Kamis, 16 Juni 2011

Biomedical Treatment: Makanan Sebagai Obat

Ilustrator: Poegoeh

Walau namanya terdengar asing, ilmu ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Bahkan bapak kedokteran, Hipocrates, pernah mengatakan,"Let the food becomes your drug or medicine, not your drug as your food." Terjemahan bebasnya, dengan melakukan diet terutama pada jenis-jenis makanan yang dianggap sebagai penyebab kuat reaksi alergi, gangguan kesehatan yang dialami seseorang dapat diatasi.

Yang menjadi sasaran biomedical treatment (BT) adalah kandungan molekul-molekul atau sel-sel tubuh manusia. Dalam ilmu kedokteran sekalipun, pelajaran tentang molekul-molekul sel (orthomolekular) yang menjadi ilmu dalam BT merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui para dokter. Dengan demikian, seperti kata dr. Rina Adeline., Sp.MK., MKes ., dari RS MH Thamrin Internasional, BT bukanlah sebuah pengobatan alternatif tetapi pengobatan molekular.

Teorinya, jika inti sel manusia ada dalam keadaan optimal maka kondisi kesehatan pun akan selalu terjaga. "Dari sisi mikrobiologi sendiri yang diperbaiki melalui biomedical treatment adalah masalah-masalah di usus. Bagaimana memperbaiki keadaan bakteri, jamur, atau common cell yang ada di usus supaya tetap seimbang. Harapannya, jika kondisi usus baik maka kemampuan pencernaan untuk dapat menyerap zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh pun akan lancar," ujar ahli mikrobiologi klinis yang pernah belajar biological treatment di Life Biologic Unit, University of New Castle, Sydney.

Juga bisa dikatakan BT adalah pengobatan dari dalam diri dengan cara mengatur asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan mengembalikan komponen-komponen nutrisi yang kurang atau yang tidak ada agar kembali ada. Hanya perlu diketahui, kata Rina, BT bukanlah merupakan pilihan para klinisi seperti dokter. Namun, metode ini dapat menjadi pilihan orang tua jika tidak ingin anak-anaknya terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia.

KASUS YANG DAPAT DITANGANI

Menurut Rina, BT dapat mengatasi gangguan-gangguan sebagai berikut:

** gangguan metabolik:

- keluhan susah buang air

- perut kembung

- sariawan yang terjadi terus menerus.

** autisma

** hiperaktivitas

** telat bicara

** kesulitan belajar

** pola makan yang terganggu:

- overweight

- hiperkolesterol

** penuaan dini

** sindrom kelelahan kronik

** batuk

** pilek

** asma

Setiap kasus atau keluhan tentu saja membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya, komponen biologis yang diperlukan untuk menangani anti-aging berbeda dari yang digunakan untuk mengatasi sindrom kelelahan kronik dan lainnya. Juga, walau banyak keluhan yang dapat ditangani dengan BT, hanya gangguan metabolik yang dapat ditangani langsung. Keluhan lainnya memerlukan diagnosa pasti dari ahli yang terkait. Dari diagnosa yang ada barulah BT dapat menindaklanjuti kasus yang ada. Tentunya, penanganan pada setiap individu pun berbeda.

DIET BERJANGKA

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Jurusan Mikrobiologi Bagian Virologi ini, ada 5 jenis makanan yang dianggap sebagai pengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebih, yakni susu sapi, tepung terigu, kacang kedelai, kacang tanah, dan jagung. Oleh karena itulah, jenis-jenis makanan tersebut harus dikurangi sedikit demi sedikit dari konsumsi pasien dengan diet bertahap. "Misalnya, dalam sebulan pertama anak diharapkan bersih dari susu sapi. Selanjutnya bersih dari tepung terigu, dan lainnya. Lama diet yang dibutuhkan sekitar 2-3 bulan untuk tahap pertama. Namun total lamanya adalah 2 tahunan."

Setelah menjalani diet, langkah selanjutnya adalah rotasi makanan, yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal jenis-jenis makanan lain. Tujuannya mengurangi terbentuknya alergi karena pemberian satu jenis makanan yang terus-menerus. Langkah ketiga adalah variasi makanan. Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan kebutuhan kalori dan jenis komponen makanan yang dapat dikonsumsi. Untuk menunjang hal ini, pasien disarankan berkonsultasi pada ahli nutrisi yang akan membantu mengontrol kebutuhan nutrisi anak selama diet berlangsung sehingga tidak sampai terjadi malnutrisi.

PEMBERIAN SUPLEMENTASI

Selama menjalani diet, anak akan memperoleh suplemen dasar dan suplemen tambahan. Pemberian suplemen ini dibutuhkan untuk menunjang tujuan BT yaitu memperbaiki dan menghembalikan komponen-komponen nutrisi di dalam tubuh yang hilang. Itulah mengapa pemberian suplemen dalam BT diistilahkan dengan building block.

Suplemen dasar yang diberikan terdiri atas 5 komponen , yaitu seng, magnesium, vitamin B 6, vitamin C dan E, serta enzim. Mineral seng diberikan untuk meningkatkan inti dari semua enzim yang ada dalam tubuh sehingga enzim pencernaan pun dapat bekerja dengan baik. Seng juga merupakan komponen boosting immune / atau komponen yang dapat mempertinggi daya tahan tubuh.

Untuk suplemen tambahan, pemberiannya dilakukan sesuai kasus. Pada anak dengan spektrum autis, karena harus menjalani diet susu sapi maka diberikan suplementasi kalsium sebagai pengganti. Sedangkan anak dengan kesulitan belajar biasanya diberikan suplemen vitamin B 6 atau B 12 untuk meningkatkan nafsu makan ditambah EFA, DHA, Omega 3, dan fatty acid untuk meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi, serta memicu kemampuan verbal anak. Untuk anak sulit makan akan diberikan vitamin B kompleks.

Rina menekankan, pemberian suplementasi dasar tak boleh dihentikan selama diet berlangsung. Pasalnya, anak sedang mengalami gangguan metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat sehingga perlu bantuan enzim untuk memecah zat-zat tersebut.

Saat diet berlangsung, daya tahan tubuh anak juga menurun. Untuk mengatasinya akan dilakukan pemberian magnesium yang menunjang ketersediaan energi dalam metabolisme tubuh. Manfaat lainnya adalah sebagai efek penenang bagi anak yang mengalami gangguan hiperaktivitas.

Efek pemberian komponen suplementasi memang tidak langsung tampak. Pada kasus anak sulit makan, misalnya, meningkatnya nafsu makan mungkin baru terlihat setelah 1-2 minggu.

Yang juga perlu diperhatikan, pemberian suplementasi ini harus melalui pengawasan ahli gizi. "Setidaknya pasien perlu berkonsultasi sebulan dua kali untuk melihat nutrisinya. Buatlah food diary untuk mencatat makanan apa yang bila dikonsumsi anak dapat memicu perilaku 'aneh', mengganggu konsentrasi dan tidur, serta lainnya. Semua ini harus dilaporkan kepada ahli gizi."

Rina menambahkan, sikap bijak atau mengikuti kaidah yang ditentukan sangatlah diperlukan selama penggunaan suplemen dalam BT, karena tetap saja suplemen tersebut merupakan bahan kimia. "Misalnya, pemberian kalsium dengan dosis tertentu harus pula dibarengi dengan konsumsi minum yang banyak. Kalau tidak, maka absorpsi air dalam tubuh akan terganggu dan terbentuklah batu."

Untuk melihat ada tidaknya efek samping, maka setiap 4 bulan sekali dapat dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal. Tapi tak perlu khawatir, efek samping hanya terjadi jika kita lalai menuruti kaidah yang sudah ditetapkan. Dengan pengawasan ahli, kekhawatiran tersebut bisa ditepiskan. Lagi pula, setelah dilakukan pemberian suplementasi dasar selama 3 bulan biasanya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk skrining. Gunanya untuk mendeteksi penyebab suatu kelainan.

Rina mencontohkan, ada berbagai penyebab gangguan autisme yaitu faktor lingkungan seperti polusi udara, infeksi oleh virus, bakteri, dan jamur, atau karena alergi bawaan yang menyebabkan pasien bereaksi negatif terhadap makanan tertentu.

Dalam kasus autisme ada 4 sampel yang akan diperiksa; feses, rambut, darah, dan urin. Pemeriksaan feses dibutuhkan untuk melihat bagaimana peningkatan jamur atau bakteri. Laboratorium di dalam negeri biasanya sudah sanggup melakukannya dengan hasil yang dapat diperoleh dalam 2 minggu. Untuk status komponen nutrisi, skrining dilakukan dengan melihat kondisi darah dan rambut. Sedangkan status metabolik akan terlihat dari kondisi urin organik.

Jika hasil skrining menyatakan bahwa tubuh anak positif menyimpan heavymetal toxicity (berbagai logam berbahaya yang bisa berasal dari timbal, merkuri atau lainnya) maka akan dilakukan penanganan untuk membuangnya. Caranya, dengan meningkatkan kemampuan tubuh anak dalam hal ini mitokondria atau sel molekulnya untuk membentuk antioksidan sendiri. Antioksidan diperlukan untuk membuang radikal bebas dari logam berbahaya.

KEMAJUAN SIGNIFIKAN

Sekitar 60 persen kasus-kasus hiperaktivitas yang ditangani dengan BT terbukti mengalami kemajuan secara signifikan, terutama dalam hal pemahaman. "Pemberian vitamin B 6 sangat membantu meningkatkan kemampuan pemahaman anak. Anak jadi lebih mengerti dan paham apa yang dimaksud oleh orang tuanya, misalnya untuk tidak buang air sembarangan. Hiperaktivitas anak pun menurun," jelas Rina .

Kasus mengepak-ngepakkan tangan dan jalan jinjit yang dialami anak dengan gangguan autisme pun dapat diperbaiki. Menurut Rina adanya infeksi bakteri, jamur atau kelebihan amoniak mengakibatkan anak dengan gangguan autisme berperilaku seperti itu. Nah, dengan pemberian antibiotik dan suplemen tertentu maka bakteri dan kadar amoniak dapat diturunkan sehingga sensori penderita jadi lebih baik.

Penggunaan obat-obatan kimia dalam BT memang dihindari namun bukan berarti tidak digunakan. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium, katakanlah pada feses anak terdapat jamur, maka pasien akan diberikan obat antijamur. Bila di situ juga terdapat bakteri tertentu yang seharusnya tidak ada, maka akan diberikan antibiotik. "Hanya saja obat-obatan dalam biomedical treatment berkisar seperti itu. Tak ada obat-obatan penenang misalnya, seperti yang biasa digunakan untuk penderita autis atau hiperaktif," tandas dokter, yang juga berpraktek di Klinik Intervensi Biologimedis, Bogor.

Dedeh Kurniasih

Lumpuh Total Akibat Guillain Barre Syndrome


Ilustrasi: Pugoeh

Budi, sebut saja begitu, tergolong anak yang sehat, aktif dan cerdas. Seperti anak-anak pada umumnya, dia menggandrungi permainan aktif seperti sepakbola dan petak umpet. Namun, semuanya berubah drastis ketika bocah berusia 5 tahun itu terkena flu. Saat itu ia tidak hanya dibuat tersiksa oleh ingusnya yang terus-terusan meler, bersin-bersin dan demam, melainkan juga tubuhnya yang menggigil. Anehnya, seluruh kaki dan tangannya kesemutan, meski awalnya hanya bagian ujung-ujungnya saja.

Kondisi Budi sejak itu ternyata makin kritis. Tak sampai seminggu, seluruh anggota tubuhnya tidak mampu digerakkan lagi atau lumpuh. Bahkan mulutnya tak mampu berkata sepatah kata pun. Orang tuanya sama sekali tak tahu apa penyakit aneh yang menyerang putranya. Budi pun hanya bisa tergolek di tempat tidurnya. Bahkan impiannya untuk bersekolah di tahun-tahun mendatang harus dikuburnya dalam-dalam.

TAK PANDANG BULU

Penyakit aneh yang menyerang Budi, dijelaskan oleh dr. Andreas Harry, Sp.S(K) ., adalah apa yang dinamakan Guillain Barre Syndrome (GBS). Sindrom ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh (autoimmune ) menyerang kantung saraf. Kejadiannya, lanjut Andre, "Bisa diawali oleh infeksi saluran pernapasan, flu, demam berdarah, diare, atau tifus. Bahkan tindakan bedah dan imunisasi juga bisa menjadi pemicu sindrom ini," tutur dokter ahli saraf yang pernah menangani anak yang menderita GBS setelah mendapatkan vaksin HiB.

