Tampilkan postingan dengan label Asma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asma. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Desember 2010

Hubungan Antara Asma dan Refluks Asam

Hubungan Antara Asma dan Refluks Asam

0diggsdigg

AsmaLingkungan orang hidup di dunia sekarang ini sangatlah jauh berbeda dengan lingkungan orang hidup ratusan tahun yang lalu. Saat ini, anda dapat melihat banyak tempat yang disalahgunakan oleh manusia, dan polusi ada di mana-mana.


Mungkin karena lingkungan yang tercemar inilah yang mengakibatkan banyak orang sakit. Meskipun orang tidak menyukainya, kemungkinan sakit kadang-kadang tidak dapat dihindari.

Salah satu keadaan yang diderita oleh orang adalah penyakit asma. Asma adalah penyakit terkenal yang ditandai dengan sesak nafas, dengan gejala seperti sesak nafas yang berbunyi, aliran udara yang tertahan, dan kejadian sering alergi, rangsangan hiper responsif, dansesak nafas nokturnal yang terjadi di malam hari.

Penyakit lain yang terkait dengan asma adalah GERD atau penyakit refluks gastro-esofagus yang dikenal sebagai refluks asam. Anda mungkin memiliki refluks asam jika anda mengalami sakit gejala panas seperti terbakar di dada selama lebih dari dua kali setiap minggu. Heartburn atau rasa terbakar di dada adalah gejala dari refluks asam. Sensasi ini disebabkan oleh asam lambung yang membakar dinding saluran pencernaan atas.

Kedua penyakit tersebut dikatakan agak terhubung satu sama lain. Namun, belum ada penelitian konklusif tentang hal ini. Apa yang kebanyakan dokter tahu sekarang adalah bahwa refluks asam memperburuk asma. Bagaimana hal itu mungkin terjadi?

Ketika refluks asam tidak diobati, penyakit ini hanya akan bertambah buruk. Asam lambung akan terus naik hingga mencapai mulut. Tapi sebelum mencapai mulut, paru-paru akan terpengaruh terlebih dahulu.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan menempatkan asam ke ke tenggorokan orang yang berpenyakit asma, asma mereka semakin memburuk. Sehingga mereka mencapai kesimpulan bahwa orang yang berpenyakit asma lebih sering mengalami GERD. Mereka lebih lanjut menjelaskan bahwa ini disebabkan oleh perubahan di dada karena adanya tekanan besar setiap kali orang tersebut bernafas. Tekanan besar ini dikatakan akan memaksa cairan perut untuk mengalir melalui jalan yang salah.

Orang yang menderita asma harus menghindari refluks asam, tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa merekalah yang paling rentan untuk mengidapnya.

Penelitian tentang berkaitnya dua penyakit ini masih terus menerus dilakukan karena beberapa menunjukkan bahwa jika refluks asam diobati secara efektif, maka asma seharusnya akan menjadi lebih baik. Tapi mereka kecewa dengan hasilnya.

Jadi jika anda didiagnosa menderita asma, dan anda berpikir bahwa anda juga memiliki refluks asam, maka akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter yang baik. Mereka akan banyak membantu anda dalam mengatasi masalah asma serta refluks asam anda. Jangan mengkonsumsi obat apapun tanpa konsultasi dokter anda.

Dokter dapat memberi anda obat seperti adrenalin dan hydrocortisones. Obat tersebut dikenal sebagai obat pencegah asma. Jika Anda dapat mencegah asma, maka mungkin saja dapat mencegah refluks asam juga. Sebagian besar obat asma lebih baik dihirup karena memiliki efek samping yang lebih sedikit bagi tubuh. Obat-abatan lain juga dapat mengatasi asma, tapi sekali lagi ingat untuk berkonsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Asma berubah seiring hidup seseorang. Sebagian anak-anak mengatasi asma, tetapi kemudian, biasanya muncul kembali. Orang dewasa yang menderita asma kadang-kadang tidak pernah sembuh dari asma mereka meskipun mereka mengkonsumsi obat-obatan. Tujuannya sekarang adalah untuk meminimalkan peradangan saluran udara itu.

Apakah anda memiliki refluks asam atau asma atau tidak, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan menunggu sampai situasi menjadi lebih buruk. Sekaranglah saat untuk bertindak, sadarilah penyakit ini, dan bagaimana penyakit ini bisa diobati.

