Doa Para Nabi dan Rahmat Allah bagi Orang yang Tunduk
Ringkasan Redaksi Asli (QS. Al-Anbiya: 89–92)
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ (٨٩) فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ (٩٠) وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةًۭ لِّلْعَٰلَمِينَ (٩١) إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ (٩٢)
Artinya:
“Dan (ingatlah kisah) Zakariya, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), Engkau adalah sebaik-baik pewaris.’ Maka Kami kabulkan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, serta Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam berbuat kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan harapan dan rasa takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh Kami, dan Kami jadikan dia serta anaknya sebagai tanda bagi seluruh alam.
Sesungguhnya ini adalah umatmu, umat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”
(QS. Al-Anbiya: 89–92)
Latar Belakang Masalah di Jamannya
Pada masa Nabi Zakariya ‘alaihis-salam, masyarakat Bani Israil telah mulai jauh dari agama. Banyak yang hanya mengejar dunia dan meninggalkan doa serta amal saleh. Zakariya yang telah tua tetap istiqamah dalam ibadah dan doa, meski tak kunjung diberi keturunan. Ia berdoa bukan untuk kesenangan dunia, tapi agar ada penerus risalah dan penjaga agama Allah.
Maryam ‘alaihas-salam juga hidup di zaman yang penuh fitnah. Namun ia menjaga kehormatan dan kesucian diri. Dari rahimnya lahir Nabi Isa dengan mukjizat ruh dari Allah — tanda kebesaran dan kuasa-Nya bagi seluruh alam.
Sebab Terjadinya Masalah
Masalah utama pada masa itu adalah kelemahan iman dan keputusasaan manusia terhadap doa. Banyak orang hanya percaya pada sebab-sebab lahiriah, bukan pada kekuasaan Allah. Nabi Zakariya mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, meski umur telah lanjut dan istri mandul.
Maryam menjadi bukti bahwa kehormatan, kesucian, dan ketaatan dapat melahirkan mukjizat yang menjadi tanda keesaan Allah.
Intisari Judul
“Doa Para Nabi dan Rahmat Allah bagi Orang yang Tunduk”
Menegaskan bahwa siapa pun yang berserah diri, berdoa dengan harap dan takut, serta khusyuk dalam ibadah — akan mendapat kasih sayang Allah yang tak terbatas.
Tujuan dan Manfaat
- Mengingatkan manusia untuk tidak putus asa dalam berdoa.
- Menumbuhkan keyakinan bahwa rahmat Allah melampaui batas logika manusia.
- Mendorong umat Islam agar bersegera dalam kebaikan dan menjadikan doa sebagai kekuatan utama hidup.
- Menyatukan umat dalam satu aqidah: bahwa hanya Allah satu-satunya yang disembah.
Dalil Pendukung
-
QS. Ghafir: 60
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.”
-
Hadis Nabi ﷺ:
“Doa adalah senjata bagi orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.”
(HR. Al-Hakim)
Analisis dan Argumentasi
Ayat-ayat ini menunjukkan hubungan langsung antara ketaatan, doa, dan rahmat Allah.
Zakariya tidak menuntut, tetapi memohon dengan rendah hati; Maryam tidak mempertanyakan, tetapi tunduk dan pasrah. Keduanya menjadi teladan bahwa mukjizat bukan karena kemampuan manusia, melainkan buah dari keikhlasan dan ketundukan.
Dalam konteks kehidupan modern, manusia sering terlena oleh teknologi, transportasi cepat, komunikasi canggih, dan kedokteran mutakhir. Banyak yang lupa bahwa semua itu hanyalah alat, bukan sumber kekuatan.
Teknologi tidak bisa mengubah takdir tanpa izin Allah. Sehebat apa pun dokter, kesembuhan tetap datang dari Allah.
Maka, doa dan iman tetap menjadi sumber ketenangan di tengah gemuruh kemajuan zaman.
Keutamaan-keutamaan
- Doa yang tulus pasti dikabulkan Allah.
- Khusyuk dan sabar adalah jalan menuju terkabulnya doa.
- Kesucian diri dan keimanan menjadi sebab turunnya mukjizat.
- Umat yang tunduk kepada Allah menjadi satu kesatuan (ummatan wahidah) di bawah tauhid.
Hikmah
- Tidak ada doa yang sia-sia, walau tampak tertunda.
- Setiap ketaatan yang kecil bernilai besar di sisi Allah.
- Kesucian diri, baik lahir maupun batin, menjadi pelindung dari fitnah zaman.
- Allah menolong hamba yang khusyuk, meskipun seluruh dunia meragukannya.
Muhasabah dan Caranya
- Periksa niat dalam setiap doa — apakah untuk dunia atau untuk agama.
- Latih diri berdoa setiap selesai shalat dengan rasa harap dan takut (raja’ dan khauf).
- Biasakan membaca doa Nabi Zakariya:
“Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin.”
- Jaga kehormatan dan kesucian diri sebagaimana Maryam.