Entah kapan persisnya sindrom yang disebut sesuai dengan nama penemunya Guillain Barre, muncul. GBS sendiri baru bisa diidentifikasi mulai tahun 1976. Saat itu beberapa orang terkena sindrom ini setelah mendapatkan vaksin Swine Flu. Selanjutnya, setiap tahun di seluruh dunia ribuan orang terdata sebagai penderita GBS. Data statistik di Amerika menunjukkan, 1-2 dari 100.000 orang berpeluang terkena GBS.

"Di Indonesia sendiri diperkirakan ada lima penderita GBS setiap tahunnya," tutur dokter yang sudah menangani puluhan pasien GBS. Menurutnya, siapa pun, umur berapa pun dan dari status sosial mana pun memiliki risiko sama terkena GBS ini. Ironisnya, daya tahan tubuh yang baik pun ternyata bukan jaminan. "Perlu diketahui pula, sindrom ini bukanlah penyakit genetik, tidak dapat diturunkan, dan juga tidak menular."

Meski bisa menyerang segala umur, di semua tempat, namun di Indonesia, tukasnya, sindrom ini banyak ditemukan pada masyarakat pesisir pantai. "Mengapa bisa begitu, tidak diketahui apa penyebabnya. Selain itu, jumlah pasien GBS umumnya meningkat pada musim pancaroba. Mungkin perubahan suhu yang drastis, sebentar panas sebentar hujan, membuat kondisi individu jadi mudah diserang sindrom ini."

BISA SEBABKAN KEMATIAN

Lantaran sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya, dokter dari Prevento Andreaux International Clinic Jakarta ini menegaskan, tidak ada cara pencegahan GBS yang efektif. Yang juga membuat Andreas prihatin, tidak semua dokter bisa mendiagnosa sindrom ini dengan cepat dan tepat. "Bahkan ironisnya tidak sedikit dokter yang adakalanya malah salah mendiagnosa."

Boleh jadi, ujarnya, gejala yang ditunjukkan GBS nyaris sama dengan gejala-gejala penyakit lainnya. Kesemutan, contohnya. Diabetes dan gangguan saraf pun umumnya memperlihatkan gejala ini. Tak heran bila banyak dokter yang mendiagnosa penyakit GBS dengan infeksi sumsum tulang atau infeksi saraf tepi lainnya. Akibatnya, terapi, termasuk obat, yang diberikan pun tidak efektif. Pasien bukannya sembuh, tapi kondisinya makin kritis.

Menurut Andreas, salah satu cara yang cukup efektif untuk menegakkan diagnosa GBS adalah dengan tes elektrodiagnostik. Tes ini dapat mengukur nilai abnormal saraf motorik, saraf sensorik, kekuatan refleks fisiologik, menilai kondisi saraf batang otak dan kondisi otot pernapasan. Tidak hanya itu, tes ini juga membantu membedakan penyakit GBS dari penyakit gangguan saraf lainnya.

Andreas membenarkan bahwa salah satu gejala awal yang biasanya dirasakan penderita adalah kesemutan di ujung tangan dan kaki. Perasaan kesemutan ini muncul karena hancurnya selaput mielin pada saraf tepi, baik pada pangkalnya (akar saraf) ataupun pada bagian ujung (distal). Padahal selaput mielin berfungsi mempercepat konduksi saraf. Hancurnya selaput mielin akan mengakibatkan keterlambatan konduksi saraf, bahkan mungkin terhenti sama sekali. Akibat lebih jauh, penderita GBS mengalami gangguan motorik dan sensorik.

Uniknya, yang terserang lebih dulu adalah saraf tepi paling bawah kemudian naik ke saraf tepi yang lebih tinggi dan seterusnya. "Tak heran jika kesemutan dirasakan di ujung kaki dan tangan terlebih dahulu, lalu merembet ke pangkal tangan dan kaki," tutur ahli saraf ini.

MENYERANG BATANG OTAK

Selain kesemutan, perasaan "tebal", nyeri dan terbakar (gangguan sensorik), penderita juga bisa mengalami kelemahan otot bagian bawah (motorik). Dalam waktu singkat, kelemahan ini akan berlanjut menjadi kelumpuhan (plegia). "Awalnya mungkin penderita hanya merasakan kakinya sulit untuk digerakkan sehingga harus menyeretnya ketika berjalan. Lambat laun penderita tidak bisa berdiri sama sekali."

Lamanya proses penghancuran saraf hingga berdampak kelumpuhan pada masing-masing individu amat bervariasi. Masa progresifnya ada yang mencapai seminggu, tapi ada juga yang mencapai tiga minggu."

Tak jarang, lanjut Andreas, gejala GBS juga disertai gangguan saraf otonomik. Akibatnya, terjadilah gangguan saraf simpatik dan parasimpatik. Hal ini antara lain bisa dilihat dari naik-turunnya tekanan darah penderita secara tiba-tiba. "Bisa saja tekanan darah penderita yang awalnya hanya 120/80 mmhg mendadak naik menjadi 190/95 mmhg. Selain itu, pasien juga sering berkeringat saat berada di tempat yang dingin."

Gejala lainnya, jika sampai menyerang batang otak, penderita tidak bisa menelan, berbicara, dan bernapas. Tak jarang gejala tadi disertai kelemahan otot-otot wajah, sampai-sampai penderita juga tidak bisa menggerakkan kedua bola matanya sendiri. Kelemahan otot ini biasanya bersifat simetris. Artinya, anggota badan yang kiri mengalami kelemahan yang sama dengan anggota badan yang kanan.

Gangguan saraf juga bisa menyerang sistem saraf pada saluran pernapasan. Bila hal ini terjadi umumnya akan ditandai oleh napas berat karena lemahnya otot-otot pernapasan. Akibatnya, fungsi paru-paru pun akan menurun karena tidak bisa mengembang secara maksimal. Bahkan bisa juga terjadi infeksi paru-paru yang mengharuskan pasien mengenakan alat bantu pernapasan. Salah satunya adalah membuat "ventilator" di leher agar penderita bisa bernapas. Tentu saja kondisinya harus terus-menerus dipantau. Jika penanggulangannya tidak tepat, pasien bisa tidak tertolong.

Lewat pengobatan yang tepat dan cepat, Andreas menegaskan, dalam tempo 3-6 bulan, sekitar 80% penderita GBS bisa sembuh total. Meski begitu, sekitar 15 persen pasien GBS tetap memiliki gejala sisa kelumpuhan dan nyeri. Biasanya, hal ini terjadi akibat penderita tidak mendapatkan terapi GBS dengan cepat, sehingga ada beberapa organ tubuh dan gejala sisa yang tidak bisa disembuhkan. Bahkan 3-6 persen penderita GBS berpeluang menghadapi kematian. Mereka ini umumnya terlambat mendapat pertolongan atau yang GBS-nya sudah sangat berat. Kematian umumnya terjadi bila pasien mengalami kesulitan bernapas karena saraf pernapasan di lehernya sudah rusak parah.

SERBA-SERBI TERAPI

Menurut Andreas , terapi terbaik untuk GBS adalah pemberian imunoglobulin. Dosisnya 2 gr/kg berat badan, dengan kecepatan laju infus kurang dari 200 ml/jam. Tujuan pemberian obat ini adalah menetralisir plasma darah yang tengah merusak saraf. "Dengan dosis tepat yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah, gen antibodi perusak diharapkan bisa netral kembali. Namun patut dicatat, pada sekitar 20% pasien, obat tersebut menimbulkan efek samping berupa nyeri otot dan kedinginan."

Terapi lainnya adalah mencuci plasma penderita (plasmapheresis ). Plasma yang sudah rusak dari tubuh penderita dikeluarkan, lalu diganti dengan cairan plasma baru berupa 5% albumin salt free selama 8-10 hari. Plasma tersebut mampu membentengi tubuh dari autoimun yang merusak kantung saraf tadi.

Sementara gangguan motorik yang dialami penderita GBS mengharuskannya menjalani fisioterapi yang mesti dimulai sejak awal, yakni sejak kondisi pasien stabil dan bisa menjalani instruksi dari fisioterapis. Hanya saja ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, fase ketika gejala masih terus berlanjut sementara kondisi pasien belum terlihat membaik. Pada fase ini, yang diperlukan adalah mempertahankan kondisi pasien, meski kondisi pasien akan terus menurun. Kedua, fase penyembuhan, yakni ketika kondisi pasien membaik. Pada fase ini pengobatan fisioterapi ditujukan pada penguatan dan pengoptimalan kondisi pasien.

Pada fase pertama, kata Andreas, upaya menekan semua gangguan yang ada menjadi sedemikian penting. Sedangkan pada fase kedua, yang mesti ditekan adalah problem gangguan motorik. Secara keseluruhan, tindakan fisioterapi ditujukan pada pengoptimalan kemampuan fungsional pasien.

Menurut Andreas, kelumpuhan/plegia terjadi akibat banyaknya motor unit yang tidak terkonduksi saraf sehingga tidak bisa dikontraksikan. Sedangkan kelemahan otot/parese terjadi karena sebagian motor unit dalam satu otot masih terkonduksi saraf, sehingga masih mampu mengkontraksikan otot tersebut, meski lemah. Akan tetapi karena yang digerakkan hanya satu otot, penderita GBS umumnya akan lebih cepat lelah.

Dalam menjalankan terapi, seorang fisioterapis sebaiknya berpegang pada prinsip sistematis, sehingga tidak ada bagian tubuh yang terlewati. Bila dilakukan secara sistematis, fisioterapis sekaligus juga akan bisa mengamati perkembangan motorik pasien.

Terapi sebaiknya diawali dengan menggerakkan anggota tubuh dari yang paling lemah dan diakhiri dengan bagian tubuh yang terkuat. Secara psikis, urutan gerakan ini akan sangat membantu motivasi pasien. Bukan cuma menggerakkan bagian tubuh yang harus dilakukan secara sistematis, tapi arah gerakan setiap sendi pun harus dilatih secara sistematis, sehingga tidak ada gerakan otot yang terlupakan.

Yang tak kalah penting, fisioterapis juga harus mengamati tingkat toleransi pasien terhadap latihan. Jangan sampai pasien dibiarkan terlalu lelah atau kelewat memaksa diri dalam menggerakkan anggota tubuh. Kalau ini yang terjadi, jangankan mendatangkan hasil optimal, motor unit justru amat berpeluang mengalami kerusakan.

Selain itu, pasien perlu ditumbuhkan kesadarannya bahwa pada waktunya otot-ototnya akan kembali bergerak, asal latihannya dilakukan secara rutin. Dalam setiap sesi, frekuensi latihan pasien GBS seharusnya tidak terlalu tinggi. Ini diperlukan untuk mencegah kelelahan mengingat terbatasnya jumlah motor unit yang bekerja. Sedangkan intensitas latihan bisa ditingkatkan dengan melakukan lebih banyak sesi dalam sehari.

Saeful Imam

Serai dan Kegunaannya


Serai banyak dimanfaatkan untuk memberikan aroma segar pada kuah soto, opor, laksa, atau hidangan tumis. Serai tergolong rempah yang banyak dimanfaatkan pada masakan asal Asia Tenggara. Serai adalah tumbuhan semak. Umumnya yang digunakan adalah bagian batangnya.

Cara menggunakannya, potong batang serai sepanjang 10-15 cm dari ujung akarnya. Kupas hingga mendapatkan bagian yang putih lalu pukul-pukul hingga memar. Bagian ujung inilah yang berminyak dan mengeluarkan aroma yang khas.

Cara lainnya, iris bagian bawah batang serai dan tumbuk halus bersama bumbu lainnya.

Manfaat Daun Ketumbar


Bentuk daunnya mirip daun seledri. Namun, warna daunnya lebih muda dengan aroma tajam yang menyengat. Umumnya banyak dijual segar di pasar-pasar tradisional atau pasar swalayan. Bagian yang banyak digunakan adalah daun dan akarnya.

Daun ketumbar banyak dimanfaatkan untuk memberikan aroma pada hidangan berkuah, tumis atau untuk taburan, terutama pada hidangan seafood. Cara menggunakan, masukkan daun ketumbar utuh atau yang telah dicincang ke dalam masakan. Atau, taburkan daun ketumbar cincang di atas hidangan tumis atau sebagai garnis makanan.

Khusus untuk akar, umumnya dipakai untuk bumbu kari segar. Caranya, potong ujung akar kurang lebih sepanjang 2 cm ke arah batang daun ketumbar. Kemudian, haluskan bersama bumbu lainnya.

8 Cara Atasi Kegelisahan Bayi

Berikut ini adalah cara menggendong berserta gerakan-gerakan yang dapat membuat bayi merasa nyaman. Biasanya ayah dan ibu sudah mempraktikkan sebagian dari cara menggendong dan mengayun untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja berangkali manfaat dan variasi lain dari menggendong dan mengayun ini belum seluruhnya diketahui. Nah, siapa tahu bayi Anda menyukai gaya-gaya berikut.

1. Menggendong

Menggendong bisa dibilang merupakan cara yang andal dalam mengatasi kerewelan bayi. Penelitian di Amerika menunjukkan bayi yang digendong paling sedikit tiga jam sehari, 40 persen di antaranya jarang menangis. Namun maksud menggendong di sini tidak hanya sekadar mengangkat dan menahan bayi dengan tangan kita tetapi bagaimana menggendong tersebut dapat membuat bayi merasa nyaman; yakni dengan memperhatikan lama waktu menggendong, jenis gendongan yang dipilih, dan cara menggunakan alat gendongan tersebut dengan tepat.

Salah satu cara menggendong yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kain panjang (jarit ) atau alat gendong (sling ). Gendonglah bayi dengan posisi agak menyamping sehingga ia dapat menatap wajah orang yang menggendongnya. Hal ini akan membuat bayi nyaman. Ketika si penggendong berjalan, "irama jalannya" akan mengingatkan bayi saat "digendong-gendong" dalam kandungan. Tetapi dianjurkan untuk tidak menggunakan gendongan dari jala karena alat ini tidak sepenuhnya menyangga tubuh si bayi.

Kelebihan lain menggendong, bayi akan merasa dekat dengan orang tuanya. Karena setiap kali digendong, dia dapat merasakan embusan hangat napas ayah atau ibu yang terdengar lembut. Suasana demikian dipercaya dapat membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penuh kedamaian dan mudah untuk ditenangkan. Menurut ahli, menggendong bayi lebih baik dilakukan ketimbang menaruhnya dalam ayunan atau kereta dorong sendirian.

2. Menari

Gerakan menari diyakini dapat menenangkan bayi yang sedang rewel. Tentu saja bukan berarti orang tua harus bisa menari Pendet atau Serampang 12 yang memiliki urutan gerakan tertentu, tapi cukup dengan menggerak-gerakkan tubuh kita dalam pola yang teratur sehingga bayi merasa nyaman dalam dekapan. Umumnya, orang tua akan menciptakan jenis tarian yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan si kecil. Berikut beberapa inspirasi tarian, dari yang gerakan sederhana hingga yang agak memerlukan sedikit tenaga, jadi sesuaikan dengan energi yang kita miliki:

* The Swing (gerakan mengayun)

Inilah gerakan alami yang biasanya secara spontan dilakukan orang tua untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja, akan lebih nyaman jika si kecil didekap tepat di bawah leher kita. Ayun dari sisi kiri ke sisi kanan secara perlahan dan jangan terlalu menghentak karena dikhawatirkan akan membuat salah satu bagian tubuh bayi cedera, seperti dahi yang menempel di bawah leher.

* The Dip (gerakan naik turun)

Langkah ini bisa dijadikan sebagai variasi gerakan mengayun. Naik-turunkan lutut secara cepat dan teratur tetapi jangan menghentak. Lakukan terus sampai bayi merasa tenang.

* The Hop (gerakan melompat)

Lakukan gerakan melompat dengan menekuk lutut kiri dan kanan bergantian, masing-masing selama dua hitungan. Ingat, jangan melompat dengan menggunakan kaki secara bersamaan karena umumnya bayi tidak suka cara berhenti yang mendadak dan kita pun lebih mudah letih.

* The Bounce (gerakan melambung)

Posisikan bayi sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah kita. Sanggalah bokongnya dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga pundak dan lehernya. Lambungkan bayi dengan lembut ke atas dan ke bawah rata-rata enam puluh sampai tujuh puluh hitungan per menit. Tataplah matanya pada saat kita melambungkan tubuhnya. Beberapa bayi suka dilambungkan dengan lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih cepat. Peganglah yang kuat agar kita tidak lepas kendali dan membuat bayi malah bertambah rewel atau bahkan terjatuh. Jika si kecil menangis kala dilambungkan, segera hentikan cara ini dan cari cara lain untuk menenangkannya.

* The Rock (goyang ombang ambing)

Gerakannya mudah, kok. Sorongkan bayi ke depan dan ke belakang sambil didekap di dada kita. Untuk mudahnya, posisikan salah satu kaki di depan untuk menjaga keseimbangan tubuh kita. Sesekali ganti gerakan dengan mengayunnya dari kiri ke kanan.

* The Waltz (dansa waltz)

Gerakannya seperti pasangan yang tengah berdansa waltz. Hanya saja pasangan kita kali ini adalah si bayi. Jika belum pernah belajar waltz, mungkin kita perlu menyetel lagu berirama waltz untuk menemukan iramanya yaitu, "tu, wa, ga-tu, wa, ga" dan seterusnya. Sambil mengayun bayi, ke atas dan ke bawah, kita dapat melangkahkan kaki kiri dan kanan dalam hitungan "tu, wa, ga" seperti orang berdansa.

* The Tango (tango)

Sebagian besar bayi suka dengan gerakan berirama lembut, tetapi beberapa bayi suka dengan gerakan yang lebih "kasar". Gaya menari tango yang gerakannya cepat dan ada saat berhenti mendadak akan memberinya kejutan sehingga dapat menghentikan kerewelannya.

* The Twirl (putaran)

Selain gerakan populer seperti mengayunkan bayi ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan, atau ke kiri dan ke kanan, sebagian bayi juga senang dengan gerakan berputar 180 derajat dan diakhiri dengan berhenti mendadak. Keheranan bayi biasanya ditunjukkan dengan cara menatap ke arah kita. Jika kita bisa menjaga kontak mata dan menjaga gerakan, dia mungkin akan terus melihat kita untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

3. Mengayun bayi

Mengayun bayi dalam ayunan dapat digunakan sebagai variasi dalam menenangkan bayi yang rewel. Berbagai model ayunan bayi bisa dibeli di pasaran. Pilihlah yang bahan atau konstruksinya kuat. Yang perlu diketahui, ayunan tidak berkerja sebaik dekapan tangan manusia. Dengan menggendongnya, tubuh bayi akan bersentuhan dengan dada kita yang dapat menimbulkan kedekatan dan keakraban. Tetapi kalau orang tua sudah kecapekan, menaruh bayi dalam ayunan akan menjadi solusi yang tepat. Selagi si kecil terlena di ayunan, orang tua dapat beristirahat sejenak atau melakukan pekerjaan rumah yang lain.

4. Mengajak berkendara

Tentu hal ini bisa dilakukan jika orang tua sedang tidak sibuk. Letakkan bayi di car seat dan ajaklah ia berkeliling kurang lebih selama 25 menit. Jika memungkinkan, lakukan tanpa pernah berhenti. Sekembalinya di rumah, angkat bayi beserta car seat-nya agar tetap tenang. Yang perlu diperhatikan, pilihlah jalan yang lengang, tidak macet, tidak terpolusi, tidak riuh dengan suara klakson dan deru mobil, seperti jalan di seputar perumahan/kompleks. Tidak disarankan untuk mengajak bayi berkeliling dengan sepeda motor karena kendaraan jenis ini sangat terbuka. Dikhawatirkan bayi akan menghirup udara kotor atau diterpa sinar matahari yang terlalu terik.

5. Berjalan-jalan dengan kereta

Banyak ibu yang menenangkan bayinya dengan mengajaknya berjalan-jalan menggunakan kereta bayi. Tentu si kecil menikmati hal ini karena bisa merasakan suasana yang berbeda. Namun, saat mengajak si kecil jalan-jalan, pilih jalan yang landai dan lengang. Hindari jalan berbatu yang dapat membuat jalan kereta tidak mulus, dilewati banyak kendaraan, dan udaranya terpolusi. Selain itu pilihlah kereta bayi yang posisi sandarannya agak tegak (posisi duduk) sehingga dia bisa memandang ke depan dengan leluasa. Banyak bayi yang tidak suka diposisikan terbaring karena dia hanya bisa melihat pemandangan langit yang membosankan. Namun asal tahu saja, pada umumnya bayi lebih suka ditenangkan dalam dekapan daripada dengan mengajaknya berjalan-jalan di atas kereta bayi.

6. Menaruh bayi di atas bola

Berlututlah di atas lantai. Taruh perut bayi di atas bola yang besar. Pegang bayi dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menggerakan bola dari sisi satu ke sisi lain.

7. Melambungkan Bayi

Tengkurapkan bayi di atas lutut kita dan goyang-goyangkan lutut dengan posisi turun naik. Bisa juga dilakukan dengan cara merebahkan diri di atas kasur dan meletakkan bayi di atas perut kita. Angkat dan turunkan perut kita sehingga bayi bisa merasakan gerakan naik-turun.

8. Berjalan-jalan

Salah satu cara mudah untuk menenangkan bayi adalah dengan jalan santai ketika bayi sedang rewel. Pemandangan yang berbeda dapat menghapus tangisannya. Tentu, tempat yang dipilih pun harus yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman, misalnya berjalan di taman dan di sekitar perumahan. Yang penting lokasinya tidak riuh apalagi ditambah dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.

Irfan Hasuki

8 Cara Atasi Kegelisahan Bayi


Berikut ini adalah cara menggendong berserta gerakan-gerakan yang dapat membuat bayi merasa nyaman. Biasanya ayah dan ibu sudah mempraktikkan sebagian dari cara menggendong dan mengayun untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja berangkali manfaat dan variasi lain dari menggendong dan mengayun ini belum seluruhnya diketahui. Nah, siapa tahu bayi Anda menyukai gaya-gaya berikut.

1. Menggendong

Menggendong bisa dibilang merupakan cara yang andal dalam mengatasi kerewelan bayi. Penelitian di Amerika menunjukkan bayi yang digendong paling sedikit tiga jam sehari, 40 persen di antaranya jarang menangis. Namun maksud menggendong di sini tidak hanya sekadar mengangkat dan menahan bayi dengan tangan kita tetapi bagaimana menggendong tersebut dapat membuat bayi merasa nyaman; yakni dengan memperhatikan lama waktu menggendong, jenis gendongan yang dipilih, dan cara menggunakan alat gendongan tersebut dengan tepat.

Salah satu cara menggendong yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kain panjang (jarit ) atau alat gendong (sling ). Gendonglah bayi dengan posisi agak menyamping sehingga ia dapat menatap wajah orang yang menggendongnya. Hal ini akan membuat bayi nyaman. Ketika si penggendong berjalan, "irama jalannya" akan mengingatkan bayi saat "digendong-gendong" dalam kandungan. Tetapi dianjurkan untuk tidak menggunakan gendongan dari jala karena alat ini tidak sepenuhnya menyangga tubuh si bayi.

Kelebihan lain menggendong, bayi akan merasa dekat dengan orang tuanya. Karena setiap kali digendong, dia dapat merasakan embusan hangat napas ayah atau ibu yang terdengar lembut. Suasana demikian dipercaya dapat membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penuh kedamaian dan mudah untuk ditenangkan. Menurut ahli, menggendong bayi lebih baik dilakukan ketimbang menaruhnya dalam ayunan atau kereta dorong sendirian.

2. Menari

Gerakan menari diyakini dapat menenangkan bayi yang sedang rewel. Tentu saja bukan berarti orang tua harus bisa menari Pendet atau Serampang 12 yang memiliki urutan gerakan tertentu, tapi cukup dengan menggerak-gerakkan tubuh kita dalam pola yang teratur sehingga bayi merasa nyaman dalam dekapan. Umumnya, orang tua akan menciptakan jenis tarian yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan si kecil. Berikut beberapa inspirasi tarian, dari yang gerakan sederhana hingga yang agak memerlukan sedikit tenaga, jadi sesuaikan dengan energi yang kita miliki:

* The Swing (gerakan mengayun)

Inilah gerakan alami yang biasanya secara spontan dilakukan orang tua untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja, akan lebih nyaman jika si kecil didekap tepat di bawah leher kita. Ayun dari sisi kiri ke sisi kanan secara perlahan dan jangan terlalu menghentak karena dikhawatirkan akan membuat salah satu bagian tubuh bayi cedera, seperti dahi yang menempel di bawah leher.

