1075
Pasal Murtad.
Atau ada orang bertanya kepadanya: Mengapa kamu tidak memotong kukumu, bukankah memotong kuku adalah sunah, lalu dia menjawab dengan nada menghina: ‘Aku tidak akan mengerjakannya sekalipun sunah.’ Begitu juga orang yang mengatakan kepada orang yang membaca lahaula wala quwwata ilia billahil adhim ‘Sesungguhnya bacaan tersebut tidak bisa mengenyangkan perut yang lapar.’
Atau berkata kepada orang yang membaca Yarhamukallah ( يَرْحَمُكَ اللهُ ) untuk orang yang berbuat kekejian: Semoga engkau diberi rahmat oleh Allah, tapi dia malah berkata: Jangan berkata demikian, seolah-olah dia (orang yang mengerjakan kekejian) itu tidak membutuhkan terhadap rahmat-Nya atau seolah-olah gengsi sekali bila dia membutuhkan rahmat-Nya.
..........
Buletin Tauziah Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs
Menjaga Adab terhadap Syiar Agama: Bahaya Meremehkan Sunnah dan Rahmat Allah
Muqaddimah
Dalam redaksi yang dikutip dari pembahasan tentang murtad, para ulama menjelaskan bahwa bukan hanya perbuatan kufur yang dapat merusak iman, tetapi juga ucapan yang mengandung penghinaan terhadap syiar agama, sunnah Rasulullah ﷺ, zikir, atau rahmat Allah Ta'ala. Oleh sebab itu seorang mukmin wajib menjaga lisan, hati, dan adabnya terhadap seluruh perkara yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya.
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Redaksi tersebut menjelaskan beberapa contoh ucapan yang berbahaya:
-
Menolak sunnah dengan nada menghina:
"Aku tidak akan mengerjakannya sekalipun sunnah."
Bukan sekadar meninggalkan sunnah, tetapi menghina dan meremehkannya.
-
Meremehkan zikir:
"Lā haula wa lā quwwata illā billāh tidak bisa mengenyangkan perut yang lapar."
Kalimat ini dapat mengandung penghinaan terhadap zikir apabila diucapkan dengan maksud meremehkan keutamaan zikir.
-
Meremehkan rahmat Allah:
Ketika seseorang mengucapkan "Yarhamukallāh", lalu dijawab dengan nada menolak karena merasa tidak membutuhkan rahmat Allah.
Dalam perspektif tasawuf, akar masalahnya adalah:
- Kesombongan (kibr)
- Merasa cukup tanpa Allah (istighnā')
- Kurang pengagungan kepada syiar agama (ta'zhīm sya'āirillāh)
- Penyakit hati yang menghalangi cahaya iman
Allah tidak hanya melihat ucapan lahiriah, tetapi juga niat dan penghormatan hati terhadap agama.
2. Hukum (Ahkam)
A. Mengagungkan syiar agama adalah wajib
Allah berfirman:
"Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati."
(QS. Al-Hajj: 32)
B. Menghina syiar agama dapat menyebabkan kufur
Apabila seseorang sengaja menghina:
- Allah
- Rasul
- Al-Qur'an
- Sunnah Nabi
- Syiar Islam
maka para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut termasuk perbuatan yang sangat berbahaya dan dapat mengeluarkan seseorang dari Islam apabila memenuhi syarat-syarat hukum dan tidak ada penghalang seperti ketidaktahuan, kesalahan ucapan, atau paksaan.
C. Meninggalkan sunnah berbeda dengan menghina sunnah
- Meninggalkan sunnah karena malas = dosa atau kehilangan keutamaan.
- Menghina sunnah = perkara yang jauh lebih berat.
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Iman tidak hanya dijaga dengan amal tetapi juga ucapan.
2. Kesombongan dapat menghapus keberkahan ilmu.
3. Lisan lebih cepat menjerumuskan daripada anggota tubuh lainnya.
4. Orang yang mengenal Allah akan semakin menghormati agama-Nya.
5. Rahmat Allah dibutuhkan oleh seluruh makhluk.
Nabi, wali, ulama, orang saleh, semuanya hidup dengan rahmat Allah.
4. Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Hadis Qudsi
Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Janganlah kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan."
(QS. Al-Baqarah: 231)
Allah berfirman:
"Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
(QS. At-Taubah: 65)
Allah berfirman:
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."
(QS. Al-A'raf: 156)
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap ringan, namun menyebabkan ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Rahmat-Ku mendahului murka-Ku."
