Wednesday, May 6, 2026

133ir. mengajarkan ilmu maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya

 irsyadulibad 19. bab. ilmu.

Rasulullah saw bersabda:


عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ عَلَّمَ اَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ أَوْبَابًا مِنْ عِلْمٍ اَنْمَى اللهُ أَجْرَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. رواه ابن عساکر


Artinya: “Dari Abu Said ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab suci Allah swt atau satu bab ilmu, maka Allah swt mengembangbiakkan pahalanya hingga hari kiamat.” (HR. Ibnu Asakir).


Rasulullah saw bersabda:


عَنْ مُعَاذِ بْنِ اَنَسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ. رواه ابن ماجة


Artinya: “Dari Muadz bin Anas ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan ilmu maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya.” (HR. Ibnu Majah).

......

132ir. Mempertanggung jawabkan tentang isi khutbah yang disampaikan

 irsyadulibad 20. bab. ilmu.

Sayyidina Malik bin Dinar bila berbicara di waktu berkhutbah menangis, lalu berkata: ‘Apakah kamu mengira bahwa aku merasa tenang hatiku dengan apa yang kuketengahkan padamu, bukankah aku telah mengetahui bahwa Allah swt yang akan mempertanggung jawabkan padaku tentang isi khutbah yang kusampaikan kali ini.


Apakah yang kamu kehendaki dengan penyampaian itu? Lalu aku berkata: “Sesungguhnya engkau sebagai saksi yang mengetahui seluk beluk hatiku, seandainya aku tidak mengetahui bahwa apa yang kusampaikan ini lebih kamu cintai aku tak akan menyampaikannya kepada dua orang selamanya.

.......

131ir. kaum yang enggan menuntut ilmu

 irsyadulibad 21. bab. ilmu.

Dalam kitab Al-Ghayah karangan Al-Hishni terdapat keterangan bahwa Dhirar bin Amar berkata: Sesungguhnya ada suatu kaum yang enggan menuntut ilmu, tidak sudi duduk bersama ahlul ilmi, baik pelajar atau ulama, lalu mereka hanya membikin kamar khusus, melakukan shalat, berpuasa sehingga kurus kering, kulitnya telah melekat pada tulangnya.


Tindakan mereka ini ternyata bertentangan dengan ajaran agama, akhirnya kebinasaanlah yang mereka terima. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Allah, tidak seorangpun yang beribadah dengan kebodohan, kecuali yang merusak lebih banyak daripada yang memperbaiki. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa mereka akan menemui kebinasaan.

.....

129. Keutamaan Sholat Shubuh dan Isyak

 

🌅🌌 Keutamaan Sholat Shubuh dan Isyak: Dua Cahaya di Ujung Gelap

🌿 Dalil Qur’ani: Dua Waktu yang Disaksikan

Allah ﷻ berfirman:

وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۗ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dan (dirikanlah) shalat fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat).”
(QS. Al-Isra’: 78)

Fajar disebut masyhūdan — disaksikan.
Seakan Allah ingin berkata:
“Wahai hamba, ketika manusia lain masih terlelap, langit justru penuh saksi untukmu.”

Tentang Isya, Allah mengingatkan:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ
“Dan pada sebagian malam, bertasbihlah kepada-Nya.”
(QS. Qaf: 40)

Malam adalah waktu sunyi.
Dan kesunyian adalah tempat kejujuran ruh.


🌙 Hadis: Timbangan Iman yang Sunyi

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun merangkak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan beliau bersabda:

“Barangsiapa shalat Isya berjamaah, seakan ia shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, seakan ia shalat semalam suntuk.”
(HR. Muslim)


🕯 Tamsil wa Muqāranah: Dua Shalat, Dua Cermin

Shubuh dan Isya itu seperti dua gerbang.

  • Isya adalah gerbang penutup hari.
  • Shubuh adalah gerbang pembuka takdir esok.

