Jangan Terjerat Permainan Dunia — Tafsir QS Al-An‘am: 70 Menurut Tafsir Al-Ibriz
Penulis: M. Djoko Ekasanu
RINGKASAN REDAKSI
QS. Al-An‘am: 70 adalah peringatan Allah agar manusia tidak larut dalam permainan dunia yang menipu. Ayat ini, menurut Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Musthofa, merupakan jeritan kasih sayang Allah agar manusia selamat dari kelalaian, kembali kepada zikir, amal shalih, dan menjauhi majelis yang merusak hati.
NASH AYAT (QS. AL-AN‘AM: 70)
وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ ۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ ۖ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ...
“Tinggalkan orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelalaian, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Dan peringatkanlah (manusia) dengan Al-Qur’an agar tidak ada seorang pun yang binasa karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah…”
RINGKASAN REDAKSI AL-IBRIZ (KH. BISRI MUSTHOFA)
(Ditulis kembali dalam format ringkasan, bukan terjemahan literal.)
KH Bisri Musthofa menjelaskan bahwa:
- Ayat ini adalah perintah menjauh dari orang yang mempermainkan agama, menganggap ibadah remeh, dan menjadikan dunia tujuan utama.
- Mereka itu dihiasi oleh syetan sehingga mengira diri sudah benar.
- Al-Qur’an harus dijadikan peringatan agar manusia tidak tertipu, sebab kelak di akhirat tidak ada tebusan apa pun yang dapat menyelamatkan pelaku dosa jika Allah tidak mengampuninya.
- Agama itu serius; bila dibuat main-main, itu tanda penyakit hati.
LATAR BELAKANG MASALAH DI ZAMAN TURUNNYA AYAT
Pada masa turunnya ayat, bangsa Arab:
- Mempermainkan agama—menolak perintah Rasul, menyembah berhala tetapi mengaku atas nama agama nenek moyang.
- Menertawakan ibadah dan ayat Qur’an.
- Menganggap dunia segalanya, terutama harta, kehormatan kabilah, dan kekuasaan.
- Mengajak Nabi agar kompromi antara tauhid dan berhala
(lihat QS Al-Kafirun).
Ayat ini turun sebagai respons terhadap kaum musyrik yang melakukan propaganda, mempengaruhi orang-orang lemah iman, dan mencaci risalah Nabi.
SEBAB TERJADINYA MASALAH
- Disebabkan oleh kufur hati yang menolak kebenaran meski tahu itu benar.
- Hedonisme dan permainan dunia membuat mereka menolak petunjuk.
- Kelompok berpengaruh menjadikan agama bahan lelucon untuk melemahkan dakwah Rasulullah.
INTISARI JUDUL
Larangan keras menjadikan agama sebagai main-main, serta perintah untuk terus mengingatkan manusia agar tidak celaka oleh perbuatan mereka sendiri.
TUJUAN DAN MANFAAT AYAT
1. Tujuan
- Membersihkan umat dari sikap mempermainkan agama.
- Meneguhkan bahwa selamat atau celaka ditentukan oleh amal, bukan oleh status atau keturunan.
- Menguatkan misi Rasul sebagai pemberi peringatan.
2. Manfaat
- Menjadi filter dalam bermasyarakat agar tidak mengikuti majelis yang merusak.
- Menguatkan disiplin ibadah.
- Menumbuhkan kesadaran akhirat.
DALIL PENDUKUNG
Al-Qur’an
- QS Al-Hadid: 20: kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.
- QS Al-Mu’minun: 115: manusia tidak diciptakan sia-sia.
Hadis
- Nabi bersabda:
“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR Muslim) - Nabi bersabda:
“Cerdas itu adalah yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk akhiratnya.” (HR Tirmidzi)
ANALISIS & ARGUMENTASI
- Ayat ini relevan untuk menjawab generasi yang menganggap ibadah tidak penting, tapi konten hiburan sangat penting.
- Allah menunjukkan bahwa kehidupan dunia bisa menjadi tipu daya bila tanpa iman.
- Syafaat tidak bermanfaat tanpa izin Allah, sehingga amal harus diperbaiki sejak di dunia.
- Ayat ini adalah kritik terhadap sekularisme, yang memisahkan agama dari kehidupan.
- Konsekuensi logisnya:
- Agama dijadikan prinsip hidup.
- Dunia ditempatkan sebagai sarana, bukan tujuan.
KEUTAMAAN-KEUTAMAAN AYAT
- Menegaskan kemuliaan orang yang serius dalam agama.
- Menjaga dari majlis kelalaian yang merusak hati.
- Menanamkan keselamatan akhirat sebagai prioritas.
- Memperkuat keteguhan iman dari pengaruh dunia modern.
RELEVANSI DENGAN TEKNOLOGI, KOMUNIKASI, TRANSPORTASI, KEDOKTERAN, SOSIAL
1. Teknologi & Media Sosial
Ayat ini memperingatkan kita untuk tidak menjadikan agama sebagai konten hiburan, meme, atau candaan murahan.
Banyak orang hari ini:
- memviralkan ustadz hanya untuk lucu-lucuan,
- menjadikan ibadah sebagai tontonan,
- lebih peduli “like” daripada “layak di hadapan Allah”.
2. Transportasi Modern
Kemudahan bepergian harus mendorong dakwah, ziarah, dan silaturahmi. Tetapi bila digunakan untuk maksiat, itu adalah bentuk “permainan dunia”.
3. Kedokteran Modern
Ayat ini mengingatkan bahwa meski teknologi menyembuhkan, jiwa tetap membutuhkan iman.
Tidak ada obat untuk hati selain Al-Qur’an.
4. Kehidupan Sosial
Dalam era konsumtif, banyak orang menilai agama berdasarkan “yang penting viral”, bukan benar-salah.
Ayat ini adalah rem bagi hati.
HIKMAH AYAT INI
- Dunia akan selalu membujuk hati, tetapi hanya yang berzikir yang selamat.
- Agama harus dipegang dengan kesungguhan, bukan selingan.
- Setiap orang akan menanggung akibat dari amalnya sendiri.
MUHASABAH & CARANYA
Cara melakukan muhasabah:
- Tanyakan setiap malam: “Hari ini aku ikut permainan dunia atau mengikuti petunjuk Allah?”
- Kurangi waktu untuk hiburan berlebihan.
- Perbanyak membaca Qur’an, minimal 1 halaman/hari.
- Perbaiki shalat awal waktu.
- Pilih komunitas yang menguatkan iman.
DOA
“Ya Allah, jangan Engkau jadikan hati kami lalai oleh dunia.
Berkahilah kami dengan kesungguhan beragama,
jauhkan kami dari majelis yang menipu,
dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha.”
NASEHAT TOKOH-TOKOH SUFI
- Hasan al-Bashri: “Dunia hanya tiga hari: kemarin telah pergi, esok belum tentu, hari ini untuk beramal.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Celaka bagi hati yang mencintai dunia; ia akan buta melihat Allah.”
- Abu Yazid al-Bistami: “Musuh terbesarmu adalah dirimu yang condong kepada dunia.”
- Junaid al-Baghdadi: “Tasawuf adalah mematikan hawa nafsu dan menghidupkan hati.”
- Al-Hallaj: “Siapa yang terpaut dunia, ia hilang dari hakikat.”
- Imam al-Ghazali: “Dunia itu bagaikan bayangan: kejar, ia menjauh; tinggalkan, ia mengikuti.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Dunia adalah hijab bagi yang mencintainya.”
- Jalaluddin Rumi: “Hatimu bukan tempat sampah dunia; ia rumah bagi cahaya Tuhan.”
- Ibnu ‘Arabi: “Kesempurnaan insan terletak pada kebebasan dari belenggu duniawi.”
- Ahmad al-Tijani: “Perbanyak zikir; itulah benteng dari tipu daya dunia.”
TESTIMONI ULAMA INDONESIA
-
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha’):
“Ayat ini seperti alarm bagi orang yang sibuk dunia. Hati-hati, dunia itu godaan paling halus.” -
Ustadz Adi Hidayat:
“Ini ayat pendidikan iman. Bila agama jadi main-main, hidup pasti kacau.” -
Buya Yahya:
“Ayat ini adalah seruan agar kembali serius dalam ibadah, bukan asal-asalan.” -
Ustadz Abdul Somad:
“Al-An‘am 70 memaksa kita bercermin: jangan sampai agama hanya ada di lisan, bukan di hati.”
CATATAN REDAKSI
Beberapa kisah yang mungkin muncul dalam pembahasan para mufasir klasik terkadang berasal dari riwayat Israiliyat.
Kami sajikan hanya sebagai renungan, bukan landasan akidah maupun hukum.
DAFTAR PUSTAKA
- Tafsir Al-Ibriz, KH Bisri Musthofa.
- Tafsir At-Tabari.
- Tafsir Ibn Katsir.
- Tafsir Al-Qurthubi.
- Sahih Bukhari & Muslim.
- Ihya’ Ulumuddin — Imam Al-Ghazali.
- Al-Fath ar-Rabbani — Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Al-Risalah al-Qusyairiyah.
- Majmu’ Fatawa kontemporer ulama Indonesia.
