, atau ketenaran yang dapat menyelamatkan seseorang. Yang menjadi penolong hanyalah iman, tauhid, amal saleh, rahmat Allah, dan syafaat yang Allah izinkan.

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufus), mengingat Mahsyar bukan untuk menimbulkan keputusasaan, tetapi untuk membersihkan hati dari cinta dunia yang berlebihan dan menumbuhkan kerinduan kepada perjumpaan dengan Allah.

"Barang siapa mengenal akhirat, niscaya dunia menjadi kecil di matanya."


Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf)

Orang-orang mukmin di Padang Mahsyar akan mendapatkan ketenangan sesuai kadar keimanan, keikhlasan, dan ketakwaannya.

Mereka yang dahulu menjaga hati dari riya, hasad, ujub, dendam, dan maksiat akan memperoleh naungan rahmat Allah ketika manusia tenggelam dalam keringatnya.

Tazkiyatun Nufus mengajarkan bahwa Mahsyar dimulai sejak sekarang. Setiap kali hati mengalahkan hawa nafsu, sejatinya seseorang sedang mempersiapkan dirinya berdiri di hadapan Allah.

Jangan menunggu tua untuk bertobat. Jangan menunggu sakit untuk berzikir. Jangan menunggu kematian untuk memperbaiki shalat.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Az-Zumar: 73

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka diantar ke surga secara berombongan..."

2. QS. Ali 'Imran: 185

"Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia telah beruntung."

3. QS. Yunus: 62-64

"Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tujuh golongan akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya."
(HR. dan )

Beliau juga bersabda:

"Seseorang akan dibangkitkan bersama orang yang ia cintai."
(HR. )


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Rahmat-Ku mendahului murka-Ku."
(HR. )

Hadis ini memberi harapan besar bahwa rahmat Allah akan menaungi orang-orang yang bertobat dan istiqamah.


Relevansi dengan Zaman Modern

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet super cepat, transportasi canggih, kedokteran modern, dan komunikasi tanpa batas, manusia mampu mengetahui hampir segala sesuatu, tetapi sering lupa tujuan hidup.

Fenomena yang banyak terjadi:

  • mengejar popularitas daripada keikhlasan.
  • viral tetapi miskin akhlak.
  • sibuk membuat konten tetapi lalai mengingat kematian.
  • sehat secara fisik tetapi sakit secara ruhani.
  • memiliki ribuan pengikut tetapi sedikit amal.

Padang Mahsyar mengingatkan bahwa semua jejak digital, ucapan, tulisan, dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.


Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  3. Memperbanyak istighfar dan taubat.
  4. Menjaga keikhlasan amal.
  5. Bersedekah secara rutin.
  6. Menolong sesama manusia.
  7. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  8. Menjaga lisan dan media sosial.
  9. Mengingat kematian setiap hari.
  10. Berdoa memohon husnul khatimah.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

"Dunia hanyalah tiga hari: kemarin telah berlalu, esok belum tentu datang, maka manfaatkan hari ini untuk taat."

"Ya Allah, aku beribadah kepada-Mu karena cinta kepada-Mu."

"Jalan menuju Allah adalah membersihkan hati."

"Tasawuf adalah penyucian hati dari selain Allah."

Mengajarkan pentingnya kecintaan total kepada Allah, namun ucapannya perlu dipahami secara hati-hati sesuai penjelasan para ulama.

"Hati yang bersih lebih berharga daripada banyaknya amal tanpa keikhlasan."

"Jadilah hamba Allah sebelum ingin menjadi orang besar."

"Kematian bagi pecinta Allah adalah perjumpaan."

"Kenalilah dirimu agar engkau mengenal kelemahanmu di hadapan Allah."

Menekankan pentingnya istiqamah dalam dzikir dan mengikuti syariat.


Testimoni Ulama Kontemporer

  • : Mengingat akhirat menjadikan seseorang tidak mudah putus asa dan tidak mudah sombong.
  • : Persiapan terbaik menuju Mahsyar adalah memperbaiki tauhid, shalat, dan akhlak.
  • : Jangan takut kepada kiamat jika setiap hari memperbaiki diri dengan taubat.
  • : Perbanyak amal yang ikhlas karena itulah bekal menuju Mahsyar.
  • : Tazkiyatun Nufus adalah proses mempersiapkan hati agar layak bertemu Allah.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ وَالتَّقْوَى، وَأَظِلَّنَا تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى الصِّرَاطِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ أَجْمَعِينَ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang beriman dan bertakwa. Naungilah kami di bawah naungan 'Arsy-Mu pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Mu. Teguhkan langkah kami di atas shirath, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum mukminin. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Ihya' 'Ulumiddin – Imam al-Ghazali.
  5. Mukhtashar Minhajul Qashidin – Ibnu Qudamah.
  6. Talbis Iblis – Ibnul Jauzi.
  7. Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim.
  8. Hilyatul Auliya' – Abu Nu'aim.
  9. Kitab-kitab tentang Hari Kiamat karya para ulama Ahlus Sunnah.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima setiap ilmu yang dipelajari, membersihkan hati kita dengan cahaya iman, meneguhkan langkah kita di jalan istiqamah, memberikan naungan pada hari Mahsyar, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

...........