Sabtu, 27 November 2010

Sekilas Tentang Asma

Sekilas Tentang Asma

Asma adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu. Pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang merangsang), infeksi saluran nafas terutama penyakit influenza tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan. Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan (berupa pilek/bersin atau batuk yang sering berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi alergi. Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang terekam/bisa diutarakan oleh penderita biasanya diawali sejak masa kanak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang sering diberi istilah asma. Sekitar 55-6-% penyakit alergi pernafasan in dapat diturunkan ke anak atau cucu dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa bukan karena merupakan hal yang aneh. Penyebab Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada kelainan saluran nafas yang berpa proses reaksi/keradangan (akibat reaksi alergi) yang disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain: Debu yang ada di dalam rumah yaitu debu yang berasal dari kasur kapuk (terutama yang sudah lama), karpet, sofa, pakaian yang disimpan lama di dalam lemari, langit-langit atap rumah, buku-buku/kertas arsip yang lama, dll. Bahan makanan terutama jenis ikan laut, susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan, dll. (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang mengiritasi a.l. pedas, dingin, bergetah, rasa manis/asam, asin, dll. bukan penyebab tapi pemicu). Lingkungan hidup antara lain bulu yang berasal dari bahan pertanian (tepung sari, jerami, rumput-rumputan, ampas tebu, dll.), bahan yang berasal dari bulu dan kotoran unggas serta binatang piaraan.

Sabtu, 20 November 2010

Cara Mengurangi Ancaman Asma

Cara Mengurangi Ancaman Asma


Apa itu Asma?

Asma adalah kondisi di mana otot-otot bronchi (saluran udara pada paru) mengalami kontraksi penyempitan sehingga menyulitkan pernafasan. Penyebab asma belum diketahui, namun Asma dipicu oleh berbagai faktor seperti zat penimbul alergi (bulu binatang, debu, dll), rokok, polusi, infeksi, tekanan emosi dan kelelahan.

Gejala atau tanda-tanda asma:penyakit asma

  • Kesulitan bernafas
  • Kenaikan denyut nadi
  • Nafas berbunyi, terutama saat menghembuskan udara
  • Batuk kering
  • Kejang otot di sekitar dada

Asma ada dua jenis, yaitu:

  • Asma interinsik (berasal dari dalam) yang sebab serangannya tidak diketahui
  • Asma eksterinsik (berasal dari luar) yang pemicu serangannya berasal dari luar tubuh (biasanya lewat pernafasan)

Serangan asma dapat berlangsung singkat atau berhari-hari. Biasanya serangan dimulai hanya beberapa menit setelah timbulnya pemicu. Frekuensi asma berbeda-beda pada tiap penderita. Serangan asma yang hebat dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana mengurangi risiko serangan asma?

Bila Anda pengidap asma, tiga hal berikut perlu Anda lakukan:

  • Singkirkan berbagai hal yang dapat memicu alergi (alergen), tingkatkan frekuensi mencuci kain dan menghisap debu, jauhkan diri dari kucing dan piaraan lainnya dan berhentilah merokok.
  • Tingkatkan keseimbangan tubuh Anda dengan melakukan diet, mengikuti program detoksifikas dan banyak meminum air putih.
  • Ikuti program olah pernafasan dan aerobik yang bermanfaat memperkuat dan meningkatkan kapasitas paru Anda.
  • Basmi kecoa sehingga tidak lagi terlihat di rumah Anda.
  • Atur kelembababan dan sirkulasi udara melalui AC maupun pembukaan ventilasi.

Rabu, 10 Desember 2008

Sekilas Tentang Asma

Sekilas Tentang Asma

Asma adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu. Pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang merangsang), infeksi saluran nafas terutama penyakit influenza tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan. Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan (berupa pilek/bersin atau batuk yang sering berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi alergi. Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang terekam/bisa diutarakan oleh penderita biasanya diawali sejak masa kanak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang sering diberi istilah asma. Sekitar 55-6-% penyakit alergi pernafasan in dapat diturunkan ke anak atau cucu dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa bukan karena merupakan hal yang aneh. Penyebab Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada kelainan saluran nafas yang berpa proses reaksi/keradangan (akibat reaksi alergi) yang disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain: Debu yang ada di dalam rumah yaitu debu yang berasal dari kasur kapuk (terutama yang sudah lama), karpet, sofa, pakaian yang disimpan lama di dalam lemari, langit-langit atap rumah, buku-buku/kertas arsip yang lama, dll. Bahan makanan terutama jenis ikan laut, susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan, dll. (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang mengiritasi a.l. pedas, dingin, bergetah, rasa manis/asam, asin, dll. bukan penyebab tapi pemicu). Lingkungan hidup antara lain bulu yang berasal dari bahan pertanian (tepung sari, jerami, rumput-rumputan, ampas tebu, dll.), bahan yang berasal dari bulu dan kotoran unggas serta binatang piaraan.