Tampilkan postingan dengan label Tekanan Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekanan Darah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Desember 2010

Menurunkan Tekanan Darah Anda

Menurunkan Tekanan Darah Anda

0diggsdigg

Tekanan DarahApakah anda mempunyai tekanan darah yang tinggi? Mungkin anda ingin mencegah tekanan darah tinggi, untuk ini ada banyak cara yang bisa anda lakukan setiap hari. Apa yang anda makan, berapa lama anda berolahraga, bahkan kebiasaan anda bisa mempengaruhi tekanan darah anda.
Tekanan darah anda pasti selalu dicek oleh dokter jika anda rajin memeriksakan diri ke dokter. Ini adalah kebiasaan yang bagus untuk memantau tekanan darah anda sehingga bisa mencegah tekanan darah tinggi. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang terkena tekanan darah tinggi dan ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menurunkannya.

Jika anda mempunyai tekanan darah tinggi, hal ini bisa merusak pembuluh darah anda dan memperbesar resiko untuk terkena stroke, jantung dan penyakit ginjal. Dengan kata lain, tekanan darah tinggi sangat berbahaya untuk kesehatan anda sehingga anda harus melakukan perawatan secepat mungkin.

Membuat perubahan terhadap pola hidup adalah cara pertama yang harus dilakukan jika anda ingin menurunkan tekanan darah anda. Jika cara ini tidak berhasil maka anda harus mengambil langkah pengobatan, namun anda tetap harus melakukan perubahan gaya hidup. Hanya dengan melakukan perubahan gaya hidup saja mungkin tidak akan terlalu berhasil namun jika digabungkan dengan pengobatan maka pasti akan berhasil.

Jika anda perokok atau pengguna segala macam yang berhubungan dengan tembakau, maka berhentilah, atau kurangi konsumsi anda. Nikotin membuat pembuluh darah menyempit sehingga detak jantung akan meningkat. Detak jantung yang cepat akan menaikkan tekanan darah. Anda bisa dengan mudah menemukan produk-produk yang dapat membantu anda untuk berhenti merokok.

Jika anda kegemukan maka anda berada dalam resiko besar mendapatkan tekanan darah tinggi. Mulailah berdiet dan mulai makan makanan yang lebih sehat. Berolahraga secara rutin akan sangat membantu menurunkan tekanan darah anda. Buat program olahraga untuk anda dan pantau perkembangannya. Maka anda dapat mengetahui olahraga mana yang berhasil untuk anda dan olahraga mana yang tidak berhasil.

Makan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran serta kurangi makanan berlemak. Hindarilah garam, alkohol dan kafein atau paling tidak membatasinya. Tidak setiap orang terpengaruh tekanan darahnya oleh garam tapi sampai anda tahu dengan pasti, maka lebih baik berjaga-jaga.

Alkohol bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada beberapa orang. Cobalah untuk meminum maksimal satu atau dua sloki minuman beralkohol sehari. Jika hal ini meningkatkan tekanan darah anda, berhentilah, karena kesehatan anda berada dalam bahaya.

Stres terkadang bisa berpengaruh pada tekanan darah. Stres itu wajar dan ada ribuan cara untuk mengurangi stres. Coba beberapa tehnik yang bisa membuat rileks dulu, jika tidak ada yang berhasil maka berkonsultasilah ke dokter, mereka mungkin mempunyai saran-saran yang bagus.

Jika semua cara diatas gagal, anda bisa mulai beralih ke pengobatan. Ada banyak jenis obat yang dapat anda gunakan untuk menurunkan tekanan darah anda. Mungkin seumur hidup anda harus mengkonsumsi obat-obatan, namun jika hal ini bisa menjaga kesehatan anda maka lakukanlah.

Jika anda masih belum yakin dengan bagaimana mengatasi tekanan darah anda maka solusi terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter anda. Katakan pada dokter tentang kekhawatiran anda atau tanyakanlah segala hal yang menjadi pertanyaan anda. Tidak ada pertanyaan yang konyol jika ini menyangkut kesehatan anda. Anda juga bisa mencari di internet tentang segala hal yang menyangkut tekanan darah. Bukan hanya anda yang penasaran dengan kesehatan diri sendiri. Ambil langkah-langkah yang perlu agar anda dapat menikmati hidup yang panjang dan sehat.

