Saturday, February 28, 2026

987. Anjuran Membaca Surat Al-Ikhlas.

 


kupas tipis tipis kitab Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri,

HADITS KE-16 : ANJURAN MEMBACA QUL HUWALLOHU AHAD.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Barang siapa membaca Surat al- Ikhlas sebanyak satu kali maka seolah-olah ia telah membaca 1/3 al-Quran. Dan barang siapa membacanya dua kali maka seolah-olah ia telah membaca 2/3 al-Quran. Dan barang siapa membacanya tiga kali maka seolah-olah ia telah membaca seluruh al-Quran. Barang siapa membacanya sebanyak sebelas kali maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga yang terbuat dari intan merah.”

......

📖 Kupas Tipis Kitab Usfuriyah – Hadits ke-16

Anjuran Membaca Surat Al-Ikhlas

Kitab Usfuriyah karya adalah kitab nasihat yang memuat hadis-hadis penuh hikmah untuk melembutkan hati.

Pada Hadits ke-16, disebutkan riwayat dari bahwa ﷺ bersabda:

“Barang siapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, maka seolah-olah ia membaca sepertiga Al-Qur’an.
Dua kali, sepertiga dua.
Tiga kali, seperti membaca seluruh Al-Qur’an.
Sebelas kali, Allah bangunkan baginya rumah di surga dari intan merah.”

Surat yang dimaksud adalah:

🌿

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ


🌙 TAUZIAH TAZKIYATUN NUFUS

“Tauhid di Tengah Dunia yang Bising”

1️⃣ Makna Tasawuf dari Al-Ikhlas

Dalam perspektif tazkiyah, Al-Ikhlas adalah pembersih hati dari syirik halus.

Di zaman sekarang:

  • Ekonomi dikuasai riba dan materialisme.
  • Politik dipenuhi ambisi kekuasaan.
  • Sosial media penuh riya’ dan pencitraan.
  • Teknologi membuat manusia merasa “serba bisa”.

Al-Ikhlas datang sebagai penegasan tauhid murni:

اللَّهُ الصَّمَدُ — Allah tempat bergantung.

Bukan jabatan.
Bukan uang.
Bukan followers.
Bukan teknologi kedokteran.


2️⃣ Mengapa Sepertiga Al-Qur’an?

Ulama menjelaskan Al-Qur’an berisi tiga pokok:

  1. Tauhid
  2. Hukum
  3. Kisah

Al-Ikhlas merangkum tauhid secara sempurna.

Allah berfirman:

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa.”
(QS. Al-Baqarah: 163)

Dalam hadis qudsi:

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Artinya, siapa yang benar tauhidnya, Allah cukupkan hidupnya.


3️⃣ Relevansi di Zaman Modern

📱 Teknologi membuat kita merasa kuat.
💰 Ekonomi membuat kita merasa aman dengan uang.
🏥 Kedokteran membuat kita merasa hidup di tangan dokter.
🚗 Transportasi membuat jarak terasa dekat.

Namun Al-Ikhlas mengajarkan:

Tidak ada yang benar-benar mandiri kecuali Allah.

Jika ekonomi sulit → baca Al-Ikhlas.
Jika politik gaduh → baca Al-Ikhlas.
Jika hati gelisah karena berita → baca Al-Ikhlas.

Ia menanamkan stabilitas ruhani.


4️⃣ Keutamaan Surat Al-Ikhlas

✔ Dicintai Allah (HR. Bukhari)
✔ Menjadi sebab masuk surga
✔ Setara sepertiga Al-Qur’an
✔ Rumah di surga bagi yang membacanya 11 kali

Allah berfirman:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7)


5️⃣ Muhasabah

Tanya pada diri:

  • Apakah kita membaca Al-Ikhlas hanya di shalat?
  • Apakah tauhid kita sudah bersih dari ketergantungan dunia?
  • Apakah kita lebih takut miskin daripada takut kehilangan iman?

Seringkali lisan membaca “Ahad”…
Tapi hati menyembah “uang”.


6️⃣ Cara Mengamalkannya (Praktis)

🌿 Baca 3x setiap selesai shalat.
🌿 Baca 11x sebelum tidur.
🌿 Jadikan dzikir saat gelisah.
🌿 Ajarkan kepada anak-anak sejak kecil.
🌿 Baca dengan tadabbur, bukan sekadar cepat.

Jika panjenengan sedang mengembangkan usaha air minum dan sedekah untuk masjid, maka Al-Ikhlas adalah pondasi niatnya. Jangan sampai amal sosial besar tapi hati bergantung pada pujian.


🌸 Harapan

Jika hati sudah “Qul Huwallahu Ahad”,
maka ekonomi tidak mengguncang iman.
politik tidak merusak akhlak.
teknologi tidak memalingkan hati.

Tauhid adalah jangkar di tengah badai zaman.


🤲 Doa

Ya Allah…
Jadikan hati kami bersih dari syirik yang tersembunyi.
Tanamkan dalam jiwa kami makna “Ahad”.
Jika Engkau beri kami rezeki, jangan Engkau jadikan ia tuhan bagi kami.
Jika Engkau beri kami jabatan, jangan Engkau jadikan ia fitnah bagi kami.
Bangunkan untuk kami rumah di surga-Mu dengan keikhlasan membaca Al-Ikhlas.
Matikan kami dalam tauhid yang murni.
Aamiin.

