Monday, May 4, 2026

621nash.

 nashaihul ibad. ya qayu ya qoyum

beberapa syiir Imam Al-Ghazali dalam bahar wafir:

Adakah engkau ingin banyak harta dan didengarkan omongmu dalam forum bicara

Juga beroleh cinta yang menyejukkan hati dari setiap wanita dan kaum lelaki

Dikaruniai kaya raya dan hidup bahagia juga berwibawa, dihormati dan banyak harta

Engkau tumpas setiap bencana. dan tipu daya dari musuh dan penguasa

Maka bacalah Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu seribu kali boleh malam atau siang hari,

Niscaya akan memudahkan setiap kesulitan biasakan ucapan itu

Jangan kau tinggal dan jangan lalai karena dengan itu kau akan menggapai derajat yang tinggi.

621nash. bacalah Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu

 

nashaihul ibad 40/1 Hari, Bulan dan Amal yang Baik.

Kemudian berikut ini beberapa syiir Imam Al-Ghazali dalam bahar wafir:

Adakah engkau ingin banyak harta dan didengarkan omongmu dalam forum bicara

Juga beroleh cinta yang menyejukkan hati dari setiap wanita dan kaum lelaki

Dikaruniai kaya raya dan hidup bahagia juga berwibawa, dihormati dan banyak harta.

Engkau tumpas setiap bencana. dan tipu daya dari musuh dan penguasa

Maka bacalah Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu seribu kali boleh malam atau siang hari,

Niscaya akan memudahkan setiap kesulitan biasakan ucapan itu

Jangan kau tinggal dan jangan lalai karena dengan itu kau akan menggapai derajat yang tinggi.

.....

622. HEBAT NYA ILMU DIAM TANPA BICARA

 

Berikut ini adalah bacaan koran/spiritual review dalam perspektif Tasawuf Islam tentang video “HEBAT NYA ILMU DIAM TANPA BICARA – CERAMAH RAMADHAN PENGAJIAN GUS BAHA” yang dimuat di YouTube (tanpa mengambil isi langsung video secara otomatis; merujuk pada judulnya yang menekankan ilmu diam tanpa bicara). Saya akan mengembangkan analisis ini berdasar Al-Qur’an, Hadis, dan hikmah tasawuf, mencakup motivasi, muhasabah, hikmah, kemuliaan/kehinaan di dunia & akhirat, serta doa penutup yang sesuai.


📰 Koran Spiritual: “Ilmu Diam Tanpa Bicara” (Tasawuf)

Dalam tradisi tasawuf, diam bukan sekadar tidak berbicara, tetapi merupakan keheningan batin yang membantu seseorang lebih mendengar suara hati dan suara Tuhan (Al-Qur’an & Sunnah). Para sufi awalnya menekankan pentingnya menahan diri dari pembicaraan sia-sia untuk menjaga hati tetap tenang, bersih dari angan-angan duniawi, dan mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.


📖 Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

1. Diam adalah belajar dan perenungan

Allah berfirman:

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi mereka yang berakal.”
QS. Ali Imran: 190

Makna dari ayat ini menunjukkan bahwa kesunyian dan ketenangan batin memberi ruang bagi hati berfikir, merenung, dan menemukan hikmah yang tersembunyi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menunjukkan pentingnya diam sebagai bentuk menjaga lisan dan hati, bukan sebagai kemalasan spiritual.


🔍 Analisis dan Argumentasi dalam Koridor Tasawuf

Dalam tasawuf, diam adalah sarana:

🧠 Menyucikan Hati

Diam membantu menyingkap hawa nafsu luhur dan mengurangi gangguan keinginan duniawi. Tasawuf mengajarkan bahwa hati yang bersih adalah cerminan ruh yang jernih, dan itu lebih mudah dicapai dengan diam, introspeksi, zikir, dan doa dibandingkan dengan bualan kosong.

📊 Evaluasi Diri (Muhasabah)

Muhasabah adalah refleksi diri terhadap amal yang telah dilakukan — memahami mana yang membawa kita dekat kepada Allah dan mana yang justru menjauhkan kita. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya…”
QS. Al-Hasyr: 18
(Harus introspeksi agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.)

Dalam diam, seseorang merasakan washiyatullah (peringatan ilahi) tanpa gangguan dunia, sehingga muhasabah menjadi lebih tulus dan mendalam.


🎯 Motivasi, Muhasabah, dan Caranya

Motivasi

  1. Memperkuat hubungan dengan Allah — Dengan diam dan hati yang tenang, kita lebih mampu menerima tanda-tanda Allah.
  2. Mengurangi kesombongan diri — Dengan diam, kita menyadari keterbatasan kita dan betapa kita bergantung kepada Rahmat Allah.

🧘 Muhasabah dan Praktiknya

Praktik muhasabah dalam tasawuf meliputi:
✔ Zikir dalam diam
✔ Mengawasi nafsu (muraqabah)
✔ Mencatat amalan harian sendiri
✔ Repentance (taubat) ketika melihat kekurangan dan berazam memperbaiki diri
Semua itu dilakukan bukan sekadar sungguh-sunguh, tetapi dengan kesadaran penuh bahwa Allah Maha Mengetahui.


🕊️ Hikmah — Tujuan & Manfaat

🌿 Hikmah Diam

✔ Menjaga hati dari bisikan syaitan
✔ Menjadikan lisan produktif untuk kebaikan
✔ Meningkatkan konsentrasi ibadah
✔ Mengurangi perdebatan tanpa manfaat

Tasawuf tidak mempertentangkan ilmu lisan dan diam, tetapi menjadikan diam sebagai sarana untuk meraih ilmu hakiki — ilmu yang hadir dalam jiwa, bukan sekadar ucapan.

🌌 Tujuan Akhir

Tujuan utama seluruh amalan dalam Islam (termasuk diam sebagai konsentrasi hati) adalah:
Mendekat kepada Allah
Menggapai ketenangan batin (sakînah)
Mempersiapkan bekal akhirat


🌟 Kemuliaan & Kehinaan Menurut Dunia — Kubur — Akhirat

🏙 Di Dunia

Kemuliaan: Orang yang beriman, berpahala setiap perkataan dan amalan benar.
👎 Kehinaan: Orang yang berbicara tanpa manfaat, lalai dari zikir dan amal shalih.

Allah berfirman:

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah mereka yang merugikan diri dan keluarganya pada hari kiamat.”
QS. Az-Zumar: 15

Di Alam Kubur

Amal yang dibawa hanyalah amal shalih, zikir, doa, dan ilmu yang bermanfaat. Diam yang menjadikan hati tenang, penuh zikir, akan menjadi cahaya di alam barzakh (menurut para ulama tafsir ahli maqam baqa’).

🔥 Di Hari Kiamat & Akhirat

Orang yang konsisten membersihkan hati, bercermin kepada Allah, dan membangun hubungan batin yang kuat, akan berdiri dalam kemuliaan di hadapan Rabb-nya; sedangkan yang lalai, terbawa hawa nafsu, akan mengalami kehinaan dan kerugian. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


🤲 Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah Zat yang Maha Mengetahui,
Tanamkan dalam hati kami hidayah-Mu,
Jadikan diam kami sebagai sarana mendekat kepadaMu,
Sucikan hati dari riya, angkuh, dan hina,
Limpahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat,
Hiasi lidah kami dengan kebaikan,
Dan jadikan kami orang-orang yang selalu bermuhasabah.
Aamiin.


🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada semua pembaca yang telah menyimak bacaan spiritual ini dengan kesungguhan. Semoga kita semua senantiasa diberi taufik dan hidayah untuk terus menyeimbangkan dunia dan akhirat dalam setiap langkah hidup.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Jika Anda ingin saya mengaitkan isi ceramah tersebut dengan kutipan langsung ayat/hadis tertentu, bisa saya bantu selanjutnya.

623. 3 Hal Yang Bisa Membuat Hidupmu Ditolong Allah

 

Berikut ini adalah bacaan koran dalam perspektif tasawuf berdasarkan isi video 3 Hal Yang Bisa Membuat Hidupmu Ditolong Allah oleh Gus Baha (yang menjelaskan tiga sikap/kunci pertolongan Allah dalam hidup, sebagaimana diunggah di YouTube) dan dipadukan dengan dalil Al-Qur’an dan Hadis yang relevan.


📰 Koran Spiritual: Hidup Ditolong Allah — Perspektif Tasawuf

🧠 Analisis & Argumentasi

Dalam tasawuf, pertolongan Allah (ma’unah) bukan hanya sekadar bantuan lahiriah, tetapi pertolongan batin yang menyelamatkan hati dan jiwa dari kecemasan, kecewa, putus asa, dan kesia-siaan hidup. Tasawuf mengajarkan bahwa pertolongan Allah datang ketika seorang hamba membersihkan hati, ikhlas beribadah, dan bertawakal kepada Allah dengan benar.