* The Dip (gerakan naik turun)

Langkah ini bisa dijadikan sebagai variasi gerakan mengayun. Naik-turunkan lutut secara cepat dan teratur tetapi jangan menghentak. Lakukan terus sampai bayi merasa tenang.

* The Hop (gerakan melompat)

Lakukan gerakan melompat dengan menekuk lutut kiri dan kanan bergantian, masing-masing selama dua hitungan. Ingat, jangan melompat dengan menggunakan kaki secara bersamaan karena umumnya bayi tidak suka cara berhenti yang mendadak dan kita pun lebih mudah letih.

* The Bounce (gerakan melambung)

Posisikan bayi sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah kita. Sanggalah bokongnya dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga pundak dan lehernya. Lambungkan bayi dengan lembut ke atas dan ke bawah rata-rata enam puluh sampai tujuh puluh hitungan per menit. Tataplah matanya pada saat kita melambungkan tubuhnya. Beberapa bayi suka dilambungkan dengan lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih cepat. Peganglah yang kuat agar kita tidak lepas kendali dan membuat bayi malah bertambah rewel atau bahkan terjatuh. Jika si kecil menangis kala dilambungkan, segera hentikan cara ini dan cari cara lain untuk menenangkannya.

* The Rock (goyang ombang ambing)

Gerakannya mudah, kok. Sorongkan bayi ke depan dan ke belakang sambil didekap di dada kita. Untuk mudahnya, posisikan salah satu kaki di depan untuk menjaga keseimbangan tubuh kita. Sesekali ganti gerakan dengan mengayunnya dari kiri ke kanan.

* The Waltz (dansa waltz)

Gerakannya seperti pasangan yang tengah berdansa waltz. Hanya saja pasangan kita kali ini adalah si bayi. Jika belum pernah belajar waltz, mungkin kita perlu menyetel lagu berirama waltz untuk menemukan iramanya yaitu, "tu, wa, ga-tu, wa, ga" dan seterusnya. Sambil mengayun bayi, ke atas dan ke bawah, kita dapat melangkahkan kaki kiri dan kanan dalam hitungan "tu, wa, ga" seperti orang berdansa.

* The Tango (tango)

Sebagian besar bayi suka dengan gerakan berirama lembut, tetapi beberapa bayi suka dengan gerakan yang lebih "kasar". Gaya menari tango yang gerakannya cepat dan ada saat berhenti mendadak akan memberinya kejutan sehingga dapat menghentikan kerewelannya.

* The Twirl (putaran)

Selain gerakan populer seperti mengayunkan bayi ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan, atau ke kiri dan ke kanan, sebagian bayi juga senang dengan gerakan berputar 180 derajat dan diakhiri dengan berhenti mendadak. Keheranan bayi biasanya ditunjukkan dengan cara menatap ke arah kita. Jika kita bisa menjaga kontak mata dan menjaga gerakan, dia mungkin akan terus melihat kita untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

3. Mengayun bayi

Mengayun bayi dalam ayunan dapat digunakan sebagai variasi dalam menenangkan bayi yang rewel. Berbagai model ayunan bayi bisa dibeli di pasaran. Pilihlah yang bahan atau konstruksinya kuat. Yang perlu diketahui, ayunan tidak berkerja sebaik dekapan tangan manusia. Dengan menggendongnya, tubuh bayi akan bersentuhan dengan dada kita yang dapat menimbulkan kedekatan dan keakraban. Tetapi kalau orang tua sudah kecapekan, menaruh bayi dalam ayunan akan menjadi solusi yang tepat. Selagi si kecil terlena di ayunan, orang tua dapat beristirahat sejenak atau melakukan pekerjaan rumah yang lain.

4. Mengajak berkendara

Tentu hal ini bisa dilakukan jika orang tua sedang tidak sibuk. Letakkan bayi di car seat dan ajaklah ia berkeliling kurang lebih selama 25 menit. Jika memungkinkan, lakukan tanpa pernah berhenti. Sekembalinya di rumah, angkat bayi beserta car seat-nya agar tetap tenang. Yang perlu diperhatikan, pilihlah jalan yang lengang, tidak macet, tidak terpolusi, tidak riuh dengan suara klakson dan deru mobil, seperti jalan di seputar perumahan/kompleks. Tidak disarankan untuk mengajak bayi berkeliling dengan sepeda motor karena kendaraan jenis ini sangat terbuka. Dikhawatirkan bayi akan menghirup udara kotor atau diterpa sinar matahari yang terlalu terik.

5. Berjalan-jalan dengan kereta

Banyak ibu yang menenangkan bayinya dengan mengajaknya berjalan-jalan menggunakan kereta bayi. Tentu si kecil menikmati hal ini karena bisa merasakan suasana yang berbeda. Namun, saat mengajak si kecil jalan-jalan, pilih jalan yang landai dan lengang. Hindari jalan berbatu yang dapat membuat jalan kereta tidak mulus, dilewati banyak kendaraan, dan udaranya terpolusi. Selain itu pilihlah kereta bayi yang posisi sandarannya agak tegak (posisi duduk) sehingga dia bisa memandang ke depan dengan leluasa. Banyak bayi yang tidak suka diposisikan terbaring karena dia hanya bisa melihat pemandangan langit yang membosankan. Namun asal tahu saja, pada umumnya bayi lebih suka ditenangkan dalam dekapan daripada dengan mengajaknya berjalan-jalan di atas kereta bayi.

6. Menaruh bayi di atas bola

Berlututlah di atas lantai. Taruh perut bayi di atas bola yang besar. Pegang bayi dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menggerakan bola dari sisi satu ke sisi lain.

7. Melambungkan Bayi

Tengkurapkan bayi di atas lutut kita dan goyang-goyangkan lutut dengan posisi turun naik. Bisa juga dilakukan dengan cara merebahkan diri di atas kasur dan meletakkan bayi di atas perut kita. Angkat dan turunkan perut kita sehingga bayi bisa merasakan gerakan naik-turun.

8. Berjalan-jalan

Salah satu cara mudah untuk menenangkan bayi adalah dengan jalan santai ketika bayi sedang rewel. Pemandangan yang berbeda dapat menghapus tangisannya. Tentu, tempat yang dipilih pun harus yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman, misalnya berjalan di taman dan di sekitar perumahan. Yang penting lokasinya tidak riuh apalagi ditambah dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.

Irfan Hasuki

Rabu, 15 Juni 2011

Sepuluh Langkah Efektif Atasi Stres

Stres kerap kali menyelinap di antara segudang kesibukan sehari-hari. Tak jarang stres akhirnya memengaruhi kita secara mental maupun fisik. Bagaimana mengatasinya?

Ada 10 kiat mudah dari FoxNews yang berguna bagi Anda dalam mengatasi stres. Ini dia:

1. Bersih-bersih
Lingkungan yang bersih ternyata dapat mengurangi stres. Cobalah membersihkan meja kerja, atau kamar tidur Anda. Tak ada salahnya juga mengubah tampilannya sehingga tidak membosankan. Selain mengatasi stres, suasana yang baru akan membuat Anda lebih bersemangat.

2. Atur jadwal

Stres kadang timbul karena manajemen waktu pribadi yang kurang baik. Mulai sekarang, cobalah catat setiap kegiatan Anda. Atur dengan rapi jadwal kegiatan, dan jangan lupa selalu sediakan waktu untuk bersantai atau beristirahat sejenak di sela-sela kesibukan. Manajemen waktu yang baik akan mengurangi stres Anda.

3. Kurangi kopi
Kopi terkadang membantu membantu kita untuk mengembalikan tenaga yang habis. Namun kafein dalam kopi juga membuat aliran darah semakin kencang, sehingga seluruh otot tubuh pun menegang. Hal itu juga dapat merangsang stres. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi kopi.

4. Mendengarkan musik

Musik terbukti dapat membuat seseorang lebih santai. Musik dapat mempengaruhi detak jantung dan aliran darah menjadi lebih teratur, sehingga ketegangan dapat diatasi. Stres pun hilang.

5. Perhatikan asupan makanan

Stres juga bisa diatasi dengan menyantap makanan bergizi. Kurangi makanan siap saji yang mengandung banyak pengawet dan penyedap rasa. Beralihlah ke makanan segar dan mengandung nutrisi seimbang dan antioksidan alami. Nutrisi tersebut akan membantu tubuh mencegah stres.

6. Berolahraga
Berolahraga adalah salah satu cara untuk menghilangkan stres, Dengan berolahraga, aliran darah menjadi lancar, penyumbatan lemak di darah hilang, otot-otot di tubuh pun mengendur. Stres pun hilang.

7. Pijat tubuh
Metode pijat juga bisa Anda gunakan untuk mengendurkan otot-otot tubuh. Dengan banyaknya penyedia jasa pijat di salon kecantikan atau pusat kebugaran dan kesehatan, menghilangkan stres jadi jauh lebih mudah.

8. Berlibur
Jika stres tak lagi bisa ditahan, maka jalan keluarnya adalah keluar dari kesibukan sehari-hari. Menyediakan waktu berlibur bisa menghilangkan stres sekaligus mengembalikan energi yang hilang.

9. Tidur cukup
Kurang tidur adalah salah satu pemicu stres. Pastikan Anda memiliki waktu tidur minimal lima jam setiap harinya.

10. Temui terapi

Jika stres terlalu mengganggu dan tak bisa lagi diatasi, tak ada salahnya menemui sang ahli. Para terapi akan membantu Anda mengatasi stres yang melanda.

Rabu, 01 Juni 2011

Perubahan organ seksual pria

Umur mempengaruhi fungsi seksual seorang pria. Saat testoteron dalam tubuh mulai menurun, butuh waktu lebih lama bagi pria berumur untuk mencapai gairah seksual. Meski sudah terangsang, dia butuh waktu lebih lama untuk ereksi dan mencapai orgasme. Setelah orgasme, dia juga butuh upaya lebih lama untuk bisa terangsang dan orgasme lagi.

Menurut para ahli, faktor usia juga berpengaruh dalam menentukan volume semen dan kualitas sperma seorang pria. Impotensi atau disfungsi ereksi juga berkaitan dengan usia yang semakin tua; yakni dapat terjadi di usia 40 hingga 70. Suatu penelitian menunjukkan, kejantanan kaum Adam bisa menurun 60 hingga 30 persen.

Kabar buruk yang lain, kaum pria juga bakal mengalami penurunan secara alami dalam hal fungsi urine. Penelitian menunjukkan bahwa aliran urine akan semakin melemah, yang merupakan konsekuensi melemahnya otot kandung kemih serta pembesaran prostat.

Dan, itu saja belum cukup. Riset terbaru menyatakan bahwa ukuran dan bentuk penis akan mengalami perubahan yang signifikan ketika seorang pria mulai beranjak dari masa puncak seksualitasnya (usia 30-an) menuju usia pertengahan dan usia lanjut. Berikut adalah empat perubahan yang terjadi secara alami pada penis pria seiring bertambahnya usia:

1. Penampilan

Menurut Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual pada RS Alvarado di San Diego yang juga Editor-in-Chief The Journal of Sexual Medicine, ada dua perubahan besar yang akan terjadi pada Mr P. Kepala penis (glans) secara teratur akan kehilangan warna keunguannya, yang merupakan tanda mulai berkurangnya aliran darah. Selain itu, akan ada kerontokan pada rambut pubis secara perlahan.

2. Ukuran penis

Penambahan berat badan adalah hal yang lumrah ketika pria semakin bertambah tua. Ketika lemak terkumpul di perut bagian bawah, penampakan ukuran penis pun akan berubah. "Timbunan lemak yang banyak pada bagian prepubis membuat poros penis terlihat lebih pendek," kata Ira Sharlip, MD, profesor urologi klinis pada University of California, San Francisco.

"Pada beberapa kasus, timbunan lemak di perut membuat penis terpendam. Salah satu cara memotivasi pasien kegemukan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa ukuran penis bisa bertambah lagi hingga satu inci dengan sederhana, yakni memangkas berat badan," kata Ronald Tamler, MD, PhD, Co-Director Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City.

