Diriwayatkan dari Mujahid, dari Salman radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda:
“Barang siapa dari umatku menjaga 40 hadis maka ia masuk surga dan Allah akan mengumpulkannya bersama para nabi dan para ulama di Hari Kiamat.”
Kami bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah! 40 hadis yang mana?”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “(40 hadis itu tentang) kamu beriman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Kitab, para nabi, Kebangkitan Makhluk setelah kematian, Qodar dari Allah, baik atau buruknya, kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, kamu mendirikan sholat dengan menyempurnakan wudhu tepat pada waktunya dengan menyempurnakan rukuk dan sujud, kamu membayar zakat sesuai dengan haknya, kamu berpuasa di bulan Ramadhan, kamu menunaikan haji di Ka’bah apabila kamu mampu, kamu melaksanakan sholat 12 rakaat di setiap siang dan malam, 12 rakaat itu adalah kesunahanku dan tiga rakaat sholat Witir, jangan meninggalkannya! kamu tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, kamu tidak mendurhakai kedua orang tuamu, kamu tidak makan harta anak yatim, kamu tidak makan harta riba, kamu tidak meminum khamr, kamu tidak bersumpah palsu atas nama Allah, kamu tidak memberikan kesaksian palsu pada saudara dekat atau jauh, kamu tidak melakukan perbuatan dengan hawa nafsumu, kamu tidak mengghibah saudaramu, kamu tidak terjerumus dalam ghibah orang lain, kamu tidak menfitnah zina terhadap wanita yang menjaga harga dirinya, kamu tidak terjerumus ke dalam omongan orang kalau kamu adalah orang yang riak karena dapat melebur amalmu, kamu tidak banyak bercanda dan melakukan hal yang tidak bermanfaat bersama orang-orang yang melakukan hal-hal tidak bermanfaat, kamu tidak berkata kepada orang yang bodoh, “Hai orang bodoh,” dengan tujuan untuk menghinanya, kamu tidak menertawakan orang lain, kamu bersabar atas cobaan yang menimpamu, kamu tidak merasa aman dari siksa Allah, kamu tidak mengumbar fitnah di kalangan masyarakat, kamu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Dia berikan kepadamu, kamu bersabar atas cobaan dan musibah, kamu tidak berputus asa dari rahmat Allah, kamu mengetahui kalau musibah yang menimpamu bukanlah sesuatu yang akan membuatmu khilaf, dan mengetahui kalau apa yang membuatmu khilaf bukanlah musibah yang menimpamu, kamu tidak menyebabkan kemarahan Allah dengan mencari keridhoan makhluk lain, kamu tidak lebih memilih dunia daripada akhirat, ketika saudaramu muslim meminta sesuatu yang kamu miliki maka kamu tidak pelit berbagi dengannya, kamu melihat dalam sudut pandang masalah agama kepada orang yang lebih di atasmu, kamu melihat dalam masalah dunia kepada orang yang lebih di bawahmu, kamu tidak berbohong, kamu tidak ikut serta dengan para setan, kamu meninggalkan hal batil, kamu tidak melakukan hal batil, ketika kamu mendengar kebenaran maka kamu jangan menyembunyikannya, kamu mendidik tata kerama kepada istrimu, anakmu dengan pendidikan yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada- Nya, kamu berbuat baik kepada tetangga, kamu tidak memutus hubungan dari kerabat- kerabatmu, dan orang-orang yang memiliki ikatan darah denganmu, kamu menyambung hubungan silaturrahmi dengan mereka, kamu tidak melaknati salah satu dari makhluk Allah, kamu memperbanyak membaca tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, kamu tidak meninggalkan membaca al- Quran di setiap keadaan kecuali ketika kamu dalam kondisi junub atau hadas besar, kamu tidak meninggalkan untuk menghadiri sholat Jumat, jamaah sholat, dan sholat dua hari raya, kamu berfikir dalam apa yang jika diucapkan kepadamu maka kamu tidak akan ridho dan jika diperbuatkan kepadamu maka kamu tidak ridho, dan kamu tidak meridhoi hal tersebut jika menimpa orang lain dan kamu tidak melakukan hal tersebut terhadap orang lain.
