BERSIH ITU BUKAN SOAL WANGI, TAPI SOAL HATI
..................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
..............
Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 22 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari pesantren Darut Ta'lim nyantri bareng Ust. H. M. Badruddin A.G. kupas tipis tipis kitab shahih Bukhari :
.............
Bab Mandi Setelah Haid
Diriwayatkan dari Aisyah: Seorang wanita dari kalangan Anshar bertanya kepada Nabi ﷺ bagaimana cara mandi setelah selesai dari haid. Beliau menjawab, "Ambillah sepotong kain yang diberi minyak wangi dan bersihkan bagian pribadi dengan itu sebanyak tiga kali." Nabi ﷺ merasa malu dan berpaling. Maka aku menariknya kepada diriku dan memberitahunya apa yang dimaksud oleh Nabi ﷺ.
...................
1. Rahasia Hikmah
Seorang wanita Anshar bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mandi haid. Baginda ﷺ menjawab: ambil kain beraroma wangi, bersihkan tempat darah tiga kali. Baginda malu, memalingkan muka. Aisyah menarik wanita itu ke sisinya dan menjelaskan maksudnya.
Intinya? Nabi ﷺ menjaga adab, menjaga kehormatan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ada batas yang indah. Aisyah hadir sebagai jembatan hikmah. Rahasianya: ilmu yang benar sampai melalui pintu yang tepat.
---
2. Nasehat
Firman Allah:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS Asy-Syams: 9-10)
Hadis Shahih:
Dari Aisyah, Nabi ﷺ bersabda: “Ambillah sepotong kain yang diberi minyak wangi dan bersihkan bagian pribadi dengan itu sebanyak tiga kali.” Baginda malu dan berpaling. Aisyah memberitahu apa yang dimaksud Nabi ﷺ.
Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.”
---
3. Makrifat, Hakekat, Tarekah
Makrifatnya: Nabi ﷺ yang paling suci pun masih malu membicarakan hal sensitif. Kita ini siapa? Di timeline yang penuh aurat terbuka, hati pun ikut telanjang.
Hakekatnya: tazkiyatun nufus bukan cuma bersih fisik, tapi bersih cara pandang. Mata boleh lihat, hati jangan ikut kotor.
Tarekahnya: kurangi scroll yang bikin hati berdebu. Jaga lisan di kolom komentar. Satu kata yang menyinggung, satu like yang salah, itu noda.
---
4. Tasawuf, Muhasabah
Takhalli: buang riya di setiap postingan. Tahalli: isi dengan niat lillah. Tajalli: semoga Allah beri cahaya, meski tak layak.
Muhasabah: “Tadi aku ngomong apa? Tadi aku like apa? Tadi hatiku ke mana?”
---
5. Doa
Allahumma ij‘alni minat-tawwabin, waj‘alni minal-mutathahhirin.
---
6. Terimakasih
Maaf untuk semua yang pernah tersinggung dari kata-kataku. Terimakasih untuk yang masih mau baca sampai sini.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #HatiBersih #JagaAdab #RenunganHati
....................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar