Senin, 21 September 2026

1584tan. NAFSU ITU NGGAK ADA HABISNYA, TAPI TAUBAT SELALU DIBUKA

 


NAFSU ITU NGGAK ADA HABISNYA, TAPI TAUBAT SELALU DIBUKA

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 21. Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Al-Faqih”, kata Masruk: Kutanyakan kepada ‘Aisyah . Hai Ibu, Apa yang sering disabdakan beliau 52 ketika masuk rumah? Jawabnya, Yang sering beliau sabdakan yaitu:

Seandainya manusia punya 2 lembah penuh emas, pasti ingin 3 (lembah emas), dan tiada yang dapat menghentikan (menghabisi) keinginan mereka kecuali tanah (mati dikubur),

Allah selalu menerima siapa yang mau bertaubat,

Allah memberi harta ini, hanya sebagai sarana, untuk melakukan salat, dan agar dikeluarkan zakatnya.

---

1. Rahasia Hikmah

Intinya satu: manusia tuh basically nggak pernah puas. Punya satu lembah emas, pengen dua. Udah dua, pengen tiga. Dan yang bisa “nutup mulut” keinginan itu cuma tanah—alias mati. Tapi kabar baiknya: Allah selalu nerima taubat siapa pun yang mau balik. Harta juga bukan tujuan, tapi cuma alat biar kita bisa salat dan keluarin zakat.

---

2. Nasehat

Ayat Qur’an:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at: 40-41) 

Hadis Shahih:

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah berisi emas, niscaya ia akan menginginkan dua lembah. Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari) 

Hadis Qudsi:

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta; apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa; dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari kecil.” 

---

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Zaman Viral

Hakekatnya: nafsu itu nggak bisa dimusuhin pakai logika doang. Zaman sekarang, feed sosmed tuh 24/7 nyodorin “punya ini biar keren”, “beli itu biar eksis”. Kita scroll, kita ngiler, kita ngerasa kurang. Itu persis yang disabdakan Nabi: pengen terus, nggak ada abisnya .

Makrifatnya: sadar bahwa yang bikin capek bukan kurang harta, tapi hati yang nggak pernah bilang “cukup”. Tarekahnya simpel tapi berat: mujahadah an-nafs—latih diri buat nahan diri dari yang haram dan yang bikin lalai . Bukan berarti anti dunia, tapi dunia di tangan, bukan di hati.

---

4. Tasawuf & Muhasabah

Tasawuf ngajarin takhalli (kosongin hati dari sifat jelek), tahalli (isi dengan akhlak baik), dan tajalli (nampak buahnya di perilaku) . Caranya ya muhasabah: duduk sebentar, tanya diri sendiri, bukan orang lain.

Caranya:

· Malam sebelum tidur, tanya: hari ini aku ngejar apa? Harta, validasi, atau ridho Allah?

· Kalau ngerasa pengen terus, inget: yang bisa berhentiin cuma tanah.

· Jangan nunggu sempurna buat bertaubat. Justru taubat itu buat yang masih berantakan .

---

5. Doa

Ya Allah, jadikanlah harta yang Kau beri sebagai sarana untuk mengingat-Mu, bukan sebagai hijab yang menjauhkan aku dari-Mu. Karuniakanlah rasa cukup di dalam hati, agar aku tidak mengejar lembah demi lembah yang tak akan pernah mengenyangkan. Dan jika Engkau melihat aku tersesat dalam keinginan yang tak berujung, panggillah aku untuk bertaubat sebelum tanah menutup mulutku. Aamiin.

---

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf

Terima kasih buat yang udah baca sampai sini. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, salah tulis, atau kurang pas di hati. Ini murni buat ngingetin diri sendiri, bukan buat ngajarin siapa-siapa.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Qanaah #Taubat #MenataHati #JanganPuasDenganDunia

..........

1583tan. RAHASIA HIKMAH: BELAJAR "SEDERHANA" DARI UMAR BIN KHATTAB



RAHASIA HIKMAH: BELAJAR "SEDERHANA" DARI UMAR BIN KHATTAB

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 21. Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Al Faqih, Khafshah putri Umar berkata kepada ayahnya, Sungguh Allah telah memberi (rezeki) kepadamu sebanyaknya, juga kebaikan, kenapa tidak makan dan berpakaian melebihi biasanya? Jawab Umar : Engkau akan kuajak bertahkim pada dirimu sendiri, ia mengingatkan keadaan Rasulullah  yang disaksikan pula oleh Khafshah (istri beliau ) hingga ia menangis. Kemudian kata Umar: Kedua kawanku telah menempuh jalan (semacam ini), lalu jika aku menempuh jalan selain itu, pasti aku bersimpangan dengan jalan kedua kawanku, demi Allah aku akan bersabar mengikuti jejak kehidupan keduanya sekalipun berat, dan mudah-mudahan aku diberi kemampuan mencapai kehidupan keduanya dengan lunak dan puas”.

........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Suatu hari, putri Umar, Hafshah, bertanya ke ayahnya: "Allah sudah kasih njenengan rezeki banyak, kok nggak makan enak atau pakai pakaian yang lebih bagus?"

Umar nggak marah. Beliau malah mengajak Hafshah bercermin pada dirinya sendiri, lalu mengingatkan bagaimana kehidupan Rasulullah ﷺ — yang juga disaksikan langsung oleh Hafshah sebagai istri beliau. Hafshah pun menangis.

