Wednesday, May 6, 2026

138. KISAH SHAHIH NABI IBRAHIM

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KISAH SHAHIH PARA NABI*

NABI IBRAHIM A.S.

🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

RABU, 19 DZULKA'DA 1447 H / 06 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI Masjid Syafi'i, Jl. Kalimas Madya II No. 1 Surabaya


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/tFeDjIY9tC0?si=zEzWw1S7nz-zWMgX

........

🕌 BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS
Judul: “JEJAK TAUHID NABI IBRAHIM A.S.: DARI PENCARIAN MENUJU PENYERAHAN TOTAL”


🌿 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Kisah adalah perjalanan ruhani menuju tauhid murni. Beliau tidak menerima keyakinan secara taklid, tetapi melalui pencarian: melihat bintang, bulan, matahari, lalu menolak semuanya sebagai Tuhan (QS. Al-An’am: 76–79).

Makna tasawufnya:

  • Hati harus dibersihkan dari “tuhan-tuhan kecil” (harta, jabatan, manusia).
  • Tauhid sejati adalah fana’ (meleburkan kehendak diri dalam kehendak Allah).
  • Puncaknya adalah taslim (penyerahan total), seperti saat diperintah menyembelih Ismail.

⚖️ Hukum (Ahkam)

  1. Wajibnya tauhid dan haramnya syirik (QS. An-Nisa: 48).
  2. Kewajiban berdakwah dengan hikmah, sebagaimana Ibrahim berdialog dengan ayahnya (QS. Maryam: 42–45).
  3. Boleh berhijrah demi menjaga iman (QS. Al-Ankabut: 26).
  4. Ketaatan mutlak kepada Allah, meski bertentangan dengan logika (QS. Ash-Shaffat: 102).

💡 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kebenaran harus dicari dengan hati dan akal yang jujur.
  • Ujian adalah jalan naiknya derajat.
  • Tauhid bukan sekadar ucapan, tapi pengorbanan.
  • Orang yang dekat dengan Allah akan diuji pada hal yang paling dicintainya.

📖 Dalil Al-Qur’an & Hadis

  • QS. Al-An’am: 79 → “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Tuhan…”
  • QS. Ash-Shaffat: 102 → Kisah penyembelihan Ismail.
  • QS. Al-Baqarah: 124 → Ibrahim diuji dengan berbagai kalimat.

Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut lagi penyantun.” (HR. Bukhari)


🔍 Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs:

  • Ibrahim mengajarkan takhalli (mengosongkan diri dari syirik).
  • Kemudian tahalli (menghiasi diri dengan tauhid).
  • Lalu tajalli (tersingkapnya cahaya Ilahi dalam hati).

Api Namrud tidak membakar Ibrahim karena hati beliau sudah “dingin” dari selain Allah.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Perbanyak dzikir Laa ilaaha illallah.
  2. Latih diri meninggalkan ketergantungan selain Allah.
  3. Bersedekah dari hal yang paling kita cintai.
  4. Dakwah dengan lembut kepada keluarga.
  5. Bangun malam untuk munajat seperti Nabi Ibrahim.

🌍 Relevansi di Zaman Sekarang (yang Viral)

Di era sekarang:

  • Banyak “berhala modern”: uang, popularitas, media sosial.
  • Orang rela meninggalkan agama demi tren.

Kisah Ibrahim mengingatkan: ➡️ Jangan jadikan viralitas sebagai “tuhan baru”.
➡️ Kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut.


🔥 Motivasi

Jika Ibrahim berani melawan satu kaum demi tauhid,
maka kita seharusnya berani melawan satu dosa dalam diri.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanya diri:

  • Apa “berhala” dalam hatiku?
  • Apa yang paling sulit aku tinggalkan demi Allah?

Cara:

  1. Evaluasi harian sebelum tidur.
  2. Kurangi kecintaan berlebihan pada dunia.
  3. Perbanyak istighfar dan dzikir.

⚖️ Kemuliaan & Kehinaan

🌟 Kemuliaan

  • Dunia: dicintai manusia, jadi teladan.
  • Kubur: dilapangkan dan diterangi.
  • Kiamat: mendapat syafaat dan kemuliaan.
  • Akhirat: surga tertinggi.

⚠️ Kehinaan (jika menolak tauhid)

  • Dunia: gelisah, penuh ketergantungan.
  • Kubur: sempit dan gelap.
  • Kiamat: penyesalan.
  • Akhirat: azab.

🤲 Doa

“Ya Allah, jadikanlah kami seperti Nabi Ibrahim dalam tauhid,
kuat dalam ujian, ikhlas dalam pengorbanan,
dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin.”


🌸 Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada semua pembaca.
Semoga Allah membersihkan hati kita, meneguhkan tauhid kita,
dan mengumpulkan kita bersama para nabi di surga-Nya.


“Jadilah seperti Ibrahim: sendiri dalam kebenaran, tapi bersama Allah.”