Ucapan Terima Kasih
Redaksi mengucapkan terima kasih kepada pembaca dan para guru agama yang terus menghidupkan cahaya Al-Qur’an dalam kehidupan modern.
Jangan Kejerat "Game" Dunia — Makna QS Al-An‘am: 70 Versi Al-Ibriz
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Intinya gini...
QS. Al-An‘am: 70 tuh kayak alarm peringatan dari Allah biar kita nggak keasyikan main-main di dunia yang tipu-tipu ini. Menurut Tafsir Al-Ibriz nya KH Bisri Musthofa, ayat ini jeritan sayang banget dari Allah biar kita selamat dari kelalaian, balik ke zikir, perbanyak amal baik, dan jauhin circle yang bikin hati rusak.
Ayatnya (QS. Al-An‘am: 70):
"وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ ۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ ۖ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ..." Artinya:"Tinggalkan orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelalaian, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Dan peringatkanlah (manusia) dengan Al-Qur’an agar tidak ada seorang pun yang binasa karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah…"
Ringkasan Al-Ibriz (KH. Bisri Musthofa): (Ditulis ulang dengan vibe yang lebih santai, bukan terjemahan kata per kata)
Intinya, Mbah Bisri Musthofa bilang:
· Ini perintah buat jauh-jauh dari orang yang nge-game-in agama, ngeremehin ibadah, dan yang hidupnya cuma ngejar dunia doang.
· Mereka tuh udah kena make over sama setan, jadi ngira diri mereka udah bener banget.
· Al-Qur'an itu harus jadi warning biar kita nggak ketipu, soalnya nanti di akhirat nggak ada tebusan apapun yang bisa nyelametin orang berdosa kalo Allah nggak ngasih ampun.
· Intinya, agama itu serius. Kalo udah dianggep mainan, itu tanda hati lagi sakit.
Backstory Ayat Ini Turun: Zaman dulu,orang Arab jaman Nabi tuh:
· Main-mainin agama — nolak perintah Rasul, nyembah berhala tapi bilangnya ikut agama nenek moyang.
· Ngetawain ibadah dan ayat Qur'an.
· Nge-judge dunia (harta, gengsi suku, kekuasaan) adalah segalanya.
· Ngebujuk Nabi buat kompromi, nyampur adukin tauhid sama penyembahan berhala (liat QS Al-Kafirun). Ayat ini turun ngejawab sikap kaum musyrik yang suka bikin propaganda,pengaruhi orang yang imannya lagi lemah, dan nyaci-nyaci risalah Nabi.
Penyebab Masalahnya:
· Hati yang nge-blok — nolak kebenaran padahal tau itu bener.
· Gaya hidup hedon & main-main — bikin mereka nggak mau ngikutin petunjuk.
· Orang-orang berpengaruh yang bikin agama jadi bahan candaan buat ngelemesin dakwah.
Inti Judul: Larangan keras buat bikin agama jadi bahan mainan,plus perintah buat selalu ingetin sesama biar nggak celaka gegara perbuatan sendiri.
Tujuan & Manfaat Ayat:
1. Tujuan:
· Ngebersihin umat dari sikap nge-game-in agama.
· Negasin kalo selamat atau celaka itu ditentukan ama amal, bukan status atau keturunan.
· Nguatin misi Rasul sebagai pemberi peringatan.
2. Manfaat Buat Kita:
· Jadi filter milih circle, jangan sampe ikut komunitas yang merusak.
· Bikin kita lebih disiplin ibadah.
· Numbuhin kesadaran akhirat.
Dalil Pendukung:
· Dari Qur'an:
· QS Al-Hadid: 20: kehidupan dunia cuma permainan dan senda gurau.
· QS Al-Mu'minun: 115: manusia nggak diciptakan dengan sia-sia.
· Dari Hadis:
· Nabi bersabda: "Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir." (HR Muslim)
· Nabi bersabda: "Cerdas itu adalah yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk akhiratnya." (HR Tirmidzi)
Analisis & Argumen: Ayat ini masih relevan banget buat jawab generasi sekarang yang:
· Anggep ibadah nggak penting, tapi update konten hiburan itu urgent. Allah ngingetin kalo kehidupan dunia bisa jadi tipu daya kalo nggak pake iman. Syafaat juga nggak bakal nolong kalo Allah nggak ngizinin,jadi amal harus dibenerin dari sekarang. Ayat ini juga kritik buat gaya hidup sekuler yang misahin agama dari kehidupan sehari-hari. Implikasinya:
· Agama harus jadi prinsip hidup utama.
· Dunia cuma alat, bukan tujuan akhir.
Keutamaan Ayat Ini:
· Negasin kalo orang yang serius dalam agama itu mulia.
· Ngejaga kita dari nongkrong di tempat yang bikin lupa.
