Maksiat Perut .
Diantara maksiat perut ialah :
1. Memakan barang riba
2. Pungutan liar (pajak liar)
3. Menggasab (memakan atau mengambil barang orang lain dengan terang-terangan tanpa izin dan tidak bertujuan untuk dimiliki)
4. Mencuri, yaitu mengambil barang orang lain dengan sembunyi-sembunyi dan untuk di miliki serta setiap penganmbilan atau penerimaan barang dengan cara yang diharamkan oleh hokum syara’.
5. Minum arak dan hukumannya ialah dengan 40 kali dera pada badan bagi orang merdeka dan 20 kali bagi hamba sahaya, sedangkan bagi imam (pemerintah) boleh menambahnya dengan hukuman ta’zir.
6. Memakan barang yang memabukkan (misalnya madat, ganja, narkotik dsb)
7. Memakan setiap barang yang najis (misalnya darah, bangkai dan daging hewan yang haram dimakan) dan barang yang dianggap menjijikan (misalnya ingus, dan sebagainya yang dianggap menjijikan oleh kebanyakan orang yang beradab).
8. Makan harta benda anak yatim tanpa hak atau harta wakaf dengan menyalahi persyaratan yang ditentukan oleh wakif, dan barang yang diberikan oleh pemberi karena merasa malu atau takut kalau ia tidak memberikannya (misalnya suapan dsb).
------
Baik. Berikut adalah naskah bacaan koran islami dengan format khas artikel keagamaan yang lengkap dan ilmiah, sesuai permintaan Anda — disusun dengan struktur editorial, analisis mendalam, hikmah sufistik, dan kutipan dari para tokoh besar tasawuf.
🕌 MAKSIAT PERUT: Ketika Makanan Menjadi Ujian Hati dan Akidah
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ringkasan Redaksi Asli
Tulisan ini membahas berbagai bentuk maksiat perut — yakni segala tindakan yang melibatkan makan atau minum sesuatu yang haram, najis, atau diperoleh dengan cara yang tidak diridhai Allah. Termasuk di dalamnya: riba, pungutan liar, ghasab, mencuri, minum arak, mengonsumsi barang memabukkan, serta memakan harta anak yatim dan harta wakaf secara batil.
Latar Belakang Masalah di Jamannya
Sejak masa Rasulullah ﷺ, persoalan halal dan haram dalam makanan menjadi hal pokok dalam kehidupan umat Islam. Di masa itu, masyarakat Arab banyak yang terbiasa dengan riba, perjudian, dan minuman keras. Maka Islam datang membawa tatanan baru: penyucian perut dan hati.
Perut menjadi sumber kekuatan jasmani, tetapi juga sumber kegelapan jika diisi dengan yang haram. Maka para ulama menekankan: “Kerusakan hati dimulai dari makanan yang haram.”
Sebab Terjadinya Masalah
- Lemahnya iman dan kesadaran halal-haram.
- Tuntutan ekonomi yang membuat manusia mudah tergoda mencari rezeki dengan cara yang salah.
- Khilaf dan ketidaktahuan, karena banyak yang tidak mempelajari fikih muamalah dan adab makan-minum.
- Kecanduan syahwat duniawi, seperti minuman keras, narkoba, dan harta.
Intisari Judul
Maksiat perut bukan sekadar dosa karena memakan yang haram, tetapi simbol dari rusaknya batin dan iman. Perut adalah pintu masuk bagi pengaruh setan ke dalam hati manusia.
Tujuan dan Manfaat
- Mengingatkan umat agar menjaga kehalalan rezeki dan makanan.
- Menumbuhkan kesadaran bahwa setiap suapan akan dimintai pertanggungjawaban.
- Mendidik hati agar merasa cukup dan zuhud terhadap harta dunia.
- Membangun masyarakat yang bersih dari korupsi, pungli, dan penipuan.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
📖 Al-Qur’an:
“Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.”
(QS. Al-Baqarah: 168)
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya.”
(QS. An-Nisa’: 10)
“Mereka yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang yang kerasukan setan lantaran tekanan penyakit gila.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
🕋 Hadis Nabi ﷺ:
“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih pantas baginya.”
(HR. Tirmidzi)
“Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Analisis dan Argumentasi
Perut adalah pusat kebutuhan jasmani manusia. Namun dalam perspektif ruhani, ia juga menjadi pintu masuk bagi penyakit hati. Barang siapa memakan yang haram, maka doa-doanya tidak dikabulkan, amalnya tidak diterima, dan nur imannya meredup.
Riba, korupsi, pungutan liar, dan ghasab adalah bentuk nyata maksiat perut modern.
Bagi masyarakat modern, bentuk “arak” kini bukan hanya minuman keras, melainkan juga kecanduan dunia, narkotika, dan kesenangan yang menumpulkan hati.
