Sabtu, 26 September 2026

1606nas. TIGA PENYELAMAT: MENATA HATI DI ERA YANG SERBA RIBET



TIGA PENYELAMAT: MENATA HATI DI ERA YANG SERBA RIBET

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Sabtu, 26 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh  oleh maghriban dari Masjid Maslakul Huda,  nyantri bareng Ust. Fatchur R, kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (kumpulan nasihat pilihan bagi para hamba) karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi :

...............

8. Tiga Faktor dalam Empat Perkara

Dari Abdurrahman bin Shakhr, Abi Hurairah r.a., dia berkata: Nabi saw. bersabda:

“Tiga faktor penyelamat, tiga faktor perusak, tiga faktor derajat dan tiga faktor penebus dosa. Adapun tiga faktor penyelamat adalah: Takwa kepada Allah di kesepian dan di depan umum, sederhana, baik dalam kefakiran dan kecukupan dan bersikap adil di waktu senang dan marah......"

...........

1. Rahasia Hikmah

Ada tiga perkara yang kalau aku pegang teguh, InsyaAllah bisa menyelamatkan aku di dunia dan akhirat. Ini bukan teori muluk, tapi praktik harian yang bikin hati adem.

Pertama, takwa kepada Allah—baik saat ada orang lihat maupun saat sendirian. Kedua, berkata benar dan adil, entah aku lagi senang atau lagi kesel. Ketiga, hidup sederhana, baik saat punya banyak uang maupun saat lagi tipis-tipisnya.

Intinya? Bukan jadi sempurna, tapi terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan." (QS. An-Nahl: 90)

Hadis Shahih:

Rasulullah ﷺ bersabda: "Tiga perkara yang menyelamatkan: takwa kepada Allah di tempat sepi dan terang-terangan, berkata benar saat ridha dan marah, dan sikap sederhana saat kaya dan miskin." (HR. Al-Baihaqi) 

Hadis Qudsi:

Allah berfirman: "Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku."

3. Makrifatnya

Di era viral ini, semua orang bisa lihat apa yang aku posting. Tapi Allah lihat apa yang aku simpan di hati. Takwa sejati itu ketika aku tetap benar meski tidak ada yang like. Berkata benar saat marah? Itu level tinggi. Sederhana saat kaya? Lebih susah dari saat miskin, karena justru saat berlimpah kita lupa diri .

4. Tasawuf & Muhasabah

Tarekahnya sederhana: sebelum tidur, tanya diri sendiri. Hari ini aku jujur tidak? Aku berlebihan tidak? Aku ingat Allah tidak? Kalau jawabannya "belum", besok perbaiki.

5. Doa

Allahumma ati nafsi taqwaha wa zakkiha fa-anta khairu man zakkaha.

(Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada jiwaku, dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya.) 

6. Terima Kasih

Terima kasih untuk semua yang pernah menegur dan mengingatkan. Maaf jika ada salah kata atau tulisan yang kurang berkenan.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Takwa #Sederhana #BerkataBenar

..........

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar: