Wednesday, November 12, 2008

Payudara Pria Membesar, Apa Sebabnya?

Payudara Pria Membesar, Apa Sebabnya?

October 20 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Pria No Commented

Setiap wanita ingin memiliki payudara yang tumbuh sehat sepenuhnya. Namun, tidak ada pria yang senang mendapati payudaranya tumbuh! Banyak pria yang malu dan berusaha menyembunyikan payudaranya yang lebih besar dari normal. Mereka merasa tidak nyaman dengan dirinya dan seringkali sangat cemas bila badannya sedikit terbuka sehingga memperlihatkan tubuhnya yang “feminin” itu. Rasa malu juga membuat mereka jarang membicarakan masalahnya ke orang lain.

Mengapa payudara sebagian pria membesar di atas normal? Berikut adalah 6 penyebabnya:

1. Kegemukan

Payudara yang membesar karena kegemukan (seperti pada atlet sumo di Jepang) terdiri dari jaringan lemak, bukan perkembangan kelenjar mamari. Payudara tersebut terasa lunak dan bergoyang saat berlari. Lakukan penurunan berat badan maka payudara Anda pun ikut mengecil.

2. Ketidakseimbangan hormon

Pada masa pubertas, terjadi ketidakseimbangan hormon sehingga sebagian remaja pria memiliki payudara sedikit membesar. Masalah ini biasanya akan menghilang sendiri ketika dewasa dan hormon-hormon seksual kembali seimbang.

Setelah pria berusia 40 tahun, produksi testosteron menurun satu persen per tahun dan dapat melewati batas kritis sehingga mengakibatkan kondisi yang disebut andropause (menopause laki-laki). Mereka merasakan gejala umum menopause, kehilangan hasrat seksual, kurang bersemangat dan merasa lelah. Pada beberapa pria, penurunan testosteron juga membuat payudaranya sedikit membesar.

3.Obat-obatan

Beberapa jenis obat seperti cimetidine (penetralisir asam lambung), spornolactone (untuk penyakit jantung), bicalutamide (untuk kanker prostat) dan lainnya dapat memengaruhi sistem hormon dan menyebabkan payudara membesar. Pada banyak kasus, penghentian obat tersebut akan mengurangi pembesaran payudara.

Obat perangsang jenis anabolik steroid yang merangsang pertumbuhan otot juga membuat otot payudara membesar. Beberapa studi menyebutkan penyalahgunaan mariyuana juga dapat memberikan efek yang sama.

4. Kanker

Kanker payudara jarang sekali terjadi pada pria. Namun, bila Anda merasakan ada benjolan di payudara Anda, konsultasikanlah dengan dokter. Berbeda dengan pembesaran payudara fisiologis yang umumnya berkonsentrasi di sekitar puting susu (areola), pembesaran payudara karena kanker biasanya terjadi di luar puting. Selain itu, beberapa gejala lain seperti keluarnya cairan dari puting atau lipatan kulit juga dapat terjadi.

5. Penyakit berat

Gangguan penyakit di hati, ginjal atau kelenjar tiroid dapat menyebabkan payudara membesar.

6. Kelainan genetik

Kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter dan sindrom Gilbert dapat menyebabkan payudara pria membesar. Sindrom Klinefelter adalah kelainan genetik di mana bayi dilahirkan dengan kromosom X tambahan. Ketika mencapai pubertas, mereka tidak memproduksi cukup testosteron sehingga memiliki payudara besar dan testis yang kecil. Sindrom Gilbert adalah kelainan bawaan sehingga produksi bilirubin (zat hasil pemecahan hemoglobin) berfluktuasi.

image: source

Artikel Terkait:

  1. Ingin Mengecilkan Payudara? Minum Kopi Aja!
  2. 5 Langkah Praktis Memeriksa Payudara Sendiri
  3. Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudara
  4. 15 Penyebab Infertilitas Pria
  5. Buang Air Kecil Terlalu Sering, Apa Sebabnya?

Khasiat Air Kelapa Muda Bagi Ibu Hamil



kelapa muda hijauDi kalangan masyarakat, ada tradisi turun-temurun yang menyarankan ibu hamil agar memperbanyak minum air kelapa muda, terutama dari kelapa hijau. Konon katanya bila rajin minum air kelapa muda– terutama di trimester ketiga kehamilan–maka air ketuban akan bersih dan bayi yang dilahirkan juga bersih kulitnya, lebat rambutnya dan bening matanya.

Apakah betul demikian?

Sejauh ini belum ada penelitian yang secara ilmiah membuktikan kebenaran saran tersebut. Namun, air kelapa muda memang mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi ibu hamil. Zat-zat itulah yang barangkali secara tidak langsung membuat bayi menjadi lebih sehat sebagaimana disebutkan dalam saran tradisional itu.

1. Elektrolit Alami

Air kelapa muda kaya dengan kandungan elektrolit, klorida, kalsium, potasium, magnesium, sodium, dan riboflavin. Sebagai isotonik alami yang kaya mineral dan memiliki elektrolit sama dengan elektrolit tubuh, air kelapa muda sangat bermanfaat untuk rehidrasi dan memulihkan stamina tubuh.

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak air dibandingkan orang lain. Dehidrasi selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk sakit kepala, kram, edema dan bahkan kontraksi yang dapat menyebabkan persalinan prematur.

2. Diuretik Alami

Sebagai diuretik natural yang steril, air kelapa muda melancarkan air seni dan membantu membersihkan saluran kemih. Hal ini berkhasiat mengeluarkan zat-zat toksin dari tubuh dan mencegah infeksi saluran kemih– yang juga cukup umum terjadi pada wanita hamil.

3. Antipenyakit

Air kelapa muda mengandung asam lauric, asam yang membantu melawan penyakit. Asam lauric yang terkandung dalam air kelapa sama dengan yang terdapat di air susu ibu dan memiliki karakteristik antijamur, antibakteri dan antivirus sehingga menjaga kesehatan ibu dan bayi dari virus seperti herpes dan HIV, protozoa giardia lamblia serta bakteri klamidia dan heliokobater.

4. Membantu Pencernaan

Air kelapa juga dipercaya memperbaiki fungsi pencernaan. Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon progesteron yang memperlambat kontraksi otot lambung sehingga pencernaan pun melambat. Air kelapa dapat membantu meningkatkan kecepatan pencernaan.

5. Meningkatkan HDL

Air kelapa muda tidak mengandung lemak dan kolesterol, bahkan menurut riset dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

Bila Anda tidak bisa mendapatkan air kelapa yang segar, kini telah tersedia air kelapa murni dalam kemasan siap minum yang dapat dibeli di supermarket.

7 Obat Alami untuk Mengobati Asam Urat

7 Obat Alami untuk Mengobati Asam Urat

October 8 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Umum No Commented

Asam urat atau gout adalah penyakit yang sudah ada dari zaman dahulu kala. Bangsa Mesir sekitar 5000 tahun lalu dan Bangsa Yunani beberapa puluh abad kemudian sudah menyebutnya. Al-Razi atau Rhazes, salah satu dokter muslim kenamaan di abad pertengahan, menyarankan beberapa jenis terapi untuk mengobati asam urat.

Asam urat dikenal sebagai “penyakit para raja” karena banyak diderita oleh orang-orang kaya dan bangsawan yang suka makan yang enak-enak namun kurang beraktivitas fisik. Beberapa tokoh terkenal dalam sejarah diketahui menderita penyakit asam urat, di antaranya: Kubilai Khan, Raja Henry VIII, Nostrodamus, Isaac Newton, Thomas Jefferson, dan Raja Charles V yang memimpin imperium Inggris di puncak kejayaannya. Bila kita cermati dari lakon ketoprak dan cerita rakyat, Menak Jinggo– sang raja Blambangan (Banyuwangi) yang memberontak dari Majapahit–tampaknya juga menderita asam urat. Hal itu terlihat dari langkahnya yang terpincang-pincang dan seringnya dia mengeluhkan kakinya.

Karena sejarah penyakit asam urat yang panjang tersebut, obat-obatan tradisional alami juga telah lama digunakan manusia untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Sidaguri (sida rhombifolia)

Sidaguri adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di tepi jalan, halaman berumput, hutan, sawah, dan tempat-tempat dengan sinar matahari langsung atau sedikit terlindung. Sidaguri mengandung alkaloid ephedrine, terutama pada bijinya, yang memiliki efek mendinginkan badan (anti demam), melancarkan pencernaan, menyusutkan jaringan (astringent), merangsang produksi air seni (diuretik) dan menguatkan stamina. Selain efektif untuk asam urat, sidaguri juga bermanfaat mengatasi hematuria, cystitis, kelemahan seksual dan kualitas sperma buruk.

2. Legundi (vitex negundo)

Bunga dan daun Legundi adalah salah satu herbal yang sangat efektif mengendalikan rasa sakit dan inflamasi karena artritis dan sciatica. Pohon legundi adalah semak merayap dengan tajuk tidak beraturan, aromatik, dan tinggi 1-4 m. Pohon ini dapat dijumpai sebagai tanaman liar di daerah hutan jati, hutan sekunder, di tepi jalan dan pematang sawah dan berbunga pada bulan Januari – Desember.

3. Habbatussauda (nigella sativa)

Habbatussauda atau jintan hitam telah digunakan lebih dari 2000 tahun oleh orang Yunani dan Timur Tengah untuk berbagai pengobatan.Efeknya yang anti radang sangat cocok untuk meredakan peradangan akibat asam urat. Selain itu, jintan hitam juga berkhasiat meredakan asma, flu dan alergi, mengurangi tekanan darah tinggi, mencegah batu empedu, mencegah kanker, dan banyak lainnya.

4. Salai guggul (boswellia serrata)

Tanaman ini banyak tumbuh di India dan Asia Selatan. Resin yang diambil dari pohon tanaman ini dimurnikan dan digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan asam urat. Asam boswelik yang terdapat di dalamnya dikenal juga dapat mengurangi kolesterol dan melindungi hati terhadap bakteri endotoksin. Bagian non-asam dari ekstrak pohon salai guggul dapat menurunkan tekanan darah dan bersifat menenangkan.

5. Jahe Merah (zingiber officinale)

Jahe merah adalah herbal anti peradangan. Selain itu, jahe merah meningkatkan nafsu makan dan memperlancar sistem pencernaan dan pernafasan. Jahe merah membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah.

6. Brotowali (tinospora cordifolia)

Brotowali dinilai sebagai salah satu herbal utama peningkat sistem imun tubuh (immuno-modulator). Karena sifatnya tersebut, brotowali membuat tubuh lebih sehat terhadap penyakit dan lebih awet muda. Selain meringankan asam urat, brotowali juga bermanfaat mengatasi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan menyehatkan organ-organ vital tubuh.

7. Teh Hijau

Teh hijau mengandung banyak polifenol yang bekerja sebagai antioksidan pencegah serangan asam urat. Selain itu, teh hijau juga mengandung vitamin C dan vitamin E yang bermanfaat bagi penderita asam urat. Riset oleh universitas Michigan menunjukkan bahwa teh hijau mengandung senyawa yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang mencegah produksi molekul penyebab inflamasi dan kerusakan sendi pada pasien asam urat.