Friday, July 10, 2026

1115djo. MENCINTAI ALLAH DI ZAMAN SERBA CANGGIH.

 

🌿 MENCINTAI ALLAH DI ZAMAN SERBA CANGGIH

Bismillahirrahmanirrahim.

Saudaraku yang dirahmati Allah…
Kita hidup di zaman yang luar biasa. Teknologi semakin canggih, komunikasi tanpa batas, transportasi menembus benua, kedokteran memperpanjang harapan hidup. Namun pertanyaannya:

Apakah hati kita semakin dekat kepada Allah, atau justru semakin jauh?


📖 1. Hakikat Mencintai Allah

Allah ﷻ berfirman:

“Katakanlah (Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian…”
(QS. Ali ‘Imran: 31)

Cinta kepada Allah bukan sekadar ucapan.
Cinta adalah ittiba’ (mengikuti Rasulullah ﷺ) dan membersihkan hati (tazkiyatun nufus).

Allah juga berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 165)

Dalam tasawuf, cinta kepada Allah disebut mahabbah.
Para ulama seperti menjelaskan:

Cinta kepada Allah lahir dari mengenal-Nya (ma’rifah).
Semakin kita mengenal Allah, semakin kita malu untuk bermaksiat.


🤲 2. Hadis Qudsi tentang Cinta Allah

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat…”
(HR. Bukhari)

Subhanallah…
Jika Allah mencintai seorang hamba, maka hidupnya dibimbing, dijaga, ditolong.


🌍 3. Mencintai Allah di Era Teknologi

Hari ini:

  • HP lebih sering kita sentuh daripada mushaf.
  • Notifikasi lebih cepat kita respon daripada panggilan adzan.
  • Kita update status, tapi lupa update iman.

Teknologi bukan musuh.
Ia bisa menjadi jalan cinta atau jalan lalai.

🔹 Media sosial bisa menjadi ladang dakwah.
🔹 Transportasi cepat bisa mempercepat silaturahmi.
🔹 Ilmu kedokteran bisa membuat kita semakin kagum pada ciptaan Allah.

Tetapi jika hati kosong dari cinta Allah, semua kemajuan itu hanya mempertebal ego.


🧠 4. Muhasabah: Tanda Cinta atau Hanya Klaim?

Mari kita bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah shalat kita sudah menghadirkan rindu kepada Allah?
  • Apakah kita lebih takut kehilangan sinyal daripada kehilangan iman?
  • Apakah kita menangis karena dunia, atau karena dosa?

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, menjelaskan:
Tanda cinta kepada Allah adalah:

  1. Senang bermunajat.
  2. Rindu berjumpa dengan-Nya.
  3. Lebih memilih akhirat daripada dunia.

🌟 5. Keutamaan Mencintai Allah

1️⃣ Dicintai Allah

“Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah: 54)

2️⃣ Mendapat Manisnya Iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tiga perkara yang jika ada pada seseorang, ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3️⃣ Mendapat Naungan di Hari Kiamat

“Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah… di antaranya dua orang yang saling mencintai karena Allah.”
(HR. Bukhari Muslim)


❤️ 6. Motivasi dan Harapan

Saudaraku…

Jika hari ini kita masih sering lalai, jangan putus asa.
Cinta kepada Allah bisa dilatih.

Mulailah dari:

  • Shalat tepat waktu.
  • Dzikir meski sedikit tapi istiqamah.
  • Menahan diri dari maksiat digital.
  • Gunakan teknologi untuk kebaikan.

Karena Allah berfirman dalam hadis qudsi:

“Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta…”

Allah tidak menuntut kesempurnaan,
Allah mencintai kesungguhan.


🌿 7. Tazkiyatul Nufus: Membersihkan Hati

Dalam tasawuf, penyakit terbesar adalah:

  • Riya (ingin dipuji)
  • Ujub (bangga diri)
  • Hubbud dunya (cinta dunia berlebihan)

Obatnya adalah:

  • Ikhlas
  • Tawadhu
  • Mengingat kematian

Karena cinta sejati kepada Allah membuat dunia hanya di tangan, bukan di hati.


🤲 DOA

Ya Allah…
Tanamkan dalam hati kami cinta kepada-Mu.
Jadikan Engkau lebih kami cintai daripada harta, teknologi, jabatan, dan pujian manusia.

Ya Allah…
Jika dunia membuat kami lalai, bangunkan kami dengan hidayah-Mu.
Jika hati kami keras, lembutkan dengan dzikir kepada-Mu.
Jika kami jauh, tariklah kami kembali kepada-Mu.

Ya Allah…
Karuniakan kami cinta yang tulus,
Cinta yang membuat kami taat,
Cinta yang mengantarkan kami bertemu dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


🌺 Penutup

Saudaraku…

Di zaman secanggih ini,
jangan sampai hati kita tertinggal dalam kegelapan.

Karena sejatinya,
bukan teknologi yang menyelamatkan kita,
tetapi cinta kepada Allah.

Terima kasih atas kesempatan mendengarkan tauziah ini.
Semoga Allah menjaga kita semua, keluarga kita, dan generasi kita dari fitnah zaman.

.........

🌿 MENCINTAI ALLAH DI ZAMAN SERBA CANGGIH (VERSI SANTAI)


Bismillahirrahmanirrahim.


Sahabatku yang baik hatinya…


Kita hidup di zaman yang wah banget. Teknologi makin canggih, komunikasi nggak pake jarak, transportasi bisa tembus benua, kedokteran bikin umur makin panjang. Tapi nih ya, kita perlu nanya ke diri sendiri:


Hati kita makin deket ke Allah, atau malah makin jauh?


---


📖 1. Ngomongin Cinta, Nih


Allah ﷻ berfirman:


"Katakanlah (Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian…"

(QS. Ali 'Imran: 31)


Jadi, cinta ke Allah tuh bukan cuma omdo (omong doang). 

Cinta itu harus dibuktikan dengan ittiba' (ngeikuti Rasulullah ﷺ) dan membersihin hati (tazkiyatun nufus).


Allah juga berfirman:


"Dan orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Allah."

(QS. Al-Baqarah: 165)


Dalam ilmu tasawuf, cinta ke Allah ini namanya mahabbah.

Para ulama bilang: 

Cinta ke Allah itu lahir dari kenal sama Allah (ma'rifah).

Makin kita kenal Allah, makin malu kita buat maksiat.


---


🤲 2. Hadits Qudsi soal Cinta Allah


Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:


"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat…"

(HR. Bukhari)


Masya Allah, cakep banget kan?

Kalau Allah udah sayang sama seorang hamba, hidupnya bakal selalu dibimbing, dijaga, ditolong.


---


🌍 3. Cinta Allah di Era Teknologi


Jujur aja, hari ini:


🔹 HP lebih sering kita sentuh daripada mushaf.

🔹 Notifikasi lebih cepet kita respon daripada panggilan adzan.

🔹 Kita update status, tapi lupa update iman.


Tapi nggak usah salahin teknologi, ya.

Teknologi tuh kayak pisau. Bisa buat motong sayur, bisa juga buat hal negatif.


Teknologi bisa jadi jalan cinta atau jalan lalai.


🔸 Media sosial bisa jadi ladang dakwah.

🔸 Transportasi cepet bisa bikin silaturahmi makin lancar.

🔸 Ilmu kedokteran bikin kita makin takjub sama ciptaan Allah.


Tapi kalau hati kosong dari cinta Allah, semua kemajuan cuma bikin kita makin egois.


---


🧠 4. Self-Reflection: Beneran Cinta atau Cuma Klaim?


Coba kita tanya ke diri sendiri:


✅ Apakah shalat kita udah menghadirkan rasa rindu ke Allah?

✅ Apakah njenengan lebih takut kehilangan sinyal daripada kehilangan iman?

✅ Apakah kita nangis karena masalah dunia, atau karena dosa?


Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali jelasin:

Tanda cinta ke Allah itu:


✨ Seneng ngobrol sama Allah (munajat).

✨ Kangen ketemu sama Dia.

✨ Lebih milih akhirat daripada dunia.


---


🌟 5. Enaknya Mencintai Allah


1. Dicintai Allah


"Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya."

(QS. Al-Ma'idah: 54)


2. Dapet Manisnya Iman


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Tiga perkara yang jika ada pada seseorang, ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya…"

(HR. Bukhari dan Muslim)


3. Dapet Naungan di Hari Kiamat


"Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah… di antaranya dua orang yang saling mencintai karena Allah."

(HR. Bukhari Muslim)


---


❤️ 6. Semangat! Jangan Menyerah


Sahabatku…


Kalau hari ini kita masih suka lalai, jangan berkecil hati.

Cinta ke Allah itu bisa dilatih kok.


Mulai dari:


✨ Shalat tepat waktu.

✨ Dzikir dikit tapi rutin.

✨ Nahan diri dari maksiat digital.

✨ Manfaatin teknologi buat hal-hal baik.


Karena Allah berfirman dalam hadits qudsi:


"Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta…"


Allah nggak nuntut kita sempurna,

Allah suka sama kesungguhan kita.


---


🌿 7. Bersihin Hati Yuk


Dalam tasawuf, penyakit hati yang paling berat itu:


🔻 Riya (pengin dipuji)

🔻 Ujub (bangga diri)

🔻 Hubbud dunya (cinta dunia berlebihan)


Obatnya:


✅ Ikhlas

✅ Rendah hati (tawadhu)

✅ Ingat mati


Karena cinta sejati ke Allah itu bikin dunia cuma di tangan, bukan di hati.


---


🤲 DOA


Ya Allah…

Tanemin dalam hati kami cinta ke Engkau.

Bikin Engkau lebih kami cintai daripada harta, teknologi, jabatan, dan pujian manusia.


Ya Allah…

Kalau dunia bikin kami lalai, bangunin kami dengan hidayah-Mu.

Kalau hati kami keras, lembutin dengan dzikir ke Engkau.

Kalau kami jauh, tarik kami balik ke Engkau.


Ya Allah…

Kasih kami cinta yang tulus,

Cinta yang bikin kami taat,

Cinta yang nganterin kami ketemu Engkau dalam keadaan Engkau ridha sama kami.


