kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar (Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi)
Bab 28. Panasnya Hari Kiamat.
Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.
Nabi saw. bersabda: Ketika Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk, maka ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli utama.” Lalu berdirilah manusia dan mereka berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Aku melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu itu?” Mereka menjawab: “Kami adalah ahli utama,” malaikat bertanya: “Apa keutamaanmu?” Mereka menjawab: “Ketika kami dianiaya kami bersabar, dan ketika kami disakiti kami memaafkannya.” Maka malaikat itu berkata: “Masuklah ke surga, maka sebaik-baik pahala adalah yang mengerjakan.”
Kemudian ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli sabar?” Lalu berdirilah manusia berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Sesungguhnyd kami melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu?” Mereka menjawab: “Kami bersabar dalam ta’at kepada Allah Ta’ala, da” kami bersabar (menjauhi) maksiat kepada Allah Ta’ala.” Maka para malaikat itu berkata: “Masuklah kalian ke surga.”
....
📖 Berjalan Cepat Menuju Surga: Sabar dan Memaafkan di Tengah Panasnya Zaman
Bab 28: Panasnya Hari Kiamat & Orang yang Mendapat Naungan Khusus
Karya:
🌡️ 1. Panasnya Hari Kiamat: Simbol Tajalli Keadilan
Dalam bab ini disebutkan, ketika Allah mengumpulkan seluruh makhluk, ada panggilan:
“Di manakah orang-orang yang ahli utama?”
Mereka bangkit dan berjalan cepat menuju surga.
Siapakah mereka?
Orang yang sabar ketika dizalimi dan memaafkan ketika disakiti.
Kemudian dipanggil pula:
“Di manakah ahli sabar?”
Yaitu mereka yang sabar dalam taat dan sabar meninggalkan maksiat.
🌿 Perspektif Tazkiyatul Nufus (Penyucian Jiwa)
Dalam tasawuf, panasnya hari kiamat bukan sekadar suhu fisik. Ia adalah panasnya tajalli keadilan Allah.
Hati yang penuh dendam akan terbakar oleh dendamnya sendiri.
Hati yang bersih akan mendapatkan naungan.
Allah berfirman:
“(Yaitu) pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.”
(HR. Bukhari & Muslim tentang tujuh golongan yang mendapat naungan)
Dan dalam Al-Qur’an:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga...”
(QS. Ali Imran: 133)
Orang yang berjalan cepat menuju surga adalah simbol hati yang ringan, tidak terbebani dendam, iri, dan maksiat.
🧭 Relevansi di Zaman Modern
Kita hidup di era:
- 📱 Teknologi super cepat
- 🚄 Transportasi instan
- 🧠 Komunikasi tanpa batas
- 🏥 Kedokteran canggih
Namun hati manusia tetap rapuh.
Sekarang orang mudah:
- Menghina lewat komentar media sosial.
- Menyakiti lewat pesan singkat.
- Menyebar fitnah dalam hitungan detik.
Maka sabar dan memaafkan hari ini lebih berat daripada zaman dahulu.
Allah berfirman:
“Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.”
(QS. Asy-Syura: 40)
Dalam hadis qudsi Allah berfirman:
“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu...”
(HR. Tirmidzi)
Memaafkan bukan tanda lemah.
Dalam tasawuf, memaafkan adalah tanda hati yang mengenal Allah.
🔥 Sabar dalam Dua Dimensi
Para ulama tazkiyah menjelaskan:
- Sabar dalam taat → istiqamah shalat, puasa, sedekah meski sibuk dunia.
- Sabar meninggalkan maksiat → menahan diri dari konten haram, korupsi, zina digital, ghibah online.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)
Kebersamaan Allah inilah naungan sejati.
🪞 Muhasabah (Introspeksi)
- Apakah kita mudah tersinggung?
- Apakah kita menyimpan dendam bertahun-tahun?
- Apakah kita sabar dalam ketaatan, atau hanya sabar dalam urusan dunia?
Hari ini kita berlomba mempercepat internet,
tetapi lambat mempercepat taubat.
Kita mempercepat kendaraan,
tetapi lambat menuju surga.