Selain mengalami penyusutan dari sisi tampilan (sifatnya reversibel), penis juga cenderung dapat mengalami penyusutan dari sisi ukuran yang sebenarnya (ireversibel). Penyusutan ini—baik dalam hal penjang maupun ketebalan—tidak akan terjadi secara dramatis, tetapi tampak nyata. "Jika seorang pria saat ereksi berukuran 6 inci ketika di usia 30-an, mungkin saja akan berubah menjadi 5 atau 5,5 inci ketika ia menginjak usia 60 atau 70-an," kata Goldstein.

Apa yang membuat Mr P menyusut? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah akibat pengendapan dari zat-zat lemak (plak) di dalam pembuluh darah penis, yang memengaruhi aliran darah ke dalam organ vital tersebut. Proses ini disebut sebagai aterosklerosis, mekanisme serupa yang menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah koroner—yang menjadi pemicu serangan jantung.

Penyebab kedua adalah penimbunan kolagen yang tidak elastis (jaringan parut) secara perlahan di dalam sarung fibrous yang melapisi bilik ereksi (erection chambers). Ereksi sendiri terjadi ketik bilik-bilik ini penuh dengan aliran darah. Penyumbatan dalam pembuluh arteri penis—dan makin tidak elastisnya bilik ini—akan membuat ereksi semakin tidak maksimal.

Seperti halnya ukuran penis yang berubah, bagian testis juga mengalami hal yang sama. "Dimulai pada usia sekitar 40, testis akan mulai menyusut," kata Goldstein. Testis pria berusia 30 tahun mungkin memiliki diameter berukuran 3 cm, sedangkan pria berusia 60 mungkin hanya sekitar 2 cm.

3. Melengkung

Jika jaringan parut dalam penis terakumulasi secara tidak merata, penis ternyata bisa melengkung. Kondisi ini dikenal dengan istilah penyakit Peyronie, yang sering menimpa pria di usia menengah. Kelainan ini bisa menyebabkan ereksi terasa sangat menyakitkan dan membuat hubungan intim menjadi sulit. Untuk mengatasi gangguan ini, biasanya dibutuhkan tindakan operasi.

4. Sensitivitas

Sejumlah riset menunjukkan bahwa penis seiring waktu akan menjadi kurang sensitif. Hal ini akan mempersulit pria mencapai ereksi atau pun mengalami orgasme. Tetapi, apakah hal ini juga akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual tentu masih diperdebatkan.

Bukan halangan dalam menikmati seks

Jika memang semua hal ini dialami oleh Anda, para ahli berpendapat penurunan fungsi atau perubahan bentuk pada organ vital tak perlu membuat kehidupan seks Anda menjadi terganggu.

Studi terbaru melibatkan 2.213 pria di Olmstead County, Minnesotta, menunjukkan bahwa para responden mengalami penurunan dalam hal fungsi ereksi, libido, dan fungsi ejakulatori. Tetapi, dari segi kepuasan seksual, penurunannya tidak terlalu dominan alias masih moderat.

"Hal terpenting dalam mencapai kehidupan seks yang memuaskan adalah kemampuan untuk memuaskan pasangan Anda, dan itu tidak membutuhkan kemampuan seksual pada level puncak atau penis yang besar," ungkap Goldstein.

Senin, 11 April 2011

Menggendong Anak Saat Hamil, Amankah? Berikut Tipsnya!

Anda pernah menyaksikan pemandangan ibu yang sedang hamil besar terpaksa menggendong anaknya yang rewel? Meski sudah dibujuk, si kakak ini terus menangis sambil meronta-ronta dan menendang-nendangkan kakinya ke perut ibunya. Orang-orang di sekitarnya hanya bisa memandang kasihan.

Sebenarnya tidak masalah ibu hamil menggendong anak, apalagi kalau si kakak memang masih sangat kecil. Namun, beberapa hal berikut sebaiknya menjadi perhatian:

  1. Tidak ada batasan berapa kilo beban boleh diangkat, tetapi sebaiknya Anda tidak sampai merasa kelelahan atau keberatan saat menggendong anak. Jika perut sudah sangat besar, sebaiknya beban tidak lebih dari 5 kg, lebih dari itu sebaiknya dihindari.
  2. Kalau memang ada orang lain yang menggantikan, sebaiknya minta tolong untuk menggantikan menggendong anak.
  3. Pastikan selama digendong anak tidak meronta-ronta atau menendang-nendang perut Anda.
  4. Kalaupun terpaksa harus menggendong, batasi waktunya 5-10 menit saja. Jangan terlalu lama hingga Anda merasa kelelahan.
  5. Masyarakat tertentu, seperti Jepang, Korea, dan Papua, mempunyai kebiasaan menggendong di punggung. Kalau memang bisa, itu lebih aman daripada menggendong di depan. Akan tetapi, kalau tidak terbiasa, jangan dipaksakan. Salah-salah, Anda bersama si kecil malah jatuh berbarengan.

(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)

Rambut Lebat Saat Hamil Dan Rontok Saat Melahirkan Kenapa?

Coba perhatikan rambut wanita yang sedang hamil pasti terlihat lebih bagus karena lebih lebat dan cepat panjang. Tapi setelah melahirkan rambut jadi rontok. Kenapa bisa begitu?

Sebagian besar wanita senang melihat rambutnya menjadi indah saat hamil, tapi kerap terkejut menemukan banyaknya rambut yang rontok dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan.

Dikutip dari Babycenter, selama hamil wanita mengalami peningkatan kadar estrogen yang dapat memperpanjang tahap pertumbuhan rambutnya. Hal ini menyebabkan hanya sedikit rambut yang berada dalam tahap istirahat, sehingga rambut menjadi lebih tebal dan sedikit rontok.

Tapi setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir.

Secara normal sekitar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya yaitu sekitar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan akan digantikan oleh rambut baru. Seorang perempuan rata-rata mengalami kerontokan sebanyak 100 helai rambut.

Jangan cemas, kondisi ini termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Rambut yang rontok usai bersalin pun tidak akan membuat kebotakan karena rambut akan kembali normal setelah tahun pertama bayinya. Kondisi rambut akan kembali normal seperti sebelum hamil setelah 6-12 bulan melahirkan.

Meski demikian terkadang tidak semua perempuan mengalami kerontokan rambut yang drastis, umumnya kondisi ini akan lebih jelas terlihat pada perempuan yang memiliki rambut panjang.

Namun satu hal yang pasti kondisi ini tidak ada hubungannya dengan menyusui. Jadi anggapan perempuan yang berpikir kerontokkan rambut yang dialaminya karena menyusui itu salah karena kondisi ini hanya suatu kebetulan dan tidak saling berhubungan.

Umumnya tidak ada yang dapat menghentikan kondisi ini, tapi seseorang bisa mengatasinya dengan cara memotong rambutnya menjadi lebih pendek serta menggunakan shampo dan kondisioner yang tepat untuk rambutnya.

sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth

Kamis, 13 Januari 2011

Obat Flu Babi / Influenza A (H1N1)



Influenza A (H1N1), yang sebelumnya disebut flu babi, semakin merajalela. Hari ini (9/5), influenza A (H1N1) telah menyebar ke 29 negara dan menyerang 3.440 orang (WHO). Oleh karena daya penyebarannya yang begitu cepat, maka WHO telah menaikkan status kewaspadaan pandemi ke nilai 5, dan jika keadaan terus memburuk ada kemungkinan naik ke level tertinggi yaitu 6.

Walaupun di Indonesia belum ditemukan kasus influenza A (H1N1), kita tetap harus waspada. Tindakan pencegahan tetap harus dilakukan dan obat-obatan penangkal penyakit ini harus tersedia.

Tamiflu dan Relenza

Obat penangkal influenza A (H1N1) yang ada saat ini terdiri dari dua golongan, yaitu penghambat neuraminidase (oseltamivir, zanamivir) dan adamantan (amantadin, rimantadin). Tetapi dari penelitian terhadap kasus influenza A (H1N1) yang melanda Meksiko dan AS sekarang ini, hanya obat penghambat neuraminidase yang efektif. Di pasaran oseltamivir di jual dengan nama dagang Tamiflu (tablet), zanamivir dengan nama Relenza (inhaler).

Fungsi utama oseltamivir maupun zanamivir adalah menghambat berkembang biaknya virus influenza, termasuk virus influenza A (H1N1) yang merupakan varian baru. Dengan demikian, akan meringankan gejala penyakit, mempercepat penyembuhan, dan yang paling penting, mengurangi angka kematian.

Golongan Risiko Tinggi

Tidak semua orang yang terindikasi influenza memerlukan obat antivirus influenza. Pada kasus influenza A (H1N1) sekalipun, sebagian besar penderitanya hanya mengalami gejala ringan kemudian sembuh sendiri. Oleh karena itu, pada situasi dimana ketersediaan obat yang terbatas, maka skala prioritas harus diberlakukan. Obat biasanya diberikan pada penderita yang menunjukkan gejala klinis sedang sampai berat atau penderita yang termasuk golongan risiko tinggi.

Orang-orang yang termasuk golongan risiko tinggi adalah:

  1. Anak usia balita (bawah 5 tahun)
  2. Orang tua berumur di atas 65 tahun
  3. Anak atau remaja yang sedang menjalani terapi aspirin jangka panjang
  4. Wanita hamil
  5. Anak atau orang dewasa dengan penyakit kronik seperti penyakit paru-paru, kardiovaskuler, hepar, kelainan darah, gangguan saraf, otot, dan metabolik
  6. Anak atau orang dewasa yang mempunyai daya tahan tubuh rendah (misalnya akibat konsumsi obat imunosupresan atau karena penyakit HIV)
  7. Penghuni panti jompo atau bangsal penyakit kronik

Obat akan bekerja lebih efektif jika diberikan dalam 48 jam setelah mulai terinfeksi influenza A (H1N1). Walaupun demikian, pemberian setelah 2 hari masih memberikan manfaat yang besar. Lama pemberian obat yang dianjurkan adalah 5 hari.

Sebagai Profilaksis

Untuk keperluan pencegahan (profilaksis), oseltamivir atau zanamivir juga dapat digunakan. Ada dua bentuk pencegahan, yaitu pencegahan setelah terpapar dan pencegahan sebelum terpapar. Pemberian obat untuk tujuan pencegahan setelah terpapar adalah selama 10 hari pasca-paparan. Dicurigai terpapar jika seseorang pernah kontak erat dengan penderita yang diperkirakan atau telah dipastikan terinfeksi influenza A (H1N1). Penderita influenza A (H1N1) dapat menularkan penyakit satu hari sebelum munculnya gejala hingga tujuh hari kemudian. Namun pada bayi dan anak, masa penularan dapat lebih lama.

Sedangkan untuk pencegahan sebelum terpapar, misalnya akan melakukan perjalanan ke daerah wabah, obat diberikan selama periode kemungkinan terjadi paparan dan kemudian dilanjutkan 10 hari setelah paparan berakhir.

Buang Air Besar Berdarah (Ambeien/Wasir)



Salah satu keluhan yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi penderita ambeien adalah buang air besar keluar darah. Rasa khawatir tersebut terutama menghinggapi mereka-mereka yang baru pertama kali mengalaminya.

Perdarahan hanya terjadi pada ambeien dalam (internal hemorrhoid), biasanya dengan gejala yang kurang khas. Artinya, beberapa gangguan seperti robekan rektum atau anus juga dapat memberikan gejala yang sama. Gejala-gejalanya antara lain keluar darah segar menetes saat buang air besar. Darah tersebut terlihat keluar bersama tinja atau keluar setelah BAB (buang air besar). Gejala ini kadang-kadang tanpa rasa nyeri. Karena ketidakkhasannya, perdarahan ambeien mesti dibedakan dengan perdarahan saluran cerna lainnya, misalnya perdarahan usus besar, rektum, maupun anus.

Kombinasi antara tinja yang keras dan mengedan terlalu kuat sering menjadi biang perdarahan ambeien. Ketika tinja yang keras tersebut harus melewati anus, dia akan menggores atau melukai benjolan ambeien sehingga menyebabkan ambeien mengucurkan darah.

Perdarahan ambeien biasanya berhenti dengan sendirinya, terutama ketika selesai buang air besar dan tidak lagi mengedan. Namun demikian, gangguan tersebut dapat berulang pada buang air besar berikutnya.

