BAB 22 Tentang Mengekang Emosi (Marah).
Al-Faqih, Rasulullah bersabda: “Bahwasanya marah bara (emosi) dari api, Barangsiapa tengah dihinggapinya (dalam keadaan) tegak maka atasilah dengan duduk, dan jika ia duduk maka turunkanlah dengan berbaring”.
Al Faqih, Rasulullah , bersabda:
”Hati-hatilah kamu dari marah, karena marah berarti api membarabara dalam hati manusia, tahukah kamu ketika seseorang dihinggapi emosi (marah), matanya merah, urat urat lehernya tegak oleh karena itu jika seseorang marah, maka berbaringlah rebahkanlah badannya di tanah (insya Allah dingin)”.
Manusia dalam hal marah ini bermacam-macam, ada yang cepat marah, tetapi cepat pula dingin (reda), yang berarti seimbang. Dan ada pula yang lamban tetapi lambat pula redanya, berarti seimbang juga, Dalam hal ini yang paling baik adalah lamban emosinya tetapi cepat sembuh (reda), sebaliknya yang paling jahat yaitu cepat emosi lambat sembuhnya.
.........
Penggalan riwayat yang Anda sampaikan mengandung makna yang sejalan dengan ajaran Islam tentang mengendalikan amarah. Perlu dicatat bahwa sebagian redaksi tersebut dinukil dalam kitab-kitab targhib dan adab, sedangkan hadis yang paling kuat tentang mengatasi marah adalah anjuran untuk diam, mengubah posisi (berdiri menjadi duduk, lalu berbaring), dan berwudu ketika marah.
............
MEREDAM API AMARAH, MENYALAKAN CAHAYA KESABARAN
Tazkiyatun Nufus: Menundukkan Nafsu Marah demi Meraih Ridha Allah
Bismillahirrahmanirrahim.
Marah adalah salah satu tabiat manusia. Ia bukan dosa apabila masih berada dalam kendali akal dan syariat. Namun apabila dibiarkan menguasai hati, marah akan menjadi pintu terbesar bagi setan untuk merusak iman, memutus silaturahmi, menghancurkan keluarga, dan menghapus pahala amal saleh.
Dalam pandangan tasawuf, marah yang tidak terkendali merupakan gejolak nafsu yang menutupi cahaya hati (qalb). Ketika hati dipenuhi api amarah, cahaya hikmah padam, lisan menjadi tajam, dan akal kehilangan kebijaksanaan. Karena itu para ulama tasawuf menekankan pentingnya mujahadah (bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu) agar hati tetap tenang (ithmi'nan).
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar orang yang marah segera mengubah keadaannya: apabila berdiri hendaklah duduk, apabila duduk hendaklah berbaring. Dalam riwayat lain beliau menganjurkan berwudu, sebab marah berasal dari panasnya godaan setan, sedangkan air memadamkan panas tersebut.
Allah tidak menilai kekuatan seseorang dari kemampuannya mengalahkan orang lain, tetapi dari kemampuannya mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Orang yang mampu menahan marah adalah pejuang sejati di hadapan Allah.
Dalil Al-Qur'an
1. Allah Ta'ala berfirman:
"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan."
QS. Ali 'Imran: 134
2.
"Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan akan menjadi seperti teman yang sangat setia."
QS. Fussilat: 34
3.
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas."
QS. Az-Zumar: 10
Hadis-hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."
(HR. dan )
Beliau juga bersabda:
"Jangan marah." Beliau mengulanginya berkali-kali.
(HR. )
Beliau juga mengajarkan:
"Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum hilang juga, hendaklah ia berbaring."
(HR. dan )
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. )
Marah yang tidak terkendali sering menjadi sebab lahirnya kezaliman, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
Hikmah Tasawuf
Orang yang mampu menahan marah berarti telah membersihkan jiwanya dari sifat ghadhab yang tercela. Hatinya dipenuhi sabar, kasih sayang, tawaduk, dan kelembutan.
Api marah hanya dapat dipadamkan dengan:
- Dzikir yang banyak.
- Mengingat kematian.
- Mengingat hisab di hadapan Allah.
- Berwudu ketika marah.
- Diam sebelum berbicara.
- Memaafkan demi mencari ridha Allah.
Semakin bersih hati seseorang, semakin sedikit alasan baginya untuk marah.
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era media sosial, banyak perselisihan terjadi karena komentar emosional, berita yang belum tentu benar, dan perdebatan yang tidak bermanfaat. Satu kalimat yang ditulis ketika marah dapat menghancurkan persaudaraan yang dibangun selama bertahun-tahun.
Teknologi yang semakin canggih seharusnya membuat manusia semakin bijaksana, bukan semakin mudah tersulut emosi. Seorang mukmin hendaknya berpikir sebelum berbicara, memeriksa sebelum membagikan berita, dan berzikir sebelum bereaksi.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah aku mudah marah karena urusan dunia?
- Apakah lisanku pernah melukai hati keluarga?
- Apakah aku pernah menyesal setelah marah?
- Apakah aku lebih mengikuti hawa nafsu daripada petunjuk Rasulullah ﷺ?
- Jika hari ini adalah hari terakhir hidupku, masih pantaskah aku menyimpan kemarahan kepada sesama?
Cara Melatih Diri
- Biasakan membaca A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim ketika marah.
- Segera diam dan jangan mengambil keputusan saat emosi.
- Berwudu dan shalat dua rakaat jika memungkinkan.
- Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
- Berdzikir: "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
- Biasakan memaafkan sebelum tidur.
- Bergaul dengan orang-orang yang sabar dan berakhlak mulia.
Doa
Allahumma inni a'udzu bika min syarri nafsi, wa min hamazatisy-syayathin. Allahumma athfi' nara al-ghadhabi min qalbi, wazayyin qalbi bish-shabri wal-hilmi, waj'alni minal mutawakkilin wa minal muhsinin. Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin. Aamiin.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan godaan setan. Ya Allah, padamkan api kemarahan dalam hatiku, hiasilah hatiku dengan kesabaran dan kelembutan, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertawakal dan berbuat ihsan. Limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu. Aamiin."
Penutup
Marah yang ditahan karena Allah akan berubah menjadi cahaya kemuliaan di sisi-Nya. Setiap kali kita mampu memaafkan, sesungguhnya kita sedang membersihkan hati dari karat hawa nafsu. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang lembut hatinya, lapang dadanya, sabar lisannya, serta memperoleh derajat orang-orang yang dicintai-Nya.
Jazakumullahu khairan katsiran. Terima kasih atas perhatian dan kesediaan menyimak nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba yang mampu menahan amarah, membersihkan jiwa, memperindah akhlak, serta mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
.........
MEREDAM API AMARAH, NYALAIN CAHAYA KESABARAN
Tazkiyatun Nufus: Belajar Nahan Emosi biar Dapet Ridha Allah
Bismillahirrahmanirrahim.
Guys, kita semua tahu marah itu manusiawi banget. Bukan dosa kok kalau masih bisa dikontrol sama akal sehat dan aturan agama. Tapi kalau udah kebangetan, marah bisa jadi jalan masuknya setan buat ngerusak iman, putusin silaturahmi, hancurin keluarga, bahkan bisa ngilangin pahala amal ibadah kita.
Dalam pandangan tasawuf, marah yang nggak terkendali itu kayak api yang ngebuat hati jadi gelap. Begitu hati udah dipanasin amarah, cahaya hikmah jadi padam, mulut jadi tajam, dan akal sehat ilang. Makanya para ulama tasawuf ngajarin kita buat mujahadah (berjuang keras lawan hawa nafsu) biar hati kita tetep tenang (ithmi'nan).
Rasulullah ﷺ ngasih tau cara praktis: kalo lagi marah sambil berdiri, mending duduk. Kalo masih marah juga, mending rebahan. Di riwayat lain, beliau juga nyaranin wudu, soalnya marah tuh asalnya dari panasnya godaan setan, dan air tuh bisa memadamkan panas.
Inget ya, Allah nggak nilaikuatnya seseorang dari kemampuannya ngalahin orang lain, tapi dari kemampuannya ngalahin hawa nafsu sendiri. Orang yang bisa nahan marah itu pejuang sejati di mata Allah!