Padahal Allah berfirman:
“Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)
🤲 Doa
Ya Allah,
Jadikan kami termasuk orang yang sabar ketika diuji,
yang memaafkan ketika disakiti,
yang kuat dalam taat,
yang tegar meninggalkan maksiat.
Naungi kami pada hari tidak ada naungan selain naungan-Mu.
Ringankan langkah kami menuju surga-Mu.
🌅 Harapan (Dengan Dalil)
Allah berjanji:
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
Dan Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaan baginya.”
(HR. Muslim)
Harapan kita bukan pada teknologi,
bukan pada kekayaan,
tetapi pada rahmat Allah.
🌸 Penutup
Bab ini mengajarkan:
Orang yang paling cepat menuju surga adalah orang yang paling bersih hatinya.
Di zaman panasnya dunia digital,
jadilah peneduh.
Di zaman kerasnya komentar,
jadilah pemaaf.
Di zaman cepatnya maksiat tersebar,
jadilah ahli sabar.
Semoga kita termasuk orang yang dipanggil pada hari itu dengan panggilan kemuliaan.
Terima kasih atas kesempatan untuk merenung bersama.
Semoga Allah membersihkan hati kita dan menjadikan hidup ini perjalanan menuju naungan-Nya. 🤍
.......
Berikut adalah versi bahasa gaul kekinian yang santai namun tetap sopan dan menjaga substansi, sesuai permintaan (ayat dan hadis tetap menggunakan bahasa asli/artinya):
Ngobrolin Kitab Daqoiqul Akhbar Part 28: Panasnya Hari Kiamat & Yang Dapet Tempat Teduh Spesial
Gengs, kita lanjut ngupas kitab Daqoiqul Akhbar karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi. Kali ini bab yang hot banget: Panasnya Hari Kiamat. Tapi tenang, di balik cerita serem ini ada secercah harapan buat kita semua.
1. Cuaca Panas Ekstrem: Bukan Sekedar Panas Biasa
Jadi ceritanya, pas hari kiamat tiba, semua makhluk dikumpulin. Panasnya... duh, kebayang gak sih cuaca lagi 40°C di luar rumah aja kita udah ngeluh, ini mah beda level. Tapi panas di sini tuh bukan cuma soal suhu badan, lebih ke "panasnya" keadilan Allah yang super presisi.
Nah, di tengah kondisi yang super hectic itu, tiba-tiba ada yang manggil:
2. Panggilan Buat "The Best Team"
Pertama, ada seruan: "Dimana sih orang-orang yang ahli utama?"
Seketika, sekelompok orang langsung berjalan cepet (bahkan kayak lari tipis-tipis) menuju surga. Malaikat yang jagain pintu kaget, "Woilah, elu pada siapa? Kok bisa gercep banget masuk surga?"
Mereka jawab dengan rendah hati, "Kami tuh timnya orang-orang utama."
Malaikat penasaran, "Emang utama di mana?".
Mereka jelasin, "Gini lho, pas kita dizalimi sama orang, kita diemin aja alias sabar. Pas kita disakiti, kita maafin, gak pernah bawa-bawa dendam kesel. Kita Ikhlasin aja."
Malaikat langsung manggut-manggut salut, "Oh gitu... Ya udah silakan masuk surga. Emang paling cucok sih pahala buat orang yang kayak gitu."
3. Next Level: Panggilan Buat "Team Sabar"
Gak berhenti sampe di situ, ada panggilan lagi: "Dimana nih para pegiat sabar?"
Lagi-lagi, ada rombongan lain yang langsung tancap gas menuju surga. Malaikat pun nanya lagi, "Eh, salam kenal. Ini pada siapa? Kok pada gaspol?"
Mereka jawab, "Kami tim sabar nih, Bro."
Malaikat minta contoh, "Sabar gimana misalnya?"
Jawab mereka, "Ya kami ini selalu istiqomah. Sabar dalam taat, misalnya sholat sunah, puasa, sedekah, meskipun kadang berat banget di tengah gempuran kerjaan dan deadline. Terus kami juga sabar dalam meninggalkan maksiat, alias kuat nahan diri. Misalnya, nonton konten yang ujung-ujungnya dosa, kita skip. Mau ngomongin orang (ghibah), kita diem. Pokoknya kuat menahan diri dari hal-hal yang dilarang Allah."
