Jumat, 25 September 2026

1603nas. 5 SEBELUM 5: JANGAN SAMPAI NYESEL BELAKANGAN

 


5 SEBELUM 5: JANGAN SAMPAI NYESEL BELAKANGAN

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah

..............

Bismillahirahmanirrahim.

Jum'at, 25 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Maslakul Huda, nyantri bareng ustadz Nur Kholis. 

---

11. JAGA LIMA SEBELUM DATANG LIMA

Dari Nabi saw., beliau bersabda:

“Ambillah kesempatan yang lima, sebelum (datang) yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu: Sehatmu sebelum sakitmu, Kayamu sebelum fakirmu, Hidupmu sebelum matimu: Dan masa senggangmu sebelum kesibukanmu.” (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

........

1. Rahasia Hikmah

Dari Nabi saw., beliau bersabda: "Ambillah kesempatan yang lima, sebelum (datang) yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu; Sehatmu sebelum sakitmu; Kayamu sebelum fakirmu; Hidupmu sebelum matimu; Dan masa senggangmu sebelum kesibukanmu." (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Intinya? Hidup ini kayak kuota internet—terbatas, cepat habis, dan kita gak tahu kapan expired-nya. Tujuannya biar kita gak jadi orang yang sibuk menyesal di akhir, tapi sibuk memperbaiki diri sekarang. Intisarinya: manfaatkan yang ada sebelum hilang.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri sendiri." (QS. Al-Hasyr: 19)

Hadis shahih:

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara..." (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Hadis Qudsi:

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (H.R. Bukhari & Muslim)

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah

Makrifatnya: sadar bahwa setiap detik adalah amanah. Hakekatnya: waktu bukan milik kita, tapi titipan. Tarekahnya di era viral ini—kurangi doomscrolling, perbanyak muhasabah. Ganti scroll TikTok dengan istighfar. Njenengan gak perlu jadi sempurna, cukup terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya

Dalam tasawuf, tazkiyatun nufus adalah membersihkan hati dari penyakit: riya, hasad, ujub. Caranya: (1) Muhasabah malam—hitung amal hari ini; (2) Kurangi konsumsi yang sia-sia; (3) Perbanyak dzikir dan shalat sunnah; (4) Jaga lisan dan hati dari ghibah. Aku sendiri masih jauh, tapi terus belajar.

5. Doa

Ya Allah, jadikanlah masa muda, sehat, kaya, hidup, dan waktu senggangku sebagai jalan mendekat kepada-Mu. Jangan biarkan kami menyesal di akhir. Aamiin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih untuk semua pihak yang menginspirasi tulisan ini. Maaf jika ada salah kata, khilaf, atau kurang berkenan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #5Sebelum5 #MenataHati #DekatKepadaAllah #RenunganHati #HijrahSantai #IslamRahmatanLilAlamin

........

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


1602naw. ABU NAWAS: “IBADAH KOK NYANYI?

 

ABU NAWAS: “IBADAH KOK NYANYI?” 

Suatu hari ada yang bertanya kepada Abu Nawas:

“Nawas, kok orang Kristen kalau ibadah banyak nyanyinya?”

Abu Nawas tersenyum:

“Lho… jangan buru-buru nyinyir. 😁
Setiap agama punya cara dan tradisi ibadahnya masing-masing.”

Orang itu masih penasaran:

“Tapi kalau ibadah kok seperti konser?”

Abu Nawas menjawab:

“Nah, itu soal cara memandangnya.
Yang menurutmu nyanyi, menurut mereka bisa jadi bentuk pujian dan doa.”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Kalau kita berbeda keyakinan, jangan sibuk mengejek cara orang lain beribadah.
Lebih baik kita pastikan ibadah kita sendiri sudah benar, diterima Allah, dan akhlak kita juga ikut baik.”
😄

Lalu Abu Nawas nyeletuk:

“Jangan sampai mulut kita rajin mengomentari ibadah orang lain,
tapi hati sendiri lupa beribadah kepada Allah.”
😅

Intinya:
Boleh berbeda keyakinan.
Boleh berdiskusi.
Boleh punya pendapat.

