Saturday, July 11, 2026

1155aj. Malu yang Menghidupkan Hati dan Mengantarkan kepada Kedekatan dengan Allah

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ARBA'IN AN-NAWAWI : HADITS KE-20, KEUTAMAAN MALU*


🎙 *Ustadz ABU GHOZIE AS SUNDAWIE HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 20 DZULKA'DA 1447 / 08 MEI 2026


⏰  08.15 - SELESAI


TEMPAT  : *

*TAMAN MOTOR I, PEPELEGI INDAH H-22 WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/SChBD7oztkk?si=FVPIoVoF8MnWZepJ

.........

Hadis Arba'in An-Nawawi ke-20

"Malu yang Menghidupkan Hati dan Mengantarkan kepada Kedekatan dengan Allah"

Hadis ke-20

Dari Abu Mas'ud 'Uqbah bin 'Amr Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya di antara perkataan para nabi terdahulu yang masih dikenal manusia ialah: Jika engkau tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu." (HR. Al-Bukhari)

Makna dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Dalam pandangan para ulama tasawuf, malu (al-hayā') bukan sekadar sifat pemalu di hadapan manusia, melainkan keadaan hati yang selalu merasa diawasi Allah (murāqabah). Rasa malu lahir karena hati mengenal kebesaran Allah, menyadari banyaknya nikmat-Nya, dan mengakui banyaknya kekurangan diri.

Semakin bersih hati seseorang, semakin besar rasa malunya kepada Allah. Ia malu berbuat maksiat, malu bermalas-malasan dalam ibadah, malu menyakiti sesama, bahkan malu apabila amalnya belum sebanding dengan nikmat yang telah Allah berikan.

Sebaliknya, ketika rasa malu hilang, hawa nafsu akan memimpin kehidupan. Lisan menjadi kasar, mata bebas memandang yang haram, tangan ringan mengambil hak orang lain, dan hati tidak lagi merasa bersalah.

Karena itu, malu merupakan salah satu pintu utama penyucian jiwa (tazkiyatun nufūs).

Al-Qur'an yang Berkaitan

1. QS. Al-'Alaq: 14

"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?"

Ayat ini menanamkan rasa diawasi Allah sehingga lahir rasa malu untuk bermaksiat.

2. QS. Qaf: 18

"Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."

3. QS. Al-Hadid: 4

"Dia bersama kamu di mana saja kamu berada."

Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Malu adalah bagian dari iman." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi yang Berkaitan

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. Muslim)

Orang yang memiliki rasa malu kepada Allah akan malu menzalimi sesama makhluk.

Hikmah dan Pelajaran

  • Malu adalah perhiasan orang beriman.
  • Malu menjaga kehormatan diri.
  • Malu menjadi benteng dari maksiat.
  • Malu mendorong memperbanyak amal saleh.
  • Malu kepada Allah melahirkan keikhlasan.
  • Malu kepada manusia tidak boleh menghalangi menyampaikan kebenaran.
  • Orang yang mengenal Allah akan semakin besar rasa malunya kepada-Nya.

Relevansi Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), internet, dan komunikasi digital, banyak orang kehilangan rasa malu. Maksiat dipamerkan, dusta disebarkan, fitnah menjadi hiburan, dan aurat dipertontonkan demi popularitas.

Tasawuf mengajarkan agar sebelum menekan tombol "kirim", "unggah", atau "komentar", hati bertanya:

"Apakah Allah ridha terhadap apa yang akan aku lakukan?"

Jika hati masih memiliki rasa malu kepada Allah, maka ia akan lebih berhati-hati dalam setiap ucapan, tulisan, dan tindakan.

Muhasabah

Renungkanlah...

  • Masihkah aku merasa malu ketika menunda shalat?
  • Masihkah aku malu saat lisan menyakiti orang lain?
  • Masihkah aku malu ketika berbuat dosa sendirian?
  • Sudahkah aku lebih malu kepada Allah daripada kepada manusia?

Hati yang hidup akan menangis ketika mengingat dosanya, sedangkan hati yang mati tidak lagi merasa bersalah.