137. MENGAGUNGKAN KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB RIYADHUS SHALIHIN: BAB 27, MENGAGUNGKAN KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN DAN PENJELASAN TENTANG HAK-HAK MEREKA SERTA KASIH SAYANG KEPADA MEREKA (HADITS NO. 222)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN, 17 DZULKA'DA 1447 / 04 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID DARUSSALAM, JL. ANGGREK NO. 1, WISMA TROPODO, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/1OoA6R7mbsQ?si=YDl0c2HFaKMeZbZ_

......

🕌 BULETIN TAUZIAH TASAWUF (Tazkiyatun Nufūs)
KITAB RIYADHUS SHALIHIN – BAB 27
“Mengagungkan Kehormatan Kaum Muslimin dan Penjelasan Hak-Hak Mereka serta Kasih Sayang kepada Mereka (Hadits No. 222)”


🌿 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadits ini menegaskan bahwa seorang muslim memiliki kehormatan yang tinggi di sisi Allah. Kehormatan tersebut mencakup darahnya (tidak boleh disakiti), hartanya (tidak boleh dirampas), dan kehormatannya (tidak boleh dihina atau digunjing).

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), menjaga kehormatan sesama muslim adalah bagian dari penyucian jiwa. Hati yang bersih akan memandang orang lain dengan kasih sayang, bukan dengan kebencian, iri, atau dendam.


⚖️ Hukum (Ahkam)

  1. Haram menyakiti sesama muslim, baik fisik maupun lisan.
  2. Haram merendahkan, menghina, atau membuka aib.
  3. Wajib menjaga persaudaraan dan kasih sayang.
  4. Sunnah muakkadah membantu dan menolong sesama muslim.

🌸 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kemuliaan seorang muslim bukan pada harta, tetapi pada kehormatan dirinya.
  • Hati yang bersih akan melahirkan akhlak mulia.
  • Merusak kehormatan orang lain adalah tanda rusaknya jiwa.
  • Ukhuwah Islamiyah adalah fondasi kekuatan umat.

📖 Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS. Al-Hujurat: 10)

“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…” (QS. Al-Hujurat: 11)

Hadis:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.”

Hadis Qudsi:

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya.”


🧠 Analisis dan Argumentasi

Dalam kehidupan sosial, banyak konflik terjadi bukan karena kekurangan materi, tetapi karena pelanggaran kehormatan—seperti hinaan, fitnah, dan ghibah. Ini menunjukkan bahwa penyakit hati lebih berbahaya daripada kemiskinan.

Tasawuf mengajarkan bahwa akar dari merendahkan orang lain adalah ujub (bangga diri) dan hasad (iri hati). Maka solusi utamanya adalah membersihkan hati.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan celaan.
  2. Menutup aib saudara sesama muslim.
  3. Membiasakan husnuzan (berprasangka baik).
  4. Menolong sesama sesuai kemampuan.
  5. Mendoakan kebaikan untuk saudara muslim.

🌍 Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era media sosial:

  • Mudah sekali orang menghina, membully, dan membuka aib.
  • Konten viral sering berisi cemoohan dan merendahkan orang lain.

Hadits ini menjadi peringatan keras bahwa kehormatan manusia tidak boleh dijadikan hiburan.


🔥 Motivasi

Jika ingin dimuliakan Allah, maka muliakanlah manusia.
Jika ingin dicintai Allah, maka cintailah sesama.

Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi sibuklah memperbaiki diri.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah lisanku menyakiti orang lain?
  • Apakah aku pernah membuka aib saudara?
  • Apakah hatiku bersih dari iri dan sombong?

Caranya:

  1. Perbanyak istighfar.
  2. Latih diam dari hal yang tidak perlu.
  3. Biasakan memuji dan mendoakan orang lain.
  4. Ingat dosa sendiri sebelum melihat dosa orang lain.

⚰️ Kemuliaan & Kehinaan

Di Dunia:

  • Yang menjaga kehormatan orang lain akan dihormati.
  • Yang merendahkan akan dibenci dan dijauhi.

Di Alam Kubur:

  • Amal baik menjadi cahaya.
  • Dosa lisan menjadi azab.

Di Hari Kiamat:

  • Orang yang menyakiti orang lain akan bangkrut pahala.

Di Akhirat:

  • Yang menjaga kehormatan akan masuk surga dengan hati bersih.
  • Yang suka menghina akan terhina di hadapan Allah.

🤲 Doa

اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة
Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, lisan kami dari dusta, dan pandangan kami dari khianat.

اللهم اجعلنا من الذين يحفظون ألسنتهم ويكرمون عبادك
Ya Allah, jadikan kami hamba yang menjaga lisan dan memuliakan sesama.


🌺 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungi tauziah ini. Semoga Allah membersihkan hati kita, memperindah akhlak kita, dan menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena-Nya.

Barakallahu fiikum.

.......

