Thursday, May 28, 2026

343daq. meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan

 BAB 28: PANASNYA HARI KIAMAT

Dan atas pendapat ini, telah datang suatu hadits: Allah Ta’ala Memberi wahyu kepada Nabi Musa as.: Agar engkau mengatakan kepada kaummu: “Jika mereka melakukan suatu perkara, maka Aku akan memasukkan mereka ke surga.” Nabi Musa as. bertanya: Apakah perkara itu?” Lalu Allah Ta’ala menjawab: “Yaitu agar mereka meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan.” Nabi Musa berkata: “Ya Tuhanku, jikalau mereka itu sudah mati.” Maka Allah Ta’ala menjawab: “Ya Musa, maka sesungguhnya Aku adalah Dzat yang hidup, Aku tidak akan mati selamanya, Katakan kepada mereka, agar mereka meminta kerelaan kepada-Ku.” Nabi Musa bertanya: “Bagaimana (caranya) mereka meminta kerelaan kepada-Mu?” Allah menjawab: “Dengan empat perkara:

Adanya penyesalan didalam hati.

Memohon ampunan dengan lisan.

Mengalirkan air mata (menangisi karena berbuat dosa).

Gerakannya anggauta (dalam menjalankan perintah-Nya).”

.......


344daq. MEREDAM API AMARAH, MENYALAKAN CAHAYA KESABARAN

 BAB 22 Tentang Mengekang Emosi (Marah).

Al-Faqih, Rasulullah  bersabda: “Bahwasanya marah bara (emosi) dari api, Barangsiapa tengah dihinggapinya (dalam keadaan) tegak maka atasilah dengan duduk, dan jika ia duduk maka turunkanlah dengan berbaring”.

Al Faqih, Rasulullah , bersabda:

”Hati-hatilah kamu dari marah, karena marah berarti api membarabara dalam hati manusia, tahukah kamu ketika seseorang dihinggapi emosi (marah), matanya merah, urat urat lehernya tegak oleh karena itu jika seseorang marah, maka berbaringlah rebahkanlah badannya di tanah (insya Allah dingin)”.

Manusia dalam hal marah ini bermacam-macam, ada yang cepat marah, tetapi cepat pula dingin (reda), yang berarti seimbang. Dan ada pula yang lamban tetapi lambat pula redanya, berarti seimbang juga, Dalam hal ini yang paling baik adalah lamban emosinya tetapi cepat sembuh (reda), sebaliknya yang paling jahat yaitu cepat emosi lambat sembuhnya.

.........

Penggalan riwayat yang Anda sampaikan mengandung makna yang sejalan dengan ajaran Islam tentang mengendalikan amarah. Perlu dicatat bahwa sebagian redaksi tersebut dinukil dalam kitab-kitab targhib dan adab, sedangkan hadis yang paling kuat tentang mengatasi marah adalah anjuran untuk diam, mengubah posisi (berdiri menjadi duduk, lalu berbaring), dan berwudu ketika marah.

............

MEREDAM API AMARAH, MENYALAKAN CAHAYA KESABARAN

Tazkiyatun Nufus: Menundukkan Nafsu Marah demi Meraih Ridha Allah

Bismillahirrahmanirrahim.

Marah adalah salah satu tabiat manusia. Ia bukan dosa apabila masih berada dalam kendali akal dan syariat. Namun apabila dibiarkan menguasai hati, marah akan menjadi pintu terbesar bagi setan untuk merusak iman, memutus silaturahmi, menghancurkan keluarga, dan menghapus pahala amal saleh.

Dalam pandangan tasawuf, marah yang tidak terkendali merupakan gejolak nafsu yang menutupi cahaya hati (qalb). Ketika hati dipenuhi api amarah, cahaya hikmah padam, lisan menjadi tajam, dan akal kehilangan kebijaksanaan. Karena itu para ulama tasawuf menekankan pentingnya mujahadah (bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu) agar hati tetap tenang (ithmi'nan).