Cara Melatih Muhasabah

  1. Perbanyak mengingat bahwa Allah selalu melihat kita.
  2. Biasakan istighfar setiap selesai melakukan kesalahan.
  3. Menjaga pandangan, lisan, dan pendengaran.
  4. Berkumpul dengan orang-orang saleh.
  5. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  6. Mengingat kematian dan hari perhitungan.
  7. Berdoa agar Allah menghidupkan rasa malu dalam hati.

Doa

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حَيَاءً صَادِقًا مِنْكَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلِصِينَ.

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami rasa malu yang benar kepada-Mu. Sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas. Ampunilah dosa-dosa kami, tetapkanlah kami di atas iman hingga akhir hayat, dan wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Āmīn."

Penutup

Rasa malu kepada Allah bukanlah kelemahan, melainkan cahaya iman yang menjaga hati. Selama rasa malu masih hidup, pintu taubat masih terbuka, dan harapan untuk menjadi hamba yang dicintai Allah tetap ada.

"Jagalah rasa malu kepada Allah, niscaya Allah akan menjaga kehormatanmu di dunia dan memuliakanmu di akhirat."

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca. Semoga Allah membalas setiap detik yang digunakan untuk menuntut ilmu dengan pahala yang berlipat, membersihkan hati kita dengan cahaya iman, memperindah akhlak kita dengan rasa malu kepada Allah, serta mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Āmīn.

.........

1154aj. MERAIH TINGKATAN-TINGKATAN SURGA DENGAN PENYUCIAN JIWA (TAZKIYATUN NUFŪS)

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *HIDUP SETELAH KEMATIAN : SURGA ; TINGKATAN SURGA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 21 DZULKA'DA 1447 / 09 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AMINAH AL-FAJR, GADING FAJAR 1, SIWALANPANJI, BUDURAN, SIDOARJO


Youtube  :

https://youtube.com/live/aJFC2fQNrWE?si=EsXmzlFt_T3DeP3v

......

HIDUP SETELAH KEMATIAN: MERAIH TINGKATAN-TINGKATAN SURGA DENGAN PENYUCIAN JIWA (TAZKIYATUN NUFŪS)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dunia hanyalah persinggahan, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal. Orang yang berakal bukanlah yang sibuk menghias dunia semata, tetapi yang menjadikan dunia sebagai ladang amal untuk meraih derajat tertinggi di sisi Allah. Dalam pandangan tasawuf, tujuan hidup bukan hanya masuk surga, tetapi memperoleh ridha Allah. Surga adalah karunia-Nya, sedangkan ridha-Nya lebih agung daripada seluruh kenikmatan surga.

1. Makna dan Hikmah

Allah menciptakan surga dengan tingkatan-tingkatan yang berbeda sesuai kadar iman, keikhlasan, ketakwaan, dan amal saleh seseorang.

Allah berfirman:

"Dan bagi masing-masing mereka memperoleh derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 132)

Allah juga berfirman:

"Mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah." (QS. Ali 'Imran: 163)

Dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Orang yang paling tinggi derajatnya bukan yang paling banyak hartanya, tetapi yang paling bersih hatinya.

Semakin bersih hati dari:

  • syirik,
  • riya',
  • ujub,
  • takabur,
  • hasad,
  • cinta dunia,

maka semakin dekat kepada Allah dan semakin tinggi kedudukannya di akhirat.

Para ulama tasawuf mengatakan:

"Surga dibangun dengan amal, tetapi derajat tertinggi diraih oleh hati yang ikhlas dan cinta kepada Allah."


2. Tingkatan Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya di surga terdapat seratus tingkatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua tingkatan seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian memohon kepada Allah, mintalah Surga Firdaus." (HR. Al-Bukhari)

Allah berfirman:

"Mereka itulah yang akan mewarisi Surga Firdaus; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Mu'minun: 10–11)

Firdaus adalah surga yang paling tinggi dan paling mulia.


3. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan

  • QS. Ar-Ra'd: 22–24 (balasan bagi orang yang sabar)
  • QS. Az-Zumar: 20 (kamar-kamar surga bertingkat)
  • QS. Al-Waqi'ah: 10–26 (golongan yang paling dahulu masuk surga)
  • QS. Al-Insan: 5–22 (kenikmatan penghuni surga)
  • QS. At-Taubah: 72 (ridha Allah lebih besar daripada surga)

4. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya penghuni surga akan saling melihat penghuni kamar-kamar yang tinggi sebagaimana kalian melihat bintang di langit." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


5. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas di hati manusia." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Muhasabah

Renungkanlah...