Tapi jangan menghina.

Karena orang beriman bukan cuma belajar bagaimana benar dalam keyakinan, tetapi juga bagaimana indah dalam menyampaikan kebenaran. 🙏


1601naw. ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

 

ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

Abu Nawas bertanya dengan santai:

“Teman-teman, saya mau tanya sederhana dulu…
kalau Yesus wafat di kayu salib, siapa yang mencabut nyawa-Nya?”

Orang-orang mulai berpikir.

Abu Nawas tersenyum:

“Kalau jawabannya: Tuhan yang mencabut nyawa-Nya…
berarti ada Tuhan yang mengambil nyawa, dan ada yang nyawanya diambil.
Bukankah itu menunjukkan adanya perbedaan antara keduanya?”

Lalu Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau manusia bisa menyiksa dan menyalib-Nya,
kalau tubuh-Nya bisa mengalami penderitaan,
kalau kemudian Dia wafat…
maka pertanyaannya sederhana:
apakah yang mengalami semua itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa,
atau seorang manusia yang diutus oleh Tuhan?”

Abu Nawas kemudian berkata:

“Saya tidak sedang mengajak siapa pun bertengkar.
Saya cuma ngajak kita berpikir. 😄
Pertanyaan yang jujur tidak perlu ditakuti.
Kalau keyakinan kita benar, mari kita jelaskan dengan ilmu dan adab.”

Dalam keyakinan Islam, Al-Qur’an menyatakan:

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ
“Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka...”
(QS. An-Nisa: 157)

Jadi, kata Abu Nawas:

“Daripada sibuk saling ngegas,
mending kita sama-sama belajar.
Beda keyakinan boleh,
beda pendapat boleh,
tapi adab tetap nomor satu.”
😊

Diskusi boleh tajam,
hati jangan kasar.
Ilmu ditambah,
persaudaraan tetap dijaga.
🤝

.......

1600naw. ABU NAWAS BUKTIKAN YESUS BUKAN TUHAN KEPADA PASTOR

 

ABU NAWAS BUKTIKAN YESUS BUKAN TUHAN KEPADA PASTOR 😄

Suatu hari seorang Pastor bertanya kepada Abu Nawas:

Pastor:
“Abu Nawas, menurutmu Yesus itu Tuhan atau bukan?”

Abu Nawas tersenyum.

Abu Nawas:
“Wah, pertanyaannya berat, Pastor. Tapi kita ngobrol santai saja. Jangan pakai emosi, pakai logika. 😊”

Pastor:
“Baik. Lalu apa alasanmu mengatakan Yesus bukan Tuhan?”

Abu Nawas:
“Begini, Pastor. Kalau Yesus itu Tuhan, saya mau bertanya sederhana…”

“Siapa yang mengutus Yesus?”

Pastor terdiam sejenak.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus sedang berdoa kepada siapa?”

“Kalau Yesus berkata bahwa beliau datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi diutus, lalu siapa yang mengutus?”

“Dan kalau Yesus merasa lapar, haus, tidur, menangis, dan membutuhkan pertolongan… apakah Tuhan Yang Mahakuasa juga membutuhkan semua itu?”

Pastor menjawab:

“Itu bagian dari misteri iman kami, Abu Nawas.”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Nah, saya menghormati iman Pastor. Tapi kalau saya memakai logika sederhana, Tuhan adalah Yang Maha Menciptakan, bukan yang diciptakan.”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Saya tidak sedang menghina Yesus, Pastor. Justru saya menghormati beliau sebagai utusan Allah. Dalam Islam, Isa bin Maryam adalah nabi yang mulia.”

Lalu Abu Nawas menutup pembicaraan:

“Jadi kita boleh berbeda keyakinan. Pastor punya keyakinan, saya punya keyakinan. Yang penting jangan saling merendahkan. Kalau mau debat, bawa ilmu. Kalau mau berbeda, tetap bawa adab.” 😊🙏

Pastor:
“Abu Nawas, ternyata kamu kalau serius juga masuk akal.”

Abu Nawas:
“Lho, saya memang serius, Pastor… cuma wajah saya yang sering kelihatan bercanda.” 😂

Beda keyakinan bukan berarti harus bermusuhan.
Berbeda pendapat boleh, kehilangan sopan santun jangan.

1599naw. MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

 

“MANA ADA TUHAN MATI DI SALIB?” 
DEBAT ABU NAWAS BIKIN PENDETA TERDIAM

Ini kisah fiksi bergaya Abu Nawas, untuk bahan renungan dan dialog antaragama.

Seorang pendeta berkata kepada Abu Nawas:

Pendeta:
“Menurut keyakinan kami, Yesus disalib dan mati untuk menebus dosa manusia.”

Abu Nawas tersenyum:

Abu Nawas:
“Baik, Pak Pendeta. Saya tidak mau menghina keyakinan njenengan. Saya cuma mau bertanya satu hal sederhana.”

Pendeta:
“Apa?”

Abu Nawas:
“Kalau Tuhan itu Maha Kuasa, lalu siapa yang menjaga alam semesta ketika Tuhan mati?”

Pendeta terdiam sejenak.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Tuhan bisa mati, berarti sebelumnya hidup. Kalau hidup dan mati seperti manusia, apakah itu masih sifat Tuhan atau sifat makhluk?”

Pendeta menjawab:

“Pertanyaanmu sulit, Abu Nawas.”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Lho, saya cuma nanya, Pak. Bukan ujian masuk universitas. 😄”

Kemudian Abu Nawas berkata:

“Menurut Islam, Isa Al-Masih adalah manusia pilihan Allah, seorang nabi dan rasul yang mulia. Beliau bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.”

“Karena bagi kami, Allah itu:

اللّٰهُ الصَّمَدُ
Allah tempat bergantung.

Dia tidak membutuhkan siapa pun, sementara semua makhluk membutuhkan-Nya.”

Pendeta kembali bertanya:

“Jadi kamu yakin Yesus bukan Tuhan?”

Abu Nawas menjawab santai:

“Saya yakin kepada Allah Yang Maha Esa. Dan saya menghormati Isa sebagai nabi yang mulia. Jadi saya tidak perlu menghina Yesus untuk membela Islam.”

Lalu Abu Nawas tersenyum:

“Debat itu bukan lomba siapa yang paling keras suaranya. Yang penting bukan siapa yang menang debat, tapi apakah hati kita mau mencari kebenaran.”

Pendeta terdiam…

Bukan karena kalah debat.

Tetapi karena pertanyaan sederhana kadang membuat seseorang berpikir lebih dalam.

Beda keyakinan, tetap jaga sopan santun.
Berbeda pendapat, jangan berbeda dalam akhlak.
🤝

..........

1598naw. SAAT ABU NAWAS MEMBUAT IMAM SYAFI’I MENANGIS

 

SAAT ABU NAWAS MEMBUAT IMAM SYAFI’I MENANGIS 😢

Konon, Abu Nawas pernah berhadapan dengan Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i bertanya:

“Wahai Abu Nawas, apa yang membuat seseorang dekat dengan Allah?”

Abu Nawas tersenyum.

“Gini, Imam… kadang kita terlalu sibuk kelihatan baik di depan manusia, sampai lupa memperbaiki hati di hadapan Allah.”

Imam Syafi’i terdiam.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kita rajin bicara tentang surga, tapi masih senang melihat orang lain susah.
Kita takut dosa yang kelihatan, tapi santai dengan dosa hati.
Kita sibuk menghitung amal sendiri, tapi gampang banget menghitung kesalahan orang lain.”

Imam Syafi’i mulai menundukkan kepala.

Abu Nawas berkata pelan:

“Yang paling bahaya bukan ketika kita punya banyak dosa…
tapi ketika kita sudah tidak merasa berdosa.”

Air mata Imam Syafi’i pun jatuh.

Abu Nawas berkata:

“Imam… kalau hati kita masih bisa menangis karena dosa, itu lebih baik daripada hati yang merasa dirinya sudah paling suci.”

Suasana menjadi hening.

Lalu Abu Nawas tersenyum:

“Jadi jangan sibuk mencari siapa yang paling alim, siapa yang paling ahli ibadah.
Tanya saja hati kita sendiri:
‘Setelah banyak ilmu dan amal, apakah aku semakin rendah hati… atau malah semakin merasa lebih baik dari orang lain?’”

😢 Kadang yang membuat kita menangis bukan karena mendengar sesuatu yang baru, tetapi karena mendengar sesuatu yang sebenarnya sudah lama kita tahu… namun belum kita jalankan.

Semoga Allah melembutkan hati kita.
Bukan hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga mau menjadi orang baik.
🤲

1597naw. IMAM SYAFI’I DIFITNAH! TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

 

IMAM SYAFI’I DIFITNAH! 😱
TAKTIK CERDAS ABU NAWAS MENYELAMATKAN SANG ULAMA

Bayangkan sebuah kisah Abu Nawas…

Suatu hari, ada orang yang menuduh Imam Syafi’i dengan tuduhan yang tidak benar.

Orang-orang mulai ramai.

“Wah, ini serius! Jangan-jangan benar!”

Abu Nawas cuma senyum. 😏

“Lho, kok gampang banget percaya berita?”

Mereka menjawab:

“Terus kita harus bagaimana, Abu Nawas?”

Abu Nawas berkata santai:

“Jangan langsung percaya tuduhan. Kita cek dulu buktinya.”

“Kalau buktinya tidak ada?”

“Ya jangan ikut menyebarkan.”

“Kalau orangnya ngomong meyakinkan?”

Abu Nawas tertawa kecil:

“Orang yang ngomong paling keras belum tentu paling benar, Bro…” 😄

Lalu Abu Nawas menghadapkan si penuduh dengan beberapa pertanyaan sederhana.

Satu pertanyaan…

Dua pertanyaan…

Tiga pertanyaan…

Akhirnya, ceritanya mulai kelihatan bolong di sana-sini. 😅

Abu Nawas kemudian berkata:

“Fitnah itu seperti utang. Sekali dilempar, susah ditarik kembali. Jadi sebelum ngomong tentang kehormatan seseorang, pastikan kita punya bukti.”

Orang-orang pun terdiam.

Abu Nawas menutup dengan kalimat:

“Ulama tidak perlu dibela dengan kebencian.
Kebenaran cukup dibela dengan ilmu, bukti, dan akhlak.”

Jadi kalau hari ini kita menerima berita tentang seseorang:

Jangan buru-buru share.
Jangan buru-buru percaya.
Jangan buru-buru menghukum.

Tabayyun dulu. 😉

Karena bisa jadi…

yang kita anggap ‘berita’ ternyata cuma fitnah yang sedang mencari korban.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”

QS. Al-Hujurat: 6

Santai dalam berdiskusi,
cerdas dalam menyikapi,
dan tetap jaga adab.
🙏

1596naw. TUHAN ISLAM KOK TIDAK BERWUJUD

 

ABU NAWAS DITANYA: “TUHAN ISLAM KOK TIDAK BERWUJUD?” 😄

Seseorang bertanya kepada Abu Nawas:

“Abu Nawas, Tuhan dalam Islam katanya tidak berwujud. Kalau begitu, bagaimana kita bisa percaya kepada-Nya?”

Abu Nawas tersenyum.

“Lho… memang semua yang nyata harus punya bentuk?” 😁

Orang itu menjawab:

“Ya… kalau tidak punya bentuk, bagaimana kita tahu?”

Abu Nawas berkata:

“Coba njenengan lihat angin. Ada bentuknya?”

“Tidak.”

“Bisa dirasakan?”

“Bisa.”

“Coba lihat cinta. Ada bentuknya?”

“Tidak.”

“Bisa dirasakan?”

“Bisa.”

Abu Nawas tersenyum lagi:

“Nah, kalau sesuatu yang diciptakan Allah saja tidak harus punya bentuk agar bisa kita akui keberadaannya, kok kita malah memaksa Sang Pencipta harus punya bentuk seperti makhluk?”

Lalu Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau Tuhan punya bentuk seperti makhluk, berarti Dia punya ukuran, tempat, batas, arah, dan sifat-sifat makhluk.

Kalau begitu, pertanyaannya malah berubah:

Siapa yang menciptakan bentuk Tuhan itu?”

Orang tersebut terdiam.

Abu Nawas kemudian berkata:

“Dalam Islam, kita tidak mengatakan Allah itu ‘tidak ada’. Justru sebaliknya.

Allah itu ada, tetapi keberadaan Allah tidak sama dengan keberadaan makhluk.

Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

QS. Asy-Syura: 11

Abu Nawas menutup dengan senyum:

“Jadi jangan bertanya, ‘Allah bentuknya seperti apa?’
Pertanyaan yang lebih tepat adalah: ‘Siapa yang menciptakan semua bentuk yang kita kenal?’
😄

Karena Allah adalah Pencipta bentuk, bukan salah satu bagian dari bentuk ciptaan-Nya.

Diskusi boleh tajam,
pertanyaan boleh kritis,
tapi adab tetap nomor satu.

Beda keyakinan jangan membuat kita kehilangan akhlak. 🙏

.........,....

1595naw. “YESUS NABI, BUKAN TUHAN?

 

ABU NAWAS BILANG: “YESUS NABI, BUKAN TUHAN?” 😄

Ada yang bertanya kepada Abu Nawas:

“Kalau begitu, bagaimana kamu membuktikan bahwa Yesus itu nabi, bukan Tuhan?”

Abu Nawas tersenyum.

“Gampang, Bro… kita pakai logika santai saja. 😁

Kalau seseorang berdoa kepada Tuhan, berarti dia sedang berdoa kepada siapa?

Kalau seseorang diutus oleh Tuhan, berarti yang mengutus dan yang diutus sama-sama siapa?

Kalau seseorang mengatakan bahwa dirinya datang membawa kehendak Tuhan, berarti dia membawa pesan dari siapa?

Dan kalau seseorang lahir, makan, tidur, merasa lapar, berdoa, dan hidup sebagai manusia, ya jangan buru-buru kita sebut Tuhan.

Tuhan itu bukan makhluk yang membutuhkan makan, tidur, atau pertolongan.

Jadi, kata Abu Nawas:

“Jangan karena kita mencintai seorang nabi, lalu kita menjadikannya Tuhan. Justru menghormati nabi adalah dengan menempatkannya sebagaimana mestinya.”

Lalu Abu Nawas menutup dengan senyum:

“Kalau Tuhan yang menciptakan manusia, jangan sampai manusia malah menciptakan konsep tentang Tuhan sesuai pikirannya sendiri.” 😉

Santai saja dalam berdiskusi.

Beda keyakinan bukan alasan untuk saling menghina.
Kita boleh berbeda dalam akidah, tapi tetap wajib menjaga adab.

Allah berfirman:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
“Tidak ada paksaan dalam agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)

Ngaji boleh serius,
diskusi boleh tajam,
tapi adab jangan sampai hilang.
🙏

1594naw. ABU NAWAS GUNCANG GEREJA 😄 “YESUS MENGAJARKAN TRINITAS?

