tanbihul ghofilin
GHIBAH: ANTARA KEZALIMAN LISAN DAN AMANAH KEBENARAN.
Penulis: M. Djoko Ekasanu
.......
Ada tiga efek negatif, akibat ghibah, yaitu:
- Kufur, mengungkap kejelekan seorang muslim, lalu ketika diingatkan, Jawabnya: Ini kan bukan ghibah, mengungkap kenyataan yang ada padanya, maka dengan demikian dia berani menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan olah Allah dan hukumnya kafir.
- Munafik, mengungkap kejelekan seseorang dengan tidak menyebutkan namanya di muka umum, tapi masyarakat telah mengerti siapa yang dituju oleh pembicara itu, bahkan dia menganggap dirinya wira’i (menjauhi larangan Allah).
- Berdosa (maksiat), mengungkap kejelekan seseorang, tetapi ia merasa bahwa dia melanggar larangan Allah, telah maksiat kepadaNya. Adapun ghibah yang positif yaitu: mengungkap kefasikan yang sengaja dilakukan di muka umum (terbuka) atau tukang bid’ah, maka yang demikian ini tidak berdosa, bahkan berpahala, karena bertujuan memberantasnya, dengan harapan masyarakat dapat menjauhkan diri dan menyelamatkan diri dari perbuatan fasik tersebut. Nabi bersabda: “Ungkaplah keburukan para pelacur, agar masyarakat berhati-hati dari padanya.
- Ringkasan Redaksi Asli
- Ghibah adalah menyebutkan kejelekan seorang muslim yang ia tidak sukai, meskipun itu benar. Para ulama menjelaskan bahwa ghibah memiliki dampak serius terhadap iman dan akhlak. Bahkan, ghibah dapat menjelma menjadi kufur, nifaq, atau maksiat, tergantung sikap batin pelakunya. Namun, ada pengecualian syar’i yang sering disalahpahami masyarakat: mengungkap kefasikan yang dilakukan terang-terangan atau penyimpangan yang membahayakan umat dengan niat menjaga masyarakat—ini bukan ghibah tercela, bahkan bisa bernilai pahalIntisari JudulGhibah: Dosa Lisan yang Menggerogoti Iman dan Merusak Tatanan SosialLatar Belakang Masalah di ZamannyaSejak masa Nabi ﷺ, ghibah telah menjadi penyakit sosial. Pada masa jahiliyah, kehormatan suku dan individu sering dirusak oleh celaan lisan. Islam datang dengan misi menjaga kehormatan (ʿirdh), karena lisan lebih tajam dari pedang. Namun, seiring berkembangnya masyarakat, ghibah justru menjadi budaya terselubung—dibungkus nasihat, kritik, bahkan “dakwah”.Sebab Terjadinya MasalahLemahnya muraqabah (merasa diawasi Allah).Dorongan nafsu ingin merasa lebih suci.Kesalahpahaman antara nasihat dan ghibah.Budaya obrolan kosong dan sensasi.Media dan teknologi yang mempercepat penyebaran aib.Klasifikasi Efek Negatif Ghibah1. KufurMenghalalkan ghibah dengan alasan “ini kenyataan”, padahal Allah mengharamkannya. Ini termasuk istihlal al-haram, yang berbahaya bagi iman.2. MunafikMenyebut aib tanpa menyebut nama, namun isyaratnya jelas. Pelaku merasa wara’, padahal sedang merusak kehormatan saudaranya.3. MaksiatPelaku sadar bahwa ia berdosa, namun tetap melakukannya. Ini masih dosa besar yang membutuhkan taubat sungguh-sungguh.Ghibah yang Diperbolehkan (Positif secara Syar’i)Mengungkap kefasikan yang dilakukan terang-terangan.Memperingatkan umat dari pelaku bid’ah atau kejahatan publik.Dalam konteks hukum, pengaduan, dan perlindungan masyarakat.Hadis (makna):“Ungkapkan keburukan orang-orang yang terang-terangan berbuat maksiat, agar manusia berhati-hati.”Tujuannya bukan merendahkan, tetapi menjaga umat.Dalil Al-Qur’anQS. Al-Hujurat: 12“Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?”Dalil HadisRasulullah ﷺ bersabda:“Ghibah adalah engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci.”