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar orang yang marah segera mengubah keadaannya: apabila berdiri hendaklah duduk, apabila duduk hendaklah berbaring. Dalam riwayat lain beliau menganjurkan berwudu, sebab marah berasal dari panasnya godaan setan, sedangkan air memadamkan panas tersebut.

Allah tidak menilai kekuatan seseorang dari kemampuannya mengalahkan orang lain, tetapi dari kemampuannya mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Orang yang mampu menahan marah adalah pejuang sejati di hadapan Allah.

Dalil Al-Qur'an

1. Allah Ta'ala berfirman:

"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan."

QS. Ali 'Imran: 134

2.

"Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan akan menjadi seperti teman yang sangat setia."

QS. Fussilat: 34

3.

"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas."

QS. Az-Zumar: 10

Hadis-hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."

(HR. dan )

Beliau juga bersabda:

"Jangan marah." Beliau mengulanginya berkali-kali.

(HR. )

Beliau juga mengajarkan:

"Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum hilang juga, hendaklah ia berbaring."

(HR. dan )

Hadis Qudsi yang Berkaitan

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."

(HR. )

Marah yang tidak terkendali sering menjadi sebab lahirnya kezaliman, baik melalui ucapan maupun perbuatan.

Hikmah Tasawuf

Orang yang mampu menahan marah berarti telah membersihkan jiwanya dari sifat ghadhab yang tercela. Hatinya dipenuhi sabar, kasih sayang, tawaduk, dan kelembutan.

Api marah hanya dapat dipadamkan dengan:

  • Dzikir yang banyak.
  • Mengingat kematian.
  • Mengingat hisab di hadapan Allah.
  • Berwudu ketika marah.
  • Diam sebelum berbicara.
  • Memaafkan demi mencari ridha Allah.

Semakin bersih hati seseorang, semakin sedikit alasan baginya untuk marah.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, banyak perselisihan terjadi karena komentar emosional, berita yang belum tentu benar, dan perdebatan yang tidak bermanfaat. Satu kalimat yang ditulis ketika marah dapat menghancurkan persaudaraan yang dibangun selama bertahun-tahun.

Teknologi yang semakin canggih seharusnya membuat manusia semakin bijaksana, bukan semakin mudah tersulut emosi. Seorang mukmin hendaknya berpikir sebelum berbicara, memeriksa sebelum membagikan berita, dan berzikir sebelum bereaksi.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Apakah aku mudah marah karena urusan dunia?
  • Apakah lisanku pernah melukai hati keluarga?
  • Apakah aku pernah menyesal setelah marah?
  • Apakah aku lebih mengikuti hawa nafsu daripada petunjuk Rasulullah ﷺ?
  • Jika hari ini adalah hari terakhir hidupku, masih pantaskah aku menyimpan kemarahan kepada sesama?

Cara Melatih Diri

  1. Biasakan membaca A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim ketika marah.
  2. Segera diam dan jangan mengambil keputusan saat emosi.
  3. Berwudu dan shalat dua rakaat jika memungkinkan.
  4. Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
  5. Berdzikir: "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
  6. Biasakan memaafkan sebelum tidur.
  7. Bergaul dengan orang-orang yang sabar dan berakhlak mulia.

Doa

Allahumma inni a'udzu bika min syarri nafsi, wa min hamazatisy-syayathin. Allahumma athfi' nara al-ghadhabi min qalbi, wazayyin qalbi bish-shabri wal-hilmi, waj'alni minal mutawakkilin wa minal muhsinin. Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin. Aamiin.

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan godaan setan. Ya Allah, padamkan api kemarahan dalam hatiku, hiasilah hatiku dengan kesabaran dan kelembutan, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertawakal dan berbuat ihsan. Limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu. Aamiin."

Penutup

Marah yang ditahan karena Allah akan berubah menjadi cahaya kemuliaan di sisi-Nya. Setiap kali kita mampu memaafkan, sesungguhnya kita sedang membersihkan hati dari karat hawa nafsu. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang lembut hatinya, lapang dadanya, sabar lisannya, serta memperoleh derajat orang-orang yang dicintai-Nya.

Jazakumullahu khairan katsiran. Terima kasih atas perhatian dan kesediaan menyimak nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba yang mampu menahan amarah, membersihkan jiwa, memperindah akhlak, serta mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

.........

MEREDAM API AMARAH, NYALAIN CAHAYA KESABARAN


Tazkiyatun Nufus: Belajar Nahan Emosi biar Dapet Ridha Allah


Bismillahirrahmanirrahim.


Guys, kita semua tahu marah itu manusiawi banget. Bukan dosa kok kalau masih bisa dikontrol sama akal sehat dan aturan agama. Tapi kalau udah kebangetan, marah bisa jadi jalan masuknya setan buat ngerusak iman, putusin silaturahmi, hancurin keluarga, bahkan bisa ngilangin pahala amal ibadah kita.


Dalam pandangan tasawuf, marah yang nggak terkendali itu kayak api yang ngebuat hati jadi gelap. Begitu hati udah dipanasin amarah, cahaya hikmah jadi padam, mulut jadi tajam, dan akal sehat ilang. Makanya para ulama tasawuf ngajarin kita buat mujahadah (berjuang keras lawan hawa nafsu) biar hati kita tetep tenang (ithmi'nan).


Rasulullah ﷺ ngasih tau cara praktis: kalo lagi marah sambil berdiri, mending duduk. Kalo masih marah juga, mending rebahan. Di riwayat lain, beliau juga nyaranin wudu, soalnya marah tuh asalnya dari panasnya godaan setan, dan air tuh bisa memadamkan panas.


Inget ya, Allah nggak nilaikuatnya seseorang dari kemampuannya ngalahin orang lain, tapi dari kemampuannya ngalahin hawa nafsu sendiri. Orang yang bisa nahan marah itu pejuang sejati di mata Allah!


---


Dalil dari Al-Qur'an


1. Allah Ta'ala berfirman:


"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan."


(QS. Ali 'Imran: 134)


2. 


"Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan akan menjadi seperti teman yang sangat setia."


(QS. Fussilat: 34)


3. 


"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas."


(QS. Az-Zumar: 10)


---


Hadis-Hadis Nabi ﷺ


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."


(HR. dan )


Beliau juga bersabda:


"Jangan marah." Beliau mengulanginya berkali-kali.


(HR. )


Beliau juga mengajarkan:


"Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum hilang juga, hendaklah ia berbaring."


(HR. dan )


---


Hadis Qudsi yang Berkaitan


Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:


"Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."


(HR. )


Marah yang nggak terkendali sering jadi pemicu kezaliman, baik lewat ucapan maupun perbuatan.


---


Hikmah dari Tasawuf


Orang yang bisa nahan marah berarti udah bersihin jiwanya dari sifat ghadhab (pemarah) yang jelek. Hatinya bakal diisi sama sabar, kasih sayang, rendah hati, dan kelembutan.


Api marah cuma bisa dipadamkan dengan:


· Dzikir yang banyak.

· Inget mati.

· Inget hisab di hadapan Allah.

· Wudu pas lagi marah.

· Diem dulu sebelum ngomong.

· Memaafkan demi cari ridha Allah.


Semakin bersih hati kita, semakin sedikit alasan buat marah.


---


Relevansi di Zaman Now


Di era media sosial kayak gini, banyak banget perselisihan muncul cuma gara-gara komentar emosional, berita hoaks, dan debat kaga jelas. Satu kalimat yang kita tulis pas lagi emosi bisa hancurin persaudaraan yang udah dibangun bertahun-tahun.


Teknologi yang makin canggih harusnya bikin kita makin bijaksana, bukan makin gampang tersulut emosi. Seorang mukmin harusnya mikir dulu sebelum bicara, cek dulu sebelum share berita, dan dzikir dulu sebelum bereaksi.


---


Muhasabah Yuk!


Coba renungin:


· Apakah aku gampang marah karena urusan dunia?

· Apakah lisanku pernah nyakitin hati keluarga?

· Apakah aku pernah nyesel setelah marah?

· Apakah aku lebih ikutin hawa nafsu daripada petunjuk Rasulullah ﷺ?

· Kalau hari ini adalah hari terakhir hidupku, masih pantaskah aku nyimpen kemarahan ke sesama?


---


Cara Melatih Diri


· Biasain baca A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim pas lagi marah.

· Langsung diem dan jangan ambil keputusan pas emosi.

· Wudu dan shalat dua rakaat kalo memungkinkan.

· Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.

· Baca dzikir: "Laa haula wa laa quwwata illa billah."

· Biasain memaafkan sebelum tidur.

· Bergaul sama orang-orang yang sabar dan berakhlak mulia.


---


Doa


Allahumma inni a'udzu bika min syarri nafsi, wa min hamazatisy-syayathin. Allahumma athfi' nara al-ghadhabi min qalbi, wazayyin qalbi bish-shabri wal-hilmi, waj'alni minal mutawakkilin wa minal muhsinin. Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin. Aamiin.


Artinya:


"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan godaan setan. Ya Allah, padamkan api kemarahan dalam hatiku, hiasilah hatiku dengan kesabaran dan kelembutan, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertawakal dan berbuat ihsan. Limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu. Aamiin."


---


Penutup


Marah yang kita tahan karena Allah bakal berubah jadi cahaya kemuliaan di sisi-Nya. Setiap kali kita mampu memaafkan, sebenarnya kita lagi bersihin hati dari karat hawa nafsu. Semoga Allah jadikan kita hamba-hamba yang lembut hatinya, lapang dadanya, sabar lisannya, dan dapet derajat orang-orang yang dicintai-Nya.


Jazakumullahu khairan katsiran. Makasih banyak udah nyimak nasihat ini. Semoga Allah SWT jadikan kita semua hamba yang bisa nahan amarah, bersihin jiwa, memperindah akhlak, serta ngumpulin kita kelak sama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.


---


Stay sabar, stay cool, dan tetap istiqomah ya, Sobat! 😊

.....

342daq. keputusan hukum Allah

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan, ketika terjadi hari kiamat, maka bangkitlah para makhluk itu (dalam keadaan) sangat kehausan, mereka dikendalikan oleh keringat. Lalu Allah Ta’ala mengutus Jibril kepada Nabi saw. Maka Jibril berkata: “Ya Muhammad, katakan kepada ummatmu, agar berdoa kepadaKu dengan menyebut asma (nama), sebagaimana kamu berdoa kepadaKu sewaktu di dunia ketika dalam keadaan sedih.” Maka Nabi Muhammad menyeru kepada umatnya untuk berdo’a sebagaimana yang dianjurkan oleh Jibril. Lalu mereka sama mengucapkan: (.      ) ketika itulah, Allah memutuskan hukum diantara para makhluk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada umat-umat yang lain: “Kalau kalian tidak menyebut kepadaKu dengan asma (nama) ini. maka pasti Aku akan melamakan kepada kamu memutuskan hukum, (sehingga) sampai seribu tahun.”

Kemudian Allah Ta’ala memutuskan hukum diantara binatang liar dengan beberapa binatang (yang lain), sampai Allah Ta’ala memutuskan hukum kepada binatang brujul (binatang yang tak punya tanduk) dengan binatang yang memiliki tanduk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada binatang liar dan binatang-binatang (yang lain): “Jadilah kalian semua menjadi debu.” Ketika terjadi kejadian itu. Orang-orang kafir berkata:

“Semoga diriku itu menjadi debu.”

.........