(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf
Para sufi menjelaskan bahwa sumber kemurtadan batin sering kali bukan kebodohan, melainkan:
Kibr (Kesombongan)
Iblis tidak kafir karena tidak mengenal Allah.
Ia kafir karena sombong.
Istighnā'
Merasa tidak membutuhkan Allah.
Ketika seseorang merasa tidak membutuhkan rahmat Allah, hakikatnya ia sedang tertipu oleh nafsunya.
Qaswatul Qalb
Kerasnya hati menyebabkan seseorang tidak lagi menghormati perkara agama.
Lidah hanyalah penerjemah isi hati.
Apabila hati dipenuhi pengagungan kepada Allah, lisan akan penuh adab.
6. Amalan (Implementasi)
Harian
- Membaca istighfar 100 kali.
- Membaca:
Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil 'azhīm.
- Membiasakan mengucapkan:
Astaghfirullah apabila terpeleset lisan.
- Menghindari candaan yang berkaitan dengan agama.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Bergaul dengan orang saleh dan beradab.
7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Teknologi
Media sosial membuat satu ucapan tersebar ke jutaan orang dalam hitungan detik.
Komunikasi
Budaya "konten lucu" sering menjadikan agama sebagai bahan candaan.
Transportasi
Mobilitas tinggi membuat banyak orang menyerap berbagai ide tanpa penyaringan ilmu.
Kedokteran
Kemajuan medis kadang membuat sebagian manusia merasa tidak membutuhkan pertolongan Allah.
Padahal kesembuhan tetap berasal dari Allah.
Kehidupan Sosial
Fenomena:
- menghina ulama
- meremehkan zikir
- memperolok syariat
- membuat meme agama
menjadi perkara yang banyak ditemukan di dunia digital.
Inilah sebabnya tazkiyatun nufūs semakin penting di era modern.
8. Motivasi
Wahai saudaraku,
Boleh jadi amal kita sedikit.
Boleh jadi ilmu kita belum banyak.
Tetapi jangan pernah kehilangan adab kepada Allah.
Allah meninggikan hamba yang memuliakan agama-Nya.
Orang yang menjaga lisan akan selamat.
Orang yang menjaga hati akan dekat dengan Allah.
Orang yang mengagungkan syiar Allah akan dimuliakan di dunia dan akhirat.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan kepada diri sendiri:
Muhasabah Lisan
- Apakah saya pernah bercanda tentang agama?
- Apakah saya pernah meremehkan sunnah?
Muhasabah Hati
- Apakah saya merasa lebih pintar daripada ulama?
- Apakah saya merasa tidak membutuhkan rahmat Allah?
Cara Memperbaiki
- Taubat nasuha.
- Memperbanyak istighfar.
- Menghadiri majelis ilmu.
- Bersahabat dengan orang saleh.
- Membaca kisah para wali dan ulama.
10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat
Kemuliaan
Di Dunia
- Hati tenang.
- Dicintai orang saleh.
- Mendapat keberkahan ilmu.
Di Alam Kubur
- Kubur menjadi taman surga.
- Mendapat rahmat Allah.
Di Hari Kiamat
- Mendapat naungan rahmat Allah.
- Wajah bercahaya.
Di Akhirat
- Dekat dengan Rasulullah ﷺ.
- Masuk surga dengan rahmat Allah.
Kehinaan
Di Dunia
- Hati keras.
- Sulit menerima nasihat.
Di Alam Kubur
Di Hari Kiamat
Di Akhirat
- Terhalang dari rahmat Allah apabila tidak bertaubat.
11. Doa
اللهم إنا نعوذ بك من الكفر والنفاق وسوء الأخلاق وسوء الأدب معك ومع رسولك.
اللهم اجعل قلوبنا معظمة لشعائرك، محبة لكتابك، متبعة لسنة نبيك ﷺ.
اللهم طهر قلوبنا من الكبر والعجب والرياء والغفلة.
اللهم ارزقنا حسن الأدب معك ومع خلقك، واجعل ألسنتنا عامرة بالذكر والشكر والاستغفار.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
آمين يا رب العالمين.
Artinya:
"Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kekafiran, kemunafikan, buruknya akhlak, dan buruknya adab kepada-Mu serta kepada Rasul-Mu. Ya Allah, jadikan hati kami mengagungkan syiar-Mu, mencintai Kitab-Mu, dan mengikuti Sunnah Nabi-Mu. Sucikan hati kami dari kesombongan, ujub, riya dan kelalaian. Karuniakan kepada kami adab yang baik kepada-Mu dan kepada seluruh makhluk-Mu. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan limpahkan kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia."
12. Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn.
Terima kasih kepada para ulama, masyayikh, guru-guru, dan seluruh pewaris Nabi yang telah membimbing umat agar menjaga kemurnian akidah, adab, dan akhlak. Semoga Allah Ta'ala membalas segala jasa mereka dengan pahala yang berlipat ganda, meninggikan derajat mereka di dunia dan akhirat, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga iman, lisan, dan hati hingga akhir hayat.
Wallāhu A'lam bish Shawāb.
.......,
Buletin Tauziah Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs
"Jaga Lisan, Jaga Hati: Bahaya Meremehkan Sunnah & Rahmat Allah"
---
📌 Pembukaan (Versi Santai)
Halo sobat-sobat sekalian yang dirahmati Allah,
Kita hidup di zaman yang serba cepet. Semua serba instan. Komunikasi tinggal ketik, scroll, share. Tapi pernah nggak sih kita sadar, kadang kita suka ketus atau main-main soal agama? Yang kita anggap candaan, ternyata bisa bahaya banget buat iman kita.
Nah, kali ini kita mau bahas satu topik yang agak berat tapi penting banget: bahayanya meremehkan sunnah dan rahmat Allah. Bukan cuma karena dosa biasa, tapi bisa berdampak ke keyakinan kita lho.
---
1️⃣ Makna Kasus: Kenapa Ini Serius?
Pernah nggak kamu dengar atau bahkan tanpa sadar kamu sendiri pernah bilang:
🗣️ "Ah, sunnah doang kok. Nggak penting."
🗣️ "Laa haula wala quwwata? Buat apa? Nggak kenyang-kenyang perut."
🗣️ "Nggak usah doain aku 'yarhamukallah', aku nggak butuh."
Kalimat-kalimat kayak gini kalau diucapkan dengan niat meremehkan, menghina, atau menertawakan agama, maka ini bukan cuma masalah adab biasa. Ini sudah nyentuh ranah yang lebih dalam.
Akar masalahnya? Sombong (kibr), merasa cukup tanpa Allah (istighna), dan kurangnya penghormatan ke syiar-syiar agama.
---
2️⃣ Hukum: Nggak Main-Main!
📖 Allah berfirman:
"Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati."
(QS. Al-Hajj: 32)
Artinya: Menghormati ajaran agama itu tandanya hati kita bertakwa.
📖 Allah juga berfirman:
"Janganlah kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan."
(QS. Al-Baqarah: 231)
Intinya:
· Meninggalkan sunnah karena malas → dosa, hilang pahala.
· Menghina sunnah → masalah besar, bahkan bisa mengancam keimanan.
---
3️⃣ Hikmah: Pelajaran Buat Kita
1. Iman itu nggak cuma soal amal, tapi juga perkataan.
2. Sombong itu bisa menghilangkan berkah ilmu yang kita punya.
3. Mulut itu lebih cepat nyeret kita ke jurang daripada tangan atau kaki.
4. Orang yang bener-bener kenal Allah pasti makin hormat sama agama-Nya.
5. Semua makhluk, termasuk Nabi dan wali, butuh rahmat Allah. Nggak ada yang bisa lepas dari rahmat-Nya.
---
4️⃣ Dalil: Pegangan Kita
📖 Al-Qur'an:
"Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
(QS. At-Taubah: 65)
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."
(QS. Al-A'raf: 156)
📖 Hadis:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap ringan, namun menyebabkan ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
📖 Hadis Qudsi:
"Rahmat-Ku mendahului murka-Ku."
(HR. Bukhari dan Muslim)
---
5️⃣ Analisis dari Kacamata Tasawuf
Para sufi bilang, sumber masalah kayak gini biasanya bukan karena orangnya bodoh atau nggak tahu agama. Tapi karena:
· Sombong — Iblis aja kafir bukan karena nggak kenal Allah, tapi karena sombong.
· Merasa cukup — "Aku nggak butuh doa orang, aku nggak butuh rahmat Allah." Ini tanda nafsu lagi menguasai.
· Hati keras — Kalau hati udah keras, yang namanya agama jadi dianggap enteng.
Ingat: Lidah itu terjemahan dari isi hati. Kalau hati kita penuh pengagungan ke Allah, insyaAllah lisan kita akan terjaga.
---
6️⃣ Amalan Harian: Bisa Dilakuin Sekarang!
📌 Setiap hari, coba amalin:
· Baca istighfar 100x.
· Baca Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.
· Kalau keceplosan ngomong yang kurang baik, langsung baca astaghfirullah.
· Hindari bercanda yang nyangkut soal agama.
· Baca Al-Qur'an setiap hari, walau cuma satu ayat.
· Deketin orang-orang saleh yang bisa jadi panutan.
---
7️⃣ Relevansi di Zaman Kekinian
Zaman sekarang semua serba digital. Satu tweet, satu status, satu komentar bisa dilihat jutaan orang. Bahaya banget kalau kita asal ngetik atau bercanda soal agama.
Fenomena yang lagi marak:
· Meme-meme agama yang bikin orang tertawa.
· Konten lucu yang ngejek ulama atau syariat.
· Candaan soal sunnah yang dianggap "ndeso" atau "kuno".
Padahal, meskipun teknologi maju, kesehatan makin canggih, transportasi makin cepat—kita tetaplah makhluk yang butuh Allah. Semua yang kita punya itu dari Allah. Jangan sampai karena modernisasi kita jadi lupa adab.
---
8️⃣ Motivasi: Pesan Buat Kamu
Sobat,
Mungkin amal kita masih sedikit. Mungkin ilmu kita masih dangkal. Tapi tolong, jangan pernah kehilangan adab sama Allah.
Allah itu Maha Pemurah. Dia nggak ngeliat kita dari status sosial, harta, atau jabatan. Tapi Dia lihat hati kita, seberapa besar kita menghormati agama-Nya.
Orang yang jaga lisan, selamat.
Orang yang jaga hati, dekat sama Allah.
Orang yang muliakan syiar Allah, akan dimuliakan di dunia dan akhirat.
---
9️⃣ Muhasabah Diri: Coba Tanya ke Dirimu
Soal Lisan:
· Apa aku pernah bercanda soal agama?
· Apa aku pernah meremehkan sunnah?
Soal Hati:
· Apa aku merasa lebih pinter dari ulama?
· Apa aku merasa nggak butuh rahmat Allah?
Cara Benerin:
· Taubat yang sungguh-sungguh.
· Perbanyak istighfar.
· Rajin pengajian.
· Cari teman yang baik.
· Baca kisah para wali dan ulama biar hati adem.
---
🔟 Akibat: Mulia atau Hina?
Kalau Kita Jaga Lisan & Hati Kalau Kita Sombong & Meremehkan
Hati tenang Hati keras
Dicintai orang saleh Susah dengar nasihat
Kubur jadi taman Kubur jadi sempit
Wajah bersinar di akhirat Penyesalan abadi
Dekat sama Rasulullah ﷺ Jauh dari rahmat Allah
---
🙏 Doa: Yuk Kita Panjatkan Bareng
اللهم إنا نعوذ بك من الكفر والنفاق وسوء الأخلاق وسوء الأدب معك ومع رسولك
"Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kekafiran, kemunafikan, buruknya akhlak, dan buruknya adab kepada-Mu serta kepada Rasul-Mu."
اللهم طهر قلوبنا من الكبر والعجب والرياء والغفلة
"Ya Allah, sucikan hati kami dari kesombongan, ujub, riya, dan kelalaian."
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
"Ya Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pemberi."
Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.
---
💌 Penutup
Alhamdulillah, semoga apa yang kita bahas ini bermanfaat buat kita semua.
Terima kasih buat para ulama, kiai, ustadz, dan guru-guru yang udah capek-capek ngajarin kita. Semoga Allah balas kebaikan mereka dan kita semua diberi kemampuan buat menjaga iman, lisan, dan hati sampai akhir hayat.
Wallahu a'lam bish shawab.
---
"Bukan banyak bicara yang membuatmu mulia, tapi adabmu pada agama yang menjagamu."
— Pesan dari hati ke hati.
---
📱 Saran Konten Sosial Media
Status WA / Caption IG / Tweet:
"Pernah nggak kita sadar, kata-kata kita bisa bahayain iman? Meremehkan sunnah, bercanda soal agama, atau nolak doa orang. Ayo jaga lisan, karena satu kata bisa bikin kita jauh dari rahmat Allah. #JagaLisan #TazkiyatunNufus #Adab"
Pesan singkat buat grup:
"Assalamu'alaikum teman-teman, yuk muhasabah sebentar. Jangan sampai kita suka meremehkan ajaran agama, meskipun cuma candaan. Karena lisan itu bahaya kalau nggak dijaga. Semoga kita semua dijaga iman dan lisannya. Aamiin."
---
Selamat beraktivitas dengan hati yang bersih dan lisan yang terjaga! 😊
.......