Thursday, May 28, 2026

343daq. meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan

 BAB 28: PANASNYA HARI KIAMAT

Dan atas pendapat ini, telah datang suatu hadits: Allah Ta’ala Memberi wahyu kepada Nabi Musa as.: Agar engkau mengatakan kepada kaummu: “Jika mereka melakukan suatu perkara, maka Aku akan memasukkan mereka ke surga.” Nabi Musa as. bertanya: Apakah perkara itu?” Lalu Allah Ta’ala menjawab: “Yaitu agar mereka meminta kerelaan kepada lawannya berbantahan.” Nabi Musa berkata: “Ya Tuhanku, jikalau mereka itu sudah mati.” Maka Allah Ta’ala menjawab: “Ya Musa, maka sesungguhnya Aku adalah Dzat yang hidup, Aku tidak akan mati selamanya, Katakan kepada mereka, agar mereka meminta kerelaan kepada-Ku.” Nabi Musa bertanya: “Bagaimana (caranya) mereka meminta kerelaan kepada-Mu?” Allah menjawab: “Dengan empat perkara:

Adanya penyesalan didalam hati.

Memohon ampunan dengan lisan.

Mengalirkan air mata (menangisi karena berbuat dosa).

Gerakannya anggauta (dalam menjalankan perintah-Nya).”

.......


344daq. kosong

 

342daq. keputusan hukum Allah

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan, ketika terjadi hari kiamat, maka bangkitlah para makhluk itu (dalam keadaan) sangat kehausan, mereka dikendalikan oleh keringat. Lalu Allah Ta’ala mengutus Jibril kepada Nabi saw. Maka Jibril berkata: “Ya Muhammad, katakan kepada ummatmu, agar berdoa kepadaKu dengan menyebut asma (nama), sebagaimana kamu berdoa kepadaKu sewaktu di dunia ketika dalam keadaan sedih.” Maka Nabi Muhammad menyeru kepada umatnya untuk berdo’a sebagaimana yang dianjurkan oleh Jibril. Lalu mereka sama mengucapkan: (.      ) ketika itulah, Allah memutuskan hukum diantara para makhluk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada umat-umat yang lain: “Kalau kalian tidak menyebut kepadaKu dengan asma (nama) ini. maka pasti Aku akan melamakan kepada kamu memutuskan hukum, (sehingga) sampai seribu tahun.”

Kemudian Allah Ta’ala memutuskan hukum diantara binatang liar dengan beberapa binatang (yang lain), sampai Allah Ta’ala memutuskan hukum kepada binatang brujul (binatang yang tak punya tanduk) dengan binatang yang memiliki tanduk. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada binatang liar dan binatang-binatang (yang lain): “Jadilah kalian semua menjadi debu.” Ketika terjadi kejadian itu. Orang-orang kafir berkata:

“Semoga diriku itu menjadi debu.”

.........

341daq. benderq bendera di hari kiamat

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Di dalam hadits diceritakan: Ketika terjadi kiamat, maka bendera “Kebenaran” dipasang dan diserahkan kepada Abu Bakar ra., dan setiap orang yang benar berada di bawah bendera itu. Bendera “Fuqaha” dipasang dan diserahkan kepada Mu’adz bin Jabal ra. dan setiap ahli fiqh berada di bawah bendera itu. Bendera “suhud” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darrin ra. dan setiap orang yang zuhud berada di bawah bendera itu. Bendera : “Faqir” dipasang dan diserahkan kepada Abi Darda’ ra. dan setiap orang fakir berada di bawah bendera itu. Bendera “Dermawan” dipasang dan diserahkan kepada Utsman ra. dan setiap dermawan berada di bawah bendera itu. Bendera “Syuhada” dipasang dan diserahkan kepada Ali ra. dan setiap orang yang mati syahid berada di bawah bendera itu. Bendera “Qurra” (ahli baca Al-Qur’an) dipasang dan diserahkan kepada Ubaiy bin Ka’ab, dan setiap Qari’ berada di bawah bendera itu. Bendera “Muadzdzin” dipasang dan diserahkan kepada Bilal ra. dan setiap Muadzdzin berada di bawah bendera itu. Bendera “Orang yang dibunuh dengan aniaya” dipasang dan diserahkan kepada Husain ra. dan setiap orang yang dibunuh dengan aniaya berada di bawah bendera itu. Maka oleh karena itu, firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya.” (QS. Al-Isra: 71).

....

340daq. bendera ahmad

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus.

Nabi saw. bersabda: “Neraca itu diletakkan menurut hitungan mereka yang masuk surga. Adapun bendera “Ahmad” itu berada di atas langit. Rasulullah saw. ditanya sahabat tentang bendera “Ahmad” tentang lebar dan panjangnya. Maka Nabi saw. menjawab, panjangnya bendera (kirakira perjalanan seribu tahun dan di bendera itu terdapat tulisan: (             ) Sedangkan lebarnya bendera itu (kira-kira) jarak antara langit dan bumi, jarumnya itu dari yakut merah dan pegangannya dari perak putih dan zambrut hijau, bendera itu memiliki tiga ikatan bergaris dari nur, satu ikatan bergaris berada di timur, yang lain berada di tengah-tengah dunia, dan yang lain lagi berada di barat. Dan dalam bendera itu terdapat tulisan tiga baris. Pertama tulisan: (.       ) Kedua tulisan: (.   ) Dan ketiga tulisan: (.        ) panjangnya setiap baris itu kira-kira perjalanan 1000 tahun dan didekat bendera itu terdapat bendera (lagi) sebanyak 70.000 bendera, di bawah setiap bendera terdapat 70.000 baris (yang terdiri) dari malaikat, dan setiap baris itu, terdapat 500.000 malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allah Ta’ala, dan mensucikan kepada Allah Ta’ala.”