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


---


🌺 Penutup


Sahabatku…


Di zaman secanggih ini,

jangan sampe hati kita ketinggalan dalam gelap.


Karena sebenernya,

bukan teknologi yang nyelametin kita,

tapi cinta kita ke Allah.


Makasih ya udah dengerin tauziah santai ini.

Semoga Allah jaga kita semua, keluarga kita, dan generasi kita dari fitnah zaman.


Aamiin.

1105. Tiga Akar Dosa dan Enam Buah Kehancuran Jiwa

 


Dalam kitab Muntabihat ‘alal Isti‘ddi li Yaumil Mî‘âd, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


أَوْحَى اللهُ  تَعَالَى إِلَى مُوْسَى بْنِ عِمْرَان فِي التّوْراتِ: إِنَّ أُمَّهَاتُ اْلخَطَايَا ثَلَاثٌ: الكِبْرُ وَالْحَسَدُ وَالْحِرْصُ، فَنَشَأَ مِنْهَا سِتَّةٌ فَصِرْنَ تِسْعَةٌ: الأُوْلى مِنَ السِّتَّةِ: الشِّبَعُ وَالنَّوْمُ وَالرَّاحَةُ وَحُبُّ الْأَمْوَالِ وَحُبُّ الثَّناَءِ وَالْمَحْمَدَةِ وَحُبُّ الرِّيَاسَةِ


“Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn ‘Imran dalam kitab Taurat: ‘Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.”

.............

Tiga Akar Dosa dan Enam Buah Kehancuran Jiwa

Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

"Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa 'alaihissalām dalam Taurat: Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yaitu takabur, hasad, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal: kenyang, banyak tidur, banyak waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan."

Catatan: Riwayat ini banyak dinukil dalam kitab-kitab adab, hikmah, dan tasawuf sebagai atsar atau hikmah dari kitab-kitab terdahulu. Ia bukan hadis Nabi Muhammad ﷺ, sehingga tidak boleh dinisbatkan sebagai hadis marfū'. Namun, kandungan maknanya sejalan dengan banyak ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih.


1. Makna, Hikmah, dan Pelajaran (Ibrah)

Dalam pandangan Tazkiyatun Nufūs, dosa bukan hanya perbuatan lahir, tetapi berawal dari penyakit hati.

Tiga penyakit terbesar adalah:

1. Takabur Merasa lebih mulia daripada orang lain. Inilah penyakit Iblis yang menyebabkan terusir dari rahmat Allah.

2. Hasad Tidak rela melihat nikmat Allah pada orang lain. Hasad membakar amal sebagaimana api membakar kayu bakar.

3. Tamak Hati yang tidak pernah merasa cukup terhadap dunia. Semakin banyak memiliki, semakin ingin menambah.

Dari ketiga penyakit tersebut lahirlah enam penyakit lain:

  • Terlalu kenyang sehingga hati menjadi keras.
  • Banyak tidur sehingga lalai dari ibadah.
  • Banyak waktu kosong tanpa dzikir dan amal.
  • Cinta berlebihan kepada harta.
  • Senang dipuji manusia (riya' dan ujub).
  • Ambisi terhadap kedudukan dan kekuasaan.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa hati yang dipenuhi cinta dunia akan sulit dipenuhi cahaya ma'rifat kepada Allah.


2. Relevansinya dalam Kitab-Kitab Klasik

a. Usfuriyah

Menjelaskan bahwa cinta dunia adalah sumber berbagai fitnah, sedangkan zuhud menjadi jalan menuju keselamatan.

b. Nashāihul 'Ibād

Menekankan pentingnya tawadhu', qana'ah, ikhlas, dan memerangi hawa nafsu sebagai jalan penyucian hati.

c. Daqā'iqul Akhbār

Mengingatkan bahwa penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit jasmani karena dapat menghancurkan amal hingga di akhirat.

d. Irsyādul 'Ibād

Menjelaskan bahwa banyak mengingat kematian akan mematikan sifat tamak, sombong, dan cinta dunia.

e. Durratun Nāshihīn

Dipenuhi kisah-kisah orang saleh yang meninggalkan ketenaran, jabatan, dan kemewahan demi ridha Allah.


3. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Nasihat ini sangat nyata dalam kehidupan modern.

  • Media sosial melahirkan budaya haus pujian (likes, followers, viral).
  • Persaingan ekonomi memupuk ketamakan tanpa batas.
  • Politik sering dipenuhi ambisi jabatan.
  • Gaya hidup konsumtif membuat orang sulit bersyukur.
  • Hiburan tanpa batas melahirkan banyak waktu terbuang.
  • Pola hidup berlebihan menyebabkan banyak makan dan banyak tidur.

Teknologi bukan musuh, tetapi hati yang tidak dibimbing iman dapat menjadikannya jalan menuju kelalaian.


4. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan

QS. Al-Qashash: 83

"Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi."

QS. Al-Hasyr: 9

"...Barang siapa dijaga dari sifat kikir (syuhh), maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

QS. Al-Fajr: 20

"Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."

QS. Ali 'Imran: 134

"...Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia..."

Ayat ini menunjukkan pentingnya membersihkan hati dari penyakit batin.


5. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud)

Beliau juga bersabda:

"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah." (HR. Bukhari dan Muslim)


6. Hadis Qudsi yang Berkaitan

Allah Ta'ala berfirman:

"Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barang siapa menyaingi-Ku pada salah satunya, Aku akan mengazabnya." (HR. Muslim)


7. Analisis dan Argumentasi

Dalam tasawuf, takabur, hasad, dan tamak merupakan penyakit pokok (ushūl al-amrādh), sedangkan enam perkara lainnya merupakan cabang (furū').

Urutannya dapat dipahami sebagai berikut:

  • Takabur → ingin dipuji → mengejar jabatan.
  • Hasad → tidak rela melihat orang lain sukses → lahir permusuhan.
  • Tamak → cinta harta → sibuk mengejar dunia → kenyang, malas, banyak tidur, lalai beribadah.

Karena itu, tazkiyatun nufus tidak hanya memperbaiki perilaku, tetapi mengobati akar penyakit hati.


8. Hukum (Ahkam)

  • Takabur: haram.
  • Hasad: haram.
  • Tamak terhadap dunia hingga melalaikan kewajiban: tercela dan dapat menjadi haram.
  • Tawadhu': dianjurkan (mustahab).
  • Qana'ah: akhlak mulia yang sangat dianjurkan.
  • Zuhud terhadap dunia: terpuji, tanpa meninggalkan kewajiban mencari nafkah yang halal.

9. Amalan (Implementasi)

  1. Membiasakan makan secukupnya.
  2. Bangun malam walaupun hanya sebentar.
  3. Memperbanyak dzikir.
  4. Bersedekah untuk mematahkan sifat tamak.
  5. Menyembunyikan amal agar terhindar dari riya'.
  6. Mendoakan orang yang kita iri kepadanya.
  7. Melatih tawadhu' kepada siapa pun.
  8. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  9. Mengingat kematian setiap hari.
  10. Bergaul dengan orang-orang saleh.

10. Muhasabah dan Caranya

Renungkan setiap malam:

  • Apakah hari ini aku merasa lebih baik daripada orang lain?
  • Apakah aku sedih melihat orang lain mendapat nikmat?
  • Apakah aku terlalu mencintai dunia?
  • Apakah aku kecewa ketika tidak dipuji?
  • Apakah aku mencari jabatan demi Allah atau demi diri sendiri?
  • Apakah hari ini aku lebih banyak berdzikir atau lebih banyak bermain media sosial?

Kemudian:

  • Istighfar minimal 100 kali.
  • Membaca Lā ilāha illallāh dengan penuh penghayatan.
  • Bershalawat kepada Nabi ﷺ.
  • Tidur dalam keadaan bertaubat.

11. Doa

Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allahumma ṭahhir qalbī min al-kibri wal-hasadi war-riyā' wat-thama'. Warzuqnī qalban salīman, wa nafsan muṭma'innah, wa 'amalan mutaqabbalan. Allāhumma ij'al ad-dunyā fī yadī wa lā taj'alhā fī qalbī. Āmīn.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kesombongan, hasad, riya', dan ketamakan. Anugerahkanlah kepadaku hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan amal yang Engkau terima. Ya Allah, jadikanlah dunia berada di tanganku, jangan Engkau jadikan ia memenuhi hatiku. Aamiin."


12. Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada setiap pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat ini. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa membersihkan hati, menghiasi diri dengan tawadhu', qana'ah, ikhlas, serta diwafatkan dalam keadaan husnul khātimah.

"Perang terbesar bukan melawan manusia, tetapi melawan kesombongan, hasad, dan ketamakan yang bersemayam di dalam hati. Barang siapa mampu menaklukkannya, dialah pemenang sejati di dunia dan akhirat." Aamiin.

.........

...........





Pertama, takabur atau angkuh atau sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. 

Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam ‘alaihissalam membuatnya membangkang dari perintah Allah subhanahu wata’ala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam.

Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri.


الكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

..........

Versi Gaul Kekinian - Tetap Santun & Berkah


---


Tiga Akar Dosa dan Enam Buah Kehancuran Jiwa


Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs


---


"Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa 'alaihissalām dalam Taurat: Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yaitu takabur, hasad, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal: kenyang, banyak tidur, banyak waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan."


Catatan penting nih: Riwayat ini banyak banget disebut di kitab-kitab adab, hikmah, dan tasawuf sebagai atsar atau hikmah dari kitab-kitab zaman dulu. Bukan hadis Nabi Muhammad ﷺ ya, jadi jangan dinisbatkan sebagai hadis marfū'. Tapi esensinya sejalan banget sama banyak ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih. Oke?


---


1. Makna, Hikmah, dan Pelajaran (Ibrah)


Dalam pandangan Tazkiyatun Nufūs, dosa itu bukan cuma perbuatan lahir doang, tapi berawal dari penyakit hati. Nah, tiga penyakit terbesar itu adalah:


1. Takabur

Merasa diri lebih oke, lebih mulia daripada orang lain. Ini tuh penyakitnya Iblis yang bikin dia terusir dari rahmat Allah. Gawat banget!


