SAAT ABU NAWAS MEMBUAT IMAM SYAFI’I MENANGIS 😢
Konon, Abu Nawas pernah berhadapan dengan Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i bertanya:
“Wahai Abu Nawas, apa yang membuat seseorang dekat dengan Allah?”
Abu Nawas tersenyum.
“Gini, Imam… kadang kita terlalu sibuk kelihatan baik di depan manusia, sampai lupa memperbaiki hati di hadapan Allah.”
Imam Syafi’i terdiam.
Abu Nawas melanjutkan:
“Kita rajin bicara tentang surga, tapi masih senang melihat orang lain susah.
Kita takut dosa yang kelihatan, tapi santai dengan dosa hati.
Kita sibuk menghitung amal sendiri, tapi gampang banget menghitung kesalahan orang lain.”
Imam Syafi’i mulai menundukkan kepala.
Abu Nawas berkata pelan:
“Yang paling bahaya bukan ketika kita punya banyak dosa…
tapi ketika kita sudah tidak merasa berdosa.”
Air mata Imam Syafi’i pun jatuh.
Abu Nawas berkata:
“Imam… kalau hati kita masih bisa menangis karena dosa, itu lebih baik daripada hati yang merasa dirinya sudah paling suci.”
Suasana menjadi hening.
Lalu Abu Nawas tersenyum:
“Jadi jangan sibuk mencari siapa yang paling alim, siapa yang paling ahli ibadah.
Tanya saja hati kita sendiri:
‘Setelah banyak ilmu dan amal, apakah aku semakin rendah hati… atau malah semakin merasa lebih baik dari orang lain?’”
😢 Kadang yang membuat kita menangis bukan karena mendengar sesuatu yang baru, tetapi karena mendengar sesuatu yang sebenarnya sudah lama kita tahu… namun belum kita jalankan.
Semoga Allah melembutkan hati kita.
Bukan hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga mau menjadi orang baik. 🤲
Tidak ada komentar:
Posting Komentar