---
Dalil dari Al-Qur'an
1. Allah Ta'ala berfirman:
"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan."
(QS. Ali 'Imran: 134)
2.
"Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan akan menjadi seperti teman yang sangat setia."
(QS. Fussilat: 34)
3.
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas."
(QS. Az-Zumar: 10)
---
Hadis-Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."
(HR. dan )
Beliau juga bersabda:
"Jangan marah." Beliau mengulanginya berkali-kali.
(HR. )
Beliau juga mengajarkan:
"Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum hilang juga, hendaklah ia berbaring."
(HR. dan )
---
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. )
Marah yang nggak terkendali sering jadi pemicu kezaliman, baik lewat ucapan maupun perbuatan.
---
Hikmah dari Tasawuf
Orang yang bisa nahan marah berarti udah bersihin jiwanya dari sifat ghadhab (pemarah) yang jelek. Hatinya bakal diisi sama sabar, kasih sayang, rendah hati, dan kelembutan.
Api marah cuma bisa dipadamkan dengan:
· Dzikir yang banyak.
· Inget mati.
· Inget hisab di hadapan Allah.
· Wudu pas lagi marah.
· Diem dulu sebelum ngomong.
· Memaafkan demi cari ridha Allah.
Semakin bersih hati kita, semakin sedikit alasan buat marah.
---
Relevansi di Zaman Now
Di era media sosial kayak gini, banyak banget perselisihan muncul cuma gara-gara komentar emosional, berita hoaks, dan debat kaga jelas. Satu kalimat yang kita tulis pas lagi emosi bisa hancurin persaudaraan yang udah dibangun bertahun-tahun.
Teknologi yang makin canggih harusnya bikin kita makin bijaksana, bukan makin gampang tersulut emosi. Seorang mukmin harusnya mikir dulu sebelum bicara, cek dulu sebelum share berita, dan dzikir dulu sebelum bereaksi.
---
Muhasabah Yuk!
Coba renungin:
· Apakah aku gampang marah karena urusan dunia?
· Apakah lisanku pernah nyakitin hati keluarga?
· Apakah aku pernah nyesel setelah marah?
· Apakah aku lebih ikutin hawa nafsu daripada petunjuk Rasulullah ﷺ?
· Kalau hari ini adalah hari terakhir hidupku, masih pantaskah aku nyimpen kemarahan ke sesama?
---
Cara Melatih Diri
· Biasain baca A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim pas lagi marah.
· Langsung diem dan jangan ambil keputusan pas emosi.
· Wudu dan shalat dua rakaat kalo memungkinkan.
· Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
· Baca dzikir: "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
· Biasain memaafkan sebelum tidur.
· Bergaul sama orang-orang yang sabar dan berakhlak mulia.
---
Doa
Allahumma inni a'udzu bika min syarri nafsi, wa min hamazatisy-syayathin. Allahumma athfi' nara al-ghadhabi min qalbi, wazayyin qalbi bish-shabri wal-hilmi, waj'alni minal mutawakkilin wa minal muhsinin. Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin. Aamiin.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan godaan setan. Ya Allah, padamkan api kemarahan dalam hatiku, hiasilah hatiku dengan kesabaran dan kelembutan, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertawakal dan berbuat ihsan. Limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu. Aamiin."
---
Penutup
Marah yang kita tahan karena Allah bakal berubah jadi cahaya kemuliaan di sisi-Nya. Setiap kali kita mampu memaafkan, sebenarnya kita lagi bersihin hati dari karat hawa nafsu. Semoga Allah jadikan kita hamba-hamba yang lembut hatinya, lapang dadanya, sabar lisannya, dan dapet derajat orang-orang yang dicintai-Nya.
Jazakumullahu khairan katsiran. Makasih banyak udah nyimak nasihat ini. Semoga Allah SWT jadikan kita semua hamba yang bisa nahan amarah, bersihin jiwa, memperindah akhlak, serta ngumpulin kita kelak sama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
---
Stay sabar, stay cool, dan tetap istiqomah ya, Sobat! 😊
.....