Kamis, 25 November 2010

Menu Ibu Hamil Penderita Hipertensi

Menu Ibu Hamil Penderita Hipertensi

Halo Dok, saya (31) dengan BB 64 kg dan TB 162 cm. Dalam waktu dekat ini, saya berencana hamil. Tapi ada hal yang cukup mengganggu pikiran saya. Kedua orang tua saya menderita hipertensi. Apakah saya kemungkinan juga menderita penyakit yang sama? Perlu dokter ketahui, saya belum pernah memeriksakan diri pada dokter untuk mengetahui apakah saya hipertensi atau tidak.

Kalau saya ternyata hipertensi juga, apakah saya bisa menjalani kehamilan dengan lancar? Apa menu makanan yang baik buat saya dan janin saya kelak? Adakah makanan yang pantang dikonsumsi? Saya mohon bantuan Dokter dan terima kasih atas penjelasannya.

Ririh ­- Semarang

Ibu Ririh di Semarang, saat ini keadaan gizi Ibu dalam keadaan normal dan sudah siap bila Ibu ingin merencanakan kehamilan. Namun, saya sangat memahami apabila saat ini Ibu mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya hipertensi, mengingat kedua orang tua Ibu menderita hipertensi. Kekhawatiran Ibu memang beralasan karena gejala hipertensi bisa diturunkan dari orang tua.

Untuk itu, apabila Ibu memang merencanakan kehamilan, sebaiknya Ibu memeriksakan tekanan darah Ibu terlebih dahulu sebelum hamil dan pada saat hamil kelak. Kenaikan tekanan darah selagi hamil apabila tidak disertai gejala-gejala lainnya merupakan keadaan yang biasa terjadi selama kehamilan. Namun, apabila kenaikan tekanan darah tersebut disertai dengan bengkak di pergelangan kaki dan air kencing yang keruh (karena ada protein), maka keadaan tersebut preeklamsia. Perlu diwaspadai karena dapat mengancam keselamatan ibu dan Untuk menghindari terjadinya preeklamsia sebaiknya Ibu banyak istirahat selama kehamilan. Lakukan kontrol kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter/bidan yang menangani supaya bisa menjalani kehamilan dengan lancar. Pantang mengonsumsi garam, minum obat-obat tertentu, suplementasi kalsium dan lainnya ternyata tidak memberikan efek yang menguntungkan untuk mencegah terjadinya preeklamsia. Sekali lagi, yang terpenting adalah dengan melakukan kunjungan ke klinik terdekat untuk memeriksakan kesehatan Ibu secara teratur. Jadi, jangan terlalu dikhawatirkan ya Ibu.

Minggu, 21 November 2010

Hipertensi

Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Hipertensi


Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kronis yang paling banyak dijumpai. Seseorang dianggap mengidap hipertensi bila secara berulang hasil pemeriksaan tekanan darahnya melebihi 140/90 mm Hg. Ada dua jenis hipertensi:

  • Hipertensi primer/esensial di mana tidak ada hal spesifik yang menjadi penyebabnya. Sekitar 90-95% hipertensi adalah jenis ini.
  • Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit lain, misalnya karena stress, sakit ginjal, preeklamsia, atau apnea (sesak napas saat tidur).

Berbagai studi menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian dan penyakit. Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis akan meninggal karena jantung koroner atau gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami gagal ginjal. Untungnya, peningkatan kesadaran dan kontrol atas hipertensi telah berhasil menekan risikonya hingga 50%.

Tanda atau gejala hipertensi

Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala sampai setelah menahun. Penemuan hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau kunjungan ke dokter. Beberapa gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan:

  • Sakit kepala, biasanya di pagi hari sewaktu bangun tidur
  • Bingung
  • Bising (bunyi “nging”) di telinga
  • Jantung berdebar-debar
  • Penglihatan kabur
  • Mimisan
  • Hematuria (darah dalam urin)
  • Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi

Hipertensi sekunder menunjukkan gejala yang sama, dengan sedikit perbedaan yaitu tekanan darah biasanya turun bila pengukuran dilakukan pada posisi berdiri.

