Monday, February 9, 2026

948.

 kitab daqoiqul akhbar 

Bab 28 Panasnya Hari Kiamat.

Didalam hadits diceritakan: Ketika terjadi kiamat maka Allah Taala mengumpulkan makhluk yang pertama dan terakhir di dalam satu padang yang luas, dan matahari didekatkan di kepala para makhluk, panas matahari itu tambah dikuatkan pada hari kiamat kepada para makhluk, maka keluarlah binatang dari api seperti naungan (bayang-bayang). Kemudian ada pemanggil: “Hai golongan para makhluk, berangkatlah ke bayang-bayang (naungan) itu,” maka mereka semua berangkat, mereka menjadi tiga kelompok, kelompok pertama, adalah orang-orang mukmin, kelompok kedua, adalah orang-orang yang munafik dan kelompok ketiga, adalah orang-orang kafir.

Ketika para makhluk itu telah sampai pada bayang-bayang (naungan), maka menjadilah naungan itu menjadi tiga bagian: bagian pertama untuk panas. bagian kedua: untuk asap dan bagian ketiga: untuk nur.

Maka oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: 

“Pergilah kamu pada naungan yang mempunyai tiga cabang.” (QS. Al-Mursalat: 30)

Dan naungan yang panas itu berada di atas kepala orang Munafiq, karena sesungguhnya mereka itu sama memelihara panasnya di dalam dunia. Sebagaimana yang dikatakan kepada mereka (munafik).

“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah: “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya), jikalau mereka mengetahui.” (QS. At-Taubah: 81)

Dan asap itu berada di atas kepalanya orang kafir, karena sesungguhnya sewaktu di dunia berada (di tempat) cahaya dan di akhirat dalam kegelapan. Maka demikianlah firman Allah Ta’ala:

“Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 257).

Sedangkan cahaya itu berada di atas kepalanya orang-orang mukmin, karena sesungguhnya mereka berada di dunia dalam kegelapan dan di akhirat berada di atas cahaya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Allah pelindung orang-orang yang beriman: Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).” (QS. Al-Baqarah: 257).

Dan firman Allah Ta’ala dalam mensifati orang mukmin di hari khiamat:

“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya, itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Hadid: 12).

......

Baik, saya susun bacaan koran bernuansa Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)—mengalir, reflektif, dan mengajak pembaca bercermin—berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan kandungan Bab 28 Daqā’iqul Akhbār yang panjenengan kutip.


Di Bawah Matahari Kiamat: Siapa yang Mendapat Naungan?

(Renungan Tasawuf dari Daqā’iqul Akhbār Bab 28)

Pendahuluan

Hari Kiamat bukan sekadar peristiwa kosmik, tetapi pembongkaran hakikat jiwa manusia. Dalam Daqā’iqul Akhbār, digambarkan matahari didekatkan ke kepala makhluk, panasnya berlipat ganda, dan manusia dipanggil menuju satu “naungan” yang ternyata terbagi menjadi tiga: panas, asap, dan cahaya.
Tasawuf membaca peristiwa ini bukan hanya sebagai kejadian fisik, tetapi manifestasi batin manusia yang telah dipupuk sejak di dunia.


Analisis dan Argumentasi Tasawuf

1. Matahari Kiamat: Terbukanya Rahasia Batin

Dalam hadis sahih disebutkan:

“Matahari didekatkan kepada manusia pada hari kiamat, hingga jaraknya satu mil…”
(HR. Muslim)

Para sufi menjelaskan:
☀️ Matahari adalah simbol kasyf—terbukanya semua rahasia.
Tidak ada lagi topeng amal, pencitraan, atau kesalehan palsu. Yang tersisa hanyalah isi hati.


2. Tiga Naungan: Cerminan Jiwa Manusia

🔥 Naungan Panas – Munafik

Orang munafik mendapat panas karena:

  • Di dunia mereka menghindari pengorbanan
  • Mencintai kenyamanan, takut panas jihad, panas ujian, panas tanggung jawab

“Janganlah kamu berangkat (berperang) dalam panas terik ini.”
(QS. At-Taubah: 81)

Tasawuf menilai:
🔥 Panas dunia yang ditolak dengan iman, akan kembali sebagai panas akhirat.


🌫️ Naungan Asap – Kafir

Asap melambangkan:

  • Hati yang tertutup
  • Akal yang berfungsi, tetapi tanpa cahaya iman
  • Hidup dalam terang dunia, tetapi gelap makna

“Syaitan mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan.”
(QS. Al-Baqarah: 257)

Dalam tasawuf:
🌫️ Asap adalah cahaya palsu—terlihat terang, tapi menyesakkan dan membutakan.


Naungan Cahaya – Mukmin

Cahaya di atas kepala mukmin adalah:

  • Buah iman
  • Hasil sabar, ikhlas, dan istiqamah
  • Nur yang dipupuk dengan dzikir dan taat

“Cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.”
(QS. Al-Hadid: 12)

Para sufi berkata:
Siapa yang hidup dengan cahaya iman di dunia, akan berjalan dengan cahaya di akhirat.


Motivasi & Muhasabah

Pertanyaan untuk Jiwa

  • Saat hidup terasa panas oleh ujian, apakah kita lari atau bertahan?
  • Amal kita membuat hati terang atau berasap?
  • Dzikir kita menghidupkan jiwa atau hanya di lisan?

Cara Muhasabah Tasawuf

  1. Khalwat harian – 10 menit sebelum tidur
  2. Tanya hati:
    “Hari ini aku mencari ridha Allah atau ridha manusia?”
  3. Dzikir Nur:
    Allahumma aj‘al fī qalbī nūrā
  4. Amal tersembunyi – satu kebaikan tanpa diketahui siapa pun

Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Hikmah

  • Dunia adalah ladang cahaya
  • Setiap niat adalah benih naungan
  • Akhirat adalah panen hakikat

Tujuan

  • Membersihkan jiwa dari nifaq
  • Menghidupkan iman yang bercahaya
  • Menyiapkan diri menghadapi panas Kiamat

Manfaat

  • Hati lebih tenang
  • Amal lebih ikhlas
  • Tak takut mati, karena rindu cahaya

Kemuliaan dan Kehinaan di Empat Alam

Alam Mukmin Munafik Kafir
Dunia Tenang, meski sederhana Nyaman tapi gelisah Terang tapi kosong
Kubur Luas & bercahaya Sempit & panas Gelap & menekan
Kiamat Naungan cahaya Naungan panas Naungan asap
Akhirat Surga & ridha Allah Siksa & penyesalan Kekal dalam neraka

Doa

Allahumma ya Nūr,
jadikanlah iman kami cahaya,
amal kami naungan,
dan hati kami tempat turunnya rahmat-Mu.
Lindungilah kami dari panas nifaq,
dari asap kekafiran,
dan wafatkan kami dalam cahaya iman.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para ulama salaf yang telah mewariskan ilmu dan peringatan, khususnya melalui Daqā’iqul Akhbār, agar kita tidak lalai, tidak tertipu dunia, dan tidak buta terhadap akhirat.

Semoga tulisan ini menjadi cermin jiwa, bukan sekadar bacaan.
.........

# Under the Apocalypse Sun: Siapa yang Dapet Tempat Teduh?


(Renungan Sufi ala Daqā’iqul Akhbār Bab 28, versi santai)


Intro


Hari Kiamat itu nggak cuma event kosmik tajir, tapi lebih ke bongkar-bongkar jiwa kita. Di Daqā’iqul Akhbār, matahari digambarin dideketin banget ke kepala kita, panesnya nggak ketulungan, terus kita semua dipanggil nyari “tempat teduh”. Eh ternyata, tempat teduhnya ada tiga jenis: panes, asep, sama cahaya.


Buat para sufi, ini nggak cuma gambaran fisik doang, tapi cerminan banget dalamnya hati kita yang udah kita tanemin dari di dunia.


Analisis & Argumen Ala Sufi


1. Matahari Kiamat: Buka-Bukaan Rahasia Hati


Dalam hadis sahih disebutin:


“Matahari didekatkan kepada manusia pada hari kiamat, hingga jaraknya satu mil…”

(HR. Muslim)


Para sufi ngebahasnya gini:

☀️ Matahari itu simbol kasyf — semua rahasia hati kebuka. Nggak ada lagi embel-embel, pencitraan, atau kesalehan palsu. Yang keliatan bener-bener isi hati asli.


2. Tiga Tempat Teduh: Cermin Jiwa Kita


🔥 Teduhan Panes – Buat Si Munafik


Kenapa dapet yang panes? Soalnya:


· Di dunia, mereka nghindarin pengorbanan.

· Demen banget sama kenyamanan, takut sama “panes”-nya jihad, ujian, sama tanggung jawab.

· Kayak yang difirmanin: “Janganlah kamu berangkat (berperang) dalam panas terik ini.” (QS. At-Taubah: 81)


Gimana sufinya?

🔥 Panas dunia yang kita tolak pake iman, bakal balik jadi panas akhirat.


🌫️ Teduhan Asep – Buat Si Kafir


Asep ini ngegambarin:


· Hati yang tertutup rapat.

· Akal jalan, tapi nggak pake cahaya iman.

· Hidup keliatan terang di dunia, tapi dalemnya kosong gelap.

· “Syaitan mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan.” (QS. Al-Baqarah: 257)


Gimana sufinya?

🌫️ Asep itu kayak cahaya palsu — keliatan terang, tapi bikin sesek dan buta makna.


✨ Teduhan Cahaya – Buat Si Mukmin


Cahaya di atas kepala orang beriman itu:


· Buah dari iman yang bener.

· Hasil dari sabar, ikhlas, dan istiqamah.

· Nur yang ditumbuhin lewat dzikir dan ketaatan.

· “Cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadīd: 12)


Gimana sufinya?

✨ Siapa yang hidup pake cahaya iman di dunia, bakal jalan pake cahaya juga di akhirat.


Motivasi & Muhasabah Buat Kita


Pertanyaan Buat Hati Kita:


· Saat hidup lagi “panes” karena ujian, kita kabur atau bertahan?

· Amal kita bikin hati makin terang atau malah berasep?

· Dzikir kita nyala di hati atau cuma numpang lewat di bibir?


Cara Muhasabah Ala Sufi (Yang Bisa Dilakuin):


· “Me-time” religi — 10 menit sebelum tidur, tanya hati: “Hari ini gue cari ridho Allah atau ridho orang?”

· Dzikir cahaya: Allāhumma-j‘al fī qalbī nūrā (Yaa Allah, jadikanlah di hatiku cahaya).

· Amal rahasia — lakuin satu kebaikan kecil, yang orang lain nggak ada yang tau.


Hikmah, Tujuan, & Manfaatnya


Hikmah:


· Dunia itu ladang buat nurunin benih cahaya.

· Setiap niat baik itu benih buat teduhan nanti.

· Akhirat itu saat panen keadaan hati kita yang sebenernya.


Tujuannya:


· Bersihin jiwa dari sifat munafik.

· Nyalain iman yang bener-bener bercahaya.

· Siap-siap mental ngadepin “panas”-nya Kiamat.


Manfaat Buat Hidup Sekarang:


· Hati lebih adem dan tenang.

· Amal lebih ikhlas, nggak sekedar buat diliat.

· Nggak takut mati, karena udah rindu sama “cahaya”-Nya.


# Status & Nasib di Empat Tempat


Alam Si Mukmin Si Munafik Si Kafir

Dunia Tenang, meski hidup sederhana. Nyaman, tapi dalemnya gelisah. Keliatan terang, tapi kosong.

Kubur Luas & ada cahaya. Sempit & panas. Gelap & menyesakkan.

Kiamat Dapet teduhan cahaya. Dapet teduhan panas. Dapet teduhan asep.

Akhirat Surga & ridho Allah. Siksa & penyesalan tiada akhir. Kekal di neraka.


# Doa (Tetap Khusyuk, tapi Intinya Sama)


Allāhumma yā Nūr,

jadikanlah iman kami cahaya,

amal kami naungan,

dan hati kami tempat turunnya rahmat-Mu.

Lindungilah kami dari panas nifaq,

dari asap kekafiran,

dan wafatkan kami dalam cahaya iman.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


# Penutup & Thank You!


Big thanks buat para ulama zaman dulu yang udah warisin ilmu, khususnya lewat kitab Daqā’iqul Akhbār, biar kita nggak keasyikan dunia aja, nggak gampang ketipu, dan tetep melek soal akhirat.


Semoga renungan simpel ini bisa jadi cermin buat jiwa kita, bukan cuma bacaan doang yang lewat. Stay true, stay luminous! ✨

946. Fadilah malam-malam Ramadhan.

 

Fadilah malam-malam Ramadhan 


1. Kitab ‘Uṣfūriyyah

(kisah-kisah nasihat Nabi ﷺ dan sahabat)

Dalam ‘Uṣfūriyyah disebutkan bahwa:

  • Malam-malam Ramadhan adalah malam jamuan Allah
  • Setiap malam Ramadhan:
    • Allah membuka pintu langit
    • Doa orang yang terjaga tidak tertolak
    • Tangisan ahli maksiat lebih dicintai Allah daripada tasbih orang yang lalai

📌 Fadilah utama:

Barangsiapa menghidupkan malam Ramadhan dengan taubat dan penyesalan, maka ia dicatat sebagai orang yang “dilahirkan kembali”.

Makna tazkiyah:
Bukan panjangnya shalat, tapi hadirnya hati yang pecah di hadapan Allah.


2. Kitab Tanbīhul Ghāfilīn – Imam Abu Laits As-Samarqandi

Disebutkan:

  • Setiap malam Ramadhan, Allah:
    • Membebaskan ribuan manusia dari neraka
    • Terutama saat waktu sahur
  • Orang yang terjaga di malam Ramadhan:
    • Dosanya dihapus
    • Hatinya dilembutkan
    • Dituliskan sebagai ahli dzikir meski hanya duduk diam menghadap Allah

📌 Fadilah utama:

Tidur orang yang berniat ibadah di malam Ramadhan lebih baik daripada ibadah orang lalai.

Makna tazkiyah:
Niat yang benar di malam Ramadhan sudah menjadi ibadah.


3. Kitab Naṣā’iḥul ‘Ibād – Syaikh Nawawi al-Bantani

Syaikh Nawawi menukil:

  • Malam pertama Ramadhan:
    Allah mengampuni dosa seluruh umat Muhammad ﷺ yang berpuasa
  • Setiap malam Ramadhan:
    • Allah melihat hamba-Nya dengan pandangan rahmat
    • Orang yang menangis karena takut kepada Allah dijauhkan dari neraka

📌 Fadilah utama:

Orang yang menjaga adab di malam Ramadhan akan diberi cahaya iman di siang harinya.

Makna tazkiyah:
Malam Ramadhan adalah madrasah adab, bukan sekadar waktu ibadah.


4. Kitab Daqā’iqul Akhbār

(kitab peringatan akhirat & rahasia amal)

Dalam Daqā’iqul Akhbār:

  • Malam Ramadhan digambarkan sebagai:
    • malam pelepasan rantai dosa
    • malam pelembutan hati yang keras
  • Setiap malam:
    • Malaikat turun membawa catatan ampunan
    • Nama hamba bisa dihapus dari daftar celaka

📌 Fadilah utama:

Satu istighfar di malam Ramadhan lebih berat dari seribu istighfar di luar Ramadhan.

Makna tazkiyah:
Ramadhan bukan menambah amal, tapi menghapus beban jiwa.


5. Kitab Irsyādul ‘Ibād

Disebutkan:

  • Orang yang menghidupkan malam Ramadhan:
    • Akan diringankan sakaratul maut
    • Dilapangkan kuburnya
  • Malam Ramadhan adalah:
    • Latihan bermalam di alam barzakh
    • Simulasi berdiri di hadapan Allah

📌 Fadilah utama:

Barangsiapa merasakan manisnya munajat di malam Ramadhan, ia akan merindukan Allah saat mati.

Makna tazkiyah:
Malam Ramadhan adalah latihan rindu bertemu Allah.


6. Kitab Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn – Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali menegaskan:

  • Hakikat menghidupkan malam Ramadhan:
    • Bukan banyak rakaat
    • Tapi hudūrul qalb (hadirnya hati)
  • Malam Ramadhan adalah:
    • Waktu penyucian batin
    • Saat nafsu dilemahkan agar ruh menguat

📌 Fadilah utama:

Satu jam tafakkur di malam Ramadhan lebih utama dari shalat sunnah tanpa hati.

Makna tazkiyah:
Malam Ramadhan adalah ruang sunyi untuk mengenal diri dan Tuhan.


🌙 INTISARI BESAR (RINGKASAN RUHANI)

👉 Malam-malam Ramadhan adalah:

  • Malam pengampunan
  • Malam pembebasan dari neraka
  • Malam penyucian jiwa
  • Malam latihan kematian dan perjumpaan dengan Allah

Siapa yang tidak berubah di malam Ramadhan, sulit berubah di luar Ramadhan.



MALAM-MALAM RAMADHAN:

RUANG PEMURNIAN JIWA DAN PENENTU NASIB ABADI

(Perspektif Tazkiyatun Nufūs berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis)

Pendahuluan: Ramadhan Datang untuk Jiwa, Bukan Sekadar Raga

Ramadhan bukan sekadar perubahan jam makan dan tidur. Ia adalah musim penyelamatan jiwa. Siang Ramadhan menahan lapar, malam Ramadhan memurnikan batin.
Allah tidak sedang mencari kelelahan hamba-Nya, tetapi kerendahan dan kepulangan hati.

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)

Ayat ini menjadi kunci: keberuntungan dan kehinaan manusia ditentukan oleh tazkiyatun nufūs, dan malam-malam Ramadhan adalah waktu emasnya.


ANALISIS & ARGUMENTASI SYAR’I

1. Malam Ramadhan sebagai Jamuan Ilahi

Dalam banyak kitab nasihat ulama, malam Ramadhan disebut “malam jamuan Allah”. Al-Qur’an menegaskan realitas ini:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang penuh keberkahan.”
(QS. Ad-Dukhan: 3)

Jika satu malam saja diberi status mubārakah, maka seluruh malam Ramadhan adalah ladang keberkahan berlapis.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa menghidupkan malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ Argumen tazkiyah:
Ampunan tidak turun pada jasad yang lelah, tetapi pada hati yang jujur kembali.


2. Mengapa Malam Ramadhan Lebih Menentukan daripada Siangnya?

Siang Ramadhan melatih pengendalian hawa nafsu, tetapi malam Ramadhan adalah ruang pengakuan dosa dan pembentukan jiwa baru.

Allah berfirman:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan di waktu sahur mereka memohon ampun.”
(QS. Adz-Dzariyat: 18)

Para mufassir menjelaskan: waktu sahur adalah saat hati paling jujur, karena manusia berdiri tanpa ingin dilihat siapa pun selain Allah.

➡️ Tazkiyatun nufūs terjadi saat topeng runtuh, dan itu terjadi di malam hari.


KEMULIAAN & KEHINAAN

Dampaknya di Empat Alam Kehidupan

1. Di Dunia

Kemuliaan:

  • Hati lembut
  • Dosa terasa berat
  • Ibadah terasa hidup
  • Mudah menangis karena Allah

Kehinaan:

  • Malam Ramadhan dihabiskan untuk lalai
  • Hati keras meski ibadah ramai
  • Merasa aman dari dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Celakalah orang yang mendapati Ramadhan lalu ia tidak diampuni.”
(HR. Tirmidzi)

➡️ Celaka di dunia dimulai dari hati yang tidak tersentuh Ramadhan.


2. Di Alam Kubur

Orang yang menghidupkan malam Ramadhan:

  • Kuburnya dilapangkan
  • Datang cahaya dari arah ibadah malam
  • Munajat menjadi teman sepi

Orang yang melalaikannya:

  • Kubur gelap
  • Ramadhan menjadi saksi yang menuntut, bukan pembela

3. Di Hari Kiamat

Allah berfirman:

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ
“Pada hari ketika segala rahasia dibuka.”
(QS. Ath-Thariq: 9)

Malam Ramadhan adalah ibadah rahasia.
Siapa yang ikhlas di malam hari, akan dimuliakan di hadapan makhluk pada hari kiamat.