 

Bisa dibuat dengan gaya Abu Nawas yang jenaka, cerdas, tetapi tidak merendahkan umat Kristen. Supaya tidak terkesan mengklaim sesuatu tanpa dasar, kalimatnya lebih aman memakai sudut pandang perbandingan ajaran:

ABU NAWAS GUNCANG GEREJA 😄
“YESUS MENGAJARKAN TRINITAS?”

Suatu hari Abu Nawas ditanya:

“Hai Abu Nawas, benarkah Yesus mengajarkan Trinitas?”

Abu Nawas senyum santai.

“Lho… jangan tanya saya dulu. 😁
Coba tunjukkan satu kalimat dari mulut Yesus yang bunyinya:
‘Sembahlah Aku, karena Aku adalah Tuhan dalam tiga pribadi.’”

Semua terdiam.

Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau memang itu ajaran utama beliau, mestinya mudah dong menunjukkan perkataan beliau secara langsung.”

Lalu Abu Nawas berkata:

“Saya tidak sedang menghina Yesus. Justru saya menghormati beliau sebagai Al-Masih dan utusan Allah. Yang sedang kita bahas adalah: apakah konsep Trinitas itu benar-benar diajarkan langsung oleh Yesus, atau merupakan penjelasan teologis yang berkembang kemudian?”

Kemudian Abu Nawas tersenyum:

“Jangan marah kalau pertanyaan saya tajam.
Pisau saja kalau tajam masih bisa dipakai memotong roti. 😂
Pertanyaan juga begitu—tajam boleh, tapi adab tetap nomor satu.”

Lalu Abu Nawas menutup:

“Kalau kita benar-benar mencari kebenaran, jangan cuma bertanya,
‘Apa yang dipercayai orang setelahnya?’
Tapi tanyakan juga,
‘Apa yang benar-benar diajarkan oleh gurunya?’”

Diskusi boleh panas 🔥
Hati jangan panas. ❤️

Beda keyakinan tidak harus membuat kita saling mencaci.
Kita bisa berbeda dalam akidah, tetapi tetap saling menghormati sebagai sesama manusia.

Abu Nawas: logikanya santai,
pertanyaannya tajam,
adabnya tetap dijaga. 😊

...........

1513irs. JANGAN SAMPAI HATI KITA "LOG OUT" DARI IMAN

 


JANGAN SAMPAI HATI KITA "LOG OUT" DARI IMAN

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Jumat, 25 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

BAB: IMAN

FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)

Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu : 

niat akan kafir dalam waktu yang dekat maupun yang jauh, atau ragu dalam islam, atau menggantungkan ke-kafiran itu pada sesuatu dengan lidah atau dihati, maka langsung menjadi kafir, atau mempercayai apa yang me nyebabkan kekafiran, atau mengucapkan dengan keyakinan, atau sebagai tantangan atau ejekan, seperti bahwa alam ını dahulu, atau run, atau mempercayai bahwa Allah itu baru, atau meniadakan sifat yang wajib bagi Allah seperti sifat ilmu dan qudrat, atau menetapkan apa yang tidak ada pada Allah seperti warna, atau mewajibkan suatu yang tidak wajib seperti menambah sembahyang sehingga menjadi enam waktu, atau puasa selain ramadhan, atau ragu terhadap kesesatan orang yahudi dan Keristen, atau bersujud kepada makhluk atau masuk kegereja ber-sama orang-orang keristen, dan memakai pakaian mereka, 

..........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabatku, tau gak sih? Dalam tasawuf, hati itu ibarat server utama. Kalau server-nya kena virus—walau cuma niat ragu atau main-main—semua sistem bisa crash. Niat kafir, ragu pada Islam, atau cuma nyindir agama buat konten, itu bukan cuma dosa kecil. Itu "logout" dari iman. Tujuannya? Biar kita sadar: iman itu bukan status, tapi perjuangan tiap detik. Bukan buat jadi sempurna, tapi biar gak mati rasa di hadapan Allah.