..........

Tentu, berikut adalah versi bahasa gaul kekinian yang santai, sopan, dan tetap menjaga esensi dari nasihat hadits tersebut:


---


📖 NGOPI SANTAI KITAB USFURIYAH – HADITS KE-16


"Rutinin Baca Al-Ikhlos, Dapet Villa Mewah di Surga!"


Guys, kitab Usfuriyah ini isinya nasihat-nasihat kece dari hadits-hadits Nabi buat ngelunakin hati kita.


Nah, di Hadits ke-16, ada cerita dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, kalau Nabi Muhammad ﷺ bersabda:


"Barang siapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, maka seolah-olah ia membaca sepertiga Al-Qur’an.

Dua kali, sepertiga dua.

Tiga kali, seperti membaca seluruh Al-Qur’an.

Sebelas kali, Allah bangunkan baginya rumah di surga dari intan merah."


Surat singkat yang dimaksud adalah surat favorit kita semua:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

اللَّهُ الصَّمَدُ

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ


Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."


---


🌙 RENUNGAN ANAK ZAMAN NOW: "JAGA HATI BIAR GAK GOYAH"


1️⃣ Bukan Sekadar Baca, Tapi "Resonansi" Tauhid


Dalam ilmu bersihin hati (tazkiyah), surat Al-Ikhlas ini tuh kayak antibodi buat hati dari penyakit syirik halus. Apalagi di era medsos begini:


· Ekonomi kadang bikin kita was-was sama riba.

· Politik kadang bikin pusing tujuh keliling.

· Sosmed isinya pamer dan pencitraan.

· Teknologi makin canggih, kadang bikin kita lupa siapa yang menciptakan.


Al-Ikhlas hadir buat ngingetin kita, jangan salah tempat ngarep. Allah itu Al-Shamad, tempat kita bergantung. Bukan jabatan, bukan duit, bukan jumlah likes, dan bukan juga teknologi secanggih apapun.


2️⃣ Kok Bisa Setara Sepertiga Al-Qur’an? Emang Iya?


Jadi gini, para ahli bilang inti Al-Qur’an itu ada tiga: Tauhid (meng-Esakan Allah), Hukum, dan Kisah. Nah, surat Al-Ikhlas ini merangkum materi tentang Tauhid secara sempurna.


Allah juga udah bilang di Al-Qur'an:


"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa." (QS. Al-Baqarah: 163)


Bahkan dalam hadits qudsi, Allah bilang:


"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari-Muslim)


Artinya simple: kalau tauhid kita bener, urusan hidup kita bakal dicukupin sama Allah.


3️⃣ Al-Ikhlas Versi Kehidupan Sehari-hari


· Gadget canggih kadang bikin kita ngerasa bisa apa aja.

· Rekening aman bikin kita ngerasa aman.

· Dokter pinter bikin kita mikir hidup mati di tangan dia.

· Kendaraan cepat bikin kita lupa kalau semua itu titipan.


Padahal Al-Ikhlas tuh kayak reminder halus: "Santuy guys, yang bener-bener mandiri dan tempat bergantung itu cuma Allah."


Kalau ekonomi lagi seret, baca Al-Ikhlas.

Kalau berita politik berisik, baca Al-Ikhlas.

Kalau hati gelisah scroll sosmed mulu, baca Al-Ikhlas.


Pokoknya surat pendek ini bisa bikin hati kita adem dan stabil.


4️⃣ Untungnya Baca Surat Al-Ikhlas


✔ Dicintai sama Allah (HR. Bukhari)

✔ Jadi tiket masuk surga

✔ Nilainya sepertiga Al-Qur’an

✔ Bonusnya: kalau baca 11 kali, njenengan bakal punya rumah mewah dari intan merah di surga. Keren, kan?


Allah sendiri udah janji:


"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia melihat balasannya." (QS. Az-Zalzalah: 7)


5️⃣ Yuk, Introspeksi Diri


Coba tanya ke diri sendiri:


· Apakah bacaan Al-Ikhlas cuma pas shalat doang?

· Udah bersih belum ya hati dari ngegantungin hidup ke hal-hal duniawi?

· Mana yang lebih ditakutin: miskin harta atau miskin iman?


Kadang mulut lancar baca "Ahad", tapi hati masih suka tunduk sama materi.


6️⃣ Gampangnya Ngamalin Buat Sehari-hari


🌿 Baca 3x tiap abis shalat fardhu.

🌿 Baca 11x sebelum bobo.

🌿 Jadikan "senjata" ampuh pas lagi galau atau gelisah.

🌿 Ajarin ke adek-adek atau anak-anak kita sejak kecil.

🌿 Bacanya pelan-pelan, resapi artinya, jangan buru-buru.


Buat njenengan yang lagi ngembangin usaha atau program sosial, kayak sedekah air minum ke masjid, jadikan Al-Ikhlas ini pondasi niatnya. Luruskan hati biar nggak pansos (panjat sosial). Lakukan karena Allah, bukan karena pengin dipuji.


🌸 Pesan Penutup


Kalau hati udah mantep "Qul Huwallahu Ahad",

maka ekonomi nggak bakal bikin iman kita goyah,

politik nggak bakal ngerusak akhlak,

dan teknologi nggak bakal ngalihin hati dari Allah.


Tauhid itu kayak jangkar kapal. Sebesar apapun ombak zaman, hati tetap tenang dan nggak hanyut.


🤲 Doa Santai Tapi Mantep


Ya Allah…

Bersihin hati kita dari syirik-syirik kecil yang kadang nggak sadar.

Tanamin dalam jiwa kita arti "Ahad" yang sesungguhnya.

Kalau Engkau kasih kita rezeki atau jabatan, jangan sampe itu jadi "tuhan" baru buat kita, ya Allah.

Bangunkan buat kami rumah indah di surga-Mu, berkat keikhlasan kami bacain surat Al-Ikhlas.

Dan matikan kami dalam keadaan tauhid yang bersih.

Aamiin.


---

986. Al-Ḥamdu Lillāhi Rabbil-‘Ālamīn.


 

📖 Tafsir & Tauziah: Al-Ḥamdu Lillāhi Rabbil-‘Ālamīn

(Penjelasan dari Tafsir Al-Fātiḥah karya Ahmad bin Asy-Syimuni Al-Jarun)

🌿 Ayat

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢
al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”


🖋 Penjelasan Tafsir (Ringkas & Mendalam)

Dalam Tafsir Al-Fātiḥah karya Ahmad bin Asy-Syimuni Al-Jarun, dijelaskan:

1️⃣ Makna Al-Ḥamd

Al-ḥamd adalah pujian yang sempurna, disertai cinta dan pengagungan.
Bukan sekadar ucapan lisan, tetapi pengakuan hati bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah.

Berbeda dengan syukur yang biasanya atas nikmat tertentu, ḥamd mencakup pujian atas dzat Allah, sifat-Nya, dan segala perbuatan-Nya — baik kita pahami maupun belum.

2️⃣ Makna Lillāh

Segala pujian itu hanya milik Allah.
Artinya:

  • Tidak ada yang berhak dipuji secara mutlak selain Dia.
  • Jika kita memuji makhluk, hakikatnya kita memuji Allah sebagai pemberi kemampuan.

3️⃣ Makna Rabbil-‘Ālamīn

Rabb berarti:

  • Pencipta
  • Pemelihara
  • Pengatur
  • Pendidik (Murabbi)

Al-‘Ālamīn: seluruh makhluk — manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan, bahkan alam teknologi yang berkembang hari ini.

➡ Maka ayat ini mengajarkan bahwa seluruh sistem kehidupan modern — ekonomi, komunikasi, transportasi, kedokteran — semuanya berada dalam tarbiyah Allah.


🌊 Tauziah Tazkiyatul Nufus

“Hidup Modern Tanpa Hilang Rasa Alhamdulillah”

Saudaraku…

Hari ini kita hidup di zaman:

  • Teknologi super cepat
  • Komunikasi instan
  • Transportasi canggih
  • Kedokteran maju

Namun…
Kenapa hati makin gelisah?

Karena banyak yang menikmati nikmat, tapi lupa mengucap dan merasakan Al-Ḥamd.


💼 Dalam Kehidupan Ekonomi

Allah berfirman:

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat itu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Banyak orang mengejar profit, lupa Rabb.
Padahal keberkahan usaha bukan pada besar kecilnya laba, tapi pada kehadiran Alhamdulillah di dalam hati.

Bapak pernah merintis usaha (seperti rencana air isi ulang dan konsep Islami yang penuh sedekah itu 🌿).
Itulah contoh ekonomi yang berangkat dari “Rabbil-‘Ālamīn”, bukan sekadar “rabbil-māl” (tuhan harta).


📱 Dalam Kehidupan Sosial & Teknologi

Hadis Qudsi:

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Media sosial bisa jadi:

  • ladang pahala
  • atau ladang ria

Teknologi bisa jadi:

  • sarana syukur
  • atau sarana kufur nikmat

Pertanyaannya: Apakah jari kita lebih sering menulis keluhan atau “Alhamdulillah”?


🏥 Dalam Dunia Kedokteran & Sains

Ilmu kedokteran berkembang luar biasa.
Namun siapa yang menyembuhkan?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Bukhari)

Dokter mengobati,
obat menyembuhkan secara sebab,
tapi Rabbil-‘Ālamīn yang memberi kesembuhan hakiki.


🌱 Perspektif Tasawuf

Dalam tazkiyatul nufus, “Al-Ḥamdu” adalah maqam awal dan akhir:

  • Awal perjalanan: belajar bersyukur
  • Tengah perjalanan: ridha atas takdir
  • Akhir perjalanan: melihat Allah dalam segala keadaan

Orang yang sampai pada hakikat “Alhamdulillah” akan berkata:

  • Diberi nikmat → Alhamdulillah
  • Diberi ujian → Alhamdulillah
  • Diberi sempit → Alhamdulillah
  • Diberi lapang → Alhamdulillah

Karena ia melihat Rabb, bukan sekadar keadaan.