Jika hari ini Allah memanggilku,

  • sudahkah aku pantas menghuni surga?
  • jika masuk surga, di tingkatan manakah aku berada?
  • apakah amal-amalku dilakukan karena Allah atau demi pujian manusia?
  • sudahkah hatiku bersih dari iri, sombong, dendam, dan cinta dunia yang berlebihan?
  • sudahkah aku menjadi hamba yang bermanfaat bagi sesama?

Jangan hanya bercita-cita masuk surga, tetapi berusahalah menjadi hamba yang dicintai Allah.


Cara Bermuhasabah

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya.
  2. Menjaga shalat lima waktu dan memperbanyak shalat sunnah.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin.
  5. Ikhlas dalam setiap amal.
  6. Memperbanyak sedekah dan membantu orang lain.
  7. Menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.
  8. Menjaga lisan, pandangan, dan hati.
  9. Memohon kepada Allah agar diberi husnul khatimah.
  10. Berdoa agar dianugerahi Surga Firdaus.

Doa

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى مِنَ الْجَنَّةِ، وَرِضَاكَ وَالْقُرْبَ مِنْكَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمِنْ سَخَطِكَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلَصِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu Surga Firdaus yang tertinggi, keridaan-Mu, dan kedekatan dengan-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari murka-Mu. Ya Allah, sucikanlah hati kami dari riya', kesombongan, hasad, dan segala penyakit hati. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas, dan akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Semoga Allah membalas setiap waktu yang Anda luangkan untuk membaca, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah membersihkan hati kita, meneguhkan langkah kita di atas jalan-Nya, mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh, serta menganugerahkan kepada kita Surga Firdaus dan, yang lebih agung dari itu, keridaan Allah Subḥānahu wa Ta'ālā. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

........

1153aj. Syirik Kecil: Luka Halus yang Mengotori Keikhlasan Hati

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *SYIRIK KECIL*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 21 DZULKA'DA 1447 / 09 MEI 2026


⏰  08.30 - 10.00


TEMPAT  :

* MASJID JENDERAL AHMAD YANI, JL. KAHURIPAN 12 MALANG.


Youtube  :

https://youtube.com/live/sJJMF7wMr8k?si=ZoSvrdNn94sf9r0U

...,.

Syirik Kecil: Luka Halus yang Mengotori Keikhlasan Hati

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Syirik kecil (asy-syirkul ashghar) bukanlah menyembah berhala, tetapi menyekutukan Allah dalam niat, tujuan, atau harapan hati. Ia sering hadir dalam bentuk riya' (ingin dipuji), sum'ah (ingin didengar amalnya), ujub (bangga pada diri sendiri), dan bergantung kepada makhluk melebihi ketergantungan kepada Allah.

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa hati adalah tempat pandangan Allah. Bila hati dipenuhi keinginan dipuji manusia, maka cahaya ikhlas menjadi redup. Tazkiyatun Nufūs mengajarkan bahwa setiap amal harus dibersihkan dari segala tujuan selain mengharap ridha Allah semata.

Firman Allah

QS. Al-Kahfi: 110

"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

QS. Az-Zumar: 2-3

"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya milik Allah agama yang murni."

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu?" Beliau menjawab, "Riya'." (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa memperdengarkan amalnya, Allah akan memperdengarkannya (aibnya), dan barang siapa memperlihatkan amalnya, Allah akan memperlihatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya itu." (HR. Muslim)

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku beramal karena Allah atau agar dipuji manusia?
  • Apakah aku kecewa ketika amal baikku tidak diketahui orang lain?
  • Apakah aku lebih senang pujian manusia daripada penilaian Allah?
  • Apakah aku masih menggantungkan hati kepada makhluk, bukan kepada Allah?

Jika jawabannya "ya", maka segeralah memperbaiki niat sebelum hati semakin keras.