95miz. BELAJAR AL QUR'AN & MENGAJARKANNYA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 40 MIZAN KEBAJIKAN : HADITS KE-6, LANJUTAN KIAT MENJADI AHLUL QUR'AN ; BELAJAR AL QUR'AN & MENGAJARKANNYA"*


🎙 *Ustadz ABU ASLAM HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SELASA, 01 MUHARAM 1448 H / 16 JUNI 2026


⏰   08.30 - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI PERUM. PURI INDAH BLOK E NO. 11-12 SIDOARJO


Youtube  :

https://youtube.com/live/zHJomLs1he4?si=Z9lj-4HtltC2GRxc

.............

KITAB 40 MIZAN KEBAJIKAN – HADIS KE-6

Kiat Menjadi Ahlul Qur'an: Belajar Al-Qur'an dan Mengajarkannya

Hadis Pokok

Dari , Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. )


Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Menurut para ulama tasawuf, menjadi Ahlul Qur'an bukan sekadar fasih membaca, tetapi menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya yang membersihkan hati (tazkiyatun nafs), memperbaiki akhlak, dan membimbing seluruh perjalanan hidup menuju Allah.

Orang yang membaca Al-Qur'an tetapi hatinya masih dipenuhi kesombongan, iri, dengki, cinta dunia, dan riya' berarti belum merasakan hakikat Al-Qur'an.

Tasawuf mengajarkan bahwa setiap ayat Al-Qur'an merupakan "surat cinta" Allah kepada hamba-Nya. Semakin sering berinteraksi dengan Al-Qur'an, semakin lembut hati, semakin takut berbuat dosa, semakin mudah memaafkan, dan semakin dekat kepada Allah.

Ahlul Qur'an adalah mereka yang:

  • membaca dengan tartil,
  • memahami makna,
  • mengamalkan isi,
  • mengajarkan kepada orang lain,
  • menjaga adab terhadap Al-Qur'an.

Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-Isra' : 9

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus."

2. QS. Fathir : 29-30

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan rezekinya... mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi."

3. QS. Az-Zumar : 23

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur'an..."


Hadis-Hadis Pendukung

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang memberi syafaat bagi pembacanya." (HR. )

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia." (HR. dan )


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Barang siapa disibukkan dengan membaca Al-Qur'an dan berzikir kepada-Ku sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta." (Riwayat , dinilai hasan oleh sebagian ulama.)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era Artificial Intelligence (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, kedokteran canggih, dan komunikasi digital, manusia dibanjiri informasi tetapi miskin hikmah.

Al-Qur'an menjadi:

  • penyejuk di tengah stres dan depresi,
  • penyaring berita hoaks,
  • penjaga akhlak di media sosial,
  • penuntun etika penggunaan AI,
  • penyeimbang antara kemajuan teknologi dan kemuliaan iman.

Teknologi hendaknya menjadi sarana untuk memperluas dakwah Al-Qur'an melalui aplikasi, kelas daring, podcast, video kajian, dan media sosial, bukan untuk melalaikan hati.


Amalan (Implementasi)

  1. Membaca Al-Qur'an setiap hari walau satu halaman.
  2. Memahami tafsirnya.
  3. Menghafal sedikit demi sedikit.
  4. Mengamalkan setiap ayat.
  5. Mengajarkan kepada keluarga.
  6. Membiasakan tadabbur.
  7. Menjaga adab terhadap mushaf.
  8. Menjadikan Al-Qur'an solusi setiap masalah.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

"Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, bukan sekadar dibaca."

"Cinta kepada Allah membuat setiap ayat-Nya terasa hidup."

"Bersihkan hati agar Al-Qur'an memancar dari dalam dirimu."

"Hakikat ilmu adalah menghidupkan isi Al-Qur'an."

"Siapa hidup bersama firman Allah, ia hidup bersama Cahaya."

"Tadabbur Al-Qur'an adalah obat bagi penyakit hati."

"Jangan tinggalkan Al-Qur'an, karena ia adalah tali keselamatan."

"Al-Qur'an adalah lautan tanpa tepi."

"Setiap ayat membuka rahasia sesuai kebersihan hati."

"Perbanyak membaca Al-Qur'an agar hati selalu hidup."


Testimoni Ulama Kontemporer

"Orang yang akrab dengan Al-Qur'an akan memiliki cara berpikir yang jernih."

"Belajar Al-Qur'an adalah investasi terbaik dunia dan akhirat."

"Ajarkan Al-Qur'an meski satu ayat."

"Rumah yang dipenuhi bacaan Al-Qur'an akan dipenuhi keberkahan."

"Tazkiyatun nafs dimulai dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai cermin hati."


Doa

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk Ahlul Qur'an, yaitu hamba-hamba-Mu yang senantiasa membaca, memahami, mengamalkan, menghafal, menjaga, dan mengajarkan Al-Qur'an dengan ikhlas. Bersihkan hati kami dari riya', ujub, hasad, dan cinta dunia. Jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya hati kami, penuntun hidup kami, penolong kami di alam kubur, pemberi syafaat pada hari kiamat, serta sebab masuknya kami ke dalam surga-Mu tanpa hisab.

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .
  6. .
  7. .
  8. Kitab-kitab tafsir seperti dan .