4. Di Akhirat

Malam Ramadhan menentukan:

  • Apakah seseorang rindu bertemu Allah
  • Atau takut karena tak punya bekal batin

Orang yang terbiasa munajat akan berkata:

“Ya Allah, dulu aku rindu bertemu-Mu di malam Ramadhan.”


HIKMAH, TUJUAN, DAN MANFAAT MALAM RAMADHAN

Hikmah:

  • Mengosongkan hati dari dunia
  • Mematahkan kesombongan ruhani
  • Menghidupkan rasa butuh kepada Allah

Tujuan:

  • Menghapus dosa batin, bukan hanya lahir
  • Melahirkan manusia baru secara ruhani
  • Menjadikan Allah sebagai tujuan, bukan sekadar ritual

Manfaat:

  • Tenang hidupnya
  • Ringan sakaratul maut
  • Wajah bercahaya
  • Iman stabil pasca-Ramadhan

MOTIVASI & MUHASABAH

Pertanyaan yang Perlu Dijawab Setiap Malam Ramadhan

  • Apakah aku pernah jujur menangis karena dosa?
  • Atau hanya sibuk menilai ibadah orang lain?
  • Apakah malam Ramadhan membuatku lebih rendah hati?
  • Atau justru lebih bangga dengan amal?

Cara Muhasabah Praktis:

  1. Kurangi bicara, perbanyak diam di malam hari
  2. Duduk menghadap kiblat tanpa gadget
  3. Sebut dosa pribadi satu per satu
  4. Ucapkan istighfar perlahan dengan sadar
  5. Akhiri dengan doa pengakuan kelemahan

DOA PENUTUP

Allahumma ya Muqallibal qulub
Balikkan hati kami menuju-Mu
Jangan Engkau jadikan Ramadhan ini berlalu
sementara hati kami tetap keras

Ya Allah,
jika malam ini Engkau membuka pintu ampunan
maka jangan Engkau tutup sebelum Engkau menuliskan kami
sebagai hamba yang dibebaskan dari neraka

Jadikan malam Ramadhan
sebagai awal hidup baru kami
di dunia, di kubur, di hari kebangkitan, dan di akhirat.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


.......

VOICE OF HEART | Edisi Spesial Ramadan: "Night Mode Ramadan: Charging Iman Buat naik Level!"


Oleh: Tim Urusan Hati


ANALISIS & ARGUMEN: Malam Ramadan itu Kayak Lab Spiritual, Gengs!


Dari kupasan kitab-kitab klasik sampe ucapan ulama besar, satu pesan kunci banget: malam Ramadan itu bukan sekadar ajang nambahin jam ibadah, tapi waktu khusus buat cleansing hati & upgrade jiwa. Allah bilang di Quran:


“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).


Artinya, goal utama puasa itu taqwa, yang cuma bisa dapet kalo hati kita udah bersih. Kalo siang kita latihan nahan lapar & haus, malemnya kita latihan nahan ego & bersihin jiwa. Ini inti sebenarnya dari "qiyam" atau sholat malam. Nabi ﷺ pernah janji:


“Barangsiapa menegakkan (shalat) malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih).


Hadits ini nge-link langsung antara ibadah malem dan pengampunan dosa, yang adalah tujuan utama bersihin hati.


KEMULIAAN vs KEHINAAN: Imbasnya di 4 Panggung Hidup


1. Di Dunia Sekarang:

   · Naik Level: Jiwa yang dibersihin pas malem Ramadan bakal ngerasain ketenangan, hati lebih adem, dan makin peka. Allah buka "pintu langit", jadi doanya gampang dikabulin. Kayak dapet newborn soul, hidup mulai dari nol yang lebih bersih.

   · Stuck di Level Lama: Kalo malemnya cuma buat scroll sosmed atau begadang ga jelas, hati bisa makin beku. Rugi banget, soalnya kesempatan emas buat hapus noda dosa lewat istighfar malah lewat.

2. Pas di Alam Kubur Nanti:

   · VIP Treatment: Kata para ulama, yang rajin qiyam bakal dimudahkan saat sakaratul maut & kuburnya dilapangkan. Malem Ramadan itu simulasi buat terbiasa sendiri sama Allah. Kalo udah biasa curhat sama-Nya di gelapnya malem, nggak takut lagi sama gelapnya kubur.

   · Eksperimen Horor: Jiwa yang lalai bisa ngerasain kubur sesak & gelap, karena nggak bawa bekal "cahaya" dari malam-malam Ramadan.

3. Di Hari Kiamat (The D-Day):

   · Glowing Mode: Mereka bakal dibangkitkan dengan wajah bersinar, keluar dari kubur seneng. Amalan sunnah (seperti sholat malem) bakal nutupin kekurangan amalan wajib.

   · Blind Mode: Yang hatinya keras & lalai, dibangkitkan dalam keadaan "buta" secara spiritual. Ngeri, ya?

4. Di Akhirat (Final Destination):

   · Grand Prize: Dapet ridho Allah & surga-Nya. Ini ultimate goal! Kalo udah biasa rindu sama Allah pas malem Ramadan, ketemu-Nya nanti jadi hal yang dinantiin.

   · Game Over: Terhalang dari surga. Nauzubillah.


HIKMAH & MANFAAT: Buat Apa Susah-susah Bangun Malem?


Intinya biar transformasi total. Ramadan itu bulan spesial di mana setiap hembusan napas orang puasa aja jadi pahala. Malemnya adalah waktu Allah "turun" dengan kasih sayang-Nya. Tujuannya: jadi pribadi taqwa yang jiwa & raganya bersih. Manfaatnya? Banyak! Dari inner peace, urusan dimudahin, dosa dihapus, sampe siap buat kehidupan abadi nanti.


MOTIVASI & MUHASABAH: Gimana Caranya Mulai?


1. Niat yang Bener: Niat aja dulu yang bener buat perbaikin diri. Niat yang ikhlas udah dianggep ibadah, lho!

2. Evaluasi Diri: Sebelum tidur, hitung deh salah & kelalaian hari ini. Sedihin, boleh kok nangis. Kata ulama, tangisan penyesalan orang yang biasa maksiat lebih disayang Allah daripada bacaan tasbihnya orang yang alim tapi lalai.

3. Start Small, Think Big: Nggak usah langsung sholat sepanjang malem. Mulai aja dulu dengan 2 rakaat sebelum tidur dengan khusyuk, atau bangun 15 menit sebelum sahur buat baca istighfar. Kualitas (kehadiran hati) lebih penting daripada kuantitas (banyaknya rakaat).

4. Me Time Sama Allah: Sediain waktu buat hening, renungin diri, dan mikirin kebesaran Allah. Kata Imam Al-Ghazali, 1 jam mikir yang khusyuk bisa lebih utama.

5. Jaga Attitude: Saat ibadah, jaga adab & kekhusyukan. Itu tanda hati kita lagi serius.


DOA PENUTUP: Minta Hati yang Bersih & Bercahaya


Bacalah doa ini dengan penuh harap:


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Maaf, menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.


Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami cahaya di hati kami, cahaya di pendengaran kami, cahaya di penglihatan kami, cahaya dari kanan kami, cahaya dari kiri kami, cahaya dari atas kami, cahaya dari bawah kami, cahaya di depan kami, cahaya di belakang kami, dan jadikanlah bagi kami cahaya." (HR. Muslim).


"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu."


Intinya, malam Ramadan itu kayak promo spesial dari Allah. Jangan sampe kebablasan! Siapa yang datang dengan hati yang tulus pengen berubah, dia akan pulang bawa jiwa yang lebih fresh, siap buat jadi versi terbaik diri di semua panggung kehidupan. Yuk, maximize moment ini sebelum kehabisan!


Tetep santuy, tapi jangan lewatkan momen berharganya. Semangat upgrade diri! 😊🕋✨

945. HATI YANG BERSIH: JALAN SENYAP MENUJU SURGA



Al-Faqih dari ayahnya, dengan sanadnya dari Anas bin Malik katanya: “Ketika kami mendampingi Nabi 55, tiba-tiba beliau bersabda: Seorang penghuni sorga akan mengunjungimu dengan kedua sandal ditangan kirinya, lalu tidak lama sesudah itu datanglah ia, memberi salam dan duduk bersama kami. Kemudian pada hari berikutnya Rasulullah bersabda sebagaimana hari pertama, dan datanglah ia, dengan keadaan seperti kemarin. Dan pada hari ketiga beliau  bersabda sebagaiman hari pertama dan kedua, ia datang lagi, ketika ia akan pulang Abdullah bin ‘Amr Al-Ash mengikuti dan berkata kepadanya: Pada keluargaku adi sedikit masalah, sehingga aku tidak akan pulang selama 3 hari-malam, dan jika kau mengizinkan aku akan bermalam di tempatmu selama itu (8 hari-malam), Jawabnya: Baiklah, Kembali pada Anas, katanya: Abdullah bin ‘Amr bicarakan tentang waktu bermalam di tempat orang itu, ia menyatakannya tidak bangun (salat) malam, hanya berzikir ketika tidur sampai bangun fajar, dan wudu’nya sempurna, salatnya khusyuk, dan tidak puasa sunah, demikian yang diamalkannya selama 3 hari-malam aku dirumahnya, ya tidak lebih dari itu, cuma dia tidak berkata-kata, kecuali yang baik. Dan setelah habis waktuku (3 hari-malam), maka kataku kepadanya: Sebenarnya di dalam rumah tangga (keluarga)ku tiada masalah apa-apa, aku hanya sekedar ingin tahu amalanmu karena Nabi  bersabda sampai 3x bahwa kau adalah penghuni sorga, maka aku usahakan  bermalam di rumahmu, dengan tujuan nanti aku mengetahui amalanmu akan menirunya, tetapi menurut aku kau tiada kelebihan, lalu apa yang menjadikan beliau bersabda demikian itu? Jawabnya: Amalanku ya seperti yang kau lihat selama itu, Lalu aku permisi pulang, tapi kemudian m aku dipanggil, katanya, Disamping itu, ada lagi yaitu: Aku tidak punya rasa iri atau dengki, terhadap muslim (artinya: segala apa yang mereka miliki dari kenikmatan). Lalu kataku, Inilah yang disabdakan oleh Nabi  sampai tiga kali, tentang engkau, dan itulah yang kami belum mampu melakukannya”.

.......