2. Nasehat: Ayat, Hadis, Hadis Qudsi

Allah berfirman: "Dan sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Baqarah: 145).

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya, maka Allah akan mencatatnya sebagai kemunafikan." (HR. Bukhari).

Hadis Qudsi: "Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari & Muslim).

3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Era Viral

Makrifatnya: sadar Allah lihat detak jantung kita. Hakekatnya: iman itu cahaya, kafir itu kegelapan. Tarekahnya: jangan asal share, jangan asal komen. Stop jadi "budak algoritma" yang rela jual akidah demi views. Njenengan mau dikenal? Dikenal Allah aja cukup.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Muhasabah: duduk diam 5 menit, tanya diri: "Kalau aku mati hari ini, aku bawa iman atau cuma niat ragu?" Caranya: istighfar, tinggalkan ejekan agama, jangan sujud pada makhluk, jangan pakai simbol agama lain buat gaya-gayaan.

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan hati ini goyah. Teguhkan iman kami sampai akhir. Jangan cabut cahaya iman dari dada ini, walau sekejap. Amin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang baca. Maaf kalau ada salah kata, tak bermaksud menggurui. Semua ini murni buat aku sendiri.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JagaIman #TasawufKekinian #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

1585tan. JANGAN SAMPAI KEASYIKAN NGAYAL, LUPA RUMAH SEBENARNYA

 


JANGAN SAMPAI KEASYIKAN NGAYAL, LUPA RUMAH SEBENARNYA

..................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...................

Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 23 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :

.............

BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal.

Dua perkara yang sangat dikhawatirkan pada kalian, yaitu:

Berkhayal (panjang angan-angan) yang mengakibatkan lupa akhirat,

Menuruti nafsu, yang mengakibatkan terhalangnya kebenaran”. (S. Ali AbiThalib ).

..........

1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)

Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah bilang, dua hal yang paling beliau khawatirkan menimpa kita: pertama, panjang angan-angan yang bikin lupa akhirat; kedua, menuruti nafsu yang bikin kebenaran tertutup. Intinya, hidup ini bukan soal seberapa jauh kita bermimpi, tapi seberapa sadar kita bahwa semua akan kembali kepada Allah. Tujuannya sederhana: menata hati, menjernihkan jiwa, biar langkah kita makin dekat sama Yang Maha Kuasa.

2. Nasehat

Allah berfirman:

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang tidak dapat seorang ayah menolong anaknya..." (QS. Luqman: 33)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi:

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari)

3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya

Di era scroll TikTok sampai lupa waktu, kita sering keasyikan "ngayal" versi modern: pengen viral, pengen kaya, pengen diakui. Padahal itu semua fatamorgana. Hakekatnya, hati ini cuma singgah sebentar. Tarekahnya? Sederhana: kurangi konsumsi hal yang bikin lalai, perbanyak dzikir dan syukur. Jangan sampai nafsu jadi raja, akal dan iman jadi pelayan.

4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, ini disebut tazkiyatun nufus — membersihkan jiwa. Muhasabah-nya: tiap malam, tanya diri sendiri, "Hari ini aku nambah dekat sama Allah atau malah jauh?" Caranya: sholat tepat waktu, baca Al-Qur'an walau satu ayat, sedekah walau receh, dan jaga lisan.

5. Doa

Ya Allah, jangan biarkan angan-angan kami melampaui ajal kami. Jangan biarkan nafsu kami menutup kebenaran-Mu. Bersihkan hati kami, terangi jalan kami, dan dekatkan kami kepada-Mu. Aamiin.

6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah jadi bagian perjalanan ini. Maaf kalau ada salah kata, khilaf sikap, atau tulisan yang kurang berkenan. Semoga Allah ampuni kita semua.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatKepadaAllah #RenunganHati #TasawufKekinian #JanganLupaAkhirat

..............

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—