136. SUNGGUH MERUGI ORANG-ORANG YANG MENGADA-ADAKAN KEDUSTAAN

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 50 KAIDAH AL QUR'AN UNTUK JIWA DAN KEHIDUPAN : LANJUTAN KAIDAH KE-5 ; SUNGGUH MERUGI ORANG-ORANG YANG MENGADA-ADAKAN KEDUSTAAN ; KEDUSTAAN TERHADAP SESAMA MANUSIA*


🎙 *Ustadz ABDUR ROUF HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SELASA, 17 DZULKA'DA 1447 / 05 MEI 2026


⏰  08.30 - SELESAI 


TEMPAT  :

*PERUM. PURI INDAH BLOK E NO. 11-12 SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/VFWtut2p6y4?si=eXx-PTXJ4Bu4nT0m

.......

🕌 BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS

“Kaidah Ke-5 (Lanjutan): Sungguh Merugi Orang-Orang yang Mengada-adakan Kedustaan – Kedustaan terhadap Sesama Manusia”


📖 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif tasawuf, kedustaan (al-kadhib) bukan hanya ucapan yang tidak sesuai fakta, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah hati dan cahaya kejujuran (ṣidq). Jiwa yang terbiasa berdusta akan tertutup dari cahaya kebenaran, sehingga semakin jauh dari Allah.

Allah mencela keras orang-orang yang mengada-adakan kebohongan, baik terhadap-Nya maupun terhadap sesama manusia. Kedustaan kepada manusia adalah pintu awal kehancuran hubungan sosial dan rusaknya hati.

➡️ Dalam tazkiyatun nufūs, dusta adalah penyakit hati yang mengotori ruh, sedangkan jujur adalah cahaya yang mensucikan.


⚖️ Hukum (Ahkam)

  • Haram berdusta kepada sesama manusia tanpa alasan syar’i.
  • Dusta termasuk dosa besar jika menimbulkan kerugian, fitnah, atau kedzaliman.
  • Dibolehkan secara terbatas dalam kondisi tertentu (misalnya mendamaikan dua pihak), namun tetap harus berhati-hati.

💎 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  1. Dusta merusak kepercayaan, sedangkan jujur membangun kemuliaan.
  2. Hati yang berdusta akan gelap dan sulit menerima kebenaran.
  3. Kejujuran adalah jalan menuju ketenangan jiwa.
  4. Dusta kecil yang dibiarkan akan menjadi kebiasaan besar.

📜 Dalil Al-Qur’an

  • “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah?” (QS. Az-Zumar: 32)
  • “Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (QS. Ghafir: 28)

📜 Hadis & Hadis Qudsi

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis Qudsi:
"Wahai hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."

➡️ Dusta adalah bentuk kezaliman.


🧠 Analisis dan Argumentasi

Dalam kehidupan sosial, kedustaan sering dianggap “hal kecil”, padahal dampaknya sangat besar:

  • Menghancurkan reputasi
  • Memecah persaudaraan
  • Menimbulkan fitnah

Dalam tasawuf, dusta menunjukkan lemahnya muraqabah (kesadaran diawasi Allah). Orang yang benar-benar merasa diawasi Allah tidak akan berani berdusta.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Biasakan berkata jujur walau pahit.
  2. Diam jika tidak yakin kebenarannya.
  3. Perbanyak istighfar atas kesalahan lisan.
  4. Latih hati dengan dzikir agar lembut dan jujur.
  5. Evaluasi setiap ucapan sebelum berbicara.

🌍 Relevansi di Zaman Sekarang

Di era digital:

  • Hoaks, fitnah, dan manipulasi informasi menjadi viral
  • Banyak orang berdusta demi popularitas, keuntungan, atau sensasi

➡️ Kedustaan kini tidak hanya lisan, tapi juga:

  • Status media sosial
  • Konten yang menyesatkan
  • Informasi yang tidak diverifikasi

Ini menjadikan dosa dusta semakin luas dampaknya.


🔥 Motivasi

Jadilah hamba yang dikenal karena kejujurannya.
Kejujuran mungkin tidak selalu menguntungkan secara dunia, tapi pasti menyelamatkan di akhirat.

➡️ Ingat:
Lebih baik kehilangan dunia karena jujur, daripada kehilangan akhirat karena dusta.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanyakan pada diri:

  • Apakah aku pernah berdusta hari ini?
  • Apakah lisanku menyakiti orang lain?
  • Apakah aku menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya?

Cara memperbaiki:

  1. Taubat dengan sungguh-sungguh
  2. Mengakui kesalahan
  3. Meminta maaf kepada yang dizalimi
  4. Berkomitmen tidak mengulanginya

⚰️ Dampak: Kemuliaan & Kehinaan

Di Dunia:

  • Jujur → dipercaya, dihormati
  • Dusta → dibenci, dijauhi

Di Alam Kubur:

  • Jujur → kubur lapang dan bercahaya
  • Dusta → kubur sempit dan gelap

Di Hari Kiamat:

  • Jujur → wajah berseri
  • Dusta → wajah gelap dan hina

Di Akhirat:

  • Jujur → surga
  • Dusta → ancaman neraka

🤲 Doa

Allāhumma ṭahhir qulūbanā minan nifāq, wa a‘mālanā minar riya’, wa alsinatanā minal kadhib.
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, dan lisan kami dari dusta.”


🙏 Ucapan Terima Kasih

Semoga buletin ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga lisan, membersihkan hati, dan meniti jalan kejujuran menuju ridha Allah.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungi. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang jujur, istiqamah, dan selamat dunia akhirat. 🤲

......

135. ENSIKLOPEDI KIAMAT : SURGA : SUMBER-SUMBER MATA AIR DI SURGA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ENSIKLOPEDI KIAMAT : SURGA : SUMBER-SUMBER MATA AIR DI SURGA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

RABU,18 DZULKA'DA 1447 / 06 MEI 2026


⏰  09.00 - SELESAI 


TEMPAT  :

* JL. Dr. Wahidin SH No. 44 Gresik (Rumah Bu Wiwik).


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/QgCfdmIi4BY?si=mwskV8zZCS8zWbUZ

.......

🕌 BULETIN TAUZIYAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS

“Sumber-Sumber Mata Air di Surga: Kesucian Hati dan Kenikmatan Abadi”


📖 Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam Kitab Ensiklopedi Kiamat disebutkan bahwa di surga terdapat berbagai sumber mata air yang mengalir tanpa henti, jernih, dan penuh kenikmatan. Di antaranya: air yang tidak berubah rasa, susu yang tidak basi, khamr yang tidak memabukkan, dan madu yang murni.

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), mata air surga bukan sekadar kenikmatan fisik, tetapi simbol dari:

  • Kesucian hati (qalbun salīm)
  • Ilmu yang jernih tanpa syubhat
  • Dzikir yang mengalir terus-menerus dalam jiwa

Mata air itu adalah balasan bagi hati yang di dunia telah dibersihkan dari kotoran dosa, iri, riya, dan cinta dunia berlebihan.


⚖️ Hukum (Ahkam)

  • Iman kepada surga dan segala kenikmatannya adalah wajib.
  • Mengingkari keberadaan kenikmatan surga termasuk penyimpangan akidah.
  • Dianjurkan untuk beramal dengan niat meraih surga, namun dalam tasawuf lebih tinggi lagi: beribadah karena Allah semata.

🌿 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  1. Air surga adalah balasan dari air mata taubat di dunia.
  2. Hati yang bersih akan mendapatkan kenikmatan yang bersih pula.
  3. Dunia adalah tempat menanam, surga adalah tempat memetik.
  4. Segala kesabaran di dunia akan berubah menjadi kenikmatan yang mengalir.

📜 Dalil Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an:

“Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya…”
(QS. Muhammad: 15)

“Mereka diberi minum dari mata air yang murni.”
(QS. Al-Insan: 6)

Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Di surga terdapat apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas di hati manusia.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Hadis Qudsi:

“Aku siapkan untuk hamba-Ku yang shalih apa yang tidak pernah dilihat…”


🧠 Analisis dan Argumentasi

Dalam tasawuf, kenikmatan surga tidak hanya dipahami secara lahiriah, tetapi juga batiniah:

  • Air = simbol kehidupan ruhani
  • Mengalir = kontinuitas dzikir dan ma’rifat
  • Jernih = hati yang tidak tercampur penyakit

Artinya, siapa yang hatinya sudah “jernih” di dunia, maka ia sudah merasakan “mata air surga” sebelum masuk surga.


🛠️ Amalan (Implementasi)

  1. Perbanyak istighfar (membersihkan hati)
  2. Dzikir rutin (melembutkan jiwa)
  3. Menahan iri dan dengki
  4. Sedekah air (sangat relevan dengan usaha Anda 💧)
  5. Menjaga keikhlasan dalam amal

🌍 Relevansi di Zaman Sekarang (yang Viral)

Di zaman sekarang:

  • Banyak orang haus validasi, bukan haus kebenaran
  • Banyak hati keruh karena media sosial, iri, dan riya digital

Mata air surga mengajarkan: 👉 Jadilah pribadi yang jernih di tengah dunia yang keruh
👉 Jangan hanya mencari “likes”, tapi cari “ridha Allah”


🔥 Motivasi

Jika hari ini kita sabar menahan haus dari maksiat,
maka kelak kita akan minum dari mata air surga tanpa batas.

Jika hari ini kita membersihkan hati,
maka kelak Allah akan memberi minuman dari tangan-Nya.


🪞 Muhasabah & Caranya

Tanya diri:

  • Apakah hati saya masih keruh dengan iri?
  • Apakah saya lebih cinta dunia daripada akhirat?
  • Sudahkah saya menangis karena dosa?

Cara muhasabah:

  1. Luangkan waktu sebelum tidur
  2. Ingat dosa hari ini
  3. Istighfar minimal 100x
  4. Niat memperbaiki esok hari

🌑➡️🌕 Kemuliaan & Kehinaan

Di Dunia:

  • Mulia: hati bersih, hidup tenang
  • Hina: hati kotor, gelisah terus

Di Alam Kubur:

  • Mulia: kubur lapang dan terang
  • Hina: kubur sempit dan gelap

Di Hari Kiamat:

  • Mulia: wajah berseri, minum dari telaga
  • Hina: kehausan panjang

Di Akhirat:

  • Mulia: minum dari mata air surga
  • Hina: minum dari air neraka yang mendidih

🤲 Doa

“Ya Allah, bersihkanlah hati kami sebagaimana Engkau membersihkan air yang jernih.
Jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang minum dari mata air surga.
Ampuni dosa kami, lembutkan hati kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.”


🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca buletin ini.
Semoga setiap huruf menjadi cahaya, setiap ilmu menjadi amal, dan setiap amal menjadi jalan menuju surga-Nya.



134ir. Hormatilah para ulama

 irsyadulibad 18. bab. ilmu.

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ اَكْرِمُوا الْعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ فَمَنْ اَكْرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ


Artinya: “Dari Jabir ra berkata: ‘Hormatilah para ulama, sebab sesungguhnya mereka adalah pewaris para nabi, maka barangsiapa yang menghormat pada mereka berarti menghormat kepada Allah swt dan Rasul-Nya.”.

......

133ir. mengajarkan ilmu maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya

 irsyadulibad 19. bab. ilmu.

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ عَلَّمَ اَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ أَوْبَابًا مِنْ عِلْمٍ اَنْمَى اللهُ أَجْرَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. رواه ابن عساکر


Artinya: “Dari Abu Said ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab suci Allah swt atau satu bab ilmu, maka Allah swt mengembangbiakkan pahalanya hingga hari kiamat.” (HR. Ibnu Asakir).


Rasulullah saw bersabda:


عَنْ مُعَاذِ بْنِ اَنَسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ. رواه ابن ماجة


Artinya: “Dari Muadz bin Anas ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan ilmu maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya.” (HR. Ibnu Majah).

......

132ir. Mempertanggung jawabkan tentang isi khutbah yang disampaikan

 irsyadulibad 20. bab. ilmu.

Sayyidina Malik bin Dinar bila berbicara di waktu berkhutbah menangis, lalu berkata: ‘Apakah kamu mengira bahwa aku merasa tenang hatiku dengan apa yang kuketengahkan padamu, bukankah aku telah mengetahui bahwa Allah swt yang akan mempertanggung jawabkan padaku tentang isi khutbah yang kusampaikan kali ini.


Apakah yang kamu kehendaki dengan penyampaian itu? Lalu aku berkata: “Sesungguhnya engkau sebagai saksi yang mengetahui seluk beluk hatiku, seandainya aku tidak mengetahui bahwa apa yang kusampaikan ini lebih kamu cintai aku tak akan menyampaikannya kepada dua orang selamanya.

.......

131ir. kaum yang enggan menuntut ilmu

 irsyadulibad 21. bab. ilmu.

Dalam kitab Al-Ghayah karangan Al-Hishni terdapat keterangan bahwa Dhirar bin Amar berkata: Sesungguhnya ada suatu kaum yang enggan menuntut ilmu, tidak sudi duduk bersama ahlul ilmi, baik pelajar atau ulama, lalu mereka hanya membikin kamar khusus, melakukan shalat, berpuasa sehingga kurus kering, kulitnya telah melekat pada tulangnya.


Tindakan mereka ini ternyata bertentangan dengan ajaran agama, akhirnya kebinasaanlah yang mereka terima. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Allah, tidak seorangpun yang beribadah dengan kebodohan, kecuali yang merusak lebih banyak daripada yang memperbaiki. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa mereka akan menemui kebinasaan.

.....

129. Keutamaan Sholat Shubuh dan Isyak

 

🌅🌌 Keutamaan Sholat Shubuh dan Isyak: Dua Cahaya di Ujung Gelap

🌿 Dalil Qur’ani: Dua Waktu yang Disaksikan

Allah ﷻ berfirman:

وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۗ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dan (dirikanlah) shalat fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat).”
(QS. Al-Isra’: 78)

Fajar disebut masyhūdan — disaksikan.
Seakan Allah ingin berkata:
“Wahai hamba, ketika manusia lain masih terlelap, langit justru penuh saksi untukmu.”

Tentang Isya, Allah mengingatkan:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ
“Dan pada sebagian malam, bertasbihlah kepada-Nya.”
(QS. Qaf: 40)

Malam adalah waktu sunyi.
Dan kesunyian adalah tempat kejujuran ruh.


🌙 Hadis: Timbangan Iman yang Sunyi

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun merangkak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan beliau bersabda:

“Barangsiapa shalat Isya berjamaah, seakan ia shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, seakan ia shalat semalam suntuk.”
(HR. Muslim)


🕯 Tamsil wa Muqāranah: Dua Shalat, Dua Cermin

Shubuh dan Isya itu seperti dua gerbang.

  • Isya adalah gerbang penutup hari.
  • Shubuh adalah gerbang pembuka takdir esok.

Jika seseorang menutup harinya tanpa sujud,
dan membuka paginya tanpa rukuk,
maka di antara dua gelap itu — di mana ia meletakkan imannya?


🌊 Analogi: Antara Dunia dan Akhirat

Shubuh dan Isya seperti dua penjaga perbatasan.