341daq. Membersihkan Jiwa Agar Dikumpulkan Bersama Orang-Orang Saleh

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan: Ketika terjadi kiamat, maka bendera “Kebenaran” dipasang dan diserahkan kepada Abu Bakar ra., dan setiap orang yang benar berada di bawah bendera itu. Bendera “Fuqaha” dipasang dan diserahkan kepada Mu’adz bin Jabal ra. dan setiap ahli fiqh berada di bawah bendera itu. Bendera “suhud” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darrin ra. dan setiap orang yang zuhud berada di bawah bendera itu. Bendera : “Faqir” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darda’ ra. dan setiap orang fakir berada di bawah bendera itu. Bendera “Dermawan” dipasang dan diserahkan kepada Utsman ra. dan setiap dermawan berada di bawah bendera itu. Bendera “Syuhada” dipasang dan diserahkan kepada Ali ra. dan setiap orang yang mati syahid berada di bawah bendera itu. Bendera “Qurra” (ahli baca Al-Qur’an) dipasang dan diserahkan kepada Ubaiy bin Ka’ab, dan setiap Qari’ berada di bawah bendera itu. Bendera “Muadzdzin” dipasang dan diserahkan kepada Bilal ra. dan setiap Muadzdzin berada di bawah bendera itu. Bendera “Orang yang dibunuh dengan aniaya” dipasang dan diserahkan kepada Husain ra. dan setiap orang yang dibunuh dengan aniaya berada di bawah bendera itu. Maka oleh karena itu, firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya.” (QS. Al-Isra: 71).

....

PANJI-PANJI KEMULIAAN DI HARI KIAMAT: Membersihkan Jiwa Agar Dikumpulkan Bersama Orang-Orang Saleh

Hadis yang disebutkan di atas banyak ditemukan dalam kitab-kitab targhib, nasihat, dan tasawuf. Para ulama hadis menjelaskan bahwa riwayat tersebut tidak termasuk hadis yang kuat sebagai hujjah hukum. Namun, kandungannya dapat dipahami sebagai motivasi untuk meneladani sifat-sifat mulia para sahabat Rasulullah ﷺ, selama tidak diyakini secara pasti sebagai ketetapan yang sahih.

Nasehat Tasawuf (Tazkiyatul Nufus)

Dalam perjalanan menuju Allah, yang paling berharga bukanlah banyaknya harta, jabatan, atau popularitas, melainkan identitas ruhani yang kita bawa. Di dunia manusia dikenal karena pangkatnya, tetapi di akhirat manusia dikenal karena amal dan kebersihan hatinya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq dikenal karena kejujurannya. Mu'adz bin Jabal karena ilmunya. Abu Dzar karena kezuhudannya. Abu Darda karena kefakirannya kepada Allah. Utsman bin Affan karena kedermawanannya. Ali bin Abi Thalib karena keberaniannya. Ubay bin Ka'ab karena kedekatannya dengan Al-Qur'an. Bilal bin Rabah karena adzannya yang ikhlas. Husain bin Ali karena pengorbanannya di jalan kebenaran.

Tasawuf mengajarkan bahwa setiap amal lahir harus melahirkan sifat batin. Ilmu melahirkan tawadhu'. Harta melahirkan dermawan. Ibadah melahirkan ikhlas. Zuhud melahirkan ketenangan. Al-Qur'an melahirkan akhlak yang mulia.

Pertanyaan terbesar bukanlah: "Siapa yang akan mengenal kita di dunia?"

Tetapi: "Di bawah panji siapakah kita akan dipanggil oleh Allah pada Hari Kiamat?"

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Pada hari Kami memanggil setiap manusia bersama pemimpinnya." (QS. Al-Isra' : 71)

Allah juga berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah : 119)

Dan firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat : 13)

Hadis-hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai." (HR. dan )

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. )

Sabda beliau lagi:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (Diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis dengan sanad yang diperselisihkan, namun maknanya selaras dengan ajaran Islam.)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. )

Dan firman-Nya:

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (HR. dan )

Relevansi Zaman Sekarang

Di era media sosial, kecerdasan buatan, dan teknologi digital, manusia berlomba mengejar pengikut (followers), popularitas, dan citra. Namun di sisi Allah, yang menjadi ukuran adalah keikhlasan, ketakwaan, dan manfaat.

Jangan hanya menjadi terkenal di internet, tetapi tidak dikenal oleh para malaikat karena amal saleh. Jangan hanya memiliki banyak unggahan, tetapi miskin sedekah, dzikir, dan tilawah. Jadilah pribadi yang meski tidak viral di bumi, namun namanya harum di langit.

Muhasabah

Renungkanlah dengan jujur:

  • Jika hari ini Allah memanggilku, aku akan berada di bawah panji siapa?
  • Apakah aku dikenal sebagai orang yang jujur?
  • Apakah Al-Qur'an telah menjadi sahabatku?
  • Sudahkah aku menjadi pribadi yang dermawan?
  • Apakah ilmuku mendekatkanku kepada Allah atau hanya untuk kebanggaan?
  • Apakah hatiku dipenuhi cinta dunia atau rindu kepada Allah?

Cara Melakukan Muhasabah

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an setiap hari.
  2. Menjaga shalat tepat waktu dan berjamaah.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar.
  4. Bersedekah secara rutin, walaupun sedikit.
  5. Menuntut ilmu dan mengamalkannya.
  6. Membiasakan ikhlas dalam setiap amal.
  7. Berteman dengan orang-orang saleh agar hati ikut menjadi saleh.

Doa

اللهم اجعلنا من عبادك الصادقين، واجعل قلوبنا مخلصة لك، وارزقنا حب القرآن، وحب العلم، وحب الصالحين، واحشرنا يوم القيامة تحت لواء نبيك محمد ﷺ مع الصديقين والشهداء والصالحين، وحسن أولئك رفيقًا. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang jujur, ikhlas kepada-Mu. Anugerahkanlah kepada kami kecintaan kepada Al-Qur'an, ilmu, dan orang-orang saleh. Himpunkanlah kami pada hari kiamat di bawah panji Nabi Muhammad ﷺ bersama para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Engkaulah sebaik-baik tempat kembali. Aamiin."

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, menghiasi jiwa kita dengan akhlak para sahabat Rasulullah ﷺ, mengistiqamahkan langkah kita dalam ketaatan, dan mengumpulkan kita kelak bersama Nabi Muhammad ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

.........


340daq. bendera ahmad

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Nabi saw. bersabda: “Neraca itu diletakkan menurut hitungan mereka yang masuk surga. Adapun bendera “Ahmad” itu berada di atas langit. Rasulullah saw. ditanya sahabat tentang bendera “Ahmad” tentang lebar dan panjangnya. Maka Nabi saw. menjawab, panjangnya bendera (kirakira perjalanan seribu tahun dan di bendera itu terdapat tulisan: (             ) Sedangkan lebarnya bendera itu (kira-kira) jarak antara langit dan bumi, jarumnya itu dari yakut merah dan pegangannya dari perak putih dan zambrut hijau, bendera itu memiliki tiga ikatan bergaris dari nur, satu ikatan bergaris berada di timur, yang lain berada di tengah-tengah dunia, dan yang lain lagi berada di barat. Dan dalam bendera itu terdapat tulisan tiga baris. Pertama tulisan: (.       ) Kedua tulisan: (.   ) Dan ketiga tulisan: (.        ) panjangnya setiap baris itu kira-kira perjalanan 1000 tahun dan didekat bendera itu terdapat bendera (lagi) sebanyak 70.000 bendera, di bawah setiap bendera terdapat 70.000 baris (yang terdiri) dari malaikat, dan setiap baris itu, terdapat 500.000 malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allah Ta’ala, dan mensucikan kepada Allah Ta’ala.”

Al-Jurjaniy berkata: Maknanya sabda Nabi saw.: “Bahwa bendera “Ahmad” itu berada di tanganku. Sesungguhnya ketika terjadi kiamat, maka bendera itu ditancapkan di hadapan Nabi saw. sedangkan orang-orang mukmin itu berada di sekitar bendera, (mulai) dari Nabi Adam sampai ummat (yang mengalami peristiwa) terjadinya hari kiamat. Adapun orang-orang kafir berada dalam kesenangan dari neraka, selama bendera itu masih ditancapkan. Ketika bendera itu dipindahkan, maka saat itulah, Orang-orang kafir digiring ke neraka.”