2. Hasad

Iri hati, gak rela lihat orang lain dapat nikmat dari Allah. Hasad tuh kayak api yang membakar amal, persis kayak api bakar kayu bakar. Ngeri kan?


3. Tamak

Hati yang gak pernah puas sama dunia. Makin banyak harta, makin pengen nambah terus. Kayak lubang ajaib yang gak pernah kenyang.


Nah, dari tiga penyakit besar ini, lahir enam penyakit turunan:


· Terlalu kenyang → bikin hati keras kayak batu

· Banyak tidur → bikin lalai dari ibadah, males-malesan

· Banyak waktu kosong → tanpa dzikir dan amal, malah kepikiran hal gak penting

· Cinta berlebihan sama harta → uang jadi segalanya

· Senang dipuji manusia → namanya riya' dan ujub, pengen dilihat orang

· Ambisi terhadap jabatan dan kekuasaan → haus posisi


Imam al-Ghazali pernah bilang, hati yang penuh cinta dunia bakal susah banget dimasuki cahaya ma'rifat kepada Allah. Jadi kalau hati kita rame sama dunia, mana ada tempat buat Allah?


---


2. Relevansinya dalam Kitab-Kitab Klasik


a. Usfuriyah

Jelasin kalau cinta dunia tuh sumber berbagai fitnah. Solusinya? Zuhud, alias gak terikat sama dunia, itu jalan selamat.


b. Nashāihul 'Ibād

Nekanin pentingnya tawadhu' (rendah hati), qana'ah (puas), ikhlas, dan perang melawan hawa nafsu. Itu semua buat bersihin hati.


c. Daqā'iqul Akhbār

Ngingetin bahwa penyakit hati lebih bahaya daripada penyakit fisik. Soalnya bisa menghancurkan amal sampai di akhirat. Badan sehat tapi hati sakit, rugi!


d. Irsyādul 'Ibād

Jelasin kalau sering ingat kematian bakal matiin sifat tamak, sombong, dan cinta dunia. Coba bayangin kalau besok mati, masih pengen jabatan gak?


e. Durratun Nāshihīn

Penuh sama kisah-kisah orang saleh yang rela ninggalin ketenaran, jabatan, dan kemewahan demi ridha Allah. Keren-keren banget mereka!


---


3. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang


Nasihat ini makin kerasa relevan banget di zaman now:


· Media sosial → melahirkan budaya haus pujian: likes, followers, viral-viralan. Orang rela apa aja biar terkenal.

· Persaingan ekonomi → memupuk ketamakan tanpa batas. Gak puas-puas sama gaji, pengen lebih terus.

· Politik → sering banget dipenuhi ambisi jabatan. Mau jadi pemimpin, tapi tujuannya bukan buat rakyat.

· Gaya hidup konsumtif → bikin orang susah bersyukur. Lihat punya temen, pengen punya juga.

· Hiburan tanpa batas → banyak waktu terbuang buat scroll, nonton, main game, lupa ibadah.

· Pola hidup berlebihan → makan banyak, tidur banyak, badan jadi malas.


Tapi inget, teknologi itu bukan musuh ya. Yang jadi masalah adalah hati yang gak dibimbing iman. Kalau hati kita sehat, teknologi bisa jadi alat kebaikan. Kalau hati sakit, teknologi malah jadi jalan kelalaian.


---


4. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan


QS. Al-Qashash: 83


"Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi."


QS. Al-Hasyr: 9


"...Barang siapa dijaga dari sifat kikir (syuhh), maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."


QS. Al-Fajr: 20


"Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."


QS. Ali 'Imran: 134


"...Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia..."


Ayat ini nunjukin betapa pentingnya bersihin hati dari penyakit batin.


---


5. Hadis yang Berkaitan


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi." (HR. Muslim)


Beliau juga bersabda:


"Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud)


Beliau juga bersabda:


"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah." (HR. Bukhari dan Muslim)


---


6. Hadis Qudsi yang Berkaitan


Allah Ta'ala berfirman:


"Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku. Barang siapa menyaingi-Ku pada salah satunya, Aku akan mengazabnya." (HR. Muslim)


---


7. Analisis dan Argumentasi


Dalam tasawuf, takabur, hasad, dan tamak itu penyakit pokok (ushūl al-amrādh), sedangkan enam perkara lainnya itu cabang (furū').


Urutannya kira-kira begini:


· Takabur → pingin dipuji → ngejar jabatan biar dipandang tinggi

· Hasad → gak rela lihat orang lain sukses → lahirlah permusuhan, iri, dengki

· Tamak → cinta harta → sibuk cari duit terus → kenyang, malas, banyak tidur, lalai ibadah


Makanya, tazkiyatun nufus itu bukan cuma benerin perilaku lahir, tapi yang paling utama adalah ngobati akar penyakit di hati. Kalo akarnya udah sehat, buahnya pasti baik.


---


8. Hukum (Ahkam)


· Takabur: haram, dosa besar.

· Hasad: haram, dosa besar.

· Tamak terhadap dunia sampai melalaikan kewajiban: tercela dan bisa jadi haram.

· Tawadhu': dianjurkan (mustahab), sangat baik.

· Qana'ah: akhlak mulia yang sangat dianjurkan, bikin hati tenang.

· Zuhud terhadap dunia: terpuji, tapi gak berarti ninggalin kerja halal ya. Tetep cari nafkah, tapi hati gak terikat.


---


9. Amalan (Implementasi) Praktis


Yuk kita coba terapin:


1. Makan secukupnya - jangan kekenyangan, biar ibadah gak berat.

2. Bangun malam walau cuma sebentar - buat tahajud atau minta ampun.

3. Perbanyak dzikir - jaga lisan tetap basah sama nama Allah.

4. Bersedekah - buat mematahkan sifat tamak. Ngasih itu melegakan hati.

5. Menyembunyikan amal - biar terhindar dari riya', ibadah murni karena Allah.

6. Mendoakan orang yang kita iri - ini ampuh banget buat ngilangin hasad.

7. Melatih tawadhu' ke siapa pun, termasuk yang lebih muda atau lebih rendah statusnya.

8. Perbanyak baca Al-Qur'an - bikin hati adem.

9. Ingat kematian setiap hari - bikin kita sadar dunia cuma sementara.

10. Bergaul sama orang-orang saleh - biar ketularan baiknya.


---


10. Muhasabah dan Caranya


Setiap malam, coba renungkan:


· Hari ini, apakah aku merasa lebih baik daripada orang lain?

· Apakah aku sedih lihat orang lain dapat nikmat?

· Apakah aku terlalu cinta dunia?

· Apakah aku kecewa ketika gak dipuji?

· Apakah aku mencari jabatan demi Allah atau demi diri sendiri?

· Apakah hari ini aku lebih banyak berdzikir atau lebih banyak main medsos?


Terus, langsung action:


· Istighfar minimal 100 kali.

· Baca Lā ilāha illallāh dengan penuh penghayatan, hayati bener-bener.

· Bershalawat kepada Nabi ﷺ.

· Tidur dalam keadaan bertaubat, gak bawa dosa keesokan hari.


---


11. Doa


Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allahumma ṭahhir qalbī min al-kibri wal-hasadi war-riyā' wat-thama'. Warzuqnī qalban salīman, wa nafsan muṭma'innah, wa 'amalan mutaqabbalan. Allāhumma ij'al ad-dunyā fī yadī wa lā taj'alhā fī qalbī. Āmīn.


Artinya:


"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kesombongan, hasad, riya', dan ketamakan. Anugerahkanlah kepadaku hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan amal yang Engkau terima. Ya Allah, jadikanlah dunia berada di tanganku, jangan Engkau jadikan ia memenuhi hatiku. Aamiin."


---


12. Ucapan Terima Kasih


Jazakumullāhu khairan katsīrā buat semua pembaca yang udah meluangkan waktu buat merenungin nasihat ini. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang selalu bersihin hati, menghias diri dengan tawadhu', qana'ah, ikhlas, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khātimah.


"Perang terbesar bukan melawan manusia, tetapi melawan kesombongan, hasad, dan ketamakan yang bersemayam di dalam hati. Barang siapa mampu menaklukkannya, dialah pemenang sejati di dunia dan akhirat." Aamiin.


---


Fokus ke Takabur (Sombong) — Lebih Dalam


Nah, sekarang kita bahas lebih fokus soal takabur atau sombong atau angkuh. Sifat ini tuh bahaya banget, guys. Seorang hamba bisa dibutakan oleh perasaan dirinya sendiri yang merasa unggul, dan di saat yang sama memandang rendah orang lain. Padahal kita sama aja di hadapan Allah.


Kita semua tahu kisah Iblis. Ia dikutuk masuk neraka selama-lamanya gara-gara sifat ini. Kenapa? Karena Iblis merasa dirinya lebih utama dan lebih mulia daripada Nabi Adam 'alaihissalam. Perasaan itu bikin dia membangkang dari perintah Allah subhanahu wata'ala. Iblis lebih milih jatuh dalam kegelapan selamanya daripada sekadar hormat sama Nabi Adam. Gila, kan?


Jadi intinya, al-kibru atau keangkuhan itu memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan secara sadar atau gak sadar, kita jadi merasa pantas buat merendahkan orang lain. Akibatnya, kita kehilangan sikap tawaduk sama sesama karena kita udah silap sama kekurangan dan kesalahan diri sendiri.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"الكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ"


Artinya: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." (HR. Muslim)


Nah, jadi inget ya, jangan pernah merasa paling bener, paling hebat, paling mulia. Semua yang kita punya itu titipan dari Allah. Bisa hilang kapan aja.


---


Semoga bermanfaat, dan mari kita perbaiki hati kita bareng-bareng. Keep istiqamah, guys! 😊

.......



324ai. Nikmat yang Dilupakan, Hari yang Tak Bisa Dielakkan.

 Nikmat yang Dilupakan, Hari yang Tak Bisa Dielakkan”


Bismillahirahmanirrahim.

Jum'at, 13 Mar 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh ngabuburit dari Masjid Baitur Rohmat kupas tipis tipis bareng Ust. Syahroni Anwar kitab Tafsir Al Ikliyl (karua Imam Jalaluddin as-Suyuthi) Edisi 1006 tentang :

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ ۝١٢٢

yâ banî isrâ'îladzkurû ni‘matiyallatî an‘amtu ‘alaikum wa annî fadldlaltukum ‘alal-‘âlamîn

Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).

وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۝١٢٣

wattaqû yaumal lâ tajzî nafsun ‘an nafsin syai'aw wa lâ yuqbalu min-hâ ‘adluw wa lâ tanfa‘uhâ syafâ‘atuw wa lâhum yunsharûn

Takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusannya tidak diterima, syafaat tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.

......

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Jum’at penuh berkah, 13 Maret 2026.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ngabuburit ilmu dari Masjid Baitur Rohmat bersama Ust. Syahroni Anwar, kita kupas tipis-tipis tafsir ayat yang agung ini dari karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, pada Surah Al-Baqarah ayat 122–123.


📖 Ayat yang Dikaji

Surah Al-Baqarah: 122–123

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ ۝١٢٢

yâ banî isrâ'îladzkurû ni‘matiyallatî an‘amtu ‘alaikum wa annî fadldlaltukum ‘alal-‘âlamîn

Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).

وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۝١٢٣

wattaqû yaumal lâ tajzî nafsun ‘an nafsin syai'aw wa lâ yuqbalu min-hâ ‘adluw wa lâ tanfa‘uhâ syafâ‘atuw wa lâhum yunsharûn

Takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusannya tidak diterima, syafaat tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.


🌿 1️⃣ HAKIKAT AYAT

1. Hakikat Nikmat

Allah mengingatkan Bani Israil tentang:

  • Diutusnya banyak nabi dari kalangan mereka.
  • Diselamatkan dari Fir’aun.
  • Diberi kitab Taurat.
  • Diberi kelebihan ilmu dan kepemimpinan.

Namun hakikatnya:

Kelebihan bukan jaminan keselamatan.
Kemuliaan adalah amanah, bukan hak istimewa abadi.

Keutamaan itu bersyarat pada syukur dan taqwa, bukan pada nasab atau sejarah.


2. Hakikat Hari Akhir (Ayat 123)

Allah menggugurkan 4 sandaran manusia:

  1. ❌ Tidak bisa diwakili orang lain
  2. ❌ Tidak diterima tebusan
  3. ❌ Tidak berguna syafaat (bagi yang kafir)
  4. ❌ Tidak ada pertolongan

Hakikatnya:

Hari Kiamat adalah hari keadilan murni.
Tidak ada sistem "orang dalam", tidak ada koneksi.


🌾 2️⃣ HIKMAH AYAT

✨ 1. Syukur Adalah Penjaga Nikmat

Nikmat tanpa syukur berubah jadi azab.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an:

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah…”

Nikmat terbesar bukan harta, tapi iman dan hidayah.


✨ 2. Jangan Tertipu Status

Bani Israil pernah dimuliakan, tapi banyak yang menyimpang.

Hikmahnya untuk kita:

  • Jangan merasa aman karena:
    • Keturunan kyai
    • Anak ustadz
    • Jamaah lama
    • Banyak amal sosial

Keselamatan itu personal accountability.


✨ 3. Taqwa adalah Investasi Akhirat

Ayat 123 dimulai dengan:

وَاتَّقُوا يَوْمًا

Artinya:

Persiapkan hari itu dari sekarang.


🌌 3️⃣ RAHASIA SPIRITUAL (ISYARAT TASAWUF)

Dalam pendekatan ruhani:

🌿 "Ingat Nikmat-Ku"

Maknanya:

  • Jangan hanya ingat nikmat dunia
  • Tapi ingat siapa Pemberinya

Nikmat terbesar:

Allah masih memberi kita kesempatan taubat.


🌿 "Aku melebihkan kalian"

Secara batin:

Setiap orang diberi kelebihan unik.

Tapi jika tidak dipakai untuk mendekat pada Allah, kelebihan itu menjadi hujjah yang memberatkan.


🌿 Empat Penolakan di Hari Kiamat

Isyaratnya:

Dunia Akhirat
Koneksi Tidak berlaku
Uang Tidak laku
Jabatan Tidak diakui
Popularitas Tidak menolong

Yang berlaku hanya:

Qalbun salim (hati yang selamat).


🌺 4️⃣ FADHILAH MEMAHAMI AYAT INI

Bukan sekadar membaca, tapi merenungi.

🌟 1. Menumbuhkan Syukur

Orang yang sering mengingat nikmat:

  • Jarang mengeluh
  • Hatinya lembut

🌟 2. Menghidupkan Rasa Takut Sehat

Takut yang membuat:

  • Hati tidak sombong
  • Tidak meremehkan dosa

🌟 3. Menjadikan Amal Lebih Ikhlas

Karena sadar:

Tidak ada yang bisa menggantikan kita nanti.


🌟 4. Menghapus Rasa Ujub

Karena sadar:

Keutamaan itu amanah, bukan prestasi pribadi.


🕊️ Penutup Ngabuburit

Ayat ini seperti dua sayap:

  • Sayap pertama: Nikmat
  • Sayap kedua: Takut hari akhir

Jika hanya nikmat → bisa lalai
Jika hanya takut → bisa putus asa

Seimbanglah.


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Jum'ah yang penuh berkah, 13 Maret 2026.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Ngabuburit sambil nambah ilmu dari Masjid Baitur Rohmat bareng Ust. Syahroni Anwar. Kita bahas tafsir ayat-ayat istimewa dari karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 122–123. Santai aja, tapi tetap serius, ya, untuk kita semua, khususnya para sepuh yang saya hormati.


📖 Ayat yang Dikaji


Surah Al-Baqarah: 122–123


يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ ۝١٢٢


Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).


وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۝١٢٣


Dan takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, syafaat tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.


🌿 1️⃣ INTI SARI AYAT


1. Soal Nikmat yang Dulu Dikasih


Allah mengingatkan Bani Israil tentang berbagai nikmat, seperti:


· Dikirimin banyak nabi dari kalangan mereka sendiri.

· Diselamatkan dari kejaran Fir'aun.

· Dapat kitab Taurat.

· Diberi kelebihan ilmu dan kepemimpinan.


Tapi, inti pesannya itu begini:


· Punya kelebihan bukan jaminan bakal selamat otomatis.

· Kemuliaan itu titipan, bukan hak istimewa yang langgeng.

· Keutamaan itu ada syaratnya, yaitu syukur dan takwa. Bukan cuma karena keturunan atau sejarah masa lalu.


1. Inti Sari Hari Kiamat (Ayat 123)


Di ayat ini, Allah 'membongkar' empat hal yang sering diandalkan manusia:


· ❌ Nggak ada yang bisa ngewakilin kita.

· ❌ Nggak bakal diterima tebusan sebanyak apa pun.

· ❌ Nggak ada syafaat (pertolongan khusus) yang mempan buat yang kafir.

· ❌ Nggak ada pertolongan dari mana pun.


Intinya gini:


· Hari Kiamat itu hari di mana keadilan ditegakkan tanpa kompromi.

· Nggak ada istilah "orang dalam" atau "koneksi" di sana.


🌾 2️⃣ PELAJARAN HIDUP (HIKMAH) BUAT KITA


✨ 1. Bersyukur Itu Kunci Niket (Nikmat Kekal)


· Nikmat yang nggak disyukuri bisa berubah jadi petaka.

· Allah bilang, "Kalau kalian bersyukur, pasti akan Aku tambah..." (Qs. Ibrahim: 7).

· Nikmat terbesar itu bukan harta atau tahta, tapi iman dan hidayah dari Allah.


✨ 2. Jangan Geer (Gede Rasa) Cuma Karena Status


· Bani Israil dulu dimuliakan, tapi banyak juga yang nyimpang.

· Pelajarannya buat kita semua: Jangan pernah merasa aman cuma karena:

  · Keturunan kyai atau habib.

  · Anak ustadz.

  · Udah lama jadi jamaah.

  · Banyak amal sosial.

· Ingat, keselamatan itu urusan pribadi masing-masing sama Allah.


✨ 3. Takwa Itu Investasi Paling Jitu Buat Akhirat


· Ayat 123 dimulai dengan perintah takwa. Artinya, kita harus nyiapin bekal buat hari itu dari sekarang.


🌌 3️⃣ MAKNA SPIRITUAL YANG DALAM (ISYARAT TASAWUF)


Kalau kita lihat dari sisi ruhani:


🌿 "Ingat Nikmat-Ku"


· Artinya, jangan cuma ingat nikmat dunianya aja, tapi ingat juga sama Yang Ngasih nikmat.

· Nikmat terbesar itu sebenarnya adalah Allah masih kasih kita waktu dan kesempatan untuk bertaubat.


🌿 "Aku melebihkan kalian"


· Secara batin, setiap orang itu punya kelebihan unik masing-masing.

· Tapi, kalau kelebihan itu nggak dipakai buat mendekat ke Allah, malah bisa jadi bumerang yang memberatkan kita nanti.


🌿 Empat Hal yang Ditolak di Hari Kiamat


· Ini jadi renungan buat kita: Dunia ini penuh dengan koneksi, uang, jabatan, dan popularitas. Tapi di akhirat nanti, semua itu nggak ada artinya. Yang berlaku cuma hati yang selamat (qalbun salim).


🌺 4️⃣ KEUTAMAAN (FADHILAH) MERENUNGKAN AYAT INI


Nggak cuma dibaca, tapi direnungkan, ya.


🌟 1. Bikin Kita Makin Suka Bersyukur


· Orang yang sering ingat nikmat, hatinya adem, jarang ngeluh.


🌟 2. Numbuhkan Rasa Takut yang Sehat


· Takut yang bikin kita nggak sombong dan nggak main-main sama dosa.


🌟 3. Bikin Amal Kita Lebih Ikhlas


· Soalnya kita sadar, nggak ada yang bisa bantu kita nanti di akhirat selain amal kita sendiri.


🌟 4. Ngehapus Rasa Ujub (Bangga Diri)


· Karena kita sadar, kelebihan yang kita punya itu titipan dan amanah, bukan prestasi pribadi semata.


🕊️ Penutup Ngabuburit


Dua ayat ini ibarat dua sayap:


· Sayap pertama: Nikmat.

· Sayap kedua: Takut pada hari akhir.