Jika seseorang menutup harinya tanpa sujud,
dan membuka paginya tanpa rukuk,
maka di antara dua gelap itu — di mana ia meletakkan imannya?


🌊 Analogi: Antara Dunia dan Akhirat

Shubuh dan Isya seperti dua penjaga perbatasan.

Bayangkan seorang penjaga yang meninggalkan posnya di waktu paling rawan — malam dan dini hari.
Apakah kota akan aman?

Begitulah hati.

Hati yang kosong dari Shubuh dan Isya
adalah kota tanpa penjaga.

Siang hari kita sibuk bekerja,
malam hari kita sibuk beristirahat,
lalu kapan kita sibuk bersama Allah?

Ironinya —
kita sanggup bangun jam 3 pagi untuk perjalanan dunia,
tapi berat bangun untuk perjalanan akhirat.

Kita rela begadang demi tontonan,
namun menguap ketika azan Isya dikumandangkan.

Apakah kita benar-benar lelah?
Atau iman kita yang sedang anemia?


🪞 Sindiran Halus (Ironi Religius)

Betapa banyak yang berkata:
“Saya cinta Allah.”

Namun alarm Subuh menjadi musuh terbesarnya.

Betapa banyak yang berkata:
“Saya ingin husnul khatimah.”

Namun menutup hari tanpa Isya berjamaah.

Kita ingin rumah megah di surga,
tetapi tidak mau menanam tiangnya di waktu gelap.

Shubuh dan Isya itu seperti emas di waktu malam.
Justru karena berat, ia bernilai.

Orang munafik merasa berat karena tidak ada yang melihat.
Orang mukmin justru ringan karena Allah melihat.


⚖ Perbandingan: Orang Dunia dan Orang Akhirat

Orang yang mengejar dunia Orang yang mengejar akhirat
Bangun pagi karena takut terlambat kerja Bangun pagi karena takut terlambat menghadap Allah
Begadang demi hiburan Begadang demi ibadah
Lelah untuk masjid Semangat untuk pasar

Pertanyaannya bukan:
“Apakah kita shalat?”

Tetapi:
“Siapa yang kita utamakan ketika gelap menutup dan membuka hari?”


🔥 Hantaman Kesadaran

Shubuh dan Isya adalah detektor iman.

Bukan karena rakaatnya banyak.
Tetapi karena waktunya sunyi.

Di waktu itulah iman berbicara tanpa saksi manusia.

Jika Subuh kita tertinggal,
mungkin karena dunia lebih kita percaya.

Jika Isya kita abaikan,
mungkin karena tubuh lebih kita muliakan.

Padahal Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Maka jangan heran jika maksiat mudah masuk,
ketika penjaga malam telah pergi.


🌅 Penutup: Dua Cahaya di Ujung Gelap

Shubuh adalah cahaya sebelum dunia bangun.
Isya adalah cahaya setelah dunia tidur.

Siapa yang menjaga dua cahaya ini,
maka Allah akan menjaga siangnya dan malamnya.

Karena sesungguhnya —
iman tidak diuji ketika terang,
tetapi ketika gelap.

Dan gelap itu bernama:
Isya dan Shubuh.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang merangkak menuju masjid,
bukan tertidur di atas alasan.

.......

128L. Mandi Hari Jumat

 

lubabul hadis. 10/3. bab sholat jumat

Seseorang yang mandi di Hari Jumat maka itu merupakan pembersih baginya hingga Jumat berikutnya

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ فِي طَهَارَةٍ إِلَى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى 


Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang mandi pada Hari Jumat maka dia berada dalam keadaan suci hingga Jumat berikutnya.’” [H.R. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath (no. 8180) Ibnu Khuzaimah (no. 1760), Ibnu Hibban (no. 1222), dan Hakim (no. 1044)]


Keterangan: Hadis ini dinilai sahih oleh Suyuti dan dinyatakan hasan oleh Mundziri dan disetujui oleh Albani. Lihat: Shahih al-Jami’ ash-Shaghir (2/ 1047) dan Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (1/441).