Malaikat pun langsung manggil, "Masuk surga, guys! Lu pada keren!"
4. Pelajaran dari Cerita: Ini Mah Soal Hati
Dalam ilmu penyucian jiwa (tazkiyatun nufus), panasnya hari kiamat itu sebenernya gambaran dari panasnya hati kita sendiri. Hati yang penuh dendam dan iri itu bakal terbakar oleh panasnya sifat buruknya. Sebaliknya, hati yang bersih bakal adem, dapet tempat teduh.
Allah bilang di Al-Qur'an:
"(Yaitu) pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya."
(HR. Bukhari & Muslim tentang tujuh golongan yang mendapat naungan)
Dan juga:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga..."
(QS. Ali Imran: 133)
Jadi, jalan cepat menuju surga itu simbolnya hati yang enteng, gak digerogoti oleh beban dendam, iri, dan dosa.
5. Relevansi Buat Kita Anak Zaman Now
Di era milenial dan gen Z ini, kita dikelilingi:
· Teknologi yang super cepet (5G, bocor).
· Transportasi yang instan (ojol di mana-mana).
· Komunikasi yang gak pake batas (DM, WA, medsos).
Tapi lucunya, hati kita tuh tetap aja rapuh. Malah sekarang kita gampang banget:
· Ngetik komentar pedes di IG atau TikTok.
· Nyindir temen lewat status WA.
· Nyebar berita hoax atau ghibah dalam hitungan detik.
Makanya, sifat sabar dan pemaaf di jaman sekarang tuh berat banget, bro! Tantangannya beda.
Allah sendiri udah bilang:
"Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah."
(QS. Asy-Syura: 40)
Bahkan dalam hadis qudsi, Allah bilang:
"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu..."
(HR. Tirmidzi)
Memaafkan itu bukan berarti elu lemah, gengs. Justru itu tanda hati elu luas banget, tanda kenal sama Allah.
6. Introspeksi Diri (Muhasabah) Yuk!
Coba kita jujur sama diri sendiri:
· Apa kita masih gampang baperan?
· Masih nyimpen dendam kesel setahun lalu sama gebetan atau temen?
· Sabar kita apa cuma pas nungguin paket dateng doang? Atau sabar dalam ibadah juga?
· Udah bisa bilang "maafin ya" dan "aku maafin" dengan tulus belum?
Kita sibuk ngebut di jalan, tapi lambat banget buat taubat.
Kita ngejar wifi cepet, tapi lambat jalan menuju surga.
Padahal Allah udah kasih kode:
"Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan."
(QS. Al-Baqarah: 148)
7. Doa Simpel
Ya Allah, semoga kita termasuk orang yang sabar pas lagi di-PHP-in, pas dizalimi temen, pas lagi dapat musibah. Yang bisa maafin orang lain dengan sepenuh hati. Yang kuat dalam taat dan kuat ninggalin maksiat. Naungin kita di hari yang gak ada tempat teduh selain naungan-Mu. Aamiin.
8. Harapan yang Bikin Semangat
Allah janji:
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas."
(QS. Az-Zumar: 10)
Dan Nabi ﷺ juga bilang:
"Tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaan baginya."
(HR. Muslim)
Harapan kita bukan di spek hape atau saldo rekening, tapi di rahmat Allah.
Kesimpulan
Intinya, orang yang paling cepet masuk surga itu adalah orang yang paling bersih hatinya.
Di jaman yang "panas" ini (sosmed penuh debat, komentar pedas, berita hoax), mari kita jadi orang yang adem, jadi peneduh buat orang lain. Jadi pemaaf, jadi ahli sabar.
Semoga kita semua dipanggil sama Allah nanti dengan panggilan yang mulia. Aamiin.
Makasih udah meluangkan waktu buat ngobrolin kitab ini. Semoga hati kita dibersihin dan hidup kita jadi perjalanan indah menuju naungan-Nya. 🤍