Cara Membersihkan Hati dari Syirik Kecil

  1. Perbarui niat sebelum, ketika, dan setelah beramal.
  2. Perbanyak amal yang dirahasiakan.
  3. Ingat bahwa pujian manusia tidak menambah kemuliaan di sisi Allah.
  4. Perbanyak dzikir Lā ilāha illallāh dengan penuh penghayatan.
  5. Mohon kepada Allah agar diberi keikhlasan hingga akhir hayat.

Doa

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمُهُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad)

Ya Allah, sucikanlah hati kami dari riya', ujub, sum'ah, dan segala bentuk syirik kecil. Jadikan setiap amal kami ikhlas hanya karena mengharap wajah-Mu. Wafatkanlah kami dalam keadaan bertauhid yang murni, husnul khatimah, dan kumpulkan kami bersama Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini.

Semoga Allah membersihkan hati kita, menjaga keikhlasan amal-amal kita, mengokohkan tauhid kita hingga akhir hayat, serta menjadikan kita hamba-hamba yang hanya berharap kepada-Nya semata.

Jazakumullāhu khairan katsīrā. Barakallāhu fīkum.

......

1152aj. ALLAH TELAH MENETAPKAN PENGHUNI SURGA DAN NERAKA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *PERJALANAN AKHIRAT : ALLAH SUDAH MENETAPKAN PENGHUNI SURGA DAN NERAKA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 22 DZULKA'DA 1447 / 10 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI


TEMPAT  :

*  MASJID AL IHSAN, PERUM. KEPUH PERMAI, JL. BUKIT BARISAN NO. 62-64 WARU-SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/qHXuMbM5YE4?si=tDTdvvK3H9Xjs-C0

.......

PERJALANAN AKHIRAT: ALLAH TELAH MENETAPKAN PENGHUNI SURGA DAN NERAKA, MAKA BERAMALLAH DENGAN IKHLAS.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala sesuatu telah diketahui oleh Allah sejak sebelum langit dan bumi diciptakan. Allah mengetahui siapa yang akan menjadi penghuni surga dan siapa yang akan menjadi penghuni neraka. Namun, ilmu Allah bukanlah alasan bagi manusia untuk bermalas-malasan atau berputus asa. Justru karena kita tidak mengetahui akhir hidup kita, maka kita diperintahkan untuk terus beramal, bertaubat, dan memperbaiki hati hingga ajal menjemput.

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), seorang salik tidak sibuk menebak takdirnya, tetapi sibuk membersihkan hatinya. Ia tidak berkata, "Kalau aku sudah ditakdirkan masuk surga, mengapa harus beramal?" Sebaliknya ia berkata, "Karena aku tidak mengetahui akhirku, maka aku akan terus mengetuk pintu rahmat Allah."

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ketetapan (takdir)." (QS. Al-Qamar: 49)

Allah juga berfirman:

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya)." (QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang telah diciptakan untuknya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Maka setelah itu beliau membaca firman Allah dalam QS. Al-Lail ayat 5–10, yang menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan dimudahkan menuju kebaikan, sedangkan orang yang berpaling akan dimudahkan menuju kesulitan.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

"Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan baginya." (HR. Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya amal-amal kalian itulah yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku berikan balasannya. Barang siapa memperoleh kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah. Dan barang siapa memperoleh selain itu, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri." (HR. Muslim)

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri setiap hari:

  • Jika malam ini adalah malam terakhirku, apakah aku siap bertemu Allah?
  • Apakah hatiku lebih mencintai Allah daripada dunia?
  • Apakah dosaku sudah aku sesali dan aku taubati?
  • Sudahkah aku meminta maaf kepada orang yang pernah aku sakiti?
  • Amal apa yang akan menjadi bekalku di alam kubur?

Cara Bermuhasabah

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  2. Menjaga shalat wajib dan memperbanyak shalat sunnah.
  3. Memperbanyak istighfar dan taubat nasuha.
  4. Membersihkan hati dari riya', ujub, hasad, takabur, dan cinta dunia yang berlebihan.
  5. Memperbanyak sedekah, dzikir, silaturahim, dan amal yang bermanfaat bagi sesama.
  6. Berdoa memohon husnul khatimah setiap selesai shalat.

