ABU NAWAS BILANG: “YESUS NABI, BUKAN TUHAN?” ๐
Ada yang bertanya kepada Abu Nawas:
“Kalau begitu, bagaimana kamu membuktikan bahwa Yesus itu nabi, bukan Tuhan?”
Abu Nawas tersenyum.
“Gampang, Bro… kita pakai logika santai saja. ๐
Kalau seseorang berdoa kepada Tuhan, berarti dia sedang berdoa kepada siapa?
Kalau seseorang diutus oleh Tuhan, berarti yang mengutus dan yang diutus sama-sama siapa?
Kalau seseorang mengatakan bahwa dirinya datang membawa kehendak Tuhan, berarti dia membawa pesan dari siapa?
Dan kalau seseorang lahir, makan, tidur, merasa lapar, berdoa, dan hidup sebagai manusia, ya jangan buru-buru kita sebut Tuhan.
Tuhan itu bukan makhluk yang membutuhkan makan, tidur, atau pertolongan.
Jadi, kata Abu Nawas:
“Jangan karena kita mencintai seorang nabi, lalu kita menjadikannya Tuhan. Justru menghormati nabi adalah dengan menempatkannya sebagaimana mestinya.”
Lalu Abu Nawas menutup dengan senyum:
“Kalau Tuhan yang menciptakan manusia, jangan sampai manusia malah menciptakan konsep tentang Tuhan sesuai pikirannya sendiri.” ๐
Santai saja dalam berdiskusi.
Beda keyakinan bukan alasan untuk saling menghina.
Kita boleh berbeda dalam akidah, tapi tetap wajib menjaga adab.
Allah berfirman:
َูุง ุฅِْูุฑَุงَู ِูู ุงูุฏِِّูู
“Tidak ada paksaan dalam agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)
Ngaji boleh serius,
diskusi boleh tajam,
tapi adab jangan sampai hilang. ๐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar