Jumat, 25 September 2026

1601naw. ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

 

ABU NAWAS BERTANYA SIAPA YANG MENCABUT NYAWA YESUS SAAT DISALIB

Abu Nawas bertanya dengan santai:

“Teman-teman, saya mau tanya sederhana dulu…
kalau Yesus wafat di kayu salib, siapa yang mencabut nyawa-Nya?”

Orang-orang mulai berpikir.

Abu Nawas tersenyum:

“Kalau jawabannya: Tuhan yang mencabut nyawa-Nya…
berarti ada Tuhan yang mengambil nyawa, dan ada yang nyawanya diambil.
Bukankah itu menunjukkan adanya perbedaan antara keduanya?”

Lalu Abu Nawas melanjutkan:

“Kalau manusia bisa menyiksa dan menyalib-Nya,
kalau tubuh-Nya bisa mengalami penderitaan,
kalau kemudian Dia wafat…
maka pertanyaannya sederhana:
apakah yang mengalami semua itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa,
atau seorang manusia yang diutus oleh Tuhan?”

Abu Nawas kemudian berkata:

“Saya tidak sedang mengajak siapa pun bertengkar.
Saya cuma ngajak kita berpikir. ๐Ÿ˜„
Pertanyaan yang jujur tidak perlu ditakuti.
Kalau keyakinan kita benar, mari kita jelaskan dengan ilmu dan adab.”

Dalam keyakinan Islam, Al-Qur’an menyatakan:

ูˆَู…َุง ู‚َุชَู„ُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ุตَู„َุจُูˆู‡ُ ูˆَู„َٰูƒِู† ุดُุจِّู‡َ ู„َู‡ُู…ْ
“Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka...”
(QS. An-Nisa: 157)

Jadi, kata Abu Nawas:

“Daripada sibuk saling ngegas,
mending kita sama-sama belajar.
Beda keyakinan boleh,
beda pendapat boleh,
tapi adab tetap nomor satu.”
๐Ÿ˜Š

Diskusi boleh tajam,
hati jangan kasar.
Ilmu ditambah,
persaudaraan tetap dijaga.
๐Ÿค

.......

Tidak ada komentar: