📰 12 Golongan Manusia Pada Hari Kiamat: Renungan Bagi Zaman Modern”
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”
Pertama: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, mereka ini tidak memiliki tangan dan kaki. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang. Mereka ini adalah orang-orang yang menyakitkan tetangga, mereka mati sebelum bertaubat. Maka Inilah pembalasan mereka. Dan tempat tinggal kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
Dan tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman yang dekat.” (QS. An Nisa’: 36)
Kedua: Mereka dikumpulkan dari kuburannya dengan bentuk binatang. Ada yang mengatakan bahwa, binatang itu adalah celeng. Maka ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang sama meremehkan shalat, mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan mereka, Dan tempat mereka kembali adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Maka kecelakaan akan menimpa orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Ma’un: 4-5)
Ketiga: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dalam (keadaan) perutnya seperti gunung, yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mencegah bayar zakat, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat mereka kembali adalah neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu didalam neraka Jahannam.” (QS. At-Taubah: 34-35)
Allah Ta’ala menjadikan setiap kepingan emas (menjadi) papan dari api neraka. Sebagaimana dalam firman Allah:
“Lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 35)
Keempat: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dan dari mulut mereka mengalir darah sedangkan usunya kengser di bumi, serta api itu keluar dari mulutnya. Maka ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang pendusta didalam berjualan dan pembelian, mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit.” (QS. Ali Imran: 77)
Kelima: Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) berbau busuk, bau mereka lebih bacin daripada bangkai. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang menyimpan kemaksiatannya dengan Samar (dihadapan) manusia dan tidak takut dihadapan Allah. Mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapl mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridlai. Dan adalah Allah Maha meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An Nisa’: 108)
Keenam: Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan yang terpotong tenggorokannya dari tengkuknya. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mensaksikan dengan kebohongan dan dusta, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqan: 72)
Ketujuh: Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) tidak mempunyai lidah, serta dari mulutnya mengalir darah dan nanah. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mencegah memberikan persaksian yang benar, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat mereka kembali adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya: dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 283)
Kedelapan: Mereka dikumpulkan dari kuburnya dengan menundukkan kepalanya, sedangkan kaki mereka berada di atas kepalanya, serta dari farjinya mengalir sungai nanah (campur darah) dan nanah kental. Lalu pemanggil yang memanggil di hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orangOrang yang zina, mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke heraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)
Kesembilan: Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) hitam wajahnya dan melotot matanya serta perutnya dipenuhi api. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang memakan harta anak yatim dengan aniaya, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyalanyala (neraka).” (QS. An Nisa”: 10)
Kesepuluh: Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) berpenyakit kusta dan belang. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mendurhakai kedua orang tuanya, mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak.” (QS. An Nisa’: 36).
Kesebelas: Mereka dikumpulkan dari kuburnya (dalam keadaan) buta hatinya dan gigi-giginya seperti tanduk sapi sedangkan bibir mereka itu sama kengser diatas dadanya, dan lidahnya juga kengser diatas perutnya, perutnya kengser diatas paha mereka, serta dari perut mereka keluarlah kotoran. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang : Mereka ini adalah orang-orang yang meminum arak (Khamer), mereka mati sebelum bertaubat maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan.” (QS. Al Ma’idah: 90)
Keduabelas: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dimana wajah mereka seperti bulan, pada bulan purnama, mereka ini melewati shirath seperti kilat yang menyambar. Lalu ada pemanggil yang memanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang beramal shalih dan menjauhi kemaksiatan, serta menjaga shalat lima waktu beserta berjama’ah, mereka mati dalam keadaan bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat kembali mereka adalah surga. (Mereka dalam) pengampunan, keridlaan dan rahmat serta kenikmatan, karena sesungguhnya mereka ini sama ridla pada Allah Ta’ala dan Allah Ta’ala (juga ridla) kepada mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30)
Ringkasan Redaksi Aslinya
Riwayat dari Mu’adz bin Jabal r.a. menyebutkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok, masing-masing membawa bentuk azab atau kemuliaan sesuai amal perbuatan di dunia—terutama yang belum ditaubati. Sebagian ulama menggolongkan riwayat ini sebagai dha’if dan terdapat unsur kisah-kisah Israiliyat. Namun isinya mengandung peringatan moral yang kuat dan sejalan dengan prinsip-prinsip Qur’an dan Sunnah.
Latar Belakang Masalah di Zamannya
Pada masa awal Islam, banyak perilaku sosial manusia yang masih terpengaruh tradisi jahiliah:
– menyakiti tetangga
– meremehkan shalat
– menahan zakat
– berdusta dalam jual beli
– menyembunyikan maksiat
– memberi kesaksian palsu
– berzina
– meminum khamar
– memakan harta yatim
– durhaka kepada orang tua
Riwayat ini disampaikan Nabi ﷺ sebagai peringatan keras agar umat memperbaiki diri dan tidak tertipu oleh dunia.
Sebab Terjadinya Masalah
- Cinta dunia berlebihan.
- Lalai dari shalat dan ibadah pokok.
- Tidak menjaga hubungan sosial.
- Tidak takut pada hari perhitungan.
- Menghalalkan yang haram demi keuntungan.
- Lemah dalam menjaga diri di tengah godaan maksiat.
Intisari Judul
Setiap amal akan menampakkan bentuknya pada hari kiamat.
Sebagian manusia bangkit dengan kehinaan, sebagian dengan cahaya bergemilang.
Tujuan dan Manfaat Artikel
- Menjadi peringatan moral bagi umat Islam.
- Mengingatkan pentingnya taubat sebelum ajal.
- Menjelaskan keterkaitan amal dunia dengan keadaan akhirat.
- Menjadi bahan muhasabah bagi pembaca.
- Relevan untuk menghadapi kehidupan modern penuh godaan.
🔹 DALIL AL-QUR’AN DAN HADIS PENDUKUNG
1. Menyakiti tetangga
QS An-Nisa 36: “…dan bertetangga yang dekat maupun jauh…”
Hadis: “Tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari).
2. Meremehkan shalat
QS Al-Ma’un 4–5: “Celakalah orang yang lalai dari shalatnya.”
3. Menahan zakat
QS At-Taubah 34–35
4. Dusta dalam jual beli
Hadis: “Pedagang yang jujur bersama para nabi dan syuhada.” (HR. Tirmidzi)
5. Menyembunyikan maksiat
QS An-Nisa 108
6. Kesaksian palsu
QS Al-Furqan 72
7. Menyembunyikan persaksian benar
QS Al-Baqarah 283
8. Zina
QS Al-Isra 32
9. Memakan harta yatim
QS An-Nisa 10
10. Durhaka pada orang tua
QS An-Nisa 36
11. Pemabuk
QS Al-Maidah 90
12. Golongan berwajah terang
QS Fushshilat 30
📌 Analisis dan Argumentasi: Keterkaitan Dosa dan Bentuk Kebangkitan
| Dosa |
Bentuk Kebangkitan |
Makna Moral |
| Menyakiti tetangga |
Tanpa tangan dan kaki |
Tidak ada amalan yang bisa menolong |
| Meremehkan shalat |
Seperti binatang |
Hilangnya kehormatan |
| Tidak bayar zakat |
Perut penuh ular |
Harta jadi racun |
| Dusta dagang |
Mulut berdarah |
Lidah jadi saksi |
| Menyimpan maksiat |
Bau bangkai |
Busuknya hati |
| Kesaksian palsu |
Leher terpotong |
Putusnya amanah |
| Membungkam kebenaran |
Tanpa lidah |
Kaku dari kebenaran |
| Zina |
Badannya terbalik |
Rusaknya fitrah |
| Memakan harta yatim |
Hitam dan terbakar |
Kekejaman sosial |
| Durhaka |
Kusta |
Hilangnya cahaya amal |
| Pemabuk |
Gigi seperti tanduk sapi |
Hilangnya akal |
| Orang saleh |
Wajah seperti bulan |
Kemuliaan iman |
📡 Relevansi dengan Teknologi dan Kehidupan Modern
-
Media sosial → dosa tetangga digital
Fitnah, menghina, komentar jahat = menyakiti tetangga zaman kini.
-
Kesibukan kerja → lalai shalat
Aplikasi, rapat, hiburan membuat orang meninggalkan kewajiban.
-
Transaksi online → potensi penipuan besar
Dusta dagang semakin mudah dilakukan lewat marketplace.
-
Tanpa rasa malu → maksiat terekam kamera
Dunia digital mendorong manusia lebih berani bermaksiat.
-
Konsumerisme → lupa zakat dan sedekah
Harta disimpan di rekening, ditumpuk tanpa kewajiban.
-
Transportasi dan kedokteran modern
Segala kemudahan membuat sebagian orang semakin lalai dan jauh dari Allah.
-
Hedonisme global
Mendorong perzinaan, alkohol, judi, gaya hidup liar.
Dunia semakin canggih, tapi dosa pun makin mudah.
Karena itu peringatan klasik ini sangat relevan.
🌿 Hikmah
- Dunia hanya tempat menanam; akhirat tempat memanen.
- Setiap dosa meninggalkan bekas pada ruh.
- Taubat mampu menghapus seluruh azab yang digambarkan hadis.
- Menjaga shalat adalah pondasi keselamatan dunia–akhirat.
- Hak manusia (tetangga, orang tua, yatim) wajib ditunaikan.
🔍 Muhasabah & Caranya
1. Evaluasi harian sebelum tidur
“Apa dosa terbesar saya hari ini?”
2. Taubat 4 langkah
– Menyesal
– Berhenti
– Bertekad tidak mengulangi
– Ganti dengan kebaikan
3. Jaga hubungan sosial
Senyum, minta maaf, minta ridha tetangga.
4. Sedekah harian seribu rupiah
Melembutkan hati, mencuci dosa.
5. Hafalkan dan jaga shalat tepat waktu
Ini pondasi keselamatan.
🤲 Doa
Allahumma inni a‘udzu bika min munkaratil akhlaq, wal a‘mal, wal ahwa’.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari akhlak buruk, perbuatan buruk, dan hawa nafsu yang menyesatkan.
Terimalah taubat kami sebelum ajal menjemput. Amin.
🌙 Nasehat Para Ulama Sufi
Hasan al-Bashri:
“Dunia hanyalah jembatan. Jangan membangunkan rumah di atas jembatan.”
Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Cintailah Allah karena Dia layak dicintai, bukan karena takut neraka.”
Abu Yazid al-Bistami:
“Barangsiapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya.”
Junaid al-Baghdadi:
“Jalan menuju Allah adalah kesabaran dan kejujuran.”
Al-Hallaj:
“Tuhanmu sangat dekat, tapi engkau yang jauh.”
Imam al-Ghazali:
“Amal tanpa keikhlasan adalah tubuh tanpa roh.”
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Taubatlah hari ini sebelum datang hari yang engkau tidak mampu bertaubat lagi.”
Jalaluddin Rumi:
“Kembalilah kepada Allah; pintu-Nya tidak pernah tertutup.”
Ibnu ‘Arabi:
“Setiap detik adalah kesempatan mendekat kepada Tuhan.”
Syekh Ahmad al-Tijani:
“Perbanyak istighfar, itu kunci keselamatan di segala zaman.”
📚 Daftar Pustaka Singkat
– Tafsir Ibnu Katsir
– Ihya’ Ulumuddin (Al-Ghazali)
– Musnad Ahmad
– Riyadhus Shalihin
– Tafsir Ath-Thabari
– Kutubus Sittah
– Tanbihul Ghafilin
– Hilyatul Auliya’
🗣 Testimoni Ulama Indonesia
Gus Baha:
“Setiap ancaman kiamat itu supaya kita hidup lebih ringan, tidak sombong.”
Ustadz Adi Hidayat:
“Setiap dosa punya konsekuensi, tapi rahmat Allah selalu lebih besar.”
Buya Yahya:
“Perbaiki hubungan dengan manusia agar selamat di akhirat.”
Ustadz Abdul Somad:
“Bacalah ayat-ayat ancaman sebagai pendorong taubat.”
Buya Arrazy Hasyim:
“Jangan alergi peringatan. Itu tanda cinta Allah.”
📝 Catatan Redaksi
Sebagian kisah pada hadis Mu‘adz bin Jabal mengandung unsur Israiliyat.
Disajikan bukan sebagai dasar akidah, tetapi sebagai renungan moral agar umat berhati-hati dalam hidup.
🎉 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang terus mencari ilmu dan memperbaiki diri.
Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah.
12 Golongan Manusia di Hari Kiamat: Cerminan Zaman Now
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Halo, teman-teman! Kali ini kita bakal bahas sesuatu yang berat tapi penting banget: bagaimana bentuk kita nanti di hari kebangkitan, berdasarkan gambaran dalam sebuah riwayat.
Intinya, dari sahabat Mu’adz bin Jabal r.a., Nabi ﷺ pernah bersabda bahwa umat beliau akan dibangkitkan jadi 12 kelompok dengan bentuk yang... wah, bikin merinding. Tapi ingat ya, riwayat ini sebagian ulama nilai dha'if dan ada unsur cerita Israiliyat, jadi kita ambil hikmah dan peringatan moralnya aja, bukan jadi patokan akidah. Oke? Yuk, kita bahas!
---
Kelompok 1: Yang Nyakitin Tetangga
Bentuk kebangkitan: Gak punya tangan dan kaki.
Dosa utama: Sering nyusahin tetangga, dan gak sempet taubat sebelum ajal.
Konsekuensi: Tempat pulangnya neraka.
Ayat pengingat: QS. An-Nisa': 36 (soal perintah berbuat baik ke tetangga).
📌 Relevansi zaman now: "Tetangga" sekarang juga termasuk netizen di media sosial. Komentar jahat, bully online, sebarkan kebencian? Itu termasuk nyakitin tetangga digital, lho!
Kelompok 2: Yang Anggep Remeh Shalat
Bentuk kebangkitan: Kayak binatang (ada yang sebut babi hutan).
Dosa utama: Shalatnya asal-asalan, telat, atau malah ditinggal. Gak taubat.
Ayat pengingat: QS. Al-Ma'un: 4-5 (celaka buat yang lalai shalat).
📌 Zaman now: Kesibukan kerja, meeting, atau scroll media sosial bikin shalat kepleset. Ingat, shalat itu pondasi!
Kelompok 3: Pelit, Gak Bayar Zakat
Bentuk kebangkitan: Perut kayak gunung isi ular dan kalajengking, bentuknya kayak keledai.
Dosa utama: Enggan keluarin zakat padahal mampu.
Ayat pengingat: QS. At-Taubah: 34-35 (siksaan buat yang menimbun harta).
📌 Zaman now: Gaji gede, tabungan numpuk, tapi lupa sama kewajiban zakat. Harta yang disimpan bisa jadi "racun" di akhirat nanti.
Kelompok 4: Pedagang Curang
Bentuk kebangkitan: Mulut mengucur darah, bokong diseret, mulut keluar api.
Dosa utama: Bohong dalam jual-beli, nipu konsumen.
Ayat pengingat: QS. Ali Imran: 77 (soal orang yang tukar janji Allah dengan harga murah).
📌 Zaman now: Banyak ni penipuan online, produk palsu, iklan gak sesuai fakta. Hati-hati, rezeki haram bikin sengsara.
Kelompok 5: Tukang Maksiat Diam-diam
Bentuk kebangkitan: Bau busuknya lebih parah dari bangkai.
Dosa utama: Maksiat sembunyi-sembunyi, mikir Allah gak lihat.
Ayat pengingat: QS. An-Nisa': 108 (Allah tahu yang kita sembunyikan).
📌 Zaman now:* Private chat buat ghibah, nonton konten dewasa diam-diam, merasa aman karena gak ada yang tahu. Eits, Allah Maha Melihat.
Kelompok 6: Saksi Palsu
Bentuk kebangkitan: Tenggorokan terputus dari tengkuk.
Dosa utama: Ngedukung kebohongan dengan kesaksian.
Ayat pengingat: QS. Al-Furqan: 72 (orang baik gak mau ikut kesaksian palsu).
📌 Zaman now: Bikin fitnah, sebarkan hoaks, atau bela yang salah cuma karena teman. Bahaya banget!
Kelompok 7: Bungkam Kebenaran
Bentuk kebangkitan: Gak punya lidah, mulut keluar nanah.
Dosa utama: Tau kebenaran tapi diem, gak mau jadi saksi yang bener.
Ayat pengingat: QS. Al-Baqarah: 283 (dosa banget sembunyikan kesaksian).
📌 Zaman now: Lihat ketidakadilan, tapi takut bicara. Diam itu bisa jadi dosa.
Kelompok 8: Tukang Zina
Bentuk kebangkitan: Kepala di bawah, kaki di atas, keluar nanah dari kemaluan.
Dosa utama: Melakukan zina dan gak taubat.
Ayat pengingat: QS. Al-Isra': 32 (zina itu perbuatan keji).
📌 Zaman now: Pacaran kebablasan, selingkuh, atau nikah siri yang gak jelas. Jaga aurat dan pergaulan, ya!
Kelompok 9: Makan Harta Anak Yatim
Bentuk kebangkitan: Wajah hitam, mata melotot, perut berapi.
Dosa utama: Zalim dengan memakan harta yatim.
Ayat pengingat: QS. An-Nisa': 10 (yang makan harta yatim zalim, masuk neraka).
📌 Zaman now:* Korupsi dana yatim, atau urus harta anak yatim dengan gak jujur. Ini dosa sosial yang berat.
Kelompok 10: Durhaka ke Orang Tua
Bentuk kebangkitan: Kena kusta dan belang.
Dosa utama: Bikin sakit hati orang tua, gak berbakti.
Ayat pengingat: QS. An-Nisa': 36 (perintah berbuat baik ke orang tua).
📌 Zaman now: Banyak yang kasar ke ortu, ninggalin mereka di panti jompo, atau gak peduli saat mereka butuh. Jangan sampe!
Kelompok 11: Pemabuk
Bentuk kebangkitan: Buta hati, gigi kayak tanduk sapi, lidah dan perut berantakan.
Dosa utama: Minum khamr (miras) dan gak taubat.
Ayat pengingat: QS. Al-Ma'idah: 90 (khamr itu perbuatan setan).
📌 Zaman now: Nongkrong minum bir, clubbing, sampai mabuk. Hilang akal, hilang juga harga diri.
Kelompok 12: The Chosen One! (Orang Saleh)
Bentuk kebangkitan: Wajah bersinar kayak bulan purnama, lewat shirath secepat kilat.
Amalan utama: Rajin ibadah, jauhi maksiat, jaga shalat berjamaah, dan mati dalam taubat.
Ayat pengingat: QS. Fushshilat: 30 (malaikat akan turun kepada orang yang istiqamah).
📌 Zaman now: Tetap istiqamah di tengah zaman yang edan. Ini golongan yang kita semua pengen jadiin, kan?
---
💡 Why This Matters in 2024?
· Media sosial = tetangga baru. Jangan asal bully!
· Kesibukan kerja = jangan sampe ninggalin shalat.
· Transaksi online = jangan curang, kejujuran itu kunci.
· Gaya hidup hedon = zina, miras, judi makin mudah diakses.
· Taubat = selalu masih terbuka, sampai ajal datang.
🌿 Hikmah yang Bisa Diambil:
1. Dunia cuma panggung sandiwara, akhirat itu panggung sebenarnya.
2. Setiap dosa ninggalin bekas di hati dan akan keliatan di akhirat.
3. Taubat nasuha adalah "delete permanent" buat dosa-dosa kita.
4. Jaga hubungan sama manusia (tetangga, ortu, yatim) sama pentingnya dengan hubungan sama Allah.
🔍 Muhasabah Diri (Cek Dulu Deh):
· Sebelum tidur, tanya diri: "Hari ini aku nyakitin siapa aja?"
· Rutin sedekah, sekecil apapun. Itu cuci dosa cuci hati.
· Shalat tepat waktu, jangan ditunda-tunda.
· Minta maaf sama orang yang pernah kita sakiti, termasuk lewat chat.
🤲 Doa Singkat yang Bisa Dibaca:
"Ya Allah, lindungi aku dari akhlak jelek, perbuatan buruk, dan hawa nafsu yang nyasarin. Terimalah taubat aku sebelum ajal dateng. Aamiin."
---
📌 Catatan Penting: Riwayat ini disampaikan bukan untuk bikin kita takut berlebihan,tapi sebagai alarm spiritual biar kita makin hati-hati menjalani hidup. Ilmu agama itu bikin kita sadar, bukan bikin kita stres.
Tetap semangat memperbaiki diri, karena setiap detik adalah kesempatan baru untuk jadi versi terbaik di mata Allah.
Artikel ini diolah dengan referensi dari kitab-kitab klasik dan nasihat ulama, disajikan dengan gaya santai agar mudah dicerna. Semoga bermanfaat!