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pembaca. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk Ahlul Qur'an, keluarga Allah dan hamba-hamba pilihan-Nya yang senantiasa hidup bersama Al-Qur'an, memperoleh keberkahan di dunia, syafaat di akhirat, serta ridha Allah SWT. Aamiin.

.............

96kis. PERSETERUAN ABADI

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KISAH SHAHIH PARA NABI : 1. NABI ADAM ; PERSETERUAN ABADI*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

RABU, 03 MUHARRAM 1448 H / 17 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SYAFI'I, JL. KALIMAS MADYA NO. 1 SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/suaAUUBTd_Y?si=VE3zY8xzQ4aVdsSX

...........

KISAH SHAHIH PARA NABI (1)

Nabi Adam 'Alaihissalam: Perseteruan Abadi

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Kisah Nabi Adam 'alaihissalam bukan sekadar kisah tentang manusia pertama, tetapi juga awal dari perseteruan abadi antara manusia dan setan. Setelah menolak sujud kepada Adam karena kesombongannya, Iblis bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam hingga hari kiamat. Sejak saat itu, medan jihad terbesar seorang mukmin adalah melawan hawa nafsu dan tipu daya setan.

Dalam perspektif tasawuf, musuh terbesar bukanlah manusia lain, melainkan nafsu yang membuka pintu bagi bisikan setan. Hati yang dipenuhi dzikir, taubat, ikhlas, dan muraqabah kepada Allah akan menjadi benteng yang kokoh dari godaan tersebut.

Allah menerima taubat Nabi Adam ketika beliau mengakui kesalahan dan kembali kepada-Nya. Ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pintu rahmat Allah tetap terbuka selama ia mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Dalil Al-Qur'an

  • QS. Al-Baqarah: 36 – Setan menyebabkan Adam dan Hawa tergelincir dari surga.
  • QS. Al-A'raf: 16–17 – Iblis bersumpah menyesatkan manusia dari segala arah.
  • QS. Thaha: 120–122 – Taubat Nabi Adam diterima Allah.
  • QS. Fatir: 6 – "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh."

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat." (HR. At-Tirmidzi)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli." (HR. At-Tirmidzi)

Relevansi di Zaman Sekarang

Perseteruan dengan setan kini semakin kompleks melalui:

  • Media sosial yang menyebarkan fitnah, hasad, dan riya'.
  • Kecerdasan buatan dan teknologi yang dapat digunakan untuk kebaikan maupun kemaksiatan.
  • Kemudahan transportasi yang dapat mengantarkan seseorang menuju majelis ilmu ataupun tempat maksiat.
  • Kemajuan kedokteran yang hendaknya semakin menguatkan syukur kepada Allah, bukan kesombongan.
  • Gaya hidup materialistis yang membuat manusia lupa tujuan akhirat.

Setan tidak berubah, tetapi cara godaannya mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, benteng iman juga harus semakin kuat.

Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak taubat setiap hari.
  2. Membaca dzikir pagi dan petang.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
  5. Menjaga pandangan, lisan, dan hati.
  6. Memperbanyak istighfar.
  7. Memilih lingkungan dan media yang mendekatkan kepada Allah.
  8. Muhasabah setiap malam sebelum tidur.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri: "Jihad terbesar adalah memerangi hawa nafsumu."

Rabi'ah al-Adawiyah: "Cinta kepada Allah memenuhi hati sehingga tidak tersisa ruang bagi selain-Nya."

Abu Yazid al-Bistami: "Musuh terberatmu adalah nafsumu sendiri."

Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah."

Al-Hallaj: "Jalan menuju Allah ditempuh dengan pengorbanan ego."

Imam al-Ghazali: "Hati adalah kerajaan; jika hati baik maka seluruh anggota tubuh akan baik."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan ikuti hawa nafsu, karena ia adalah kendaraan setan."

Jalaluddin Rumi: "Luka yang membawamu kembali kepada Allah adalah anugerah."

Ibnu 'Arabi: "Siapa mengenal dirinya akan semakin mengenal kelemahannya di hadapan Allah."

Ahmad al-Tijani: "Istiqamah dalam dzikir adalah benteng keselamatan."

Testimoni Para Dai Kontemporer

Gus Baha sering mengingatkan bahwa setan paling senang ketika manusia merasa dirinya paling suci sehingga enggan bertaubat.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kisah Nabi Adam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar, taubat, dan tawakal.

Buya Yahya menasihatkan agar jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah karena Nabi Adam sendiri diterima taubatnya.

Ustaz Abdul Somad menekankan pentingnya mengenali tipu daya setan yang sering menghiasi kemaksiatan agar tampak indah.

Buya Arrazy Hasyim mengingatkan bahwa penyucian jiwa dimulai dari mengenali penyakit hati seperti sombong, iri, dan cinta dunia yang berlebihan.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Jami' At-Tirmidzi.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulumiddin.
  6. Ibnul Qayyim, Ighatsatul Lahfan.
  7. Ibnu Katsir, Qashash al-Anbiya'.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  9. Imam An-Nawawi, Riyadhus Shalihin.