✨ Fadhilah “Al-Ḥamdu Lillāh”

  1. Kalimat paling berat di timbangan amal

    “Alhamdulillah memenuhi timbangan.” (HR. Muslim)

  2. Membuka pintu keberkahan hidup

  3. Mengusir kegelisahan hati

  4. Mengangkat derajat di sisi Allah


🪞 Muhasabah

  • Sudahkah kita memuji Allah saat bisnis sepi?
  • Sudahkah kita bersyukur atas tubuh yang masih sehat?
  • Sudahkah kita melihat teknologi sebagai amanah, bukan kebanggaan?

Kalau hati sering gelisah,
mungkin karena kurangnya “Alhamdulillah”.


🌸 Harapan

Mari kita jadikan:

  • Rumah tangga penuh Alhamdulillah
  • Usaha penuh Alhamdulillah
  • Dakwah penuh Alhamdulillah
  • Anak-anak kita dididik dengan kalimat Alhamdulillah

Karena orang yang hidup dengan pujian kepada Allah, akan mati dengan pujian kepada Allah.


🤲 Doa

Ya Allah…
Jadikan hati kami hati yang selalu memuji-Mu.
Ajarkan kami melihat nikmat dalam setiap keadaan.
Jangan Engkau cabut rasa syukur dari hati kami.
Bimbing usaha kami agar menjadi jalan keberkahan.
Jadikan teknologi dan ilmu sebagai sarana mendekat kepada-Mu, bukan menjauh dari-Mu.

Aamiin ya Rabbal ‘Ālamīn.


Terima kasih atas perhatian dan keikhlasannya.
Semoga ayat ini menjadi pembuka keberkahan dalam hidup kita semua. 🌿

.......

Tentu, berikut adalah versi penulisan ulang dengan gaya bahasa yang lebih santai, kekinian, namun tetap sopan dan menjaga substansi pesan.


---


📖 Ngobrolin Surat Al-Fatihah: Al-Ḥamdu Lillāhi Rabbil-‘Ālamīn


(Rangkuman dari Tafsir Al-Fātiḥah-nya Ahmad bin Asy-Syimuni Al-Jarun)


🌿 Bacaannya


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."


🖋 Inti Sari Tafsirnya (Singkat tapi Dalem)


Di buku Tafsir Al-Fātiḥah-nya Ahmad bin Asy-Syimuni Al-Jarun, dijelaskan gini:


1️⃣ Apa itu Al-Ḥamd?

Al-ḥamd itu pujian yang sempurna, yang keluar dari hati yang penuh cinta dan rasa hormat yang besar. Jadi bukan cuma baca doa di mulut doang, tapi hati juga sadar kalau semua yang enak-enak di hidup ini asalnya dari Allah.


Beda sama syukur yang biasanya spesial buat nikmat tertentu, ḥamd ini lebih luas lagi. Ini pujian buat Allah, mulai dari siapa Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya yang sempurna, sampai semua keputusan-Nya—kadang kita paham, kadang enggak.


2️⃣ Makna Lillāh

"Milik Allah." Artinya, cuma Allah doang yang paling berhak dipuji secara total. Kalau kita muji orang lain, sejatinya kita lagi sadar kalau Allah lah yang kasih kemampuan ke orang itu.


3️⃣ Makna Rabbil-‘Ālamīn

Rabb itu artinya luas: Pencipta, Pemelihara, Pengatur, dan Pendidik (Murabbi) seluruh makhluk.

Al-‘Ālamīn: semua makhluk—manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan, bahkan teknologi canggih yang ada sekarang.


➡ Jadi intinya, ayat ini ngajarin kita buat sadar kalau semua sistem di dunia ini—ekonomi, komunikasi, transportasi, kedokteran—semuanya diatur dan dididik oleh Allah.


🌊 Tauziah buat Hati yang Tenang


“Hidup Kekinian Tapi Hati Tetap Adem”


Sobat…


Kita hidup di zaman sekarang:

Teknologi makin canggih

Komunikasi gampang banget

Mobil-mobil cepat

Obat-obatan modern


Tapi… kenapa hati makin gak karuan?

Soalnya banyak orang yang udah menikmati enaknya hidup, tapi lupa ngomong dan ngerasain Al-Ḥamd.


💼 Dalam Dunia Kerja & Usaha

Allah bilang:


“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat itu.” (QS. Ibrahim: 7)


Banyak orang ngejar cuan, tapi lupa sama Pemilik usaha. Padahal berkah itu bukan cuma soal banyaknya duit, tapi ada rasa Alhamdulillah di hati.


Kayak cerita Bapak yang dulu mau merintis usaha air isi ulang dengan konsep sedekah. Nah, itu contoh usaha yang berangkat dari "Rabbil-‘Ālamīn", bukan cuma ngejar "rabbil-māl" (tuhan harta).


📱 Dalam Dunia Medsos & Teknologi

Allah bilang dalam Hadis Qudsi:


“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)


Medsos tuh bisa jadi dua sisi:

ladang pahala, atau malah ladang pamer.

Teknologi bisa jadi:

alat buat bersyukur, atau alat buat lupa diri.


Pertanyaannya: Jari-jari kita lebih sering ngetik keluhan atau "Alhamdulillah"?