Ketahuilah, rahasia takdir berada di sisi Allah, sedangkan kewajiban kita adalah istiqamah dalam ketaatan. Jangan merasa aman karena amal, dan jangan berputus asa karena dosa. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat.

Doa

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك، اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك، اللهم ارزقنا توبة نصوحًا، وقلبًا سليمًا، وحسن الخاتمة، وأدخلنا الجنة بغير حساب ولا عذاب، وأجرنا من النار، إنك أنت الغفور الرحيم. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, jadikanlah akhir amal kami sebagai amal terbaik, jadikan hari terbaik kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu. Anugerahkan kepada kami taubat yang tulus, hati yang bersih, husnul khatimah, masukkan kami ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa azab, serta lindungilah kami dari api neraka. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Aamiin."

Terima kasih kepada semua yang telah membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang tidak tertipu oleh panjang angan-angan, tetapi selalu mempersiapkan bekal menuju kampung akhirat. Semoga Allah menghimpunkan kita bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

.......

1151aj. Menyakiti dan Mencaci-Maki Kaum Muslimin

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AL KABAIR : DOSA BESAR KE-50, MENYAKITI DAN MENCACI-MAKI KAUM MUSLIMIN*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 26 MUHARRAM 1448 H / 10 JULI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID BAITUT TAUBAH, JL. KALIDAMI VII / 10 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/oiT9xZdrH_s?si=a-lEv9jMzjrWUXCX

.......

Dosa Besar ke-50: Menyakiti dan Mencaci-Maki Kaum Muslimin

"Membersihkan Lisan, Menyucikan Hati, Meraih Ridha Ilahi"


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Dalam perjalanan menuju Allah, lisan bukan sekadar alat berbicara, tetapi cermin kebersihan hati. Orang yang lisannya gemar menyakiti, mencaci, menghina, merendahkan, menggunjing, atau memfitnah saudaranya sesungguhnya sedang memperlihatkan penyakit yang masih bersemayam dalam jiwanya.

Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa hati yang dipenuhi cinta kepada Allah akan melahirkan lisan yang lembut, santun, penuh kasih sayang, dan mendoakan kebaikan bagi sesama. Sebaliknya, hati yang dipenuhi kesombongan, iri, dengki, dan amarah akan mudah melukai orang lain melalui ucapan.

Luka karena pedang mungkin dapat sembuh, tetapi luka karena ucapan sering kali membekas seumur hidup. Karena itu, membersihkan lisan adalah bagian dari tazkiyatun nufūs (penyucian jiwa).

Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-Hujurāt: 11

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain... dan janganlah kamu saling mencela, serta janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."

2. QS. Qāf: 18

"Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."

3. QS. Al-Isrā': 53

"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik..."

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim).

Menyakiti kehormatan, hati, dan martabat seorang Muslim termasuk bentuk kezaliman yang sangat berat.

Muhasabah

Tanyakanlah kepada diri sendiri:

  • Sudahkah lisanku lebih banyak menenangkan daripada menyakiti?
  • Apakah aku pernah menghina seseorang karena kekurangan, suku, pekerjaan, atau statusnya?
  • Apakah jemariku di media sosial pernah menjadi sebab terluka hati orang lain?
  • Jika semua ucapanku diperdengarkan kembali pada Hari Kiamat, apakah aku akan merasa malu di hadapan Allah?

Cara Memperbaiki Diri

  1. Biasakan berpikir sebelum berbicara.
  2. Perbanyak zikir agar hati menjadi lembut.
  3. Latih diri untuk diam ketika marah.
  4. Segera meminta maaf jika telah menyakiti seseorang.
  5. Doakan orang yang pernah membuat kita kecewa.
  6. Jadikan setiap ucapan bernilai ibadah, bukan dosa.

Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ، وَطَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ وَالسَّبِّ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَقُولُونَ الْحَقَّ وَيَنْطِقُونَ بِالْخَيْرِ، وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hatiku dari dengki dan kebencian. Sucikanlah lisanku dari dusta, ghibah, dan mencaci. Jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang selalu berkata benar dan menyampaikan kebaikan. Ampunilah aku dan seluruh kaum Muslimin. Aamiin."

Penutup

Jagalah lisan sebelum menjaga citra. Sebab manusia hanya mendengar ucapan kita, tetapi Allah mengetahui isi hati kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang lembut lisannya, bersih hatinya, mulia akhlaknya, dan dikumpulkan bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Semoga Allah membalas segala kebaikan, melimpahkan keberkahan umur, ilmu, amal, rezeki yang halal lagi berkah, serta mengumpulkan kita semua dalam rahmat dan ridha-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

......

1150aj. POHON-POHON DI SURGA, BUAH DARI IMAN DAN AMAL SALEH

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN : SURGA ; POHON DI SURGA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 26 DZULHIJJAH 1448 H / 11 JULI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AMINAH AL-FAJR, GADING FAJAR 1, SIWALANPANJI, BUDURAN, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/B96OJjR0lgc?si=nOrc6TIs-5sDQm3U

.........

🌴 KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN: POHON-POHON DI SURGA, BUAH DARI IMAN DAN AMAL SALEH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga Hari Kiamat.

Nasihat Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Orang-orang yang arif billah memandang bahwa dunia hanyalah ladang, sedangkan akhirat adalah musim panen. Apa yang ditanam di dunia, itulah yang akan dipetik di akhirat.

Di surga, Allah menyediakan pohon-pohon yang keindahannya tidak mampu dibayangkan oleh akal manusia. Ada pohon yang batangnya dari emas, buahnya tidak pernah habis, daunnya menaungi sejauh perjalanan seratus tahun, dan buahnya mudah dipetik oleh penghuninya.

Namun, para ahli tasawuf mengingatkan bahwa yang lebih penting daripada mengagumi pohon surga adalah menanam pohon itu sejak masih hidup di dunia. Setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir, sedekah, dzikir, sabar, kejujuran, dan amal saleh menjadi benih yang akan tumbuh menjadi kenikmatan abadi di surga.

Hati yang bersih akan selalu bertanya:

"Sudahkah hari ini aku menanam satu pohon lagi di surga?"


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Ar-Ra'd: 35

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: di bawahnya mengalir sungai-sungai; buahnya tidak henti-henti dan naungannya pun demikian..."

2. QS. Al-Waqi'ah: 28–33

"(Mereka berada) di antara pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang tercurah, serta buah-buahan yang banyak, tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya."

3. QS. Muhammad: 15

"Di dalam surga terdapat sungai-sungai... serta segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka."


Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon. Seorang pengendara yang cepat berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak akan mampu melewatinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau ﷺ juga bersabda:

"Barang siapa membaca: Subhānallāhil 'Azhīm wa bihamdih, maka ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga." (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)


Muhasabah

Renungkanlah...

  • Berapa banyak pohon dunia yang telah kita tanam, tetapi berapa pohon surga yang telah kita siapkan?
  • Kita rela menyiram tanaman setiap hari, tetapi apakah kita menyirami hati dengan dzikir?
  • Kita takut kehilangan harta, tetapi apakah kita takut kehilangan kesempatan menanam amal yang kekal?

Jangan sampai ketika kematian datang, kita baru menyadari bahwa ladang kehidupan telah ditutup.

Allah tidak menilai panjangnya usia, tetapi apa yang ditanam selama usia itu.


Cara Bermuhasabah

Setiap malam sebelum tidur:

  1. Hitung berapa kali lisan berdzikir kepada Allah.
  2. Evaluasi shalat, terutama kekhusyukannya.
  3. Tanyakan kepada diri sendiri:
    • Apakah hari ini aku menambah bekal surga?
    • Apakah aku telah menyakiti hati seseorang?
    • Amal apa yang jika aku wafat malam ini menjadi penolongku?
  4. Perbanyak istighfar sebelum tidur.
  5. Niatkan agar esok menjadi hari yang lebih baik dalam ibadah dan akhlak.

Doa

اللهم اجعل قلوبنا معلقة بالجنة، ولا تجعل الدنيا أكبر همنا، واغرس لنا بكل تسبيحة وتحميدة وتهليلة وتكبيرة شجرةً في الجنة، واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين، وأدخلنا الفردوس الأعلى بغير حساب. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah hati kami selalu merindukan surga. Jangan jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami. Tanamkanlah bagi kami sebuah pohon di surga dengan setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang kami ucapkan. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin. Masukkanlah kami ke dalam Surga Firdaus tanpa hisab. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca, merenungkan, mengamalkan, dan menyebarkan nasihat ini.

Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi dzikir, setiap ilmu yang diamalkan menjadi cahaya, dan setiap langkah menuju kebaikan menjadi sebab Allah menanamkan pohon-pohon yang indah di surga untuk kita.

اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك. آمين.

......

1148djo. Keutamaan Surat Dalam Al qur'an

 

Daftar keutamaan dari setiap surat dalam Al-Qur'an secara ringkas namun lengkap :


1. Al-Fatihah

  • Induk Al-Qur'an (Ummul Kitab), dibaca di setiap rakaat shalat, sebagai penyembuh (ruqyah).

2. Al-Baqarah

  • Mengusir setan dari rumah, mengandung Ayat Kursi, pelindung dari sihir.

3. Ali Imran

  • Bersama Al-Baqarah akan menaungi pembacanya di hari kiamat.

4. An-Nisa’

  • Menjelaskan hak-hak wanita, warisan, dan pentingnya keadilan sosial.

5. Al-Ma’idah

  • Tentang makanan halal/haram, hukum hudud, dan perjanjian.

6. Al-An’am

  • Peneguhan tauhid, Allah menurunkan 70.000 malaikat saat diturunkan.

7. Al-A’raf

  • Kisah umat terdahulu, ibrah dari kesudahan kaum yang durhaka.

8. Al-Anfal

  • Tentang strategi perang, harta rampasan, dan semangat jihad.

9. At-Taubah

  • Tidak ada basmalah, keras terhadap orang munafik dan kafir, menegaskan pentingnya berjuang di jalan Allah.

10. Yunus

  • Kisah Nabi Yunus, keajaiban pertobatan kaumnya, peneguhan iman.

11. Hud

  • Rasulullah bersabda: "Hud dan saudaranya membuatku beruban", karena seriusnya pesan.

12. Yusuf

  • Kisah Nabi Yusuf, surat paling indah, pelipur lara dan motivasi dalam kesabaran.

13. Ar-Ra’d

  • Menjelaskan tentang kekuasaan Allah di alam semesta dan doa para wali Allah.

14. Ibrahim

  • Doa Nabi Ibrahim yang sangat indah, pentingnya bersyukur atas nikmat.

15. Al-Hijr

  • Allah menjaga Al-Qur'an dari penyelewengan, kisah kaum Nabi Luth.

16. An-Nahl

  • Dijuluki surat nikmat, karena banyak menyebut nikmat-nikmat Allah.

17. Al-Isra’ (Bani Israil)

  • Mengandung kisah Isra’ Mi’raj, adab kepada orang tua, dan ayat tentang Al-Qur'an sebagai penyembuh.

18. Al-Kahfi

  • Disunnahkan dibaca setiap Jumat, pelindung dari fitnah Dajjal, kisah Ashabul Kahfi.

19. Maryam

  • Kisah kelahiran Isa dan keikhlasan Maryam, kelembutan wahyu Allah.

20. Taha

  • Kisah Nabi Musa, peneguhan bagi Rasulullah SAW saat menghadapi kaum musyrik.

Kalau kamu cocok dengan gaya ini, nanti aku lanjutkan surat 21–40. Mau dilanjut sekarang?

1149. mengenakan emas atau perak.

 16. Mengenakan emas atau perak, atau pakaian yang campur dengan emas/perak, tapi lebih banyak emas/perak. Demikian bagi laki-laki yang sudah balig kecuali cincin perak, kalau itu boleh.

17. Menyendiri bersama perempuan bukan mahram (pacaran)

18. Pergi tanpa ditemani mahram (perempuan pergi sendirian)

19. Mengambil buruh orang merdeka dengan paksa

20. Merendahkan Ulama, pemimpin yang adil, atau orang yang sudah masuk islam.

.......

Buatkan nasehat - motivasi, muhasabah dan harapan (berdalil qur'an dan hadis), terhadap Relevansinya dalam kehidupan sosial saat ini (kecanggihan teknologi, komunikasi, transportasi, kedokteran) dengan perspektif tazkiyatul nufus.  

Doa.  

Ucapan terimakasih