ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH (أَحَبُّهُمُ اللَّهُ)
Penulis: M. Djoko Ekasanu
1. Orang yang bertakwa
Hadis Qudsi
إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ...
“Sesungguhnya Allah berfirman: Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya…”
(HR. Bukhari no. 6502)
Makna:
Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa, menjaga kewajiban dan memperbanyak amal sunnah. Mereka adalah manusia paling dicintai Allah.
📖 QS. Yunus: 62–63
2. Orang yang bertaubat
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi, hasan sahih)
📖 QS. Al-Baqarah: 222
Makna:
Bukan yang tanpa dosa, tapi yang cepat kembali kepada Allah.
3. Orang yang bersuci (lahir dan batin)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersuci.”
(HR. Muslim)
📖 QS. Al-Baqarah: 222
Makna:
Menjaga wudhu, kebersihan, serta membersihkan hati dari iri dan dengki.
4. Orang yang adil
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
(HR. Muslim)
📖 QS. Al-Maidah: 42
Makna:
Adil dalam ucapan, keputusan, keluarga, dan muamalah.
5. Orang yang berbuat ihsan (kebaikan maksimal)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”
(HR. Muslim)
📖 QS. Al-Baqarah: 195
Makna:
Beribadah seakan-akan melihat Allah, dan berbuat baik tanpa pamrih.
6. Orang yang bertawakal
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
(HR. Ibnu Majah)
📖 QS. Ali ‘Imran: 159
Makna:
Usaha maksimal, hati pasrah sepenuhnya kepada Allah.
7. Orang yang lembut dan mudah dalam muamalah
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ السَّمْحَ فِي الْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ وَالْقَضَاءِ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mudah dan lembut dalam jual beli, membeli, dan menagih hak.”
(HR. Bukhari)
Makna:
Tidak keras, tidak menyulitkan orang lain.
8. Orang yang saling mencintai karena Allah
Hadis Qudsi
المتحابون فيَّ على منابر من نور
“Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan berada di atas mimbar-mimbar cahaya.”
(HR. Muslim)
Makna:
Cinta karena iman, bukan karena dunia.
9. Orang yang paling bermanfaat bagi manusia
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani, hasan)
Makna:
Menolong, mengajar, memberi makan, menguatkan iman orang lain.
Penutup Hikmah
Orang yang dicintai Allah bukan yang paling terkenal, tapi:
- Hatinya dekat dengan Allah
- Akhlaknya menenangkan manusia
- Amal kecil tapi istiqamah
Ringkasan Redaksi Aslinya
Islam mengajarkan bahwa kecintaan Allah tidak diberikan berdasarkan status, harta, atau kedudukan, melainkan berdasarkan iman, takwa, keikhlasan, dan akhlak. Al-Qur’an dan hadis secara tegas menyebutkan golongan-golongan manusia yang dicintai Allah, seperti orang-orang yang bertakwa, bertaubat, berlaku adil, berbuat ihsan, bertawakal, saling mencintai karena Allah, serta mereka yang paling bermanfaat bagi manusia.
Latar Belakang Masalah di Zamannya
Pada masa Rasulullah ﷺ, masyarakat Arab hidup dalam:
- Krisis akhlak
- Ketimpangan sosial
- Penindasan yang kuat terhadap yang lemah
- Fanatisme kesukuan
Islam hadir bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi sebagai jalan hidup yang membentuk manusia agar dicintai Allah dan membawa rahmat bagi semesta.
Sebab Terjadinya Masalah
- Jauh dari tauhid yang murni
- Dominasi hawa nafsu
- Ketidakadilan sosial
- Hilangnya rasa takut dan cinta kepada Allah
Masalah ini melahirkan manusia yang dibenci Allah karena kezaliman dan kesombongan.
Intisari Judul
Menjadi manusia yang dicintai Allah adalah tujuan tertinggi kehidupan seorang mukmin.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan:
- Menyadarkan manusia tentang standar cinta Allah
- Mengarahkan hidup pada nilai iman dan takwa
Manfaat:
- Ketenangan jiwa
- Keberkahan hidup
- Keselamatan dunia dan akhirat
Dalil Al-Qur’an
- “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 76)
- “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.” (QS. Al-Baqarah: 222)
- “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
- “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Dalil Hadis
- “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani)
- “Allah berfirman: Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amal-amal sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Analisis dan Argumentasi
Cinta Allah bukan klaim lisan, melainkan buah dari amal dan akhlak. Ketika iman melahirkan takwa, dan takwa melahirkan akhlak, maka cinta Allah menjadi kepastian.