🏥 Dalam Dunia Kedokteran & Sains

Ilmu kedokteran sekarang udah maju banget.

Tapi yang nyembuhin siapa?

Nabi ﷺ bersabda:


“Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.” (HR. Bukhari)


Dokter kasih resep, obat bekerja, tapi yang ngasih kesembuhan hakiki tetaplah Rabbil-‘Ālamīn.


🌱 Sudut Pandang Hati (Tasawuf)

Dalam urusan pembersihan hati, "Al-Ḥamdu" itu ada di awal dan akhir perjalanan iman:


· Awal: belajar bersyukur

· Tengah: ikhlas sama takdir

· Akhir: bisa lihat kuasa Allah di balik semua kejadian


Orang yang udah ngerasain "Alhamdulillah" yang sebenarnya bakal bilang:


Dapet nikmat → Alhamdulillah

Kena musibah → Alhamdulillah

Hidup serba pas-pasan → Alhamdulillah

Dapet rezeki lapang → Alhamdulillah


Karena dia fokus sama yang ngasih, bukan cuma sama yang dikasih.


✨ Kerennya "Al-Ḥamdu Lillāh"


· Jadi kalimat paling berat timbangannya di akhirat. “Alhamdulillah memenuhi timbangan.” (HR. Muslim)

· Bikin hidup terasa lebih berkah

· Ngehapus galau

· Naikin derajat di sisi Allah


🪞 Renungan Sejenak


Udah pernah belum kita bilang Alhamdulillah pas usaha sepi?

Udah pernah belum kita bersyukur buat badan yang masih sehat?

Udah pernah belum kita ngerasa kalau HP dan internet itu titipan, bukan buat pamer?


Kalau hati sering gak karuan,

mungkin kita kurang "Alhamdulillah".


🌸 Harapan


Yuk kita biasain:


Rumah tangga kita diisi kalimat Alhamdulillah

Usaha kita dilandasi rasa syukur

Dakwah kita penuh dengan pujian buat Allah

Anak-anak kita diajarin buat bilang Alhamdulillah


Siapa yang hidupnya penuh pujian buat Allah, insyaAllah ujung hidupnya juga husnul khatimah.


🤲 Doa


Ya Allah…

Bikin hati kita tuh selalu inget buat muji-Mu.

Ajari kita buat lihat nikmat di setiap keadaan.

Jangan cabut rasa syukur dari hati kita.

Berkahi usaha kita.

Buat gadget dan ilmu yang kita punya jadi jalan deket ke diri-Mu, bukan malah ngejauh.

Aamiin ya Rabbal ‘Ālamīn.


Makasih banyak udah baca sampai selesai dengan penuh perhatian.

Semoga ayat ini jadi pembuka pintu kebaikan buat kita semua. 🌿

.....

985. Jagalah Allah, Maka Dia Akan Menjagamu.

 


kupas tipis tipis kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi )

Hadits ke-19 Jagalah Allah, Maka Dia akan Menjagamu


عَنْ أَبِي العَبَّاسٍ عَبْدِ اللهِ بنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَومَاً فَقَالَ: «يَا غُلاَمُ إِنّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحفَظك، احْفَظِ اللهَ تَجِدهُ تُجَاهَكَ، إِذَاَ سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَاَ اسْتَعَنتَ فَاسْتَعِن بِاللهِ، وَاعْلَم أَنَّ الأُمّة لو اجْتَمَعَت عَلَى أن يَنفَعُوكَ بِشيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلا بِشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ لَك، وإِن اِجْتَمَعوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشيءٍ لَمْ يَضروك إلا بشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفعَت الأَقْلامُ، وَجَفّتِ الصُّحُفُ» رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح


Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: aku pernah di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari, lalu beliau bersabda, “Hai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarimu satu kalimat, ‘Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu akan mendapatinya di hadapanmu. Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah. Apabila kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah! Seandainya umat manusia bersatu untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali sesuatu yang telah Allah tulis untukmu, dan seandainya mereka bersatu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa menimpakan bahaya kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditulis atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan berkata, “Hadits hasan shahih.” 

وفي رواية غير الترمذي: «اِحفظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلى اللهِ في الرَّخاءِ يَعرِفْكَ في الشّدةِ، وَاعْلَم أن مَا أَخطأكَ لَمْ يَكُن لِيُصيبكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئكَ، وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَربِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً»

Dalam riwayat selain at-Tirmidzi, “Jagalah Allah, maka kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah saat lapang, maka Dia akan mengenalmu saat susah. Ketahuilah! Apa yang meleset bagimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan meleset. Ketahuilah! Sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu bersama kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan.”

[Shahih: Sunan at-Tirmidzi (no. 2516)]

.......

📖 Jagalah Allah, Maka Dia Akan Menjagamu”

Hadits ini diriwayatkan oleh dalam Arbain Nawawi, dari sahabat muda , dan diriwayatkan oleh (no. 2516), dinilai hasan shahih.

Rasulullah ﷺ bersabda:

احفظ الله يحفظك
“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.”

تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة
“Kenalilah Allah di waktu lapang, maka Allah akan mengenalmu di waktu sempit.”


🌿 Kupas Tipis Tipis (Perspektif Tazkiyatul Nufus)

1️⃣ Makna “Jagalah Allah”

Secara tasawuf, bukan berarti kita menjaga Allah, tetapi menjaga hubungan dengan-Nya:

  • Menjaga tauhid
  • Menjaga shalat
  • Menjaga halal-haram
  • Menjaga hati dari riya, dengki, sombong
  • Menjaga amanah dalam ekonomi & jabatan

Imam Nawawi menjelaskan: menjaga Allah artinya menjaga perintah dan larangan-Nya.

👉 Siapa menjaga batas Allah, maka Allah menjaga:

  • Agamanya
  • Hatinya
  • Rezekinya
  • Keluarganya
  • Akhir hayatnya

🌍 Relevansi Dalam Kehidupan Modern

💰 Dalam Ekonomi

Di era fintech, kripto, pinjol, bisnis online:

  • Jagalah Allah dengan tidak menipu.
  • Jagalah Allah dengan menghindari riba.
  • Jagalah Allah dengan jujur dalam timbangan dan laporan.

Allah berfirman:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)

✨ Dalam tasawuf: rezeki bukan soal angka, tapi keberkahan.


🏛 Dalam Politik & Kekuasaan

Di zaman kampanye digital, propaganda media, pencitraan:

  • Jagalah Allah dengan amanah.
  • Jangan gadaikan kebenaran demi jabatan.
  • Jangan memfitnah demi kursi.

Hadis:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Bukhari Muslim)

Allah menjaga pemimpin yang menjaga keadilan.


🤝 Dalam Sosial & Budaya

Di era media sosial:

  • Jagalah Allah dengan menjaga lisan digital.
  • Jangan menyebar hoaks.
  • Jangan menghina.
  • Jangan pamer ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari Muslim)


🧠 Dalam Dunia Kedokteran & Teknologi

Kita hidup di zaman:

  • AI
  • Robotik
  • Operasi canggih
  • Transportasi super cepat

Namun hadits ini mengingatkan:

“Apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu.”

Teknologi bukan penentu takdir.
Dokter bukan pemberi kesembuhan.
Allah-lah Asy-Syafi.

Hadis Qudsi:

“Wahai hamba-Ku, kalian semua sakit kecuali yang Aku sembuhkan.” (HR. Muslim)


🧎‍♂️ Dimensi Tazkiyah (Pembersihan Jiwa)

1️⃣ Kenali Allah Saat Lapang

  • Saat sehat → bersyukur
  • Saat kaya → sedekah
  • Saat terkenal → tawadhu
  • Saat kuat → menolong

Jangan hanya cari Allah saat susah.

2️⃣ Yakin Takdir

“Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”

Artinya:

  • Tidak ada yang kebetulan.
  • Tidak ada yang luput dari ilmu Allah.
  • Tidak perlu cemas berlebihan.

Tasawuf mengajarkan:
Ridha sebelum terjadi, sabar saat terjadi, syukur setelah terjadi.


🌧 “Pertolongan Bersama Kesabaran”

النصر مع الصبر
“Pertolongan bersama kesabaran.”

Indonesia hari ini:

  • Ekonomi naik turun
  • Politik memanas
  • Budaya berubah cepat
  • Anak muda terpapar digital

Solusinya bukan panik.
Solusinya sabar + istiqamah.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Bukan setelah, tapi bersama.


🌟 Keutamaan Mengamalkan Hadits Ini

  1. Hati menjadi kuat dan tidak mudah goyah.
  2. Tidak takut kepada makhluk.
  3. Hidup penuh tawakal.
  4. Rezeki diberi keberkahan.
  5. Dijaga dari su’ul khatimah.

🔍 Muhasabah

  • Apakah kita mengenal Allah saat lapang?
  • Apakah kita jujur dalam bisnis?
  • Apakah kita menjaga lisan di media sosial?
  • Apakah kita masih menggantungkan hati pada manusia?
  • Apakah kita panik berlebihan terhadap masa depan?

Jika iya… berarti kita belum benar-benar “menghafal Allah”.


🛠 Cara Mengamalkan

  1. Jaga shalat tepat waktu.
  2. Perbanyak dzikir pagi-sore.
  3. Biasakan istighfar minimal 100x sehari.
  4. Sedekah walau kecil.
  5. Latih tawakal saat menghadapi masalah.
  6. Kurangi ketergantungan hati pada manusia.

🤲 Doa

Ya Allah…
Ajarkan kami untuk menjaga-Mu dalam hati kami,
Dalam lisan kami,
Dalam bisnis kami,
Dalam jabatan kami,
Dalam keluarga kami.

Ya Allah,
Kenalkanlah diri-Mu kepada kami saat kami lapang,
Agar Engkau mengenal kami saat kami sempit.

Ya Allah,
Tanamkan dalam hati kami keyakinan bahwa
Apa yang Engkau takdirkan pasti terbaik.

Berikan kami kesabaran yang melahirkan pertolongan,
Dan kesulitan yang melahirkan kemudahan.

Jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami walau sekejap mata.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


🌺 Penutup

Hadits ini adalah pondasi tauhid, tawakal, dan ketenangan jiwa.