Relevansi Saat Ini
Di era globalisasi, makanan, ekonomi, dan industri sering kali jauh dari nilai syariat. Masyarakat disuguhi kemewahan yang menipu. Banyak yang tidak peduli dari mana asal harta atau makanan yang dikonsumsi.
Maka kesadaran halal-haram menjadi benteng terakhir keimanan. Menjaga perut berarti menjaga hati, menjaga iman, dan menjaga keturunan.
Hikmah
“Perut yang diisi dengan haram, hati menjadi gelap, akal menjadi tumpul, dan doa menjadi tertolak.”
Orang yang menjaga perut dari yang haram akan mendapat cahaya iman, ketenangan dalam ibadah, dan keberkahan rezeki.
Muhasabah dan Caranya
- Periksa kembali sumber rezeki dan makanan yang kita konsumsi.
- Biasakan membaca Bismillah dan doa sebelum makan.
- Kurangi makan berlebihan — karena kenyang yang berlebihan mengeraskan hati.
- Perbanyak sedekah dari rezeki halal agar hati semakin bersih.
- Mintalah ampunan dan rezeki yang thayyib dalam setiap doa.
Doa
“Allahumma inni as’aluka rizqan thayyiban, ‘ilman nafi‘an, wa ‘amalan mutaqabbalan.”
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal dan baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang Engkau terima.
Nasehat Ulama Sufi
-
Hasan al-Bashri:
“Siapa yang memakan yang haram, hatinya menjadi keras, dan tidak ada cahaya dalam pandangannya.” -
Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Orang yang perutnya penuh dengan dunia, tidak akan merasakan manisnya zikir kepada Allah.” -
Abu Yazid al-Bistami:
“Kebersihan hati dimulai dari kebersihan perut. Jangan kau isi wadah ini dengan yang haram, karena dari sanalah kegelapan hati muncul.” -
Junaid al-Baghdadi:
“Makanan yang halal melahirkan amal yang baik; makanan yang haram melahirkan hawa nafsu.” -
Al-Hallaj:
“Perut yang kotor menghalangi ruh dari menyaksikan cahaya Allah.” -
Imam al-Ghazali:
“Perut adalah sumur nafsu; siapa yang menahannya, ia menutup pintu maksiat.” -
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Carilah makanan halal walau sedikit, karena satu suapan haram dapat menghancurkan seribu amal.” -
Jalaluddin Rumi:
“Apa yang kau masukkan ke tubuhmu menjadi bahan bagi jiwamu. Maka jangan masukkan sesuatu yang menggelapkan cahaya hatimu.” -
Ibnu ‘Arabi:
“Perut yang bersih adalah singgasana bagi nur Ilahi.” -
Ahmad al-Tijani:
“Makanan yang halal membuka jalan bagi zikir yang diterima dan ibadah yang sampai.”
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim
- Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali
- Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
- Al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
- Risalah al-Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi
- Masnawi – Jalaluddin Rumi
- Tazkiyatun Nafs – Abu Hamid al-Ghazali
- Siyar A’lam an-Nubala’ – Adz-Dzahabi
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga kesucian rezeki dan menghidupkan kembali semangat zuhud di tengah derasnya arus duniawi. Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam ketaatan dan menjauhkan dari segala bentuk maksiat perut.
Oke, ini naskah versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai, tanpa mengubah arti dalil-dalilnya.
---
🕌 MAKSIAT PERUT: Ketika Makanan Bikin Hati dan Iman Lagi Di-Test
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ringkasan Redaksi (Versi Santai) Intinya nih,maksiat perut itu ya semua hal yang kita makan atau minum tapi ternyata haram, najis, atau cara dapetinnya gak bener. Ini termasuk main riba, korupsi, nyuri, minum miras, sampai jajan pakai uang hasil nipu atau hak orang lain.
Latar Belakang (Dulu vs. Sekarang) Dari zaman Rasulullah ﷺ aja,urusan halal-haram udah jadi prioritas. Dulu, masyarakat Arab kan akrab banget sama riba dan minuman keras. Nah, Islam datang bawa aturan baru: bersihin perut biar hati juga bersih. Soalnya, perut itu sumber energi, tapi bisa jadi sumber "bad vibes" kalau diisi sembarangan. Makanya kata para ulama, “Hati yang rusak seringkali dimulai dari makanan yang haram.”
Penyebab Utamanya
· Iman lagi lemah, jadi gak peduli halal-haram.
· Tekanan ekonomi bikin orang cari jalan pintas yang gak bener.
· Gak tau ilmunya, soalnya jarang belajar fikih muamalah.
· Kecanduan sama hal-hal yang bikin lupa diri, kayak harta, narkoba, atau gaya hidup hedon.
Intisari Judul (Versi Gue) Maksiat perut itu gak cuma dosa karena makan yang haram,tapi itu tanda hati dan iman kita lagi sakit. Perut itu gerbangnya setan buat masuk ke hati kita.