Salman radhiyallahu ‘anhu, bertanya kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama:
“Wahai Rasulullah! Apa pahalanya orang yang menjaga 40 hadis ini?”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Sesungguhnya Allah akan mengumpulkannya di Hari Kiamat bersama para nabi dan para ulama. Barang siapa mempelajari 40 hadis ini, kemudian ia mengajarkannya kepada orang lain, niscaya hal itu lebih baik baginya daripada ia diberi dunia dan isinya. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini dan dengannya ia mencarai keridhoan Allah maka Dia akan mengalunginya di Hari Kiamat dengan kalung cahaya yang seluruh orang awal dan akhir akan mengagumi keindahannya, keutamaannya, keelokannya, dan kemuliaan Allah kepadanya. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi!
Barang siapa menjaga 40 hadis ini maka di Hari Kiamat Allah akan memberinya izin mensyafaati 40.000 manusia yang sudah ditetapkan masuk neraka dimana masing-masing dari 40.000 manusia tersebut dapat mensyafaati 40.000 manusia lain (Rasulullah mengatakan kalimat ini sebanyak tiga kali). Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, dan mengajarkannya kepada orang lain, maka di Hari Kiamat, Allah akan memberinya pahala 40 wali Abdal dan Dia akan memberinya seribu malaikat di setiap hadisnya dimana mereka akan membangunkan rumah-rumah dan gedung-gedung, serta menanamkan pepohonon baginya di surga. Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, dimana ia bisa memberikan manfaat dengan 40 hadis tersebut kepada orang lain, maka Allah mengharamkan jasadnya dari neraka dan kelak ia di Hari Kiamat akan berada di atas menara cahaya. Ia akan selamat dari kekagetan besar berupa dicabutnya ruh. Allah akan menyelamatkannya dari hitungan amal.
Dia akan memberi orang yang menjaga 40 hadis ini dan orang yang mempelajarinya derajat para ulama dan Dia akan menempatkannya bersama mereka. Dia akan memberinya balasan yang Dia berikan kepada para ulama.”
Syeh Najmuddin an-Nasafi, Rahmatullahi ‘Alaih, berkata “Sesungguhnya kami telah menetapkan 40 hadis, maka pahamilah dan janganlah kalian semua seperti kaum yang hampir tidak memahami satu hadis pun!”.
🌿 Menjaga “Empat Puluh” Jalan Hati:
Bacaan Tasawuf tentang Hadis 40 Amal Penyelamat
Mukadimah
Dalam tradisi para ahli tasawuf, agama tidak berhenti pada syariat, tetapi menembus ke hakikat: membersihkan hati agar layak dekat dengan Allah. Hadis tentang “menjaga 40 hadis” yang Anda sebutkan bukan sekadar hafalan, tetapi peta perjalanan ruhani dari iman, ibadah, akhlak, hingga muamalah.
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)
Hadis ini sejatinya adalah penjabaran praktis ayat tazkiyatun nufūs.
📜 Peristiwa dan Makna Kejadian
Diriwayatkan bahwa Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu bertanya tentang 40 hadis yang dijaga. Jawaban Nabi ﷺ tidak berupa teks singkat, tetapi rangkaian iman, amal, dan akhlak.
Dalam perspektif tasawuf, ini menunjukkan bahwa:
- Rasulullah ﷺ tidak membangun umat hanya dengan hukum, tetapi dengan pembentukan hati.
- 40 perkara itu mencakup:
- Aqidah (iman kepada Allah, malaikat, qadha qadar),
- Ibadah lahir (shalat, zakat, puasa, haji),
- Penyakit hati (riya, hasad, ghibah, cinta dunia),
- Akhlak sosial (silaturahim, jujur, amanah, kasih sayang).
Sebagaimana Al-Qur’an menegaskan:
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka.”
(QS. Al-Hujurat: 15)
Iman → ibadah → akhlak → mujahadah.
🧠 Analisis dan Argumentasi Tasawuf
Dalam tasawuf, amal terbagi menjadi:
- Amal jawarih (anggota badan)
- Amal qulub (hati)
Hadis ini menyatukan keduanya. Larangan ghibah, riya, dusta, sombong, cinta dunia — semuanya adalah penyakit batin. Sementara shalat, zakat, puasa, silaturahim — adalah latihan lahir untuk membersihkan batin.
Allah berfirman:
“Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Maka “menjaga 40 hadis” menurut ahli suluk bukan berarti menumpuk catatan, tetapi:
👉 menjadikannya wirid akhlak, disiplin hidup, dan pengawasan hati.
