ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB
Abu Nawas bertanya dengan santai:
“Teman-teman, saya mau tanya sederhana dulu…
kalau Yesus wafat di kayu salib, siapa yang mencabut nyawa-Nya?”
Orang-orang mulai berpikir.
Abu Nawas tersenyum:
“Kalau jawabannya: Tuhan yang mencabut nyawa-Nya…
berarti ada Tuhan yang mengambil nyawa, dan ada yang nyawanya diambil.
Bukankah itu menunjukkan adanya perbedaan antara keduanya?”
Lalu Abu Nawas melanjutkan:
“Kalau manusia bisa menyiksa dan menyalib-Nya,
kalau tubuh-Nya bisa mengalami penderitaan,
kalau kemudian Dia wafat…
maka pertanyaannya sederhana:
apakah yang mengalami semua itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa,
atau seorang manusia yang diutus oleh Tuhan?”
Abu Nawas kemudian berkata:
“Saya tidak sedang mengajak siapa pun bertengkar.
Saya cuma ngajak kita berpikir. ๐
Pertanyaan yang jujur tidak perlu ditakuti.
Kalau keyakinan kita benar, mari kita jelaskan dengan ilmu dan adab.”
Dalam keyakinan Islam, Al-Qur’an menyatakan:
َูู َุง َูุชَُُููู َูู َุง ุตََูุจُُูู ََِٰูููู ุดُุจَِّู َُููู ْ
“Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka...”
(QS. An-Nisa: 157)
Jadi, kata Abu Nawas:
“Daripada sibuk saling ngegas,
mending kita sama-sama belajar.
Beda keyakinan boleh,
beda pendapat boleh,
tapi adab tetap nomor satu.” ๐
Diskusi boleh tajam,
hati jangan kasar.
Ilmu ditambah,
persaudaraan tetap dijaga. ๐ค
.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar