Wednesday, May 27, 2026

327daq. kelima

326daq. keempat

426daq. orang-orang yang mencegah bayar zakat

 Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Ketiga: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dalam (keadaan) perutnya seperti gunung, yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang: Mereka ini adalah orang-orang yang mencegah bayar zakat, mereka mati sebelum bertaubat. Maka inilah pembalasan mereka, dan tempat mereka kembali adalah neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu didalam neraka Jahannam.” (QS. At-Taubah: 34-35)

Allah Ta’ala menjadikan setiap kepingan emas (menjadi) papan dari api neraka. Sebagaimana dalam firman Allah:

"Lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 35)

......

424daq. orang yang menyakitkan tetangga

Bab 25 Tiupan Sangkala Untuk Membangkitkan

Di dalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ketika terjadi hari kiamat, yaitu hari kerugian dan penyesalan, maka Allah Ta’ala mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 bagian.”

Pertama: Mereka dikumpulkan dari kuburnya, mereka ini tidak memiliki tangan dan kaki. Lalu ada pemanggil dari hadapan Dzat Yang Maha Penyayang. Mereka ini adalah orang-orang yang menyakitkan tetangga, mereka mati sebelum bertaubat. Maka Inilah pembalasan mereka. Dan tempat tinggal kembali mereka adalah ke neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Dan tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman yang dekat.” (QS. An Nisa’: 36)

......

423daq. malaikat maut mencabut ruhnya sendir

 Bab 22 Hancurnya Sesuatu dengan Perintah Allah Ta'ala

Didalam keterangan hadits yang lain, kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada malaikat maut untuk mencabut ruhnya sendiri, maka datanglah malaikat maut ke tempat yang ada antara surga dan neraka, lalu ia menjadikan pandangannya ke langit, untuk mencabut ruhnya sendiri, selanjutnya ia berteriak dengan sekali teriakan, kalau ada seluruh makhluk itu (masih) hidup. pasti mereka akan binasa (akibat) dari teriakannya malaikat maut. Kemudian malaikat maut berkata: “Jikalau aku mengetahui bahwa lepasnya ruh sangat sakit, pasti aku akan mencabut ruh orang mukmin dengan lebih kasihan.” Kemudian malaikat maut mati, akhirnya tidak tersisa satupun makhluk.

Didalam hadits yang lain, Allah Ta’ala berfirman: “Pergilah dar matilah diantara surga dan neraka.” Malaikat maut itu lalu mati ditempat itu, akhirnya tidak ada sesuatupun selain Allah, mak? tetaplah dunia ini dalam keadaan rusak, sesuatu yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

........


422daq. yang tersisa ada jiwa 12 jiwa

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Dan dikatakan didalam maknanya lafazh: “Illaa man SyaAllaah” yakni: yang tersisa ada jiwa 12 jiwa yaitu : Jibril, Israfil, Mikail Izrail as dan delapan malaikat yang membawa ‘Arasy.


Maka tetaplah dunia, dengan tanpa manusia, tanpa ada jin, tanpa ada setan dan tanpa ada bintang liar. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: Hai malaikat maut, sesungguhnya Aku menjadikan kamu menurut hitungannya para makhluk yang pertama sampai para makhluk yang terakhir, sebagai pembantu, dan Aku menjadikanmu memiliki kekuatannya penduduk langit dan bumi, sesungguhnya Aku memakaikan kamu pada hari ini dengan pakaian kemurkaan, maka turunlah dengan (membawa) kemurkaan-Ku dan cemeti-Ku kepada Iblis laknatullahi alaihi, berilah rasa kematian pada Iblis, bawalah pahitnya rasa mati (dari) makhluk yang dulu sampai makhluk yang terakhir kepada Iblis, dari jin dan manusia dengan dilipatgandakan, dan hendaklah yang menyertaimu itu dari malaikat Zabaniyah sebanyak 70.000, setiap seorang malaikat (membawa) rantai dari beberapa rantainya heraka Lazha kemudian Izrail memanggil-manggi malaikat agar membukakan seluruh pintu neraka, maka turunlah malaikat maut dengan membukakan pintu neraka. Turunnya malaikat maut itu dengan bentuk yang sebenarnya. Jikalau penduduk langit dan bumi yang ketujuh Ini melihat kepadanya, pasti mereka semua akan mati (karena bentuknya yang menakutkan). Lalu datanglah Izrail kepada Iblis kemudian memegangi iblis dengan pegangan yang kuat maka tiba-tiba iblis itu binasa, dan iblis itu mempunyai suara (rintihan) yang mengerikan, kalau sekiranya penduduk langit dan bumi mendengar suara (rintihannya) Iblis pasti sama binasa (mati), yang (disebabkan) dari suara itu. Lalu malaikat maut (Izrail) berkata: “Hai (makhluk) yang kotor, pasti akan aku rasakan kepadamu (sakitnya) kematian pada hari ini. Berapa dari umur yang kamu dapat? Dan berapa golongan yang kamu sesatkan?”


Kemudian iblis ini berlari ke arah timur, maka tiba-tiba malaikat sudah ada didekatnya. Terus menerus malaikat datang, dimana Iblis berlari itu, kemudian iblis berdiri di tengah-tengah dunia didekat kuburnya Nabi Adam as. seraya berkata: “Hai anak Adam, dari (sebab) arahmu aku menjadi makhluk yang diranjam dan dilaknati serta ditolak.” Maka ia berkata (lagi): “Hai malaikat maut, dengan gelas mana kamu memberi minuman aku? Dan dengan siksa apa kamu mencabut ruhku?” Maka malaikat Izrail berkata: “Dengan gelas minumannya neraka Lazha dan neraka sa’ir” Dan Iblis itu jatuh bangun di atas tanah, sehingga ketika (sampai) di suatu tempat dimana Iblis waktu itu diturunkan, dilaknati ditempat itu juga kemudian Zabaniyah benar-benar menikam kepada Iblis dengan beberapa tumbak, Zabaniyah mengambil Iblis lalu menikamnya lagi (dengan tumbak), maka pada akhirnya iblis itu tetap dalam keadaan naza’ dan sakaratul maut. Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

..........

421daq. Allah Ta’ala itu memuliakan pada para syuhada

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Didalam hadits diriwayatkan, dari Nabi saw.: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu memuliakan pada para syuhada” lima kemuliaan, dan Allah tidak pernah memuliakan dengan lima kemuliaan itu pada seseorang, dan aku tidak (termasuk) salah satu yang menerima kemuliaan itu.”

Pertama: Sesungguhnya ruhnya para Nabi itu dicabut oleh malaikat maut, dan aku (Muhammad) demikian juga. Sedangkan ruhnya para syuhada’ itu dicabut oleh Allah Ta’ala.

Kedua: Sesungguhnya para Nabi itu dimandikan setelah kematiannya, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu tidak dimandikan (ketika matinya).

Ketiga: Sesungguhnya para Nabi itu (matinya) dikafani, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu matinya tidak dikafani.

Keempat: Sesungguhnya para Nabi itu (matinya) dinamakan dengan nama “mati”, dan aku, demikian juga. Dikatakan: Telah mati (meninggal) Nabi Muhammad saw., sedangkan para syuhada’ itu hidup, tidak dinamakan (kematiannya) itu dengan nama “mati”, tetapi dikatakan hidup.

Kelima: Sesungguhnya para Nabi itu sama memberi syafa’at di hari kiamat, dan aku, demikian juga. Sedangkan para syuhada’ itu memberi syafa’at setiap hari sampai pada hari kiamat.

......


420daq. Israfil meniup sekali lagi untuk mematikan

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada Israfil agar meniup sekali lagi untuk mematikan. Maka Israfil meniup (sangkala itu) dan ia berkata: “Hai ruh-ruh yang telanjang, keluarlah dengan perintah Allah Ta’ala.” Lalu binasalah ruh itu, akhirnya matilah seluruh penduduk langit dan bumi kecuali makhluk yang dikehendaki oleh Allah. Ada yang mengatakan, mereka itu adalah para syuhada’, maka sesungguhnya mereka (para syuhada’) itu hidup di dekat Tuhan mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati: bahkan (sebenarnya) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)

.......

419daq. Allah Ta’ala masih menyimpan yang 99 rahmat

Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda:

 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu mempunyai seratus rahmat, dan dari seratus rahmat itu yang diturunkan hanya satu kepada manusia dan Jin, termasuk beberapa binatang dan beberapa binatang serangga yang ada di bumi, maka dengan rahmat satu itulah, terjadi sayang menyayangi, dan dengan rahmat satu itulah, terjadi kasih mengasihi, sedangkan Allah Ta’ala masih menyimpan yang 99 rahmat, Allah akan mengasihi dengan 99 rahmat itu kepada hambanya besok pada hari kiamat.”

418daq. Dari setiap seribu adalah 999 yang masuk ke neraka

 Bab 21 Tiupan yang Mengejutkan, Kemudian Tiupan yang Mematikan.

Nabi saw. bersabda: “Apakah kamu mengetahui, hari apa itu?” Mereka para sahabat menjawab: “Allah dan RasulNya yang mengetahui.” Maka Nabi saw. bersabda: Didalam hari itu Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Adam as.: “Bangunlah dan pilihlah dari anakmu dengan pilihan neraka.” Maka Nabi Adam as. berkata: “Berapa orang dari setiap seribu umatku.” Allah Ta’ala menjawab: “Dari setiap seribu adalah 999 yang masuk ke neraka, dan satu yang masuk ke surga.” Maka menjadi berat peristiwa hari itu, pada suatu kaum, dan mereka menangis dengan sangat serta bersedih hati. Maka Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya aku mengharapkan agar ada (dari) kamu seperempat yang menjadi ahli surga.” Kemudian Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya aku mengharapkan agar ada (dari) kamu separo yang menjadi ahli surga.” Maka para shahabat sama bergembira. Lalu Nabi saw. bersabda: “Bergembiralah kalian Semua, sesungguhnya kalian itu berada dalam beberapa umat seperti rambut satu yang terdapat di lambung unta (perut)nya, hanya Saja kalian semua adalah satu bagian dari seribu bagian.”

.........

416daq. ketika sangkala itu ditiup

 Gambaran Bentuk Sangkala

Khudaifah bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana keadaan para makhluk ketika sangkala itu ditiup?” Nabi saw. menjawab: “Hai Khudaifah, Demi Dzat yang menjadikan diriku dalam kekuasaanNya, (ketika) sangkala itu ditiup, maka terjadilah kiamat, seseorang yang mengangkat sesuap (makanan) ke mulutnya, maka belum sampai ia makan suapan itu (sudah terjadi kiamat), dan kendi yang (sudah) berada di mulut seseorang yang hendak meminumnya, maka sebelum ia minum air kendi tersebut (sudah terjadi kiamat).”

.......

415daq. Gambaran Bentuk Sangkala

 Gambaran Bentuk Sangkala


Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan sangkala itu mempunyai empat cabang, diantara cabang itu ada di maghrib (sebelah barat). satu cabang ada di masyrig (sebelah timur), satu cabang berada dibawah bumi ketujuh yang paling bawah, dan satu cabang itv terletak diatas langit ketujuh yang bagian atas. Didalam sangkals itu ada beberapa pintu (menurut) bilangan ruh. Dan di dalam sangkala (juga) terdapat 70 rumah, dan didalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para malaikat, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para jin, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para manusia, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para setan, dalam satu rumah dari tujuh puluh rumah (ditempati) ruhnya para binatang hina dan binatang melata sehingga semut, sampai sempurna ada 70 macam. Lalu Allah Ta’ala memberikan sangkala ini kepada Israfil as, Israfil itu rneletakkan sangkala itu di mulutnya, dengan menunggu, kapan ia diperintah meniup sangkala itu, maka ia akan meniup tiga kali tiupan. Tiupan pertama, mengejutkan. Tiupan kedua, mematikan. Tiupan ketiga, membangkitkan.”

......


414daq. Pengertian Ruh

 Pengertian Ruh

Ada yang mengatakan: Sesungguhnya ruh adalah jisim yang halus. Oleh karena itu, tidak boleh dikatakan: “Bahwa Allah Ta’ala itu mempunyai ruh, karena sesungguhnya Allah Ta’ala itu mustahil apabila bertempat, sebagaimana beberapa jisim.” Dan ada yang mengatakan: “Bahwa ruh itu adalah sifat.” Ada yang mengatakan: “Adalah pecahan dari udara.” Dua pendapat ini adalah ucapannya orang yang mengingkari (adanya) siksa kubur.

Disebutkan dalam sebuah hadits: Sesungguhnya orang Yahudi datang kepada Nabi saw. seraya bertanya tentang ruh dan tentang orang yang mempunyai buku, serta tentang Raja Dzulkarnain, maka turunlah ayat yang membahas tentang keadaan (persoalan) mereka yaitu surat Kahfi, serta diturunkan (ayat) tentang ruh. Firman Allah Ta’ala:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al Isra’: 85)

Dikatakan, maknanya ayat di atas: (Itu adalah ilmu Tuhanku, sedangkan aku tidak mempunyai ilmu tentang ruh). Ada yang mengatakan: “Sesungguhnya ruh itu bukanlah makhluk, karena ruh adalah perintah Allah Ta’ala, dan perintah Allah Ta’ala adalah kalamnya Allah.”

Ada yang mengatakan: Bahwa maknanya ruh itu berada di Tuhanku dengan kalimat Kun. Karena sesungguhnya perintah itu ada dua macam: (pertama) Perintah yang tetap. sebagaimana perintahnya Allah kepada hamba-hambaNya, seperti Shalat puasa, haji dan zakat. (kedua) Perintah Takwin yaitu Perintap wujud (mengadakan) sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menuru pikiranmu.” (QS. Al Isra”: 50-51)

Seperti firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata

kepadanya: “Jadilah”! maka terjadilah ia.” (QS. Yaasiin: 82)

Adapun firman Allah Ta’ala:

Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). (QS. Asy Syu’ara: 193)

Allah Ta’ala berfirman:

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershafshaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An-Naba’: 38)

Maka ada yang mengatakan bahwa makna ruh dalam ayat di atas berupa anak Adam yang dimaksudkan, sesungguhnya ruh (dari ayat diatas), adalah malaikat yang besar yang berdiri satusatu dengan berbaris. Adapun firman Allah Ta’ala kepada Nabi Adam as.:

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku.” (QS. Al Hijr: 29)

Maknanya lafazh diatas adalah: Ketika Allah membuat kejadian Nabi Adam as. Maka Aku tiupkan kedalam (tubuh) Adam ruh. Dan lafazh ruh ini, disandarkan pada kejadiannya. Ada yang mengatakan: Disandarkan pada Takrim (memuliakan).

Adapun firman Allah Ta’ala:

“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 91).

Maka itu disandarkan kepada takrim (memuliakan). Lafazh.     (menunjukkan) atas sesuatu yang sudah kami jelaskan Dan dikatakan: Bahwa maknanya lafazh: (9, Yakni malaikat Jibril as. Sedangkan pada ayat (diatas) ini lafazh Ruh adalah ruh Nabi Isa bin Maryam, karena sesungguhnya Nabi Isa diciptakan dari tiupannya malaikan Jibril as. Dan dikatakan: Bahwa maknanya ruh Itu adalah rahmat. Firman Allah Ta’ala:

“Dan menguatkan mereka dengan pertolongan.” (QS. Al Mujadilah: 22).

.....

413daq. Tempat Ruh Setelah Dicabut dari Badan

 Tempat Ruh Setelah Dicabut dari Badan

Adapun tempatnya ruh setelah dicabut dari badan atau jasad itu masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan, tempatnya didalam sangkala, dan didalam sangkala itu terdapat lubang (yang jumlahnya) menurut bilangannya seluruh binatang yang diciptakan sampai pada hari kiamat. Dan ruh ini ada yang memperoleh kenikmatan ditempat itu, ada juga yang mendapatkan siksaan ditempat tersebut.


Ada yang mengatakan, sesungguhnya ruhnya orang-orang mukmin itu berada di temboloknya burung yang hijau di tempat yang tinggi sedangkan ruhnya orang-orang kafir itu berada di temboloknya burung yang hitam di neraka.

Ada juga yang mengatakan, sesungguhnya ruhnya orang-orang mukmin ketika dicabut diangkat oleh malaikat Rahmat ke langit Yang ketujuh karena memuliakan dan mengagungkan. maka ada pemanggil dari hadapan Allah (Dzat Yang Maha Penyayang): “Tulislah ruh ini di tempat yang tinggi.” Kemudian malaikat mengembalikan ruh dalam jasadnya, dan telah dibuka pintu ke arah surga untuk ruhnya orang mukmin, maka ia bisa melihat ke tempatnya di dalam surga. sehingga sampai terjadi hari kiamat. Sedangkan ruhnya orang-orang kafir ketika dicabut diangkat oleh malaikat adzab ke langit dunia, lalu ditutup karena adanya ruh tersebut seluruh pintu langit, lalu diperintah mengembalikan ke tempat jasadnya, serta dipersempit kuburnya, selanjutnya dibuka untuk ruhnya orang kafir ini pintu ke neraka, maka ia bisa melihat ke tempatnya, sehingga sampai terjadi hari kiamat. Berdasarkan keterangan di atas inilah sabda Nabi saw. :

Sesungguhnya para mayit itu mendengarkan suara sandal kamu, hanya saja mereka tercegah dari berbicara.”


Dan sebagian ahli hikmah telah ditanya tentang tempatnya ruh setelah mati. Sebagian ahli hikmah itu menjawab: “Sesungguhnya ruhnya para Nabi as. itu berada didalam surga Adan dan ruh yang berada dalam kubur (lubang landak) itu (hanya) memperoleh kesenangan untuk jasadnya, dan para jasad itu sujud kepada Tuhannya. Sedangkan ruhnya para Syuhada’ itu berada di dalam surga Firdaus di tengah-tengah surga di dalam tembolok burung pipitnya surga. Dan ruh anak-anaknya orang musyrik itu berputar didalam surga, ia tidak mempunyai tempat sampai pada hari kiamat, kemudian ruh-ruh itu melayani orang-orang mukmin, Dan ruhnya orang-orang mukmin, yang mempunyai hutang itu digantungkan di udara, tidak sampai ke surga dan tidak sampai ke langit, sehingga dibayar hutang ruh itu dan dibalaslah olehnya menganiaya. Sedangkan ruh orang muslim yang berbuat dosa itu. disiksa didalam kubur bersama jasadnya. Ruhnya orang-orang kafir dan Munafiq itu berada di Sijjin dalam neraka Jahannam, dan diperlihatkan didalam neraka itu pada waktu pagi hari dan sore hari.”

........

410daq. ruh itu berada dalam kumpulnya beberapa binatang

 Bab 19 Ruh yang Telah Keluar itu, Datang ke Kuburnya dan Rumahnya.

Ada pendapat yang mengatakan: “Sesungguhnya ruh itu berada dalam kumpulnya beberapa binatang, tidak berada di dalam badan tetapi dalam satu bagian dari beberapa bagian yang tidak bisa dibuktikan dengan dalil. Sesungguhnya seseorang yang dilukai dengan satu luka, maka ia bisa mati, karena sesungguhnya luka itu (tepat) mengenai tempat yang didalamnya ditempati oleh ruh.”

409daq. keluarlah ruh-ruh orang yang sudah mati dari kuburnya.

 Bab 19 Ruh yang Telah Keluar itu, Datang ke Kuburnya dan Rumahnya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ra.: Ketika pada hari Raya, hari Asyura’, hari Jum’ah yang pertama dari bulan Rajab, malam pertengahan dari bulan Sya’ban, dan malam qadar (lailatu Qadar), serta malam Jum’ah, keluarlah ruh-ruh orang yang sudah mati dari kuburnya lalu mereka sama berdiri di pintu rumahnya masing-masing, seraya berkata: “Kasihanilah kepada kami di malam ini yang (penuh) berkah dengan bersedekah atau sesuapan (makanan untuk sedekah), maka sesungguhnya kami membutuhkan kepada sedekah, kalau kamu bakhil dan tidak mau memberikan sedekah (yang ditujukan kepada kami), maka ingatlah kepada kami dengan membaca Al Fatihah di malam ini yang penuh berkah, adakah dari seseorang yang mengasihi kepada kami? Adakah dari seseorang yang (masih) ingat pengembaraan kami? Hai orang yang berdiam di rumah kami! Hai orang yang menikahi Istri kamil hai orang yang menempat luasnya gedung kami! Kami sekarang berada dalam sempitnya kubur Hai orang yang membagi harta kami! Hat orang yang masih ingat pengembaraan kami, dan bukumu itu masih digelar. Dan tidak ada pakaian bagi mayit dalam kuburnya, maka kamu jangan lupa kepada kami dengan sepotong rotimu (untuk sedekah) dan doa kamu. Maka sesungguhnya kami ini membutuhkan kepada kamu untuk selamanya,”

Kalau mayit Itu mendapatkan sedekah dan doa dari keluarganya, maka ia kembali dengan senang dan bergembira. Dan kalau ia tidak mendapatkan (sedekah dan doa dari yang hidup), maka ia kembali dengan bersedih hati dan terhalang serta putus dari keluarganya.

......

408daq. ruhnya berputar-putar di sekitar rumahnya

 Bab 19 Ruh yang Telah Keluar itu, Datang ke Kuburnya dan Rumahnya.

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: Ketika seorang mukmin meninggal, maka ruhnya berputar-putar di sekitar rumahnya dalam masa satu bulan. Maka ruh ini melihat kepada apa yang ditinggalkannya (diantaranya) dari hartanya, bagaimana (caranya) harta itu dibagi. Dan bagaimana hutang-hutangnya dibayar. Maka ketika telah sempurna (masa) satu bulan, kembalilah ruh ini ke lubangnya (kuburnya), lalu berputarlah ruh ini setelah itu, sehingga sempurna atas (kematian) mayit itu masa satu tahun, maka melihatlah mayit tersebut pada orang yang mendoakan kepadanya, dan barangsiapa yang bersedih atas mayit ketika telah sempurna masa satu tahun, maka diangkatlah ruhnya ke tempat kumpulnya para ruh sampai hari kiamat, maksudnya, yaitu hari ditiupnya sangkala. Allah Ta’ala berfirman:

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)

Ada yang mengatakan yang bersama para malaikat itu adalah ruh dan raihan. Dan ada yang mengatakan: Bahwa yang dimaksudkan dengan ruh pada ayat diatas adalah malaikat yang agung yang turun untuk melayani orang-orang mukmin, Sebagaimana yang ada dalam firman Allah Ta’ala:

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf shuf ” (QS. An-Naba’: 38)

Ada yang mengatakan, bahwa makna lafazh: ruh adalah anak turun Adam, dan ada juga yang mengatakan, bahwa lafazh ruh itu adalah malaikat Jibril as. Dan ada yang mengatakan, bahwa lafazh ruh itu adalah ruhnya Nabi Muhammad saw. yang ada di bawah Arasy. Ruh ini memohon izin pada Allah Ta’ala di malam Qadar (lailatul Qadar) turun untuk memberi salam atas seluruh orang mukmin dan mukminat, maka berjalanlah ruh atas (tempat) mereka.

Ada yang mengatakan, bahwa ruh itu adalah ruhnya para kerabat yang sudah mati, seraya berkatalah para ruh: “Ya Tuhan kami, izinkanlah kepada kami, sehingga kami bisa melihat anak-anak kami dan keluarga kami.” Maka turunlah ruh itu di malam Qadar (lailatul qadar).

.......


407daq. Malaikat "Kiraman Katibin"

 Bab 18 Mensifati Malaikat "Kiraman Katibin"

Menamakannya para malaikat itu dengan “Kiraman Katibin” karena mereka ketika menulisi tentang suatu kebaikan, mereka naik dengan membawa kebaikan itu ke langit dan menghaturkannya kepada Allah Ta’ala. Sedangkan para malaikat itu mensaksikan atas perbuatan itu. Maka mereka mengatakan: “Sesungguhnya hambamu Fulan….telah melakukan kebaikan demikian….dan demikian…….” Dan ketika para malaikat itu menulis pada seorang hamba tentang suatu keburukan, para malaikat itu membawanya naik ke langit menghaturkan keburukan itu dengan disertai (perasaan) bersedih hati. Maka Allah Ta’ala bertanya: “Hai malaikat Kiraman Katibin, apa yang dilakukan oleh hamba-Ku?” Para malaikat itu berdiam diri, sehingga bertanya untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya. Berkatalah para malaikat itu: “Ya Tuhan kami, Engkaulah Dzat yang menutupi segala celanya. Sesungguhnya mereka itu sama membaca kitab-Mu setiap hari, dan mereka mengharapkan kami menutupi.” Dan para hamba itu membaca:

“Yang mulia (disisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kau kerjakan.” (QS. Al-Infithaar: 11-12)

Maka sesungguhnya kami ini menutup cela para hamba itu, dan Engkau Dzat Yang Maha mengetahui sesuatu yang ghaib (samar dan karena inilah mereka para malaikat dinamakan “Kiraman Katibin”.

.....

406daq. dialog malaikat kanan dan kiri

 Bab 18 Mensifati Malaikat "Kiraman Katibin"

Dan diriwayatkan dari Nabi saw.: Sesungguhnya malaikat yang menjaga (bagian) kanan percaya atas malaikat yang menjaga (bagian) kiri yang menulisi keburukan seorang hamba. Ketika seorang hamba melakukan keburukan di saat malaikat yang ada disebelah kiri akan menulisi keburukannya, maka berkatalah malaikat yang menjaga (bagian) kanan kepada malaikat yang menjaga (bagian) kiri: “Tunggulah sampai tujuh jam.” Jika hamba itu memohon ampun pada Allah Ta’ala, maka malaikat yang menjaga (bagian) kiri tidak menulisi (keburukannya). Dan kalau tidak memohon ampun (taubat) pada Allah Ta’ala, maka malaikat yang menjaga (bagian) kiri akan menulisi keburukannya. Ketika seorang hamba telah dicabut (nyawanya) kemudian diletakkan dalam kuburnya, berkatalah dua malaikat itu: “Ya Tuhan kami, kami Serahkan hamba Engkau ini, kami telah menulisi amal perbuatannya, dan Engkau telah mencabut ruhnya, maka izinkanlah kepada kami, kami akan naik ke langit,” Lalu berfirmanlah Allah Ta’ala: “Langit ini telah penuh oleh para malaikat yang sama membaca tasbih, maka kembalilah kamu berdua, dan bacalah tasbih kepada-Ku diatas kubur hamba-Ku, bacalah takbir dan tahlil serta tulislah untuk hambaKu, sampai Aku membangkitkan dari kuburnya,” Dan Allah Ta’ala berfirman:

“Yang mulia (disisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan. pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithaar: 11-12)

......

405daq. ada lima malaikat

 Bab 18 Mensifati Malaikat "Kiraman Katibin"

Di dalam riwayat yang lain: “Ada lima malaikat, dua malaikat berada di waktu malam, dua malaikat berada di waktu siang. da! satu malaikat tidak berpisah dalam waktu dari beberapa waktu. Demikian itulah yang ada dalam firman Allah Ta’ala :

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 11)


Yang dimaksudkan dengan lafazh: “Mu’aqqibat” adalah malaikat malam dan malaikat siang, yang menjaga (makhluk) dari jin dan manusia, serta para setan. Sedang dua malaikat yang menulisi kebaikan dan keburukan, yang berada diantara dua bahu (manusia) dan pena kedua malaikat itu adalah lisannya, tempat tintanya adalah mulutnya, untuk tintanya adalah air liurnya. Kedua malaikat itu menulisi amal perbuatan manusia sampai matinya.

............

403daq. malaikat Munkar dan Nakir masuk

 Bab 16 Malaikat yang Masuk Sebelum Munkar-Nakir.

Kemudian masuklah setelah itu, malaikat Munkar dan Nakir seperti masuknya malaikat yang pertama. Ketika orang yang maksiat ini melihat pada bukunya pada hari kiamat, maka Allah memerintahkan untuk membacanya, lalu membacalah hamba itu tentang kebaikan-kebaikannya, ketika sampai pada keburukannya ia berdiam, maka Allah Ta’ala berfirman: “Kenapa kamu tidok membaca?” Hamba itu menjawab: “Aku merasa malu pada Engkau.” Allah Ta’ala berfirman: “Kenapa engkau tidak merasa malu waktu d dunia, dan sekarang kamu merasa malu pada Aku.” Lalu hamba menyesal dan (tetapi) penyesalannya itu tidak bermanfaat. Allah Ta’ala berfirman:

“(Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Haqqah: 30-31)

400daq. orang yang mengenyangkan orang yang lapar

 Amal yang Menyebabkan Siksa Kubur

Diriwayatkan dari Nabi saw.: Ada empat golongan dimana Allah mendatangkan mereka besok pada hari kiamat di atas mimbar dari nur, dan Allah memasukkan mereka di dalam rahmatnya. Lalu ditanyakan: “Siapa mereka itu ya Rasulullah?” Maka Nabi saw. menjawab: “Yaitu orang yang mengenyangkan orang yang lapar, atau mempersiapkan kepada orang yang perang di Jalan Allah, atau membantu orang yang lemah, serta menolong orang yang dianiaya.”

.......

399daq. Amal yang Menyebabkan Siksa Kubur

 Amal yang Menyebabkan Siksa Kubur


Diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili ra.: Ketika seseorang meninggal dan telah diletakkan dikuburnya, maka datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya, kemudian menyiksa hamba itu, serta memukulnya dengan sekali pukulan dengan (memakai) palu, maka tidak tersisa sedikitpun anggauta dari hamba tersebut kecuali terpotong-potong, dan api menjilat-jilat di kuburnya. Kemudian malaikat berkata: “Berdirilah dengan seizin Allah.” Ketika hamba ini duduk dengan tegap, maka menjeritlah hamba tersebut dengan suatu jeritan, yang bisa didengar oleh segala sesuatu yang ada diantara langit dan bumi kecuali jin dan manusia. Dan hamba itu berkata kepada malaikat: “Kenapa kamu berbuat demikian, dan kenapa kamu menyiksaku, padahal aku benar-benar melakukan shalat, dan memberikan zakat, serta aku berpuasa di bulan Ramadlan.” Maka menjawablah malaikat itu: “Aku menyiksamu, karena sesungguhnya kamu pada suatu hari lewat di dekat orang yang dianiaya, dan orang itu meminta pertolongan kepadamu, akan tetapi kamu tidak menolongnya. Dan pada suatu hari kamu shalat, (dimana) kamu tidak mensucikan air kencingmu.”

Maka menjadi jelaslah dengan hadits ini, sesungguhnya menolong orang yang dianiaya itu adalah wajib, sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi saw.: “Barang siapa yang melihat orang yang dianiaya, lalu orang itu minta tolong dengannya dan ia tidak menolongnya, maka orang ini akan dipukul dalam kuburnya dengan seratus cambukan dari neraka.”

.......

398daq. Keistimewaan Orang yang Meninggal Pada Hari Jum’at

 Keistimewaan Orang yang Meninggal Pada Hari Jum’at


Nabi saw. bersabda: “Barang siapa yang meninggal di hari Jum ‘ah, maka Allah mengamankannya dari fitnah kubur.”

397daq. Keadaan Orang Jelek Ketika Akan Meninggal

 Keadaan Orang Jelek Ketika Akan Meninggal


Nabi saw. bersabda: Kalau hamba itu (termasuk) golongan dari ahli yang celaka (durhaka) ketika datang kematiannya, maka turunlah kepada hamba:tersebut malaikat dari langit, dan malaikat itu (membawa) pakaian siksa, lalu duduk menjauh dari hamba tersebut, kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di dekat kepalanya, seraya berkata: “Hai jiwa yang kotor! keluarlah kepada murka Allah Ta’ala.”


Nabi saw. bersabda: Akhirnya keluarlah ruh dari badannya, sebagaimana keluarnya perasan air dari bulu yang basah. Ketika ruh ini keluar dari jasadnya, maka ruh itu dilaknati oleh segala sesuatu yang menemuinya antara langit dan bumi. Dan yang mendengar (atas jeritan) ruh ini segala sesuatu kecuali jin dan manusia. Maka malaikat (membawa) naik ruh itu ke langit dunia, ketika malaikat yang membawa ruh tersebut sampai di langit, maka ditutuplah pintu langit karena adanya ruh itu, kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah (Dzat Yang Maha Penyayang): “Kembalikan ruh itu kepada tempat tidurnya.” Malaikat itu mengembalikan ruh ke kuburnya, lalu datanglah pada mayit malaikat Munkar dan Nakir dengan bentuknya lebih menakutkan bila dibanding dari sesuaty yang menakurkan dan suaranya bagaikan petir, penglihatannya bagaikan kilat yang menyambar, dan kedua malaikat itu bisa merobekkan bumi dengan taringnya, kemudian keduanya mendudukkan mayit ini, seraya bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Maka mayit menjawab: “Aku tidak mengerti.” Lalu ada pemanggil dari arah samping kubur: “Pukullah mayit.” Kedua malaikat memukul mayit dengan gada dari besi. Jikalau dikumpulkan seluruh makhluk tak akan mampu memindahkan gada itu (dari tempatnya), akibat cambukan tersebut menyalalah api dari gada itu, selanjutnya kuburnya mempersempit mayit, akhirnya menjadi bercampurlah tulang rusuknya. Kemudian datanglah kepada mayit ini seorang lelaki yang sangat jelek wajahnya yang busuk baunya. Lelaki itu berkata: “Semoga Allah membalas keburukanmu, demi Allah kamu tidak pernah beramal shalih, bahkan kamu melakukan keteledoran dengan melambatkan berta’at, dan cepat dalam melakukan maksiat. Dan mayit ini bertanya: “Siapa kamu, aku belum pernah melihat di dunia orang yang seburuk kamu?” Lelaki itu menjawab: “Aku adalah amalmu yang kotor.” Kemudian dibukalah untuk mayit pintu ke neraka, maka melihatlah mayit pada tempatnya di dalam neraka. Akhirnya tidak henti-hentinya (siksa pada mayit) yang demikian itu, sehingga sampai terjadi hari kiamat. Dan ada yang mengatakan: “Bahwa orang mukmin di fitnah dalam kuburnya selama tujuh hari, sedangkan orang kafir difitnah dalam kuburnya selama empat puluh hari.”

......

396daq. Aku adalah amalmu yang shalih

 Keadaan Orang Mukmin Ketika Akan Meninggal

Nabi saw. bersabda: Kemudian datanglah pada mayit tersebut seorang lelaki yang rupawan wajahnya dan pakaiannya harum baunya, lelaki itu berkata kepada mayit: “Bergembiralah kamu dengan apa yang bisa menggembirakan dirimu, ini adalah harimu, dimana kamu (dahulu) pernah dijanji dengan hari ini.” Maka berkatalah mayit kepada lelaki itu: “Siapa kamu, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, aku tidak pernah melihat di dalam dunia orang yang tampan dari kamu?” Lelaki itu berkata kepada mayit: “Aku adalah amalmu yang shalih.” Maka mayit berkata: “Apakah telah terjadi hari kiamat, sehingga aku kembali kepada ahliku.”

.......

395daq. bau surga

 Keadaan Orang Mukmin Ketika Akan Meninggal

Nabi saw. bersabda: Para malaikat tidak (membawa) naik yang (melewati) atas malaikat (yang lain), kecuali mereka sama bertanya: “Apa bau harum ini?” Malaikat itu menjawab: “Ini adalah bau ruhnya Fulan.” Kemudian malaikat itu menyebutkan kebaikan namanya Fulan, sebagaimana Fulan itu dipanggil dengan ruhnya di dunia. Tatkala para malaikat yang membawa ruh itu telah sampai ke langit. mereka minta dibukakan, maka dibukalah untuk mereka pintu langit, akhirnya malaikat mengantarkan ruh dari setiap langit sampai ke langit yang ke tujuh. Sesampai disana ada pemanggil dari hadapan Allah: “Menulislah kalian di buku mayit ini didalam tempat yang tinggi.” Selanjutnya malaikat mengembalikan ruh hamba tersebut ke bumi, sebab mayit itu dijadikan dari bumi, sebagaimana yang sudah diterangkan dalam firman Allah Ta’ala:

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu, dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55).

Nabi saw. bersabda: Akhirnya malaikat itu mengembalikan ruh kepadajasadnya, lalu datanglah kepada mayit tersebut dua malaikat yang sangat menakutkan, kedua malaikat ini mendudukkan mayit itu seraya bertanya kepada mayit: “Siapa Tuhanmu?” sampai akhir pertanyaan. Kemudian kedua malaikat itu bertanya kepada mayit: “Apa yang kamu katakan kepada lelaki ini, yang diutus kepadamu, yakni Nabi Muhammad saw.?” Maka mayit itu berkata: “Dia adalah utusan Allah dimana Allah telah menurunkan Al Qur’an kepadanya, juga aku beriman dengannya dan aku membenarkannya.” Lalu ada pemanggil dari langit: “Benar hambaku ini, maka gelarlah untuknya tikar dari surga, dan pakaikanlah dengan pakaian dari surga, dan bukalah untuknya pintu dari surga!”

Nabi saw. bersabda: “Dan sampailah kepada hamba itu bau surga, termasuk harumnya surga, dan dilapangkan kuburnya untuk mayit itu sejauh (mata) memandang.”

.......

394daq. Keadaan Orang Mukmin Ketika Akan Meninggal

 Keadaan Orang Mukmin Ketika Akan Meninggal


Didalam hadits diceritakan: Sesungguhnya orang mukmin ketika akan meninggal dunia dan menghadap ke akhirat, maka dia didatangi beberapa malaikat dari langit yang putih wajahnya, seakan-akan wajah para malaikat itu (bagaikan) matahari, dan malaikat itu membawa kain kafan dari kain kafannya surga dan membawa kayu cendana dari kayu cendananya surga, lalu para malaikat duduk di dekat hamba sejauh penglihatan, kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata:

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (QS. Al Fajr: 27-28)

Nabi saw. bersabda: “Maka ruh itu keluar dan mengalir dari badannya, sebagaimana mengalirnya setetes air dari minuman, lalu para malaikat mengambil ruh dan meletakkan di atas sesuatu yang ada dihadapannya, kemudian dimasukkan ke dalam kain kafan itu, maka keluarlah dari kain kafan itu bau, seperti bau minyak misik.”

.......

392daq. tertusuk duri

 Tanda-tanda Hamba yang Beruntung dan yang Tidak Beruntung

Abu Aswad berkata: Kami berada di dekat Aisyah ra. ketika khimah itu runtuh menimpa manusia, maka mereka tertawa lalu berkatalah Aisyah ra.: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada dari orang mukmin yang tertusuk duri kecuali diangkat kebaikan baginya, dan dilebur keburukan darinya.”

........

391daq. Tanda-tanda Hamba yang Beruntung dan yang Tidak Beruntun

 Tanda-tanda Hamba yang Beruntung dan yang Tidak Beruntung


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Aku tidak mengeluarkan seorang hamba dari hamba-hamba-Ku, dimana menghendaki memaafkan kepadanya, kecuali Aku akan mengurangi sesuatu dari amalnya dengan jalan memberikan penyakit di badannya, atau dengan memberikan kesulitan dalam penghidupannya “atau dengan memberikan sesuatu yang bisa menimpa kesedihan hati. Jika masih tetap atas diri hamba itu berbuat sesuatu yang buruk, maka Aku akan memberatkan dirinya ketika mati, sehingga hamba itu bertemu Aku. Jika tidak ada keburukan atas diri hamba, maka demi kemuliaan-Ku, dan demi keagungan-Ku, Aku tidak mengeluarkan seorang hamba dari hamba-hamba-Ku dan Aku menghendaki mengampuni dirinya kecuali Aku akan menepati janji kepadanya pada setiap kebaikan amalnya baik serta memberikan kesehatan di tubuhnya, dan memberikannya kegembiraan termasuk kelapangan di dalam rizkinya. Dan kalau masih tetap melakukan kebaikan, maka Aku akan memudahkan dirinya ketika mati sehingga hamba itu bertemu Aku.”

........

390daq. Malaikat Munkar dan Nakir

 Awal yang Menyebabkan Selamat dari Siksa Kubur

Kemudian turunlah dua malaikat yang kasar, yang bisa merobekkan bumi dengan kukunya, kedua malaikat itu adalah Munkar dan Nakir, lalu keduanya duduk, seraya bertanya kepada mayit: “Siapa Tuhanmu?” sampai akhir pertanyaan. Jika mayit ini (termasuk) golongan dari ahli yang beruntung (bahagia), maka mayit itu menjawab: “Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Islam agamaku. ” Kedua malaikat itu akan berkata kepada mayit: “Tidurlah kamu, sebagaimana tidurnya pengantin (baru).” Kemudian kedua malaikat itu membuka lubang untuk mayit di dekat kepalanya, hingga mayit itu bisa melihat melalui dari lubang tersebut itu kepada rumah dan tempatnya di dalam surga. Akhirnya kedua malaikat itu kembali bersama ruh ke langit, dan menjadikan ruh tersebut berada di dalam lampu gantung yang digantungkan di Arasy.

.........

389daq. Awal yang Menyebabkan Selamat dari Siksa Kubur

 Awal yang Menyebabkan Selamat dari Siksa Kubur


Abu Al Laits berkata: “Barang siapa yang menghendaki agar selamat dari siksa kubur, maka wajib baginya agar menetapkan empat perkara dan menjauhi empat perkara.”


Adapun empat perkara yang harus ditetapi itu, antara lain: memelihara shalat, sedekah, membaca Al Qur’an dan membaca tasbih, sesungguhnya perkara ini bisa menerangi kubur dan melapangkan kubur. Adapun empat perkara yang harus dijauhi antara lain: berdusta, berkhianat, mengadu domba dan kencing di badan.

Nabi saw. telah bersabda:

“Sucikanlah air kencing itu, maka sesungguhnya kebanyakan Siksa kubur akibat dari air kencing.”

.........

386daq. ketika ruh ditarik

 Bab 15 Keluarnya Ruh dari Badan

Dan diantara manusia itu ada yang ditarik ruhnya dengan penarik, diantara manusia ada juga yang dicabut ruhnya dengan pencabut, dan diantara manusia ada yang diluluskan ruhnya dengan penghulus yang kuat.

........

388daq. ruh itu kembali kepada jasadnya

 Bab 15 Keluarnya Ruh dari Badan

Ketika jenazah itu ke dibawa menuju kuburnya, maka Allah memerintahkan agar ruh itu kembali kepada jasadnya sebagaimana halnya waktu di dunia.

Ada beberapa pendapat tentang riwayat ini: Sebagian ulama berkata: “Ruh itu dikembalikan di dalam jasadnya, sebagaimana yang ada (waktu di dunianya), kemudian ia duduk dan ditanya.”

Sebagian ulama berkata: “Adanya pertanyaan itu kepada ruh, tidak kepada jasadnya.”

Sebagian ulama yang lain berkata: “Ruh itu masuk ke dalam jasadnya sampai ke dadanya.”

Ulama yang lain berkata: “Adanya ruh itu berada antara jasad dan kain kafannya.”

Dalam setiap pendapat itu, ada keterangan dari beberapa Atasar (pendapat/perkataan shahabat) dan hadits shahih, menurut ahli ilmu agar seorang hamba mengakui adanya siksa kubur, dan tidak tersibukkan oleh bagaimana keadaan mayit itu.

........



387daq. mengambil ruh di tenggorokan

 Bab 15 Keluarnya Ruh dari Badan

Ketika ruh itu sampai di tenggorokkan, baru malaikat maut mengambilnya, kalau orang itu dari golongan ahli yang beruntung (bahagia), maka memanggillah malaikat rahmat. Dan kalau orang itu (termasuk) dari golongan ahli celaka, maka memanggilah malaikat adzab. Lalu malaikat itu mengambil nyawa (ruh) dan membawanya naik ke hadirat Tuhan semesta alam. Jika orang itu (termasuk) golongan dari ahli yang beruntung (bahagia), maka Allah berfirman: “Kembalikan ruh itu ke badannya, sehingga ruh itu melihat apa yang terjadi pada jasadnya.” kemudian Malaikat itu turun bersama-sama ruh (nyawa), kemudian para malaikat meletakkan ruh itu di tengah rumah. Akhirnya ruh itu melihat pada orang yang susah atas kematiannya dan orang yang tidak merasa susah atas kematiannya, akan tetapi ruh itu tidak mampu berbicara.

.....

384daq. Sabar itu ada tiga macam

 Bab 14 Sabar atas Musibah

Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata: “Sabar itu ada tiga macam: Pertama, bersabar kepada taat. Kedua, bersabar (meninggalkan) maksiat. Ketiga, bersabar atas musibah. Maka barang siapa yang bersabar atas ketaatan, Allah akan memberinya seratus derajat, setiap derajat itu (jaraknya) antara langit dan bumi. Dan barangsiapa bersabar atas musibah, maka Allah akan memberinya pahala dengan tanpa dihisab.”

.........

383daq. Bersabar atas cobaan

 Bab 14 Sabar atas Musibah

Imam Abu Al Laits berkata: “Bersabar atas cobaan, dan ingat pada Allah ketika terjadi musibah adalah bagian dari sesuatu yang wajib atas manusia, karena sesungguhnya apabila ingat Allah pada tempat itu, ini (berarti) manusia itu ridha dari ketentuan Allah dengan ketentuan dan bisa menghinakan kepada setan.”

........

382daq. Sabar atas Musibah

 Bab 14 Sabar atas Musibah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., sesungguhnya Nabi saw. bersabda: Sesuatu yang pertama kali ditulis dengan galam di dalam Lauhul Mahfudh mengenai perintah Allah Ta’ala adalah:

 “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, Muhammad adalah hamba-Ku dan rasul-Ku, dan pilihan-Ku dari makhluk-Ku adalah orang yang pasrah kepada ketentuanKu, dan sabar atas cobaan-Ku, dan bersyukur karena nikmatnikmat-Ku, maka Aku menulisinya sebagai orang yang benar. Aku akan membangkitkannya beserta orang-orang yang benar pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak pasrah kepada ketentuan-Ku dan tidak sabar atas cobaan-Ku, serta tidak mau bersyukur atas nikmat-nikmatKu, maka hendaklah keluarlah dari bawah langit-Ku, dan carilah Tuhan selain Aku.”

......


381daq. wanita menangisi mayit

 Bab 13 Menangisi Pada Mayit.

Diriwayatkan dari Wahb bin Kisan ra.: “Sesungguhnya Umar melihat seorang wanita yang menangisi mayit, lalu ia mencegah wanita itu.” Maka Nabi saw. bersabda: “Tinggalkan wanita itu hai Bapaknya Hafsah, sesungguhnya mata yang menangis itu menunjukkan hati susah, dan janji itu baru datangnya.”

.........

380daq. nabi menangisi putranya

 Bab 13 Menangisi Pada Mayit

Diriwayatkan dari Nabi saw.: Sesungguhnya Nabi saw, tatkala putranya Ibrahim as meninggal dunia, maka mengalirlah air matanya. Lalu Abdurrahman bin Auf berkata kepada Nabi saw: “Ya Rasulullah saw. bukankah engkau telah mencegah kami menangis.” Maka Rasulullah saw. menjawab: “Sesungguhnya aku mencegah kamu dari dua suara, yang laju keduanya, yang dungu keduanya, yaitu suara tangis yang meratap dan suara nyanyian, dengan mencakari wajahnya dan merobek-robek saku bajunya, tetapi (mengalirnya air mataku) ini adalah rahmat, Allah Ta’ala menjadikan rahmat di dalam hatinya orang-orang yang penyayang.” Nabi saw. bersabda: “Bila hati itu susah, maka air mata itu akan mengalir.”

.......

379daq. menjerit di kuburan

 Bab 13 Menangisi Pada Mayit

Ada suatu riwayat: Ketika Hasan bin Ali meninggal, maka isterinya menunggui di kuburnya dalam masa satu tahun, tatkala di awal tahun, dikeraskanlah suaranya, sehingga suara itu bisa di dengar dari arah kuburan: “Adakah kalian semua mendapatkan apa yang telah tiada pada kalian.” Dan mereka mendengarkan juga suara dari arah samping kuburan yang lain berseru: “Kalian semua telah berbuat buruk, maka bubarlah kalian semua.”