.......

123ai. Cahaya Al-Qur’an bagi Jiwa yang Bertakwa.

 



Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 6 Mei 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat  para penikmat ilmu. terimalah oleh-oleh maghrib'an dari Mushola baitul muksinin tempo hari, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 123:



🌿 Cahaya Al-Qur’an bagi Jiwa yang Bertakwa 


(Tazkiyatun Nufūs – Penyucian Jiwa)


📖 Ayat (QS. Al-Baqarah: 2–5)

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ...
(Sampai ayat 5)


1. 🌙 Makna (Tafsir Al-Ibrīz – Ringkas dan Rasa Tasawuf)

Dalam Tafsir Al-Ibrīz karya KH. Bisri Mustofa, ayat ini dipahami dengan bahasa sederhana namun dalam:

  • “Dzalikal kitab” → Al-Qur’an adalah kitab yang luhur, tinggi derajatnya.
  • “La raiba fih” → Tidak ada keraguan, baik bagi akal sehat maupun hati yang bersih.
  • “Hudan lil muttaqin” → Petunjuk hanya benar-benar masuk ke hati orang yang bertakwa.

Ciri orang bertakwa:

  1. Iman kepada yang ghaib → hati hidup walau tidak melihat.
  2. Menegakkan shalat → bukan sekadar gerakan, tapi hadirnya hati.
  3. Berinfak → membersihkan jiwa dari cinta dunia.
  4. Beriman kepada wahyu → yakin pada Al-Qur’an dan kitab sebelumnya.
  5. Yakin akhirat → hidup penuh kesadaran tujuan.

👉 Dalam tasawuf:
Ayat ini bukan sekadar informasi, tapi peta perjalanan ruh menuju Allah.


2. 📜 Asbābun Nuzūl (Sebab Turunnya Ayat)

Ayat ini turun sebagai pembuka Al-Qur’an untuk:

  • Menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk universal
  • Membagi manusia menjadi:
    • Muttaqin (bertakwa)
    • Kafir
    • Munafik (dijelaskan setelahnya)

👉 Tidak ada sebab khusus (peristiwa tertentu), tetapi sebagai fondasi utama dakwah Islam.


3. ⚖️ Hukum (Ahkām)

Beberapa hukum yang terkandung:

  • Wajib beriman kepada yang ghaib
  • Wajib mendirikan shalat
  • Wajib mengeluarkan sebagian harta (zakat/infaq)
  • Wajib beriman kepada seluruh kitab Allah
  • Wajib meyakini hari akhir

👉 Ini adalah rukun kehidupan mukmin, bukan sekadar teori.


4. 💎 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Hidayah tidak diberikan kepada semua orang → hanya yang siap hatinya
  • Shalat adalah tiang penyucian jiwa
  • Sedekah adalah pembersih hati dari penyakit dunia
  • Keyakinan akhirat membuat hidup lebih terarah

👉 Orang sukses menurut Al-Qur’an bukan yang kaya, tapi: “Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan beruntung.”


5. 🔗 Kaitan dengan Ayat Lain

  • QS. Al-Ankabut: 2 → Ujian keimanan
  • QS. Al-Mu’minun: 1–2 → Ciri orang beriman
  • QS. Adz-Dzariyat: 15–18 → Sifat orang bertakwa

👉 Semua ayat ini menegaskan:
Iman bukan ucapan, tapi keadaan hati dan amal.


6. 🕌 Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir...”
(HR. Muslim)

Dan:

“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”
(HR. Muslim)

👉 Ini selaras dengan ayat: iman + shalat + sedekah.


