Bab : Iman.
Fasal : Murtad (keluar dari islam).
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِي خَلِيلِي
رَسُولُ اللَّهِ عَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِعْتَ أَوْ حُرِقْتَ وَلَا تَتْرُكْ صَلَاةً مَكْتُوبَةٌ مُتَعَمِّدًا فَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الدِّمَّةُ وَلَا تَشْرَبِ الخَمْرَ فَإِنَّهُ مِفْتَاحُ كُلِّ شَيْرٍ ، ( رَوَاهُ ابْنُ مَاجَةً وَالبَيْهَقِي )
Abud-Darda' r.a. berkata: Aku telah dipesan oleh guruku Rasulullah s.a.w. :
1. Jangan mempersekutukan Allah dengan apapun wa-laupun kamu dipotong-potong, atau dibakar.
2. Dan jangan meninggalkan sembahyang fardhu dengan sengaja, sebab orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja berarti putus dari perlindungan Allah.
3. Dan jangan minum khamer sebab ia menjadi pembuka dari segala kejahatan.
(H.R. Ibn Majah, Albaihaqi).
...............
Nasehat-Motivasi:
TIGA WASIAT RASULULLAH YANG WAJIB KITA JAGA
“Abud-Darda' r.a. berkata: Aku telah dipesan oleh guruku Rasulullah s.a.w.: (1) Jangan mempersekutukan Allah dengan apapun walaupun kamu dipotong-potong, atau dibakar. (2) Dan jangan meninggalkan sembahyang fardhu dengan sengaja, sebab orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja berarti putus dari perlindungan Allah. (3) Dan jangan minum khamer sebab ia menjadi pembuka dari segala kejahatan.” (H.R. Ibn Majah, Albaihaqi)
---
1. Intisari, Maksud, dan Tujuan
Intisari: Rasulullah saw. memberi tiga wasiat pokok kepada Abud-Darda' — dan otomatis kepada kita semua — yang menjadi fondasi keselamatan dunia-akhirat: Tauhid, Shalat, dan Menjauhkan Diri dari Khamer.
Maksud: Ini bukan sekadar nasehat biasa. Ini adalah wasiat dari seorang kekasih (khalil) kepada kekasihnya. Bayangkan, Nabi saw. memilih tiga hal ini sebagai pesan khusus. Artinya, tiga hal ini adalah pilar yang tidak boleh goyah dalam hidup seorang Muslim, apapun kondisinya.
Tujuan: Mengajak kita semua untuk memprioritaskan ketauhidan di atas segalanya, menjaga shalat sebagai benteng perlindungan, dan menutup pintu kejahatan dengan menjauhi khamer. Karena kalau tiga ini aman, insyaAllah yang lain akan ikut aman. Kalau tiga ini bobol? Rumah iman kita udah kebobolan.
---
2. Komentar Ayat Qur’an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi
🔹 Ayat Qur’an
Soal Syirik: Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu (syirik), dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 48 dan 116)
Ini serius banget. Syirik adalah satu-satunya dosa yang Allah nyatakan tidak akan diampuni jika pelakunya mati dalam keadaan itu. Makanya Nabi saw. berwasiat: walaupun kamu dipotong-potong atau dibakar, tetap jangan syirik. Ini menunjukkan betapa agungnya tauhid.
Soal Shalat: Allah berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 103)
Shalat bukan opsional. Ini adalah janji temu hamba dengan Rabb-nya lima kali sehari. Melewatkannya dengan sengaja = bolos janji tanpa alasan. Gak lucu kan?
Soal Khamer: Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.” (Q.S. Al-Ma’idah [5]: 90)
🔹 Hadis Shahih
Rasulullah saw. bersabda:
“Pembeda antara seorang Muslim dengan orang kafir dan munafik adalah shalat. Maka barang siapa meninggalkannya, sungguh ia telah kafir.” (H.R. At-Tirmidzi)
Dan tentang khamer, beliau bersabda:
“Jauhilah khamer, karena sesungguhnya ia adalah induk dari segala kejahatan.” (H.R. Ibnu Majah, hasan)
Bahkan disebutkan dalam riwayat lain: “Khamer adalah kunci segala kejahatan” — sekali diminum, pintu dosa kebuka lebar.
🔹 Hadis Qudsi
Allah Ta’ala berfirman dalam hadis qudsi:
“Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang di dalamnya ia mempersekutukan-Ku dengan sesuatu selain Aku, maka Aku tinggalkan ia dan sekutunya.” (H.R. Muslim)
Gawat kalau amal ibadah kita tercampur riya’ atau syirik kecil. Allah gak bakal terima amal yang ada “temen”nya selain Dia.
---
3. Analisa Makrifat, Argumentasi Hakikat, dan Implementasi Tarekah yang Relevan di Kehidupan Viral Saat Ini
🧠 Analisa Makrifat (Sudut Pandang Tasawuf)
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufus (penyucian jiwa), tiga wasiat ini adalah tahapan penyucian:
1. Tauhid = Takhalli (mengosongkan hati dari selain Allah). Jiwa yang tauhidnya bersih adalah jiwa yang merdeka — tidak terikat pada makhluk, tidak takut pada siapapun kecuali Allah. Makrifatnya: La ilaha illallah bukan hanya diucapkan, tapi dirasakan dalam setiap hembus napas.
2. Shalat = Tahalli (menghiasi jiwa dengan ibadah). Shalat adalah mi’raj-nya orang beriman. Dalam tasawuf, shalat bukan sekadar gerakan, tapi perjalanan ruh menuju Allah. Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja = memutus sambungan dengan sumber ketenangan jiwa.
3. Menjauhi Khamer = Tajalli (tersingkapnya cahaya ilahi). Akal adalah cahaya yang diberikan Allah. Khamer mematikan cahaya itu. Dalam tasawuf, menjaga akal adalah menjaga mata hati agar tetap bisa melihat kebenaran.
💡 Argumentasi Hakikat
Hakikat dari ketiga wasiat ini adalah menjaga tiga “pusat” manusia:
Wasiat Pusat yang Dijaga Hakikat
Jangan Syirik Hati (qalb) Hati hanya boleh terisi oleh Allah
Jangan Tinggalkan Shalat Ruh (ruh) Ruh butuh koneksi rutin dengan Pencipta
Jangan Minum Khamer Akal (‘aql) Akal adalah alat untuk mengenal Allah
Kalau tiga pusat ini rusak, manusia kehilangan arah. Kalau tiga ini sehat, insyaAllah selamat.
📱 Implementasi Tarekah yang Relevan di Kehidupan Viral Saat Ini
1. Syirik di Era “Self-Worship”
Sekarang syirik gak selalu berbentuk patung atau berhala. Syirik jaman now bisa berupa:
· Self-worship (memuja diri sendiri): Fokus banget sama eksistensi di medsos, selfie berlebihan, pamer pencapaian.
· People-pleasing: Takut sama komentar netizen, lebih peduli views daripada ridha Allah.
· Ketergantungan berlebihan pada influencer, trend, atau opini publik.
Lawan: Setiap kali mau posting sesuatu, tanya diri: “Ini untuk Allah atau untuk pujian manusia?”
2. Meninggalkan Shalat di Tengah Kesibukan
Alasan klasik: “Aku lagi sibuk, nanti aja.” Padahal shalat cuma 5-10 menit. Di era FOMO (Fear Of Missing Out), kita rela scroll HP berjam-jam tapi males shalat 5 menit. Ironis banget.
Lawan: Jadikan shalat sebagai anchor harian. Bukan shalat yang nyempil di tengah kesibukan, tapi kesibukan yang nyempil di antara shalat.
3. Khamer dan “Zaman Now”
Khamer sekarang gak cuma minuman keras. Alkohol ada di mana-mana: coklat beralkohol, parfum (yang mengandung alkohol khamri), bahkan minuman kemasan yang “sekadar” beralkohol rendah. Selain itu, “khamer” secara luas juga bisa berarti segala sesuatu yang memabukkan dan melalaikan:
· Scroll media sosial berlebihan sampai lupa waktu.
· Main game sampai bolos shalat.
· Nonton drakor sampai subuh-subuh.
Lawan: Bijak dalam konsumsi media. Batasi screen time. Jangan sampai hiburan jadi penghalang ibadah.
---
4. Yuk Muhasabah
Renungkan sejenak, njenengan:
1. Soal Tauhid: Pernahkah aku takut sama manusia lebih dari takut sama Allah? Pernahkah aku melakukan sesuatu semata-mata karena ingin dipuji orang, bukan karena Allah?
2. Soal Shalat: Apa ada shalat fardhu yang sengaja aku tinggalkan? Atau pernahkah aku mengerjakannya tapi hanya “gerak tanpa rasa”—buru-buru, gak khusyuk, sambil mikirin kerjaan?
3. Soal Khamer: Apa aku masih dekat dengan sesuatu yang memabukkan atau melalaikan dari mengingat Allah? Apa aku masih “nongkrong” di lingkungan yang menjauhkanku dari Allah?
Muhasabah itu bukan untuk membuat kita putus asa, tapi untuk membuat kita sadar dan kembali. Allah Maha Pengampun. Selama kita masih bernapas, pintu taubat masih terbuka.
---
5. Doa
“Allahumma inni a’udzu bika an usyrika bika wa ana a’lamu, wa astaghfiruka limaa laa a’lamu.”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui.”
“Rabbi habli minash-shaalihiin. Wa’innii ilaa rabbi lamunqalib. Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin.”
Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang yang saleh. Dan sesungguhnya aku hanya akan kembali kepada Tuhanku. Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah Pewaris yang terbaik.”
Doa khusus untuk ketiga wasiat ini:
“Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari segala bentuk syirik, kecil maupun besar, yang tampak maupun yang tersembunyi. Ya Allah, bimbinglah aku untuk selalu menegakkan shalat di waktu-waktu yang Engkau tentukan, dengan khusyuk dan penuh kehadiran hati. Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala bentuk khamer dan kemaksiatan yang merusak akal dan imanku. Ya Allah, matikanlah aku dalam keadaan husnul khatimah, dalam keadaan memegang teguh tauhid, menjaga shalat, dan menjauhi segala yang Engkau haramkan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”
---
6. Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
· Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang masih memberi kita napas dan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
· Rasulullah Muhammad saw. , yang telah mewasiatkan ilmu yang sangat berharga ini untuk umatnya—termasuk kita yang hidup 14 abad kemudian.
· Para ulama dan perawi hadis—Imam Ibnu Majah, Imam Albaihaqi, dan seluruh ahli hadis yang menjaga dan meriwayatkan pesan ini hingga sampai kepada kita.
· Para guru dan ustadz yang telah mengajarkan dan mengingatkan kita tentang pentingnya wasiat ini.
· Keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan spiritual kita.
Permohonan maaf:
Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam tulisan ini ada kata-kata yang kurang berkenan, kurang tepat, atau terlalu santai dalam menyampaikan pesan agama. Niatku hanya ingin menyampaikan wasiat Rasulullah dengan cara yang mudah dicerna oleh generasi kekinian, tanpa mengurangi makna dan kesakralannya. Semoga Allah mengampuni kekurangan kita semua dan menerima setiap usaha kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.
---
Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat. Jangan lupa shalat, jaga tauhid, dan hindari yang memabukkan. Allahu Akbar!
.........m