Bayangkan seorang penjaga yang meninggalkan posnya di waktu paling rawan — malam dan dini hari.
Apakah kota akan aman?

Begitulah hati.

Hati yang kosong dari Shubuh dan Isya
adalah kota tanpa penjaga.

Siang hari kita sibuk bekerja,
malam hari kita sibuk beristirahat,
lalu kapan kita sibuk bersama Allah?

Ironinya —
kita sanggup bangun jam 3 pagi untuk perjalanan dunia,
tapi berat bangun untuk perjalanan akhirat.

Kita rela begadang demi tontonan,
namun menguap ketika azan Isya dikumandangkan.

Apakah kita benar-benar lelah?
Atau iman kita yang sedang anemia?


🪞 Sindiran Halus (Ironi Religius)

Betapa banyak yang berkata:
“Saya cinta Allah.”

Namun alarm Subuh menjadi musuh terbesarnya.

Betapa banyak yang berkata:
“Saya ingin husnul khatimah.”

Namun menutup hari tanpa Isya berjamaah.

Kita ingin rumah megah di surga,
tetapi tidak mau menanam tiangnya di waktu gelap.

Shubuh dan Isya itu seperti emas di waktu malam.
Justru karena berat, ia bernilai.

Orang munafik merasa berat karena tidak ada yang melihat.
Orang mukmin justru ringan karena Allah melihat.


⚖ Perbandingan: Orang Dunia dan Orang Akhirat

Orang yang mengejar dunia Orang yang mengejar akhirat
Bangun pagi karena takut terlambat kerja Bangun pagi karena takut terlambat menghadap Allah
Begadang demi hiburan Begadang demi ibadah
Lelah untuk masjid Semangat untuk pasar

Pertanyaannya bukan:
“Apakah kita shalat?”

Tetapi:
“Siapa yang kita utamakan ketika gelap menutup dan membuka hari?”


🔥 Hantaman Kesadaran

Shubuh dan Isya adalah detektor iman.

Bukan karena rakaatnya banyak.
Tetapi karena waktunya sunyi.

Di waktu itulah iman berbicara tanpa saksi manusia.

Jika Subuh kita tertinggal,
mungkin karena dunia lebih kita percaya.

Jika Isya kita abaikan,
mungkin karena tubuh lebih kita muliakan.

Padahal Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Maka jangan heran jika maksiat mudah masuk,
ketika penjaga malam telah pergi.


🌅 Penutup: Dua Cahaya di Ujung Gelap

Shubuh adalah cahaya sebelum dunia bangun.
Isya adalah cahaya setelah dunia tidur.

Siapa yang menjaga dua cahaya ini,
maka Allah akan menjaga siangnya dan malamnya.

Karena sesungguhnya —
iman tidak diuji ketika terang,
tetapi ketika gelap.

Dan gelap itu bernama:
Isya dan Shubuh.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang merangkak menuju masjid,
bukan tertidur di atas alasan.

.......

128L. Mandi Hari Jumat

 

lubabul hadis. 10/3. bab sholat jumat

Seseorang yang mandi di Hari Jumat maka itu merupakan pembersih baginya hingga Jumat berikutnya

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ فِي طَهَارَةٍ إِلَى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى 


Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang mandi pada Hari Jumat maka dia berada dalam keadaan suci hingga Jumat berikutnya.’” [H.R. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath (no. 8180) Ibnu Khuzaimah (no. 1760), Ibnu Hibban (no. 1222), dan Hakim (no. 1044)]


Keterangan: Hadis ini dinilai sahih oleh Suyuti dan dinyatakan hasan oleh Mundziri dan disetujui oleh Albani. Lihat: Shahih al-Jami’ ash-Shaghir (2/ 1047) dan Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (1/441).

.......

123ai. Cahaya Al-Qur’an bagi Jiwa yang Bertakwa.

 



Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 6 Mei 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat  para penikmat ilmu. terimalah oleh-oleh maghrib'an dari Mushola baitul muksinin tempo hari, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 123:



🌿 Cahaya Al-Qur’an bagi Jiwa yang Bertakwa 


(Tazkiyatun Nufūs – Penyucian Jiwa)


📖 Ayat (QS. Al-Baqarah: 2–5)

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ...
(Sampai ayat 5)


1. 🌙 Makna (Tafsir Al-Ibrīz – Ringkas dan Rasa Tasawuf)

Dalam Tafsir Al-Ibrīz karya KH. Bisri Mustofa, ayat ini dipahami dengan bahasa sederhana namun dalam:

  • “Dzalikal kitab” → Al-Qur’an adalah kitab yang luhur, tinggi derajatnya.
  • “La raiba fih” → Tidak ada keraguan, baik bagi akal sehat maupun hati yang bersih.
  • “Hudan lil muttaqin” → Petunjuk hanya benar-benar masuk ke hati orang yang bertakwa.