Langkah awal untuk mencegah perdarahan adalah tinja tidak boleh keras. Kuncinya, harus cukup makan makanan mengandung serat, misalnya pepaya, pir, sayuran hijau, dan banyak minum air putih. Jika perlu, gunakan suplemen serat, tetapi hendaknya tidak digunakan secara rutin.

Jika perdarahan sangat hebat dan tidak mau berhenti, maka mungkin diperlukan tindakan pembedahan untuk menghentikannya. Oleh karena itu sebaiknya langsung konsultasi ke rumah sakit.

Beberapa pilihan pembedahan untuk ambeien adalah bedah biasa, rubber band ligation, skleroterapi, fotokoagulasi inframerah, ablasi laser, dll. Teknik yang sering digunakan adalah pembedahan biasa dan rubber band ligation (pengikatan ambeien dengan gelang karet).

Pembesaran Prostat Jinak (Hipertrofi Prostat)



Prostat adalah kelenjar yang hanya ditemukan pada kaum pria. Letaknya persis di bawah kandung kencing (bladder) dan membungkus saluran kencing (urethra). Fungsi kelenjar ini adalah memproduksi cairan prostat. Cairan ini berwarna keruh dan mengandung sumber makanan bagi sperma.

Gejala

Seiring dengan bertambahnya usia, kelenjar prostat akan terus membesar. Pada sebagian pria, pembesaran ini cukup signifikan sehingga menekan saluran kencing (urethra) yang diselubunginya. Akibatnya, diameter saluran kencing akan mengecil, atau bahkan tersumbat sama sekali. Hal inilah yang menjadi penyebab timbulnya gejala yang dirasakan penderita. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  • Sulit untuk mulai berkemih.
  • Aliran kemih lemah, dan kadang-kadang terhenti.
  • Kencing menetes sebelum dan setelah berkemih.
  • Sering merasa sangat ingin berkemih.
  • Sering bangun di malam hari untuk berkemih.
  • Rasa tidak puas setelah berkemih, terasa kandung kemih masih ada isinya tetapi sudah tidak bisa dikeluarkan lagi.

Kadang-kadang pembesaran kelenjar prostat akan memicu timbulnya komplikasi berupa infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, kencing keluar darah, dan gangguan fungsi ginjal.

Tetapi perlu diingat, jika Anda atau seseorang mengalami gejala seperti di atas, tidak dapat dengan serta merta dikatakan orang tersebut menderita pembesaran kelenjar prostat. Banyak gangguan atau penyakit yang memberikan gejala yang hampir sama. Oleh karena itu, sebelum diagnosis pembesaran kelenjar prostat jinak ditegakkan, maka serangkaian pemeriksaan harus dilakukan, antara lain colok dubur, analisis urin, uji PSA (prostatic specific antigen), biopsi, dll.

Gangguan yang sering memberikan gejala mirip pembesaran prostat antara lain batu kandung kemih, infeksi saluran kencing, gagal jantung, diabetes, stroke, gangguan persarafan, peradangan prostat, kanker prostat, jaringan parut pada saluran kencing, dll.

Pengobatan

Sebagian besar pembesaran prostat tidak memberikan gejala atau hanya bergejala ringan, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Walaupun demikian, perlu dilakukan pengecekan rutin terhadap kondisi prostat.

Ada dua golongan obat yang digunakan untuk mengurangi pembesaran prostat, yaitu golongan alpha blocker dan golongan 5-alpha-reductase inhibitor. Obat ini dapat diberikan sendiri-sendiri maupun kombinasi, tergantung keparahan gangguan.

Pembedahan

Pembesaran prostat yang tidak mempan terhadap pemberian obat, biasanya dianjurkan untuk di bedah. Ada beberapa metode pembedahan, yaitu :

  1. Transurethral resection of the prostate (TURP). Teknik ini dilakukan dengan anestesi umum. Kamera dan alat bedah berupa selang kecil dimasukkan ke dalam uretra. Proses pemotongan prostat dilakukan dengan dipandu monitor. Bagian prostat yang dipotong adalah bagian tengahnya.
  2. Transurethral incision of the prostate (TUIP). Teknik ini hampir mirip dengan TURP. Perbedaannya, pada TUIP , insisi kecil dilakukan pada prostat dan leher kandung kencing untuk mengurangi hambatan aliran air seni.
  3. Open prostatectomy. Teknik ini hanya dianjurkan pada prostat yang sangat besar. Irisan dilakukan di bagian bawah perut untuk mengeluarkan prostat yang membesar. Penyembuhan luka operasi relatif lebih lama.
  4. Minimally invasive surgical treatment. Jenis operasi ini menggunakan energi tinggi untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat. Contohnya adalah microwave therapy, laser therapy, water-induced thermotherapy. Efek sampingnya relatif kecil, tetapi hasilnya mungkin tidak sebagus dibandingkan jenis pembedahan yang disebutkan sebelumnya.

Stres Dapat Menyebabkan Kegemukan dan Diabetes

Judul Buku: Stres Dapat Menyebabkan Kegemukan dan Diabetes: Perspektif Al-Qur'an, Hadis, dan Kearifan Sufi


Judul Buku: Stres Dapat Menyebabkan Kegemukan dan Diabetes: Perspektif Al-Qur'an, Hadis, dan Kearifan Sufi

BAB 1: PENDAHULUAN

Stres merupakan kondisi psikis yang sangat mempengaruhi tubuh manusia. Dalam konteks modern, stres yang berkepanjangan tidak hanya merusak mental, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan fisik, termasuk meningkatnya risiko obesitas (kegemukan) dan diabetes.


BAB 2: STRES DALAM PANDANGAN ISLAM

Ayat Al-Qur'an

1. QS. Ar-Ra'd [13]: 28

Arab: الْذِينَ آمنوا وتَطْمَئِنُ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ ألا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ القُلُوبٟ

Latin: Alladzīna āmanū wa taṭma'innu qulūbuhum biḍ-dzikrillāh, alā biḍ-dzikrillāhi taṭma'innul-qulūb.

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Tafsir Ringkas: Dalam menghadapi tekanan hidup, Allah menyarankan manusia untuk selalu berdzikir, karena ketenteraman hati adalah benteng utama dari efek negatif stres.


BAB 3: STRES, HORMON, DAN PENYAKIT METABOLIK

Secara medis, stres meningkatkan hormon kortisol. Kortisol yang berlebihan dapat memicu:

  • Nafsu makan berlebih (emotional eating)
  • Penumpukan lemak (khususnya di perut)
  • Resistensi insulin

Semua ini menjadi jalur cepat menuju obesitas dan diabetes.

Hadis Rasulullah SAW:

"Tidaklah seorang mukmin ditimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kegelisahan, gangguan, dan kesusahan, bahkan sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapuskan sebagian dosa-dosanya karena hal itu." (HR. Bukhari dan Muslim)


BAB 4: HAKIKAT STRES DAN JALAN KELUARNYA

Stres adalah tanda lemahnya sambungan hati dengan Allah.

Nasihat Para Ulama dan Sufi:

  1. Hasan al-Bashri: "Dunia ini hanyalah bayangan. Jangan kamu berikan hatimu pada sesuatu yang pasti akan sirna."

  2. Rabi‘ah al-Adawiyah: "Aku tidak memohon kepada-Mu surga, dan aku tidak takut pada neraka. Yang aku inginkan adalah mencintai-Mu semata."

  3. Abu Yazid al-Bistami: "Aku mencari Tuhan-ku, lalu kutemukan Dia di dalam hatiku, bukan di luar diriku."

  4. Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah mematikan diri dari apa yang ada pada dirimu, dan hidup dari apa yang ada pada Allah."

  5. Al-Hallaj: "Aku adalah Yang Aku Cintai, dan Yang Aku Cintai adalah aku. Kami satu dalam dua bentuk."

  6. Abu Hamid al-Ghazali: "Penyakit hati lebih parah daripada penyakit tubuh, karena orang yang sakit tubuhnya tetap bisa ingat Allah. Tapi orang yang hatinya sakit, lupa kepada-Nya."

  7. Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan takut miskin. Takutlah jika hatimu miskin dari Allah."

  8. Jalaluddin Rumi: "Jangan bersedih. Apa pun yang hilang darimu akan kembali dalam bentuk lain."

  9. Ibnu ‘Arabi: "Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu."

  10. Ahmad al-Tijani: "Jangan engkau lalai walau sekejap dari mengingat Allah, karena di situlah kunci semua solusi."


BAB 5: RELEVANSI DENGAN ZAMAN SEKARANG

  • Gaya hidup serba cepat, kompetitif, dan konsumtif membuat manusia jauh dari ketenangan.
  • Media sosial memperparah tekanan hidup dan stres psikis.
  • Banyak orang meredakan stres dengan makan berlebihan, bukan mendekat kepada Allah.

Solusi Islami:

  • Perbanyak dzikir.
  • Perbaiki kualitas sholat.
  • Jaga makanan dan tidur.
  • Hindari konsumsi informasi berlebihan.
  • Sediakan waktu untuk tafakur dan menyendiri.

BAB 6: MUHASABAH DIRI

Apakah aku sedang lari dari masalah atau sedang mendekat kepada Allah?

Apakah aku mengisi stres dengan makanan atau dengan dzikir?

Sudahkah aku menjaga hatiku dari kegelisahan dunia?

Seberapa sering aku menyendiri untuk mengobrol dengan Tuhan-ku?


PENUTUP

Stres bukan untuk dihindari, tapi untuk dikelola dan dijadikan jalan mendekat kepada Allah. Dengan begitu, tubuh sehat, hati kuat, dan hidup menjadi lebih bermakna.

M. Djoko Ekasanu

Dokumen buku “Stres Dapat Menyebabkan Kegemukan dan Diabetes” sudah selesai saya susun dan bisa langsung dilanjutkan ke tahap pengembangan visual, layout, atau penerbitan. 

Kutil Kelamin Meningkatkan Risiko HIV



Para pria yang menderita penyakit kutil kelamin lebih rentan terinfeksi HIV. Kesimpulan ini ditarik dari sebuah penelitian di Kenya yang melibatkan 2168 pria berumur antara 18 dan 24 tahuh. Setelah diikuti selama 3,5 tahun, ternyata 6% pria yang mempunyai kutil kelamin terinfeksi HIV. Sedangkan mereka yang tidak menderita kutil kelamin, yang terinfeksi HIV dibawah 4%.

Penyakit kutil kelamin disebabkan oleh salah satu jenis human papilloma virus (HPV). Saat ini, lebih dari 100 jenis HPV telah teridentifikasi, termasuk yang menyebabkan kutil di tangan dan kanker mulut rahim.

Ciri khas kutil kelamin adalah ditemukannya kutil-kutil di bagian kelamin. Kutil-kutil ini diduga menjadi tempat masuknya virus HIV ke dalam tubuh.

Kutil kelamin sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Pengobatan yang benar-benar manjur sampai saat ini belum tersedia. Biasanya harus dilakukan operasi ringan seperti terapi beku (cryotherapy), terapi laser, dan terapi elektrik.

Untunglah, saat ini sudah ada vaksinasi untuk kutil kelamin. Vaksinasi ini lebih efektif pada anak usia 9 tahunan, sebelum melakukan aktifitas seksual.

Obat HIV/AIDS



Dalam satu dekade terakhir, telah ditemukan beberapa jenis obat untuk mengatasi infeksi HIV. Obat-obat tersebut sering disebut sebagai HAART (highly active antiretroviral therapy).

Walaupun obat HIV yang ditemukan semakin banyak dan canggih, tak ada satupun diantaranya yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS secara tuntas. Obat tersebut tujuannya hanya menghambat perkembangbiakan virus dan mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi atau kematian.

Pemberian obat biasanya dalam bentuk kombinasi, sekurang-kurangnya tiga jenis. Tujuannya adalah memperlambat timbulnya resistensi (kekebalan) virus terhadap obat.

Berikut beberapa jenis obat yang biasa digunakan :

  1. Golongan penghambat enzim reverse transcriptase, misalnya zidovudine (AZT/Retrovir), didanosine (ddI/Videx), zalcitabine (ddC/Hivid), stavudine (d4T/Zerit), lamivudine (3TC/Epivir), abacavir (ABC/Ziagen), emtricitabine (FTC/Emtriva), tenofovir (Viread), efavirenz (Sustiva), nevirapine (Viramune), and delavirdine (Rescriptor) dan Etravirine (Intelence).
  2. Golongan penghambat protease, contohnya ritonavir (Norvir), kombinasi lopinavir dan ritonavir (Kaletra), saquinavir (Invirase), indinavir sulphate (Crixivan), amprenavir (Agenerase), fosamprenavir (Lexiva), darunavir (Prezista), atazanavir (Reyataz), tipranavir (Aptivus), dan nelfinavir (Viracept).
  3. Golongan penghambat fusi dan entri, misalnya enfuvirtide (Fuzeon/T20) dan maraviroc (Selzentry).
  4. Golongan penghambat enzim integrase, contohnya raltegravir (Isentress).

Setiap golongan obat bekerja pada titik tertentu dari proses perkembangan virus. Ada pada tahap awal, misalnya penghambat fusi, ada pada tahap pertengahan misalnya penghambat enzim transcriptase, dan ada pada tahap akhir misalnya penghambat protease.

Sayangnya, obat-obat HIV kadang-kadang menimbulkan efek samping yang berat, antara lain turunnya jumlah sel darah merah atau putih, peradangan di pankreas, keracunan hati, bintik merah di kulit, gangguan pencernaan, kenaikan kadar kolesterol, diabetes, distribusi lemak tubuh yang tidak normal, dan nyeri saraf.

Uji Laboratorium untuk Mengetahui HIV/AIDS



Apakah seseorang terinfeksi HIV/AIDS, dapat diketahui melalui pengujian sampel darahnya di laboratorium.

Ada beberapa cara untuk pengujian, antara lain dengan mendeteksi antibodi terhadap virus HIV atau mendeteksi virusnya sendiri.

Uji yang paling bagus sebenarnya adalah dengan mendeteksi virusnya langsung. Cara ini sudah dapat dilakukan pada orang yang terinfeksi HIV beberapa hari yang lalu. Sayangnya, uji deteksi virus masih mahal dan memerlukan peralatan canggih dan teknisi yang terlatih. Itulah sebabnya deteksi virus tidak dijadikan cara uji rutin untuk diagnosis HIV.

Cara paling umum digunakan saat ini adalah deteksi antibodi, yaitu zat yang diproduksi tubuh dalam rangka mempertahankan diri dari infeksi virus HIV.

Uji antibodi terhadap HIV terdiri dari dua langkah, yaitu uji I menggunakan cara yang lebih murah (Uji ELISA, dll). Gunanya adalah menapis (screening) kasus HIV. Jika positif, dilanjutkan dengan uji II atau uji konfirmasi (Uji Western Blot). Uji II ini lebih akurat.

Kekurangan uji antibodi adalah tidak dapat digunakan beberapa hari setelah infeksi. Hasilnya kemungkinan besar negatif padahal bisa saja sampel darah seseorang sudah mengandung HIV. Hal ini terjadi karena sistem pertahanan tubuh membutuhkan waktu sekitar 6 minggu hingga 3 bulan untuk memproduksi antibodi dalam kadar yang cukup.

Gejala Hernia



Hernia, ada yang menyebutnya dengan istilah 'turun perut', 'turun bero', adalah keluarnya usus lewat lubang di dinding perut. Lubang ini bisa terdapat di pangkal paha (hernia femoralis), alat kelamin pada pria (hernia scrotalis), bekas irisan bedah (hernia insisional), pusat perut (hernia umbilikalis), dll.

Gejala hernia terbagi menjadi tiga golongan yaitu gejala pada hernia yang masih dapat masuk, gejala pada hernia yang sudah tidak dapat masuk, dan gejala hernia yang terpuntir.

# Hernia yang masih dapat masuk

  • Tampak sebagai benjolan di pangkal paha atau dinding perut yang tidak nyeri saat ditekan.
  • Benjolan akan membesar saat berdiri atau jika tekanan dalam perut meningkat misalnya saat batuk.
  • Dapat masuk sendiri atau didorong masuk kembali ke dalam perut.

# Hernia yang tidak dapat masuk

  • Benjolan tidak dapat masuk kembali ke dalam perut.
  • Dapat timbul dalam waktu lama (kronik) tanpa disertai nyeri.
  • Dapat mengalami pemuntiran.
  • Ada gejala penyumbatan usus seperti mual dan muntah.

# Hernia terpuntir

  • Merupakan hernia yang tidak dapat masuk kembali, usus yang terjebak terhenti suplai darahnya.
  • Hampir selalu nyeri, disertai tanda-tanda penyumbatan usus seperti mual dan muntah.
  • Penderita tampak sangat kesakitan dengan atau tanpa disertai demam.
  • Merupakan kedaruratan bedah, artinya harus menjalani pembedahan secepat mungkin.

Penyebab Maag

Kenali Gejala Psikologis Penyebab Maag

Redam emosi dan marah Anda. Juga tahan rasa kecewa dan stress Anda. Karena kalau tidak, tukak lambung dan pencernaan bermasalah, sudah menunggu.

Sebenarnya sudah banyak yang mengupas hal ini. Tapi tetap saja banyak yang menyebut maag atau penyakit lambung yang diderita seseorang, adalah karena persoalan makan yang tidak teratur saja. Padahal kalau dikulik lebih jauh, persoalan psikis seseorang juga mendongkrak timbulnya maag dan tukak lambung yang [bisa] akut.

Disadari atau tidak, kehidupan yang keras, tuntutan pekerjaan, dan bertemu orang-orang yang menjengkelkan, selalu memancing emosi, energi dan pikiran kita. Padahal dalam beberapa tulisan sebelumnya, banyak dikatakan kalau gejala psikis itu rentan menimbulkan penyakit. Apalagi ditambah pola hidup yang 'berantakan' dari waktu makan, pilihan menu dan hal-hal lainnya.

Kehidupan yang cenderung tidak teratur, tertekan dan selalu berada dalam kekuatiran itu, biasanya berimbas pada saluran cerna. Tiba-tiba kita merasakan sesuatu yang tidak enak dan menggangu aktivitas. Gejala gangguan saluran cerna yang berkaitan dengan alergi makanan juga muncul, seperti muntah, diare, konstipasi, kolik, nyeri perut, sariawan dan sebagainya.



Penyakit pencernaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti makan yang tidak teratur, psikologis yang tidak stabil (stress) dan berbagai macam penyebab lainnya. Maag memang banyak disebabkan oleh sebab psikomatik, seperti timbulnya rasa mual, perih dan tidak mau makan. Penyakit ini banyak ditemui pada orang yang sibuk. Karena kesibukan seseorang mengakibatkan sering terlambat makan, diperparah lagi dengan psikologis yang tidak stabil

Beberapa laporan ilmiah baik di dalam negeri atau luar negeri menunjukkan bahwa angka kejadian alergi terus meningkat tajam beberapa tahun terahkir. Keluhan lain gangguan saluran cerna yang sering terjadi adalah muntah. Ketika orang berada pada kondisi tertekan. Dalam beberapa artikel kesehatan dan psikologis, sering dituliskan, kemarahan dapat menyebabkan rheumatoid arthritis, serangan jantung, penyakit jantung, gagal jantung, kanker, tekanan darah tinggi, stroke, tukak lambung.

Konon ketika seseorang memendam perasan menjadi permusuhan dan kemarahan, tekanan akan meningkat tajam, maka resiko serangan jantung dan stroke akan menjadi lebih tinggi. Tak Cuma itu, kadar asam lambung yang meningkat juga memberi efek ketegangan yang berujung sakit pada tukak lambung.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, mengakibatkan adrenalin meningkat, tekanan darah juga meningkat dengan begitu resiko orang mengalami penyakit jantung dua kali lebih tinggi.


Tak jauh berbeda, dengan tingkat tinggi saat merasakan kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan negatif ini akan merangsang sistem syaraf simpatiknya yang akan mengakibatkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pankreas sehingga menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya.

Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan negatif cukup berbahaya karena meningkatkan tingkat kortisol, yang menekan kekebalan sistem kekebalan tubuh kita, maka ketika kekebalan kita tertekan sel kanker mulai terbentuk dan berkembang.


Stress dapat memicu tukak lambung karena dalam kondisi stress sangat dimungkinkan orang akan melakukan tindakan yang beresiko terjadinya tukak lambung seperti merokok, mengkonsumsi obat NSAID atau alkohol. Selain itu diperkirakan dalam kondisi stress, hormon adrenalin akan meningkat produksinya mengakibatkan produksi asam oleh reseptor asetilkolin meningkat pula, efeknya asam lambung pun juga meningkat.

Gangguan pencernaan itulah yang bisa mengakibatkan rangsangan atau gangguan ke otak meningkat. Gangguan ke otak itu sendiri banyak menimbulkan keluhan perkembangan dan perilaku pada penderitanya. Sehingga sekecil apapun gangguan pencernaan tersebut akan selalu timbul berulang, karena itu harus diwaspadai lebih dini.

Manfaat Semangka Dapat Mengatasi Kanker

Jika kita makan sepotong semangka (1/8 bagian), berarti kita sudah mengasup 15-20 mg likopen. Bersama vitamin C dan betakaroten dalam buah semangka, likopen dapat melawan berbagai jenis kanker. Dalam sebuah riset dilaporkan bahwa konsumsi likopen yang cukup pada pria bisa membantu menurunkan resiko kanker prostat.
Di India pernah dilakukan penelitian terhadap 30 pasangan tidak subur, khususnya terhadap laki-laki dari pasangan tersebut yang berusia 23-45 tahun. Mereka memiliki masalah dengan sperma, yakni jumlah sperma terbatas, struktur sperma tidak normal,dan pergerakannya lamban. Dua kali dalam sehari mereka diberi makanan kaya likopen yang masing-masing menyumbangkan 20 mg likopen (setara 1/2 bagian semangka) selama 3 bulan terus-menerus. Hasilnya, setelah 3 bulan menjalani terapi, rata-rata jumlah sperma mereka meningkat 67%, struktur sperma mengalami perbaikan sebanyak 63%, dan kegesitan sperma melonjak 73%. Yang mengejutkan, 6 di antara laki-laki yang tadinya tidak subur tersebut ternyata sukses menghamili istrinya. Jadi, tidak ada salahnya jika ingin mendapatkan keturunan kita memperbanyak konsumsi semangka.
Semangka juga menyimpan senyawa pembangkit gairah, yaitu sitrulin. daya kerja senyawa ini diketahui setara dengan viagra. Senyawa kelompok asam amino ini dapat memicu produksi nitrit oksida, yang berperan dalam peningkatan kemampuan seksual pria. Sitrulin juga mudah diserap tubuh dan mengalir dalam darah.
Hmmm... ternyata tidak sulit mencari bahan-bahan makanan yang dapat meningkatkan kesuburan pasangan suami-istri. Daripada minum obat-obatan yang tidak jelas asal-usulnya, lebih baik kita memulai mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di atas secara rutin. Mediasehat ucapkan SEMOGA BERHASIL!!!

Tips untuk Penderita Maag

Yang harus dihindari oleh penderita maag, biasanya penyebabnya seperti berikut ini:
1. Obat rematik. Obat ini kadang-kadang membuat penderita maag tidak merasakan nyeri, tapi ternyata kondisi lambungnya sudah parah.
2. Asap Rokok. Asap dari rokok akan membuat lambung terasa penuh, sehingga penderita tidak merasa lapar.
3. Minum Kopi. Minuman ini dapat meningkatkan asam lambung.
4. Makanan seperti coklat dan keju. Karena makanan tersebut menyebabkan pengosongan lambung menjadi kurang baik.
5. Makanan yang pedas dan masam yang merangsang lambung, seperti cabe, sambal, jeruk.
6. Sayur-sayuran seperti kol dan sawi karena memproduksi gas. Juga buah nangka, kedondong, dan buah-buahan yang dikeringkan.
7. Soda
8. Stres

Penderita maag harus membiasakan makan yang teratur. Misalnya, jika hari pertama makan jam delapan pagi, usahakan hari berikutnya juga makan jam delapan pagi. Demikian juga dengan makan siang dan malam. Sehingga lambung menerima makanan di waktu-waktu tertentu.

Kapan Pergi Dokter?
Saat penderita maag sudah mengonsumsi obat-obatan dia harus ke dokter, jika sakit lambungnya tidak sembuh-sembuh. Menggunakan obat-obatan di pasaran batasnya biasanya tiga hari. Jika tidak ada tanda-tanda kesembuhan setelah tiga hari, maka harus memeriksakan diri ke dokter. Tanda-tanda penting yang dapat diperhatikan adalah jika buang air besar berwarna hitam, muntah-muntah hebat, pucat yang tidak diketahui sebabnya, serta berat badan turun.