Menurut tasawuf, tiga hal yang dibahas oleh Gus Baha itu sejatinya merupakan inti dari penyucian batin dan kedekatan dengan Allah:

  1. Ikhlas dan tawakkal kepada Allah – menyerahkan urusan kepada Allah dan tidak menggantungkan diri pada makhluk.
  2. Sabar dalam ujian – menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang.
  3. Rasa syukur dalam setiap keadaan – menjadikan setiap nikmat sebagai sebab dekat kepada Allah.

📜 Dalil Al-Qur’an & Hadis Terkait

📌 Ikhlas & Tawakkal
Allah berfirman:

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Ma’idah: 23)
Dan:
“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah mencukupinya.” (QS. Ath-Talaq: 3)

📌 Sabar dalam Ujian
Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

📌 Syukur & Ma’unah Allah
Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Manusia berada dalam kebaikan selama ia bersyukur, dan berada dalam keburukan selama ia banyak mengeluh.” — HR. Tirmidzi

Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan, tetapi keadaan batin yang terus mengingat nikmat Allah secara mendalam.


🧭 Motivasi – Muhasabah dan Caranya

🔍 Apa itu Muhasabah?

Muhasabah berarti introspeksi diri, mengevaluasi amalan, niat, dan keadaan hati di hadapan Allah. Ini adalah proses tasfiyah al-qalb (pembersihan hati) yang penting dalam tasawuf.

🪞 Cara Melakukan Muhasabah yang Efektif

  1. Berdiam diri sejenak setiap pagi dan malam – tanyakan kepada diri:
    Apa yang aku lakukan karena Allah? Apa yang aku lakukan karena hawa nafsuku?
  2. Tuliskan catatan harian spiritual – renungkan dosa dan amal kebaikan.
  3. Dzikir dan doa harian – seperti membaca:
    “Lā ilāha illā anta subḥānakā inni kuntu minaz-dzālimīn” (Doa Nabi Yunus)
    Ini menenangkan hati dan mendekatkan jiwa kepada Allah.
  4. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur (merenungi makna) untuk memurnikan niat.

🕊️ Hikmah, Tujuan & Manfaat

🎯 Tujuan Utama

  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan batin yang bersih.
  • Mendapatkan pertolongan (ma’unah) Allah dalam setiap urusan.

💡 Manfaat Bagi Kehidupan

  • Hidup menjadi tenang dan penuh keikhlasan.
  • Ujian terasa sebagai jalan peningkatan diri (tazkiyah).
  • Tidak larut dalam kegelisahan dunia.

Kemuliaan & Kehinaan: Dunia, Kubur, Kiamat, Akhirat

🌍 Di Dunia

Kemuliaan bagi yang bersabar, tawakkal, dan syukur:

  • Allah memberikan ketenangan hati, keberkahan, dan pembukaan jalan dalam urusan hidup.

Kehinaan bagi yang lalai:

  • Hati gelisah, putus asa, dan terus tergantung pada makhluk.

⚰️ Di Alam Kubur

Hamba yang hatinya bersih akan merasakan kenikmatan kubur berkat sabar dan syukur. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang neraka.” — HR. Muslim

Orang yang hatinya kering, tercabut dari Allah karena kesombongan dan mengeluh, mengalami kebalikan: kesengsaraan.

🪦 Di Hari Kiamat & Akhirat

Allah mengangkat derajat hamba yang bersabar, tawakkal, dan penuh syukur di hadapan seluruh makhluk. Sebaliknya, mereka yang lalai akan merasa menyesal dan merugi.
Allah berfirman:

“Selain orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka pahala yang tak terputus.” (QS. Fatir: 30)


🤲 Doa

Berikut doa yang cocok untuk memohon pertolongan Allah, membersihkan hati, dan memohon ridha-Nya:

Doa ma’unah dan ikhlas:

“Allahumma ihdini fima ihtadait, wa ‘afini fima ‘afait, wa tawakkaltu ‘alaika wa kafani sya’na ga’iril mu’minin.”
(Ya Allah, tunjukkan aku pada apa yang Engkau tunjukkan kepada hamba yang Engkau tunjukkan, sehatkan aku seperti Engkau sehatkan hamba-Mu, dan aku bertawakkal kepada-Mu serta cukupkan urusanku tanpa selain-Mu.)

Dzikir harian:

Subḥānallāh, Alḥamdu lillāh, Allāhu akbar

Dzikir ini menenangkan hati dan mengingatkan kembali ke hadirat Allah.


🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Semoga setiap jiwa yang membacanya mendapatkan ketenangan hati, kejelasan batin, dan pertolongan Allah dalam setiap urusan hidup. Aamiin.


Jika Anda ingin versi yang lebih panjang, lengkap dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang dikutip secara rinci sesuai topik tertentu di atas (misalnya khusus tentang tawakkal, sabar, atau ma’unah Allah), saya bisa buatkan itu juga. 😊

624lub. Mandi di Hari Jumat

 lubabul hadis. 10/1. bab sholat jumat

Seseorang yang mandi di Hari Jumat maka itu merupakan pembersih baginya hingga Jumat berikutnya

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ فِي طَهَارَةٍ إِلَى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى 


Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang mandi pada Hari Jumat maka dia berada dalam keadaan suci hingga Jumat berikutnya.’” [H.R. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath (no. 8180) Ibnu Khuzaimah (no. 1760), Ibnu Hibban (no. 1222), dan Hakim (no. 1044)]


Keterangan: Hadis ini dinilai sahih oleh Suyuti dan dinyatakan hasan oleh Mundziri dan disetujui oleh Albani. Lihat: Shahih al-Jami’ ash-Shaghir (2/ 1047) dan Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (1/441).

......

204. MENGAKU MENGETAHUI ILMU GHAIB DENGAN MEMBACA KELAPAK TANGAN, CANGKIR ATAU LAINNYA.

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AQIDATUT TAUHID : BAB 4 ; PERKATAAN-PERKATAAN DAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG DAPAT MENIADAKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA ; PASAL 1, MENGAKU MENGETAHUI ILMU GHAIB DENGAN MEMBACA KELAPAK TANGAN, CANGKIR ATAU LAINNYA"*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT,14 DZULKA'DA 1447 / 01 MEI  2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID GRIYA PERMATA ILMU, JL. GRIYA SEJAHTERA BLOK D59-61 KEBOAN ANOM, GEDANGAN, SIDOARJO 



✅ Silahkan Di Share


https://www.youtube.com/live/r1G9vxXKmqQ?si=QlSHRn3eApCHLyV5

..........

Berikut buletin tauziah yang Anda minta, disusun dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs):


BULETIN TAUZIAH

KITAB AQIDATUT TAUHID – BAB 4

Perkataan dan Perbuatan yang Meniadakan atau Mengurangi Tauhid

Pasal 1: Mengaku Mengetahui Ilmu Ghaib dengan Membaca Telapak Tangan, Cangkir, atau Lainnya


1. Makna (Tafsir Isi Redaksi)

Dalam perspektif tasawuf, tauhid bukan hanya pengakuan lisan, tetapi penyucian hati dari segala ketergantungan selain Allah.
Mengaku mengetahui perkara ghaib melalui telapak tangan, cangkir, kartu, atau metode lain adalah bentuk penyimpangan hati dari tauhid.

Hakikatnya:

  • Ilmu ghaib adalah hak mutlak Allah
  • Ketika seseorang percaya kepada ramalan, maka hatinya telah berpaling dari tawakkal kepada Allah menuju makhluk

Ini termasuk penyakit hati:

  • Syirik khafi (syirik tersembunyi)
  • Ketergantungan batin kepada selain Allah

2. Hukum (Ahkām)

Para ulama menetapkan:

  • Haram mendatangi peramal
  • Haram mempercayainya
  • Jika meyakini kebenarannya secara mutlak → bisa jatuh pada kekufuran
  • Jika sekadar ikut-ikutan tanpa keyakinan → dosa besar

Hadis:

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.”


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Manusia lemah dan ingin mengetahui masa depan
  • Setan memanfaatkan rasa ingin tahu itu
  • Tauhid mengajarkan:
    • Cukup Allah sebagai penentu takdir
    • Masa depan bukan untuk ditebak, tetapi disiapkan dengan amal

Pelajaran penting:

  • Ketidakpastian adalah ujian iman
  • Keimanan diuji saat kita tidak tahu

4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib.” (QS. Al-An’am: 59)

Hadis:

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, maka shalatnya tidak diterima 40 hari.” (HR. Muslim)

Hadis Qudsi (Makna):

Allah mencintai hamba yang bertawakkal dan ridha terhadap takdir-Nya


5. Analisis dan Argumentasi

Mengapa ini berbahaya?