......

339daq. orang yang ahli sabar

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Kemudian ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli sabar?” Lalu berdirilah manusia berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Sesungguhnyd kami melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu?” Mereka menjawab: “Kami bersabar dalam ta’at kepada Allah Ta’ala, da” kami bersabar (menjauhi) maksiat kepada Allah Ta’ala.” Maka para malaikat itu berkata: “Masuklah kalian ke surga.”

.....

338daq. orang yang ahli utama

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Nabi saw. bersabda: Ketika Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk, maka ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli utama.” Lalu berdirilah manusia dan mereka berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Aku melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu itu?” Mereka menjawab: “Kami adalah ahli utama,” malaikat bertanya: “Apa keutamaanmu?” Mereka menjawab: “Ketika kami dianiaya kami bersabar, dan ketika kami disakiti kami memaafkannya.” Maka malaikat itu berkata: “Masuklah ke surga, maka sebaik-baik pahala adalah yang mengerjakan.”

......

337daq. Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus


Nabi saw. bersabda: “Ada tujuh golongan yang mendapat naungan Allah Ta’ala, di bawah naungan Arasy, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungannya Allah Ta’ala: Pertama: Imam yang adil. Kedua: Pemuda yang meningkatkan ibadahnya kepada Allah Ta’ala. Ketiga: Dua orang yang bersahabat (saling mengasihi) karena Allah Ta’ala. Keempat: Seseorang yang diajak (berbuat zina) oleh perempuan cantik, seraya berkata: “Sesungguhnya aku ini takut kepada Allah Tuhan semesta alam.” Kelima: Seseorang yang (selalu) ingat kepada Allah di waktu sunyi, serta air matanya mengalir, karena dari rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Keenam: Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, serta menyamarkan sedekah itu dari tangan kirinya. Ketujuh: Seseorang yang menggantungkan hatinya ke masjid.”

.....

336daq. Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Ali karamallahu wajhah berkata: Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya (binatang kurbannya) pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “Hai malaikatKu, jangan kamu kumpulkan hambaKu yang berjalan itu, tetapi, naikkan mereka pada binatang kurbannya. Maka sesungguhnya mereka itu telah biasa naik waktu di dunia. Dan tempat naik yang pertama adalah tulang rusuk bapaknya, kemudian setelah itu, adalah perutnya ibunya menjadi tempat naik mereka selama sembilan bulan. Dan ketika ibunya melahirkannya, ia berada dalam pangkuan ibunya selama dua tahun untuk menyusu, dan (ini juga) tempat naik mereka, sehingga ketika mereka menginjak dewasa maka leher (punggung) bapak mereka menjadi tempat naik mereka, kemudian kuda dan keledai, termasuk khimar menjadi tempat naik mereka di daratan, dan perahu (menjadi tempat naik mereka) di lautan. Ketika mereka bangkit dari kuburnya, maka kamu jangan menjalankan mereka dengan berjalan kaki. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu biasanya naik, dan orang-orang mukmin itu tidak mampu untuk berjalan dan sodorkan kepada mereka kendaraan “Najaib” yaitu binatang kurban, dan mereka sama mendahului untuk menghadap Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

Oleh karena itu Nabi saw. bersabda:

“Besarkan binatang kurbanmu, maka sesungguhnya binatang itu besok hari kiamat akan menjadi kendaraanmu, maksudnya: yang kamu naiki.”

......

335daq. Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Dikatakan: “Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka, sedangkan orang-orang mukmin digiring dengan kurban mereka (harta yang disedekahkan) dan kendaraan mereka.”

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Pemurah sebagai perutusan yang terhormat. Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.” (QS. Maryam: 85-86).