Ciri orang bertakwa:

  1. Iman kepada yang ghaib → hati hidup walau tidak melihat.
  2. Menegakkan shalat → bukan sekadar gerakan, tapi hadirnya hati.
  3. Berinfak → membersihkan jiwa dari cinta dunia.
  4. Beriman kepada wahyu → yakin pada Al-Qur’an dan kitab sebelumnya.
  5. Yakin akhirat → hidup penuh kesadaran tujuan.

👉 Dalam tasawuf:
Ayat ini bukan sekadar informasi, tapi peta perjalanan ruh menuju Allah.


2. 📜 Asbābun Nuzūl (Sebab Turunnya Ayat)

Ayat ini turun sebagai pembuka Al-Qur’an untuk:

  • Menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk universal
  • Membagi manusia menjadi:
    • Muttaqin (bertakwa)
    • Kafir
    • Munafik (dijelaskan setelahnya)

👉 Tidak ada sebab khusus (peristiwa tertentu), tetapi sebagai fondasi utama dakwah Islam.


3. ⚖️ Hukum (Ahkām)

Beberapa hukum yang terkandung:

  • Wajib beriman kepada yang ghaib
  • Wajib mendirikan shalat
  • Wajib mengeluarkan sebagian harta (zakat/infaq)
  • Wajib beriman kepada seluruh kitab Allah
  • Wajib meyakini hari akhir

👉 Ini adalah rukun kehidupan mukmin, bukan sekadar teori.


4. 💎 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Hidayah tidak diberikan kepada semua orang → hanya yang siap hatinya
  • Shalat adalah tiang penyucian jiwa
  • Sedekah adalah pembersih hati dari penyakit dunia
  • Keyakinan akhirat membuat hidup lebih terarah

👉 Orang sukses menurut Al-Qur’an bukan yang kaya, tapi: “Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan beruntung.”


5. 🔗 Kaitan dengan Ayat Lain

  • QS. Al-Ankabut: 2 → Ujian keimanan
  • QS. Al-Mu’minun: 1–2 → Ciri orang beriman
  • QS. Adz-Dzariyat: 15–18 → Sifat orang bertakwa

👉 Semua ayat ini menegaskan:
Iman bukan ucapan, tapi keadaan hati dan amal.


6. 🕌 Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir...”
(HR. Muslim)

Dan:

“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”
(HR. Muslim)

👉 Ini selaras dengan ayat: iman + shalat + sedekah.


7. 🌱 Amalan (Implementasi)

  • Menjaga shalat tepat waktu dan khusyuk
  • Membiasakan sedekah walau sedikit
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari
  • Melatih hati yakin pada yang ghaib
  • Mengingat akhirat sebelum mengambil keputusan

👉 Dalam tasawuf:
Sedikit amal tapi istiqamah lebih bernilai daripada banyak tapi lalai.


8. 🌍 Relevansi di Dunia Saat Ini

Di zaman sekarang:

  • Banyak orang cerdas tapi gelisah
  • Banyak harta tapi hati kosong
  • Banyak informasi tapi minim hidayah

Ayat ini menjadi solusi:

👉 Ketenangan hanya datang dari iman, shalat, dan hati yang bersih

Di tengah dunia yang materialistik, ayat ini mengajak: ➡️ Kembali ke ruh (spiritualitas), bukan hanya fisik


9. ❤️ Sentuhan Hati (Muhasabah)

Sudahkah kita termasuk orang bertakwa?

  • Shalat kita → hadir atau sekadar gugur kewajiban?
  • Sedekah kita → ikhlas atau ingin dipuji?
  • Iman kita → kuat atau masih ragu?

👉 Jangan sampai kita membaca Al-Qur’an,
tapi tidak pernah merasa sedang dibaca oleh Al-Qur’an.


10. 🤲 Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ،
وَارْزُقْنَا قُلُوبًا خَاشِعَةً،
وَأَعْمَالًا صَالِحَةً،
وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa,
karuniakan hati yang khusyuk,
amal yang ikhlas,
dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya hati kami.”


11. 🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini.
Semoga menjadi wasilah hidayah dan pembersih hati.

Jika berkenan, amalkan dan sebarkan—
karena ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya,
dan yang disebarkan akan menjadi pahala yang terus mengalir
.


🌿 Semoga Allah membersihkan hati kita dan menuntun kita menjadi أهل التقوى (orang-orang bertakwa).



Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tetap semangat, semoga bermanfaat selalu.

—M. Djoko EkasanU—

.......

Berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai tapi tetep sopan (menggunakan "aku" dan "njenengan"):


---


Bismillahirahmanirrahim.


Rabu, 6 Mei 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo para pecinta ilmu dan anak muda kekinian! Nih, aku kasih oleh-oleh maghrib'an dari Mushola Baitul Muksinin tempo hari. Waktu itu nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 123. Simak yuk! 😎


---


🌿 Cahaya Al-Qur'an buat Jiwa yang – Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa)


📖 Ayat (QS. Al-Baqarah: 2–5)


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ... (sampai ayat 5)


---


1. 🌙 Makna (Tafsir Al-Ibriz – versi singkat dan rasa tasawuf)


Menurut Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa, ayat ini dijelaskan pakai bahasa sederhana tapi dalem banget:


· "Dzalikal kitab" → Al-Qur'an itu kitab yang luhur, derajatnya tinggi.