Bagaimana mengurangi risiko hipertensi?

Pada hipertensi sekunder, hipertensi harus diatasi dengan menghilangkan penyebabnya. Walaupun hipertensi primer tidak memiliki penyebab spesifik, ada sejumlah faktor risiko yang memicu kehadirannya. Berikut adalah hal yang mengurangi risiko Anda bila sudah terkena hipertensi primer:

1. Jalani pola atau gaya hidup yang lebih sehat:

  • berhenti merokok
  • mengurangi berat badan (bila kegemukan)
  • mengurangi konsumsi garam sehingga asupan sodium kurang dari 100 mmol/hari
  • melakukan olah raga 30-45 menit per hari.
  • bila Anda menderita diabetes, jaga kondisi agar kadar gula darah terkendali

2. Dengan bantuan obat-obatan, usahakan untuk mengendalikan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg bila menderita diabetes). Ada tiga kategori umum obat antihipertensi, yaitu yang berfungsi mengurangi volume darah (diuretic), menekan resistensi pembuluh darah (vasodilator) dan mengurangi kerja jantung (cardioinhibitory). Penting untuk diingat bahwa obat-obat antihipertensi adalah obat keras yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi tanpa bimbingan dokter.

Sabtu, 20 November 2010

Beberapa Penyebab Hipertensi Sekunder

Beberapa Penyebab Hipertensi Sekunder


hipertensiBerikut adalah beberapa penyakit dan gangguan yang dapat menimbulkan hipertensi (tekanan darah tinggi):

1. Sakit Ginjal

Hipertensi sekunder yang terkait dengan ginjal disebut hipertensi ginjal (renal hypertension). Gangguan ginjal yang paling banyak menyebabkan tekanan darah tinggi adalah penyempitan arteri ginjal, yang merupakan pembuluh darah utama penyuplai darah ke kedua organ ginjal. Bila pasokan darah menurun, ginjal akan memproduksi berbagai zat yang meningkatkan tekanan darah.

2. Stress

Stress bisa memicu sistem saraf simpati sehingga meningkatkan aktivitas jantung dan tekanan pembuluh darah.

3. Apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur di mana penderita berkali-kali berhenti bernafas (antara 10-30 detik) selama tidur. Apnea biasanya diderita oleh orang yang kegemukan dan diikuti dengan gejala lain seperti rasa kantuk luar biasa di siang hari, mendengkur, sakit kepala pagi hari dan edema (pembengkakan) di kaki bagian bawah. Separuh penderita apnea menderita hipertensi, yang mungkin dipicu oleh perubahan hormon karena reaksi terhadap penyakit dan stress yang ditimbulkannya.

4. Hiper/Hipotiroid.

Hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid ditandai dengan mudah kepanasan (merasa gerah), penurunan berat badan, jantung berdebar dan tremor. Hormon tiroid yang berlebih merangsang aktivitas jantung, meningkatkan produksi darah, dan meningkatkan resistensi pembuluh darah sehingga menimbulkan hipertensi.

Hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid ditandai dengan kelelahan, penurunan berat badan, kerontokan rambut dan lemah otot. Hubungan antara kekurangan tiroid dan hipertensi belum banyak diketahui, namun diduga bahwa melambatnya metabolisme tubuh karena kekurangan tiroid mengakibatkan pembuluh darah terhambat dan tekanan darah meningkat.

5. Preeklamsia

Preeklamsia adalah hipertensi karena kehamilan (gestational hypertension) yang biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Preeklamsia disebabkan oleh volume darah yang meningkat selama kehamilan dan berbagai perubahan hormonal. Sekitar 5-10% kehamilan pertama ditandai dengan preeklamsia.

6. Koarktasi Aorta (Aortic coarctation)

Koarktasi atau penyempitan aorta adalah kelainan bawaan yang menimbulkan tekanan darah tinggi.

