Minggu, 13 September 2026

1561tan. ILMU YANG DIWARISKAN PARA NABI: JANGAN SIBUK MENGEJAR YANG UDAH DIJAMIN, NANTI LUPA TUGAS UTAMA

 

ILMU YANG DIWARISKAN PARA NABI: JANGAN SIBUK MENGEJAR YANG UDAH DIJAMIN, NANTI LUPA TUGAS UTAMA

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 13 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

BAB 24 TENTANG RAKUS DAN BERKHAYAL.

Al-Faqih, kata Abu Darda’, Para Ulama tinggal sedikit (banyak yang wafat) dan kebanyakan orang dungu tidak mau belajar (oleh karena itu), belajarlah sebelum lenyap ilmu itu dengan wafatnya para Ulama. Kenapa kalian lebih rakus (harta) disibukkan dengan sesuatu (rezeki) yang sudah dijamin Allah? menganggap enteng pada tugasmu?

...................

1. Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu pernah berpesan, “Al-Faqih, para ulama semakin sedikit karena banyak yang wafat, dan kebanyakan orang bodoh enggan belajar. Maka belajarlah sebelum ilmu itu lenyap seiring wafatnya para ulama. Kenapa kalian lebih rakus harta, sibuk dengan rezeki yang sudah dijamin Allah, tapi menganggap enteng tugasmu?”

Intinya: kita ini sering kebalik. Yang dijamin Allah malah dikejar mati-matian. Yang jadi tugas kita malah disepelekan. Tujuan tasawuf bukan jadi sempurna, tapi terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

---

2. Nasehat: Ayat Qur'an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi

Al-Qur'an:

"Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56)

Hadis Shahih:

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Hadis Qudsi:

"Wahai anak Adam, Aku telah menjamin rezekimu, maka janganlah engkau sibuk dengan apa yang telah Aku jamin, dan sibuklah dengan apa yang Aku perintahkan kepadamu."

---

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Zaman Viral

Di era scroll-scroll medsos, hati kita gampang banget keracunan. Kita sibuk ngelihat hidup orang, pamer harta, pamer pencapaian, tapi lupa tujuan hidup. Makrifatnya: kenali Allah lewat keteraturan-Nya, lewat rezeki yang udah diatur tanpa kita minta. Hakekatnya: semua yang ada di dunia ini cuma alat, bukan tujuan. Tarekahnya: kurangi konsumsi konten yang bikin hati gelap, perbanyak dzikir dan ilmu. Ganti doomscrolling dengan membaca ayat dan hadis.

---

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah itu ngecek diri sendiri, bukan ngecek hidup orang lain. Tiap malam, tanya: hari ini aku nambah ilmu apa? Aku ingat Allah berapa kali? Atau sibuk mikirin like dan validasi orang?

Caranya:

· Tidur lebih awal, bangun sebelum subuh, shalat tahajud walau 2 rakaat.

· Baca satu ayat, resapi artinya.

· Sedekah walau receh, karena itu bukti hati nggak cinta dunia banget.

· Kurangi ngobrol yang nggak perlu, perbanyak diam dan dzikir.

---

5. Doa

Ya Allah, jadikan kami hamba yang haus ilmu, bukan haus pujian. Jangan biarkan kami sibuk mengejar yang sudah Engkau jamin, sampai lupa tugas utama: mengenal-Mu dan beribadah kepada-Mu. Tetapkan hati kami dalam dzikir dan syukur. Aamiin.

---

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah mengingatkan aku, baik langsung maupun lewat tulisan. Maaf kalau ada salah kata atau sikap yang kurang berkenan. Semua ini bukan buat menggurui, tapi buat ngingetin diri sendiri yang masih jauh dari istiqamah.

.....

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #RenunganHati #Tasawuf #JanganSibukYangDijamin #BelajarSebelumIlmuLenyap #Dzikir #MendekatKepadaAllah #HatiTenang #IslamRahmatanLilAlamin

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1560mia. HATI YANG BERKARAT: KETIKA JANJI JADI BEBAN

 


HATI YANG BERKARAT: KETIKA JANJI JADI BEBAN

...................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

....................

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu,  12 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Nurul Huda, nyantri bareng Ust. Zainal kupas tipis tipis kitab Miatu hadisy syarifah.

(Karya Syaikh Yusuf An-Nabhani).

No : 50. 

اية المنافق ثلاث, اذا حدث كذب, واذا وعد اخلف, واذائتمن خان.

 Tanda-tanda orang Munafiq itu ada tiga:

1. Ketika bercerita, bohong,

2. Ketika berjanji, berselisih,

3. Ketika di percaya, berkhianat. 

.............

1. Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat, sadar nggak sih? Di zaman serba viral ini, kadang kita lebih sibuk jaga feed biar kelihatan aesthetic, tapi lupa jaga hati yang udah mulai berjamur. Tanda-tanda munafik yang disebutin Nabi bukan cuma buat politikus atau pejabat, tapi buat kita semua. Tujuannya bukan buat nyinyirin orang lain, tapi buat check-in diri sendiri: udah berapa kali aku bohong demi kelihatan keren? Udah berapa janji yang aku ingkarin demi mood? Tazkiyatun Nufūs itu proses deep clean jiwa, bukan sekadar update status biar dibilang saleh.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka." (QS. An-Nisa: 142)

Hadis Shahih:

"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila ia berbicara, ia berdusta; apabila ia berjanji, ia mengingkari; dan apabila ia dipercaya, ia berkhianat." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis Qudsi:

"Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersekutu, selama salah satunya tidak mengkhianati yang lain. Apabila ia mengkhianati, maka Aku keluar dari keduanya." (HR. Abu Dawud)

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Makrifatnya: sadar bahwa Allah live streaming 24 jam, nggak ada mode private. Hakekatnya: munafik itu penyakit hati yang bikin cahaya ilahi redup. Tarekahnya di era viral: sebelum share, tanya dulu "ini bohong nggak?" Sebelum janji, tanya "mampu nggak?" Sebelum dikasih amanah, tanya "siap khianat nggak?" Jangan sampai kita jadi orang yang viral di mata manusia, tapi hilang di hadapan Allah.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah malam sebelum tidur: hitung tiga hal tadi. Kalau ada dusta, janji dilanggar, atau amanah dikhianati—langsung istighfar, minta maaf, dan perbaiki. Tasawuf bukan soal jubah atau tasbih, tapi soal jujur sama diri sendiri di hadapan Allah. Healing sejati bukan liburan ke Bali, tapi sujud di sepertiga malam.

5. Doa

"Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, jaga lisanku dari dusta, teguhkan janjiku, dan peliharalah amanahku. Jadikan aku hamba yang jujur meski tak dilihat manusia, karena Engkau selalu melihatku."

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang udah baca. Maaf kalau ada salah kata, khilaf, atau tingkah laku yang nggak berkenan. Semua ini murni buat kebaikan bareng-bareng.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JujurItuKeren #HatiBersih #RenunganHati #IslamRahmatanLilAlamin #SelfReminder

.................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—