· Bikin prioritas kita ke keselamatan akhirat.
· Nguatin iman dari pengaruh godaan dunia modern.
Relevansinya di Zaman Now:
1. Teknologi & Medsos: Ayat ini ngingetin biar jangan bikin agama cuma jadi konten hiburan, meme, atau candaan receh. Sekarang banyak banget yang:
· Viralin ustadz cuma buat bahan ketawaan.
· Bikin ibadah jadi tontonan doang.
· Lebih peduli sama jumlah like daripada nilai di sisi Allah.
2. Transportasi Modern: Kemudahan jalan-jalan harusnya buat dakwah, ziarah, silaturahmi. Tapi kalo dipake buat maksiat, ya itu salah satu bentuk "permainan dunia".
3. Kedokteran Modern: Teknologi bisa nyembuhin penyakit, tapi jiwa tetep butuh iman. Nggak ada obat buat hati yang lebih manjur selain Al-Qur'an.
4. Kehidupan Sosial: Di era yang konsumtif banget, banyak yang nilai agama cuma dari "yang penting viral", bukan bener-salah. Ayat ini tuh kayak rem buat hati kita.
Hikmahnya:
· Dunia selalu nggodain, cuma yang rajin zikir aja yang selamat.
· Pegang agama harus serius, bukan cuma selingan.
· Tiap orang tanggung jawab sendiri-sendiri sama akibat perbuatannya.
Muhasabah & Caranya: Gimana cara introspeksi diri?
1. Tanya diri sendiri tiap malem: "Hari ini aku ikutin 'game' dunia atau ikutin petunjuk Allah?"
2. Kurangi waktu buat hiburan yang berlebihan.
3. Perbanyak baca Qur'an, minimal 1 halaman sehari.
4. Benerin & perhatiin shalat di awal waktu.
5. Pilih komunitas yang bikin iman kuat, bukan yang bikin makin lalai.
Doa: "Ya Allah, jangan sampai hati kami keasikan sama dunia. Berkahi kami dengan kesungguhan dalam beragama, jauhkan kami dari nongkrong yang nipu, dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha."
Quotes Bijak Para Sufi:
· Hasan al-Bashri: "Dunia cuma tiga hari: kemarin udah berlalu, besok belum tentu dateng, hari ini buat beramal."
· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Ngenes banget hati yang cinta dunia; dia bakal buta buat liat Allah."
· Abu Yazid al-Bistami: "Musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri yang condong ke dunia."
· Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf itu mematikan hawa nafsu dan ngidupin hati."
· Al-Hallaj: "Siapa yang melekat sama dunia, dia ilang dari hakikat."
· Imam al-Ghazali: "Dunia kayak bayangan: dikejar, dia kabur; ditinggalin, dia ngikut."
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Dunia itu hijab (penghalang) buat yang mencintainya."
· Jalaluddin Rumi: "Hatimu itu bukan tempat sampah dunia; dia rumah buat cahaya Tuhan."
· Ibnu ‘Arabi: "Kesempurnaan manusia ada di kebebasan dari belenggu dunia."
· Ahmad al-Tijani: "Banyakin zikir; itu benteng dari tipu daya dunia."
Testimoni Ulama Indonesia:
· KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha’): "Ayat ini kayak alarm buat yang sibuk dunia. Hati-hati, dunia itu godaan paling halus."
· Ustadz Adi Hidayat: "Ini ayat pendidikan iman. Kalau agama udah dianggep mainan, hidup pasti berantakan."
· Buya Yahya: "Ayat ini seruan buat balik serius ibadah, jangan asal-asalan."
· Ustadz Abdul Somad: "Al-An‘am 70 maksa kita buat bercermin: jangan sampe agama cuma di lisan, nggak nyampe hati."
Catatan Redaksi: Beberapa cerita yang kadang disebut para mufasir klasik terkait ayat ini bisa aja dari kisah Israiliyat.Kami tampilin cuma buat bahan renungan, bukan jadi dasar akidah atau hukum.
Daftar Pustaka:
· Tafsir Al-Ibriz, KH Bisri Musthofa.
· Tafsir At-Tabari, Ibn Katsir, Al-Qurthubi.
· Sahih Bukhari & Muslim.
· Ihya’ Ulumuddin — Imam Al-Ghazali.
· Al-Fath ar-Rabbani — Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
· Al-Risalah al-Qusyairiyah.
· Kumpulan fatwa ulama Indonesia kontemporer.
Ucapan Terima Kasih: Redaksi ngucapin terima kasih banyak buat pembaca dan semua guru agama yang selalu nyalain cahaya Al-Qur'an di tengah kehidupan modern yang hiruk-pikuk ini.Keep istiqomah!