Doa

Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik. Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, lindungilah kami dari godaan setan, sucikan hati kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mempelajari kisah para nabi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mengambil pelajaran, membersihkan hati, memperbanyak taubat, serta istiqamah di atas jalan yang lurus hingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan beriman. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

.........

97kas. BERTAUHID RUBUBIYAH KARENA MEREKA CACAT DAN RUSAK DALAM TAUHID ULUHIYAHNYA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-8) : BERTAUHID RUBUBIYAH KARENA MEREKA CACAT DAN RUSAK DALAM TAUHID ULUHIYAHNYA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 04 MUHARRAM 1448 H / 18 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/JBWtu7hDheY?si=gKr5RVdOYjMnaBLT

........

KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT

Bertauhid Rububiyah, Namun Cacat dalam Tauhid Uluhiyah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah semata yang menciptakan, mengatur, menghidupkan, mematikan, dan memberi rezeki kepada seluruh makhluk. Namun, keyakinan ini saja belum cukup untuk menjadikan seseorang sebagai hamba yang bertauhid dengan benar apabila ia tidak mengesakan Allah dalam ibadah (Tauhid Uluhiyah).

Kaum musyrikin Arab pada masa Rasulullah ﷺ mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi mereka tetap mempersembahkan doa, nadzar, istighatsah, dan bentuk ibadah lainnya kepada selain Allah. Karena itulah, mereka dianggap belum bertauhid secara sempurna.

Dalam perspektif tasawuf (tazkiyatun nufus), syirik tidak hanya berupa penyembahan berhala, tetapi juga ketika hati bergantung kepada selain Allah secara berlebihan. Ketika hati lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, lebih berharap kepada jabatan daripada rahmat Allah, lebih mencintai dunia daripada akhirat, maka penyakit hati mulai menggerogoti kemurnian tauhid.

Tauhid Uluhiyah adalah perjalanan penyucian hati. Semakin bersih hati dari riya', ujub, sum'ah, takabbur, dan cinta dunia, semakin sempurna penghambaan kepada Allah.

Dalil Al-Qur'an

"Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah." (QS. Luqman: 25)

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)

Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya ialah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'." (HR. Ahmad)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya." (HR. Muslim)


Relevansi di Zaman Sekarang

Kemajuan teknologi merupakan nikmat Allah, namun dapat menjadi ujian tauhid apabila hati bergantung kepadanya melebihi ketergantungan kepada Allah.

Contohnya:

  • Menganggap kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi mutlak tanpa doa dan tawakal.
  • Bergantung sepenuhnya pada media sosial untuk mencari pengakuan manusia.
  • Menganggap kekayaan digital, investasi, atau jabatan sebagai penjamin masa depan.
  • Mengandalkan kecanggihan kedokteran tetapi melupakan bahwa Allah adalah Asy-Syafi (Maha Penyembuh).
  • Mengandalkan kendaraan, pesawat, dan teknologi transportasi tanpa memperbanyak doa safar dan tawakal.

Seorang mukmin menggunakan seluruh sebab dunia, tetapi hatinya tetap bergantung hanya kepada Allah.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbaharui syahadat setiap hari dengan penuh penghayatan.
  2. Memurnikan niat sebelum setiap amal.
  3. Memperbanyak dzikir Laa ilaaha illallah.
  4. Memperbanyak doa dan tawakal kepada Allah.
  5. Menjauhi segala bentuk syirik besar maupun syirik kecil.
  6. Muhasabah hati setiap malam.
  7. Membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya.
  8. Memperbanyak istighfar.
  9. Menghidupkan shalat malam.
  10. Menjadikan Allah sebagai tujuan utama seluruh aktivitas kehidupan.

Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan Al-Bashri berkata:

"Dunia hanyalah persinggahan. Jadikanlah hatimu milik Allah, bukan milik dunia."

Rabi'ah al-Adawiyah berkata:

"Aku menyembah Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah dimulai dengan menghancurkan ego.

Junaid al-Baghdadi berkata:

"Tauhid adalah memisahkan Yang Maha Qadim dari segala yang baru."

Al-Hallaj mengingatkan bahwa kecintaan kepada Allah harus menghapus seluruh ketergantungan kepada selain-Nya.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa hati adalah raja; apabila hati bertauhid, seluruh anggota badan akan istiqamah.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:

"Jangan meminta kepada selain Allah, karena semua makhluk sama-sama membutuhkan Allah."

Jalaluddin Rumi berkata:

"Segala yang membuatmu jauh dari Allah adalah hijab."

Ibnu 'Arabi menegaskan pentingnya mengenal Allah sehingga seluruh kehidupan menjadi ibadah.

Ahmad al-Tijani menekankan pentingnya dzikir dan istiqamah sebagai jalan penyucian hati.


Testimoni Para Ulama Kontemporer

Gus Baha sering menjelaskan bahwa inti tauhid adalah menggantungkan hati hanya kepada Allah, sedangkan usaha hanyalah sebab.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa Rububiyah harus melahirkan Uluhiyah; pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta harus diwujudkan dengan ibadah hanya kepada-Nya.

Buya Yahya mengingatkan agar seseorang tidak bergantung kepada benda, orang saleh, maupun makhluk, tetapi hanya kepada Allah.

Ustadz Abdul Somad sering menekankan bahwa syirik merupakan dosa terbesar yang harus dijauhi dalam segala bentuknya.