Kata Umar: "Dua sahabatku (Rasulullah dan Abu Bakar) sudah menempuh satu jalan. Kalau aku ambil jalan lain, aku bakal bersimpangan dengan mereka. Demi Allah, aku akan sabar mengikuti jejak hidup mereka, walau berat. Semoga aku diberi kekuatan mencapai kehidupan mereka dengan lapang."

Intinya: bukan soal pelit atau nggak mampu, tapi soal hati yang lagi dilatih nggak kecanduan dunia. Tujuannya satu — biar jiwa makin jernih, makin dekat sama Allah.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

"Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." (QS. Thaha: 131)

Hadis Shahih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَ آلِ مُحَمَّدٍ قُوتًا»

"Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad sekadar cukup (qutan)." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis Qudsi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، فَرِّغْ نَفْسَكَ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ قَلْبَكَ غِنًى، وَأَمْلَأْ يَدَكَ رِزْقًا»

"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Wahai anak Adam, kosongkanlah dirimu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan, dan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki.'" (HR. Ahmad)

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Zaman sekarang, godaan buat flexing tiap hari lewat feed. Kita ngukur "bahagia" dari barang. Tapi Umar ngajarin: kebahagiaan itu bukan punya lebih banyak, tapi butuh lebih sedikit — karena hati udah kenyang sama Allah.

Hakekatnya: dunia ini cuma "singgah" di hati, bukan "menetap". Tarekahnya simpel — sebelum beli sesuatu, tanya: ini bikin hatiku makin bebas atau makin terikat?

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Dalam tasawuf, ini disebut zuhud — bukan anti-dunia, tapi dunia nggak ngatur hati kita. Muhasabahnya: tiap malam, tanya diri sendiri — hari ini lebih dekat Allah atau lebih jauh? Lebih lapang atau lebih cemas?

Caranya: (1) sadar tiap nikmat adalah titipan, (2) syukuri yang ada sebelum mengejar yang belum ada, (3) kurangi konsumsi hiburan yang bikin lupa waktu.

5. Doa

"Ya Allah, jadikanlah rezeki kami sekadar cukup, hati kami kaya karena-Mu, dan jangan biarkan dunia ini menguasai hati kami. Kumpulkanlah kami bersama Nabi-Mu, Abu Bakar, dan Umar, di jalan yang lurus." Aamiin.

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf

Terima kasih buat njenengan semua yang sudah membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, semua ini murni kekurangan aku sebagai penulis.

..................

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Zuhud #SederhanaItuBebas #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #RenunganHati #TasawufKekinian

.....................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1582tan. KAYA HATI, BUKAN KAYA HARTA



KAYA HATI, BUKAN KAYA HARTA

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Senin, 21. Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Rakus ada dua macam, yaitu:

Yang tercela, hingga melupakan kewajibannya, menghimpun harta untuk kesombongan.

Yang tidak tercela, tidak sampai meninggalkan kewajibannya dan tidak untuk kesombongan, karena di antara para sahabat ada juga yang kaya raya, Rasulullah tidak mencela (tidak melarang)nya, (demikian penjelasan Al Faqih).

.........

1. Rahasia Hikmah

Ada dua macam "rakus". Yang pertama tercela: menghimpun harta sampai lupa kewajiban, menjadikannya alat kesombongan. Yang kedua tidak tercela: tetap menjalankan kewajiban, tidak untuk berbangga. Para sahabat ada yang kaya raya, dan Rasulullah tidak mencela mereka. Inilah rahasianya: hati bisa tetap bersih meski tangan penuh harta. Kuncinya bukan seberapa banyak, tapi seberapa terikat.

2. Nasehat

Firman Allah: "Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka. Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, 'Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.'" (QS Al-Qashash: 76) 

Sabda Nabi ﷺ: "Kemuliaan adalah pakaian-Ku, dan kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa saja yang menyaingi-Ku dalam salah satunya, maka Aku pasti akan menyiksanya." (HR Muslim) 

3. Makrifatnya

Makrifatnya simpel: harta itu cuma alat. Bukan identitas, bukan ukuran kemuliaan. Allah nggak lihat saldo rekening, Allah lihat isi hati. Di zaman viral sekarang, semua orang pamer. Tapi yang benar-benar kaya adalah yang hatinya nggak goyah saat lihat orang lain lebih, dan nggak sombong saat punya lebih.

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Imam Al-Ghazali bilang, tanda zuhud itu tiga: Pertama, nggak bangga saat punya, nggak sedih saat kehilangan . Kedua, pujian dan hinaan sama saja rasanya . Ketiga, hati senang dengan Allah, bukan dengan dunia .

Muhasabahnya: tiap malam, tanya diri. Hari ini, aku ngejar harta karena Allah atau karena gengsi? Saat lihat orang kaya, aku iri atau ikut senang? Saat punya lebih, aku bersyukur atau pamer?

Caranya: mulai dari yang kecil. Sedekah diam-diam. Syukuri apa yang ada. Nggak usah jadi sempurna, yang penting terus memperbaiki diri.

5. Doa

Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad ini sekadar kebutuhan pokok (kecukupan).  Jangan biarkan harta membuat kami lupa pada-Mu. Jangan biarkan kemiskinan membuat kami iri dan sombong. Jadikan hati ini tenang hanya karena mengingat-Mu.

6. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih untuk semua yang pernah mengingatkan. Maaf kalau ada salah kata. Terutama untuk diri sendiri: ayo, terus belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Zuhud #MenataHati #MendekatKepadaAllah

................................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—