· "La raiba fih" → Gak ada keraguan sedikit pun, baik buat akal sehat maupun hati yang bersih.

· "Hudan lil muttaqin" → Petunjuk cuma bisa masuk ke hati orang yang bertakwa.


Ciri-ciri orang bertakwa:


· Iman sama yang ghaib → hatinya hidup meskipun gak lihat.

· Ngedirikan shalat → bukan cuma gerak-gerak, tapi hati hadir.

· Berinfak → bersihin jiwa dari cinta dunia.

· Iman sama wahyu → yakin sama Al-Qur'an dan kitab sebelumnya.

· Yakin akhirat → hidup punya tujuan jelas.


👉 Dalam tasawuf:

Ayat ini bukan cuma info, tapi peta perjalanan ruh menuju Allah.


---


2. 📜 Asbābun Nuzūl (Sebab turunnya ayat)


Ayat ini turun sebagai pembuka Al-Qur'an buat:


· Ngejelasin bahwa Al-Qur'an itu petunjuk universal

· Ngebagi manusia jadi:

  · Muttaqin (bertakwa)

  · Kafir

  · Munafik (dijelasin setelahnya)


👉 Gak ada penyebab khusus (kejadian tertentu), tapi ini fondasi utama dakwah Islam.


---


3. ⚖️ Hukum (Ahkām)


Beberapa hukum yang terkandung:


· Wajib beriman sama yang ghaib

· Wajib ngedirikan shalat

· Wajib ngeluarin sebagian harta (zakat/infaq)

· Wajib beriman ke semua kitab Allah

· Wajib yakin sama hari akhir


👉 Ini adalah rukun kehidupan mukmin, bukan cuma teori doang.


---


4. 💎 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)


· Hidayah gak dikasih ke semua orang → cuma yang hatinya siap

· Shalat itu tiang penyucian jiwa

· Sedekah itu pembersih hati dari penyakit dunia

· Yakin akhirat bikin hidup lebih terarah


👉 Orang sukses versi Al-Qur'an bukan yang kaya raya, tapi: "Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan beruntung."


---


5. 🔗 Kaitan dengan Ayat Lain


· QS. Al-Ankabut: 2 → Ujian keimanan

· QS. Al-Mu'minun: 1–2 → Ciri orang beriman

· QS. Adz-Dzariyat: 15–18 → Sifat orang bertakwa


👉 Semua ayat ini ngegas:

Iman bukan cuma omongan, tapi keadaan hati dan amal.


---


6. 🕌 Hadis yang Berkaitan


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir...” (HR. Muslim)


Dan:


“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.” (HR. Muslim)


👉 Ini selaras sama ayat: iman + shalat + sedekah.


---


7. 🌱 Amalan (Implementasi)


· Jaga shalat tepat waktu dan khusyuk

· Biasain sedekah walau dikit-dikit

· Baca Al-Qur'an setiap hari

· Latih hati yakin sama yang ghaib

· Ingat akhirat sebelum ambil keputusan


👉 Dalam tasawuf:

Sedikit amal tapi istiqamah lebih bernilai daripada banyak tapi lalai.


---


8. 🌍 Relevansi di Dunia Saat Ini


Di jaman now:


· Banyak orang pinter tapi gelisah

· Banyak harta tapi hati kosong

· Banyak info tapi minim hidayah


Ayat ini jadi solusi:

👉 Ketenangan cuma datang dari iman, shalat, dan hati yang bersih


Di tengah dunia yang materialistis, ayat ini ngajak:

➡️ Kembali ke ruh (spiritualitas), bukan cuma fisik.


---


9. ❤️ Sentuhan Hati (Muhasabah)


Coba renungkan, njenengan dan aku:


· Udah termasuk orang bertakwa belum?

· Shalat kita → hadir atau cuma buat gugur kewajiban?

· Sedekah kita → ikhlas atau pengen dipuji?

· Iman kita → kuat atau masih ragu?


👉 Jangan sampe kita baca Al-Qur'an,

tapi gak pernah merasa sedang "dibaca" oleh Al-Qur'an.


---


10. 🤲 Doa


اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ، وَارْزُقْنَا قُلُوبًا خَاشِعَةً، وَأَعْمَالًا صَالِحَةً، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا


Artinya:

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa, karuniakan hati yang khusyuk, amal yang ikhlas, dan jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya hati kami.”


---


11. 🙏 Ucapan Terima Kasih


Makasih banyak udah meluangkan waktu baca buletin tauziah ini. Semoga jadi wasilah hidayah dan pembersih hati buat kita semua.


Kalau njenengan berkenan, amalin dan share juga ya —

karena ilmu yang diamalkan bakal jadi cahaya,

dan yang disebarkan bakal jadi pahala yang terus mengalir.


🌿 Semoga Allah bersihin hati kita dan nuntun kita jadi ahlut taqwa (orang-orang bertakwa).


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tetap semangat, semoga selalu bermanfaat.

— M. Djoko EkasanU —


---