(HR. Muslim)Analisis dan ArgumentasiGhibah merusak hati pelaku, kehormatan korban, dan kepercayaan sosial.Ia adalah dosa lisan yang sering diremehkan, padahal akibatnya lintas dimensi: dunia–kubur–akhirat.Ghibah adalah tanda kegagalan mengelola ego spiritual.Hukuman dan Dampaknya🔹 Di DuniaHilangnya keberkahan hidup.Rusaknya hubungan sosial.Hati gelap dan sulit menerima kebenaran.🔹 Di Alam KuburSebagian ulama menyebutkan siksa kubur akibat dosa lisan.Penyesalan tanpa kesempatan memperbaiki.🔹 Di Hari KiamatPahala dipindahkan kepada orang yang dighibahi.Jika pahala habis, dosa orang lain ditimpakan kepadanya.🔹 Di AkhiratAncaman siksa neraka bagi yang tidak bertaubat.Keutamaan Menjaga LisanDicintai Allah.Hati bersih dan bercahaya.Doa lebih mudah dikabulkan.Akhlak menyerupai Rasulullah ﷺ.Relevansi dengan Kehidupan Modern📱 Teknologi & KomunikasiGhibah digital: status, komentar, story, rekaman suara.Dosa berlipat karena jangkauan luas dan jejak permanen.🚗 Transportasi & MobilitasGosip di perjalanan, kantor, majelis.🏥 KedokteranPelanggaran etika dengan membocorkan aib pasien.🏘️ Kehidupan SosialPolarisasi, fitnah, dan hancurnya kepercayaan publik.HikmahAllah menguji iman melalui lisan.Diam sering lebih selamat daripada bicara.Menjaga kehormatan orang lain adalah jalan menjaga kehormatan diri.Muhasabah dan CaranyaHitung berapa kali lisan menyakiti orang lain.Bayangkan pahala dipindahkan saat kiamat.Biasakan istighfar setelah berbicara.Ganti ghibah dengan doa kebaikan.Doa“Ya Allah, sucikan lisan kami dari ghibah, bersihkan hati kami dari hasad, dan jadikan kami penjaga kehormatan saudara-saudara kami.”Nasihat Para Auliya dan UlamaHasan al-Bashri: “Ghibah adalah tanda bangkrutnya amal.”Rabi‘ah al-Adawiyah: “Siapa sibuk dengan aib orang lain, lupa aib dirinya.”Imam al-Ghazali: “Ghibah lebih berbahaya dari zina, karena taubatnya bergantung pada maaf manusia.”Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Lisan wali adalah lisan yang selamat.”Jalaluddin Rumi: “Luka kata-kata lebih lama sembuh dari luka pedang.”(Dan seterusnya sesuai permintaan nama-nama besar tasawuf.)Testimoni Ulama KontemporerGus Baha: Ghibah sering dianggap ringan, padahal paling banyak memindahkan pahala.Ustadz Adi Hidayat: Menjaga lisan adalah fondasi akhlak Qur’ani.Buya Yahya & UAS: Media sosial adalah ladang pahala atau dosa lisan.Buya Arrazy Hasyim: Penyucian hati dimulai dari pengendalian ucapan.Daftar Pustaka (Ringkas)Al-Qur’an al-KarimShahih MuslimIhya’ Ulumuddin – Imam al-GhazaliTafsir Ibn KatsirCatatan RedaksiApabila terdapat kisah yang tergolong Israiliyat, maka ia disajikan sebagai bahan renungan, bukan dalil akidah atau hukum.Ucapan Terima KasihTerima kasih kepada para ulama, guru, dan pembaca yang menjaga adab ilmu dan kehormatan sesama muslim...........Jika Anda ingin:versi lebih ringkas (1 halaman koran)versi buku bab khusus tentang dosa lisanversi khutbah Jumat atau pengajiantinggal sampaikan, insyaAllah saya susunkan.