RAHASIA HIKMAH DI BALIK SEORANG MAJUSI YANG BERUNTUNG
.................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
.................
Bismillahirahmanirrahim.
Sabtu, 19 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an tempo hari dari masjid Nurul Huda nyantri bareng Ust. Farid A. kupas tipis tipis kitab Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri, :
HADITS KE-26 : ANJURAN UNTUK MURAH HATI (KEDERMAWANAN)
Majusi yang Beruntung Sesuai dengan hadis di atas, ada sebuah kisah tentang seseorang yang bernama Bahrom yang menganut kepercayaan Majusi.
Abdullah bin Mubarok berkata:
Setiap tahun, aku melaksanakan ibadah haji. Pada waktu itu, aku berada di Hijr Ismail. Kemudian aku tidur dan memimpikan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang berkata kepadaku:
Kemudian aku terbangun dan membaca Laa Haula Wa Laa Quwwat Illa Billaahi al-‘Aliyyi al- ‘Adziim. Mimpi ini berasal dari setan. Kemudian aku berwudhu, sholat, dan thowaf di Ka’bah sebisa mungkin. Di tengah-tengah aktivitas ibadahku, aku merasa kantuk dan tidur. Di dalam tidurku, aku memimpikan mimpi yang sama seperti sebelumnya sebanyak tiga kali.
Ketika aku telah menyelesaikan ibadah hajiku, aku pun pulang ke Baghdad dan mencari kampong dan alamat yang disebutkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dalam mimpiku. Kemudian aku mendapati laki-laki tua.
“Apakah kamu adalah Bahrom al- Majusi?” tanyaku.
“Ya. Aku adalah Bahrom al- Majusi,” jawabnya.
“Apakah kamu memiliki suatu amal baik di sisi Allah?” tanyaku.
“Ya. Aku memilikinya. Aku pernah menghutangi orang-orang 10 dirham dan menagihnya 11 dirham. Menurutku ini adalah perbuatan baik,” jawabnya.
“Itu merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”
“Ya. Ada. Aku memiliki 4 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Kemudian aku menikahkan masing-masing 4 anak perempuanku dengan masing- masing 4 anak laki-lakiku.”
Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”
“Ya. Ada. Aku mengadakan suatu acara walimah bagi orang-orang majusi ketika aku menikahkah anak-anak perempuanku itu.”
“Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”
“Ya. Ada. Aku memiliki seorang anak perempuan lagi sangat cantik. Kemudian aku tidak mendapati laki-laki yang sepadan
pertamaku dengannya. Orang- orang Majusi yang hadir pada malam itu adalah lebih dari 1000 orang.”
Itu juga merupakan perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?”
“Ya. Ada. Pada malam hari dimana aku menjimak anak perempuanku itu, ada seorang wanita muslimah dari ahli penganut agamamu menyalakan obornya lewat oborku. Kemudian ia pulang dan memadamkan obornya.
Kemudian aku menjimak anak perempuanku untuk yang kedua kalinya. Tiba-tiba aku melihat wanita muslimah itu menyalakan obornya lagi melalui oborku. Kemudian ia pulang dan memadamkan obornya lagi.
Kemudian aku menjimak anak perempuanku untuk yang ketiga kalinya. Kemudian wanita muslimah itu menyalakan obornya lagi melalui oborku. Kemudian ia pulang dan ia memadamkan obornya lagi.
Kemudian aku curiga barangkali wanita muslimah ini adalah mata- mata untuk mencuri. Kemudian aku membuntutinya dari belakang. Aku melihat ia masuk ke dalam rumahnya dan menumui anak-anak perempuannya. Mereka berkata kepadanya:
“Ooh ibu! Apakah kamu membawa sesuatu makanan? Kita sudah tidak kuat dan tidak tahan karena lapar.”
Kemudian wanita muslimah itu meneteskan air mata dan berkata:
‘Aku malu kepada Allah kalau aku meminta kepada selain-Nya, apalagi kepada musuh Allah, yaitu orang Majusi’.
Setelah aku mendengar perkataannya itu, aku pun pulang ke rumah. Aku mengambil wadah dan mengisinya makanan banyak. Kemudian aku pergi ke rumah wanita muslimah itu.
Abdullah bin Mubarok berkata, “Ini baru merupakan perbuatan yang baik. Ada kabar gembira untukmu.”
Kemudian aku (Abdullah bin Mubarok) menceritakan kepada Bahrom al-Majusi tentang mimpi bertemu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dan pesan beliau untuknya.
Mendengar ceritaku, akhirnya Bahrom mengatakan Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya. Kemudian ia seketika jatuh tersungkur dan mati. Aku pun memandikan, mengkafani, mengatakan, “Wahai para hamba Allah! Bersikap dermawanlah kepada sesama makhluk Allah karena sikap dermawan dapat mengubah para musuh menjadi para kekasih.”
.........
1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Kisah Bahrom al-Majusi ini ngajarin kita satu hal yang sering aku lupa: bahwa hidayah itu datangnya dari Allah, dan sering banget lewat jalan yang gak kita duga. Bahrom itu bukan orang baik-baik amal versi standar. Dia penyembah api, riba, nikahin anak sendiri — semua yang secara syariat jelas haram. Tapi di balik itu semua, ada satu tetes kebaikan: hatinya tersentuh sama seorang ibu muslimah yang gak mau minta bantuan ke "musuh Allah" karena malu sama Allah.
Intinya bukan tentang jadi sempurna. Bukan tentang pamer amal. Tapi tentang gimana hati yang kotor pun bisa Allah bersihin dalam sekejap, kalau Dia berkehendak. Tujuannya? Supaya kita gak gampang nge-judge orang, dan lebih sibuk muhasabah diri sendiri.
---
2. Nasehat
Ayat Qur'an:
"إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ"
"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Muddatstsir: 31)
Hadis Shahih:
"إِنَّ اللَّهَ لَيُدْخِلُ بِالْعَبْدِ الْكَافِرِ الْجَنَّةَ"
"Sesungguhnya Allah benar-benar memasukkan hamba yang kafir ke dalam surga." (HR. Ahmad)
Hadis Qudsi:
"يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ السَّمَاءَ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي لَغَفَرْتُ لَكَ"
"Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, lalu engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu." (HR. Tirmidzi)
---
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Makrifatnya: Allah itu Maha Luas rahmat-Nya. Gak ada yang bisa nge-limit kuasa-Nya. Hakekatnya: hidayah itu murni hadiah, bukan hasil usaha kita semata. Tarekahnya buat zaman now yang serba viral ini: stop scroll timeline buat nyari kesalahan orang. Mulai perhatiin hal kecil yang bisa bikin hati kita lembut — sedekah, bantu orang susah, jaga lisan.
---
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Dalam tasawuf, ini namanya tazkiyatun nufus — nyuci hati. Caranya? Setiap malam sebelum tidur, tanya diri sendiri: "Hari ini aku nyakitin hati siapa? Aku bantu siapa? Aku lupa sama Allah gak?" Jangan nunggu jadi suci dulu baru mendekat. Justru yang kotor itu yang butuh dibersihin.
---
5. Doa
Ya Allah, janganlah Engkau pandang dosa-dosa kami, tapi pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu. Bersihkan hati kami dari penyakit riya, sombong, dan gampang menghakimi. Berikan kami hidayah seperti yang Engkau berikan kepada Bahrom al-Majusi. Aamiin.
---
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat njenengan semua yang udah baca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, ini murni kekurangan aku sebagai hamba yang masih belajar.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Hidayah #Tasawuf #RenunganHati #MenataHati #IslamRahmatanLilAlamin #SelfReminder
.........
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