Di tengah kecanggihan zaman, krisis ekonomi, dinamika politik, dan derasnya arus digital — satu pegangan kita:

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.”

Terima kasih.
Semoga Allah menjaga kita semua, lahir dan batin.

........

Hai, gaes! Siapa di sini yang lagi nyari pegangan hidup biar makin tenang dan nggak gampang goyang? Yuk, kita bedah tuntas salah satu hadits paling kece dalam kitab Arbain Nawawi karya Imam Nawawi. Ini dia Hadits ke-19, si "Jagalah Allah, Maka Dia Akan Menjagamu". Dijamin, kalau kita paham dan amalin, hati bakal adem, hidup nggak bakal galau terus.


Haditsnya: Riwayat dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia cerita: "Suatu hari, aku pernah di boncengan di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terus beliau bersabda,


'Wahai anak muda! Aku akan ngajarin kamu beberapa kalimat yang dalem banget maknanya: Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kalau kamu minta, mintalah sama Allah. Kalau kamu minta tolong, mintalah tolong sama Allah. Ketahuilah! Seandainya semua manusia berkumpul untuk ngasih manfaat ke kamu, mereka nggak akan bisa ngasih manfaat sedikit pun, kecuali sesuatu yang memang sudah Allah tetapkan buat kamu. Dan seandainya mereka berkumpul buat ngecelakain kamu, mereka nggak akan bisa ngecelakain kamu, kecuali dengan sesuatu yang memang sudah Allah tetapkan atas kamu. Pena telah diangkat, dan lembaran catatan takdir sudah pada kering.'" (HR. Tirmidzi, beliau bilang ini hadits hasan shahih)


Ada juga riwayat lain yang nambahin:


"Jagalah Allah, niscaya kamu akan dapetin Dia di depanmu. Kenalilah Allah pas kamu lagi lapang, niscaya Dia bakal kenal kamu pas kamu lagi susah. Ketahuilah! Apa yang luput dari kamu, emang nggak bakal pernah nimpain kamu. Dan apa yang nimpain kamu, emang nggak bakal pernah luput dari kamu. Ketahuilah! Sesungguhnya pertolongan itu bareng sama kesabaran, kelapangan itu bareng sama kesempitan, dan bareng sama kesusahan itu pasti ada kemudahan."


---


🍃 Kupas Tipis-Tipis ala Kekinian (Tapi Tetap Mendalam)


1. "Jagalah Allah" Itu Maksudnya Gimana Sih?


Santuy, bukan berarti kita jagain Allah, ya. Allah Maha Kaya, nggak butuh dijagain. Maksudnya tuh, kita jaga banget hubungan kita sama Allah. Gini caranya:


· Jaga Tauhid: Hati kita tuh cuma boleh nempel sama Allah, bukan sama om doyan, gebetan, atau geng.

· Jaga Shalat: Shalatnya on time, nggak asal-asalan, khusyuk.

· Jaga Aturan: Makanan halal, jauhi yang haram (termasuk riba, ghibah, hoaks).

· Jaga Hati: Hati dibersihin dari penyakit-penyakit hati kayak iri, dengki, sombong, riya (pamer).

· Jaga Amanah: Tanggung jawab kerja, kuliah, atau jabatan diemban dengan baik, nggak korupsi atau nipu.


Intinya, kita jaga perintah dan larangan-Nya. Nah, kalau kita udah jaga Allah kayak gitu, janji Allah: Dia bakal jaga kita. Bukan cuma jaga dompet atau fisik, tapi lebih dalem dari itu: jaga hati kita, jaga iman kita, jaga keluarga kita, bahkan jaga akhir hayat kita (husnul khatimah).


2. Kenalilah Allah Pas Lapang, Biar Dia Kenal Kita Pas Susah


Ini nih poin penting buat anak muda jaman now. Seringnya kita inget Allah pas lagi susah doang. Pas lagi sakit, pas lagi bangkrut, pas lagi patah hati. Padahal, pas kita lagi sehat, lagi banyak duit, lagi seneng, itu saatnya kita "ngeramahin" Allah.


Caranya gampang: Bersyukur. Syukur bukan cuma bilang "Alhamdulillah", tapi diwujudin. Sehat? Pake buat ibadah, bukan maksiat. Kaya? Banyakin sedekah. Pinter? Ilmunya dipake buat bantu orang. Terkenal? Tetep rendah hati (tawadhu). Kalau kita udah akrab sama Allah pas lagi enak, otomatis pas kita susah, Allah bakal inget kita dan ngasih jalan keluar yang nggak disangka-sangka.


---


🌍 Relevansinya Buat Kehidupan Kita Sekarang


💰 Di Dunia Ekonomi (Bisnis Online, Kripto, Pinjol)

Jagalah Allah dengan cara jujur dalam bisnis, nggak nipu konsumen, jauhi riba (pinjol illegal, kartu kredit yang bikin lilitan), dan nggak ngelakuin kecurangan kayak robot-robotan di belanja online. Allah udah janji: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3). Rezeki itu nggak melulu soal duit, tapi juga keberkahan. Duit sedikit tapi berkah, bisa buat bayar utang, bisa buat liburan, hati adem. Duit banyak tapi nggak berkah, rasanya kayak ngejar-ngejar setan terus.