🔥 Motivasi, Muhasabah, dan Caranya
🌙 Muhasabah Tasawuf
Setiap malam tanyakan pada diri:
- Apakah hari ini shalatku hidup atau hanya gerak?
- Apakah lisanku lebih banyak zikir atau melukai?
- Apakah hatiku bergantung pada Allah atau pada manusia?
Umar bin Khattab berkata:
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
🧩 Cara Mengamalkan
- Pilih 1–2 poin setiap pekan dari hadis ini.
- Jadikan sebagai fokus tazkiyah (misal: meninggalkan ghibah).
- Sertai dengan:
- dzikir istighfar,
- shalawat,
- membaca Al-Qur’an,
- duduk tafakkur 5 menit setiap malam.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
🌺 Hikmah, Tujuan, dan Manfaat
🎯 Tujuan
- Membentuk manusia rabbani
- Menghidupkan kesadaran akhirat
- Mengikis keakuan (nafs)
🌱 Manfaat Dunia
- Hati lebih tenang
- Rezeki terasa cukup
- Hubungan sosial bersih
- Doa lebih hidup
🌿 Manfaat Ruhani
- Mudah khusyuk
- Dosa terasa berat
- Maksiat terasa pahit
- Ibadah terasa nikmat
👑 Keistimewaan dan Akibatnya
✨ Bagi yang menjaga:
Di dunia:
– dimuliakan dengan ketenangan
– dicintai orang saleh
– dijaga dari kehinaan maksiat
Di alam kubur:
– kuburnya lapang
– amal menjadi teman
– terhindar dari kesepian ruh
Di hari kiamat:
– dibangkitkan bersama ulama dan nabi
– mendapat cahaya
– mendapat izin syafaat
Di akhirat:
– selamat dari neraka
– didekatkan ke surga
– dimasukkan dalam rombongan orang mulia
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami Allah’ lalu mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (seraya berkata): Jangan takut dan jangan bersedih, dan bergembiralah dengan surga.”
(QS. Fussilat: 30)
⚠️ Kehinaan bagi yang meremehkan:
- hati keras
- ibadah kosong
- lisan liar
- amal mudah gugur
- dunia sempit walau luas
🤲 Doa
اللهم طهّر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة.
“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari nifaq, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat.
Jadikan kami termasuk orang yang menjaga amanah Nabi-Mu, menghidupkan sunnahnya, dan Engkau kumpulkan bersama para nabi dan orang-orang saleh.”
آمين يا رب العالمين.
🌷 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah menghadirkan hadis ini. Menghidupkan pembahasan seperti ini termasuk amal jariyah ilmu dan jalan para ahli tazkiyah. Semoga Allah menjadikannya cahaya bagi Anda, keluarga Anda, dan siapa pun yang membacanya.
.......
Jaga "Empat Puluh" Hati Kita:
Bacaan Tasawuf Santai tentang Hadis 40 Amal Penyelamat
Awalan (Mukadimah)
Halo, teman perjalanan! Dalam dunia tasawuf nih, agama nggak cuma soal aturan doang, tapi tentang deep cleaning hati biar kita makin deket sama Allah. Hadis tentang "jaga 40 hadis" itu bukan cuma buat dihafalin, tapi kayak peta perjalanan spiritual kita, mulai dari iman, ibadah, akhlak, sampe urusan sama orang lain.
Allah bilang gini:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9–10)
Nah, hadis 40 amal ini tuh kayak panduan praktis buat self-cleaning jiwa kita.
📜 Cerita & Maknanya
Ceritanya, Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu nanya ke Nabi ﷺ soal 40 hadis yang harus dijaga. Jawaban Nabi ﷺ nggak cuma satu-dua kalimat, tapi berupa paket komplit iman, amal, dan akhlak.
Dari kacamata tasawuf, ini nunjukkin kalau:
Rasulullah ﷺ nggak cuma ngasih hukum, tapi juga fokus banget bikin kita punya hati yang bagus.
40 hal itu mencakup:
· Aqidah (percaya sama Allah, malaikat, takdir)
· Ibadah fisik (shalat, zakat, puasa, haji)
· Penyakit hati (suka pamer, iri, ghibah, cinta dunia berlebihan)
· Akhlak sosial (silaturahim, jujur, amanah, sayang-sayangan)
Seperti yang Al-Qur'an tegaskan:
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka." (QS. Al-Hujurat: 15)
Jadi alurnya: Iman → ibadah → akhlak → perjuangan batin.