Al-Jurjaniy berkata: Maknanya sabda Nabi saw.: “Bahwa bendera “Ahmad” itu berada di tanganku. Sesungguhnya ketika terjadi kiamat, maka bendera itu ditancapkan di hadapan Nabi saw. sedangkan orang-orang mukmin itu berada di sekitar bendera, (mulai) dari Nabi Adam sampai ummat (yang mengalami peristiwa) terjadinya hari kiamat. Adapun orang-orang kafir berada dalam kesenangan dari neraka, selama bendera itu masih ditancapkan. Ketika bendera itu dipindahkan, maka saat itulah, Orang-orang kafir digiring ke neraka.”

......

339daq. orang yang ahli sabar

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Kemudian ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli sabar?” Lalu berdirilah manusia berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Sesungguhnyd kami melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu?” Mereka menjawab: “Kami bersabar dalam ta’at kepada Allah Ta’ala, da” kami bersabar (menjauhi) maksiat kepada Allah Ta’ala.” Maka para malaikat itu berkata: “Masuklah kalian ke surga.”

.....

338daq. orang yang ahli utama

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

Nabi saw. bersabda: Ketika Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk, maka ada pemanggil: “Dimanakah orang yang ahli utama.” Lalu berdirilah manusia dan mereka berjalan dengan cepat ke surga. Maka para malaikat menyambut mereka, seraya berkata: “Aku melihat kamu berjalan cepat ke surga, lalu siapa kamu itu?” Mereka menjawab: “Kami adalah ahli utama,” malaikat bertanya: “Apa keutamaanmu?” Mereka menjawab: “Ketika kami dianiaya kami bersabar, dan ketika kami disakiti kami memaafkannya.” Maka malaikat itu berkata: “Masuklah ke surga, maka sebaik-baik pahala adalah yang mengerjakan.”

......

337daq. Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus

 Orang-orang yang Bakal Mendapat Naungan Secara Khusus


Nabi saw. bersabda: “Ada tujuh golongan yang mendapat naungan Allah Ta’ala, di bawah naungan Arasy, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungannya Allah Ta’ala: Pertama: Imam yang adil. Kedua: Pemuda yang meningkatkan ibadahnya kepada Allah Ta’ala. Ketiga: Dua orang yang bersahabat (saling mengasihi) karena Allah Ta’ala. Keempat: Seseorang yang diajak (berbuat zina) oleh perempuan cantik, seraya berkata: “Sesungguhnya aku ini takut kepada Allah Tuhan semesta alam.” Kelima: Seseorang yang (selalu) ingat kepada Allah di waktu sunyi, serta air matanya mengalir, karena dari rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Keenam: Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, serta menyamarkan sedekah itu dari tangan kirinya. Ketujuh: Seseorang yang menggantungkan hatinya ke masjid.”

.....

336daq. Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Ali karamallahu wajhah berkata: Orang-orang mukmin itu dikumpulkan dengan mengendarai kurbannya (binatang kurbannya) pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “Hai malaikatKu, jangan kamu kumpulkan hambaKu yang berjalan itu, tetapi, naikkan mereka pada binatang kurbannya. Maka sesungguhnya mereka itu telah biasa naik waktu di dunia. Dan tempat naik yang pertama adalah tulang rusuk bapaknya, kemudian setelah itu, adalah perutnya ibunya menjadi tempat naik mereka selama sembilan bulan. Dan ketika ibunya melahirkannya, ia berada dalam pangkuan ibunya selama dua tahun untuk menyusu, dan (ini juga) tempat naik mereka, sehingga ketika mereka menginjak dewasa maka leher (punggung) bapak mereka menjadi tempat naik mereka, kemudian kuda dan keledai, termasuk khimar menjadi tempat naik mereka di daratan, dan perahu (menjadi tempat naik mereka) di lautan. Ketika mereka bangkit dari kuburnya, maka kamu jangan menjalankan mereka dengan berjalan kaki. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu biasanya naik, dan orang-orang mukmin itu tidak mampu untuk berjalan dan sodorkan kepada mereka kendaraan “Najaib” yaitu binatang kurban, dan mereka sama mendahului untuk menghadap Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

Oleh karena itu Nabi saw. bersabda:

“Besarkan binatang kurbanmu, maka sesungguhnya binatang itu besok hari kiamat akan menjadi kendaraanmu, maksudnya: yang kamu naiki.”

......

335daq. Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka

 Bab 27 Mengumpulkan Para Makhluk ke Padang Makhsyar

Dikatakan: “Orang-orang kafir digiring dengan telapak kaki mereka, sedangkan orang-orang mukmin digiring dengan kurban mereka (harta yang disedekahkan) dan kendaraan mereka.”

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Pemurah sebagai perutusan yang terhormat. Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.” (QS. Maryam: 85-86).