Keutamaan dan Hukuman
Di Dunia:
- Dicintai manusia
- Hati tenang
- Hidup penuh berkah
Di Alam Kubur:
- Kubur dilapangkan
- Dijaga dari azab
Di Hari Kiamat:
- Mendapat naungan Allah
- Mudah hisab
Di Akhirat:
- Dekat dengan Allah
- Masuk surga tanpa hisab bagi sebagian hamba
Sebaliknya, orang yang dibenci Allah:
- Hidup sempit
- Kubur menyempit
- Hisab berat
- Terancam neraka
Relevansi Zaman Modern
Di era teknologi, komunikasi, transportasi, dan kedokteran yang canggih:
- Takwa menjaga manusia dari penyalahgunaan teknologi
- Ihsan menjadikan ilmu sebagai rahmat
- Tawakal menenangkan jiwa di tengah percepatan hidup
Tanpa cinta Allah, kemajuan justru membawa kehancuran moral.
Hikmah
- Allah mencintai kualitas hati, bukan penampilan
- Amal kecil yang ikhlas lebih dicintai Allah
Muhasabah dan Caranya
- Menghisab diri setiap malam
- Memperbanyak istighfar
- Menilai niat sebelum amal
- Menjaga hati dari riya dan sombong
Doa
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai dan mencintai-Mu.”
Nasehat Para Ulama dan Sufi
- Hasan al-Bashri: “Cinta Allah tampak pada zuhudnya hati.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku mencintai-Mu bukan karena surga dan neraka.”
- Junaid al-Baghdadi: “Cinta adalah hilangnya kehendak diri.”
- Imam al-Ghazali: “Cinta Allah lahir dari ma’rifat.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Dekatlah kepada Allah dengan taat, bukan dengan klaim.”
- Jalaluddin Rumi: “Cinta Allah adalah api yang membakar selain-Nya.”
Testimoni Ulama Kontemporer
- Gus Baha: “Allah mencintai hamba yang jujur pada kekurangannya.”
- Ustadz Adi Hidayat: “Dicintai Allah itu sunnatullah bagi orang bertakwa.”
- Buya Yahya: “Akhlak adalah tanda cinta Allah.”
- Ustadz Abdul Somad: “Cinta Allah dibuktikan dengan taat.”
- Buya Arrazy Hasyim: “Cinta Allah melahirkan kesadaran spiritual.”
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim
- Shahih Bukhari dan Muslim
- Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali
- Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada Allah SWT, Rasulullah ﷺ, para ulama, guru, dan semua pihak yang menjaga cahaya ilmu dan cinta Allah tetap hidup hingga hari ini.
Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah. Aamiin.
...........
ORANG-ORANG YANG DI-CINTAI ALLAH (أَحَبُّهُمُ اللَّهُ)
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Halo, sahabat! Pernah nggak sih kepikiran, gimana sih caranya jadi orang yang bener-bener dicintai sama Allah? Ternyata, Allah udah kasih tahu resepnya, loh! Nggak pake susah-susah. Yuk, kita telusuri siapa aja VIPs (Very Important Persons) di mata-Nya!
---
1. Si Hati-Hati (Orang Bertakwa)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah berfirman:Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya…” (HR. Bukhari no. 6502) 📖QS. Yunus: 62–63
Gimana Cirinya? Mereka itu orang-orang yang nggak cuma rajin ibadah wajib,tapi juga nggak mau ketinggalan yang sunnah. Hati dan tindakannya selalu diatur sama rasa takut dan cinta ke Allah. Mereka itu inner circle-nya Allah, jadi jangan coba-coba ganggu ya!
---
2. Si Comeback King/Queen (Orang yang Bertaubat)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”(HR. Tirmidzi, hasan sahih) 📖QS. Al-Baqarah: 222
Gimana Cirinya? Bukan yang nggak pernah salah,tapi yang pas tau salah, langsung move on dan balik ke jalan Allah. Kayak update aplikasi ke versi terbaru. Allah suka banget sama hamba-Nya yang selalu mau improve diri.
---
3. Si Bersih dan Wangi (Orang yang Bersuci)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersuci.”(HR. Muslim) 📖QS. Al-Baqarah: 222
Gimana Cirinya? Ini nggak cuma bersih badan dan pakaian,tapi juga bersih hati. Rajin wudhu, mandi, plus hati bebas dari iri, dengki, dan pikiran negatif. So fresh!
---
4. Si Fair Play (Orang yang Adil)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”(HR. Muslim) 📖QS. Al-Maidah: 42
Gimana Cirinya? Adil itu keren.Baik dalam ngomong, mutusin perkara, ngelakuin bisnis, atau bahkan ngadilin anak sendiri. Nggak berat sebelah. Justice for all!
---
5. Si All Out (Orang yang Berbuat Ihsan)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”(HR. Muslim) 📖QS. Al-Baqarah: 195
Gimana Cirinya? Ngejalanin ibadah dengan kualitas terbaik,seolah-olah lagi lihat Allah langsung. Juga, berbuat baik ke sesama dengan tulus, nggak pamer, nggak ngarep balasan. Pure kindness!
---
6. Si Pasrah yang Aktif (Orang yang Bertawakal)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”(HR. Ibnu Majah) 📖QS. Ali ‘Imran: 159
Gimana Cirinya? Mereka usaha dan ikhtiar semaksimal mungkin,tapi hatinya nggak deg-degan berlebihan. Pas udah usaha maksimal, hasilnya serahin ke Allah dengan legowo. Do your best, trust Allah with the rest.
---
7. Si Easy Going (Orang yang Lembut & Mudah dalam Urusan)
Rujukan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mudah dan lembut dalam jual beli,membeli, dan menagih hak.” (HR. Bukhari)
Gimana Cirinya? Nggak ribet,nggak bikin susah orang lain. Mau jualan, ngutang, atau nagih hutang, semuanya pake cara yang baik dan santai. Good vibes only!
---
8. Si Saling Support karena Allah
Rujukan: “Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan berada di atas mimbar-mimbar cahaya.”(HR. Muslim)
Gimana Cirinya? Pertemanan dan persaudaraan mereka nggak berdasarkan kepentingan dunia,tapi karena sama-sama cinta Allah dan pengen deket ke-Nya. Friendship goals banget!
---
9. Si Manfaat Berjalan (Paling Bermanfaat Buat Orang Lain)
Rujukan: “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR. Thabrani, hasan)
Gimana Cirinya? Mereka itu kayak superhero tanpa jubah.Selalu ada buat nolong, ngajarin, ngasih makan, atau sekadar nguatin iman temannya. Hidupnya meaningful banget!
---
Kesimpulan & Hikmah
Jadi, yang dicintai Allah itu:
· Bukan yang terkenal atau tajir melintir.
· Tapi yang hatinya connected sama Allah, akhlaknya bikin nyaman, dan amalannya (meski kecil) dilakukan terus-menerus.
Relevansi di Zaman Now: Di zaman medsos,teknologi canggih, dan hidup super cepat kayak sekarang, resep ini malah makin penting.
· Takwa = Filter buat nggak nyalahin teknologi.
· Ihsan = Bikin ilmu dan skill kita jadi berkah buat banyak orang.
· Tawakal = Obat overthinking dan gelisah.
Tanpa cinta Allah, semua kemajuan bisa bikin kita lupa diri dan hampa.
---
Tips Praktis (Muhasabah Ala Anak Zaman Now):
1. Sebelum tidur, evaluasi diri: “Hari ini gue lebih dicintai Allah ato nggak, sih?”
2. Rajin-rajin baca istighfar di sela-sela scroll media sosial.
3. Cek niat sebelum ngelakuin sesuatu: “Ini buat Allah atau buat pencitraan?”
4. Jaga hati dari rasa pengen dipuji (riya) dan merasa paling bener (sombong).
---
Doa Penutup:
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk squad-Mu yang Engkau cintai dan mencintai-Mu. Aamiin.”
---
Inspirasi dari para ulama & sufi.
Versi Santai Kekinian (Tapi Tetap Sopan & Respectful)
Hasan al-Bashri: "Cinta Allah itu keliatan banget dari hati yang nggak gampang kagetan sama dunia."
Rabi‘ah al-Adawiyah: "Aku cinta-Mu, bukan demi surga apalagi takut neraka."
Junaid al-Baghdadi: "Cinta sejati itu pas kamu udah nggak egois, nggak maksa-maksa keinginanmu sendiri."
Imam al-Ghazali: "Cinta ke Allah itu muncul karena kamu kenal banget sama-Nya."
Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Mendekat ke Allah itu dengan taat, bukan cuma ngaku-ngaku doang."
Jalaluddin Rumi: "Cinta Allah tuh kayak api yang abisin semua yang selain Dia."
Testimoni Para Kyai & Ustadz Kekinian
Gus Baha: "Allah suka banget sama hamba yang jujur ngakuin kekurangannya sendiri."
Ustadz Adi Hidayat: "Dikasihi Allah itu udah package deal buat orang yang bertakwa."
Buya Yahya: "Akhlak yang baik itu bukti nyata kamu dicintai Allah."
Ustadz Abdul Somad: "Cinta ke Allah ya dibuktikan, taat aja dulu."
Buya Arrazy Hasyim: "Cinta Allah itu bikin kamu makin spiritualy aware."
Daftar Pustaka (Tetap formal ya soalnya penting)
Al-Qur’an al-Karim Shahih Bukhari dan Muslim Ihya’Ulumuddin – Imam al-Ghazali Futuh al-Ghaib– Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Ucapan Terima Kasih
Bismillah, segala puji buat Allah SWT, Rasulullah ﷺ, para ulama, guru, dan semua yang udah jaga cahaya ilmu dan cinta ini tetap hidup sampe sekarang.
Semoga tulisan sederhana ini jadi amal jariyah buat kita semua. Aamiin! 🙏
---
Catatan:
· Istilah seperti "ma'rifat" dan "zuhud" sengaja tidak di-"gaul"-kan karena merupakan istilah teknis agama yang maknanya dalam.
· Makna ayat/hadis tetap dipertahankan dengan penyampaian yang lebih santai.
· Tone-nya friendly, mudah dicerna, tapi tetap menjaga kesakralan pesan para ulama.
Semoga tulisan santai ini bermanfaat dan jadi pengingat buat kita semua. Stay blessed! ✨