Tujuannya Apa Sih?
· Ngingetin kita buat lebih aware sama sumber rezeki dan makanan.
· Sadar bahwa setiap suapan yang masuk bakal dipertanggungjawabin nanti.
· Ngebiasain hidup sederhana dan bersyukur.
· Bikin masyarakat yang anti korupsi, anti pungli, dan jujur.
Dalil-Dalil (Yang Ini Tetap Pakai Bahasa Aslinya ya)
📖 Al-Qur’an: “Wahai manusia,makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” (QS. Al-Baqarah: 168)
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya.” (QS. An-Nisa’: 10)
“Mereka yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang yang kerasukan setan lantaran tekanan penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah: 275)
🕋 Hadis Nabi ﷺ: “Setiap daging yang tumbuh dari yang haram,maka neraka lebih pantas baginya.” (HR. Tirmidzi)
“Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Analisis (Dalam Bahasa Kita) Perut tuh pusat kebutuhan tubuh,tapi sekaligus “pintu masuk” penyakit hati. Kalau kita isi dengan yang haram, efeknya bisa ke mana-mana: doa susah dikabulin, amal gak diterima, dan cahaya iman jadi redup.
Sekarang, riba, korupsi, sampai nyuri hak orang lain itu adalah bentuk modern dari maksiat perut. “Arak” jaman now bisa berarti narkoba, kecanduan harta, atau gaya hidup yang bikin hati kita tumpul.
Relevansi Buat Kita Sekarang Di era yang serba instan dan global kayak gini,banyak banget makanan dan sumber rezeki yang gak jelas halal-haramnya. Banyak orang cuma peduli enak atau gak, tanpa nanya “halal gak sih?” atau “dapetinnya gimana?”. Makanya, kesadaran akan halal-haram itu kayak tameng buat iman kita. Jaga perut = jaga hati = jaga iman.
Hikmah (Yang Bisa Kita Petik)
· Perut yang diisi haram bikin hati gelap, akal tumpul, doa tertolak.
· Sebaliknya, kalau kita jaga, kita dapet ketenangan, cahaya iman, dan rezeki yang berkah.
Muhasabah Diri (Ceklis Yuk!)
· Cek lagi sumber rezeki dan makanan kita.
· Biasakan baca Bismillah dan doa sebelum makan.
· Jangan overeating, soalnya kekenyangan bikin hati keras.
· Perbanyak sedekah dari rezeki halal biar hati makin bersih.
· Selalu minta rezeki yang thayyib dan ampunan dalam doa.
Doa (Yang Bisa Di-Amen-in) “Allahumma inni as’aluka rizqan thayyiban,‘ilman nafi‘an, wa ‘amalan mutaqabbalan.” (Ya Allah,aku minta rezeki yang halal dan baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.)
Kata-Kata Motivasi dari Para Sufi (Versi Galau Tapi Bermakna)
· Hasan al-Bashri: “Kalau makan yang haram, hati jadi keras, gak ada cahaya di matanya.”
· Rabi‘ah al-Adawiyah: “Orang yang perutnya penuh dunia, gak akan ngerasain enaknya zikir.”
· Abu Yazid al-Bistami: “Bersihin hati dimulai dari bersihin perut. Jangan isi dengan yang haram.”
· Junaid al-Baghdadi: “Makanan halal bikin amal baik; makanan haram bikin hawa nafsu.”
· Al-Hallaj: “Perut yang kotor nutupin cahaya Allah dari ruh kita.”
· Imam al-Ghazali: “Perut itu sumur nafsu; kalau dijaga, pintu maksiat ketutup.”
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Cari makanan halal meski sedikit, soalnya satu suapan haram bisa ngancurin seribu amal.”
· Jalaluddin Rumi: “Apa yang masuk ke tubuhmu jadi bahan buat jiwamu. Jangan masukin yang bikin hati gelap.”
· Ibnu ‘Arabi: “Perut yang bersih itu kayak singgasananya cahaya Ilahi.”
· Ahmad al-Tijani: “Makanan halal bikin zikir dan ibadah kita diterima.”
Daftar Pustaka (Tetap Kredibel)
· Al-Qur’an al-Karim
· Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali
· Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
· Al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
· Risalah al-Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi
· Masnawi – Jalaluddin Rumi
· Tazkiyatun Nafs – Abu Hamid al-Ghazali
· Siyar A’lam an-Nubala’ – Adz-Dzahabi
Ucapan Terima Kasih Big thanks buat kalian semua yang tetap berusaha jaga kesucian rezeki di tengen gempuran gaya hidup zaman now.Semoga kita semua diteguhkan hatinya dan dijauhin dari segala jenis maksiat perut. Aamiin! 🙏
---