7. 🌱 Amalan (Implementasi)

  • Menjaga shalat tepat waktu dan khusyuk
  • Membiasakan sedekah walau sedikit
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari
  • Melatih hati yakin pada yang ghaib
  • Mengingat akhirat sebelum mengambil keputusan

👉 Dalam tasawuf:
Sedikit amal tapi istiqamah lebih bernilai daripada banyak tapi lalai.


8. 🌍 Relevansi di Dunia Saat Ini

Di zaman sekarang:

  • Banyak orang cerdas tapi gelisah
  • Banyak harta tapi hati kosong
  • Banyak informasi tapi minim hidayah

Ayat ini menjadi solusi:

👉 Ketenangan hanya datang dari iman, shalat, dan hati yang bersih

Di tengah dunia yang materialistik, ayat ini mengajak: ➡️ Kembali ke ruh (spiritualitas), bukan hanya fisik


9. ❤️ Sentuhan Hati (Muhasabah)

Sudahkah kita termasuk orang bertakwa?

  • Shalat kita → hadir atau sekadar gugur kewajiban?
  • Sedekah kita → ikhlas atau ingin dipuji?
  • Iman kita → kuat atau masih ragu?

👉 Jangan sampai kita membaca Al-Qur’an,
tapi tidak pernah merasa sedang dibaca oleh Al-Qur’an.


10. 🤲 Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ،
وَارْزُقْنَا قُلُوبًا خَاشِعَةً،
وَأَعْمَالًا صَالِحَةً،
وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa,
karuniakan hati yang khusyuk,
amal yang ikhlas,
dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya hati kami.”


11. 🙏 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini.
Semoga menjadi wasilah hidayah dan pembersih hati.

Jika berkenan, amalkan dan sebarkan—
karena ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya,
dan yang disebarkan akan menjadi pahala yang terus mengalir
.


🌿 Semoga Allah membersihkan hati kita dan menuntun kita menjadi أهل التقوى (orang-orang bertakwa).



Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tetap semangat, semoga bermanfaat selalu.

—M. Djoko EkasanU—

.......

Berikut versi bahasa gaul kekinian yang santai tapi tetep sopan (menggunakan "aku" dan "njenengan"):


---


Bismillahirahmanirrahim.


Rabu, 6 Mei 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo para pecinta ilmu dan anak muda kekinian! Nih, aku kasih oleh-oleh maghrib'an dari Mushola Baitul Muksinin tempo hari. Waktu itu nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 123. Simak yuk! 😎


---


🌿 Cahaya Al-Qur'an buat Jiwa yang – Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa)


📖 Ayat (QS. Al-Baqarah: 2–5)


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ... (sampai ayat 5)


---


1. 🌙 Makna (Tafsir Al-Ibriz – versi singkat dan rasa tasawuf)


Menurut Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa, ayat ini dijelaskan pakai bahasa sederhana tapi dalem banget:


· "Dzalikal kitab" → Al-Qur'an itu kitab yang luhur, derajatnya tinggi.

· "La raiba fih" → Gak ada keraguan sedikit pun, baik buat akal sehat maupun hati yang bersih.

· "Hudan lil muttaqin" → Petunjuk cuma bisa masuk ke hati orang yang bertakwa.


Ciri-ciri orang bertakwa:


· Iman sama yang ghaib → hatinya hidup meskipun gak lihat.

· Ngedirikan shalat → bukan cuma gerak-gerak, tapi hati hadir.

· Berinfak → bersihin jiwa dari cinta dunia.

· Iman sama wahyu → yakin sama Al-Qur'an dan kitab sebelumnya.

· Yakin akhirat → hidup punya tujuan jelas.


👉 Dalam tasawuf:

Ayat ini bukan cuma info, tapi peta perjalanan ruh menuju Allah.


---


2. 📜 Asbābun Nuzūl (Sebab turunnya ayat)


Ayat ini turun sebagai pembuka Al-Qur'an buat:


· Ngejelasin bahwa Al-Qur'an itu petunjuk universal

· Ngebagi manusia jadi:

  · Muttaqin (bertakwa)

  · Kafir

  · Munafik (dijelasin setelahnya)


👉 Gak ada penyebab khusus (kejadian tertentu), tapi ini fondasi utama dakwah Islam.


---


3. ⚖️ Hukum (Ahkām)


Beberapa hukum yang terkandung:


· Wajib beriman sama yang ghaib

· Wajib ngedirikan shalat

· Wajib ngeluarin sebagian harta (zakat/infaq)

· Wajib beriman ke semua kitab Allah

· Wajib yakin sama hari akhir


👉 Ini adalah rukun kehidupan mukmin, bukan cuma teori doang.


---


4. 💎 Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)


· Hidayah gak dikasih ke semua orang → cuma yang hatinya siap

· Shalat itu tiang penyucian jiwa

· Sedekah itu pembersih hati dari penyakit dunia

· Yakin akhirat bikin hidup lebih terarah


👉 Orang sukses versi Al-Qur'an bukan yang kaya raya, tapi: "Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dan beruntung."


---


5. 🔗 Kaitan dengan Ayat Lain


· QS. Al-Ankabut: 2 → Ujian keimanan

· QS. Al-Mu'minun: 1–2 → Ciri orang beriman

· QS. Adz-Dzariyat: 15–18 → Sifat orang bertakwa


👉 Semua ayat ini ngegas:

Iman bukan cuma omongan, tapi keadaan hati dan amal.


---


6. 🕌 Hadis yang Berkaitan


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir...” (HR. Muslim)


Dan:


“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.” (HR. Muslim)


👉 Ini selaras sama ayat: iman + shalat + sedekah.


---


7. 🌱 Amalan (Implementasi)


· Jaga shalat tepat waktu dan khusyuk

· Biasain sedekah walau dikit-dikit

· Baca Al-Qur'an setiap hari

· Latih hati yakin sama yang ghaib

· Ingat akhirat sebelum ambil keputusan


👉 Dalam tasawuf:

Sedikit amal tapi istiqamah lebih bernilai daripada banyak tapi lalai.


---


8. 🌍 Relevansi di Dunia Saat Ini


Di jaman now:


· Banyak orang pinter tapi gelisah

· Banyak harta tapi hati kosong

· Banyak info tapi minim hidayah


Ayat ini jadi solusi:

👉 Ketenangan cuma datang dari iman, shalat, dan hati yang bersih


Di tengah dunia yang materialistis, ayat ini ngajak:

➡️ Kembali ke ruh (spiritualitas), bukan cuma fisik.


---


9. ❤️ Sentuhan Hati (Muhasabah)


Coba renungkan, njenengan dan aku:


· Udah termasuk orang bertakwa belum?

· Shalat kita → hadir atau cuma buat gugur kewajiban?

· Sedekah kita → ikhlas atau pengen dipuji?

· Iman kita → kuat atau masih ragu?


👉 Jangan sampe kita baca Al-Qur'an,

tapi gak pernah merasa sedang "dibaca" oleh Al-Qur'an.


---


10. 🤲 Doa


اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ، وَارْزُقْنَا قُلُوبًا خَاشِعَةً، وَأَعْمَالًا صَالِحَةً، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا


Artinya:

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa, karuniakan hati yang khusyuk, amal yang ikhlas, dan jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya hati kami.”


---


11. 🙏 Ucapan Terima Kasih


Makasih banyak udah meluangkan waktu baca buletin tauziah ini. Semoga jadi wasilah hidayah dan pembersih hati buat kita semua.


Kalau njenengan berkenan, amalin dan share juga ya —

karena ilmu yang diamalkan bakal jadi cahaya,

dan yang disebarkan bakal jadi pahala yang terus mengalir.


🌿 Semoga Allah bersihin hati kita dan nuntun kita jadi ahlut taqwa (orang-orang bertakwa).


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tetap semangat, semoga selalu bermanfaat.

— M. Djoko EkasanU —


---