kupas tipis tipis kitab Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri,
:
HADITS KE-17 : BAGI ORANG SAKIT DITULIS APA YANG AKAN DIA LAKUKAN SAAT DIA SEHAT.
a. Sakit adalah Pelebur Dosa.
Diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Ketika seorang hamba mukmin sakit maka Allah memerintahkan para malaikat; ‘Tulislah untuk hamba-Ku itu amal terbaik yang ia lakukan saat ia berada dalam keadaan sehat dan lapang!’.”
Dalam hadis lain disebutkan bahwa ketika hamba laki-laki mukmin atau perempuan mukminah menderita sakit maka Allah mengirimnya 4 (empat) malaikat sebelum ia sakit. Kemudian Allah memerintahkan malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya. Malaikat pertama pun mengambil kekuatannya dengan perintah Allah. Setelah itu, hamba pun menjadi lemah. Dan Allah memerintahkan malaikat kedua mengambil enaknya merasakan makanan dari mulutnya. Dia memerintahkan malaikat ketiga mengambil kecerahan wajahnya sehingga ia menjadi orang yang berwajah pucat. Terakhir Dia memerintahkan malaikat keempat mengambil seluruh dosa-dosanya sehingga ia pun menjadi hamba yang bersih dari dosa-dosa.
Ketika Allah menghendaki untuk menyembuhkan hamba maka Dia memerintahkan malaikat pertama yang mengambil kekuatan untuk mengembalikan kembali kekuatan hamba. Lalu malaikat pertama pun mengembalikannya kembali. Allah juga memerintahkan malaikat kedua yang mengambil enaknya merasakan makanan dari hamba untuk mengembalikannya kembali. Begitu juga, Allah memerintahkan malaikat ketiga yang mengambil kecerahan wajah hamba untuk mengembalikannya kembali. Terakhir Allah tidak memerintahkan malaikat keempat yang mengambil seluruh dosa- dosa hamba untuk dikembalikan kembali. Kemudian malaikat keempat jatuh bersujud kepada Allah dan berkata: Ya Allah! Kami adalah 4 (empat) malaikat yang telah menjalankan perintah-Mu. Kemudian Engkau memerintahkan (tiga) malaikat mengembalikan apa yang mereka ambil dari hamba-Mu. Mengapa Engkau tidak memerintahkanku mengembalikan dosa-dosa yang telah aku ambil darinya kepadanya?”
Allah Yang Maha Agung menjawab, “Tidaklah baik apabila kamu mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah dosa-dosa itu melemahkan dirinya saat ia sakit.”
Malaikat bertanya, “Ya Allah! Apa yang harus aku lakukan dengan dosa-dosanya itu?”
Allah Yang Maha Agung menjawab, “Pergilah dan buanglah dosa-dosa hamba-Ku itu ke dalam laut!”
Kemudian malaikat keempat pergi dan membuang dosa-dosa hamba itu ke laut. Dari dosa-dosa itu, Allah menciptakan buaya di lautan. Andai hamba itu mati menuju akhirat maka ia akan keluar dari dunia dengan keadaan suci dari dosa-dosa, seperti keterangan hadis yang disabdakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Sakit panas sehari dan semalam adalah pelebur dosa-dosa setahun.”.
......
Kupasan Tipis Kitab Usfuriyah
Hadits ke-17: Bagi Orang Sakit Ditulis Apa yang Akan Ia Lakukan Saat Ia Sehat
Kitab Usfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri adalah kitab yang berisi kisah, hikmah, dan hadis-hadis yang bertujuan menggugah hati manusia agar dekat kepada Allah. Salah satu pelajaran besar dalam Hadits ke-17 adalah tentang rahasia sakit dalam pandangan iman dan tasawuf.
1. Makna Hadits: Amal Orang Sakit Tetap Mengalir
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala seperti amal yang biasa ia lakukan ketika sehat dan mukim.”
(HR. Bukhari)
Dalam riwayat yang disebutkan dalam kitab Usfuriyah, Allah memerintahkan malaikat:
“Tulislah untuk hamba-Ku amal terbaik yang ia lakukan ketika ia sehat dan lapang.”
Hikmahnya
Dalam perspektif tasawuf (tazkiyatul nufus):
- Allah melihat niat dan kebiasaan hati, bukan hanya perbuatan fisik.
- Orang yang biasa shalat, sedekah, zikir, menolong orang, ketika sakit tetap mendapat pahala.
- Ini menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa amal yang menjadi kebiasaan karena cinta kepada Allah akan tetap mengalir walau badan tidak mampu.
2. Sakit sebagai Pelebur Dosa
Dalam kisah tersebut disebutkan malaikat keempat mengambil dosa-dosa hamba.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lain:
“Demam sehari semalam menghapus dosa setahun.”
Maknanya bukan angka matematis, tetapi besarnya rahmat Allah melalui ujian sakit.
3. Perspektif Tasawuf: Sakit adalah Madrasah Ruhani
Para ulama tasawuf melihat sakit sebagai sekolah pembersihan jiwa.
Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:
“Ketika Allah mencintai seorang hamba, Dia membersihkan hatinya dengan ujian.”
Ibnu ‘Athaillah berkata dalam Al-Hikam:
“Boleh jadi Allah memberimu sesuatu melalui ujian yang tidak diberikan-Nya melalui ibadah.”
Artinya:
- sakit = penghapus dosa
- sakit = pengangkat derajat
- sakit = peringatan untuk kembali kepada Allah
Tauziah Dakwah: Hikmah Sakit di Zaman Modern
(Perspektif Tazkiyatul Nufus)
Saudara-saudaraku…
Kita hidup di zaman modern:
- teknologi canggih
- transportasi cepat
- komunikasi instan
- kedokteran berkembang
Namun manusia tetap tidak bisa menghindari sakit.
Rumah sakit makin banyak, obat makin mahal, dokter makin pintar — tetapi sakit tetap datang.
Mengapa?
Karena sakit bukan sekadar penyakit tubuh, tetapi bahasa Allah kepada hati manusia.
1. Sakit Menghancurkan Kesombongan Manusia
Di zaman sekarang manusia merasa kuat:
- kuat ekonomi
- kuat teknologi
- kuat kekuasaan
Tetapi satu penyakit kecil saja bisa membuat manusia:
- tidak bisa berjalan
- tidak bisa makan
- tidak bisa tidur
Allah berfirman:
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(QS Asy-Syu'ara: 80)
Ini mengajarkan tawadhu’ kepada Allah.
2. Sakit Mengingatkan Hakikat Dunia
Di dunia modern orang sibuk:
- mengejar uang
- mengejar jabatan
- mengejar popularitas
Namun ketika sakit, semua itu terasa tidak penting.
Yang dicari hanya:
- kesehatan
- doa
- keluarga
- kedekatan dengan Allah
Di sinilah tazkiyatul nufus terjadi.
Hati yang keras mulai lembut.
3. Sakit Mengangkat Derajat Orang Beriman
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian.”
(HR Tirmidzi)
Orang sakit yang sabar:
- dosanya dihapus
- derajatnya diangkat
- doanya mustajab
Bahkan dalam hadis qudsi Allah berfirman:
“Jika Aku menguji hamba-Ku pada kedua matanya lalu ia bersabar, Aku ganti dengan surga.”
(HR Bukhari)
4. Amal Tetap Mengalir Saat Sakit
Ini rahasia besar dari hadis dalam Usfuriyah.
Jika seseorang ketika sehat:
- rajin shalat
- rajin sedekah
- rajin mengaji
- rajin membantu orang
maka ketika sakit amalnya tetap ditulis.
Karena itu para ulama berkata:
Biasakan amal baik saat sehat.
Karena suatu hari tubuh kita pasti lemah.
Muhasabah untuk Kita
Coba kita bertanya kepada diri sendiri:
Jika saya sakit hari ini…
apakah ada amal yang tetap dicatat malaikat?
- shalat malam?
- sedekah?
- membaca Al-Qur'an?
- membantu orang?
Jika tidak ada kebiasaan baik…
maka ketika sakit amal pun berhenti.
Karena itu bangun amal sebelum sakit datang.
Cara Menghadapi Sakit (Tazkiyatul Nufus)
1. Sabar
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS Al-Baqarah: 153)
2. Ridha kepada Allah
Ridha adalah maqam tinggi dalam tasawuf.
3. Perbanyak dzikir
Karena sakit membuat hati lebih dekat kepada Allah.
4. Husnuzhan kepada Allah
Yakin bahwa sakit adalah rahmat tersembunyi.
Keutamaan Orang Sakit
Beberapa kemuliaannya:
- Dihapus dosa-dosanya
- Diangkat derajatnya
- Doanya mudah dikabulkan
- Amalnya tetap ditulis
- Keluar dari dunia seperti bayi yang suci (jika sabar)
Doa Ketika Sakit
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاءً لا يغادر سقما
Artinya:
“Ya Allah Tuhan manusia, hilangkan penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
Doa Penutup
Ya Allah…
Jika sakit adalah jalan penghapus dosa kami, maka jadikanlah kami orang yang sabar.
Jika sakit adalah jalan naiknya derajat kami, maka kuatkanlah hati kami.
Jika sakit adalah panggilan-Mu agar kami kembali kepada-Mu, maka jangan biarkan hati kami jauh dari-Mu.
Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kami.
Ampunilah dosa-dosa kami.
Dan wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Terima kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tauziah ini.
Semoga Allah menjadikannya ilmu yang bermanfaat, pengingat hati, dan sebab datangnya rahmat Allah kepada kita semua.
Coba redaksi tersebut diatas dibuat versi bahasa gaul kekinian sopan santun santai (ditujukan buat para lanjut usia).
(Untuk arti ayat qur'an, arti ayat hadisnya tetap tidak diganti bahasa gaul).
(kata "Gue" diganti "aku", kata "lo" diganti "njenengan")