- Jadikan doa bukan permintaan mendesak, tetapi ibadah yang menenangkan jiwa.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ، وَيَدْعُونَكَ رَغَبًا وَرَهَبًا، وَاجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الْخَاشِعِينَ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang bersegera dalam kebaikan, berdoa dengan harap dan takut, dan jadikan kami hamba yang khusyuk kepada-Mu.”
Nasehat Para Arif Billah
- Hasan al-Bashri: “Doa yang lahir dari hati yang bersih lebih cepat sampai ke langit daripada anak panah yang dilepaskan dari busurnya.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku berdoa bukan karena aku ingin surga, tapi karena aku ingin bersama Dia yang menciptakan surga.”
- Abu Yazid al-Bistami: “Doa bukan sekadar meminta, tapi menyingkap jarak antara hamba dan Tuhannya.”
- Junaid al-Baghdadi: “Khusyuk adalah ketika seluruh anggota tubuh diam, dan hanya hati yang berbicara kepada Allah.”
- Al-Hallaj: “Doa adalah rahasia cinta; hanya yang mencintai yang tahu bagaimana berbicara tanpa kata.”
- Imam al-Ghazali: “Barangsiapa mengenal Allah, ia tidak akan pernah putus asa dari rahmat-Nya.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Doa adalah kunci langit; mintalah dengan yakin, bukan dengan ragu.”
- Jalaluddin Rumi: “Ketika engkau berdoa, engkau sedang mengetuk pintu hatimu sendiri.”
- Ibnu ‘Arabi: “Doa adalah jalan untuk mengenal hakikat diri sebagai hamba.”
- Ahmad al-Tijani: “Setiap doa yang diiringi zikir adalah jembatan menuju kasih Allah.”
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Anbiya: 89–92.
- Tafsir Al-Maraghi, Juz XVII.
- Ihya’ ‘Ulumuddin – Imam Al-Ghazali.
- Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi.
- Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Risalah Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi.
- Al-Muntaqa min Kalam Rabi‘ah al-Adawiyah.
- Matsnawi – Jalaluddin Rumi.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang senantiasa meneguhkan iman di tengah kemajuan zaman. Semoga setiap doa dan amal kita diterima Allah sebagai bukti cinta dan ketundukan kepada-Nya.
Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang sopan dan santai dari bacaan Koran Islami tersebut:
Bacaan Koran Islami
Sabtu, 1 November 2025 Penulis: M. Djoko Ekasanu
Judul: Curhat Para Nabi dan Kekuatan Doa Buat yang Pasrah Total
Ringkasan Redaksi Asli (QS. Al-Anbiya: 89–92)
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ (٨٩) فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ (٩٠) وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةًۭ لِّلْعَٰلَمِينَ (٩١) إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ (٩٢)
Artinya: “Dan(ingatlah kisah) Zakariya, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), Engkau adalah sebaik-baik pewaris.’ Maka Kami kabulkan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, serta Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam berbuat kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan harapan dan rasa takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami. Dan(ingatlah kisah) Maryam yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh Kami, dan Kami jadikan dia serta anaknya sebagai tanda bagi seluruh alam. Sesungguhnya ini adalah umatmu,umat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS.Al-Anbiya: 89–92)
Setting Zaman Dulu (Latar Belakang Masalah)
Bayangin, zaman Nabi Zakariya AS, vibes masyarakat Bani Israil lagi kurang bagus. Banyak yang fokusnya cuma urusan dunia aja, ibadah dan doa udah mulai ditinggalin. Nah, Zakariya yang udah sepuh ini tetap stay strong dalam ibadah dan doa, walaupun belum dikasih keturunan. Curhatnya ke Allah tuh bukan sekadar pengen punya anak, tapi lebih karena pengen ada yang nerusin dan jaga agama-Nya.
Sementara itu, Maryam AS hidup di zaman yang penuh drama dan fitnah. Tapi doi bisa banget jaga kehormatan dan kesucian dirinya. Dari situlah lahir Nabi Isa AS dengan mukjizat langsung dari Allah—bukti ultimate bahwa Allah itu Maha Kuasa.
Akar Masalahnya
Inti problemnya waktu itu adalah iman yang lagi lemah dan gampang banget putus asa. Banyak yang cuma percaya sama hal-hal yang keliatan aja, lupa sama kekuasaan Allah yang gak terbatas. Nabi Zakariya ngajarin kita bahwa nothing is impossible for Allah, meski secara logika udah tua dan istrinya mandul.
Maryam ngebuktiin bahwa jaga kehormatan, pure heart, dan ketaatan bisa bikin keajaiban yang bikin dunia melongo.
Inti dari Judul
"Curhat Para Nabi dan Kekuatan Doa Buat yang Pasrah Total" Intinya,siapa pun yang pasrah total, curhat ke Allah dengan perasaan harap dan takut, plus khusyuk dalam ibadah, bakal dapet unlimited love dan perhatian dari Allah.
Tujuan & Manfaatnya Buat Kita
· Jangan gampang menyerah dan putus asa dalam berdoa.
· Yakin banget bahwa kasih sayang Allah itu nggak ada batasnya, bahkan bisa ngalahin logika kita.
· Semangat buat buru-buru berbuat baik dan jadikan doa sebagai powerbank kehidupan.
· Ngingetin kita buat solid dalam satu tim, yaitu umat yang nyembah Allah aja.
Dalil Pendukung
· QS. Ghafir: 60 “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.”
· Hadis Nabi ﷺ: “Doa adalah senjata bagi orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Al-Hakim)
Analisis & Argumen
Ayat-ayat ini nunjukin koneksi yang eret banget antara taat, doa, dan kasih sayang Allah. Zakariya nggak maksa, cuma memohon dengan rendah hati. Maryam nggak banyak nanya, cuma pasrah dan tunduk. Mereka berdua adalah role model bahwa mukjizat itu bukan karena skill kita, tapi buah dari keikhlasan dan kepasrahan.
Nah, kalau dihubungkan sama zaman now, kita sering banget keasyikan sama teknologi, transportasi super cepat, gadget canggih, dan kedokteran modern. Banyak yang lupa bahwa semua itu cuma tools, bukan sumber kekuatan utama. Teknologi secanggih apapun nggak bisa ngubah takdir tanpa izin Allah. Sehebat-hebatnya dokter, kesembuhan tetaplah datang dari Allah. Makanya, doa dan iman tetaplah sumber ketenangan di tengah hiruk-pikuk kemajuan zaman.
Keutamaannya
· Doa yang tulus pasti di-accept sama Allah.
· Khusyuk dan sabar adalah kunci utama doa terkabul.
· Menjaga kesucian diri dan iman bisa jadi penyebab turunnya mukjizat.
· Umat yang tunduk pada Allah akan jadi satu kesatuan (ummatan wahidah) di bawah panji tauhid.
Hikmah & Take Home Message
· Gak ada doa yang sia-sia, meski kadang jawabannya delay.
· Setiap kebaikan kecil yang kita lakuin, nilainya gede banget di sisi Allah.
· Jaga kesucian diri, lahir batin, itu tameng dari segala macam drama dan fitnah zaman.
· Allah pasti bantu hamba-Nya yang khusyuk, meski seisi dunia meragukannya.
Muhasabah Diri (Cek Dulu Deh!)
· Cek niat: Kita berdoa tuh buat dunia doang atau buat bekalan agama juga?
· Practice berdoa tiap selesai shalat dengan perasaan hope and fear (harap dan takut).
· Hafalin dan rutin baca doa Nabi Zakariya: "Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin."
· Jaga kehormatan dan kesucian diri kayak Maryam.
· Jadikan doa bukan sekadar request list, tapi sebagai me-time yang menenangkan jiwa sama Allah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ، وَيَدْعُونَكَ رَغَبًا وَرَهَبًا، وَاجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الْخَاشِعِينَ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang bersegera dalam kebaikan, berdoa dengan harap dan takut, dan jadikan kami hamba yang khusyuk kepada-Mu.”
Kata-Kata Motivasi Para Sufi
· Hasan al-Bashri: "Doa yang keluar dari hati yang bersih itu lebih cepat nyampe ke langit daripada anak panah yang dilepas dari busurnya."
· Rabi‘ah al-Adawiyah: "Aku berdoa bukan karena pengen surga, tapi karena pengen deket sama Dia yang menciptakan surga."
· Abu Yazid al-Bistami: "Doa itu bukan cuma minta-minta, tapi membuka jarak rahasia antara hamba dan Tuhannya."
· Junaid al-Baghdadi: "Khusyuk itu ketika semua anggota tubuh diam, dan cuma hati yang ngobrol sama Allah."
· Al-Hallaj: "Doa itu rahasia cinta; cuma yang jatuh cinta yang tau gimana caranya ngomong tanpa kata-kata."
· Imam al-Ghazali: "Siapa yang kenal Allah, dia gak akan pernah putus asa dari kasih sayang-Nya."
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Doa itu kunci langit; minta aja dengan yakin, jangan setengah-setengah."
· Jalaluddin Rumi: "Pas lo berdoa, sebenernya lo lagi ngetuk-ngetuk pintu hati lo sendiri."
· Ibnu ‘Arabi: "Doa itu jalan buat kenal hakikat diri sebagai hamba."
· Ahmad al-Tijani: "Setiap doa yang disempurnain dengan zikir itu jembatan menuju cinta Allah."
Daftar Pustaka
· Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Anbiya: 89–92.
· Tafsir Al-Maraghi, Juz XVII.
· Ihya’ ‘Ulumuddin – Imam Al-Ghazali.
· Futuhat al-Makkiyah – Ibnu ‘Arabi.
· Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
· Risalah Qusyairiyah – Imam al-Qusyairi.
· Al-Muntaqa min Kalam Rabi‘ah al-Adawiyah.
· Matsnawi – Jalaluddin Rumi.
Ucapan Terima Kasih
Big thanks buat kalian para pembaca yang tetap keep the faith di tengah zaman yang makin canggih ini. Semoga semua doa dan kebaikan kita diterima Allah sebagai bukti cinta dan kepasrahan kita kepada-Nya. Stay humble and keep praying, guys