Buya Arrazy Hasyim menjelaskan bahwa tazkiyatun nufus bertujuan membersihkan hati agar tauhid menjadi hidup, bukan sekadar teori di lisan.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Kasyfu Asy-Syubuhat – .
  5. Ihya' 'Ulum ad-Din – .
  6. Madarij as-Salikin – .
  7. Risalah al-Qusyairiyah – .
  8. Al-Hikam – .

Doa

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُخْلِصِينَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ، وَارْزُقْنَا تَوْحِيدًا خَالِصًا، وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas. Bersihkan hati kami dari syirik, riya', ujub, dan segala penyakit hati. Karuniakanlah kepada kami tauhid yang murni serta akhir kehidupan yang husnul khatimah. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca untuk terus memurnikan tauhid, membersihkan hati, memperbaiki amal, serta semakin dekat kepada Allah Ta'ala. Terima kasih kepada seluruh guru, ulama, dan kaum muslimin yang senantiasa menjaga kemurnian akidah dan mengajarkan ilmu dengan penuh keikhlasan.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengokohkan tauhid kita, menyucikan hati kita, dan mengumpulkan kita bersama Nabi Muhammad ﷺ serta orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

..........

98washo. MENGGAPAI AMAL UTAMA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB WASHOYA NABI MUHAMMAD : MENGGAPAI AMAL UTAMA (II)*


🎙 *Ustadz ABDUR ROUF HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 04 MUHARRAM 1448 H / 19 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID AL HIKMAH, JL. GAYUNGSARI IV NO. 34 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/W4VnaelPThs?si=1MDNWwf45_kgxkhJ

.........

KITAB WASHOYA NABI MUHAMMAD: MENGGAPAI AMAL UTAMA

Mukadimah

Amal utama bukanlah sekadar amal yang banyak, tetapi amal yang paling ikhlas, paling benar, dan paling dicintai Allah. Dalam pandangan tasawuf, amal yang diterima adalah amal yang mampu membersihkan hati (tazkiyatun nufūs), mendekatkan diri kepada Allah, serta melahirkan akhlak mulia.

Allah tidak melihat besarnya amal, tetapi kebersihan hati yang melakukannya. Seorang hamba bisa jadi sedikit amalnya, namun tinggi nilainya karena penuh keikhlasan dan istiqamah.

Dalil Al-Qur'an

1. Allah mencintai amal yang ikhlas

"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah: 5)

2. Allah menguji siapa yang terbaik amalnya

"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)

3. Amal saleh menjadi jalan kehidupan yang baik

"Barang siapa mengerjakan amal saleh sedang ia beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An-Nahl: 97)

Hadis Nabi ﷺ

  • "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)

  • "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

  • "Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..." (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa amal utama dimulai dari menyempurnakan yang wajib, kemudian memperbanyak amal sunnah hingga meraih mahabbah (cinta) Allah.

Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa amal utama memiliki tiga tingkatan:

  1. Amal anggota badan.
  2. Amal hati (ikhlas, sabar, syukur, tawakal).
  3. Hadirnya hati bersama Allah dalam setiap amal (ihsan).

Tujuan akhirnya bukan hanya banyak beramal, tetapi menjadi hamba yang dicintai Allah.

Relevansi di Zaman Modern

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin mudah beramal sekaligus semakin mudah berbuat dosa.

Amal utama hari ini antara lain:

  • Menjaga kejujuran di media sosial.
  • Menahan lisan dan jari dari menyebarkan hoaks.
  • Menggunakan teknologi untuk dakwah dan ilmu.
  • Bersedekah secara digital.
  • Menolong sesama melalui kemajuan komunikasi.
  • Bersyukur atas nikmat kesehatan dan kemajuan ilmu kedokteran.
  • Menjadikan kecanggihan teknologi sebagai sarana mendekat kepada Allah, bukan menjauh dari-Nya.

Amalan (Implementasi)

  • Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  • Memperbanyak shalat sunnah.
  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Dzikir pagi dan petang.
  • Istighfar minimal 100 kali sehari.
  • Bersedekah walaupun sedikit.
  • Menolong orang lain setiap hari.
  • Menjaga silaturahmi.
  • Muhasabah sebelum tidur.
  • Berdoa memohon husnul khatimah.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri

"Dunia hanyalah tempat menanam, akhirat tempat memanen."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Beribadahlah karena cinta kepada Allah, bukan semata-mata berharap surga atau takut neraka."

Abu Yazid al-Bistami

"Jalan menuju Allah dimulai dengan memerangi hawa nafsu."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah bersihnya hati dari segala selain Allah."

Al-Hallaj

"Cinta sejati kepada Allah menghapus ego."

Imam al-Ghazali

"Ikhlas adalah ruh seluruh amal."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan sibuk mencari karamah, tetapi sibukkan dirimu dengan istiqamah."

Jalaluddin Rumi

"Luka yang kau rasakan sering menjadi pintu datangnya cahaya Allah."

Ibnu 'Arabi

"Hati seorang mukmin menjadi tempat mengenal Allah melalui rahmat-Nya."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak shalawat, karena shalawat menghidupkan hati."

Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha

"Amal kecil yang istiqamah sering lebih berat timbangannya daripada amal besar yang terputus."

Ustadz Adi Hidayat

"Ilmu harus melahirkan amal, dan amal harus melahirkan kedekatan kepada Allah."

Buya Yahya

"Jangan meremehkan amal kecil yang ikhlas."

Ustadz Abdul Somad

"Yang dicari Allah bukan banyaknya amal, tetapi benarnya amal."

Buya Arrazy Hasyim

"Tazkiyatun nufūs adalah perjalanan membersihkan hati agar mudah menerima cahaya Al-Qur'an."

Penutup

Amal utama bukan sekadar banyaknya ibadah, tetapi amal yang paling ikhlas, paling sesuai sunnah, paling bermanfaat bagi manusia, dan paling istiqamah. Barang siapa menjaga amal wajib, memperbanyak amal sunnah, serta membersihkan hati, niscaya ia akan meraih cinta Allah.

Doa

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Allahumma innā nas'aluka ikhlāṣan fil-'amal, wa ṣidqan fil-qalb, wa istiqāmatan 'ala dīnik. Allāhumma a'inna 'alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatik. Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīnik. Yā Allah, jadikanlah amal kami amal yang Engkau cintai, ampunilah dosa kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan wafatkan kami dalam husnul khātimah.

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam An-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam Al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin.
  6. Al-Qusyairi, Ar-Risalah al-Qusyairiyah.
  7. Ibnu Rajab Al-Hanbali, Jami' al-'Ulum wal Hikam.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.

Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā atas limpahan nikmat iman, Islam, ilmu, kesehatan, dan kesempatan sehingga kajian singkat ini dapat tersusun. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah, menambah kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, memperkuat semangat beramal saleh, serta bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin.

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua pembaca. Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

...........

99kar. ORANG-ORANG YANG SENANTIASA MELAKSANAKAN AMALAN SUNNAH NAFILAH

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 40 KARAKTERISTIK MEREKA YANG DICINTAI ALLAH : GOLONGAN KE-13, ORANG-ORANG YANG SENANTIASA MELAKSANAKAN AMALAN SUNNAH NAFILAH*


🎙 *Ustadz ABU ASLAM HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 04 MUHARRAM 1448 H / 19 JUNI 2026


⏰  08.30 - SELESAI


TEMPAT  :  

DI TAMAN MOTOR I,   PEPELEGI INDAH H-22 WARU, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/W4_-yi0Q6do?si=O3-zPGO1BdXV0Y0T

..........

KITAB 40 KARAKTERISTIK MEREKA YANG DICINTAI ALLAH

Golongan Ke-13: Orang-Orang yang Senantiasa Melaksanakan Amalan Sunnah (Nafilah)

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Amalan sunnah (nafilah) adalah jalan cinta. Jika ibadah wajib adalah fondasi agama, maka ibadah sunnah adalah hiasan hati yang mengantarkan seorang hamba menuju maqām mahabbah (cinta kepada Allah). Dalam perspektif tasawuf, seseorang tidak cukup hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menghiasi ruhnya dengan amalan-amalan sunnah agar jiwanya semakin bersih, lembut, dan dekat kepada Allah.

Orang yang istiqamah dalam qiyamul lail, dhuha, witir, puasa sunnah, tilawah Al-Qur'an, zikir, sedekah, dan berbagai amal nafilah akan merasakan ketenangan hati yang tidak dapat dibeli oleh harta atau teknologi secanggih apa pun. Nafilah adalah bukti bahwa ibadah dilakukan bukan sekadar karena kewajiban, tetapi karena kerinduan kepada Allah.

Allah mencintai hamba yang selalu mengetuk pintu-Nya, bahkan ketika tidak sedang berada dalam kesulitan.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. As-Sajdah: 16

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya untuk berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan harap..."

2. QS. Adz-Dzariyat: 17–18

"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah."

3. QS. Al-Isra': 79

"Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu..."


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah berfirman: Barang siapa memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..." (HR. Bukhari)


Hadis Qudsi

"...Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan..."

Maknanya, Allah senantiasa memberi taufik sehingga seluruh aktivitasnya berada dalam ketaatan.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era Artificial Intelligence (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, telemedicine, robotika, dan komunikasi digital, manusia semakin sibuk mengejar efisiensi hidup tetapi sering kehilangan kedekatan dengan Allah.

Fenomena yang banyak terjadi:

  • Bangun pagi langsung membuka media sosial, tetapi lupa shalat dhuha.
  • Begadang menonton video hingga meninggalkan tahajud.
  • Menghabiskan berjam-jam bermain gawai, tetapi hanya beberapa menit membaca Al-Qur'an.
  • Sibuk menjaga kesehatan jasmani dengan teknologi kedokteran modern, namun melupakan kesehatan ruhani.

Padahal, nafilah menjadi penyeimbang kehidupan modern. Ia menjaga hati agar tidak diperbudak oleh dunia digital.


Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat rawatib setiap hari.
  2. Membiasakan shalat dhuha.
  3. Melaksanakan tahajud meskipun dua rakaat.
  4. Menutup malam dengan witir.
  5. Puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh.
  6. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  7. Memperbanyak istighfar.
  8. Bersedekah secara rutin.
  9. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
  10. Menjaga zikir pagi dan petang.
  11. Membantu sesama dengan ikhlas.
  12. Menjadikan setiap aktivitas sebagai ibadah dengan niat yang benar.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri

"Carilah manisnya ibadah, karena di sanalah letak kebahagiaan hati."

Rabi'ah al-'Adawiyah

"Aku beribadah kepada Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami

"Jalan menuju Allah ditempuh dengan memperbanyak ketaatan dan mengosongkan hati dari selain-Nya."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah engkau bersama Allah tanpa terikat oleh selain-Nya."

Al-Hallaj

"Cinta sejati membuat seorang hamba rela mengorbankan segala sesuatu demi ridha Allah."

Imam al-Ghazali

"Amalan sunnah adalah penyempurna kekurangan ibadah wajib dan cahaya bagi hati."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan meninggalkan amal kecil, sebab bisa jadi Allah membuka pintu cinta-Nya melalui amal yang kecil namun ikhlas."

Jalaluddin Rumi

"Setiap sujud adalah perjalanan pulang menuju Sang Kekasih."

Ibnu 'Arabi

"Hati yang dipenuhi cinta kepada Allah akan ringan melakukan ibadah."

Ahmad al-Tijani

"Istiqamah dalam wirid dan amal sunnah merupakan sebab turunnya keberkahan."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha

"Ibadah sunnah adalah tanda syukur seorang hamba, bukan sekadar mencari pahala."

Ustadz Adi Hidayat

"Hadis qudsi menjelaskan bahwa jalan tercepat menuju cinta Allah adalah menjaga yang wajib lalu memperbanyak amalan sunnah."

Buya Yahya

"Sedikit amal tetapi istiqamah lebih baik daripada banyak namun terputus."

Ustadz Abdul Somad

"Jangan menunggu sempurna untuk memulai ibadah sunnah. Mulailah dari yang ringan, lalu istiqamahlah."

Buya Arrazy Hasyim

"Tazkiyatun nufus dibangun melalui kesinambungan ibadah. Amal sunnah melatih hati agar selalu hadir bersama Allah."


Hikmah

  • Nafilah menyempurnakan kekurangan ibadah wajib.
  • Nafilah menumbuhkan keikhlasan.
  • Nafilah membersihkan hati dari cinta dunia yang berlebihan.
  • Nafilah mengundang pertolongan Allah.
  • Nafilah menjadi jalan memperoleh cinta Allah.

Doa

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ تُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَكَ، وَارْزُقْنِيَ الِاسْتِقَامَةَ عَلَى الطَّاعَةِ وَالْإِخْلَاصَ فِي الْعَمَلِ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai dan yang mencintai-Mu. Anugerahkanlah kepadaku keistiqamahan dalam ketaatan serta keikhlasan dalam setiap amal. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulum al-Din.
  6. Imam al-Ghazali, Minhaj al-'Abidin.
  7. Ibn Rajab al-Hanbali, Jami' al-'Ulum wa al-Hikam.
  8. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  9. Abu Nu'aim al-Ashfahani, Hilyat al-Auliya'.
  10. Al-Qusyairi, Ar-Risalah al-Qusyairiyyah.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufik untuk mempelajari jalan penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs). Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi amal saleh, setiap amal diterima sebagai bentuk penghambaan, dan setiap langkah mendekatkan kita kepada cinta Allah Subḥānahu wa Ta'ālā. Terima kasih kepada para guru, ulama, dan semua penuntut ilmu yang terus menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ. Semoga Allah memberikan keberkahan, keistiqamahan, husnul khatimah, serta mengumpulkan kita kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

......

60aj. ORANG-ORANG YANG DI LAKNAT ALLAH DAN RASUL

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ORANG-ORANG YANG DI LAKNAT ALLAH DAN RASUL*

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*

TANGGAL :

SABTU, 05 MUHARRAM 1448 H / 20 JUNI 2026

⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 

TEMPAT  :

* DI MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA

Youtube  :

https://www.youtube.com/live/ROlo1IOQbDE?si=DmhOOtop7k0jb1R7

............

ORANG-ORANG YANG DILAKNAT ALLAH DAN RASUL

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Pendahuluan

Laknat berarti dijauhkan dari rahmat Allah. Bagi seorang salik (penempuh jalan menuju Allah), ancaman terbesar bukanlah kemiskinan, penyakit, atau musibah, tetapi apabila hati dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena itu, pembahasan tentang orang-orang yang dilaknat bukan untuk menghakimi orang lain, melainkan sebagai sarana muhasabah (introspeksi) agar jiwa menjadi bersih dan dekat kepada Allah.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala." (QS. Al-Ahzab: 64)

Allah juga berfirman:

"Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah." (QS. Muhammad: 22–23)


Dalil Al-Qur'an dan Hadis

Beberapa golongan yang disebut mendapat laknat Allah dan Rasul-Nya antara lain:

  1. Orang yang menyembunyikan kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 159)

  2. Orang yang memutus silaturahim. (QS. Muhammad: 22–23)

  3. Orang yang menuduh wanita mukminah yang suci. (QS. An-Nur: 23)

  4. Orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab: 57)

  5. Orang yang mengambil dan memberi riba. (HR. Muslim)

  6. Penyuap dan penerima suap. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

  7. Orang yang berdusta atas nama Rasulullah ﷺ.

"Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Wanita yang menyambung rambut, membuat tato, dan yang meminta dibuatkan tato. (HR. Bukhari dan Muslim)

  2. Lelaki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai lelaki. (HR. Bukhari)

  3. Orang yang mengubah batas tanah milik orang lain. (HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi."

(HR. Muslim)

Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa akar banyak perbuatan yang mendatangkan laknat adalah kezaliman kepada Allah dan sesama manusia.


Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Dalam tasawuf, laknat tidak hanya dipahami sebagai hukuman di akhirat, tetapi juga sebagai terhalangnya hati dari cahaya ma'rifat.

Dosa yang terus-menerus dilakukan akan menimbulkan:

  • kerasnya hati,
  • hilangnya rasa malu kepada Allah,
  • matinya nurani,
  • hilangnya keberkahan hidup,
  • sulit menerima nasihat,
  • dan terhalangnya doa.

Tazkiyatun Nufūs mengajarkan bahwa membersihkan hati dari kesombongan, hasad, riya', dengki, dusta, dan kezaliman merupakan jalan agar rahmat Allah selalu menaungi kehidupan seorang mukmin.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kedokteran canggih, bentuk-bentuk dosa yang dapat mengundang laknat semakin mudah terjadi.

Contohnya:

  • Menyebarkan fitnah melalui media sosial.
  • Membuat berita palsu (hoaks).
  • Penipuan online.
  • Korupsi berbasis teknologi.
  • Judi online.
  • Pinjaman berbunga (riba) digital.
  • Suap elektronik.
  • Cyberbullying.
  • Pornografi digital.
  • Memutus silaturahim karena ego di media sosial.
  • Menggunakan AI untuk membuat kebohongan dan manipulasi.
  • Mengubah data medis, ilmiah, atau hukum secara curang.

Kemajuan teknologi adalah nikmat apabila digunakan untuk dakwah, ilmu, sedekah, dan pelayanan kepada manusia. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sebab jauhnya seseorang dari rahmat Allah jika dipakai untuk kemaksiatan.


Amalan (Implementasi)

  1. Muhasabah setiap malam.
  2. Memperbanyak istighfar minimal 100 kali sehari.
  3. Menjaga lisan dan jari ketika menggunakan media sosial.
  4. Menjauhi riba, suap, dan segala bentuk kezaliman.
  5. Menyambung silaturahim.
  6. Memperbanyak sedekah.
  7. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  8. Memperbanyak shalawat.
  9. Menjaga kejujuran.
  10. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

Nasihat Para Ulama Tasawuf

Hasan Al-Bashri

"Jangan takut kepada laknat manusia, tetapi takutlah ketika hatimu tidak lagi menangis karena dosa."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Siapa yang benar-benar mencintai Allah akan menjauhi segala sesuatu yang membuat Allah murka."

Abu Yazid al-Bistami

"Musuh terbesarmu adalah nafsumu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Jalan menuju Allah dibangun di atas penyucian hati."

Al-Hallaj

"Cinta kepada Allah menuntut penyucian diri dari segala selain-Nya."

Imam al-Ghazali

"Dosa kecil yang terus dilakukan lebih berbahaya daripada dosa besar yang segera disesali."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Janganlah engkau mencari kemuliaan manusia, carilah keridhaan Allah."

Jalaluddin Rumi

"Luka karena taubat adalah pintu masuk cahaya Allah."

Ibnu 'Arabi

"Rahmat Allah lebih luas daripada dosa manusia, namun jangan menjadikan luasnya rahmat sebagai alasan bermaksiat."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak dzikir, karena hati yang hidup sulit dikuasai setan."


Testimoni Ulama Kontemporer

Gus Baha

"Yang paling penting bukan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi memperbaiki hati sendiri."

Ustadz Adi Hidayat

"Al-Qur'an diturunkan agar diamalkan, bukan sekadar dibaca."

Buya Yahya

"Taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan."

Ustadz Abdul Somad

"Jangan remehkan dosa kecil, sebab gunung pun berasal dari kumpulan batu."

Buya Arrazy Hasyim

"Tazkiyatun Nufūs adalah perjuangan membersihkan hati agar layak menerima cahaya Allah."


Doa

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan yang mendatangkan laknat-Mu. Bersihkan hati kami dari syirik, nifak, riya', ujub, hasad, dendam, dan segala penyakit hati. Jadikan kami termasuk hamba-hamba yang Engkau limpahi rahmat, ampunan, dan husnul khatimah. Ampunilah kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin. Limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat. Aamiin.

Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi.
  5. Ihya' Ulumuddin – Imam al-Ghazali.
  6. Bidayatul Hidayah – Imam al-Ghazali.
  7. Risalah Al-Qusyairiyah – Imam Al-Qusyairi.
  8. Al-Hikam – Ibnu Atha'illah As-Sakandari.
  9. Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
  10. Hilyatul Auliya' – Abu Nu'aim.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk menuntut ilmu. Semoga materi ini menjadi wasilah untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, memperkuat ketakwaan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terima kasih kepada para ulama, guru, dan seluruh pembaca. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, melimpahkan rahmat-Nya, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

..........