Saturday, November 15, 2025

BELAJAR ILMU, LANGKAH YANG MENGHAPUS DOSA.

 Nabi Muhammad SAW bersabda:


من انتقل ليتعلم علمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ أَنْ يَخْطُو


"Barang siapa yang berpindah (dari tempat satu ke tempat lain, baik berjalan atau berkendaraan) untuk belajar ilmu, maka diampuni dosa baginya sebelum dia melangkah".


📰 BELAJAR ILMU, LANGKAH YANG MENGHAPUS DOSA

Menggali Makna Hadis Rasulullah SAW: “Diampuni Dosa Sebelum Melangkah”

Oleh: M. Djoko Ekasanu


📌 Ringkasan Redaksi (Abstract)

Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa barangsiapa berpindah tempat untuk belajar ilmu, maka Allah mengampuni dosanya sebelum dia melangkah. Artikel ini mengupas konteks hadis di masa Nabi, relevansinya dengan kehidupan modern, dan keutamaan-keutamaan menuntut ilmu. Termasuk pembahasan dalil Al-Qur’an dan hadis, analisis sosial, hikmah sufistik, serta pesan ulama besar sepanjang zaman.


📌 Teks Hadis

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ أَنْ يَخْطُو

"Barang siapa yang berpindah untuk belajar ilmu, maka diampuni dosa baginya sebelum ia melangkah."


LATAR BELAKANG MASALAH DI ZAMAN NABI

Di masa Nabi, perjalanan menuntut ilmu tidak mudah.
• Jalan kaki atau naik unta
• Menempuh padang pasir berhari-hari
• Risiko dirampok, kehausan, dan kelelahan
• Ilmu hanya ada di beberapa tempat dan beberapa guru saja

Karena beratnya perjalanan inilah, Allah memberikan kemuliaan luar biasa kepada penuntut ilmu — sampai setiap langkahnya menghapus dosa.


SEBAB TERJADINYA MASALAH

Masyarakat Arab kala itu:

  • Belum terstruktur pendidikannya
  • Banyak yang buta huruf
  • Ajaran agama baru disampaikan secara bertahap
  • Jarak antar kabilah sangat jauh

Menuntut ilmu menjadi tantangan berat. Maka hadis ini turun untuk:
✔ Memotivasi
✔ Menghilangkan rasa takut
✔ Mengangkat derajat penuntut ilmu


INTISARI JUDUL

“Belajar adalah langkah pertama menuju pengampunan.”


TUJUAN & MANFAAT MENUNTUT ILMU

  1. Menghapus dosa sejak awal perjalanan
  2. Menjadi sebab hidayah
  3. Mendapat penjagaan malaikat
  4. Diangkat derajatnya oleh Allah
  5. Menjadi cahaya di dunia dan akhirat
  6. Melahirkan masyarakat saleh dan berakhlak

DALIL AL-QUR’AN

1. QS. Al-Mujadilah: 11

“Allah mengangkat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat.”

2. QS. Az-Zumar: 9

“Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”


DALIL HADIS

1. “Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

2. “Para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu.” (HR. Abu Dawud)


ANALISIS & ARGUMENTASI

1️⃣ Penuntut ilmu adalah motor peradaban

Peradaban Islam tidak lahir dari pedang, tetapi dari ilmu dan perjalanan menuntut ilmu.

2️⃣ Setiap perpindahan fisik adalah ibadah

Bahkan sebelum “melangkah”, Allah sudah memberi pahala. Ini menunjukkan:
✔ Niat lebih dahulu daripada tindakan
✔ Keikhlasan menjadi ruh ibadah

3️⃣ Perjalanan ilmu = jihad intelektual

Menuntut ilmu melawan hawa nafsu, malas, dan ego.


KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

  1. Dihapuskan dosa sebelum melangkah
  2. Dimudahkan jalan ke surga
  3. Didokan malaikat
  4. Diampuni sampai ikan di laut
  5. Lebih utama daripada ibadah sunnah
  6. Mendapat cahaya pada hari kiamat
  7. Dicatat sebagai mujahid fi sabilillah

RELEVANSI DI ZAMAN TEKNOLOGI DAN TRANSPORTASI MODERN

1. Teknologi Informasi

Kini ilmu sangat mudah:
✔ YouTube kajian
✔ Zoom kelas agama
✔ ChatGPT, AI, e-library
✔ Google Classroom, e-learning

→ Tapi kemudahannya justru jadi ujian: apakah kita mau memanfaatkannya?