Penyebab Maag yang tertinggi adalah Stress


Asam lambung akan meninggkat jika seseorang mengalami stress, sehingga jika ada luka yang dalam, tentunya peningkatan asam lambung akan memperhebat keluhannya.
Maag sering dianggap penyakit biasa-biasa saja karena mudah sembuh dengan obat. Jika terkontrol dengan baik, maag dapat sembuh total.

Obat-obatan maag yang bermacam-macam beredar di pasaran membuat penderita maag menggampangkan kondisinya. Padahal, jika penyakit maag ini sampai parah, dapat terjadi nyeri hebat hingga muntah-muntah. Bahkan risiko terberat adalah terjadinya kebocoran lambung dan perdarahan. Sehingga penyakit ini harus diperhatikan dengan benar.

Pengelompokan Penyakit maag
Rasa yang tidak nyaman di daerah ulu hati biasanya dirasakan oleh penderita Maag. Dengan dengan rasa nyeri, perih, serta keluhan lain seperti mual, kembung, cepat kenyang, merasa penuh, sampai muntah-muntah. Kadang, jika rasa nyeri itu begitu hebatnya, sampai terasa sakit tembus ke tubuh bagian belakang. Umumnya, kondisi ini dikenal oleh kalangan medis sebagai sindrom dengan sebutan dispepsia.



Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB dari Departemen Penyakit Dalam Divisi Gastroenterologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, dispepsia atau maag terbagi dalam tiga kelompok. Yaitu tipe ulkus, tipe dismotilitas, dan tipe campuran. Pada ulkus, penderita akan merasa nyeri di daerah ulu hati sampai tembus ke tubuh bagian belakang. “Serangannya terjadi di malam hari. Biasanya rasa nyeri ini hilang setelah makan, tapi kemudian bisa nyeri lagi,” ujar dr. Ari.

Tipe dismotilitas lebih menonjol gejala kembungnya, rasa penuh pada perut, cepat kenyang, dan mual. Sedangkan tipe campuran ada rasa nyeri dan kembung. Satu lagi tipe penyakit maag, yaitu kelompok penyakit Gastroesofageal Reflux Disease (GERD). “Biasanya, pasien akan merasakan panas di daerah dada, seperti terbakar. Selain itu ia akan merasa ada asam naik sehingga mulut terasa pahit,” paparnya.

Awalnya, GERD termasuk dalam penyakit maag. Namun keluhan GERD membuatnya terpisahkan dari tipe-tipe maag. Gejala lain pada GERD ini juga ada rasa serak dan banyak lendir di pagi hari, sehingga kadang membuat sesak nafas. Jika melihat adanya sakit di dada, penderita akan mengira ia menderita sakit jantung. Sesak nafas juga akan dikira sakit paru-paru. Ketika keduanya diperiksa dan ternyata normal, ditemukanlah bahwa ada masalah pada saluran pencernaan.

Jadi, ternyata maag bukan penyakit yang sederhana, ada berbagai tipe dengan gejalanya masing-masing. “Harus diperhatikan juga, penderita dengan keluhan-keluhan sakit maag belum tentu bersumber dari lambungnya,” ungkap dokter yang Juni mendatang berusia 39 tahun ini. Misalnya pada seseorang yang ada batu di empedu, ada kalanya keluhan berupa mual atau kembung.

Sehingga, menurut dr. Ari, orang yang merasakan sakit maag belum tentu masalah sakitnya bersumber pada lambung atau organ pencernaan lain. “Jadi, kalau ada penderita maag kronis kemudian minum obat yang ada di pasaran lalu sembuh, mungkin suatu saat dia harus kontrol penyakitnya ke dokter. Apa benar problemnya di lambung atau ada masalah lain,” tegas dr. Ari.

Fungsional dan organik
Pada satu kelompok orang, sekitar 30-40% mengalami gangguan sakit maag, Menurut dr. Ari. "Angka ini menunjukkan bahwa jumlah penderita maag tidak sedikit, dan sudah umum dialami banyak orang," ujar dokter yang pernah melakukan survei tentang penyakit maag ini.

Umumnya, 80 persen penyakit maag termasuk jenis fungsional. Maksudnya, tidak ada kelainan pada saluran cerna, namun disebabkan oleh stres, kurang tidur, beban pekerjaan, juga makan tidak teratur. Sisanya, 20 persen termasuk organik, yaitu ada kelainan pada organ pencernaan, seperti luka pada lambung atau kerongkongan. “Suatu kali akan bermasalah jika yang kelainan ini tidak diobati dengan baik. Karena keluhan maag bisa jadi keluhan penyakit lainnya. Jika tidak diobati takutnya penyakit ini bertambah berat. Harus diwaspadai jika seseorang sering sakit maag,” imbuh dokter yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia dan University of Queensland, Australia ini.

Maag juga bisa disebabkan oleh obat tertentu seperti obat reumatik yang sering dikonsumsi untuk sakit persendian. Hal ini menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan pada lambung. “Bahkan, pada keadaan yang cukup berat dapat timbul perdarahan pada lambung akibat penggunaan obat-obat reumatik itu,” tambah dr. Ari.

Penyebab seseorang mengalami keluhan seperti penderita maag disebabkan juga oleh kuman. Kuman ini disebut helicobacter pylori yang dapat menyebabkan infeksi. Kuman yang hidup di lambung ini masuk lewat makanan yang kebersihannya kurang diperhatikan. Sehingga, memeriksa apakah maag yang dialami termasuk fungsional atau organik adalah penting. Biasanya maag fungsional akan membaik jika makan teratur dan stres berkurang.

Saat ini, perlu diwaspadai adanya maag pada anak-anak. Memang, angkanya masih rendah, namun dengan adanya perubahan pola makan seperti makan pedas dan asam, berlemak, ditambah dengan banyaknya kegiatan sekolah dan luar sekolah yang membuat tingkat stres lebih tinggi, kasus maag juga ditemukan pada anak-anak.

Pengobatan untuk penderita maag harus benar
Pada penderita maag pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Obat maag terbagi menjadi beberapa kelompok. Yaitu obat antasida, yang sifatnya hanya menetralkan asam lambung saja sehingga mengurangi keluhan maag. Obat yang banyak beredar di pasaran termasuk obat antasida. Berikutnya adalah obat anti asam, yang dapat mengurangi asam pada lambung. Obat anti asam ini ada yang sifatnya ringan dan berat tergantung penyebab maag. Selain itu ada kelompok obat prokinetik, untuk memperbaiki motilitas (pergerakan) lambung.

Jika ada penderita maag dengan penyebab faktor psikisnya yang dominan, dokter akan memberikan obat untuk faktor psikis tersebut. "Kita berikan obat anti cemas dan penenang," ujar dr. Ari. Selain itu, jika ditemukan adanya kuman Helicobacter pylori, maka kuman ini harus dihilangkan, biasanya dengan kombinasi dua antibiotik ditambah obat anti asam yang cukup kuat.

Perubahan gaya hidup sangat penting selain obat-obatan. Jika penderita maag terlalu stress, maka dia harus berusaha mengendalikan stressnya. Begitu juga mengubah kebiasaan yang tidak baik, seperti kebiasaan makan tidak teratur, merokok, konsumsi obat reumatik tanpa aturan, semua harus dikendalikan bahkan dikurangi.

Perhatikanlah juga saat konsumsi obat. Mengonsumsi banyak obat dapat mengarah pada terjadi penyakit lain. Misalnya, penggunaan antasida berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal. Kadang, maag dianggap penyakit yang sederhana, sehingga penderita maag cenderung mengobati sendiri. Padahal jenis maag organik termasuk penyakit serius. “Namun, semua bisa diobati, apalagi kalau jelas disebabkan oleh kuman. Demikian juga maag akibat asam lambungnya naik, jika ditekan asam lambungnya dengan optimal, maag dapat sembuh total,” papar dr. Ari. Asalkan tindakan pemeriksaan dan pengobatannya tepat.

Sekarang ini, dengan menggunakan endoskopi atau diteropong lambung dapat diperiksa untuk memastikan penyebab keluhannya. Dengan endoskopi, dokter dapat melihat langsung kondisi kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Jika ada luka yang dalam sampai perdarahan, harus dioperasi. “Bisa saja ternyata ada tumor atau kanker di organ pencernaannya. Tapi di Indonesia, kejadian kanker lambung masih di bawah satu persen,” jelas dr. Ari.

Perkembangan lainnya, pendeteksian kuman dengan cara non invasive (tanpa melalui endoskopi). Yaitu dengan menggunakan uap, yang disebut Urea Breath Test (UBT). "Jadi, kita tes pasien dengan penguapan dengan bantuan alat. Lalu kita deteksi apakah ada kuman atau tidak," ungkap dr. Ari. Saat ini layanan ini baru ada di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan salah satu laboratorium ternama.
(Bestantia Indraswati)

Sepuluh Makanan Bikin Tidur Nyenyak


Eka Septia Wulan - detikFood

Jakarta - Sulit tidur di jam tidur? Atau tidur tak lelap hampir tiap malam? Kurang tidur bisa membuat tubuh kurang bugar. Ternyata dengan pilihan makanan yang cermat, tidur lelap tidak sulit Anda nikmati. Mulai dari pisang hingga daging kalkun bakal bikin tidur makin nyenyak!

Orang bilang kasur yang empuk dan lentur bisa dibeli tetapi tidur nyenyak tak bisa dibeli. Pernyataan itu memang benar. Gangguan tidur menyiksa jutaan orang di dunia tiap hari. Jika Anda sering mengalami gangguan tidur, mungkin Anda kekurangan triptophan.

Berdasarkan penelitian, kesepuluh makanan berikut ini dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak tanpa takut akan kelebihan kalori dan mengganggu sistem pencernaan dan penyerapan sari makanan di malam hari.

1. Pisang
Pisang ini berfungsi seperti pil tidur. Karena kandungan magnesiumnya yang bisa membuat otot pada tubuh lebih rileks. Melatonin dan serotonin membuat Anda merasakan ketenangan.

2. Teh Camomile
Teh camomile memang dipercaya sejak dulu sebagai obat tidur alami, karena kandungan penenang yang ringan untuk mereka yang sering gelisah pikirannya.

3. Susu Hangat
Minum susu hangat sebelum tidur dapat membuat tidur lebih nyenyak, dan hal ini bukanlah mitos belaka. Karena susu mengandung triptofan dan juga asam amino yang mampu menenangkan pikiran.

4. Madu
Campurkan satu sampai dua sendok madu dalam teh ataupun susu hangat Anda sebelum tidur. Selain membuat rasanya enak, campuran madu bisa membuat tubuh rileks dan menurunkan kewaspadaan sementara.

5. Kentang
Mengkonsumsi kentang sebelum tidur, tidak akan membebani lambung Anda. Tapi justru membantu membersihkan saluran pencernaan Anda dari asam yang mengganggu.

6. Oatmeal
Oatmeal memang makanan yang mengenyangkan, tapi tidak terlalu berat jika dikonsumsi sebelum tidur. Oatmeal mengandung melatonin yang bisa merangsang tubuh merasakan kantuk.

7. Almond
Sejumlah kacang-kacangan - almond salah satunya - tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tapi juga bisa digunakan untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak. triptophan dan magnesium yang terkandung di dalamanya bisa membuat otot dalam kondisi santai.

8. Flaxseed
Flaxseed memang belum terlalu banyak dikenal di Indonesia, tapi di sejumlah supermarket besar sudah bisa ditemukan. Flaxseed bisa disantap seperti oatmeal sebelum tidur. Omega 3 dan asam lemak alami ini bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak.

9. Roti Gandum
Setangkup roti gandum yang disantap dengan teh dan madu bisa melepaskan insulin, yang membantu triptophan melaju menuju otak dan memberikan perintah pada otak untuk beristirahat.

10. Kalkun
Diantara kesemua makanan, kalkun justru yang paling banyak mengandung triptophan. Konsumsi daging kalkun dengan setangkup roti akan membantu Anda tidur lebih nyenyak. Tapi ingat, jangan terlalu banyak karena justru akan membuat Anda sulit tidur karena terlalu kenyang.

Kesepuluh makanan di atas sebaiknya dikonsumsi satu jam sebelum waktu tidur Anda. Selamat mencoba!


( eka / Odi )