  1. Merusak tauhid rububiyyah

    • Seolah ada selain Allah yang tahu masa depan
  2. Merusak tauhid uluhiyyah

    • Hati berharap kepada selain Allah
  3. Merusak tauhid asma wa sifat

    • Menyamakan makhluk dengan sifat Allah (Al-‘Alim)

Secara tasawuf:

  • Ini adalah penyakit hati yang tidak yakin
  • Akar masalahnya: kurangnya tawakkal dan ridha

6. Amalan (Implementasi)

Agar selamat dari hal ini:

  1. Perkuat tauhid:

    • Dzikir: Hasbiyallahu wa ni’mal wakil
  2. Tinggalkan:

    • Ramalan zodiak
    • Tarot
    • Primbon
    • Membaca garis tangan
  3. Biasakan:

    • Istikharah saat bingung
    • Doa saat ragu
    • Tawakkal setelah usaha
  4. Perbanyak:

    • Dzikir pagi-petang
    • Membaca Al-Qur’an

7. Relevansi (Yang Viral di Zaman Sekarang)

Di zaman sekarang, bentuknya semakin halus:

  • Ramalan zodiak di media sosial
  • Konten “energi aura”
  • Tarot online
  • AI ramalan nasib
  • “Spiritual reading” berkedok motivasi

Masalahnya:

  • Dikemas modern → dianggap biasa
  • Padahal hakikatnya tetap mengganggu tauhid

8. Motivasi

Wahai saudaraku,

Tidak perlu tahu masa depan untuk sukses.
Yang kita butuhkan adalah:

  • Iman
  • Amal
  • Tawakkal

Jika Allah bersama kita:

  • Masa depan pasti baik
  • Walaupun tidak sesuai keinginan

9. Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah aku pernah percaya ramalan?
  • Apakah aku lebih takut masa depan daripada Allah?
  • Apakah hatiku tenang tanpa mengetahui yang ghaib?

Cara memperbaiki:

  1. Taubat nasuha
  2. Putuskan semua kebiasaan ramalan
  3. Perbanyak dzikir tauhid
  4. Dekatkan diri kepada Allah

10. Kemuliaan & Kehinaan

Jika menjaga tauhid:

Di dunia:

  • Hati tenang
  • Hidup terarah
  • Dijaga dari kesesatan

Di alam kubur:

  • Kubur lapang
  • Ditemani amal

Di hari kiamat:

  • Mendapat syafaat
  • Selamat dari azab

Di akhirat:

  • Surga tanpa hisab (bagi yang sempurna tauhidnya)

Jika merusak tauhid:

Di dunia:

  • Hati gelisah
  • Mudah tertipu
  • Hidup penuh ketakutan

Di alam kubur:

  • Sempit dan gelap

Di hari kiamat:

  • Tidak ada penolong

Di akhirat:

  • Terancam siksa sesuai kadar penyimpangan

11. Doa

اللهم يا رب، طهر قلوبنا من الشرك الخفي
اللهم اجعلنا من أهل التوحيد الخالص
اللهم لا تجعل في قلوبنا تعلقًا بغيرك
اللهم ارزقنا التوكل عليك حق التوكل

Artinya:
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari syirik yang tersembunyi. Jadikan kami ahli tauhid yang ikhlas. Jangan Engkau jadikan hati kami bergantung kepada selain-Mu. Karuniakan kami tawakkal yang sebenar-benarnya.”


12. Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menuntut ilmu dan membersihkan hati.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba yang bertauhid murni dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.



203. ADAB KEPADA SAHABAT

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ADAB KEPADA SAHABAT*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 15 DZULKA'DA 1447 / 03 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID AL FIRDAUS, PEPELEGI INDAH, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/LJX36JaByng?si=jc6L78dBGKv4mxQs

...........

🕌 BULETIN TAUZIAH

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“ADAB KEPADA SAHABAT”


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa), adab kepada sahabat bukan sekadar sopan santun lahir, tetapi cerminan kebersihan hati. Sahabat adalah cermin diri; bagaimana kita memperlakukan mereka menunjukkan kualitas iman dan akhlak kita.

Adab kepada sahabat mencakup:

  • Menjaga lisan dari menyakiti
  • Menjaga hati dari hasad dan su’udzon
  • Menjaga hubungan dengan kasih sayang dan keikhlasan

Dalam tasawuf, sahabat bukan hanya teman dunia, tetapi penolong menuju akhirat.


2. Hukum (Ahkām)

  • Wajib: Menjaga hak sahabat (tidak menyakiti, tidak menzalimi)
  • Sunnah: Membantu, mendoakan, menasihati dengan lembut
  • Haram: Ghibah, fitnah, khianat, membuka aib sahabat

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Sahabat yang baik adalah jalan menuju surga
  • Persahabatan yang dibangun karena Allah akan kekal hingga akhirat
  • Rusaknya adab kepada sahabat adalah tanda rusaknya hati

4. Dalil Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf: 67)

Hadis:

“Seseorang itu tergantung agama sahabatnya, maka lihatlah dengan siapa ia bersahabat.”

Hadis Qudsi:

“Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku berada di atas mimbar cahaya…”


5. Analisis dan Argumentasi

Persahabatan adalah lingkungan jiwa. Jika sahabat baik, hati akan terangkat. Jika sahabat buruk, hati akan terjatuh.

Dalam tasawuf:

  • Sahabat = media tazkiyah (penyucian jiwa)
  • Konflik = ujian keikhlasan
  • Kesetiaan = bukti iman

Adab kepada sahabat bukan soal siapa benar, tapi siapa lebih dulu memperbaiki diri.


6. Amalan (Implementasi)

  • Mengucapkan salam dan mendoakan sahabat
  • Menahan diri saat marah
  • Menutupi aib sahabat
  • Memberi tanpa berharap balasan
  • Menasihati secara rahasia, bukan di depan umum

7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era sekarang:

  • Persahabatan rusak karena media sosial
  • Banyak yang membuka aib sahabat demi konten
  • Persahabatan jadi transaksional (ada maunya)

Adab tasawuf mengajarkan: ➡️ Jaga kehormatan sahabat meski dalam dunia digital
➡️ Jangan menjadikan sahabat sebagai bahan hiburan atau sindiran


8. Motivasi

Jika ingin hidup tenang:

  • Pilih sahabat yang mendekatkan pada Allah
  • Jadilah sahabat yang membuat orang lain nyaman

Sahabat sejati: ➡️ Mengingatkan saat lalai
➡️ Menutup aib saat salah
➡️ Mendoakan saat jauh


9. Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah aku menyakiti sahabatku?
  • Apakah aku iri dengan keberhasilannya?
  • Apakah aku tulus dalam persahabatan?

Cara memperbaiki:

  • Minta maaf sebelum terlambat
  • Perbanyak doa untuk sahabat
  • Latih hati untuk ikhlas

10. Kemuliaan & Kehinaan

Kemuliaan:

  • Di dunia: dicintai, dipercaya, dihormati
  • Di kubur: ditemani amal kebaikan
  • Di kiamat: bersama orang yang dicintai
  • Di akhirat: berkumpul dalam surga bersama sahabat shalih

Kehinaan:

  • Di dunia: dijauhi, tidak dipercaya
  • Di kubur: kesepian dan gelap
  • Di kiamat: saling menyalahkan
  • Di akhirat: menjadi musuh satu sama lain

11. Doa

“Ya Allah, jadikanlah kami sahabat yang saling mencintai karena-Mu, saling menasihati dalam kebaikan, dan jauhkan kami dari hati yang iri, dengki, dan khianat. Satukan kami di dunia dalam ketaatan, dan kumpulkan kami di akhirat dalam surga-Mu.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para sahabat yang tetap setia dalam kebaikan, yang mengingatkan saat lalai, dan yang tetap mendoakan dalam diam. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.


Penutup

Adab kepada sahabat adalah cermin hati.
Jika ingin dekat dengan Allah, maka perbaiki adab kepada sesama.

“Sahabat yang baik bukan hanya menemani hidupmu, tapi menyelamatkan akhiratmu.”


202. TIDAK SEDIH DAN TIDAK TAKUT

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *TIDAK SEDIH DAN TIDAK TAKUT*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 15 DZULKA'DA 1447 / 03 MEI 2026


⏰  15.30 - SELESAI


TEMPAT  :

*RUMAH BU RISA, GRIYA KEBRAON SELATAN I BLOK C / 7C SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/wJl2r8YcOOk?si=mueZQuU1MQNIlVgc

.............

BULETIN TAUZIYAH
(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“TIDAK SEDIH DAN TIDAK TAKUT”


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Ungkapan “tidak sedih dan tidak takut” berasal dari banyak ayat Al-Qur’an, di antaranya:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Yunus: 62)

Dalam perspektif tasawuf:

  • Tidak takut (khauf) → tidak gelisah terhadap masa depan dunia.
  • Tidak sedih (huzn) → tidak larut dalam penyesalan masa lalu dunia.

Makna hakikinya:

Hati yang telah bersih (tazkiyah) akan tenang karena bergantung hanya kepada Allah.

Orang yang sampai pada maqam ini:

  • Ridha terhadap takdir
  • Yakin terhadap janji Allah
  • Tidak diperbudak oleh dunia

2. Hukum (Ahkam)

  • Wajib: beriman kepada janji Allah tentang ketenangan hati.
  • Haram: berputus asa dari rahmat Allah.
  • Makruh: berlebihan dalam kesedihan dunia.
  • Sunnah: memperbanyak dzikir dan tawakkal.

Allah berfirman:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Dunia bukan tempat ketenangan sejati
  • Hati yang bergantung pada makhluk pasti gelisah
  • Ketenteraman hanya milik orang yang dekat dengan Allah
  • Ujian adalah jalan menuju maqam ketenangan

4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, Hadis Qudsi

Al-Qur’an

  • QS. Yunus: 62
  • QS. Al-Baqarah: 38

“Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, maka tidak ada rasa takut dan tidak bersedih hati.”

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberi manfaat, mereka tidak akan mampu kecuali apa yang Allah tetapkan.” (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”


5. Analisis dan Argumentasi

Secara tasawuf:

  • Rasa takut muncul karena ketergantungan pada selain Allah
  • Kesedihan muncul karena cinta dunia yang berlebihan

Jika hati:

  • Bersandar kepada Allah → lahir ketenangan
  • Bersandar kepada dunia → lahir kecemasan

Maka:

“Tidak takut dan tidak sedih” bukan kondisi tanpa ujian, tapi kondisi hati yang telah mengenal Allah.


6. Amalan (Implementasi)

  • Dzikir pagi dan petang
  • Membaca: Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa
  • Shalat malam (tahajud)
  • Sedekah rutin
  • Membiasakan berkata: Qadarullah wa maa syaa’a fa’al

Latihan hati:

  • Saat kehilangan → katakan: Ini milik Allah
  • Saat takut → katakan: Allah cukup bagiku

7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era sekarang:

  • Banyak orang cemas (overthinking)
  • Takut masa depan (ekonomi, pekerjaan)
  • Sedih karena media sosial (perbandingan hidup)

Padahal:

Penyakit utama zaman ini adalah hati yang kosong dari Allah.

Solusinya:

  • Kurangi ketergantungan pada validasi manusia
  • Perbanyak koneksi dengan Allah

8. Motivasi

Jika engkau ingin hidup tenang:

  • Jangan bergantung pada manusia
  • Jangan menggantungkan harapan pada dunia
  • Gantungkan semuanya kepada Allah

Orang yang bersama Allah, tidak akan pernah sendirian.


9. Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Kenapa aku masih takut?
  • Apa yang aku khawatirkan selain Allah?
  • Kenapa aku masih sedih berlebihan?

Cara muhasabah:

  1. Diam di malam hari
  2. Ingat dosa-dosa
  3. Ingat kematian
  4. Perbanyak istighfar

10. Kemuliaan dan Kehinaan

Jika Mengamalkan

Di Dunia:

  • Hati tenang
  • Wajah bercahaya
  • Hidup berkah

Di Alam Kubur:

  • Dilapangkan kuburnya
  • Ditemani amal shalih

Di Hari Kiamat:

  • Tidak panik
  • Mendapat perlindungan Allah

Di Akhirat:

  • Masuk surga tanpa rasa takut

Jika Tidak Mengamalkan

Di Dunia:

  • Gelisah, cemas
  • Tidak pernah puas

Di Kubur:

  • Sempit dan gelap

Di Kiamat:

  • Ketakutan besar

Di Akhirat:

  • Penyesalan abadi

11. Doa

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari rasa takut kepada selain-Mu,
dan hilangkan kesedihan kami karena dunia.
Jadikan kami termasuk hamba-Mu yang tidak takut dan tidak bersedih.
Karuniakan kami ketenangan dalam dzikir kepada-Mu. Aamiin.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada:

  • Para pembaca yang haus akan ilmu
  • Para pencari jalan Allah
  • Semua yang berusaha membersihkan hati

Semoga buletin ini menjadi:

  • Cahaya di hati
  • Penenang jiwa
  • Jalan menuju ridha Allah

“Ketika hati mengenal Allah, maka dunia tidak lagi menakutkan, dan kehilangan tidak lagi menyedihkan.”


201. TIGA LANDASAN UTAMA : SYIRIK

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB TIGA LANDASAN UTAMA : SYIRIK*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 16 DZULKA'DA 1447 / 03 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI


TEMPAT  :

*MASJID AL KAUTSAR, JL. BRATANG GEDE III-H / 27-29 SURABAYA*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/00qF-g1FBCw?si=IwosA5dJuNTHWCdV

...........