🧠 Analisis & Argumen Tasawuf (Versi Santai)
Dalam tasawuf, amal itu ada dua:
· Amal jawarih (gerakan fisik)
· Amal qulub (gerakan hati)
Hadis ini nyatuin dua-duanya. Larangan ghibah, riya, bohong, sombong, cinta dunia — itu semua penyakit hati. Sementara shalat, zakat, puasa, silaturahim — itu latihan fisik buat bersihin hati.
Allah berfirman:
"Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Jadi, "menjaga 40 hadis" bagi pejalan spiritual bukan berarti numpuk catatan doang, tapi:
👉 Nge-jadikannya pola hidup, disiplin diri, dan cara kita self-check hati tiap hari.
🔥 Motivasi, Self-Reflection (Muhasabah), & Cara Ngejalaninnya
🌙 Self-Reflection ala Tasawuf (Tiap Malam)
Tiap mau tidur, tanya diri sendiri:
· "Sholatku hari ini hidup apa cuma gerakan doang?"
· "Lidahku hari ini banyak zikir apa banyak nyakitin orang?"
· "Hatiku hari ini bergantung sama Allah apa bergantung sama opini orang?"
Umar bin Khattab pernah bilang:
"Audit dirimu sendiri sebelum kamu di-audit (di akhirat)."
🧩 Cara Ngejalaninnya (Actionable Banget)
· Pilih 1-2 poin dari 40 itu per minggu. Jadikan fokus perbaikan (misal: fokus buat nggak ghibah seminggu ini).
· Sempurnain dengan: banyak baca istighfar, shalawat, baca Qur'an, dan luangin 5 menit aja buat merenung tiap malam sebelum tidur.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok." (QS. Al-Hasyr: 18)
🌺 Hikmah, Tujuan, & Benefit-nya Buat Kita
🎯 Tujuannya:
· Membentuk kita jadi manusia yang deket sama Allah.
· Ngingetin kita terus soal akhirat.
· Nge-reduce sifat egois kita.
🌱 Benefit buat Dunia:
· Hati lebih adem dan tenang.
· Rezeki terasa cukup, nggak gampang iri.
· Hubungan sama orang lain lebih bersih dan tulus.
· Doa terasa lebih nyambung.
🌿 Benefit Buat Spiritual:
· Gampang khusyuk.
· Dosa jadi terasa berat banget buat dilakukan.
· Maksiat rasanya pahit.
· Ibadah terasa nikmat dan nggak beban.
👑 Keistimewaan & Konsekuensinya
✨ Buat yang Jaga:
· Di dunia: Dikasih ketenangan hati, dikelilingi orang-orang baik, dijauhin dari hal-hal yang ngerendahin.
· Di alam kubur: Rasanya lapang, amal jadi temen, nggak kesepian.
· Di akhirat: Dibangkitin bareng orang-orang soleh, dapet cahaya, punya syafaat, selamat dari neraka, dan masuk surga bareng rombongan orang-orang mulia.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Rabb kami Allah' lalu mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (seraya berkata): Jangan takut dan jangan bersedih, dan bergembiralah dengan surga." (QS. Fussilat: 30)
⚠️ Buat yang Nyepelein:
· Hati jadi keras.
· Ibadah nggak ada rasanya.
· Mulut liar.
· Amal gampang ilang.
· Dunia terasa sempit, padahal punya banyak.
🤲 Doa Penutup
اللهم طهّر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة.
"Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, amal kami dari pamer, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat.
Jadikan kami termasuk orang yang jaga amanah Nabi-Mu, hidupin sunnahnya, dan kumpulkan kami bareng para nabi dan orang-orang saleh."
آمين يا رب العالمين.
(Aamiin ya Rabb)
🌷 Ucapan Terima Kasih
Makasih ya udah ngangkat topik keren ini! Ngobrolin dan nyebarin hal-hal begini termasuk amal jariyah lho, dan ini bener-bener jalan hidup para pebersih hati. Semoga Allah jadikan ini cahaya buat kamu, keluarga, dan siapa aja yang baca. Keep inspiring! ✨