377daq. jeritan di dalam rumah

 Dalam hadits diceritakan: Ketika anak Adam meninggal, berkumpul jeritan di dalam rumahnya, maka berdirilah malaikat maut pada pintu rumahnya, seraya berkata kepada mereka: “Jeritan apa ini, demi Allah, aku tidak mengurangi dari salah Seorang kamu suatu umur, dan tidak mengurangi rizki, aku juga tidak menganiaya salah seorang kamu, jika jeritanmu itu (disebabkan) dari aku, maka aku ini adalah seorang hamba yang diperintah, dan jika adanya jeritan itu (disebabkan) dari mayit, maka hal itu adalah yang terpaksa. Dan jika adanya jeritan itu (disebabkan) dari Allah Ta’ala maka kamu semua adalah orang yang bodoh kepada Allah Ta’ala, demi Allah, sesungguhnya diriku ini, akan kembali kepadamu kemudian kembali lagi.”

.......

376daq. Musibah atas Diri Mayit

 Bab 12 Musibah atas Diri Mayit

Diceritakan dalam suatu hadits: “Sesungguhnya orang yang terkena musibah (kematian), dengan merobek pakaiannya atau memukul-mukul dada, seakan-akan ia mengambil tumbak untuk memerangi Allah Ta’ala.”


Diriwayatkan, dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghitamkan pada pintu atau pakaian ketika terjadi musibah, atau memukuli pada tokonya atau menebangi pohon, atau memotong rambut, maka akan dibangun untuknya setiap rambut satu rumah dari api neraka. Allah Ta’ala tidak akan menerima pentasarufannya dan sedekahnya selama hal itu masih tetap hitam diatas pintunya. Dan Allah akan menyempiikan kuburnya si mayit, serta akan menguatkan hisabnya, dan si mayit itu akan dilaknati oleh seluruh malaikat yang ada di langit dan di bumi, akan ditulis atas mayit itu seribu kesalahan, dan mayit itu akan bangkit dari kuburnya dengan keadaan telanjang. Barangsiapa yang merobek-robek sakunya, (ketika) terkena musibah, maka Allah akan merobek-robek agamanya. Dan kalau orang itu menampari pipi atau mencakari wajahnya, maka Allah Ta’ala mengharamkan kepadanya melihat kepada Dzatnya Yang Mulia.”

......

375daq. bobot Bismillahirrahmannirrahim

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan: Sesungguhnya malaikat maut itu masuk pada seorang lelaki di negeri Iskandaria, lelaki itu bertanya: “Siapa kamu?” Malaikat itu menjawab: “Aku adalah Malaikat maut.” Lelaki itu gemetaran terlihat pada ruas-ruasnya, yaitu daging yang ada diantara lambung dan bahunya. Malaikat maut itu berkata kepada lelaki itu: “Apa yang aku lihat ini?” Lelaki itu menjawab: “Karena aku takut dari api neraka.” Malaikat itu berkata kepada lelaki tersebut: “Aku tuliskan untukmu satu kalam yang bisa menyelamatkan dari api neraka.” Lelaki itu berkata: “Ya.” Maka malaikat itu meminta buku, lalu menuliskan lafazh     seraya berkata: “Kalimat ini bisa membebaskan dari api neraka.”

Ada seorang yang arif mendengarkan lelaki yang membaca  ...     maka ia berkata: “Nama Dzat yang terkasih ada pada kalimat ini, sehingga ia bisa melihat pada kekasihnya.” Kemudian orang-orang berkata: “Sesungguhnya dunia ini beserta malaikat mautnya tidak bisa menyamai sedikitpun (pada bobot Bismillahirrahmannirrahim).” Dan aku berkata: “Sesungguhnya dunia tanpa malaikat maut, tidak bernilai apa-apa sedikitpun, karena sesungguhnya malaikat maut itu menyampaikan kekasih kepada yang dikasihi.”

........

374daq. kubur itu telah pecah

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Berdasarkan hadits ini, ada sebuah cerita dari Abi Qilabah ra., hikayat itu diceritakan: Sesungguhnya Abi Qilabah bermimpi di dalam tidurnya seolah-olah kubur itu telah pecah dan mayitmayitnya sama keluar dari kuburnya, lalu mayit-mayit itu duduk di tepi kuburan, seolah-olah diantara kedua tangan setiap seorang dari mereka terdapat nampan yang terbikin dari nur, maka aku bertanya kepadanya: “Aku tidak melihat diantara kedua tanganmu terdapat nur.” Lalu mayit itu berkata: “Sesungguhnya mereka itu mempunyai anak dan beberapa teman yang menghadiahkan kebaikan kepadanya, mereka sama bersedekah (di dunia) untuk ditujukan kepada mereka (yang mati) dan nur inilah hasil dari apa yang mereka hadiahkan kepada mereka (yang mati), dan aku ini mempunyai seorang anak yang tidak shalih, serta tidak mau mendoakan kepadaku, dan tidak yang ditujukan kepadaku, oleh karena itu, aku ini tidak mempunyai nur, dan aku ini merasa malu diantara tetangga-tetanggaku.”

Tatkala Abi Qilabah terbangun, ia lalu memanggil anaknya lelaki itu, dan menceritakan apa yang diimpikannya, maka anaknya berkata: “Aku bertaubat dihadapan Tuan, dan aku tidak akan kembali kepada apa (yang pernah aku lakukan) untuk selamanya.” Lalu anaknya lelaki itu tersibukkan oleh ketaatan (kepada Allah), dan berdoa, serta bersedekah yang ditujukan kepada bapaknya.

Dan tatkala telah lewat atas diri Abu Qilabah masa (yang lama), maka Abi Qalabah bermimpi sekali lagi dalam tidurnya, tentang kubur dan keadaannya, ia melihat ada nur di hadapan lelaki itu, nur itu lebih terang dari pada sinar matahari, dan lebih banyak dibandingkan dari nur teman-temannya. Maka lelaki itu berkata: “Semoga Allah membalas kebaikanmu, dan aku telah selamat dari rasa malu kepada tetangga.”

.......


373daq. Ketika orang-orang meletakkan mayit di dalam luang landak (kuburnya)

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Ketika orang-orang meletakkan mayit di dalam luang landak (kuburnya), berkatalah mayit itu: “Demi Allah, ahli warisku, aku tidak mengumpulkan harta yang banyak dari dunia ini kecuali aku meninggalkannya buat kamu, maka ingatlah kamu kepadaku, dengan memperbanyak kebaikanmu yang pernah aku ajarkan kepadamu tentang (isi) Al-qur’an dan tata krama, maka janganlah kamu melupakan aku dari mendoakan (kepadaku).”

........


372daq. Ketika orang-orang meletakkan mayit di dekat kuburnya,

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Ketika orang-orang meletakkan mayit di dekat kuburnya, maka berkatalah mayit itu: “Demi Allah, hai golonganku, dan hai saudarasaudaraku aku ini mendoakan kepada kamu, (tetapi) kamu tidak mau mendoakan kepadaku.”

........

371daq. ketika sebagian ahlinya dan teman-temannya kembali dari tempat shalat

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Dan (ketika) sebagian ahlinya dan teman-temannya kembali dari tempat shalat. Berkatalah mayit itu: “Demi Allah, hai saudara-saudaraku, sesungguhnya aku ini mengetahui, bahwa mayit itu lupa dikala hidupnya, dan tetapi kamu jangan lupa kepadaku dengan kecepatan ini sebelum kamu menanamku, sehingga aku bisa melihat kepada tempatku. Hai saudara-saudaraku, sesungguhnya aku ini mengetahui, bahwa wajah mayit itu lebih dingin dari pada air yang dingin di dalam beberapa hatinya orang yang hidup, dan tetapi janganlah kamu kembali dengan kecepatan ini.”


.......



370daq. Ketika mayit dipikul di atas keranda

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika mayit dipikul di atas keranda, dan orang-orang (yang mengantarkan) sudah melangkah dengan tiga kali langkahan, (tiba-tiba) ada pemanggil dengan suara yang bisa didengarkan oleh segala sesuatu kecuali manusia dan jin. Dan ruh itu berkata: “Hai para kekasihku, hai para saudaraku, dan hai anak-anakku janganlah kamu semua terbujuk oleh dunia, sebagaimana menipunya dunia kepadaku, dan janganlah kamu semua dipermainkan zaman sebagaimana zaman telah mempermainkan aku, dan ambillah pelajaran dengan aku, sesungguhnya aku telah meninggalkan semua yang aku kumpulkan untuk ahli warisku, dan mereka tidak mau menanggung sedikitpun dari kesalahanku. Dan diatas dunia Allah Ta’ala menghisab kepadaku, dan kamu semua bersenang-senang dengan dunia, kemudian kamu tidak mau mendo’akan kepadaku, ketika kamu menshalati atas jenazah.”