7. Gangguan Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal berfungsi mengatur kerja ginjal dan tekanan darah. Bila salah satu atau kedua kelenjar adrenal mengalami gangguan, maka dapat mengakibatkan produksi hormon berlebihan yang meningkatkan tekanan darah.

8. Gangguan Kelenjar Paratiroid

Empat kelenjar paratirod yang berada di leher memproduksi hormon yang disebut parathormon. Produksi parathormon yang berlebih akan meningkatkan kadar kalsium di dalam darah, sehingga memicu tekanan darah tinggi.

Selain kedelapan penyakit/gangguan di atas, masih ada beberapa lainnya yang dapat menjadi penyebab hipertensi sekunder, antara lain:

  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan Pil KB
  • Efek samping obat flu tertentu dan obat pengurang nafsu makan
  • Diabetes
  • Tumor Wilms (pada anak)

Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Hipertensi

Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Hipertensi


Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kronis yang paling banyak dijumpai. Seseorang dianggap mengidap hipertensi bila secara berulang hasil pemeriksaan tekanan darahnya melebihi 140/90 mm Hg. Ada dua jenis hipertensi:

  • Hipertensi primer/esensial di mana tidak ada hal spesifik yang menjadi penyebabnya. Sekitar 90-95% hipertensi adalah jenis ini.
  • Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit lain, misalnya karena stress, sakit ginjal, preeklamsia, atau apnea (sesak napas saat tidur).

Berbagai studi menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian dan penyakit. Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis akan meninggal karena jantung koroner atau gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami gagal ginjal. Untungnya, peningkatan kesadaran dan kontrol atas hipertensi telah berhasil menekan risikonya hingga 50%.

Tanda atau gejala hipertensi

Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala sampai setelah menahun. Penemuan hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau kunjungan ke dokter. Beberapa gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan:

  • Sakit kepala, biasanya di pagi hari sewaktu bangun tidur
  • Bingung
  • Bising (bunyi “nging”) di telinga
  • Jantung berdebar-debar
  • Penglihatan kabur
  • Mimisan
  • Hematuria (darah dalam urin)
  • Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi

Hipertensi sekunder menunjukkan gejala yang sama, dengan sedikit perbedaan yaitu tekanan darah biasanya turun bila pengukuran dilakukan pada posisi berdiri.

Bagaimana mengurangi risiko hipertensi?

Pada hipertensi sekunder, hipertensi harus diatasi dengan menghilangkan penyebabnya. Walaupun hipertensi primer tidak memiliki penyebab spesifik, ada sejumlah faktor risiko yang memicu kehadirannya. Berikut adalah hal yang mengurangi risiko Anda bila sudah terkena hipertensi primer:

1. Jalani pola atau gaya hidup yang lebih sehat:

  • berhenti merokok
  • mengurangi berat badan (bila kegemukan)
  • mengurangi konsumsi garam sehingga asupan sodium kurang dari 100 mmol/hari
  • melakukan olah raga 30-45 menit per hari.
  • bila Anda menderita diabetes, jaga kondisi agar kadar gula darah terkendali

2. Dengan bantuan obat-obatan, usahakan untuk mengendalikan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg bila menderita diabetes). Ada tiga kategori umum obat antihipertensi, yaitu yang berfungsi mengurangi volume darah (diuretic), menekan resistensi pembuluh darah (vasodilator) dan mengurangi kerja jantung (cardioinhibitory). Penting untuk diingat bahwa obat-obat antihipertensi adalah obat keras yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi tanpa bimbingan dokter.

Kamis, 07 Oktober 2010

Anak-anak dan Tekanan Darah

Anak-anak dan Tekanan Darah

0diggsdigg

Tahukah Anda bahwa bayi pun dapat mengalami tekanan darah tinggi? Banyak yang berpikir ini adalah bukan hal yang biasa, tapi ternyata tidak. Bila bayi menderita tekanan darah tinggi biasanya karena mereka prematur atau memiliki masalah dengan ginjal atau hati. Ketika anak yang lebih dewasa memiliki tekanan darah tinggi biasanya karena keturunan dari keluarga mereka.

Seperti yang mungkin Anda ketahui, ada peningkatan kegemukan pada anak-anak. Ini juga meningkatkan tekanan darah mereka dan membahayakan kesehatan mereka. Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah dengan sering memeriksa tekanan darah anak Anda karena mereka berkembang dewasa.

Cara yang lain untuk membantu adalah dengan memperhatikan diet anak Anda dan memastikan mereka banyak melakukan olahraga. Beberapa anak-anak tidak seperti yang
ada sekarang, aktif dengan video game dan permainan lainnya. Cobalah untuk mengatur anak Anda agar melakukan kegiatan-kegiatan rutin dari awal. Ini akan menguntungkan kesehatan mereka serta harga diri mereka ketika nanti berada di masyarakat.

Sama seperti orang dewasa, Anda dapat dengan mudah membantu mengontrol tekanan darah anak Anda. Perhatikan diet mereka. Pastikan mereka mendapatkan nutrisi yang tepat dan membatasi konsumsi garam mereka. Pastikan mereka memakan sayuran dan buah-buahan segar. Sementara banyak anak-anak tidak suka sayuran, ada banyak cara untuk mengatasi ini. Anda dapat mengolah resep yang menggunakan sayuran.

Aktifitas fisik adalah kunci untuk gaya hidup sehat. Melibatkan anak Anda dalam kegiatan fisik saat masih muda akan membantu memastikan mereka tetap aktif dan sehat dengan bertambahnya usia mereka. Libatkan mereka dalam olahraga yang mereka pilih dan berjalan-jalan dengan mereka. Anda mendapat manfaat yang baik dari kegiatan ini.

Jika keluarga Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, pastikan anak Anda mendapatkan pemeriksaan rutin. Hal ini akan membantu memastikan mereka tidak mengalami tekanan darah tinggi dan jika mereka mengalaminya, Anda bisa mulai mengatasinya. Ingat stres dapat menaikkan tekanan darah dan anak-anak tidak harus ditekankan, biarkan mereka.

Anak-anak menghadapi stres sama seperti orang dewasa, hanya caranya yang berbeda. Bicaralah dengan anak Anda dan bersikap aktiflah dalam kehidupan mereka dan dengan apa yang terjadi padanya. Anda ingin mereka memiliki hidup yang sehat bahagia dan Anda dapat membantu mereka mencapai tujuan tersebut.

Jika Anda tidak dapat mengontrol tekanan darah anak Anda melalui diet dan olahraga, Anda mungkin harus beralih ke obat-obatan. Bicara dengan dokter Anda dan beritahu mereka tentang apa yang Anda telah coba lakukan. Kadang-kadang hal ini tidak cukup dilakukan sendirian, tapi obat-obatan dapat membantu mengendalikannya.

Cobalah untuk berolah raga dengan anak Anda setiap hari. Berolahraga seorang diri kadang-kadang sama sulitnya untuk anak-anak dan orang dewasa. Anda dapat ikut terlibat dengan anak Anda dengan cara ini dan itu akan menguntungkan Anda berdua.

Berbicaralah dengan anak remaja Anda tentang merokok dan minuman. Kedua hal tersebut menyebabkan tekanan darah tinggi dan sekali mereka tahu risiko tersebut, mereka akan
cenderung untuk tidak mencobanya. Jangan berpikiran bahwa anak Anda tidak mungkin terkena masalah kesehatan yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi.

Ingat bahwa tekanan darah meningkat dengan bertambahnya usia sampai Anda sekitar lima puluh tahun. Jika Anda mulai memperhatikan kesehatan Anda dan anak Anda pada usia dini, Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat baik pada akhirnya.

Rabu, 10 Desember 2008

Serba-Serbi Stroke

Serba-Serbi Stroke

Apakah stroke itu ?
Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik.

Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis).

Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Penyebab stroke Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita.

Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji.

Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Gejala terjadinya serangan stroke Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut.

Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks.

Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi.

Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan.

Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita. Proses penyembuhan Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit.

Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita.

Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.