Baik, saya susun bacaan koran dengan gaya renungan tasawuf–tazkiyatun nufūs, runtut, argumentatif, dan menyentuh hati, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, merujuk pada kisah mulia di atas.


HATI YANG BERSIH: JALAN SENYAP MENUJU SURGA

(Renungan Tasawuf dari Hadis Anas bin Malik r.a.)

Pendahuluan

Dalam perjalanan ruhani, tidak semua kemuliaan tampak dari banyaknya amal lahiriah. Ada amal yang nyaris tak terlihat, namun berat timbangannya di sisi Allah. Kisah seorang lelaki yang disaksikan Rasulullah ﷺ sebagai penghuni surga—bukan karena qiyamul lail panjang, bukan karena puasa sunnah yang banyak—melainkan karena hati yang bersih dari iri dan dengki, menjadi pelajaran besar dalam tasawuf.

Tasawuf tidak semata berbicara tentang banyaknya wirid, tetapi tentang kebeningan qalbu. Sebab, Allah tidak menilai rupa dan amal zahir semata, tetapi isi hati.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)


Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Dalam kisah ini, Abdullah bin ‘Amr r.a. mendapati bahwa amalan orang tersebut sangat sederhana:

  • Salat wajib dengan khusyuk
  • Wudhu yang sempurna
  • Zikir ringan sebelum tidur
  • Tidak puasa sunnah
  • Tidak qiyamul lail

Namun satu amalan batin menjadi kunci:

“Aku tidak menyimpan rasa iri dan dengki terhadap seorang Muslim pun.”

Inilah maqam salāmatul qalb (keselamatan hati). Dalam tasawuf, dengki (hasad) adalah penyakit hati paling halus namun paling merusak, karena ia menentang pembagian takdir Allah.

Allah berfirman:

“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan?”
(QS. An-Nisā’: 54)

Hasad bukan sekadar membenci manusia, tetapi secara tidak sadar memprotes keputusan Allah.


Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs

Tazkiyatun nufūs adalah proses membersihkan jiwa dari kotoran batin. Rasulullah ﷺ menegaskan:

“Dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati yang bersih:

  • Tidak iri atas nikmat orang lain
  • Tidak senang atas musibah orang lain
  • Tidak menyimpan kebencian tersembunyi

Inilah amal sunyi yang sering kita remehkan, padahal sangat dicintai Allah.


Motivasi dan Muhasabah

Mari bertanya jujur pada diri sendiri:

  • Apakah kita senang melihat orang lain sukses?
  • Apakah kita lapang saat saudara kita diberi kelebihan?
  • Atau diam-diam hati kita sempit dan membandingkan?

Muhasabah harian:

  1. Setiap malam, tanyakan: “Hari ini, adakah iri di hatiku?”
  2. Jika muncul, segera istighfar dan doakan kebaikan bagi orang tersebut.
  3. Latih diri berkata dalam hati: “Itu takdir Allah, dan Allah Maha Adil.”

Cara membersihkan hati:

  • Perbanyak doa perlindungan dari hasad
  • Membiasakan mendoakan orang yang kita iri kepadanya
  • Mengingat bahwa nikmat dunia sementara, akhirat abadi

Hikmah, Tujuan, dan Manfaat

Hikmah:

  • Surga bisa diraih dengan hati yang bersih
  • Amal batin sering lebih berat dari amal lahir

Tujuan:

  • Menjadi hamba yang ridha terhadap takdir Allah
  • Menjalin ukhuwah tanpa penyakit hati

Manfaat:

  • Hati tenang
  • Jiwa lapang
  • Hidup ringan tanpa beban kebencian

Kemuliaan dan Kehinaan

Di Dunia

  • Kemuliaan: hidup damai, tidak gelisah, tidak sibuk membandingkan
  • Kehinaan: iri membuat hati panas, hidup penuh keluh kesah

Di Alam Kubur

  • Hati bersih: kubur menjadi taman surga
  • Hati dengki: kubur menjadi sempit dan gelap

Di Hari Kiamat

  • Yang bersih hatinya: hisab ringan
  • Yang penuh hasad: amal bisa gugur karena kebencian

Di Akhirat

  • Hati bersih: dekat dengan Rasulullah ﷺ di surga
  • Hati kotor: terhalang meski amal zahir banyak

Doa

Allahumma thahhir qulūbanā minan nifāq, wa a‘mālanā minar riyā’, wa a‘yuninā minal khiyānah, wa qulūbanā minal hasad.

Ya Allah, bersihkan hati kami dari nifaq, amal kami dari riya, pandangan kami dari khianat, dan hati kami dari iri dan dengki.


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah ﷻ yang masih memberi kita kesempatan untuk membersihkan hati. Terima kasih kepada Rasulullah ﷺ yang mengajarkan bahwa jalan ke surga tidak selalu bising oleh amal besar, tetapi sunyi oleh hati yang ikhlas dan bersih.

Semoga kita termasuk hamba yang tenang hatinya, bersih jiwanya, dan ringan langkahnya menuju surga.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


HATI YANG BERSIH: JALAN SUNYI NEMBUS SURGA


(Refleksi Tasawuf ala Gen Z, dari Hadis Anas bin Malik r.a.)


Intro


Guys, dalam perjalanan spiritual, nggak semua yang keliatan wah di luar itu yang paling berat timbangannya. Ada amalan yang low-profile banget, hampir nggak keliatan, tapi justru bikin Allah berdecak kagum. Kisah seorang lelaki yang diviralkan Rasulullah ﷺ sebagai calon penghuni surga—bukan karena tahajud semalaman, bukan karena puasa Daud—tapi karena hatinya bersih dari iri dan dengki, itu bikin kita mikir ulang.


Tasawuf tuh nggak cuma soal banyaknya ritual, tapi soal kebeningan hati. Karena Allah nggak liat packaging luar kita, tapi isi content hati kita.


“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)


Bedah Hati ala Tasawuf (Tafsir Kekinian)


Nih, kata Abdullah bin ‘Amr r.a., amalan orang itu sederhana banget:


✅ Shalat wajib dengan khusyuk (no distraksi)


✅ Wudhu yang bener-bener bikin fresh


✅ Zikir receh sebelum bobok


❌ Nggak puasa sunnah


❌ Nggak tahajud marathon


Tapi, satu amalan batin yang jadi password surga-nya:


“Aku nggak nyimpan rasa iri dan dengki sedikit pun ke sesama Muslim.”


Ini namanya level salāmatul qalb (hati yang selamat). Dalam tasawuf, dengki (hasad) itu kayak virus paling silent tapi ngerusak banget, karena sebenernya kita lagi protes sama skenario Allah.


Allah udah bilang:

“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan?” (QS. An-Nisā’: 54)


Iri-dengki tuh nggak cuma benci sama orang, tapi secara gak langsung kita lagi ngomel ke Allah, “Kok dia dapet, gue enggak?”


Self-Cleaning Hati (Tazkiyatun Nufūs ala Kita)


Tazkiyatun nufūs tuh proses detox jiwa dari sampah-sampah batin. Rasulullah ﷺ pernah kasih tahu:


“Dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Ciri hati yang bersih:


✨ Nggak sebel liat orang lain dapat rezeki


✨ Nggak senang pas orang lain kena musibah


✨ Nggak nyimpan benci yang dipendem


Ini tuh amalan senyap yang sering kita anggap receh, padahal di mata Allah itu premium banget.


Self-Reflection (Muhasabah Diri)


Yuk, kita tanya hati sendiri dengan jujur:


· Apa kita genuinely happy liat teman kita sukses?

· Apa kita lapang dada pas saudara kita dikasih kelebihan?

· Atau jangan-jangan, dalam hati kita cempreng dan suka banding-bandingin?


Coba deh ritual harian ini:


Setiap mau tidur, tanya: “Hari ini, gue ada iri nggak sih?”


Kalau ada, langsung minta ampun dan doain yang baik buat orang itu.


Latihin diri buat bilang dalam hati: “Itu takdir Allah, dan Allah Maha Adil kok.”


Tips Nge-clean Hati:


1. Rajin minta perlindungan dari rasa iri.

2. Biasain mendoain kebaikan buat orang yang bikin kita gemes (ini powerful banget!).

3. Ingat terus bahwa nikmat dunia itu temporary, akhirat itu forever.


Take-Home Message (Hikmah & Manfaat)


Hikmah:


· Surga bisa dapet cuma dengan hati yang bersih.

· Amal batin sering lebih weighted daripada amal yang keliatan.


Tujuan:


· Jadi hamba yang ridha sama takdir Allah.

· Jalin persaudaraan tanpa toxic di hati.


Manfaat:


· Hati jadi chill, nggak gampang heated.

· Jiwa lega, hidup terasa lighter karena nggak kebeban kebencian.


Skema Kemuliaan vs. Kehinaan


Dunia:


· Mulia: Hidup damai, nggak gampang overthinking, nggak sibuk compare hidup.

· Hina: Iri bikin hati gerah, hidup penuh drama dan keluh kesah.


Alam Kubur:


· Hati bersih: Kubur jadi taman surga (nyaman banget).

· Hati dengki: Kubur jadi sesak dan gelap (ngeri!).


Hari Kiamat:


· Hati bersih: Hisab-nya easy.

· Hati penuh hasad: Amal bisa hangus gara-gara kebencian.


Akhirat:


· Hati bersih: Bisa deket sama Rasulullah ﷺ di surga.

· Hati kotor: Bisa terhalang masuk surga meski amal lahir banyak.


Doa (Mohon Diberesin Hati)


Allahumma thahhir qulūbanā minan nifāq, wa a‘mālanā minar riyā’, wa a‘yuninā minal khiyānah, wa qulūbanā minal hasad.


(Ya Allah, bersihin hati kami dari nifaq, amal kami dari riya’, pandangan kami dari khianat, dan hati kami dari iri dengki.)


Closing


Big thanks to Allah ﷻ yang masih kasih kita kesempatan buat upgrade hati. Makasih juga buat Rasulullah ﷺ yang ngajarin bahwa jalan ke surga nggak harus rame-rame, tapi bisa lewat hati yang ikhlas dan bersih.


Semoga kita termasuk anak muda yang hatinya adem, jiwanya bersih, dan langkahnya ringan nuju surga.


Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn. 🙏✨