Abu Dawud dan Al Dhiyaa' meriwayatkan dari Ubadah r.a. -
berkata: Nabi s.a.w. bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا فَاغْشَطَ بِقَتْلِهِ لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ مِرْفًا وَلَا عَدْلاً
Siapa yang membunuh seorang mu'min, lalu merasa gembira (puas) sesudah membunuhnya, maka Allah tidak menerima dari padanya amal wajib dan sunnatnya.
.......
Pengingat terlebih dahulu: hadis yang Anda kutip diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit melalui Abu Dawud dan juga dinukil oleh Al-Dhiya' Al-Maqdisi. Para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad riwayat ini. Namun, maknanya sejalan dengan banyak ayat Al-Qur'an dan hadis sahih yang sangat keras mengharamkan pembunuhan terhadap seorang mukmin.
........
Hati yang Mati Karena Merasa Puas Berbuat Dosa
Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Hati dari Kekejaman dan Hilangnya Rasa Takut kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa membunuh seorang mukmin, lalu merasa gembira (puas) dengan pembunuhannya, maka Allah tidak menerima darinya amal wajib maupun amal sunnah."
Makna dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs
Dalam pandangan tasawuf, dosa terbesar bukan hanya melakukan maksiat, tetapi ketika hati merasa senang, bangga, dan puas setelah melakukannya. Itulah tanda kerasnya hati (qaswatul qalb), hilangnya rasa malu kepada Allah, dan padamnya cahaya iman.
Seorang mukmin yang masih hidup hatinya akan segera menyesal ketika berbuat dosa. Air mata taubat lebih dicintai Allah daripada kesombongan orang yang merasa dirinya benar.
Membunuh seorang mukmin adalah kejahatan besar. Namun, merasa bangga setelah melakukannya menunjukkan bahwa hati telah dikuasai hawa nafsu, kesombongan, kebencian, dan bisikan setan.
Al-Qur'an yang Berkaitan
QS. An-Nisā' ayat 93
"Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahannam; ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang besar."
QS. Al-Mā'idah ayat 32
"Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia."
QS. Az-Zumar ayat 53
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa bagi orang yang bertaubat."
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak."
(HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Beliau juga bersabda:
"Seorang mukmin akan tetap memiliki kelapangan dalam agamanya selama ia tidak menumpahkan darah yang haram."
(HR. Al-Bukhari)
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim)
Hikmah dan Pelajaran
- Hati yang hidup akan menyesali dosa, bukan menikmatinya.
- Kerasnya hati lebih berbahaya daripada besarnya dosa.
- Kebencian tidak boleh menghilangkan keadilan.
- Setiap mukmin wajib menjaga darah, kehormatan, dan hak sesama manusia.
- Taubat yang sungguh-sungguh selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan.
Relevansi dengan Keadaan Dunia Saat Ini
Di berbagai belahan dunia masih terjadi peperangan, pembunuhan, teror, dan pertumpahan darah. Bahkan sebagian orang merayakannya melalui media sosial dengan penuh kebencian.
Tasawuf mengajarkan bahwa seorang mukmin harus memiliki hati yang penuh kasih sayang (rahmah), tidak mudah membenci, tidak mudah mengkafirkan, tidak mudah memusuhi, dan selalu mendoakan hidayah serta keselamatan manusia.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah hatiku masih sedih ketika melihat kezaliman?
- Apakah aku pernah merasa senang melihat orang lain celaka?
- Apakah lisanku pernah melukai kehormatan saudara seiman?
- Apakah aku sudah meminta maaf kepada orang yang pernah kusakiti?
- Apakah aku masih memiliki rasa takut kepada Allah ketika berbuat dosa?
Cara Membersihkan Hati (Tazkiyatun Nufūs)
- Perbanyak istighfar setiap hari.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
- Menahan amarah dan memaafkan orang lain.
- Memperbanyak dzikir Lā ilāha illallāh agar hati menjadi lembut.
- Mendoakan kebaikan bagi orang yang tidak kita sukai.
- Menjauhi kebencian, dendam, dan permusuhan.
- Memohon kepada Allah agar diberi hati yang lembut dan penuh kasih.
Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْغِلِّ وَالْكِبْرِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ. آمِين.
"Ya Allah, sucikan hati kami dari kebencian, dendam, dan kesombongan. Jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Karuniakan kepada kami taubat yang sebenar-benarnya sebelum datang kematian. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin."
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca renungan ini. Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, menjaga kita dari segala bentuk kezaliman, menghiasi jiwa dengan kasih sayang, serta mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang bertakwa. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.
............