Berikut buletin tauziah yang Anda minta, disusun dengan pendekatan tasawuf (Tazkiyatun Nufūs):


(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

KITAB: TIGA LANDASAN UTAMA SYIRIK


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

“Tiga landasan utama syirik” dapat dipahami sebagai akar-akar yang menyebabkan hati berpaling dari Allah, yaitu:

  1. Bergantung kepada selain Allah (ta’alluq bil makhluq)
  2. Menyandarkan sebab kepada makhluk, bukan kepada Allah (ghaflah dari Musabbibul Asbab)
  3. Mencari ridha makhluk dengan mengorbankan ridha Allah

Dalam perspektif tasawuf, syirik bukan hanya menyembah berhala, tetapi juga ketergantungan hati kepada selain Allah. Bahkan, riya’, ujub, dan sum’ah termasuk syirik khafi (tersembunyi).

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)


2. Hukum (Ahkam)

  • Syirik akbar (besar): Mengeluarkan dari Islam (menyembah selain Allah).
  • Syirik ashghar (kecil): Tidak mengeluarkan dari Islam, tetapi merusak amal (riya’, sum’ah).
  • Dalam tasawuf:
    • Wajib membersihkan hati dari segala bentuk ketergantungan selain Allah.
    • Haram menjadikan makhluk sebagai tujuan utama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Hati manusia mudah condong kepada selain Allah.
  • Amal bisa rusak walaupun tampak besar.
  • Tauhid bukan hanya di lisan, tapi harus hidup dalam hati.
  • Ketergantungan kepada makhluk melahirkan kecewa, sedangkan bergantung kepada Allah melahirkan ketenangan.

4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

  • “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik...” (QS. An-Nisa: 48)
  • “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal.” (QS. Al-Ma’idah: 23)

Hadis:

  • “Barang siapa yang riya’, Allah akan memperlihatkan (aibnya).” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis Qudsi:

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa beramal dan menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR. Muslim)


5. Analisis dan Argumentasi

Dalam kehidupan modern, syirik tidak selalu berbentuk penyembahan berhala, tetapi:

  • Mengkultuskan jabatan, uang, atau manusia
  • Mengukur nilai diri dari pujian manusia
  • Mengandalkan kekuatan dunia tanpa menyandarkan kepada Allah

Tasawuf mengajarkan:
“Putuskan ketergantungan dari makhluk, sambungkan hati hanya kepada Allah.”

Syirik halus lebih berbahaya karena:

  • Tidak terasa
  • Masuk dalam amal ibadah
  • Menghancurkan pahala secara diam-diam

6. Amalan (Implementasi)

  • Melatih ikhlas dalam setiap amal
  • Memperbanyak dzikir: Laa ilaaha illa anta
  • Tawakal setelah usaha
  • Menghindari pujian dan mencari ridha Allah
  • Muhasabah niat sebelum dan sesudah amal

7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era media sosial:

  • Ibadah dipamerkan (riya’ digital)
  • Sedekah direkam untuk konten
  • Ukuran kebaikan = likes & views
  • Ketergantungan pada followers

Ini adalah bentuk baru syirik halus.


8. Motivasi

  • Ikhlas itu tenang, tidak butuh pengakuan
  • Orang yang bertauhid kuat, tidak mudah kecewa
  • Allah melihat hati, bukan penampilan

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)


9. Muhasabah & Caranya

Pertanyaan muhasabah:

  • Apakah saya beramal karena Allah atau manusia?
  • Apakah saya sedih jika tidak dipuji?
  • Apakah hati saya bergantung kepada makhluk?

Caranya:

  • Niatkan ulang setiap amal
  • Sembunyikan amal sebisa mungkin
  • Perbanyak istighfar
  • Berkhalwat (menyendiri untuk evaluasi diri)

10. Kemuliaan & Kehinaan

Di Dunia

  • Tauhid → Tenang, mulia
  • Syirik → Gelisah, bergantung, hina

Di Alam Kubur

  • Tauhid → Lapang dan terang
  • Syirik → Sempit dan gelap

Di Hari Kiamat

  • Tauhid → Selamat
  • Syirik → Tidak diampuni jika tidak taubat

Di Akhirat

  • Tauhid → Surga
  • Syirik → Neraka

11. Doa

اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك شيئًا ونحن نعلم، ونستغفرك لما لا نعلم

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun atas apa yang tidak kami ketahui.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi tauziah ini. Semoga Allah membersihkan hati kita dari syirik yang tampak maupun tersembunyi, dan menjadikan kita hamba yang ikhlas dalam setiap amal.