Kalau cuma ingat nikmat doang, bisa-bisa kita lalai.

Kalau cuma takut doang, bisa putus asa.


Makanya, harus seimbang. Mari kita jaga syukur dan takwa kita.


Semoga bermanfaat, njenengan sekalian. Barakallahufikum.

......


883aj. Wahai Allah terimalah amal kami.



WAHAI ALLAH, TERIMALAH AMAL KAMI


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

RABU, 13 SYAWAL 1447 H / 01 APRIL 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI Masjid Syafi'i, Jl. Kalimas Madya II No. 1 Surabaya.


Benar. Amal ibadah tidak ada yang otomatis dijamin diterima, karena yang dinilai bukan hanya banyaknya, tetapi ikhlas dan sesuai sunnah. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu memohon agar amal diterima.

Berikut jawaban dari Al-Qur’an dan Hadis:


📖 1. Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an

🔹 QS. Al-Baqarah: 127

“Rabbanaa taqabbal minnaa innaka Antas-Samii‘ul-‘Aliim.”

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal kami). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

➡ Ini doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam setelah membangun Ka’bah.
Padahal beliau nabi yang mulia, tapi tetap takut amalnya tidak diterima.


📖 2. Ciri Orang Beriman Takut Amal Tidak Diterima

🔹 QS. Al-Mu’minun: 60

“Walladziina yu’tuuna maa aataw wa quluubuhum wajilah…”

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut…”

Ketika ditanya tentang ayat ini, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa mereka adalah orang yang shalat, puasa, sedekah, tetapi tetap khawatir amalnya tidak diterima.
(HR. )


📖 3. Doa Rasulullah ﷺ Agar Amal Diterima

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Allahumma taqabbal minna innaka Antas-Samii‘ul-‘Aliim.

“Ya Allah, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini dibaca setelah melakukan amal, seperti setelah shalat atau ibadah lainnya.


📖 4. Amal Tidak Menjamin Masuk Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak seorang pun di antara kalian masuk surga karena amalnya.”
Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.”
(HR. dan )

➡ Artinya: Amal adalah sebab, tetapi yang menentukan adalah rahmat Allah.


🌿 Kesimpulan Hikmah

  1. Jangan merasa amal sudah cukup.
  2. Setelah ibadah, jangan bangga — tetapi berdoalah.
  3. Takut amal tidak diterima adalah tanda iman.
  4. Harapan dan rasa takut harus seimbang.

🤲 Doa Penutup

Ya Allah, jangan Engkau jadikan amal kami sebagai amal yang tertolak.
Bersihkan niat kami dari riya’ dan ujub.
Terimalah shalat kami, sedekah kami, dan seluruh ketaatan kami.
Jadikan amal kami ikhlas karena-Mu dan sesuai sunnah Nabi-Mu.
Aamiin.



1116aj. Ketika Dosa Tidak Lagi Terasa Dosa: Tanda Hati Sedang Sakit

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AD- DAA WA AD-DAWAA : BAB II. DAMPAK NEGATIF MAKSIAT DAN DOSA, NO. B (2), DAMPAK-DAMPAK BURUK MAKSIAT, POIN 12. MAKSIAT MENYEBABKAN HATI TIDAK LAGI MENGANGGAPNYA SEBAGAI PERKARA BURUK"*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 22 DZULKA'DA 1447 / 10 MEI 2026


⏰  07.30 - SELESAI


TEMPAT  :

*  MASJID AR RAHMAN, PRINKOPAL - JUANDA.


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/-yG0ZMTr_rQ?si=DhwYblfmd7DSG7Bb

......

Judul:

Ketika Dosa Tidak Lagi Terasa Dosa: Tanda Hati Sedang Sakit

Dalam kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' karya dijelaskan bahwa salah satu dampak paling berbahaya dari maksiat adalah hilangnya rasa bersalah, sehingga hati tidak lagi menganggap dosa sebagai sesuatu yang buruk. Inilah tanda kerasnya hati dan lemahnya cahaya iman.

Allah Ta'ala berfirman:

"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Allah juga berfirman:

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (QS. Al-Baqarah: 74)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila seorang hamba melakukan dosa, maka ditorehkan satu titik hitam di dalam hatinya. Jika ia bertaubat, hatinya kembali bersih. Jika ia mengulanginya, titik itu bertambah hingga menutupi hatinya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat maksiat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi:

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni semua dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian." (HR. Muslim)

Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa dosa yang paling berbahaya bukan hanya yang dilakukan oleh anggota badan, tetapi hilangnya rasa takut kepada Allah ketika melakukannya.

Awalnya seseorang malu ketika bermaksiat. Lama-kelamaan ia merasa biasa. Setelah itu ia mulai membela dosanya. Bahkan akhirnya ia bangga dan mengajak orang lain melakukannya.

Karena itu, orang yang masih menangis karena dosanya sesungguhnya masih memiliki harapan besar. Sebaliknya, hati yang tertawa ketika bermaksiat harus segera diobati dengan taubat, dzikir, tilawah Al-Qur'an, dan memperbanyak duduk bersama orang-orang saleh.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku masih merasa sedih ketika berbuat dosa?
  • Apakah aku segera bertaubat setelah tergelincir?
  • Apakah aku mulai menganggap dosa sebagai hal biasa?
  • Apakah nasihat agama masih mampu melunakkan hatiku?
  • Apakah aku masih takut bertemu Allah dalam keadaan membawa dosa?

Cara Mengobati Hati

  1. Perbanyak istighfar setiap hari.
  2. Menjaga shalat tepat waktu dan berjamaah bagi laki-laki.
  3. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  4. Memperbanyak dzikir kepada Allah.
  5. Meninggalkan lingkungan yang mengajak kepada maksiat.
  6. Berkumpul dengan orang-orang saleh.
  7. Mengingat kematian, kubur, dan hari akhir.

Doa

Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allāhumma thahhir qalbī minan nifāq, wa 'amalī minar riyā', wa lisānī minal kadzib, wa 'ainī minal khiyānah. Allāhumma inni astaghfiruka wa atūbu ilaik. Āmīn.

"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya', lisanku dari dusta, dan pandanganku dari khianat. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

Penutup

Jangan takut karena banyaknya dosa, tetapi takutlah apabila dosa itu sudah tidak lagi membuat hati kita gelisah. Selama hati masih menangis karena maksiat, pintu taubat masih terbuka. Kembalilah kepada Allah sebelum hati benar-benar mengeras.

Jazakumullāhu khairan katsīrā. Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, menerima taubat kita, menjaga kita dari maksiat yang tampak maupun tersembunyi, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang saleh di surga-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.....


1117aj. Metode dan Tahapan Menuntut Ilmu

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ADAB THALIB AL - ILMI (PERTEMUAN KE-18) : PASAL 2, POIN 16, METODE DAN TAHAPAN MENUNTUT ILMU, MATAN NO. 14 (LANJUTAN)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 22 DZULKA'DA 1447 / 10 MEI 2026


⏰  BA'DA ASHAR - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA



https://www.youtube.com/live/1bRzuTA3IZ8?si=U3FM38fJQodYo4M8

.......

Metode dan Tahapan Menuntut Ilmu

"Naiklah Setahap Demi Setahap, Niscaya Allah Mengangkat Derajatmu."

(Renungan Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs berdasarkan Kitab Adab Ṭālib al-'Ilmi, Pasal 2, Poin 16, Matan No. 14)

Ilmu adalah cahaya dari Allah. Cahaya itu tidak diberikan kepada hati yang tergesa-gesa, sombong, atau ingin segera dipuji. Dalam perspektif tasawuf, seorang penuntut ilmu harus berjalan sebagaimana seorang musafir menuju Allah: sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah.

Buah yang dipetik sebelum matang akan terasa pahit. Begitu pula ilmu yang dipelajari tanpa tahapan sering melahirkan kesombongan, perdebatan, dan kebingungan. Sebaliknya, ilmu yang dipelajari secara bertahap akan melahirkan adab, hikmah, rasa takut kepada Allah, dan akhlak yang mulia.

Para ulama salaf memulai dari memperbaiki niat, mempelajari yang fardhu 'ain, menghafal dasar-dasar ilmu, mengamalkannya, kemudian baru naik kepada ilmu yang lebih tinggi. Mereka lebih takut kehilangan keikhlasan daripada kehilangan hafalan.

Allah tidak menilai seberapa cepat seseorang selesai belajar, tetapi seberapa ikhlas ia berjalan menuju-Nya.

Dalil Al-Qur'an

"...Dan bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu..."

QS. Al-Baqarah: 282

"...Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

QS. Al-Mujādilah: 11

"Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."

QS. Ṭāhā: 114

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

(HR. Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."

(HR. Bukhari)

Pelajaran dari hadis qudsi ini adalah bahwa kedekatan kepada Allah dibangun melalui proses yang terus-menerus, bukan dengan tergesa-gesa.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku belajar untuk mencari ridha Allah atau mencari pujian manusia?
  • Apakah ilmuku sudah diamalkan?
  • Apakah aku sabar mempelajari ilmu dari dasar?
  • Apakah aku menghormati guru dan teman belajar?
  • Apakah setiap hari aku menambah ilmu walaupun sedikit?

Cara Bermuhasabah

  1. Luruskan niat sebelum belajar.
  2. Mulailah dari ilmu yang paling dibutuhkan.
  3. Jangan berpindah ke pelajaran berikutnya sebelum memahami dasar.
  4. Catat ilmu dan ulangi setiap hari.
  5. Amalkan setiap ilmu yang telah dipelajari.
  6. Perbanyak doa agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat.
  7. Jauhi riya', ujub, dan merasa paling tahu.

Doa

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, tambahkanlah ilmuku, dan anugerahkanlah kepadaku keikhlasan dalam ucapan dan amal."

Penutup

Janganlah berlomba menjadi orang yang paling banyak ilmunya, tetapi berlombalah menjadi orang yang paling ikhlas mengamalkan ilmunya. Sebab ilmu tanpa adab akan menjadi fitnah, sedangkan ilmu yang disertai tazkiyatun nufūs akan menjadi cahaya yang menuntun menuju ridha Allah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita semua sebagai penuntut ilmu yang ikhlas, beradab, istiqamah, mengamalkan ilmu, serta dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.......

1118aj. Menjaga Kesucian Fitrah: Tazkiyatun Nufūs dalam Menjauhi Dosa Liwāṭ

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AL KABA'IR : DOSA BESAR KE-17, LIWATH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 26 DZULKA'DA 1447 / 14 MEI 2026


⏰  08.30 - SELESAI


TEMPAT  :  

MASJID SUKRI ADENAN, PURI SAFIRA REGENCY, MENGANTI, GRESIK


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/kYKj9V54NoA?si=hYQ6uEoi6oQM6Lrn

......

Judul:

Menjaga Kesucian Fitrah: Tazkiyatun Nufūs dalam Menjauhi Dosa Liwāṭ

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni-Nya selama seorang hamba benar-benar bertaubat dengan taubat nasuha.

1. Makna dan Nasihat Tasawuf

Dalam Kitab Al-Kabā'ir, dosa liwāṭ (hubungan seksual sesama laki-laki) disebut sebagai salah satu dosa besar. Perspektif Tazkiyatun Nufūs memandang bahwa akar setiap maksiat bukan sekadar perbuatan lahiriah, tetapi karena hati yang dikuasai hawa nafsu dan syahwat sehingga jauh dari cahaya Allah.

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak hanya berusaha meninggalkan dosa, tetapi juga membersihkan hati dari segala keinginan yang mengantarkan kepada dosa tersebut. Musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu yang tidak dikendalikan.

Allah membuka pintu taubat selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

2. Al-Qur'an yang Berkaitan

Firman Allah:

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth. Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?'" (QS. Al-A'raf: 80)

"Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwatmu, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 81)

"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa." (QS. Az-Zumar: 53)

3. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidaklah seorang pezina berzina ketika berzina dalam keadaan beriman." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan bahwa maksiat melemahkan cahaya iman hingga pelakunya wajib segera bertaubat.

4. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli." (HR. Tirmidzi)

Hadis qudsi ini menumbuhkan harapan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada Allah dengan tulus.

5. Muhasabah

Renungkanlah setiap hari:

  • Apakah hawa nafsuku lebih aku turuti daripada perintah Allah?
  • Apakah pandanganku sudah dijaga?
  • Apakah aku memilih lingkungan yang menjaga iman atau justru menggoda kepada maksiat?
  • Sudahkah aku menangisi dosa-dosaku di hadapan Allah?
  • Seandainya malam ini adalah malam terakhir hidupku, apakah aku siap bertemu Allah?

6. Cara Membersihkan Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

  1. Taubat nasuha dengan penyesalan yang sungguh-sungguh.
  2. Menjaga shalat lima waktu dan memperbanyak shalat malam.
  3. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  4. Menundukkan pandangan dari hal-hal yang membangkitkan syahwat.
  5. Berpuasa sunnah untuk melemahkan hawa nafsu.
  6. Memperbanyak dzikir: Lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, dan shalawat kepada Nabi ﷺ.
  7. Bersahabat dengan orang-orang saleh serta menjauhi lingkungan yang mengajak kepada maksiat.
  8. Mengisi waktu dengan ilmu, amal saleh, dan pelayanan kepada sesama.

7. Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي، وَحَصِّنْ فَرْجِي، وَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي، وَاصْرِفْ عَنِّي سُوءَ الْفِتَنِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hatiku, jagalah kehormatanku, ampunilah dosa-dosaku, jauhkan aku dari fitnah dan godaan yang buruk, serta jadikan aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."

Penutup

Tasawuf mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa seorang hamba, rahmat Allah lebih besar. Yang paling penting bukan seberapa kelam masa lalu seseorang, melainkan kesungguhan untuk kembali kepada Allah, membersihkan hati, melawan hawa nafsu, dan istiqamah di jalan ketaatan.

Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, menjaga fitrah kita, menguatkan kita dalam melawan hawa nafsu, serta mengakhiri kehidupan kita dengan husnul khatimah. Āmīn.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca nasihat ini. Semoga Allah memberi keberkahan ilmu, membersihkan hati kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat dan istiqamah. Aamiin.

.....

1119aj. Orang Mukmin yang Kuat, Dicintai Allah

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB 40 KARAKTERISTIK MEREKA YANG DICINTAI ALLAH : GOLONGAN KE-12, ORANG MUKMIN YANG KUAT (LANJUTAN)*


🎙 *Ustadz ABU ASLAM HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 27 DZULKA'DA 1447 / 15 MEI 2026


⏰  08.30 - SELESAI


TEMPAT  :  

DI TAMAN MOTOR I,   PEPELEGI INDAH H-22 WARU, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/aTUbyZretSY?si=6XBEHPM6Ry2qyvAk

.. ......

KITAB 40 KARAKTERISTIK MEREKA YANG DICINTAI ALLAH

Golongan Ke-12: Orang Mukmin yang Kuat, Dicintai Allah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"Kekuatan Sejati adalah Kuat Iman, Kuat Hati, dan Kuat Istiqamah."

Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), kekuatan seorang mukmin bukan hanya diukur dari fisiknya, hartanya, kedudukannya, atau ilmunya. Kekuatan yang paling dicintai Allah adalah kuat dalam iman, sabar menghadapi ujian, mampu mengendalikan hawa nafsu, istiqamah dalam ibadah, dan bermanfaat bagi sesama.

Orang yang kuat mampu mengalahkan musuh di luar dirinya, tetapi orang yang lebih kuat adalah yang mampu mengalahkan nafsu, amarah, riya', ujub, sombong, dan cinta dunia yang bersemayam di dalam dirinya.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh."

(QS. Ash-Shaff: 4)

Allah juga berfirman:

"Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

(QS. Al-Anfal: 46)

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan..."

(HR. Muslim no. 2664).

Beliau juga bersabda:

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah."

(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan..."

(HR. Bukhari).

Hadis ini menunjukkan bahwa kekuatan hakiki lahir dari kedekatan kepada Allah.

Muhasabah Diri

Renungkanlah:

  • Apakah aku kuat menjaga shalat tepat waktu?
  • Apakah aku kuat menahan amarah?
  • Apakah aku kuat meninggalkan dosa ketika tidak ada seorang pun yang melihat?
  • Apakah aku kuat bersabar saat dihina, difitnah, atau diuji?
  • Apakah aku menggunakan kekuatanku untuk menolong orang lain atau untuk menyombongkan diri?

Cara Menjadi Mukmin yang Kuat

  1. Perkuat tauhid dan tawakal kepada Allah.
  2. Istiqamah menjaga shalat berjamaah dan qiyamul lail.
  3. Perbanyak membaca Al-Qur'an dan berdzikir.
  4. Latih kesabaran dalam setiap ujian.
  5. Kendalikan hawa nafsu dengan puasa dan mujahadah.
  6. Bergaul dengan orang-orang saleh.
  7. Gunakan tenaga, ilmu, harta, dan waktu untuk melayani umat.

Doa

اللَّهُمَّ قَوِّ إِيمَانَنَا، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ تُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَكَ، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

Artinya:

"Ya Allah, kuatkanlah iman kami, teguhkan hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba yang Engkau cintai dan yang mencintai-Mu. Bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya."

Penutup

Mukmin yang dicintai Allah bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang selalu bangkit setiap kali terjatuh. Ia kuat karena selalu kembali kepada Allah, bukan karena mengandalkan dirinya sendiri. Semoga Allah menjadikan kita termasuk al-mu'min al-qawiy (mukmin yang kuat), yang kuat imannya, akhlaknya, ibadahnya, kesabarannya, dan manfaatnya bagi umat.

Jazakumullāhu khairan katsīrā atas kesediaan meluangkan waktu untuk membaca dan mentadabburi nasihat ini.

Semoga Allah ﷻ membersihkan hati kita (tazkiyatun nufūs), menguatkan iman kita, mengistiqamahkan amal kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.   ......

1120aj. Belajar dari Kaum Nabi Nuh – Mencintai Orang Shalih Tanpa Melampaui Batas

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-4) : PENYEMBAHAN KEPADA ORANG-ORANG SHALIH DARI UMMAT NABI NUH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 28 DZULKA'DA 1447 H / 15 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/ZT0ShG5ZnB4?si=IqOUEAuzy2LDV2Xi

......

Kasyfu Asy-Syubuhat: Belajar dari Kaum Nabi Nuh – Mencintai Orang Shalih Tanpa Melampaui Batas

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), kisah penyembahan kepada orang-orang shalih pada zaman Nabi Nuh bukanlah sekadar sejarah, tetapi cermin agar hati tidak terjerumus kepada ghuluw (berlebihan) dalam mencintai makhluk hingga melupakan Allah. Tasawuf yang benar mengajarkan bahwa semakin tinggi maqam seseorang, semakin ia merasa hanya Allah yang layak disembah, dicintai secara mutlak, dan dijadikan tempat bergantung.

1. Makna dan Pelajaran

Pada masa Nabi Nuh, terdapat orang-orang shalih bernama Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Setelah mereka wafat, setan membisikkan agar dibuat patung sebagai kenangan. Generasi berikutnya akhirnya menyembah patung-patung tersebut.

Allah berfirman:

"Dan mereka berkata, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan sesembahanmu, dan jangan pula meninggalkan Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr.'"
(QS. Nuh: 23)

Pelajaran Tazkiyatun Nufūs:

  • Cinta kepada orang shalih harus mengantarkan kepada Allah, bukan berhenti pada pribadi mereka.
  • Penyakit hati seperti fanatisme, ujub terhadap kelompok, dan taklid buta dapat menjadi pintu kesyirikan.
  • Orang shalih selalu mengajak manusia bertauhid, bukan mengkultuskan dirinya.

Allah juga berfirman:

"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan."
(QS. Al-Fatihah: 5)

"Masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu menyembah siapa pun di samping Allah."
(QS. Al-Jinn: 18)


2. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Janganlah kalian berlebih-lebihan memujiku sebagaimana orang Nasrani berlebih-lebihan memuji Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba Allah. Maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasul-Nya."
(HR. Al-Bukhari)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya."
(HR. Ahmad)


3. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Dzat Yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal lalu ia mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya."
(HR. Muslim)

Hadis qudsi ini mengajarkan bahwa kemurnian tauhid dan keikhlasan adalah inti seluruh ibadah.


Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah cintaku kepada guru, habaib, kiai, ustaz, atau orang shalih semakin mendekatkanku kepada Allah?
  • Apakah aku masih bergantung kepada makhluk lebih daripada bergantung kepada Allah?
  • Apakah ibadahku benar-benar ikhlas hanya karena Allah?
  • Apakah aku mengikuti dalil atau hanya mengikuti hawa nafsu dan fanatisme?

Cara Menyucikan Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  2. Menjaga shalat berjamaah dan memperbanyak shalat malam.
  3. Memperbanyak istighfar dan dzikir Lā ilāha illallāh.
  4. Berteman dengan orang-orang yang bertauhid lurus dan berakhlak mulia.
  5. Menghormati ulama dan wali Allah tanpa mengangkat mereka pada kedudukan yang hanya pantas bagi Allah.
  6. Senantiasa memohon keikhlasan dalam setiap amal.

Doa

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك، اللهم اجعل عملي كله صالحًا، واجعله لوجهك خالصًا، ولا تجعل لأحد فيه شيئًا.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, jadikan seluruh amal kami amal yang saleh, jadikan semuanya ikhlas karena wajah-Mu semata, dan jangan Engkau jadikan sedikit pun bagian untuk selain-Mu."


Penutup

Semoga Allah membersihkan hati kita dari syirik, riya, ujub, takabur, dan segala bentuk pengagungan kepada makhluk yang melampaui batas. Semoga Allah menghiasi hati kita dengan tauhid yang murni, ikhlas, mahabbah kepada-Nya, serta mengikuti Rasulullah ﷺ dan para ulama salih dengan adab yang benar.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan menelaah nasihat ini. Semoga Allah ﷻ memberikan ilmu yang bermanfaat, hati yang bersih, amal yang ikhlas, serta mengumpulkan kita semua bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shalih di surga-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

......

1121aj. Menjadi Ulul Albab: Jalan Hati yang Bersih Menuju Kedekatan dengan Allah.

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ULUL ALBAB*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 28 DZULKA'DA 1447 H / 16 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/W7mx54fXnxY?si=cr6_i6297cor3ejP

.......

Judul:
"Menjadi Ulul Albab: Jalan Hati yang Bersih Menuju Kedekatan dengan Allah"

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Makna Ulul Albab dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Ulul Albab adalah orang-orang yang memiliki akal yang jernih, hati yang bersih, serta mampu mengambil pelajaran dari setiap tanda-tanda kebesaran Allah. Dalam pandangan tasawuf, Ulul Albab bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga telah menyucikan jiwa (tazkiyatun nufūs), sehingga akalnya dipimpin oleh cahaya iman, bukan hawa nafsu.

Mereka selalu mengingat Allah dalam segala keadaan, merenungkan ciptaan-Nya, memperbaiki akhlaknya, dan menjadikan setiap peristiwa sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah.

Al-Qur'an yang Berkaitan

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.'"

QS. Ali 'Imran: 190–191

Allah juga berfirman:

"...Dan tidaklah mengambil pelajaran kecuali Ulul Albab."

QS. Az-Zumar: 9

Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menghisab (mengevaluasi) dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa kecerdasan sejati adalah kecerdasan ruhani yang melahirkan muhasabah dan amal saleh.

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan."

(HR. Bukhari)

Inilah derajat yang dicita-citakan oleh Ulul Albab: hati yang selalu hidup bersama Allah.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri setiap hari:

  • Apakah akalku dipakai untuk mengenal Allah atau hanya mengejar dunia?
  • Apakah lisanku lebih banyak berdzikir atau menggunjing?
  • Apakah hatiku mudah menerima nasihat?
  • Apakah aku mengambil pelajaran dari setiap musibah?
  • Apakah shalatku sudah membuatku semakin takut dan cinta kepada Allah?

Cara Menjadi Ulul Albab

  1. Memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an.
  2. Menjaga shalat berjamaah dan memperbanyak shalat malam.
  3. Memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat.
  4. Bergaul dengan ulama dan orang-orang saleh.
  5. Mengendalikan hawa nafsu melalui puasa dan mujahadah.
  6. Membiasakan muhasabah sebelum tidur.
  7. Mengamalkan ilmu dengan ikhlas karena Allah.

Doa

اللهم اجعلنا من أولي الألباب، وطهر قلوبنا من الرياء والعجب والنفاق، ونور عقولنا بالقرآن، وارزقنا خشيتك في السر والعلن، واختم لنا بالحسنى، وتوفنا وأنت راضٍ عنا. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan Ulul Albab. Bersihkanlah hati kami dari riya, ujub, dan kemunafikan. Terangilah akal kami dengan cahaya Al-Qur'an. Karuniakanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu ketika sendiri maupun di hadapan manusia. Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah, dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami. Aamiin."

Penutup

Menjadi Ulul Albab bukanlah tentang tingginya gelar atau luasnya pengetahuan, tetapi tentang hati yang selalu berdzikir, akal yang selalu bertafakkur, jiwa yang selalu bermuhasabah, dan amal yang semakin ikhlas karena Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memperoleh cahaya hikmah, ketenangan jiwa, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah ﷻ melimpahkan rahmat, keberkahan, ilmu yang bermanfaat, hati yang bersih, serta menjadikan kita semua termasuk golongan Ulul Albab yang dicintai-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

........

1122aj. Pondasi Pertama: Tauhid yang Memurnikan Hati dan Menjauhkan Jiwa dari Syirik

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB USHULUS SITTAH (PERTEMUAN KE-5) : PONDASI 1, TAUHID DAN SYIRIK (LANJUTAN)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 29 DZULKA'DA 1447 H / 16 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID AHMAD YANI, JL. TEGAL MULYOREJO BARU 80-81 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/tbZB7I87TFs?si=KmSgrB54Nr--j2Hx

.......

Judul:

Pondasi Pertama: Tauhid yang Memurnikan Hati dan Menjauhkan Jiwa dari Syirik

(Renungan Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs berdasarkan Ushūlus Sittah)

Nasehat dan Motivasi

Tauhid bukan sekadar mengucapkan Lā ilāha illallāh, tetapi memurnikan hati agar tidak bergantung kepada siapa pun selain Allah. Dalam pandangan tasawuf, syirik bukan hanya menyembah berhala, tetapi juga ketika hati lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, lebih mengharap pujian manusia daripada ridha Allah, atau lebih mencintai dunia daripada Rabb semesta alam.

Hati yang bertauhid akan tenang, ikhlas, sabar, tawakal, dan ridha terhadap ketetapan Allah. Sebaliknya, hati yang masih dipenuhi syirik khafi (syirik yang samar), seperti riya', ujub, sum'ah, dan merasa amal berasal dari kemampuan diri sendiri, akan sulit merasakan manisnya iman.

Karena itu, perjalanan menuju Allah dimulai dengan membersihkan hati dari segala "berhala" yang tersembunyi di dalam jiwa.

Al-Qur'an yang Berkaitan

1. QS. Luqman: 13

"Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar."

2. QS. Az-Zumar: 65

"Jika engkau berbuat syirik, niscaya akan gugurlah seluruh amalmu."

3. QS. Al-Ikhlash: 1–4

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa..."

Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu?" Beliau menjawab, "Riya'." (HR. Ahmad)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal lalu ia mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama sekutunya." (HR. Muslim)

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku beribadah hanya karena Allah?
  • Apakah aku sedih ketika tidak dipuji manusia?
  • Apakah aku lebih takut kehilangan jabatan daripada kehilangan ridha Allah?
  • Apakah hatiku bergantung kepada harta, jabatan, atau makhluk?

Cara Membersihkan Hati

  1. Perbanyak membaca Lā ilāha illallāh dengan penuh penghayatan.
  2. Ikhlaskan setiap amal hanya untuk Allah.
  3. Perbanyak istighfar dan taubat.
  4. Biasakan dzikir pagi dan petang.
  5. Berteman dengan orang-orang saleh.
  6. Sering mengingat kematian agar hati tidak tertipu oleh dunia.
  7. Berdoa agar Allah menjaga hati dari syirik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Doa

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ

"Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak kami ketahui."

Dan berdoalah:

"Ya Allah, jadikanlah hatiku bersih dari riya', ujub, sum'ah, dan segala bentuk syirik yang tersembunyi. Anugerahkan kepadaku keikhlasan hingga aku bertemu dengan-Mu dalam keadaan membawa hati yang selamat (qalbun salīm). Āmīn."

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang bertauhid dengan lisan, hati, dan amal; menghidupkan hati kita dengan keikhlasan; serta menjaga kita dari syirik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Jazakumullāhu khairan katsīrā. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menelaah ilmu yang mulia ini. Semoga Allah membalas setiap langkah menuju majelis ilmu dengan pahala yang berlipat, membersihkan hati kita, meneguhkan tauhid, mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh, dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khātimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

.......

1123aj. Menapaki Tiga Tingkatan Agama: Islam, Iman, dan Ihsan Menuju Kesucian Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB USHUL TSALATSAH : ISLAM ITU TERDIRI DARI 3 TINGKATAN,  YAITU ISLAM, IMAN DAN IHSAN*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 29 DZULKA'DA 1447 H / 17 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI SAUNG AL-IMAN, KEDONDONG, SUMBERGEDANG, PANDAAN


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/A3gJW4wwO1w?si=UpYYWXFLKQwhf8ID

........

Judul:

Menapaki Tiga Tingkatan Agama: Islam, Iman, dan Ihsan Menuju Kesucian Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Dalam Kitab Ushūl Tsalātsah dijelaskan bahwa agama Islam memiliki tiga tingkatan, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiganya bukan sekadar teori, tetapi merupakan jalan untuk menyucikan hati hingga seorang hamba dekat kepada Allah.

  • Islam adalah memperbaiki amal lahiriah dengan menjalankan syariat.
  • Iman adalah menguatkan keyakinan di dalam hati.
  • Ihsan adalah menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya; jika tidak mampu, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita.

Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), ketiga tingkatan ini adalah perjalanan ruhani:

  • Islam membersihkan anggota badan dari maksiat.
  • Iman membersihkan hati dari keraguan, riya', hasad, ujub, dan cinta dunia yang berlebihan.
  • Ihsan membersihkan ruh hingga hanya Allah yang menjadi tujuan hidup.

Semakin tinggi ihsan seseorang, semakin lembut akhlaknya, semakin sedikit keluhannya, semakin besar rasa syukurnya, dan semakin ikhlas amalnya.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)

Allah juga berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu berlaku) adil dan berbuat ihsan."
(QS. An-Nahl: 90)

Dan Allah berfirman:

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya."
(QS. Asy-Syams: 9)

Hadis Terkait

Dalam Hadis Jibril, Rasulullah ﷺ menjelaskan:

  • Islam adalah bersyahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji bagi yang mampu.
  • Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, dan qadha serta qadar.
  • Ihsan adalah:

"Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."
(HR. Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan."
(HR. Bukhari)

Hadis ini menggambarkan buah dari ihsan, yaitu kedekatan seorang hamba dengan Rabbnya.

Muhasabah

Mari bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah Islamku hanya tampak di hadapan manusia?
  • Sudahkah imanku bertambah setiap hari?
  • Apakah aku beribadah karena Allah atau karena ingin dipuji?
  • Apakah aku masih mudah marah, dengki, sombong, dan mencintai dunia melebihi akhirat?
  • Seandainya malam ini adalah malam terakhir hidupku, sudahkah aku siap menghadap Allah?

Cara Bermuhasabah

  1. Menjaga shalat lima waktu tepat waktu dan berjamaah bagi laki-laki.
  2. Memperbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Melatih keikhlasan dalam setiap amal.
  5. Menjauhi dosa besar maupun dosa kecil.
  6. Berteman dengan orang-orang saleh.
  7. Membiasakan mengoreksi diri setiap malam sebelum tidur.
  8. Berdoa agar Allah menetapkan hati di atas agama-Nya.

Doa

Allāhumma āti nafsī taqwāhā, wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa maulāhā.

"Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya. Engkaulah Pelindung dan Tuhannya."
(HR. Muslim)

Dan berdoalah:

Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaitanā wa hab lanā milladunka raḥmah, innaka antal-Wahhāb.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi."
(QS. Āli 'Imrān: 8)

Penutup

Orang yang hanya memiliki Islam akan memperbaiki amalnya. Orang yang memiliki Iman akan memperbaiki hatinya. Adapun orang yang mencapai Ihsan, ia akan mempersembahkan seluruh hidupnya hanya untuk Allah. Inilah tujuan Tazkiyatun Nufūs: hati yang bersih, amal yang ikhlas, dan akhir kehidupan yang ḥusnul khātimah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam Islam, kokoh dalam iman, dan mencapai derajat ihsan. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

......

kosong aj. Jannatul Ma'wa: Tujuan Akhir Hamba yang Mensucikan Jiwa

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *JANNATUL MA'WA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN, 01 DZULHIJJAH 1447 H / 18 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID AL ISTIQOMAH, JL. NGAGEL TAMA TENGAH IV / 3 SURABAYA (LABORATORIUM PRAMITA, JL. NGAGEL JAYA BELOK KIRI)


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/wivCaPyuwzM?si=F_Mvm4_DXPKlvdKP.

.....

Judul: "Jannatul Ma'wa: Tujuan Akhir Hamba yang Mensucikan Jiwa"

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nasehat Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Jannatul Ma'wa adalah salah satu nama surga, yaitu tempat kembali bagi hamba-hamba Allah yang beriman, bertakwa, dan berhasil menyucikan hati (tazkiyatun nufūs). Seorang sufi tidak beramal semata-mata karena menginginkan surga, tetapi karena rindu bertemu Allah. Namun Allah, dengan kasih sayang-Nya, menghadiahkan Jannatul Ma'wa sebagai tempat tinggal yang penuh kenikmatan bagi hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Hati yang dipenuhi riya', hasad, ujub, cinta dunia, dan dendam tidak akan mudah merasakan manisnya ibadah. Sebaliknya, hati yang bersih akan merasakan bahwa setiap sujud adalah kenikmatan, setiap dzikir adalah kehidupan, dan setiap musibah adalah jalan menuju kedekatan dengan Allah.

Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi melihat hati dan amal kita. Maka tugas terbesar seorang mukmin adalah membersihkan hati setiap hari sebelum sibuk memperbaiki dunia.


Dalil Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sungguh surgalah (Jannatul Ma'wa) tempat tinggalnya." (QS. An-Nazi'at: 40–41)

Allah juga berfirman:

"Di sisi Sidratul Muntaha, di dekatnya ada Surga Jannatul Ma'wa." (QS. An-Najm: 14–15)

Dan firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka Surga Ma'wa sebagai tempat tinggal karena apa yang mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah: 19)


Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Surga itu lebih dekat kepada salah seorang di antara kalian daripada tali sandalnya, dan neraka pun demikian." (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda:

"Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya semata." Para sahabat bertanya, "Termasuk engkau wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Termasuk aku, kecuali bila Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku." (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)


Muhasabah Diri

Tanyakan kepada diri kita:

  • Apakah aku lebih mencintai dunia daripada akhirat?
  • Sudahkah shalatku menghadirkan hati yang khusyuk?
  • Apakah lisanku lebih banyak berdzikir atau menggunjing?
  • Apakah aku mudah memaafkan orang lain?
  • Jika malam ini Allah memanggilku, sudahkah aku siap menuju Jannatul Ma'wa?

Cara Menempuh Jalan Menuju Jannatul Ma'wa

  1. Ikhlaskan seluruh amal hanya karena Allah.
  2. Jaga shalat lima waktu, terutama berjamaah bagi laki-laki.
  3. Perbanyak taubat dan istighfar.
  4. Biasakan dzikir pagi-petang dan membaca Al-Qur'an.
  5. Kendalikan hawa nafsu serta jauhi maksiat.
  6. Perbanyak sedekah dan membantu sesama.
  7. Hormati orang tua, guru, dan sesama muslim.
  8. Perbanyak mengingat kematian agar hati tidak lalai.

Doa

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل، ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل. اللهم اجعل قلوبنا طاهرة، ونفوسنا زكية، واختم لنا بالحسنى، وأدخلنا جنة المأوى بغير حساب ولا عذاب. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu surga dan segala ucapan serta amal yang mendekatkan kepadanya. Kami berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala ucapan serta amal yang mendekatkan kepadanya. Ya Allah, sucikanlah hati kami, bersihkan jiwa kami, karuniakanlah kepada kami husnul khatimah, dan masukkanlah kami ke dalam Jannatul Ma'wa tanpa hisab dan tanpa azab. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat ini. Semoga Allah membersihkan hati kita, memperbaiki akhlak kita, menguatkan istiqamah kita dalam ibadah, serta menghimpunkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di Jannatul Ma'wa.

اللهم آمين يا رب العالمين.

....


kosong aj. Menjaga Hati Sebelum Salam: Memohon Perlindungan kepada Allah sebagai Jalan Tazkiyatun Nufūs

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB SYARAH HISHNUL MUSLIM : KEUTAMAAN DZIKIR ; DOA NO. 24, DOA SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM (POIN 62)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN, 02 DZULHIJJAH 1447 H / 19 MEI 2026


⏰  09.00 - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID BAITURRAHMAN, Jl. KETINTANG WIYATA VI / 20 SURABAYA


Youtube :

https://www.youtube.com/live/Gr8bCTlxSc8?si=BUPSWcXQdmUw5llL

......

Judul:

Menjaga Hati Sebelum Salam: Memohon Perlindungan kepada Allah sebagai Jalan Tazkiyatun Nufūs

Doa setelah tasyahud akhir sebelum salam (Doa No. 24 dalam Hishnul Muslim, poin 62) merupakan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk memohon perlindungan dari empat perkara besar:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), doa ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak hanya memperbaiki amal lahiriah, tetapi juga senantiasa membersihkan hati dari segala sebab yang dapat mengantarkannya kepada kebinasaan dunia dan akhirat.

1. Makna Tazkiyatun Nufūs

Hati yang bersih tidak merasa aman dari ujian. Semakin tinggi iman seseorang, semakin besar rasa takutnya kepada Allah, bukan karena putus asa, tetapi karena berharap rahmat-Nya.

Empat permohonan dalam doa ini mengajarkan agar hati selalu:

  • takut kepada azab Allah,
  • mengingat kehidupan setelah mati,
  • waspada terhadap fitnah dunia,
  • berpegang teguh kepada kebenaran hingga akhir hayat.

Allah berfirman:

"...Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9)

Dan Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)

2. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kalian selesai membaca tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat perkara..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau juga bersabda:

"Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. Tirmidzi).

3. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. Muslim).

Hadis qudsi ini mengingatkan bahwa keselamatan akhirat diperoleh dengan menjauhi kezaliman, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri melalui dosa dan maksiat.

4. Muhasabah

Renungkanlah setiap selesai shalat:

  • Sudahkah aku benar-benar takut kepada Allah, atau hanya takut kepada manusia?
  • Apakah aku telah mempersiapkan bekal menuju alam kubur?
  • Fitnah dunia apa yang paling sering melalaikanku?
  • Jika hari ini adalah shalat terakhirku, apakah aku siap menghadap Allah?

5. Cara Mengamalkannya

  • Bacalah doa ini setiap selesai tasyahud akhir sebelum salam dengan penuh kekhusyukan.
  • Perbanyak istighfar setiap hari.
  • Biasakan membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya.
  • Jaga shalat berjamaah tepat waktu.
  • Perbanyak dzikir pagi dan petang.
  • Mohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

6. Doa

Ya Allah, sucikanlah hati kami dari riya', ujub, sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan. Lindungilah kami dari azab neraka, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Jadikanlah akhir kehidupan kami sebagai akhir yang penuh iman, penuh taubat, dan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Ucapan Terima Kasih

Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk mengkaji dzikir dan doa-doa Rasulullah ﷺ. Semoga Allah membersihkan hati kita, meneguhkan langkah kita di atas jalan-Nya, melindungi kita dari segala fitnah, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.......