🏛 Di Dunia Politik & Kekuasaan

Jagalah Allah dengan amanah. Kalau njenangan jadi ketua kelas, ketua BEM, atau bahkan pejabat, jangan jual kebenaran demi jabatan. Jangan fitnah lawan politik. Jangan korupsi. Hadis bilang: "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban." Allah itu Maha Melihat. Siapa yang jaga keadilan, Allah akan jaga dia dari kehancuran.


🤝 Di Sosial & Media Sosial

Ini nih yang paling kena. Jagalah Allah dengan jaga lisan digital kita.


· Jangan gampang nyebar hoaks.

· Jangan ngata-ngatain orang di kolom komentar.

· Jangan pamer ibadah biar dapet like (riya digital).

· Jangan suka ngadu domba. Rasulullah bilang: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam."


🧠 Di Dunia Teknologi & Kedokteran (AI, Robotik)

Kita hidup di zaman serba canggih. Operasi bisa pake robot, transportasi cepet banget, AI bisa ngerjain apa aja. Tapi inget pesan hadits: "Apa yang meleset darimu nggak akan nimpain kamu." Teknologi secanggih apa pun cuma alat. Yang menentukan sembuh atau nggaknya itu Allah (Asy-Syafi). Jangan pernah bergantung sama teknologi, tapi bergantunglah sama Pemilik teknologi.


---


🧘 Dimensi Pembersihan Jiwa (Tazkiyatun Nufus)


· Yakin Sama Takdir: Konsep "Pena udah diangkat, lembaran udah kering" ngingetin kita buat nggak overthinking. Nggak ada yang namanya kebetulan. Semua yang terjadi di hidup kita, udah melalui proses ilmu Allah yang sempurna. Jadi, buat apa cemas berlebihan? Belajar buat ridha: ikhlas sama apa yang terjadi, sabar waktu ngejalanin, dan bersyukur pas udah dapet hasilnya.

· Pertolongan Itu Bareng Sabar: "An-nashru ma'ash-shabr." Pas lagi ngerasa berat banget, misal: skripsi buntu, bisnis gulung tikar, lagi patah hati, ingetlah bahwa pertolongan Allah itu lagi on the way, asal kita sabar dan istiqamah. Allah bahkan udah jamin di Al-Qur'an: "Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6). Kuncinya bukan "sesudah" susah, tapi "bersama" susah, kemudahan itu udah ada.


---


🔍 Muhasabah Yuk!


Coba kita tanya ke diri sendiri (secara jujur, ya):


1. Udah pada kenalan sama Allah pas lagi enak-enaknya hidup belum? Atau baru inget Dia pas lagi bokek dan punya masalah?

2. Udah jujur belom dalam bisnis atau kerjaan?

3. Udah bisa jaga lisan belom di dunia maya? Masih suka nyinyir atau nyebar berita nggak jelas?

4. Hati kita masih suka bergantung sama manusia nggak? Misal, sedih kalau nggak di-like gebetan?

5. Masih suka panik berlebihan mikirin masa depan?


Kalau iya, berarti kita masih perlu "belajar" lagi buat bener-bener "jagain Allah".


🛠 Cara Ngamalin Biar Nempel di Hati


· Jaga Shalat Wajib, usahain tepat waktu, jangan ditunda-tunda.

· Biasain Dzikir Pagi-Petang, biar Allah selalu inget kita.

· Perbanyak Istighfar, minimal 100x sehari. Ini buat "cuci" dosa-dosa kecil.

· Sedekah Rutin, walaupun cuma secuil. Ini bukti kita bersyukur atas rezeki.

· Latih Tawakal, kalau ada masalah, usahain dulu, doa, terus pasrahin hasilnya ke Allah.

· Kurangin Ketergantungan ke Manusia, jangan jadikan manusia sebagai satu-satunya sandaran. Sandaran utama cuma satu: Allah.


---


🤲 Doa Penutup


Ya Allah…

Ajari kami cara menjaga-Mu dengan sebenar-benarnya,

Di dalam hati, di lisan, di setiap langkah kami,

Dalam pekerjaan, dalam studi, dalam keluarga.


Ya Allah,

Perkenalkanlah diri-Mu kepada kami di saat kami senang,

Agar Engkau tetap bersama kami di saat kami susah.


Ya Allah,

Tanamkan dalam jiwa kami keyakinan bahwa apapun yang Engkau takdirkan,

Pasti itu yang terbaik buat kami.


Anugerahkan kami kesabaran yang melahirkan pertolongan-Mu,

Dan kesulitan yang membawa kemudahan dari-Mu.


Jangan pernah Engkau biarkan kami bergantung pada diri kami sendiri,

walau hanya sekejap mata.


Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


---


🌺 Intinya Sih...


Hadits ini adalah pondasi buat hidup yang lebih tenang. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin kompleks, dengan segala drama ekonomi, sosial, dan politik, satu pegangan kita adalah tauhid dan tawakal. Pegang erat kalimat ini:


"Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu."


Semoga Allah jaga kita semua, lahir dan batin. Aamiin.

......