.........

369daq. Ketika mayit diletakkan di atas keranda

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika mayit diletakkan di atas keranda, maka mayit itu memanggil-manggil: “Demi Allah, hai golonganku, engkau jangan tergesa-gesa membawaku, sehingga aku mendengarkan suara istriku, dan anak-anakku, serta kerabat-kerabatku, sesungguhnya aku pada hari ini, akan berpisah dengan mereka sampai pada hari kiamat.”


........

368daq. Ketika mayit dikeluarkan dari rumah

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika mayit dikeluarkan dari rumah, maka mayit itu memanggil-manggil: “Demi Allah, hai golonganku, kutinggalkan istriku dalam keadaan janda, maka sepatutnya bagi kamu semua agar jangan menyakitinya, dan kutinggalkan anak-anakku dalam keadaan yatim, maka sepatutnya bagi kamu semua agar tidak menyakitinya, sesungguhnya aku pada hari ini, keluar dari rumahku, dan aku tidak akan kembali kepada mereka selamanya.”


........

367daq. Ketika telah selesai dari memandikan mayit

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika telah selesai dari memandikan mayit, lalu mayit diletakkan di dalam kafannya, kemudian diikat tempat kedua telapak kakinya. Mayit itu memanggil-manggil: “Demi Allah, hai orang yang memandikan, jangan engkau ikat kain kafan kepalaku sehingga aku bisa melihat wajah istriku, anak-anakku dan kerabat-kerabatku, maka sesungguhnya (waktu) ini adalah melihatku yang terakhir kali kepada mereka, aku pada hari ini akan berpisah dengan mereka, dan aku tidak akan melihat mereka sampai pada hari kiamat.”


.........

366daq. Ketika orang-orang sama memandikan mayit

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika orang-orang sama memandikan mayit, maka berkatalah ruh: “Demi Allah, hai orang yang memandikan, engkau jangan menjamah aku dengan kuat, maka sesungguhnya jasadku telah luka (akibat) dari keluarnya ruh.”


.........

365daq. Ketika air itu dialirkan diatas (tubuh) mayit

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.


Ketika air itu dialirkan diatas (tubuh) mayit, maka mayit itu menjerit sebagaimana tadi, ia berkata: “Hai orang yang memandikan, demi Allah, engkau jangan mengalirkan airmu dengan panas dan engkau jangan menjadikan airmu panas, dan jangan menjadikan dingin, maka sesungguhnya jasadku telah terbakar (akibat) dari copotnya ruh.”


........

364daq. Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Diriwayatkan dari Aisyah ra., ia berkata: Aku sedang duduk dengan bersila di dalam rumah, pada waktu itu Rasulullah saw. masuk, lalu beliau memberi salam kepadaku, tatkala aku hendak berdiri untuk memuliakan beliau, sebagaimana adat kebiasaanku ketika beliau masuk rumah. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Duduklah kamu di tempatmu, tidak ada buatmu untuk berdiri hai ummu mukminin.” Lalu Aisyah berkata: Kemudian Rasulullah saw. duduk dan meletakkan kepalanya di atas pangkuanku, beliau tidur dengan telentang, dan di atas tengkuknya, aku berbuat mencari uban jenggotnya, akhirnya aku melihat dalam jenggot Nabi terdapat 11 rambut putih. Lalu aku berpikir di dalam diriku, aku mengatakan sesungguhnya Nabi saw. ini akan meninggal sebelum aku, maka tinggallah umat ini tanpa ada Nabi. Lalu aku menangis. sehingga air mataku mengalir di pipiku, dan meneteslah air mataku ke wajah Rasulullah saw. maka beliau terbangun dari tidurnya seraya beliau bertanya: “Apa yang menjadikan kamu menangis hai ummu mukminin.” Lalu aku menceritakan kepada Nabi suatu cerita. Kemudian Nabi saw. bertanya: “Keadaan apa yang paling pedih atas diri mayit!” Aku menjawab: Tidak ada keadaan yang lebih pedih atas diri mayit di saat keluarnya mayit dari rumahnya sedangkan anak-anaknya berduka cita dibelakangnya, seraya mengatakan: Aduh…. bapak, aduh …. ibu dan bapak berkata Aduh…. anak.” Maka Nabi saw. bersabda: “Ini lebih pedih (lagi). Dan apa yang lebih pedih dari itu?” Aku menjawab: Tidak ada keadaan yang lebih pedih atas mayit ketika diletakkan dalam liang landak (kubur) dan dirinya diuruk dengan tanah, kembalilah para kerabatnya, anakanaknya, dan kekasih-kekasihnya, mereka semua menyerahkan mayit Itu kepada Allah Ta’ala beserta perbuatan amalnya. Lalu datanglah Munkar dan Nakir dalam kuburnya. Maka Nabi saw, bersabda: “Apa yang lebih pedih dari itu?” Aku menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Nabi saw. bersabda: “Hai Aisyah, sesungguhnya keadaan yang paling pedih atas diri mayit adalah ketika orang yang memandikan masuk kepadanya untuk memandikan dirinya, lalu orang yang memandikan itu mengeluarkan cincin maylt muda dari jari-jarinya, dan orang yang memandikan itu melepaskan baju pengantin dari badannya, serta melepaskan serban mayit tua dan mayit Alim dari kepalanya guna dimandikan. Maka ketika itu, ruhnya memanggil sewaktu melihat mayit itu dalam keadaan telunjang, dengon suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.” Ruh itu mengucapkan: “Hai orang yang memandikan, aku meminta kepadamu, demi Allah, agar engkau mencopot bajuku dengan pelan, maka sesungguhnya aku pada saat ini benar-benar ingin istirahat akibat kesakitan dari tarikan malaikat maut.”

........

363daq. Seruan Kuburan

 Seruan Kuburan


Di dalam hadits diceritakan: Sesungguhnya kubur itu memanggil tiga kali setiap hari: “Aku ini adalah rumahnya orang sendirian, rumah duka cita, rumah kalajengking, rumah ular. Aku ini adalah rumah kegelapan. Dan aku ini adalah rumah ulat, dan apa yang engkau siapkan untuk aku?”


Ada yang meriwayatkan: Sesungguhnya kubur itu setiap hari memanggil-manggil lima kali, ia mengatakan: “Aku ini adalah rumah orang sendirian, maka jadikanlah untukmu teman yang jinak dengan membaca Al Qur’an. Aku ini rumah kegelapan, maka terangilah aku dengan shalat malam. Aku ini adalah rumah debu, maka bawalah tikar, yaitu dengan beramal shalih. Aku ini adalah rumah ular besar, maka bawalah penawar yaitu:      dan mengalirkan air mata (karena rasa takut kepada Allah). Dan aku ini adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka perbanyaklah di atas punggungku membaca:      supaya kamu mampu menjawab pertanyaan.”

........

362daq. Seruan Bumi

 Bab 10 Keadaan Bumi dan Kubur

Seruan Bumi.

Anas bin Malik ra. berkata: Sesungguhnya bumi itu memanggilmanggil setiap hari dengan sepuluh kalimat, ia mengucapkan: “Hai anak Adam, engkau berjalan di atas punggungku dan engkau akan kembali ke dalam perutku. Engkau berbuat maksiat di atas punggungku dan engkau akan disiksa di dalam perutku. Engkau tertawa di atas punggungku dan engkau akan menangis di dalam perutku. Engkau makan barang yang haram di atas punggungku dan engkau akan dimakan ulat di dalam perutku. Engkau bergembira di atas punggungku dan engkau akan susah di dalam perutku. Engkau mengumpulkan barang yang haram di atas punggungku dan engkau akan hancur di dalam perutku. Engkau berlaku sombong di atas punggungku dan engkau akan hina di dalam perutku. Engkau berjalan dengan senang di atas punggungku dan engkau akan jatuh susah di dalam perutku. Engkau berjalan di dalam cahaya di atas punggungku dan engkau akan duduk di dalam kegelapan dalam perutku. Engkau berjalan dengan orang banyak di atis punggungku dan engkau akan duduk sendirian di dalam perutku.”

.......