2. Komunikasi

Dulu susah bertanya pada ulama.
Sekarang:
✔ Bisa kirim pesan
✔ Akses kitab
✔ Rekaman kajian seluruh dunia

→ Ilmu makin mudah, tapi kemauan menuntut ilmu semakin diuji.

3. Transportasi

Yang dulu naik unta berbulan-bulan, sekarang:
✔ Pesawat
✔ Kereta cepat
✔ Mobil
✔ Motor listrik

→ Satu hadis ini semakin relevan: “Baru berniat saja sudah diampuni dosa.”

4. Kedokteran

Ilmu agama dapat dipadukan dengan ilmu kedokteran:
✔ kesehatan mental
✔ kesehatan spiritual
✔ terapi akhlak

5. Kehidupan Sosial

Di era hoaks dan kebodohan digital, ilmu adalah penyelamat akhlak bangsa.


HIKMAH

  • Allah memuliakan ilmu lebih dari harta
  • Ilmu membawa ketenangan
  • Ilmu menjadikan seseorang sabar dan lapang dada
  • Ilmu adalah cahaya yang tidak bisa dimatikan zaman

MUHASABAH

Tanyakan kepada diri sendiri:
❓ Sudahkah kita melangkah untuk belajar?
❓ Sudahkah kita mendatangi majelis ilmu?
❓ Sudahkah kita memanfaatkan internet untuk kebaikan?
❓ Sudahkah kita meniatkan perjalanan dengan ikhlas?


CARA MENGAMALKAN

  1. Tetapkan jadwal belajar agama
  2. Ikut kajian majelis taklim
  3. Baca minimal satu halaman kitab setiap hari
  4. Gunakan teknologi untuk ilmu, bukan maksiat
  5. Dampingi anak-anak belajar agama
  6. Jadikan ilmu sebagai budaya keluarga

DOA PENUNTUT ILMU

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا
“Ya Allah, berilah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan, ajarkan ilmu yang bermanfaat, dan tambahkan ilmu kepadaku.”


NASEHAT ULAMA SUFI

Hasan Al-Bashri

"Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, amal tanpa ilmu adalah kesesatan."

Rabi‘ah al-Adawiyah

"Belajarlah hingga hatimu penuh cinta kepada Allah."

Abu Yazid al-Bistami

"Perjalanan mencari ilmu adalah perjalanan menuju dirimu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Ilmu adalah cahaya yang tidak diberikan kepada hati yang kotor."

Al-Hallaj

"Barang siapa mengenal ilmu, ia mengenal Tuhannya."

Imam al-Ghazali

"Ilmu lebih utama dari harta; harta dijaga oleh manusia, ilmu menjaga manusia."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Datanglah ke majelis ilmu walau merangkak, di sana ada cahaya Allah."

Jalaluddin Rumi

"Langkahlah, karena langkahmu adalah doa."

Ibnu ‘Arabi

"Ilmu adalah warisan para nabi, bukan para raja."

Ahmad al-Tijani

"Siapa menghidupkan majelis ilmu, ia menghidupkan hatinya."


TESTIMONI PARA ULAMA INDONESIA

Gus Baha’

"Orang yang rajin belajar akan selalu dijaga Allah dari kebodohan yang menyesatkan."

Ustadz Adi Hidayat

"Setiap perjalanan menuju ilmu adalah amal saleh yang pahalanya mengalir tanpa henti."

Buya Yahya

"Menghadiri majelis ilmu lebih utama daripada menghadiri semua undangan dunia."

Ustadz Abdul Somad

"Menuntut ilmu adalah investasi dunia dan akhirat; tidak pernah rugi selamanya."


DAFTAR PUSTAKA

  1. Shahih Muslim
  2. Sunan Abu Dawud
  3. Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali
  4. Futuhat al-Makkiyyah – Ibn Arabi
  5. Majmu’ Fatawa – Syaikh Abdul Qadir al-Jailani
  6. Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
  7. Tafsir Ibnu Katsir
  8. Kitab Hikam – Ibnu ‘Athaillah

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada para guru, ulama, dan para pencari ilmu. Semoga artikel ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju ilmu adalah langkah menuju ampunan Allah.


Jika Anda ingin, saya bisa buatkan versi PDF, versi majalah, atau versi buletin A4 siap cetak.